Tanpa Tarif Batas Jadi Senjata Ompreng.com Menangkan Pasar Ride-Sharing

Walaupun namanya erat dengan segala sesuatu yang berkonotasi kurang baik, namun hal tersebut tidak menyurutkan Ary Setiyono untuk membangun Omprengan.com, sebuah platform ride-sharing berbasis aplikasi yang siap bersaing dengan raksasa lain di bidangnya, seperti GoJek, Grab, dan Uber. Terinspirasi dari beragamnya transportasi alternatif selama ia mengenyam bangku pendidikan di Jerman, hadirnya Ompreng.com diharapkan dapat menawarkan solusi untuk mengatasi masalah kemacetan di Ibukota dan kota-kota lain di Indonesia.

Baca Juga: Ride-Sharing, Upaya Uber Untuk Lebih Mengerti “Perasaan” Pengguna

Dikutip KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, startup yang berdiri pada 3 Oktober 2015 ini memiliki layanan utama dengan nama O-Shuttle, dimana layanan ini secara langsung bersaing dengan omprengan konvensional. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), omprengan sendiri memiliki kendaraan pribadi yang ditambangkan untuk mencari penghasilan tambahan. Mungkin sebagian orang lebih akrab dengan sebutan ‘angkot gelap’.

“Omprengan gelap, mobil pribadi yang menjadi antar jemput, yang mengharuskan penumpang untuk membayar setiap perjalanan, itu kompetitor kita. Mereka masih konvensional,” tutur Ary, dikutip dari laman id.techinasia.com. Alumnus University of Malaya ini juga menurutkan, kehadiran Ompreng.com diharapkan dapat menekan jumlah kendaraan yang melintas di jalanan.

Ary Setiyono. Sumber: istimewa

Mengingat pesaingnya yang sudah lebih banyak menelan asam garam di jalanan, Ary tidak kehilangan akal. Ia lalu menggandeng TRAC-Astra Rent a Car, perusahaan penyedia layanan sewa mobil milik Astra International, untuk memastikan para pelanggannya bahwa jasa yang Ary tawakan sudah memenuhi izin opersional resmi.

“Kita sediakan armada yang bagus. Kerja sama dengan rental mobil terkenal seperti TRAC-Astra, dan yang paling penting ada izin pelat kuning. Itu value kita,” terangnya.

Walaupun Ompreng.com menggandeng merk dagang ternama seperti Astra, Ary tetap memberlakukan harga yang bersahabat dengan penumpang dan juga bersaing dengan jasa omprengan konvensional. “Harganya sekitar Rp25.000 per trip, kalau langganan Rp22.500,” ungkap Ary.

Untuk membedakan diri dengan penyedia jasa serupa, Ary mengaku bahwa Ompreng.com tidak sama dengan layanan transportasi berbasis aplikasi lain yang telah memiliki peraturan mengenai tarif batas atas dan bawahnya. “Karena kita bukan on-demand. Kita lebih pada schedule service. Rute perjalanan sudah diumumkan di depan. Jadi enggak kena tarif batas atas dan bawah,” cetus sang founder. Jadi tidak heran jika selama ini Ary bersama dua rekannya yang juga memiliki andil dalam Ompreng.com masih menyuntikkan dana setiap bulannya.

Baca Juga: Baraya Travel, Dipilih Karena Tak Buat Dompet Merintih

Tidak hanya menyediakan layanan O-Shuttle, Ompreng.com juga menyediakan layanan lain seperti O-Car dan O-Bike, dimana layanan ini hampir serupa dengan fitur Grab Hitch. Sama seperti O-Shuttle, Ary juga tidak memberlakukan tarif batas bawah dan atas terhadap dua fitur di layanan Ompreng.com ini. “O-Car, O-Bike belum ada monetisasi. Itu seperti marketplace saja,” jelas Ary.

Untuk mengetahui rute mana saja yang dilayani oleh layanan O-Shuttle milik Ompreng.com, aplikasi ini dapat diunduh secara gratis melalui Play Store.

Lion Bizjet Tawarkan Taksi Udara Bertarif Rp47 Juta Per Jam

Selain dikenal sebagai perusahaan penerbangan terbesar di Indonesia, Lion Air Group juga telah melebarkan sayapnya dengan meluncurkan beberapa maskapai di dalam dan luar negeri. Di level premium dan full service, Lion Air Group menghadirkan Batik Air, dan untuk menjawab kebutuhan penerbangan carter, Lion Air Group kini punya unit bisnis Lion Bizjet, yakni layanan penerbangan tak berjadwal yang siap melayani pengguna jasa berkocek tebal untuk mengangkasa setiap saat.

Baca juga: Macet Parah Menuju Bandara, Bangalore Tawarkan Layanan Antar Jemput via Helikopter

Meski backbone Lion Bizjet adalah pesawat jet bisnis Hawker Beechraft 900XP, namun belum lama ini Lion Bizjet memperkenalkan armada terbarunya, bukan berupa pesawat bersayap tetap, melaiankan sebuah helikopter EC-135 buatan Airbus Helicopters. Layanan ini seolah membawa angin sejuk bagi warga Ibukota yang ingin merasakan sensasi berkendara menggunakan helikopter. Selain bebas macet, interior helikopter ini juga bisa bikin betah para penumpangnya.

Dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, mobilitas tinggi warga Ibukota dan tuntutan waktu yang serba cepat merupakan dua alasan yang melatarbelakangi hadirnya layanan bernama Lion Bizjet ini. “Tujuan Lion Bizjet adalah untuk mengakomodasi dan memfasilitasi kebutuhan transportasi udara pribadi bagi kalangan VVIP – VIP secara eksklusif. Helikopter ini bisa disewa untuk urusan bisnis, keluarga juga wisata” ungkap Ramaditya Handoko, selaku Corporate Communication Lion Air Group.

Dengan menggunakan helikopter berjenis EC-135 Twin Engine, Ramaditya menuturkan bahwa para penyewa yang kebanyakan berasal dari kalangan selebriti dan anggota pemerintahan. Adapun destinasi wisata favorit para penyewa adalah Denpasar, Bali dan Manado, Sulawesi Utara.

Terkait fasilitas yang tersedia di dalamnya, Chief Pilot Lion Bizjet, Capt. Nengah Sumerta mengatakan ada beberapa fasilitas unggulan yang ditawarkan oleh layanan helikopter VVIP ini. “Kami tawarkan kenyamanan maksimal bagi penyewa helikopter Lion BizJet,” ungkap Capt. Nengah. Adapun beberapa keunggulan dari helikopter yang mampu menampung lima penumpang ini mencakup sofa yang nyaman, pendingin udara, hingga penganan yang disediakan oleh pihak Lion Boga selama penerbangan.

Interior EC135. Sumber: international-pilot.com

Mengamini pernyataan di atas, Capt. Nengah mengatakan bahwa permintaan tertinggi terhadap layanan ini datang dari kalangan orang penting. “Khususnya di kalangan pengusaha, dan pebisnis mereka biasanya minta diantar point to point agar lebih cepat dan mudah,” tuturnya. “Lebih privat dan mereka punya fleksibilitas waktu yang tinggi,” imbuh Capt. Nengah.

Baca juga: Helikopter Kursi Tunggal Ini Dibandrol Hanya US$20 Ribu

Walaupun bukan bagian dari layanan utamanya, Lion Air Group selalu memperhatikan seluruh aspek keamanan dan keselamatannya. Bahkan, hanggar di Balaraja (Lion City) selalu kedatangan Helikopter Bizjet guna perawatan rutin. “Tapi kami juga punya prosedur daily inspection, untuk pengecekan rutin,” terang Capt. Nengah.

Menyinggung soal harga sewanya, Lion Air memanjer Rp47 juta per jam, berlaku untuk dua jam pertama dan akumulasi setiap satu jam berikutnya. Bagaimana, tertarik untuk mencoba mengudara dengan layanan super luxury dari Lion Air Group ini?

Kabar Duka dari India, Aktor Muda Bollywood Tewas Setelah Terjatuh dari Peron

Kecelakaan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Baru-baru ini kecelakaan tidak sengaja merenggut seorang aktor muda berusia 22 tahun asal India. Aktor muda berparas tampan dengan nama Prafu Bhalerao, diketahui saat ini tengah bermain di serial televisi Marathi.

Baca juga: Indian Railways Bakal Gunakan Drone Untuk Tunjang Pelayanan di Berbagai Aspek

KabarPenumpang.com melansir dari laman hirunews.lk (23/1/2018), bahwa Praful mengalami kecelakaan hingga tewas di stasiun kereta api Mumbai pada Senin (22/1/2018). Saat itu aktor muda tersebut sedang melakukan perjalanan dari Malad menuju Goregaon.

Saksi mata yang melihat kejadian tersebut megatakan, Praful bersandar di tangga dan kehilangan pegangannya saat kereta api melaju dengan kencang. Sedangkan dari cuplikan video yang diambil dari CCTV stasiun terlihat Praful berlari menuju peron untuk naik kereta, namun saat itu dirinya terlambat.

Ketika kereta melaju kencang, Praful terjatuh ke lintasan. Inspektur Polisi Senior Shailendra Dhiwar dari Polisi Kereta Api Borivali atau Government Railway Police (GRP) mengatakan, sekitar pukul 04.15 pagi waktu India, Praful Bhalerao mencoba naik kereta cepat menuju Churchgate dari peron Malad.

“Dia dilaporkan berdiri di dekat tempat duduk dan terjatuh yang mengakibatkan cedera pada kepalanya. Kami mendapat telepon pukul 04.30 pagi mengenai jenazah yang ditemukan di rel. Pada jam itu, umumnya kereta api kurang ramai dan kami mendaftarkan kasus kematian Praful adalah kasus kematian tidak disengaja dan kami melakukan investigasi lebih lanjut,” ujar seorang polisi lainnya.

Baca juga: Setelah Hadir di 200 Stasiun, Google Station Perluas Jaringan di Seluruh India

Dari laporan pihak kepolisian, jenazah Praful dikirim ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan postmortem untuk mengetahui hasil penyelidikan lebih lanjut. Praful sendiri dikenal di televisi Marathi dan mendapatkan ketenaran pertamanya di acara televisi Kunku yang saat itu sedang populer di India. Serial televisi lainnya dimana Praful tampil yakni Tu Majha Sangati, Nakushi dan Jyotiba Phule. Dia juga sedang mengerjakan film Marathi Barayan yang baru saja dirilis.

