Kehadiran mobil mini sangat membantu mobilitas untuk menyusuri jalan di gang kecil. Apalagi bila kendaraan tersebut menggunakan tenaga baterai dalam pengoperasiannya dan lebih hemat energi serta jauh dari polusi.
Baca juga: ZEV T3-1 Micro, Van Ukuran Mini yang Mirip Bajaj QuteKabarPenumpang.com melansir dari laman newatlas.com (31/7/2018), bahwa selama sekitar satu dekade BMW Isetta pada tahun 1950-an hingga 1960-an hadir sebagai kendaraan kecil bergaya dengan penggunaan bahan bakar yang minim dan dirancang untuk meluncur di jalan-jalan Eropa yang sempit. Hal ini membuat desainer Wim Ouboter terinspirasi dari mobil-mobil gelembung retro kecil ini dan diungkapkan pada tahun 2016.
Namun, persetujuan untuk berjalan di Eropa saat itu belum jelas karena bentuknya yang belum pasti. Tetapi setelah adanya beberapa desain tak terduga Tiny Microlino EV (Electric Vehicle) tersebut akhirnya dilegalkan untuk meluncur di jalanan Uni Eropa.
Pelegalan ini didapatkan setelah lebih dari dua tahun hingga akhirnya desain akhir terungkap dan sertifikasi homologasi Uni Eropa diberikan. Padahal selama itu ribuan pre-order telah menunggu untuk mendapatkan batch pertamanya.
Microlino memiliki panjang 2,4 meter (7.8 kaki) dan berat 450 kg (990 lb) tanpa baterai dan penumpang. Mobil kecil ini memiliki kecepatan maksimum 90 km per jam (55 mph) tergantung pada ukuran baterai yang dipasang.
Tiny Microlino EV memiliki jangkauan 120 atau 200 km (74 atau 124 mil) dan dapat diisi ulang hanya dalam waktu empat jam menggunakan soket listrik konvensional saat baterai yang digunakan habis. Sementara perusahaan awalnya berharap untuk memiliki model pertama yang meluncur ke jalan pada awal 2018. Sayangnya karena penundaan desain telah mendorong penjadwalan mundur sedikit.
Baca juga:Bemo Tereliminasi, Bajaj Qute Jadi Solusi
“Alasan penundaan adalah karena bentuk khusus Microlino dan pintu depan homologasi membutuhkan waktu lebih lama dari yang kami harapkan. Selain itu, kami ingin mendapatkan umpan balik Anda terlebih dahulu, sebelum memulai produksi,” ujar pihak perusahaan.
Sejak pengumuman awal, beberapa perincian desain untuk iterasi terakhir telah diungkapkan, termasuk standar sunroof di setiap kendaraan dan panel touchscreen satu putaran di dasbor. Perkiraan harga dasar untuk Microlino telah melonjak sedikit sejak pengumuman asli 2016 dan saat ini diperkirakan sekitar €12 ribu atau sekitar Rp202 juta. Pre-order yang berbasis di Swiss akan menjadi pertama diluncurkan akhir tahun 2018, dengan pre-order Jerman akan segera menyusul pada 2019.
Kendati sudah lebih dari empat tahun pasca kejadian, namun misteri hilangnya Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 masih belum terungkap hingga kini. Banyak spekulasi yang beredar di masyarakat mengenai hilangnya pesawat yang tengah memboyong 239 penumpang dan awak kabin ini, namun semua belum terbukti kebenarannya. Mulai dari kecelakaan, dibajak, hingga yang paling aneh adalah diculik oleh alien merupakan spekulasi yang berkembang di masyarakat.
Baca Juga: Penyidik Asal Australia Temukan Puing yang Dianggap Sebagai Serpihan Malaysia Airlines MH370!
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman cbc.ca (30/7/2017), Pemerintah Malaysia merilis sebuah Laporan Investigasi Keselamatan, dimana isi dari laporan setebal 449 halaman tersebut merinci setiap aspek dari penerbangan yang mengudara pada 8 Maret 2014 dari Kuala Lumpur menuju Beijing ini. Seperti yang kita ketahui bersama, semuanya berjalan secara normal hingga akhirnya pesawat nahas ini hilang dari radar ketika beralih jalur dan terbang menuju Samudera Hindia.
