Hotel Bergaya Klasik Modern dalam Wujud Bus Tingkat Vintage
Bagaimana jadinya jika sebuah hotel ternyata dibuat dari sebuah bus tingkat atau double decker vintage dan di desain klasik modern? Ya, hotel yang terdapat di dalam bus tingkat ini desain didalamnya terinspirasi oleh novel karya Agatha Christie.
Baca juga: Stasiun Dent, Jadi Stasiun Tertinggi di Inggris dan Disewakan untuk Penginapan
KabarPenumpang.com melansir dari laman lonelyplanet.com (7/8/2018), hotel ini terletak di Pedesaan Devon di Inggris Barat Daya. Bus tingkat vintage atau jadul ini sendiri bernama Bertram’s Hotel.
Hotel ini berada di lahan seluas dua hektar dekat desa Hartland yang dirancang dengan sejumlah fitur unik untuk membuat tamu senang dan terkejut karena keunikannya. Bertram’s Hotel ini bisa disewa melalui Sykes Holiday Cottages.
Sebenarnya apa sih yang membuat hotel dalam bus ini menarik? Ternyata setelah ditelusuri selain bagian luar bus yang di pugar, bagian dalamnya memadukan dekorasi modern dengan tema 1950-an. Berhubung bus ini bertingkat, di lantai dasar dilengkapi dengan bar mini yang lengkap.
Adapula dua tempat tidur single, pemutar musik dan para tamu bisa mandi dekat dengan kursi pengemudi, karena posisi kamar mandi berada di sebelahnya. Kemudian di lantai atas, saat tamu menaiki tangga akan terlihat dapur dengan gaya retro, ruang makan dan ruang tamu yang dihiasi televisi vintage serta tempat tidur dengan kasur double.
Dengan dua tingkat yang dilengkapi dua kamar tidur, bus ini bisa memuat lima orang tamu. Selain itu karena tamannya berada di hamparan lahan seluas dua hektar, di halaman bus, tamu bisa melihat hewan-hewan ternak yang sedang merumput seperti kambing, keledai dan beberapa lainnya. Tak lupa ayam dan bebek juga ikut berkeliaran di lahan tersebut.
Meski begitu, para tamu yang menginap dalam bus hotel ini juga bisa menyalurkan hobi memancingnya karena ada dua danau yang dipenuhi ikan mas. Tetapi bagi yang ingin berkeliling bisa menjelajahi desa Hartland yang memiliki berbagai pilihan kerajinan lucu, toko tembikar, kafe dan restoran atau berjalan di sepanjang South West Coast Path.
Baca juga: Setelah Pesawat dan Kereta, Kini Giliran Bus Tingkat yang’ Disulap’ Jadi Hotel
“Pengunjung pasti dapat mengharapkan sesuatu yang sedikit berbeda dari menginap di sini, tetapi itu masih di jantung pedesaan Devonshire dengan pemandangan yang belum terjamah. Pemilik adalah penggemar besar Agatha Christie dan memutuskan untuk tema bus di sekelilingnya dan novel-novelnya. Setelah mereka membelinya, ide untuk nama itu muncul ketika mereka melihat bus merah besar di sampul depan buku ‘At Bertram’s Hotel’. Mereka telah memiliki banyak minat dari penggemar Agatha Christie muda dan tua,” kata perwakilan dari Sykes Cottages.
Dalam durasi menginap di hotel tersebut untuk tujuh malam akan dikenakan harga mulai dari £516 atau setara dengan Rp9,6 juta.
Eksistensi Peak Tram Hong Kong, Dulu dan Sekarang!
Meski ada label ‘tram,’ namun Peak Tram di Hong Kong bukanlah trem melainkan kereta kabel yang pertama di Asia dan beroperasi sejak tahun 1888. Tahun 1869, putra dari Ratu Victoria, yakni Alfred merupakan pengunjung pertama dari Kerajaan Inggris yang mengunjungi The Peak.
Baca juga: Mau Melancong ke Hong Kong? Ada 8 Tips Penting untuk Pemula
KabarPenumpang.com melansir dari laman hongkongfp.com, bahwa dengan kehadiran The Peak, penduduk Hong Kong kemudian terburu-buru untuk tinggal di sana dan jumlahnya meningkat menjadi 173.475 pada tahun 1883. Tak hanya itu, beberapa keluarga dari kalangan elit tinggal di kota tersebut dan menjadi rumah bagi The Peak Hotel.
