KCIC Luncurkan Whoosh Prepaid Voucher, Begini Cara Belinya

KCIC resmi meluncurkan Whoosh Prepaid Voucher sebagai inovasi layanan yang memberikan kemudahan dan fleksibilitas bagi masyarakat dalam merencanakan perjalanan menggunakan Kereta Cepat Whoosh. Produk ini dihadirkan sebagai alternatif solusi transaksi tiket Whoosh yang praktis dan nyaman. Baca juga: Gandeng Trip.com, KCIC Yakin Lebih Banyak Wisatawan Mancanegara Naik Whoosh Whoosh Prepaid Voucher merupakan voucher prabayar yang dapat ditukarkan menjadi tiket perjalanan Whoosh sesuai kelas layanan yang tersedia, yaitu First Class, Business Class, dan Premium Economy Class. Voucher ini berlaku selama 90 hari sejak tanggal penerbitan dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, Whoosh Prepaid Voucher dapat gunakan untuk perjalanan personal hingga diberikan kepada orang lain sebagai hadiah atau bentuk apresiasi. Skema ini juga relevan untuk kepentingan perusahaan, seperti program reward karyawan, apresiasi mitra bisnis, dukungan perjalanan dinas, maupun kebutuhan mobilitas dalam kegiatan korporasi. Untuk informasi harga, masyarakat dapat langsung menghubungi petugas di stasiun atau WhatsApp 0811-8888-111. KCIC juga memberikan harga khusus untuk pembelian dalam jumlah tertentu. General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa menyampaikan bahwa Whoosh Prepaid Voucher dihadirkan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat maupun perusahaan untuk melakukan perjalanan menggunakan Whoosh. “Melalui Whoosh Prepaid Voucher, masyarakat dapat melakukan transaksi tiket Whoosh yang lebih fleksibel. Dengan konsep voucher prabayar, produk ini tidak hanya memudahkan perencanaan perjalanan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai hadiah, bentuk apresiasi, maupun berbagai kebutuhan perusahaan,” ujarnya. Pembelian Whoosh Prepaid Voucher hingga 20 lembar dapat dilakukan langsung di seluruh loket Stasiun Whoosh atau FWC Lounge dengan metode pembayaran non-tunai menggunakan QRIS, kartu debit, maupun kartu kredit, dan voucher dapat diterima saat itu juga. Sementara itu, untuk pembelian lebih dari 20 voucher, masyarakat dapat melakukan pemesanan melalui WhatsApp di 0811-8888-111 atau email marcom@kcic.co.id, dengan mekanisme pembayaran melalui transfer bank. Proses pengambilan voucher dilakukan paling cepat tiga hari kerja setelah pembayaran diterima. Penukaran voucher menjadi tiket dilakukan di loket Stasiun Whoosh dengan verifikasi fisik voucher, validasi barcode, serta pencocokan identitas pemegang voucher. Voucher tidak dapat diuangkan, tidak dapat dibatalkan, serta tidak dapat dijadwalkan ulang setelah ditukarkan menjadi tiket. Selain itu, voucher tidak dapat digabungkan dengan program promo lainnya dan tidak dapat diganti apabila hilang atau rusak. Baca juga: Identitas Maling Bantal Whoosh Terungkap, Ini Sanksi Hukuman Bagi Pelaku “Melalui kehadiran Whoosh Prepaid Voucher, KCIC berharap dapat menghadirkan alternatif solusi perjalanan yang semakin modern, fleksibel, dan sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat maupun dunia usaha.” tutup Eva. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Customer Service di stasiun atau Contact Center KCIC melalui WhatsApp chat dan call ke 0811-8888-111, email cs@kcic.co.id, serta melalui DM Instagram @keretacepat_id.

Benteng Udara “Wing of Zion”: Mengenal Pesawat VVIP Israel yang Dirancang Bertahan dalam Kiamat Nuklir

