JR East Kampanyekan Penggunaan Eskalator Bagi Penumpang

Kecelakaan di eskalator kerap kali terjadi, bahkan hingga membuat penggunanya meninggal, seperti keelakaan di eskalator stasiun. Hal ini kemudian membuat East Japan Railway (JR East) meluncurkan kampanye keselamatan menggunakan eskalator di stasiun-stasiunnya.

Baca juga: Akibat ‘Diseruduk’ Koper Besar, Penumpang Kereta Bawah Tanah Ini Cedera Serius

KabarPenumpang.com melansir dari laman japantimes.co.jp (23/7/2018), peluncuran kampenye ini dikarenakan tahun 2017 kemarin sebanyak 180 kecelakaan terjadi pada eskalator yang menyebabkan luka bahkan beberapa tewas karena hal tersebut. Adanya kampanye ini ternyata karena pertama kalinya perkeretaapian mengungkapkan penghitungan kecelakaan di eskalator.

Kampanye ini menyerukan agar penumpang menggunakan pegangan tangan dan ini akan dikampanyekan lebih dari 50 jalur kereta api di seluruh Jepang hingga akhir Agustus 2018 ini. Karyawan JR East di Stasiun Tokyo pada hari Senin (23/7/2018) terlihat membagikan selebaran yang meminta komuter untuk menggunakan pegangan tangan.

“Kami harus memastikan tidak ada kecelakaan yang terjadi sehingga penumpang bisa sampai ke tujuan tanpa masalah. Kami meminta pengertian dan kerja sama mereka, ”kata Yuya Mochitate, seorang pejabat JR East yang bertanggung jawab atas kampanye eskalator.

Diketahui, adapun pada Juni 2008 lalu, seorang pria mabuk terjatuh dari eskalator di Stasiun Shinbashi di Tokyo. Kemudian Maret 2009, seorang wanita berusia 50-an meninggal karena syalnya menyangkut di eskalator dan menjerat lehernya di Stasiun Mito di Prefekur Ibaraki.

Desember 2010 lalu, orang-orang terjatuh seperti domino di Yokohama ketika seorang wanita naik eskalator di Stasiun Hodogaya dan tiba-tiba terjatuh kebelakang saat akan sampai di atas dan menyebabkan empat orang lainnya jatuh hingga membuat luka di punggung dan lutut mereka.

Baca juga: Di India, Pengguna Lift dan Eskalator Mendapat Perlindungan Asuransi

Di Cina beberapa waktu lalu, seorang wanita 50 tahun terjatuh karena terseruduk koper yang terlepas dari pemilikinya. Saat itu wanita tersebut tengah melihat ponsel dan tak sadar akan koper besar yang meluncur bebas.

Atas kejadian ini, wanita tua itu dibawa ke rumah sakit karena terluka di bagian kepala dan tangan. Padahal pelarangan membawa barang besar dengan eskalator sudah ada dan harus menggunakan lift.

Biara Tatev, Sajikan Kereta Gantung Double Track Non-Stop Terpanjang di Dunia

Terkenal sebagai salah satu ikon agama Katolik, biara – terutama yang sudah tua, menawarkan sejuta potensi untuk masuk ke dalam situs pariwisata. Identik dengan bangunan kuno tanpa cat, ditambah struktur bangunan yang mempertahankan pakem arsitektur tempo doeloe, menjadikan biara sebagai obyek yang sayang jika tidak diabadikan oleh mata lensa.

Baca Juga: Ngong Ping 360 – Berani Uji Adrenalin di Kereta Gantung Terpanjang di Dunia?

Nah, diantara semua biara yang tersebar di seluruh dunia, ada satu yang paling terkenal diantara yang lainnya – Biara Tatev. Terletak di Armenia, salah satu situs perjalanan wisata, TripAdvisor.com bahkan menyebut Biara Tatev sebagai permata Armenia. Jadi penasaran ya, keindahan apa saja yang ditawarkan oleh biara yang terletak di dataran tinggi basal dekat desa Tatev di Provinsi Syunik di tenggara Armenia ini?

Dilansir KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, Biara Tatev ini sendiri merupakan peninggalan dari kaum Oriental Ortodoks Armenia pada sekitar abad ke-9. Biara Tatev juga dikenal sebagai kedudukan Keuskupan Syunik dan memainkan peran penting dalam sejarah daerah sebagai pusat kegiatan ekonomi, politik, spiritual dan budaya.

