Bosan tingkat dewa pasti terjadi pada penumpang yang tertunda penerbangannya hingga lebih dari dua jam. Hal ini bisa membuat penumpang resah selama menunggu, mungkin baca majalah, bermain game di smartphone, sampai update status, upload foto di sosmed telah dilakukan. Tapi toh, itu semua sudah mainstream, bahkan sudah menjemukan untuk menunggu dalam ketidakpastian.
KabarPenumpang.com merangkum dari flights.com, bahwa ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan seperti bermain atau lainnya, apalagi bila terjebak keterlambatan bersama keluarga atau pasangan.
Baca juga: Saking Nyamannya, 9 Bandara Ini Buat Penunjungnya Lupa Pulang
Berikut ini ada enam hal yang bisa Anda lakukan saat menunggu penerbangan akibat keterlambatan.
1. Bermain sebagai mata-mata
Mungkin permainan ini akan membuat Anda kaget karena menjadi daftar teratas memangkas kebosanan. Sebagai seorang mata-mata yang handal, permainan ini bisa dilakukan dengan observasi. Cukup mata Anda sebagai alat utama untuk bermain ini. Bila Anda bersama pasangan atau keluarga, beri mereka petunjuk sampai mereka bisa menebak apa yang sedang Anda pikirkan. Ini permainan sederhana tetapi membutuhkan waktu yang cukup banyak untuk menebak satu hal dari penglihatan dan pikiran Anda.
2. Menjadi seorang pemburu
Saat bersama keluarga dan pasangan terjebak dalam keterlambatan pesawat, Anda bisa memberikan satu daftar pencarian yang bisa dicari untuk bermain dan ada di ruang tunggu bandara. Ajak mereka menemukan barang-barang tersebut sebanyak mungkin, bila sudah mendapatkan barang temuan, kemudian foto untuk disimpan dan dikumpulkan berapa banyak barang-barang yang bisa ditemukan.
3. Menjadi seorang reporter
Tuliskan pengamatan Anda saat berada di ruang tunggu bandara. Mungkin kelakuan anak kecil, petugas bandara hingga orang yang berada di depan Anda bisa menjadi bahan tulisan. Mungkin dalam pengamatan Anda bisa saja ada hal-hal unik yang kemungkinan menarik untuk menjadi bahan tulisan. Jangan sungkan bertanya, karena sebagai reporter dadakan pertanyaan Anda pada peumpang lain bisa menjadi tulisan yang lebih berbobot lagi.
4. Berpikir untuk membeli sesuatu
Setiap bandara biasanya memiliki keunikan tersendiri. Baik dari bagian seni di terminal-terminalnya hingga melihat hal-hal baru yaang bisa di beli untuk menjadi kenangan.
Baca juga: 7 Tips Belanja Indah di Bandara Changi5. Masakan bandara
Sembari menunggu, Anda bisa berputar keliling bandara untuk mencari makanan. Biasanya saat sudah menemukan makanan yang Anda suka seringkali juga membanding-bandingkan harga dengan bandara lainnya. Untuk mencari makanan yang murah meriah pastinya Anda bisa mencari makanan lainnya hitung-hitung bermain di bandara sembari membakar kalori.
6. Minuman
Bila lima hal lainnya tak bisa mengilangkan kebosanan Anda, carilah bar untuk menjadi alsan menghilangkan kebosanan. Pilihlah salah satu pesanan paling eksotis di menu.
Produsen otomotif multinasional asal Prancis yang didirikan pada tahun 1899, Renault telah mengumumkan harga dan spesifikasi dari Kangoo Van ZE 33, sebuah van listrik yang dapat melaju sejauh 170 mil atau setara dengan 279 km dalam sekali charge. Pihak Renault sendiri sudah membuka harga untuk empat varian Light Commercial Vehicle (LCV) –nya. Tidak hanya membocorkan soal harga, Renault juga memberikan opsi kepada para pembelinya mengenai baterai yang terpasang di moda tersebut.
Baca Juga: Ubah Tampilan dan Mesin, Royal Mail Siap Kejutkan Warga Inggris Minggu ini
Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman am-online.com (4/9/2017), Anda wajib memberikan mahar senilai £14.194,67 jika ingin membawa pulang van listrik ini. Harga tersebut sudah termasuk Plug-in Van Grant, namun belum termasuk pajak. Mengenai opsi yang disebutkan di atas, Renault membebaskan pembelinya untuk memilih apakah mereka akan menyewa baterai atau tanpa menyewa baterai.
Harga sewa baterai sendiri mulai dari £49 yang secara teoritis mampu melaju hingga 4.500 mil per tahun dan meningkat menjadi £81 hingga 10.500 mil per tahun. Untuk soal charging, pengisian daya bisa di upgrade yang memungkinkan baterai tersebut penuh dalam waktu pengisian enam jam saja. Sementara itu, dalam waktu satu jam pengisian, memungkinkan van tersebut melaju sejauh 21 mil.
