Dengan beragam kebutuhan, pesawat banyak diciptakan dalam ukuran yang tak biasa, salah satunya untuk menunjang muatan (payload) dalam jumlah besar, sosok pesawat diwujudkan dalam desain raksasa. Bicara tentang pesawat berukuran gambot tentu tak melulu untuk misi sipil, pesawat militer juga ikut ambil bagian dalam mewujudkan megastruktur di angkasa ini.
Dari beragam pesawat berukuran tambun yang pernah dirilis, berikut ini KabarPenumpang.com menghimpun lima jenis pesawat dengan ukuran body jumbo versi laman flights.com.
Baca Juga: Berdasarkan Luas Lahan,10 Bandara Ini Jadi Yang Terbesar di DuniaB-36, The PeacemakerSumber: acesflyinghigh
Pesawat ini merupakan strategic bomber yang dirakit oleh Convair dan dioperasikan oleh United States Air Force (USAF) sejak tahun 1949 hingga 1959. Pesawat yang pertama kali mengudara pada 8 Agustus 1946 ini merupakan pesawat berbasis piston terbesar yang diproduksi secara massal. Pesawat ini memiliki bentang sayap terlebar di kelas pesawat tempur yang pernah dibangun sebelumnya, kurang lebih sekitar 230 kaki atau setara dengan 70,1 m. Diketahui, pesawat ini pernah menjadi tumpuan Strategic Air Command (SAC) untuk mengirimkan pasokan senjata nuklir. Sayangnya, pesawat ini harus mengakhiri perjalannya di udara pada tahun 1955 karena posisinya digantikan oleh Boeing B-52 Stratofortress dengan tenaga jetnya.
Caproni Ca.60Caproni Ca.60
Pernahkah Anda melihat pesawat dengan sembilan sayap? Jika belum, maka cobalah tengok Caproni Ca.60 atau yang biasa disebut Noviplano yang memiliki arti sembilan sayap. Caproni Ca.60 adalah prototipe dari sebuah flying boat bersayap sembilan terbesar yang ditujukan untuk melayani perjalanan transatlantik yang mampu mengangkut 100 penumpang dalam sekali perjalanan. Pesawat ini memiliki delapan mesin dengan tiga tumpuk sayap di setiap sisinya. Namun, pesawat yang pertama kali mengudara pada paruh pertama tahun 1921 ini tinggal kenangan. 4 Maret 1921, tak lama setelah lepas landas, pesawat ini jatuh ke permukaan air dan hancur berkeping-keping setelah sebelumnya kehilangan kontrol. Caproni, manufaktur perakit pesawat ini lantas meninggalkan proyek flying boat-nya karena biaya yang sangat besar.
Airbus A380Airbus A-380
Hingga saat ini, pesawat double-deck wide-body buatan Airbus ini masih digunakan oleh beberapa maskapai besar, seperti Emirates, Singapore Airlines, Qantas, Qatar dan Lufthansa. Pesawat ini pertama kali mengudara dalam sebuah uji coba pada 27 April 2005 dan melayani penerbangan komersil perdananya untuk Singapore Airlines pada 25 Oktober 2007. Pesawat yang mampu menampung 525 penumpang dalam konfigurasi tiga kelas dan 853 penumpang dalam konfigurasi all-economy class ini masih menjadi primadona bagi beberapa maskapai yang melayani rute antar benua.
Terhitung sejak Agustus 2017, pihak Airbus telah menampung 317 pesanan dan telah menyelesaikan 215 di antaranya. Sebagai pelanggan setia A380, Emirates merajai pemesanan pesawat ini dengan total 142 unit, 97 di antaranya telah dikirimkan.
Baca Juga: Tak Lagi Gunakan Airbus A380, Qatar Airways Ganti Armada Tujuan AtlantaSolar Impulse 2Solar Impulse 2
Adalah proyek pesawat terbang jarak jauh bertenaga surya eksperimental asal Swiss. Pada tahun 2014, Solar Impulse 2 digalang-galang sebagai suksesor dari pendahulunya, Solar Impulse 1 dengan kapasitas sel surya yang lebih banyak serta motor yang lebih bertenaga. Proyek yang didanai oleh pihak swasta ini dipimpin oleh seorang insinyur asal Swiss, André Borschberg dan Bertrand Piccard, seorang balloonist.
Adapun tujuan utama dari proyek ini adalah untuk mengelilingi dunia menggunakan pesawat terbang bertenaga sel surya agar tidak mencemari udara. Diketahui pada 9 Maret 2015, André dan Bertrand memulai perjalanan mereka dari Abu Dhabi untuk mengelilingi dunia menggunakan Solar Impulse 2.
Dalam perjalanan multi-tahap tersebut, diagendakan pesawat akan mengakhiri ekspedisinya pada Agustus 2015. Juli 2015, pesawat sel surya tersebut mencatatkan rekor pribadinya sendiri dengan melakukan penerbangan terjauh, yaitu dari Jepang menuju Hawaii. Walaupun selama perjalanan tersebut, baterai pesawat sempat mengalami kerusakan termal yang mengharuskannya beristirahat selama beberapa bulan untuk diperbaiki.
