Cegah Deportasi Warga Afghanistan, Aktivis Muda Swedia Pasang Aksi ‘Berdiri’ di Kabin Pesawat
Seorang mahasiswi terus berdiri di dalam pesawat ketika akan lepas landas demi menunda seorang pria asal Afghanistan yang akan dideportasi. Padahal dalam prosedur pesawat yang akan lepas landas semua penumpang harus duduk dan mengenakan sabuk pengaman mereka.
Baca juga: Dapat Tindakan Diskriminasi, Penumpang AS Keturunan India Laporkan Aeroflot
Dilansir KabarPenumpang.com dari abc.net.au (25/7/2018), perempuan muda tersebut bernama Elin Ersson yang merupakan aktivis muda asal Swedia. Elin bertahan dengan berdiri di pesawat agar tidak lepas landas dengan alasan pesawat tersebut membawa pria Afghanistan berusia 52 tahun yang akan dideportasi ke Kabul dari Gothenborg.
Pesawat tersebut dijadwalkan akan terbang dari Gothenborg menuju Istanbul, Turki dan pria itu akan dipindahkan ke pesawat lain dengan tujuan Afghanistan. Saat itu, semua orang telah duduk dan bersiap untuk menikmati perjalanan mereka, tetapi tidak dengan Elin.
Dia kemudian mengambil ponselnya dan memulai siaran langsung di akun Facebook. Dalam bahasa Inggris, Elin menjelaskan pria tersebut akan dideportasi ke Afghanistan. “Dimana dia kemungkinan besar akan terbunuh,” sebut Elin.
Karena keributan yang dibuatnya, awak kabin lantas memerintahkan Elin untuk duduk, bahkan ada penumpang lain yang marah dan memintanya duduk. Awak kabin lainnya meminta dia untuk mematikan ponsel dan kembali ke kursi.
Elin tetap menolak untuk duduk dan bersikeras dirinya tidak melakukan hal yang ilegal dan mengatakan akan mengikuti semua instruksi setelah pria itu diturunkan dari pesawat. Dalam video yang ditayangkanya, terlihat juga seorang penumpang mencela dan berusaha mengambil ponsel milik Elin.
Penumpang itu mengatakan kalau Elin menakuti penumpang lain dan beberapa lainnya ikut memprotes aksinya tersebut. Kemudian Elin diberitahukan pria itu akan diturunkan dari pesawat dan dirinya sendiri akan diserahkan kepada keamanan bandara.
Baca juga: Tersandung Masalah Diplomatik, Pria Rusia Ini ‘Terjebak’ di Bandara Soetta Selama 3 Minggu!
Sebelum naik ke pesawat, Elin Ersson dan sekelompok aktivis sudah menggelar aksi memrotes kebijakan deportasi Swedia. Video yang ditayangkan Elin sudah di-klik lebih dari 11 juta kali setelah di posting sejak 23 Juli 2018 kemarin dan banyak yang menyambut keberanian sipilnya.
Tapi ada juga yang mengkritik dan menyebut Elin egois karena memaksakan keputusan sendiri tentang kebijakan deportasi Swedia. Polisi Swedia mengatakan bahwa penumpang yang menolak mematuhi perintah pilot ketika berada di pesawat dapat terkena denda atau bahkan sanksi tahanan hingga enam bulan penjara. Pihak berwenang juga mengatakan, pria Afghanistan itu sekarang ditahan dan tetap akan dideportasi, meskipun tidak mengatakan kapan.
15 Agustus 2018, MRT Jakarta Resmi Luncurkan Maskot
Sebuah maskot biasanya digunakan sebagai simbol suatu perhelatan besar atau tempat rekreasi. Ini agar orang-orang mudah mengingat kejadian atau tempat-tempat rekseasi tersebut. Maskot juga dianggap membawa keberuntungan dan berbentuk seseorang, binatang atau objek lainnya.
Baca juga: Listrik Telah Tersambung, MRT Jakarta Siap Uji Coba Wahana
Tak mau kalah, KabarPenumpang.com mengabarkan, bahwa PT MRT Jakarta juga memiliki sebuah maskot yang akan diluncurkan pada 15 Agustus 2018 mendatang. Maskot ini bernama “Marti” yang diambil dari M(M) R(AR) T(TI). Marti sendiri menggambarkan anak kekinian berusia sepuluh tahun dan lahir pada tanggal 17 Juni 2018.
