Meski Jaringan Perkeretaapian Sudah Maju, Kuala Lumpur Masih Saja Macet!

Tujuan utama dari hadirnya sarana transportasi berbasis massal adalah untuk menekan volume kendaraan di jalanan. Dengan begitu, konsentrasi para pengguna kendaraan pribadi akan terpecah dan jalanan menjadi sedikit lengang. Namun apa jadinya jika target tersebut meleset ketika layanan transportasi massa sudah tersedia?

Baca Juga: Di Malaysia, Jalur MRT Ini Justru Sepi Peminat

Inilah yang terjadi di negara tetangga – Malaysia, dimana volume kendaraan di jalanan masih tetap tinggi kendati sarana transportasi berbasis massal di sana sudah mampu menghubungkan banyak titik penting. Ada banyak fakta yang seolah menampik semua perkiraan yang dirilis oleh badan survei.

Sebut saja sebuah survei yang dibuat oleh FT pada kuartal keempat tahun 2017 yang menyebutkan bahwa terjadi peningkatan besar dalam penggunaan transportasi umum di Kuala Lumpur dibandingkan lima negara di Asia Tenggara lainnya, kecuali Jakarta. Sebuah survei lain juga memprediksikan jumlah pengguna angkutan umum di Kuala Lumpur akan mengalami peningkatan pada tahun 2018 ini.

Namun apalah arti prediksi jika fakta di lapangan berkata lain. Memegang predikat sebagai negara yang memiliki tingkat kepemilikan kendaraan pribadi tertinggi di Asia Tenggara (415 mobil per 1000 orang di tahun 2017), masyarakat yang tinggal di Kuala Lumpur masih lebih memilih untuk bepergian menggunakan kendaraan pribadi kendati jaringan kereta api di sana sudah bisa dibilang sangat maju.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman todayonline.com, biaya pembangunan MRT Sungai Buloh – Kajang (SBK) sebesar Rm23 miliar atau yang setara dengan Rp81,9 triliun ini (tidak termasuk biaya tanah dan konsultasi) sangat jauh dari ekspektasi, manakala pada Januari 2018 silam, data menunjukkan bahwa MRT SBK hanya mampu mengangkut 132.000 penumpang – target 400.000 hingga 500.000 penumpang.

Bak sebuah dagelan ketika orang-orang di Kuala Lumpur lebih senang bermacet-macetan di jalan padahal jaringan kereta api mereka sudah sangat berkembang – walaupun tidak sempurna. Mundur ke tahun 2014 dimana World Bank telah memperkirakan kemacetan yang terjadi di Kuala Lumpur telah menurunkan produk domestik bruto antara 1,1 dan 2,2 persen.

Dari sini bisa kita simpulkan bahwa kemacetan yang terjadi di Malaysia, khususnya Kuala Lumpur tidak bisa diurai hanya dengan mengandalakan kereta api saja. Sebut saja Singapura yang memiliki sistem Electronic Road Pricing (ERP) yang terbukti ampuh menekan titik kemacetan di sana. Hal serupa pernah dicoba Jakarta, namun Pemprov DKI di era Basuki Tjahja Purnama (Ahok) ternyata mengalami sedikit kendala yang pada akhirnya mendorong kelahiran dari sistem ganjil – genap.

Baca Juga: MRT Malaysia Butuhkan 250.000 Penumpang per Hari Agar Bisa Tembus Break Even Point

Kendati sepi penumpang, tidak membuat operator MRT di Malaysia ini kehilangan asa untuk melebarkan sayap. Sebut saja MRT Corporation tengah menghubungkan Kuala Lumpur dengan Putrajaya yang diharapkan pengoperasiannya bisa dimulai pada tahun 2021 mendatang. Belum lagi rencana dari pemerintah Johor Bahru yang akan memperpanjang jaringan MRT Malaysia menuju Singapura yang diproyeksikan rampung pada tahun 2024.

Akahkan pembangunan jaringan kereta di Malaysia tersebut akan mengalami kerugian lagi seperti jalur-jalur pendahulunya?

Citilink dan Kalbe Farma Kampanyekan #terbangsehat Pada Penumpang

Citilink, maskapai berbiaya hemat atau LCC baru saja menggandeng PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) melalui anak usahanya PT Sanghiang Perkasa atau Kalbe Nutritionals untuk mengkampanyekan gerakan #terbangsehat di tiga kota besar Indonesia. Tiga kota tersebut yakni Medan di Bandara Internasional Kualanamu, Makassar di Bandara Internasional Hasanuddin dan Semarang di Bandara Ahmad Yani.

Baca juga: Jelang Q4 2018, Citilink Canangkan Buka Rute Banyuwangi-Kuala Lumpur

Pada kampanye #terbng sehat ini Citilink dan Kalbe Nutritionals mengadakan pemeriksaan kolesterol dan gula darah gratis khusus penumpang Citilink di tiga bandara tersebut.