Antonov An-225 MriyaAntonov An-225 Mriya
Terlepas dari soal bobot terberat atau sayap terlebar, hanya ada satu yang layak menjadi penyandang gelar pesawat terbesar di dunia, inilah Antonov An-225 Mriya. Pesawat yang diproduksi pada tahun 1985 ini memiliki bobot yang luar biasa, yaitu 640 ton dan didukung dengan enam mesin turbofan. Antonov An-225, yang pada awalnya dikembangkan untuk tugas pengangkutan pesawat ruang angkasa Buran, merupakan proyek pembesaran dari Antonov An-124 yang telah meraih sukses.
Dalam penerbangan komersial, pesawat ini mampu menampung muatan hingga 247 ton. Satu fakta yang patut di garisbawahi dari pesawat sepanjang 84 meter dengan bentang sayap 88,4 meter ini, ternyata hanya ada satu Antonov An-225 Mriya yang pernah dibuat.
Apa yang Anda lakukan untuk menghabiskan waktu selama menunggu bus? Mungkin sebagian orang akan sibuk dengan smartphone masing-masing, sedangkan yang lainnya akan lebih memfokuskan diri terhadap situasi di sekitar. Terlalu lama menunggu juga akan membuat banyak orang merasa bosan dan terutama jika jam pulang kerja, tentu hal ini akan terasa sangat lama. Namun, melihat fenomena yang terjadi di lapangan, sebuah halte bus dirancang sedemikian rupa sehingga dapat memanjakan setiap penggunanya.
Baca Juga: Parade Halte Unik Dengan Sokongan Promosi dan CSR
Di Singapura, tepatnya di daerah Jurong, ada sebuah halte bus yang mengadaptasi konsep smart shelter, dimana rancangan tersebut merupakan bentuk pengaplikasian dari Smart City yang tengah digembleng oleh otoritas setempat. Selain demi mewujudkan program Smart City yang tengah diupayakan oleh pemerintah, kehadiran smart shelter tersebut juga ditujukan agar setiap calon penumpang bus tidak cepat merasa bosan ketika terpaksa menunggu lama.
Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman cnbc.com (7/3/2017), beberapa fasilitas yang tersedia di sana akan merangsang minat membaca setiap orang, seperti jaringan WiFi gratis, perpustakaan mini, tablet yang bisa digunakan untuk mengunduh e-Book dengan menggunakan QR Code, spot untuk mengisi ulang daya smartphone, hingga sebuah ayunan yang ditujukan untuk anak-anak. Tidak hanya itu, sebuah layar yang menunjukkan jadwal pemberangkatan bus, hingga kondisi cuaca.
Tidak sampai di situ saja, atap yang digunakan oleh halte ini juga dilengkapi dengan sistem panel surya yang akan mengimbangi biaya listrik dari halte tersebut. Dalam pengadaannya, Otoritas Pengembangan Perkotaan Singapura dan sejumlah agensi lainnya merangkul beberapa arsitek dari DP Architects untuk bekerja sama membangun halte yang menjadi inisiatif tanggung jawab sosial itu.
Baca Juga: 10 Halte Bus Ini Jelas Tidak Biasa
Hadirnya smart shelter ini seolah menunjukkan bahwa infrastruktur transportasi dapat memegang peran ganda, selain sebagai sarana untuk menunggu bus, halte ini juga diharapkan dapat mencerdaskan setiap pengunjungnya. Selain menjadi viral gegara smart shelternya, Jurong juga terkenal sebagai lokasi uji coba dari kendaraan self-driving, smart street lighting, dan juga sensor otomatis pembuangan sampah.
Namun sayangnya, pemerintah hanya akan mengoperasikan halte ini selama satu tahun. Kedepanya, jika inovasi tersebut mendapat respon positif dari masyarakat, maka otoritas setempat akan mempertimbangkan pembangunan halte serupa di titik-titik lain di kota.
Perjalanan ke Sumatera Barat tidak sah kalau tak mampir di Ngarai Sianok yang berada di perbatasan kota Bukittinggi tepatnya di kabupaten Agam. Lembah ini bentuknya memanjang dan berkelok sebagai garis batas kota dari selatan ngarai Koto Gadang sampai ke nagari Sianok Anam Suku dan berakhir di kecamatan Palupuh.
Baca juga: Desa Pelangi, Ubah Wilayah Padat dan Kumuh Jadi Tujuan Wisata
Ngarai Sianok memiliki pemandangan yang sangat indah dan saat ini menjadi salah satu objek wisata andalan Sumatera Barat. Memiliki kedalaman jurang 100 meter dan membentang sepanjang 15 kilometer dengan lebar sekitar 200 meter, Ngarai Sianok merupakan bagian patahan yang memisahkan pulau Sumatera menjadi dua bagian memanjang disebut Patahan Semangko. Sepanjang patahan yang dindingnya sangat curam serta tegak lurus ini membentuk lembah hijau yang merupakan hasil sinklinal (gerakan turunnya kulit bumi).
KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai sumber bahwa, Ngarai Sianok merupakan bentuk yang paling jelas dari aktivitas pergerakan lempengan bumi dari pulau Sumatera. Proses terbentuknya patahan tersebut menghasilkan sebuah kawasan yang subur dengan panorama yang indah. Patahan Ngarai Sianok membentuk dinding curam dan juga membentuk lembah hijau yang terbentuk secara alami yaitu melalui gerakan turunnya kulit bumi dan dialiri dengan batang atau Sungai Sianok.
