Cina Kembali Tunggangi Proyek Kereta Cepat, Kali Ini Garap Skandinavia

Pada artikel kami terdahulu, sempat disinggung mengenai teknologi kereta cepat yang diprediksi dapat menyalip kedigdayaan jalur udara pada masa yang akan datang. Nampaknya prediksi tersebut bukanlah sekedar isapan jempol semata, karena dalam hitungan beberapa tahun ke depan, ibukota Swedia dan Ibukota Norwegia akan terkoneksi dengan jalur kereta cepat. Tentu saja, Negara Skandinavia ini tidak berdiri sendiri, ada peran Cina dibalik terwujudnya kereta cepat ini.

Baca Juga: Perkembangan Kereta Cepat Bakal ‘Interupsi’ Layanan Penerbangan di Masa Depan, Mungkinkah?

Dihimpun KabarPenumpang.com dari laman thelocal.no (27/1/2018), sebuah kereta cepat direncanakan hadir menjembatani dua Ibukota di Negara Skandinavia, yaitu antara Stockholm dan Oslo. Menurut laman sumber, delegasi Cina menyambangi Oslo sekitar awal Januari kemarin guna membahas proyek potensial bernilai miliaran Euro tersebut.

“Kami telah melakukan pembahasan dengan pihak Cina bagaimana mereka berpotensi dan mampu melakukan pendanaan terhadap proyek kereta cepat ini,” ungkap Alf S Johansen dari Värmland-Østfold Border Committee, salah satu koordinator proyek kereta cepat ini. “Tidak berhenti sampai di situ saja, Cina juga memiliki kapasitas dan kompetensi untuk melakukan ekspansi terhadap proyek ini,” imbuhnya.

Ada dua kemungkinan yang dapat ditempuh oleh kedua belah pihak, pertama adalah melibatkan pembangunan dan pemurnian kembali jalur rel yang sudah ada sebelumnya dengan dana di atas €5,1 miliar atau yang setara dengan Rp84,4 triliun. Kemungkinan kedua adalah melakukan pembangunan baru terhadap keseluruhan infrastruktur, dimana opsi ini menelan dana yang lebih fantastis, yaitu sekitar €17,3 miliar atau yang setara dengan Rp286,3 triliun.

Jika proyek ini sukses, maka estimasi perjalanan antara dua kota ini yang semula berdurasi enam jam, dapat dipangkas menjadi kurang dari tiga jam saja melalui jalur darat. Sebagaimana yang sudah disinggung di atas, proyek ini ditujukan untuk menjaring penumpang yang selama ini lebih memilih untuk menggunakan layanan udara. Dengan kata lain, persaingan antara kereta cepat dan jasa penerbangan menjadi semakin memanas.

“Prospek proyek ini sangatlah cerah, dimana kita memprediksi hanya membutuhkan waktu beberapa tahun saja untuk bisa balik modal,” tukas Alf S Johansen sumringah.

Nampaknya, pembangunan kereta cepat yang menghubungkan Stockholm dan Oslo cukup masuk di akal, mengingat jarak yang membentang diantara kedua kota tersebut tidaklah dekat (sekitar 524,9km). Perjalanan darat terlalu melelahkan untuk ditempuh, sedangkan jalur udara terlalu mahal untuk ditunggangi. Maka tidak heran jika Alf S Johansen memprediksi kehadiran kereta berkecepatan tinggi ini menjadi sebuah alternatif.

Baca Juga: Jokowi Mandatkan Peninjauan Ulang Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Dibandingkan dengan di Indonesia, dimana Cina mengambil peran yang sama seperti di Swedia, proyek yang ditunggangi PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) ini menuai banyak kontroversi dalam pembangunannya. Proyek yang menghubungkan Jakarta – Bandung ini dinilai tidak terlalu efisien, pasalnya dua kota ini sudah terkoneksi dengan jalur tol Cikampek – Cipularang yang hanya memakan waktu dua hingga tiga jam perjalanan saja. Jika proyek kereta cepat ini rampung, maka Jakarta – Bandung dapat ditempuh dalam waktu 45 menit saja.

Selain itu, proyek yang diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini juga sempat mengalami fase stagnasi yang cukup lama, dengan dalih terhimpit masalah pembebasan lahan. Pemberitaan terakhir menyebutkan bahwa Presiden Jokowi menurunkan mandat kepada direksinya untuk melakukan peninjauan ulang terhadap proyek yang menelan dana sekitar US$5 miliar ini.

Tunggu Loan Agreement dari Jepang, Fase II MRT Jakarta Baru Bisa Berjalan

Pembangunan MRT Jakarta fase 2 yang menyambungkan Bundaran HI-Kampung Bandan ditargetkan mulai dibangun pada Oktober 2018. Persisnya Pembangunan akan dilakukan menyusul rampungnya konstruksi MRT fase 1 yang dijadwalkan selesai tiga bulan sebelumnya. Namun Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar mengatakan pihaknya saat ini tengah menunggu tanda tangan atas loan agreement pada April mendatang.

