Diamankan Karena Berteriak ‘Bom,’ Pria Ini Ternyata Mabuk

Lantaran mengatakan bom, seorang pengusaha yang menjual barang elektronik terpaksa di amankan oleh pihak Central Industrial Security Force (CISF) pada Kamis (14/8/2018). Insiden tersebut terjadi di Bandara Internasional Indira Gandhi, Delhi.

Baca juga: “Kempa,” Robot Humanoid Khas India Hadir di Bandara Bengaluru

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman timesnownews.com (14/8/2018), pria tersebut diketahui bernama Amar Chaudhary yang akan menaiki pesawat Air India dari Delhi menuju Mumbai. Kejadian itu sekitar pukul 10.30 malam waktu setempat saat tim respon cepat CISF dipanggil ke gerbang 12 di Terminal 1D.

Amar diketahui meneriakkan kata bom saat menunggu di antrean gerbang keberangkatan. Bahkan dia mengatakan di dalam tas tangannya ada bahan peledak juga. Ini membuat penumpang lainnya panik dan seorang awak maskapai mencoba menenangkannya.

“Pria itu meneriakkan kata‘ bom ’dan dia memiliki bom di bagasi tangannya dan bahwa dia akan menabrakkan pesawat. Mengenai hal ini, seorang staf maskapai penerbangan wanita yang hadir di sana, mencoba menenangkannya tetapi dia bertingkah laku dengan dia dan menggunakan kata-kata kasar,” ujar seorang perwira senior CISF.

Saat dicoba untuk ditenangkan, Amar bahkan menanggapi awak pesawat tersebut dengan melakukan hal buruk dan mengucapkan kata-kata kasar. Setelah diamankan, petugas kepolisian menemukan Amar ternyataa dalam keadaan mabuk. Bahkan hasil pemeriksaan medis pun menegaskan hal yang sama.

Tak hanya itu, setelah diamankan dan digeledah ternyata tidaak ada barang apapun yang mencurigakan dari dirinya maupun tas miliknya. Amar di tahan dan tidak diizinkan ikut dalam penerbangan serta kepolisian di bandara disiagakan.

Baca juga: Akibat Ancaman Bom Palsu, Pesawat Scoot Dikuntit F-15SG dan Tunda Penerbangan Ke Thailand

“Kami memindai pendahulunya dan menemukan bahwa dia adalah seorang pengusaha. Catatan masa lalunya juga diperiksa. Pemeriksaan medis menegaskan bahwa dia mabuk. Dia dipesan di bawah Bagian 505b KUHP India untuk menciptakan gangguan dan kepanikan dan diproduksi di pengadilan 505b. Tindakan lebih lanjut sedang diambil,” kata Wakil komisaris polisi (IGIA), Sanjay Bhatia.

Bandara Delhi berada di siaga tinggi berikut masukan dari kemungkinan serangan teror karena mendekati Hari Kemerdekaan. Tim tanggap cepat tambahan telah dikerahkan dan pasukan anti-teror Kepolisian Delhi juga siaga tinggi.

 

Tipu Banyak Pengunjung, Stiker Colokan Listrik di Bandara Bikin Orang Meradang!

Baterai ponsel hampir habis dan Anda dituntut untuk membalas sebuah pesan darurat secepat-cepatnya. Pada saat itu, Anda menemukan sebuah stasiun pengisian daya (colokan listrik) dan berharap bisa membalas pesan tersebut secepatnya. Namun apa yang akan Anda rasakan ketika mengetahui bahwa colokan listrik tersebut hanyalah sebuah stiker yang ditujukan sebagai lelucon? Mungkin Anda akkan langsung mengumpat dan mengutuk orang yang memasangnya.

Baca Juga: Bandara Tribhuvan Kathmandu, Salah Satu Bandara Terburuk di Dunia

Kendati ditujukan sebagai lelucon semata, kehadiran stiker bergambar colokan listrik ini sukses membuat kesal banyak orang dan menjadi pusat perbincangan di jagad media sosial Twitter. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman indiatimes.com (13/8/2018), stiker semacam ini dapat dengan mudah Anda temui di berbagai situs jual beli online.