Akhir Minggu Ini! Setiap Pramugari di Banda Aceh Wajib Kenakan Jilbab

Masih ingat dengan kejadian seorang wanita yang mengeluhkan tentang seragam pramugari AirAsia kepada Perdana Menteri Malaysia beberapa waktu yang lalu? Setelah sempat risih dengan seragam pramugari yang dinilai terlalu seronok, wanita bernama Dr. June Robertson ini lalu melayangkan protes kepada Senator Malaysia, Hanafi Mamat, selaku salah satu pemangku kuasa di destinasinya tersebut.

Baca Juga: Dianggap Seronok, Soal Kostum Pramugari AirAsia Diadukan Ke Pejabat Malaysia

Menanggapi surat yang dikirim oleh wanita asal Selandia Baru ini, pada bulan Oktober 2017 kemarin Hanafi mengatakan bahwa semua awak kabin dari maskapai lokal harus mengenakan seragam yang sesuai dengan syariah. Hanafi juga menambahkan bahwa tidak menutup kemungkinan impresi para pelancong terhadap Malaysia akan membuat reputasi Negeri Jiran turun karena hilir mudiknya pramugari yang mengenakan seragam minim di terminal internasional.

Nah, bicara soal syariah, salah satu provinsi di Indonesia juga sempat mengutarakan hal serupa terkait seragam pramugari yang menurut mereka tidak sesuai dengan nilai yang berlaku. Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman themalaymailonline.com (31/1/2018), Pemerintah Kota Banda Aceh meminta kepada semua pramugari Muslim yang mendarat di sana agar mengenakan pakaian yang sesuai dengan syariat Islam. Jika tidak, mereka akan menerima ganjaran dari polisi agama.

“Saya berhadap pihak maskapai penerbangan dapat menghormati keunikan yang ada di Aceh, dimana kami sangat menjunjung tinggi Syariah,” ungkap Mawardi Ali, Bupati Aceh Besar. Memang, Provinsi paling timur Indonesia ini terkenal dengan nuansa keagamaannya yang sangat kental, dimana wanita-wanita Muslim di Serambi Mekkah ini dituntut menggunakan jilbab untuk menutup aurat mereka. Maka tidaklah heran jika hal tersebut diberlakukan sama kepada para pelancong, tidak terkecuali para awak kabin.

Mawardy mengaku akan melakukan sosialisasi terhadap sejumlah maskapai hingga akhir minggu ini. “Jika ada awak kabin yang tidak mematuhi peraturan ini, kami akan menegurnya. Namun jika dirinya kedapatan berkali-kali melanggar, kami akan mengerahkan polisi Syariat untuk menangkap dan menghukumnya,” tutur Mawardy.

Lalu, apa tanggapan dari Garuda Indonesia dan Citilink merupakan dua maskapai tuan rumah di Provinsi Banda Aceh? Melalui juru bicaranya, pihak Flag Carrier Indonesia ini menyampaikan bahwa maskapai akan menyediakan seragam khusus untuk penerbangan menuju Banda Aceh. “Garuda menghormati budaya lokal di Aceh,” ungkap juru bicara Garuda, Ikhsan Rosan.

Baca Juga: Iklan Menjurus Seksis, AirAsia Menuai Kecaman dari Netizen

Senada dengan pihak Garuda, Lion Air Group juga mengatakan bahwa maskapai tersebut menghormati setiap peraturan yang berlaku. “Kita sangat mendukung dan menghormati sekali apa yang menjadi kebijakan daerah di Aceh,” kata Pelaksana Tugas Manajer Humas Lion Air Group, Rama Aditya, dikutip dari sumber terpisah.

Menurut Rama, Batik Air yang merupakan anak perusahaan dari Lion Air Group sudah menerapkan peraturan tersebut, sedangkan Lion akan mempersiapkan segala sesuatunya untuk bisa menghormati aturan itu. “Beberapa penerbangan dari Aceh juga sebaliknya untuk maskapai Batik Air pramugarinya sudah mengenakan hijab sejak beberapa waktu lalu. Kita di Lion insya Allah minggu depan,” terang Rama.

Sementara itu juru bicara Citilink, Benny Butarbutar mengatakan bahwa pramugarinya telah mengenakan seragam yang sesuai dengan syariat Islam.

Kembali Ke Sekolah, Orang Tua Wajib Ajarkan Anak Keselamatan di Jalan Raya

Lalu lintas jalan raya yang padat bisa saja membuat orang melupakan keselamatan dirinya bahkan orang lain. Padahal kehati-hatian adalah kunci dalam keselamatan baik saat berkendara maupun berjalan kaki. Di Grisborne, Oakland, Amerika Serikat, anak-anak diajak untuk kembali belajar tentang keselamatan diri mereka di jalan raya baik saat pergi maupun pulang dari sekolah.

Baca juga: Serba-Serbi Rumble Strip, “Polisi Tidur Mini” Yang Kerap Dijumpai di Jalan Tol

Petugas pendidikan keselamatan di jalan, Tairawhiti Dianne Akurangi mengatakan ingin memastikan anak-anak dan orang tua tetap aman dalam perjalanan mereka ke dan dari sekolah dengan transportasi apapun. “Anak-anak dibawah 10 tahun harus selalu bersepeda dengan orang dewasa,” ujar Akurangi yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman gisborneherald.co.nz (26/1/2018).

