Jual Official Merchandise Sebelum Beroperasi, MRT Jakarta Ingin Tumbuhkan Fanatisme?

Membeli official merchandise yang dijajakan oleh perusahaan penyedia layanan transportasi memang menjadi kepuasan tersendiri bagi sebagian orang. Selain otentik, ternyata hampir semua barang yang dijual oleh para perusahaan tersebut tidak bisa kita jumpai di sembarang toko – baik toko online maupun store.

Baca Juga: Sambut Pengoperasian, MRT Jakarta Rilis Mobile Application dan Maskot nan Lucu!

Ambil contoh maskapai asal Malaysia yang terkenal dengan ribuan promo penerbangannya, AirAsia. Jika Anda pernah mengudara menggunakan AirAsia, tentu Anda pernah mendapatkan penawaran khusus dari awak kabin tentang official merchandise yang bisa Anda beli selama penerbangan. Barang-barang yang dijajakan pun tentu saja berlabel AirAsia dan bersifat eksklusif karena tidak dijual di luaran sana.

Selain dapat membeli ketika pesawat telah mengudara, Anda juga bisa melakukan pemesanan terlebih dahulu melalui laman resmi dari AirAsia. Setelah melakukan pembelian pra-pesan, nantinya barang yang Anda beli tersebut akan diantarkan menuju seat sesuai dengan keterangan yang sudah Anda masukan sebelumnya.

Trik penjualan semacam ini bisa dibilang wajar karena AirAsia telah terlebih dahulu melakukan operasi penerbangan ketimbang menjual official merchandise – berbanding terbaik dengan MRT Jakarta.

Dalam acara peluncuran maskot “Marti” dan pelucuran mobile application MRT-J di Grand Indonesia pada Rabu (15/8/2018) kemarin, perusahaan yang ditunggangi oleh William Sabandar cs. ini mengumumkan beberapa fitur yang dapat diakses melalui aplikasi tersebut – salah satunya adalah pembelian official merchandise. “Pembelian official merchandise hanya bisa dilakukan melalui aplikasi MRT-J,” tutur William di sela-sela acara yang turut dihadiri pula oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara dan Puteri Indonesia 2002, Melanie Putria tersebut.

Tentu saja, penjualan official merchandise yang dilakukan oleh MRT Jakarta bisa dibilang cukup unik, mengingat belum dimulainya pengoperasian dari jaringan metro pertama di Indonesia ini. Dapat diasumsikan, ini merupakan cara yang ditempuh perusahaan untuk membangun fanatisme dan kecintaan masyarakat terhadap MRT Jakarta. Ditambah lagi dengan penggunaan tagar #IloveMRTJakarta di berbagai platform media sosial semakin mempertajam hipotesa tersebut.

Baca Juga: Kereta Pertama MRT Jakarta Sukses Uji Coba Hingga ke Stasiun Cipete

Jika dikaji lebih mendalam, sebenarnya penjualan official merchandise yang dilakukan oleh perusahaan penyedia jasa layanan transportasi merupakan cara mereka untuk menorehkan kenangan di setiap orang yang pernah menggunakan jasanya (memorabilia). Didukung dengan pelayanan maksimal, bukan tidak mungkin para penumpang tersebut akan kembali menggunakan jasa yang ditawarkan.

Untuk varietas barang yang dijajakan oleh MRT Jakarta sendiri bisa cukup variatif dan tidak melulu menunjang berkendara menggunakan MRT. Sebut saja mug, payung, topi, kaos, hingga neck pillow bergambar sang maskot, Marti dapat Anda lihat di aplikasi MRT-J yang dapat diunduh melalui Google Play atau Apple Store. Mengingat banyaknya variasi barang yang dijual, maka ada beberapa barang yang mesti Anda pesan terlebih dahulu (pre-order).

 

Inilah 5 Operator Kereta Mancanegara dengan Pendapatan Spektakuler

Melayani jaringan kereta di Pulau Jawa dan Sumatera, puluhan juta penumpang diangkut oleh PT KAI setiap bulannya. Tak itu saja, PT KAI juga punya jasa lain, seperti angkutan logistik, angkutan pertambangan dan jasa restorasi. Ditambah sebagai pemain tunggal dalam jasa angkutan kereta di Tanah Air, maka terbesit pertanyaan, berapakah pendapatan yang diterima oleh BUMN tersebut?

