Demi melakukan peremajaan terhadap sejumlah armadanya yang sudah ‘berumur’, Singapore’s Land Transport Authority (LTA) telah menandatangani kontrak kerja sama dengan salah satu perusahaan penyedia armada kereta api kenamaan, Bombardier. Di sini, Singapore’s LTA berminat untuk mendatangkan 11 rangkaian kereta MRT anyar yang masing-masing mampu menarik enam gerbong.
Baca Juga: LTA Singapura Tambah 17 Rangkaian Metro MRT Untuk North East Line dan Circle Line
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman railway-technology.com (26/7/2018), armada baru ini nantinya akan menggantikan peran dari armada generasi pertama yang beroperasi di North-South and East-West Lines (NSEWL). Sebagai bocoran, kereta-kereta baru ini akan dirancang di Jerman dan dirakit di Changchun, salah satu fasilitas milik Bombardier yang ada di Cina. Ke-66 kereta ini pun diharapkan rampung dan dapat dikirim sebelum akhir tahun 2021 mendatang.
“Nantinya kereta akan melewati serangkaian uji coba sebelum akhirnya masuk ke dalam pelayanan komersial,” tutur wakil kepala eksekutif LTA Infrastructure and Development, Chua Chong Kheng. “Jaringan perkeretaapian yang sukses dan dan tahan lama sangat bergantung pada logistik dan dukungan teknis yang efisien, terjamin, dan juga dapat digunakan dalam jangka panjang. Di sini kami melihat rekam jejak dari Bombardier yang berpengalaman di bidangnya,” imbuhnya.
Adapun nilai kontrak yang terjalin diantara kedua belah pihak adalah sebesar US$800 juta atau yang setara dengan Rp11,5 triliun. “Dengan nilai tersebut, kami harap pihak Bombardier mampu melakukan revitalisasi jalur tertua yang kami miliki dan meningkatkan keandalan serta kemampuan dari jaringan perkeretaapian Singapura,” tutur Mr. Chua.
Adapun empat dari 11 rangkaian kereta anyar ini akan disematkan sistem Automatic Track Inspection (ATI), dimana pemasangannya memungkinkan operator memantau kereta tersebut secara real-time, memantau kelengkapan lintasan dan armada itu sendiri selama beroperasi.
Baca Juga: Singapura Uji Coba Sistem Blind Spot Pada 20 Bus
Tidak hanya sebatas menyediakan armada, namun isi dalam perjanjian kontrak antara Singapore LTA dan Bombardier juga mencakup dukungan layanan untuk armada baru ini selama 30 tahun mendatang.
Sebagai informasi tambahan, pihak Bombardier dan Singapore LTA ini sendiri telah menjalin kerja sama selama kurang lebih 30 tahun lamanya. Paling baru, pihak Singapura mendatangkan sejumlah armada nirawak baru yang nantinya akan ditempatkan di Downtown Line.
Keolis Commuter Services yang bermitra dengan Otoritas Transportasi Teluk Massachusetts (MBTA) merancang, membangun dan menguji laboratorium simulator kereta api komuter baru dan simulator kereta kontrol di Somerville, Massachusetts. Laboratorium ini sendiri dirancang untuk memberikan pelatihan lanjutan pada para teknisi.
Baca juga: Indonesian Train Simulator, Rasakan Sensasi Menjadi Masinis Kereta Indonesia
Dilansir KabarPenumpang.com dari globalrailwayreview.com (24/7/2018), dalam laboratorium ini terdiri dari ruang kelas, simulator kereta kontrol dan simulator lokomotif yang dibangun dari kabin kereta HSP46.
“Simulator mobil dan lokomotif baru kami adalah alat canggih yang akan membantu kami lebih meningkatkan pelatihan insinyur dan kinerja kereta komuter. Di lab baru ini, kita dapat menciptakan situasi yang realistis di jalur kereta api yang kita inginkan agar para insinyur kami saat ini dan baru mengalami. Ini membantu tim kami lebih siap untuk mengoperasikan kereta api komuter dan menanggapi tantangan dengan lebih cepat dan efektif,” kata avid Scorey, General Manager dan CEO, Keolis.
