Dilema Soal Seat Pitch, Masih Dimaklumi Penumpang

Duduk di pesawat selama berjam-jam tanpa bisa menyandarkan kursi tentu terasa bagaikan mimpi buruk. Seperti halnya dalam penerbangan low cost carrier, jarak antara satu kursi dengan lainnya cukup dekat sehingga untuk meluruskan kaki saja pun terkadang harus berpikir dua kali.

Baca juga: Tolak Atur Regulasi Kursi Pesawat, FAA: Kenyamanan Penumpang Bukan Masalah Keamanan

Tak hanya kaki, saat menurunkan sandaran duduk juga seringkali memikirkan penumpang lain agar tidak mengganggu. Bila ditelisik 2,5 juta orang terbang dari Amerika Serikat dan duduk berasa lebih dekat dengan orang yang berada di depannya.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari thrillist.com, ternyata masalah ruang kaki dan sandaran kursi yang diturunkan bisa membuat sesama penumpang saling berargumen. Sebab, sebenarnya penumpang bisa saja menurunkan sandaran kursi tetapi penumpang dibelakangnya tidak setuju atau tidak suka karena tempatnya duduk menjadi lebih sempit.

“Dalam 21 tahun, saya tidak pernah ada orang di dalam pesawat yang terlibat pertengkaran mengenai hal itu,” ujar pramugari American Airlines, Jill McIlvaine.

Dia mengatakan mungkin ada sedikit yang pasif dan yang agresif cukup banyak. Bahkan McIlvaine mengatakan, saat pertemuan pramugari antara tiga maskapai penerbangan dirinya menemukan kesimpulan yang sama, dimana tidak ada yang menyaksikan perkelahian atau pertengkaran verbal serta ketegangan dalam bentuk apapun.

McIlvaine mengatakan, saat melakukan perjalanan jarak dekat meski tak lagi ada makanan hangat tetap saja masih banyak orang yang menaiki pesawat untuk perjalanan mereka. Bisa dikatakan pesawat setiap harinya pun penuh dan membuat sedikit ruang untuk bergerak.

Sebenarnya untuk mendapatkan ruang kaki yang cukup, penumpang yang terbiasa dalam penerbangan bisa mengetahui kursi mana yang cukup nyaman untuk dipilih. Apalagi jika memiliki tubuh yang tinggi biasanya sudah tahu memilih duduk di kursi bagian mana.

Baca juga: Untuk Rute Jarak Pendek, Low Cost Carrier Tawarkan Konsep “Standing Seat”

Kini selain kelas ekonomi, pilihan ekonomi plus juga sedikit lebih baik. Tetapi ini hanya ada di beberapa maskapai saja. Jika Anda tidak memiliki keadaan khusus di bidang masalah punggung atau ukuran fisik, mungkin ini agak sedikit membuat tidak nyaman.

 

Ada Tujuh Tiket di Jaringan Perkeretaapian Jepang, Jangan Salah Pilih Ya!

Terkenal sebagai salah satu destinasi wisata favorit nan kaya akan unsur kebudayaannya, tak ayal membuat Jepang menjadi salah satu negara yang masuk ke dalam daftar plesir orang banyak. Selain aspek kebudayaannya yang sangat kental, Jepang juga terkenal akan jaringan transportasi – khususnya kereta yang sangat masif. Seolah sudah menjelma menjadi tulang punggung transportasi di Jepang, ular besi yang ada di Negeri Sakura ini tidak pernah sepi dari penumpang.

Baca Juga: Beragam Alasan Mengapa Orang Jepang Fanatik Pada Sosok Kereta

Nah, rasanya sayang sekali jika Anda melewatkan kesempatan untuk menjajal jaringan perkeretaapian di Jepang yang sudah sangat mendunia ini. Tapi tunggu dulu, peribahasa “di mana dipijak, di situ langit dijunjung” akan berlaku ketika Anda membeli tiket. Berbeda dengan di Indonesia, berikut KabarPenumpang.com himpun 7 jenis tiket yang dijual oleh operator layanan kereta api di Jepang, dikutip dari berbagai laman sumber.

Tiket Reguler

Ini merupakan jenis tiket yang biasa Anda temui di Indonesia – yang membedakan hanyalah sistem perhitungan besaran tarifnya saja. Untuk kereta jarak dekat, Anda cukup merogoh kocek sebesar 20 yen atau yang setara dengan Rp2.600 per kilometernya. Sedangkan untuk kereta jarak jauh, per kilometernya Anda akan dikenai biaya sebesar 10 yen atau yang setara dengan Rp1.300. Lokasi pembeliannya pun sama seperti di Indonesia, yaitu di loket atau mesin tiket yang tersedia di setiap stasiun.