Baca Juga: Tidak Hanya dari Tiket, Inilah ‘Ladang-Ladang’ PT MRT Jakarta Raup Keuntungan

Bila merujuk laporan labar bersih pada akhir tahun 2017, disebutkan pendapatan bersih PT KAI mencapai Rp1,4 triliun, dan besar harapan di akhir 2018 dapat meningkat menjadi Rp1,7 triliun. Secara nominal keuntungan memang besar, namun bagaimana jika dibandingkan antara keuntungan PT KAI dengan perusahaan-perusahaan kereta api mancanegara, khususnya yang sudah punya nama besar di industri kereta global. Berikut KabarPenumpang.com himpun lima operator kereta dengan revenue terbesar tahun 2018, dikutip dari laman railway-technology.com (13/8/2018).

East Japan Railway Company (JR East)
Jaringan perkeretaapian di sebelah Timur Jepang ini mencatatkan pertumbuhan pendapatan keseluruhan sebesar 2,4 persen year-on-year. Angka tersebut didorong oleh pertumbuhan pendapatan sebesar 1,6 persen year-on-year di sektor transportasi. Alhasil, JR East memperoleh US$27,76 miliar atau yang setara dengan Rp404,57 triliun!

Indian Railways
Kendati terkenal akan kondisi perkeretaapiannya yang semerawut, namun nama Indian Railways berhasil muncul di urutan ke empat operator kereta api di dunia dengan pendapatan terbesar versi railway-technology.com. Operator kereta India ini berhasil membukukan pendapatan sebesar US$28,8 atau yang setara dengan Rp419,73 triliun – meningkat 13,38 persen dibanding tahun 2016 silam.

JSC Russian Railways
Perkeretaapian di Negeri Beruang Merah berhasil mencatatkan diri sebagai salah satu operator kereta yang memiliki pendapatan tertinggi di dunia. Peningkatan penumpang yang terjadi selama tahun 2017 (1,11 miliar penumpang per-tahun) dan volume kargo yang meningkat ke angka 1,26 miliar ton per-tahun menjadi beberapa faktor meningkatnya pendapatan sang operator yang meraih US$39,04 miliar atau yang setara dengan Rp568,97 triliun.

SNCF
Hampir sama dengan JSC Russian Railways, operator kereta asal Perancis ini juga mengalami peningkatan pesat di jumlah penumpang dan kargo yang mereka kirimkan. Dengan begitu, SNCF unggul tipis atas JSC Russian Railways dengan total pendapatan US$40,12 miliar (Rp584,71 triliun) – naik 4,2 persen dibanding tahun 2017 kemarin.

Baca Juga: Ternyata! Pendapatan Petugas ATC Jauh Lebih Tinggi dari Seorang Pilot

Deutsche Bahn
Berada di posisi puncak, sang operator asal Negeri Bavaria ini unggul jauh ketimbang para pesaingnya yang lain. Deutsche Bahn mencatat pertumbuhan pendapatan senilai 5,2 persen dibandingkan dengan tahun 2017 lalu. Pertumbuhan tersebut berasal dari berbagai usaha yang dilakukan oleh sang operator yang berbasis di Berlin. Alhasil, keuntungan senilai US$51,14 miliar atau berkisar Rp745,31 triliun berhasil dikantongi sang operator di tahun 2018 ini.

 

Tarif Kereta Cepat Shenzhen – Guangzhou Akan Diturunkan 10 Persen!

Setelah melewatkan proses negosiasi selama berbulan-bulan lamanya, akhirnya MTR Corporation selaku operator dari layanan kereta cepat Guangzhou – Shenzhen – Hong Kong secara resmi menurunkan tarif perjalanannya. Negosiasi yang dilakukan bersama China Railway Corporation ini berujung pada satu titik terang, dimana tarif tersebut akan diturunkan lebih dari 10 persen dari harga sebelumnya.

Baca Juga: Guangshen’gang XRL Hubungkan Hong Kong – Guangzhou dengan Kecepatan 350 Km Per Jam

Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman scmp.com (14/8/2018), baik MTR Corporation maupun China Railway Corporation masih enggan membeberkan tarif yang sudah kena diskon tersebut. “Tidak hanya sebatas potongan 10 persen per perjalanan saja,” tutur salah satu narasumber.

Lebih lanjut, sang narasumber yang identitasnya tidak mau dibongkar ini mengatakan sudah memiliki jadwal resmi operasi perdana dari proyek yang bernilai US$10,7 miliar atau yang setara dengan Rp156,4 triliun ini. “Pengoperasian perdana mulai tanggal 23 September, sedangkan opening ceremony akan dilakukan sehari sebelumnya (22 September),” terangnya.