Dulunya, daerah The Peak sebelum hadirnya Peak Tram diakses menggunakan kuda atau kursi tandu. Kemudian pemilik The Peak Hotel dan Scotsman Alexander Findlay Smith merencanakan membuka daerah tersebut dengan sistem tram baru untuk menghubungkan Victoria Gap ke Murray Barracks.
Kemudian Hong Kong High Level Tramways Company berdiri 30 Mei 1888 yang diresmikan oleh Gubernur Hong Kong dan Lady des Voeux. Jalur tram ini sendiri dibangun dengan pembuatannya perpotongan rel di mana setiap potongan relnya memiliki berat 136 kg yang masing-masing memiliki panjang tujuh meter.
Untungnya saat pembukaan tram tersebut berjalan dengan lancar ke Victoria Gab. Pada generasi pertama gerbong tram terbuat dari kayu yang mampu menampung 30 orang dalam tiga kelas. Dua kursi pertama dalam tram tidak bisa digunakan sebelum dua menit keberangkatannya karena memiliki plakat kuning yang bertuliskan di sediakan untuk Gubernur.
Tahun pertama di beroperasi, tram ini sendiri sudah melayani 150 ribu orang. Tram ini tadinya hanya 18 meter dan menambah tinggi hingga 396 meter diatas permukaan laut. Antara 1904 dan 1930, Peak Reservation Ordinance telah menetapkan The Peak sebagai kawasan perumahan eksklusif yang diperuntukkan bagi orang non Cina.
Pada tahun 1924, jalan pertama ke The Peak dibangun dan banyak yang salah sangka seperti menandakan akhir dari layanan tram. Tram dihentikan selama Perang Dunia II Hong Kong karena menjadi ruang mesin yang rusak terkena serangan.
Baca juga: Ternyata, Tidak Hanya Bus yang Bertingkat, Trem Juga!
Jepang menghantam barak-barak di Puncak selama invasi awal sementara Jack Chubb, insinyur pengawas pada waktu itu, menghabiskan berjam-jam memotong kabel penting untuk membuat sistem itu tidak dapat digunakan oleh penjajah. Sistem dibuka kembali setelah perang pada Hari Natal, 1945.
Pada tahun 1959, sebuah tramcar bermesin dengan 72 kursi diperkenalkan. The Peak sendiri telah berkembang dan lebih dari tujuh juta orang mengunjunginya setiap tahun. Diketahui untuk tiketnya sendiri bila membeli hanya perjalanan tram untuk dewasa HK$99 atau Rp182 ribu dan anak-anak $HK47 atau Rp86 ribu.
Tekan Angka Polusi, Hanoi Larang Sepeda Motor di Tahun 2030
Sebagai Ibu Kota dari Vietnam, pertumbuhan kendaraan roda dua atau sepeda motor di Hanoi cukup signifikan dan membuat pemerintah harus membuat pelarangan tentang hal tersebut. Apalagi sepeda motor menjadi salah satu biang kemacetan di jalanan ibu kota dan membuat udara di Hanoi tercemar polusi.
Baca juga: Soal Kemacetan, Manila Bersiap Ikuti Jejak Jakarta!
Bahkan karena masalah ini akhirnya pemerintah membuat keputusan tegas untuk melarang atau mungkin meniadakan sepeda motor pada tahun 2030 mendatang. Sebenarnya tujuannya baik, selain mengurangi kemacetan dan polusi, pemerintah juga memiliki tujuan mengembangkan transportasi umum untuk melayani 7,6 juta penduduknya dengan lebih baik.
KabarPenumpang.com merangkum dari laman newatlas.com (7/8/2018), sepeda motor yang ada di Hanoi ini sendiri seperti segerombolan lebah yang membuat kekacauan tetapi mampu bersaing di jalanan. Sehingga pelancong yang mengunjungi Hanoi pun saat menyeberang seperti menguji adrenalin mereka dikarenakan padatnya sepeda moto yang melintas dijalanan.
Diketahui jumlah motor di Hanoi sendiri ada lima juta dengan penduduk tujuh juta orang. Di mana rata-rata motor yang dimiliki dengan tipe 110-125cc, ternyata juga berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan terburuk di Asia Tenggara dan bagi kesehatan kualitas udara sangat tidak baik.
Sehingga sebelum menjadi ancaman serius di masa depan, maka harus ada pengaturan jumlah secepatnya. Tak hanya itu, 70 persen penyebab kecelakaan di Hanoi juga dikarenakan banyaknya motor yang melintasi jalan.
