Apa jadinya jika mobil dan layanan ride sharing dimasa depan menghadirkan layanan seperti dalam penerbangan? Tentunya ini akan memudahkan penumpang atau pengguna untuk mendapatkan sesuatu selama perjalanan mereka baik hiburan maupun kenyamanan.
Baca juga: Grab Bermitra dengan Cargo, Hadirkan ‘Kotak Penjual’ Kebutuhan Penumpang
Hal ini kemudian dilakukan Cargo dan Vendy yang bekerja sama layanan ride sharing dengan menghadirkan produk cemilan hingga earbud di dalam mobil yang bisa di pesan ketika penumpang berada di dalamnya. KabarPenumpang.com melansir dari laman mashable.com (19/8/2018), Cargo telah bermitra dengan Uber untuk layanan penjualan dalam ride sharingnya, sama seperti Grab yang beberapa waktu lalu juga bermitra dengan Cargo yang menghadirkan layanan penjualan seperti yang Uber lakukan.
Awal bulan Agustus 2018, Amazone meluncurkan perangkat pengembang untuk Alexa yang terhubung langsung ke sistem infotaiment mobil sehingga perangkat Amazon Echo bisa ada di dalam kendaraan.
“Kita lebih banyak menghabiskan waktu di dalam mobil, kita makan untuk kenyamanan, hiburan dan produktivitas. Perjalanan mobil menjadi pengalaman bukan hanya sarana mencapai suatu tempat,” ujar Pendiri Cargo, Jeff Cripe.
Cripe juga mengatakan perjalanan menggunakan mobil dengan layanan lainnya akan diminati dan melihat mobil bukan lagi sebagai mobil melainkan sebagai tempat untuk menyelesaikan pekerjaan, tidur sejenak hingga menonton serial televisi terbaru. Ini seperti mendapatkan pengalaman dalam penerbangan yang mendapatkan hiburan, koneksi internet, makanan, bantal selimut dan lainnya hanya saja berada di dalam sebuah mobil.
Tak hanya dengan Grab dan Uber, awal tahun ini, ternyata Cargo juga bermitra dengan Snapchat dengan menawarkan lensa Snapchat unik di dalam box penjualannya selain Red Bull dan RXBAR. Adanya kemitraan ini, menunjukkan ponsel dan mobil ride sharing dapat dengan cepat mendapat promosi hingga iklan.
CEO Vendy, Salomon Horowitz yang berasal dari Lyft mengatakan, dirinya melihat layanan ride sharing tengah naik daun sehingga membuka peluang ecommerce, iklan hingga penjualan dengan box di dalamnya.
“Kami menghabiskan lebih banyak waktu di mobil dan kami harus mengandalkan mobil itu sendiri,” jelas Horowitz.
Cripe sendiri menambahkan, mobil kini bisa digunakan sebagai platform iklan besar-besaran, tetapi dengan menaiki mobil juga memberikan orang untuk melakukan tugas lain seperti bekerja dan membaca email. Atau bahkan mobil menjadi ruang untuk memberi tahu asisten digital untuk menyelesaikan berbagai hal.
Shell dan General Motors baru-baru ini juga mengumumkan kemitraan untuk membayar bahan bakar kendaraan langsung dari Chevy, Buicks, GMC dan layar infotainment Cadillac yang terpasang di dashboard mobil. Kode tiga digit pada layar akan mengaktifkan pompa tertentu dan kemudian pengguna mobil dapat mulai mengisi.
Baca juga: Podcars, Ide Kendaraan Masa Depan Yang Diambil dari Imajinasi Masa Lalu
Pembayarannya pun melalui aplikasi dimana sudah ada data terkait kartu kredit yang dimiliki penguna. Karena mobil diproduksi untuk realitas yang lebih terhubung, membayar apa saja dan segalanya bisa terjadi tanpa mengeluarkan dompet Anda bahkan tak perlu lagi keluar dari tempat duduk.
Kedepannya mobil telah menjadi dan akan terus berubah menjadi, ruang di mana Anda dapat bersantai, berbelanja, mengirim beberapa email, menonton TV hingga apa pun selain berkendara.
Tak perlu ditanyakan lagi, Pulau Dewata selalu menjadi salah satu destinasi incaran para pelancong baik domestik maupun internasional. Ini terbukti dari Garuda Indonesia yang mendapatkan bahwa pelancong ke Bali memiliki presentase terbesar dibandingkan kota lainnya.