Diasumsikan, untuk mengisi daya sekitar 12kWh, pemilik moda akan dikenakan biaya sekitar £2,64. Dimana dengan 12kWh, sebuah Electric Vehicle (EV) dapat menempuh jarak sekitar 60 km hingga 80 km. Tentu saja asumsi tersebut tergantung dari kecepatan dan hambatan selama perjalanan.
Adapun kelengkapan moda ini diantaranya radio DAB, kerangka dari bahan baja, kaca pintu yang dioperasikan secara elektrik, dashboard yang berukuran cukup besar, kain pelapis jok, lampu bagasi, hingga setelan stir dan kursi pengemudi. Belum lagi teknologi khusus ZE Voice-Alerting yang tersedia di Renault Kangoo Van ZE 33 memungkinkan pejalan kaki mengetahui keberadaan mobil listrik di sekitarnya. Ditambah dengan fitur pemanas pra-perjalanan yang memungkinkan penumpang memanaskan kendaraan sebelum mereka bepergian. Fitur ini akan sangat berguna, terlebih jika musim dingin tiba.
Baca Juga: Nissan Leaf, Mobil Listrik Favorit Perusahaan Taksi dan Pengguna Pribadi
New Kangoo Maxi Crew Van ZE 33 dan Kangoo Maxi Crew Van Cab ZE 33 memiliki kursi yang dapat dilipat pada bagian kabin penumpangnya. Jadi, Anda cukup melipat kursi ini jika hendak membawa beban berlebih. Untuk tipe standar dari moda ini memiliki panjang sekitar 4,28m dan mampu menampung volume hingga 3m kubik, sedangkan untuk tipe Maxi memiliki panjang 4,66m dan mampu menampung volume hingga 4,6 m kubik.
Terdapat juga sensor parkir yang terletak di bagian bumper belakang dan depan, sistem navigasi, hingga sarana hiburan, Renault R-LINK. Apakah Anda tertarik untuk memiliki salah stau varian dari van terbaru milik Renault ini?
Dewasa ini, banyak manufaktur otomotif yang berlomba-lomba untuk mengembangkan teknologi futuristik yang terpasang di armada mereka guna menghasilkan moda transportasi yang tidak hanya ramah lingkungan, tapi juga mampu memberikan kenyamanan lebih dan pengalaman baru kepada para penggunanya. Demi mewujudkan sebuah bus futuristik yang bisa diproduksi dalam waktu 10 tahun mendatang, sebuah manufaktur automobile asal Negeri Bavaria, Audi tengah merancang sebuah desain konseptual City Bus.
Baca Juga: Olli, Bus Autonomous yang Bisa Diajak Bicara
Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman behance.net, salah satu aspek kunci di balik pengadaan proyek ini adalah memberikan kenyamanan tinggi kepada para penggunanya. Sementara itu, minimnya getaran yang ditimbulkan oleh moda ini membuat aksesibilitas para penggunanya menjadi lebih tinggi. Tidak melupakan para penyandang disabilitas, bus ini juga menyediakan sebuah ruang khusus yang lebih besar, khusus untuk mereka.
Audi City Bus sendiri memiliki bentuk yang cukup unik. Layaknya sebuah balok yang diberi mesin dan roda, bus gandeng dengan enam roda ini siap untuk mencuri perhatian bagi siapa saja yang melihatnya. Perpaduan wana hitam dan putih di bagian luar bus ini akan memperkuat kesan elegan yang coba ditonjolkan oleh Audi. Terdapat dua varian yang rencananya akan dikembangkan oleh Audi, yaitu single-bus dan bus gandeng. Layaknya kebanyakan bus konvensional, Single-City Bus milik Audi akan menggunakan 4 roda saja.
Beralih ke bagian kabin, interior yang digunakan Audi akan mengkombinasikan bahan plastik, karet, dan logam. Di setiap tiang di dalam kabin akan dilengkapi dengan tombol yang dapat memberi sinyal kepada pengemudi jika ada penumpang yang hendak turun. Bagian unik lainnya dari City Bus ini adalah pewarnaan ubin kabin yang memiliki arti tersendiri. Ubin dengan warna gelap menandakan area tersebut digunakan untuk mobilitas para penumpang, sementara ubin dengan warna terang ditujukan untuk zona tempat duduk dan berdiri penumpang selama dalam perjalanan.
Platform kaca transparan di kedua sisi bus memungkinkan penumpang untuk melihat kondisi di luar moda. Keunikan lainnya muncul dari kursi pengemudi, dimana driver bisa menyesuaikan tempat duduk mereka melalui layar sentuh. Alih-alih menggunakan kaca spion yang terkesan kuno, Audi mengganti fitur ini dengan kamera digital. Canggih bukan?