Dia mengatakan, ini juga tergantung pada arah perjalanan para teknisi mengoperasikan kereta api komuter baik dari lokomotif maupun kereta kontrol yang menjadi kereta terakhir pada rangkaian. Saat ini teknisi sudah berlatih di dalam lab dan 12 orang diantaranya akan menyelesaikan program resmi pertama menggunakan simulator pada 19 Agustus 2018 mendatang.
Tak hanya itu, selama beberapa bulan kedepan semua teknisi baru dan yang sudah, akan berpartisipasi pada pelatihan serupa dalam simulator.
“Investasi seperti ini menunjukkan komitmen tanpa akhir kami untuk meningkatkan budaya keselamatan kami. Merangkul teknologi seperti lab simulator baru ini membantu kami untuk menciptakan kembali situasi di bawah kondisi seperti kehidupan dan akan membantu membawa modul pelatihan kami ke tingkat berikutnya,” ujar Luis Manuel Ramirez, Manajer Umum MBTA.
Terletak di kantor MBTA dan Keolis di Somerville, Massachusetts, simulator tersebut menciptakan kembali profil infrastruktur trek, platform, stasiun dan bangunan di sepanjang jaringan. Getaran kursi, suara dan pengalaman visual 360 derajat menciptakan lingkungan pelatihan yang realistis.
Kontrol dan fitur di dalam simulator lokomotif dan simulator mobil kontrol sesuai dengan apa yang ada di kereta nyata. Instruktur dapat menyesuaikan lingkungan untuk setiap saat sepanjang hari, yang mencerminkan cahaya nyata atau eksposur gelap dan menerapkan berbagai kondisi cuaca, seperti hujan, salju dan musim gugur ketika daun dan puing-puing menciptakan kondisi rel yang licin.
Baca juga: Depo KRL Terbesar di Asia Tenggara, Ternyata Ada di Depok
Sebelumnya, insinyur akan berlatih dalam kondisi ini hanya ketika cuaca diizinkan. Sekarang, dengan lab baru ini, para insinyur dapat berlatih dalam segala kondisi cuaca setiap saat sepanjang tahun.
Sebagai bagian dari program baru ini, para insinyur akan menghabiskan 40 jam atau lebih di simulator, serta melanjutkan pelatihan langsung dengan seorang supervisor. Desain, konstruksi dan pengujian simulator lokomotif dan kontrol kereta membutuhkan waktu beberapa tahun untuk diselesaikan.
Menelisik hiruk pikuk perkeretaapian di kota Gudeg ternyata ada satu stasiun bernama Kalasan. Stasiun ini terletak di Jalan Raya Yogya-Solo di Km 13 Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Lantas apa yang khas dari Stasiun Kalasan?
Baca juga: Stasiun Sruweng, Ternyata Punya Musik Berbeda dari Stasiun Lainnya Loh!
Stasiun ini dulunya aktif dan sebagai pemberhentian kereta Prambanan Ekspres atau Prameks tujuan Kutoarjo-Solo. Sayangnya pada 2007 lalu, stasiun ini dinonaktifkan karena kurang efisien serta posisinya yang berdekatan dengan Stasiun Maguwo dan Brambanan.
Penonaktifan Stasiun Kalasan juga dikarenakan aktifnya jalur ganda Kutoarjo-Solo. Awal penonaktifannya, stasiun ini masih bersih dan rapi, bahkan terlihat seperti stasiun yang masih aktif beroperasi.
Namun tahun 2016 stasiun ini mulai tak terawat, apalagi setelah tidak adanya petugas maupun warga yang menjaganya. Meski masih berdiri hingga kini, Stasiun Kalasan terlihat memprihatikan dan terkesan kumuh.