Baca juga: Jangan Terlewat! Garuda Online Travel Fair Fase Dua Mulai 24 Agustus 2018
Meski begitu, maskapai plat merah ini juga memiliki rute-rute destinasi yang cukup menarik untuk dikunjungi di domestik maupun internasional. Ini bisa terlihat dari beberapa kota di Indonesia dan negara yang dipilih pelanggan untuk menjadi favorit mereka.
Direktur Niaga Domestik Garuda Indonesia, Nina Sulistyowati mengatakan pada Garuda Online Travel Fair (GOTF) fase 2, untuk domestik Bali menempati urutan pertama dengan kunjungan pelancong sebesar 80 persen baik itu dari domestik maupun internasional. Sedangkan untuk Medan dan Surabaya di pilih sebanyak 70 persen oleh pelancong.
Bahkan dengan adanya GOTF yang sudah berlangsung sejak 2016 lalu, Bali tetap menjadi favorit utama pelancong domestik dan internasional. Meski begitu tiap tahun selalu ada saja yang menarik dan kota berbeda yang dipilih pelancong selain Pulau Dewata.
Seperti tahun 2017 kemarin Surabaya, Medan, Makassar, Padang, Yogyakarta, Semarang dan Palembang menjadi rute favorit pelancong untuk liburan panjang. Sedangkan pada GOTF fase ketiga yang berlangsung pada November 2017 lalu kota Belitung, Yogyakarta, Labuan Bajo, Sorong, Manado dan tak ketinggalan yakni Pulau Dewata menjadi pilihan.
Kemudahan dengan adanya GOTF ternyata tak hanya dimanfaatkan pelancong untuk menikmati negeri sendiri, tetapi banyak juga yang memilih untuk melakukan perjalanan ke mancanegara. Hal tersebut terbukti dengan adanya pilihan rute penerbangan tujuan Jepang, Australia dan Amsterdam diatas 80 persen.
Baca juga: Papua Barat Rencanakan Bangun Bandara Besar di Misool, Raja Ampat
Bahkan di fase 1 GOTF 2018, Korea, Singapura dan Hong Kong menjadi pilihan yang juga banyak diminati pelancong domestik. Meski begitu, peminat untuk ke negara-negara Asia seperti Thailand, Malaysia, India dan lainnya juga tak kalah saing.
Untuk GOTF fase 2 tahun 2018 kali ini, rute domestik pilihan pelanggan Garuda ialah Bali, Yogyakarta, Medan, Malang, Sorong dan Tanjung Pinang. Nina menambahkan, pada fase 2 ini, Sorong menjadi yang diminati pelanggan Garuda dikarenakan Raja Ampat menjadi salah satu destinasi tujuan liburan yang sedang booming di masyarakat.
Perhelatan Asian Games 2018 yang akan memasuki hari ke-8 dan 9 pada 25-26 Agustus 2018, akan mempertandingkan cabang olahraga lari maraton. Khusus cabor lari maraton ini, beberapa ruas jalan di Jakarta akan dijadikan rute lomba, diantaranya GBK Senayan-Jalan Jenderal Sudirman-Jalan MH Thamrin-Jalan Medan Merdeka Barat–Jalan Majapahit-Jalan Gajah Mada-Jalan Hayam Wuruk.
Baca juga: 7 Aplikasi Ini Tunjang Pengalaman Anda Selama Asian Games 2018, Yuk Download!
Guna mendukung kelancaraan pelaksanaan lomba ini, ruas jalan tersebut akan ditutup dan akan dilakukan rekayasa lalu lintas di sekitar rute lomba maraton. Stasiun Gambir yang terletak di kawasan Jalan Merdeka Barat diprediksi akan terimbas kemacetan akibat pengalihan lalu lintas penyelenggaraan Maraton Asian Games 2018 ini.
Jadwal peralihan kereta selama Asian Games 25-26 Agustus 2018
Guna mengantisipasi kemacetan yang mungkin terjadi di sekitar Stasiun Gambir dikarenakan pengalihan lalu lintas, dan kemungkinan terjadi hambatan pada perjalanan calon penumpang KA menuju Stasiun Gambir, maka PT KAI Daop 1 Jakarta melakukan rekayasa pola operasi KA pada Sabtu dan Minggu (25-26 Agustus).
