Belanja sayur dan kebutuhan dapur dengan cara online mungkin sudah banyak dilakukan masyarakat saat ini dan biasanya diantar via kurir. Tetapi bagaimana bila berbelanja sayur dan kebutuhan dapur diantar dengan mobil tanpa awak?
Baca juga: Baidu Uji Coba Mobil Otonom Berbasis Android Apollo
AutoX, startup kendaraan otomon baru saja meluncur di jalanan California pada Senin (27/8/2018) kemarin. Kehadiran layanan AutoX sendiri saat ini baru saja tersedia bagi pengguna yang berlokasi di area geo-fenced di seluruh San Jose.
KabarPenumpang.com melansir dari laman newatlas.com (28/8/2018), dengan menggunakan aplikasi yang kini baru tersedia di Apple Store, pelanggan bisa memesan dan membeli makanan yang ada di mobil otonom AutoX dari toko online GrubMarket. GrubMarket sendiri menjadi sumber produk segar dari berbagai produsen lokal.
Nantinya barang pesanan pelanggan tersebut di pusat pengiriman akan diletakkan di bagasi dan diantar menuju ke pemesan dengn mobil tanpa awak. Tenang saja untuk kesegaran bahan makanan yang diantar seperti sayur, suhu mobil sudah dikontrol dengan baik.
Barang tambahan yang bisa di pilih pada mobil otonom AutoX (newatlas.com)
Nantinya setelah mobil sampai di tujuan, aplikasi akan memberitahu pelanggan sehingga bisa keluar untuk mengambil pesanan mereka dalam mobil tanpa awak itu. Untuk membuka pintu belakang atau bagasi mobil, pelanggan meng-klik pesanan dan bisa mengambilnya.
Tak hanya barang pesanan saja, mobil tanpa awak ini juga menjajakan makanan dan minuman lainnya di sisi kanan kiri dalam mobil dan jendela akan turun secara otomatis sehingga pelanggan bia mengambil barang tambahan yang mereka inginkan. Untuk pembayarannya, sistem komputer mencatat barang apa saja yang diambil sebagai tambahan dan menambahkanya ke tagihan pelanggan.
Baca juga: Mobil Otonom Uber Tabrak Pejalan Kaki Hingga Tewas di Arizona
Aplikasi self-driving dari AutoX menggunakan rangkaian kamera resolusi tinggi yang lebih murah dibandingkan sensor LiDAR (Light Detection and Ranging) yang lebih mahal dan banyak digunakan perusahaan mobil otonom lainnya. Kamera dengan resolusi tinggi ini juga dipandu GPS untuk mendeteksi rintangan seperti pejalan kaki dan kendaraan lainnya.
Untuk saat ini layanan pengantaran barang belanjaan diberlakukan secara gratis, tetapi barang yang dibeli tetap di kenakan biaya. Nantinya mobil otonom ini akan mengenakan tarif pengantaran setelah uji coba selesai dan biaya yang dikenakan lebih rendah dari pada dengan kurir. Selain di San Jose, mobil otonom AutoX juga akan hadir di kota lainnya seperti Mountain View dan Palo Alto beberapa minggu kedepan.
Belakangan ini PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama dengan Kementerian Perhubungan berusaha mereaktivasi sejumlah jalur mati yang ada di Pulau Jawa dan Sumatera. Adanya reaktivasi sendiri untuk mempermudah akses menuju tempat-tempat yang bisa dilalui kereta api.
Baca juga: Lalui Wilayah Borobudur, Jalur Kereta Api Yogyakarta-Magelang Siap di Reaktivasi
Selain itu dengan mereaktivasi jalur lama untuk dihidupkan kembali juga bisa mengurangi kemacetan di jalan raya. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, PT KAI tengah berupaya untuk melakukan reaktivasi jalur kereta Semarang menuju Rembang.
Dalam usaha reaktivasi ini, Dinas Perhubungan Jawa Tengah berkomitmen untuk membantu. Diketahui, reaktivasi jalur kereta yang berjarak lebih dari 100 km ini ditargetkan bisa terealisasi paling lambat 2023 mendatang.
Tetapi rencana reaktivasi ini bisa saja lebih cepat dikarenakan pemerintah kota dan kabupaten menginginkannya segera. Sebenarnya adanya reaktivasi jalur ini perekonomian masyarakat diharapkan bisa terdongkarak menjadi lebih baik.