Dia mengatakan, baik orang tua ataupun pengasuh bisa membantu mengajarkan anak-anak bagaimana agar tetap berada di sebelah kiri saat berjalan, melihat kondisi lalu lintas di sekitar mereka berjalan, menggunakan jalur yag benar. Selain itu juga diajarkan bagaimana cara melewati atau mendahului pengguna jalan lain dengan aman, menggunakan sinyal tangan dan cara sopan bersepeda dengan kelompok mereka.

Jika mengendarai sepeda, bermain scoot dan skating, helm merupakan alat keselamatan paling utama dan harus digunakan untuk melindungi kepala dari cedera. Helm yang digunakan juga harus ada stiker khusus yang di setujui standar helm.

Sebelum mengantar anak mereka berangkat ke sekolah sampai ke jalanan, berlututlah untuk menjadi setinggi mereka. Sebab dengan cara ini, orang tua bisa melihat sudut pandang anak-anak di jalanan dan menjelaskan potensi bahaya yang akan terjadi dan memberikan informasi untuk penanganannya.

Akurangi mengatakan, begitu pula bila orang tua mengantar anak mereka dengan mobil, pastikan mobil berhenti dengan tepat dan biarkan anak-anak masuk atau keluar dari mobil di sisi jalan setapak bukan jalan raya.

“Jika pergi dengan bus, anak-anak harus mengerti untuk berdiri di tempat perhentian bus saat menunggu. Naik dan turunlah saat bus benar-benar berhenti untuk menghindari cedera karena terburu-buru,” ujar Akurangi.

Dengan adanya peringatan di atas, pihak kepolisian juga ingin agar orang tua kembali menguji cara menjaga keselamatan anak-anak sebelum sekolah dimulai kembali. Manajer operasi pemolisian jalan Inspektur Peter McKennie mengatakan bahwa liburan musim panas yang lama membuat sebagian anak mungkin telah melupakan beberapa peraturan dasar yang harus mereka ikuti agar aman di perjalanan.

“Menambah kegembiraan mereka untuk kembali ke sekolah dan melihat teman mereka dan ini bisa berarti mereka akan kurang waspada terhadap bahaya lalu lintas di sekitar mereka,” ujar McKennie. Pihak kepolisian meminta orang tua untuk duduk bersama anak mereka sebelum akhir liburan dan berdiskusi tentang peraturan keselamatan jalan, terutama anak-anak yang akan pergi ke sekolah sendiri.

Baca juga: Perkenalkan Flagman, Robot Pengatur Lalu Lintas di India

“Bantu mereka untuk memilih rute teraman untuk sampai ke sana dan melakukan beberapa latihan berjalan atau bersepeda bersama mereka, jadi mereka terbiasa dengan rute dan tempat teraman untuk menyeberang. Uji pengetahuan keselamatan jalan anak-anak Anda sebelum sekolah dimulai kembali. Saat anak-anak kembali ke sekolah minggu depan, kami ingin orang tua meluangkan waktu untuk memeriksanya agar sesuai dengan keamanan jalan,” ujarnya

Di Korea Selatan, Bangunkan Penumpang di KRL Bisa Dapat Kopi Gratis!

Dinginnya udara pagi yang menusuk tulang tidak menyurutkan niat para pegawai kantoran yang memutuskan untuk menggunakan jasa transportasi umum seperti KRL Jabodetabek sebagai sarana mobilisasi mereka. Selain harus berdesak-desakan dengan penumpang lainnya, tantangan yang harus dihadapi oleh para komuter ini adalah rasa kantuk!

Baca Juga: Pyka, Aplikasi Unik Untuk Penumpang Yang Sering Ketiduran di Kereta

Ya, tidak sedikit kita melihat banyak penumpang yang terlelap selama perjalanan karena rasa kantuk yang menggelayuti. Bahkan tidak jarang para komuter yang terlelap ini ketinggalan pemberhentian merek karena teralu nyenyak.

Walaupun di hampir semua armada KRL Jabodetabek sudah menggunakan teknologi pengeras suara yang akan mengumumkan pemberhentian selanjutnya, namun tidak jarang para komuter yang terlelap ini ketinggalan pemberhentian mereka karena teralu nyenyak.

Berbeda dengan yang ditempuh oleh perkeretaapian India, dimana negara penghasil film Bollywood tersebut pernah menelurkan sebuah terobosan berupa teknologi reminder yang akan mengingatkan penumpang jika sudah hampir sampai stasiun tujuan via telepon genggam mereka. Dengan begitu, diharapkan tidak ada lagi penumpang yang ketinggalan stasiun pemberhentian mereka.

Lain India, lain Indonesia, lain pula jalan yang ditempuh oleh Negeri Ginseng, Korea Selatan. Demi mengentaskan permasalahan ini, salah satu merk burger kenamaan dunia, Burger King mengadakan kampanye yang merupakan bentuk kerja sama mereka dengan sebuah perusahaan pemasaran di bawah Grup Samsung, yaitu Cheil Worldwide.

Dalam kampanye ini, pihak Burger King membagi-bagikan masker penutup mata yang dilengkapi dengan tulisan, “Tolong bangunkan saya di stasiun (nama stasiun tujuan)” secara gratis kepada para calon penumpang. Dengan begitu, si penerima masker penutup mata tersebut dapat beristirahat sejenak selama perjalanan menuju stasiun tujuan.Jika sudah hampir tiba, penumpang lain yang membaca tulisan di masker penutup mata tersebut secara spontan akan membangunkan si penumpang, dan ia tidak akan ketinggalan pemberhentiannya lagi.