Rekayasa pola operasi pemberangkatan KA ini akan diberlakukan pada 15 KA yang berangkat dari Stasiun Gambir pada hari Sabtu dan Minggu (25-26 Agustus) dimana ke-15 KA itu akan Berhenti Luar Biasa (BLB) atau berhenti untuk proses naik penumpang di Stasiun Jatinegara. Operasi rekayasa lalu lintas KA ini berlaku mulai keberangkatan KA 11882 (Argo Parahyangan) yang jadwal berangkatnya pukul 04.20 sampai dengan KA 24 (Argo Parahyangan) keberangkatan pukul 10.30.
“Biasanya KA yang berangkat dari Stasiun Gambir tidak berhenti di Stasiun Jatinegara, namun khusus hari Sabtu dan Minggu (25-26 Agustus) akan berhenti di Stasiun Jatinegara. Hal ini untuk memudahkan calon penumpang KA yang kesulitan menuju Stasiun Gambir, mereka bisa mencari alternatif dengan naik dari Stasiun Jatinegara,” ucap Edy Kuswoyo, Senior Manager Humas Daop 1 Jakarta yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers, Jumat, (24/8/2018).
Ke-15 KA tersebut tetap akan berangkat dari Gambir sesuai jadwal, namun ada penyesuaian pola operasi dimana di Stasiun Jatinegara akan berhenti guna menaikan penumpang.
“Dengan adanya rekayasa pola dengan BLB ini, PT KAI juga telah menyiagakan petugas untuk membantu pelayanan penumpang disana,” tambah Edy.
Baca juga: Sisi Lain Asian Games, Ajak Warga Kurangi Polusi dan Beralih ke Transportasi Umum
Rekayasa pola operasi ini tidak akan berjalan dengan baik tanpa kerja sama calon penumpang. Maka, PT KAI pun menghimbau agar calon penumpang dapat mengantisipasi dengan memperhitungkan waktu keberangkatan KA-nya, sehingga tidak tertinggal.
Selain itu, diingatkan kembali agar calon penumpang memastikan membawa identitas dan tiket/boarding pass yang sesuai untuk memperlancar proses pengecekan di boarding gate stasiun, baik di Gambir ataupun Jatinegara.
Guna menunjang pengoperasian dari Green Circular Line, produsen kereta asal Perancis Alstom diketahui telah melakukan pengiriman satu dari 15 rangkaian yang dipesan oleh operator layanan pada tanggal 3 Agustus silam. Diperkirakan, kereta ini akan tiba di Taiwan pada awal September mendatang. Adapun kereta yang dipesan oleh operator tersebut berjenis Light Rail Vehicle (LRV) Citadis 305 dan siap untuk mengular di jalur MRT terbaru di Kaohsiung pada awal 2019 mendatang.
Baca Juga: Penumpang MRT Filipina ‘Kehujanan’ di Dalam Gerbong! Lho, Kok Bisa?
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman taiwannews.com.tw (17/8/2018), LRV Citadis 305 ini telah dikirim dari Antwerp, Belgia dan akan tiba di Pelabuhan Keelung, Taiwan. Selanjutnya, rangkaian kereta tersebut akan dibawa menuju Kaohsiung via jalur darat untuk dilakukan serangkaian uji coba pra-operasi. Hadirnya ke-15 kereta ini tidak lepas dari peran Taiwan’s China Steel Corporation yang melakukan pemesanan terhadap Alstom pada Januari 2017 silam.
Kereta ini sendiri memiliki dua kepala yang menandakan pergerakannya bisa maju dan mundur tanpa harus menukar lokomotif layaknya kereta biasa. Selain itu, LRV Citadis 305 ini juga dilengkapi dengan permanent magnet motors dan ecopack onboard storage system milik Alstom. Dengan menggunakan sistem penyimpanan energi tersebut, kereta mampu mengisi daya selama 20 detik ketika kereta berhenti di setiap stasiun yang dilintasinya di jalur Green Circular Line.
Secara keseluruhan, Green Circular Line ini sendiri memiliki panjang jalur 22,1km yang membentuk lingkaran. Dil luar daripada itu, Green Circular Line juga akan menjadi jalur Light Vehicle pertama di dunia yang tidak menggunakan catenary atau kabel di atas jaringan kereta listrik. Pembangunan jalur kereta ini sendiri terbagi ke dalam dua tahapan – tahap 1 sudah rampung dan beroperasi sejak September 2017 silam.