Marti merepresentasikan dan memiliki bentuk karakter yang sama dengan kereta MRT Jakarta. Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, Marti digambaran sebagai anak-anak yang memiliki rasa ingin tahu namun selalu berhati-hati dan membuat orang-orang sekelilingnya merasa aman serta nyaman.
Bentuk dasar Marti sendiri merupakan tampak depan rolling stok dengan gaya dasar komikal dan memiliki tekstur tubuh solid. Desain Marti di konsep dan pembuatan detailnya dari tim Business Development MRT Jakarta.
“Pada saat ini Marti masih menggunakan helm karena MRT Jakarta sendiri masih dalam tahap konstruksi. Setelah konstruksi selesai, akan diganti desain helmnya,” ujar William.
Marti sendiri akan dihadirkan di berbagai media sosialisasi, kampanye bahkan lingkup bisnis, mechandising dan yang berpotensial lainnya. Bisa dikatakan Marti akan hadir dimana adanya persinggungan masyarakat dan konsumen.
Baca juga: Canangkan Integrasi dengan Jasa Transportasi Online, MRT Jakarta Bangun Aplikasi Sendiri
Ternyata, sebelum Marti hadir, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) yang mengoperasikan layanan kereta listrik (KRL) juga memiliki maskot bernama Karel pada 2017 lalu. Maskot ini di desain oleh tim internal KCI dengan kepala dan wajahnya terinspirasi dari bentuk depan KRL.
Menggunakan pakaian merah kombinasi abu-abu dengan logo KCJ di dada sebelah kirinya. Adanya logo KCJ karena saat diluncurkan masih bernama PT Kereta Commuter Jakarta (KCJ). Karel sendiri sudah diciptakan sejak 2015 lalu dan baru diluncurkan pada 5 Mei 2017.
Duh! Seorang Penumpang Kereta di India (Kembali) Terseret Rangkaian Kereta
Hati-hati dalam berpakaian ketika pergi menggunakan sarana transportasi umum. Khususnya bagi kaum hawa, himbauan ini bukan hanya semata-mata untuk menghindari Anda dari aksi pelecehan yang belakangan ini kerap menghiasi headline beberapa pemberitaan dunia, namun juga demi keselamatan Anda. Di India, seorang wanita terseret kereta sejauh beberapa meter karena kain Saree yang ia kenakan menyangkut di handle pintu kereta.
Baca Juga: Datang Terlambat di Stasiun, Pria Asal India ini Terseret Kereta Sejauh 50 Meter!
Tentu Anda semua masih ingat dengan pemberitaan seorang pria yang terseret kereta karena tangannya menyangkut di handle pintu, bukan? Nah, cerita tentang wanita ini sedikit berbeda dengan pria malang tersebut. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman dailymail.co.uk (25/7/2018), sebuah kamera CCTV yang terpasang di Stasiun Kanjurmarg, Maharashtra, India merekam seorang wanita berbaju pink yang baru turun dari kereta.
https://www.youtube.com/watch?v=n1Je-ngGrUY
Tanpa sadar, kain Saree yang dikenakan wanita tersebut nampak tersangkut di handle pintu kereta. Sialnya, tak lama setelah wanita ini turun, kereta tersebut kembali melanjutkan perjalanan. Alhasil, mimpi buruk di dunia perkeretaapian India pun kembali terulang – wanita ini pun terseret rangkaian kereta. Di hadapan sejumlah calon penumpang lain, wanita ini berjibaku untuk melepaskan kain tersebut, namun usahanya sia-sia.
Tampak seorang petugas keamanan berusaha membantu si wanita untuk melepaskan kain yang membelit dirinya dan handle pintu kereta tersebut, namun kembali ia kembali gagal. Si petugas keamanan malah tersungkur di peron. Kejadian ini sontak mengundang perhatian dari banyak orang, termasuk mereka yang berada di dalam rangkaian kereta ini.
Baca Juga: Penumpang Ini Sama-Sama Terjepit Pintu Kereta, Namun Beda “Penderitaan”
Beruntung, tak lama setelah si polisi ini tersungkur jatuh, wanita yang tidak diketahui namanya ini berhasil lepas dari belitan kain Saree yang ia kenakan. Dengan kondisi lemas, ia dibawa ke tempat yang lebih aman oleh sejumlah penumpang yang berada di dekat si wanita. Khawatir ada luka pada bagian dalam, wanita ini pun dilarikan ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan perawatan medis lanjutan.