IC Card

Ini mirip dengan kartu e-money yang biasa Anda temui di Indonesia – dimana para penumpang akan melakukan pembayaran dengan sistem prabayar. Semisal saldonya habis, Anda bisa melakukan pengisian ulang di gerai-gerai tertentu. Tidak hanya dapat digunakan untukmembeli tiket kereta api, IC Card juga dapat digunakan untuk berbelanja di minimarket atau restoran tertentu. Untuk mendapatkannya, Anda bisa membelinya di loket atau mesin tiket yang ada di setiap stasiun.

Seishun 18 Kippu

Tiket yang satu ini tidak ada di Indonesia, karena dengan menggunakan Seishun 18 Kippu, Anda bisa menikmati perjalanan selama lima hari tanpa batas untuk berkeliling Jepang dengan menggunakan kereta lokal atau kereta cepat. Per harinya, Anda akan dikenai biaya 2.370yen atau yang setara dengan Rp313.000. Semisal Anda tidak mau ribet, cukup ambil tiket per lima hari lansgun yang dibanderol 11.850yen (Rp1,57 juta). Tapi, Seishun 18 Kippu hanya dijual tiga kali dalam setahun selama musim liburan sekolah.

Japan Rail Pass

Bisa dibilang, ini merupakan induk dari tiket kereta yang bisa digunakan untuk semua jenis kereta JR dari Kagoshima di selatan Jepang hingga ujung utara Hokkaido. Moda yang dapat diakses pun tidak hanya sebatas kereta api saja, melainkan bus hingga kapal ferry yang tergabung dalam perusahaan Japan Rail. Japan Rail Pass hanya bisa digunakan turis asing yang berlibur ke Jepang.

JR Tokyo Wide Pass


JR Tokyo Wide Pass bisa digunakan tanpa batas oleh para pemegang paspor non-Jepang untuk kereta JR (termasuk shinkansen dan limited express train) dan kereta non-JR di wilayah Kanto selama tiga hari berturut-turut. Tiket jenis ini bisa dibeli di Bandara Narita, Bandara Haneda dan beberapa stasiun di antaranya stasiun Tokyo, Shinagawa, Shinjuku, Shibuya, Yokohama, Ueno, Mito dan Ikebukuro.

Baca Juga: Istilah ‘Chikan’ Masuk Kamus Internasional Berkat Tingginya Angka Pelecehan Seksual di Kereta Jepang

Special Pass
Tiket terusan ini ditujukan bagi siapa saja yang sering mengular dengan kereta di jalur yang sama – jadi mereka tidak harus mengantri di loket setiap hari untuk beli tiket. Dengan begitu, antrean di loket juga bisa diminimalisir, bukan?

Subway Pass


Sesuai dengan namanya, ini ditujukan bagi para penumpang jaringan kereta bawah tanah Jepang yang terdiri dari Tokyo Metro dan Toei Subway. Tidak seperti tiket kereta lainnya, Subway Pass hanya bisa dibeli di stasiun bawah tanah saja.

 

 

Palembang Dapat Bantuan Mobil Listrik Hidrogen, Ini Dia Bedanya dengan Mobil Listrik Biasa!

Ini memang kali kedua Indonesia menjadi tuan rumah dari perhelatan Asian Games (1962 dan 2018), namun kali pertama bagi Tanah Air mendatangkan kendaraan bertenaga listrik hidrogen yang akan mendukung pesta olahraga Se-Asia tersebut. Diketahui, Pemprov Sumatera Selatan mendapatkan bantuan berupa dua buah mobil listrik hidrogen yang berasal dari Ecubes Arcola. Sama seperti Electric Vehicles (EV) lainnya, kendaraan ini pun digalang-galang bersih tanpa emisi alias ramah lingkungan.

Baca Juga: Perangi Polusi, Australia Selatan Manfaatkan Energi Terbarukan dari Hidrogen

Dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, rencananya mobil futuristik ini akan melayani sejumlah tamu VIP yang hadir untuk perhelatan Asian Games 2018 di Palembang. “Mobil ini akan melayani tamu-tamu yang hadir nanti pada ajang event terbesar Asian Games di Kota Palembang,” ungkap Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin, dikutip dari laman liputan6.com (18/8/2018).