Baca Juga: Nantikan Kehadiran Light Rail, George Street di Sydney Akan Terdampak Paling ‘Parah’
Dari 38 stasiun yang direncanakan, baru 14 stasiun yang rampung (C1 – C14) yang masuk ke dalam bagian pembangunan tahap 1. Seperti yang sudah disinggung di atas, sisa pemberhentian yang belum rampung akan diakselerasi hingga pada awal 2019 kelak bisa beroperasi secara penuh. Untuk jalur tahap 1 sendiri, Kaohsiung Mass Rapid Transit (MRT) selaku operator dari layanan ini menggunakan armada CAF Urbos asal Spanyol.
Tujuan utama dari hadirnya sarana transportasi berbasis massal adalah untuk menekan volume kendaraan di jalanan. Dengan begitu, konsentrasi para pengguna kendaraan pribadi akan terpecah dan jalanan menjadi sedikit lengang. Namun apa jadinya jika target tersebut meleset ketika layanan transportasi massa sudah tersedia?
Baca Juga: Di Malaysia, Jalur MRT Ini Justru Sepi Peminat
Inilah yang terjadi di negara tetangga – Malaysia, dimana volume kendaraan di jalanan masih tetap tinggi kendati sarana transportasi berbasis massal di sana sudah mampu menghubungkan banyak titik penting. Ada banyak fakta yang seolah menampik semua perkiraan yang dirilis oleh badan survei.
Sebut saja sebuah survei yang dibuat oleh FT pada kuartal keempat tahun 2017 yang menyebutkan bahwa terjadi peningkatan besar dalam penggunaan transportasi umum di Kuala Lumpur dibandingkan lima negara di Asia Tenggara lainnya, kecuali Jakarta. Sebuah survei lain juga memprediksikan jumlah pengguna angkutan umum di Kuala Lumpur akan mengalami peningkatan pada tahun 2018 ini.
Namun apalah arti prediksi jika fakta di lapangan berkata lain. Memegang predikat sebagai negara yang memiliki tingkat kepemilikan kendaraan pribadi tertinggi di Asia Tenggara (415 mobil per 1000 orang di tahun 2017), masyarakat yang tinggal di Kuala Lumpur masih lebih memilih untuk bepergian menggunakan kendaraan pribadi kendati jaringan kereta api di sana sudah bisa dibilang sangat maju.
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman todayonline.com, biaya pembangunan MRT Sungai Buloh – Kajang (SBK) sebesar Rm23 miliar atau yang setara dengan Rp81,9 triliun ini (tidak termasuk biaya tanah dan konsultasi) sangat jauh dari ekspektasi, manakala pada Januari 2018 silam, data menunjukkan bahwa MRT SBK hanya mampu mengangkut 132.000 penumpang – target 400.000 hingga 500.000 penumpang.
Bak sebuah dagelan ketika orang-orang di Kuala Lumpur lebih senang bermacet-macetan di jalan padahal jaringan kereta api mereka sudah sangat berkembang – walaupun tidak sempurna. Mundur ke tahun 2014 dimana World Bank telah memperkirakan kemacetan yang terjadi di Kuala Lumpur telah menurunkan produk domestik bruto antara 1,1 dan 2,2 persen.
Dari sini bisa kita simpulkan bahwa kemacetan yang terjadi di Malaysia, khususnya Kuala Lumpur tidak bisa diurai hanya dengan mengandalakan kereta api saja. Sebut saja Singapura yang memiliki sistem Electronic Road Pricing (ERP) yang terbukti ampuh menekan titik kemacetan di sana. Hal serupa pernah dicoba Jakarta, namun Pemprov DKI di era Basuki Tjahja Purnama (Ahok) ternyata mengalami sedikit kendala yang pada akhirnya mendorong kelahiran dari sistem ganjil – genap.