Sebenarnya, Ngarai Sianok punya nama lain yakni Lembah Pendiam, nama ini diberikan karena suasananya begitu tenang dan damai. Pada zaman Belanda, Ngarai Sianok juga disebut sebagai Kerbau sanget karena banyaknya kerbau liar yang berada di dasar Ngarai.
Udara yang dihasilkan di Ngarai Sianok pun masih bersih dan sejuk karena masih banyak pohon. Selain itu, disini pula bagi Anda yang ingin melepas beban berat pikiran dan menghilangkan rasa lelah dari rutinitas seahri-hari Ngarai Sianok bisa menjadi tempat yang cocok dengan kicauan burung, suara gemercik air sungai membuat ketenangan pada pikiran Anda.
Tak hanya menikmati udara segarnya saja, Ngarai Sianok dapat dinikmati dengan menjelajahi Sungai Sianok. Hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan kano atau kayak sebagai sarananya. Rute yng akan dilalui adalah dari Nagari Lambah hingga Jorong Sitingkai Nagari Palupuh dengan waktu tempuh sekitar 3,5 jam.
Pada bagian tepi Ngarai, dapat dijumpai berbagai flora dan fauna, di antaranya tanaman obat-obatan dan bunga langka yakni Rafflesia. Faunanya antara lain monyet ekor panjang, tapir, macan tutul, simpai dan masih banyak lagi. Hal ini semakin menambah keindahan Ngarai Sianok.
Ternyata tak hanya pelancong dari luar kota saja, masyarakat Sumatera Barat sendiri tepatnya warga Bukittinggi mengisi akhir pekan mereka dengan berolahraga disekitaran ngarai ini. Biasanya mereka melakukan aktivitas seperti trekking, bersepeda atau sekedar berjalan-jalan melepas kepenatan.
Untuk sampai disini, bila Anda berangkat dari bandara bisa menggunakan ojek menuju pertigaan jalan raya Padang-Bukittinggi dengan ongkos sekitar Rp10 ribu dan melanjutkan perjalanan dengan menggunakan mobil travel ke Bukittinggi. Sebelum sampai di kota Bukittinggi, Anda masih bisa menyempatkan diri untuk merasakan air terjun lembah Anai dengan ketinggian 30 meter, ongkos travel sekitar Rp15 ribu. Sayangnya mobil travel ini tak semua langsung sampai kota Bukittinggi melainkan ke terminal aur kuning sehingga untuk sampai ke Jam Gadang, atau pusat kota Bukittinggi harus menggunakan angkot dengan Rp2 ribu sudah bisa sampai. Sedangkan untuk sampai ke Ngarai Sianok sendiri, Anda bisa berjalan kaki sejauh 500 meter.
Baca juga: Lima Negara Ini Dianggap “Berbahaya” Bagi Pelancong Perempuan
Ini digunakan untuk para pelancong yang mau menikmati banyak wisata sebelum sampai ke Ngarai Sianok. Bagi Anda yang mau lngsung tiba ke Ngarai Sianok, berangkat dari Padang, untuk menuju ke Bukittinggi Anda bisa menggunakan transportasi darat dengan angkutan umum. Waktu tempuh kurang lebih sekitar 2 jam. Setibanya di Bukittinggi, perjalanan dilanjutkan dengan angkutan umum yang banyak dijumpai menuju ke objek Ngarai Sianok. Untuk kenyamanan Anda, disarankan lebih baik menggunakan mobil pribadi atau agen travel.
Sebenarnya untuk masuk ke Ngarai Sianok Anda perlu membayar retribusi Rp4 ribu perorangnya. Untuk Anda yang berencana menginap, Ngarai Sianok ini terletak tidak jauh dari pusat kota sehingga banyak dijumpai penginapan villa dan hotel yang nyaman di sekitarnya. Untuk makanan, banyak warung yang menjual makanan, Anda akan dimanjakan dengan masakan khas Padang yang beraneka macam. Namun, Nasi Kapau merupakan menu makanan yang sangat menarik untuk Anda coba. Anda bisa mencobanya di Warung yang berada di Pasar Lereng.
Ritual mencari moda transportasi jamak dilakukan para penumpang yang baru saja tiba di bandara tujuan. Selain pilihan bus dan kereta, opsi lain untuk meninggalkan bandara yakni menggunakan jasa taksi, dan opsi ini bisa dibilang masih yang dominan, terlebih di Indonesia. Namun faktanya, sebagian besar dari kita masih bingung, mau naik taksi yang mana?
Baca juga:Stiker “Taksi Bandara,” Apa Guna dan Manfaatnya Buat Penumpang?
Saat beranjak dari pintu keluar, biasanya terlihat warna warni taksi dari beragam operator. Khsusunya bagi Anda yang belum terlalu mengenal kota tujuan, memilih taksi mana yang tepat bisa bikin kepala pusing. Padahal yang ada dibenak Anda adalah cukup menggunakan taksi dengan tarif normal, nyaman, dan pastinya aman.
