Tidak Hanya dari Tiket, Inilah ‘Ladang-Ladang’ PT MRT Jakarta Raup Keuntungan
Siapa sih yang tidak ingin mengeruk keuntungan sebesar-besarnya ketika membuka suatu usaha? Nampaknya stigma ini sudah tertanam di benak setiap orang ya. Sama halnya seperti PT MRT Jakarta (PT MRTJ) yang ingin mendapatkan laba sebesar-besarnya, tanpa harus main ‘kotor’. Jika mengandalkan penjualan tiket perjalanan saja, apa itu sudah bisa balik modal? Mungkin bisa, tapi membutuhkan waktu yang sangat lama.
Baca Juga: Koneksikan Gedung dan Stasiun, Akankah Interkoneksi MRT Jakarta ‘Secanggih’ di Singapura?
Lalu, apa saja siasat yang dilakukan oleh William Sabandar cs dalam mengeruk laba dari model sarana transportasi perdana di Indonesia ini? Berikut KabarPenumpang.com himpun empat sumber penghasilan PT MRTJ ketika sudah beroperasi pada 2019 mendatang ini, dikutip dari laman idntimes.com (30/7/2018).
Iklan di Stasiun dan Kereta
Tidak bisa dipungkiri, pemasangan iklan di sejumlah titik strategis akan mendatangkan pundi-pundi rupiah bagi PT MRTJ. Untuk pengiklan sendiri, PT MRTJ akan membuka lelang. “Nanti Anda lihat di stasiun, di kereta di mana-mana, dipasang advertisement, itu adalah potensi revenue MRT Jakarta,” ujar William Sabandar.
Retail di Area Stasiun
Kelak ketika sudah beroperasi, Anda akan menjumpai sejumlah retail di stasiun-stasiun MRT. Dengan menggunakann sistem sewa, Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta Agung Wicaksono mengatakan bahwa PT MRTJ kini tengah menyeleksi proposal dari sejumlah calon tenant atau penyewa.
“Target kita di Agustus akan terkumpul dan di September kita umumkan pemenang siapa saja brand dan merek apa saja yang akan isi stasiun kita,” katanya. Dengan cara seperti ini, jelas PT MRTJ akan mengantongi keuntungan lebih. Tapi tidak sembarang orang bisa menyewa tempat di stasiun MRT lho! Agung mengatakan bahwa ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, “Harus unik, harus beda dengan yang di mall. Standar kebersihan, pelayanan, dan keamanan kita tetapkan seperti itu. Tapi keunikan jadi syarat kriteria evaluasi,”
Penamaan Stasiun
Masih ingat dengan cerita dibalik penamaan Stasiun BNI City yang dulunya bernama Stasiun Sudirman Baru (Kereta Bandara)? PT MRTJ juga nampaknya akan menempuh jalan yang sama dengan PT Railink. “Stasiun kita bisa diberi nama sponsor. Misal bundaran Hotel Indonesia apa. Saya gak mau sebut dulu, tergantung siapa yang berani bayar mahal,” ucap Agung.
“Kita lakukan e-auction dan siapakan aturannya. Target di bulan Agustus kita mulai. Jadi nanti nama perusahaan atau merek di lokasi stasiun itu bisa bawa dampak kontribusi ke MRT,” tandasnya. Cara yang digunakan pun masih sama dengan pengadaan retail di dalam stasiun, yaitu dengan sistem lelang.
Baca Juga: PT MRT Jakarta Gaet Tower Bersama Group Untuk Gelar Coverage Seluler dan WiFi
Sistem Telekomunikasi
Melalui cara ini, nantinya PT MRTJ akan bekerja sama dengan perusahaan telekomunikasi dalam penyediaan layanan internet seperti WiFi yang bisa digunakan masyarakat. Nantinya perusahaan telekomunikasi akan diminta ikut lelang.
“Jadi Anda bisa menggunakan WiFi di (jalur) bawah. Itu revenue untuk kita. Karena kita siapkan infrastruktur (kerja sama PT MRTJ dengan Tower Bersama) dan minta provider ikut lelang, kita bisa dapat penawaran terbaik dengan harga yang paling baik. Itu pemasukan,” tutur William.