Tak pelak, beragam infrastuktur bandara yang ada di New Delhi menjadi objek tempelan dari stiker ini – mulai dari tembok, pilar, hingga tong sampah. Tidak perduli itu Terminal Domestik atau Internasional, semuanya ditempeli stiker colokan listrik oleh tangan-tangan jahil yang memicu reaksi keras dari berbagai pengunjung.

“Siapapun yang memasang stiker colokan listrik ini, Anda akan menjadi musuh saya sekarang,” cuit pengguna Twitter dengan nama akun @Atrioc pada 6 Agustus 2018.

“Saya sengaja duduk di sini agar bisa mengisi daya gadget saya, tapi ternyata ini hanyalah sebuah stiker. Sangat menyebalkan!” tulis seorang pengguna Twitter bernama Karissa dengan nama akun @cryptidshownu pada 19 Juli 2018.

“Ini sangatlah mirip dengan yang aslinya! Kenapa kalian memasang stiker semacam ini di Terminal?! Ini sangat memancing emosi saya!” tulis Kyle Kerouac di laman Twitter pada 28 Juni 2018.

“Ini merupakan sebuah lelucon yang sangat sederhana. Sebuah stiker colokan listrik ada di #PHX Airport (Phoenix Sky Harbor International Airport),” tulis seorang pengujung bandara bernama Marc Burdiss pada 3 Desember 2017.

Baca Juga: Bandara-Bandara ini Terkenal Akan Keangkerannya, Nomor Lima Bikin Merinding!

Jika diperhatikan, keberadaan stiker ini sudah ada bahkan sejak akhir tahun 2017 lalu – atau mungkin lebih. Tidak ada bukti otentik tentang kapan stiker semacam ini beredar di pasaran, namun satu yang pasti – banyak orang yang terkecoh hingga kesal karenanya. Ada-ada saja ya!

Gunakan Ponsel Saat Bertugas, Masinis di Jepang Diganjar Sanksi

Membawa ratusan penumpang dalam sekali jalan adalah tanggung jawab besar yang diemban seorang masinis. Betapa tidak, bila masinis lengah terhadap peringatan dari instrumen di lokomotif, maka bila suatu waktu keputusan mengerem mendadak harus diambil, namun diabaikan akibat lalai, maka kecelakaan dengan korban nyawa besar bisa saja terjadi.

Baca juga: Tingkat Kecelakaan Trem Meningkat, Praha Gelar Kampanye Keselamatan di Jalan

Untuk itu, profesi seorang masinis menuntut adanya tingkat konsentrasi dan disiplin tinggi. Dan untuk mewujudkan konsentrasi yang maksimal, masinis memang dilarang keras menggunakan gadget (smartphone) saat bertugas.

Tetapi ada yang berbeda di Jepang. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman japantoday.com (10/8/2018), seorang masinis East Japan Railway atau JR East harus terkena tindakan disipliner karena mengoperasikan kereta api sembari memainkan ponselnya.

Pendisiplinan masinis tersebut dilakukan pihak JR East saat seorang penumpang memfoto dan memvideokan masinis berusia 37 tahun ketika melihat ke bawah, dimana ponsel atau tabletnya diletakkan sembari mengoperasikan kereta. Kejadian tersebut sendiri dilaporkan pada 25 Juli 2018 saat kereta beroperasi dia jalur antara Stasiun Abiko dan Ajiki di Chiba Prefekur.

Baca juga: Ingin Jadi Masinis Shinkansen? Datang Saja ke Omiya Railway Museum, Saitama!

Karena kejadian ini pula pihak JR East mengeluarkan permintaan maaf melalui pernyataan kepada media dan meminta maaf atas perilaku masinis serta mengatakan akan mengambil tindakan disipliner terhadap masinis tersebut. Diketahui, penumpang tersebut mempostif foto dan video masinis itu melalui media sosial.

Padahal di Jepang sendiri jika pengendara mobil menggunakan ponsel mereka ketika mengendarai akan dikenakan denada ¥50 ribu atau setara dengan Rp6,5 juta.

