Mau Ajarkan Anak Naik Angkutan Umum Sejak Dini? Simak Tips Berikut Ini!
Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli, yang pada tahun ini jatuh tepat hari Senin, tidak menyurutkan berbagai lapisan masyarakat untuk merayakannya. Sebagai peringatan untuk anak-anak Indonesia, apakah Anda sebagai orang tua sudah mengajarkan anak untuk menikmati keindahan kota dengan transportasi umum? Mungkin masih banyak yang takut untuk membawa anak-anak mencoba transportasi umum.
Baca juga: Ingin Bawa Anak Naik Pesawat? Perhatikan Beberapa Poin Penting Ini
Padahal dengan transportasi umum, anak bisa bersosialisasi dengan orang lain. Tak hanya itu, ini juga mengajarkan anak-anak mandiri dan empati untuk berbagi kursi dan ruang dengan orang lain.
Tapi jangan khawatir, KabarPenumpang.com akan memberikan beberapa tips untuk memudahkan para orang tua yang baru pertama kali mengajak anak-anak menggunakan transportasi umum. Berikut ini tipsnya, silahkan disimak.
1. Perkenalan transportasi umum
Anak mungkin sudah mengenal berbagai transportasi umum dari buku cerita yang dimilikinya. Namun, Anda harus menjelaskan secara rinci beberapa transportasi umum seperti bus, KRL maupun angkot alias angkutan kota. Tidak lupa jelaskan pada anak tentang tempat menaiki kendaraan umum tersebut seperti dari halte, terminal maupun stasiun. Ini agar memudahkan anak terbiasa dan mempraktekkan aturannya dengan baik dan benar.
2. Utamakan keselamatan dalam kendaraan
Ajarkan kepada anak agar menunggu kendaraan hingga benar-benar berhenti sebelum naik atau turun. Jelaskan juga kenapa mengeluarkan tangan dan kepala dari jendela berbahaya. Jangan lupa untuk selalu mengingatkan buah hati agar tidak berlarian dalam kendaraan umum.
3. Rute dekat
Untuk pertama kali jangan langsung ajak anak dengan rute jauh, tetapi ajak menggunakan transportasi dalam rute dekat. Sebenarnya pilihan rute dekat ini utuk menghindari kebosanaan dan lelah pada anak. Sebab bila anak bosan bisa saja tidak lagi mau menggunakan angkutan umum.
Baca juga: Bawa Anak Autis Dalam Penerbangan? Ini Dia Tipsnya!
4. Kesabaran
Karena berbeda dengan menggunakan kendaraan pribadi, saat menunggu kendaraan umum, anak harus rela menunggu sambil kepanasan, bersinggungan dengan orang lain bahkan mencium aroma yang berbeda dari kendaraan milik orang tuanya. Saat dalam kendaraan umum juga kesabaran yang diajarkan adalah saat ada ibu hamil atau kakek dan nenek yang membutuhkan tempat duduk.
Sepasang Petugas Medis Beraksi Selamatkan Nyawa Penumpang di Kabin Singapore Airlines
Sepasang muda-mudi yang menjadi penumpang Singapore Airlines menuai pujian dari warganet setelah aksinya menyelamatkan nyawa penumpang diunggah ke jejaring sosial Facebook pada Senin (9/7/2018). Postingan tentang pertolongan pertama yang diberikan oleh sepasang petugas kesehatan ini di like-500 dalam rentang waktu tiga jam saja setelah diunggah.
Baca Juga: Awak Kabin Bantu Melahirkan Seorang Ibu di Ketinggian 42.000 Kaki
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman straitstimes.com (9/7/2018), kejadian ini bermula ketika Lam Guo Wei, seorang petugas medis dari Angkatan Bersenjata Singapura dan istrinya, Audrey Chia, seorang suster, tengah dalam perjalanan menuju Fukuoka, Jepang pada Jumat (6/7/2018). Beberapa saat setelah pesawat mengudara, mereka berdua mendapati seorang penumpang laki-laki pingsan di belakang kursi mereka – yang kebetulan dekat dengan toilet.
Seperti sudah menjadi santapan mereka tiap hari, pasangan Lam dan Audrey langsung membopong si penumpang menuju bagian yang agak luas di dalam pesawat guna memberikan pertolongan pertama. Sejurus sesaat, pasangan yang kebetulan sama-sama berusia 27 tahun ini langsung mengecek organ-organ vital dari si penumpang pria seperti denyut nadi hingga detak jantung.
