PT ASDP Naikkan Tarif Ferry Merak- Bakauheni Hingga 14 Persen

Tanggal 15 Mei mendatang, PT ASDP akan menaikkan tarif penyeberangan Merak – Bakauheni sekitar 10-14 persen dari tarif yang sudah ada. Tak hanya Merak – Bakauheni yang akan naik, tetapi 14 penyeberangan lainnya di seluruh Indonesia yang akan ikut naik tarifnya. Baca juga: Mengenal Jenis Tarif di Lintasan Ferry Terpadat, Merak – Bakauheni “Kita berlakukan pada tanggal 15 Mei pada pukul 00.00 waktu setempat. Jadi ini serentak di seluruh Indonesia dengan kapasitas penyeberangan antar-provinsi. Kenaikan terpadunya itu penumpang mengalami kenaikan sebesar 14,8 persen, sementara kendaraan itu kenaikannya rata-rata sekitar 10,45 persen,” kata Direktur Antar Multimoda Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Cucu Mulyana di Kantor ASDP Merak, yang dikutip dari Detik.com Kamis (4/5/2017). Baca juga: Mengenal Pelabuhan Merak, Gerbang Penyeberangan Tersibuk di Indonesia Adanya kenaikan tarif ini dikarenakan pada tahun 2015 dan 2016, sempat ada penurunan BBM yang berdampak pada penurunan tarif penyeberangan kapal ferry. Dikarenakan penurunan ini, Kementerian Perhubungan harus mengevaluasi setiap enam bulan sekali terhadap tarif yang berlaku, sebab ada tertulis dalam peraturan. Baca juga: Stasiun Merak, Pilihan Integrasi Lintas Moda Penumpang Kapal Ferry Cucu mengatakan, kenaikan 14 persen disebabkan pada saat penurunan dua tahun belakangan sebanyak tiga kali tersebut, bila dijumlahkan mencapai 14 persen. Tak hanya itu, kenaikan Upah Minimun Regional (UMR) juga menjadi landasan atas kenaikan tarif penyeberangan. “Itu kan kalau kita jumlahkan 4 persen ditambah 5 persen ditambah hampir katakanlah 3,38 itu 4 persen itu kan sekitar 13 persen. Sementara UMR kan naik terus, gaji pegawai baik darat maupun di dalam kapal kan tidak mungkin turun, walaupun waktu itu ada penurunan kan gaji tidak mungkin diturunkan operator,” ujarnya. Baca juga: Mengenal Bakauheni, Pelabuhan Utama Penghubung Transportasi ke Sumatera Dengan kenaikan tarif penyeberangan kapal ferry ini, Cucu mengatakan pihaknya akan meningkatkan standar pelayanan minimum dan keselamatan setiap operator kapal maupun perusahaan kapal yang beroperasi di semua pelabuhan. Pada kenaikan ini, Kemenhub berjanji akan ada perbaikan yang selaras pada standar pelayanan minimum di setiap pelabuhan, seperti Merak – Bakauheni yang pelayarannya 2 jam perjalanan. Berikut daftar kenaikan tarif penyeberangan di lintas Merak-Bakauheni: Penumpang -Dewasa 13.000 > 15.000 -Anak-anak 7.000 > 8.000 Kendaraan Golongan I 20.000 > 22.000 Golongan II 45.000 > 50.300 Golongan III 100.000 > 114.000 Golongan IV (penumpang) 320.000 > 374.000 Golongan IV (barang) 285.000 > 326.095 Golongan V (penumpang) 700.000 > 774.00 Golongan V (barang) 590.000 > 644.227 Golongan VI (penumpang) 1.190.000 > 1.301.000 Golongan VI (barang) 860.000 > 998.000 Golongan VII 1.315.000 > 1.405.800 Golongan VIII 1.970.000 > 2.080.000 Golongan XI 3.230.000 > 3.251.200