Hindari Tabrak Motor, Pengemudi Trem ini “Lempar” Beberapa Penumpang

Seorang penumpang trem terlempar ke tiang pegangan besi pada Jumat sore (10/8/2018) kemarin. Kejadian yang terjadi di salah satu armada Croydon Trem ini meninggalkan luka yang cukup parah pada Sarah Preece (33 tahun). Menurut penuturan Sarah, tidak hanya dirinya saja yang terlempar ketika si pengemudi trem menginjak rem secara mendadak – melainkan beberapa penumpang lainnya pun turut terlempar, namun Sarahlah yang bisa dibilang menderita luka paling parah.

Baca Juga: Tertabrak Trem, Wanita Paruh Baya ini Tersangkut di Kolong!

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman croydonadvertiser.co.uk (14/8/2018), para saksi mata yang berada di dalam rangkaian trem tersebut mengaku pengereman mendadak tersebut dilakukan si pengemudi trem karena ada sepeda motor yang ‘terperangkap’ lampu merah. Mengingat peraturan lalu lintas di Inggris sana yang terkenal sangat ketat, maka mau tidak mau si pengendara motor berhenti ketika lampu lalu lintas menyala merah.

Guna menghindari kecelakaan dengan motor tersebut, maka si pengemudi trem pun berhenti secara mendadak yang berdampak pada terlemparnya sejumlah penumpang – termasuk Sarah. “Alhasil, tangan dan punggung saya mengalami luka. Saya tidak tahu apa yang terjadi kala itu,” kenang Sarah. Ia berasumsi bahwa ada yang salah dengan si pengemudi trem tersebut. “Mungkin ia mengemudi melebihi batas kecepatan yang berlaku,” ujarnya.

Sarah Preece. Sumber: croydonadvertiser.co.uk

Beberapa saat berselang setelah dirinya terlempar ke tiang besi tersebut, Sarah duduk sejenak untuk menenangkan dirinya yang kala itu gemetaran. Merasa dirinya sudah cukup tenang – walaupun tengah cidera, ia lalu menanyakan apa yang terjadi kepada si pengemudi.

“Si pengemudi mengatakan ada pengendara motor yang menghalangi lajunya,” jelas Sarah. “Namun seharusnya Anda memperlambat laju ketika hendak melintasi sebuah persimpangan,” tandasnya menyanggah pernyataan si pengemudi trem.

Sarah pun tetap pada pendiriannya bahwa si pengemudi melaju melebihi batas kecepatan. “Saya tidak tahu seberapa cepat, namun cukup cepat untuk melemparkan saya dan beberapa penumpang lainnya,” terangnya.

Baca Juga: English Electric Balloon, Tulang Punggung Sistem Trem di Blackpool

Menanggapi hal tersebut, First Group selaku operator dari layanan trem tersebut akan menindaklanjuti insiden yang membahayakan nyawa penumpang ini. “Kami selaku opeartor akan melakukan investigasi dan mengusut kasus ini hingga tuntas. Namun tindakan yang dilakukan oleh pengemudi tersebut tepat karena telah mengaplikasikan fitur rem darurat demi menghindari kecelakaan dengan pengendara sepeda motor.” Terang pihak First Group.

 

Tertabrak Trem, Wanita Paruh Baya ini Tersangkut di Kolong!

Selalu berhati-hati ketika tengah melakukan perjalanan dengan moda apapun – sepeda motor, mobil, sepeda, atau bahkan berjalan kaki. Tetap perhatikan kondisi sekitar, jangan sampai lengah sedetik pun, atau bisa-bisa nasib Anda akan berujung seperti seorang wanita paruh baya di Causeway Bay, Hong Kong.

Baca Juga: Tingkat Kecelakaan Trem Meningkat, Praha Gelar Kampanye Keselamatan di Jalan

Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman scmp.com, wanita yang berdomisili di Cina ini terpaksa dievakuasi menuju Rumah Sakit Ruttonjee di Wan Chai setelah dirinya tertabrak oleh sebuah yang tengah melintas. Kejadian ini sendiri terjadi pada pagi hari, tepatnya pukul 08.55 waktu setempat, dimana wanita berusia 79 tahun tersebut tertabrak oleh sebuah trem yang hendak menuju Shau Kei Wan dari Happy Valley.