Nantinya pelarangan sepeda motor tersebut hanya akan diberlakukan pada distrik-distrik besar. Meski ada pro dan kontra terkait masalah ini, tetapi sebagian besar setuju dengan adanya pelarangan sepeda motor tersebut.
Baca juga: Entaskan Kemacetan Lalu Lintas, Bangalore Canangkan Penggunaan Pod Taxi
Meskipun ada pelarangan dan pembatasan, sebenarnya selama 12 tahun kedepan pemerintah akan memulai investasi transportasi umum yang lebih baik di sekitar kota. Ini agar kedepannya banyak masyarakat maupun pelancong menggunakan dan memberdayakan transportasi umum.
Saat ini di Hanoi sendiri hanya ada bus kota dan 12 persen yang menggunakannya, bahkan pemerintah dengan adanya pelarangan ingin menggenjot penggunaan bus kota hingga 50 persen. Kedepannya dalam 12 tahun, Hanoi berencana membangun stasiun kereta dalam kota yang selama ini terus tertunda.
BPTJ Siapkan Bus Gratis Bagi Tamu Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang
Perhelatan olahraga terbesar se-Asia yang diadakan di Indonesia tepatnya akan dilaksanakan di Jakarta dan Palembang tak terasa tinggal menghitung jari. Ya, Asian Games 2018 ke-18 ini untuk kedua kalinya diselenggarakan di Indonesia sejak yang pertama pada tahun 1962 silam.
Baca juga: Dinilai Belum Siap, LRT Jakarta Urung Beroperasi Saat Asian Games 2018
Asian Games 2018 sendiri akan berlangsung dari 18 Agustus hingga 2 September 2018 mendatang. Untuk menunjang transportasi para pendukung negara tetangga yang bertanding, Badan Pengelola Transportasi Jakarta (BPTJ) telah mengalokasikan bus untuk mengangkut para tamu mancanegara ke beberapa tempat wisata baik di Jakarta maupun Palembang, Sumatera Selatan.
Sehingga selama dua minggu tinggal di kota-kota penyelenggara Asian Games 2018 para pendukung dimudahkan dalam bepergian ke tempat wisata atau pertandingan.
“Untuk para pendukung dari negara-negara tetangga, kami akan menyiapkan bus yang akan mengangkut mereka dari hotel ke tempat-tempat wisata serta pusat perbelanjaan. Bus-bus disediakan oleh Kementerian Perhubungan dan benar-benar gratis,” ujar Kepala BPTJ, Bambang Prihartono yang dikutip KabarPenumpang.com dari thejakartapost.com.
Adapun tempat-tempat wisata yang akan dikunjungi yakni Monumen Nasional (Monas) di Jakarta Pusat dan Setu Babakan di Jakarta Selatan yang masih kental dengan pengaruh budaya Betawi. Pada 29 Agustus 2018 mendatang, pengunjung juga akan diajak menikmati pertunjukan wayang Kulit dan pertunjukan budaya tradisional Indonesia.
Baca juga: Warga Jakarta Keluhkan Sistem Buka Tutup Jalan Tol Jelang Asian Games 2018
Selain menyediakan bus sebagai moda transportasi, pihak berwenang lainnya juga melakukan persiapan dengan mengurangi kemacetan di kota menjelang acara dengan menerapkan beberapa kebijakan. Salah satunya yakni kebijakan plat nomor kedaraan roda empat ganjil genal di jalan raya utama kota dan jalur yang dilalui kendaraan peserta Asian Games 2018.
Sebelumnya kebijakan plat nomor ganjil genap sendiri uji cobanya sudah dilaksanakan sejak 2 Juli hingga 31 Juli 2018 kemarin. Sedangkan moda transportasi pendukung lainnya seperti Light Rapid Transit (LRT) Jakarta hingga kini belum jelas apakah akan digunakan atau tidak meski telah melakukan uji coba meluncur di rel.
Sambut Olimpiade 2020, Bandara Jepang Siapkan Kemudahan Bagi Penyandang Disabilitas
Terkadang penyandang disabilitas kesulitan dalam menggunakan berbagai moda transportasi. Hal ini dikarenakan kurangnya sarana dan prasarana yang mendukung mereka untuk beraktivitas. Seperti yang terjadi di Jepang tepatnya di Bandara Internasional Kansai, ketika itu Hideto Kijima diberitahu bahwa di bandara tujuan Amami memiliki peraturan bagi penyandang disabilitas harus ada teman untuk perjalanannya alias tak boleh sendirian.