Terlibat Adu Jotos di Dalam Kabin, Penumpang Ini Terpaksa Diturunkan

Media Amerika belakangan ini tengah menyorot kejadian perkelahian yang terjadi di atas maskapai All Nippon Airways yang hendak bertolak dari Narita, Jepang. Kejadian ini sempat diabadikan oleh penumpang lain yang juga berada dalam penerbangan yang sama dan diunggah ke internet. Seperti yang diwartakan oleh japantimes.co.jp pada Rabu (3/5/2017) kemarin, maskapai tersebut mengalami penundaan keberangkatan kurang lebih hingga 50 menit. Perkelahian yang terjadi pada hari Senin (1/5/2017) kemarin menuai banyak kecaman setelah pengguna Twitter dengan akun @CoreyHour menetaskan beberapa cuitan yang mengutarakan pendapatnya tentang kejadian tersebut. Setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata Coreylah yang mengunggah video perkelahian tersebut ke dunia maya.
Sumber: thenypost.com
Dalam rekaman yang berdurasi kurang dari 1 menit ini, terlihat seorang pemuda yang mengenakan baju Hawaii berwarna merah berteriak “Saya akan membunuh Anda!” sebelum akhirnya melayangkan bogem mentah kepada penumpang lain yang menggunakan kaos berwarna hitam yang duduk di baris belakangnya. Tak lama setelah kedua orang tersebut saling melayangkan pukulan, terlihat seorang pramugari mencoba untuk melerai keduanya, namun usaha yang dilakukan sia-sia, dan perkelahian tersebut tetap berlanjut. Beberapa saat berselang, pria yang mengenakan baju Hawaii tersebut sempat pergi menjauh, namun kembali mendekati lawannya lalu memukulnya kembali. Penumpang lain yang ketakutan lalu pergi dari bangkunya masing-masing untuk menyelamatkan diri. Hari Selasa (2/5/2017) kemarin, pihak All Nippon Airways melalui juru bicaranya mengatakan pria berwarga-negara Amerika tersebut berusia kurang lebih 40 tahun. “Ia telah melakukan penyerangan terhadap penumpang lain dan kru All Nippon Airways,” katanya. Menurut media Jepang, pria paruh baya tersebut disinyalir sedang berada di bawah pengaruh minum-minuman beralkohol, namun pihak All Nippon Airways tidak dapat berkomentar mengenai temuan tersebut. Akibatnya, Ia terpaksa diturunkan dari maskapai tersebut dan mendapatkan sanksi atas keonaran yang ia lakukan. “Ia sudah mengancam keselamatan penumpang, dikeluarkan dari penerbangan dan kemudian ditahan dan diadili oleh penegak hukum setempat,” tambahnya. Adapun penahanan tersebut dilakukan karena Ia telah melukai kru All Nippon Airways, bukan karena perkelahian yang terjadi di atas Boeing 777 tersebut. Kejadian kekerasan yang terjadi di dalam maskapai seperti ini tentu saja merugikan banyak pihak, bukan hanya penumpang yang terpaksa mengalami keterlambatan, tapi juga pihak maskapai yang secara otomatis terseret untuk dimintai keterangan oleh pihak yang berwajib. Akibat kejadian ini, pihak All Nippn Airways mengeluarkan rilis resmi mengenai perkelahian tersebut. “All Nippon Airways meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh penumpang penerbangan #6 tujuan Los Angeles atas insiden sebelum pesawat mengudara. Orang-orang yang terlibat di dalamnya telah ditindak oleh penegak hukum setempat.”

Rute KA Bogor – Sukabumi – Cianjur, Masih Eksis Meski Terlupakan

Hingga kini, masih banyak masyarakat bahkan Anda mungkin tak sadar akan keberadaan rute kereta api Bogor – Sukabumi – Cianjur. Stasiun Bogor yang kita kenal sejatinya tak hanya menangani pemberangkatan kereta listrik atau commuterline saja, melainkan melayani rute keret api Pangrango/Siliwangi. Pembangunan jalur dari Stasiun Bogor ke arah selatan Jawa Barat atau tepatnya ke arah Sukabumi dimulai tahun 1881 dan rute Bogor – Sukabumi mulai resmi terhubung pada 21 Maret 1882. Latar belakang pembangunan jalur ini dikarenakan potensi wisata yang besar di sepanjang jalurnya yakni pemandangan alam yang indah. Untuk menuju Sukabumi pemandangan alam yang tersuguhkan sangat indah dimana jalur ini melewati hamparan hijaunya pohon, membelah pegunungan yang meliuk-liuk dan melintasi beberapa sungai. Sepanjang lintasan menuju Sukabumi, stasiun-stasiun yang ada masih mempertahankan bangunan aslinya dan menjadi sebuah peninggalan sejarah perkeretaapian yang harus dilestarikan keasliannya.
heritage.kereta-api.co.id
Melalui jalur ini, tak hanya menyuguhkan pemandangan alam yang indah dan asri, melainkan membawa peumpang ke wisata sejarah, sebab sebagian besar tempat wisata ini dibangun pada era pemerintahan Hindia Belanda. Uniknya hingga ujung stasiun Sukabumi, nama kereta dari Bogor tetaplah Pangrango. Namun, saat meninggalkan stasiun Sukabumi terus berlanjut ke arah Cianjur, kereta ini berubah nama menjadi kereta api Siliwangi. Jalur dari Stasiun Sukabumi menuju Cianjur ini mulai beroperasi sejak 10 Mei 1883, atau satu tahun setelah beroperasinya rute Bogor – Sukabumi yang dibangun oleh Perusahaan Kereta Api Hindia Belanda Statsspoorwegen. Sebenarnya penggantian nama ini hanya perbedaan gerbong yang digunakan. Untuk KA Pangrango, ada gerbong ekonomi dan eksekutif, sedangkan Siliwangi hanya menggunakan gerbong ekonomi saja. Adanya nama Pangrango/Siliwangi baru-baru ini saja, sebab kereta api Pangrango merupakan kereta api berstatus komersial yang terdiri dari kelas eksekutif dan ekonomi. KA Pangrango adalah kereta jarak menengah milik PT Kereta Api Indonesia dengan relasi Stasiun Paledang – Stasiun Sukabumi. KA Pangrango diresmikan oleh Menteri BUMN saat itu Dahlan Iskan pada 9 November 2013 dan menggantikan KRD Bumi Geulis yang mengalami kerusakan sejak Desember 2012. Sempat tak terdengar kabarnya tahun 2014-2015, PT KAI kemudian kembali membuka jalur untuk kereta eksekutif dan ekonomi pada 1 Januari 2016 lalu dengan tarif ekonomi Rp20 ribu dan eksekutif Rp50 ribu. Pemesanan tiket KA Pangrango bisa H-30 sebelum keberangkatan. Sedangkan untuk harga tiket Sukabumi – Cianjur karena menjadi ekonomi subsidi tanpa gerbong eksekutif, hanya dikenakan Rp3 ribu saja. Jalur yang dilalui KA Pangrango dimulai dari Stasiun Bogor – Stasiun Batutulis – Stasiun Ciomas – Stasiun Maseng – Stasiun Cigombong – Stasiun Cicurug – Stasiun Parungkuda – Stasiun Cibadak – Stasiun Cisaat dan berakhir di Stasiun Sukabumi. Sedangkan KA Siliwangi dimulai dari Stasiun Sukabumi – Halte Randji – Stasiun Gandasoli – Stasiun Cireungas – Stasiun Lampegan – Satsiun Cibeber – Stasiun Cilaku dan berakhir di Stasiun Cianjur.