Baca Juga: Sirocco, Bus Dengan Roda Sejajar Calon Transportasi Masa Depan
Diharapkan, solusi penggantian kaca spion dengan kamera digital ini dapat meningkatkan kewaspadaan pengemudi terhadap sekelilingnya, termasuk meminimalisir blind spot yang kerap kali menjadi masalah bagi para pengemudi. Di bagian depan, Audi akan menempelkan sebuah layar digital yang akan menampilkan nomor serta tujuan bus itu. Sebagai gambaran, layar digital tersebut mungkin akan mirip dengan yang sudah terpasang di TransJakarta dan beberapa Commuter Line, namun yang akan digunakan Audi tentunya lebih canggih.
Bagi sebagian orang, terutama yang berkecimpung di dunia penyediaan moda-moda berat seperti truk, mungkin mereka tidak asing dengan perusahaan manufaktur otomotif asal negeri Pizza yang berbasis di Turin, Industrial Vehicles Corporation (IVECO). Produk IVECO banyak digunakan di daerah Papua, contohnya seperti di perusahaan pertambangan PT Freeport Indonesia. Namun, kali ini IVECO akan menyuguhkan sesuatu yang berbeda dari biasanya, dimana produk ini sudah dinantikan kehadirannya oleh banyak orang.
Baca Juga: Mercedes Benz Sprinter 315CD: Mewahnya Layanan Shuttle Jakarta – Bandung
IVECO akan meluncurkan tiga varian bus dengan dua kapasitas tempat duduk, 11 plus driver dan 16 plus driver. Moda baru ini dilengkapi dengan mesin Euro6 yang terkenal bersih dan tidak lupa sejumlah perangkat keselamatan selama berkendara akan pula ditambahkan ke dalam minibus ini. Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman busnews.com.au (1/9/2017), rencananya bus ini akan mengambil pangsa pasar para perusahaan penyedia jasa layanan transportasi sebagai armada untuk pengoperasian harian mereka.
Untuk Shuttle11, moda seberat 4,5 ton ini menggunakan wheelbase 3520 mm dengan atap H2 (dengan tinggi 1820 mm), dimana tersedia 12 tempat duduk termasuk pengemudi di dalamnya. Sedangkan untuk Shuttle16, moda ini berbasiskan wheelbase yang lebih panjang, yaitu 4100mm. Varian ini juga menggunakan atap H2 yang akan mencegah kepala setiap pengguna moda ini terbentur. Moda seberat 6,1 ton ini mampu menampung 17 penumpang termasuk pengemudi.
Dengan spesifikasi yang ditawarkan, beberapa operator penyedia layanan jasa transportasi lebih memilih varian Executive16, dimana spesifikasinya hampir sama dengan Shuttle16, yang membedakan hanya penggunaan atap H3 (tingginya 2010 mm) yang lebih tinggi. Untuk bagian bagasi, IVECO menggunakan pintu yang dapat terbuka 270 derajat pada semua varian minibus baru ini.
Mesin Euro6 milik IVECO, F1C, 4-cylinder turbodiesel engine dengan ‘Unijet’ common rail injection dan 4 katup silinder dipilih IVECO sebagai mesin penggerak utama dari ketiga moda ini. Spesifikasi tersebut dipadukan dengan pembangkit listrik yang dapat menghasilkan 170 horsepower (125kW) dan dilengkapi dengan kurva torsi datar dengan torsi maksimum mencapai 400Nm. Dengan standar mesin seperti yang sudah dijabarkan di atas, IVECO telah memenuhi ukuran emisi Euro6, dengan kombinasi Diesel Oxidation Catalyst (DOC) dan Diesel Particulate Filters (DPF) control, dimana kombinasi tersebut akan meningkatkan efisiensi bahan bakar.
Baca Juga: Menjajal Jakarta-Bandung Menggunakan Shuttle Premium Cititrans
IVECO menggunakan transmisi otomatis dengan 8 kecepatan, dan semua varian yang akan dirilis dalam waktu dekat ini semuanya dilengkapi dengan cruise control, yaitu sebuah teknologi yang memberikan pengemudi kebebasan mengendarai mobil pada kecepatan stabil, tanpa kaki harus terus menerus menekan pedal gas. Rencananya, IVECO akan merilis moda ini pada kuartal ketiga tahun 2017.
Digalang-galang, moda baru milik IVECO ini merupakan kompetitor yang siap menurunkan pangsa pasar dari Mercedes Sprinter 315 CDI. Moda yang digunakan oleh salah satu penyedia jasa layanan shuttle, Cititrans ini disokong oleh mesin diesel common rail yang memiliki kapasitas ruang bakar 2.143cc. Menggunakan transmisi 6 percepatan, Mercedes-Benz Sprinter 315 CDI juga sudah lolos emisi Euro 3. Untuk melaju dengan kecepatan 130 km per jam tetap stabil dan akselerasi tetap enteng. Jadi, apakah IVECO akan berhasil mengambil pangsa pasar dari Mercedes Sprinter 315 CDI?
