WhatsApp sebagai layanan chatting terpopuler sejagad semakin berkibar perannya. Bila di Indonesia peran WhatsApp masih sebatas informasi peet to peer, maka di India sudah lebih maju, dimana pemberitahuan status dan posisi kereta yang dituju penumpang dapat diberitahukan melalui pesan singkat di WhatsApp.
Baca juga:Indian Railways Hadirkan Gerbong Kereta Pintar dengan ‘Kotak Hitam’KabarPenumpang.com melansir dari laman businesstoday.in (23/7/2018), adanya kemudahan pemberitahuan status tersebut atas dasar keinginan Indian Railways untuk meningkatkan layanannya. Sehingga pihak Indian Railways bermitra dengan MakeMyTrip dalam penyediaan pembaruan status kereta api melalui WhatsApp.
Penumpang bisa mendapatkan pembaruan terkait jadwal kereta, status pemesanan, pembatalan, nomor platform tempat kedatangan kereta dengan mengirimkan permintaan melalui WhatsApp. Hadirnya kemudahan tersebut juga akan mengurangi ketergantungan penumpang untuk menghubungi call center 139 demi mendapatkan status kereta.
Untuk memanfaatkan fasilitas ini, penumpang diminta menyimpan nomor 7349389104 (melalui MakeMyTrip) di ponsel mereka. Sehingga ketika pembaruan diperlukan, pengguna harus mengirimkan nomor kereta tertentu pada nomor tersebut di WhatsApp dan detailnya akan dikirimkan kepada penumpang.
Dalam kapasitas wajar atau server tidak sibuk, balasan atau respon yang diterima hanya makan waktu sepuluh detik setelah melakukan permintaan. Jangan lupa lihat apakah pesan tersebut terkirim dengan centang dua dan berwarna biru, sebab bila tidak maka respon juga akan lama bahkan tak terbalas jika hanya centang satu.
Pada masa lalu, sebelum menggunakan pemberitahuan melalui WhatsApp, kereta api India mengubah situs web resminya untuk membuat layanan yang lebih mudah di akses. Adapun perubahan tersebut meliputi tampilan web yang mudah digunakan, melacak penelusuran tanpa harus masuk ke situs web, detail tentang ketersediaan, kedatangan dan keberangkatan kereta di homepage web tersebut.
Tak hanya itu ada pilihan untuk merubah ukuran font dalam situs web yang memudahkan pengguna melihat tulisan dengan nyaman, adapula fitur prediksi daftar tunggu dimana pengguna bisa memastikan probabilitas dari daftar tunggu atau RAC (Reservation Against Cancellation) untuk mendapat konfirmasi. Yang terkahir adalah kemajuan teknologi di halaman bagi pengguna yang bisa membuka situs web dari ponsel, desktop, laptop dan tablet.
Selain itu, Piyush Goyal, Menteri Kereta Api, meluncurkan fasilitas baru untuk meningkatkan layanan katering onboard yang ditawarkan oleh Indian Railway Catering and Tourism Corporation (IRCTC). Sekarang, kereta api akan memiliki manajer IRCTC untuk mengatasi keluhan terkait makanan.
Baca juga: Torehkan Sejarah, Indian Railways Bangun ‘Limited Height Subway’ dalam Waktu 4,5 Jam Saja!
Manajer tersebut akan mengurus keluhan bahkan ketika kereta sedang dalam perjalanan. Untuk ini, tempat khusus atau kursi khusus telah disediakan untuk manajer IRCTC. Manajer akan melaporkan kepada kepala stasiun di stasiun kereta api dari mana kereta itu berasal. Dia akan membawa surat otoritas dan bukti ID yang valid.
Ya, India sudah punya bantuan dalam mengatasi permasalahan yang terkait dengan kereta melalui Whatsapp. Kapan Indonesia juga bisa mengikuti jejak India?
Dewasa ini, perpaduan teknologi drone dan pengambilan gambar di dunia fotografi memang tengah naik daun. Dengan memasangkan kamera pada sebuah drone dan lalu diterbangkan, maka si empunya kamera dapat mengembangkan ide gilanya untuk mengambil sebuah pemandangan dari sudut yang baru. Namun apa jadinya jika teknik pengambilan gambar seperti ini malah ‘menebar teror’ bagi dunia aviasi global?