Setelah siuman, mereka langsung menanyakan riwayat penyakit dari si penumpang, alih-alih ia harus mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Tidak berselang lama, seorang dokter asal Jepang datang menghampiri kerumunan untuk melakukan diagnosa cepat. Berlandaskan informasi dari Lam, sang dokter akhirnya memutuskan bahwa maskapai tidak perlu melakukan pendaratan darurat dan penumpang yang namanya disamarkan ini bisa tetap melanjutkan perjalanannya menuju Jepang.
Baca Juga: Proses Persalinan Cepat, Inilah Pertama Kali Seorang Bayi Lahir di Kereta Cepat
Adalah John Lin, seorang penumpang di penerbangan yang sama yang pertama kali mengunggah aksi heroik dari sepasang muda-mudi ini. Disertai dengan sebuah foto yang menunjukkan seorang penumpang tengah mengenakan masker oksigen, tidak sungkan John memuji pasangan ini.
“Mereka berdua adalah profesional medis yang sangat berkualitas!” tulisnya. “Melihat mereka berdua secara langsung saling berkolaborasi untuk menyelamatkan nyawa seorang penumpang merupakan pengalaman berharga yang sangat menginspirasi,” tandas John. Diketahui, pasangan Lam Guo Wei dan Audrey Chia ini hendak melakukan foto pra-wedding di Jepang.
Hingga berita ini diturunkan, sudah lebih dari 1.100 pengguna Facebook yang menyukai unggahan dari akun terverifikasi, The Singapore Army. Salut!
Karena Unik, Sejumlah Jembatan Penyeberangan Orang Jadi Fenomenal
Jembatan penyeberangan orang (JPO) merupakan salah satu fasilitas yang memudahkan masyarakat dalam menyeberang. Biasanya jembatan ini ditemui di jalan raya ataupun berada di atas jalur kereta api. Salah satunya seperti JPO yang berada di dekat stasiun UI Depok yang menghubungkan pejalan kaki dari arah Margonda ke Kampus UI.
Baca juga: Jembatan Kereta Bukit Duri, Klasik Dan Terlupakan
Selain itu jembatan ini juga melalui Stasiun UI. KabarPenumpang.com mendapatkan hal unik dari jembatan ini, sebab bernama jembatan aborsi. Memang cukup aneh, apalagi nama jembatan ini seakan-akan pernah menjadi tempat aborsi.
Padahal sejak digunakan awal 2016 lalu, jembatan ini merupakan jembatan biasa dan bagi para pejalan kaki dimudahkan tanpa harus melalui rel kereta demi keselamatan. Sayangnya bagi ibu hamil, jembatan ini cukup membuat mereka mengeluh saat melintasinya.
Keluhan para ibu hamil inilah yang kemudian membuat adanya istilah jembatan aborsi. Selain itu penyebutan ini pun mungkin dikarenakan jembatan cukup tinggi dan jarak antara anak tangga yang satu ke lainnya kecil dan cukup banyak.
Tak hanya jembatan aborsi saja, di Bandar Lampung di daerah Stasiun kereta api Tanjung Karang sering digunakan untuk melakukan swafoto (selfie). Jembatan ini berwarna oranye dan sudah ada di situ selama 40 tahun silam.
Fungsi utama jembatan ini sama seperti lainnya yakni untuk penyeberangan masyarakat dari Jalan Dipo menuju Kampungsawah. Namun kini semenjak menjadi spot selfie jembatan terlihat ramai mulai dari anak-anak sekolah, mahasiswa atau masyarakat berfoto atau hanya sekedar melihat kereta melintas. Jembatan ini juga ramai karena di sering menjadi objek foto dan di unggah ke media sosial.
Tenang, tak hanya di Lampung dan Depok saja, Solo juga ternyata punya jembatan yang menghubungkan Terminal Tirtonadi dengan Stasiun Solo Balapan. Skybridge ini memiliki panjang 437 meter dan bisa dilalui selama 15 menit baik dari stasiun menuju terminal atau sebaliknya.
Baca juga: The Causey Arch, Jembatan Kereta Tertua yang Kini Masih Bisa Dilihat Keberadaanya
Adanya skybridge ini, mengurangi jarak yang tadinya 1,3 km dari Stasiun Solo Balapan menuju Terminal Tirtonadi. Bagi masyarakat yang memiliki tiket kereta api, jembatan ini bisa digunakan dengan leluasa oleh penumpang, tetapi bagi yang tidak, mereka hanya bisa menggunakan jembatan di bagian sisi terminal.
