Disneyland Resort Line Hong Kong, Kereta Khusus dengan Nuansa Mickey Mouse

Sebagian besar pelancong yang bertandang ke Hong Kong menjadikan Disneyland Resort sebagai destinasi utama yang wajib dikunjungi. Meski harga tiket masuknya tak murah, bertandang ke Rumah Mickey Mouse ini adalah magnet tersendiri, terutama bagi pelancong yang membawa serta anak-anak. Dan di luar keunikan yang ditawarkan Disneyland Hong Kong, moda transportasi MTR (Mass Transit Railway) menuju Disneyland adalah ciri khas yang tak bisa dikesampingkan. Baca juga: Mau Melancong ke Hong Kong? Ada 8 Tips Penting untuk Pemula Bagi pelancong yang tak mengikuti grup travel, menuju Disney Resort dapat dilalui dengan taksi dan bus umum, dan MTR. Namun diantara ketiganya, MTR Disney Resort Line yang punya kesan tersendiri. Berbeda dengan MTR pada jaringan reguler (di Hong Kong disingkat MTR bukan seperti di Singapura MRT), MTR Disney dirancang dengan ornamen khas ikon-ikon Disney. Mulai dari eksterior rangkaian kereta seperti jendela khas Mickey, kemudian interior yang mencakup kursi dan pegangan tangan serta dinding juga kental dengan figur dan karakter Disney. Tak ayal banyak anak-anak yang senang menumpangi kereta ini. MTR Disney Resort adalah jarinan kereta metro pertama di dunia yang dirancang untuk Disneyland Park. MTR yang beroperasi di distrik Tsuen Wan ini hanya melayani dua pemberhentian, yakni antara Stasiun Disneyland dan Stasiun Sunny Bay, yang disebut terakhir adalah stasiun interchange yang menghubungkan antara Tung Chung line dengan Stasiun Tsing Yi dan Tung Chung. Dengan rolling stock jenis Metro Cammell EMU (DC), MTR Disney Resort sebenarnya hanya melayani rute pendek, diantara dua stasiun jaraknya hanya 3,8 kilometer. Dirunut dari sejarahnya, rute MTR Disney dibuka pada April 2005, sementara Disnyeland Resort resmi dibuka pada 1 Agustus 2005. MTR unik ini melayani penumpang dari Stasiun Sunny Bay mulai pukul 06.15 sampai pukul 00.45. Jangan takut tidak dapat kereta karena jarak ke Disneyland hanya sekitar 6 menit perjalanan, sehingga kereta dalam sehari melayani penumpang pergi pulang berkali-kali. Karena merupakan rute khusus, maka jam-jam sibuk MTR ini dapat ditakar, yakni pada pagi hari mulai pukul 08.00 – 10.00 dan malam hari mulai pukul 21.00 – 23.00, menyesuaikan dengan momen pembukaan Disneyland Resort dan malam hari begitu selesainya pertunjukan kembang api yang menutup rangkaian pertunjukan. Baca juga: Ponsel Keluarkan Asap, 80 Penumpang MTR Hong Kong Terpaksa di Evakuasi Tiket regular dibandrol MTR 7.5 Dolar HK untuk dewasa dan 6.7 Dolar HK jika menggunakan Octopus Card (kartu terusan yang lebih murah ketimbang kartu regular). Ongkos penumpang anak – anak 3.5 Dolar HK untuk regular (sekali pakai) atau 3.4 Dolar HK dengan menggunakan octopus Card. Orang lanjut usia 3.5 Dolar HK atau 2 Dolar HK dengan menggunakan Octopus card.