Baca Juga: Lagi, Insiden Drone Tabrak Pesawat Komersial Kembali Terulang
Baru-baru ini isu tersebut tengah ramai diperbincangkan oleh sebagian kalangan, dimana sebuah drone hampir saja tertabrak oleh pesawat penumpang terbesar saat ini, Airbus A380. Berdasarkan lansiran KabarPenumpang.com dari laman eturbonews.com (21/7/2018), kejadian ini terjadi di Plaine Magnien Airport, Pulau Mauritius, Afrika Timur. Tidak diketahui pasti kapan kejadian ini terjadi, namun diketahui, pesawat Emirates yang ada pada rekaman tersebut merupakan penerbangan reguler menuju Dubai dengan nomor registrasi EK702.
https://www.youtube.com/watch?v=csTkMwBE45g
Dalam video berdurasi dua menit tersebut, tampak dua buah pesawat tengah berada di runway Plaine Magnien Airport. Satu pesawat baru saja landing dan tengah bertolak menuju terminal, sedangkan satunya lagi tengah bersiap untuk take-off. Ketika runway sudah kosong, seketika Emirates EK702 langsung memacu kecepatan dan lepas landas.
Jika diperhatikan, beberapa saat sebelum EK702 lepas landas, drone sempat melakukan zoom-in dan zoom-out beberapa kali dan bergerak mendekati jalur pesawat. Ketika pesawat yang mampu mengangkut lebih dari 500 penumpang ini sudah sepenuhnya berada di udara, posisi drone ternyata semakin dekat dengan pesawat – entah hal tersebut disengaja oleh si pengendali drone atau tidak.
Hingga pada titik terdekat, nampak jarak wingtip EK702 mungkin hanya berjarak kurang dari 100 meter saja dengan drone tersebut. Beruntung, kedua maskot perkembangan teknologi ini tidak saling bersinggungan. Kendati begitu, beredar luasnya video ini di media sosial Facebook sempat menuai pro dan kontra. Pasalnya, ada sebagian orang yang menyebutkan bahwa menerbangkan drone di sekitar bandara merupakan hal ilegal, sedangkan yang lainnya berpendapat bahwa lokasi pengambilan gambar tersebut sudah berada di luar zona aman bandara.
Baca Juga: AirMap, Platform Pengatur Lalu Lintas Drone di Udara
Merujuk pada sejumlah peraturan yang diterbitkan oleh Federal Aviation Administration (FAA), adapun aturan yang mungkin disalahi oleh si empunya drone ini adalah menerbangkan drone lebih dari 122 meter di atas permukaan tanah. Karena tampak dalam video tersebut, drone berada di ketinggiaan lebih dari batas yang diizinkan oleh FAA.
Terlepas dari itu semua, video ini pertama kali diunggah oleh Kapten penerbangan Airbus A380 dari maskapai Air France, Thierry Paris di laman Facebook pribadinya. Dilihat dari keterangan yang melengkapi postingannya tersebut, Thierry nampak geram dengan ulah si penerbang drone. “Ini merupakan hal gila yang dilakukan oleh seseorang di Mauritius. Hallo Flight Safety!!” tulis Thierry bernada menyindir.
Bila sebelumnya rute penerbangan Medan – Nias hanya dilayani 9 kali dalam seminggu, maka mulai Selasa ini (24/7/2018), Garuda Indonesia resmi menambah frekuensi penerbangan Medan – Nias menjadi 12 kali dalam satu minggu.
Baca juga: Sekilas Mirip Layanan LCC, Garuda Indonesia Rilis Subclass Eco-Basic
Diktuip dari siaran pers, Direktur Niaga Domestik Garuda Indonesia, Nina Sulistyowati mengatakan bahwa penambahan frekuensi penerbangan tersebut merupakan salah satu upaya Garuda Indonesia untuk meningkatkan layanan pada pengguna jasanya. “Penambahan frekuensi penerbangan yang kami lakukan tersebut merupakan upaya kami untuk memberikan kemudahan transportasi bagi para pengguna jasa kami di kedua kota untuk berbisnis dan berlibur”, lanjut Nina.