“Jalur Semarang-Rembang akan menjadi prioritas, ini didukung dengan perencanaan reaktivasi yang telah tertampung di Bappeda tinggal menunggu langkah selanjutnya. Jalur ini menjadi prioritas Dishub Jateng,” ujar Kepala Seksi Perkeretaapian Dishub Jateng Fajar Rahmat.
Nantinya untuk reaktivasi tahap pertama akan dilakukan dari Semarang menuju Pati. Kemudian di tahap selanjutnya baru menyambung dari Pati menuju Rembang. Fajar mengatakan, pihaknya belum menerima aduan dari pemerintah daerah terkait adanya sengketa untuk pembebasan lahan. Sebab, Pemda di lima kabupaten mendukung penuh adanya reaktivasi kali ini.
“Reaktivasi rencananya akan dilakukan dari Semarang menuju Pati terlebih dahulu baru dilanjutkan dari Pati ke Rembang. Kini semua masih dalam tahap persiapan tinggal menunggu detail engineering desain dari Kementrian Perhubungan,” jelasnya.
Adanya reaktivasi jalur ini sendiri didukung oleh Bupati Pati Haryanto yang juga sudah lama menginginkan bekas jalur kereta dari Semarang-Rembang bisa di fungsikan kembali. Bahkan pihaknya mengaku telah bertemu Gubernur Jateng dan mengirimkan surat ke Kemenhub agar hal tersebut bisa terealisasi.
“Kami menghendaki agar jalur kereta dari Semarang, Demak, Kudus, Pati, dan Rembang bisa dibuka akses kereta kembali, sehingga pelaksanaan kereta bisa mengakhiri kemacetan lalulintas. Kemudian bisa juga memgurangi kerusakan jalur dan macet di pantura,” kata Haryanto.
Baca juga: Jalur Kereta Rangkasbitung-Saketi-Labuan Kembali Direaktivasi
Diketahui, jalur kereta api Rembang-Bojonegoro pertama kali dibuka tahun 1919 dan Jalur Semarang Tawang-Demak-Kudus-Rembang pertama kali dioperasikan pada tahun 1900. Keduanya dioperasikan oleh perusahaan kereta api swasta Hindia Belanda, Semarang-Joana Stoomtram Maatschapij.
Jalur Rembang-Bojonegoro hanya bertahan selama 70 tahun dan ditutup pada 1989, sedangkan Jalur Semarang-Rembang berumur sedikit lebih panjang yakni 75 tahun namun ditutup lebih awal yakni pada 1975. Kedua jalur yang saling terhubung tersebut ditutup karena alasan yang sama yakni kalah bersaing dengan moda angkutan darat lainnya seperti mobil dan bis.
Puluhan hingga ratusan troli yang dibeli oleh Airports Authority of India (AAI) untuk Bandara Calcutta menuai kontroversi. Pasalnya troli-troli tersebut mengalami kerusakan, padahal umurnya belum genap setengah tahun. Otoritas bandara tersebut berdalih kerusakan pada roda troli ini dikarenakan penumpang yang membawa beban berlebih. Kendati masih ada garansi untuk memperbaikinya, namun kejadian ini sempat menjadi buah bibir di kalangan masyarakat yang bersikeras bahwa, “Bagaimana bisa barang baru memiliki umur penggunaan yang sangat singkat.”
Baca Juga: MAGIC! Troli Makanan Ini Bisa Memasok Sumber Energi Listrik di Kabin Pesawat
Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari telegraphindia.com (23/8/2018), setidaknya sudah lebih dari 100 troli yang diperbaiki pasca tiga bulan penggunaannya – lebih buruknya lagi, hampir setiap hari selalu ada minimal satu troli yang rusak. Menanggapi pemberitaan tersebut, pihak Delite Systems Engineering (India) Pvt Ltd. selaku pemasok 4.000 troli ini mengaku tidak ada yang salah dengan produk buatannya.
“Kami terpaksa harus memperbaiki roda troli ini. Meskipun baru, tapi tetap tidak bisa digunakan. Pihak pemasok mengganti roda-roda ini di bawah kontrak pemeliharaan tahunan, tapi tetap saja jumlahnya terus meningkat setiap hari,” tutur salah satu pejabat senior Bandara Calcutta. Terhitung sejak April 2018 kemarin, sudah 2.600 dari 4.000 troli sudah tiba di Bandara Calcutta
Guna menindaklanjuti kasus ini, otoritas bandara pun lalu mengadakan pertemuan dengan pihak pemasok untuk membahas masalah troli rusak. “Masalahnya terletak pada bagaimana penanganan troli ini oleh petugas di Bandara Calcutta. Tidak ada masalah pada kualitas barang kami,” ujar pihak Delite Systems Engineering (India) Pvt Ltd. pasca pertemuan.