Bagian Stasiun Kalasan, Yogyakarta (Wikipedia)
Meski begitu stasiun yang berada di Timur Yogyakarta ini masih sering dikunjungi warga hanya untuk berfoto atau untuk menikmati pemandangan kereta yang melintas di sore hari. Dulunya stasiun buatan Belanda ini memiliki enam jalur dengan formasi dua jalur lurus, tiga jalur berhenti dan satu jalur gudang dengan tanda spoor badug tepat disebelah PPKA.
Stasiun ini pun pernah terbakar tahun 2008, yang terjadi karena ketidaksengajaaan penjaga stasiun yang bernama Mbah Bejo (Alm). Kebakaran tersebut membuat dokumen zaman PJKA dan dokumen lain serta Gapeka (Grafik Perjalanan Kereta Api) yang terpasang di dalam ruangan hangus.
Dari kebakaran ini, Anda masih bisa menemukan satu seragam komplit di ruang kepala stasiun utuh dengan topi. Sayang pintu ruang kepala stasiun, loket dan gudang terkunci semenjak Mbah Bejo meninggal.
Baca juga: Meme Nama Stasiun Ini Bisa Bikin Anda Tertawa dan Baper Lho
Stasiun Kalasan berada di ketinggian +126 meter diatas permukaan laut yang merupakan bangunan peninggalan masa Hindia Belanda. Bangunan stasiun sendiri diperkirakan bersamaan dengan pembangunan jalur rel kereta api Solobalapan-Yogyakarta yang dikerjakan oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatscahppij (NIS) pada tahun 1872 sebagai lanjutan dari proyek jalur Semarang-Vorstenlanden.
Awalnya stasiun ini cukup sederhana dan setelah diambil alih oleh Staatsspoorwegen (SS), Stasiun Kalasan direnovasi dan bentuk bangunannya masih bertahan hingga kini. Sebelum non aktif, stasiun ini pernah beberapa kali mengalami renovasi dimana terlihat lantai yang sudah menggunakan keramik putih.
Penerbangan dengan Spirit Airlines terpaksa melakukan pendaratan darurat setelah beberapa penumpang mengeluh ada rasa terbakar di tenggorokan dan sakit di dada. Tak hanya itu, tercium juga bau mirip dengan kaus kaki kotor.
Baca juga: Mesin Meledak di Ketinggian 11.000 Meter, Southwest Airlines Mendarat Darurat di PhiladelphiaKabarPenumpang.com melansir dari laman businessinsider.sg (27/7/2018), penerbangan tersebut berangkat dari Bandara LaGuardia di New York dengan tujuan ke Fort Lauderdale di Florida. Sayangnya karena bau mirip kaus kaki kotor tersebut penerbangan itu harus dialihkan ke Myrtle Beach di South Carolina pada Kamis (26/7/2018) malam.
Keputusan pendaratan darurat diambil kru pesawat Spirit Airlines dengan nomor penerbangan 779 saat bau sudah tersebar dalam kabin. Dari pendaratan darurat tersebut 220 penumpang harus diturunkan dari pesawat dan tujuh sampai sepuluh orang dilarikan kerumah sakit untuk mendapat perawatan medis dengan salah seorang penumpang wanita ditemukan tidak sadarkan diri.
Dalam penyelidikan awal, pihak berwengan menganggap bau dan rasa sakit yang dialami penumpang terkait dengan beberapa jenis bahan kimia di pesawat. Namun, sayangnya tidak ada hal yang tak wajar ditemukan dalam kabin.
“Laporan kami mengungkapkan bahwa beberapa orang penumpang di pesawat terpapar zat yang tidak diketahui. Pesawat telah dikosongkan dan kami mengisolasinya serta mencoba untuk berhubungan dengan petugas kebakaran di bandara,” ujar seorang petugas dari Myrtle Beach Fire Rescue.
Lt. Christian Sliker, dari Dinas Pemadam Kebakaran Myrtle Beach mengatakan, setelah pemantauan secara spesifik dan awak hazmat masuk kedalam pesawat tidak ada zat yang ditemukan. Selain itu pesawatnya pun bersih secara keseluruhan.
