Duduk di Bangku Orang Lain, Penumpang Kereta Cepat ini Kena Cekal

Tentu Anda semua pernah duduk di tempat yang tidak sesuai dengan tiket ketika tengah berkendara menggunakan sarana transportasi umum, bukan? Ya, hal ini lumrah terjadi di berbagai sarana transportasi, mulai dari kereta, bus, hingga pesawat sekalipun. Namun apa jadinya jika Anda yang salah duduk ini enggan untuk pindah ke tempat duduk semestinya dan ‘dicekal’ oleh sang operator layanan? Duh! Baca Juga: Tak Pandang Bulu, Langgar Tata Cara Berpakaian Bisa Depak Penumpang dari Penerbangan Dihimpun KabarPenumpang.com dari laman straitstimes.com (25/8/2018), seorang penumpang layanan kereta peluru di Cina terpaksa ‘dicekal’ untuk menggunakan layanan China Railway Jinan Group pada Jumat (24/8/2018). Hal tersebut didasari oleh tolakan dirinya ketika diminta untuk menduduki tempat duduknya sesuai dengan yang tertera di tiket perjalanan. Pencekalan terhadap penumpang pria ini masih belum ditentukan tenggat waktunya. Tidak hanya dilarang untuk menggunakan layanan kereta peluru tersebut, Sun He – nama dari penumpang ini, juga didenda sebesar 200 yuan atau yang setara dengan Rp429.000 atas tindakan semena-menanya ini. Pemberitaan ini semakin cepat beredar manakala seorang wanita yang tempat duduknya dirampas tersebut merekam aksi dari Sun He yang duduk di pinggir kaca kereta peluru kelas ekonomi. Alih-alih merasa tidak enak lalu pergi, Sun He malah enggan beranjak dari tempat duduk tersebut dan malah memerintah wanita ini. “Anda punya tiga pilihan – berdiri, ambil kursi saya, atau pergi ker gerbong restorasi,” ujar Sun He dalam rekaman tersebut. Tak lama berselang, seorang petugas keamanan datang menghampiri untuk melakukan mediasi. Ternyata kehadiran petugas ini tidak membuat Sun He bergeming sedikitpun. Dengan dalih tidak bisa berdiri, ia meminta sang petugas untuk membawakannya kursi roda yang akan membantunya berpindah tempat. Enggan menghabiskan waktu terlalu lama dengan Sun He, sang petugas lalu meminta wanita yang seharusnya duduk di bangku Sun He ini untuk pindah ke kelas Bisnis dan melanjutkan perjalanan di dalam rangkaian yang menghubungkan Jinan – Beijing ini. Tak membutuhkan waktu lama bagi sang operator untuk menerbitkan sanksi bagi Sun He. Di hari yang sama (Jumat), Sun He dijatuhkan hukuman tidak boleh menggunakan layanan kereta api selama batas waktu yang belum ditentukan. Namun berdasarkan pedoman, larangan ini berkisar antara 90 hingga 180 hari – tergantung dari beratnya pelanggaran yang dilakukan. Baca Juga: Apa Kabar Fasilitas “Khusus” Bagi Penumpang? Alhasil, video yang diunggah oleh wanita yang namanya enggan disebut tersebut ke dunia maya menuai berbagai respon yang menyudutkan Sun He. Mereka semua menentang aksi yang telah dilakukan oleh Sun He. Kalau hal yang sama menimpa Anda, apa yang akan dilakukan?

Tak Puas dengan Layanan Kereta , Pria ini Nekat Tato Permanen, Konsepnya ‘Nyeleneh’