Dinilai Belum Siap, LRT Jakarta Urung Beroperasi Saat Asian Games 2018
Harapan bakal mengularnya LRT (Light Rapid Transit) Jakarta pada 10 Agustus 2018, nampaknya urung dilakukan. Dengan pembatalan tersebut maka LRT yang selama ini proyeknya dikebut, batal menyemarakan pagelaran Asian Games 2018 yang akan dimulai pada 18 Agustus mendatang.
Baca juga: Sambut Asian Games 2018, LRT Jakarta Siap Beroperasi 10 Agustus Mendatang
Pengerjaan proyek LRT yang telah sampai pada fase uji coba terus digenjot pengerjaannya beberapa waktu ini, lantaran LRT rute Kelapa Gading – Velodrome Rawamangun direncanakan sebagai moda transportasi para atlet dari penginanapan ke area pertandingan.
Sebelumnya ini, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan bahwa LRT Jakarta akan beroperasi pada 10 Agustus 2018. Namun kabar terbaru yang dikutip dari news.metrotvnews.com (2/8), menyebutkan LRT Jakarta batal beroperasi saat Asia Games 2018. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan Light Rapid Transit (LRT) Jakarta tidak beroperasi saat Asian Games 2018. Angkutan massal berbasis rel itu dinilai belum siap dioperasikan.
“Jakarta belum ya, karena belum siap untuk dilaksanakan,” kata Basuki di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Selatan, Kamis, 2 Agustus 2018. Basuki mengatakan, Koridor I Fase I (Kelapa Gading-Velodrome) juga dipastikan tidak bisa dioperasi meski sudah memasuki masa trial. “Untuk keseluruhannya enggak, yang di Kelapa Gading baru di trial juga,” ucap dia.
Saat ini pihak PT Jakarta Propertindo telah menyiapkan empat trainset yang akan beroperasi, walaupun tercatat LRT Jakarta sendiri sudah memiliki delapan trainset. Waktu operasinya sendiri mulai pukul 05.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB. Bahkan 24 masinis telah disiapkan untuk mengoperasikan LRT Jakarta.
Baca juga: Rolling Stock Selesai 2 Bulan Sebelum Target, Ini Dia 5 Fakta Unik LRT Jakarta
Dengan batal beroperasinya LRT pada 10 Agustus, sontak membuat beberapa warga kecewa, pasalnya selama ini LRT telah digadang-gadang sebagai maskot transportasi untuk hajatan pestar olah raga terbesar di Asia ini. Bahkan pengerjaan rangkaian kereta (rolling stock) di Korea Selatan telah dipercepat, dan dapat selesai dua bulan sebelum target.
Disisi lain, LRT Palembang justru malah telah beoperasi dan siap melayani transportasi Asian Games 2018.
Lady Richiana, Pramugari Kereta Cantik yang Merangkap Sebagai Beauty Advisor
Memang, dunia transportasi itu didominasi oleh kaum adam, namun bukan berarti eksistensi dari kaum hawa redup begitu saja. Ambil contoh kasus yang sempat viral di media sosial beberapa waktu yang lalu, dimana seorang petugas kereta api bernama Efelina Hutabarat mendadak menjadi sorotan publik. Semua ini berawal dari unggahan status seorang penumpang Commuter Line yang mencatumkan foto Efelina. Tak pelak, sosok Efelina yang cantik sukses muncul di sejumlah pemberitaan.
Baca Juga: Viral di Facebook, Jumlah Followers Instagram Petugas KRL Cantik ini Tembus Angka 27,6 Ribu!
Tidak hanya Efelina saja, kemarin juga sempat dibahas tentang seorang pramugari kereta yang tidak hanya memiliki wajah yang jelita, namun dirinya juga menguasai empat bahasa sekaligus – Indonesia, Jawa, Inggris, dan Jerman, yang bernama Lesyiana Oktaviani. Nah, kali ini KabarPenumpang.com akan membahas tentang pramugari kereta cantik lagi, nih! Wah, kali ini siapa ya?
Perkenalkan, Lady Richiana! Wanita asal Purwodadi ini merupakan lulusan dari SMK Negeri 1 Cepu. Setahun berselang setelah ia menyelesaikan bangku sekolah kejuruannya – atau tepatnya pada tahun 2014, Lady mulai bekerja di salah satu perusahaan retail kenamaan di Indonesia, PT SAT, Tbk. Kurang lebih satu tahun Lady menimba ilmu bersama PT SAT, ia lalu memutuskan untuk meningkatkan pengalaman kerjanya.