Sebanyak 19 penyelidik internasional yang turut terlibat dalam pencarian MH370 melihat semua kemungkinan yang menyebabkan hilangnya pesawat ini – mulai dari kondisi cuaca, hingga ke riwayat perawatan dan komponen dari Boeing 777 yang digunakan. Latar belakang keuangan perusahaan, kesehatan awak kabin sebelum mengudara, baterai lithium-ion, hingga buah manggis yang ada di dalam kargo pun tidak bisa disimpulkan menjadi sebuah konklusi yang sahih.
Namun para penyelidik tersebut mengarahkan satu hipotesa yang tidak mungkin terjadi, yaitu MH370 mengalami kerusakan mesin. “Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa pesawat mengalami kerusakan mesin yang akhirnya merubah arah penerbangan dari rencana yang diajukan sebelum mengudara,” tutur salah satu investigator. “Riwayat perawatan pesawat pun tidak mengindikasikan MH370 memiliki masalah yang berkontribusi dalam kasus hilangnya pesawat ini,” tandasnya.
Membaca dari laporan awal, para investigator lalu berspekulasi bahwa sistem dari pesawat MH370 ini telah dimanipulasi oleh pihak ketiga. “Kemungkinan intervensi oleh pihak ketiga tidak dapat dikecualikan,” terangnya.
Kepala investigator, Kok Soo Chon mengatakan bahwa dirinya berserta tim percaya kalau ada ‘aksi terselubung’ yang dilakukan oleh oknum dalam penerbangan tersebut, dengan cara mengubah rute penerbangan dan mematikan sistem komunikasi. “Semuanya dilakukan secara manual dan sengaja, tapi kami tidak berpikiran bahwa hal tersebut dilakukan oleh sang pilot,” ujanrnya.
Baca Juga: 11 Kasus Misterius Dalam Dunia Penerbangan
Empat tahun telah berlalu, dengan area pencarian lebih dari 12.000 kilometer persegi hanya menghasilkan 27 puing yang diduga berasal dari MH370. Apakah benar MH370 dibajak? Namun oleh siapa pesawat itu dibajak? Satu yang hampir dapat dipastikan adalah, pesawat ini jatuh di Samudera Hindia karena kehabisan bahan bakar. Lalu kalau begitu, mengapa bangkainya hingga saat ini tidak diketemukan?
Saat ini negara-negara di Eropa, tengah mengalami kenaikan suhu yang drastis dan Swiss menjadi salah satu negara yang terkena dampak suhu panas tersebut. Dikarenakan Swiss memiliki jalur kereta api yang cukup luas, suhu panas yang luar biasa ini bisa diprediksi dapat mengakibatkan masalah pada perjalanan kereta api.
Baca juga: Diterjang Gelombang Panas Ekstrem, Korea Selatan Turunkan Laju Kecepatan Kereta
Hal ini kemudian membuat The Rhaetian Railwayexternal link di kanton Swiss Graubuenden melakukan uji teknik yang biasa digunakan Italia untuk melawan efek distorsi panas pada logam. KabarPenumpang.com melansir dari laman swissinfo.ch (28/7/2018), diketahui The Rhaetian Railwayexternal link mengecat warna putih pada jalur rel kereta saat negara Alpen itu mengalami suhu yang sangat panas.
Tujuan utamanya adalah untuk menjaga logam jalur kereta api dari deformasi atau tertekuk dalam dan mempengaruhi seluruh negara di salah satu dari sepuluh hari di bulan Juli terpanas sejak dicatat oleh Badan Meteorologi Swiss, MeteoSwiss. Lapisan cat putih ini sendiri sedang diuji pada lintasan 300 meter di Graubuenden antara Kulbis dan Fideris.
Cat tersebut pertama kali diaplikasikan pada Juni kemarin dan kini waktu yang tepat untuk meninjau efeknya saat musim panas yang memiliki suhu tertinggi. Dari hasil uji coba ini, Yvonn Dunser juru bicara Rhaetian Railway mengatakan, ternyata suhu pada lintasan kereta berkurang sebanyak tujuh derajat setelah perawatan. Kemudian hasilnya juga akan dinilai ketika saat suhu tidak terlalu panas.