Bertha, Mesin Bor Raksasa Yang Pernah Terperangkap di Bawah Tanah Seattle

Ketika pengerjaan Mass Rapid Transit (MRT) di Jakarta menggunakan empat buah Tunnel Boring Machines (TBM) mesin bor raksasa yang bernama Mustikabumi, Mustikabumi II, Antareja, dan Antareja II yang digunakan untuk “melubangi” bagian bawah tanah sebagai penunjang pra-sarana dari pengadaan kereta bawah tanah tersebut, lain ceritanya dengan Bertha, sebuah mesin bor raksasa yang dikenal sebagai mesin bor terbesar yang ada di dunia. Baca juga: Proyek MRT – Bor Mustikabumi Telah Tiba di Stasiun Setiabudi Layaknya sebuah mesin bor pada umumnya, Bertha memiliki sebuah mata bor yang menyesuaikan dengan ukuran dari mesin penggeraknya itu sendiri. Dengan berat mata bor mencapai 2000 ton dan dilapisi oleh 260 gerigi yang teruat dari baja, Bertha dirancang untuk memecah tanah lunak dan menyalurkannya melalui celah di dalam pemotong, atau menggiling batu-batu besar. Untuk menggerakkan bor raksasa ini, daya listrik yang dibutuhkan adalah sekitar 18.600kW. Dalam melakukan pengeboran, keberadaan air memegang peranan penting. Apabila kadar airnya cukup, maka mesin dapat menggali tanah lebih mudah. Sedangkan jika kadar airnya berlebih, maka tanah yang sudah masuk ke dalam pipa pembuangan akan berubah menjadi lumpur dan dikhawatirkan akan mengendap di saluran pembuangan.
Sumber: newatlas.com
Nama Bertha sendiri diadopsi dari nama walikota perempuan pertama di Seattle, Bertha Knight Landes. Mesin bor raksasa yang memilki panjang 100 meter dan berat hampir 7000 ton ini dibuat oleh Hitachi Zosen Works Sakai di Osaka, Jepang yang diperuntukkan khusus untuk Washington State Department of Transportation’s (WSDOT). Walaupun mesin bor raksasa ini buatan Jepang, namun proses perakitan dilakukan di Seattle dan rampung pada Juni 2013 setelah memakan waktu pembuatan kurang lebih selama dua tahun. Sebulan berselang, Bertha mulai melakukan penggalian pertamanya dalam proyek Alaskan Way Viaduct. Alaskan Way Viaduct merupakan sebuah proyek pengadaan jalan bebas hambatan bawah tanah yang menghubungkan SoDo di Seattle dengan South Lake Union di sebelah utara. Nantinya, jalur dua tingkat di bawah tanah ini memuat State Route 99 atau yang lebih dikenal sebagai Pacific Highway.  Uniknya, Pengeboran dimulai pada 30 Juli 2013, dengan mesin awalnya dijadwalkan untuk menyelesaikan terowongan pada bulan Desember 2015. Namun, perjalanan Bertha tidak selalu semulus, terbukti pada saat melakukan pengeboran pada proyek Alaskan Way Viaduct, para petugas yang mengendalikan Bertha menemukan adanya peningkatan temperatur yang mengakibatkan mesin tersebut rusak setelah mencapai kedalaman 1000 kaki atau setara dengan 304,8 m. Akibatnya, pengeboran tersebut sempat tertunda akibat Bertha yang menyangkut di bawah kota Seattle. Selang dua tahun setelahnya, tepatnya pada 30 Maret 2015, para pekerja berhasil mengeluarkan mesin bor raksasa tersebut dari dalam perut bumi. Setelah kejadian tersebut, Bertha mengalami perbaikan atas kerusakan yang dialaminya, dan kembali melanjutkan pengeboran pada Januari 2016. Namun, pekerjaan Bertha kembali mengalami penundaan karena tongkang yang ditambatkan di dermaga Elliott Bay rusak dan lubang pembuangan dibuka di dekat lokasi proyek. Tidak hanya sampai di situ, Bertha kembali mengalami banyak kendala hiingga akhirnya pengeboran tersebut rampung pada 4 April 2017 kemarin. Walaupun ukuran dari Bertha yang bisa dibilang sangat besar, namun mesin bor ini dikendalikan oleh 25 orang saja dan terkendali dari satu ruang kontrol yang berada di dalamnya. Karena besarnya alat ini, kecepatan yng dapat ditempuh oleh Bertha hanyalah 12 meter/hari, jadi bukanlah menjadi sebuah fakta yang mencengangkan ketika mesin bor raksasa ini membutuhkan tenaga lebih dari 25 ribu horse power.

Duh! Petugas Bus Ini Tendang Penumpangnya, Kenapa Ya?