Ditunjang dengan paras yang cantik, ia lalu memberanikan diri untuk mendaftarkan diri sebagai salah satu train attendant di PT KAI. Dengan tekad bulat yang dibarengi dengan kekuatan doa, Lady akhirnya terpilih menjadi salah satu pramugari kereta pada bulan Agustus 2016. Berarti, terhitung sudah dua tahun dirinya mengabdi kepada salah satu BUMN yang memiliki prestasi gemilang ini.
Entah bagaimana caranya netizen bisa mengetahui Lady, namun yang pasti, hingga saat ini followers di akun Instagram pribadi dengan nama akun @ladyrichiana sudah menyentuh angka 31 ribu! Wah, banyak banget ya yang kepo sama Lady!
Baca Juga: Lesyiana Oktaviana, Pramugari Kereta Cantik yang Kuasai Empat Bahasa!
Sementara itu melansir dari laman Facebook pribadinya, Lady pun menambahkan informasi bahwa dirinya merupakan seorang Beauty Advisor di Misslyn Cosmetics, terhitung sejak bulan Juni 2016. Hhmmm, tidak heran jika paras cantik dari seorang Lady Richiana tidak lepas dari pengetahuannya seputar kecantikan, ya! Pantas saja banyak orang yang menjadi followers Instagram Lady, habis cantik sih!
Bagi kalian yang juga penasaran dengan pramugari kereta yang satu ini, silakan cek sendiri Instagramnya.
Sambut Olimpiade Musim Panas 2020, Jepang Siap Hadirkan Layanan Free WiFi di Seluruh Armadanya
Seolah sudah menjelma jadi kebutuhan primer bagi setiap orang, hadirnya internet di sejumlah sarana publik bukanlah satu pemberitaan yang baru lagi – tidak terkecuali di sarana transportasi. Kali ini Jepang yang berniat untuk menghadirkan fasilitas Free WiFi di hampir seluruh armada Shinkansennya. Tahun 2020 menjadi tenggat waktu pemasangan fasilitas Free WiFi ini, atau yang bertepatan dengan perhelatan Olimpiade dan Paralimpiade Musim Panas Tokyo.
Baca Juga: Di India, Layanan WiFi Gratis di Kereta Juga Dapat Dinikmati oleh Warga Sekitar
Pemasangan fasilitas ini merupakan tindak lanjut dari tingginya permintaan dari para pengguna jasa kereta peluru Shinkansen, baik dari dalam maupun luar negeri. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman asahi.com (23/7/2018), pihak Japan Railway sudah mulai menyicil pemasangan jaringan internet nirkabel gratis ini di sejumlah rute. Pada bulan Mei silam, Japan Railway telah memasang layanan Free WiFi di kereta peluru seri E5 yang mengular di Tohoku Shinkanen Line.
Pemasangan tersebut berlanjut pada 12 armada Shinkansen lain yang mengular di jalur yang sama, terhitung pada tanggal 23 Juli kemarin. Menurut rencana yang dirilis oleh pihak Japan Railway, “Semua layanan Shinkanen yang mengular di Tohoku, Hokuriku, dan Akita Shinkansen Lines akan memiliki fasilitas Free WiFi pada September 2019 mendatang. Sementara untuk seluruh armada Shinkansen yang mengular di Yamagata Shinkansen Lines akan dapat merasakan fasilitas ini pada Maret 2020.”
Pun dengan operator lain yang juga mengoperasiakan Shinkansen, seperti East Japan Railway Co. (JR East) yang mengatakan akan meningkatkan jumlah armada Shinkansen yang terpasang layanan Free WiFi yang mengular di Joetsu Shinkansen Line.
Baca Juga: Sejumlah Masalah Hadang Penerapan WiFi Onboard di Kereta? Ini Dia Jawabannya!
Central Japan Railway Co. (JR Tokai) juga telah memperkenalkan armada Shinkansen seri N700A yang telah terpasang fasilitas Free WiFi di dalamnya pada 25 Juli kemarin. JR Tokai juga mengatakan akan memastikan pemasangan fasilitas tersebut di 131 armada lainnya pada Maret 2020 mendatang.