Di tengah eskalasi ketegangan di Timur Tengah, pergerakan pesawat VVIP Israel sering kali menjadi indikator situasi keamanan nasional. Saat ancaman serangan balasan meningkat, pesawat negara yang dikenal dengan nama “Wing of Zion” (Knaf Zion) menjadi pusat perhatian dunia. Bukan sekadar alat transportasi mewah bagi Perdana Menteri dan Presiden Israel, pesawat ini adalah pusat komando terbang yang dirancang untuk beroperasi di tengah skenario perang paling ekstrem sekalipun. Secara teknis, Wing of Zion menggunakan basis pesawat Boeing 767-300ER (Extended Range). Pemilihan platform ini bukan tanpa alasan; meskipun bukan pesawat generasi terbaru, Boeing 767-300ER dikenal memiliki rekam jejak keandalan yang luar biasa, jangkauan terbang lintas samudera yang mumpuni, serta ruang kabin yang cukup luas untuk disulap menjadi kantor kepresidenan berjalan. Pesawat ini dibeli dari maskapai Australia, Qantas, sebelum akhirnya menjalani perombakan total selama bertahun-tahun oleh Israel Aerospace Industries (IAI). Apa yang membuat Wing of Zion setara dengan “Air Force One” milik Amerika Serikat adalah lapisan pertahanannya yang sangat rahasia dan canggih. Sebagai target prioritas tinggi bagi musuh-musuh Israel, pesawat ini dilengkapi dengan sistem pertahanan anti-rudal C-Music (Commercial Multi-Spectral Infrared Countermeasures) buatan Elbit Systems. Sistem ini bekerja menggunakan sensor infra-merah untuk mendeteksi ancaman rudal pencari panas (Heat-seeking missiles) yang diluncurkan dari darat (MANPADS). Begitu ancaman terdeteksi, sistem laser pada C-Music akan menembakkan sinar yang menyilaukan sensor rudal tersebut, memaksanya melenceng dari jalur dan meledak jauh dari pesawat. Selain perlindungan terhadap rudal, Wing of Zion memiliki sistem komunikasi satelit (SATCOM) yang sangat terenkripsi. Sistem ini memungkinkan Perdana Menteri untuk tetap terhubung dengan markas komando IDF (Kirya) dan memberikan perintah militer secara real-time dari ketinggian 35.000 kaki. Pesawat ini juga dirancang untuk memiliki ketahanan terhadap serangan siber dan interferensi elektronik (EMP), yang memungkinkannya tetap berfungsi meskipun terjadi ledakan nuklir di atmosfer yang biasanya melumpuhkan perangkat elektronik konvensional. Di dalam kabinnya, interior Wing of Zion dibagi menjadi beberapa zona strategis. Terdapat ruang pertemuan utama yang kedap suara untuk rapat kabinet terbatas, ruang kerja pribadi untuk Perdana Menteri yang dilengkapi dengan fasilitas telekonferensi canggih, serta area khusus bagi staf senior dan jurnalis yang mendampingi perjalanan dinas. Seluruh sistem pendukung kehidupan di dalam pesawat juga dilengkapi dengan filter udara khusus untuk menghadapi ancaman serangan kimia atau biologi. Proyek Wing of Zion sempat menjadi kontroversi politik di dalam negeri Israel karena biayanya yang dianggap sangat tinggi, mencapai ratusan juta dolar. Namun, seiring dengan dinamika keamanan yang kian tidak menentu, keberadaan pesawat ini kini dipandang sebagai elemen krusial dalam kesinambungan pemerintahan (Continuity of Government). Wing of Zion bukan lagi sekadar simbol prestise negara, melainkan “benteng udara” yang memastikan bahwa pemimpin Israel tetap memiliki kendali penuh atas pertahanan negaranya, di mana pun mereka berada di belahan bumi ini.
Wing of Zion, “Air Force One” Israel Berbasis Boeing 767 Kembali Mengudara: Dilengkapi ‘Ruang Perang’

Sumatra Punya Gerbong Terpanjang, Jawa Miliki Kereta Terpanjang: Apa Bedanya?