Pada tanggal 8 September 2017 tepat pukul 00.00 WIB akan terjadi perubahan sistem transaksi pembayaran tol dari sistem transaksi terbuka dan tertutup menjadi sistem transaksi terbuka pada jalan Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi). Kemudian transaksi tol di Gerbang Tol (GT) Cimanggis Utama dan Cibubur Utama ditiadakan.
Baca juga: Tahun 2020, Singapura Hapuskan Transaksi Tunai Pada Transportasi Berbasis MassalKabarPenumpang.com merangkum dari siaran pers (5/9/2017), sistem transaksi saat ini (eksisting) sebagai berikut yakni, Sistem Transaksi terbuka ruas Cawang-Taman Mini/Dukuh dengan sistem pentarifan tol merata (single tarif). Sistem Transaksi terbuka ruas Cawang-Cibubur dengan sistem pentarifan tol merata. Sistem Transaksi tertutup ruas Simpang Susun Cimanggis sampai dengan Bogor/Ciawi (sesuai asal tujuan) dengan sistem pentarifan tol proporsional.
Sedangkan pasca perubahan sistem transaksi, sistem transaksi berubah menjadi Sistem Transaksi terbuka dengan sistem pentarifan tol merata akan diberlakukan dari ruas Cawang sampai dengan Bogor/Ciawi.
Tak hanya itu, adanya perubahan sistem transaksi ini ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor : 692/KPTS/M/2017 tanggal 31 Agustus 2017, sehingga tarif tol yang berlaku mulai tanggal 8 September 2017 pukul 00.00 WIB untuk Jalan Tol Jagorawi.
Berikut ini tarif tol baru tujuan Jakarta (Cawang) menuju Bogor/Ciawi:
– Gol. I : Rp6500
– Gol. II : Rp9500
– Gol. III : Rp13000
– Gol. IV : Rp16000
– Gol. V : Rp19500
Adapun pemberlakuan perubahan sistem transaksi pembayaran tol akan berdampak terhadap mekanisme transaksi tol. Pada masa transisi, pengguna jalan tol ke arah Bogor maupun ke Jakarta dapat mengikuti panduan yakni, transaksi ke arah Bogor pada pukul 23.30 sampai 24.00 WIB di Gerbang Tol Masuk Arah Bogor, pengguna jalan diberikan KTM. Hal ini dilakukan karena setelah pukul 24.00 WIB, peralatan tol di Gardu Keluar diubah menjadi peralatan tol Sistem Transaksi terbuka, sehingga tidak dapat membaca membaca Kartu Tanda Masuk Elektronik (KTME).
Kemudian, pukul 00.00 WIB di Gerbang Tol Keluar Arah Bogor pengguna jalan yang tidak membawa KTM dikenakan tarif tol merata (dengan tarif setelah perubahan sistem transaksi dilakukan), sedangkan untuk pengguna jalan yang membawa KTM dikenakanan tarif tol proporsional sesuai dengan asal tujuan.
Untuk transaksi ke arah Jakarta pukul 23.30 sampai 24.00 WIB di Gerbang Tol Masuk Arah Jakarta, pengguna jalan diberikan KTME. Hal ini dilakukan karena setelah pukul 24.00 WIB, peralatan tol di Gardu Keluar diubah menjadi peralatan tol Sistem Transaksi terbuka, sehingga tidak dapat membaca membaca KTME.
Pukul 00.00 WIB di Gerbang Tol Masuk Arah Jakarta pemakai Jalan Tol dikenakan tarif tol merata (dengan tarif setelah perubahan sistem transaksi dilakukan), dan diberikan Kartu Khusus (sebagai tanda sudah membayar tol di Gardu Masuk) yang harus diserahkan di Gardu Keluar. Untuk pukul 00.00 di Gerbang Tol Keluar Arah Jakarta pengguna jalan yang membawa KTM dikenakan tarif tol proporsional sesuai dengan asal tujuan sedangkan untuk pengguna jalan yang tidak membawa KTM dan menyerahkan Kartu Khusus tidak dikenakan pembayaran tol.
Dalam mempercepat proses transaksi pembayaran di jalan tol, diiimbau kepada pengguna jalan tol untuk dapat menggunakan uang elektronik, dimana di Jalan Tol Jagorawi, pembayaran tarif tol dengan menggunakan uang elektronik telah dapat menerima e-Toll dan e-Money (Bank Mandiri), Brizzi (BRI), TapCash (BNI) dan Blink (BTN) pada seluruh gerbang tol.
Baca juga: Cina Adaptasi Sistem Pembayaran Tiket Kereta Bawah Via Smartphone Android
Jasa Marga bekerjasama dengan Bank Issuer uang elektronik akan melakukan penjualan uang elektronik secara rutin di seluruh gerbang tol. Jasa Marga juga menyiapkan proses isi ulang (top up) secara tunai di dalam gardu yang dapat dilakukan pada GT Cibubur 1 (gardu 2) dan GT Cibubur 2 (gardu 9) yang selanjutnya akan dilakukan penambahan pada GT Bogor 2 (gardu 15) dan GT Ciawi 2 (gardu 15). Sedangkan untuk proses top up dengan menggunakan mesin Electronic Data Capture (EDC) dapat dilakukan di seluruh kantor gerbang tol.