Baca juga: Panasonic Uji Coba Kursi Roda Otonom di Bandara Haned
Untungnya saat di konter check in dirinya bersama seorang rekan untuk membantu naik ke pesawat dengan Vanilla Air. Sayangnya saat harus kembali ke Kansai, dirinya hanya bisa menggunakan kursi roda hingga di bawah tangga pesawat, selebihnya Kijima harus merangkak naik dan memakan waktu tiga hingga empat menit dengan sekitar 17 langkah menggunakan tangannya.
KabarPenumpang.com merangkum dari laman asahi.com (5/8/2018), hal tersebut menjadi gejolak bagi publik dan timbul pertanyaan tentang bagaimana staf bandara menangani masalah yang membuat Kementerian Transportasi mempertimbangkan beberapa perubahan yang diperlukan. Keputusan yang dibuat nantinya untuk merevisi ketentuan dalam undang-undang yang mencakup penghapusan hambatan bagi penyandang disabilitas serta Hukum Aeronautika Sipil yang mewajibkan perusahaan penerbangan menyediakan peralatan yang diperlukan.
Sehingga para penyandang disabilitas dapat naik pesawat dimana saja di Jepang. Ada berbagai pilihan yang tersedia untuk maskapai penerbangan dalam membantu penyandang disabilitas yakni seperti alat pengangkat yang terpasang di kendaraan yang dapat diparkir di sebelah pesawat.
Hingga saat ini belum ada peraturan hukum tentang pemberian bantuan kepada penyandang cacat yang ingin naik ke bandara tanpa jembatan. Maskapai penerbangan juga harus menambahkan langkah yang mereka rencanakan untuk membantu penyandang disabilitas dalam operasional dan mendapat persetujuan dari kementerian transportasi.
Seorang profesor emeritus di Kindai University, Akihiro Mihoshi mengatakan mengharuskan maskapai penerbangan untuk menyediakan peralatan merupakan langkah besar pertama karena banyak pengguna kursi roda yang tidak jadi bepergian sendiri karena tidak bisa masuk ke pesawat.
Baca juga: Stasiun Ernakulum India, Hadirkan Fasilitas Komplit Bagi Kaum Difabel
“Juga akan ada kebutuhan untuk mengembangkan lingkungan sehingga staf yang bekerja di berbagai bandara akan dapat memberikan bantuan secara fleksibel ketika mereka melihat perlunya dukungan seperti itu,” ujar Mihoshi.
Adanya keputusan untuk memudahkan penyandang disabilitas di bandara juga untuk menghilangkan penghalang bagi penyandang disabilitas terutama saat Olimpiade Tokyo dan Paralimpiade yang akan diadakan tahun 2020 mendatang.
Karoseri Laksana Hadirkan Bus Legacy SR2 Double Decker
Tak kenal maka tak sayang, ini merupakan peribahasa yang sering di ucap dan di dengar, bahkan mungkin peribahasa ini cocok untuk Karoseri Laksana yang berasal dari Ungaran, Jawa Tengah. Pasalnya karoseri yang satu ini sudah menjadi bagian dari ibu kota Jakarta karena dipercaya untuk membalut sasis bus Angkutan Perbatasan Terintegrasi Bus TransJakarta (APTB) dan TransJakarta.
Baca juga: Werkudara, Bus Tingkat di Solo Besutan Karoseri Indonesia
Meski begitu body bus produksi Laksana sendiri juga berada di trayek bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Saat ini, Laksana sudah berkespansi dan mampu memproduksi 1200 bus pertahun untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam dan luar negeri sejak 2017 lalu.
Sejak berdiri tahun 1967 silam, Laksana terus berevolusi dan berinovasi memberikan yang terbaik bagi konsumen. Bahkan kini telah menjadi karoseri bus modern yang dilengkapi dengan permesinan dan sistem canggih dengan standar tinggi serta berbasis komputer untuk memastikan tingginya kualitas dan tingkat kemanan setiap produk.