Kereta api di Indonesia rata-rata memiliki panjang rangkaian hingga 10 kereta, itu pun sudah termasuk kereta makan dan juga pembangkit. Terkadang rangkaian tersebut ditambah dengan angkutan parcel/cargo (bagasi). Nah, diketahui bahwa kereta api dengan rangkaian terpanjang dan membuat rekor berada di jalur Pulau Sumatra, dimulai dari Lampung hingga Palembang. Rangkaian ini merupakan angkutan batu bara. Sejumlah gerbong yang di bawa saja bisa mencapai 60 sampai 70 gerbong tiap rangkaiannya. Tak heran, lokomotif penarik membawa gerbong batu bara ini bisa mencapai 2 hingga 3 unit. Gerbong batu bara atau biasa dijuluki ‘babaranjang’ (batu bara rangkaian panjang) ini berjalan setiap hari menghiasi jalur di sepanjang Sumatra Selatan. Memiliki gerbong rangkaian panjang yang dimiliki angkutan batu bara di Pulau Sumatra, ternyata di Pulau Jawa pun seperti tak mau kalah. Ya, di jalur Pulau Jawa ada kereta api juga memiliki rangkaian panjang. Selain angkutan barang (kontainer) yang mencapai 30 gerbong tiap rangkaiannya, ada pula kereta api angkutan penumpang yang memiliki rangkaian panjang. Kereta api ini adalah Kertajaya dan Jayakarta. Memang kedua rangkaian tersebut memiliki keberangkatan dan kedatangan di kota yang sama, yaitu Jakarta (Stasiun Pasar Senen) dan Surabaya. Namun kedua rangkaian ini melewati jalur yang berbeda. Untuk Kereta Api Kertajaya melewati jalur utara, yaitu Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang, Bojonegoro, Lamongan, dan Surabaya. Sedangkan untuk Kereta Jayakarta melewati jalur selatan, seperti Cirebon, Purwokerto, Kebumen, Kutoarjo, Yogyakarta, Solo, Madiun, Nganjuk, Jombang, Mojokerto, dan Surabaya. Msngapa kedua kereta ini terpilih sebagai kereta penumpang terpanjang? Ya, sesuai dengan kenyataan bahwa rangkaian Kereta Api Kertajaya terdiri dari 13 kereta dan Kereta Api Jayakarta terdiri dari 15 kereta. Tak hanya memiliki rangkaian panjang, bahkan kondektur yang bertugas pada kedua kereta tersebut masing-masing ada 2 orang. Ini dikarenakan supaya pada saat kereta api segera berangkat, petugas Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) bisa melihat kondektur membunyikan peluit Semboyan 41 ke arah masinis. Kereta Api Kertajaya dan Jayakarta merupakan layanan kelas ekonomi premium yang cukup nyaman bagi para penumpang yang merasakannya. Diketahui nama Kertajaya diambil dari nama raja terakhir Kerajaan Kadiri (Kediri), yaitu Sri Maharaja Kertajaya (atau dikenal sebagai Dhandhang Gendhis), yang memerintah sekitar tahun 1194–1222 M. Sedangkan Jayakarta diambil dari nama lama Provinsi DKI Jakarta, yang berasal dari kata bahasa Sanskerta: Jaya (kemenangan/kejayaan) dan Karta (dicapai/makmur), sehingga berarti “kota kemenangan dan kemakmuran”. Nama ini merujuk pada kemenangan pasukan Fatahillah dari Demak/Cirebon saat merebut Sunda Kelapa pada 22 Juni 1527, menggantikannya menjadi Jayakarta. Kini kedua kereta tersebut masih aktif melayani penumpang baik dari Jakarta maupun dari Surabaya. Harga kedua tiket kereta api tersebut dimulai dari Rp190.000 – Rp390.000. Tak hanya itu, bagian interior terutama kursi penumpang merupakan model individual seat yang dipisahkan dengan arm rest. Penumpang yang menggunakan juga terasa lebih nyaman diduduki dalam perjalanan jauh karena memiliki reclining seat atau pengatur sandaran duduk. Kondisi ini berbeda dengan kursi ekonomi pada umumnya yang memiliki sandaran tegak.
KA Kertajaya, Ternyata Kereta Terpanjang dengan 16 Rangkaian Gerbong

Korea Selatan Berlakukan Bebas Visa Rombongan bagi WNI: Minimal 3 Orang dan Syarat Khusus Lainnya

Kabar gembira bagi para pelancong asal Indonesia. Pemerintah Korea Selatan melalui kementerian terkait secara resmi memperkenalkan skema bebas visa bagi pemegang paspor Indonesia. Namun, berbeda dengan kebijakan bebas visa penuh, layanan ini memiliki format Visa Grup (Rombongan) yang ditujukan untuk mempermudah alur masuk wisatawan dalam skala kecil hingga besar. Salah satu poin utama dalam kebijakan ini adalah syarat formasi rombongan yang kini lebih fleksibel, yakni minimal terdiri dari tiga orang. Format Rombongan dan Pengajuan Kebijakan ini dirancang bagi wisatawan yang bepergian dalam kelompok. Berikut adalah detail mekanismenya: Minimal 3 Orang: Anda tidak bisa mengajukan bebas visa ini jika bepergian sendirian (solo traveler). Anggota rombongan harus memiliki jadwal penerbangan dan rencana perjalanan yang sama. Melalui Agen Perjalanan Resmi: Permohonan bebas visa rombongan ini tidak bisa diajukan secara perorangan ke kedutaan, melainkan harus melalui agen perjalanan (travel agent) yang ditunjuk oleh pihak Kedutaan Besar Korea Selatan. Agen inilah yang akan menjamin kredibilitas rombongan tersebut. Syarat dan Ketentuan Tambahan Selain jumlah minimal orang, ada beberapa syarat teknis lain yang wajib dipatuhi agar kunjungan Anda berjalan lancar: Pintu Masuk Spesifik (Bandara Regional): Seringkali layanan bebas visa ini dikaitkan dengan pintu masuk tertentu di luar Bandara Incheon, seperti Bandara Internasional Yangyang atau Bandara Internasional Gimhae. Pastikan rute penerbangan Anda sesuai dengan wilayah yang memberlakukan kebijakan ini. Masa Berlaku Kunjungan: Biasanya, bebas visa rombongan ini diberikan untuk durasi tinggal yang terbatas, umumnya berkisar antara 15 hingga 30 hari untuk tujuan wisata murni. K-ETA Tetap Diperlukan: Meskipun bebas dari stempel visa konvensional, penumpang tetap diwajibkan memiliki K-ETA (Korea Electronic Travel Authorization) yang sudah disetujui sebelum keberangkatan, kecuali jika ada instruksi khusus mengenai pembebasan K-ETA sementara bagi negara tertentu. Tiket Pulang-Pergi: Petugas imigrasi di Korea Selatan sangat ketat dalam memeriksa bukti tiket kembali ke Indonesia atau ke negara tujuan selanjutnya sebagai jaminan Anda tidak akan melebihi masa izin tinggal. Mengapa Harus Rombongan? Penerapan minimal tiga orang ini bertujuan untuk mempermudah pengawasan dan memastikan bahwa kunjungan dilakukan untuk tujuan wisata kolektif. Dengan sistem rombongan, agen perjalanan bertanggung jawab penuh atas anggotanya selama berada di Korea Selatan, sehingga risiko penyalahgunaan izin tinggal dapat ditekan. Kebijakan ini menjadi angin segar bagi keluarga atau grup pertemanan kecil yang ingin berlibur ke Negeri Gingseng tanpa harus melalui proses birokrasi visa individu yang memakan waktu. Meski demikian, sangat disarankan untuk selalu mengecek update terbaru di laman resmi K-ETA atau menghubungi agen perjalanan berlisensi sebelum memesan tiket.
Khusus ke Pulau Jeju, Bertandang ke Korea Selatan Memang Tak Perlu Visa