Ia tertabrak di sebuah persimpangan yang letaknya tidak terlalu jauh dari Central Library. Berdasarkan laporan pihak kepolisian yang terjun ke lapangan, wanita yang identitasnya dirahasiakan tersebut berada di kolong trem ketika diselamatkan. “Ia mengalami luka yang cukup parah pada bagian kepala,” tutur salah satu pihak kepolisian yang menyelamatkan nyawa wanita ini. “Ketika diselamatkan, ia masih berada dalam kondisi sadar,” tandasnya.

Lalu ia pun segera dilarikan ke Rumah Sakit Ruttonjee guna mendapatkan pertolongan pertama. Namun karena lukanya yang cukup parah, akhirnya ia dirujuk ke Rumah Sakit Queen Mary di Pok Fu Lam yang disinyalir memiliki perlengkapan yang lebih mumpuni. Beruntung, nyawa wanita tersebut bisa diselamatkan dan ia segera mendapatkan penganganan medis lebih lanjut.

Pihak kepolisian mengatakan bahwa wanita paruh baya tersebut memegang ijin dua arah – itu artinya ia bisa mengunjungi Hong Kong secara legal. Petugas kepolisian sempat dibuat bingung ketika tidak ada anggota keluarga yang mendampingi korban ketika tengah berjalan. Mengingat usianya yang sudah tidak belia lagi, “Alangkah lebih baiknya jika ada seorang anggota keluarga yang menemaninya berjalan keluar.”

Baca Juga: Sematkan Sistem Peringatan Kecelakaan Dini, Inilah Trem Avenio M dari Siemens

Adapun dampak dari kejadian yang terjadi pada Selasa (23/1/2018) ini adalah layanan trem yang mengarah menuju Timur sempat tertunda selama kurang lebih 40 menit – hingga pada akhirnya, pada pukul 09.35 waktu setempat, pengoperasian dari trem tersebut bisa kembali normal. Tidak hanya itu, jaringan yang menuju ke arah Barat pun sempat mengalami keterlambatan selama kurang lebih 25 menit.

Kereta Pertama MRT Jakarta Sukses Uji Coba Hingga ke Stasiun Cipete

Mengingat tiga kali mogok terjadi pada LRT Palembang yang sudah beroperasi karena kegagalan sinyal dan masalah prasarana, hal ini juga membuat was-was akan uji coba yang akan dilakukan PT MRT Jakarta. Pasalnya MRT Jakarta saat ini tengah melakukan uji coba kereta pertamanya untuk berjalan di rel setelah dialiri listrik oleh PT PLN beberapa waktu lalu.

Baca juga: PT MRT Jakarta Mulai Coba System Acceptance Test

Untungnya uji coba tersebut berhasil dilakukan. Di mana pada hari ke dua dan ketiga uji cobanya, kereta pertama tersebut berjalan dengan baik. Bahkan Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar pun ikut turun ke lapangan pada uji coba kereta pertama MRT tersebut.

Karena keberhasilan uji coba tersebut William tak lupa menyanjung para pekerja serta tim MRT Jakarta.

“Hari kedua dan ketiga uji jalan kereta pertama MRT Jakarta berjalan dengan baik. Saya berkesempatan memonitor langsung kegiatan ini, baik kemarin dari dalam kereta maupun hari ini dari luar kereta. Luar biasa semangat dan kegigihan dari tim MRT Jakarta dan seluruh pekerja yang terlibat dalam kegiatan ini,” ujar William yang diutip KabarPenumpang.com.

Pada uji coba hari kedua dan ketiga tersebut kereta pertama ini berhasil mencapai Stasiun Cipete dan artinya telah melewati Stasiun Lebak Bulus dan Stasiun Fatmawati. Nantinya setelah uji coba ini, akan ada uji coba lainnya yang dilakukan secara bertahap.

Baca juga: Tidak Hanya dari Tiket, Inilah ‘Ladang-Ladang’ PT MRT Jakarta Raup Keuntungan

“Secara bertahap minggu depan uji jalan ini akan diteruskan ke Blok M dan Bundaran HI yang diperkirakan pada minggu ketiga dan keempat,” ujar Wiliam.