Petugas perbatasan pun mengaku sudah menerima kabar tentang pengoperasian perdana ini dan menyatakan siap untuk melancarnkan pengoperasiannya. Sempat tersebar pula isu yang mengatakan bahwa dengan beroperasinya jaringan kereta ini kelak, maka itu akan mengganggu proyek paling mahal yang tengah digarap Cina, yaitu jaringan kereta yang menghubungkan Sha Tin dengan Central.

Kendati tarif perjalanannya sudah diturunkan sebesar 10 persen, namun Biro Transportasi dan Perumahan masih meminta MTR Corporation untuk kembali mempertimbangkan perkara besaran tarif tersebut. “Semoga tarif tersebut tidak flat, dalam artian ada beban ekstra yang harus dibayarkan wisawatan mancanegara,” tutur salah satu juru bicaranya.

Menanggapi permintaan tersebut, Chief Executive MTR Corporation Carrie Lam Cheng Yuet-ngor berharap pemerintah pun dapat turun serta mempertimbangkan usulan tersebut. “Usulan tersebut akan dipertimbangkan pemerintah jika diperlukan,” tutur Carrie.

Baca Juga: Tembus Pegunungan Qinling, Cina Luncurkan Kereta Cepat Lintasi Wilayah Utara dan Selatan

Seperti yang sudah diberitakan sebelumya, kereta ini akan menghubungkan Guangzhou dan Shenzhen yang terpaku jarak 143km hanya dalam waktu 14 menit saja. Rataan kecepatan dari kereta ini sendiri mencapai 350km/jam.

 

Bus Low Deck Terbaru Hadir di Apron Bandara Internasional Soekarno-Hatta

Bus baru dengan apron sasis rendah atau low deck kini menghiasi Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bus ini nantinya akan memberi kenyamanan lebih kepada penumpang yang harus menjangkau pesawat dan melintasi apron bandara.

Baca juga: Mulai 8 Juni 2018, Damri Operasikan Bus ke Bandara Kertajati dari Empat Kota

Kehadiran bus ini sendiri ternyata sudah beroperasi sejak Kamis (9/8/2018) kemarin. Direktur PT JAS Airport Service Adji Gunawan menjelaskan kehadiran bus apron lower deck ini upaya mereka membenahi armada Ground Support Equipment (GSE).

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, bahwa bus ini dioperasikan sesuai dengan Peraturan Dirjen Perhubungan Udara KP 635 tahun 2015 tentang standar peralatan penunjang pelayanan darat pesawat udara GSE dan kendaraan operasional yang beroperasi di sisi udara.

“Kita berada di bandara internasional yang juga melayani berbagai maskapai internasional, maka sudah sepatutnya mengikuti standar internasional,” ujar Adji.

Bus ini dilengkapi dengan delapan pintu, memiliki CCTV dan suspensi udara canggih dengan kemampuan miring sampai level tertentu untuk memudahkan para penyandang disabilitas naik dan turun. Mampu menampung 105 orang dan berfungsi melayani proses pemindahan penumpang dari pesawat ke terminal atau sebaliknya terutama pada Asian Games yang terlaksana pada Agustus 2018 dan Paragames Asia di Oktober 2018 mendatang.

Ada lima bus yang beroperasi dan merupakan bus sasis rendah pertama yang beroperasi di bandara Indonesia dengan tinggi sasis sekitar 20 cm dari permukaan jalan. Sedangkan bus yang ada sebelumnya adalah dengan sasis setinggi 40 cm dan merepotkan bagi lansia, ibu hamil dan penyandang disabilitas.

Memiliki panjang 13,8 meter, lebar 3 meter dan tinggi 3,1 meter. Struktur bodi monokok dan dilengkapi dengan interior tahan api seperti plat aluminium, PVC, alat pemadam kebakaran, tombol darurat di dalam dan luar pintu dan lainnya.

Baca juga: Hino Motors Kembangkan Bus Mini Otonom di Bandara Haneda

Bus low deck ini juga memiliki sistem anti terjepit pada pintu dan tidak akan melaju bila pintu massih terbuka. Selain untuk penumpang, bila pengemudi yang mengemudikan bus melebihi kecepatan maka akan ada sistem peringatan.

Adji menambahkan, bus apron tersebut juga sudah digunakan bandara-bandara internasional dan para pemain global seperti Termina 4 Changi dan Swissport.