“Sejak dua tahun terakhir ini, kami Laksana terus berevolusi, meningkatkan standar kualitas produk kami dimulai dari desain orisinil karya asli bangsa Indonesia, tingginya standar keamanan yang kami terapkan pada setiap produk yang kami keluarkan serta penggunan mesin dan komputer canggih untuk menghasilkan produk dengan kualitas tinggi. Hal ini ditandai dengan telah diluncurkannya Legacy Sky SR2, Tourista, Discovery, Cityline 2 Low Entry yang digunakan pada Transjakarta dan Suroboyobus serta Cityline 2 Maxi.” ucap Bapak Stefan Arman Direktur Teknik Laksana Bus yang dikutip KabarPenumpang.com melalui keterangan tertulis, Senin (6/8/2018).
Laksana sendiri telah mengekspor unit ke Fiji dan tengah memproduksi bus untuk Bangladesh. Tak hanya itu, sebagai bukti keseriusan Laksana dalam menerapkan standar keamanan yang tinggi di setiap bus produksinya, pada Mei 2018 Laksana menerapkan uji guling bus pertama di Indonesia.
Selain itu Laksana juga terus melakukan optimalisasi dengan struktur bus sehingga berat bus dapat menjadi lebih ringan. Tidak hanya meluncurkan produk baru, Laksana juga melakukan update pada Legacy Sky SR2 HD dan XHD Prime. Kedua produk tersebut telah dilakukan beberapa peningkatan seperti diaplikasikannya Optimized Structure, kemudian diaplikasikannya improved design structure untuk uji guling dan juga penambahan fitur-fitur bus sehingga memberikan tampilan yang lebih elegan dari versi sebelumnya.
Pada 3 Agustus 2018 kemarin Laksana hadir di Gaikindo Indonesia International Auto Show 2018 (GIIAS 2018) dan memperkenalkan secara resmi produk terbaru yaitu Legacy SR2 Double Decker yang memiliki banyak keunggulan dibandingkan produk lain di kelasnya. Legacy SR2 Double Decker hadir dengan desain terbaik di kelasnya, baik eksterior maupun interior.
Desain eksterior dari bus ini masih menggunakan bahasa desain yang telah digunakan pada beberapa produk Laksana lainnya. Ditambahkan ornamen-ornamen dengan chrome Legacy SR2 Double Decker ini memiliki kesan elegan dan mewah pada tampilan depan.
Pada Legacy SR2 Double Dekernya juga ditambahkan ornament berbentuk L yang modern dan merupakan bentukan logo LAKSANA. Ornamen aluminium extrusi atas samping juga telah dilengkapi dengan lampu LED biru sehinga memberikan kesan yang modern baik dari dekat maupun dari jauh.
Baca juga: 50 Tahun Berdiri, PO Nusantara Rilis Bus Buatan Karoserinya Sendiri
Desain interior trap tangga yang menggunakan bahan komposit cetak sehingga terlihat rapi dan elegan dan juga yang merupakan pertama di Indonesia. Tidak hanya dibekali dengan design yang menarik, Legacy SR2 Double Decker juga dilengkapi dengan teknologi terbaru yaitu optimized structure design yang menggunakan bahan-bahan komposite yang ringan yang diletakan pada area-area yang tepat sehingga menurunkan titik gravitasi kendaraan yang membuat bus menjadi lebih stabil.
“Sejalan dengan perkembangan infrastruktur di Indonesia, diharapkan bus Legacy SR2 Double Decker ini dapat menjadi moda transportasi yang diandalkan.” Tutup Stefan.
“1940s Weekend Railway at War,” Cara Edukasi dan Nostalgia Sejarah Kereta ala Britania Raya
Bicara tentang sejarah Perang Dunia II maka tak bisa dilepaskan dari eksistensi wahana kereta api. Betapa tidak, selain digunakan sebagai alat transportasi warga untuk evakuasi, peran kuda besi saat itu juga identik sebagai pengangkut pasukan, logistik, pelayanan kesehatan, bahkan telah tercipta beberapa kereta yang dilengkapi persenjataan. Boleh dikata, babak Perang Dunia II baik di Eropa dan sebagian Asia kental dengan derap sejarah kereta api, khususnya di zaman kereta uap.
Baca juga: Pindad V-16, Vooridjer di Atas Rel Berlapis Baja Buatan Dalam Negeri
Beragkat dari kentalnya sejarah kereta semasa era Perang Dunia II, di Inggris operator Mid-Norfolk Railway (MNR) mencanangkan program yang disebut “1940s Weekend Railway at War.” Hajatan yang digelar 4 dan 5 Agustus 2018 ini punya kekhasan tersendiri, bukan sebatas penumpang diajak menumpangi kereta tua, lebih dari itu ada empat stasiun yang didandani ornamen bergenre era 40-an. Penumpang ditawarkam melakukan perjalanan dari Stasiun Dereham ke Wymondham dengan kereta uap dan berpakaian ala pelaku sejarah, yaitu sebagai prajurit atau warga sipil. Adanya ratusan orang dengan konstum cosplay Perang Dunia II menciptakan sebuah pemandangan layaknya momen pengambilan gambar film kolosal.