Dornier 328 Terlahir Kembali: Mengapa Pesawat Turboprop Berusia 35 Tahun Ini Diproduksi Lagi?

Di tengah dominasi jet regional modern, sebuah nama legendaris dari era 90-an kembali mencuri perhatian dunia penerbangan. Dornier 328, pesawat turboprop yang pertama kali terbang pada tahun 1991, kini resmi “dihidupkan kembali” melalui proyek ambisius D328eco. Langkah yang diambil oleh Deutsche Aircraft ini bukan sekadar nostalgia, melainkan sebuah respons strategis terhadap kebutuhan pasar penerbangan regional yang haus akan efisiensi dan ramah lingkungan. Dornier 328 asli dikenal sebagai pesawat yang mendahului zamannya. Saat pertama kali diluncurkan, pesawat ini menawarkan kecepatan tinggi menyerupai jet, kemampuan lepas landas di landasan pendek (Short Take-Off and Landing – STOL), serta kenyamanan kabin yang luar biasa untuk pesawat kelas 30 kursi. Hingga saat ini, sekitar 150 unit Dornier 328 masih aktif beroperasi di seluruh dunia, membuktikan ketangguhan desainnya. Inilah yang menjadi fondasi kuat bagi Deutsche Aircraft untuk mengambil alih sertifikat tipe pesawat ini dan mengembangkannya menjadi versi yang lebih modern.
Inilah Dornier D328eco, Pesawat Hybrid-Listrik Deutsche Aircraft Berteknologi Pilot Tunggal
D328eco: Evolusi Menuju Masa Depan Hijau Meskipun mempertahankan siluet ikonik pendahulunya, D328eco adalah pesawat yang sepenuhnya baru di sisi internal. Berikut adalah beberapa alasan utama mengapa produksi pesawat ini dimulai kembali: 1. Keberlanjutan (Sustainability) D328eco dirancang untuk mampu beroperasi menggunakan 100% Sustainable Aviation Fuel (SAF). Dengan bahan bakar ini, emisi CO2 diklaim dapat berkurang hingga 95%. 2. Efisiensi Mesin Terbaru Pesawat ini menggunakan mesin Pratt & Whitney Canada PW127XT-S yang jauh lebih hemat bahan bakar dan memiliki biaya perawatan 20% lebih rendah dibandingkan model lama. 3. Kapasitas yang Ditingkatkan Fuselagenya diperpanjang sekitar 2 meter untuk menampung 40 penumpang (naik dari 30-33 kursi pada versi asli), menjadikannya lebih kompetitif secara ekonomi untuk maskapai regional. 4. Avionik Modern Kokpitnya kini dilengkapi dengan sistem Garmin G5000 PRIME yang sepenuhnya digital, memberikan standar keselamatan dan kemudahan navigasi setara jet mewah terbaru. Selain efisiensi, alasan utama kembalinya pesawat ini adalah fleksibilitas operasionalnya. D328eco tetap mempertahankan kemampuan mendarat di landasan yang tidak beraspal (unpaved runways) dan akses ke bandara terpencil dengan landasan pendek yang tidak bisa dijangkau oleh jet regional. Deutsche Aircraft juga menyiapkan varian D328MR (Multi-Role) yang dapat dikonfigurasi untuk berbagai misi khusus, mulai dari evakuasi medis (Medevac), pencarian dan penyelamatan (SAR), hingga pemadam kebakaran hutan dan pengintaian. Saat ini, proyek D328eco sedang dalam tahap pengembangan intensif di fasilitas Oberpfaffenhofen, Jerman. Meskipun jadwal masuk layanan (Entry into Service) sempat digeser ke akhir tahun 2027, antusiasme industri tetap tinggi. Pesawat ini diposisikan sebagai penantang serius bagi dominasi ATR di pasar turboprop regional, terutama untuk rute-rute pendek yang membutuhkan kecepatan dan aksesibilitas tinggi. Dengan menghidupkan kembali desain klasik Dornier dan menyuntikkan teknologi ramah lingkungan, Deutsche Aircraft membuktikan bahwa desain yang bagus tidak akan pernah benar-benar mati, melainkan hanya perlu beradaptasi dengan tuntutan zaman.
Dornier Seawing Seastar Sukses Terbang Perdana
 