Nina menambahkan,”Dengan Tingkat keterisian penumpang mencapai lebih dari 75 persen, Nias merupakan pangsa pasar yang potensial bagi Garuda Indonesia. Melalui penambahan frekuensi ini, kami berharap kiranya dapat mengakomodir permintaan penumpang maupun potensi iklim investasi dalam mengakselerasi pertumbuhan industri pariwisata Nias”.
Melalui penambahan frekuensi ini penumpang Garuda Indonesia dapat memilih jadwal penerbangan yang lebih variatif dengan koneksi penerbangan yang lebih efektif bagi penumpang, sehingga penumpang yang berangkat dari Jakarta dapat tiba di Nias di hari yang sama.
Adapun penerbangan tambahan tersebut dilayani melalui penerbangan GA 7118 yang berangkat pukul 13.15 WIB setiap hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis dan Sabtu. Dengan demikian saat ini Garuda Indonesia melayani rute penerbangan Medan – Nias sebanyak 12 kali perminggu yang dilayani menggunakan armada ATR 72-600 berkapasitas 70 penumpang.
Baca juga: ATR-72 600, Pesawat Tercanggih Untuk Penerbangan Perintis Nasional
Selain Medan – Nias, di tahun ini Garuda Indonesia juga akan membuka sejumlah rute penerbangan baru diantaranya adalah Jakarta–Sorong, Ambon–Denpasar, dan Makassar- Selayar.
Forum Diskusi Transportasi Jakarta (FDTJ) – sebuah komunitas yang fokus pada isu transportasi – meluncurkan peta transportasi massal terintegrasi pada Selasa (24/7/2018). Hal tersebut dilakukan dalam rangka menyambut Asian Games yang akan berlangsung pada tanggal 18 Agustus – 2 September 2018 mendatang.
Baca Juga: Jelang Asian Games 2018, PT MRT Jakarta Siap ‘Pulihkan’ Kondisi Sudirman-Thamrin
Sebagai tuan rumah bagi perhelatan akbar di Kawasan Asia, penyediaan informasi yang memadai untuk menggunakan fasilitas bertransportasi publik di Jakarta menjadi sangat penting. Dilansir KabarPenumpang.com dari siaran pers yang diterima (24/7/2018), peta transportasi massal terintegrasi ini juga akan bermanfaat bagi penduduk kota-kota penyangga yang sehari-hari beraktivitas di Ibukota, termasuk tamu pendatang yang hendak menikmati ajang Asian Games.
Sumber: Asian Games 2018
Oleh karena itu, ini adalah peta pertama yang menggabungkan semua moda transportasi dan menyesuaikan dengan kondisi Jakarta terkini per Juli 2018, antara lain bus TransJakarta, kereta commuterline dan kereta jarak jauh Jabodetabek, dan transportasi berbasis rel di kompleks bandara.
Kehadiran peta diharapkan dapat berkontribusi pada operasionalisasi kebijakan Kementerian Perhubungan yang dikeluarkan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), yaitu Paket Kebijakan Transportasi Asian Games 2018, mencakup manajemen rekayasa lalu lintas, penyediaan angkutan umum, dan pembatasan lalu lintas angkutan barang.
Baca Juga: Sambut Asian Games 2018, LRT Jakarta Siap Beroperasi 10 Agustus Mendatang
FDTJ menempatkan diri sebagai komunitas pengguna sekaligus pemantau setia transportasi massal sehingga peta akan selalu diperbaharui secara berkala, terutama menyesuaikan dengan dinamika perkembangan moda transportasi baru, seperti LRT dan MRT, tambahan atau pergantian rute baru, atau bahkan tambahan atau pembangunan jalan baru.