Layaknya pada kebanyakan barang, “diperlukan penanganan yang baik dan benar supaya umur barang tersebut menjadi lebih lama,” tutur pihak pemasok. “”Salah satu caranya adalah dengan mengurangi beban angkut dari troli,” tandasnya. Saran tersebut nampaknya tidak pernah terdengar sebelumnya – apalagi langsung diutarakan oleh Delite Systems Engineering (India) Pvt Ltd. selaku produsen dan pemasok troli.
“Saran tersebut seolah menyiratkan lebih baik penumpang tidak menggunakan troli,” tandas seorang otoritas bandara yang ikut dalam pertemuan tersebut. Sebanyak kurang lebih 1.000 troli lama yang masih digunakan di Bandara Calcutta sama sekali tidk mengalami masalah ketika penumpang membawa beban berlebih sekalipun. Hal inilah yang akhirnya menjadi acuan otoritas bandara untuk mengeluhkan kualitas troli dari Delite Systems Engineering (India) Pvt Ltd.
Baca Juga: Huawei Chigoo cTrolley, Troli Canggih Manjakan Akses Penumpang di Bandara
Selain saran yang kurang logis tersebut, pihak pemasok pun mengatakan bahwa ada baiknya troli-troli tersebut ditarik alih-alih didorong. “Saran ini tidka bisa berterima dengan kami.” tutup seorang pejabat dari Bandara Calcutta. Menurut Anda, pihak mana nih yang patut disalahkan akibat rusaknya troli-troli ini? Pihak bandara selaku pengguna atau pihak Delite Systems Engineering (India) Pvt Ltd. yang disinyalir memproduksi barang tidak layak pakai?
Ada kabar baik bagi Anda para pecinta kereta – terutama yang berdomisili di Jakarta dan Semarang! Ya, PT KAI secara resmi telah menambahkan Priority Class pada KA Argo Muria tertanggal 27 Agustus 2018 kemarin. Kereta api tujuan Jakarta (Gambir) – Semarang Tawang ini akan melakukan pemberhentian di sejumlah stasiun, seperti Cirebon, Tegal, dan Pekalongan. Berbeda dengan layanan sebelumnya yang hanya beroperasi ketika akhir pekan saja, Priority Class di KA Argo Muria ini kini tersedia setiap hari.
Baca Juga: Sering Naik Kereta Api? Ini Dia Posisi yang Paling Aman Bagi Penumpang
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, adapun kapasitas dari Priority Class KA Argo Muria ini sebanyak 28 seat saja – sama seperti kelas serupa di KA Argo Parahyangan yang menghubungkan Jakarta dan Bandung. Diharapkan, Priority Class di KA Argo Muria ini mampu memberikan alternatif perjalanan lain bagi para penumpang yang tidak kebagian tiket.
Selain itu, pelayanan terbaik dari yang terbaik juga dijanjikan PT KAI bagi para penumpang layanan ini. Soal jadwal keberangkatan, KA Argo Muria KA14 rute Gambir – Semarang Tawang berangkat pada pukul 09.00 WIB, sementara sebaliknya KA Argo Muria KA13 berangkat pukul 16.00 WIB menuju Gambir.
Adapun fasilitas yang akan didapatkan penumpang Priority Class antara lain Audio Visual On Demain (AVOD) di setiap kursi, Mini Bar, TV 52 Inch, crew khusus, toilet khusus dan kursi yang lebih nyaman dari kelas eksekutif.
Ini merupakan Priority Class kelima yang dimiliki PT KAI, yang sebelumnya telah didahului oleh KA Taksaka rute Jakarta – Yogyakarta, dan rute Jakarta – Solo Balapan, KA Argo Lawu dan KA Argo Dwipangga jurusan Gambir – Solo Balapan, dan KA Argo Parahyangan jurusan Gambir – Bandung.
Baca Juga: Indonesia Punya Kelas Priority, India Punya Gerbong Anubhuti
Bagi Anda yang ingin menjajal layanan Priority Class di KA Argo Muria ini, siapkan kocek yang cukup dalam karena PT KAI mematok Rp480.000 untuk weekdays dan Rp700.000 untuk weekend. Kendati mahal, namun itu semua setara dengan pelayanan eksklusif yang akan Anda dapatkan di dalamnya!