KA Wijayakusuma, September Mendatang Punya Rute Baru Cilacap-Banyuwangi

Kereta api Wijayakusuma yang sebelumnya merupakan KA jarak pendek, September 2018 mendatang relasinya akan di perpajang. Hal ini tertuang dalam perka (Peraturan Kepala) yang baru dimana KA kelas premiun itu tak lagi melayani relasi Cilacap-Yogyakarta-Solo tetapi diperpanjang dari Cilacap menuju ke Banyuwangi di Jawa Timur. Baca juga: KA Ekonomi Premium “Wijayakusuma,” Dilengkapi Gerbong Untuk Difabel Rencana ini diungkapkan oleh Vice President Passenger Marketing PT KAI Raden Agus Dwinanto. Dia mengatakan, hal tersebut dilakukan untuk ekspansi market dengan eskalasi pelayanan yang lebih luas sehingga KAI memperpanjang rute KA Wijayakusuma. Bahkan Raden mengatakan, langkah ini diambil juga tak lepas sejak pengoperasiannya pada September 2017 lalu yang tidak banyak peminat. “Operasional KA Wijayakusuma kan 4 trip per hari, dan dari jumlah tersebut ada beberapa trip yang tingkat isian penumpangnya masih di bawah 50 persen. Kami tidak melikuidasi KA Wijayakusuma sebagai angkutan penghubung Jateng barat bagian selatan ke Yogyakarta dan Solo dan sebaliknya,” ujar Raden. Meski begitu Raden mengatakan, pihakya akan tetap menggunakan nama Wijayakusuma pada kereta tersebut dan ada kemungkinan digantikan dengan nama lainnya. KabarPenumpang.com merangkum, KA Wijayakusuma sendiri hadir pada HUT PT KAI ke-72 tepatnya 28 September 2017. KA ini merupakan kereta ekspres kelas ekonomi AC Premium. KA Wijayakusuma sendiri lebih populer dengan mana Wius dan Wikus Premium yang beroperasinya bersamaan dengan pembukaan Stasiun Cilacap. Kereta Wikus ini sendiri berhenti dibeberapa stasiun yakni Cilacap, Maos, Kroya, Gombong, Kebumen, Kutoarjo, Wates, Yogyakarta, Lempuyangan, Klaten, Purwosari dan Solo Balapan. Baca juga: Tentang Kursi di Kereta Ekonomi Premium, Respon Admin Twitter PT KAI Menuai Polemik Awalnya tiket kereta Wijayakusuma sendiri dari Cilacap-Kroya Rp20 ribu, Cilacap-Yogyakarta Rp50 ribu dan Cilayacap-SoloBalapan Rp70rb. Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, tarif tiket KA Wijayakusuma dengan relasi baru dari Cilacap-Banyuwangi belum ada. Kereta ini memanfaatkan rangkaian 10 gerbong ekonomi premium plus satu gerbong pembangkit dengan kapasitas 768 tempat duduk, dimana dua gerbong untuk penyandang disabilitas dengan kapasitas masing-masing 64 orang. Satu kereta makan dan pembangkit serta delapan kereta ekonomi premium dengan kapasitas 80 orang, kereta ini diketahui buatan PT INKA.

Dukung Operasi Tanggap Bencana, Bandara Lombok Beroperasi 24 Jam Hinga Kamis Mendatang

Merespon kebutuhan akses darurat tanggap bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terjadi pada Minggu, 5 Agustus 2018. PT Angkasa Pura I Kantor Cabang Bandara Lombok Praya mengoperasikan bandara selama 24 jam mulai Senin (6/8) hingga Kamis (9/8) untuk mendukung operasi bantuan kemanusiaan untuk korban gempa NTB. Baca juga: Mulai 25 Mei 2018, Wings Air Layani Rute Kupang-Lombok Setiap Hari Selain itu, pengoperasian bandara selama 24 jam ini juga untuk memfasilitasi banyaknya permintaan extra flight. “Dengan adanya quick response dari masyarakat dan pemerintah untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban gempa NTB dan banyaknya permintaan extra flight, maka Angkasa Pura I menambah jam operasional menjadi 24 jam dari yang tadinya hanya beroperasi 18 jam dari pukul 06.00 – 24.00. Terkait penambahan waktu operasi ini, kami juga memberikan prioritas pada pesawat pengangkut bantuan kemanusiaan,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi. Penambahan penerbangan (extra flight) akan diberikan kepada maskapai berdasarkan hasil koordinasi dengan AirNav Indonesia yang tentunya sesuai dengan perhitungan kapasitas bandara. Baca juga: Batik Air Kini Punya Premium Gate di Bandara Internasional Lombok PT Angkasa Pura I terus berkoordinasi dengan otoritas dalam memonitor kondisi terkini dan berkoordinasi dengan pihak maskapai terkait perubahan tipe pesawat dan extra flight.