Sebuah kejadian tidak mengenakkan terjadi di Amerika, tepatnya di dalam sebuah bus Montgomery County. Menurut kabar yang dilansir dari laman fox5dc.com pada Senin (17/4/2017) silam, seorang penumpang bus yang terlihat menggunakan sebuah tongkat ditendang oleh petugas bus tersebut. Sebelumnya, memang ada perdebatan yang cukup serius diantara mereka berdua. Kejadian yang sempat menjadi viral ini terjadi pada bulan Maret 2017 lalu, dimana seorang penumpang yang bernama Brian Betancur terlibat perdebatan dengan petugas bus Ride On yang disinyalir bernama Leslie St. Lewis. Dalam sebuah rekaman yang didapat dari seorang penumpang, Betancur melontarkan beberapa kata kasar pada St. Lewis sebelum akhirnya ia berbalik arah dan melangkah pergi. Tidak terima dengan kata-kata yang dilontarkan oleh Betancur, St. Lewis lalu menendang Betancur hingga ia tersungkur. Sesaat berselang, Betancur naik darah dan melemparkan tongkatnya kea rah St. Lewis dan perkelahianpun tidak bisa terelakkan. Mendengar kejadian tersebut, Juru Bicara dari pihak Montgomery County, Esther Bowring, mengatakan St. Lewis tengah melakukan pengawasan terhadap pengemudi baru dari bus tersebut. Ia menambahkan, dengan berjalannya pemeriksaan lebih lanjut terhadap kasus ini tidak membuat St. Lewis lantas dikeluarkan dari pekerjaannya, hanya saja ia dilarang untuk mengemudi untuk beberapa saat. Sementara Betancur dicekal untuk tidak naik bus tersebut dalam kurun waktu 90 hari terhitung setelah kejadian perkelahian itu terjadi.
Sumber: fox5dc.com
Menurut keterangan dari Esther, Betancur  marah ketika ia telah lama menunggu bus namun bus tersebut tidak berhenti di halte tempat ia hendak turun. “Sudah menunggu kurang lebih 45 menit,” tuturnya kepada fox5dc.com. Lanjutnya, Betancur bergegas naik ke dalam bus dan menanyakan nama dari St. Lewis, namun St. Lewis menolak untuk memberitahukannya. Kekecewaan Betancur ternyata tidak hanya sampai di situ, ketika ia berusaha untuk mencari tempat duduk, sekilas ia mendengar St. Lewis mengatakan sesuatu yang tidak mengenakkan tentang Ibunya. Sontak, ia langsung menghampiri St. Lewis lalu memakinya dengan umpatan-umpatan kasar sebeum akhirnya kejadian penendangan dan perkelahian tersebut terjadi. Menurut keterangan yang diperoleh dari korban dari kejadian ini, yaitu Betancur, ia tidak setuju dengan pendapat orang-orang yang mengatakan ia bukanlah korban sesungguhnya akibat kejadian ini, karena ia terlebih dahulu melontarkan kata-kata yang tidak sopan tersebut kepada St. Lewis. “Apabila mereka beranggapan seperti itu, maka mereka salah besar,” ungkapnya. Walaupun pada akhirnya, Betancur mengakui bahwa tindakannya tersebut salah. “Seharusnya saya menghiraukan orang seperti dia,” tambahnya. Kini, Betancur harus mengalami luka yang lebih serius pada bagian lututnya akibat insiden tersebut. Sebelumnya, Betancur disinyalir tengah mengalami masalah lututnya yang mengharuskan ia menggunakan tongkat penopang. Parahnya lagi, cidera yang ia alami memaksanya untuk absen selama beberapa hari dari pekerjaannya di bagian furnitur jok, karena ia dituntut untuk mengangkat benda berat di pekerjaannya. Sedangkan dari sisi penumpang, mereka enggan memisahkan kedua orang tersebut karena keduanya sama-sama tidak menunjukkan sikap saling menghargai.

Mendebarkan! Pesawat Ini Landing Tanpa Roda

Sebuah peswat jet pribadi melakukan pendaratan darurat di Florida, Amerika Serikat pada Sabtu (29/4/2017) setelah roda sebelah kirinya dinyatakan hilang. Dalam video yang menampilkan cuplikan  mengenai pendaratan darurat tersebut diunggah ke situs jejaring sosial Facebook dan sudah ditonton lebih dari 200.000 kali sejak diunggah. Dalam cuplikan video tersebut, terlihat pesawat meluncur di atas landas pacu Bandara Internasional Sarasota Bradenton, Florida dan mengeluarkan percikan api akibat gesekan yang terjadi antara besi penyangga roda dan aspal. Menurut data yang diwartakan oleh The Independent, Pihak Bandara Sarasota Bradenton menerima sebuah panggilan darurat dari pilot pesawat nahas tersebut sekitar pukul 5 sore. Pesawat dari penerbangan charter Westwind dengan nomor penerbangan IAI 1124 tersebut dijadwalkan untuk mendarat di Bandara Tampa, Florida pada pukul 6 sore, namun, menyadari adanya masalah pada pesawat, sang pilot kemudian membuat panggilan pada bandara terdekat dan meminta ijin pada bandara terdekat untuk melakukan pendaratan darurat. Setelah permohonan ijin dikabulkan, sang pilot lantas tidak langsung mendaratkan pesawatnya, namun lebih memilih untuk mengudara beberapa saat, ini bertujuan untuk menghabiskan bahan bakar guna menghindari terjadinya kebakaran yang memungkinkan memakan korban jiwa. Setelah bahan bakar dirasa cukup terkuras, pendaratan daruratpun dilakukan. Walaupun sedikit mengalami kesulitan dalam mendaratkannya, ketiga penumpang dan sang pilot dalam maskapai tersebut tidak mengalami luka, serta pesawat mengalami kerusakan yang tidak terlalu parah. Pilot Leasing Inc. Mr John, selaku pemilik pesawat tersebut mengatakan petugas bandara di Belize masih mencari roda pesawat yang hilang.
Sumber: Youtube.com
Kasus ban pesawat yang lepas di Florida ini tentu sedikit mengingatkan Anda tentang kejadian serupa yang menimpa Trigana Air pada 12 Oktober 2011 silam. Pesawat dengan jenis ATR 42 yang baru saja lepas landas dari Bandara Sentani, Jayapura pada pukul 10.00 WIT terpaksa membatalkan keberangkatannya karena ban maskapai yang berisikan 30 penumpang tersebut lepas. Pesawat yang hendak bertolak menuju Wamena tersebut kemudian mengitari langit Jayapura guna menghabiskan bahan bakar agar mengurangi resiko terbakarnya badan pesawat akibat percikan api yang ditimbulkan saat melakukan pendaratan darurat. Dilansir dari laman okezone.com (12/10/2011), manajer Trigana Air Service pada masa itu, Bustomi Eka Prayitno menegaskan insiden tersebut murni kesalahan teknis. “Pesawat yang akan terbang harusnya diperiksa teknisi entah mengapa tiba-tiba insiden terjadi,” ungkapnya. Ia menambahkan pesawat berhasil melakukan pendaratan dan tidak ada korban jiwa dari insiden menegangkan tersebut. Berbeda dengan kasus yang dialami oleh Westwind di atas, roda dari Trigana Air jatuh masih di area bandara dan tidak membahayakan orang lain. Pesawat yang mengalami kerusakan ringan tersebut lalu dibawa ke apron untuk mendapatkan perbaikan. Sementara itu, kendati selamat dari tragedi lepas ban tersebut, para penumpang mengeluhkan jadwal keberangkatan mereka yang terpaksa digeser. Dampak lain dari kejadian ini adalah tertundanya kedatangan dua pesawat lain, yaitu Garuda Indonesia Boeing 737 – 300, dan sebuah pesawat Twin Otter. Tidak hanya itu, beberapa keberangkatan dari Bandara Sentanipun mengalami keterlambatan.