Sebuah inovasi yang cukup unik dilakukan oleh perusahaan ride-sharing asal California, Uber yang baru-baru ini mengungkapkan bahwa moda transportasi individual lebih cocok untuk perjalanan di dalam kota. Pernyataan tersebut dilontarkan langsung oleh CEO Uber, Dara Khosrowshahi dalam suatu kesempatan. Jika ditinjau lebih jauh, ide Dara ini memiliki sejumlah keuntungan yang dapat dirasakan oleh masyarakat dalam jangka panjang – salah satunya adalah yang berkaitan dengan pencemaran udara.
Baca Juga: Uber Hadirkan Fitur Keamanan Untuk Penumpang dan Pengemudi
Seperti yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman bbc.com (27/8/2018), Dara juga memperkirakan adanya peningkatan pengguna layanan semisal ide ini direalisasikan kelak. “Selama peak hours, sangatlah tidak efisien jika satu mobil mengangkut satu penumpang saja atau bahkan berkendara sendirian,” ucap Dara. “Secara finansial, rencana ini memang tidak berarti banyak bagi kami dalam jangka waktu pendek, tapi lain cerita jika dibandingkan dengan jangka waktu panjang di masa yang akan datang,” tandasnya.
Diketahui, Uber telah menanamkan sahamnya di sejumlah perusahaan sepeda tahun lalu – salah satunnya adalah sepeda listrik Jump yang dapat Anda temui di delapan kota di Negeri Paman Sam, termasuk New York dan Washington. Kabarnya, layanan sepeda listrik Jump milik Uber ini akan segera di rilis di Berlin dalam waktu dekat. Pun dengan Lime, perusahaan skuter listrik yang juga sudah mulai dilirik oleh Uber.
Menurut perhitungan Dara, Uber akan mengalami perubahan pola pendapatan ketika mengoperasikan sepeda ketimbang mobil dengan jarak perjalanan yang sama. Namun, hal tersebut akan diimbangi dengan meningkatnya frekuensi pengguna layanan – terutama ketika peak hours. “Kami bersedia untuk mengais receh untuk pendapatan di masa depan yang tinggi,” paparnya optimis.
Tidak bisa dipungkiri, Uber kalah strategi dalam persaingan dengan sejumlah perusahaan ride-sharing lainnya yang membuat perusahaan yang didirikan oleh Travis Kalanick dan Garrett Camp ini merugi sekitar US$4,5 miliar atau yang setara dengan Rp65,8 triliun. Mau tidak mau, Uber harus berupaya keras untuk membalikkan keadaan dan menyeimbangkan neraca perekonomiannya kembali.
Baca Juga: Diakuisisi Grab, CEO Uber: “Ini Taktik Untuk Tingkatkan Profit”
Memang, pendapatan yang berhasil diraih Uber dalam bisnis ride-sharing (Uber Car) ini tidaklah sedikit, namun pada kenyataannya, laba tersebut lama kelamaan kian tergerus seiring dengan ekspansi pasar ke daerah-daerah baru. Ini merupakan salah satu faktor yang menyebabkan kas Uber semakin merosot.
Belum lagi tekanan regulasi di beberapa daerah yang berimbas pada terhambatnya pertumbuhan pasar – sebut saja aturan baru yang berkembang di New York yang memberlakukan pembatasan volume kendaraan untuk mengatasi kemacetan. Akankah Uber masih tetap bisa berjuang?
Sebuah mobil sengaja ditabrakkan dengan kereta yang tegah melaju di jalur kereta Seaford Adelaide, tepatnya di Stasiun Lonsdale, Adelaide, Australia. Insiden itu terjadi pada Senin (27/8/2018) pukul tujuh malam waktu setempat dan pihak kepolisian mengamankan dua orang yang diduga pelaku.
Baca juga: Tingkat Kecelakaan Trem Meningkat, Praha Gelar Kampanye Keselamatan di Jalan
Dilansir dari abc.net.au (28/8/2018) oleh KabarPenumpang.com, karena insiden ini, layanan kereta api dihentikan sementara antara Brighton dan Noarlunga Center, sehingga penumpang mau tak mau menggunakan bus pengganti yang sudah disiapkan selama beberapa jam sampai mobil yang tertabarak dievakuasi petugas.
Dari CCTV atau kamera pengawas polisi mengatakan tidak ada orang di dalam mobil dan kereta saat menabrak dengan kecepatan rendah. Dalam pemeriksaan CCTV1 juga didapat dua pria pelaku yang diperkirakan berusia 21 tahun dan 23 tahun.