Seperti Stasiun Wymondham disulap menjadi semacam pasar yang menjajakan beragam pernak pernik khas era 40-an. Termasuk di bagian lapangan dipamerkan secara statis beragam kendaraan militer yang pernah digunakan pasukan sekutu. Nicky Reynolds dari Land Army group Soil Cinderellas yang meenjadi koordinator acara tersebut mengatakan,”kami ingin menjadikan acara ini sebagai momen edukasi bagi generasi muda, dan sekaligus saat yang tepat bagi mereka yang terlibat dalam Perang Dunia II untuk bisa bernostalgia,” ujar Reynolds dikutip KabarPenumpang.com dari mnr.org.uk.
Sebagai momen yang penuh keceriaan di musim panas, acara ini disokong oleh beberapa perusahaan seperti merek bir ternama Elmtree, produsen minuman teh, sampai salon penata rambut antik (vintage). Untuk memikat pengunjung, setiap pukul tiga sore diadakan pertunjukan perang-perangan di peron stasiun yang menggunakan beragam senjata pada zaman Perang Dunia.
Agar mendapat kesan dramatis, Stasiun Hardingham di sisi lain diperankan telah berhasil diduduki oleh pasukan Jerman. 1940s Weekend Railway at War telah berlangsung selama enam tahun belakangan, dan animo pengunjung semakin ramai dari waktu ke waktu. Untuk bisa menikmati acara hiburan yang penuh sejarah ini, pengunjung dewasa harus merogok kocek 17 euro untuk satu hari pertunjukan, atau 32 euro untuk paket dua hari pertunjukan. Anak usia lima sampai lima belas tahun tarifnya 9 euro. Sementara anak di bawah usia lima tahun dan manula di atas usia 60 tahun bisa menikmati acara secara gratis.
Baca juga: Museum Kereta Api Bondowoso, Saksi Sejarah Gerbong Maut Pengangkut 100 Pejuang Kemerdekaan
Berkaca di Indonesia, semestinya apa yang dilakukan oleh MNR bisa pula digarap oleh PT KAI, terutama dengan memaksimalkan peran Unit Heritage KAI yang selama ini dikenal luas perannya dalam melestarikan aset-aset bersejarah jaringan kereta di Indonesia.
Tak Mau Keluarkan Biaya Ekstra Karena Kelebihan Bagasi? Yuk Disimak Tipsnya!
Melancong atau traveling menjadi salah satu hal yang paling menyenangkan. Biasanya bagi pelancong yang bepergian dengan pesawat sudah ahli dalam menyusun isi koper maupun tas mereka. Apalagi bila memiliki durasi perjalanan yang cukup lama, akan ada banyak barang yang harus dan di bawa karena demi kenyamanan perjalanan.
Baca juga: Agar Perjalanan Nyaman, Packing Pakaian Itu Harus Efisien
Untuk memuat barang bawaan, Anda membutuhkan koper atau tas yang tepat dalam artian semua barang yang dibutuhkan bisa masuk dan tersusun rapi serta tetap dalam kondisi baik. KabarPenumpang.com merangkum dari laman travelfashiongirl.com ada beberapa tips yang bisa digunakan untuk memilih koper atau tas yang akan bawa dalam perjalan.
1. Sesuai kebutuhan dan ukuran yang tepat
Sebagai seorang pelancong, dalam bepergian biasa akan membawa koper atau tas dengan ukuran yang sesuai. Bila sesuai dengan kapasitas bagasi yang diizinkan maskapai, maka Anda tidak lagi akan dikenakan tambahan biaya. Biasanya ukuran akan dihitung dalam sentimeter dan ada beberapa ukuran koper yang biasa digunakan ketika bepergian.
a. 16″ (30x17x47cm), ini biasa digunakan untuk bepergian dalam jangka waktu 1-3 hari dan bisa masuk dalam kabin.
b. 20″ (37x22x56cm), dengan ukuran sedang, koper ukuran ini mampu memuat banyak barang dan berat yang bisa ditampung hingga 16 kg.
c. 22″ (38x22x48), meski berukuran sedang koper ini bisa membawa barang 16-20 kg dan cukup untuk barang lebih dari lima hari.
d. 24″ (43x23x63cm), barang yang mampu dimuat dalam koper ini mencapai 26 kg dan biasanya digunakan untuk bepergian 5-7 hari.
e. 28″ (47x32x73cm), ukuran koper ini cukup besar dan biasa digunakan untuk perjalanan lebih dari seminggu dan bisa memuat barang seberat 35 kg.