Tidak berhenti sampai di situ, pada abad ke-14 dan ke-15, Biara Tatev menjadi ‘tuan rumah’ salah satu universitas asal Armenia abad pertengahan yang memegang peranan penting, Universitas Tatev, yang berkontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan, agama dan filsafat, reproduksi buku dan pengembangan lukisan miniatur.

Wings of Tatev. Sumber: Wikipedia

Nah, semisal Anda berkesempatan untuk mengunjungi Biara Tatev, jangan lewatkan kesempatan untuk menjajal wahana aerial tramway terpanjang di dunia, Wings of Tatev. Moda transportasi yang menyerupai sebuah gondola ini memiliki panjang lintasan sekitar 3,5 mil atau yang setara dengan 5,7 km. Wings of Tatev ini sendiri menghubungkan Biara Tatev dengan Halidzor – sebuah perkampungan kecil di Provinsi Syunik, Armenia.

Selain mendapat predikat sebagai aerial tramway terpanjang di dunia, moda yang rampung pada 16 Oktober 2010 ini pun mengantongi gelar kereta kabel double track non-stop terpanjang. Perjalanan dengan menggunakan Wings of Tatev akan memangkas waktu perjalanan selama kurang lebih 28 menit antara kedua belah titik (butuh waktu sekitar 40 menit jika ditempuh dengan menggunakan moda darat).

Baca Juga: Eksis Sejak 1975, Indonesia Canangkan Bangun Jalur Kereta Gantung Terpanjang

Hamparan pegunungan hijau akan mendominasi pelupuk mata selama 12 menit perjalanan antara Biara Tatev dan Halidzor. Berkapasitas 30 orang penumpang plus satu pendamping, Wings of Tatev tercatat mampu mengakomodasi sekitar 240 penumpang setiap jamnya, dengan titik paling tinggi mencapai 320 meter di atas permukaan tanah!

 

 

Peringati Hari Kemerdekaan, Indian Railways Hadirkan “Museum Digital” di 22 Stasiun

Biasanya museum merupakan sebuah bangunan yang berisikan barang-barang dan memuat gambar atau film pendek tentang masa lalu baik itu tentang suatu kota atau peristiwa besar. Tapi apa jadinya jika museum tersebut merupakan museum digital yang hadir di beberapa stasiun untuk memberikan pengetahuan tentang kereta api India.

Baca juga: Lukisan Dinding Ramaikan 100 Stasiun di India

Baru-baru ini untuk memperingati hari Kemerdekaan India, Indian Railways, akan menghadirkan museum model terbaru mereka yakni museum digital. Museum digital tersebut diluncurkan oleh Kementerian Kereta Api dan akan hadir di 22 stasiun besar India pada Hari Kemerdekaan.

KabarPenumpang.com melansir dari laman financialexpress.com (12/8/2018), kehadiran museum digital ini sendiri dalam upaya untuk membuat masyarakat India sadar akan warisan yang kaya dari Indian Railways. Seorang pejabat Kementerian kereta api India dari Departemen Heritage mengatakan, proyek ini sendiri sedang dicoba pada basis stasiun percontohan.

Nantinya ini akan menunjukkan warisan Indian Railways melalui klip film selama satu hingga dua menit di layar LED digital yang berada di pintu masuk stasiun dan zona nyaman penumpang. Pemutaran pada platform sendiri akan dihindari demi membuat nyaman penumpang dan tidak membuat kerumunan yang tidak diperlukan.

“Melalui film-film pendek, kereta api akan menunjukkan bangunan-bangunan warisan, lokomotif warisan dan banyak lagi yang akan membuat orang-orang sadar akan warisan kaya yang dibawa oleh Kereta Api India,” ujar pejabat kementerian tersebut.

Dia mengatakan, dalam pengaturan yang dilakukan saat ini, belum ada biaya tambahan pada proyek tersebut. Sebab pihak kementerian baru memanfaatkan LED yang ada di stasiun untuk menampilkan film-film pendek itu.

Pejabat kementerian tersebut juga mengatakan, bahwa langkah tersebut awalnya datang dari latar belakang penolakan dari Kantor Perdana Menteri untuk membuat museum kereta baru.