Dilansir KabarPenumpang.com dari ezinearticles.com, banyak penyedia taksi baru bermunculan di setiap sudut dan celah kota serta merayu penumpang dengan memberikan potongan harga yang sangat tinggi. Sayangnya, layanan taksi ini tidak menjamin keamanan dari penumpangnya. Bahkan banyak orang yang kehilangan nyawa dan terlibat dalam kecelakaan yang mengerikan saat memilih layanan taksi belum terkenal atau namanya tidak jelas. Hal inilah yang akhirnya membuat Anda berpikir ulang untuk memilih layanan taksi bandara dengan bijak. Berikut ini ada tips yang bisa membantu dalam memilih layanan taksi di bandara.
1. Memiliki kredibilitas bisnis
Sebelum menggunakan ataupun memesan taksi bandara dari penyedia layanan, baiknya teliti dan periksa dulu apakah perusahaan taksi tersebut memiliki kredibilitas dan reputasi di pasar transportasi. Pernah mendengar nama perusahaannya? Apakah perusahaan tersebut pemain lama atau pendatang baru yang hadir kembali dari masa lalu? Namun bila Anda lebih memilih keamanan yang jadi prioritas, baiknya gunakan taksi perusahaan yang namanya terkenal dan lupakan untuk meneliti kredibilitas dan reputasinya, karena sudah pasti bila terkenal memiliki hal baik.
2. Ulasan keselamatan
Biasanya setiap taksi yang memiliki nama pastinya sudah terkenal dengan ulasan keselamatannya. Apalagi setiap penumpang yang berangkat dari bandara masing-masing memiliki pilihan layanan taksi mereka sendiri. Ada kemungkinan mereka memberikan ulasan bagaimana taksi yang mereka tumpangi, jadi pandai-pandailah Anda untuk menguak informasi dari internet agar tidak salah pilih layanan taksi bandara.
Baca juga: Ternyata! Biaya Taksi di Jakarta Tidak Semahal di Negeri Tetangga3. Kualitas pelayanan secara keseluruhan
Pilih layanan taksi yang mengantarkan mobilnya tepat waktu, pengemudi pun harus profesional dan sopan saat mengantar penumpang. Mereka juga harus mengikuti semua peraturan keselamatan dan peraturan saat mengemudi kendaraan. Bila terlihat mencurigakan, Anda bisa langsung melapor pada pihak taksi tersebut dan minta berhenti agar tidak terjadi apapun pada Anda.
Bila ada yang dinobatkan sebagai pesawat terbesar, maka pastinya ada pula pesawat berawak yang masuk kategori kecil, bahkan layak disebut sebagai terkecil. Memang tak dikhususkan untuk membawa penumpang dalam jumlah yang ideal, namun tetap saja hadirnya pesawat terkecil dalam ukuran mini ikut membawa arti penting dalam teknologi dunia dirgantara.
Baca juga: Drone Penumpang Produksi Cina Siap Unjuk Gigi di Akhir 2017
Seperti saat era drone taksi mulai dikumandangkan, cita rasa desain pesawat terkecil kembali muncul dalam benak pikiran kita. Ibarat melawan lupa, KabarPenumpang.com melansir dari flights.com, pada masa lalu ada beberapa pesawat terbang berawak dengan ukuran super mungil. Penasaran dengan pesawat-pesawat terkecil? Berikut ini beberapa pesawat terkecil yang ada di dunia sampai sekarang baik yang mash beroperasi ataupun sudah di museumkan alias hanya dipajang.
1. Stits SA-2A Sky Baby
Tahun 1952, Sky Baby, nama pesawat terkecil ini dibuat oleh Ray Stits dan pertama kali dikirim untuk diterbangkan ke udara oleh Robert H Starr sebagai pilotnya. Sky Baby sempat menambatkan namanya pada Guinness World Record sebagai pesawat terkecil di dunia dan bertahan hingga tahun 1984 sampai Starr akhirnya membuat Bumble Bee II dan usurped Stits. Sayangnya, Sky Baby sudah tidak lagi diterbangkan dan sekarang berada di Udvar Hazy Center di Chantilly, VA untuk dipamerkan.
Sky Baby (www.flights.com)2. Cri-Cri
Dengan memiliki satu tempat duduk, pesawat kecil ini menjadi pesawat listrik terkecil dunia. Bisa dikatakan pesawat ini adalah yang paling ramah lingkungan. Juli 2015 lalu seorang pilot Perancis menjadi orang pertama yang melintasi selat Inggris dengan menggunakan pesawat listrik. Pesawat ini, hanya muat untuk seorang pilot tanpa penumpang karena memang di desain kecil.
Cri-Cri (www.flights.com)3. BD-5J
Para penggemar James Bond 007 pasti sudah pernah melihat model dari pesawat BD-5J di film “Octopussy.” Ini ada adegan dimana James Bond menerbangkan BD-5. Pesawat ini pun masuk dalam kategori pesawat terkecil di dunia dan sering disebut microjet. Tempat duduk hanya untuk satu orang dan rentang sayap yang tak lebih dari 21 kaki.