“Kampanye #terbangsehat ini merupakan salah satu bentuk Citilink Peduli dengan skema joint CSR program antara Citilink Indonesia dengan KALBE Store dan mobile app Klik Dokter, untuk seluruh penumpang Citilink Indonesia,” ujar Vice President Corporate Secretary and CSR Citilink Indonesia Ranty Astari Rachman yang dikutip KabarPenumpang.com dari keterangan tertulis, Jumat (24/8/2018).

Tak hanya pemeriksaan kesehatan gratis bagi penumpang, Citilink juga mengajak untuk mengunduh mobile app Klik Dokter. Ini dimana penumpang juga bisa langsung melakukan chat secara langsung atau live chat dengan para dokter terpecaya dari Kalbe yang ahli di bidangnya.

Ranty menambahkan, dengan digelarnya kampanye #terbangsehat, Citilink berharap bisa membantu masyarakat yang akan bepergian melalui jalur udara agar meningkatkan awanersess kesehatan mereka.

Adapun kampanye #terbangsehat ini sendiri akan dimulai pada 25-26 Agustus 2018 di Bandara Internasional Kualanami, Medan. Kemudian rangakaian berikutnya pada 22-23 September 2018 di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.

Terakhir di kota besar ketiga yakni Bandara Ahmad Yani Semarang pada 29-30 September mendatang. Nantinya dalam pemeriksaan kesehatan tersebut, penumpang Citilink Indonesia yang beruntung dan telah melakukan pemeriksaan kesehatan di booth Kalbe akan mendapat voucher belanja di Kalbe store senilai Rp100 ribu.

Baca juga: Perluas Segmen Pasar, Citilink Gandeng Ikatan Alumni Universitas

Sebelum bersama dengan Kalbe, Citilink telah bekerja sama juga dengan beberapa universitas di Indonesia. Bedanya adalah menggandeng alumni universitas untuk upaya memperluas segmen pasar di kalangan akademisi.

Apalagi jika mengingat mobilitas dan peluang bisnis lainnya yang bisa menguntungkan universitas maupun Citilink sendiri. Kemudahan yang didapat para alumni ini adalah potongan korporasi dalam pembelian tiket dengan diskon 8-10 persen, kargo da jadwal penerbangan hingga kegiatan CSR lainnya di universitas.

Bajaj “Bapake, “Jadi Andalan Patroli Polres Cilacap

Pernah Anda membayangkan kendaraan roda tiga seperti Bajaj digunakan sebagai kendaraan patroli polisi? Mungkin beberapa diantara Anda pernah, namun berpikir itu adalah hal yang mustahil bahkan tidak mungkin terjadi apalagi di ibu kota Jakarta. Tapi ternyata salah satu Polres di Jawa Tengah membuat sebuah bajaj bisa bersanding dengan mobil LCGC maupun kendaraan sport lainnya milik kepolisian.

Baca juga: ZEV T3-1 Micro, Van Ukuran Mini yang Mirip Bajaj Qute

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, Bajaj yang digunakan sebagai kendaraan patroli oleh pihak kepolisian ini ada di Cilacap. Namanya pun unik yakni Bapake (Bajaj Patroli Keamanan dan Edukasi), sehingga tidak hanya berpatroli tetapi memberikan edukasi pada masyarakat Cilacap.

Polres Cilacap ternyata sudah menggunakan Bajaj yang menjadi banyak perhatian itu sekitar satu bulan lalu. Meski baru ada satu, pihak Polres Cilacap sendiri rencananya akan menambah unit Bapake ini untuk berpatroli.

Bapake berpatroli bersama polisi Cilacap

Tenang saja, Bajaj yang satu ini tidak kalah dengan kendaraan patroli polisi lainnya, sebab kelengkapan didalam Bapake ternyata sama dengan kendaraan patroli lainnya. Karena Bapake dilengkapi dengan rotator, strobo hingga pengeras suara.

Bapake sendiri bisa terkenal dan viral di masyarakat luar Cilacap setelah ada unggahan di akun Instagram milik @satlantasrescilacap pada Kamis, 9 Agustus 2018 kemarin. Sebagai kendaraan patroli bodi Bajaj ini berwarna dasar putih dengan tambahan warna biru dan merah serta dilengkapi dengan plat dinas, stiker bergambar logo Satlatas Polres Cilacap dan stiker polisi cukup besar di bagian atas kaca depan Bajaj.

Bapake merupakan produksi TVS yakni TVS Kargo yang sudah diubah dengan livery ala kendaraan patroli Kepolisian Indonesia. Kargo menggunakan mesin Duralife 199,26 cc dan pendingin udara dengan konfigurasi 4 tak SOHC karburator.