Baca Juga: MRT Malaysia Butuhkan 250.000 Penumpang per Hari Agar Bisa Tembus Break Even Point
Kendati sepi penumpang, tidak membuat operator MRT di Malaysia ini kehilangan asa untuk melebarkan sayap. Sebut saja MRT Corporation tengah menghubungkan Kuala Lumpur dengan Putrajaya yang diharapkan pengoperasiannya bisa dimulai pada tahun 2021 mendatang. Belum lagi rencana dari pemerintah Johor Bahru yang akan memperpanjang jaringan MRT Malaysia menuju Singapura yang diproyeksikan rampung pada tahun 2024.
Akahkan pembangunan jaringan kereta di Malaysia tersebut akan mengalami kerugian lagi seperti jalur-jalur pendahulunya?
Citilink, maskapai berbiaya hemat atau LCC baru saja menggandeng PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) melalui anak usahanya PT Sanghiang Perkasa atau Kalbe Nutritionals untuk mengkampanyekan gerakan #terbangsehat di tiga kota besar Indonesia. Tiga kota tersebut yakni Medan di Bandara Internasional Kualanamu, Makassar di Bandara Internasional Hasanuddin dan Semarang di Bandara Ahmad Yani.
Baca juga: Jelang Q4 2018, Citilink Canangkan Buka Rute Banyuwangi-Kuala Lumpur
Pada kampanye #terbng sehat ini Citilink dan Kalbe Nutritionals mengadakan pemeriksaan kolesterol dan gula darah gratis khusus penumpang Citilink di tiga bandara tersebut.
“Kampanye #terbangsehat ini merupakan salah satu bentuk Citilink Peduli dengan skema joint CSR program antara Citilink Indonesia dengan KALBE Store dan mobile app Klik Dokter, untuk seluruh penumpang Citilink Indonesia,” ujar Vice President Corporate Secretary and CSR Citilink Indonesia Ranty Astari Rachman yang dikutip KabarPenumpang.com dari keterangan tertulis, Jumat (24/8/2018).
Tak hanya pemeriksaan kesehatan gratis bagi penumpang, Citilink juga mengajak untuk mengunduh mobile app Klik Dokter. Ini dimana penumpang juga bisa langsung melakukan chat secara langsung atau live chat dengan para dokter terpecaya dari Kalbe yang ahli di bidangnya.
Ranty menambahkan, dengan digelarnya kampanye #terbangsehat, Citilink berharap bisa membantu masyarakat yang akan bepergian melalui jalur udara agar meningkatkan awanersess kesehatan mereka.
Adapun kampanye #terbangsehat ini sendiri akan dimulai pada 25-26 Agustus 2018 di Bandara Internasional Kualanami, Medan. Kemudian rangakaian berikutnya pada 22-23 September 2018 di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.
Terakhir di kota besar ketiga yakni Bandara Ahmad Yani Semarang pada 29-30 September mendatang. Nantinya dalam pemeriksaan kesehatan tersebut, penumpang Citilink Indonesia yang beruntung dan telah melakukan pemeriksaan kesehatan di booth Kalbe akan mendapat voucher belanja di Kalbe store senilai Rp100 ribu.
Baca juga: Perluas Segmen Pasar, Citilink Gandeng Ikatan Alumni Universitas
Sebelum bersama dengan Kalbe, Citilink telah bekerja sama juga dengan beberapa universitas di Indonesia. Bedanya adalah menggandeng alumni universitas untuk upaya memperluas segmen pasar di kalangan akademisi.
Apalagi jika mengingat mobilitas dan peluang bisnis lainnya yang bisa menguntungkan universitas maupun Citilink sendiri. Kemudahan yang didapat para alumni ini adalah potongan korporasi dalam pembelian tiket dengan diskon 8-10 persen, kargo da jadwal penerbangan hingga kegiatan CSR lainnya di universitas.
Pernah Anda membayangkan kendaraan roda tiga seperti Bajaj digunakan sebagai kendaraan patroli polisi? Mungkin beberapa diantara Anda pernah, namun berpikir itu adalah hal yang mustahil bahkan tidak mungkin terjadi apalagi di ibu kota Jakarta. Tapi ternyata salah satu Polres di Jawa Tengah membuat sebuah bajaj bisa bersanding dengan mobil LCGC maupun kendaraan sport lainnya milik kepolisian.
Baca juga: ZEV T3-1 Micro, Van Ukuran Mini yang Mirip Bajaj QuteKabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, Bajaj yang digunakan sebagai kendaraan patroli oleh pihak kepolisian ini ada di Cilacap. Namanya pun unik yakni Bapake (Bajaj Patroli Keamanan dan Edukasi), sehingga tidak hanya berpatroli tetapi memberikan edukasi pada masyarakat Cilacap.