FDTJ Bagikan 2.000 Peta Transportasi Massal Terintegrasi

Menjelang perhelatan akbar Asian Games 2018, Forum Diskusi Transportasi Jakarta (FDTJ), sebuah komunitas yang fokus pada isu transportasi, Kamis 16 Agustus 2018 membagikan peta transportasi massal terintegrasi. Pembagian peta perdana ini dilakukan di Halte Trotoar Tosari ICBC mulai pukul 08.00 – 09.00 WIB, sebanyak 2.000 peta, dan sisanya sebanyak 18.000 akan dibagikan secara bertahap.

Baca juga: Jelang Asian Games 2018, FDTJ Rilis Peta Transportasi Massal Terintegrasi

Peta ini merupakan peta pertama yang menggabungkan semua moda transportasi populer dan menyesuaikan dengan kondisi Jakarta terkini per Agustus 2018, antara lain bus TransJakarta, kereta commuterline Jabodetabek, dan transportasi berbasis rel di Bandara Internasional Soekarno – Hatta. Peta transportasi massal terintegrasi ini juga diharapkan akan bermanfaat bagi penduduk kota-kota penyangga yang sehari-hari beraktivitas di Ibu Kota, termasuk 17.000 tamu pendatang dan 11.000 jurnalis yang hendak menikmati dan meliput Asian Games 2018.

Setelah pembagian perdana , selanjutnya FDTJ akan mendistribusikan peta ini melalui gerai Jenius BTPN, halte-halte transportasi umum, stasiun kereta bandara Railink, travel agent melalui JakartaGoodGuide, hotel, dan co-working space Ke:Kini. FDTJ terbuka untuk kolaborasi pendistribusian peta.

Baca juga: Jurus Selamat Hindari Aksi Pencopetan di Moda Transportasi Massa

Dikutip dari siaran pers FDTJ, disebutkan pendanaan untuk pencetakan peta ini sepenuhnya hasil dari crowdfunding melalui kitabisa.com dan kolaborasi beberapa sponsor antara lain BTPN Jenius karena menganggap ide ini #benar2jenius, MRT Jakarta yang terus mengampanyekan penggunaan transportasi publik dengan #UbahJakarta dan GMM Print sebagai rekanan percetakan.

Akibat Adu Mulut di Dalam Kereta, Berlanjut Adu Jotos di Peron

Pertengkaran mulut terjadi antara seorang wanita yang menuduh seorang pria menghinanya. Dalam video yang sempat viral di Inggris, pria dan wanita tersebut berkelahi di dalam kereta api Hammersmith yang berjalan melalui East London menuju Barking.

Baca juga: Akibat Kabel Charger, Kondektur Kereta Sampai Layangkan Bogem ke Penumpang

Saksi yang melihat mengklaim pertengkaran tersebut terjadi sekitar Stasiun Mile End yang berlanjut pada Plaistow pada Sabtu (11/8/2018) malam. Si pria sempat bertanya kepada wanita itu, “Apakah Anda rasis? Apa yang baru saja Anda katakan adalah rasis”, dan wanita tersebut mengatakan, “Ini tidak ada hubungannya dengan Anda.”

Saat kereta tiba di West Ham, wanita itu mendengar teriakan dengan umpatan kata kasar dan dia mengtakan “Jangan pernah menyebut saya seperti itu”. Seorang pria yang menemani si perempuan tersebut berusaha menahan tetapi dia juga akhirnya ikut dalam perkelahian itu.

Pria itu terjatuh ke lantai dan ada penumpang lain yang berteriak “Cukup, cukup.” Ini terjadi sebelum banyak orang keluar dari kereta di Plaistow. Dalam rekaman itu juga menunjukkan kedua pria tersebut melanjutkan perkelahian mereka, dimana salah seorang diantaranya mencekik yang lainnya hingga penumpang lain ngeri melihat kejadian tersebut.

KabarPenumpang.com melansir dari laman thesun.co.uk (14/8/2018), dari rekaman tersebut terlihat kerumunan di peron. Video itu diketahui direkam oleh seorang dokter gigi berusia 35 tahun sekitar 12.30 siang waktu setempat. Pria tersebut mengatakan, perilaku tersebut benar-benar tidak dapat diterima dan memalukan.

Baca juga: Adu Jotos Ketika Mabuk, Dua ‘Pegulat Amatir’ ini Nyaris Tertabrak Kereta!

Sebab membuat ratusan orang berisiko dan menyusahkan perjalanan mereka. “Saya meninggalkan adegan itu dengan sangat gemetar. Saya benar-benar ketakutan karena sepertinya saya akan mendapatkan pukulan berikutnya.”