Baca juga: Seorang Pria Oleskan Tinja di Dua Toilet, United Airlines Terpaksa Mendarat Darurat
Kemudian atas insiden ini, semua penumpang dialihkan ke pesawat berbeda yang sudah disiapkan maskapai Spirit Airlines dan meninggalkan Bandara Myrtle Beach pada Jumat (27/7/2018) pukul 03.30 pagi waktu setempat dan mendarat dengan selamat di Fort Lauderdale pukul 04.45 pagi waktu setempat.
Kejadian ini juga membuat pihak maskapai terus menyelidiki penyebab bau tersebut dan hingga kini belum jelas apakah bau tersebut benar-benar dari kaus kaki kotor seorang penumpang atau bukan. Bahkan pihak Spirit juga mempertimbangkan adanya beberapa penumpang yang seenaknya melepas sepatu dan kaus kaki dalam pesawat sehingga tak heran dugaan itu patut dicurigai sebagai penyebab pendaratan darurat pesawat tersebut.
Sebentar lagi, kita akan menyambut era dimana sejumlah moda transportasi akan menjadikan udara sebagai area mobilitasnya. Tidak hanya pesawat yang sebentar lagi akan menghiasi angkasa, melainkan mobil pun akan menjadi bagian dari moda udara. Seperti yang baru saja dideklarasikan oleh Israel Urban Aeronautics (UA), dimana perusahaan ini tengah masuk ke fase pengembangan skala penuh mobil terbang andalannya, CityHawk Vertical Take-Off Landing (VTOL).
Baca Juga: Cormorant, Satu-Satunya Unmanned Aerial Vehichle yang Diakui NATO
CityHawk VTOL sendiri merupakan mobil terbang bertenaga hibrida pertama yang dikemudikan oleh manusia, dimana moda futuristik ini mampu menembus kecepatan 170 mph atau yang setara dengan 273,6 km per jam. Dilengkapi dengan enam kursi penumpang, moda ini sendiri – menurut perusahaan – akan dikonversikan menjadi moda berbahan bakar hidrogen selepas tahun 2022 mendatang.
Alih-alih menggunakan sayap untuk mengudara, CityHawk VTOL ini sedikit berbeda dengan kebanyakan moda udara konvensional tersebut. Mengandalkan sepasang baling-baling raksasa yang terletak pada bagian depan dan belakang moda sebagai instrumen penggeraknya, dimana itu akan disokong oleh sepasang turboshaft engine berkekuatan 1.000 HorsePower.
Sumber: newatlas.com
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (24/7/2018), penggunaan sepasang turboshaft itu sendiri akan terkoneksi dengan generator elektrik yang akan mengisi baterai untuk menyalakan twin thruster props – yang memungkinkan CityHawk VTOL untuk bergerak maju. Terhitung hingga berita ini diturunkan, Israel UA telah melakukan lebih dari 250 uji coba penerbangan.
Adapun desain unik yang terdapat pada CityHawk VTOL ditujukan untuk menyesuaikan moda tersebut dengan regulasi Federal Aviation Administration (FAA) – dimana CityHawk VTOL masuk ke dalam golongan twin-engine helicopter. Untuk masalah polusi suara, Israel UA mengklaim bahwa mahakaryanya ini tidak menghasilkan suara bising dan akan tertutup oleh kebisingan yang terjadi di jalanan.
Tahun 2022 menjadi tenggat waktu terakhir bagi perusahaan untuk menyempurnakan CityHawk VTOL – sebelum akhirnya disertifikasi dan diubah menjadi moda bertenaga hidrogen. Dengan begitu, moda ini akan menjadi lebih ramah lingkungan.