Bisa dikatakan jembatan ini mendekatkan yang jauh bukan menjauhkan yang dekat. Dengan tinggi lima meter dan di tutupi kaca bagian kanan kirinya, jembatan ini tak luput menjadi salah ssatu objek foto bagi muda mudi atau pelancong yang melaluinya, jembatan ini juga di legkapi dengan eskalator sehingga memudahkan penumpang yang malas menaiki anak tangga.
Medsos Sumbang Peningkatan Kecelakaan pada Remaja, Otoritas Kereta Api Inggris Kampanyekan Keselamatan
Peran media sosial (medsos) dewasa ini terbilang cukup signifikan dalam menyebarluaskan sebuah peristiwa. Tidak terkecuali kalangan remaja, medsos seolah dijadikan wadah bagi mereka untuk ‘memamerkan’ suatu hal yang dianggap keren dan layak untuk dikonsumsi publik – mulai dari status, foto, hingga video. Sayangnya, apa yang mereka anggap keren itu sejalan dengan jalan pemikiran orang lain. Maka tidak heran jika jargon “Awasi penggunaan media sosial anak-anak Anda” dengan cepat menyebar dan diamini oleh para orang tua.
Baca Juga: Seni Graffiti di Inggris, Kebanggaan Kaum Bronx yang Sisakan Kesan Kotor dan Tidak Terjaga
Merujuk pada hal di atas, sebuah laporan yang dirilis oleh British Transport Police (BTP) tertuang bahwa media sosial turut berperan dalam meningkatnya jumlah remaja yang tewas di jalur kereta api. Sebagaimana data yang berhasil dihimpun KabarPenumpang.com dari laman telegraph.co.uk (18/7/2018), sebanyak tujuh remaja tewas di jalur kereta api di Inggris dalam rentang waktu satu tahun. Angka tersebut disusul oleh 48 remaja yang mengalami cidera serius yang memaksanya menjadi seorang difabel. Miris!
Seorang juru bicara dari BTP mengatakan bahwa, “medsos pada akhirnya menginfluensi remaja lainnya untuk melakukan pelanggaran seperti menerobos masuk ke daerah terlarang di sepanjang jalur kereta. Jumlah remaja yang tewas selama 12 bulan ke belakang dikhawatirkan akan terus bertambah seiring dengan kasus tiga seniman graffiti yang tewas tertabrak kereta di Loughborough Junction, London Selatan pada bulan Juni lalu.”
Hal tersebut berbuntut pada kampanye keselamatan yang coba diterapkan oleh Network Rail, pemilik dan pengelola sebagian besar jaringan perkeretaapian di Tanah Britania Raya. Kampanye itu sendiri berbentuk sebuah video yang diilhami dari kisah nyata yang dialami Tom Hubbard, seorang remaja yang tersengat aliran lstrik 25.000volt pada tahun 2014 silam. Kendati nyawa Tom masih bisa selamat, namun tidak bagi kehidupan sehari-harinya. Ia menjadi seorang difabel akibat ulahnya menerobos masuk ke dalam area terlarang di salah satu jalur kereta api di Inggris.
Dalam sebuah laporan yang dimiliki oleh Network Rail, angka anak di bawah umur yang menerobos area terlarang di sepanjang jalur kereta meningkat ke level 80 persen sejak tahun 2013 silam. Itu berarti telah terjadi peningkatan sebanyak 21 persen dalam kurun waktu satu tahun saja. Sedangkan sebuah studi terpisah, Network Rail mendapati satu dari 10 remaja mengaku berjalan di jalur kereta api secara ilegal.
Baca Juga: Naas, Seniman Grafiti di Sydney Tewas Setelah Dihantam Kereta
“Jalur kereta api menyimpan bahaya yang nyata namun tersembunyi. Sebut saja dari aliran listrik di jalur kereta itu tidak pernah padam dan sangat berbahaya. Belum lagi dari modanya sendiri yang melaju hingga kecepatan 200 km per jam. Ya, memang si masinis melihat ada hambatan seperti para remaja tersebut, namun apakah ia dapat menghentikan kereta dengan seketika, jawabnanya tentu tidak!” tutur Allan Spence, Kepala Keamanan Publik dan Penumpang di Network Rail. “Kepada para orang tua juga kami himbau kerja samanya untuk terus mengedukasi anak-anaknya tentang bahayanya bermain di jalur kereta,” tandasnya.
Di sisi lain, Asisten Kepala Polisi dari BTP Robin Smith pun mengamini pernyataan Allan. “Kami harap kampanye yang dilakukan oleh Network Rail dapat menyadarkan anak-anak bahwa jalur kereta api bukanlah tempat bermain yang tepat, melainkan berbahaya.”