Baca juga: Museum Kereta Api Bondowoso, Saksi Sejarah Gerbong Maut Pengangkut 100 Pejuang Kemerdekaan

“Saat ini, museum digital dipajang di stasiun seperti Jaipur, Agra Cantonment, Erode, Katihar dan lain-lain,” ujarnya.

Tahun 2017 kemarin tepatnya pada bulan November, Menteri Kereta Api Piyush Goyal selama kunjungannya ke Chhatrapati Shivaji Maharaj Terminus, yang juga merupakan situs warisan dunia, telah mengumumkan untuk mengubah stasiun kereta yang sibuk ini menjadi museum kelas dunia.

Jumlah Penumpang Menurun, Operator Kereta Jepang Jajakan Cemilan Unik nan Nyeleneh!

Ada saja cara yang ditempuh oleh sebuah perusahaan untuk melariskan produk yang mereka buat. Bahkan tidak sedikit juga yang menggunakan kata-kata berkonotasi negatif untuk menarik minat para pembeli – dan inilah yang terjadi pada salah satu operator kereta di Jepang, Choshi Electric Railway Co. Mereka mulai menjajakan camilan berbentuk stick yang dipercaya akan meningkatkan pendapatan mereka. Hal tersebut ditempuh lantaran penurunan kuantitas penumpang yang terjadi belakangan ini.

Baca Juga: Bukan Toko Serba Ada, Tapi Stasiun di Jepang ini Memenuhi Semua Kebutuhan Anda!

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman mainichi.jp (4/8/2018), operator yang melayani perjalanan sepanjang 6,4 km di Prefektur Chiba ini mulai menjajakan ‘Mazui Bo’ atau yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti snack yang rasanya aneh/buruk. Sebenarnya penggunaan nama ini diharapkan akan mengundang rasa penasaran para pembeli, dimana mereka akan berekspektasi tentang rasa dari makanan ringan tersebut – seburuk apakah rasanya.

“Sebenarnya, rasanya cukup enak,” tulis perusahaan yang menciptakan cemilan berperisa sup jagung tersebut di dalam laman resminya. Tidak berhenti sampai di situ, pihak perusahaanjuga seolah merendahkan bisnis yang mereka garap tersebut – hal ini tampak dari salah satu frasa di dalam bungkusnya yang menyebutkan bahwa satu-satunya yang buruk adalah bisnis itu sendiri. Unik ya!

Namun tak ayal, ide nyeleneh semacam ini memang sedang marak diterapkan oleh sejumlah pengusaha, dimana mereka akan menjelek-jelekan produknya sendiri. Bukan untuk membuat usahanya bangkrut, justru kebalikannya – untuk menarik rasa penasaran dari para calon konsumennya.

Mazui Bo sendiri mulai dijual di Stasiun Inubo – salah satu stasiun yang masuk ke dalam wilayah operasional Choshi Electric Railway Co. tertanggal 3 Agustus 2018 kemarin dengan harga 50 yen atau yang setara dengan Rp6.700 per bungkusnya. Untuk rencana jangka panjangnya, Mazui Bo juga akan dipasarkan secara online.

Baca Juga: Beginilah Gaya Tidur Penumpang Kereta Komuter di Jepang

“Dengan mencoba hal baru nan unik seperti ini, kami berusaha untuk menarik minat dan perhatian semua orang yang menggunakan jasa perkeretaapian kami,” ungkap Presiden Choshi Electric Railway Co., Katsunori Takemoto. Ia juga menjelaskan penyebab menurunnya kuantitas dari daerah yang mereka layani. “Populasi di Choshi bisa dibilang tidak seimbang, karena tingginya angka orang tua dan rendahnya angka kelahiran.” tutupnya.

Bawa Kabur Bombardier Dash 8 Q400, Nasib Ground Crew Horizon Air Berakhir Nahas

Di Indonesia, tentu sudah tidak asing jika mendengar pemberitaan tentang kasus pencurian kendaraan bermotor. Tapi pernahkah Anda mendengar kasus pencurian pesawat? Tanpa embel-embel kasus terorisme yang biasanya menjadi latar belakang dari kasus pencurian atau pembajakan pesawat. Kali ini, seorang petugas darat (ground crew) maskapai Horizon Air nekat membawa kabur pesawat turboprop Bombardier Dash 8 Q400 milik maskapai yang diketahui merupakan anak perusahaan dari Alaska Airlines pada Jumat (10/8/2018).