Sebuah studi oleh Institut Teknologi Federal Swiss ETH Zurich menunjukkan bahwa cat putih memiliki dampak positif pada sinar matahari yang kuat. Para peneliti kemudian beralih ke Rhaetian Railway sebagai subjek tes praktis.
Baca juga: Benarkah Swiss Adalah Negara Terindah di Dunia?
Jika jalur kereta api rusak lebih dari 50 mm, maka tidak bisa digunakan untuk dilalui kereta api. Selama musim panas 2015 lalu, suhu panas mempengaruhi jalur kereta api Rhaetian dan terlihat sangat parah sehingga semua kereta harus berhenti sementara antara desa Arosa dan ibu kota Graubunden di Chur.
Ini membuat para penumpang harus berpindah menggunakan bus untuk melanjutkan perjalanan mereka. Diketahui, mengecat jalur rel kereta menjadi warna putih untuk melawan efek panas, telah menjadi hal yang umum selama beberapa tahun terakhir di Italia.
Dalam era digital, banyak bandara di dunia yang memudahkan serta memanjakan penumpangnya dengan hotel kapsul di terminal. Salah satunya yang baru akan memulai adalah Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Dimana PT Angkasa Pura II pada 10 Agustus 2018 akan mulai mengoperasikan Digital Airport Hotel di Terminal 3 Bandara Soetta.
Baca juga: Ada Peluang, Penyedia Layanan Kapsul Tidur Rajai Pasar Bandara Internasional
Digital hotel ini akan berbentuk kapsul yang bertema tema space ship. Pembangunan hotel kapsul ini sendiri sudah dimulai sejak Maret 2018 kemarin dan diklaim akan menjadi yang pertama di bandara Indonesia. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, produsen hotel kapsul ini sendiri berasal dari Jepang yang bernama Capsule Indonesia. Kehadiran hotel kapsul ini diberitakan oleh AP II melalui aku Twitternya @AngkasaPura_2 pada 29 Juli 2018 kemarin.
“Pertama di bandara Indonesia, Digital Airport Hotel atau Hotel Kapsul bertemakan space ship. Tersedia sebanyak 120 kapsul dengan fasilitas yang akan memanjakan penumpang sambil menunggu waktu keberangkatan. Segera hadir di Terminal 3 @CGK_AP2,” tulis AP II yang dikutip KabarPenumpang.com, Rabu (1/8/2018).
Hotel kapsul tersebut sama dengan hotel-hotel kapsul lainnya dimana hanya mampu memuat satu orang di dalammya. AP II mengatakan, kehadiran hotel kapsul di Terminal 3 ini sendiri merupakan fasilitas berbayar.
Namun tarifnya saat ini belum ditentukan dan akan diinformasikan bersamaan dengan peresmian hotel kapsul tersebut pada 10 Agustus 2018 mendatang. Pada 120 kamar yang disiapkan akan ada dua tipe yakni kamar yang disewakan per tiga jam, per hari dan lainnya.
Baca juga: Hadirkan The Sleep ‘n Fly Lounge, Bandara Dubai Penuhi Kebutuhan Tidur Pelancong
Hotel kapsul itu akan berada di lantai 1 Terminal 3 Domestik Bandara Soetta. Sebenarnya sebelum di Indonesia, beberapa bandara di negara Eropa, Amerika, Asia maupun Timur Tengah memiliki hotel kapsul seperti ini. Biasanya penggunaan hotel kapsul yang disediakan bandara untuk membantu para pelancong yang terkena delay atau sebagai penumpang transit yang butuh beristirahat sebelum melanjutkan penerbangan mereka.
Hotel kapsul ini memiliki volume 2,3 meter kubik dan saat akan masuk ke dalam kapsul pengguna wajib memakai sensor kunci berupa kartu layaknya hotel berbintang lima. Kartu ini juga berfungsi untuk menyalakan listrik dalam kapsul.