Kupon Tersembunyi di Balik Masker Penutup Mata Burger King. Sumber: adobomagazine.com

Tidak berhenti sampai di situ, dalam masker penutup mata tersebut, pihak Burger King juga sudah menyelipkan dua buah kupon yang dapat ditukarkan dengan kopi khas Burger King di lebih dari 200 gerai yang tersebar di Negara penghasil musik K-Pop tersebut. Penumpang yang membangunkan si pengguna masker berhak menerima satu kupon berkat aksinya tersebut.

Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman adage.com (22/4/2015), pihak Burger King meminta bantuan kepada Cheil Worldwide untuk meningkatkan pangsa pasarnya, khususnya di pagi hari. “Burger King sudah mendunia dengan produk burgernya, kini perusahaan tersebut ingin mempromosikan kopinya,” ungkap Art Director Cheil Worldwide, Hyungkyun Oh.

Baca Juga: Jadi Ajang Kampanye Produk, Pegangan Tangan di Angkutan Umum Dibuat Unik

Berangkat dari situ, lahirlah sebuah kampanye bertajuk “Breakfast Like a King” yang sekaligus mempromosikan produk kopi terbaru mereka, King Americano. Adapun kampanye ini berlangsung sejak 23 Februari hingga 15 April 2015 silam. Tidak sia-sia, peningkatan penjualan Burger King di pagi hari meningkat 18,7% seiring dengan berjalannya kampanye tersebut. Di media sosial pun, pamor kampanye nyentrik ini meningkat sebanyak 44,5% pada periode yang sama.

Nampaknya, ini bisa menjadi benchmark bagi pengusaha di Indonesia yang hendak mempromosikan produk barunya kepada khalayak ramai. Contoh nyata yang diterapkan oleh Burger King tiga tahun silam membuktikan bahwa semua aspek bisa saling terkoneksi selama semuanya dikemas dengan ide nyeleneh nan unik!

Marak Kejahatan Cyber, Startup dari Israel Kembangkan Sistem Keamanan Untuk Kereta Api

Perkembangan signifikan yang terjadi di dunia perkeretaapian global saat ini semakin mendekatkan diri kepada teknologi otomatisasi. Sebut saja Shinkansen di Jepang dan TGV di Perancis yang kerap kali dijadikan kiblat oleh negara lain yang hendak mengimplementasikan jaringan kereta cepat modern.

Walaupun terdengar sangat canggih karena mengedepankan nilai otomatisasi di hampir seluruh aspeknya, namun jangan kira kemajuan semacam ini tidak memiliki kelemahan. Salah satu ancaman yang paling mencolok di sektor otomatisasi yang saling terkoneksi dengan sistem adalah kejahatan cyber.

Baca Juga: Israel Bangun Jalur Keret Cepat Yerusalem – Tel Aviv, Mengular Mulai Maret 2018!

Bukan tidak mungkin lho seorang hacker mampu mengobrak-abrik sebuah sistem perkeretaapian yang pada ujungnya akan berimbas kepada para penumpang. Tidak menutup kemungkinan juga kekacauan sistem yang diakibatkan oleh hacker ini menimbulkan dampak yang lebih parah, yaitu kecelakaan antar moda otonom.

Sistem komunikasi menjadi salah satu ‘lubang’ yang paling sering mendapat ancaman. Kembai ke bulan Mei 2017, dimana sebuah serangan cyber berhasil menembus jaringan komunikasi perkeretaapian Jerman. Belum lagi empat serangan cyber yang menimpa jaringan operasi perkeretaapian Inggris pada tahun 2016 silam. Dua kasus di atas menjadi contoh sederhana betapa rentannya sistem ini diacak-acak oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman globes.co.il (28/1/2018), sebuah startup asal Israel, Cylus, diketahui baru saja mengembangkan solusi perlindungan terhadap ancaman cyber yang selama ini menjadi momok menakutkan bagi dunia perkeretaapian global. Tidak main-main, startup ini berhasil membuktikan diri kepada para investor untuk menyumbangkan sebagian dari dana perusahaannya, seperti Magma Venture Partners, Vertex Venture Capital, dan SBI Group of Japan.

“Pendekatan terhadap arsitektur jaringan kereta api sedikit unik, dimana jaringan tersebut tidak bisa disesuaikan dengan perlindungan cyber yang biasanya diterapkan pada sebuah organisasi,” ungkap CEO Cylus, Amir Levintal. “Kontrol terhadap kereta api dilakukan melalui wireless interface yang menggunakan teknologi GSM-R, seperti jaringan mobile phone yang canggih. Dengan bantuan interface seperti ini, informasi dapat dikirim dari pusat kendali ke kereta, dan informasi dapat diterima darinya,” tambahnya.

Amir mengatakan bahwa produk pengamanan cyber yang selama ini beredar di pasaran dinilai belum cocok untuk dipasangkan pada sistem jaringan perkeretaapian, dengan dalih sistem pengamanan tersebut tidak bisa ‘berbicara dalam bahasa kereta api’. “Komunikasi nirkabel yang selama ini menjadi ‘remote control’ kereta api menjadi sasaran empuk para hacker yang mencoba untuk mengontrol kereta dan membahayakan penumpang,” tutur Amir.

Baca Juga: Takut Data Pribadi Anda Diretas, Ini Dia Fakta dan Tips Untuk Mencegahnya!