Kabar terakhir menyebutkan, wanita ini berada dalam kondisi stabil dan tidak ditemukan cidera yang serius. Duh, ada-ada saja ya!
Punya Pesona Sejarah, Lion Air Buka Penerbangan ke Zhengzhou dari Bali dan Manado
Apa sih yang sebenarnya menarik sampai Zhengzhou harus disambangi oleh para pelancong? Ternyata sebagai ibu kota Provinsi Henan, Zhengzou sendiri merupakan kota yang juga menjadi jantung kereta api modern. Kota ini sendiri memiliki keunikan dimana banyak tujuan wisata yang bisa dikunjungi dari sejarah, pertanian, perkebunan dan lainnya.
Baca juga: Garuda Indonesia Resmikan Penerbangan Denpasar ke Xi’an dan Zhengzhou
Karena hal tersebut, maskapai Lion Air member Lion Air Group meluncurkan penerbangan perdana carter yang sekaligus menghubungkan dua destinasi dalam negeri yakni Bali dan Sulawasi Utara (Sulut) menuju ke Zhengzhou. Adanya dua layanan penerbangan dari Manado dan Denpasar ini diharapkan memudahkan perjalanan pelancong antarnegara dan mampu mendorong pertumbuhan perdagangan, pasar pariwisata logistik, industri dan lainnya.
Dari keterangan tertulis yang diterima KabarPenumpang.com pada (25/7/2018), pelancong akan terbang langsung selama 6 jam 40 menit dari Denpasar ke Zhengzhou dan waktu tempuh enam jam dari Manado menuju Zhengzhou. Untuk melayani penerbangan ini, Lion Air menggunakan pesawat Boeing 737 MAX 8, Boeing 737-800NG dan 737-900ER.
Dalam seminggu penerbangan dari Bali-Zhengzhou PP akan ada dua kali yakni Senin dan Selasa dengan waktu keberangkatan dari Denpasar pukul 16.10 WITA dan tiba di Zhengzhou pukul 23.00 waktu setempat dan dari Zhengzhou pukul 23.55 waktu setempat serta tiba di Bali pukul 06.45 WITA. Sedangkan dari Manado-Zhengzhou akan dilayanai empat kali dalam seminggu yakni Senin, Selasa, Kamis dan Sabtu dengan waktu penerbangan pukul 17.35 WITA dan tiba di Zhengzhou pukul 23.00 waktu setempat serta dari Zhengzou pukul 23.55 dan tiba di Manado pukul 05.20 WITA.
Kehadiran rute baru tujuan Zhengzhou kini menambah kota tujuan internasional Lion Air dari Bali setelah Wuhan Tianhe, Guangzhou Baiyun, Jinan Yaoqiang, Shanghai Pudong, Chongqing Jiangbe, Changsha Huanghua, Hangzhou Xiaoshan, Chengdu Shuangliu dan Nanchang Changbei. Untuk jaringan dari Manado menyusul kesuksesan destinasi yang sudah terbangi yaitu Changsha Huanghua, Shanghai Pudong, Guangzhou Baiyun, Shenzhen Bao’an dan Changzhou Benniu.
Untuk pelancong dari Cina ke Bali sendiri dari data Mei 2018 sebanyak 23,32 persen sedangkan pelancong Cina yang mengunjungi Sulut ada 8.753 orang atau 86,54 persen. Diketahui, Zhengzou sendiri merupakan kota bersejarah paling tersohor dengan kuil Shaolin yang dinobatkan sebagai warisan dunia UNESCO sekaligus tempat kelahiran Kung Fu Shaolin.
Baca juga: Ekspansi di 2018, Lion Air Group Ajukan Pembukaan 68 Rute Baru Domestik dan Internasional
Bila pelancong mengunjungi Zhengzhou bersama keluarga bisa mendatangi Century Amusement Park, Taman Burung Unta dan Renmin Park. Untuk wisata gunung, pelancong bisa menikmati alam dari Gunung Song.
Tak lupa ke pameran spesimen di Museum Xinzheng menawarkan sebuah kilasan luar biasa ke dunia sains. Tempat ini mampu mengemas sejarah yang biasanya kita anggap membosankan dalam bentuk pameran menarik yang justru akan membuat kita merasa senang untuk belajar.