Baca juga: Setelah 2 Tahun Tak Jelas Juntrungannya, Tiny Microlino EV Akhirnya Legal di Jalanan Eropa

Mesin yang berada di belakang bertenaga 8,58 dk di 5250 rpm dan torsi 14,95 Nm di 3250 rpm yang tersalur langsung ke as roda dari girboks sehingga membuat tarikannya lebih responsif.

Bagaimana dengan Polres di Indonesia lainnya, mau coba pakai kendaraan unik seperti di Cilacap untuk patroli?

Hitachi Siap Digitalkan Perkeretaapian di Inggris, Seperti ini Caranya!

Perkembangan kereta api di dunia memang tidak bisa dipandang sebelah mata – campur tangan teknologi memegang peranan penting dalam peningkatan kualitas di segala aspek ini. Contoh paling sederhana yang dapat kita lihat dan rasakan dari ruang lingkup terdekat kita (Commuter Line Jabodetabek) adalah sistem pertiketan yang sudah mulai menunjukan kemajuan yang signifikan. Dari situ, mulailah kita merasakan dampak positif lain dari perkembangan teknologi di sektor transportasi.

Baca Juga: Hitachi Luncurkan EMIEW3, Robot Pintar di Bandara Dengan Artificial Intelligence

Namun, perkembangan tersebut belakangan ini mulai mengalami kendala manakala skala peningkatan jumlah penumpang tidak berimbang dengan jumlah layanan yang tersedia. Rencananya, dalam pagelaran InnoTrans (International Trade Fair for Transport Technology) yang diadakan di Berlin pada 18 – 21 September 2018 mendatang, Direktur Penjualan dari Hitachi Rail Europe, Nick Hughes bersama jajarannya siap untuk membawa angin segar bagi problematika ini.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman railtechnologymagazine.com (22/8/2018), Nick ingin mendorong industri kereta api Inggris ke era digital. Ada tiga poin inti yang nantinya akan dijabarkan oleh Tim Hitachi dalam pagelaran tersebut, yaitu pelayanan digital door to door, sistem pertiketan, dan keandalan layanan dari Caravaggio Train milik Hitachi.

Layanan digital door to door yang dimaksud di sini adalah penumpang akan mendapatkan informasi terbaru dari kereta yang hendak dinaikinya, apakah layanan tersebut akan tepat waktu atau mengalami keterlambatan. Notifikasi yang nantinya diterima oleh penumpang ini sendiri berasal dari operator layanan tersebut, “Dimana ini akan meningkatkan nilai akurasi yang belum pernah ada sebelumnya,” tutur salah satu pihak Hitachi.

Lalu sesampainya penumpang di stasiun, mereka akan menemukan kondisi seperti di kebanyakan stasiun – ramai dan serba sibuk. “Kondisi ini tidaklah cocok bagi mereka yang kurang memiliki pengalaman dalam bepergian menggunakan kereta,” tutur Nick. “Untuk mengatasi hal semacam ini, namntinya para penumpang akan kami arahkan menuju peron dengan bantuan sistem Smart CCTV. Ini akan sangat membantu mereka,” lanjutnya.

Kemudian untuk sistem pertiketannya, Hitachi akan berkiblat pada cabang mereka yang ada di Tokyo, Jepang, dimana sistem pertiketan multi-moda ini akan mengarahkan Anda untuk membeli tiket dengan harga terrendah cukup dengan menggunakan satu kartu saja.

Baca Juga: Inilah 10 Kereta Tercepat di Dunia

Sementara untuk urusan keandalan, Nick mengatakan bahwa Hitachi menyematkan lebih dari 40.000 sensor yang saling terintegrasi satu sama lain. “Kami memasang lebih dari 40.000 sensor di kereta, dimana sistem tersebut akan mendeteksi kinerja setiap komponen, hingga ke bagian terkecil seperti pintu atau sistem rem,” terang Nick.

Dengan adanya sensor-sensor tersebut, maka operator dapat dengan mudah memantau setiap kerusakan – bahkan yang terkecil sekalipun dan dapat memperbaikinya dengan segera. Nick beranggapan bahwa pencegahan merupakan hal terpenting yang harus diperhatikan daripada ‘mengobati’. “Inilah sebabnya mengapa sistem persinyalan digital menjadi sangat penting dalam industri transportasi.” Tututp Nick.

 

Mobil Tenaga Baterai Dihentikan Pengoperasiannya di Stasiun India

Mobil menggunakan baterai seperti mobil golf banyak sekali digunakan pada bandara. Biasanya mobil-mobil ini untuk mengangkut para lansia atau pejabat agar memudahkan sampai ke gerbang keberangkatan mereka.

Baca juga: Duuh.. Mobil Golf Pendukung Disabilitas dan Orang Tua ‘Nyungsep’ ke Rel Kereta

Mungkin untuk bandara mudah digunakan, karena jalur yang cukup luas untuk di lalui mobil ini. Tapi bagaimana jika mobil dengan baterai ini digunakan pada stasiun dan berjalan di paltform atau peron tempat menunggu kereta?