Stasiun Ernakulum India, Hadirkan Fasilitas Komplit Bagi Kaum Difabel

Keterbatasan seorang penyandang disabilitas membuatnya terkadang kesulitan saat berada di tempat umum. Ini pun tak menutup kemungkinan ketika berada di stasiun, terminal bahkan bandara. Apalagi jika fasilitas yang ada tidak bisa digunakan para disabilitas. Baca juga: Duuh.. Mobil Golf Pendukung Disabilitas dan Orang Tua ‘Nyungsep’ ke Rel Kereta Belum lama ini di India tepatnya Januari 2018 salah satu stasiunnya yang berada di Kelara sudah mendukung penyandang disabilitas. KabarPenumpang.com melansir dari laman yourstory.com, bahwa Stasiun Ernakulum Kelara sudah bisa diakses sepenuhnya oleh penyandang disabilitas dan menjadi stasiun pertama yang membuat hal itu. Langkah besar ini terjadi setelah Virali Modi, yang berjuang untuk hak orang-orang bekebutuhan khusus di Mumbai. Gadis berusia 25 tahun ini selama beberapa tahun terakhir mengadvokasi tempat-tempat umum untuk dibuat ramah disabilitas. Dia memulai kampanyenya yang disebut #MyTrainToo yang berperan untuk perubahan sejarah bagi Indian Railways. Pada Stasiun Ernakulum jalan permanen untuk para disabilitas pengguna kursi roda sudah dibuat permanen. Porter yang membawa koper di stasiun kereta api juga dilatih untuk membantu para disabilitas tersebut. Tak hanya jalanan di stasiun, mobil listrik juga akan tersedia bagi mereka yang berkebutuhan khusus. Kursi dan pendingin udara yang disediakan diruang tunggu dibuat untuk kenyamanan mereka. Indian Railways sebagai operator kereta India berjanji akan membuat toilet dan fasilitas lainya selama enam bulan kedepan. Pihak Indian Railways juga menambahkan stasiun kereta api ramah disabilitas juga nantinya akan dibuat di seluruh negara bagian. Baca juga: Sukses Curi Hati Penyandang Disabilitas, Swiss Federal Railways Rajai Perkeretaapian di Eropa! Pada awalnya Virali yang menggunakan kursi roda dalam kesehariannya kesulitan saat berada di stasiun kereta api. Bahkan dirinya bercerita pernah ditipu oleh porter yang mencoba mengambil keuntungan dari dirinya. Hal ini kemudian membuatnya terinspirasi memulai kampanye #MyTrainToo dan mendapat dukungan luar biasa dari orang-orang di seluruh negeri. Karena tweet Virali tersebut, Menteri Kereta Api India Suresh Prabhu meyakinnya pada Februari tahun 2017 lalu bahwa pekerjaan untuk membantu penyandang disabilitas akan dilakukan. Hingga akhirnya hanya Kerala yang mengambil inisiatif tersebut untuk memudahkan para disabilitas di stasiunnya.