Baca Juga: Pembajakan Pesawat Terlama, 39 Hari Kelam Penumpang El Al Flight 426

Dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, pesawat yang dicuri oleh petugas yang disinyalir bernama Richard Russel ini kebetulan tengah berada dalam kondisi tidak berpenumpang. Richard sendiri secara nekat mencuri pesawat ini di Bandara Internasional Seattle – Tacoma. “Seorang karyawan maskapai penerbangan (Horizon Air) menerbangkan pesawat tanpa izin dan tanpa penumpang di Sea-Tac,” cuit salah seorang manajemen bandara melalui akun Twitter.

Kejadian yang terjadi pada sekitar pukul 19.32 waktu setempat ini memaksa pihak bandara untuk menutup sementara operasional penerbangan dengan alasan keselamatan. Mulanya – para pejabat bandara mengatakan, Richard menggunakan sebuah traktor untuk mengarahkan pesawat (taxi) menuju posisi siap lepas landas.

Sejurus sesaat pesawat yang dikendarai Richard lepas landas, otoritas berwenangpun lansgung mengirimkan dua jet tempur F-15 guna melakukan pengejaran. Petugas menara pengawas (ATC) pun sempat berkomunikasi dengan Richard selama kurang lebih 90 menit lamanya – sebelum akhirnya pesawat nahas tersebut jatuh di Ketron Island, sekitar 48 km sebelah Selatan Bandara Internasional Seattle – Tacoma.

Mungkin sebagian dari Anda bertanya-tanya, bagaimana bisa seorang yang tidak terlatih mampu menerbangkan sebuah pesawat? Jawabannya dari pertanyaan tersebut terlontar sendiri dari mulut Richard ketika tengah berkomunikasi dengan petugas ATC. “Saya tidak butuh banyak bantuan, saya pernah memainkan video game mengendarai pesawat sebelumnya,” ungkap Richard yang terekam alat komunikasi antara pilot dan petugas ATC tersebut.

Richard Russel. Sumber: metro.co.uk

Namun tetap saja, semahir-mahirnya ia mengendalikan sebuah pesawat di video game itu berbeda jauh ketika dirinya mengemudikan pesawat sungguhan. Sebut saja pengetahuan tentang pengoperasian pesawat yang tidak terlalu ia kuasai – seperti ketersediaan bahan bakar yang menurut Richard jauh lebih banyak dari yang ia duga.

Sejumlah percakapan lainpun sempat terjadi antara Richard dan petugas ATC yang tetap memintanya untuk mendaratkan pesawat dengan selamat – salah satunya di Pangkalan Angkatan Udara AS di McChord Field. “Orang-orang di sana akan memperlakukanku secara kasar jika saya mendarat di sana. Atau mungkin saya akan dipenjara seumur hidup?” balas Richard ketika petugas ATC mencoba untuk mengarahkan pesawatnya untuk mendarat di Pangkalan Angkatan Udara AS McChord Field.

Dari sejumlah percakapan yang berhasil terekam, tampak Richard sedang gundah dan sedikit kebingungan dengan apa yang tengah ia lakukan kala itu. “Saya tidak tahu, bung. Saya tidak mau, kecil harapannya itu (mendaratkan pesawat) akan terjadi. Anda tahu itu,” tutur Richard. “Saya punya banyak orang yang peduli dengan saya. Ini akan mengecewakan mereka jika mendengar bahwa saya melakukan ini,” tandasnya.

Baca Juga: Saat Terjadi Pembajakan, Inilah Sinyal Rahasia Yang Dapat Dikirimkan Oleh Pilot

Setelah kurang lebih satu jam mengudara, petugas ATC mulai kehilangan kontak dengan Richard. Entah apa yang terjadi setelah petugas ATC kehilangan kontak, namun Richard bersama Bombardier Dash 8 Q400 yang ia ‘curi’ jatuh di Ketron Island. Tak ayal, pribadi yang dinilai hangat dan ramah oleh teman-temannya tersebut pun tewas.