Sama seperti beberapa mobil terbang lainnya, CityHawk VTOL pun akan dilengkapi dengan parasut balistik yang ditujukan sebagai instrumen keselamatan – semisal moda ini dilanda situasi darurat seperti mati mesin dan lain-lain. Namun sejumlah kalangan meragukan kehadiran dari parasut ini, pasalnya parasut membutuhkan waktu untuk sepenuhnya mengembang dan dapat menahan laju jatuh dari CityHawk VTOL.
Baca Juga: BlackFly, Moda VTOL Personal dengan Fleksibilitas Tinggi
Apa jadinya semisal parasut baru mengembang pada ketinggian 20 kaki di atas permukaan tanah? Nampaknya itu tidak berpengaruh banyak pada keselamatan penumpang yang ada di dalamnya, bukan? Ada baiknya kita nantikan saja perkembangan selanjutnya dari moda futuristik ini!
Seorang pria paruh baya asal Singapura terpaksa mendekam di balik jeruji besi setelah dirinya melakuan aksi anarkis di dekat Stasiun MRT Ang Mo Kio pada Minggu (22/7/2018) kemarin. Kejadian yang terjadi pada sore hari ini mengakibatkan si korban mengalami luka cukup serius pada bagian kepalanya dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Baca Juga: Gas Freon di MRT Singapura Bocor, Gangguan Kesehatan Mengintai Penumpang
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, pria yang disinyalir berusia 64 tahun ini memukul seorang wanita dengan menggunakan palu tanpa sebab yang jelas. Setelah memukul korban yang berusia10 tahun lebih muda darinya, pria ini langsung melarikan diri dari TKP untuk menghindari amukan warga.
Beruntung, si wanita yang menjadi korban penganiayaan ini masih sadar ketika dirinya dilarikan ke Rumah Sakit Tan Tock Seng, Singapura. Ia menderita luka yang pada bagian kepalanya langung mendapatkan pengangan medis. Pihak kepolisian di Singapura langsung menindaklanjuti kasus ini dan mulai melacak keberadaan dari si pelaku pemukulan dengan menggunakan palu ini.
Setelah mengumpulkan sejumlah informasi dari berbagai saksi mata, petugas kepolisian divisi Ang Mo Kio berhasil menemukan si pria. Ia ditemukan di sebuah kedai kopi di Ang Mo Kio Avenue 8 tidak lama setelah kejadian pemukulan itu berlangsung. Ketika digelandang pihak kepolisian, dirinya tengah dalam keadaan mabuk.
Baca Juga: Penumpang Menurun, MRT Singapura Merugi Hampir Rp1 Miliar di Q1 2018
Darinya, polisi berhasil mengumpulkan sejumlah barang bukti, seperti sebuah tas selempang dan sebuah palu yang diduga digunakan pelaku untuk menyerang wanita yang tidak bersalah tersebut. Kuat dugaan, motif dibalik penyerangan ini adalah karena si pria berada di bawah kendali minuman beralkohol.
Semisal terbukti bersalah di meja persidangan, ia akan dijerat pasal berlapis dengan hukuman maksimal tujuh tahun penjara, atau dikenakan denda. Selain itu, opsi hukuman cambuk dan kombinasi dari ketiga hukuman tersebut pun siap dilimpahkan kepada penghuni kursi panas persidangan.
Menjelang pengoperasiannya yang dimajukan jadi bulan Maret 2019 mendatang, PT MRT Jakarta (PT MRTJ) masih punya sejumlah kendala yang harus sesegera mungkin diselesaikan sebelum melakukan debut perdananya. Dalam acara Forus Jurnalis dan Blogger yang digelar pada Kamis (26/7/2018), Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta, Agung Wicaksono menyampaikan bahwa hingga saat ini PT MRTJ masih membutuhkan sejumlah tenaga baru yang akan ditempatkan di bagian pengoperasian dan pemeliharaan.
Baca Juga: Jelang Asian Games 2018, PT MRT Jakarta Siap ‘Pulihkan’ Kondisi Sudirman-Thamrin
“Kita butuh total 640 orang, dan saat ini kita sudah punya 405 orang. Jadi masih butuh kurang lebih 235 orang lagi,” tutur Agung di hadapan sejumlah awak media. “MRT Jakarta butuh Avengers. Super power yang punya kekuatan berbeda beda untuk melayani. Jadi butuh latar belakang untuk yang punya jiwa pelayanan,” tandasnya.