FDTJ terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk penyedia moda transportasi, untuk dapat memproduksi peta ini sesuai kebutuhan. Saat ini, sebuah upaya crowdfunding sedang dikembangkan melalui kitabisa.com (https://kitabisa.com/petatransportjakarta) agar FDTJ dapat memproduksi peta tersebut dan membagikannya bagi masyarakat yang membutuhkan.
Nama Kempegowda International Airport yang berada di Bengaluru, India sempat mencuri perhatian dunia. Pasalnya seorang penumpang penyandang disabilitas yang berusia 40 tahun dinyatakan hilang pada tanggal 10 Juli silam. Sebelum hilang, pria yang disinyalir bernama Richpal ini berniat untuk pulang ke kampung halamannya di Rajasthan. Alih-alih mendapatkan kabar baik, sahabat sekaligus orang yang mengantarkan Richpal menuju bandara, Mukesh Kumar malah mendapat kabar sebaliknya. Kira-kira apa yang membuat Richpal hilang?
Baca Juga: Ookla: Bandara di India Tempati Urutan Empat Asia dengan Kecepatan WiFi Terbaik
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman thehindu.com (17/7/2018), cerita ini bermula ketika Richpal yang mengalami patah tulang kaki dipaksa untuk beristirahat oleh dokter, dan memutuskan untuk pulang kampung. Setelah ia diantarkan oleh Mukesh menuju bandara, Richpal diberhentikan oleh petugas bandara yang meminta surat keterangan medis karena ia menggunakan kursi roda. Richpal mesti lupa satu hal penting tersebut.
Ia yang tidak bisa menunjukkan surat tersebut lalu dilarang mengudara oleh petugas bandara. Richpal terpaksa mengurungkan niatnya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak tahu lagi mesti berbuat apa. Hanya berbekal 300 Rupee (Rp63.000) di kantungnya, Richpal yang malang terpaksa luntang-lantung tak tahu arah. Terbesit pikiran untuk kembali menuju Chittoor dan mengunjungi Mukesh, namun kondisinya yang menggunakan kursi roda menjadi penghalang Richpal.
Sehari berselang (11 Juli), seorang petugas bandara menemukannya di pinggir jalan dan menawarkan untuk mengantarkannya ke jalan utama. “Seorang petugas mengantarkannya ke jalan utama dan ia naik taksi menuju Kannamangala,” tutur salah seorang petugas kepolisian. Entah dari mana Mukesh mendapatkan kabar hilangnya Richpal, namun sesegera mungkin ia melakukan pencarian terhadap sahabatnya itu.
Baca Juga: Tak Ada Lagi ‘Duty Free Shop’ di Bandara New Delhi
“Ia diantarkan oleh petugas towing car menuju pinggir jalan. Kami lacak ia berada di pinggir jalan Kannamangala. Tanpa makanan, tanpa obat-obatan, dan ia terlihat sangat kelelahan,” tutur petugas kepolisian kepada Mukesh. Pencarian terhadap Richpal pun terus berlanjut hingga akhirnya pihak berwenang berhasil menemukannya pada 17 Juli pada pukul 02.30 dini hari.
Richpal yang tampak berantakan tersebut langsung dibawa kembali oleh Mukesh menuju Chittoor dan mendapatkan perawatan yang layak sebelum akhirnya dipulangkan menuju Rajasthan.
Karena punya jalur tersendiri, wajar bila kereta komuter dikenal sebagai moda angkutan anti macet. Meski begitu, serangkaian keterlambatan pada kuda besi ini masih kerap terjadi. Mulai dari masalah teknis sampai non teknis ada saja yang membuatnya telat, atau di pihak lain, penumpangnya yang jadi telat tiba ke tempat tujuan.
Baca juga: Kembali Sementara ke Tiket Manual, Antrean Mengular di Stasiun KRL Jabodetabek
Telat yang diakibatkan kereta komuter, terutama pada hari kerja rupanya bisa berbuntut panjang, sebagai moda andalan, apabila terjadi gangguan maka dampaknya langsung dirasakan pada produktivitas kerja. Bagi yang mungkin belum paham, pengguna kereta listrik atau KRL ternyata dapat meminta surat keterangan terlambat. Namun, bagaimana untuk mendapatkan surat tersebut dan apakah surat tersebut bisa diminta secara bebas pada petugas?