Kembali Sementara ke Tiket Manual, Antrean Mengular di Stasiun KRL Jabodetabek
Ada pemandangan yang berbeda di Stasiun Bojong, Bogor pada pukul 04.00 pagi hari ini (23/7/2018). Tidak seperti biasanya, antrean calon penumpang KRL mengular hingga puluhan meter di depan konter tiket. Begitu pula di Stasiun Bogor (kota), diwartakan jumlah antrean calon penumpang tejadi cukup panjang. Pemandangan yang tak lazim ini merupakan buntut dari proses pembaharuan dan pemeliharaan sistem E-Ticketing yang telah berlangsung sejak 21 Juli 2018.
Baca juga: Depo KRL Terbesar di Asia Tenggara, Ternyata Ada di Depok
Dari pantauan KabarPenumpang.com, tidak semua stasiun mengalami antrean panjang, seperti di Stasiun Klender, Stasiun Rawa Buntu, dan Stasiun Tanah Abang misalnya, sejak pagi hari tidak terjadi antrean tiket yang panjang.
Dikutip dari siaran pers PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), pembaharuan sistem dan pemeliharaan dilakukan sejak Sabtu. Sebagai bentuk mitigasi jika proses pembaharuan masih membutuhkan waktu maka untuk kelancaran mobilitas pengguna KRL pada Senin 23 Juli 2018 transaksi tiket KRL akan menggunakan tiket kertas yang diberlakukan di 79 stasiun KRL dimulai dari perjalanan kereta pertama hingga kereta terakhir.
Sebagai pengganti sistem E-Ticketing, PT KCI menjual tiket kertas seharga Rp 3.000 ke semua stasiun tujuan. Untuk mempercepat proses transaksi pengguna jasa dihimbau untuk menyiapkan uang tunai sesuai tarif tiket kertas. Prosedur pembeliannya, pengguna dapat mengantri di loket maupun pada petugas di luar loket yang melayani pembelian tiket kertas ini.
Satu tiket kertas hanya dapat digunakan oleh satu orang pengguna untuk satu kali perjalanan KRL. Di stasiun awal, tiket kertas perlu diperlihatkan kepada petugas untuk ditandai bahwa tiket tersebut telah terpakai dan selanjutnya disimpan oleh pengguna jasa sebagai tanda bukti perjalanan.
Perubahan sistem dari E-Ticketing ke manual diakui banyak pengguna jasa cukup mengagetkan, banyak penumpang yang tidak siap dengan uang pas, atau sebaliknya, petugas konter tiket yang tidak siap dengan uang kembalian. Dari hasil pantauan, panjangnya antrean salah satunya dikarenakan transaksi tiket yang jadi lebih lama.
Sistem tiket elektronik KRL telah berjalan sejak Juli 2013 atau lima tahun yang lalu. Pembaharuan dan pemeliharaan sistem dalam skala keseluruhan yang berlangsung saat ini tidak dapat dihindari untuk menjaga keandalan sistem ini di masa yang akan datang. Ada kabar yang menyebut bahwa tengah terjadi pergantian vendor, dari yang selama ini dikelola anak perusahaan PT Telkom menjadi ke perusahaan dari grup PT KAI.
Baca juga: Hindari Berebut Masuk KRL, PT KCJ Buat Garis Batas Antrean di Stasiun
Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi kapan sistem E-Ticketing kembali digunakan. Berdasarkan keterangan dari petugas di Stasiun Tanah Abang, ada kemungkinan sistem E-Ticketing akan kembali digunakan pada Senin sore ini.
Satu tiket kertas hanya dapat digunakan oleh satu orang pengguna untuk satu kali perjalanan KRL. Di stasiun awal, tiket kertas perlu diperlihatkan kepada petugas untuk ditandai bahwa tiket tersebut telah terpakai dan selanjutnya disimpan oleh pengguna jasa sebagai tanda bukti perjalanan.
Perubahan sistem dari E-Ticketing ke manual diakui banyak pengguna jasa cukup mengagetkan, banyak penumpang yang tidak siap dengan uang pas, atau sebaliknya, petugas konter tiket yang tidak siap dengan uang kembalian. Dari hasil pantauan, panjangnya antrean salah satunya dikarenakan transaksi tiket yang jadi lebih lama.