2. Pilih bahan yang tepat
Dengan banyaknya barang yang Anda bawa, jangan lupa pilih bahan yang tepat untuk koper atau tas Anda. Apalagi jika masuk dalam bagasi pesawat agar koper atau tas tak mudah rusak. Koper yang terbuat dari bahan polycarbonate atau plastik keras dan kuat, layak untuk di pilih. Selain itu bahan ini cukup ringan meski rentan rusak saat proses pengangkutan. Anda juga bisa memilih bahan polyester atau nylon. Sebab bahan-bahan ini bisa dibawa dengan mudah dalam kabin dan cukup tahan lama untuk digunakan. Yang terpenting gunakan koper atau tas anti air sehingga barang di dalamnya tetap kering selama perjalanan.
3. Pengaman dan roda koper
Jika bepergian menggunakan koper, pilih yang nyaman untuk Anda bawa. Sebab koper memiliki dua jenis roda yakni spinner atau empat roda dan upright atau dua roda. Koper dengan empat roda biasanya lebih mudah bergerak meskipun ada beban tambahan di atas koper. Berbeda dengan roda dua, ini akan cukup menyulitkan jika ada barang tambahan di atas koper. Tak hanya itu, jangan lupakan pengamanan pada koper, karena ini salah satu yang wajib. Pilihan koper dengan kunci pengaman Travel Sentry Approved (TSA) yang memenuhi standar keamanan internasional agar koper tetap aman sepanjang masa.
Baca juga: Baca Ini Dulu Sebelum Anda Beli Koper
4. Kualitas, harga dan garansi
Harga bagus, pasti kualitas juga bagus dan biasanya juga punya garansi bahkan ada pemberian garansi penuh alias 100 persen bila barang rusak. Anda bisa membeli koper di tokonya langsung ataupun online. Bila masih takut barang tersebut tidak sesuai harapan atau palsu, dengan langsung ke tokonya Anda bisa memilih sesuai keinginan dan bentuknya. Terkadang ada diskon atau promo, Anda bisa memanfaatkannya untuk koper atau tas yang dibutuhkan. Jangan lupa pertimbangkan layanan garansi, ini agar terhindar dari berbagai risiko yang mungkin terjadi pada koper atau tas Anda.
Survei: 89 Persen Penumpang Turkish Airlines Tak Inginkan Adanya Panggilan Telepon Selama Penerbangan
Setiap maskapai berloma untuk menyajikan beragam kemudahan dan layanan ekstra bagi penumpangnya, sebut saja seperti in flight WiFi, yang menjadikan akses internet bisa disalurkan ke laptop dan smartphone Anda. Saat akses internet tersalurkan, maka dengan mudah Anda bisa melakukan panggilan dan terima telepon via VoIP (Voice over Internet Protocol) seperti yang ada di aplikasi WhatsApp.
Baca juga: Larangan Dilonggarkan, Maskapai Cina Kini Izinkan Penumpang Aktifkan Smartphone di Pesawat
Namun, apakah mendapat panggilan telepon menjadi bagian penting saat berada di udara? Apakah hal ini tidak mengganggu sinyal penerbangan? Atau bahkan hal ini bisa menimbulkan banyak lagi pertanyaan. Untuk itu, KabarPenumpang.com untuk mendapat penjelasannya telah melansir dari laman travelandleisure.com (25/7/2018), bahwa dari survei Nielsen yang dilakukan oleh Turkish Airlines, didapat 89 persen penumpang ingin penerbangan mereka terjaga dari layanan panggilan telepon.
Entah itu untuk menghindari panggilan terkait pekerjaan bahkan hal yang sebenarnya tidak perlu dibicarakan. Sebab, waktu perjalanan yang dihabiskan dalam penerbangan tanpa konektivitas bisa menjadi sesuatu yang berharga.
Ini juga untuk menghindari penumpang lain mendengar percakapan seseorang diseberang telepon yang berbicara dengan Anda. Hasil survei mendapatkan jawaban terbanyak atau mayoritas menyebutkan potensi gangguan adalah sebagai alasan utama untuk melarang adanya panggilan telepon dalam kabin pesawat.