Bahaya Bermain di Jalur Kereta Api, KAI Selalu Aktif Melakukan Sosialisasi Terhadap Masyarakat

Peraturan serta larangan yang berbahaya terhadap masyarakat bermain bebas dilingkungan jalur kereta api, selalu disampaikan oleh pihak PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI). Apalagi dalam suasana bulan suci Ramadhan, tentu tiap sore jalur kereta api diramaikan oleh aktivitas masyarakat yang ngabuburit hanya sekadar melihat kereta api hingga menjelang magrib. Selain membahayakan keselamatan masyarakat, disisi lain tentu mengganggu kelancaran perjalanan kereta api. Banyak korban yang berjatuhan akibat insiden bermain di area jalur kereta api. Padahal sudah jelas bahwa ada peraturan perundangan-undangan mengenai larangan tersebut. Bahkan tiap waktu tertentu, petugas dari keamanan KAI selalu mengecek dan menghimbau masyarakat agar tak mendekati jalur kereta api hanya untuk bermain. Seperti halnya pada wilayah Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta yang tak bosan kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar jalur rel kereta api, termasuk kegiatan ngabuburit menjelang waktu berbuka puasa. Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan setiap Ramadan masih kerap dijumpai masyarakat yang memanfaatkan area sekitar rel sebagai lokasi berkumpul atau menunggu waktu berbuka. Sebagai pengingat, sepanjang tahun 2025 tercatat terdapat 168 kejadian temperan pejalan kaki di wilayah Daop 1 Jakarta. Sementara itu, pada periode Januari–Februari 2026 telah terjadi 31 kejadian pejalan kaki menemper. Data ini menunjukkan bahwa risiko kecelakaan di jalur rel masih tinggi dan memerlukan kewaspadaan bersama. Menurut aturan yang berlaku mengenai larangan beraktivitas di jalur rel telah diatur dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Pasal 181 ayat (1) menyatakan bahwa setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api, termasuk melakukan aktivitas seperti menyeret, menggerakkan, meletakkan, atau memindahkan barang di atas rel serta menggunakan jalur kereta api untuk kepentingan lain di luar angkutan kereta api. Bahkan jika melanggar aturan tersebut, tak segan-segan masyarakat dapat dikenakan sanksi berupa pidana penjara maksimal tiga bulan atau denda hingga Rp15.000.000 sesuai dengan Pasal 199 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2007. Padahal KAI sudah pernah memasang papan yang berisikan aturan dan larangan tersebut beserta denda dan hukuman yang berlaku. Tentu sebagai upaya pencegahan, KAI secara aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk melalui kunjungan ke sekolah-sekolah dan berbagai komunitas untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya beraktivitas di sekitar jalur rel. Selain edukasi, KAI juga terus memperkuat patroli keamanan di area jalur kereta api dengan mengintensifkan pengawasan di titik-titik rawan guna menghindari kejadian yang tidak diinginkan. KAI Daop 1 Jakarta mengajak seluruh pihak untuk bekerja sama menjaga keselamatan dengan tidak melakukan aktivitas di sekitar jalur rel. Masyarakat yang melihat adanya aktivitas mencurigakan atau berbahaya di sekitar rel kereta api diimbau segera melaporkannya kepada petugas KAI atau pihak berwenang guna mencegah terjadinya kecelakaan.
Begini Cara Agar Terhindar dari Kecelakaan di Perlintasan Kereta Api