Ada beragam cara yang dapat dilakukan oleh seseorang untuk menyuarakan rasa ketidakpuasannya terhadap sesuatu – bisa dengan cara melemparkan pernyataan ke media sosial, berdemo, atau seperti yang dilakukan Rauri Barratt asal Whitehawk, Brighton, Inggris. Ia memutuskan untuk menyuarakan kekecewaannya terhadap layanan Southern Rail melalui media tato permanen. Alhasil, tato yang kini menghuni tulang rusuk sebelah kiri pria berusia 36 tahun ini sontak menjadi buah bibir beragam kalangan. Baca Juga: Tidak Puas Dengan Popso Nasi Goreng Parahyangan, Penumpang Layangkan Petisi ke PT KAI dan PT RMU Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari dailymail.co.uk (25/8/2018), ada alasan tersendiri bagi Rauri untuk ‘menggambar’ di bagian rusuk yang terkenal memiliki tingkatan sakit lebih tinggi daripada di area lainnya. “Rasa sakit (dari tato) ini mewakili bagaimana tersiksanya saya selama menggunakan layanan Southern Rail,” tutur Rauri. Selain itu, pilihan sketsa yang dipilih Rauri pun terbilang cukup nyeleneh – Southern Rail Are S**t. Walhasil, tatonya tersebut menuai beragam tanggapan. “Mungkin saya akan menyesalinya (sketsa yang dipilih), tapi pada intinya adalah saya berusaha menyampaikan sesuatu terhadap layanan Southern Rail,” ujar Rauri menepis tanggapan netizen. Selama proses ‘penggambaran’, Rauri terus menyampaikan perkembangan terkini melalui media sosial Twitter. “Saya sengaja terus up to date terhadap perkembangan proses tato ini agar setiap orang di media sosial Twitter dapat menyampaikan keluhan mereka kepada Southern Rail dengan menyantumkan foto dan video yang saya unggah,” terang Rauri.
Sumber: dailymail.co.uk
“Memang, saya belum pernah mendapatkan pengalaman sangat buruk ketika menggunakan layanan ini, tidak seperti orang lain yang menjadikan Southern Rail sebagai moda sehari-hari,” tandasnya. Uniknya lagi, para penumpang yang juga merasakan hal yang sama seperti Rauri turut mendonasikan uang mereka untuk ‘patungan’ biaya tato Rauri. Tidak tanggung-tanggung, jumlah dana yang berhasil dikumpulkan via online ini terhitung sebesar £136 atau yang setara dengan Rp2,6 juta. Adapun sketsa tato yang menempel selamanya di tubuh Rauri ini merupakan kombinasi dari gambar kereta api yang keluar dari mulut tengkorak dengan label Southern Rail pada bagian atas dan Are S**t pada bagian bawahnya. Baca Juga: Bertahun Tak Beroperasi, Stasiun Vadamadurai ‘Kedatangan Tamu Spesial’ Ric Ruggeri selaku tattoo artist yang menggambar tubuh Rauri mengatakan bahwa konsep tato tersebut, “sangatlah unik,” Ternyata, aksi yang dilakukan Rauri ini didasarkan oleh fakta. Sebuah survei pada bulan Januari lalu menyebutkan bahwa Southern Rail merupakan layanan kereta terburuk di Tanah Britania selama tiga tahun berturut-turut dengan angka 28 persen penumpang saja yang menyatakan puas dengan layanan tersebut.        

Akibat Kelelahan, Pengemudi Taksi Tidur, Penumpang Mengemudi Sendiri!