Ia melanjutkan bahwa perkeretaapian global harus mengadopsi satu sistem khusus yang mampu memfasilitasi integritas antar komponen di kereta, lokomotif dan pusat kendali, hingga pusat kendali dengan perangkat lain di lapangan. Lebih lanjut, Amir mengatakan bahwa penggunaan perangkat keselamatan seperti firewall hanya akan mengganggu sistem komunikasi lebih jauh lagi.

“Produk yang tengah kami kembangkan ini sama sekali tidak melakukan intervensi terhadap lalu lintas di jaringan, kami hanya mampu untuk mendeteksi ancaman yang sewaktu-waktu dapat muncul.” Tutup Amir.

Garuda Indonesia Resmikan Penerbangan Denpasar ke Xi’an dan Zhengzhou

Maskapai Garuda Indonesia hari ini meresmikan penerbangan langsung Denpasar – Xi’an dan Denpasar – Zhengzhou sebagai bagian dari pengembangan jaringan yang dilaksanakan perusahaan dalam memperluas jaringan penerbangannya di internasional, khususnya ke Cina.

Baca juga: Jelang Pembukaan Rute Baru, Inilah Sejumlah Tantangan Yang Menerpa Garuda Indonesia

Peresmian rute penerbangan Denpasar – Xi’an dan Denpasar – Zhengzhou tersebut diresmikan secara simbolis oleh Direktur Kargo Garuda Indonesia, Sigit Muhartono yang juga membawahi pengembangan rute internasional Garuda Indonesia. Pada kesempatan tersebut turut hadir pemangku kepentingan lain dari layanan kebandarudaraan Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali.

Sigit mengungkapkan peresmian rute penerbangan Denpasar – Xi’an dan Zhengzhou ini merupakan bagian dari strategi Garuda Indonesia untuk terus memperluas pasarnya di Tiongkok dan menarik lebih banyak wisatawan dari Cina melalui penyediaan penerbangan langsung dari kota – kota penting di Cina ke Indonesia.

“Pasar Cina memegang peranan penting dalam market internasional Garuda Indonesia. Dengan tingkat kunjungan wisatawan internasional Cina yang mencapai 120 juta per tahunnya di seluruh dunia, kami sangat optimis dapat memaksimalkan potensi pasar tersebut. Melalui pembukaan rute Xi’an dan Zhengzhou ke Denpasar, akan lebih banyak wisatawan Cina yang berkunjung ke Indonesia.” kata Sigit.

“Pembukaan dua rute internasional pada awal tahun ini sekaligus menggambarkan optimisme perusahaan dalam meningkatkan pertumbuhan market sharenya. Saat ini market share Garuda Indonesia pada rute Indonesia – Cina berada pada dikisaran 35 persen”, ungkap Sigit

Lebih lanjut Sigit mengungkapkan, “Cina saat ini merupakan pasar utama pariwisata Indonesia. Pemerintah sendiri telah menargetkan tingkat kunjungan wisatawan Cina ke Indonesia dapat menyentuh angka 10 juta wisatawan pada tahun 2019. Komitmen tersebut tentunya menjadi potensi market yang akan terus kami kembangkan”, tutup Sigit.

Penerbangan Denpasar – Xi’an akan dilayani 2 (dua) kali dalam setiap minggunya, yaitu pada hari Senin dan Jum’at yang akan dilayani oleh pesawat Airbus A330-300. Jadwal keberangkatan dari Denpasar pada pukul 16.55 WITA, dan akan tiba di Xi’an pada pukul 00.25 LT (local time). Sementara penerbangan Xi’an – Denpasar juga akan dilayani 2 (dua) kali dalam setiap minggunya, yaitu pada hari Selasa dan Sabtu. Jadwal keberangkatan dari Xian akan dilayani pada pukul 01.55 LT dan akan tiba di Denpasar pada pukul 08.25 WITA.

Penerbangan Denpasar – Zhengzhou akan dilayani 3 (tiga) kali dalam setiap minggunya, yaitu pada hari Selasa, Kamis, dan Minggu yang akan dilayani oleh pesawat Airbus A330-300. Jadwal keberangkatan dari Denpasar pada pukul 11.35 WITA, dan akan tiba di Zhengzhou pada pukul 18.15 LT (local time). Sementara penerbangan Zhengzhou – Denpasar juga akan dilayani 3 (tiga) kali dalam setiap minggunya, yaitu pada hari Senin, Rabu, dan Jumat. Jadwal keberangkatan dari Zhengzhou akan dilayani pada pukul 00.25 LT dan akan tiba di Denpasar pada pukul 07.30 WITA.

Kedua rute baru tersebut akan dilayani dengan menggunakan pesawat Airbus A330-300 all economy yang berkapasitas 360 penumpang ekonomi.

Hingga saat ini, Garuda Indonesa telah melayani sejumlah penerbangan langsung ke sektor Tiongkok diantaranya adalah Jakarta – Guangzhou, Jakarta – Beijing, Jakarta – Shanghai, Denpasar – Beijing, Denpasar – Guangzhou, Denpasar – Shanghai, dan Denpasar – Chengdu.

Penerbangan Garuda Indonesia dari Cina menuju Denpasar juga akan connect dengan penerbangan domestik lainnya, diantaranya Yogyakarta, Makassar, Menado, Labuan Bajo, dan berbagai destinasi wisata domestik lainnya yang saat ini terus dikembangkan oleh pemerintah.