“Para petugas dipanggil ke stasiun Bawah Tanah Plaistow London pada pukul 12.19 pagi hari Minggu setelah adanya laporan pertikaian di stasiun itu. Petugas membuat pertanyaan tentang keadaan kejadian ini. Belum ada penangkapan yang dilakukan. Dipercaya bahwa perkelahian terjadi antara dua kelompok laki-laki sekitar pukul 12.15 pagi di atas kereta Jalur Distrik. Pertarungan kemudian berlanjut ke peron.

Dalam 5 Tahun, Kejahatan di Kereta Api India Meningkat Hingga 500 Persen!

Sebanyak 500 persen kejahatan meningkat di kereta api India dalam lima tahun terakhir. Ini terlihat dari data pelaporan terkait pencurian, perampokan hingga pemerkosaan yang terjadi di dalam kereta api.

Baca juga: Perkeretaapian India Bocorkan Cara Ampuh Tindak Lanjuti Aksi Kriminal

Dirangkum KabarPenumpang.com dari laman outlookindia.com (2/8/2018), pada tahun 2016 data resmi sebanyak 39.355 kasus kejahatan terjadi di kereta api India dan jumlah ini meningkat dua kali lipat menjadi 71.055 di tahun 2017. Sedangkan hingga Maret 2018 sebanyak 20.777 kasus telah dilaporkan baik itu pencurian perampokan bahkan pemerkosaan.

Tahun 2017 sendiri, insieden pencurian meningkat dua kali lipat dan perampokan meningkat hingga 70 persen. Pemerkosaan meningkat dari 604 kasus di tahun 2016 menjadi 614 di tahun lalu, sedangkan laporan hingga Maret 2018 sudah ada 193 laporan.

Kenaikan kejahatan yang luar biasa tersebut membuat pemerintah mengumumkan akan memasang kamera pengawas (CCTV) di sejumlah gerbong kereta dan stasiun yang diidentifikasi tempat banyak terjadinya hal-hal tersebut. Pengamanan khusus dari Railway Protection Force (RPF) diusulkan untuk ditingkatkan dan anjing pelacak terlatih dihadirkan untuk menekan pelaku pembuat onar tersebut.

Nantinya dalam gerbong perempuan juga akan ditambahkan tombol panik (panic button) untuk memudahkan para wanita mendapatkan bantuan. Sebenarnya untuk masalah keamanan kereta India sendiri ada tiga tingkatan perbantuan selain RPF yang akan mengawasi kejahatan berkaitan dengan pencurian properti kereta api.

Sedangkan GRP (Government Railway Police) akan menangani yang berkaitan dengan kejahatan penumpang serta pihak kepolisian negara yang bertanggung jawab pada kejahatan di luar atau pinggiran stasiun kereta api. Sehingga bisa dikatakan tiga macam petugas keamanan tersebut tidak berkaitan satu dengan lainnya.

Adapun bila ada laporan pencurian di satu lokasi akan dilaporkan pada stasiun berikutnya semetara pihak kereta api menyelidikinya. Karena sulit dalam menangkap kebenaran dalam klaim penumpang terkait kehilangan, sebenaranya pemandangan tersebut menjadi biasa di pos GRP karena banyak tas atau koper bertumpuk di meja stasiun.

Seorang penumpang yang barang-barangnya telah dicuri biasanya dibiarkan sia-sia dan biasanya tidak ditemukan. Sejak dekade-dekade awal setelah Kemerdekaan negara itu, konsep layanan tunggal unformed untuk pemolisian rel telah direkomendasikan oleh satu komite ahli setelah yang lain.

Baca juga: Kementerian Kereta Api India Janji Sulap Gerbong Lama Jadi Lebih Modern

Tetapi pemerintah pusat berulang kali tidak dapat menerima panggilan atas pertanyaan rumit dan sensitif. Pada awal tahun 1968, sebuah komite berkekuatan tinggi pada keamanan dan pemolisian kereta api yang dikepalai oleh Menteri Negara untuk Perkeretaapian Ram Subhag Singh telah merekomendasikan bahwa kejahatan kereta api dipindahkan ke daftar subjek bersamaan di bawah konstitusi, untuk memberdayakan RPF.

Sedangkan beberapa ahli lain menyatakan bahwa RPF dibubarkan dan bahwa GRP dijadikan satu-satunya penjaga pemolisian kereta api. Kecuali pemerintah hari itu dapat mengambil panggilan pada pertanyaan penting ini, grafik kejahatan kereta api tidak mungkin menunjukkan penurunan ke bawah.