Polres Cilacap ternyata sudah menggunakan Bajaj yang menjadi banyak perhatian itu sekitar satu bulan lalu. Meski baru ada satu, pihak Polres Cilacap sendiri rencananya akan menambah unit Bapake ini untuk berpatroli.
Bapake berpatroli bersama polisi Cilacap
Tenang saja, Bajaj yang satu ini tidak kalah dengan kendaraan patroli polisi lainnya, sebab kelengkapan didalam Bapake ternyata sama dengan kendaraan patroli lainnya. Karena Bapake dilengkapi dengan rotator, strobo hingga pengeras suara.
Bapake sendiri bisa terkenal dan viral di masyarakat luar Cilacap setelah ada unggahan di akun Instagram milik @satlantasrescilacap pada Kamis, 9 Agustus 2018 kemarin. Sebagai kendaraan patroli bodi Bajaj ini berwarna dasar putih dengan tambahan warna biru dan merah serta dilengkapi dengan plat dinas, stiker bergambar logo Satlatas Polres Cilacap dan stiker polisi cukup besar di bagian atas kaca depan Bajaj.
Bapake merupakan produksi TVS yakni TVS Kargo yang sudah diubah dengan livery ala kendaraan patroli Kepolisian Indonesia. Kargo menggunakan mesin Duralife 199,26 cc dan pendingin udara dengan konfigurasi 4 tak SOHC karburator.
Baca juga: Setelah 2 Tahun Tak Jelas Juntrungannya, Tiny Microlino EV Akhirnya Legal di Jalanan Eropa
Mesin yang berada di belakang bertenaga 8,58 dk di 5250 rpm dan torsi 14,95 Nm di 3250 rpm yang tersalur langsung ke as roda dari girboks sehingga membuat tarikannya lebih responsif.
Bagaimana dengan Polres di Indonesia lainnya, mau coba pakai kendaraan unik seperti di Cilacap untuk patroli?
Perkembangan kereta api di dunia memang tidak bisa dipandang sebelah mata – campur tangan teknologi memegang peranan penting dalam peningkatan kualitas di segala aspek ini. Contoh paling sederhana yang dapat kita lihat dan rasakan dari ruang lingkup terdekat kita (Commuter Line Jabodetabek) adalah sistem pertiketan yang sudah mulai menunjukan kemajuan yang signifikan. Dari situ, mulailah kita merasakan dampak positif lain dari perkembangan teknologi di sektor transportasi.
Baca Juga: Hitachi Luncurkan EMIEW3, Robot Pintar di Bandara Dengan Artificial Intelligence
Namun, perkembangan tersebut belakangan ini mulai mengalami kendala manakala skala peningkatan jumlah penumpang tidak berimbang dengan jumlah layanan yang tersedia. Rencananya, dalam pagelaran InnoTrans (International Trade Fair for Transport Technology) yang diadakan di Berlin pada 18 – 21 September 2018 mendatang, Direktur Penjualan dari Hitachi Rail Europe, Nick Hughes bersama jajarannya siap untuk membawa angin segar bagi problematika ini.
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman railtechnologymagazine.com (22/8/2018), Nick ingin mendorong industri kereta api Inggris ke era digital. Ada tiga poin inti yang nantinya akan dijabarkan oleh Tim Hitachi dalam pagelaran tersebut, yaitu pelayanan digital door to door, sistem pertiketan, dan keandalan layanan dari Caravaggio Train milik Hitachi.
Layanan digital door to door yang dimaksud di sini adalah penumpang akan mendapatkan informasi terbaru dari kereta yang hendak dinaikinya, apakah layanan tersebut akan tepat waktu atau mengalami keterlambatan. Notifikasi yang nantinya diterima oleh penumpang ini sendiri berasal dari operator layanan tersebut, “Dimana ini akan meningkatkan nilai akurasi yang belum pernah ada sebelumnya,” tutur salah satu pihak Hitachi.