Siap Hunting Tiket di Travel Fair? Simak Dulu 5 Tips Ampuh Berikut Ini!
Perhelatan travel fair memang kerap kali dijadikan ajang bagi sebagian orang untuk berburu tiket pesawat dengan harga miring. Tidak jarang juga ditemui sejumlah penawaran menarik yang menggoda ‘iman’ para pecinta jalan-jalan. Namun, KabarPenumpang.com punya beberapa tips bagi Anda yang gemar ‘absen’ ke ajang travel fair. Berikut adalah lima kiat yang kiranya bisa Anda terapkan sebelum hunting tiket murah, dihimpun dari berbagai sumber.
Baca Juga: Nah Ini! Trik Unik Buat Cari Tiket Pesawat Murah
Tentukan Destinasi
Semisal Anda berencana untuk mengunjungi travel fair dan mencari tiket murah, jangan asal pergi tanpa tahu Anda hendak pergi kemana – tentukan terlebih dahulu kemana Anda hendak jalan-jalan! Karena dengan begitu akan mempermudah Anda selama di sana.
Cari Perbandingan Harga
Karena tidak semua booth yang ada di travel fair menyajikan ‘harga promo’, ada baiknya Anda minimal mengetahui harga normal dari rute yang hendak Anda tuju. Jika Anda tidak tahu, bisa saja harga yang ditawarkan di online atau media sosial itu lebih murah ketimbang di travel fair, sayang kan?
Datang di Hari Pertama Paling Pagi
Ibarat sebuah toko yang hendak cuci gudang, pun sama dengan travel fair. Peluang Anda untuk mendapatkan beragam keuntungan terbuka lebih lebar. Sebut saja jumlah tiket yang masih tersedia banyak, tidak perlu mengantre panjang, dan setidaknya pulang bisa mengantongi tiket idaman! Terlebih travel fair diadakan ketika weekdays, tentu saja pengunjungnya tidak se-membludak ketika weekend. Menunggu dua hingga tiga jam untuk mendapatkan tiket idaman nampaknya tidak akan jadi masalah yang berarti.
Baca Juga: Selasa Sore! Waktu Paling Tepat untuk Berburu Tiket Pesawat Murah
Siapkan Jadwal Cuti
Satu lagi yang harus Anda pastikan sebelum berangkat menuju travel fair, jadwal cuti! Jangan sampai tiket yang sudah Anda dapatkan dengan susah payah harus hangus begitu saja karena Anda tidak memiliki jatah cuti yang tersisa.
Hindari Peak Season
Jika Anda ingin melancong dengan memaksimalkan budget yang ada, upayakan untuk menghindari peak season, seperti libur lebaran, libur sekolah, dan akhir tahun. Karena ketika peak season, harga tiket yang dijual juga tidak terlalu banyak mendapatkan potongan.
Bayi Ditemukan Tewas dalam Toilet Pesawat AirAsia, Perempuan 19 Tahun Jadi Tersangka
Seorang perempuan muda harus diamankan setelah jenazah bayi yang baru lahir ditemukan dalam toilet pesawat sebuah penerbangan. Bayi tersebut ditemukan tidak bernyawa dengan kertas toilet yang membungkus tubuh dan menyumbat mulutnya serta diduga lahir sebelum waktunya.
Baca juga: Pria Depresi Tewas di Bandara Turki Setelah Batal Pulang ke Inggris
KabarPenumpang.com melansir dari laman indiatoday.in (25/7/2018), bahwa jasad bayi tersebut ditemukan awak kabin penerbangan domestik AirAsia India sesaat akan mendarat di New Delhi, India pada Rabu kemarin waktu setempat. Pesawat tersebut diketahui berangkat dari Guwahati dalam penerbangan dari Imphal-Guwahati-New Delhi.
“Seorang dokter dari tim medis di Bandara Internasional New Delhi mengkonfirmasi bahwa bayi tersebut telah lahir di dalam pesawat,” ujar manajemen AirAsia India.
Dengan ditemukannya jasad bayi tersebut, pihak maskapai yang dibantu kepolisian Bandara New Delhi kemudian melakukan interogasi kepada semua penumpang perempuan dalam penerbangan itu. Hal ini dilakukan guna memastikan pelaku dan sebelum akhirnya ditahan serta diperiksa lebih lanjut.