Lion Air Terima Boeing 737 Max 8 Pesanan Kesepuluh

Lion Air, maskapai berbiaya murah dari Lion Air Group kembali mendapat perkuatan armada, yaitu dengan tibanya pesawat kesepuluh dari jenis Boeing 737 MAX 8 (B38M) dengan registrasi PK-LQP. Pesawat twinjet ini telah mendarat di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta pada Rabu, 15 Agustus 2018.

Baca juga: Lion Air Group Beli 50 Unit Boeing 737 Max 10 Senilai Rp858 Triliun

Pesawat dikirim langsung dari Boeing Company, Amerika Serikat. PK-LQP diterbangkan menggunakan nomor penerbangan JT001 lepas landas dari Bandar Udara Internasional Boeing Field King County (BFI) pada Senin (13/ 8) pukul 16.44 waktu setempat, dengan singgah terlebih dahulu di Bandar Udara Internasional Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat (HNL) dan Bandar Udara Internasional Antonio B. Won Pat, Tamuning, teritori Amerika Serikat di Guam (GUM).

Boeing 737 MAX 8 adalah keluarga terbaru di lingkungan Lion Air Group, merupakan armada ke-10 yang dioperasikan oleh Lion Air dari total pesanan 218 Boeing MAX 8. Pencapaian ini menjadikan Lion Air sebagai maskapai terbanyak yang mengoperasikan B38M di Asia Tenggara.

Hingga kini, Lion Air telah diperkuat 120 pesawat, terdiri dari 10 Boeing 737 MAX 8 (180 kelas ekonomi), 70 Boeing 737-900ER (215 kelas ekonomi), 36 Boeing 737-800NG (189 kelas ekonomi), satu Boeing 747-400 (12 kursi kelas bisnis dan 492 kelas ekonomi) dan tiga Airbus A330-300 (440 kelas ekonomi).

Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic Lion Air menyebutkan, bahwa Boeing 737 MAX 8 akan memperkuat jaringan penerbangan yang saat ini sudah dilayani. Kedatangan B38M adalah upaya meningkatkan pelayanan demi kenyamanan perjalanan udara dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan dan keamanan penerbangan. Selain itu, menjadi bagian strategis Lion Air dalam peremajaan (revitalisasi) armada.

Dari sisi teknologi, Boeing 737 MAX 8 dilengkapi dua lekukan pada masing-masing ujung sayap (Scimitar Winglet), menggabungkan mesin terbaru untuk mengurangi tingkat kebisingan serta didukung perangkat lainnya, sehingga penumpang akan merasakan perjalanan yang lebih senyap.

Baca juga: Gunakan Scimitar Winglet, Boeing Maksimalkan Efisiensi Bahan Bakar

Boeing 737 MAX 8 yang dioperasikan Lion Air didesain dengan kabin terlihat lebih ramping dan luas. Pesawat mempunyai tata letak kursi (konfigurasi) 3-3 lorong tunggal (single aisle) yang berkapasitas 180 kelas ekonomi. Kursi berlapis kulit dipadu sandaran kepala, sehingga penerbangan menjadi terasa nyaman.

Ruang penyimpanan di dalam kabin dan di atas kursi (overhead) atau kompartemen lebih besar, fitur ini bisa mengakomodir kebutuhan sesuai dengan aturan yang boleh dibawa dan memudahkan penyususan barang bawaan.

Boeing Sky Interior akan melengkapi pengalaman travelers, karena memberikan kesan lebih lapang. Langit-langit berbentuk oval, pola penataan lampu Light-Emitting Diode (LED) interior dan dinding samping sangat modern, menarik. Sistem pencahayaan menghadirkan pilihan warna berbeda yang disesuaikan mood, seperti soft blue untuk menyambut saat boarding agar fresh, warna senja atau orange (sunset) cocok suasana santai, tenang serta merah kecoklatan akan menampilkan kelembutan.

Penataan lampu-lampu baca pada panel di atas tempat duduk juga lebih futuristik yang membantu keleluasaan membaca, ketika lampu kabin dimatikan, terutama malam hari. Keunggulan lainnya ialah terletak pada speaker yang berfungsi untuk meningkatkan kualitas suara saat safety demo atau pengumuman dari kru.