Pernah terbayang naik taksi tapi harus mengemudikan taksi itu sendiri? Mungkin tidak pernah ada pikiran Anda mendapat perilaku seperti itu dari seorang pengemudi taksi. Bilapun ada, Anda pasti kesal karena selain harus mengemudikannya, sebagai penumpang juga harus membayar tarif taksi tersebut. Bahkan tarif yang dibayarkan tersebut tidak ada potongan sedikitpun alias membayar penuh. Baca juga: Bingung Menentukan Tips Untuk Pengemudi Taksi? Simak Artikel Ini! Hal tersebut baru saja terjadi di Thailand, dimana seorang pengemudi menikmati tidur siangnya dan penumpang menyetir hingga tujuannya. KabarPenumpang.com melansir dari laman nextshark.com (25/8/2018), Santiphap Khunchanmee, seorang penumpang yang terpaksa mengemudikan taksi yang ditumpanginya memposting hal tersebut di akun Facebooknya. Dia membuat caption pada unggah fotonya yang berada di belakang kemudi bersama si pengemudi taksi yang tidur yakni sesuatu hal yang baru saat naik taksi. Dia membagikannya karena hal ini mengesankan dan agar semua tahu apa yang terjadi pada dirinya. Pos tersebut segera dibagikan secara luas dan mendapatkan lebih dari satu juta penayangan, ribuan suka dan ratusan komentar dalam beberapa hari. Dalam postingan yang viral itu, bahkan dirinya menuliskan percakapan yang terjadi yakni seperti berikut ini. “Bro, saya tidak bisa melanjutkan mengemudi lagi. Saya sangat mengantuk. Biarkan saya parkir dan tidur siang sebentar selama lampu merah ini,” ujar si pengemudi pada Santiphap. Dikarenakan bingung, Santiphap kemudian bertanya pada pengemudi tersebut, “Haruskah saya menyetir?” Kemudian pengemudi yang tidak punya malu itu melanjutkan, “Saya berharap Anda menawarkan hal itu.” Baca juga: Operator Taksi Jepang Buka Lowongan Jadi Pengemudi Asing, Tertarik? Hingga akhirnya Santiphap mengemudikan taksi tersebut sampai tujuannya. Tetapi ada beberapa alasan yang tidak bisa dijelaskan dan dirinya tetap harus membayar tarif penuh 300 bath atau US$9 atau sekitar Rp131 ribu. Ternyata, Santiphap bukanlah yang pertama kali menjadi korban, sebelumnya sudah ada penumpang pria lainnya yang memiliki pengalaman yang sama. Pria tersebut juga berselfie bersama sang pengemudi yang tidur di taksinya dan mengemudikan hingga tujuan.

Empat Aplikasi Maps di Android Ini Bisa Beroperasi Tanpa Koneksi Internet!

Kehadiran fitur GPS (Global Positioning System) di smartphone berbasis Android belakangan ini sudah menjelma menjadi sebuah keharusan. Kemampuannya untuk menunjukkan peta lokasi, mengarahkan pada titik yang sudah ditentukan sebelumnya, hingga mengecek kemacetan secara real-time menjadi fitur-fitur andalan yang ditawarkan oleh pihak pengembang. Baca Juga: Duh! Terlalu Sering Gunakan GPS Bisa Turunkan Kinerja Otak Dibarengi dengan koneksi internet yang mumpuni, Anda dapat dengan mudah bepergian tanpa harus takut tersasar walaupun di tempat yang belum pernah Anda kunjungi sebelumnya. Namun apa jadinya jika koneksi internet Anda mengalami gangguan? Masih bisakah Anda membuka aplikasi GPS ini? Berikut KabarPenumpang.com paparkan empat aplikasi GPS yang dapat berfungsi tanpa membutuhkan koneksi internet (offline), dikutip dari laman makeuseof.com. Sebagai catatan, aplikasi GPS di bawah ini hanya bisa diakses melalui ponsel berbasis Android. Google Maps
Sumber: istimewa
Aplikasi yang biasanya sudah otomatis ter-install ketika Anda membeli sebuah ponsel baru ini ternyata memiliki fitur offline maps. Cara menggunakannya adalah pastikan Anda terhubung dengan koneksi internet (lakukan ini sebelum Anda bepergian), masuk ke aplikasi Google Maps, pilih garis tiga yang ada di kolom ‘Search Here’, lalu pilih ‘Offline Maps’. Setelah itu, silakan Anda pilih daerah mana yang sekiranya hendak Anda tuju, lalu download. Dengan begitu, Anda tetap bisa menggunakan aplikasi Google Maps walaupun tanpa koneksi internet. MapFactor GPS Navigation Maps
Sumber: youtube
Aplikasi hasil kolabirasi OSM & TomTom ini dapat Anda unduh secara gratis di Google Play Store. Ketika mulai menggunakan aplikasi ini, Anda diminta untuk mengunduh terlebih dahulu lokasi yang ingin Anda tuju (dibagi berdasarkan negara). Ketika unduhan sudah selesai, maka Anda dapat menggunakan aplikasi ini walau dalam keadaan offline. Ingat, pastikan Anda men-download peta lokasi sebelum bepergian dan ketika masih terhubung dengan koneksi internet ya! GPS Navigation and Maps Sygic
Sumber: istimewa
Cara kerja dari aplikasi ini hampir sama dengan MapFactor GPS Navigation Maps, namun yang membedakan adalah kualitas gambar yang dihasilkan dan aplikasi yang dirilis oleh TomTom ini memiliki fitur khusus untuk para pengemudi kendaraan bermotor dan pejalan kaki. Selain itu, Anda juga bisa membagikan rute perjalanan yang sebelumnya ditempuh kepada teman-teman Anda. Baca Juga: Penggunaan GPS Diperdebatkan, Inilah Tips Aman Menggunakannya! CoPilot GPS Sat-Nav Navigation
Sumber: youtube
Ini merupakan aplikasi berbayar yang memberikan free trial selama satu minggu (termasuk tampilan 3D pada peta). Lepas dari masa free trial, Anda akan menikmati peta dalam tampilan 2D. Adapun kelebihan dari aplikasi yang menyajikan peta lokasi secara offline ini adalah tiga opsi yang dapat Anda pilih setelah menentukan titik yang hendak dituju. Sama seperti tiga aplikasi di atas, Anda harus mengunduh terlebih dahulu lokasi yang sekiranya hendak Anda tuju sebelum dapat menikmati fitur-fitur di dalamnya dalam kondisi offline.