Sistem tiket elektronik KRL telah berjalan sejak Juli 2013 atau lima tahun yang lalu. Pembaharuan dan pemeliharaan sistem dalam skala keseluruhan yang berlangsung saat ini tidak dapat dihindari untuk menjaga keandalan sistem ini di masa yang akan datang. Ada kabar yang menyebut bahwa tengah terjadi pergantian vendor, dari yang selama ini dikelola anak perusahaan PT Telkom menjadi ke perusahaan dari grup PT KAI.
Baca juga: Hindari Berebut Masuk KRL, PT KCJ Buat Garis Batas Antrean di Stasiun
Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi kapan sistem E-Ticketing kembali digunakan. Berdasarkan keterangan dari petugas di Stasiun Tanah Abang, ada kemungkinan sistem E-Ticketing akan kembali digunakan pada Senin sore ini. Armada Masuk Masa Pensiun, Amtrak Keluarkan Proposal Peremajaan Lokomotif
Penyedia jasa layanan kereta api asal Negeri Paman Sam, Amtrak diketahui kini tengah dalam upaya untuk meng-upgrade lokomotif diesel National Network. Lokomotif itu sendiri saat ini melayani perjalanan jarak jauh dan beberapa rute yang didukung oleh pemerintah. Ada beberapa opsi yang akan ditempuh oleh Amtrak dalam rangka upgrade armada ini, sebut saja membeli lokomotif baru atau merenovasi armada yang telah beroperasi sebelumnya.
Baca Juga: Serba-Serbi Amtrak, Kereta Jarak Jauh Yang Sering Mejeng di Film Hollywood
Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman railway-technology.com, tujuan utama dari peningkatan kualitas ini adalah untuk menawarkan layanan yang lebih andal kepada para penumpangnya, meningkatkan poin keselamatan dan kecepatan, dan menghadirkan moda yang lebih ramah lingkungan. “Armada lokomotif diesel kami sudah mulai masuk fase tidak layak jalan karena termakan usia, maka dari itu kami harus sesegera mungkin melakukan modernisasi untuk masa depan Amtrak sendiri,” tutur Presiden dan CEO Amtrak, Richard Anderson.
Dalam mewujudkan rencananya tersebut, pihak Amtrak sendiri telah mengeluarkan Request for Proposal (RfP) utuk membeli 50 hingga 75 lokomotif baru yang diproyeksikan untuk menggantikan lokomotif P40 dan P42 milik perusahaan yang sudah memasuki masa pensiun. Diketahui, beberapa dari dua jenis lokomotif tersebut sudah berusia lebih dari 25 tahun, umur yang sudah cukup tua untuk sebuah lokomotif.
Selain untuk mendatangkan lokomotif baru tersebut, dana tambahan lain untuk suku cadang, pemeliharaan lokomotif, hingga pasokan teknis multi-tahun pun turut tercantum di dalam RfP yang dikeluarkan oleh Amtrak.
“Kami berharap dengan datangnya lokomotif baru tersebut, beberapa poin yang selalu diutamakan oleh Amtrak juga akan otomatis naik, seperti keandalan, perjalanan yang lebih mulus, ketersediaan fitur keamanan yang lebih baik, dan diharapkan juga akan memberikan kontribusi besar terhadap penurunan emisi,” ujar Richard.
Baca Jua: Lyft Gaet Amtrak Dalam Layani Perjalanan Penumpangnya
Diketahui, bulan lalu Amtrak mengutarakan rencananya untuk membuat investasi rahasia untuk memodifikasi interior kereta yang ada pada seluruh armada Acela Express, kereta yang mengular antara Boston dan Washington di Northeast Corridor.
Masih Jauh dari Realisasi, Keandalan HS2 Siap Jadi Rival Setara Bagi Shinkansen
FirstGroup, operator kereta di Inggris berencana untuk menggelar layanan kereta cepat TransPennine Express pada 2019 mendatang. Untuk tujuan tersebut, FirstGroup telah memesan 19 armda kereta peluru dari Jepang. TransPennine Express nantinya akan menghubungkan London, Birmingham, East Midlands, Leeds dan Manchester. Namun belum juga mengular, nampaknya TransPennine Express sudah akan mempunyai saingan.
Baca juga: Inggris Mulai Kedatangan Kereta Peluru dari Jepang, Siap Mengular di 2019
Kendati baru sebatas rencana, namun sang empunya proyek, High Speed Two (HS2) Ltd. sesumbar bahwa dirinya bisa menandingi kedigdayaan dari jaringan kereta peluru yang ada di Jepang. Di sini, HS2 Ltd. yakin bahwa mereka bisa menjadi rival yang sepadan dalam hal keandalan.
Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman itv.com (19/7/2018), HS2 Ltd. mengatakan bahwa target waktu keterlambatan yang akan diberlakukan adalah 30 detik saja. Demi mewujudkan target ini, operator yang menangani West Coast Main Line harus mengatasi sejumlah masalah, seperti kondisi infrastruktur yang sudah mulai termakan usia hingga berbagai kebutuhan lain untuk berbagi jalur dengan lalu lintas penumpang dan barang lainnya.
“Ambisi kami adalah supaya HS2 bisa mencapai tingkat keandalan kelas dunia, setara dengan jaringan kereta berkecepatan tinggi di Jepang, Shinkansen,” tulis HS2 Ltd. dalam sebuah laporan. “Nantinya para penumpang bisa menggantungkan kebutuhan transportasinya pada HS2, tujuh hari dalam seminggu,” imbuhnya.
Tidak bisa dipungkiri, Jepang merupakan negara yang memiliki jaringan perkeretaapian paling handal di dunia, yang kini lebih dikenal dengan julukan bullet train (kereta peluru). Berangkat dari situ, HS2 Ltd percaya bahwa jaringan kereta api yang sebanding akan, “secara fundamental mengubah cara kita berpikir tentang keandalan dan perjalanan menggunakan kereta api di Inggris.”
Di sisi lain, Ketua Demisioner HS2 Ltd. Sir David Higgins mengatakan bahwa semisal layanan ini dibuka pada tahun 2026 kelak, maka warga Inggris akan kedatangan ‘primadona’ baru di sektor transportasi. “Layanan HS2 dapat Anda andalkan untuk bekerja, menghadiri sebuah rapat, atau mengujungi keluarga dan kolega,” tutur Sir David. “Standar yang diberlakukan oleh HS2 pun nantinya akan memenuhi standar dunia,” tandasnya.
Baca Juga: Cina Siap Hubungkan Nepal via Jalur Kereta Anyar
Dalam laporan terbaru yang dirilis pihak perusahaan pada Kamis (19/7/2018) di Leeds, HS2 Ltd. sudah mulai menunjukkan pergerakannya dengan membuka lowongan pekerjaan untuk sektar 6.000 tenaga. “Sudah direalisasikan di Inggris,” tulis laporan tersebut.
Sebagai informasi tambahan, keseluruhan proyek HS2 ini sendiri terbagi ke dalam dua fase; Fase pertama membentang dari London menuju West Midlands, dengan debut pertamanya dijadwalkan pada tahun 2026. Sedangkan untuk fase 2 akan menghubungkan West Midlands dan Manchester dan dijadwalkan rampung sepenuhnya pada tahun 2033 mendatang. Adapun panjang keseluruhan dari jaringan kereta cepat Inggris ini kurang lebih sekitar 530km.
Berada di Jembatan Setinggi 40 Meter, Stasiun di Jepang ini Sukses Sedot Wisatawan
Berbicara soal perkeretaapian di Jepang, nampaknya Negeri Sakura memiliki segudang cerita yang sayang untuk dilewatkan. Nah, bagi Anda yang takut akan ketinggian, nampaknya Anda akan sebisa mungkin menghindari untuk naik kereta dari stasiun ini deh. Pasalnya, Negeri Para Samurai ini memiliki sebuah stasiun yang berada di atas ketinggian 40 meter dari atas permukaan tanah.
Baca Juga: Tanggula, Stasiun Terbengkalai di Atas Awan
Adalah Sky Station atau yang dalam Bahasa Jepangnya bernama Sora no Eki, merupakan sebuah stasiun yang merupakan bagian dari JR San’in Main Line. Sudah lebih dari 100 tahun pengabdiannya terhadap perkeretaapian Jepang, terhitung sejak 1912 dimana stasiun tersebut selesai dibangun. Dihimpun KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, stasiun ini sendiri bercokol di atas sebuah jembatan dengan ketinggian 41,5 meter dan panjang 310,7 meter.
Selain terkenal dengan stasiunnya, jembatan yang menjadi penghubung antara Stasiun Yoroi dan Stasiun Amarube ini sendiri tersohor karena statusnya sebagai jembatan besi terbesar yang ada di Jepang. Jadi, nampaknya semua warga Jepang tahu akan keberadaan jembatan ini.
JR San-in Main Line sendiri sebenarnya sudah ada sejak dulu, tetapi khusus daerah di ketinggian 40 meter ini mengundang banyak perhatian wisatawan, sehingga direncanakanlah pembuatan stasiun khusus yang berada di atas jembatan tersebut. Tidak lain dan tidak bukan, tujuannya adalah untuk mengundang minat para wisatawan. Dalam pembangunannya, otoritas terkait menggelontorkan dana hingga 440 juta Yen atau yang setara dengan Rp56,7 miliar.