Aturan Baru Maret 2026: Perubahan Akses Penumpang Feeder KCJB di Stasiun Bandung

Stasiun Bandung diketahui tak hanya melayani penumpang kereta lokal maupun jarak jauh saja, semenjak adanya Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) – Whoosh – kini Stasiun Bandung semakin sibuk dan ramai. Salah satunya dengan menambah rangkaian Kereta Feeder KCJB yang memiliki rute Bandung – Padalarang. Ya, kereta yang melayani secara gratis khusus untuk penumpang kereta cepat ini, telah membantu sebagai layanan tambahan yang praktis dan nyaman. Menurut data yang dihimpun dari berbagai sumber, pada hari pertama beroperasi, KA Feeder KCJB Whoosh telah mengangkut sebanyak 492 pelanggan, dengan rincian sebanyak 259 pelanggan keberangkatan Stasiun Bandung, dan 233 pelanggan keberangkatan Stasiun Padalarang. Adapun jumlah perjalanan yang disiapkan pada tahap awal ini sebanyak 8 perjalanan setiap harinya. Jumlah perjalanan ini telah disesuaikan dengan jadwal perjalanan dari KCJB Whoosh. Tak hanya itu terdapat akses pintu masuk khusus di Stasiun Bandung bagi penumpang Kereta Feeder KCJB. Saat menuju pintu masuk petugas yang melayani siap menyambut kedatangan calon penumpang tepat di area pintu masuk (Hall KA Feeder KCJB). Penumpang tinggal menunjukkan tiket perjalanan Kereta Cepat Whoosh kepada petugas. Lalu penumpang dapat menunggu jam berangkat KA Feeder KCJB di ruang tunggu yang tersedia di area Hall tersebut. Namun, saat ini hall pintu masuk Kereta Feeder KCJB di Stasiun Bandung bahwa mulai Bulan Maret 2026 akan segera pindah. Sebelumnya, lokasi Hall KA Feeder KCJB di Stasiun Bandung terletak di kawasan pintu masuk utara (Jalan Kebon Kawung) tepatnya di ujung sebelah kiri arah masuk stasiun. Namun, berdasarkan informasi resmi dari akun Instagram @keretacepat_id, seluruh operasional feeder nantinya akan dipusatkan di Hall Feeder Barat. Dampaknya, akses melalui Hall Feeder Timur dan Hall Feeder Selatan akan ditutup secara permanen bagi seluruh penumpang. Kebijakan ini bertujuan untuk menyatukan arus pergerakan penumpang dalam satu titik kendali yang lebih efisien. Fasilitas baru di Hall Feeder Barat ini dirancang khusus untuk memberikan pengalaman transit yang jauh lebih berkualitas bagi masyarakat. Area tersebut diklaim memiliki kapasitas ruang tunggu yang lebih luas serta ketersediaan tempat duduk yang jauh lebih banyak dari sebelumnya. Desain interior yang modern juga menjadi nilai tambah utama untuk meningkatkan kenyamanan para pengguna jasa kereta cepat. Bagi penumpang yang akan menuju Hall KA Feeder Barat, akses utama dapat ditemukan di sisi barat bangunan Stasiun Bandung. Titik masuk ini dapat dijangkau oleh calon penumpang melalui Pintu Utara yang berlokasi tepat di depan Masjid Al-Mu’min. Penataan lokasi ini diharapkan dapat mempermudah navigasi penumpang saat melakukan perpindahan moda transportasi antar kereta. Selain perubahan pintu masuk, sistem penjemputan dan penurunan penumpang juga akan mengalami penyesuaian lokasi yang cukup drastis. Titik drop off dan pick up kini dialihkan sepenuhnya ke jalur yang berada tepat di depan gedung Hall KA Feeder Barat. Langkah tersebut diambil untuk menciptakan alur mobilitas yang lebih tertata dan terintegrasi secara menyeluruh di area stasiun. Meskipun target pemindahan telah ditetapkan pada Maret 2026, jadwal operasional secara mendetail masih menunggu pengumuman resmi lebih lanjut. Pihak dari PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) menyatakan bahwa tanggal pasti mulai berlakunya perubahan ini akan diinformasikan kembali kepada publik dalam waktu dekat.
Stasiun Bandung, Gerbang Masuk Pelancong Yang Jadi Saksi Bisu Suburnya Tanah Priangan