Mungkin beberapa tahun lalu responden menginginkan adanya sambungan telepon seluler saat berada di pesawat. Namun karena hal ini, presentase orang yang menentang layanan panggilan telepon di pesawat meningkat sejak 2015 lalu.
Baca juga: Saat Bepergian Sendiri dengan Pesawat, Beberapa Hal ini Layak Disimak
Tetapi meskipun sambungan tidak penting bagi penumpang pesawat, mereka justru menginginkan hal lainnya untuk tetap terhubung dan juga menghibur salama penerbangan. Survei yang dilakukan ternyata mengungkapkan bahwa 90 persen penumpang mengandalkan hiburan dan 77 persen berharap memiliki layanan internet selama berada dalam penerbangan.
Tetapi di tempat lain di dunia bisa saja sikap terhadap ponsel saat berada dalam pesawat berbeda. Ada sekitar 51 persen dari penumpang global yang menentang penggunaan ponsel saat berada di pesawat. Sedangkan penumpang dari India, Cina dan Uni Emirat Arab akan lebih memilih untuk melakukan panggilan telepon saat dalam penerbangan.
Meski begitu bagi masyarakat Amerika bisa dikatakan beruntung sebab Federal Communications Commission (FCC) juga tidak menginginkan adanya panggilan telepon di dalam pesawat. Tahun lalu, ketua FCC memblokir proposal yang mengizinkan panggilan suara dilakukan saat dalam penerbangan.
[Lagi] Dua Remaja Tewas Setelah Selfie di Jembatan Kereta
Tragis dua remaja yang berusia 15 tahun terpaksa meregang nyawa setelah asik berselfi di lintasan jembatan kereta api. Sedangkan seorang remaja lainnya berhasil meloloskan diri dengan melompat dari lintasan tersebut sesaat sebelum kereta menabrak kedua temannya.
Baca juga: Tragedi di Bangkok, Ketika Selfie di Rel Kereta Kembali Merenggut Nyawa
KabarPenumpang.com melansir dari laman tribuneindia.com (6/8/2018), kedua korban yang tewas terlindas kereta tersebut saat itu diketahui sedang dalam perjalanan pulang bersama seorang temannya yang selamat. Kemudian mereka menyempatkan diri berfoto di lintasan kereta api di Doraha pada Minggu (5/8/2018) pagi.
Kedua korban tewas diidentifkasi bernama Yuvraj Singh dan Gaurav Kumar yang berasal dari Desa Rampur dekat Sahnewal. Sedangkan teman mereka yang melompat untuk menyelamatkan diri tersebut belum dapat diketahui namanya karena belum ditemukan oleh pihak kepolisian.
Yuvraj sendiri seorang pelajar kelas VII dimana ayahnya bekerja di Dubai dan Gaurav pelajar kelas VIII dengan ayah seorang penjahit. Atas kejadian ini Avtar Singh dari bagian ASI (Archaeological Survey of India) di kantor polisi Doraha mengatakan, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 11.30 pagi waktu setempat ketika ketiganya berselfie ria di lintasan kereta api di bagian Chandigarh-Ludhiana.
“Anak yang mengambil foto selfie tersebut berhasil menyelamatkan diri dengan melompat dari lintasan. Sedangkan dua anak lainnya tidak bisa bergerak dan terlindas kereta api. Kami belum mengidentifikasi anak yang memiliki ponsel itu,” ujar Avtar.
Raghuvinder, Government Railway Police’s (GrP) mengatakan, dirinya mendapat telepon dari masinis kereta yang menuju Amritsar dari Chandigarh sekitar pukul 11.45 waktu setempat.
Baca juga: Duh! Orang-orang ini Tewas Karena Selfie di Rel Kereta
“Dia mengatakan kepada saya membunyikan klakson berulang kali, tetapi anak laki-laki itu tidak menyadarinya dan tertabrak. Insiden itu terjadi di jembatan kereta api di mana pejalan kaki tidak diizinkan untuk melintas,” ujarnya.
Tak hanya di India, Februari 2018 kemarin, seorang perempuan tewas dan seorang pria kritis ketika asik berselfie di lintasan kereta di Bangkok, Thailand. Keduanya diketahui saat akan melakukan selfie dalam kondisi mabuk tetapi tidak sadar ada kereta dari belakang yang menyebabkan keduanya tersabar.