Ternyata untuk mendapatkan Surat Keterangan Keterlambatan Kereta Api atau SKKKA tidaklah sembarangan. SKKKA yang dikeluarkan oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) memang disiapkan di setiap stasiun, tapi hanya dikeluarkan bila benar-benar ada gangguan operasional.
Ya, KabarPenumpang.com mendapatkan fakta bahwa, SKKKA sendiri bisa didapatkan penumpang jika ada gangguan sinyal, keterlambatan kedatangan kereta hingga masalah perbaikan teknis seperti yang terjadi kemarin akibat perubahan sistem tiket sementara ke manual. Dimana penumpang harus mengantri demi mendapatkan tiket kertas karena gate tapping sedang dalam proses perbaikan sistem oleh PT KCI.
Surat keterlambatan yang dikeluarkan PT KCI ini sangat ampuh dan bermanfaat bagi karyawan serta menjadi bukti adanya masalah pada sistem di KRL. Pada Senin (23/7/2018), di setiap stasiun KRL Jadobetabek terlihat antrean yang cukup panjang atau bisa dikatakan mengular hingga sekitar 50 meter hanya untuk mendapatkan tiket kertas.
Bahkan di beberapa stasiun penumpang banyak yang geram karena masalah perbaikan sistem tersebut karena harus mengantre dan membuat mereka terlambat masuk kantor. Hal ini kemudian membuat PT KCI bertanggung jawab dan mengeluarkan surat keterangan terlambat bekerja bagi seluruh penumpang kereta.
“Bagi yang membutuhkan surat keterangan terlambat ke kantor bisa mengambil surat di loket,” ujar petugas di stasiun.
Baca juga:Datang Terlambat di Stasiun, Pria Asal India ini Terseret Kereta Sejauh 50 Meter!
Upaya pemberian surat ini langsung ditanggapi para penumpang yang menyerbu sehingga dalam sekejap surat tersebut habis. Ya, surat yang menggunakan kop PT KAI Commuter Jabodetabek ini diisi dengan tanggal kejadian terjadi, kereta api serta tujuan kereta dari dan ke.
Kemudian di bagian bawah surat tersebut tertera keterangan ‘Mengalami keterlambatan sehubungan dengan adanya gangguan teknik, rintangan jalan, gangguan aliran atas dll. Demikian surat keterangan ini agar dapat digunakan sebagaimana mestinya’. Surat itu juga dilengkapi stempel dan tanda tangan petugas.
Demam moda transportasi futuristik yang mengandalkan tenaga magnetic levitation (maglev), Hyperloop kini kian mewabah. Setelah salah satu perusahaan pengusung ide transportasi ini, Hyperloop Transportation Technology (HTT) mengumumkan kesiapannya untuk mengoperasikan mahakryanya di Dubai pada tahun 2020, kini giliran Guizhou, Cina yang telah secara resmi bekerja sama dengan HTT untuk menghadirkan kendaraan sejenis yang akan mengular di rute sepanjang 10km.
Baca Juga: HTT Siap Operasikan Hyperloop Pada 2020, Akankah Dubai Operasikan Dua Teknologi Maglev?
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman ecns.cn (20/7/2018), HTT telah menandatangani kontrak kerja sama dengan Tongren Transport, Tourism and Investment Group milik Pemerintah untuk membangun lintasan Hyperloop yang menghubungkan pusat kota dengan Tongren Fenghuang Airport. Adapun kontrak kerja sama ini bernilai US$295 juta atau yang setara dengan Rp4,3 tiliun.
“Kami telah menyetujui bahwa Hyperloop akan menjadi rencana yang siap ditindaklanjuti,” ujar Chief Executive dari Hyperloop, Dirk Ahlborn sesaat setelah kontrak kerja sama tersebut ditandatangani pada Kamis (19/7/2018). Setelah proyek ini selesai, rencananya pembangunan lanjutan akan digalakkan untuk menghubungkan kota dengan Gunung Fanjing yang juga ada di Tongren. Semisal tepat sasaran, maka dana pembangunan Hyperloop fase 2 ini akan membengkak ke angka 10 miliar Yuan atau sekira Rp21,4 triliun.