Jurus Selamat Bersepeda di Kota-Kota Besar, Waspada Walau Tidak Ngebut!

Bersepeda memang menyenangkan, apalagi kalau sudah bareng-bareng sama teman tentu kesenangannya ini akan naik berlipat ganda. Nah, tidak hanya untuk touring ke daerah-daerah saja, tidak sedikit warga Ibukota yang menggunakan sepeda untuk pergi ke tempatnya bekerja – dengan berbagai latar belakang yang mendasari niatnya bersepeda. Baca Juga: CatEyeSYNC, Solusi Bagi Anda yang Gemar Bersepeda di Malam Hari Tidak bisa dipungkiri, selain menyehatkan tubuh, dengan bersepeda kita juga telah berpartisipasi langsung dalam hal memerangi polusi udara. Tapi, ada beberapa poin dasar nih yang harus diperhatikan ketika bersepeda. Berikut KabarPenumpang.com himpun 5 tips aman bersepeda, dikutip dari laman bicyclingaustralia.com.au. Tetap Terlihat Kehadiran beragam lampu di sepeda Anda akan memegang peranan penting ketika Anda bersepeda pada malam hari. Untuk poin ini, Anda bisa menambahkan rear lights untuk memberikan tanda kepada pengguna jalan yang berada di belakang Anda. Sedangkan untuk bagian depan, Anda bisa menggunakan front light yang juga berperan sebagai sumber penerangan Anda di malam hari. Kenakan Baju Cerah Selain dapat meminimalisir panas ketika siang hari (baju hitam dipercaya lebih cepat menyerap panas), dengan menggunakan pakaian berwarna cerah juga dapat membantu para pengguna jalan lain untuk menyadari kehadiran Anda sebagai pesepeda di depannya. Tetap Berhati-Hati Selain harus tetap berhati-hati pada kendaraan lain, Anda juga harus awas terhadap jalan yang hendak Anda lewati. Ketika Anda terpaksa melintasi jalanan yang terkenal rawan, ada baiknya Anda harus meningkatkan kepekaan terhadap sekitar guna menghindari tindak kejahatan yang tidak diinginkan. Bagi Anda yang suka bersepeda sembari memakai earphone, pastikan volume berada di level yang sewajarnya – tidak terlalu kencang. Ini akan membantu indera pendengaran Anda lebih awas terhadap sekitar. Selain itu, jangan lupa kenakan helm, alat pengaman lainnya untuk melindungi perjalanan Anda, dan mengatur kecepatan sehingga tidak terlalu ngebut. Awas Pintu! Bermasalah dengan pintu kendaraan yang sering dibuka secara tiba-tiba memang sangat menyebalkan bagi para pesepeda. Bayangkan Anda yang tengah bersepeda santai terpaksa harus banting stir karena ada pengemudi mobil yang membuka pintunya secara tiba-tiba – tentu ini akan membahayakan kedua belah pihak! Untuk menghindarinya, Anda bisa mengurangi kecepatan ketika melintasi tempat parkir di pinggir jalan dan sedikit menjauhinya. Di sini, Anda harus mengerahkan fokus sedikit lebih tinggi daripada ketika berjalan di tempat yang relatif sepi. Baca Juga: Lima Poin ini Siap Ubah Persepsi dan Jadikan Anda Seorang Komuter Sepeda! Ride Smart! Khusus untuk di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan lain-lain ada baiknya Anda menghindari peak hours ketika hendak bersepeda. Ini ditujukan agar Anda tidak terjebak macet dengan ratusan pengguna jalan lainnya. Anda bisa start lebih pagi dan pulang sedikit lebih larut agar tidak terjebak macet.  