Guna mengumpulkan bukti terkait kejadian ini, salah seorang juru bicara FBI, Ayn S Dietrich Williams mengatakan akan bekerja sama dengan dewan transportasi untuk melakukan proses investigasi lebih lanjut. “Kami akan bekerja secara menyeluruh, dan meninjau semua aspek yang turut berperan dalam kejadian ini.” ungkap Ayn.

 

Promo Merdeka, KAI Berikan Harga Tiket Rp73 Ribu Pembelian Melalui KAI Access

Menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 yang jatuh pada Jumat, 17 Agustus 2018, PT Kereta Api Indonesia (KAI) kembali memberikan promo bagi pelanggannya. Promo ini sendiri hadir untuk kereta api komersial di semua kelas seperti ekonomi, bisnis dan eksekutif.

Baca juga: Kereta Sleeper Berada di Rangakaian KA Argo Bromo Anggrek, Ini Fasilitas Mewahnya

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, promo ini sendiri tersebar bagi 20 kereta api yang berada di wilayah Pulau Jawa dan Sumatera. Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko mengatakan, ada total 11.956 seat dengan tarif promo tersebut.

Dimana perharinya akan ada 1798 seat yang disediakan PT KAI. Tiket Promo Merdeka ini sendiri berlaku selama tujuh hari kerja, dimulai pada tanggal 13, 14, 15, 16, 27, 28, 29 dan 30 Agustus 2018, serta pembeliannya bisa dilakukan pada 12 Agustus 2018 kemarin.

“Program promo ini merupakan bentuk apresiasi KAI terhadap pelanggan setia kereta api. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan promo tersebut untuk bepergian menggunakan moda transportasi KA,” ujar Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro.

Berikut ini daftar 20 kereta yang tersebar di Pulau Jawa dan Sumatera dan mendapatkan promo Merdeka. Untuk Pulau Jawa ada Argo Bromo Anggrek (Surabaya Pasar Turi-Gambir, Eksekutif, 17 kursi), Purwojaya (Cilacap-Gambir, Eksekutif, 17 kursi), Cirebon Ekspres (Cirebon-Gambir, Eksekutif, Ekonomi, 17 kursi), Argojati (Cirebon-Gambir, Eksekutif, 17 kursi), Tegal Bahari (Tegal-Gambir, Eksekutif, Ekonomi, 17 kursi), Argo Sindoro (Semarang Tawang-Gambir, Eksekutif, 17 kursi), Argo Lawu (Solo Balapan-Gambir, Eksekutif, 17 kursi), Harina (Surabaya Pasar Turi-Bandung, Eksekutif, Ekonomi, 17 kursi), Lodaya (Solo Balapan-Bandung, Eksekutif, Bisnis, 17 kursi).

Ciremai Ekspres (Semarang Tawang-Bandung, Bisnis, 17 kursi), Singasari (Blitar-Pasar Senen, Ekonomi, 17 kursi), Gumarang (Surabaya Pasar Turi-Pasar Senen, Eksekutif, Bisnis, 17 kursi), Tawangjaya (Semarang Poncol-Pasar Senen, Ekonomi, 18 kursi), Fajar Utama Yogya (Yogyakarta-Pasar Senen, 17 kursi), Sawunggalih (Kutoarjo-Pasar Senen, Eksekutif, Bisnis/Ekonomi, 17 kursi), Malioboro Ekspres (Yogyakarta-Malang, Eksekutif-10 kursi, Ekonomi, 17 kursi), Mutiara Timur (Banyuwangi Baru-Surabaya Gubeng, Eksekutif, Bisnis, 17 kursi).

Baca juga: Gunakan Aplikasi KAI Access, Kini Tak Perlu Antre Cetak Boarding Pass di Stasiun

Sedangkan untuk di Sumatera ada Sindang Marga (Kertapati-Lubuklinggau, Eksekutif, Bisnis, 17 kursi, Rp 17 ribu), Sriwijaya (Kertapati-Tanjung Karang, Eksekutif, Bisnis, 17 kursi, Rp 17 ribu),Sribilah (Medan-Rantau Prapat, Eksekutif, Bisnis, Ekonomi, 17 kursi, Rp 17 ribu). Sayangnya promo Merdeka ini hanya berlaku untuk pembelian melalui aplikasi milik PT KAI yakni KAI Access.