Di bawah perjanjian kerja sama tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk mendanai proyek itu secara patungan (joint venture). Tongren yang merangkul China Railway Fifth Survey and Design Institute Group Co. dan China Railway Maglev Transportation Investment & Construction Co. akan mendanai 50 persen dari keseluruhan pengeluaran proyek. Sedangkan sisanya akan ditanggung oleh pihak Hyperloop.
Baca Juga: Akhirnya! Hyperloop Transportation Technologies Canangkan Uji Coba Skala Penuh
Di sini, Hyperloop bertanggungjawab atas penyediaan alat dan teknologi, sedangkan pihak Tongren yang melakukan sertifikasi tabung – yang akan menjadi jalur dari Hyperloop, hingga mengatur regulasi tentang teknologi baru ini.
Kendati bersemangat dalam menghadirkan moda transportasi ini, namun rencana tersebut sempat mendapat sindiran dari Feng Hao, seorang peneliti dari seorang peneliti di Institute of Comprehensive Transportation dari National Development and Reform Commission. Ia mengungkapkan bahwa pengadaan sarana transportasi ini masih membutuhkan banyak pertimbangan. “Masih ada sejumlah masalah teknis yang perlu ditangani melalui beberapa penelitian dan tes dalam berbagai tahap. Tidak peduli fasilitas tersebut (Hyperloop) akan dibangun di bawah atau di atas tanah.” Tutur Feng.
Caledonian Sleeper merupakan layanan kereta dari London ke Skotlandia yang akan memberikan wawasan tentang armada kereta baru dengan memanfaatkan teknologi virtual reality (VR). VR ini sendiri akan hadir selama dua hari layanan kereta api yang akan berada di Stasiun Glasgow Central.
Baca juga: Kereta Sleeper Berada di Rangakaian KA Argo Bromo Anggrek, Ini Fasilitas MewahnyaKabarPenumpang.com melansir dari laman railadvent.co.uk (17/7/2018), bahwa dalam layanannya ini juga mengundang masyarakat untuk melihat masa depan perjalanan kereta api Caledonian Sleeper. Saat memasuki portal VR di concourse utama stasiun dimana orang-orang akan menjelajahi rekreasi gerbong baru yng menakjubkan.
Ini dibuat oleh studio media digital Soluis yang menghadirkan tur VR dan memungkinkan pengguna berjalan melalui Club Car dan menemukan kamar di kereta baru yang beberapa diantaranya akan menjadi en-suite. Kehadiran teknologi VR pada Caledonian Sleeper selama dua hari ini akan berlangsung pada 25 dan 26 Juli 2018 yang dimulai sejak pukul 08.00 pagi hingga 20.00 malam waktu setempat secara gratis.
Armada terbaru Caledonian Sleeper
Bagi pengunjung yang hadir akan dapat mengikuti kompetisi untuk mendapat peluang memenangkan perjalanan bagi dua orang dengan kereta api baru. Kereta baru ini sendiri akan mulai debut pada Oktober 2018 ini.
Pada armada baru ini akan hadir beberapa kelas yakni kursi nyaman (Comfort Seat), Kamar Classic (twin atau single), Kamar Club (twin atau single dengan en-suite), Suite (double bed dengan en-suite). Pada pilihan kelas dan kamar ini juga akan bisa diakses oleh tamu dengan mobilitas terbatas.
“Kereta baru kami akan mengubah Sleeper Caledonian, menggembar-gemborkan era baru perjalanan kereta api dan memastikan pengalaman yang benar-benar tak lekang oleh waktu bagi semua tamu. Kami sangat bangga dengan kereta api baru dan semua orang di tim sangat antusias untuk memberikan orang-orang curian, berkat pengalaman realitas virtual imersif yang telah kami kembangkan dalam kemitraan dengan Soluis. Ini adalah kesempatan bagi tamu Caledonian Sleeper saat ini dan calon untuk menyelidiki dunia baru yang menarik dari kereta api baru dan untuk membangkitkan selera mereka menjelang perkenalan mereka hanya dalam beberapa bulan yang singkat,” ujar Ryan Flaherty, Direktur Pelaksana Serco di Caledonian Sleeper.