Diharapkan pasca perubahan sistem transaksi dapat mengurai kepadatan Jalan Tol Jagorawi karena simpul kepadatan di GT Cimanggis Utama dan GT Cibubur Utama dihilangkan sehingga lalu lintas terdistribusi di beberapa titik.
Dengan lebih dari 190 negara yang tersebar di seluruh pelosok dunia, maka dapat dibayangkan ada berapa banyak peraturan di jalanan yang berlaku. Diantara semua peraturan yang berlaku tersebut, tidak sedikit negara yang memberlakukan peraturan yang bisa dibilang agak nyeleneh. Mulai dari mendahulukan hewan ternak yang melintas di tengah jalan, hingga peraturan mengenai menyipratkan air kepada pejalan kaki. Berikut KabarPenumpang.com himpun 10 negara dengan peraturan unik di jalanan versi cheatsheet.com.
Baca Juga: Ini Dia! Beberapa Rambu Lalu Lintas Yang Aneh di SingapuraThailand
Di Negara Seribu Pagoda, ada satu peraturan unik yang berlaku untuk para pengemudi, baik bus, hingga kendaraan khas mereka, Tuk Tuk. Para pengemudi diwajibkan mengenakan kemeja dan menjaganya tetap rapih selama bertugas, terlepas dari seberapa panas suhu di sana. Walaupun di Indonesia pun para pengemudi moda TransJakarta, Commuter Line, hingga taksi mengenakan kemeja, namun yang mereka kenakan adalah seragam, berbeda dengan Thailand dimana kemeja yang mereka gunakan bukanlah berupa seragam.
Afrika Selatan
Untuk negara yang memiliki perbandingan 1 mobil per 5 warganya ini, Afrika Selatan bisa dibilang memiliki peraturan lalu lintas yang menyangkut soal kelestarian faunanya. Setiap pengemudi kendaraan di jalan umum harus menghentikan kendaraan yang mereka kemudikan dan mendahulukan seorang gembala yang hendak melintas. Tidak tanggung-tanggung, para pengemudi akan dikenakan denda apabila tidak mematuhi peraturan tersebut.
Jepang
Negara yang terkenal dengan industri film kartunnya ini memiliki peraturan yang akan membuat Anda mengernyitkan dahi, dimana setiap pengemudi kendaran bermotor yang menyipratkan genangan air di jalanan, baik disengaja maupun tidak, akan dikenakan hukuman karena tindakan tersebut dianggap ilegal.
Filipina
Peraturan mengemudi di Filipina, khususnya di Manila, bisa dibilang mirip dengan sistem ganjil genap yang berlaku di Jakarta, yaitu ketentuan mengemudi di hari-hari tertentu, sesuai dengan angka terakhir di plat nomor mereka.
Amerika Serikat
Negara Paman Sam memiliki beberapa peraturan yang unik, seperti yang berlaku di Montana. Para pengemudi tidak boleh membawa serta seekor kambing ke dalam kursi penumpang di dalam sebuah truk, kecuali iamembawa serta seorang pendamping. Beda halnya dengan yang berlaku di Alabama ketika seorang pengemudi dilarang menggunakan penutup mata sat berkendara. Ya, mungkin tidak ada orang yang akan melakukan tindakan bodoh seperti itu, kecuali mereka seorang mentalis yang tengah melakukan sebuah pertunjukan. Sementara di New Jersey, setiap pengemudi diwajibkan untuk membunyikan klakson mereka sebelum mereka hendak melintas. Peraturan tersebut sedikit banyaknya akan membingungkan pengguna jalan, karena tidak ada yang tahu apakah tujuan dari membunyikan klakson tersebut, entah mereka menjalankan peraturan yang berlaku atau untuk memperingatkan seseorang di jalanan.
Rusia
Peraturan yang berlaku di Negara Beruang Merah ini menyangkut soal kebersihan, dimana setiap pengemudi yang ketahuan berkendara dengan kendaraan yang kotor, baik di dalam maupun di luar, akan dikenakan denda. Peraturan unik ini sempat menuai kontroversi mengingat tindakan mencuci kendaran di pekarangan rumah dan di tempat pencucian kendaraan merupakan tindakan ilegal. Selain itu, ada juga peraturan yang mengatur soal penyimpanan plat nomor kendaraan di tempat yang terlihat ketika musim salju.
Jerman
Hampir serupa dengan yang berlaku di Indonesia, di Jerman, berhenti di sepanjang Autobahn (jalan tol di Jerman) merupakan tindakan yang dianggap melanggar hukum, bahkan untuk kasus kehabisan bahan bakar. Peraturan tersebut dibua karena berhenti di sepanjang jalan tol merupakan tindakan yang dapat membahayakan pengguna jalan lain.