Demam “Kiki Challenge” Landa Pengguna MRT Singapura

Demam Kiki Challenge terus berlanjut hingga kini, dimana untuk melakukan tantangan itu harus turun dari mobil yang bergerak dan menari mengikuti lagu In My Feelings dari single terbaru superstar Kanada. Namun challenge ini kemudian dibuat berbeda oleh salah seorang warga Singapura.

Baca juga: Dua Pria Terlibat Duel Sengit di Gerbong SMRT, Kepolisian Masih Selidiki Penyebabnya

KabarPenumpang.com melansir dari laman latestly.com (10/8/2018), bahwa pria tersebut melakukan hal berbeda dari pelaku challenge yang biasanya menggunakan mobil mereka. Tetapi tidak dengan pria muda tersebut yang menari dan mengikuti pergerakan MRT di Singapura.

Thomas Blysk Kopankiewicz yang juga seorang pengguna Facebook, baru-baru ini mengunggah video dimana saat dirinya menari untuk mengikuti Kiki Challenge. Thomas saat itu turun di salah satu stasiun MRT Singapura, kemudian menari hingga pintu kereta tertutup dan ikut mengejar pergerakan kereta tersebut.

Bahkan videonya sendiri sudah tayang 100 ribu kali hingga 10 Agustus 2018 ini di Facebook. Sayangnya karena di anggap membahayakan beberapa negara sudah melarang adanya Kiki Challenge tersebut, salah satunya di India.

Tiga orang anak muda bernama Shyam Sharma, Dhruv dan Nishant diamankan karena melakukan Kiki Challenge saat kereta api India bergerak dan diamankan serta diberi hukuman membersihkan Stasiun Vasai atas hukuman yang diberikan oleh pengadilan di distrik Palghar Maharashtra. Seorang petugas Dinas Perlindungan Kereta Api mengatakan, ketiganya diamankan saat berada di Stasiun Vasai dan melakukan tantangan tersebut.

Baca juga: Nyaris Celakakan 1.000 Penumpang, Tujuh Petugas Kereta Api India Diganjar Sanksi Berat!

Penangkapan ketiganya tersebut adalah keputusan yang diambil pihak kepolisian India, karena ini bisa menjadi sebuah ancaman untuk keselamatan mereka. Bahkan pihak kepolisian India sendiri menulis di akun Twitter mereka “Bukan hanya risiko bagi Anda, tetapi tindakan Anda dapat membahayakan nyawa orang lain. Menolak dari gangguan publik atau menghadapi musik!”

Bukan hanya itu, ternyata Kiki Challenge ini sudah menyebabkan terjadinya banyak kecelakaan. Belum lama ini, seorang komdiean yang terkenal di media sosia, Shiggy mengatakan, bahwa dia tidak mendukung orang-orang yang melompat keluar dari mobil dan bergerak untuk melakukan tantangan.

Marak Pelecehan Terhadap Wanita, Otoritas Panchkula Pasang Panic Button di Halte Bus

Maraknya tindakan pelecehan terhadap wanita yang terjadi di India – tepatnya di sarana transportasi bus, memaksa salah satu otoritas keamanan di Panchkula untuk memasang “Panic Button” di setiap halte bus di seluruh kota. Tidak hanya memasang fitur tersebut, namun badan sipil tersebut juga mengatakan akan merenovasi semua halte yang kondisinya amburadul sekarang. Dengan begitu, diharapkan tingkat pelecehan seperti ini dapat berkurang secara bertahap.

Baca Juga: Tombol SOS Dinilai Tak Ampuh Entaskan Kejahatan di Transportasi Online

Sesuai dengan namanya, “Panic Button” ini bisa ditekan oleh siapa saja manakala ada satu kondisi yang mengancam keselamatan mereka. Sebagaimana data yang berhasil dikumpulkan KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, nantinya tombol ini akan terhubung langsung dengan pos polisi setempat, “dan petugas bisa langsung mendatangi lokasi dimana tombol tersebut ditekan,” ungkap Komisaris Kota Panchkula, Rajesh Jogpal, dikutip dari laman indiatimes.com (8/8/2018).