KabarPenumpang.com melansir dari laman freepressjournal.in (22/8/2018), sayangnya administrasi kereta api India kini telah melarang adanya pengoperasion mobil baterai di ketiga platform stasiun kereta api India pada Selasa (21/8/2018) kemarin. Adanya pelarangan ini karena mobil tersebut kerap kali jatuh dari platform kereta api yang mendorong pihak berwenang harus mengambil keputusan itu.

Divisi Ratlam Western Railway mengeluarkan perintah penghentian operasional mobil tersebut dan segera menyampaikannya ke stasiun yang menggunakan mobil bertenaga baterai. Langkah penghentian operasi mobil bertenaga baterai ini disambut bahagia oleh para porter yang sejak awal menentang adanya langkah penggunaan mobil.

Diketahui, tiga mobil bertenaga baterai ini diperkenalkan di platform kereta api nomor 1, 2, 3 dan 4. Mobil-mobil tersebut di parikir dan diperbaiki di platform 1 di kantor PRO dan biasa juga ada di platform 4 tepatnya di luar ruang tunggu VIP.

Pengemudi mobil ini pun tidak bisa melaju dengan kencang karena kecepatan yang ditentukan hanya 10 km per jamnya. Sebelum dihentikan pengoperasiannya, pada insiden pertama mobil diperbaiki agar kecepatan lebih rendah, tetapi tidak bisa.

Apalagi terkadang pengemudi justru mengemudikan mobilnya dengan cepat demi mengantar penumpang. Jagmohan Verma mantan Komite Konsultatif Pengguna Zonal Rail atau Zonal Rail Users Consultative Committee (ZRUCC) sebenarnya sudah berulang kali menuntut larangan adanya mobil bertenaga baterai di stasiun.

Baca juga: Stasiun Ernakulum India, Hadirkan Fasilitas Komplit Bagi Kaum Difabel

Pada hari Minggu (19/8/2018) sebuah mobil kembali jatuh di platform 3 setelah melaju dan kejadian ini terjadi beberapa menit sebelum Jabalpur-Indore Express tiba. Untungnya penumpang langsung menarik mobil tersebut ke platforms pada saat yang tepat.

Diketahui, sebelum penghentian pengoperasian, mobil tenaga baterai ini ditempatkan pada sembilan stasiun kereta api India pada Juni 2018 kemarin. Sebenarnya kehadiran mobil ini sendiri untuk memudahkan para lansia dan penyandang disabilitas mencapai platform keberangkatan kereta mereka.

Jangan Terlewat! Garuda Online Travel Fair Fase Dua Mulai 24 Agustus 2018

Sukses melaksanakan Garuda Online Travel Fair (GOTF) fase pertama pada April lalu, Garuda Indonesia akan kembali melaksanakan GOFT fase kedua yang akan dimulai pada 24-30 Agustus 2018. Gelaran ini kembali diadakan, dikarenakan adanya antusias pelanggan terhadap pembelian tiket tanpa harus mengantri dan mendapat potongan harga yang cukup fantastis.

Baca juga: Dukung Asian Games 2018, Garuda Indonesia ‘Upgrade’ Armada Jakarta-Palembang

GOTF yang dilangsungkan selama tujuh hari ini, bekerja sama dengan PT Bank CIMB Niaga sebagai bank partner. Tak hanya itu, anak usaha Garuda Indonesia, Citilink yang bergerak di penerbangan berbiaya rendah atau LCC juga ikut dalam pelaksanaan GOTF fase kedua ini.

Direktur Niaga Domestik Garuda Indonesia, Nia Sulistyowati mengatakan adanya fase 2 GOTF ini, juga tak lepas dari upaya Garuda dalam mendukung pemerintah untuk memperkuat sepuluh destinasi unggulan. Nina mengatakan, Garuda juga telah menyiapkan enam destinasi unggulan yakni Bali, Yogyakarta, Malang, Medan, Labuan Bajo dan Sorong.

“Untuk rute-rute unggulan, Garuda Indonesia memberikan harga menarik seperti Jakarta-Bali menjadi Rp960 ribu, Jakarta-Labuan Bajo Rp1,3 juta dan beberapa lainnya,” ujar Nina yang ditemui KabarPenumpang.com di Hardrock Cafe, Kamis (23/8/20118).

Nina mengaatakan, GOTF kali ini Garuda Indonesia menyiapkan tiga juta seat dan menargetkan penjualan sebesar Rp185 miliar. Tak hanya itu, Garuda Indonesia juga berharap adanya dua juta pengunjung web dan 50 ribu downloader baru aplikasi mobile Garuda Indonesia.