Baca juga: Sleepers Train di Jepang Sukses Angkat Pamor Wilayah yang Dilaluinya
Diketahui armada dengan harga 150 juta Poundsterling atau Rp2,8 triuliun ini sebagain didanai oleh Pemerintah Skotlandia. Caledonin Sleeper sendiri dirancang untuk mengakomodasi para pelancong modern dan melayani tamu perjalanan bisnis maupun wisata.
“Seringkali pengguna layanan ini sendiri, kami senang ketika tim di belakang Sleeper Caledonian mendekati kami. Ini adalah kesempatan yang ideal untuk membuat versi digital dari kereta api baru yang akan menginformasikan dan menggairahkan tamu di sekitar bentuk transportasi dan akomodasi unik ini. Gerbang Sleeper realitas virtual menghadirkan format yang sangat unik sehingga tidak diragukan lagi kualitas yang diinginkan dari pengalaman tamu,” kata Scott Grant, CEO Soluis.
Apa jadinya jika Anda ditawarkan sebuah tiket kereta bernilai puluhan juta rupiah untuk sekali perjalannnya? Hhmm, mungkin tanpa berpikir panjang Anda akan langsung menolaknya, bukan? Tapi percayalah, ada sebuah negara yang menjajakan harga tiket bernilai puluhan juta rupiah. Alih-alih menghindar, sebagian kalangan malah ‘saling sikut’ untuk mendapatkan tiket layanan kereta tersebut. Kira-kira ada yang bisa menebak dimana layanan tersebut berada?
Baca Juga: Jepang Tawarkan Paket Wisata dengan Kereta Mewah Yang Ramah Dompet
Ya, Jepang! Terkenal dengan jaringan perkeretaapiannya yang luar biasa, Negeri Sakura merilis sebuah layanan kereta super premium yang bernama Seven Stars pada Oktober 2013 silam. Untuk mendapatkan kesempatan menjajal layanan yang beroperasi di Pulau Kyushu ini, Anda harus merencanakannya dari jauh-jauh hari. Karena seperti yang sudah disinggung di atas, warga Jepang dan para pelancong harus dulu-duluan memesan tiketnya.
Salah satu suites di Seven Stars. Sumber: istimewa
Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, pemesanan tiket Seven Stars untuk periode Oktober 2018 hingga Februari 2019 sudah ditutup bahkan sejak Mei 2018 kemarin. Bukan karena tidak laku, justru sebaliknya, sudah full booked! Tentu fakta tersebut membuat Anda semakin penasaran bukan tentang apa-apa saja yang akan Anda dapatkan semisal mengular menggunakan Seven Stars?
Lebih mirip desain hotel, interior dari tujuh gerbong layanan Seven Stars ini dirancang oleh Eiji Mitooka, yang menggabungkan motif tradisional Jepang dan elemen desain barat. Dengan dinding gerbong yang dilapisi oleh kayu rosewood dan maple, dan lantai yang terbuat dari kayu walnut, rasanya sangat sulit untuk memisahkan unsur mewah dari layanan yang memuat 14 premium suites ini.
Suguhan koktail dapat Anda nikmati di gerbong Blue Moon, gerbong yang menampilkan pemandangan lanskap khas jalur kereta api. Dari 14 suites yang tersedia, dua deluxe suites dirancang khusus bagi Anda yang ingin merasakan sensasi mewah nan elegan. Soal hiburan, sang operator menyajikan sajian live music yang siap mengiringi tur Anda di “Cruise Train” ini.
Sumber: istimewa
“Segalanya unik dan dibuat khusus untuk kereta itu,” ujar Eiji Mitooka, sang desainer Seven Stars. “Dari tempat duduk sampai pencahayaan, perabotan, dan tema memadukan elemen mandala dengan menarik inspirasi dari Timur dan Barat,” tandasnya seraya memamerkan mahakaryanya.