Helm Feher, Hadirkan Pendingin Udara Bagi Para Bikers

Helm dengan pendingin udara baru saja diluncurkan Steven Feher bagi pengguna sepeda motor atau bikers. Teknologi pendingin yang digunakan pada helm ini sama dengan yang digunakan untuk mendinginkan jok pengemudi mobil. Baca juga: Rolls-Royce Rilis Intelligent Awareness, Bantu Pelaut Tingkatkan Kesadaran Situasional KabarPenumpang.com melansir dari laman newatlas.com (25/8/2018), helm Feher ini diklaim bisa menjaga kepala pengemudi 10-15 derajat lebih dingin di banding cuaca luar. Mendinginkan kepala sebenarnya salah satu cara terbaik untuk menyegarkan diri di hari yang panas, apalagi para bikers tahu betul bagaimana kondisi saat cuaca panas dan menghasilkan keringat saat mengendarai motor mereka. Steven Feher CEO dan Founder Feher Research mengatakan saat dulu dirinya tengah mengendarai motor pernah merasakan panas dan meletakkan celana pendek cadangan yang dibawanya dileher setelah dicelupkan ke dalam air untuk menghilangkan panas dari teriknya cuaca. Karena hal ini, dirinya kemudian berpikir untuk membuat teknologi bagi para riders dan memulai membuka perusahaan helm. Feher diketahui menemukan pendingin udara mini yang digunakan untuk mendinginkan kursi mobil Rolls-Royce, Bentley, Ferrari, Lexus dan GM. Kemudian pendingin tersebut diletakkan Feher di bagian belakang helm buatannya untuk mendinginkan kepala. Dia mengatakan, pendingin ini sama dengan sistem AC mobil dan bekerja lebih baik serta mencegah udara dingin keluar dari helm dengan sebuah penutup kaca. Sebuah pompa thermoelectric kecil juga terpasang di bagian belakang helm untuk membantu menghilangkan kelembapan udara. Helm ini sendiri dirancang sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu pengguna dan membuat mereka sakit kepala karena dingin. Pada udara dingin juga membantu mengeringkan udara di dalam helm dan memberi efek demisting potensial yang membuat tutup kaca berguna. Feher mengklaim sebagai cahaya 1450 g (3,2 lbs) untuk seluruh tutupnya. Itu sama ringannya dengan serat karbon AGV SportModular. Baca juga: Tips Ini Bisa Bantu Hilangkan Udara Panas Dalam Kabin Mobil Bagian dari bagaimana Feher menyimpan cahaya tutupnya adalah dengan membongkar muatan baterai ke baterai 12 volt di sepeda. Helm dilengkapi dengan tali keriting dan kabel harness untuk dipasang langsung ke baterai sepeda. Daya imbang sistem AC tidak signifikan, sehingga helm akan membutuhkan baterai yang cukup besar untuk mempertahankannya sepanjang hari. Helm Feher ACH-1 ini akan hadir dariukuran XS hingga 2XL dan di banderol dengan harga US$549 atau setara dengan Rp8 juta.