Pada kesempatan yang sama pula, Direktur Utama PT MRTJ, William Sabandar mengatakan bahwa sebentar lagi mereka akan kedatangan empat rangkaian kereta yang masuk ke dalam daftar belanja perusahaan ke Nippon Sharyo, Jepang. “Dalam periode 14 – 25 Agustus mendatang, kami bernecana untuk melanjutkan pengiriman kereta sebanyak empat rangkaian yang jika ditotal berjumlah 24 gerbong,” ungkap William pada kesempatanyang sama.
Mengambil skema yang sama dengan pengiriman dua train set beberapa waktu yang lalu, rencananya empat train set tersebut akan tiba di Pelabuhan Tanjung Priok pada 19 Agustus 2018. “Dikirim dari Jepang mulai tanggal 31 Juli,” sambung William. Ia pun memproyeksikan pengiriman kereta dari Pelabuhan Tanjung Priok berlangsung selama kurang lebih dua minggu.
“Agar tidak mengganggu lalu lintas, kami akan melakukan pengiriman mulai pukul 22.00 dengan menggunakan trailer / cometo 12 gandar, sama seperti pengiriman train set sebelumnya,” terangnya. Jika tidak ada aral melintang, sejumlah train set ini akan tiba di Depo Lebak Bulus pada pukul 04.00.
Baca Juga: Tiga Tes Siap Dilakukan Pada Dua Rangkaian Kereta MRT Jakarta
Alih-alih menggunakan jalan arteri, pihak MRTJ lebih memilih untuk sedikit memutar dan menggunakan jalan tol. Adapun rute yang akan dilewati oleh trailer pengangkut kereta ini adalah Jl. R. E. Martadinata – Tol Ancol Barat – Jakarta Inner Ring Road – Tol Prof. Dr. Sedyatmo – W1 Outer Ring Road – W2 Outer Ring Road – Tol Pondok Pinang – Jl. R. A. Kartini – Depo Lebak Bulus.
Adapun sejumlah otoritas yang turun langsung dalam melancarkan pengiriman train set MRT Jakarta adalah PT Jasa Marga, PT Citra Marga Nusapala Persada, PT Jakarta Lingkar Baratsatu, dan PT Marga Lingkar Jakarta.
Terkenal sebagai binatang yang sangat lucu dan menggemaskan, siapa sangka seekor kelinci yang lucu dapat menuai teror di sebuah bandara? Ya, sejumlah petugas keamanan dan pengunjung di Bandara Adelaide, Australia sempat dibuat ketar-ketir karena binatang imut ini. Pada 27 Juni 2018 kemarin, sejumlah pihak keamanan bandara dan tim penjinakan bom berusaha untuk mencari tahu isi dari tas tak bertuan yang tertinggal di dalam toilet wanita. Mereka mengkhawatirkan isinya adalah bom.
Baca Juga: Bawa Benih Lobster, Penumpang Lion Air Terancam Pidana 10 Tahun!
Diwartakan KabarPenumpang.com dari laman foxnews.com (29/6/2018), sejumlah petugas yang berpakaian lengkap tersebut tidak menduga bahwa isi di dalam tas tersebut hanyalah seekor kelinci jantan berbulu coklat. Mereka mengasumsikan bahwa binatang tersebut tertinggal oleh si empunya.
“Dalam setiap kasus, kami selalu menindaklanjutinya dengan sangat serius. Namun siapa sangka yang kami temukan ternyata sebuah kelinci berjenis Dwarf,” tutur Komandan Brett McCann, salah satu petugas yang turun langsung menangani kasus dugaan bom ini. “Jelas hal ini sangat tidak biasa,” tandasnya.