Spanyol
Bagi Anda yang menggunakan kacamata karena mengidap masalah pada penglihatan, maka pastikan untuk membawa kacamata cadangan selama perjalanan. Jangan heran jika pihak yang berwajib memberikan tilang kepada pengemudi yang tidak membawa kacamata cadangan tersebut.
Baca Juga: Mulai Alergi Kacang Hingga Abu Jenazah, Inilah Deretan Peraturan Unik di MaskapaiPrancis
Otoritas di Prancis mewajibkan setiap pengemudi untuk membawa alat Breathalyzer yang sudah tidak terpakai di kendaraan mereka. Ternyata, alat ini dapat membantu setiap orang yang sering mengalami mabuk selama perjalanan.
Siprus
Di negara ini, Anda akan dikenakan tilang ketika mengangkat tangan dari kemudi. Selain itu, makan dan minum selama berkendara juga merupakan tindakan ilegal. Peraturan ini dirancang karena tingginya tingkat kecelakaan yang terjadi di negara yang bentuk benderanya diambil dari bentuk geografis negara berbentuk pulau tersebut.
Hari Pelanggan Nasional yang jatuh pada 4 September kemarin rupanya membawa arti tersendiri bagi penyedia layanan BRT (Bus Rapid Transit) TransJakarta, secara khusus TransJakarta memperkenalkan tiga varian bus baru untuk menyasar segmen penumpang yang berbeda, ketiga variab bus tersebut adalah Metrotrans, Minitrans dan Royaltrans serta masih mengumandangkan #KiniLebihBaik untuk semboyannya.
Baca juga: Italia (1) : Menjajal Transportasi di Venesia, Tak Beda Jauh dengan TransJakarta
Ketiganya memiliki keunikan masing-masing dimana Metrotrans merupakan bus jenis low entry yang menunjukkan ciri khas kota modern. Sedangkan Minitrans memiliki body lebih kecil dan menjadi bagian dari revitaslisasi transportasi umum.
Minitrans (PT TransJarakta)
Untuk Royaltrans sendiri adalah angkutan pemukiman dengan interior lebih eksklusif. Humas PT TransJakarta, Wibowo mengatakan, Metrotrans dan Royaltrans sendiri sangat bersahabat untuk para lansia dan penyandang disabilitas. Hal ini dikarenakan, Metrotrans dan Royaltrans sendiri memiliki tangga yang bisa digunakan para lansia dan penyandang disabel dan letaknya dipintu sebelah kiri bagian tengah.
Metrotrans (PT TransJarakta)
“Kalau Metrotrans itu disable friendly sedangkan Royaltrans memiliki fasilitas untuk naik turun,” ujar Wibowo saat dihubungi KabarPenumpang.com melalu pesan singkat (5/9/2017).
Wibowo menegaskan, bahwa ketiga bus ini nantinnya juga akan berhenti di halte biasa dan di jemput bus stop atau halte TransJakarta sendiri. Uniknya saat menaikkan penumpang dari halte biasa, pembayaran yang dilakukan tetap non tunai alias menggunakan kartu, seperti biasa di halte TransJakarta sendiri. “Tetap non tunai, bisa tap on bus atau dengan menggunakan mesin EDC,” jelas Wibowo.
Baca juga: 10 Halte Bus Ini Jelas Tidak Biasa
Ini menjadi teknologi baru yang diterapkan TransJakarta dan ada pada tiga jenis baru ini. Untuk jadwal pengoperasian sendiri pihak TransJakarta belum bisa memastikan kapan. Sedangkan untuk rute tujuan bus-bus ini, masih menunggu persetujuan dari Dinas Perhubungan.
Bagian dalam bus baru Transjakarta (PT TransJarakta)
“Kita masih tunggu Dishub untuk rute, untuk hal lainnya secepatnya akan dipublikasikan,” tambah Wibowo.
Terkait kegiatan promo, memberikan tema dalam penerbangan sudah jamak diterapkan pihak maskapai. Yang paling sering terlihat adalah pemberian livery bertema khusus, berupa gambar-gambar pada bagian-bagian pesawat, seperti badan dan sayap vertikal. Dan belum lama ini, maskapai kondang asal Taiwan, Eva Air memawarkan gebrakan unik terkait tema, bukan sebatas livery, namun sampai ornamen dalam kabin pun ikutan dipercantik untuk mendukung tema yang disukai wanita dan anak-anak ini.
Baca juga: Pepper Robot, Bantu Check In Penumpang Eva Air
Eva Air tak hanya mencat ikon Hello Kitty pada body Boeing 777-300ER (Extended Range), melainkan hingga di dalam kabin dibuat kental ornamen kecil Hello Kitty. Bagi Anda penyuka Hello Kitty dan ingin merasakannya, bisa menggunakan Eva Air Royal Laurel Cabin dengan rute penerbangan Paris menuju Taipei. KabarPenumpang.com melansir dari airlinereporter.com (24/8/2017), pada kabin kelas satu Eva Air ini memang tidak terlihat hiasan Hello Kitty yang berarti, tetapi Eva Air secara khusus menyediakan sandal, bantal dan taplak meja dengan ornamen Hello Kitty. Tak hanya itu, boarding pass Royal Laurel Cabin menjadi sebuah kenang-kenangan yang unik karena bergambar Hello Kitty yang menggemaskan.