Sementara itu, Direktur Kargo dan Niaga Internasional Sigit Muhartono mengatakan, GOTF sendiri dapat diakses oleh seluruh pengguna jasa di seluruh destinasi internasional. “Kami telah menyiapkan destinasi unggulan internasional sepeti Cina, India, Jepang, Korea, Singapura dan Thailand.”

Direktur Strategi dan Finance CIMB Niaga Wan Razly mengatakan, bagi pelanggan Garuda Indonesia yang juga merupakaan pemegang kartu kredit CIB Niaga berhak mendapat kesempatan memperoleh tambahan diskon hingga Rp7,5 juta melalui program happy hour, cicilan 0 persen hingga 24 bulan dan bonus hingga 10 ribu miles.

“Kami berharap berbagai program menarik yang ditawarkan selama GOTF fase 2 dapat memperluas penetrasi bisnis kartu kredit dan debit CIMB Niaga pada segmen travel sehingga mampu berkintribusi pada peningkatan kinerja perseroan,” ujar Wan.

Baca juga: Garuda Indonesia dan Citilink Raih “TripAdvisor 2018 Travellers Choice Awards”

Selain mendapatkan berbagai harga terbaik untuk berlibur, para pengguna jasa yang akan menuju Bali, Ujung Pandang, Medan Labuan Bajo, Sorong, Singapura dan Hong Kong juga akan mendapatkan tambahan diskon sebesar satu juta rupiah. Sedangkan khusus untuk rute Australia, Amsterdam, Korea dan Jepang mendapatkan tambahan diskon sebesar Rp3 juta.

Pada tahun 2018 ini, Garuda Indonesia telah melaksanakan GOTF phase 1 pada Mei 2018 lalu yang berhasil memperoleh pendapatan penjualan sebesar Rp 173 miliar. Untuk mengikuti GOTF pelanggan bisa mendapatkan melalui website www.garuda-indonesia.com/gotf dan mobile app Garuda Indonesia.

Mau Cari yang Halal? Ini Dia Lima Destinasi Wisata di Eropa yang Muslim-Friendly

Siapa sih yang tidak ingin punya waktu berlibur bersama orang-orang tercinta? Nampaknya dewasa ini liburan sudah menjadi kebutuhan pokok setiap orang ya! Bukan hanya dapat menghapus sejenak kepenatan di tengah seabreg aktifitas, tapi liburan juga dapat memperkenalkan kita akan beragam kebudayaan baru – terutama di negara yang belum pernah dikunjungi sebelumnya.

Baca Juga: Lima Daerah Reklamasi Ini Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara

Ngomong-ngomong soal liburan di negara orang, mungkin beberapa dari Anda yang beragama Islam pernah mengkhawatirkan tentang kehalalan dari negara yang hendak dikunjungi, bukan? Ambil contoh yang paling sederhana adalah dari segi makanannya – karena belum tentu di setiap negara memasang label halal di makanan yang mereka jual. Nah, maka dari itu, berikut KabarPenumpang.com sarikan 5 negara yang terkenal Muslim-Friendly, dihimpun dari berbagai laman sumber.

Inggris (London)

Siapa sih yang tidak ingin pergi ke negara yang terkenal akan liga sepak bolanya ini? Belum lagi pesona dari Big Ben dan Buckingham Palace yang semakin meningkatkan hasrat Anda untuk menyambanginya. Nah, ternyata Ibukota dari Inggris, London juga terkenal sebagai salah satu destinasi wisata yang Muslim-Friendly lho!

Sekira lebih dari satu juta umat Muslim tinggal di sana dan berbaur dengan kecantikan dan modern-nya kota London. Untuk masalah makanan? Anda tidak perlu khawatir karena ada banyak sekali restoran berlabel halal yang dapat Anda temui di sana. Tempat beribadahnya bagaimana? Tentu ada! Tersebar banyak masjid di London, termasuk salah satunya adalah London Central Mosque yang terkenal!

Austria (Vienna)

Berjalan-jalan menyusuri kota dengan menggunakan gondola merupakan aktifitas yang sayang untuk dilewatkan semisal Anda menyambangi Vienna di Austria. Bagi Anda umat Muslim yang ingin pergi ke Vienna namun masih ragu apakah kota ini masuk ke dalam kategori Muslim-Friendly atau tidak, kini Anda tidak perlu ragu lagi – karena di sini Anda dapat menemukan beragam makanan halal yang dijajakan di pinggir jalan maupun restoran.

Belum lagi sejumlah hotel di sini yang juga menunjang ibadah para umat Muslim – menyediakan Sajadah dan penunjuk arah kiblat. Kendati jumlah masjid di sini tidaklah terlalu banyak, namun jangan lewatkan kesempatan untuk beribadah di dua masjid kenamaan di sana, yaitu Islamic Center Vienna dan Kuba Mosque.