Canggih, Mercedes Benz Marco Polo Campervan Dilengkapi Voice Recognition!

Pernahkah Anda membayangkan bagaimana rasanya jika Anda mengendalikan kendaraan pribadi hanya dengan menggunakan remote atau gadget? Ya, bagi Anda yang gemar menyaksikan film bergenre action, mungkin scene seperti ini pernah Anda saksikan, bukan? Nah bagi Anda yang ingin memiliki kendaraan semacam ini, bukan lagi hanya sebatas mimpi, karena Mercedes menghadirkan sebuah kendaraan yang bisa dipersonalisasi dengan menggunakan gadget Anda! Keren, bukan?

Baca Juga: Mercedes Benz Sprinter Vansports Camper, Van Lengkap Dengan Ruang yang Besar

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (24/8/2018), adalah Mercedes Benz Marco Polo Campervan didasarkan pada model populer V-Class serta adanya penambahan kursi ataupun kasur untuk empat orang. Salah satu keunikan dari kendaraan bertipe van ini adalah eksistensi dari tempat tidur yang tersimpan di atap yang dapat dikendalikan secara elektrik (melalui gadget) dengan menggunakan modul Mercedes-Benz Advanced Control (MBAC).
Pop-up tersebut terbuat dari plastik yang diperkuat dengan serat karbon. Mercedes Benz Marco Polo Campervan ini dilengkapi dengan semua perabotan layaknya apartemen mewah dengan balutan trim piano black hingga pencahayaan LED, yang membuat suasana di dalam semakin terkesan mewah nan hangat.
Selain itu, Mercedes Benz Marco Polo Campervan juga dilengkapi dengan sebuah meja besar dan satu set meja dengan empat kursi yang dapat dilipat datar dan tersimpan rapi di dalam kompartemen jika tidak digunakan.
Anda lelah? Cukup tekan tombol pintar di gadget Anda dan bangku belakang akan bertransformasi menjadi sebuah double bed.
Layaknya V-Class standar, campervan versi Marco Polo ini didukung oleh mesin empat-silinder 2,1 liter turbodiesel. Tersedia dengan kapasitas 136, 163 atau 190 HorsePower. Tenaga dikirim ke roda depan melalui transmisi otomatis.
Selain menggunakan tombol tadi, teknologi voice recognition juga tersematkan pada kendaraan ini. Cukup mengatakan “Hai Mercedes”, maka teknologi voice recognition ini akan aktif dan siap menerima semua perintah yang sudah dipersonalisasi sebelumnya. Contoh sederhananya adalah ketika Anda mengatakan, “Saya ingin rileks”, maka bangku belakang akan berubah menjadi sebuah ranjang, dan seterusnya. Keren, bukan?
 