Mengenal Skytrain di Changi, Benchmark APMS di Bandara Soekarno-Hatta

Bila suatu bandara telah menyandang predikat airport city, maka prasarana transportasi dan infrastruktur penunjang mobilitas penumpang ke bandara harus menjadi perhatian utama. Melengkapi akses jalan tol, menuju bandara bisa lebih ‘pasti’ dan presisi dengan airport train yang menghubungkan pusat kota dengan bandara. Masih dari sisi transportasi, pergerakan penumpang antar terminal pun tak lagi mengandalkan shuttle bus, di era airport city untuk memindahkan penumpang antar terminal sudah sewajarnya mengadopsi model Skytrain, yang juga menjadi benchmark bagi implementasi Skytrain di Bandara Soekarno-Hatta. Baca juga: Ikuti Jejak Changi, Angkasa Pura II Siap Operasikan Skytrain Pada Juni 2017 Bicara tentang Skytrain maka tak bisa dilepaskan dari Bandara Changi di Singapura, maklum saat bandara di Indonesia masih berjibaku dengan angkutan tak resmi, Bandara Changi sejak tahun 1990 telah membuka layanan Automated People Mover System (APMS) atau yang lebih dikenal dengan nama Skytrain. Karena ada embel-embel Automated, maka Skytrain juga dioperasikan tanpa pengemudi atau masinis, semua serba otomatis, hal serupa juga yang akan diterapkan pada Skytrain di Bandara Soetta bulan Juni 2017 mendatang. Sebagai pengganti keberadaan shuttle bus yang disiapkan operator bandara, Skytrain disediakan sudah barang tentu disediakan secara gratis. Sebagai percontohan implementasi Skytrain dunia, otoritas Bandara Changi – Civil Aviation Authority of Singapore, terus menjaga pelayanan Sytrain. Meski penumpang tengah ‘bergeser’ antar terminal, akses sinyal free WiFi juga tidak terputus saat berada dalam kabin Sytrain. Menghubungkan antar terminal 1, 2 dan termimal 3, durasi perjalan Skytrain memang hanya berlangsung singkat, lantaran jarak tempuh lintasan hanya 6,4 km. Karena dianggap sebagai lintasan sangat pendek, Skytrain hanya dilengkapi sedikit fasilitas tempat duduk. Satu trainset Skytrain (dua kereta) dilengkapi 8 tempat duduk, dan bisa menampung 107 penumpang berdiri. Karena alasan efisiensi dan arus penumpang tidak padat terus-menerus, Skytrain di Changi beroperasi mulai pukul 05.00 pagi hingga 02.30 pagi besoknya. Untuk mencapai Skytrain, para penumpang di Changi membutuhkan waktu sekitar empat menit untuk sampai ke terminal Skytrain dan waktu untuk menunggu Skytrain sekitar dua menit. Agar operasional tetap prima, saban pukul 02.30 hingga 05.00 Skytrain masuk dalam posisi pemeliharaan dan perawatan. Disini Skytrain di cek kebersihan hingga pemeriksaan mesin. Ini karena hampir setiap hari dalam waktu 22 jam Skytrain digunakan tanpa henti alias terus berjalan. Adapun titik-titik untuk menumpang dan naik Skytrain di bandara Changi yang dilansir dari sg.fcm.travel sebagai berikut : 1. Terminal 1 di aula masuk keberangkatan tepatnya di lantai 2 di pintu 5 2. Terminal 2 di bagian Chek in Hall keberangkatan lantai 2 pintu 1 3. Terminal 3 di bagian Chek in Hall keberangkatan lantai 2 pintu 8. Skytrain di Changi mengadopsi teknologi Mitsubishi Heavy Industries, dari 22 trainset yang telah diluncurkan, dalam keseharian hanya dioperasikan 16 trainset. Skytrain yang ada di Bandara Changi, Singapura dilengkapi dengan tempat duduik hanya saja berada di bagian depan dan belakang Skytrain. Nantinya Skytrain di Indonesia, akan menggunakan teknologi yang sama dengan Skytrain di Singapura yang tanpa masinis. Selain itu, dalam satu trainset Skytrain di Soetta bisa membawa sebanyak 176 orang. Waktu tunggu untuk Skytrain di Indonesia tidak jauh berbeda dengan Singapura yakni lima menit dan akan mulai beroperasi Juli 2017 mendatang dari terminal 2 dan 3. Skytrain di Bandara Soetta akan beroperasi penuh dengan 3 trainset berkapasitas total 528 orang, yang menghubungkan Terminal 1, Terminal 2, Terminal 3, dan integrated building pada Oktober 2017. Anda pengguna Skytrain juga tidak perlu takut terlambat, karena perjalanan Skytrain ini 60 km per jam daan tidak akan terkena macet sama sekali. Nantinya setelah selesai untuk Terminal 2 dan 3, Skytrain dari Terminal 1 akan mulai dibuat pembangunannya dan secepatnya digunakan.