Pada kabin dalam pesawat, kursinya bergaya herringbone yang menghadap ke lorong dalam kabin Premium Royal Laurel. Bisa dikatakan penempatan kursi ini kurang memiiki privasi walaupun berada di kelas satu. Namun, tempat bersandar kaki pada kursi memang lebih luas dibanding kelas lainnya.
Boarding Eva Air dan Buku Menu
Untuk kontrol kursi terletak di sandaran tangan, di samping tempat duduk ada lampu baca, stop kontak, pengontrol sistem hiburan hingga rak kecil untuk menyimpan tas sandang atau barang yang tidak terlalu besar. Untuk menjaga Anda agar tak dehidrasi, maskapai ini juga menyediakan sebotol air mineral yang berada di kursi masing-masing penumpang.
Menu makanan dan wine di Eva Air
Pelayanan full pun langsung bisa Anda rasakan saat Anda duduk, dimana awak kabin langsung memperkenalkan diri, memberikan menu untuk makanan dan minuman. Sembari menunggu pesanan tersebut, Anda bisa mengganti sepatu dengan sandal motif Hello Kitty dan menonton film dengan tema Hello Kitty yang menampilkan destinasi tujuan Eva Air.
Walaupun tak terlalu terlihat jelas ornamen Hello Kittynya, saat makanan dan minuman Anda datang, bukanlah baki nampan tempat untuk makanan, justru makanan Anda akan di sediakan di atas meja dengan taplak bergambar Hello Kitty. Tak hanya pelayanan di kursi, pada toilet pesawat juga terlihat ornamen Hello Kitty seperti tisu dengan gambar tersebut.
Ternyata, tak hanya pada kelas Royal Laurel saja, untuk kelas ekonomi pun, maskapai ini memberikan sentuhan Hello Kitty. Pramugari yang menggunakan celemek bergambar Heloo Kitty saat mengantar makanan dengan baki dibubuhi ornamen berwana merah muda. Untuk Anda yang memang tertarik menggunakan maskapai Eva Air dalam layanan Hello Kitty, selain dari Paris menuju Taipei, ada pula penerbangan Houston ke Taipei.
Baca juga: Ada ‘Turn Back Crime’ di Airbus A320 AirAsia
Lembaga yang satu ini lumayan sering terpublikasi di berbagai media, lantaran beragam kebijakan yang revolusioner diterapkan terkait keamanan bandara di Amerika Serikat. Transportation Security Administrator (TSA) resminya terbentuk sejak 19 November 2001, tak lama setelah momen serangan 11 September 2001 di Gedung Kembar WTC, New York.
Awalnya TSA merupakan bagian dari Departemen Perhubungan Amerika Serikat, namun mengingat situasi dan kondisi, kemudian TSA dipindah ke Department of Homeland Security atau Departemen Keamanan Dalam Negeri AS pada 9 Maret 2003.
Baca juga: Jelang Musim Panas, AS Perketat Prosedur Keamanan di Bandara
TSA menjadi badan yang bertanggung jawab untuk melakukan pengecekan penumpang dan bagasi di lebih dari 450 bandara Amerika Serikat. Bila pun pengelola bandara menunjuk mitra (pihak ketiga) sebagai jasa keamanan, maka skrining yang dilakukan oleh perusahaaan swasta harus dibawah pengawasan TSA. Perusahan jasa keamanan bandara juga harus mendapat persetujuan dari TSA berdasarkan Screening Partnership Program (SPP) dan mengikuti prosedur TSA. Ketatnya standar keamanan yang diterapkan TSA terasa wajar adanya, mengingat potensi dan ancaman terorisme yang tak kunjung surut.
Berangkat dari rekam jejak TSA, belum lama ini PT Angkasa Pura 1 (Angkasa Pura Airports) telah bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara kementerian Perhubungan dan TSA dalam kegiatan “Training Aviation Security Screener for Female”.
Adanya pelatihan ini untuk meningkatkan kewaspadaan dan ketelitian saat melakukan identifikasi tindakan teror di bandara. Pelatihan ini berkhusus pada identifikasi pelaku teror bunuh diri yang bisa mengancam keamanan dan keselamatan penerbangan.
“Pelatihan ini bertujuan agar para personel aviation security (avsec) wanita mampu menerapkan efektifitas dalam proses pemeriksaan atau skrining penumpang secara optimal. Juga bagaimana mengatasi dan menggagalkan serangan bom bunuh diri. Mengingat beberapa tahun terakhir ini terjadi beberapa aksi teror di bandara. Karenanya, sangat penting bagi kami selaku pengelola bandara untuk terus melakukan meningkatkan kemampuan, pembaharuan, dan meng-update teknologi yang terus berkembang,” ujar Direktur Utama Angkasa Pura Airports Danang S. Baskoro yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers (25/8/2017).