Tidak hanya “Panic Button” saja yang rencananya akan ada di halte senilai Rs5 lakh (Rp105,2 juta) ini, namun pemerintah juga akan memasangkan kamera CCTV agar setiap penumpang wanita dan anak-anak yang hendak naik bus dari halte tersebut akan merasa lebih diawasi oleh pihak berwajib. “Langkah ini diambil untuk membatasi aksi kejahatan seperti menggoda wanita di tempat umum. Ditambah peremajaan halt bus yang dalam beberapa tahun belakangan ini kerap diprotes oleh warga,” tutur Rajesh dalam sebuah pernyataan.

“Setiap wanita atau anak-anak yang menjadi korban kejahatan dapat kapan saja menekan Panic Button, dan alarm di ruang kontrol polisi akan berbunyi. Dengan begitu memungkinkan polisi untuk bertindak cepat menindaklanjuti masalah tersebut. Ini akan membuat para pelaku kejahatan untuk berpikir dua kali sebelum melakukan aksinya, dan membuat kota lebih aman bagi Kaum Hawa,” imbuh Rajesh.

Sementara itu peran dari CCTV, tambah Rajesh, akan memudahkan pihak kepolisian untuk mengindentifikasi pelaku kejahatan yang melarikan diri.

Baca Juga: Terdesak Isu Rasisme, Wanita Ini ‘Terpaksa’ Tarik Tombol Darurat di Kereta Bawah Tanah

Mendengar kabar tersebut, sejumlah wanita yang menjadi pelanggan setia layanan bus di India merasa diperhatikan dan dihargai oleh pemerintah setempat. “Sebagai penumpang wanita, saya sangat menyambut rencana pemerintah dalam pemasangan Panic Button,” tutur Manisha Jindal, salah seorang pelanggan setia layanan bus di sana.

Senada dengan Manisha, seorang mahasiswi dari Government College for Girls, Panchkula, Rajni Bala mengatakan, “langkah ini (pemasangan Panic Button) akan menyelamatkan kami dari pria hidung belang yang selalu membuat kami resah.”

 

KRL Jabodetabek Dulu dan Sekarang

Perubahan pada kereta rel listrik (KRL) terlihat sangat signifikan dan membuat penumpang lebih antusias menggunakannya. Namun, apakah masih ada yang mengingat saat generasi KRL ekonomi mengular di rel Jabodetabek dengan pedagang asongan hingga atapers?

Baca juga: Atapers, Para Penantang Maut dari Atas Gerbong

Sayangnya hal ini juga tak bisa dilupakan begitu saja, sebelum menjadi lebih baik seperti sekarang banyak sekali kenangan yang bisa di ingat tetapi sedikit menakutkan jika dikenang. KabarPenumpang.com mengingatkan pada para pembaca di masa jayanya dulu, untuk menaiki KRL ekonomi menggunakan karcis kertas dan disobek serta dikembalikan kepada petugas saat akan keluar dari stasiun.

Kemudian peron yang penuh dengan asap rokok karena belum ada larangan merokok di dalam peron ataupun KRL. Tak hanya itu, penumpang pun bisa padat merayap di dalam gerbong bahkan bergelantungan dekat pintu.

Para penumpang juga terkadang nekat memanjat gerbong melalui jendela untuk naik ke atap demi ikut kereta tersebut meski membahayakan nyawanya sendiri. Pedagang asongan pun tak kalah saing untuk menaiki kereta dan menjajakan dagangannya di dalam kereta meski berjejalan denga penumpang lain.

Untungnya semakin lama KRL Jabodetabek semakin menjadi lebih baik dari kenyamanan dalam kereta hingga peron di stasiunnya. Fasilitasnya pun seperti toilet, gate atau gerbang dan loket serta mesin pembelian tiket tampak tertata dengan rapi.

Tak hanya itu, percayalah, bila Anda ketahuan merokok di peron, maka petugas akan mendatangi dan menegur untuk segera mematikan rokok. PKD atau Petugas Keamanan Dalam pun selalu siap membantu penumpang baik itu menjaga keselamatan maupun menjadi tempat informasi tujuan keberangkatan kereta.

Kini, wajah stasiun dan KRL sudah berubah jauh bahkan di KRL pun tak lagi terlihat para atapers dan pedagang asongan. Kereta yang digunakan juga sudah dilengkapi dengan pendingin udara. Untuk masuknya pun menggunakan kartu ataupun gelang yang sudah dimodifikasi sebagai alat pembayaran yang sah.