Menurut Alex, jenis moda yang pertama kali hadir di Indonesia ini berbeda dengan EV lain yang baterainya harus diisi ulang selama berjam-jam lamanya – mobil listrik hidrogen ini hanya membutuhkan waktu pengisian daya beberapa menit saja untuk menempuh jarak yang sama dengan EV lainnya. Selain itu, Alex juga optimis Sumatera Selatan bisa menjadi pelopor dalam hal pengembangan energi terbarukan dengan menerapkan sistem transportasi yang ramah lingkungan tanpa emisi.

“Kendaraan bisa memberikan udara yang bersih bagi masyarakat dan ketersediaan energi terbarukan yang memadai dan terjangkau. Karena sangat mendukung pengurangan polusi lingkungan,” ujar Alex. “Mobil listrik ini akan mendorong inisiatif serupa, dalam mewujudkan infrastruktur energi ramah lingkungan,” tandasnya.

Ketua DPD Sumatera Selatan Partai Golkar ini juga mengatakan bahwa kendaraan serupa akan digunakan oleh Jepang pada Olimpiade 2020, “Namun kamu berinisiatif terlebih dahulu untuk menggunakan mobil listrik hidrogen,”

Lebih lanjut, hadirnya mobil listrik hidrogen ini merupakan tindak lanjut dari rencana Pemprov Sumatera Selatan untuk menjadikan Kompleks Jakabaring Sport City (salah satu venue Asian Games 2018 di Palembang) sebagai kawasan hijau bebas polusi. “Kalau kendaraan berbahan bakar fosil tentunya tidak boleh masuk ke Jakabaring,” terang Alex dikutip dari sumber berbeda.

Di sisi lain, Direktur PT Serba Dinamik Indonesia Nugroho Widiyantoro mengatakan perusahaannya sangat mendukung visi Sumatera Selatan dalam mewujudkan program energi hijau dan ramah lingkungan.

“Kami siap berkolaborasi dengan penyedia teknologi terkemuka dunia termasuk dalam hal investasi, transfer teknologi, dan implementasi program. Upaya itu dapat membuka pintu bagi berbagai proyek energi ramah lingkungan di Indonesia, serta mendidik para insinyur menerapkan teknologi hidrogen di masa depan,” ujar Nugroho.

Baca Juga: EMBATT, Baterai Mobil Yang Dapat Menempuh Jarak 1000 Km

Secara keseluruhan, mobil listrik hidrogen memiliki kesamaan dengan mobil listrik biasa, yaitu sama-sama menggunakan mesin elektrik. Perbedaannya hanya terletak pada sumber tenaga yang dibutuhkan untuk menggerakan mesinnya. Jika mobil listrik mendapatkan tenaga dari baterai yang mampu menyimpan energi listrik, sedangkan mobil listrik hidrogen mendapatkan energi dari gas hidrogen yang telah melewati beberapa tahapan kimiawi dalam sebuah atau beberapa tabung bertekanan tinggi (700 bar).

Seperti yang sudah disinggung oleh Alex di atas, kelebihan dari mobil listrik hidrogen ini adalah tidak membutuhkan waktu lama untuk melakukan pengisian daya.

 

Saat Pesawat Lepas Landas, Mobil Van Melaju di Landasan Pacu dengan Tenang

Melintasi landasan pacu dengan mobil van adalah satu tantangan besar, apalagi jika ladasan pacu tersebut sangat sibuk untuk aktivitas penerbangan. Tapi bagaimana bila untuk mempercepat waktu, sebuah mini van melintas landasan pacu demi sampai ke tempat acara tepat waktu meski nyaris tertabrak pesawat yang hendak lepas landas?

Baca juga: Landas Pacu di Bandara ini ‘Dipotong’ oleh Jalur Kereta!

Ini belum lama terjadi dan dilansir KabarPenumpang.com dari laman businessinsider.sg (15/8/2018), bahwa kejadian tersebut terjadi pada 27 Juni 2018 kemarin sekitar pukul 12.50 waktu setempat. Pengemudi van yang tidak disebutkan namanya tersebut saat itu tengah membawa dua orang General Aviation untuk diantar ke acara barbekyu karyawan bandara.

“Saya memutuskan menyeberang melalui landasan pacu, karena membuatnya lebih cepat sampai ke tujuan,” ujar si pengemudi.

https://youtu.be/E39dVmh7f1M

Bahkan dia mengaku sebelum melintas landasan pacu sempat menelepon pihak ATC dan berbicara pada operator yang mengurusi runway 20 dan 14. Dengan yakin karena sembari melihat kanan kiri, dan petugas pun tidak ada yang mengatakan akan ada pesawat lepas ladas.