Turki

Dillansir dari laman halaltrip.com, sebanyak 98 persen penduduk Turki merupakan pemeluk agama Islam, jadi hampir dapat dipastikan Anda tidak perlu khawatir soal penganan yang ada di sini – pun dengan sarana ibadahnya. Satu hal yang tidak boleh Anda lewatkan dari Turki adalah mencicipi berbagai penganan khasnya yang kaya akan rempah. Dijamin, bikin nagih!

Malta (St. Julians)

Mungkin Anda tidak akan percaya bahwa negara ini merupakan salah satu destinasi wisata yang Muslim-Friendly. Hal ini dilatarbelakangi oleh peran Muslim yang cukup signifikan dalam sejarah peradaban pulau. Hal-hal lain seperti Masjid dan makanan halal dapat Anda temui dengan mudah semisal Anda hendak berkunjung ke sini. Jadi, tidak ada alasan untuk meninggalkan Sholat meskipun sedang liburan ya!

Baca Juga: Mau Berlibur ke Istanbul? Baca Dulu Beberapa Tips Berikut Ini!

Jerman

Salah satu negara di Eropa ini memiliki komunitas Muslim terkemuka yang berhasil berkembang meskipun jumlahnya jauh lebih kecil daripada jumlah penduduknya. Warga Jerman akan menerima setiap pelancong Muslim dan memperlakukannya dengan sangat baik, maka tidak heran jika banyak Jerman masuk ke dalam salah satu destinasi wisata yang Muslim-Friendly. Soal makanan dan tempat ibadah, Anda tidak perlu khawatir karena di sini ada banyak sekali makanan halal dan Masjid yang dapat Anda gunakan.

 

 

Jaga Kesehatan Penumpang di Penerbangan Jarak Jauh, Singapore Airlines Gandeng Canyon Ranch

Singapore Airlines akan meluncurkan beberapa rute penerbangan terpanjang dan terlama di dunia. Pada Oktober mendatang akan ada rute dari Newark, New Jersey (AS) ke Singapura dengan waktu tempuh 18 jam 45 menit serta jarak tempuh 9500 mil dan bulan November akan ada rute dari Singapura menuju Los Angeles.

Baca juga: Singapore Airlines Buka (Kembali) Penerbangan Langsung Singapura – Newark

Untuk rute baru ini, Singapore Airlines memesan Airbus A350-900ULR (Ultra Long Range). Versi pesawat ini dimodifikasi untuk melakukan penerbangan jarak jauh dibandingkan dengan versi biasa A350-900. Nantinya A350-900ULR ini akan hadir yang pertama untuk Singapore Airlines September 2018 mendatang sedangkan tujuh lainnya akhir tahun 2018.

Untuk itu, dalam A350-900ULR akan ada 67 kursi kelas bisnis dan 94 kelas ekonomi premium. KabarPenumpang.com melansir dari laman forbes.com (15/8/2018), selain akan memiliki armada dan rute baru, Singapore Airlines juga mengumumkan kemitrannya denga Canyon Ranch, salah satu merek kesehatan ternama untuk membawa penumpang lebih nyaman dalam istirahat dan relaksasi pada penerbangan jarak jauhnya.

The Canyon Ranch Wellness Architects yang dibangun pada Desember 2017, akan mengembangkan strategi berbasis sains untuk membantu penumpang menikmati tidur yang lebih baik, pilihan makanan yang lebih baik dan latihan baru untuk tetap sehat saat mereka melewati waktu dalam penerbangan panjang.

“Singapore Airlines berkomitmen untuk terus meningkatkan pengalaman pelanggan kami untuk menjadi yang nomor satu di industri ini. Kemitraan baru kami dengan Canyon Ranch dibangun di atas komitmen itu, serta warisan layanan kami yang kuat, memanfaatkan keahlian dan rekomendasi berbasis sains yang mendalam dan strategi untuk memberikan perjalanan yang lebih nyaman bagi pelanggan kami,” kata Senior Pelaksana Pengalaman Pelanggan Singapura, Yeoh Phee Teik.

“Kami beruntung dapat menyediakan kesehatan transformatif untuk tamu di darat, di laut dan sekarang di udara dengan mitra yang sama-sama berkomitmen untuk pengalaman tamu mereka seperti kami,” kata CEO Canyon Ranch, Susan E. Docherty.

Kemitraan ini akan fokus pada tiga komponen utama yakni makanan yang akan dikembangkan oleh juru masak dan ahli gizi Canyon Ranch dan berfokus pada hidrasi, rasa serta tekstur. Canyon Ranch juga mengembangkan relaksasi untuk membantu pelanggan meningkatkan durasi dan kualitas istirahat mereka termasuk dalam cahaya kabin.