Suhu panas ekstrem ternyata tak hanya melanda negara-negara di Benua Eropa, tetapi di belahan dunia lain, seperti Korea Selatan, kini juga tengah menghadapi terjangan gelombang panas. Selain membawa dampak bagi kesehatan manusia, gelombang panas juga membawa pengaruh langsung pada layanan transportasi, khususnya pada jaringan rel kereta.
Baca juga:Di Korea Selatan, Bangunkan Penumpang di KRL Bisa Dapat Kopi Gratis!KabarPenumpang.com melansir dari koreajoongangdaily.joins.com (31/7/2018), The Korea Railroad Corporation (Korail) harus menunda dua jadwal keberangkatan kereta KTX dari Seoul ke Busan pada pukul 08.05 pagi waktu setempat hari Senin (30/7/2018) kemarin setelah menemukan dampak gelombang panas yang meluas hinga dekat Stasiun Geumcheon-gu di Seoul Selatan. Adapun dua kereta lainya ditunda sekitar 10-30 menit dan pukul 09.30 pagi waktu setempat Korail mengumumkan bahwa semua kereta kembali berjalan normal.
Korail sendiri mengatakan, pihaknya mencurigai panas ekstrem membuat beberapa jalur rel memuai dan menjadi lebih lebar. Tetapi mereka masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mencari tahu apa yang terjadi. Selain itu, peringatan gelombang panas terus disiarkan sejak 11 Juli 2018 kemarin. Peringatan gelombang panas sendiri dikeluarkan setelah suhu diperkirakan melebihi 33 derajat Celcius selama dua hari lebih.
Kemudian peringatan gelombang panas juga dikeluarkan ketika suhu mencapai lebih 35 derajat Celcius selama lebih dari dua hari. Pada 23 Juli 2018, Korail sampai harus membatasi kecepatan kereta cepatnya di Gyeongbu High Speed Railway hingga 70 km per jam setelah mendapat konfirmasi jalur baja antara Stasiun Cheonan-Asan di Chungcheong Selatan dan Stasiun Osong di Chungcheong Utara terpapar gelombang panas hingga 61,4 derajat Celcius.
Korail sendiri memperlambat keretanya di jalur kereta cepat Gyeongbu hingga 230 km per jam pada 20 Juli. Menurut Korail, melambatnya kereta api hingga 70 km per jam pada 23 Juli adalah pertama kalinya bahwa perusahaan harus menerapkan peraturan itu.
Sekitar 16 kereta ditunda di jalur antara Stasiun Cheonan-Asan dan Stasiun Gwangmyeong di Gyeonggi pada Minggu malam selama sekitar satu jam setengah, setelah sistem komunikasi lokal gagal. Korail mengatakan secara tentativ menyimpulkan bahwa panas bukanlah penyebab kegagalan sistem.
Baca juga: Banyak Masinis Sakit dan Efek Gelombang Panas, Kereta Komuter Sydney Menghadapi Masalah
Panas yang tak henti-hentinya juga menyebabkan retaknya bagian jalan yang di aspal. Sebuah pipa air yang dipasang di sepanjang jembatan di Distrik Bundang, Gyeonggi, rusak Minggu malam. Pipa, dipasang di sepanjang jembatan dengan lebar 20 meter dan lebar 25 meter, pecah sekitar pukul 10.14 waktu setempat.
Pihak kepolisian mengatakan untungnya tidak ada korban cedera. Pipa itu diperbaiki tetapi jembatan telah ditutup sejak itu. Polisi mengatakan panas yang ekstrim mungkin menyebabkan pondasi patah di dalam aspal jembatan, yang mungkin telah retak pipa. Dan ketika pipa itu pecah, air yang keluar itu mungkin telah meretakkan permukaan jalan aspal lebih jauh, kata polisi. Pemerintah setempat memeriksa jembatan dan pipa pada Senin pagi.
Lebih baik menunggu daripada ketinggalan pesawat. Stigma inilah yang terus bermukim di benak para calon penumpang pesawat, bahkan hingga kini. Namun bagaimana nasibnya jika alur ceritanya kita ubah – dimana seorang calon penumpang sudah datang lebih awal dan penerbangannya ditunda beberapa jam karena ada masalah teknis, ditambah lagi itu merupakan penerbangan paling awal. Tentu saja rasa kantuk yang menggelayuti mata enggan pergi hingga ia dapat beristirahat sebentar.