Garuda Indonesia akan menghubungkan kedua kota tersebut dengan memberikan pelayanan dari awak kabin terbaik di dunia. Selain itu, para penumpang juga akan dibantu oleh awak kabin yang berasal dari Tiongkok untuk memudahkan dalam berkomunikasi dan memberikan pelayanan.

Xi’an adalah ibu kota Provinsi Shaanxi dan merupakan salah satu kota tertua di Tiongkok. Kota cantik yang memiliki suasana klasik dan kuno ini merupakan bagian dari jalur sutra yang fenomenal. Tak salah jika kota ini menawarkan banyak pilihan situs bersejarah yang bisa dikunjungi.

Sebut saja TerraCotta Army, situs koleksi patung yang menggambarkan bentuk seni penguburan kaisar di tahun 210-209 SM. Situs ini membutuhkan waktu selama 11 tahun untuk proses pembuatannya. Total terdapat 8.099 terakota berbentuk tokoh prajurit dan kuda dengan ukuran asli yang terletak di makan dari Kaisar pertama dinasti Qin, Qin Shi Huang. Bagi wisatawan muslim, kota ini menjadi tujuan wajib untuk dikunjungi. Hal ini dikarenakan terdapat komunitas muslim yang sangat besar di Xian. Diperkirakan terdapat 50.000 muslim di kota ini. Di Xi’an sendiri tidak sulit untuk menemukan masjid, dikarenakan terdapat 7 mesjid besar, yang salah satunya adalah The Great Mosque atau masjid agung yang memiliki 20 bangunan dengan luas 12.000 persegi. Sebagai kota muslim terbesar di Tiongkok, tentu tidak sulit menemukan makanan halal disana. Selain itu masih ada tujuan wisata lain seperti Xian City Wall, Huashan Mountain, dan Big Wild Goose Pagoda.

Baca juga: Mulai 29 Januari 2018, Garuda Indonesia Layani Rute Denpasar – Zhengzhou dan Denpasar – Xi’an

Sementara itu, Zhengzhou juga menawarkan destinasi wisata yang menarik. Ibu kota provinsi Henan ini memiliki julukan The Green City, dikarenakan banyaknya jumlah pohon yang ada di kota ini. Kota ini menghasilkan banyak hasil pertanian dan perkebunan yang sangat baik dan jarang ditemui di wilayah lainnya di Tiongkok. Sebut saja buah delima, persik, semangka, dan hasil bumi lainnya. Makanan olahannya cocok dijadikan buah tangan. Wisatawan dapat menikmati hari dengan mengeksplor taman Zhengzhou yang rindang, mengunjungi museum/kuil, atau berbelanja. Shaolin Temple yang berada disana terkenal sebagai pusat kungfu Tiongkok yang legendaris. Selain itu terdapat juga museum yang menampilkan atraksi prasejarah, fosil dinosaurus, sampai dengan era modern. Yang tak boleh dilewatkan adalah mendengarkan musik opera. Provinsi Henan terkenal akan musik lokalnya.

Garuda Indonesia saat ini melayani lebih dari 80 destinasi di seluruh dunia dan berbagai daerah di Indonesia, dengan jumlah penerbangan mencapai 600 penerbangan per hari. Saat ini Garuda Indonesia Group mengoperasikan sebanyak 199 armada (dengan rata-rata usia 5 tahun). Garuda Indonesia memberikan pelayanan terbaik melalui konsep “Garuda Indonesia Experience” yang mengedepankan keramahtamahan dan kekayaan budaya Indonesia.

Agra Mas Hadirkan Double Decker Untuk Armada Bus AKAP

Agra Mas, salah satu perusahaan otobus (PO) yang mengoperasikan armadanya lebih banyak untuk transportasi wilayah Jabodetabek. Namun kini juga hadir untuk bersaing dengan PO lainnya dengan menghadirkan bus antar kota antar provinsi atau biasa disebut AKAP.

Baca juga: Luxury Class Sleeper Bus PO Harapan Jaya, Fasilitas “Mewah” dengan Harga Terjangkau

KabarPenumpang.com mengabarkan bahwa, saat ini PO Agra Mas menghadirkan beberapa bus yakni super double decker, super high decker dan high decker. Ketiga jenis bus ini mengantarkan penumpang dari berbagai daerah di pulau Jawa baik Jawa Barat, Jawa Tengah, Jakarta bahkan Jawa Timur.

Salah satu yang akan dibahas adalah bus Super Double Decker yang dimiliki oleh Agra Mas. Bus ini menggunakan Scania K410IB yang dalamnya terbagi menjadi dua kelas yakni super eksekutif dan eksekutif.

Kelas eksekutif di super double decker ini berada di tingkat atas dan mampu menampung 36 penumpang. Sedangkan bagian bawah untuk kelas super eksekutif yang menampung 6-8 penumpang atau jika ditotal semua sekitar 42 penumpang bisa diangkut oleh bus tingkat ini.

Bagian kabin bus double decker Agra Mas kelas Super Eksekutif (Kompas)

Saat ini untuk bus super double decker yang dimiliki Agra Mas sendiri sudah menghadirkan dua trayek berbeda yakni Bogor menuju Wonogiri PP serta Parung ke Jepara PP yang keduanya melalui Jakarta. Menjadi bus AKAP, membuat bus tingkat tersebut dilengkapi dengan berbagai fasilitas premium dengan dua kelas yang dimilikinya dalam satu bus tersebut.