61 Tahun Lalu, Antonov An-22 Antei, Turboprop Terbesar di Dunia Terbang Perdana

Pada hari ini, tepat 61 tahun, Antonov An-22 Antei, pesawat turboprop terbesar di dunia terbang perdana di langit Kiev, Ukraina, pada 27 Februari 1965. Pesawat dengan kapasitas payload maksimum sampai 80 ton tersebut pada penghujung tahun 2018 silam, digadang-gadang menjadi penyebab sumber suara bising yang di langit Jawa Tengah, khususnya Krapyak, Pekalongan, Semarang, hingga Kendal. Setelah ditelusuri lebih jauh, usut punya usut, suara tersebut memang berasal dari pesawat Antonov, tetapi bukan Antonov An-22 Antei, melainkan berasal dari Antonov An-12. Baca juga: Oleg Konstantinovich Antonov – Sosok Legendaris di Balik Nama Besar “The Mammoth” An-225 Meski demikian, faktanya, An-22 pada dasarnya merupakan versi yang “dibesarkan” atau dikembangkan dari An-12, kecuali desain ekornya yang didesain ulang menjadi sirip ekor vertikal kembar. Pesawat ini menghasilkan performa luar biasa dengan pemakaian empat mesin turboprop yang sangat powerful, masing-masing memakai baling-baling contra-rotating yang menghasilkan slipstream signifikan di atas sayap. Dikutip KabarPenumpang.com dari laman Indomiliter.com, Kamis, (27/2), Antonov An-22 dalam kode NATO disebut sebagai “Cock,” pesawat ini terlahir di masa kejayaan Uni Soviet. Dirancang oleh Antonov Design Bureau. Pesawat ini terbang perdana di Kiev, Ukraina pada 18 Agustus 1964 dan penampakan perdana prototipe An-22 pada Paris AirShow 1965, kemudian resmi diluncurkan dua tahun kemudian pada 1967. Selain ukurannya yang raksasa, yaitu panjang 57 meter dan lebar bentang sayap 64,4 meter, dan dapat terbang sejauh 5.000 km, ciri khas dari An-22 adalah penggunaan mesin turboprop dengan sepasang baling-baling yang berputar berlawanan arah, sama dengan yang ada di Tupolev Tu-114. Seperti halnya pakem C-130 Hercules, An-22 mengadopsi empat unit mesin. Antonov memilih mesin turboprop Kuznetsov NK-12MA yang setiap mesinnya dapat menghasilkan tenaga 15.000 shp. Antonov An-22 juga punya kemampuan mumpuni dalam berbagai operasi, yakni kemampuan untuk lepas landas dari lapangan udara yang punya runway keras, tidak beraspal, dan pendek, sehingga memungkinkan pasukan linud untuk melakukan operasi pendaratan udara. Di samping itu, Antonov An-22 juga bisa digunakan untuk mengangkut penumpang, dengan kapasistas masksimal 36 orang, 28 penumpang dan sisanya awak pesawat. Berbeda dengan kabin penumpang dan kokpit yang bertekanan, ruang kargonya tidak bertekanan sehingga memungkinkan pintu kargo dibuka saat terbang untuk paradrops, layaknya pesawat Hercules yang sangat populer di Indonesia. Baca juga: Dijual! Rumah Lengkap Dengan Bandara Plus Dua Antonov An-2 Menariknya, usai Uni Soviet bubar, bagian mesin dan elektronik dari Antonov sempat diembargo oleh Rusia. Pasalanya, Antonov An-22 diproduksi oleh salah satu negara pecahan Uni Soviet, yakni Uzbekistan, melalui Tashkent State Aircraft Factory. Meski demikian, pada akhirnya, setelah lobi-lobi alot, Rusia akhirnya mengumumkan negara bagian bekas Soviet untuk bergabung dengan imperium baru dalam Federasi Rusia. Keuntungannya, negara adidaya tersebut akan membantu dalam pengembangan sistem baru plus akan memberi subsidi. Sejak produksinya dimulai tahun 1966 dan berakhir pada tahun 1976, total sudah dibuat 68 unit An-22 dalam empat varian. Pada Desember 2018, enam unit An-22 masih dioperasikan 76th Military Transport Air Squadron AU Rusia, dimana tinggal tiga unit yang berstatus layak terbang. Kesemuanya direncanakan masih akan terus dioperasikan sampai tahun 2033.

Fantastis! Kereta Api Angkutan Barang Bisa Mencapai Jutaan Ton, Paling Banyak Ada di Batu Bara

Menggunakan transportasi kereta api memang sangat menjanjikan dari segi kecepatan, kenyamanan, dan keamanan. Baik angkutan penumpang maupun barang, kereta api merupakan moda satu-satunya yang bebas dari kendala terutama di jalur darat. Tak hanya angkutan penumpang saja yang kian hari makin ramai, begitu pula pada angkutan barang yang memiliki potensi lebih besar. Ya, berbagai macam angkutan barang menggunakan kereta api seperti kontainer, BBM, semen, pupuk, hingga batu bara telah melintas bebas di jalur Pulau Jawa dan Sumatra. Bahkan angkutan jasa pengiriman menggunakan kereta jenis kargo pun sudah melayani ke berbagai kota di Pulau Jawa. Bahkan angkutan barang tersebut beroperasi setiap hari untuk memenuhi kebutuhan di tiap-tiap wilayah. PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) khususnya bidang logistik mencatat volume angkutan barang sebesar 1,1 juta ton pada Januari 2026. Dari jumlah tersebut, sebesar 47% berasal dari segmen angkutan non batu bara dan sisanya masih didominasi oleh komoditas batu bara. Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan menyampaikan bahwa capaian ini mencerminkan upaya perusahaan dalam menjaga performa operasional di tengah dinamika industri logistik. KAI Logistik mampu menjaga kinerja pengelolaan angkutan barang secara stabil. Angkutan batu bara masih mendominasi dengan porsi sekitar 53% atau setara dengan 590 ribu ton. Selain batu bara, KAI Logistik juga mencatatkan kinerja pada berbagai segmen lainnya. Layanan pra dan purna angkutan BBM dan BBK membukukan volume sebesar 266 ribu ton, diikuti oleh angkutan kontainer sebesar 222 ribu ton, angkutan semen 32 ribu ton, angkutan limbah B3 sebesar 594 ton, serta layanan angkutan kurir yang mencapai 6.587 ton. Jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sejumlah segmen non batu bara mencatatkan pertumbuhan positif. Angkutan kontainer meningkat 44%, dari 154 ribu ton pada Januari 2025 menjadi 222 ribu ton pada Januari 2026. Layanan angkutan kurir atau bisnis ritel tumbuh 35%, dari 4.880 ton menjadi 6.587 ton. Sementara itu, angkutan limbah B3 meningkat sebesar 57%, dari 378 ton menjadi 594 ton. Keragaman muatan ini menandai tingkat kepercayaan dunia usaha terhadap layanan angkutan barang berbasis rel. Keberadaan moda kereta api memungkinkan pengangkutan barang dalam volume besar secara konsisten, sehingga membantu pelaku usaha menjaga efisiensi rantai pasok serta kepastian distribusi.
Jalur Kereta Lampung-Palembang, Sinergikan Lintasan Penumpang dan Batubara