Jevi Santoso, Masinis Ganteng yang Jadi Idola Penumpang KRL Jabodetabek

Membahas perkeretaapian Indonesia tak bisa lepas juga membicarakan masinisnya, karena masinis merupakan salah satu komponen terpenting agar kereta bisa berjalan dan mengantarkan penumpang dari tempat pemberangkatan hingga tujuan akhir. Ternyata PT KAI memiliki masinis-masinis dengan tampang yang rupawan, bahkan menjadi pujaan dari anak-anak, remaja perempuan hingga ibu-ibu. Baca juga: Lesyiana Oktaviana, Pramugari Kereta Cantik yang Kuasai Empat Bahasa! Siapa sih masinis itu? Dari beberapa masinis tampan yang dimiliki PT KAI, KabarPenumpang.com memilih untuk mengulas Jevi Santoso Chaniago. Masinis tampan yang satu ini biasa dikenal dengan Jevi Santoso. Pria muda kelahiran Padang Panjang 1 Juli 1995 silam ini memilih profesi sebagai masinis bukan tanpa alasan. Selain cita-cita dari kecil, ternyata Ayah pemuda 23 tahun ini juga seorang masinis. Jevi memulai pekerjaannya sebagai seorang masinis di PT KAI sejak September 2015 atau tujuh bulan setelah dirinya resmi bergabung pada Februari tahun yang sama. Pria penyuka basket ini mengakui tugas sebagai masinis cukup menantang dengan mengantar penumpang dari stasiun keberangkatan hingga tujuan akhir dengan selamat. Sebab dirinya mengakui bukan hanya satu nyawa tetapi ribuan nyawa berada di tangannya saat mengemudikan kereta. Jevi yang aktif menjadi masinis KRL relasi Jakarta-Bogor dan sebaliknya ini saat pertama kali menjadi masinis sempat gugup. Baca juga: Lady Richiana, Pramugari Kereta Cantik yang Merangkap Sebagai Beauty Advisor Bahkan telat mengerem sehingga posisi kereta yang dikemudikannya tidak berhenti di posisi yang tepat. Meski begitu, Jevi kini sudah terbiasa mengemudikan kereta dan banyak pengalaman yang diperolehnya. Dia mengaku, banyak penumpang yang mengucapkan terimakasih, mengkritik dan yang paling berkesan ketika bertemu anak-anak dan memanggil ‘Pak Masinis, Pak Masinis! Bawa keretanya hati-hati ya’ dan ini dianggap menjadi penyemangat Jevi. Jevi sendiri meski sudah tiga tahun menjadi masinis tak lupa membagi tips agar anak muda yang ingin menjadi masinis bisa menggapai cita-citanya. Jevi mengatakan, agar memperbanyak pengetahuan tentang perkeretaapian, jaga kondisi tubuh dan jauh dari narkoba, ambil jurusan yang cocok untuk menjadi masinis serta tidak lupa sebagai masinis harus smart.

Akibat Tas Make Up Lolos dari Alat Pemindai, 700 Penumpang Terdampar di Bandara Munich

Sebanyak 330 penerbangan di Bandara Internasional Munich, Jerman mau tak mau harus batal pada Sabtu (28/7/2018) kemarin. Ini dikarenakan tas rias seorang wanita yang tak terdeteksi saat melewati alat pemindai keamanan. Baca juga: Seorang Wanita Bawa Pisau dan Lolos dari Alat Pemindai, 3 Ribu Penumpang Tertahan di Bandara Auckland KabarPenumpang.com melansir dari laman travelandleisure.com (2/8/2018), diketahui wanita tersebut memiliki cairan yang terlalu banyak di dalam barang bawaannya ketika melewati keamanan di bandara. Tetapi bukannya membuang botol isi cairan tersebut dirinya memilih kembali ke meja check ini dan memeriksa tasnya. Setelah 15 menit kemudian wanita tersebut kembali ke pemeriksaan keamanan. Tapi entah bagaimana dia berhasil melewati pos pemeriksaan tanpa melewati pemeriksaan tubuh. Sayangnya saat para petugas keamanan menyadari kesalahan yang mereka lakukan, wanita itu sudah tidak lagi terlihat. Ada kemungkinan dia sudah dalam penerbangannya. Hingga akhirnya membuat reaksi berantai, dimana mempengaruhi lebih dari 32 ribu penumpang yang akan melewati bandara pada hari itu. Seluruh terminal akhirnya di tutup dan semua orang di gedung harus mengungsi. Penerbangan yang seharusnya terbang mau tak mau tertunda selama tujuh jam dan membuat 330 penerbangan dibatalkan serta sekitar 700 orang harus menghabiskan malam mereka di ruang tunggu bandara karena masalah tersebut. Deutsche Welle seorang inspektur yag bertanggng jawab atas pos pemeriksaan mengatakan, wanita itu melewati pos keamanan tubuh saat seorang petugas dilaporkan sedang melakukan percakapan dengan rekan-rekannya dan membuat mereka gagal melihat wanita itu berjalan tanpa melewati pemindai tubuh. Baca juga: Inilah Alasan Perlunya Dua Kali Skrining Keamanan di Bandara “Dari yang telah kami pelajari, sejauh ini tentang insiden tersebut, kami tidak membayangkan untuk mengambil tindakan hukum terhadap penumpang,” ujar juru bicara Bandara Munich. Bahkan atas insiden ini, tiga karyawan perusahaan kemanan bandara milik negara harus rela ditangguhkan dari pekerjaan mereka sembari menunggu penyelidikan pihak berwenang. Selain itu wanita yang lolos saat melalui keamanan bandara juga tidak bisa disalahkan atas kekacauan yang terjadi. Tak hanya itu, ada pula kerugian pada bandara sekitar US$1,2 atau setara dengan Rp17,3 miliar atas kesemrawutan tersebut.