Tak hanya menyanjung tim dan para pekerja, William juga berterima kasih atas dukungan semua pihak atas berjalannya uji coba ini. ” Kepada segenap tim dan pekerja, terima kasih banyak atas kerja gigih anda semua.”

Siap Operasikan Kereta Nirawak, JR East Hadapi Serangkaian Kendala

Perkembangan teknologi di sektor transportasi kini semakin berkembang pesat – dimana salah satu turning point yang paling mudah dilihat adalah hadirnya moda nirawak. Dalam menyingkapi itu semua, East Japan Railway Co. (JR East) kini tengah mempertimbangkan tentang kehadiran kereta nirawak yang nantinya akan mengular di Tohoku Shinkansen Line, Yamanote Line, dan beberapa jalur lainnya.

Baca Juga: Pangkas Waktu 1 Menit, Proyek JR East Rute Ueno – Omiya Tuai Kontroversi

Adapun tujuan dari JR East dalam menghadirkan moda nirawak ini, dikutip KabarPenumpang.com dari laman the-japan-news.com (13/8/2018), adalah untuk meminimalisir kesalahan teknis yang kerap kali dilakukan oleh manusia dan sebagai langkah untuk menanggulangi banyaknya kondektur dan masinis yang akan pensiun di masa depan. Menurut data yang dimiliki oleh JR East, jumlah pekerja mereka yang berusia 55 tahun ke atas berjumlah seperempat dari keseluruhan pekerja mereka pada April 2017.

Guna melancarkan rencana tersebut, JR East telah membentuk satu tim khusus yang akan mempercepat pengembangan teknologi mutakhir tersebut.

Hampir sama halnya seperti yang dilakukan oleh PT MRT Jakarta (MRTJ), nantinya armada nirawak JR East ini akan berjalan secara otomatis tanpa kehadiran masinis onboard. Pengoperasiannya pun akan dibagi ke dalam dua tahap – dimana pada tahap pertama, akan ada kondektur yang berjaga di dalam rangkaian alih-alih terjadi situasi darurat yang harus diselesaikan oleh tenaga manusia. Dan pada tahap selanjutnya, JR East akan sepenuhnya mengemudikan kereta ini secara otomatis (unmanned self-driving).

Nah, guna menunjang pengoperasian dari kereta nirawak ini, diperlukan berbagai penambahan untuk menunjang keamanan dan keselamatan. Seperti halnya meninggikan jalur guna menghindari perlintasan sebidang dan membangun penghalang platform dari lantai ke langit-langit di semua stasiun.

Baca Juga: Tingkatkan Keamanan Penumpang Kereta, JR East Akselerasi Instalasi Kamera Pengawas

Hambatan tidak berhenti sampai di situ. JR East juga harus mengembangkan sistem pendeteksi rintangan di lintasan dengan tingkat presisi yang sangat tinggi dan menerapkan sensor pendeteksi bau dan suara yang hingga saat ini masih dikerjakan oleh tenaga manusia.

Pun dengan masalah regulasi, dimana Land, Infrastructure, Transport and Tourism Ministry mengemukakan bahwa diperlukan peninjauan lebih detail terhadap tata cara, fasilitas, dan gambaran pengoperasian kelak, “yang dilandaskan pada Undang-Undang Perkeretaapian Jepang.”

 

Pendapatan Utama Indian Railways, Ternyata Bukan dari Jasa Angkut Penumpang

Indian Railways setiap harinya melayani lebih dari 24 juta penumpang, tetapi masih juga mengangkut batubara. Adanya ini untuk membantu menutupi kerugian yang timbul dari penyediaan layanan penumpang yang tarifnya lebih murah.

Baca juga: Indian Railways Berdayakan Panel Surya Sebagai ‘Supplier’ Kelistrikan di Rangkaian Kereta

KabarPenumpang.com melansir dari laman qz.com (26/7/2018), bahwa jaringan kereta api terbesar di Asia tersebut menambahkan biaya 31 persen untuk mengangkut batubara ke pembangkit listrik. Hasil studi yang dilakukan oleh Think Tank Brookings India yang dirilis pada 17 Juli 2018 kemarin, bahwa batubara sendiri menyumbang 44 persen pendapatan kereta api India.