Dari luarnya saja, sudah terlihat bahwa kereta ini bukanlah kereta biasa. Warna coklat yang mendasari eksterior kereta, guratan emas di sejumlah lekuknya, hingga kaca berukuran setengah gerbong yang terletak pada bagian ekor semakin mempertegas kemewahan dari kereta Seven Stars ini.
Baca Juga: Sleepers Train di Jepang Sukses Angkat Pamor Wilayah yang Dilaluinya
Bagi Anda yang semakin penasaran dengan layanan ini, Seven Stars sendiri terbagi ke dalam dua jenis perjalanan; Reguler dan Premium. Perjalanan di kelas Reguler sendiri berkisar antara dua hari satu malam hingga empat hari tiga malam. Sedangkan untuk perjalanan premium bisa berlangsung hingga enam hari lima malam.
Dikutip dari laman thesun.co.uk (4/7/2018), harga yang dibanderol oleh pihak operator berkisar antara £2.400 atau yang setara dengan Rp45,6 juta per malam. Harga yang setara dengan tiga unit motor bebek baru!
Jepang telah melarang penumpangnya membawa pisau yang tidak terbungkus rapi (dalam kemasan) untuk masuk ke dalam kereta, padahal pisau merupakan salah satu buah tangan populer. Hal ini disampaikan oleh Kementerian Transportasi Jepang pada Jumat (20/7/2018) kemarin.
Baca juga: Inilah Alasan Perkeretaapian Jepang Lebih Menggunakan Easy Japanese Ketimbang Bahasa Inggris
Adanya pelarangan tersebut sebagai langkah-langkah dalam keamanan baru karena penyerangan fatal belum lama ini terjadi di dalam kereta peluru. Dengan pelarangan dan langkah-langkah pencegahan yang baru, memungkinkan staf dan kondektur stasiun bisa mengusir paksa penumpang yang ketahuan membawa pisau tak terbungkus dalam kereta.
KabarPenumpang.com melansir dari laman bangkokpost.com (20/7/2018), bahwa dalam pelarangan ini tidak akan ada pemeriksaan bagasi yang akan dilakukan staff maupun pihak keamanan. Sebab dengan adanya pemeriksaan bagasi tersebut akan membutuhkan ruang ekstra dan menghambat kelancaran proses boarding penumpang.
“Kami menerapkan langkah-langkah untuk meningkatkan keamanan jelang Olimpiade Tokyo dan Paralimpiade pada 2020 mendatang,” ujar Menteri Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Jepang Keiichi Ishii.
Tak hanya itu, dalam proposal yang diajukan pihak kereta api ke kementerian, mengusulkan agar adanya penggunaan perisai pelindung, rompi anti penusukan dan gas air mata untuk mempersenjatai staff. Pihak kereta api Jepang juga mempertimbangkan menggunakan ponsel pintar dan tablet untuk berbagi gambar kamera keamanan di dalam kereta.
Dengan usulan ini, pihak kementerian kemudian mempertimbangkan langkah untuk memperkuat kemanan setelah adanya insiden pada 9 Juli 2018 kemarin saat seorang pria berkumis berusia sekitar 20-an mengamuk dan membawa pisau saat berada di kereta peluru Nozomi dari Tokyo ke Stasiun Shin-Osaka.
Baca juga:Inilah Alasan Perkeretaapian Jepang Lebih Menggunakan Easy Japanese Ketimbang Bahasa Inggris
Penyerangan tersebut menewaskan seorang pria berusia 38 tahun yang mencoba menghentikannya dan juga melukai dua orang wanita berusia 20-an. Insiden ini terjadi setelah seorang pria lansia pada 2017 lalu di dalam kereta peluru membakar diri yang ikut menewaskan seorang penumpang lainnya.
Hingga akhirnya membuat perdebatan tentang menyeimbangkan kenyamanan dan keselamatan penumpang kereta. Sejak insiden tersebut, operator kereta peluru meningkatkan jumlah penjaga keamanan dan patroli dalam kereta serta memberikan pelatihan bagi kru dan staf kantor untuk menanggapi situasi darurat.