“Kami telah memeriksa CCTV dan dua tersangka terlihat mendorong mobil ke arah rel sebelum mereka lari,” ujar keterangan dari pihak kepolisian.
Untungnya dalam insiden tersebut tidak ada seorang penumpang pun yang terluka secara fisik. Akibat kejadian ini, Adelaide Metro memperkirakan mengalami kerugian sekitar US$100 ribu atau sekitar dengan Rp1,4 miliar. Pihah Adelaide Metro juga mengatakan beberapa mobil di tempat parkir yang dekat stasiun juga telah dirusak dan pemilik telah melaporkan kepada pihak kepolisian.
Seorang penumpang bernama Sam Davies yang berada di kereta bagian depan mengatakan, peristiwa tersebut sangat menakutkan bagi masinis kereta api.
Atas insiden ini, Menteri Transportasi Stephan Knoll mengatakan pihaknya akan melakukan peninjauan ulang terhadap desain stasiun kereta. Sebab platform kereta berada di tingkat yang sama dengan parkiran mobil.
Baca juga: Gegara Pria Mabuk, Perjalanan Kereta di Munich Terhenti Selama 21 Jam!
“Kami akan melihat apa modifikasi diperlukan pada desain stasiun untuk memastikan bahwa kami sudah melakukannya dengan benar dan kami akan meminimalkan masalah ini terjadi di masa depan,” ujar Knoll.
Diketahui, kedua pria tersebut berasal dari Christies Downs dan dituduh membahayakan keselamatan, gangguan ilegal serta kerusakan properti. Jaminan keduanya pun ditolak pihak kepolisian.
Sebagai negara di Afrika yang kerap diterjang isu kriminal dan terorisme, Nigeria sudah barang tentu perlu mewaspadai datangnya tamu-tamu asing. Dan yang menjadi perhatian kini adalah pada penerbangak kembali para jamaan Haji. Seperti maskapai penerbangan Haji tahun 2018 ini telah diperingatkan oleh Komisi Haji Nasional Nigeria atau The National Hajj Commission of Nigeria (NAHCON) untuk tidak mengangkut penumpang yang bertendensi kriminal saat penerbangan kembali dari Arab Saudi ke Nigeria.
Baca juga:Kereta Cepat Nan Mewah Siap Layani Jamaah Haji dan Umroh di Rute Jeddah – Makkah
Peringatan ini disampaikan ketua NAHCON Abdullahi Muhktar saat melakukan pertemuan dengan operator penerbangan tahun 2018 di Jeddah, Arab Saudi. “Operator penerbangan harus dengan serius memperingatkan para petugas di darat mereka untuk tidak mengizinkan penumpang non-Haji naik ke penerbangan Haji atau mengambil keuntungan untuk memungkinkan elemen kriminal keluar dari wilayah Arab Saudi. Ini tidak akan dimaafkan karena kita tidak tahu jenis kejahatan yang mungkin mereka lakukan sebelum meninggalkan negara,” ujar Abdullahi yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman punchng.com (26/8/2018).
Dia menambahkan penerbangan Haji tidak boleh digunakan untuk keadaan apapun dan setiap orang yang mencurigakan harus dilaporkan sehingga pihaknya dapat mengingatkan pihak berwenang. Abdullahi menambahkan, setelah menyelesaikan tahap pertama, transportasi peziarah dari Nigeria dan saat ini untuk pemulangan memerlukan rencana yang teliti dan bekerja sama penuh dengan semua staf.
“Kita semua harus melipatgandakan upaya kita sekarang karena fase ini membutuhkan kepatuhan dengan standar internasional karena kita akan beroperasi bersama dengan pesawat lain secara global dari titik keberangkatan yang sama,” jelasnya.
Abdullahi lebih lanjut menyarankan agar para operator secara serius mengingatkan staf lapangan mereka dalam penanganan bagasi jamaah atau memberikan kabar yang jelas saat cuaca buruk. Konsul Jenderal Nigeria di Jeddah, Muhammadu Inusa, juga menyarankan pejabat NAHCON yang bertanggung jawab atas pengangkutan udara untuk mematuhi perjalanan kembali para peziarah dalam urutan kedatangan.
“Tidaklah adil untuk kembali terlebih dahulu kepada mereka yang datang terakhir ke Saudi. Pertama-tama harus datang, pertama kembali secara berurutan, untuk membangun kepercayaan pada sistem,” kata Inusa.