Terminal 4 Changi Hadirkan Taman Bermain Chandelier

Sebagai salah satu bandara transit tersibuk dunia, Changi di Singapura kini telah memiliki 4 terminal. Pada hari ini (3/8/2018) Terminal 4 Bandara Changi memperkenalkan taman bermain baru yang dilengkapi dengan tali dan jaring. Baca juga: Terminal 4 Bandara Changi Hadirkan Kemewahan dan Teknologi Tinggi Dilasir dari straitstimes.com (3/8/2018) oleh KabarPenumpang.com, menurut Changi Airport Group (CAG) taman bermain ini sendiri akan mulai beroperasi beberapa minggu lagi. Taman bermain Chandelier tersebut berbentuk helix ganda dengan inti baja rajutan yang dianyam dan terletak di area transit yang juga keberangkatan Terminal 4 Changi. Ini juga merupakan fitur memanjat jaring dan tiang pemadam kebakaran yang memungkinkan pengguna untuk meluncur turun pada interval atau jarak dua meter. Chandelier sendiri dibangun menggunakan 10 km tali dan didukung oleh sekitar 15 ton baja.
Penampakan dari dekat taman bermain Chandelier (Channel NewsAsia)
Taman bermain ini menjulang ke langit-langit bandara dan menempel pada tanah. Permainan ini mampu dimainkan oleh 50 orang pada satu waktu. Tenang, bagi pelacong yang berangkat atau transit melalui Terminal 4, bisa memainkannya secara gratis dan akan dibuka selama 24 jam untuk penumpang. CAG mengatakan, Chandelier hingga saat ini masih menjadi instansi seni terbesar di bandara. Terminal 4 Bandara Changi sendiri merupakan terminal yang menghadirkan kemewahan dan kecanggihan. Di mana didalamnya dibagi beberapa kawasan yakni warisan yang berisi kebudayaan Singapura, teater digital hingga lukisan dan patung yang menghiasinya. Selain itu Terminal 4 menawarkan fitur baru dengan megah dan mengesankan seperti sistem Fast and Seamless Travel (FAST). Dimana proses otomatis yang tujuannya untuk meningkatkan efisiensi proses check in dan termasuk teknologi pemindai wajah berteknologi tinggi. Baca juga: Mulai 7 November 2017, AirAsia Pindah Ke Terminal 4 Bandara Changi Terminal ini adalah yang pertama di Bandara Changi yang menggunakan pengenalan wajah untuk memastikan orang yang sama bergerak dari langkah pertama hingga terakhir untuk check in, penandaan tas, imigrasi dan boarding. Di terminal ini sendiri menjadi rumah bagi sebelas maskapai penerbangan termasuk Cathay Pacific dan AirAsia. Hadirnya Terminal 4 sendiri kini penumpang yang ditampung Changi bisa mencapai 82 juta per tahun.