Baca juga: Ini Dia! Alasan Kenapa Pesawat Harus Terbang Tinggi!4. Cessna Citation Mustang
Mencari pesawat penumpang kecil dengan versi mewah? Ini bisa dicoba pada Cessna Citation Mustang. Dengan dua kursi kokpit dan empat kursi penumpang, pesawat jet ini hanya memerlukan pilot tunggal. Dalam pesawat ini juga tersedia toilet. Bila Anda memiliki US$2 juta, sudah bisa menikmati jet mewah ini.
Cessna Citation Mustang (www.flights.com)
Sebagai langkah untuk mengurangi masalah kemacetan yang terjadi, sebuah manufaktur otomotif yang berbasis di Xi’an, Cina, BYD meluncurkan SkyRail di Yinchuan, Ibu Kota Ningxia Hui pada Jumat (1/9/2017) kemarin. SkyRail sendiri merupakan layanan kereta monorel komersial pertama yang dimiliki oleh BYD. Selain menjadi solusi strategis untuk masalah kemacetan lalu lintas, SkyRail juga merupakan alternatif transit kereta api dengan banyak keuntungan, salah satunya adalah biaya modal yang rendah.
Baca Juga: Berkiblat ke Jerman, Cina Hadirkan Skytrain Generasi Terbaru
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (5/9/2017), SkyRail merupakan sistem monorail tipe straddle pertama di Cina yang dikembangkan dalam lima tahun terakhir dan sudah menghabiskan dana sekitar US$760 juta atau setara dengan Rp 10,1 triliun. Sistem SkyRail di Cina memiliki tujuh rangkaian kereta, dimana masing-masing rangkaian terdiri dari tiga gerbong. Setiap gerbong dapat mengangkut sekitar 170 penumpang dan mampu melaju hingga kecepatan 80 km per jam.
Walaupun melaju dengan kecepatan yang bisa dibilang tidak pelan, namun pengoperasian dari SkyRail ini terbilang cukup sunyi, berkat penambahan teknologi yang membuat suara yang ditimbulkan tidaklah terlalu bising. Direncanakan, SkyRail ini akan melintasi beberapa gedung perkantoran, yang notabene selalu menimbulkan kemacetan dikala peak hours.
“Sistem transit massal merupakan solusi yang diperlukan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di kota-kota besar. Peluncuran SkyRail menunjukkan bagaimana produk inovatif BYD dapat membantu mengurangi kemacetan di daerah perkotaan di seluruh dunia,” ungkap Direktur Utama BYD, Wang Chuanfu dilansir dari sumber yang terpisah.
Sumber: CleanTechnica.com
Diagendakan, Skyrail akan menguji coba monorail ini pada bulan Oktober mendatang, bertempat di Shenzhen. Lebih lanjut, BYD juga akan membangun lebih banyak jalur SkyRail yang tersebar di 20 kota di Cina para tahun 2018 yang akan datang.
Sistem perdana SkyRail di Yinchuan memiliki panjang jalur sekitar 5,7 km, yang mencakup delapan stasiun di dalamnya. Rencananya, Yinchuan akan memperluas jalur monorail mereka hingga 300km dalam waktu beberapa tahun ke depan. Diketahui, pembangunan konstruksi SkyRail dimulai sejak bulan April kemarin dengan waktu pengerjaan selama empat bulan dengan biaya keseluruhan sekitar 600 juta yuan (US$91 juta) atau setara dengan Rp1,2 triliun.
Baca Juga: Thailand Setujui Mega Proyek Kereta Peluru dengan Cina
Berkaca ke dalam negeri, dimana hingga saat ini, warga Jakarta masih menunggu hadirnya sistem transportasi masa depan mereka, yaitu jaringan Metro Jakarta atau yang lebih dikenal dengan nama Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta. Dapat dibayangkan kapan Indonesia bisa mengoperasikan sistem monorail tipe straddle seperti SkyRail di Cina?
Kemacetan di Ibu Kota memang selalu menarik untuk dibahas. Ini bukanlah perkara mencari siapa yang salah, namun lebih kepada bagaimana cara mengentaskan kemacetan yang semakin hari semakin “memerah” tersebut. Upaya pemerintah untuk menghadirkan sarana transportasi umum berbasis massal terus dikembangkan, mengingat kehadiran beberapa proyek pemerintah ini belum sepenuhnya berhasil meminimalisir kemacetan yang ada, seperti bus TransJakarta dan Commuter Line.
Baca Juga: Sebagai Kota Termacet di Dunia, DKI Jakarta Raih Posisi Ketiga!
Tidak hanya menghadirkan beberapa moda transportasi yang diharapkan dapat mengentaskan masalah kemacetan, pemerintah juga memberlakukan beberapa program untuk mengurai masalah yang sudah mengakar ini. Sebut saja pemberlakuan program ganjil-genap di sepanjang ruas jalan protokol Ibu Kota yang merupakan pengganti dari sistem three-in-one yang sudah dihapuskan sejak awal tahun 2016 silam. Selain itu ada juga pembangunan simpang susun Semanggi yang diprakarsai oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama.
Jika dibandingkan kota-kota besar di negara lain yang memiliki masalah yang sama dengan Jakarta, prediksi otoritas berwajib di sana mengenai relevansi bertambahnya jumlah kendaraan dengan kemacetan yang mungkin terjadi seolah dieksekusi dengan tepat. Ambil contoh negara tetangga kita, Singapura yang berhasil menjadikan jaringan Metro-nya sebagai “obat” dari masalah kemacetan yang ada di sana.