Lain cerita dengan operator Hokkaido Railway Co. (JR Hokkaido) yang mermastikan seluruh armadanya akan terpasang fasilitas Free Wi-Fi, “Pada akhir tahun fiskal ini paling lambat.” tutur salah satu juru bicara dari JR Hokkaido.
Jelang Olimpiade Musim Panas, Jepang Terkendala Penggunaan Bahasa Asing di Sarana Transportasi
Meningkatnya pelancong ke Jepang dalam beberapa waktu ke belakang – bahkan diprediksi jumlah tersebut akan terus menanjak hingga tahun 2020 mendatang, ini seperti bumerang bagi Negeri Matahari Terbit. Pasalnya, walaupun kehadiran wisman akan meningkatkan pendapatan negara tersebut, namun di sisi lain harus ada peningkatan fasilitas di sejumlah sarana publik, seperti kereta api dan stasiun. Ya, ini berkaitan dengan bentuk pengumuman dalam bahasa asing (Bahasa Inggris).
Baca Juga: 5 Stasiun Tersibuk di Dunia, Semua Ada Di Jepang!
Jepang memang terkenal akan penggunaan Bahasa Inggrisnya yang sangat terbatas. Andaikan ada yang lancar berbicara Bahasa Inggris pun, para wisman akan sedikit kesulitan untuk menangkap maksud dari si pembicara karena aksennya yang sangat unik.
Ambil contoh dari kasus gempa bumi yang mengguncang Osaka pada 18 Juni 2018 kemarin, dimana ketika gempa terjadi, sebuah layanan kereta yang tengah mengular terpaksa memperlambat laju sebelum berhenti di Stasiun Ashiya di Prefektur Hyogo. Di dalam rangkaian tersebut, nampak seorang wisman yang tampak bingung dengan kepanikan yang terjadi. Beruntung, ada seorang warga Jepang yang mengerti Bahasa Inggris dan menerjemahkan situasi yang terjadi.
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman TheJakartaPost.com, Hikaru Nagano – Orang Jepang yang mahir Bahasa Inggris, lalu berlari menuju kompartemen masinis dan meminta ijin untuk membuat pengumuman bencana kepada para penumpang dalam rangkaian tersebut dalam Bahasa Inggris.
“Ini adalah pengumuman darurat. Ada gempa kuat di Osaka,” kata Nagano singkat. Ia menambahkan bahwa kereta akan berhenti di Stasiun Ashiya untuk sementara waktu. Setelah membuat pengumuman darurat tersebut, ia lalu mengarahkan penumpang dengan menggunakan Bahasa Inggris menuju pintu keluar.
Kendati aksinya tersebut terbilang melewati batas, namun pihak operator tetap mengapresiasi apa yang telah ia lakukan. “(Tindakannya) sangat membantu. Petugas kereta juga berterima kasih untuk itu,” kata seorang pejabat dari Hanshin Electric Railway.
Baca Juga: Berada di Jembatan Setinggi 40 Meter, Stasiun di Jepang ini Sukses Sedot Wisatawan
Dari contoh kasus ini, terlihat satu kelemahan dari pihak Jepang yaitu dalam penggunaan bahasa asing, khususnya dalam situasi darurat. Maka dari itu, ketika diselaraskan dengan salah satu gambaran Jepang pada 2020 mendatang – perhelatan Olimpiade Musim Panas. Semisal pada 2020 mendatang pihak Jepang belum menyelesaikan masalah ini sampai tuntas, bukan tidak mungkin akan lebih banyak lagi wisman yang kebingungan seperti contoh di atas.
LRT Palembang Mogok, Ada Apa dengan Produk PT INKA?
Setelah dihebohkan dengan pengrusakan fasilitas Stadion Jaka Baring, Palembang yang dicanangkan sebagai salah satu venue perhelatan Asian Games 2018, kini Ibukota Provinsi Sumatera Selatan ini kembali menjadi sorotan publik. Pasalnya sarana Light Rapid Transit (LRT) pertama di Indonesia tersebut mogok sekira 4 km menuju Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Rabu (1/8/2018). Kejadian ini sontak menuai kritik dari warganet – baik yang menjadi korban langsung atau hanya sebatas pembaca saja.