Kakek ini Pajang 1.500 Koleksi Miniatur Pesawatnya di Bandara Shannon, Irlandia

Tidak ada yang bisa membatasi hobi seseorang, kendati itu menghabiskan kocek yang tidak sedikit. Mungkin stigma itulah yang berkembang di kalangan pegiat hobi dari seluruh dunia. Tidak sedikit bahkan diantara para pegiat hobi tersebut yang malah menghasilkan uang yang jauh melebihi pengeluarannya. Seperti Michael Kelly, 67 tahun, mantan tukang ledeng yang hobi mengumpulkan miniatur pesawat. Baca Juga: Berdasarkan Indeks Keamanan, Inilah 10 Negara Teraman Untuk Dikunjungi Selama hampir 50 tahun belakangan ini, ia getol sekali mengumpulkan miniatur pesawat dengan skala 1:200. Dana yang sudah ia keluarkan pun bisa dibilang tidaklah sedikit, sekitar US$29.000 atau yang setara dengan Rp417,6 juta per tahun – hanya untuk mengumpulkan miniatur pesawat tersebut. Mungkin sebagian dari Anda akan beranggapan bahwa itu merupakan hal yang bodoh, namun tidak bagi Michael.
Sumber: ITTN
Berkat ketekunannya mengumpulkan miniatur pesawat yang jumlahnya menembus angka 1.500 model ini, namanya kini menjadi buah bibir di seluruh pelosok dunia. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman passengerterminaltoday.com (6/7/2018), karena rumahnya yang berada di Farranshone, Limerick, Irlandia sudah tidak cukup lagi untuk menampung koleksinya tersebut, maka Michael berencana untuk memajang miniatur-miniatur pesawatnya tersebut di Bandara Shannon, Irlandia. Kini, Anda bisa melihat sendiri koleksi miniatur pesawat Michael di sebuah galeri yang letaknya tidak terlalu jauh dari lounge keberangkatan. Direktur Operasi Bandara Shannon, Niall Maloney mengatakan bahwa dirinya – secara pribadi – mengaku sangat beruntung bisa mengenal Michael lengkap dengan semua koleksi mainannya itu. Baca Juga: Alami Krisis Penerbang, Ryanair Undang Mantan Pilot Untuk Bergabung Kembali “Begitu bertemu dengan Michael, antusiasnya terhadap dunia aviasi sangatlah tinggi. Sampai-sampai ilmu kedirgantaraan langsung otomatis mengalir ketika Anda berbicara dengannya,” ungkap Niall. “Ia bahkan mengetahui setiap detail sejarah dari setiap koleksi yang ia miliki,” tandasnya terkagum-kagum. Sedikit gambaran, koleksi miniatur pesawat Michael meliputi: Concorde ; Pesawat Sunderland yang dimiliki oleh Al Capone pada tahun 1930-an ; Antonov ; pesawat terbesar yang tidak pernah terbang, Spruce Goose dari Hughes Aircraft Company ; Boeing 737 pertama milik Ryanair, hingga koleksi lengkap Aer Lingus dari versi paling pertama. Salut!  

Wow! Ada Robot Barista di Bandara Austin Texas

Stempel smart airport sudah barang tentu menjadi predikat yang diidamkan bagi setiap pengelola bandara internasional. Selain menampilkan beragam kemudahan lewat digitalisasi perangkat untuk memanjakan calon penumpang, sisi hiburan sampai dukungan kemudahan check in mulai merambah teknologi penggunaan robot. Baca juga: Kopi dengan Cita Rasa Tinggi Kini Hadir Dalam Penerbangan Belum lama ini tepatnya 17 Juli 2018, Bandara Internasional Austin di Texas, Amerika Serikat kehadiran robot kopi dari Briggo. Dimana Briggo mengatakan ini akan menjadi robot pembuat kopi pertama di Bandara AS dan yang terpenting adalah bahwa robot barista sedang dalam persaingan mainstream. KabarPenumpang.com melansir dari laman thespoon.tech (12/7/2018), bahwa pihak bandara telah bertemu dengan Briggo pada awal tahun 2018 sebelum akhirnya hadir di Bandara Austin. Perusahaan yang berbasis di Austin ini tidak hanya sekedar membangun kios pembuatan kopi seluas 40 kaki persegi atau setara dengan 3,71 meter persegi. Tetapi, Briggo juga memilih dan memanggang kopi spesialisasinya sendiri pada masing-masing mesin. Rencananya, Briggo juga akan menghadirkan bot barista seperti yang dilakukan Cafe X dengan robot barista dalam box di jalan-jalan San Fransisco. Pada robot kopi milik Briggo tidak ada campur tangan manusia dalam pembuatan kopi. Tetapi akan membantu dalam me-restock dan perawatan robot kopi ini sendiri. Briggo sendiri nantinya juga akan melebarkan sayapnya ke seluruh dunia walaupun saat ini masih tumbuh di Texas dan Bay Area. Baca juga: Bantu Penumpang Bawa Barang Hingga ke Gerbang, KLM Hadirkan Robot Care-E Briggo mengatakan, barista kopi milik mereka bukan seperti mesin penjual kopi yang biasanya. Mereka menghadirkan dengan membuat kopi kelas atas dan melakukannya tanpa istirahat dan bisa menangani banyak konsumen. Co-Founder dan CTO Briggo, Chas Studor bersikeras bahwa mereka tidak akan membunuh kafe atau menggantikan barista. Studor percaya bahwa penumpang yang terburu-buru untuk mendapatkan kopinya di bandara, robot lebih cocok dalam menjalankan tugas itu. Sedangkan jika ingin merasakan hasil latte atau kopi yang lebih nikmat bisa duduk di kedai kopi atau kafe. Briggo menambahkan, setiap yang membeli kopi melalui robot atau mesin kopi, mereka ingin pembeli menuliskan saran tentang apa yang dipikirkan tentang Briggo robot kopi.