Baca juga: Siasati Puncak Musim Haji, Bandara Arab Saudi Adopsi Teknologi Gelang RFID
Dia memuji NAHCON karena tidak meninggalkan seorang peziarah dibelakang pada fase pertama dari Nigeria. Sementara itu, Max Air, salah satu maskapai penerbangan, mengatakan siap untuk memulai perjalanan kembali pada 27 Agustus.
Managing Director perusahaan penerbangan Shyam manwani, mengatakan perusahaan telah mengangkut air suci peziarah (Zamzam) ke Nigeria selama fase pertama. Ini akan didistribusikan kepada para peziarah saat kembali ke bandara di Nigeria.
MRT Jakarta semakin matang dalam menyambut pengoperasian perdananya pada Maret 2019 mendatang. Hal ini ditandai dengan semakin meningkatnya progress pembangunan jaringan metro pertama di Indonesia ini yang sudah hampir menyentuh angka 96 persen secara keseluruhan (Fase 1). Belum lagi sejumlah uji coba di segala bidang yang kini tengah menguras tenaga William Sabandar cs.
Baca Juga: Lanjutkan Uji Coba Persinyalan, Ini Kali Pertama Kereta MRT Jakarta Masuki Terowongan
Dalam acara Forum Jurnalis dan Blogger MRT Jakarta yang diadakan di Depo Lebak Bulus, Selasa (28/8/2018), William Sabandar selaku Dirut PT MRT Jakarta mengatakan bahwa perkembangan pembangunan Fase 1 ini sudah mencapai 95,97 persen. “Dengan rincian 94,42 persen untuk Depo dan Elevated Section, sedangkan untuk Underground Section sudah mencapai 97,53 persen. Masih on track (sesuai rencana),” ujar William di hadapan sejumlah awak media.
Untuk saat ini, PT MRT Jakarta tengah melakukan proses pemeriksaan dan pengecekan sistem kereta atau yang lebih dikenal dengan nama Testing and Commissioning. Sebenarnya, proses ini sudah berjalan sejak pertengahan Agustus, dan William menaksir Testing and Commissioning pada kereta pertama ini akan berlangsung sekitar lima minggu. “Karena ini kereta pertama, maka prosesnya agak lama. Untuk kereta kedua hingga ke-16 paling hanya membutuhkan waktu satu sampai dua minggu saja,” terangnya.
Adapun kegunaan dari proses Testing and Commissioning ini adalah untuk memastikan semua sistem yang berada di dalam kereta buatan Nippon Sharyo, Jepang ini berfungsi dengan baik dan diharapkan tidak menemukan kendala ketika masa pengoperasiannya kelak. “Jadi tesnya itu bertahap, mulai dari di bawah 30km/jam, besok akan kita tingkatkan jadi 45km/jam, dan akan terus meningkat hingga 100km/jam,” ujar William. “Untuk sementara ini, proses masih dilakukan secara manual, tapi nanti ke depannya akan otomatis,” imbuhnya.
Menurut agenda, PT MRT Jakarta akan melakukan ters uji pergerakan kereta (dynamic test) di jalur utama pada tanggal 10 September 2018 mendatang, “lalu akan mulai uji coba operasi sistem perkeretaapian secara terintegrasi oleh kontraktor pada 12 November,” lanjut William. Peraih gelar doktor geografi dari University of Canterbury, New Zealand ini juga mengatakan bahwa semisal semua sistem sudah berfungsi dengan baik, maka pihaknya siap untuk melakukan trial run. “Ketika semua sistem sudah ok, maka kami baru bisa melakukan trial run. Kami berharap kontraktor bisa menyerahterimakan proses ini kepada PT MRT Jakarta pada pertengahan Desember ,” ujar Pria berdarah Maluku – Toraja ini.
Baca Juga: Jual Official Merchandise Sebelum Beroperasi, MRT Jakarta Ingin Tumbuhkan Fanatisme?
Nah, beberapa waktu ke belakang ada kesalahpahaman di masyarakat yang menyebutkan bahwa MRT Jakarta telah melakukan trial run. Padahal, proses trial run dan testing and commissioning merupakan dua proses yang berbeda. Seperti yang sudah disinggung di atas, proses testing and commissioning merupakan tahapan dimana calon operator menguji keseluruhan sistem dari armada dan kelaikan jalur yang akan dilintasi kelak. Sementara trial run merupakan proses lanjutan dimana hampir keseluruhan sistem sudah berjalan dengan baik.