Baca Juga: Stasiun Ini Dalamnya Melebihi Tinggi Patung Liberty Loh!
Sudah dapat Anda bayangkan sendiri bagaimana pemandangan yang disuguhkan di atas. Hamparan Laut Jepang menjadi daya tarik utama stasiun yang berada di Perfektur Hyogo, Jepang ini. Sudah tidak aneh rasanya jika stasiun yang sudah berdiri selama 106 tahun yang lalu ini mengalami renovasi demi renovasi.
Selain untuk menjaga ketahanan dari bangunan stasiun, renovasi ini juga ditujukan untuk memperelok penampakannya, mengingat para wisatawan yang mulai berdatangan hanya untuk mencoba sensasi naik kereta dari ketinggian. Tercatat, salah satu rekor pengunjung terbanyak yang pernah datang ke stasiun ini adalah 140.000 orang per tahun pada 2013 silam.
Ingat! Anda Berhak Peroleh Kompensasi Setelah Lapor Kehilangan Bagasi di Bandara
Kehilangan barang atau bagasi Anda setelah lama nunggu di karosel atau ban berjalan di bandara kedatangan menjadi salah satu hal yang tidak diinginkan. Mungkin tas Anda bukan hilang, hanya terlambat sampai karena ‘terdampar’ di satu tempat, tetapi tetap saja menjadi masalah yang menjengkelkan.
Baca juga: Koper Anda Hilang atau Tertukar? Baggage Claim Jadi Solusinya
Karena masalah ini, sebenarnya Anda sebagai penumpang bisa meminta kompensasi. KabarPenumpang.com merangkum dari wikihow.com, ada beberapa cara yang bisa membuat Anda mendapat kompensasi setelah menunggu barang yang tak kunjung datang.
1. Melaporkan kehilangan bagasi
Saat barang dari bagasi tak kunjung hadir, pergi ke bagian klaim bagasi maskapai sesegera mungkin. Beritahukan bahwa tas Anda tidak ditemukan. Biasanya saat check in Anda akan mendapat tiket untuk klaim bagasi yang memiliki barcode dan ini bisa membantu dalam pencarian. Jangan lupa isi laporan kehilangan, apabila Anda merupakan penumpang penerbangan transit, coba laporkan kehilangan pada maskapai terakhir terbang. Setelah mengisi formulir, jangan lupa meminta salinan laporan dan isi semua rincian penerbangan serta cantumkan nomor penerbangan. Perkiraaan barang yang hilang juga bisa memudahkan Anda tahu kapan barang tersebut akan sampai.
Biasanya perkiraan tersebut akan diberitahukan maskapai setelah pengisian formulir. Perkiraan tersebut juga menentukan apakah klasifikasi sebagai barang hilang atau hanya tertunda. Sebab klasifikasi ini bisa mempengaruhi kompensasi yang berhak Anda terima. Barang yang tertunda lebih dari 21 hari akan dianggap hilang. Berdasarkan hukum yang berlaku, dimana penerbangan domestik AS diatur oleh peraturan Departemen Transportasi sedangkan internasional diatur oleh Konvensi Warsawa atau Montreal. Konvensi Montreal lebih ramah wisatawan daripada Konvensi Warsawa dan memberikan hak kepada Anda untuk kompensasi yang lebih besar dan perlindungan lebih untuk bagasi pesawat yang tertunda.
2. Mendapat penggantian
Umumnya kompensasi untuk bagasi pesawat tertunda dalam bentuk penggantian barang penting seperti perlengkapan mandi dan pakaian dalam yang harus Anda miliki dan beli sampai tas tiba. Jika penerbangan Anda dilindungi oleh Konvensi Montreal, Anda berhak atas sejumlah kompensasi yang ditetapkan untuk setiap hari saat tas Anda tertunda. Konvensi Warsawa menawarkan kompensasi serupa, meskipun jumlahnya kurang dari yang ditawarkan di bawah Konvensi Montreal. Jangan lupa periksa kebijakan maskapai, seperti Delta Airlines menawarkan kompensasi sebesar US$50 atau Rp725 ribu per hari untuk keterlambatan bagasi.