Pramugari Ungkap Satu Kesalahan Bagasi Kabin yang Bikin Macet Saat Turun Pesawat

Pernahkah Anda merasa proses keluar dari pesawat begitu lambat dan melelahkan? Padahal pintu pesawat sudah terbuka lama, namun antrean di lorong seolah tidak bergerak. Ternyata, salah satu penyebab utamanya bukanlah teknis bandara, melainkan kebiasaan sederhana penumpang saat meletakkan tas kabin mereka. Para pramugari dan pakar penerbangan baru-baru ini menyoroti satu kesalahan umum yang sering dianggap sepele: menyimpan tas di kompartemen atas (overhead bin) yang terletak di belakang kursi penumpang. Melawan Arus di Lorong Sempit Banyak penumpang merasa tidak masalah menaruh tas beberapa baris di belakang posisi duduk mereka, asalkan tas tersebut masuk ke dalam kompartemen. Namun, tindakan ini justru menjadi resep utama kemacetan saat pesawat mendarat. Julian Kheel, seorang pakar perjalanan, menjelaskan bahwa alur keluar pesawat selalu bergerak maju menuju pintu depan. Ketika seorang penumpang menaruh tasnya di baris belakang, ia terpaksa harus menunggu hingga hampir seluruh penumpang di depannya keluar sebelum ia bisa berjalan mundur untuk mengambil tas tersebut. “Hal ini mengubah proses keluar yang seharusnya lancar menjadi penantian panjang bagi semua orang di belakang Anda,” ungkap Kheel. Risiko Keamanan dan Ketegangan Fisik Selain menghambat efisiensi, kebiasaan ini juga membawa risiko keamanan. Saat tas berada jauh dari pandangan, penumpang kehilangan pengawasan langsung terhadap barang milik mereka, yang meningkatkan potensi tas tertukar secara tidak sengaja. Dari sisi kesehatan, pramugari Sherry Peters mencatat bahwa mengambil tas dengan cara berputar atau menarik ke belakang saat penumpang lain sedang merangsek maju dapat menyebabkan ketegangan otot. “Mengambil beban berat dengan posisi tubuh yang canggung meningkatkan risiko cedera ringan di ruang kabin yang sempit,” tambahnya. Etika Baru dalam Berbagasi Para kru kabin kini menyarankan strategi “maju ke depan” untuk kenyamanan bersama. Jika ruang tepat di atas kursi Anda sudah penuh, carilah ruang kosong di kompartemen yang terletak sedikit di depan kursi Anda. Dengan posisi ini, saat tiba waktunya keluar, Anda bisa mengambil tas secara natural sambil tetap bergerak maju searah dengan penumpang lain. Alur keluar pun tetap terjaga, dan Anda tidak perlu merasa sungkan karena harus menghadang jalan orang lain. Jika memang ruang kabin sudah benar-benar penuh, pilihan terbaik adalah meminta bantuan kru kabin atau merelakan tas untuk dimasukkan ke bagasi pesawat melalui petugas (gate check). Kesadaran kecil dalam menaruh tas ini terbukti bisa memangkas waktu tunggu di lorong pesawat secara signifikan. Dengan etika penyimpanan yang benar, perjalanan udara tidak hanya menjadi lebih cepat bagi Anda, tetapi juga lebih menyenangkan bagi seluruh penumpang di dalam pesawat.
Agar Penerbangan Nyaman, Inilah Tips Bawa Koper ke Dalam Bagasi Kabin