Baca Juga: Mau Tidur Nyenyak dalam Penerbangan? Ini Dia Tips dari Awak Kabin!
Tidur di bandara lalu muncul menjadi opsi yang tidak bisa dielakkan oleh para penumpang malang ini. Pertanyaanya adalah, amankah jika Anda tidur di bandara? Sebenarnya jawabannya aman-aman saja, selama Anda mengikuti beberapa tips yang KabarPenumpang.com sarikan dari laman wikihow.com ini.
Gunakan Headset
Mengingat di hampir sudut bandara merupakan tempat yang relatif bising, ada baiknya Anda menggunakan headset dan memutar lagu kesenangan Anda. Dengan begitu, Anda diharapkan dapat segera terlelap dan beristirahat sejenak sebelum Anda tinggal landas.
Tutupi Mata
Hampir sama seperti poin pertama, namun ini diperuntukkan indera penglihatan Anda. Jika kondisi sekeliling terang benderang, kebanyakan dari Anda akan sulit untuk tidur, bukan?
Pasang Alarm
Sudah jelas, tujuan dari poin yang berikut ini adalah untuk mencegah Anda tidur terlalu pulas yang dikhawatirkan akan membatalkan penerbangan Anda. Semisal Anda merasa sangat lelah, ada baiknya Anda memasang beberapa alarm sekaligus dalam jeda waktu yang singkat – semisal 5 menit sekali.
Jangan Terlalu Jauh dari Gerbang Keberangkatan
Dikhawatirkan Anda yang tertidur pulas tidak memiliki waktu untuk berbegas menuju gerbang keberangkatan semisal Anda tidur terlalu jauh dari gerbang tersebut. Berabe, bukan?
Baca Juga: Anda Malu Ngorok di Angkutan Umum? Begini Cara Mengatasinya!Gunakan Jaket Sebagai Alas
Selain jaket, Anda juga bisa menggunakan syal, atau pakaian lain sebagai alas tidur Anda. Kendati tempat Anda tidur sudah dilapisi dengan karpet, namun hal ini ada baiknya tetap dilakukan karena kita tidak tahu tingkat kebersihan dari tempat tersebut.
Gunakan Lounge
Jika Anda memiliki budget lebih, ada baiknya Anda untuk menyewa lounge. Dengan begitu, Anda tidak perlu khawatir akan keselamatan barang bawaan Anda dan ketinggalan penerbangan. Kendati keselamatan barang bawaan terjamin, bukan berarti Anda bisa seenaknya meninggalkannya begitu saja.
Ada kalanya Anda harus bepergian sendiri menggunakan pesawat, sedikit berbeda dengan penerbangan dengan keluarga. Ada beberapa hal yang bisa Anda pertimbangkan dalam perjalanan sendiri. Kami merangkumnya dari wikihow.com berbagai cara menikmati penerbangan tanpa keluarga.
Baca juga: Dollar Naik Lantas Takut Traveling ke Luar Negeri? Baca Dulu Tips Ini!1. Cari tiket murah
Pilih terlebih dahulu pesawat apa yang akan digunakan untuk pergi ketujuan. Kemudian buka situs web milik maskapai tersebut atau hubungi pemasaran pemesanan tiketnya. Biasanya dengan mencari di situs web pun Anda bisa mendapatkan tarif termurah dan bila memilih penerbangan dengan kelas ekonomi baiknya pada pertengahan minggu jangan akhir pekan. Faktanya berlibur sendirian dengan menggunakan pesawat akan menghemat biaya tiket.
2. Penerbangan sepi
Tidak suka kebisingan atau suara anak-anak dalam pesawat? pilih waktu yang tepat dimana anak-anak jarang atau mungkin tidak di ajak orang tua dan keluarga mereka bepergian. Anda bisa memilih penerbangan seperti pertengahan minggi yakni hari Selasa atau Rabu.