Fisiologi Canyon Ranch juga akan membuat video peregangan yang dipandu dan dapat diakses dengan mudah oleh para penumpang melalui sistem hiburan pribadi. Kemitraan Singapura dan Canyon Ranch menggemakan afiliasi serupa yang dibentuk oleh Qantas dan Charles Perkins Institute di University of Sydney tahun lalu.

Baca juga: Sah! Singapore Airlines Terima Boeing 787-10 Perdananya

Sebelum meluncurkan penerbangan terlama miliknya sendiri dari Perth (PER) ke London (LHR), yang berlangsung selama 17 jam dan 20 menit, Qantas meminta bantuan para ilmuwan Charles Perkins Institute untuk menciptakan strategi kebugaran dan persembahan bagi para penumpang di penerbangan barunya.

Ini juga telah memasukkan menu baru yang berfokus pada nutrisi, penawaran kesehatan di lounge Qantas dan peningkatan kabin pesawat, diantara peningkatan lainnya. Karena semakin banyak maskapai penerbangan yang memiliki rute penerbangan jarak jauh dalam waktu tempuh yang cukup lama.

Gegara Semprotan Tabir Surya, Kereta Cepat Cina Harus Berhenti Mendadak

Alarm kebakaran di dalam kereta tiba-tiba menyala dan membuat masinis menghentikan kereta, biasanya akan mengganggu perjalanan penumpang dan kereta lainnya di dalam jaringan yang sama. Pada Juni 2018 kemarin, sebuah kereta cepat di Cina harus berhenti mendadak dikarenakan alarm kebakaran menyala.

Baca juga: Terjebak di Kereta Karena Salju, Penumpang Southeastern Tarik Alarm Darurat dan Melompat Turun

Menyalanya alarm kebakaran sendiri disebakan adanya seorang wisatawan yang menggunakan tabir surya semprot ke bagian tubuhnya saat berada di dalam toilet. KabarPenumpang.com melansir dari laman scmp.com (29/6/2018), awanya seorang wanita masuk ke toilet kereta untuk menggunakan tabir surya semprotnya.

Sayangnya karena semprotan itu mengeluarkan asap, kemudian disalahartikan oleh sensor kebakaran kereta. Sehingga ini memicu alarm kebakaran untuk menyala dan memaksa pengemudi kereta berhenti. Kereta cepat tersebut sebenarnya dalam perjalanan dari Zhengzhou ke Anyang.

Karena insiden salah tangkap dari sensor kebakaran, kemudian membuat staf kereta api melakukan penyelidikan terhadap hal tersebut. Setelah diketahui masalahnya kemudian kereta cepat kembali mengular di rel setelah tiga menit mengalami penundaan karena tidak terlihat adanya kebakaran yang terjadi. Insiden ini kemudian membuat penundaan perjalanan kereta dan layanan lainnya juga terganggu di jaringan.

“Ruang toilet sangat terbatas, semprotan menghasilkan sejumlah partikel asap yang kemudian terdeteksi oleh sensor alarm,” ujar seorang teknisi keret cepat setelah melakukan penyelidikan.

Wanita yang diketahui menggunakan semprotan tabir surya tersebut ternyata menderita fotodermatitis. Dimana kondisi alergi yang mengarah ke peradangan kulit ketika terkena sinar matahari. Wanita yang tidak diketahui namanya tersebut terkejut ketika tahu kereta berhenti karena dirinya menggunakan tabir surya semprot.

“Saya merasa sangat menyesal untuk hal ini,” ujar wanita tersebut.

Baca juga: Halau Rusa di Jalur Kereta, Peneliti Jepang Pasang Klakson Suara Anjing Melolong di Lokomotif

Diketahui, penumpang yang membuat alarm palsu dan membuat kereta berhenti tiba-tiba bertanggung jawab dan bisa mendapat hukuman. Tetapi untuk pelancong wanita tersebut tidak ada tindakan apapun yang diambil dalam kasusnya.

Sebab semprotan tabir surya yang dibawa oleh dirinya tidak ada dalam daftar barang yang dilarang oleh kereta api. Apalagi semprotan tersebut digunakan untuk kulit yang terpapar sinar matahari.

Dalam Penerbangan, Pilih Kelas Ekonomi Premium Atau Ekonomi Biasa?

Ada ekonomi dan ekonomi premium, demikian tawaran yang diberikan beberapa maskapai full service. Dari segi penamaan memang sudah bisa ditebak, bahwa ekonomi premium memberikan pelayanan yang lebih tinggi dibandingkan kelas ekonomi (biasa).

Duduk di kursi kelas ekonomi premium yang jelas akan berbeda dari duduk di kelas ekonomi biasa. Apalagi dalam perjalanan jauh kelas ekonomi premium nyaman dikarenakan tempat kaki dan dan kursi lebih luas sehingga lebih bisa menikmati perjalanan dibanding dengan kelas ekonomi biasa di mana kaki bertemu langsung kursi di depan.