Berbeda dengan Singapura, Indonesia menganut azas ‘pemadam kebakaran,’ karena pembangunan umumnya baru akan dijalankan ketika “petaka” sudah di depan mata, bahkan ada yang menyebut sudah terjadi. Sebagai perbandingan, pada tahun 1981 silam, berlandaskan pada The Comprehensive Traffic Study, Pemerintah Singapura mulai berencana untuk membangun sebuah sistem transportasi baru yang bisa mengatasi kemacetan yang mungkin akan muncul dalam beberapa tahun ke depan, terlebih hasil studi tersebut mengatakan bahwa seluruh sistem bus di Singapura dinilai tidak praktis dan efisien. Dari situlah cikal bakal Mass Rapid Transit (MRT), yang kini menjadi salah satu primadona dunia transportasi di sana.
Jika dipantau lebih jauh lagi, beberapa negara lain di kawasan Asia Tenggara juga sudah membuktikan bahwa kehadiran Metro atau moda berbasis kereta yang memiliki jalur eksklusif dimana tidak akan ditemukan perlintasan sebidang, mampu menurunkan tingkat kemacetan yang ada. Sebut saja Manila yang mulai mengoperasikan jaringan Metro sejak tahun 1984, Singapura sejak tahun 1987, Kuala Lumpur pada tahun 1995, dan yang terakhir adalah Bangkok pada tahun 2004.
Baca Juga: Sejarah MRT Singapura, Dibangun di Atas Keterbatasan Lahan
Jadi tidaklah heran ketika ada jargon yang menyebutkan bahwa Jakarta merupakan kota terbesar di Kawasan Asia Tenggara yang tidak memiliki jaringan Metro. Setidaknya, jargon tersebut akan perlahan luntur ketika Metro Jakarta atau yang dikenal sebagai MRT Jakarta direncanakan mulai beroperasi pada tahun 2019 mendatang. Mungkin langkah yang diambil oleh Pemprov DKI dalam menghadirkan sistem jaringan Metro di Indonesia sudah terlambat, namun tetap diharapkan ini merupakan moda transportasi yang bisa mengatasi masalah kemacetan.
Sebagaimana KabarPenumpang.com lansir dari laman theguardian.com, Jakarta juga disebut sebagai Scooter City, dimana banyak orang mengandalkan kendaraan beroda dua ini tidak hanya sebagai sarana transportasi mereka, tapi juga untuk mengirim barang dan lain-lain.
PT MT Jakarta bekerjasama dengan PT Qlue Performa Indonesia terkait dengan fasilitas aduan berbasis daring untuk mengetahui tanggapan masyarakat secara langsung terhadap proyek MRT Jakarta. Direktur PT MRT Jakarta, William Sabandar mengatakan, kerja sama ini dibuat agar warga Jakarta yang terdampak selama proses pembangunan, pengguna jalan dan calon pengguna MRT Jakarta bisa berkontribusi meenyampaikan laporan dan aspirasinya kepada pihak MRT Jakarta.
Baca juga: Keren! Ini Dia Penampakan Stasiun MRT Senayan
“Berdasarkan laporan tersebut, PT MRT Jakarta akan menganalisis masalah di lapagan sehingga kami mampi memberikan solusi yang tepat sasaran selama masa pembangunan menuju beroperasinya MRT Jakarta pada Maert 2019. Penanganan Keluhan atau komplain handling wajib menjadi bagian dari proses dan bukti kepada pemerintah, donor dan masyarakat bahwa kami berupaya membuat pembangunan fasilitas publik ini bersifat patisipati,” ujar William yang ddikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers (6/9/2017).
Selain itu, CEO Qlue, Rama Raditya mengatakan, bahwa Qlue merupakan aplikasi berbasis media sosial yang memngkinkan warga untuk melaporkan keluhan secara langsung kepada para pembuat kebijakan dan aparat kota terutama penyedia fasilitas umum dan jasa publik agar adanya komunikasi dua arah tanpa terhambat birokrasi.
“Aplikasi ini terdiri atas aplikasi gawai dan papan instrumen yang mampu memantau, menganalisis, dan menyelesaikan masalah agar warga yang telah melaporkan keluhan turut berkontribusi terhadap perbaikan kota. Mereka juga akan merasa memiliki kota dan menjadi lebih berdaya,” ujar Rama.
Perjanjian Kerja Sama antar MRT Jakarta dengan Qlue akan berlangsung selama satu tahun dan ini bisa diperpanjang. Diharapkan kedepannya dengan kerja sama ini, warga Jakarta turut memiliki dan merawat fasilitas transportasi publik yang dapat dinikmati dalam waktu kurang dari 1,5 tahun kedepan. Laporannya sendiri bisa dikirim melalui telepon genggam dalam format teks, foto maupun video melalui sistem operasi Android maupun iOS dan memberikan geo tagging supaya laporan tersebut lebih akurat.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya mewujudkan transportasi Moda Raya Terpadu (MRT) yang akan menjadi salah satu solusi mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Hingga 29 Agustus 2017, secara garis besar pengerjaan MRT Jakarta telah mencapai 78,01 persen. Pengerjaan MRT Jakarta struktur bawah tanah telah selesai 89,27 persen (±6 km), sementara struktur layang sendiri telah selesai 66,86 persen (±10 km). Terdapat 13 stasiun yang sedang dibangun saat ini: 7 stasiun layang (Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja), dan 6 stasiun bawah tanah (Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran Hotel Indonesia).