Pemilihan jam keberangkatan baiknya tidak memilih siang tetapi pilih pagi (penerbangan pertama), sore dan malam hari. Jangan pernah memilih waktu penerbangan saat liburan sekolah, ini bukan membuat Anda nyaman, tetapi justru banyak anak-anak yang pergi liburan bersama orang tua mereka. Jika maskapai penerbangan menawarkan kelas bisnis dan harga tidak jauh berbeda dengan kelas ekonomi, Anda bisa memilihnya dengan mengeluarkan sedikit tambahan biaya untuk kenyamanan dengan penumpang dewasa lain.
3. Barang bawaan
Saat bepergian sendiri, barang bawaan akan semakin sedikit. Mungkin Anda hanya akan membawa satu buah ransel dan satu tas sandang. Ransel dan tas sandang Anda bahkan tak perlu masuk dalam bagasi kargo dan bisa di bawa dalam kompartemen di kabin atau di letakkan di bawah kursi.
Baca juga: 13 Tips Perjalanan Luar Negeri dengan Ransel4. Siapkan keperluan bila perjalanan panjang
Meski bepergian sendiri, Anda tetap harus mengemasi barang bawaan pribadi untuk digunakan selama penerbangan. Apalagi jika perjalanan Anda jauh yang memakan waktu lebih dari 2-4 jam. Beberapa perangkat elektronik seperti iPod dan ponsel untuk mendengarkan musik, bermain game atau lainnya. Laptop juga bisa dibawa untuk membantu Anda bila ada pekerjaan yang belum terselelasikan dan bisa dikerjakan selama penerbangan.
Buku bacaan atau majalah, bila Anda tidak begitu menyukai musik, buku atau majalah bisa menggantikannya. Menambah wawasan selama perjalanan dengan membaca buku juga menjadi satu hal baik yang bisa dilakukan.
5. Jelajahi tempat baru
Pergi sendiri ke satu tempat, Anda tidak perlu pusing mencari pilihan destinasi. Karena saat sendiri bisa membuat Anda menemukan tempat-tempat baru tanpa harus digerecoki keluarga atau anak-anak yang dibawa bepergian karena kelelahan atau hal lainnya.
Selain tengah disibukkan dengan urusan Hyperloop, dewasa ini Elon Musk cs. pun tengah menindaklanjuti sistem transit yang kelak akan menghubungkan Bandara Internasional O’Hare dengan pusat kota Chicago. Melalui perusahaannya, The Boring Company (TBC), Entrepreneur kelas kakap ini mengatakan bahwa semisal proyek ini rampung, maka sistem transit ini akan menjadi sarana transportasi yang menggunakan teknologi “Loop” pertama di dunia.
Baca Juga: Genjot Proyek Kereta Bawah Tanah Menuju Bandara, Pemerintah Chicago Percayakan Kapabilitas The Boring Company
Sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap sejumlah pemangku kepentingan terkait dan masyarakat, TBC baru-baru ini merilis sebuah gambar yang kelak akan menjadi titik peluncuran (gantry) dari sistem transportasi yang, “mampu mengangkut 8 hingga 16 penumpang atau satu kendaraan penumpang,” tutur salah seorang juru bicara dari TBC, dikutip KabarPenumpang.com dari laman electrek.co (5/7/2018).
Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, jaringan transportasi karya Elon Musk ini rencananya akan menggunakan sebuah papan luncur elektrik yang akan mengular di bawah tanah. “Loop adalah sistem transportasi publik yang beroperasi di bawah tanah dan dapat menempuh kecepatan hingga 125 – 150 mil per jam (202 – 242 km per jam). Loop sendiri akan menggunakan papan luncur elektrik sebagai armadanya,” tulis TBC dalam laman resminya.
Ketika di awal memenangkan kontrak untuk membangun sistem transit dari pemerintah setempat, ada banyak pertanyaan yang timbul, seperti “apakah moda ini nantinya akan berjalan di atas rel atau menggunakan teknologi yang mirip dengan Hyperloop, yaitu menggunakan tabung kedap udara dan memaksimalkan daya levitasi magnetik,”
Namun dengan dirilisnya foto gantry tersebut, maka pertanyaan demi pertanyaan pun perlahan terjawab. Dengan eksistensi dudukan rel pada tengah infrastruktur tersebut, maka sudah jelas jika jaringan transportasi ini nantinya akan berjalan di atas rel. Seorang narasumber dari TBC mengatakan bahwa foto tersebut diambil ketika kerangka infrastuktur ini masih berada di Hawthorne, California – markas dari TBC. “Namun sesegera mungkin akan dikirimkan ke Chicago,” tambahnya.