Baca juga: Kereta Api Langsam, Punya Sebutan ‘Distributor’ Pupuk Hingga Go Green

Memang lebih nyaman dan tak ada preman yang masuk dalam KRL masa kini, hanya saja masih berkeliaran beberapa copet. Sehingga para penumpang mau tak mau harus menjaga barang bawaan mereka masing-masing.

Permasalah lainnya pun masih banyak kereta yang kurang untuk melayani beberapa relasi, bahkan ketepatan waktu kedatangan dan keberangkatan sering kali tak sesuai. Namun, meski begitu, Vice President of Corporate Communication PT KCI Eva Chairunisa menjamin terkait peningkatan kaasitas ataupun pelayanan KRL termasuk menambah jumlah gerbong untuk kenyamanan penumpang yang semakin hari semakin bertambah.

Guangshen’gang XRL Hubungkan Hong Kong – Guangzhou dengan Kecepatan 350 Km Per Jam

Kurang lebih satu bulan lagi, warga Cina akan kehadiran moda transportasi baru yang sudah semenjak lama dinantikan. Adalah jaringan kereta berkecepatan tinggi (Guangshen’gang XRL) yang akan menghubungkan Hong Kong dengan wilayah Cina daratan di Shenzhen dan Guangzhou.

Baca Juga: Mau Melancong ke Hong Kong? Ada 8 Tips Penting untuk Pemula

Rencananya kereta cepat ini akan mulai beroperasi pada 23 September mendatang. Usut punya usut, waktu tempuh antara dua kota tersebut akan menyusut menjadi 14 menit saja – kelak, ketika jaringan ini sudah mulai beroperasi.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman thatsmags.com (9/8/2018), adapun wktu tempuh kedua kota saat ini adalah 48 menit, lebih cepat 1 jam 12 menit dari layanan terdahulunya. Jaringan kereta ini sendiri memiliki beberapa perhentian, seperti Stasiun Futian, Stasiun Shenzhen North, Stasiun Guangmingcheng di Shenzhen, Stasiun Humen di Dongguan, Stasiun Qingsheng dan Stasiun Guangzhou South di Distrik Panyu, Guangzhou.

Hadirnya jaringan kereta cepat baru ini juga memungkinkan para penumpang untuk terkoneksi dengan jaringan kereta cepat Cina, dimana bagi mereka yang hendak bertolak menuju Wuhan, akan menghabiskan empat jam total waktu perjalanan dengan menggunakan kedua jaringan kereta cepat ini.

Mengingat jarak antar kedua kota yang tidaklah dekat (Shenzhen – Guangzhou terbentang sekitar 143 km), maka banyak pihak yang memperkirakan harga dari jaringan kereta cepat baru ini cukup mahal. Berdasarkan laporan yang dirilis oleh pihak operator pada bulan Januari silam, tarif termahal dari kereta ini (Hong Kong South – Guangzhou) adalah HKD260 atau yang setara dengan Rp480.000. Sedangkan tarif dari Futian menuju Shenzhen North dijual dengan harga HKD80 atau berkisar Rp147.500. Sementara untuk perjalanan dari Humen – Hong Kong akan dikenakan tarif HKD210 atau berkisar Rp387.000.

Baca Juga: Tembus Pegunungan Qinling, Cina Luncurkan Kereta Cepat Lintasi Wilayah Utara dan Selatan

Sebenarnya, pengadaan jaringan kereta cepat ini sudah dicanangkan oleh Pemerintah Hong Kong sejak akhir tahun 1990. Lalu berkembang ke tahun 1994, dimana Regional Express Railway (RER) melakukan sebuah studi untuk mempertimbangkan sejumlah poin, diantaranya adalah unsur kelayakan dan perkiraan pertumbuhan jumlah penduduk dalam dua dekade ke depan.

Namun karena satu dua hal, akhirnya sejumlah pihak terkait terpaksa menunda pembangunan karingan kereta cepat ini hingga pada tahun 2004 silam, pembangunan pun mulai digalakkan di jalur Wuhan – Guangzhou. Adapun kecepatan yang mampu ditempuh oleh kereta ini adalah 350 km per jam.