Pada fase pertama, panjang jalur Lebak Bulus – Bundaran HI adalah 16 kilometer dan akan melayani 173.400 penumpang setiap hari melalui 16 set kereta; 14 set kereta operasi dan 2 kereta cadangan. Total tempuh rute ini adalah 30 menit dengan jarak antar kereta 5 menit sekali. Kereta akan dioperasikan secara otomatis melalui sistem persinyalan Communication-Based Train Control (CBTC) yang merupakan teknologi baru bagi Indonesia.
Baca juga: Antara Viaduct, MRT dan Pergeseran Makna
Fase kedua Bundaran HI – Kampung Bandan ditargetkan mulai dibangun pada bulan Oktober 2018. Pemerintah berencana membangun MRT Jakarta untuk dua koridor, yakni Selatan – Utara dan Timur – Barat. Koridor Timur – Barat, dari Cikarang, Bekasi, hingga Balaraja, Banten, ini akan dimulai pada tahun 2020, membentang sepanjang 87 km. MRT Jakarta adalah terobosan baru bagi transportasi publik di kota ini. Tidak hanya akan meningkatkan mobilitas, MRT Jakarta juga akan memberikan manfaat tambahan, seperti perbaikan kualitas udara dan salah satu solusi mengatasi kemacetan, dengan adanya perubahan gaya hidup masyarakat Jabodetabek yang beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi publik.
Sebagai penumpang pesawat yang sudah biasa menggunakan moda ini untuk bepergian, pernahkah Anda merasa sangat khawatir pada cuaca buruk saat akan tinggal landas? Pastinya rasa khawatir tetap ada dan manusiawi bila Anda akan terpikirkan hal-hal buruk. Meski teknologi radar cuaca sudah sangat maju, munculnya hujan, badai, awan gelap hingga kabut adalah keinginan alam dan sampai saat ini belum bisa diprediksi dengan tepat kapan akan terjadi.
Baca juga: Terjadi Turbulensi? Tetap Tenang dan Jangan Panik
Namun Anda harus berpikir secara bijak, bahwa pesawat yang Anda tumpangi sebenarnya sudah dirancang sedemikian rupa untuk menghadapi berbagai kondisi cuaca dan mampu mendarat dengan aman dalam kondisi ekstrim. Demikianlah pikiran positif yang harus dibangun agar Anda dapat menikmati penerbangan hingga sampai selama di tujuan. Dirangkum KabarPenumpang.com dari flights.com, berikut ini beberapa kondisi cuaca yang umumnya bisa membuat penumpang sedikit panik.
Es Menempel Disayap
Saat Anda akan terbang dari Chicago, Minneapolis dan kota lainnya yang diselimuti salju sepanjang musim dingin, es yang menempel pada sayap pesawat adalah hal yang sering sekali terjadi. Duduk dekat dengan jendela memang tempat paling nyaman untuk meliat pemandangan, tetapi bila yang terlihat hanya kabut karena cuaca yang dingin, justru membuat tidak lagi menarik.
(www.flights.com)
Pada musim dingin, biasanya akan ada truk-truk yang akan menyirami pesawat dengan asap, sebab bila embun beku atau kristal-kristal es menempel di bagian tertentu pesawat terbang, bisa menghalangi aliran udara dan membuat pesawat tidak jadi lepas landas.
Selain itu cuaca saat hujan badai akan menjadi masalah saat lepas landas. Tetapi Federal Aviation Administration (FAA) mengatakan, semua pesawat yang ada memiliki ambang batas keselamatan tertentu. Seperti terbang melalui awan saat hujan, sebenarnya tak masalah, dikarenakan pesawat dirancang untuk menangani hujan badai yang signifikan.
Jelasnya adalah, pesawat tidak akan mengalami kebocoran walaupun hujan badai terjadi saat pesawat sedang terbang. Beda lagi bila hujan yang bisa membuat beku, ini adalah pengecualian untuk penerbangan. Sebab hujan tersebut bisa membuat es menumpuk di sayap dan pastinya pesawat yang Anda tumpangi tidak akan jadi lepas landas sama sekali.
Disambar Petir
Lain halnya lagi dengan pesawat yang terbang dan petir sedang terjadi di awan. Tak perlu panik sebab saat petir menyambar, akan menghasilkan aris listrik dan bergerak spanjang logam yang berada di pesawat sehingga kemungkinan arus listrik tersebut keluar dari bagian ekor.
Bagi Anda penumpang yang berada di dalam pesawat tak perlu khawatir, sebab bagian kabin didesain dengan sedemikian rupa dan kursi Anda tidak bisa menjadi konduktor listrik. Untuk diketahui, setiap pesawat di Amerika Serikat dalam setahun sekali pasti tersambar petir. Memang, petir menimbulkan bahaya pada penerbangan, tetapi penumpang tetap akan aman dalam pesawat.