Anda juga bisa mengajukan klaim jika kebutuhan mendesak. Setidaknya Anda mendapatkan penggantian sebelum meninggalkan bandara. Biasanya beberapa maskapai memberikan voucher untuk membayar perlengkapan pengganti dan sejenisnya. Mereka juga memiliki barang bermerek untuk diberikan kepada penumpang yang memiliki situasi seperti Anda. Biasanya berupa tas kecil berisi shampo, kondisioner, sabun dan lotion dengan ukuran perjalanan. Jika punya barang yang digunakan khusus seperti shampo alergi berikan informasi tersebut pada pihak maskapai.
Klaim asuransi juga patut untuk dipertimbangkan, karena banyak pelancong udara yang membeli asuransi untuk melindungi mereka dalam situasi seperti ketika bagasi tertunda atau hilang. Jika menggunakan asuransi mungkin Anda bisa mendapatkan hasil penggantian lebih cepat.
Baca juga: Bosan Antri Lama di Bandara, Begini Cara Cepat Ambil Barang di Klaim Bagasi
3. Ambil bagasi yang tertunda
Lacak klaim Anda, karena mengikuti perkembangan bagasi dengan memasukkan nomor klaim dalam aplikasi maupun mengubungi customer service untuk mendapat informasi serta memantau situasi keberadaan barang. Selalu memperbarui perubahan apa pun dapat membantu Anda terus menilai situasi dan menentukan jumlah kompensasi yang mungkin Anda dapatkan.
Minta maskapai mengirimkan barang ke tempat Anda jika sudah ditemukan. Mungkin tidak nyaman atau bisa saja tidak memungkinkan Anda kembali ke bandara. Biasanya pihak maskapai akan mengirim barang ketika Anda bertanya.
Datang Terlambat di Stasiun, Pria Asal India ini Terseret Kereta Sejauh 50 Meter!
Masih ingatkah Anda tentang tragedi yang menimpa seorang pria asal Cina yang terpaksa berlari menyusuri peron akibat tangannya terjepit pintu kereta? Ya, kejadian yang terjadi pada pertengahan tahun 2017 ini bisa dibilang sedikit lebih beruntung ketimbang yang menimpa seorang penumpang kereta di India. Penumpang berjenis kelamin pria ini terseret kereta hingga kurang lebih 50 meter karena tangannya tersangkut di bagian pintu kereta.
Baca Juga: Penumpang Ini Sama-Sama Terjepit Pintu Kereta, Namun Beda “Penderitaan”
Kabar tentang insiden ini mulai menyebar setelah sebuah rekaman CCTV beredar luas di internet. Usut punya usut, kejadian ini sendiri terjadi pada Sabtu (14/7/2018) di Stasiun Panvel, India. Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, nyawa korban yang bernama Ravi Salunkhe (25 tahun) asal Alibaug ini berhasil diselamatkan setelah sejumlah orang yang melihat insiden ini berusaha untuk melepaskan dirinya dari kereta yang terus berjalan.
Kejadian ini berawal ketika Ravi yang terlambat tiba di stasiun, padahal dirinya sudah memesan bangku di Panvel – Nanded Express. Karena tergesa-gesa, ia segera masuk ke gerbong terdekat, yang kala itu gerbong nomor 7-lah yang posisinya paling dekat dengan Ravi. Namun ketika tubuh Ravi belum sepenuhnya masuk ke dalam rangkaian, kereta sudah terlanjur jalan. Entah bagaimana cara Ravi memegang handle pintu berbahan besi tersebut, namun yang pasti tangannya tersangkut dan kereta mulai mempercepat lajunya.
“Ravi yang mulai kehilangan keseimbangan, jatuh tersungkur dan ia mulai terseret kereta sejauh kurang lebih 50 meter,” ujar salah seorang petugas keamanan di Stasiun Panvel. “Hampir saja ia masuk ke celah peron, beruntung, salah seorang petugas berhasil menyelamatkan nyawanya,” tandasnya. Adalah Vinod Shinde (37 tahun) seorang petugas kepolisian yang berhasil melepaskan Ravi dari ancaman maut tersebut.
Baca Juga: Tangan Wanita Paruh Baya Terjepit Pintu Kereta, Masinis Jadi Terdakwa
Sebelum Vinod, sempat ada seorang penumpang yang tengah berjalan di peron mencoba untuk menarik Ravi, namun usahanya gagal. Beruntung, Vinod dengan cekatan menyelamatkan nyawa Ravi. “Ravi mengalami cidera pada bagian lututnya dan segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” tutur pihak kepolisian.
Jika sudah ada contoh berbahaya seperti ini, apa Anda masih mau datang mepet waktu ke stasiun?