Saatnya Maksimalkan Tenaga Surya untuk Energi Terbarukan di Kereta Api

Tenaga surya menjadi andalan masyarakat modern saat ini, sebab tenaga surya adalah energi terbarukan yang tak pernah bisa habis dan bisa terus digunakan berulag kali. Inggris salah satu negara yang sudah mulai mengembangkan tenaga surya dan populer di kalangan masyarakatnya. Saat yang sama, industri perkeretaapian juga menetapkan jalur untuk pengurangan emisi, tetapi kedua sektor ini sudah terlihat sedikit prosesnya. Dilansir dari railway-technology.com, seorang peneliti dari Imperial Collage of London bersama dengan badan iklim 10:10 telah mengumumkan proyek dengan tenaga terbarukan. Ini merupakan sebuah penelitian awal di dunia terkait masalah penggunaan panel surya di sisi jalur kereta api. Proyek ini kemudian didanai melalui program Energy Games Charger dari Innovate Inggris yang akan bermitra dengan Turbo Power System dan Comunity Energy South. Inisiatif dengan tenaga terbarukan seperti panel surya ini hadir di momen penting bagi sektor energi terbarukan dan industri kereta api, sebab sebagian besar negara terutama selatan Inggris, jaringan distribusi listrik mencapai voltase tertinggi atau maksimum. Hal ini menyebabkan adanya pembatasan pasokan listrik ke perusahaan kereta api. Karena maslah ini, kereta bisa kekurangan tenaga dan tidak ada pembaruan stok yang bisa ditambahkan saat jaringan kereta padat. Namun, Direktur Energy Futures Laboratory at the Imperial College of London Prof Timothy Green dan Direktur Strategy at 10:10 Leo Murray mengatakan telah menemukan skenario yang tepat dan sempurna untuk masalah ini. Caranya dengan menghubungkan bagian-bagian jaringan listrik secara langung ke panel-panel surya yang berada di sisi kanan bisa mengurangi tekanan pada jaringan dan kereta dengan tenaga yang bersih memiliki potensi penambahan rute saat jam sibuk dengan biaya yang lebih efektif.
E - Journal
E – Journal
“Menggunakan energi terbarukan untuk menyalakan transportasi umum adalah mimpi yang menjadi kenyataan dari sudut pandang kita. Untung, proyek ini juga membantu memecahkan banyak masalah yang sudah ada baik di sektor energi maupun di sektor perkeretaapian,” kata Murray.” Pertumbuhan sistem tenaga surya pada tiga sampai empat tahun terakhir ini hampir dua kali lipatnya dari yang sebelumnya 2,8 GW menjadi hampir 5 GW tahun 2014. “Pemerintah telah menurunkan subsidi secara prematur untuk energi terbarukan skala kecil dan menengah. Itu memiliki efek yang sangat merusak pada sektor energi terbarukan asli Inggris dan kami telah kehilangan 12.500 pekerjaan surya sejak Konservatif memenangkan pemerintah mayoritas pada tahun 2015 dan menghapus semua subsidi,” kata Murray. Dengan model bisnis seperti ini, keuntungan di sektor ini benar-benar telah berubah dan sektor energi terbarukan milik Inggris mencari cara untuk memperbaharui dan mengganti dengan jaringan impor. “Dengan tidak adanya pembayaran subsidi tersebut, satu-satunya skenario di mana masih masuk akal secara komersial untuk menyebarkan hal-hal seperti PV surya adalah di mana Anda dapat mengganti biaya eceran untuk daya listrik, karena ekspor ke grid tidak lagi cukup dihargai untuk memulihkan investasi modal,” Kata Murray. Masalah lain yang terlihat saat ini adalah keterbataan jarigan di daerah pedesaan selatan Inggris. Sehingga Muray mangatakan, dalam waktu dekat akan memasang banyak panel tenaga surya yang bisa mendukung kapasitas lebih besar ada rute tujuan desa selatan Inggris. Menurut Green, dari semua penelitian yang dilakukannya, proyek tenaga surya ini adalah yang paling diminati dan tahap awal akan berfokus pada penggunaan Third Rail System dengan kabel catenary overhead. Dalam pengadaannya, proyek ini mengandalkan rekkonduktor untuk daya tambaahan menarik lokomotif. Uniknya sistem ini akan berjalan bila arus searah dengan tegangan tenaga surya dan menjadi titik awal yang cukup murah. Green mengatakan, dari sini awal penghubungan panel surya langsung ke jalur yang menyediakan aliran listrik ke kereta api yang benar-benar melewati jaringannya. Nantinya jika berhasil, inovasi dengan energi terbarukan melalui tenaga surya ini akan berkontribusi dengan pembuatan panel-panel surya skala kecil dan menengah dengan anggaran keuangan yang stabil dan cocok untuk sektor industri kereta api serta energi. Sekarang, power purchase agreement (PPA) semakin laris di dunia bisnis pada pemasok dan pembeli alternatif untuk energi terbarukan. Sehingga dengan untuk beberapa dekade yang akan datang, membutuhkan pengembangan matahari berbasis PPA. Terlepas dari optimisme, para peneliti juga menyadari tantangan yang akan datang. Pada permulaan, alat yang yang dibutuhkan untuk menghubungkan panel surya sekitar 200VDC ke pemasok di 750VDC tidak ada, sehingga akan ada beberapa bagian yang akan dedesain untuk menyambungkannya. Selain itu, fluktuasi permintaan listrik masa depan dengan kereta api adalah tantangan lainnya. Sebab jalur kereta api terkadang sangat sibuk di dua arah dan mengkonsumsi banyak listrik, kemudian, tiba-tiba jalur kereta sama sekali tidak terlewati alias sepi. Ini yang membuat panel-panel surya yang dibuat harus mengatur kekuatan sesuai dengan kebutuhan kereta untuk mempelajari banyak permintaan untuk listrik meningkat dan menurun serta berapa banyak listrik yang bisa di simpan untuk memperlancar perjalanan selanjutnya. Tak hanya itu, dengan adanya tenaga surya terbarukan, para peneliti juga mesti memastikan tidak ada gangguan sinyal. Tanggal 1 Februari 2017 lalu, studi kelayakan selama enam bulan akan dimulai untuk melihat masalah-masalah lainnya. Jika hasilnya postif, maka proyek ini akan dilanjutkan dengan bantuan kelompok energi masyarakat dan membuat peternakan panel surya yang berdekatan dengan rel kereta api di seluruh negeri. Program penelitian kedua, yang didedikasikan untuk menghubungkan jalur arus alternatif (AC) ke pasokan surya, juga ada di kartu. Ini akan menjadi usaha yang lebih mahal, tapi juga akan memberikan pasar teknologi yang jauh lebih besar, karena jalur listrik AC mendominasi jaringan Inggris dan Eropa. Namun kedua peneliti tampak optimis. “Dari sudut pandang kami sebagai badan amal perubahan iklim, kami sangat gembira dengan hal ini, karena ini mendukung pergeseran modal dan lebih banyak perjalanan yang dilakukan dengan kereta api, terutama rel kereta api,” kata Murray. “Hadiah besar di sini adalah bahwa ini adalah sarana untuk mendukung penyebaran energi bebas energi bebas subsidi gratis di Inggris,” katanya.