Baca Juga: Bukan Sekedar Wacana, Elon Musk Unggah Foto Terowongan Transportasi LA ke Jejaring Sosial
Pada kesempatan terpisah, Elon Musk mengatakan bahwa estimasi pembangunan dari sistem transportasi baru di Chicago ini akan memakan waktu 18 hingga 24 bulan. “Kami tengah menunggu persetujuan dari sejumlah otoritas terkait guna mendapat ijin pengeboran, kira-kira akan diputuskan dalam waktu 3 sampai 4 bulan ke depan,” tutur Elon dalam sebuah konferensi pers. “Untuk waktu pembangunan sendiri bisa aja lebih cepat atau lebih lambat dari perkiraan tersebut, namun tidak akan lebih dari 3 tahun pembangunan.” tutupnya.
Semisal ditinjau lebih jauh soal kehadiran sarana transportasi ini, nampaknya Elon Musk sadar betul bahwa jalanan di atas tanah sudah tidak bisa lagi diandalkan untuk menampung sarana transportasi baru. Tentu saja karena masalah kemacetan yang sudah tidak bisa ditolerir lagi dan akan menimbulkan kekacauan semisal pihaknya tetap bersikeras untuk membangun sarana transportasi di atas tanah.
Lalu bagaimana dengan jalur udara? Nampaknya Elon Musk tidak akan menempuh jalur ini karena dirinya sudah kadung di cap sebagai “Bapak Transportasi Modern”. Belum lagi soal regulasi yang juga ‘semerawut’ semisal dirinya ingin menghadirkan moda udara.
Jalur kereta api dari Yogyakarta ke Magelang yang sebelumnya hanya wacana akan di aktifkan kembali, kini akan direalisasikan dalam waktu dekat. Nantinya jalur yang dibangun ini akan melalui wilayah Borobudur, sehingga akses menuju ke Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur lebih mudah.
Baca juga: Pembangunan (Kembali) Jalur KA Yogyakarta – Magelang, Hidupkan Nostalgia Era 70-an
“Betul adanya rencana itu (reaktivasi jalur kereta api Yogyakarta-Magelang (Borobudur) akan segera dilaksanakan oleh DJKA (Dirjen Perkeretaapian),” yang diutip KabarPenumpang.com dari tribunjogja.com (31/7/2018).
Untuk menandai rencana reaktivasi jalur kereta api Yogyakarta-Magelang ini, DJKA (Dirjen Perkeretaapian) memasang patok di Kabupaten Magelang salah satunya di Kecamatan Secang. Patok ini sendiri dipasang sekitar 800 meter dari jalur kereta api yang lama tepatnya di sekitar perempatan Secang antara Jalan Raya Secang dan Jalan Alternatif Secang-Pucang.
Pematokan ini sendiri merupakan pekerjaan dari Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api DJKA yang tengah melakukan Studi Kelayakan (FS) dan Survey Investigasi Desain. Adanya studi kelayakan ini sendiri untuk melihat kelayakan dari jalur kereta yang sudah ada maupun jalur baru yang akan dibangun.
“Pematokan itu adalah bagian dari pekerjaan Studi Kelayakan (FS) dan Survey Investigasi Desain (SID) jalur KA menuju KSPN Borobudur. Sebagian jalur memang jalur baru, juga jalur lama,” kata Eko.
Namun Eko mengatakan, pihaknya belum tahu secara pasti dimana saja wilayah yang akan dilalui terkait jalur baru untuk jalur kereta api Yogyakarta-Magelang. Dia menambahkan terkait pembebasan lahan juga merupakan kewenangan DJKA pusat.