Dari hasil identifikasi pihak kepolisian India, AirAsia India mengatakan seorang perempuan muda berusia 19 tahun akhirnya mengakui telah melahirkan bayi tersebut.
“Dia hanya mengatakan kepada kami bahwa dia adalah seorang atlet. Saat akan kami bawa ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan, perempuan muda tersebut menolak pemeriksaan medis dan juga tidak memberikan keterangan lebih detail terkait insiden itu,” ujar pejabat kepolisian India, Sanjay Bhatia.
Atas insiden tersebut, pihak kepolisian India melakukan upaya untuk menghubungi keluarga perempuan yang tak disebutkan namanya itu. Perempuan muda itu terancam hukuman penjara dua tahun dan denda atas masalah ini.
Baca juga: Pramugari Emirates Lompat dari Pesawat, Akhirnya Tewas Sehari Setelah Jalani Perawatan
Manajemen AirAsia juga telah melaporkan insiden tersebut kepada Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil India. “Kami akan membantu penyelidikan dan bekerja sama dengan aparat keamanan untuk mengungkap masalah ini”.
AirAsia India adalah maskapai berbiaya rendah atau LCC yang merupakan joint venture antara AirAsia Berhad asal Malaysia dan konglomerat India, Tata Sons.
Setahun Pasca Blokade Udara, Qatar Airways Alami Kerugian Finansial
Sejak pertengahan 2017, Qatar mendapat prahara dahsyat, lantaran negeri di jazirah Arab ini dikucilkan oleh negara-negara tetangganya, yakni Arab Saudi, Mesir, Bahrain, Yaman, dan Uni Emirat Arab. Konkritnya kesemua negara tersebut membatasi akses ruang udara (blokade) pada Qatar. Dan setahun berlalu, blokade udara belum juga dicabut kepada Qatar.
Baca juga: Qatar di Blokade Negara-Negara Teluk, Bagaimana Nasib Qatar Airways?
Atas tekanan yang sangat besar, dampaknya pun langsung dirasakan pada industri penerbangan, seperti pada Qatar Airways selama ini dikenal sebagai salah satu maskapai terbesar di dunia. Blokade regional ini membuat Qatar Airways tak bisa terbang di beberapa rute dan hal tersebut membuat maskapai ini harus berada di titik merah keuangannya.
“Ada kemungkinan bahwa kami akan mengunggah juga kerugian di tahun keuangan kami saat ini, tetapi itu hanya kemungkinan,” ujar Akbar al-Baker Chief Executive Qatar Airways yang dikutip KabarPenumpang.com dari reuters.com (16/7/2018).
Qatar Airways sendiri saat ini telah kehilangan akses di 18 kota di Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Mesir dan Bahrain pada pertengahan 2017 lalu. Keempat negara tersebut memutus hubungan setelah menuduh Qatar mendukung terorisme, meskipun Qatar telah membantahnya.
Pembatasan berarti perusahaan diatur untuk mengunggah apa yang dikatakan Akbar akan menjadi kerugian yang sangat besar untuk tahun keuangan yang berakhir Maret 2018 kemarin. Namun sayangnya hal tersebut belum dipublikasikan, Akbar mengatakan ini akan diumumkan dalam beberapa minggu mendatang.
Tetapi untuk tahun ini, dia mengatakan maskapai mungkin dapat mengurangi dampak dari blokade, yang termasuk larangan menggunakan wilayah udara di atas empat negara, yang berarti beberapa penerbangannya harus mengambil rute yang lebih lama. Meski terhalang pembatasan tapi Qatar Airwasy tak kehilangan akal dan mengimbanginya dengan memulai di 18 rute baru. Dengan ini juga bisa membuat investasi untuk meningkatkan hasil meski terkena pembatasan.
“Kami akan mencoba melakukan investasi yang akan memberi kami laba untuk mengurangi dampak negatif pada lini bawah perusahaan kami,” katanya.
Baca juga: Terlepas Soal Boikot, Qatar Masih Rajai Penerbangan Langsung Jarak Jauh di Dunia
Diketahui, Qatar Airways sudah menjadi investor di British Airways, pemilik IAG (ICAG.L), dengan memiliki sekitar 20 persen saham dan tahun lalu membeli saham di maskapai Italia, Meridiana. Akbar mengatakan tidak melihat situasi dengan blokade yang meningkat dalam waktu dekat. Dia juga menambahkan perusahaan penerbangan itu hanya dilindungi oleh bahan bakar dan mungkin perlu lebih berhati-hati di masa depan karena harga minyak naik.