Baca juga: Dilema Soal Seat Pitch, Masih Dimaklumi Penumpang

Namun bagaimana dengan harga kelas ekonomi premium itu sendiri? KabarPenumpang.com merangkum dari stuff.co.nz, situs SeatGuru mengulas harga untuk kelas ekonomi premium berkisar 95 persen lebih mahal daripada kelas ekonomi biasa. Tetapi harga ini tergantung dengan kapan dan kemana tujuan Anda.

Peter Harbison ketua CAPA Centre for Aviation mengatakan, kelas ini berada di antara harga kelas ekonomi dan bisnis dan biasanya sekitar lima kali kelas ekonomi biasa. Namun dia mengingatkan tidak semua kelas ekonomi premium dibuat sama dengan manfaat dan layanan bervariasi antara maskapai penerbangan yang satu dengan lainnya.

“Kelas ekonomi premium biasanya memiliki ruang kaki ekstra dan kursi lebih besar. Kabin terpisah dan makanan lebih baik bahkan layar monitor hiburan mungkin lebih besar. Tetapi bila beruntung, Anda bisa mendapat pelayanan yang lebih baik dari awak kabin,” ujar Harbison.

Beberapa maskapai yang menawarkan kelas premium yakni Qatar Airways, Etihad dan Emirates. Harbison mengatakan, Qantas menjadi salah satu yang terbaik tetapi Singapore Airlines dan yang lainnya kini menjadi penantang dalam kualitas atau dari segi harga tiket.

Dalam skema tahunan Skytrax 2018, Air New Zealand mengambil tempat kelas ekonomi premium terbaik dan Qantas di urutan kedua serta Singapore Airlines di urutan ke tiga.

“Sejak memperkenalkan Ekonomi Premium pada tahun 2015, kami telah melihat permintaan untuk perjalanan di kabin premium terus tumbuh,” ujar Karl Schubert, manager PR Singapore Airlines.

Harbison juga menambahkan, tidak boleh meremehkan pelayanan ramah dalam penerbangan yang lama. Melihat lima maskapai besar dengan kelas premium Qantas, Virgin Australia, Air New Zealand, Singapore Airlines, dan Cathay Pacific sangat mudah untuk melihat yang lebih unggul.

Meskipun semua menyediakan pilihan makanan premium, minuman dan makanan ringan gratis, kabin khusus dan prioritas check in, itu adalah angka yang menunjukkan di mana nilai sebenarnya berada. Dalam hal spesifikasi kursi di pesawat Boeing 777, Virgin Australia keluar sebagai yang teratas, kursi premium terbesar yang masuk di pitch 41 inci (ruang kaki) dan lebar kursi 19,5 inci, yang berarti banyak ruang untuk bergerak.

Kursi bersandar cukup standar di sembilan inci, Singapore Airlines dan Cathay Pacific pengecualian dengan berbaring delapan inci. Qantas dan Singapore Airlines saling bersaing di depan hiburan, keduanya menampilkan monitor hiburan 13,3 inci, mengerdilkan layar 10,6 inci pada penerbangan Virgin Australia.

Untuk bagasi terdaftar, Virgin Australia keluar sebagai yang teratas, dengan tunjangan 64 kilogram yang besar yang tersebar di dua kantong 23 kilogram. Adapun siapa yang benar-benar terbang premium, tampaknya ada daya tarik yang sama untuk pelancong bisnis dan liburan.

Perbedaan tarif antara bisnis dan premium secara signifikan lebih besar dari itu antara premium dan ekonomi, menjadikan premium pilihan yang jauh lebih layak bagi perusahaan yang ingin menghemat uang dalam perjalanan.

“Pembeli sangat sadar akan biaya akhir-akhir ini, terutama pada penerbangan di bawah delapan jam. Jadi kelas bisnis biasanya tidak masuk akal. Bagi mereka, ekonomi premium adalah anugerah,” kata Harbison.

Baca juga: Benarkah Penumpang Kelas Ekonomi Kurang Perhatian? Ini Kata Awak Kabin

Namun, dengan penawaran flash dan tarif dini ditawarkan di sebagian besar rute utama, ekonomi premium berada dalam jangkauan bahkan pelancong biasa. Selalu ada segmen pasar rekreasi yang ingin melakukan perjalanan bisnis tetapi tidak mampu membelinya dan bagi mereka ekonomi premium adalah cara untuk terbang. Dan begitu mereka naik, sangat jarang bagi pelancong untuk kembali ke ekonomi, setidaknya pada penerbangan jarak jauh.

“Kami sering menemukan bahwa setelah penumpang menggunakan kelas Ekonomi Premium, mereka akan memesan produk khusus ini lagi,” ujar Kelly Kilgour, konsultan komunikasi eksternal senior untuk Air New Zealand,