“Sekitar separuh jalan, ternyata di landasan pacu 13, penumpang yang duduk di kursi depan kaget dan melihat keluar jendela pendumpang kanan ada lampu lepas landas menyala. Saya melaju di landasan dan mendengar pesawat terbang diatas kami meninggalkan landasan pacu,” kata pengemudi van itu.

Dalam video tersebut, mobil van sudah menyeberang dan pesawat baru mulai lepas landas dengan bagian depan terangkat. Diketahui pesawat yang hampir bertabrakan dengan mobil van tersebut adalah Embraer 145 yang dioperasikan oleh maskapai penerbangan Envoy Air-American Airlines dengan 57 penumpang.

Baca juga: Gegara Ada Kawanan Sapi di Landasan, Manager Bandara di Nigeria Diganjar Skorsing

“Saya bertanya, apakah ada penumpang lain yang mendengar bahwa runway 14 dikosongkan? Kemudian keduanya menyatakan bahwa telah membersihakn runway 14 untuk kami,” kata pengemudi itu lagi.

Meski baru melalui peristiwa yang menegangkan, tetapi para petugas General Aviation tersebut tetap mengikuti pesta dan pengemudi segera melaporkan kejadian itu pada pengawas operasi bandara. Atas kejadian ini belum jelas apakah pengemudi dan operator kontrol daratt akan dihukum atas insiden tersebut.

Tak Hanya Hadirkan KMT Khusus, Inilah Rute KRL dan TransJakarta Untuk Pengunjung Asian Games 2018

Perhelatan Asian Games yang berlangsung sejak 18 Agustus 2018 hingga 2 September mendatang mebuat PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) meluncurkan Kartu Multi Trip (KMT) edisi khusus Aisan Games. Ada tiga jenis kartu yang inspirasinya dari maskoy Asian Games 2018 yakni Bhin Bhin, Atung dan Kaka.

Baca juga: Jelang Asian Games 2018, ASDP Operasikan Dermaga dan Layanan Ferry Eksekutif

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, kehadiran KMT edisi khusus ini sendiri dijual diseluruh stasiun KCI dengan harga Rp50 ribu yang sudah termasuk dengan saldo Rp15 ribu. Dikarenakan edisi khusus, penjualan KMT yang dimulai pada 17 Austus 2018 kemarin akan dijual selama persediaan masih ada.

KMT edisi khusus Asian Games 2018 ini disiapkan sebanyak 15 ribu kartu. “Kami berharap masyarakat Jakarta dan sekitarnya maupun pendatang dari dalam dan luar negeri dapat menggunakan transportasi publik khususnya KRL Commuter Line untuk menuju ke lokasi venue Asian Games maupun berwisata ke berbagai tujuan di Jakarta,” ujar Direktur Utma PT KCI Wiwik Widayanti.

Setelah kehadiran KMT edisi khusus, bagaimana transportasi untuk mencapai lokasi atau venue Asian Games yang ada di Jakarta? Ya, ternyata ada banyak transportasi yakni kereta hingga TransJakarta dan ini memudahkan pengunjung apa lagi salah satu venue di Gelora Bung Karno (GBK) tidak memperbolehkan membawa kendaraan pribadi.

Berikut ini cara sampai ke venue dengan kereta commuter dan TransJakarta.

1. GBK
Bila dari Rangkasbitung, Parung Panjang ataupun Serpong, pengunjung bisa turun di Stasiun Palmerah. Selanjutnya bisa berjalan kaki atau naik bus gratis TransJakarta yang disediakan dari Stasiun Palmerah. Pengunjung dari Jatinegara, Senen, Kemayoran dan Kampung Bandan bisa transit di Stasiun Tanah Abang dan naik kereta tujuan ke arah Rangkasbitung atau Serpong dann turun di Stasiun Pelmerah. Jika pengunjung dari Depok atau Nambo bisa langsung turun di Stasiun Sudirman tanpa harus transit dan bisa lanjut menggunakan TransJakarta arah Blok M dan turun di GBK atau naik bus gratis GR1 perhentian GBK. Pengunjung Bekasi bisa transit di Manggarai dan melanjutkan perjalanan ke Stasiun Sudirman. Sedangkan pengunjung asal Tangerang dan Jakarta Barat lainnya bisa transit di Stasiun Duri dan lanjut ke Stasiun Sudirman atau Tanah Abang kemudian lanjut ke Stasiun Palmerah.

2. JIExpo
Paling dekat adalah staiun Rajawali untuk relasi kereta Jatinegara-Bogor dan Stasiun Sawah Besar untuk relasi Bekasi-Jakarta Kota atau Bogor-Jakarta Kota.