Setelah memastikan semuanya aman terkendali, para petugas keamanan tersebut lalu memakaikan kelinci tersebut sebuah tali berwarna merah dan segera menghubungi pihak Royal Society for the Prevention of Cruelty to Animals (RSPCA), dengan maksud agar binatang bertelinga panjang tersebut mendapatkan perlakuan yang layak.
“Ini merupakan kali pertama dalam 26 tahun pengabdian saya terhadap RSPCA, menerima sebuah kelinci Dwarf yang awalnya disangka sebuah bom,” tutur Nalika Van Loenen. “Dari penampilannya, terlihat jelas bahwa kelinci jantan muda ini sangat terawat dan sangat jinak,” tandasnya.
Setelah drama penggeledahan tas yang diduga bom tersebut berakhir, “Para petugas keamanan lalu menempatkan kelinci ini di dalam sebuah kardus dan memberikannya beberapa buah wortel yang mereka dapat dari Subway (sebuah restoran cepat saji) sembari menunggu saya datang,” terang Nalika.
Baca Juga: Ada Ular di Penerbangan Rute Alaska!
Di bawah perawatan pihak RSPCA untuk sementara waktu, si kelinci mendapatkan perlakuan yang layak sembari para petugas berusaha untuk mencari tahu asal muasal dari binatang yang menjadi dasar dari karakter kartun Bugs Bunny ini.
“Don’t worry, be hoppy! Kelinci ini aman di RSPCA South Australia. Kami akan mencari tahu siapa orangyang telah menelantarkan binatang ini di Adelaide Airport,” tulis salah seorang petugas kepolisian di laman media sosial Facebook, Australian Federal Police. Sejak postingan ini diunggah pada 28 Juni kemarin, sudah lebih dari 7.500 pengguna Facebook yang menyukai dan lebih dari 1.600 kali dibagikan. Semoga kelinci ini bisa kembali ke tangan pemiliknya, ya!
Idenya relatif sederhana, tapi India menghadirkan terobosan baru di stasiunnya dengan menggunakan sampah botol plastik untuk mempercantik stasiunnya. Salah satunya adalah Stasiun Ludhiana yang menjadi stasiun kereta api pertama di India yang menghadirkan tanaman vertikal.
Baca juga: Lukisan Dinding Ramaikan 100 Stasiun di IndiaKabarPenumpang.com melansir dari laman timesofindia.indiatimes.com (25/7/2018), adanya inisiatif untuk tanaman vertikal tersebut merupakan pikiran bersama dari departemen Pajak Pendapatan, Ludhiana dan divisi Ferozepur Perkeretaapian India. Pada tahap awal proyek tersebut akan hadir lebih dari dua ribu limbah botol plastik yang akan di isi dengan berbagai varietas tanaman.
Tanaman-tanaman ini di tempatkan pada dinding platform nomor 1 Stasiun Ludhiana. Uniknya, semua botol berisikan tanaman tersebut terhubung dengan sistem irigasi tetes yang canggih dimana mengeluarkan jumlah air sesuai dengan yang di butuhkan botol tersebut melaui pengaturan waktu.
Menurut otoritas kereta api India, pemasangan taman vertikal ini mengurangi jumlah masyarakat yang meludahkan masala dan gutkha di dinding platform. Kepala komisi pajak pendapatan Binay K Jha mengatakan, tanaman vertikal yang terpasang di stasiun kereta api merupakan proyek yang istimewa bagi pihaknya.
“Pada tahun lalu persis di kesempatan Hari Pajak Penghasilan 2017, kami telah meluncurkan kampanye plastik hijau dari kantor kami di Rishi Nagar dengan memulai pekerjaan membuat kebun vertikal pertama yang menggunakan botol plastik bekas. Sekarang stasiun kereta api Ludhiana telah menjadi stasiun kereta api pertama di negara ini yang mendapatkan tanaman vertikan tersebut,” ujar Jha.