“Saya prihatin dengan harga minyak. Untuk saat ini Qatar Airways cukup terlindung, yah kalau sudah tiba saya mungkin harus (hedge),” kata Akbar.
Scoot dan Otoritas Bandara Changi Selidiki Tindak Percaloan ‘Kelebihan Bagasi’
Praktik kecurangan di bandara terkait masalah kelebihan bagasi kembali mencuat. Dimana para calo menawarkan potongan harga lebih rendah dibanding semestinya. Ini membuat maskapai Scoot bersama otoritas keamanan Bandara Changi Singapura melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Baca juga: Tiga Inovasi ‘Otonom’ di Bandara Internasional Changi Tuai Banyak Pujian
Baru-baru ini seorang pria dengan destinasi Chennai, India mengaku didekati seorang calo. Sang calo mendekati kepada kedua orang temannya yang kelebihan bagasi saat berada di Terminal 2 Changi. Calo tersebut mengatakan namanya Raju dan bisa membantu kedua penumpang untuk mengatur kelebihan bagasi mereka.
Raju mengatakan akan mengenakan S$5 atau setara dengan 53 ribu per kg dan lebih rendah dari yang semestinya. Padahal maskapai berbiaya rendah Scoot mengenakan tarif S$20 atau Rp212 ribu per kg.
“Dia mengatakan dirinya hanya akan menerima S$1 atau Rp10 ribu per kg, sedangkan S$4 atau Rp42 ribu lainnya untuk petugas di konter 10,” ujar pria yang tak mau disebutkan namanya tersebut.
KabarPenumpang.com melansir dari laman tnp.sg (13/7/2018), saat mereka menuju konter 10 dan menyebutkan nama Raju, petugas check ini kemudian memasukkan barang mereka tanpa membebani keduanya. Mereka kemudian membayar Raju S$65 atau Rp690 ribu untuk kelebihan 13 kg.
Setelah diselidiki para calo ini ternyata bekerja dalam kelompok kecil. Ada sekitar selusin pria yang diyakini pekerja asing dan terlihat mendekati penumpang Scoot saat mengemasi barang bawaan mereka.
Dalam praktik percaloan ini, ketika penumpang menerima tawaran para calo, satu dari mereka akan menimbang bagasi dan mengetik sesuatu dalam ponsel pintarnya. Nantinya seorang pria lain akan membantu penumpang dalam pengecekan bagasi dan penumpang memberikan uang sesuai dengan jumlah kelebihan bagasi kepada pria itu.
Juru bicara Scoot mengatakan, maskapai mereka tengah menyelidiki klaim dengan mitra layanannya yang menangani layanan darat dan bagasi bersama Bandara Changi.
“Mitra layanan kami akan mengingatkan staf mereka tentang beratnya sanksi dari kegiatan percaloan ilegal ini. Scoot menerima pelanggaran ini dengan serius dan akan melakukan tindakan disiplin dan hukum yang diperlukan jika klaim itu benar,” ujar juru bicara Scoot.
Bahkan, pihak Bandara Changi mengatakan, tindakan percaloan tidak akan diampuni. Mereka juga mengatakan, akan mengeluaran Prohibition Order (PO) dan tindakan sipil diambil terhadap pelaku percaloan.
“Tahun lalu pihak Bandara Changi mengeluarkan dua orang dengan PO,” ujar Bandara Changi.
Gloria James, kepala pengacara litigasi Gloria James Civetta & Co, mengatakan bahwa mereka yang dikeluarkan dengan PO tidak akan diizinkan untuk melakukan tindakan tertentu sebagaimana ditentukan dalam PO untuk jangka waktu tertentu, yang dapat berkisar dari beberapa tahun hingga larangan seumur hidup. Pengacara kriminal Ravinderpal Singh dari Kalco Law mengatakan bahwa di bawah Undang-Undang Otoritas Penerbangan Sipil Singapura, orang-orang yang tertangkap di bandara bisa didenda hingga S$2 ribu atau Rp21 juta.
Pakar penerbangan, Gerry Soejatman, mengatakan bahwa kegiatan menjilat ini bukanlah hal baru. “Jenis operasi ini sudah ada sejak lama. Hal ini diketahui di industri bahwa staf check in telah melakukan ini dari waktu ke waktu”.
