Perkeretaapian Cina Larang Penyajian Makanan Siap Saji yang Bisa Dipanaskan

0
Pramugari kereta menjajakan makanan dengan troli di gerbong makan

Jaringan perkeretaapian yang berada di Cina bagian selatan mulai mengeluarkan aturan yang melarang penjualan dari makanan siap saji yang bisa dipanaskan sendiri. Hal ini dikarenakan penyajian makanan siap saji yang bisa dipanaskan sendiri dikhawatirkan dapat memicu alarm pendeteksi asap. Peraturan keselamatan kereta api wilayah otonom Guangxi Zhuang akan mulai melarang penyajian makanan semacam ini terhitung sejak Oktober 2019 mendatang.

Baca Juga: Lapar di Kereta Api? Jangan Lupakan Nomer SMS/WhatsApp Ini

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman scmp.com (5/8), penerapan peraturan semacam ini juga akan menjadikan wilayah Guangxi Zhuang sebagai wilayah pertama di Cina yang melarang peredaran produk secara khusus. Makanan yang dimaksud di sini adalah sebuah paket makanan mengandung bubuk kapur yang bisa dipanaskan sendiri. Cukup menambahkan air ke dalam makanan tersebut dan memanaskannya selama tiga menit, maka makanan instan tersebut siap untuk disajikan kepada penumpang.

Tidak tanggung-tanggung, bagi mereka yang kedapatan melanggar peraturan ini, maka mereka harus siap untuk merogoh kocek mulai dari US$70 hingga US$290 sebagai sanksinya.

Sementara itu menurut salah satu petugas kereta yang enggan membongkar identitasnya mengatakan bahwa peraturan ini hanya berlaku bagi setiap penumpang yang beraangkat dari Guangxi saja.

Sebelumnya, Provinsi Fujian dan Sichuan telah terlebih dahulu menerbitkan peraturan yang melarang setiap pengguna kereta api (termasuk petugas dan penumpang) untuk membawa barang yang dapat memicu sensor pendeteksi asap selama perjalanan – namun tidak dengan makanan siap saji yang bisa dipanaskan sendiri sebagaimana di Guangxi.

Baca Juga: Kereta Api Punya Menu Makanan Baru dan Dapur Sentralnya Ternyata Ada di Yogyakarta

Lain cerita dengan yang ada di Tanah Air, di mana penumpang masih bisa dengan bebas memesan makanan siap saji yang bisa dipanaskan semacam ini. Namun jika diperhatikan, revolusi yang terjadi di perkeretaapian Indonesia telah mengakibatkan hilangnya fasilitas makanan gratis yang terdapat pada kereta-kereta jarak jauh – sebut saja rute Bandung-Surabaya.

Sekira tahun 1900-an hingga 2000-an, penumpang Kereta Argo Wilis maupun Turangga masih mendapatkan fasilitas makanan ini sebanyak dua kali dalam sekali perjalanan. Namun kini, fasilitas tersebut sudah hilang bak ditelan bumi.

Apakah ada dari Anda yang merindukan momen-momen dimana Anda mendapatkan makanan gratis dari PT KAI?

 

Leave a Reply