Pendapatan tersebut lebih dari Rs9.471 crore atau sekitar US$1,37 miliar dan dua kali lipat dari pendapatan pengoperasian kereta penumpang.

“Model bisnis Indian Railways didasarkan pada penumpang yang kurang bayar dan ongkos angkut lebih,” ujar hasil studi tersebut.

Adapun alasan sebagian besar pendapatan berasal dari pengiriman barang, karena menaikkan tarif untuk penumpang akan selalu menjadi urusan yang penuh dengan kaitan politik dan regulasi di India. Apalagi dengan jangkauan yang luas, kereta api selalu digunakan dan politik elektoral membuat sulitnya mengubah tarif tiket tersebut.

Menteri Kereta Api, Suresh Prabhu pada 2016 lalu memperkenalkan tarif fleksibel pada tiga kereta premium. Tetapi lagi-lagi keputusan tersebut tidak disetujui sebagian besar masyarakat.

Saat ini mungkin bisnis batubara bisa membantu meingkatkan pendapatan Indian Railways, tetapi pada 2030 mendatang, kebutuhan batubara di India akan berkurang. Hal ini dikarenakan tingkat daya listrik turun, efisiensi pembangkit listrik meningkat dan yang paling penting, energi terbarukan meningkat di India.

Teknologi yang lebih baik berarti mengirimkan tenaga melalui kabel akan menjadi lebih murah daripada mengandalkan kereta api untuk mengangkut batubara. Jadi untuk perkeretaapian tetap meningkatkan pendapatan, mereka akan perlu untuk meningkatkan biaya pengiriman lebih lanjut, yang mengarah ke kenaikan lebih lanjut dalam biaya transportasi batubara.

Tahun keuangan 2016-2017, biaya pengangkutan ekstra batubara meningkatkan biaya listrik sekitar 10 paise per kilowatt.

Baca juga: Indian Railways Gunakan WhatsApp Untuk Pemberitahuan Pada Penumpang

“Untuk pembangkit listrik di negara bagian yang jauh, yang secara inheren bergantung pada kereta api untuk batubara, jumlah ini bisa tiga kali lebih tinggi,” katanya.

Dengan asumsi bahwa tarif penumpang akan meningkat 4,5 persen dan Kereta Api akan mengenakan biaya lebih pada pengiriman untuk memulihkan kerugian, biaya tambahan ini akan meningkat dari 10 paise per kilowatt pada 2017 menjadi sekitar 18 paise per kilowatt pada tahun 2030, perkiraan laporan.

Megaproyek Kereta Peluru India, Dilengkapi Nursery Room dan Toilet Terpisah

Kendati terkendala jaringan keretanya yang bisa dibilang buruk, namun India kini tengah mengupayakan utuk menghadirkan jaringan kereta berkecepatan tinggi yang akan menghubungkan Mumbai dengan Ahmedabad. Ini merupakan suatu evolusi di industri transportasi yang tengah diberdayakan oleh Indian Railways guna memberikan pelayanan maksimal kepada para pelanggan setianya.

Baca Juga: Stasiun Ernakulum India, Hadirkan Fasilitas Komplit Bagi Kaum Difabel

Kini, Indian Railways tengah disibukkan dengan pelengkapan sejumlah komponen penunjang yang akan tersemat pada moda tersebut. Dilansir KabarPenumpang.com dari indiatimes.com (29/7/2018), nantinya para penumpang kereta cepat ini bisa menikmati salah satu sarana yang belum ada sebelumnya, yaitu nursery room dan toilet yang terpisah antara laki-laki dan perempuan. Tentu saja, hadirnya dua sarana tersebut akan meningkatkan pengalaman penumpang, mengingat kondisi perkeretaapian India yang bisa dibilang mirip dengan kondisi perkeretaapian di Indonesia pada era 2000an – semerawut.

Sesuai dengan namanya, nursery room ditujukan bagi setiap penumpang yang membawa serta anak balitanya dalam perjalanan. Mereka bisa menyusui, mengganti popok anaknya, dan akan ada wastafel kecil khusus anak-anak di nursery room tersebut. Tidak berhenti sampai di situ, ruangan khusus untuk orang sakitpun rencananya akan ditambahkan pada rangkaian kereta yang mampu memboyong 750 penumpang dalam sekali perjalanan ini – 695 bangku di kelas standar dan 55 bangku di kelas bisnis.