Lalu sesampainya penumpang di stasiun, mereka akan menemukan kondisi seperti di kebanyakan stasiun – ramai dan serba sibuk. “Kondisi ini tidaklah cocok bagi mereka yang kurang memiliki pengalaman dalam bepergian menggunakan kereta,” tutur Nick. “Untuk mengatasi hal semacam ini, namntinya para penumpang akan kami arahkan menuju peron dengan bantuan sistem Smart CCTV. Ini akan sangat membantu mereka,” lanjutnya.
Kemudian untuk sistem pertiketannya, Hitachi akan berkiblat pada cabang mereka yang ada di Tokyo, Jepang, dimana sistem pertiketan multi-moda ini akan mengarahkan Anda untuk membeli tiket dengan harga terrendah cukup dengan menggunakan satu kartu saja.
Baca Juga: Inilah 10 Kereta Tercepat di Dunia
Sementara untuk urusan keandalan, Nick mengatakan bahwa Hitachi menyematkan lebih dari 40.000 sensor yang saling terintegrasi satu sama lain. “Kami memasang lebih dari 40.000 sensor di kereta, dimana sistem tersebut akan mendeteksi kinerja setiap komponen, hingga ke bagian terkecil seperti pintu atau sistem rem,” terang Nick.
Dengan adanya sensor-sensor tersebut, maka operator dapat dengan mudah memantau setiap kerusakan – bahkan yang terkecil sekalipun dan dapat memperbaikinya dengan segera. Nick beranggapan bahwa pencegahan merupakan hal terpenting yang harus diperhatikan daripada ‘mengobati’. “Inilah sebabnya mengapa sistem persinyalan digital menjadi sangat penting dalam industri transportasi.” Tututp Nick.
Mobil menggunakan baterai seperti mobil golf banyak sekali digunakan pada bandara. Biasanya mobil-mobil ini untuk mengangkut para lansia atau pejabat agar memudahkan sampai ke gerbang keberangkatan mereka.
Baca juga: Duuh.. Mobil Golf Pendukung Disabilitas dan Orang Tua ‘Nyungsep’ ke Rel Kereta
Mungkin untuk bandara mudah digunakan, karena jalur yang cukup luas untuk di lalui mobil ini. Tapi bagaimana jika mobil dengan baterai ini digunakan pada stasiun dan berjalan di paltform atau peron tempat menunggu kereta?
KabarPenumpang.com melansir dari laman freepressjournal.in (22/8/2018), sayangnya administrasi kereta api India kini telah melarang adanya pengoperasion mobil baterai di ketiga platform stasiun kereta api India pada Selasa (21/8/2018) kemarin. Adanya pelarangan ini karena mobil tersebut kerap kali jatuh dari platform kereta api yang mendorong pihak berwenang harus mengambil keputusan itu.
Divisi Ratlam Western Railway mengeluarkan perintah penghentian operasional mobil tersebut dan segera menyampaikannya ke stasiun yang menggunakan mobil bertenaga baterai. Langkah penghentian operasi mobil bertenaga baterai ini disambut bahagia oleh para porter yang sejak awal menentang adanya langkah penggunaan mobil.
Diketahui, tiga mobil bertenaga baterai ini diperkenalkan di platform kereta api nomor 1, 2, 3 dan 4. Mobil-mobil tersebut di parikir dan diperbaiki di platform 1 di kantor PRO dan biasa juga ada di platform 4 tepatnya di luar ruang tunggu VIP.
Pengemudi mobil ini pun tidak bisa melaju dengan kencang karena kecepatan yang ditentukan hanya 10 km per jamnya. Sebelum dihentikan pengoperasiannya, pada insiden pertama mobil diperbaiki agar kecepatan lebih rendah, tetapi tidak bisa.
Apalagi terkadang pengemudi justru mengemudikan mobilnya dengan cepat demi mengantar penumpang. Jagmohan Verma mantan Komite Konsultatif Pengguna Zonal Rail atau Zonal Rail Users Consultative Committee (ZRUCC) sebenarnya sudah berulang kali menuntut larangan adanya mobil bertenaga baterai di stasiun.
Baca juga: Stasiun Ernakulum India, Hadirkan Fasilitas Komplit Bagi Kaum Difabel
Pada hari Minggu (19/8/2018) sebuah mobil kembali jatuh di platform 3 setelah melaju dan kejadian ini terjadi beberapa menit sebelum Jabalpur-Indore Express tiba. Untungnya penumpang langsung menarik mobil tersebut ke platforms pada saat yang tepat.