Kasus Awak Kabin Jetstar: Tenaga Asing Dibayar Murah dengan Kerja Ekstra

Bagaimana kehidupan awak kabin asing yang bekerja pada maskapai berbiaya hemat di sektor domestik? Sebagai contoh adalah Jetstar yang mempekerjakan awak kabin berkebangsaan asing di rute domestik Australia dan membayar gaji pokok mereka minimal US$100 atau Rp1,4 juta per minggu.

Baca juga: Inilah Tingkah Laku Penumpang yang Unik Versi Awak Kabin

Para awak kabin yang berbasis di Thailand ini bahkan bila pada waktu liburan (peak season) bisa bekerja hingga 20 jam dan berjuang untuk makan dengan jumlah bayaran mereka yang tidak besar. KabarPenumpang.com merangkum dari laman abc.net.au (14/8/2018), seorang awak kabin bernama Pojchara Kosolchuenvijit baru dua minggu lalu mengundurkan diri dari Jetstar dan sering terbang antara Bali-Australia.

“Untuk kru yang berbasis di Thailand, kami dapat di-roster hingga 17 jam dan dapat bekerja hingga 20 jam. Ada masalah keamanan karena kelelahan, para kru harus fit setiap saat. Ini kru yang akan membantu penumpang dalam keadaan darurat,” ujar Pojchara.

Gaji awak kabin yang berbasis di Bangkok akan melonjak menjadi US$13 atau Rp190 ribu per jam saat mereka terbang, tetapi Pojchara mengatakan untuk mendapatkan uang tersebut mereka harus menghabiskan waktu banyak di Australia. Sebab mereka akan mendapat tunjangan US$60 per 36 jam, sedangkan kru lokal akan mendapat upah US$128,70 per malamnya.

“Kami perlu makan, dan untuk makan kami butuh uang. Jika Anda hanya memiliki US$30, apa yang dapat Anda makan seharga US$30 setiap hari di Melbourne? Hampir tidak mungkin. Kami harus sembunyi masak dengan panci listrik untuk memasak mie instan di hotel, saya tahu itu dilarang, tetapi kami hanya harus melakukannya,” kata Pojchara.

Pojchara menambahkan, dirinya suka dengan Jetstar tetapi beberapa hal harus diperbaiki, meski dirinya tahu ini adalah bagian dari model bisnis untuk mendapatkan tenaga kerja murah. Dia mengatakan, mereka pekerja asing tidak membutuhkan diskriminasi tetapi membutuhkan pembagian yang adil dan upah sesuai serta cukup untuk kehidupan.

Jetstar menolak untuk berbicara tetapi dalam sebuah pernyataan mengatakan pengaturan karyawan telah sesuai dengan undang-undang ketenagakerjaan Australia.

“Kru kami yang berbasis di Thailand membawa pulang rata-rata $2.600 per bulan, tergantung pada senioritas, yang lima kali lipat rata-rata gaji bulanan Thailand,” ujar Jetstar melalui pernyataannya.

Pojchara Kosolchuenvijit setuju bahwa itu adalah gaji yang bagus, jika para kru tidak harus meninggalkan Bangkok.

“Tetapi untuk mendapatkan uang sebanyak itu, Anda harus menghabiskan banyak waktu Anda di Australia, di mana jauh lebih mahal,” tambah dia.

Bulan lalu maskapai juga mulai menggunakan kru asing yang lebih murah di rute domestik antara Darwin dan Adelaide dan menurut beberapa staf Jetstar mungkin pekerja itu ilegal. Jetstar mengatakan tidak melakukan kesalahan karena peraturan imigrasi memungkinkan penggunaan kru asing di penerbangan internasional.

Namun seorang pilot Jetstar mengatakan, bahwa tidak mungkin penerbangan kembali Darwin-Adelaide adalah penerbangan internasional. “Semua penumpang naik di Adelaide dan turun di Darwin, mereka menggunakan terminal domestik, tiket domestik dan pemeriksaan keamanan domestik,” kata pilot.

Pilot lain mengajukan keluhan kepada Jetstar setelah diberi roster untuk bekerja dengan kru yang berbasis di Thailand pada apa yang dia yakini sebagai penerbangan domestik.

“Saya pikir itu aneh bahwa awak kabin yang berbasis internasional mampu mengoperasikan sektor domestik. Saya masih tidak sepenuhnya puas dengan pengaturan ini sesuai dengan hukum tempat kerja Australia,” ujar pilot itu lagi.