Naik Kelas, Kartu Multi Trip Siap Berevolusi Jadi E-Money

Dalam beberapa waktu lagi, para pengguna Kartu Multi Trip (KMT) dapat merasakan keuntungan tambahan, yaitu dapat berfungsi sebagai alat tukar elektronik (e-money). Untuk dapat mewujudkan rencana ini, PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI) harus terlebih dahulu mengantongi ijin dari Bank Indonesia (BI) lantaran statusnya yang beroperasi secara tertutup. Dengan bertambahnya fungsi dari KMT ini, maka para pengguna bisa membayar tol hingga melakukan pembayaran di beragam toko ritel. Baca Juga: PT KCI Hadirkan Mesin Penyelaras Tarif dan Penetapan Saldo Minimum Baru Untuk Kartu Multi Trip Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.comdari berbagai laman sumber, VP Corporate Communication PT KCI, Eva Chairunisa mengatakan bahwa saat ini jumlah KMT yang beredar di masyarakat mencapai angka 1,5 juta kartu. Tingginya penggunaan KMT ini mendorong PT KCI untuk terus menambah fitur di dalamnya, yaitu menjadi e-money. “Jadi memang untuk KMT saat ini yang beredar sudah mencapai 1,5 juta kartu. Karena ada juga pengguna yang mengumpulkan seri-seri khusus. Ke depanya kita akan kembangkan KMT menjadi kartu uang elektronik,” tuturnya, dikutip dari laman Liputan6.com(17/8/2018). “Sekarang prosesnya kami sedang melakukan pengurusan untuk mendapatkan perizinan terkait uang elektronik tersebut. Targetnya mudah-mudahan akhir tahun ini bisa selesai,” tandasnya. Tidak hanya dapat digunakan untuk membayar tol dan berbelanja di beragam toko ritel, namun dengan ‘naik kelasnya’ KMT PT KCI menjadi e-money, itu menandakan KMT dapat terintegrasi dengan antarmoda lainnya seperti MRT Jakarta, LRT Jabodetabek, hingga TransJakarta. Beberapa waktu yang lalu, lanjut Eva, PT KCI telah memperbarui sistem yang memungkinkan integrasi antar moda transportasi. Baca Juga: Tak Hanya Hadirkan KMT Khusus, Inilah Rute KRL dan TransJakarta Untuk Pengunjung Asian Games 2018 Jika ditelaah lebih jauh, koordinasi yang dilakukan oleh PT KCI dan BI ini merupakan salah satu langkah yang ditempuh untuk semakin menyebarluaskan dan menjangkau ‘pasar baru’ dalam program cashless society yang belakangan ini tengah digalakkan oleh Pemerintah Pusat. Sebagai informasi tambahan, hingga saat ini, pengguna KMT dan Tiket Harian Berjaminan (THB) merupakan pengguna terbesar, yakni 80 persen. Sedangkan 20 persen sisanya adalah pengguna kartu berbayar yang dikeluarkan oleh beragam bank.

Bingung Pilih Earphone atau Headphone? Pilih Earbud UE Dong!

Bagi Anda yang memiliki ketertarikan sendiri terhadap dunia musik, mungkin Anda akan sedikit rewel ketika tengah dihadapkan pada pilihan earphone atau headphone. Kualitas suara yang dihasilkan, keseimbangan antara bass dan treble, hingga bentuknya menjadi tiga pertimbangan penting yang tidak luput dari perhatian para calon pembeli – walaupun pada akhirnya, semua kembali pada selera masing-masing pengguna. Baca Juga: Smartsealz, Headset Berteknologi Augmented Reality, Sanggup Bantu Tugas Pilot! Namun, tahukah Anda bahwa headphone memiliki risiko merusak sistem pendengaran lebih kecil ketimbang earphone? Ya, hal tersebut diungkapkan oleh Dr. Brastho Bramantyo Sp THT-KL (K), Divisi Neurotologi THT Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia – Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dalam sebuah pernyataan. “Itu lebih aman daripada yang menggunakan earphone,” ungkap Dr. Brastho. Penjelasannya cukup sederhana – bentuk speaker earphone yang notabene lebih kecil daripada headphone ternyata dipaksa mengeluarkan intensitas suara yang hampir sama besarnya dengan headphone. Secara tidak disadari, ini akan berdampak pada sistem pendengaran kita cepat atau lambat. Nah, lantas bagaimana dengan earbud? Secara kasat mata, earbud memiliki bentuk yang hampir mirip dengan earphone, namun kebanyakan earbud tidak menggunakan kabel (wireless) dan menggunakan bluetooth. Jika Anda menggunakan earbud ketika tengah mengudara, mungkin suara-suara lain seperti suara mesin dan penumpang lain akan tetap terdengar oleh Anda. Tapi, jangan salah. Dikutip KabarPenumpang.com dari laman forbes.com (17/8/2018), adalah Ultimate Ears Customs (UE) yang mendesain earbud sedemikian rupa sehingga Anda dapat mendengarkan musik favorit Anda dengan kualitas suara ciamik walaupun Anda tengah berada di kabin pesawat. “Bisa dibilang, ini akan menjadi earphone terbaik yang pernah Anda masukkan ke dalam telinga. Earbud ini akan memberikan kenyamanan lebih dan suara superlatif dan tidak akan pernah jatuh dari telinga Anda,” tutur General Manager dari UE, Jonah Staw. Baca Juga: Jurus Selamat Hindari Aksi Pencopetan di Moda Transportasi Massa “Dengan disematkannya sistem peredam bising, hampir dapat dipastikan telinga Anda akan terisolasi 26 desibel dari gangguan dunia luar,” tandas Jonah. Tidak muluk-muluk, dengan pengalaman selama kurang lebih 25 tahun di dunia earphone, UE terus berusaha untuk meningkatkan kualitas dari produk yang dihasilkannya ini. Jadi untuk urusan penggunaan earphone atau earbud yang akan mengganggu sistem pendengaran, nampaknya hal tersebut sudah sangat dipertimbangkan oleh perusahaan dan mereka menjamin bahwa penggunaan earbud UE ini aman – selama memperhatikan batas volume maksimal yang disarankan.