Baca juga: Jejak Sejarah Stasiun Muntilan, Kini Berubah Jadi Terminal Bus Prajitno
Eko sendiri mengatakan, rencana reaktivasi jalur kereta api Yogyakarta-Magelang ini memang sudah digaungkan cukup lama, tetapi baru tahun ini mulai direalisasikan.
Tujuan dari reaktivasi jalur kereta tersebut untuk menunjang KSPN Borobudur.
“Iya, memang salah satu tujuannya untuk giat wisata Borobudur. Jalur kereta api itu akan melalui Borobudur juga dan mempermudah akses wisatawan menuju ke sana,” ujarnya.
Sebelumnya diketahui, reaktivasi ini sempat hanya menjadi wacana. Hal ini dikarenakan jalur lama tidak memungkinkan untuk di reaktivasi karena sudah terbangun perumahan dan menjadi jalan raya yang dilalui kendaraan lainnya.
Menghabiskan waktu liburan di sebuah kondominium nyaman nan mewah atau menyewa sebuah van hanya untuk berburu ombak di tepi laut dan petualangan lain yang tidak terlupakan, nampaknya menjadi dua opsi yang sulit untuk ditolak. Kalau sudah begitu, mengapa Anda tidak melakukan keduanya secara bersamaan? Dengan sentuhan kreatifitas dan teknologi, menggabungkan kedua rencana liburan yang sempura tersebut kini bukanlah hanya sebatas angan-angan.
Baca Juga: Nyeleneh, Orang-Orang ini Sulap Kendaraan Jadi Kolam Renang!
Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com, The Truck Surf Hotel, merupakan jawaban atas pertanyaan di atas. Berdiri di atas sasis truk Mercedes Actros, ide gila pembangunan ‘hotel berjalan’ ini diawali oleh sepasang Portugis bernama Eduardo Ribeiro dan Daniela Carneiro yang gemar bertualang menggunakan van. Tidak hanya sekedar bertualang, Eduardo dan Daniela pun diketahui gemar berselancar, belajar tentang kebudayaan baru, hingga membuat jaringan pertemanan baru.
Merasa sayang jika ‘kegilaan’ tersebut hanya dilakukan berdua saja, duo Portugis ini akhirnya memutuskan untuk merombak lantas menyewakan van yang sudah menemani perjalanan mereka dari Eropa hingga Afrika dalam sebuah tur mandiri ini. Dengan begitu, secara tidak langsung mereka mengajak orang-orang untuk menikmati sensasi bertualang dan bermalam di sebuah van yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa – tidak lupa untuk membuat sebuah jaringan pertemanan baru.
Eduardo dan Daniela juga sengaja membumbui van mereka dengan sharing concept, sehingga setiap orang yang turut dalam perjalanan The Truck Surf Hotel ini bisa ‘terjebak’ di dalam sebuah kondisi dimana mereka harus bersosialisasi satu sama lain, walaupun sebelumnya mereka semua tidak saling kenal. Sebut saja ruang tidur, dapur, kamar mandi, hingga ruang tengah didesain sedemikian rupa untuk mengakrabkan setiap penggunanya.
Interior The Truck Surf Hotel. Sumber: newatlas.com
Berbicara soal interior, The Truck Surf Hotel ini sendiri mengusung tema berselancar yang cukup kental dan berpadu dengan kearifan lokal – tembok kayu, mural bernuansa bahari, dan eksistensi dari banyak jendela. Bagi Anda yang tidak bisa hidup tanpa internet, tidak perlu khawatir, karena The Truck Surf Hotel pun menyediakan layanan internet onboard.
Baca Juga: Mercedes Benz Sprinter Vansports Camper, Van Lengkap Dengan Ruang yang Besar
Bagaimana, apakah Anda siap untuk memulai petualangan bersama The Truck Surf Hotel? Pastikan Anda memiliki kocek yang cukup karena pasangan ini mematok Surfing Packages dengan harga sekitar US$600 atau berkisar Rp8,7 juta per single-bed untuk durasi perjalanan satu minggu penuh. Paket tersebut sudah termasuk full time staff assistance, penyewaan papan seluncur dan wetsuit, pelatihan berseluncur, dan tur di kota setempat. Pokoknya lengkap dan bakalan jadi pengalaman liburan tak terlupakan deh!