Baca Juga: Hanya dengan Lima Stasiun Utama, LRT Palembang Siap Beroperasi Saat Asian Games 2018
Ditengarai, LRT Palembang mogok karena diterpa hujan deras. “Iya tadi mogoknya cukup lama, saya jadi telat ke Bandara,” ujar Wiko, salah seorang penumpang LRT, dikutip KabarPenumpang.com dari laman kompas.com (1/8/2018). Sekira satu jam lamanya, penumapng yang hendak menuju bandara dibuat was-was karena kereta buatan PT INKA tersebut tidak kunjung bergerak.
“Maunya cepat tapi malah terlambat. Kami juga dibuat cemas karena tertahan di gerbong selama satu jam,” ujar penumpang lain, Rangga, yang juga ikut tertahan di dalam moda berbasis rel tersebut.
Ketika dimintai keterangan terkait kejadian ini, Humas PT KAI Divre III Palembang, Aidah membenarkan kejadian yang membuat penumpang tidak nyaman tersebut. “Mogok 45 menit 2 kilometer sebelum stasiun bandara, karena ada masalah teknis,” kata Aidah saat dikonfirmasi, dikutip dari laman sumber lain.
Guna menindaklanjuti kesalahan teknis ini, Aidah mengatakan telah melaporkan kejadian kemarin ke PT INKA selaku pembuat dari kereta ini, dimana nantinya diharapkan bisa dicari solusinya secepat mungkin. “Masalah teknis masih diperiksa oleh PT INKA. PT KAI meminta maaf atas ketidaknyamanan ini,” pungkasnya.
Baca Juga: Mogok Dua Kali Saat Uji Coba, Inilah Sekilas Spesifikasi Kereta Bandara Soetta
Kejadian ini hampir mirip seperti yang menimpa PT Railink di awal tahun 2018 kemarin. Tepatnya pada Kamis (1/3/2018) malam, kereta yang hendak bertolak menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta mendadak mogok. Kereta ini terhenti ketika hendak berangkat dari Stasiun Batu Ceper, alhasil sebanyak 34 penumpang dialihkan menuju kereta selanjutnya.
Atas kejadian ini, PT Railink selaku operator meminta maaf atas ketidanyamanan yang terjadi. “Sehubungan dengan gangguan perjalanan KA Bandara Soetta malam ini di Stasiun Batu Ceper, kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” ungkap Humas Railink, Fitri, dikutip dari laman Tribunnews.com, Kamis (1/3/2018).
Dari sini, tidak heran jika opini masyarakat tergiring dan bermuara pada satu pertanyaan, “Ada apa dengan kereta buatan PT INKA?” dimana PT Railink pun menggunakan armada asli Madiun, Jawa Timur ini.
Warga Jakarta Keluhkan Sistem Buka Tutup Jalan Tol Jelang Asian Games 2018
Menjelang perhelatan akbar Asian Games 2018, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Yusuf mulai menguji coba sistem buka tutup jalan tol yang rencananya akan diberlakukan pada tujuh gerbang tol yang ada di Jakarta. Hal ini dimaksudkan demi kelancaran ajang yang akan dibuka pada 18 Agustus mendatang. Adapun gerbang tol yang akan menerapkan sistem buka tutup ini tersebar di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara.
Baca Juga: Sambut Asian Games 2018, LRT Jakarta Siap Beroperasi 10 Agustus Mendatang
Mulanya, pihak Polda Metro Jaya akan memberlakukan sistem ini pada 19 gerbang tol. Namun setelah dilakukan pertimbangan, akhirnya angka tersebut menyusut menjadi tujuh gerbang tol saja. “Pertama adalah efektivitas penggunaan jalan tol, yang kedua adalah kondisi atau dampak dari penutupan itu di luar jalan tol,” ujar Kombes Yusuf, dikutip KabarPenumpang.com dari laman detik.com (1/8/2018).
Dari tujuh pintu tol yang akan menerapkan sistem buka tutup ini, Kombes Yusuf bersama jajarannya mengelompokkan ke dalam dua periode waktu – ada empat gerbang tol yang akan ditutup mulai pukul 06.00 – 17.00, sisanya pada 12.00 – 21.00. Adapun rincian dari gerbang tol yang akan ditutup pada pukul 06.00 – 17.00 adalah Angke 2, Tanjung Duren, Slipi 2, dan TMII 1. Sedangkan gerbang tol yang akan ditutup pada pukul 12.00 – 21.00 meliputi Angke 1, Slipi 1, dan TMII 1.