Metro Malaga, Pembangunan Jalur MRT yang Tak Kunjung Usai

Banyaknya negara yang mulai menggunakan Metro atau Mass Rapid Transit (MRT) sebagai salah satu moda transportasinya, membuat salah satu kota besar di Tanah Matador tergugah untuk menghadirkan kendaraan yang digalang-galang sebagai salah satu angkutan penumpang masa depan. Malaga Metro merupakan light rapid network yang memiliki 2 jalur yang menghubungkan kota Malaga dengan daerah-daerah lain di sekitarnya. Pembangunan Metro Malaga sebenarnya sudah direncanakan pada tahun 1990-an, namun pada kenyataannya, pembangunan tersebut mengalami berbagai macam kendala hingga pada 30 Juli 2014, Metro Malaga secara resmi membuka pelayanannya. Kereta bawah tanah ini dioperasikan langsung oleh Metro de Malaga, sebuah konsesi yang dibentuk oleh FCC-Globalvía, Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah Daerah Andalusia, Sando, Cajamar, Constructora Vera, Cointer dan Comsa Emte. Sebenarnya, jumlah jalur yang akan dibuka oleh pihak Metro ada enam, namun hingga saat ini empat sisa jalur yang belum terealisasi tersebut masih dalam proses pembangunan. Dari dua jalur yang sudah ada, total panjang dari kedua jalur tersebut hanyalah 11,4 km, sebuah jarak yang terbilang cukup pendek dibandingkan dengan jalur-jalur Metro di Negara lain. Jalur 1 menghubungkan El Perchel dengan Andalusia Tech, jarak dari kedua lokasi ini sekitar 6,7 km dan melintasi 11 stasiun pemberhentian. Jika dihitung dalam rata-rata, jarak antar stasiun pemberhentian ini adalah sekitar 595 meter. Sedangkan jalur 2 menghubungkan  El Perchel dengan Palacio de los Deportes. Jarak kedua lokasi ini lebih pendek dari jalur 1, yaitu sekitar 4,6 km dan melintasi 7 stasiun pemberhentian. Jika dihitung dalam rata-rata, jarak antar stasiun pemberhentian ini adalah sekitar 608 meter. Layaknya sistem Metro di Negara lain, Metro Malaga pun menghubungkan lokasi-lokasi penting di kota ini, seperti University of Malaga, Jose Maria Martin Carpena Arena, dan lain-lain. Untuk masalah penggunaan jalur, Metro Malaga tidak melulu menggunakan jalur bawah tanah, terbukti dengan penggunaan rel bawah tanah sepanjang 4,5 km dan sisanya menggunakan jalur yang terletak di permukaan. Sedangkan untuk jalur 2, jarak 4,6 km tersebut seluruhnya ditempuh dari dalam tanah. Sekitar 17,1 juta penumpang menggunakan jasa Metro Malaga dalam periode satu tahun, dan rencananya, setelah adanya penambahan jalur-jalur yang belum terealisasi, maka diperkirakan akan ada 20 juta penumpang yang menggunakan jasa Metro Malaga. Kereta yang digunakan untuk menunjang pengoperasian dari Metro Malaga adalah trem 14 CAF Urbos 3, dimana dapat mengangkut hingga 221 orang dalam sekali perjalanan. Kereta yang juga digunakan oleh Zaragoza Tram Network ini dapat melaju hingga kecepatan di atas 70km/jam. Dengan dilengkapi dengan sistem triple breaking, membuat kereta ini semakin aman untuk digunakan. Sistem triple breaking yang terpasang di kereta ini meliputi electric brake pada mesin, rem poros roda mekanik dan elektromagnetik yang terpasang di rel. Demi menunjang kenyamanan penumpang yang menggunakan jasa Metro Malaga, pihak penyedia jasa lalu menyediakan berbagai peralatan penunjang keamanan, seperti kamera pengawas, papan informasi untuk penumpang, dan mesin penjual tiket otomatis yang terletak di setiap stasiun. Selain itu, Metro Malaga juga memiliki 56 bangku di setiap gerbongnya dan memungkinkan 170 penumpang berdiri di dalamnya. Ini merupakan bentuk antisipasi apabila terjadi lonjakan penumpang yang biasanya terjadi pada rush-hour.