Lufthansa Hadirkan Makanan Astronot di Kelas Bisnis

Pada bulan Juli dan Agustus 2018 ada makanan baru di dalam kelas bisnis penerbangan Lufthansa. Salah satu maskapai penerbangan terbesar di Eropa ini akan menyajikan makanan di kabin yang dikembangkan untuk makanan astronot. Makanan ini awalnya dibuat untuk seorang astronot asal Jerman Alexander Gerst dan krunya di International Space Station (ISS) yang berangkat Juni 2018 kemarin. Baca juga: Porsi Makanan di Pesawat Tak Cukup? Jangan Khawatir, Bisa Nambah Asal Sopan KabarPenumpang.com merangkum dari laman fastcompany.com (7/3/2018), pihak Lufthansa mengatakan, penumpang yang menggunakan maskapainya dan memilih kelas bisnis akan memiliki kesempatan untuk menikmati salah satu menu yang Gerst dan krunya makan di stasiun angkasa. Salah satunya adalah ayam ragout dengan jamur. Gerst sendiri akan menghabiskan waktu selama enam bulan ke depan di ISS dan penumpang Lufthansa akan merasa seperti astronot berkat menu inspirasi ruang angkasa yang akan hadir dalam penerbangan jarak jauhnya. Makanan ini dibuat oleh LGS Group katering dan perabotan hotel Lufthasa serta menjadi replika makanan Gerst. Makanan ini biasanya diberikan pada astronot untuk membantu mereka mengatasi kerinduan dan sebagai hadiah khusus. Makanan ini sendiri dibuat dari resep tradisional di daerah asalnya Swabia yang berada di barat daya Jerman. Bila lengkap makanan ini akan ada keju spaetzle yang suguhkan dengan bacon, ayam ragout dan jamur. Tetapi penumpang kelas bisnis tidak akan mendapatkan makanan yang benar-benar mirip dengan Gerst. Sebab astronot memiliki rasa makanan yang rendah sodium karena dikalengkan dan dikirim ke luar angkasa dimana bisa bertahan hingga dua tahun. Tetapi penumpang penerbangan Lufthansa akan mendapatkan versi hidangan yang dibuat oleh katering perusahaan. Bahkan Lufthansa sebenarnya seperti memaksa pelanggannya untuk melupakan tentang makanan hambar di luar angkasa. “Siapa pun yang bermimpi menjadi astronot semasa kecil mungkin tidak terlalu memikirkan makanan. Dan makanan di misi luar angkasa pertama tidak benar-benar layak untuk dimimpikan itu sudah hilang dalam sejarah sebagai tabung dan kubus,” ujar Lufthansa. Kartu menu makanan kelas bisnisnya pun kini juga diilustrasikan dengan gambar dari ISS untuk mendapatkan komentar penumpang. Lufthansa tidak salah ketika mengklaim bahwa makanan ruang angkasa telah meningkat pesat sejak misi pertama dengan awak. Saat ini astronot ISS bahkan menikmati pizza. Baca juga: Pasta? No, Nasi Goreng? Yes, Untuk Disantap di Kabin Pesawat “Makanan terbaik yang kami miliki adalah makanan yang kami dapatkan sebagai paket perawatan, yang merupakan pembuatan pizza dengan kerak dan saus. Karena tekstur dan rasanya sangat berbeda dari makanan biasa (beku-kering) yang kami miliki, itu adalah pizza terbaik yang pernah saya miliki,” kata Randy Bresnik seorang astronot. Membuat makanan untuk astronot adalah kombinasi dari melihat nutrisi, umur simpan dan rasa. Tentu saja, para astronot dibatasi oleh cara mereka dapat menyiapkan makanan dan yang penting mereka mendapatkan jumlah kalori, vitamin dan mineral yang tepat dalam setiap kali makan. Para ilmuwan makanan pintar yang bertanggung jawab untuk merancang menu NASA telah berhasil memasukkan barang-barang terdengar lezat seperti kari ikan India, kue kepiting, kue lemon curd, dan bahkan aprikot tukang sepatu.