“Ini akan dilakukan saat Asian Games berlangsung,” ujar Kombes Yusuf.
Berdasarkan perhitungan waktu selama simulasi yang diadakan pada Rabu (1/8/2018), Kombes Yusuf mengatakan hanya dibutuhkan waktu 20 menit dari Wisma Atlet (Kemayoran) menuju Gelora Bung Karno dan sebaliknya. Hasil ini lebih cepat satu menit dari sumulasi sebelumnya. Sementara itu, waktu tempuh dari Wisma Atlet menuju TMII dibutuhkan waktu 27 menit, pun sebaliknya.
Di balik itu semua, dampak dari penutupan sejumlah gerbang tol ini dirasakan langsung oleh warga DKI Jakarta. Tidak sedikit dari mereka yang kebingungan dan emosi ketika laju kendaraan mereka dihadang oleh petugas yang berjaga tidak jauh dari gerbang tol. Dihimpun dari sumber lain, tampak seorang pengemudi mobil yang emosi ketika tidak diizinkan untuk masuk ke tol dalam kota.
“Saya tidak tahu kalau ini akan ditutup, dan tolong pak kalau bapak mau tutup (jalan tol), kontainernya (truk kontainer-red) diberesin dulu dong,” ujar seorang pengemudi wanita yang emosi.
Baca Juga: Jelang Asian Games 2018, FDTJ Rilis Peta Transportasi Massal Terintegrasi
Lain cerita dengan komentar netizen di jejaring sosial Instagram. Banyak yang mengeluhkan dampak simulasi penutupan jalan tol tersebut. “Pluit – Bandengan 4 jam, parah banget,” tulis seorang pengguna Instagram, @ony_lfc. “Slipi – Pluit jam 4.20 – 7.45,” keluh pengguna Instagram lainnya dengan nama akun @erick.lim_.
Wah, kalau sudah begini, nampaknya sejumlah otoritas terkait harus mempertimbangkan kembali sistem buka tutup gerbang tol ini, ya?
Lesyiana Oktaviana, Pramugari Kereta Cantik yang Kuasai Empat Bahasa!
Kendati namanya akrab dengan dunia aviasi, namun pramugari juga dapat Anda temui di kereta api dan akrab disebut sebagai prami. Sudah seyogyanya, tampilanlah yang menjadi andalan dari wanita-wanita terpilih ini. Jika dilihat dari tugasnya pun, bisa dibilang pramugari kereta memiliki pekerjaan yang hampir sama dengan pramugari pesawat – melayani setiap penumpang di dalam suatu perjalanan tertentu.
Baca Juga: Tak Kenal Maka Tak Sayang, Yuk Kenali Sosok Train Attendant PT KAI
Tidak hanya bermodalkan cantik saja, namun pramugari-pramugari di kereta api pun bisa dibilang memiliki otak yang cukup encer – mengingat proses seleksi yang mempertimbangkan banyak aspek. Ngomong-ngomong soal cantik, permasalahan yang satu ini jelas tidak bisa ‘dipukul rata’, karena sifatnya yang subjektif. Mungkin menurut Anda pramugari A itu cantik, namun belum tentu rekan Anda mengutarakan hal yang serupa, dan seterusnya.
Nah, ada satu nama yang muncul dari sekian banyak pramugari berparas cantik yang berbalut seragam biru langit khas PT KAI, dia adalah Lesyiana Oktaviani. Berdasarkan hasil pencarian dari berbagai akun media sosial yang ia miliki, ternyata wanita cantik asal Sarawak ini dinyatakan lulus dari SMA Negeri 1 Binangun, Cilacap pada tahun 2016 silam. Hhmm, ternyata masih sangat belia ya usia Lesyiana!
Seperti yang sudah disinggung di atas, Lesyiana tidak hanya memiliki paras yang cantik, namun otaknya pun encer, lho! Nggak percaya? Ini buktinya! Dikutip KabarPenumpang.com dari akun Facebook pribadinya, ternyata Lesyiana menguasai empat bahasa – Indonesia, Jawa, Inggris, dan Jerman! Keren kan?