ATR-72 600, Pesawat Tercanggih Untuk Penerbangan Perintis Nasional

Rute penerbangan perintis tak bisa dikesampingkan dalam dunia penerbangan nasional, terlebih untuk melayani Indonesia Timur. Selain dalam upaya membangun jembatan udara ke daerah terpencil, penerbangan perintis tak pelak menjada ujung tombak untuk menggerakan bisnis wisata. Dari beberapa maskapai yang melayani penerbangan perintis, keberadaan jenis pesawat juga menjadi faktor kunci untuk menyajikan tingkat kenyamanan dan keselamatan lebih baik kepada para penumpang. Dan untuk segmen penerbangan perintis, kini ATR-72 600 didapuk sebagai pesawat turbo propeller terbaru dan tentunya tercanggih di kelasnya. Baca juga: Lima Maskapai Ini Kondang Untuk Rute Perintis ATR (Aerei da Trasporto Regionale atau Avions de Transport Régional) 72-600 sesungguhnya adalah pengembangan dari ATR 72-500. Jika dilihat sepintas, tidak ada perbedaan berarti dari seri 500 dengan 600. Jumlah tempat duduk tetap di angka 70-an. Pintu untuk penumpang hanya satu yang diletakkan di belakang pesawat sebelah kiri. Pintu kargo terletak di depan sebelah kiri. Bilah baling-baling yang dipakai masing-masing juga sama berjumlah 6 bilah. Perbedaan yang mencolok ada di sisi mesin. Jika ATR 72-500 menggunakan mesin Pratt and Whitney (PW) 127F, di seri 600, ATR menggunakan PW127M. Dengan PW127M, pesawat mampu meningkatkan daya termodinamika sehingga mampu mengangkat pesawat lebih tinggi sekitar 1.000 kaki dibanding seri 500. Menurut laman resmi ATR, ada perubahan yang cukup signifikan di antara kedua seri itu, misalnya soal kemampuan untuk tinggal landas dari runway yang lebih pendek di ATR 72-600. Daya angkut juga menjadi lebih besar, biaya pemeliharaan yang lebih kecil, kabin yang lebih modern dan memakai teknologi avionik terbaru. ATR-72 600 dirancang dapat lepas landas dan mendarat di panjang runway kurang dari 1.600 meter. Teknologi seri 600 juga sudah menggunakan navigasi berbasis satelit required navigation performance (RNP) hingga 0.3 NM dan comply dengan automatic dependence surveillance-broadcast (ADSB) serta memiliki EGPWS dan APU (Auxiliary Power Unit). APU-nya berupa propeller brake yang mampu menghentikan baling-baling di mesin kanan namun tetap memungkinkan turbin bekerja untuk memasok udara dan tenaga bagi pesawat. Peralatan standar yang merupakan mandatory ICAO seperti TCAS (Traffic Collision Avoidance System) yang lebih tinggi 2 step dari teknologi sebelumnya juga sudah tersedia. Dengan semua teknologi tersebut, seri-600 ini hemat bahan bakar. Dengan menggunakan RNP yang lebih sempit itu, setiap kali approach bisa dihemat bahan bakar 35 kg. Jika satu jam penerbangan pesawat sejenis ini menggunakan 600 kg bahan bakar, berarti tiap jam bisa dihemat 6-7 % bahan bakar. Sejak dipasarkan pada 2010 hingga Agustus 2013, setidaknya ada lebih dari 600 ATR 72-600 yang telah dioperasikan oleh maskapai-maskapai internasional lain, antara lain, Iberia, Aer Lingus, Air New Zealand, Jet Airways, LOT, Czech Airlines, dan Malaysia Airline. Di Tanah Air, ATR-72 600 telah dioperasikan maskapai Garuda Indonesia, Wings Air dan Kalstar, kesemuanya melayani rute perintis dan komuter.