Untuk modanya sendiri, Indian Railways tidak akan main-main. Mereka menggaet sang maestro, Shinkansen dalam proyek yang rencananya rampung pada 15 Agustus 2022 mendatang ini. Mengutamakan kenyamanan, keselamatan, dan pengalaman penumpang, Indian Railways tiada hentinya mengoptimalkan proyek ini. Terakhir, pihak perkeretaapian India tersebut mengemukakan akan menambahkan toilet yang memiliki ukuran lebih besar ketimbang yang biasa – dikhususkan untuk para penyandang disabilitas.

Baca Juga: Torehkan Sejarah, Indian Railways Bangun ‘Limited Height Subway’ dalam Waktu 4,5 Jam Saja!

Pun dengan kelengkapan informasi yang akan didapatkan para penumpang di dalam rangkaian, seperti layar LCD yang akan menampilkan informasi posisi kereta, stasiun pemberhentian selanjutnya, dan estimasi sisa waktu perjalanan untuk sampai di tujuan akhir.

Adapun perkiraan waktu tempuh dari kereta yang dicanangkan dapat menembus kecepatan hingga 320km/jam ini adalah 2 jam 7 menit – dengan rentang jarak di antara duka kota ini adalah 508km. Dengan nilai kontrak proyek ini yang menyentuh angka US$16 miliar (Rp234 triliun), pihak Indian Railways berharap dapat memperbaiki image dari perkeretaapian India menjadi lebih baik lagi.

KNKT Rilis Hasil Investigasi Penyebab Tenggelamnya KM Sinar Bangun

Belum genap 60 hari sejak musibah berlangsung, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akhirnya telah merilis investigasi dan laporan final kecelakaan pelayaran tenggelamnya kapal Sinar Bangun 4 di Danau Toba, pada tanggal 18 Juni 2018.

Baca juga: Di Balik Tragedi Danau Toba, Inilah Profil KM Sinar Bangun

Dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers Humas KNKT (14/8/2018), dari hasil investigasi dipaparkan kronologis singkat kejadian tenggelamnya kapal Sinar Bangun sebagai berikut

  • Pukul 16.50 WIB kapal bertolak dari Pelabuhan Simanindo menuju Tigaras.
  • Sekitar pukul 17.10 WIB terjadi perubahan cuaca, angin kencang dan gelombang sekitar 1,5-2 meter menghantam lambung kiri Sinar Bangun menyebabkan kapal oleng ke kanan dan terbalik.
  • Penumpang terbagi dua kelompok, kelompok pertama berada di Lambung dan lunas kapal, kelompok kedua terapung diekitar Sinar Bangun dengan mengandalkan benda terapung misalnya potongan kayu dan helm.
  • Beberapa saat kemudian, ombak besar kembali datang dan menyapu semua penumpang yang ada di atas lambung dan lunas kapal. Setelah itu, bagian kapal tidak terlihat lagi

Dari kejadian tersebut data terakhir yang didapatkan KNKT, jumlah korban selamat sebanyak 21 Orang, jumlah korban ditemukan meninggal sebanyak 3 orang, jumlah korban yang belum ditemukan sebanyak 164 orang.

Berdasarkan hasil analisis terhadap data dan informasi yang didapatkan dalam proses investigasi, tenggelamnya kapal Sinar Bangun 4 diakibatkan oleh kapal mengangkut penumpang dan kendaraan melebihi kemampuan stabilitasnya. Stabilitas kapal semakin memburuk ketika kapal berlayar di perairan dengan tinggi gelombang sampai dengan 2 meter.

Sebagian besar penumpang tidak dapat bertahan hidup dikarenakan akses keluar yang terbatas dan akses terhadap peralatan keselamatan. Sedangkan faktor yang turut berkontribusi dalam peristiwa tersebut antara lain jumlah penumpang berlebihan (sebagian penumpang berada di geladak 3) dan sepeda motor menyebabkan titik berat kapal menjadi semakin ke atas, sehingga momen penegak/pengembali semakin kecil, sehingga kondisi stabilitas kapal yang tidak baik ini menyebabkan kapal terbalik setelah terkena gelombang.