3. Ancol Eco Park
Pengunjung bisa turun di Stasiun Ancol (Jakarta Kota-Tanjung Priok), Stasiun Jakarta Kota (Bogor dan Bekasi), Stasiun Kampung Bandan (relasi Jatinegara-Bogor dan Jakarta Kota-Priok).

4. Veledrome
Berada di Jakarta Timur, untuk mencapainya pengujung bisa menggunakan KRL dan turun di Stasiun Kramat, Jatinegara ataupun Klender. Bila turun dari Stasiun Sudirman, melanjutkan dengan TransJakarta dari Halte Dukuh Atas 2 ke arah Pulogadung dan turun di Veledrome.

5. Equestrian
Letaknya yang berada juga di jakarta Timur, pengunjung bisa menggunakan rute kereta sama dengan menuju Veledrome. Bedanya bukan turun di Stasiun Sudirman melainkan Pasara Senen dan menggunakan TransJakarta tujuan Pulogadung turun di Halte ASMI atau bila dari Jatinegara turun di Halte Cempaka Mas.

6. Taman Mini Indonesia Indah
stasiun terdekat adalah Tanjung Barat dan dilanjutkan dengan kendaraan umum seperti angkot. Bila turun di Stasiun Cawang dan berlanjut dengan TransJakarta arah Pinang Ranti dan turun di Halte Garuda Taman mini. Dari Stasiun Cawang juga bisa menggunakan bus nomor 7D ke arah TMII.

7. Pondok Indah Golf Course
Karena letaknya di Jakarta Selatan, pengunjung bisa naik KRL dan turun di Stasiun Kebayoran atau menggunakan TransJakarta dari Halte Pasar Kebayoran ke arah Lebak Bulus.

8. POPKI Sport Hall Cibubur
Tiga stasiun terdekat POPKI Cibubur yakni Stasiun Universitas Pancasila, Stasiun Universitas Indonesia, dan Stasiun Pondok Cina. Ketiganya termasuk relasi Jatinegara-Bogor dan Jakarta Kota-Bogor.

Baca juga: BPTJ Siapkan Bus Gratis Bagi Tamu Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang

9. Stadion Patriot Candrabaga
Bekasi Stadion sepakbola ini terletak tak jauh dari Stasiun Bekasi. Namun Anda bisa juga turun di Stasiun Cawang, lanjut naik Transjakarta ke arah Pinang Ranti atau PGC 2, transit di BNN untuk naik Transjakarta B11 ke arah Summarecon Bekasi, turun di RS Mitra Keluarga yang ada di sebelah Stadion Patriot.

10. Stadion Wibawa Mukti
Cikarang Stasiun KRL commuter line yang terdekat dari stadion ini yakni Stasiun Cikarang relasi Bekasi. Jaraknya sekitar 11 kilometer.

Jauh dari Implementasi, Metro Mumbai Didapuk Sebagai Jaringan Metro Terpanjang di 2022

Terkenal sebagai rapid transit system yang melayani kota Mumbai dan Maharashtra, Metro Mumbai kini tengah direncanakan untuk menjadi jaringan metro terpanjang dalam jangka waktu lima tahun ke depan – dengan total jalur sepanjang 276 km. Itu berarti, Metro Mumbai akan melampaui jalur CST – Karjat milik Central Railway (122 km) dan perpanjangan jalur Churchgate menuju Dahanu milik Western Railway (123 km). Jika dilihat dari skala dan konsep, maka Metro Mumbai akan menjadi wajah dari transportasi di India di masa yang akan datang.

Baca Juga: Untuk Pertama Kalinya Mumbaikars Merasakan Layanan Kereta Ekonomi AC

“Ini (Metro Mumbai) akan mengubah wajah transportasi di Mumbai pada tahun 2022 mendatang,” ungkap R. A. Rajeev, salah satu petinggi di Metro Mumbai, dikutip KabarPenumpang.com dari laman indiatimes.com (8/8/2018). Jika sudah rampung kelak, maka akan tersedia sekitar 250 stasiun yang tersebar di berbagai titik di ruang lingkup operasi Metro Mumbai. Hingga saat ini sendiri, layanan yang mulai beroperasi pada 8 Juni 2014 silam ini baru memiliki total lintasan 11,4 km.

Tak ayal, para konsensus memandang perkembangan Metro Mumbai ini nantinya akan memiliki efek transformatif, menciptakan lapangan kerja baru (karena akan melakukan pembangunan dan membutuhkan tenaga kerja dalam skala besar), dan meningkatkan kualitas kehidupan di kota karena letaknya yang strategis.

Selain itu, nantinya Metro Mumbai juga akan terkoneksi dengan sejumlah fasilitas publik yang akan mempermudah para penumpang yang hendak beraktifitas – sebut saja stasiun akan terhubung dengan perkantoran, pusat perbelanjaan, hingga bandara. “Kami menjadikan Hong Kong dan Singapura sebagai Benchmark. Kelak, kami akan menunjuk konsultan untuk divisi pengoperasian dan pemeliharaan terpisah khusus untuk Metro Mumbai,” tandas Rajeev.

Baca Juga: Tindaklanjuti Masalah Malfungsi Roda Kereta, Indian Railways Siap Pasang Sensor Canggih!

Sudah barang tentu kocek yang mesti dikeluarkan tidaklah sedikit. Untuk menyiasatinya, Rajeev mengatakan akan memaksimalkan dana yang tersedia. “Kami juga sudah mulai melakukan diskusi serius untuk Asian Development Bank guna melakukan peminjaman sejumlah dana yang akan digunakan untuk membangun beberapa jalur,” terang Rajeev.

“Memang agak sulit untuk mencapai target yang sudah kami tetapkan sebelumnya, namun kami akan berusaha keras untuk mempercepat pembangunannya dan pengoperasian bisa dimulai pada tahun 2022 mendatang.” Tutupnya.

 

 

Virgin Hyperloop One Bangun Pusat Penelitian di Andalusia

Demam Hyperloop kian mewabah. Setelah Dubai, Cina, dan beberapa negara lainnya yang telah menandatangani kontrak kerja sama dengan beberapa perusahaan yang menggeluti pengembangan moda bertenaga magnetic levitation (maglev) ini, sekarang giliran Negeri Matador yang baru saja bersinergi dengan Virgin Hyperloop One besotan Sir Richard Brenson. Perusahaan tersebut telah mencapai kesepakatan dengan pemerintah setempat untuk membuka pusat penelitian di wilayah Andalusia, Spanyol dalam waktu dekat ini.

Baca Juga: Akhirnya! Hyperloop Transportation Technologies Canangkan Uji Coba Skala Penuh

Adapun pusat pengembangan moda yang didasari oleh ide Elon Musk ini ditandatangani langsung oleh CEO Virgin Hyperloop One, Rob Llyod. Dikutip KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (8/8/2018), perusahaan menargetkan pembangunan pusat pengembangan yang terletak di Desa Bobadilla ini akan menelan dana sekitar US$500 juta atau yang setara dengan Rp7,3 triliun.

Hadirnya moda Hyperloop di daerah Andalusia kelak tidak hanya membawa angin segar terhadap sektor transportasi di sana, melainkan perusahaan juga menjamin penyerapan sejumlah tenaga kerja baru. “Rencananya kami akan mempekerjakan 200 hingga 300 tenaga profesional untuk mengembangkan Hyperloop,” tutur Rob.

Nantinya, pusat pengembangan ini akan menduduki lahan seluas 19.000 meter persegi dan akan digunakan untuk mengembangkan dan menguji berbagai komponen sistem Hyperloop yang memiliki ciri khas meluncur dengan kecepatan suara di dalam tabung hampa udara ini. “Hadirnya pusat pengembangan ini akan mengarahkan pada berbagai peluang komersial bernilai tinggi dan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut,” tutur Administrador de Infraestructuras Ferroviarias (badan perkeretaapian Spanyol), dalam sebuah pernyataan tertulis.

Menanggapi pernyataan Virgin Hyperloop One yang akan mempekerjakan sejumlah tenaga kerja lokal, BUMN tersebut mengatakan hal ini merupakan kesempatan besar untuk meraup ilmu baru. “Ini (perjanjian dengan Virgin Hyperloop One) akan sangat membantu kami untuk memperdalam ilmu tentang penggunaan teknologi baru, dimana itu akan berimplikasi pada kesiapan penerapan di skala internasional,” tandasnya.

Baca Juga: Setelah Dubai, Giliran Cina Hadirkan Moda Maglev dari Hyperloop Transportation Technology

Terlepas dari perjanjian kerja sama ini, Co-Founder dan Chief Technology Officer, Virgin Hyperloop One Josh Giegel mengatakan bahwa kelak, “Keselamtan penumpang merupakan prioritas kami dalam melakukan pelayanan. Secara keseluruhan, hyperloop harus menjadi moda yang layak secara komersial, aman, dan dapat diandalkan. Dengan begitu, pembangunan pusat pengembangan ini akan membantu kami untuk mendorong tiga faktor utama tadi.”

 

 

Bawa Pistol Kaliber 25, Seorang Kakek Diamankan di Bandara Richmond

Membawa pistol dalam sebuah penerbangan selain dianggap berbahaya, pemiliknya juga bisa dianggap sebagai teroris. Meski sebenarnya pistol sebagai alat perlindungan. Tapi apa jadinya jika yang membawa pistol tersebut seorang kakek?

Baca juga: Bawa Pistol Pink, Seorang Wanita Diamankan Petugas TSA Bandara Internasional Richmond

Baru-baru ini seorang penumpang berusia 80 tahun membawa pistol saat akan berangkat melalui Bandara Internasional Richmond di Sandston, Virginia, Amerika Serikat. KabarPenumpang.com melansir dari laman theprogressnews.com (15/8/2018), bahwa kakek ini ditangkap saat kedapatan membawa pistol dalam tas jinjingnya.

Pistol kaliber 25 yang berisi penuh dengan peluru ini disembunyikan dalam sebuah majalah. Juru bicara bandara Troy M. Bell mengatakan, kakek itu ditangkap dan dituduh membawa senjata api yang disembunyikan saat masuk ke dalam terminal melalui kemanan.

“Ini termasuk pelanggaran ringan. Kami tidak akan mengidentifikasi penumpang sampai adanya dakwaan,” ujar Bell.

Bell mengatakan, dengan penahanan kakek tersebut, tahun ini Bandara Richmond sudah mengamankan sebanyak delapan orang. Tahun lalu, rekor terbanyak adalah 17 senjata api yang disita petugas dari para pelancong di Bandara Richmond dan tahun 2016 ada 10 senjata api yang diamankan petugas.

Tak hanya itu, bulan Mei 2018 kemarin, seorang wanita diamankan juga dibandara Richmond karena kedapatan membawa pistol berwarna merah muda di tas jinjingnya. Pistol miliknya terdeteksi saat melalui mesin pemindai di pemeriksaan keamanan Transportation Security Administration (TSA).

Wanita dengan tujuan Bandara Internasional Jhon F Kennedy di New York ini memiliki pistol 9 milimeter dengan muatan delapan peluru. Meski memiliki warna yang cerah, pistol apapun tetap saja dilarang masuk dalam tas jinjing.

Baca juga: Acungkan Pistol Karena Disalip, Remaja Tanggung ini Diancam Teroristik

Sebab, sebenarnya pistol diizinkan dibawa bepergian tetapi harus dikemas dalam kotak yang terkunci, masuk dalam tas yang akan dibawa ke bagasi kargo, memiliki sertifikat atau terdaftar dan terpisah dengan amunisi atau pelurunya. Peraturan ini jelas ada di situs web milik TSA untuk pembawa senjata.

Nantinya jika senjata ditemukan dalam tas atau barang lain maka penumpang akan dikenakan denda hingga US$13 ribu atau sekita Rp18,3 juta. Tak hanya itu jika penumpang membawa senjata dan tidak memiliki izin jelas maka bisa dikenakan sanksi hukuman penjara.

Gelombang Kedua, 4 Rangkaian Kereta MRT Jakarta Tiba di Tanjung Priok

Setelah gelombang pertama pengiriman rangkaian MRT tiba di Indonesia pada 4 April 2018, kini gelombang kedua pengiriman yang terdiri dari empat rangkaian/set kereta MRT tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta pada hari Sabtu, 18 Agustus 2018.

Baca juga: Kereta Pertama MRT Jakarta Sukses Uji Coba Hingga ke Stasiun Cipete

Gelombang kedua kereta MRT Jakarta ini tiba setelah mengarungi lautan menggunakan kapal pengangkut SE Potentia selama kurang lebih 14 hari sejak diberangkatkan dari Toyohashi Jepang pada tanggal 4 Agustus 2018. Setiap rangkaian/set Kereta MRT Jakarta terdiri dari 6 kereta (car), sehingga dalam pengiriman kali ini terdapat 24 kereta (car).

Dikutip dari siaran pers MRT Jakarta, setelah dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu, mulai pukul 14:00 WIB, satu per satu kereta baru yang diproduksi oleh Nippon Sharyo Jepang untuk MRT Jakarta tersebut mulai diturunkan dari kapal. Direncanakan pada 19 Agustus malam hingga 27 Agustus malam rangkaian kereta tersebut akan dikirimkan dari pelabuhan menuju Depo MRT Jakarta di Lebak Bulus, dengan 4 kereta (car) untuk tiap pengiriman per malam.

Kedatangan 4 rangkaian/set kereta ini menyusul 2 rangkaian kereta lainnya yang saat ini tengah digunakan dalam System Acceptance Test (SAT). Dengan demikian rangkaian/set Kereta MRT Jakarta saat ini telah berjumlah 6 rangkaian/set. Untuk fase 1 MRT Jakarta (Lebak Bulus – Bundaran HI) akan menggunakan 16 rangkaian/set kereta, dimana 14 dioperasikan sedangkan 2 menjadi cadangan.

Baca juga: Lima Wanita Tangguh Jadi Masinis MRT Jakarta

Secara bertahap, rangkaian-rangkaian kereta akan terus dikirimkan ke Jakarta hingga memenuhi jumlah tersebut dengan jadwal pengiriman rangkaian kereta terakhir pada November 2018. Nantinya pada Maret 2019 mendatang, MRT Jakarta fase 1 akan beroperasi dari pukul 05.00 hingga 24.00 WIB. Untuk rentang waktu kedatang antar kereta di stasiun sekitar lima menit saat jam sibuk dan sepuluh menit di waktu biasa.

Trem Listrik, Mantan Primadona Transportasi Arek Suroboyo

Semisal selama ini pemberitaan di media selalu dihiasi dengan perkembangan moda transportasi modern, maka kali ini kami akan membahas tentang sejarah salah satu moda yang sudah punah di Indonesia – namun tengah digalang untuk diaktifkan kembali. Ya, moda tersebut adalah trem. Munculnya para pesaing yang lebih efisien dalam segala hal membuat keberadaan trem makin hari kian tersingkir.

Baca Juga: Trem Kuda Riwayatmu “Doeloe”

Dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, salah satu trem tertua di Indonesia ada di Surabaya – yang mulai beroperasi pada paruh kedua abad-19. Kala itu, kolonial Belanda yang berkuasa ingin memodernisasi transportasi yang ada di Kota Pahlawan, dengan tujuan untuk kepentingan ekonomi.

Berbekal izin pada tahun 1886, akhirnya Ooster Java Stoomtram Maatschappij (OJS) menjadi perusahaan pengelolanya. Adapun trayek awal dari trem ini meliputi tiga jalur: Ujung – Sepanjang, Mojokerto – Ngoro , dan Gemekan – Dinoyo. Tepatnya, trem ini mulai beroperasi pada tahun 1889 dengan interval waktu keberangkatan 30 menit sekali.

Perkembangan pun mulai menggeliat seiring dengan pertumbuhan jumlah populasi Kota Surabaya – terutama penambahan jalur di dalam kota. Tercatat antara tahun 1913 hingga tahun 1916, jalur sisi barat ke pusat kota dibuka. Beberapa persimpangan jalur lalu dibuat untuk menghubungkan wilayah-wilayah yang terpisah, seperti dari Wonokromo dan Boulevard Darmo ke Willemspein (kini Jembatan Merah).

Tidak berhenti sampai di situ. Trem Surabaya kembali ‘dimodifikasi’ oleh OJS dengan cara mengubah jenisnya menjadi trem listrik. Pengerjaan ini dimulai pada tahun 1911 dan rampung pada 1924. Perubahan menjadi trem listrik dinilai lebih efisien dan ramah lingkungan – tak ayal seperti banyaknya moda listrik yang berkembang pesat belakangan ini.

Kedigdayaan trem listrik ini mulai mencapai puncak pada tahun ketiga pengoperasiannya. Tercatat, sebanyak 11,4 juta kolaborasi Arek Suroboyo dan Kolonial Belanda telah menggunakan trem listrik pada tahun 1927 – sedangkan pengguna trem uap hanya 5,2 juta penumpang saja.

Namun masa kejayaan trem listrik harus segera diakhiri manakala kemunculan mobil yang tidak lama berselang setelah moda yang sangat mirip seperti kereta ini mencapai puncak kejayaan. Merosotnya popularitas trem makin terasa ketika Jepang mulai menduduki Surabaya. Mereka sempat berhenti beroperasi akibat pemboman Sekutu terhadap instalasi listrik di dekat Malang yang merupakan pemasok listrik untuk Surabaya.

Baca Juga: Ternyata, Trem Listrik di Jakarta Lebih Dulu Ketimbang di Belanda

Pasca kemerdekaan, trem diambil alih kepemilikannya oleh Djawatan Kereta Api (DKA). Alih-alih meraup keuntungan, trem ini malah semakin merugi akibat banyaknya penumpang yang tidak membayar.

Ditambah, buruknya manajamen DKA membuat keberadaan trem akhirnya “hidup segan mati tak mau”. Persaingan ketat dengan moda transportasi lain yang lebih modern, akhirnya membuat trem di Surabaya mati pada 1970-an.