Sedangkan manajer divisi kereta api Ferozepur Vivek Kumar mengatakan, ini merupakan proyek luar biasa dan pihaknya berterima kasih atas saran dan upaya kepada pejabat teknologi informatika untuk mendapatkan tanaman ini.
“Kami juga akan mereplikasi proyek ini di stasiun dan situs lain untuk menyebarkan tanaman hijau sejauh mungkin,” ujar Kumar.
Baca juga: Hadapi Musim Kemarau, Stasiun di India Gunakan Kondensasi Untuk Pasokan Air
Di bawah inisiatif plastik hijau, sejauh ini 2,50 lakh botol plastik limbah telah digunakan untuk menanam sejumlah tanaman yang sama di berbagai bagian Punjab. Beberapa landmark utama di mana proyek telah dimulai termasuk kantor departemen IT di Rishi Nagar, gurdwara terbesar Ludhiana, Sri Dukh Niwaran Sahib, dan ratusan sekolah pemerintah dan swasta di kota.
Departemen IT juga menandai layanan e-rickshaw gratis pada hari Selasa untuk memperingati Hari Pajak Penghasilan. Layanan ini akan mengirimkan penilai pajak penghasilan dari Sekretariat Sipil ke kantor Rishi Nagar.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah perkeretaapian India, operator Indian Railways akan memberdayakan tenaga surya untuk menyuplai tenaga kepada sejumlah peralatan elektrik yang ada pada rangkaian kereta. Evolusi penggunaan tenaga ini sendiri dikembangkan oleh India Railway Organization for Alternate Fuels (IROAF), yang terlebih dahulu sukses memasangkan panel surya di DEMU Train beberapa waktu yang lalu.
Baca Juga: Indian Railways Hadirkan Gerbong Kereta Pintar dengan ‘Kotak Hitam’
“Setelah pemasangan panel surya di DEMU Train dirasa berhasil, maka kami rasa penggunaan tenaga sejenis pun dapat diberlakukan dijalur utama kereta api yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh para penumpang,” ujar salah satu juru bicara perkeretaapian India, dikutip KabarPenumpang.com dari laman moneycontrol.com (24/7/2018). Setelah itu, Dewan Perkeretaapian India pun telah memberikan instruksi kepada IROAF untuk memasangkan sejumlah panel surya di atas atap kereta.
“Member Rolling Stock (MRS)/Railway telah mengarahkan IROAF untuk memasangkan panel surya di atas empat kereta penumpang yang kerap kali mengalami kendala kehabisan daya listrik karena berjalan terlalu lambat,” tandasnya. Sebagai contoh, salah satu kereta yang telah disematkan teknologi panel surya ini adalah kereta penumpang yang beroperasi di Sitapur – Delhi Riwari.
Dilihat dari bentuk fisiknya, panel surya yang kebanyakan dibuat oleh CEL Ltd. ini memiliki bobot yang tergolong ringan dan mudah untuk dipasang. Tidak hanya itu, tiap rangkaian yang dipasangi panel surya ini juga akan dilengkapi dengan sensor yang akan memonitor energi yang dihasilkan. Diharapkan, setiap rangkaian yang dipasangi panel surya dengan berat total 120 kg ini dapat menghasilkan sekitar daya 15-20kWh per hari.
Baca Juga: Indian Railways Gunakan WhatsApp Untuk Pemberitahuan Pada Penumpang
“IROAF berencana untuk memasangkan panel surya pada 250 rangkaian DEMU Train dan kereta penumpang konvensional. Dimana tenaga yang dihasilkan oleh panel surya tersebut akan dikonversikan untuk menghidupkan sistem pendingin ruangan, pencahayaan, dan stasiun pengisian daya yang terletak pada setiap bangku penumpang,” ujar juru bicara perkeretaapian.
Seperti yang sudah disinggung di atas, IROAF juga akan mengambilalih pemasangan panel surya fleksibel di tiga kereta penumpang yang kerap kali mengalami kendala dalam hal pengisian daya listrik akibat kereta yang berjalan terlalu lambat.