Diketahui, sebelum penghentian pengoperasian, mobil tenaga baterai ini ditempatkan pada sembilan stasiun kereta api India pada Juni 2018 kemarin. Sebenarnya kehadiran mobil ini sendiri untuk memudahkan para lansia dan penyandang disabilitas mencapai platform keberangkatan kereta mereka.
Sukses melaksanakan Garuda Online Travel Fair (GOTF) fase pertama pada April lalu, Garuda Indonesia akan kembali melaksanakan GOFT fase kedua yang akan dimulai pada 24-30 Agustus 2018. Gelaran ini kembali diadakan, dikarenakan adanya antusias pelanggan terhadap pembelian tiket tanpa harus mengantri dan mendapat potongan harga yang cukup fantastis.
Baca juga: Dukung Asian Games 2018, Garuda Indonesia ‘Upgrade’ Armada Jakarta-Palembang
GOTF yang dilangsungkan selama tujuh hari ini, bekerja sama dengan PT Bank CIMB Niaga sebagai bank partner. Tak hanya itu, anak usaha Garuda Indonesia, Citilink yang bergerak di penerbangan berbiaya rendah atau LCC juga ikut dalam pelaksanaan GOTF fase kedua ini.
Direktur Niaga Domestik Garuda Indonesia, Nia Sulistyowati mengatakan adanya fase 2 GOTF ini, juga tak lepas dari upaya Garuda dalam mendukung pemerintah untuk memperkuat sepuluh destinasi unggulan. Nina mengatakan, Garuda juga telah menyiapkan enam destinasi unggulan yakni Bali, Yogyakarta, Malang, Medan, Labuan Bajo dan Sorong.
“Untuk rute-rute unggulan, Garuda Indonesia memberikan harga menarik seperti Jakarta-Bali menjadi Rp960 ribu, Jakarta-Labuan Bajo Rp1,3 juta dan beberapa lainnya,” ujar Nina yang ditemui KabarPenumpang.com di Hardrock Cafe, Kamis (23/8/20118).
Nina mengaatakan, GOTF kali ini Garuda Indonesia menyiapkan tiga juta seat dan menargetkan penjualan sebesar Rp185 miliar. Tak hanya itu, Garuda Indonesia juga berharap adanya dua juta pengunjung web dan 50 ribu downloader baru aplikasi mobile Garuda Indonesia.
Sementara itu, Direktur Kargo dan Niaga Internasional Sigit Muhartono mengatakan, GOTF sendiri dapat diakses oleh seluruh pengguna jasa di seluruh destinasi internasional. “Kami telah menyiapkan destinasi unggulan internasional sepeti Cina, India, Jepang, Korea, Singapura dan Thailand.”
Direktur Strategi dan Finance CIMB Niaga Wan Razly mengatakan, bagi pelanggan Garuda Indonesia yang juga merupakaan pemegang kartu kredit CIB Niaga berhak mendapat kesempatan memperoleh tambahan diskon hingga Rp7,5 juta melalui program happy hour, cicilan 0 persen hingga 24 bulan dan bonus hingga 10 ribu miles.
“Kami berharap berbagai program menarik yang ditawarkan selama GOTF fase 2 dapat memperluas penetrasi bisnis kartu kredit dan debit CIMB Niaga pada segmen travel sehingga mampu berkintribusi pada peningkatan kinerja perseroan,” ujar Wan.
Baca juga: Garuda Indonesia dan Citilink Raih “TripAdvisor 2018 Travellers Choice Awards”
Selain mendapatkan berbagai harga terbaik untuk berlibur, para pengguna jasa yang akan menuju Bali, Ujung Pandang, Medan Labuan Bajo, Sorong, Singapura dan Hong Kong juga akan mendapatkan tambahan diskon sebesar satu juta rupiah. Sedangkan khusus untuk rute Australia, Amsterdam, Korea dan Jepang mendapatkan tambahan diskon sebesar Rp3 juta.
Pada tahun 2018 ini, Garuda Indonesia telah melaksanakan GOTF phase 1 pada Mei 2018 lalu yang berhasil memperoleh pendapatan penjualan sebesar Rp 173 miliar. Untuk mengikuti GOTF pelanggan bisa mendapatkan melalui website www.garuda-indonesia.com/gotf dan mobile app Garuda Indonesia.