Baca juga: Anda Takut Naik Pesawat Terbang? Mungkin Aerophobia Penyebabnya!Angin Kencang
Angin juga bisa menjadi salah satu penyebab yang membuat jantung Anda berdebar kencang saat berada dalam pesawat. Angin bisa membuat turbulensi udara, tetapi tidak semuanya selalu disebabkan oleh angin. Turbulensi sendiri sebenarnya juga bisa terjadi bila ada aliran angin yang kuat atau badai angin.
Kabar baiknya adalah angin yang ekstrem umumnya aman untuk penerbangan meski bisa membuat minuman Anda tumpah atau tidak bisa menggunakan toilet untuk sementara waktu. Saat lepas landas atau mendarat, angin hanya akan menjadi faktor biasa, sebab pesawat bisa menahan sekitar 25 knots atau sekitar 47 km per jam angin yang melintas di landasan.
Melakukan perjalanan jarak jauh menggunakan kendaraan pribadi memang menyenangkan. Selain kita bisa bebas pergi di kota tujuan tanpa harus bersusah payah menggunakan kendaraan umum yang ada di sana, pengalaman selama perjalanan pun bisa membawa cerita tersendiri. Selain itu, kita juga bisa bebas memilih rute yang hendak ditempuh, berbeda dengan jika kita menggunakan kendaraan umum yang rutenya sudah ditentukan oleh pihak penyedia jasa layanan.
Baca Juga: Mau Travelling, Ini Tips Buat Melipat Pakaian Yang Hemat Tempat!
Namun, tidak melulu kondisi fisik mendukung kita untuk terus melakukan perjalanan tersebut tanpa beristirahat. Terkadang kita harus menepi sejenak untuk menghilangkan rasa lelah dan kantuk yang mulai menggelayuti mata. Jika diperhatikan, sudah banyak lahan kosong yang disulap menjadi tempat beristirahat, baik di jalan tol maupun di jalan umum yang menghubungkan satu daerah dengan daerah lainnya.
Jika Anda mulai lelah di perjalanan, segeralah menepi. Tapi, jangan asal menepi lho! Mengingat tempat beristirahat tersebut merupakan tempat asing bagi kita, maka diperlukan kewaspadaan ekstra terhadap kemungkinan terjadinya tindak kriminal yang dikhawatirkan akan mengganggu perjalanan Anda. Berikut KabarPenumpang.com paparkan lima tips memilih tempat beristirahat yang aman dilansir dari laman adventure.howstuffworks.com.
Tetap Awas Terhadap Kondisi Sekelilingmu
Jangan biarkan rasa lelah mengganggu fokus Anda, tetaplah “melek” akan kondisi sekelilingmu. Perhatikan lokasi istirahat Anda, jangan lupa catat patokan yang akan memudahkan pihak yang berwenang menjangkau tempat Anda jikalau ada kejadian yang tidak diinginkan, seperti tindakan kriminal atau kondisi darurat lainnya. Usahakan juga untuk tidak parkir di tempat yang terpencil atau jauh dari keramaian tempat istirahat, karena dikhawatirkan di sanalah tepat orang-orang yang memiliki niat jahat berada.
Parkirlah di Tempat yang Terang dan Aman
Biasanya orang-orang yang memiliki niat jahat akan berpikir berulang kali untuk melancarkan aksinya di tempat yang terang, karena gerak-geriknya akan mudah terlihat oleh orang-orang yang berada di sekitarnya. Selain parkir di tempat yang terang, usahakan juga untuk parkir di tempat yang aman dan juga mudah terpantau oleh Anda.
Pilah Pilih Tempat Beristirahat
Jangan sembarangan memilih tempat beristirahat, pastikan tempat yang Anda pilih aman dan layak. Lebih baik Anda mencari tempat yang sedikit lebih jauh namun aman ketimbang Anda berhenti di tempat yang terlihat kurang aman. Pastikan juga Anda mengunci kendaraan dengan baik dan tidak meninggalkan barang-barang berharga di dalam mobil.
Baca Juga: 6 Tips Ampuh Menahan BAB Saat Perjalanan JauhLakukanlah Semuanya Secara Wajar
Tetaplah berlaku santun terhadap semua orang yang Anda temui di tempat peristirahatan. Janganlah berlaku angkuh selama berada di tempat beristirahat karena dengan begitu, orang-orang yang memiliki niat jahat akan berasumsi bahwa Anda berasal dari kalangan berada dan mulai menyusun rencana untuk melancarkan aksi jahatnya.
Usahakan Untuk Tidak Bermalam
Walaupun kondisi Anda sudah sangat lelah, usahakan untuk tidak bermalam di sana. Banyak negara yang telah membuat peraturan untuk tidak bermalam di tempat beristirahat karena adanya peningkatan tindak kriminal di sana. Jika terpaksa, pastikan kendaraan Anda sudah dikunci dengan baik dan diparkirkan di tempat yang aman, seperti di depan mini market, karena biasanya di mini market ada kamera pengawas yang memantau ke arah luar sehingga kendaraan Anda bisa terpantau oleh kamera pengawas tersebut.