Siswanto bagian operasional bus Agra Mas mengatakan baik kelas super eksekutif maupun eksekutif dalam bus tingkat dilengkapi fasilitas yang sama. Hanya saja yang berbeda jarak kursi saja untuk kenyamanan penumpang.

“Fasilitas itu sama, layar LCD 10 inci, kursi penumpang, dispenser untuk kopi, teh atau air minum biasa atau minibar,” ujar Siswanto yang dihubungi KabarPenumpang.com (29/1/2018).

Tak hanya itu, kursi penumpag ini reclining seat atau tempat duduk yang bisa diatur dan ukuran tempat kaki lebih lapang, toilet, smoking room serta kabin ber-AC. Untuk toilet penumpang berada di lantai bawah atau dekat dengan kelas super eksekutif sedangkan smoking room berada di bagian belakang lantai atas bus tingkat.

Bus yang menggunakan sasis Scania K410IB Opticruise ini dirakit oleh Karoseri Adi Putro, Malang. Diketahui, bus tingkat ini menjadi bus keempat yang dimiliki Agra Mas dengan pembagian bangku atas 2-2 dan bagian bawah 2-1.

Baca juga: Jauh Sebelum Motobus, Ternyata Sudah Ada Jasa Kirim Motor via Bus AKAP!

Untuk tarifnya sendiri di bagian bawah atau kelas super eksekutif sekitar Rp300 ribuan dan kelas eksekutif di atas sekitar Rp200 ribuan. Terbilang cukup murah untuk perjalanan sekitar 10 jam dari Jakarta-Jepara. “Di perjalanan ada pemberhentian istirahat dan satu kali makan prasmanan, itu sudah termasuk tiket bus,” ujar Kepala Bagian Operasional Bus Malam Agra Mas Utut Saptio Wibowo.

Pekerja Proyek Dapat Award dari PT MRT Jakarta

Sebagai pekerja untuk membuat dan membantu warga Jakarta memiliki moda transportasi massa lebih layak, akan bangga jika di beri penghargaan atas pekerjaan mereka. Hal ini sudah dilakukan pihak PT MRT Jakarta untuk para pekerja, supervisor dan juga kontraktor yang membantu proyek MRT.

Baca juga: Silvia Halim – Srikandi di Balik Konstruksi MRT Jakarta

Direktur Konstruksi MRT Jakarta, Silvia Halim mengatakan, adanya award atau penghargaan yang diberikan ini baru dilakukan sebanyak dua sampai tiga kali untuk worker dan supervisor. Sedangkan untuk safety kontraktor sudah di launching dari awal tahun 2017 dan penghargaan pertama akan diberikan pada Februari 2018 ini.

“Kita berikan pada pekerja dan supervisor itu setiap bulan dan ini sudah kita lakukan 2-3 kali ini. Kalau untuk kontraktor kan kinerja satu tahun jadi kita berikan tahun ini, penilaian sudah berjalan dari awal tahun 2017 kemarin,” ujar Silvia yang di wawancarai KabarPenumpang.com, Senin (29/1/2018).

Dia mengatakan untuk worker awards penilaiannya sangat simpel dimana para pekerja melaporkan safety finding. Seperti halnya jika ada hal yang tidak aman dalam pengerjaan mereka melaporkn kepada safety team, sedangkan supervisor awards penilaiannya dilihat kondisi area kerja mereka dan tim yang ditangani supervisor tersebut.

“Nah kalau untuk penilaian ini bukan hanya keputusan satu orang tetapi banyak pihak. Kalau tadi worker atau pekerja yang menilai safety team, sedangkan supervisor dinilai oleh project manager, safety manajer dan yang lainnya,” jelasnya.

Untuk pemberian awards ini sendiri, Silvia mengatakan, sudah beberapa kontraktor melakukannya sendiri. Namun bila masih ada yang belum melakukannya, pihak MRT Jakarta mengajak untuk memberi apresiasi. “Hadiah untuk worker dan supervisor award adalah uang dan sertifikat. Untuk sertifikat ini biar kalau si supervisor bisa memamerkan kalau pernah dapat penghargaan saat di MRT, ini kan jadi satu kebanggan tersendiri,” kata Silvia.

Lain hal dengan kriteria untuk safety kontraktor dari 101-108 atau semua kontraktor yang bekerja untuk MRT. Mereka akan dilihat dari sisi safety performance. Namun, ada beberapa kriteria lainnya yang dilihat untuk penilaian dari pihak MRT Jakarta.

Silvia menjelaskan, untuk kontraktor hadiah bukanlah bentuk financial, ,elainkan pengetahuan dan performa kontraktor dalam pengerjaan proyek tersebut. “Kalau mereka bagus dalam pengerjaanya kita bisa link mereka lagi untuk di fase II dan fase-fase berikutnya. Kita evaluasi saat mereka memberikan proposal, tapi kalau mereka tidak baik kita pikir ulang nantinya,” terang Silvia.

Baca juga: PT MRT Jakarta Siap Lakukan Groundbreaking Kawasan Transit Terpadu di Dukuh Atas

Dia menambahkan, kriteria award untuk safety kontraktor yang dilihat adalah hasil audit selama satu tahun, inspeksi saat ke side oleh pihak MRT, cacatan kecelakaan dan lainnya. Jika semakin sedikit masalah atau insiden maka nilai semakin baik dan sebaliknya.