Punya Panjang Rel 12 Km, Inilah Miniatur Jaringan Kereta Api Terbesar di Dunia!

Tidak ada tolak ukur yang sahih memang untuk mengukur ‘kegilaan’ dan rasa cinta seseorang terhadap sesuatu. Inilah yang terjadi pada kembar Frederik dan Gerrit Braun, dimana kedua pria asal Jerman ini berhasil mencatatkan namanya di Guinness World Record berkat miniatur jaringan kereta api terbesar di dunia buatannya. Tidak tanggung-tanggung, si kembar membuat lintasan kereta api sepanjang 12 km meliuk dengan indahnya di dalam sebuah gedung tua berlantai tiga. Baca Juga: Pengabdian 50 Tahun Gage Park Mini-Train, Miniatur Kereta di Topeka, Kansas Semua kegilaan yang mereka ciptakan ini berawal dari sebuah impian masa kecil, dimana si kembar ingin menciptakan miniatur kereta api terbesar di dunia. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, pembangunan Miniatur Wunderland (Bahasa Jerman untuk Miniature Wonderland) dimulai pada Desember 2000. Di sini, Frederik dan Gerrit membangun Knuffingen (sebuah kota fiktif), Central Hamburg, dan Austria sebagai awalan dari miniatur jaringan kereta terbesar di dunia tersebut.
Sumber: mobgenic.com
Kurang dari satu tahun berselang, tepatnya pada Agustus 2001, si kembar berhasil menyelesaikan first section dari miniatur ini. Semua bagian di dalam miniatur ini dibangun dengan menggunakan H0 scale, sebuah skala paling terkenal di dunia miniatur perkeretaapian yang mengambil perbandingan 1:87. Dalam pembangunannya, Frederik dan Gerrit dibantu oleh kurang lebih sebanyak 185 staf dengan keahliannya masing-masing. Jaringan kereta api buatan ini terus mengalami perkembangan setiap waktunya dan menambahkan beberapa kota lain di dalamnya, seperti Amerika, Negara Skandinavia, Swiss – hingga yang paling fantastis adalah replika dari Bandara Hamburg dan Italia. Hingga kini, miniatur jaringan kereta api tersebut telah menduduki area seluas 1.150 meter persegi! Semua miniatur ini dibuat dengan sangat teliti sehingga detail yang dihasilkan pun bisa dibilang sangat mirip dengan aslinya. Jika Anda berkesempatan mengunjungi Miniatur Wunderland yang berada di Speicherstadt, Hamburg ini, maka Anda akan dimanjakan dengan eksistensi dari 1.040 rangkaian kereta (kurang lebih 9.250 gerbong), lebih dari 100.000 kendaraan yang bergerak (mulai dari kereta hingga mobil), 385.000 lampu LED yang bisa menyala ketika hari sudah mulai malam, hingga 130.000 pohon imitasi. Baca Juga: Kakek ini Pajang 1.500 Koleksi Miniatur Pesawatnya di Bandara Shannon, Irlandia Dengan menghabiskan dana lebih dari 21 juta euro atau yang setara dengan Rp355,6 miliar, kedua kakak beradik ini berhasil menorehkan sejarah sekaligus mewujudkan impian kecil mereka.