Baca juga: Sebulan Pasca Musibah KM Sinar Bangun, KNKT Rilis Rekomendasi Keselamatan Pelayaran

Dari fakta yang terungkap, KNKT mendapati hal-hal sebagai berikut:
1. Ukuran kapal tidak sesuai dengan sertifikat kapal.
2. Berdasarkan dokumen Kelaikan dan Kebangsaan, kapal bergeladak tunggal. Pada kenyataannya kapal memiliki 3 geladak.
3. Berdasarkan dokumen Pendaftaran dan Kelengkapan Angkutan Danau dan Penyeberangan (ADP), kapal digunakan sebagai kapal angkutan penumpang. Pada waktu kejadian, kapal mengangkut penumpang dan sepeda motor.
4. Berdasarkan dokumen Pendaftaran dan Kelengkapan Angkutan Danau dan Penyeberangan (ADP), kapasitas angkut penumpang sebanyak 45 orang. Berdasarkan jumlah total penumpang (selamat + meninggal + dilaporkan hilang) sejumlah 188 orang.
5. Berdasarkan dokumen Kelaikan dan Kebangsaan, jumlah awak kapal adalah 3 orang. Pada saat kejadian kapal diawaki 2 orang.
6. Berdasarkan dokumen Pendaftaran dan Kelengkapan ADP, kapal dilengkapi jaket penolong 50 buah orang dewasa (tanpa jaket penolong anak-anak dan bayi). Menurut awak kapal, kapal memiliki jaket penolong sebanyak sekitar 80 buah, namun diletakkan di lemari dan sebagian terikat di langit-langit kabin penumpang.
7. Akses darurat tidak tersedia dan jendela terhalang teralis.
8. Pada waktu kejadian penumpang tidak sempat mengenakan jaket penolong karena peristiwa terjadi begitu cepat.
9. Awak kapal penyeberangan tidak terampil melakukan evakuasi di air
10. Berdasarkan dokumen Kelaikan dan Kebangsaan, jenis kapal adalah kapal kayu. Pada kenyataannya, material kayu hanya digunakan pada konstruksi lambung, sedangkan gading, tiang, dan geladak sebagian menggunakan material baja.
11. Awak kapal tidak memperhatikan informasi cuaca sebelum keberangkatan.
12. Berdasarkan informasi penumpang dan Nakhoda di sekitar lokasi kejadian, pada saat itu terjadi angin kencang dan kondisi gelombang cukup tinggi.
13. Pada saat kejadian, 5 kapal yang bertolak dari Tomok menuju Parapat harus kembali ke Tomok karena tidak mampu melawan arus dan angin. Hal ini menunjukkan kondisi cuaca pada kejadian tersebut berbahaya untuk pelayaran.
14. Awak kapal tidak pernah membuat manifest penumpang dan barang. Kondisi ini telah terjadi selama bertahun-tahun sebelumnya.
15. Tidak ada syahbandar maupun inspektur sungai dan danau sebagai fungsi pengawas keselamatan pada saat kapal hendak berlayar. Ketidakjelasan instansi yang berwenang menerbitkan SPB, keadaan ini telah berlangsung selama bertahun-tahun, sehingga SPB tidak pernah diterbitkan.
16. Nakhoda tidak pernah membuat laporan kedatangan dan keberangkatan kapal untuk dilaporkan kepada instansi penerbit SPB.
17. Aturan kelengkapan kapal penyeberangan belum dipahami dengan baik oleh operator kapal dan instansi yang berwenang mengeluarkan sertifikat kapal. Hal ini terlihat dari tidak lengkapnya peralatan minimal maupun peralatan keselamatan kapal yang digunakan untuk mengangkut penumpang. Misalnya, jaket penolong, pintu darurat, peralatan pemadam, dll.
18. Awak kapal tidak disyaratkan untuk melakukan pelatihan menghadapi keadaan darurat.
19. Tidak ada radio komunikasi baik di atas kapal dan di pelabuhan