Baca juga: Departemen Perhubungan Naikkan Permintaan Pajak Layanan, Maskapai Justru Lepas Tangan

Jetstar menolak saran bahwa kru yang berbasis di luar negeri dilatih dengan standar yang lebih rendah. Pihak Jetstar juga mengatakan harus menggunakan awak asing yang ditugaskan di rute itu karena periode liburan sekolah.

“Penggunaan penerbangan tag operator penerbangan yang berbasis di luar negeri di seluruh jaringan kami sangat kecil,” kata juru bicara dalam sebuah pernyataan. Di bawah Peraturan Migrasi sebagai bagian dari Undang-Undang Migrasi, layanan ini sejalan dengan definisi penerbangan di mana kru asing dapat bekerja, termasuk bahwa ia harus beroperasi di antara bandara yang dinyatakan (misalnya Adelaide dan Darwin),” jelas Jetstar.

Sambut Pengoperasian, MRT Jakarta Rilis Mobile Application dan Maskot nan Lucu!

Menjelang pengoperasiannya yang tinggal menghitung bulan, PT MRT Jakarta (PT MRTJ) mulai meluncurkan beberapa fitur yang nantinya akan menunjang pengoperasian dari jaringan Metro pertama di Indonesia ini. Pada Rabu (15/8/2018), PT MRTJ merilis maskot perusahaan yang ditunggangi oleh William Sabandar cs. ini.

Baca Juga: Kereta Pertama MRT Jakarta Sukses Uji Coba Hingga ke Stasiun Cipete

Adalah Marti, yang digambarkan sebagai anak laki-laki berusia 9 tahun yang penuh rasa ingin tahu dengan harapan cerah untuk masa depan. Hal tersebut merepresentasikan moda MRT sendiri yang nantinya akan menjadi pilihan moda transportasi yang tidak hanya bisa dinikmati oleh warga Jakarta, melainkan seluruh masyarakat.

Berdasarkan pantauan KabarPenumpang.com (15/8/2018), adapun bentuk dari Marti ini sendiri terinspirasi dari bentuk muka armada MRT Jakarta dalam versi kartun. “Melalui Marti, MRT Jakarta dapat semakin membangun interaksi dengan masyarakat calon pengguna MRT Jakarta,” tutur Corporate Secretary Division Head PT MRTJ, Tubagus Hikmatullah.

Selain Marti, PT MRTJ juga melakukan soft opening mobile application, MRT-J yang dapar diunduh di smart phone berbasis Android dan iOS.

“Adapun fungsi dari MRT-J ini adalah untuk membangun kesiapan masyarakat (public readiness) yang meliputi informasi umum tentang fitur-fitur yang ada di MRT Jakarta, kesiapan operasi (operation readiness) yang meliputi cara menggunakan MRT Jakarta, informasi jarak dan waktu tempat antarstasiun MRT Jakarta, dan etika penumpang selama menggunakan moda MRT Jakarta,” terang Hikmat. “Fungsi terakhir adalah untuk commercial engagement, yang ditujukan untuk penjualan pernak-pernik resmi MRT Jakarta,” terang President Director MRT Jakarta, William Sabandar.

Baca Juga: MRT Jakarta Adopsi Teknologi CBTC, MRT di Jepang Justru Belum

Kelak ketika sudah beroperasi, mobile application ini akan dikembangkan untuk beberapa aspek komersial lainnya seperti pembelian atau penambahan saldo tiket MRT Jakarta, “Dan pembelian produk lain yang dapat menunjang mobilitas para calon penumpang MRT di depannya,”

Pada acara yang diadakan di Atrium Utama Grand Indonesia ini, turut hadir pula Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dan Puteri Indonesia tahun 2002, Melanie Putria. Pada kesempatan tersebut pula, Menteri Rudiantara mengatakan bahwa kehadiran aplikasi mobile, “merupakan cara baru untuk memudahkan pelayanan transportasi,”

Tidak menampik, Menteri Rudiantara pun memuji perkembangan aplikasi yang dewasa ini sudah saling terintegrasi. “Antar aplikasi kini sudah saling terintegrasi, seperti aplikasi AloDokter dan Gojek. Pasien bisa konsultasi via online dan hanya berselang dua jam berikutnya, obat yang direkomendasikan dokter bisa sampai di tangan pasien melalui aplikasi Gojek. Padahal, AloDokter sendiri tidak menyediakan fitur antar obat,” tutur Menteri Rudiantara yang melontarkan guyonan bahwa nama aplikasi yang digunakan oleh MRT Jakarta kurang catchy. Ada-ada saja ya!