Ternyata sudah banyak orang yang penasaran dengan pribadi Lesyiana sendiri. Ini dibuktikan dengan banyaknya followers di akun Instagram miliknya. Tercatat, hampir 26 ribu followers Lesyiana di Instagram, seolah para pengikutnya ini enggan melewati perkembangan terbaru dari wanita yang kini menetap di Daerah Istimewa Yogyakarta ini. Untuk warga kota yang terkenal dengan penganan Gudegnya ini, monggo digencarkan usahanya untuk berkenalan dengan si pramugari cantik ini!
Baca Juga: Pat Green, 32 Tahun Mengabdi Sebagai Pramugari Kereta Api
Tapi, bagi Anda yang berharap untuk mendapatkan hati dari wanita yang bercita-cita menjadi seorang pramugari pesawat ini, siap-siap untuk patah hati karena di status Facebooknya tertera bahwa Lesyiana tengah menjalani satu hubungan dengan seorang pria. Kendati begitu, tidak usah berkecil hati! Masih banyak pramugari kereta lain yang statusnya masih single kok!
Napoli Centrale Railway Station, Salah Satu Gerbang Pelancong Menuju Pulau Capri
Selain Colosseum dan Menara Pisa, bisakah Anda sebutkan destinasi wisata favorit yang ada di Italia? Mungkin beberapa dari Anda akan menjawab Pantheon (kuil peninggalan kekaisaran Romawi), Trevi Fountain, dan Piazza Novona yang terkenal sebagai alun-alun besar nan sangat indah di pusat kota Roma. Namun ada satu destinasi wisata lain yan terlewatkan oleh Anda. Ya, Pulau Capri!
Baca Juga: 10 Tips Menikmati Perjalanan dengan Kereta di Eropa
Seperti dalam video yang diunggah KabarPenumpang.com ke laman Youtube, terlihat keindahan Pulau Capri yang dipenuhi oleh ratusan wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Para pengunjung dapat menikmati pemandangan yang mempesona, reruntuhan dari jaman Romawi, hingga menikmati penganan khas Italia di sana.
Untuk sampai ke pulau ini, Anda semua memang harus menggunakan speedboat. Namun sebelum tiba di pelabuhan, Anda disarankan untuk menggunakan kereta karena ini merupakan salah satu moda favorit para pelancong sebelum berkunjung ke Pulau Capri. Semisal Anda menggunakan kereta, Anda akan turun di Napoli Centrale Railway Station, stasiun kereta terbesar ke enam di daratan Italia.
Stasiun utama di kota Napoli ini sendiri terletak di sebelah Piazza Garibaldi, di sebelah timur kota tua. Terdapat 25 jalur kereta di stasiun ini, termasuk jalur kereta cepat Roma – Naples dan beberapa jalur kereta konvensional lain seperti Roma – Cassino – Naples dan Roma – Formia – Naples Direttissima yang dibuka pada tahun 1927 silam. Adapun jalur yang paling baru di stasiun ini adalah jalur kereta cepat Naples – Salerno yang melayani perjalanan jarak jauh.
Stasiun ini sendiri pertama kali dibangun pada tahun 1866 dan dirancang oleh seorang arsitek berkebangsaan Italia yang bernama Enrico Alvino. Namun seiring berkembangnya jaman, perubahan di segala aspekpun tak bisa dipungkiri. Sejumlah renovasi pun terus dilakukan hingga saat ini.
Bangunan stasiun yang kita lihat saat ini dirancang oleh Pier Luigi Nervi, Carlo Cocchia, Massimo Battaglini, Bruno Zevi, Giulio De Luca, Luigi Piccinato dan Joseph Vaccaro pada tahun 1954 silam. Enam tahun berselang setelah pembangunan, stasiun ini pun rampung dan berdiri kokoh hingga saat ini. Belakangan, sejumlah renovasi di fisik stasiun ini pun kembali diberlakukan.
Selain lokasinya yang tidak terlalu jauh dari pelabuhan menuju Pulau Capri, banyaknya destinasi yang bisa dituju melalui stasiun ini diperkirakan menjadi alasan lain dibalik angka perjalanan 50 juta penumpang setiap tahunnya.