Baca juga: PT MRT Jakarta Siap Lakukan Groundbreaking Kawasan Transit Terpadu di Dukuh Atas

Jika pada April mendatang tidak ada juga, maka fase II jalur utara ke selatan atau Bundaran HI sampai ke Kampung Bandan terancam tidak bisa terlaksana. “Kita tinggal tunggu loan agreement, pihak Jepang akan datang ke sini untuk proses loan negotiation,” ujar William yang ditemui KabarPenumpang.com (29/1/2018) di Metro Cafe. Menurutnya, setelah adanya negosiasi dan penandatanganan loan agreement tersebut maka anggaran fase II bisa masuk dalam RAPBN tahun 2019 mendatang. Sebab RAPBN untuk tahun 2019 dibuat pada April sampai Mei 2018 ini. “Kontrak pencanangan kita Desember makanya anggaran harus di administrasikan. HI-Bandan kita siapkan,” jelas William.

Untuk lebih lanjut, William menambahkan, bagi proyek MRT Jakarta dari Barat ke Timur saat ini masuk dalam radar dan kemungkinan kembali dipegang oleh pihaknya. Ini karena proyek tersebut masuk dalam working group MRT Jakarta.

Selain itu, hingga saat ini track atau jalaur kereta untuk MRT sudah dalam tahap pemasangan. Diketahui Depo area yakni di Stasiun Lebak Bulus sudah 3.950 meter dari 6.139 meter. “Untuk elevated area pemasangannya sudah sepanjang 4.088 meter dari 18.714 meter dan underground 1.608 meter dai 12.275 meter,” ujar Direktur Konstruksi MRT Jakarta Silvia Halim.

Baca juga: Layanan MRT di Bandara Changi Ditutup! Apa Penyebabnya?

Adapun progres pembangunan saat ini, depo di lebak bulus yakni untuk workshop sudah hampir selesai, sedangkan stasiun Haji Nawi yang sempat bermasalah progresnya sudah terlihat bahkan rangka baja sudah terlihat dan terpasang. William menambahkan, rolling stock atau kereta akan datang akhir Maret dan bulan April listrik sudah mulai menyala.

Hadirkan “Super Lounge,” Disinilah Lokasi Starbucks Terbesar!

Siapa yang tidak kenal Starbucks? Kedai kopi premium asal Negeri Paman Sam ini seyogyanya sudah terkenal di hampir seluruh penjuru dunia. Tingginya pride yang ditawarkan oleh kedai kopi ini membuatnya selalu ramai dikunjungi oleh berbagai golongan, mulai dari para pekerja hingga kaum berdasi.

Baca Juga: Kopi dengan Cita Rasa Tinggi Kini Hadir Dalam Penerbangan

Didirikan pada tahun 1971 di Seattle, Amerika Serikat, kini nama Starbucks seakan sudah mejelma menjadi sebuah lounge yang mudah dijangkau. Selain lokasi gerai yang sengaja didirikan di tempat pertemuan orang banyak (seperti gedung perkantoran, mall, stasiun, dan bandara), ketersediaan WiFi, tempat yang nyaman, hingga keberagaman varian penganan yang bisa dipesan seolah menjadi magnet bagi setiap orang untuk mengujungi dan berlama-lama di dalamnya.

Sumber: nextshark

Bicara soal gerai Starbucks yang tercatat sudah melebihi angka 23.000 di seluruh dunia, ada satu gerainya yang baru-baru ini mencuri perhatian. Dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Starbucks baru saja membuka gerai terbesarnya di dunia. Reserve Roastery, begitulah nama dari gerai ini. Bukan di Seattle atau di kota besar lainnya di Amerika, melainkan gerai Starbucks terbesar ini didirikan di Shanghai, Cina.

Bayangkan, Reserve Roastery berdiri dengan kokohnya di atas lahan seluas 30.000 kaki persegi, atau yang setara dengan setengah lapangan sepak bola! Terletak di 789 Nanjing Road W, Reserve Roastery menjanjikan pengalaman ngopi yang tak terlupakan. Seakan kurang puas dengan gelar gerai Starbucks terbesar di dunia, Reserve Roastery juga berhasil mencatatkan namanya di buku rekor manakala bar kopi yang berada di dalamnya tercatat sebagai yang terpanjang di dunia, dengan panjang 27m. Wow!

Sumber: whotv.com

Executive Chairman Starbucks, Howard Schultz menjelaskan, dirinya optimis bahwa pasar Cina akan mampu melampaui Amerika Serikat. “Saya tidak tahu kapan tepatnya. Tapi tak diragukan dalam pikiran saya, Cina akan menjadi pasar terbesar di dunia untuk Starbucks,” tutur Howard, dikutip dari laman Channel News Asia. “Mesin pertumbuhan Starbucks akan berada di Cina,” imbuhnya.