Kasus terakhir tentang bagasi yang dilaporkan di Bandara Changi adalah pada tahun 2011. Gerry mengatakan, ini mengejutkan dirinya bahwa media menangkap adanya tindak percaloan dan menimbulkan pertanyaan pada pengawasan dan kontrol internal perusahaan itu sendiri.
Baca juga: Pilah-Pilih Vendor, Bandara Internasional Changi Siap ‘Pekerjakan’ Facial Recognition
Tak hanya itu, ahli anti terorisme Ivor Terret mengatakan keberadaan operasi semacam itu di Bandara Changi mengkhawatirkan. Karyawan bandara yang bersedia membengkokkan aturan untuk keuntungan finansial juga rentan terhadap manipulasi oleh kelompok teroris.
“Ini bisa menimbulkan ancaman yang lebih besar daripada penipuan bagi penumpang untuk menghindari membayar tarif penuh untuk kelebihan bagasi. Staf bandara yang korup dengan akses ke bagasi penumpang dapat memungkinkan teroris untuk menanam alat peledak baik dalam struktur bandara dan pesawat penumpang,” ujar Terret.
Antisipasi Pelecehan Seksual, Pemerintah India Hadirkan Halte Khusus Wanita
Maraknya pelecehan yang marak terjadi pada wanita di sarana dan pra-sarana transportasi memaksa sejumlah operator memutar otak untuk mencari solusi terbaik dari masalah ini. Semisal Commuter Line Jabodetabek memiliki gerbong khusus wanita, maka berbeda dengan halte bus yang ada di India – tepatnya di Thiruvananthapuram. Selain dikhususkan untuk wanita, ternyata halte bus ini juga bisa dibilang cukup lengkap lho dari segi infrastrukturnya!
Baca Juga: Operator Kereta India Digitalisasikan Layanan Keluhan Penumpang
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman manoramaonline.com (20/7/2018), para kaum hawa yang singgah ke halte bus yang terletak di Kazhakkoottam junction ini dapat menggunakan toilet multifungsi yang juga berfungsi sebagai ruang menyusui.
Selain itu, instrumen lain seperti CCTV dan WiFi pun turut disematkan pada halte ini. Sementara halte khusus ini tidak bisa digunakan oleh kaum adam, otoritas terkait pun membangun halte khusus untuk laki-laki – jaraknya sekitar 20 meter dari halte khusus wanita dan hanya dilengkapi dengan tempat duduk saja.
“Kami akan membangun fasilitas serupa yang lebih banyak lagi di berbagai penjuru kota,” ungkap salah satu sumber dari otoritas berwenang tersebut. Sebenarnya, halte khusus wanita ini merupakan ‘peremajaan’ dari yang sebelumnya pernah ada. “Jadi kami ganti yang lama dengan yang baru, yang lebih modern, dan lebih aman. Letaknya sama persis dengan halte yang sebelumnya,” imbuhnya.
Menurut Mayor V K Prasanth, Walikota Thiruvananthapuram, ide pembangunan halte khusus wanita ini merupakan jawaban dari sejumlah keluhan yang bersumber dari media sosial. Banyak kaum hawa yang mengeluhkan soal minimnya fasilitas seperti ruang menyusui dan toilet khusus di pra-sarana transportasi. Padahal, lokasi tersebut bisa dibilang tidak pernah sepi setiap harinya.
Hadirnya halte khusus ini tentu menuai respon positif dari banyak orang di media sosial dan semakin menjamur pula permintaan pembangunan halte serupa – seperti di Technopark Campus dan daerah sekitarnya.
Baca Juga: Seorang Desainer Industri Rancang Halte Bus yang Dilengkapi Pengisian Daya EV Nirkabel!
Tidak melulu dikaitkan dengan tindak pemerkosaan atau tindakan yang berhubungan dengan fisik seorang wanita, tapi memperhatikan seorang wanita yang tengah menyusui anaknya pun termasuk ke dalam golongan pelecehan terhadap wanita.
Berbeda dengan Indonesia yang sudah menyediakan fasilitas khusus seperti ruang menyusui di sejumlah pra-sarana transportasi – sebut saja Stasiun Senayan MRT Jakarta yang kiranya bakal mulai beroperasi pada April 2019 mendatang.