Pada tahun 2005 TSA pernah melakukan penilaian terhadap Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dan pada tahun 2007 bandara ini dinyatakan ‘comply‘ atau yang artinya bandara ini memenuhi seluruh aspek keselamatan yang disyaratkan. Hal ini membuat bandara I Gusti Ngurah Rai menjadi satu-satunya bandara di Indonesia yang secara aspek keamanan telah dinyatakan comply oleh dua institusi keamana terkemuka luar negeri yakni Transportation Security Administration (TSA) Amerika Serikat dan dan Office of Transport Security (OTS) Australia.
“Kami sangat mendukung pelatihan ini dan berharap dapat menyerap pengetahuan dan pengalaman dari TSA,” imbuh General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Yanus Suprayogi.
Baca juga: Antisipasi Terorisme, Bandara-Bandara di Australia Dihimbau Perketat Keamanan
Hal ini sejalan dengan instruksi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang meminta agar operator bandara untuk selalu mengutamakan keselamatan dan keamanan penerbangan. “Saya minta operator bandara untuk mengutamakan safety dan security, karena kalau safety dan security bermasalah di udara itu fatal,” ujar Budi.
Diketahui, pada pelatihan yang dilakukan pada Agustus lalu ini ada 30 personil aviation security (avsec) wanita dari 13 cabang bandara Angkasa Pura I dilatih untuk mengidentifikasi pelaku teror, khususnya aksi teror bunuh diri yang dapat mengancam keamanan dan keselamatan penerbangan.
Siapa sangka Hari Pelanggan Nasional yang jatuh pada 4 September 2017 kemarin merupakan hari yang spesial bagi pengunjung Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) dan bandara lainnya yang dikelola PT Angkasa Pura II. Sebab, begitu banyak persembahan yang dihadirkan pada Terminal 1, 2 dan 3 nya bandara Soetta.
Baca juga: Geser Yang “Manual,” Selamat Datang Era Robotika di Bandara
Sejumlah souvenir dan jamuan kopi diberikan secara cuma-cuma kepada para pengunjung bandara. Bahkan, di bandara Soetta sendiri, karyawan Angkasa Pura II (AP II) melakukan flashmob bersama para stakeholdernya.
Direktur Pelayanan dan Fasilitas AP II Ituk Herarindri mengatakan, bandara Soetta dalam hari Pelayanan Pelanggan Nasional tahun ini memberikan pelayanan kepada para pengguna jasa ataupun pelanggannya.
“Kita dihari pelanggan ini telah bekerja sama dengan seluruh stakeholder, dari Otoritas Bandara, Polres Bandara, Kantor Kesehatan Pelabuhan sampai Bea Cukai dan Karantina, bahkan pihak tenan pun kita ajak untuk menyambut para pelanggan,” jelas Ituk yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers (4/9/2017).
Kemeriahan yang terjadi pun tampak saat flashmob dilakukan di Terminal 3 bandara Soetta, para penumpang tak hanya terkejut, melainkan ikut juga bergabung untuk menari dan terlihat sangat senang dengan kejutan ini.
Ituk menambahkan, saat Hari Pelanggan Nasional tak hanya bandara Soetta yang menampilkan kemeriahan. Ini juga dihadirkan di bandara-bandara yang dikelola AP II. Acara yang dihadirkan dari live musik, penampilan tarian budaya dan musik tradisional, peragaan pakaian adat di bandara setempat, photo booth dan cetak foto gratis, hingga flashmob yang dilakukan karyawan AP II dan stakeholder.
Diketahui, flashmob yang dilakukan AP II bersama stakeholder dilakukan pada bandara Soekarno-Hatta dann Kualanamu Medan. Tak hanya itu, para karyawan AP II yang biasanya berada di back office pun ikut turun tangan membantu melayani penumpang di termial khususnya di curbside keberangkatan, security check point dan baggage claim area.
“Momentum Hari Pelanggan Nasional ini juga kami manfaatkan untuk lebih memperkenalkan pakaian adat, musik tradisional, tarian daerah dan sebagainya yang merupakan khas di mana bandara tersebut beroperasi. Kami berharap hal ini dapat menimbulkan rasa kebanggaan sebagai bangsa Indonesia di samping tentunya memperkenalkan keragaman masyarakat di Indonesia,” jelas Ituk.
Baca juga: Diminati Investor, Angkasa Pura I Raih Kembali Peringkat Triple A dari Pefindo
Selain Angkasa Pura II, Angkasa Pura I juga melakukan pembagian souvenir, cokelat dan pemeriksaan kesehatan gratis kepada penumpang pada delapan bandara AP I. Kedelapan bandara tersebut yakni Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Internasional Lombok, Bandara Juanda Surabaya, Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Bandara Sam Ratulangi Manado dan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin.