Sengatan Panas Bikin Penumpang Metro di Hubei Sempoyongan

Seorang penumpang akibat sengatan panas atau heatstroke ditemukan lemas oleh staf Metro di Stasiun Wuhan, Hubei, Cina. Wanita tersebut saat turun dari kereta bawah tanah tampak pucat karena sengatan panas tersebut.

Baca juga: Suhu Panas Ekstrem Melanda Swiss, Lintasan Kereta Api Terpaksa di Cat Putih

Kepala stasiun Metro yang bertugas hari itu, Hua Wei mengatakan, penumpang wanita tersebut saat turun masih dalam keadaan sadar dan mengira dirinya menderita gula darah rendah. KabarPenumpang.com melansir dari laman shine.cn (1/8/2018), untungnya ada seorang penumpang wanita lain yang membantu penumpang yang terkena sengatan panas itu.

Penolong dengan berbaju biru itu mengaku memiliki pengalaman medis yang kemudian memastikan bahwa wanita itu kemungkinan besar terkena sengatan panas dan menyuruhnya untuk tenang serta tetap membuka matanya. Dia juga menyarakan agar penumpang tersebut dibawa ke ruangan yang lebih dingin atau ruangan ber-AC dan memberikannya minum.

Staf stasiun kemudian membantu penumpang itu berbaring di beberapa kursi yang disatukan. Sayangnya, setelah membantu dan memastikan penumpang yang terkena sengatan panas itu pulih dengan baik, wanita berbaju biru itu kemudian pergi tanpa memberitahukan namanya.

Tak hanya itu, belum lama ini, seorang penumpang wanita di India meninggal dunia karena sengatan panas tersebut. Wanita tersebut saat itu bepergian bersama sang suami Muhammad Sharif yang menggunakan Hazara Express dan tiba-tiba kondisinya memburuk karena panas dan kelembaban yang sangat tinggi.

Saat berhenti di Stasiun Malakwal, Sharif langsung membawa istrinya ke rumah sakit kereta api, tetapi sayangnya tidak tertolong. Seorang penasihat terkait sengatan panas mengatakan, saat sedang dalam cuaca panas dan merkuri sedang naik lebih baik di rumah dan tidak bepergian.

Selain itu enam anak sekolah pingsan di Daka dan sekitarnya karena sengatan panas tersebut. Pejabat kesehatan India mengatakan agar masyarakat sat ini menghindari paparan sinar matahari karena sengatan yang cukup panas.

Baca juga: Terjebak di Kereta Karena Salju, Penumpang Southeastern Tarik Alarm Darurat dan Melompat Turun

Bila harus keluar rumah baiknya mengambil tindakan pencegahan secepat mungkin. Mereka juga mengatakan beberapa tanda peringatan sengatan panas yakni demam, sakit kepala berat, bibir dan lidah kering serta muntah dan tremor.

Gunakan pakaian berbahan ringan saat keluar rumah dan menutupi kepala dengan kain basah jika panas berlebihan. Sebab sengatan panas menjadi serius ketika tubuh tidak mampu mengatur suhu dan saat suhu tubuh meningkat dengan cepat maka mekanisme berkeringat akan gagal serta tubuh tidak mendapatkan pendinginan.

Stasiun Fengtai, Digadang Menjadi Stasiun Terbesar Se-Asia

Stasiun kereta api Fengtai yang ada di Beijing merupakan stasiun tertua yang akan direnovasi, dan digadang-gadang, stasiun yang telah ditutup sejak tahun 2010 lalu ini akan menjadi stasiun kereta api terbesar di Asia.

Baca juga: Tarif Kereta Cepat Shenzhen – Guangzhou Akan Diturunkan 10 Persen!

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman thejakartapost.com (15/8/2018), karena ada pekerjaan rekonstruksi di Stasiun Fengtai ini, kereta api yang melalui Beijing menuju Guangzhou atau sebaliknya di alihkan. Hal ini dilakukan untuk menghindari stasiun yang sedang dalam konstruksi pembaharuan pembangunan.

Stasiun Fengtai sebelum tutup pada Juni 2010, merupakan stasiun kereta api kecil yang mengangkut penumpang dan kereta barang. Penutupan tersebut mengakhiri pengoperasian Stasiun Fengtai selama 114 tahun sejak 1896 silam.

Menurut China Railways Construction Engineering Group, selaku kontraktor rekonstruksi bangunan Stasiun Fengtai, nantinya dalam kondisi baru akan memiliki tujuh lantai dengan empat di atas permukaan dan tiga lantai lainnya di bawah tanah. Area tersebut akan memiliki luas sekitar 398.800 kilometer persegi.

Stasiun yang akan menjadi terbesar di Asia tersebut nantinya mampu menampung 14 ribu penumpang. Jalur kereta bawah tanah 10 dan 16 akan dihubungkan ke stasiun untuk membuat lebih banyak kenyamanan bagi para pelancong.

Pekerjaan pembaruan pembangunan Stasiun Fengtai diperkirakan akan selesai pada 2020 mendatang. Selain menjadi yang tersebesar, stasiun ini juga akan menjadi pusat transportasi utama. Sebab akan melayani kereta api berkecepatan tinggi di jalur Beijing-Guangzhou, Beijing-Kowloon dan Beijing-Shijiazhuang.

Baca juga: Kerap Dilanda Kabut Asap, Ada Apa Dengan Perkeretaapian Bawah Tanah Beijing?

Tak hanya itu, Stasiun Fengtai juga akan melayani kereta api pinggiran kota. Saat menjadi lebih luas di 2020 mendatang, Stasiun Fengtai akan membantu meringankan beban lalu lintas ibu kota dimana memfasilitasi transportasi ke Xiongan New area dan mengintegrasi kawasan Baijing-Tianjin-Hebei.

Diketahui, stasiun Fengtai sendiri terletak di Jalan Zhengyang di Distrik Fengtai, Beijing Selatan. Meski tahun 2010 tutup, stasiun ini membuka kereta bawah tanahnya pada 5 Mei 2013 silam pada jalur 10 dan akan terhubung dengan jalur 16 pada masa depan.

7 Aplikasi Ini Tunjang Pengalaman Anda Selama Asian Games 2018, Yuk Download!

Asian Games 2018 sudah resmi dimulai! Event olahraga se-Asia ini tak ayal menyedot animo masyarakat baik dalam maupun luar negeri. Nah, mengingat durasi perhelatan ini yang cukup singkat (kurang lebih satu bulan), maka tidak ada salahnya jika Anda turut memeriahkan ajang akbar ini.

Baca Juga: Dukung Asian Games 2018, Garuda Indonesia ‘Upgrade’ Armada Jakarta-Palembang

Supaya pengalaman Anda selama Asian Games juga turut meningkat, berikut KabarPenumpang.com himpun beberapa mobile application yang turut meramaikan dan akan meningkatkan pengalaman Anda selama perhelatan Asian Games 2018 berlangsung, dikutip dari berbagai laman sumber.

18th Asian Games Official App
Melalui aplikasi yang dapat Anda unduh Google Play Store dan App Store ini, Anda dapat mengetahui perkembangan terakhir dari perhelatan Asian Games Jakarta Palembang 2018. Tidak hanya itu, jadwal pertandingan, profil atlet, hingga pembelian tiket menonton langsung semua cabang olahraga pun dapat Anda dapatkan hanya melalui aplikasi ini.

18th Asian Games Official Games
Bagi Anda yang penasaran ingin menjadi atlet olahraga Asian Games namun belum tercapai, mungkin aplikasi permainan ini bisa mengobati rasa kekecewaan Anda. Di sini, ada puluhan cabang olahraga yang bisa Anda mainkan – baik offline maupun online. Game rilisan Anantarupa Studios ini dapat Anda unduh di Google Play Store.

Moovit
Sudah beli tiket menonton tapi Anda bingung harus naik apa untuk sampai di venue? Tidak perlu khawatir, karena melalui aplikasi buatan Israel ini Anda akan mendapatkan arahan menggunakan berbagai moda transportasi umum untuk sampai ke venue – mulai dari TransJakarta, LRT, hingga Commuter Line. Jadi, tidak perlu takut tersasar ya!

AG Pay 2018
Ini merupakan aplikasi bayar-membayar resmi selama perhelatan Asian Games 2018. Di sini, Anda bisa membeli semua hal yang berkaitan dengan pesta olahraga ini – mulai dari makanan, minuman, merchandise, dan beragam hal lainnya di berbagai tempat penjualan di area venue Asian Games (Jakarta dan Palembang).

BMKG Smart Weather Apps
Gak mau kan nonton salah satu cabang olahraga di Asian Games sambil hujan-hujanan? Nah, sesuai dengan nama aplikasinya, di sini Anda bisa mengetahui ramalan cuaca yang dirilis oleh BMKG. Selain itu, ada uga indikator tingkat polusinya lho!

Baca Juga: Sambut Asian Games 2018, LRT Jakarta Siap Beroperasi 10 Agustus Mendatang

Blibli
Ini merupakan salah satu aplikasi yang menjual tiket resmi Asian Games 2018. Bagi Anda yang sudah menjadi pelanggan setia Blibli, bukan tidak mungkin jika Anda mendapatkan penawaran khusus berupa potongan harga saat membeli tiketnya. Wiih, lumayan bukan?

Gojek – Grab
Nah, kalau aplikasi ini tentu sudah pada tahu dong. Ya, jika Anda malas membawa kendaraan pribadi atau naik transportasi berbasis massal, Anda bisa menggunakan aplikasi ini untuk mengantarkan Anda menuju venue!

 

Lanjutkan Uji Coba Persinyalan, Ini Kali Pertama Kereta MRT Jakarta Masuki Terowongan

Melanjutkan System Acceptance Test (SAT) persinyalan yang telah dimulai sejak Kamis (9/8/2018) lalu, PT MRT Jakarta meneruskan SAT persinyalan yang menggunakan rangkaian kereta pertama yang tiba di Jakarta pada 4 April silam. Adapun tes penerimaan sistem persinyalan yang berlangsung pada Minggu (19/8/2018) ini berlangsung di sepanjang jalur fase 1 yang menghubungkan Depo Lebak Bulus dengan Stasiun Bunderan HI.

Baca Juga: MRT Jakarta Adopsi Teknologi CBTC, MRT di Jepang Justru Belum

Berdasarkan data yang diterima KabarPenumpang.com dari siaran pers, ini merupakan kali pertama armada MRT Jakarta mengular di bawah jalanan Ibukota (underground section). Adapun hal lain yang akan menjadi rencana berikutnya dari PT MRT Jakarta adalah menguji coba armadanya dalam kecepatan rendah, menengah (medium), adan kecepatan tinggi. Tentu saja, hal tersebut harus dilakukan sebelum sistem metro pertama di Indonesia ini meluncur di awal tahun 2019 mendatang.

Seperti yang kita ketahui bersama, kereta MRT Jakarta akan menggunakan sistem persinyalan Communication-based Train Control (CBTC) yang dikendalilan dari ruangan Operation Control Center (OCC) oleh traffic dispatcher. CBTC sendiri merupakan teknologi persinyalan kereta generasi terbaru yang dirancang untuk jaringan kereta bawah tanah dan moda transportasi modern lain. Dengan basis sistem nirkabel, CBTC dapat mengumpulkan informasi tentang kereta secara realtime, seperti informasi posisi kepada pusat kendali lewat send back control signals.

Adapun salah satu kelebihan sistem persinyalan semacam ini adalah memungkinkan pengaturan rentang waktu antar-kereta di jalur utama yang diatur oleh traffic dispatcher di OCC. Sekiranya dalam beberapa bulan ke depan, PT MRT Jakarta akan terus melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk meningkatkan aspek keamanan, kenyamanan, dan keandalan ketika moda ini beroperasi kelak.

“Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada masyarakat atas dukungannya selama ini,” tulis PT MRT Jakarta dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga: Sambut Pengoperasian, MRT Jakarta Rilis Mobile Application dan Maskot nan Lucu!

Sebelumnya, PT MRT Jakarta baru saja meluncurkan ikon yang lucu nan menggemaskan, Marti dan juga aplikasi mobile MRT-J. Nantinya, para penumpang MRT Jakarta akan memanfaatkan aplikasi tersebut sebagai sarana untuk mengetahui informasi tentang sistem transportasi hasil kerja sama Indonesia – Jepang ini. Tidak berhenti sampai di situ, melalui aplikasi yang dapat diunduh di Google Play dan AppStore ini, para penumpang juga bisa membeli tiket serta official merchandise.

 

Sambut Idul Adha, KAI Daop 1 Operasikan Tujuh Kereta Tambahan

Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada hari Rabu, 22 Agustus 2018 akan dirayakan penuh sukacita dan kebersamaan oleh seluruh masyarakat. Tidak hanya itu, libur Lebaran Haji juga biasanya dimanfaatkan sebagian orang untuk melakukan perjalanan mengunjungi kota lain di luar Jakarta.

Baca juga: Promo Merdeka, KAI Berikan Harga Tiket Rp73 Ribu Pembelian Melalui KAI Access

Melihat hal ini, PT KAI Daop 1 Jakarta telah melakukan antisipasi lonjakan penumpang pada 22 Agustus 2018, yaitu dengan mengoperasikan tujuh kereta api (KA) Tambahan, yang terdiri dari enam KA yang berangkat dari Stasiun Gambir dan satu KA yang berangkat dari Stasiun Pasarsenen.

“Dengan dijalankannya KA Tambahan ini, diharapkan dapat memenuhi permintaan masyarakat akan moda transportasi kereta api khususnya di hari libur peringatan Idul Adha,” jelas Senior Manager Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Edy Kuswoyo yang dikutip KabarPenumpang.com dari keterangan tertulis, Selasa (21/8/2018).

Jadwal kereta tambahan (KAI Daop 1)

Selain mengoperasikan KA Tambahan saat libur Idul Adha, PT KAI Daop 1 Jakarta punya kejutan lainnya bagi para pengguna setia kereta api, yaitu berupa pemberian diskon tiket kereta api sebesar 10 persen untuk pembelian di boothstand PT KAI di JI Expo Kemayoran, selama perhelatan Asian Games 2018.

Potongan harga tiket ke semua jurusan ini dilatarbelakangi keinginan PT KAI sebagai salah satu BUMN untuk memeriahkan dan menyukseskan event Asian Games 2018 yang diselenggarakan di Jakarta dan Palembang pada 18 Agustus sampai 2 September 2018.

Sebagai bentuk dukungan atas perhelatan olahraga empat tahun sekali itu serta meningkatkan minat masyarakat dalam menggunakan moda transportasi kereta api, PT KAI Daop 1 Jakarta membuka booth di JI EXPO Kemayoran selama pertandingan Asian Games 2018 berlangsung. Berikut ini syarat dan ketentuan mengenai tiket diskon Asian Games 2018.

– Tiket diskon hanya diberikan kepada pengunjung yang melakukan transaksi pembelian on the spot di stand KAI.
– Tiket diskon hanya berlaku KA komersial jarak jauh dan menengah untuk semua tujuan.
– Periode pembelian tiket hanya selama event Asian Games 2018 berlangsung, yakni mulai 18 Agustus.
– 2 September 2018 untuk keberangkatan KA sampai dengan 90 hari kedepan selama tiket masih tersedia.
– Tiket diskon dapat dibatalkan dan diubah jadwal.
– Tiket diskon tidak dapat digabung dengan reduksi atau diskon lainnya.

Baca juga: Obsesi PT KAI Hadirkan Kereta Bertingkat, Akankah Terealisasi?

“Dengan adanya booth KAI di JIEXPO Kemayoran ini, kita mengajak sekaligus masyarakat untuk datang dan mendukung langsung atlet Indonesia yang bertanding disini. Pastikan pemesanan tiket sesuai dengan identitas calon penumpang yang akan melakukan perjalanan. Jika identitas tidak sesuai, maka tiket dinyatakan tidak berlaku. Kembali diingatkan kepada masyarakat agar menghindari pembelian tiket kereta api melalui penawaran jasa perseorangan ataupun pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang akan merugikan konsumen,” tutup Edy.

Kurangi Sampah Plastik, London Hadirkan Keran Air Siap Minum Gratis Untuk Penumpang

Sampah plastik yang semakin hari terus bertambah dan menjadi salah satu yang mengotori laut. Ini terkadang membuat biota laut terancam kehidupannya, karena plastik bisa terlihat seperti ubur-ubur saat mengambang di dalam laut yang kemudian di makan oleh ikat atau hewan laut lainnya.

Baca juga: Agar Aman Menggunakan Keran Air Siap Minum, Perhatikan Tips Berikut Ini!

Karena hal ini, Network Rail akhirnya meluncurkan kran air untuk minum secara gratis di Stasiun London Charing Cross. Ini dihadirkan untuk para penumpang agar bisa mengisi ulang botol mereka melalui kran air mancur demi mengurangi sampah plastik.

KabarPenumpang.com melansir dari laman networkrail.co.uk, kehadiran kran air gratis untuk minum yang ada di London Charing Cross juga akan tersebar di stasiun lainnya hingga akhir tahun 2018 ini. Penempatan fasilitas kran air minum gratis tersebut akan di letakkan di tempat yang praktis dan mudah di temukan penumpang.

“Hari ini kami meluncurkan kran air minum gratis pertama kami di stasiun London Charing Cross. Kami berharap bahwa dengan membuat perubahan kecil ini, kami tidak hanya membantu memuaskan dahaga pengguna stasiun kami, tetapi juga memiliki dampak positif terhadap lingkungan dengan mengurangi plastik sekali pakai,” ujar Mark Carne, chief executive Network Rail.

“Sebagai salah satu pemilik tanah terbesar di Inggris, kami selalu mencari cara terbaik untuk secara positif mengubah, melindungi, dan meningkatkan lingkungan Inggris dan itu adalah ambisi kami untuk mengurangi limbah yang kami kirim ke TPA untuk sedekat mungkin ke nol.”

Jaringan Rail juga berkomitmen untuk mengurangi konsumsi energi sebesar 18 persen dan emisi karbon sebesar 25 persen selama lima tahun ke depan. Menteri Lingkungan Hidup Thérèse Coffey mengatakan dengan mengisi botol air pihaknya bisa membuat perbedaan nyata dan membantu melindungi lautan dan kehidupan laut yang berharga. Salah satu tantangan besar adalah menggunakan bahan plastik saat bepergian termasuk di hub transportasi seperti stasiun kereta api.

Baca juga: Toyota Luncurkan SORA, Bus Berbahan Bakar Sel yang Ramah Lingkungan

“Itulah mengapa Network Rail layak mendapatkan kredit besar untuk memperkenalkan kran air minum baru ini, yang akan memberikan akses gratis kepada komuter ke air minum bersih dan aman yang sangat baik, dan saya harap ini akan menjadi yang pertama dari banyak air mancur di seluruh jaringan kereta api dan di seluruh negeri,” ujar Coffey.

Inisiatif ini sejalan dengan pendekatan berkelanjutan untuk semua yang kementerian lakukan, memahami bagaimana peran kementerian mempengaruhi lingkungan secara lokal dan global.

Sisi Lain Asian Games, Ajak Warga Kurangi Polusi dan Beralih ke Transportasi Umum

Kualitas udara Jakarta yang saat ini tidak terlalu baik membuat masyarakatnya disarankan untuk menggunakan masker selama berada di luar ruangan. Dengan rendahnya kualitas udara yang kurang baik tersebut, mendorong pihak penyelenggara Asian Games 2018 untuk mengajak masyarakat untuk menggunakan transportasi umum.

Baca juga: Tah Hanya Hadirkan KMT Khusus, Inilah Rute KRL dan TransJakarta Untuk Pengunjung Asian Games 2018

Hal ini selain untuk mengurangi polusi udara, dengan kendaraan umum juga mengajak masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi secara perlahan. KabarPenumpang.com merangkum dari laman antaranews.com (14/8/2018), untuk membantu hal tersebut PT TransJakarta menyediakan ribuan armada bus untuk atlet dan pejabat.

Sedangkan bagi relawan dan wartawan yang meliput Asian Games 2018 juga ada layanan TransJakarta gratis. Erik Thohir, Ketua Panitia Pelaksanaan Asian Games Indonesia (INASGOC) mengatakan, pelaksaan Asian Games adalah saat yang tepat bagi penonton dan masyarakat untuk beralih ke transportasi umum.

Sehingga momen ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin. Presiden Direktur TransJakarta Budi Kaliwono mengatakan, selain atlet, pejabat, relawan dan wartawan yang meliput, bus gratis juga tersedia bagi penonton dan berlaku pada hari Sabtu, Minggu dan tanggal merah nasional.

Pada hari-hari tertentu tersebut, penonton yang akan naik TransJakarta cukup dengan menunjukkan tiket pertandingan saat masuk ke halte bus dan akan ada bus khusus yang mengantar ke pertandingan. Diketahui untuk mendukung perhelatan besar Asia tersebut, TransJakarta sendiri mengatakan bahwa 1681 armada disiapkan untuk mengangkut para atlet Asian Games.

Bahkan untuk Asian Games, TransJakarta menambah 306 armada baru untuk mengantar atlet dari wisma menuju ke venue dan sebaliknya. Tak ketinggalan bagi pelajar yang ingin menonton kompetisi di venue Asian Games menghadirkan 120 bus sekolah yang sebelumnya berjumlah 50 bus.

Adanya ini untuk menyatakan harapan bahwa bus sekolah dapat melayani siswa yang tertarik untuk menonton pertandingan secara langsung. Ini juga merupakan kebijakan pemerintah yang menghadirkan ratusan bus untuk memfasilitasi transportasi yang lancar di Jakarta selama Asian Games.

Rencana tersebut merupakan bagian dari tiga kebijakan transportasi utuk memastikan keberhasilan acara multi olahraga se-Asia. Ketiga kebijakan tersebut berhubungan dengan rekayasa lalu lintas, transportasi umum dan kargo.

Moda transportasi umum yang disiapkan sebanyak 107 bus TransJakarta yang melayani rute menuju lokasi kompetisi dan 204 lainnya mengangkut pemilik mobil pribadi yang terkena dampak ganjil-genap.

Pemerintah juga akan menyediakan 40 bus bagi mereka yang bepergian dari hotel ke tempat kompetisi, 10 bus bagi mereka yang bepergian dari Bandara Soekarno-Hatta ke tempat kompetisi dan 41 bus rekreasi untuk atlet dan pejabat. Sehingga orang-orang dapat bepergian secara gratis dengan bus yang melaju dari bandara dan hotel ke tempat-tempat pertandingan serta di bus rekreasi.

Baca juga: BPTJ Siapkan Bus Gratis Bagi Tamu Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang

Dia mengatakan, Kementerian Perhubungan akan menyediakan bus-bus yang melakukan perjalanan dari bandara dan hotel ke tempat-tempat pertandingan, sementara pemerintah provinsi Jakarta akan menyediakan bus TransJakarta dan bus rekreasi. Oleh karena itu, Kementerian Perhubungan telah menyerahkan 300 bus ke INASGOC untuk digunakan untuk memfasilitasi transportasi bagi para atlet dan pejabat selama acara multi-olahraga.

Dari 300 bus, 100 akan dioperasikan di Palembang, Sumatra Selatan dan 170 di Jakarta dan sisanya di provinsi Jawa Barat dan Banten. Di Palembang, sistem Light Rail Transit (LRT), selain bus, akan digunakan sebagai moda transportasi khusus bagi para peserta Asian Games, di mana 45 negara dan anggota panitia Asian Games akan berpartisipasi.

Mass Transit Railway Selesaikan Uji Coba Hong Kong-Shenzhen-Guangzhou

Mass Transit Railway (MTR) operator kereta api yang berbasis di Hong Kong ini baru saja menyelesaikan uji coba High Speed Rail (HSR) atau kereta cepatnya dari Hongkong-Shenzhen-Guangzhou. Uji coba yang dilakukan oleh Hong Kong HSR tersebut adalah mengecek keamanan dan kondisi operasi lainnya untuk layanan penumpang sebelum melaju di rel.

Baca juga: Banyak Pilihan Moda Transportasi, Mudahkan Melancong di Taiwan

KabarPenumpang.com melansir dari laman railway-technology.com (17/8/2018), bahwa Hong Kong’s Transport and Housing Secretary menyatakan hasil uji coba HSR tersebut aman dan baik-baik saja. Sehingga memungkinkan MTR bisa memasuki tahap akhir persiapan sebelum diluncurkan untuk layanan penumpang pada September mendatang.

Diketahui, lebih dari 700 personel saat ini tengah mengerjakan persiapan akhir untuk HSR melaju di relnya. Selama uji coba yang dilakukan antara Hong Kong dan Cina, sejumlah tes lainnya juga dilakukan.

Hal tersebut untuk memvalidasi perangkat keras dan perangkat lunak yang terdapat di HSR. Manager MTR XRL Simon Tang mengatakan, keselamatan dan kualitas sudah menjadi prioritas utama mereka selama mendesain dan konstruksi proyek perkeretaapian tersebut.

“Kami mengatasi banyak tantangan untuk membawa sambungan rel ke hasil yang baik. Untuk minggu-minggu terakhir menjelang dimulainnya layanan HSR dalam pengangkutan penumpang, kami terus bekerja bergandengan tangan dengan tim operasional untuk memastikan pembukaan dan meluncurnya kereta di rel dengan mulus pada akhir September 2018 mendatang,” ujar Tang.

Baca juga: 10 Fakta Seputar Kereta Cepat di Cina

MTR juga telah menyediakan gambar desain yang disetujui, hasil pengujian dan catatan kontrol kualitas kepada departemen pemerintah terkait untuk penilaian guna membantu inspeksi mereka terhadap HSR seperti sistem sinyal dan komunikasi, pekerjaan lintasan dan sistem saluran udara serta rolling stock. Evaluasi yang dilakukan juga akan mencakup keamanan struktural dari Hong Kong West Kowloon Station.

Di Hong Kong, MTR sendiri telah mengoperasikan sepuluh jalur kereta api komuter, jaringan Light Rail dan jaringan Airport Express berkecepatan tinggi, di mana 5,8 juta perjalanan penumpang dilakukan pada hari kerja normal.

Jaringan Kereta North – East Asia, Akankah Jadi Penanda Reunifikasi Korea?

Ribuan pasang mata tertuju ke Gelora Bung Karno pada Sabtu (18/8/2018) kemarin. Opening Ceremony dari perhelatan Asian Games 2018 tersebut sukses mengundang decak kagum dari setiap pasang mata yang melihatnya – baik secara langsung maupun dari layar kaca. Puluhan kotingen yang turut serta dalam pesta olahraga se-Asia tersebut pun memasuki area stadion seraya memperkenalkan diri.

Baca Juga: Lakukan Perjalanan ke Beijing, Beginilah Kelebihan dari Kereta yang Bawa Kim Jong-un

Dari sekian banyak kotingen, ada satu momen bersejarah yang tercipta – kontingen Korea Selatan dan Korea Utara bersatu di bawah bendera Unifikasi Korea. Sebelumnya, kedua ‘saudara’ ini sempat terpecah selama 65 tahun pasca genjatan senjata pada tahun 1953. Namun kesepakatan damai yang diajukan oleh kedua petinggi negara tersebut pada 27 April 2018 dan bersatunya kontingen kedua negara di bawah bendera Unifikasi Korea semakin mempertegas perdamaian diantara kedua belah pihak.

Tidak terkecuali dari sektor transportasinya, dimana Presiden Korea Selatan Moon Jae-In sebelumnya telah menyetujui pengembangan jaringan kereta api menuju Korea Utara pada akhir tahun 2018 ini. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman railway-technology.com (17/8/2018), Presiden Jae-In mengajukan rancangan pembangunan jaringan kereta api North – East Asia yang akan mencakup Semenanjung Korea, Cina, Mongolia, Rusia, Jepang, hingga Amerika.

“Hal ini (pembangunan jaringan kereta api) akan memfasilitasi sistem perdamaian dan keamanan multilateral negara-negara yang terlibat di dalamnya,” tutur Presiden Jae-In dalam pidatonya pada peringatan Hari Pembebasan di Seoul beberapa waktu yang lalu. Pengumuman ini sendiri merupakan bentuk rekonsiliasi lanjutan pasca penandatanganan perjanjian damai kedua belah pihak.

Lebih lanjut, semisal jaringan kereta api North – East Asia ini rampung kelak, maka akan tercipta satu konektivitas yang memungkinkan Korea Selatan mengekspor komoditasnya ke Cina, Rusia, dan Eropa melalui Korea Utara. Ini juga akan memfasilitasi impor minyak dari Rusia ke Korea Selatan.

Baca Juga: Berdamai, Korea Selatan Siap Bersinergi ‘Terangkan’ Sektor Transportasi di Korea Utara

Hadirnya jaringan kereta api ini juga diharapkan dapat menstimulasi perkembangan industri di Korea Utara. Sayangnya, belum ada kepastian kapan jaringan kereta api ini bisa mulai beroperasi – terutama karena sanksi internasional yang dijatuhkan terhadap Korea Utara. Guna menindaklanjuti rencana ini, kedua belah pihak diagendakan kembali bertemu pada bulan September mendatang di Pyongyang.

 

 

Bus Tingkat Bertenaga Hidrogen Meriahkan Asian Games 2018

Kendaraan tanpa emisi salah satu pilihan untuk mengurangi polusi udara dan membuat kuailtas udara menjadi semakin baik. Pada Asian Games 2018 yang diadakan di Jakarta dan Palembang ini, akan kehadiran bus bertingkat bertenaga hidrogen selama perhelatan dari 18 Agustus hingga 2 September 2018 mendatang.

Baca juga: Toyota Luncurkan SORA, Bus Berbahan Bakar Sel yang Ramah Lingkungan

KabarPenumpang.com melansir dari laman renewableenergymagazine.com (10/8/2018), demonstrasi bus bertenaga hidrogen ini sendiri disampaikan oleh penyedia energi terpadu dan mobilitas emisi nol, Ecubes Arcola. Ecubes Arcola selain mendemonstarasikan juga akan mengadakan roadshow pendidikan selama seminggu di kota-kota Indonesia, membuat lokakarya teknologi secara langsung untuk lebih dari seribu anak muda d Sumatera Selatan dan Jawa.

Program ini sendiri merupakan bagian dari strategi Ecubes Arcola yang lebih luas untuk penggunaan tenaga hidrogen yang bersih, dimana infrastruktur energi seluruh wilayah melalui proyek-proyek pelengkap di seluruh sektor pembangkit listrik dan transportasi berdasar pada teknologi.

“Memberikan solusi untuk dunia energi yang berkelanjutan tidak lagi masalah mengatasi hambatan teknologi, tetapi tentang tantangan kepemimpinan. Sumatera Selatan menunjukkan kepemimpinan yang kuat dalam mengembangkan ekonomi hijau, seperti yang ditunjukkan oleh solusi perintis berdasarkan teknologi terkait hidrogen sejak 2016,” kata Aleksander Gerbec, Presiden Direktur Ecubes Arcola.

Managing Director Ecubes Arcola, Ben Todd menambahkan, integrasi infrastruktur lintas sektor memungkinkan adanya peningkatan serta percepatan penetrasi energi terbarukan ke dalam bauran daya. Sehingga secara bersamaan pula menghasilkan transportasi dengan emisi nol.

Bersamaan dengan kegiatan di pertandingan, di Kantor Luar Negeri dan Persemakmuran di London pada 10 Agustus 2018 kemarin, mempromosikan Investasi energi bersih di Indonesia dan menandai peluncuran praktis kemitraan antara Ecubes Arcola dan sponsor dari Asian Games Education program di kawasan ASEAN, Serba Dinamik. Acara ini juga memamerkan teknologi nol emisi Inggris yang mutakhir dengan demonstrasi bus listrik sel bahan bakar hidrogen bertingkat, yang dikembangkan oleh Arcola Energy menggunakan kendaraan basis Alexander Dennis dengan melakukan perjalanan ke Westminster.

Selain bus hidrogen, dua minivan hidrogen juga sudah tiba di Palembang. Dua mobil hidrogen ini merupakan keluaran terbaru dari pabrikan Renault, yang telah di modifikasi oleh Ecubes Arcola dengan para ilmuwan terkemuka dari Imperial College Inggris. Rencananya dua minivan hydrogen ini akan dihadirkan di Jakabaring Sports City (JSC) Palembang, selama Asian Games 2018 berlangsung.

Baca juga: Palembang Dapat Bantuan Mobil Listrik Hidrogen, Ini Dia Bedanya dengan Mobil Listrik Biasa!

Misi program di Indonesia, adalah untuk mendemonstrasikan bagaimana infrastruktur tenaga dapat dirancang untuk memungkinkan energi bersih, terjangkau dan udara bersih untuk semua orang. Program ini sudah mulai memberikan peluang menarik bagi pengembangan ekonomi baru, rendah karbon dan menyeluruh di Indonesia.

Program untuk Asian Games 2018 adalah pendahulu sebelum Olimpiade Tokyo 2020 di mana tenaga dan transportasi yang menggunakan hidrogen akan menjadi bagian penting dari infrastruktur.