Demi mendorong kerja sama bilateral di sektor ekonomi, Jepang dan Rusia sepakat untuk mengembangkan rute pengiriman barang melalui Jalur Kereta Trans-Siberia. Selain itu, kerja sama tersebut juga diproyeksikan untuk membangun kepercayaan diantara kedua belah pihak untuk menyelesaikan sengketa teritorial yang sudah ‘berkerak’.
Baca Juga: Kim Jong Un Mulai Membuka Diri, Jalur Kereta Trans Siberia Diharapkan Bisa Berakhir di Seoul
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman businesstimes.com.sg (21/8/2018), kedua pemerintah percaya bahwa kerja sama tersebut mampu memberikan energi pada third distribution channel, menyusul jalur udara dan laut. Menurut sumber yang mengetahui tentang diplomasi antara pihak Jepang dan Rusia, uji untuk memverifikasi distribusi menggunakan Kereta Api Trans-Siberia akan dimulai sekitar tanggal 11 – 13 September mendatang, ketika Eastern Economic Forum berlangsung di Vladivostok, Rusia.
Pada kesempatan itu pula, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dijadwalkan untuk bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Sekiranya lima hingga 10 perusahaan, terutama perusahaan distribusi Jepang, tengah mempertimbangkan untuk berpartisipasi dalam pengujian ini. Mereka akan mempelajari sejumlah faktor seperti biaya dan waktu transportasi, prosedur administratif yang diperlukan untuk bea cukai, dan proses impor dan ekspor.
Tidak hanya itu, beberapa calon kendala seperti pengaruh getaran hingga perbedaan suhu antara kedua negara ini juga akan turut diperiksa dalam pengujian tersebut. Guna mengatasi kemungkinan masalah di jalur tersebut, pemerintah juga rencananya akan bekerja sama dengan pihak swasta. Hingga saat ini, kedua belah pihak masih mengandalkan jalur udara dan laut dalam hal pengiriman kargo, dikarenakan kurangnya informasi yang jelas hingga masalah prosedur pengiriman yang rumit.
Jika ditempuh dengan menggunakan jalur laut (via Samudera Hindia), perjalanan antara kedua negara memakan waktu sekitar 53 hingga 62 hari – tergantung dari cuaca. Sementara jika ditempuh dengan menggunakan kereta api, maka waktu perjalanan yang dibutuhkan adalah 20 hingga 27 hari. Itu berarti setengah dari waktu perjalanan via jalur laut.
Adapun kemungkinan rute yang digunakan semisal jalur perkeretaapian ini disetujui adalah barang yang hendak dikirim melalui pelabuhan manapun di Jepang akan tetap menempuh jalur laut menuju Vladivostok, lalu barang tersebut akan dilanjutkan menuju Moskow via jalur kereta api. Selain lebih mempersingkat waktu pengiriman, penggunaan jalur kereta api ini juga digadang-gadang mampu menekan biaya pengiriman sekitar 40 persen.
Baca Juga: Jalur Kereta Trans-Siberia Capai Usia 100 Tahun
Seperti yang diketahui bersama, Trans-Siberia merupakan jalur kereta api yang membentang sejauh 9.300km dari kota Vladivostok menuju Moskow. Semisal ditelaah lebih mendalam, eksistensi dari jalur ini bisa dibilang cukup vital untuk meningkatkan sektor perdagangan antara Jepang dan Eropa. “Jika hubungan ekonomi antara Jepang dan Rusia diperkuat melalui sektor transportasi, maka kita berharap hal tersebut mampu membawa dampak positif pada penyelesaian masalah di wilayah utara,” tutur narasumber di pemerintah Jepang.
Bus tanpa awak yang digadang-gadang akan hadir di Indonesia, kali ini direalisasikan oleh operator seluler terbesar di Indonesia, Telkomsel. Bus otonom ini mendukung perhelatan besar Asian Games 2018. Berbeda dengan bus otonom lainnya, pada uji coba yang dilakukan di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Telkomsel menghadirkan jaringan telekomunikasi kecepatan tinggi generasi kelima atau 5G.
Baca juga: Bus Tingkat Bertenaga Hidrogen Meriahkan Asian Games 2018
Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, jaringan 5G sendiri ini dihadirkan untuk membantu penonton dan kontingen agar dapat mendapat jaringan internet yang cepat. Ivan Purnama, Vice President Next Generational Network Telkomsel menjelaskan bahwa dengan jaringan 5G bukan lagi bicara kecepatan jaringan internet untuk browsing atau mengakses media sosial, tetapi akan diterapkan untuk hal lain, salah satunya penggunaan mesin.
Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah menyebutkan, jaringan 5G memang belum masuk ke Indonesia. Tetapi dalam beberapa tahun mendatang teknologi ini akan mendukung kemajuan bangsa terutama dengan kehadiran teknologi revolusioner yang bisa mengubah cara hidup manusia di masa depan, bahkan bisa meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Sehingga hal ini yang membuat Telkomsel menghadirkan pusat experience 5G di venue Asian Games 2018 GBK.
“Selama Asian Games 2018 pengujung bisa mengenal dan merasakan langsung implementasi dari teknologi revolusiner melalui berbagai perangkat yang dilengkapi dengan teknologi 5G,” tutur Ririek.
Diketahui ada beberapa perangkat yang diimplementasikan dengan teknologi 5G antara lain adalah live streaming Football 2020, Future Driving dan Cycling Everywhere yakni kontrol terhadap kendaraan dari jarak jauh dan uji coba bus otonom alias bus tanpa pengemudi yang akan berjalan di area GBK. Ivan menambahkan, penerapan jaringan 5G ini sendiri bisa diselenggarakan di Asian Games 2018 karena ada kerja sama Telkomsel dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Pemerintah Korea Selatan yang sebelumnya melakukan uji coba 5G di Winter Olympic.
Sebelumnya, Kemkominfo telah mengizinkan frekuensi tertentu untuk diterapkan pada uji coba 5G saat Asian Games 2018. “Ujicoba 5G ini menggunakan spektrum 2,8GHz dan menerapkan teknologi 5G beamforming. Untuk membuat uji coba berhasil, frekuensi tersebut tidak bersifat melebar tetapi ditembak khusus ke area uji coba,” kata Ivan.
Lebih lanjut, Ivan mengatakan, upaya Telkomsel menguji cobakan teknologi 5G ini bertujuan untuk membuktikan bahwa Indonesia merupakan negara pertama di Asia Tenggara yang menerapkan 5G.
“5G bukan hanya lebih cepat, tetapi untuk menghadirkan layanan-layanan baru yang saat ini mungkin tidak ada tetapi bisa saja ada di masa depan,” tuturnya.
Bus otonom ini sendiri merupakan bus kecil yang mampu mengangkut maksimal 15 orang. Penyediaan teknologi bus otonom tersebut, Telkomsel bekerjasama dengan ST Engineering.
Teknologi 5G ini untuk kendaraan otonom masuk ke dalam konsep vehicle-to-x dimana sistem transportasi cerdas yang dapat mengatur lalu lintas, dan memastikan perjalanan menjadi aman di masa depan. Sehingga tidak bisa menggunakan jaringan 4G sebab, konsep ini harus memiliki latensi yang rendah serta kecepatan transfer data yang besar karena berhubungan dengan respon.
Untuk diketahui, bus tanpa awak ini ini menggunakan penggerak listrik dengan daya Battery Pack kapasitas 33 kWh yang mampu bertahan selama sembilan jam. Pengisian daya hingga baterai penuh, membutuhkan waktu selama tujuh sampai delapan jam. Bus bermerek Navya yang berasal dari Perancis ini memiliki sensor yang menggunakan teknologi Multi-Sensor Cutting-Edge yang paling canggih dari negara asalnya.
Baca juga: Bus Otonom Apolong Baidu Level 4 Meluncur Secara Global di 2019
“Kendaraan otonom atau kendaraan tanpa pengemudi ini merupakan sebuah contoh dari kecanggihan teknologi LIDAR (Light Detection and Ranging), AI (Artificial Intelligent) dan tentunya teknologi 5G untuk mewujudkan Indonesia 4.0. Dengan menghadirkannya di perhelatan Asian Games 2018 sebagai bagian dari Telkomsel 5G Experience Center, Telkomsel memastikan kesiapan armada ini dapat memenuhi animo masyarakat, terutama mereka yang menonton pertandingan di area Gelora Bung Karno,” ungkap Indra Mardiatna, Vice President Technology & system Telkomsel.
Selain berdaya listrik yang eco friendly, mobil berjalan otonom, tanpa pengemudi dengan dilengkapi 5G live streaming. Kemampuan mobil otonom tersebut dimungkinkan dengan teknologi Artificial Intelligent (AI) dan 5G yang memiliki High throughput hingga 20 Gbps serta Low latency (1 millisecond). Mobil listrik Otonom ini merupakan salah satu konsep sistem transportasi cerdas yang akan menciptakan lalu lintas yang jauh lebih teratur, membuat perjalanan lebih nyaman dan lebih aman di masa depan.