Senada dengan Howard, Presiden Starbucks, Kevin Johnson mengatakan bahwa Cina merupakan salah satu negara yang memiliki fanbase terbesar di dunia. “Jika kami melihat bagaimana para pelanggan Cina menyukai Starbucks, menyukai kopi, menyukai teh yang ditawarkan; kami melihat kesempatan untuk membangun kedai-kedai baru, dan tidak ada pasar lain di dunia yang bisa mencapai kapasitas pembukaan kedai baru bagi Starbucks, selain di Cina,” ungkap Kevin dikutip dari sumber lain.

Baca Juga: Pilah-Pilih Lounge Eksekutif di Bandara

Beralih ke dalam negeri, dimana Starbucks pun turut menghiasi pra-sarana transportasi, seperti yang ada di Stasiun Manggarai, Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, dan Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta. Lokasinya yang merupakan titik kesibukan banyak orang menjadikan kedai kopi kelas premium ini ramai dikunjungi oleh para calon penumpang. Selain dapat memesan penganan, para calon penumpang juga kerap kali menjadikan Starbucks sebagai tempat tunggu keberangkatan.

Agar Aman dan Nyaman Menggunakan Bus Malam, Tips Ini Layak Jadi Rujukan

Melancong menggunakan bus malam sering kali dilakukan untuk menghindari macetnya jalan atau sengaja agar sampai ketujuan pada pagi hari. Biasanya pelancong yang menggunakan bus malam bepergian setelah jam pulang kantor untuk menikmati weekend dan mencoba hal baru selain naik pesawat atau kereta api.

Baca juga: Luxury Class Sleeper Bus PO Harapan Jaya, Fasilitas “Mewah” dengan Harga Terjangkau

Ternyata, untuk menggunakan bus malam ada berbagai tips yang bisa digunakan untuk menghindari berbagai macam hal yang tidak diinginkan. KabarPenumpang.com merangkum dari laman theplanetd.com, ada 11 tips yang bisa digunakan saat menaiki dan memilih bus malam untuk perjalanan Anda.

1. Pastikan rute aman
Sebelum menggunakan bus malam, pastikan rute yang dilewati bus bukanlah tempat perampokan atau kecelakaan yang terjadi di malam hari. Jika ada peringatan ini, pilih bus lain atau berangkat siang hari.

2. Pilih bus kelas satu
Pikir panjang sebelum membeli tiket bus murah, baiknya pilih kelas satu dan cek apakah pengemudi ada dua untuk bergantian. Ini juga untuk kenyamanan Anda sebagai penumpang.

3. Pilih tempat duduk
Bagian tengah bus lebih nyaman dan aman untuk pilihan tempat duduk, tak hanya itu pilih yang dekat lorong dibandingkan di dalam. Kalau memilih tempat duduk juga baiknya melihat sebelah lawan jenis atau tidak, kalau pun tidak dan tempat sudah penuh tak masalah.

4. Simpan uang di berbagai tempat
Jika membawa lebih dari satu tas, pisahkan uang Anda, jangan dijadikan satu tas. Ini untuk mencegah terjadi apa-apa saat dalam perjalanan.

5. Kemas barang seperti naik pesawat
Menyimpa tas di bawah tempat duduk mungkin akan terjadi, karena tidak muat diatas. Jika terjadi seperti itu, pastikan membawa daypack untuk kebutuhan selama perjalanan seperti obat-obatan, air minum dan beberapa barang yang dibutuhkan agar tidak repot membuka tas besar Anda.

6. Tidak terlalu banyak minum
Bus malam yang berkelas biasanya menambahkan toilet didalamnya. Tetapi saat malam tiba terkadang Anda juga tidak merasa nyaman jika harus ke toilet. Apalagi melewati penumpang lain dan membuat mereka terganggu, baiknya tidak terlalu banyak minum untuk mengurangi rasa kebelet pipis Anda.

7. Bawa makanan sendiri
Bus-bus ini akan berhenti di beberapa tempat seperti restoran dan makanan yang dijual ada beberapa yang masih cukup layak untuk dimakan. Tapi tidak jaminan untuk dimakan. Apalagi di Indonesia yang seringnya makanan lebih banyak di panaskan atau sisa siang harinya. Baiknya bawa cemilan seperti kue, kacang buah atau makanan ringan lainnya yang bisa membuat Anda kenyang.

8. Gunakan ponsel dengan tanpa nada atau mode getar
Tak hanya berisik, bunyi dering ponsel juga mengganggu penumpang lain. Aplagi saat perjalanan malam dimana penumpang menikmati waktu tidur mereka. Alihkan mode suara ke mode getar agar penumpang lain tidak terganggu.

9. Gunakan penutup telinga dan masker penutup mata
Meredam kebisingan dengan menutup telinga menggunakan penutup. Selain itu gunakan penutup mata untuk menghalau cahaya lampu dan cahaya matahari pagi. Biasanya dengan dua alat ini bisa membantu Anda tidur dengan nyenyak.

10. Gunakan bantal leher
Membawa bantal leher bisa membuat leher nyaman saat tidur atau membaca di dalam perjalanan. Pilih bantal leher yang bisa di kempeskan dan ditiup saat akan digunakan, ini tidak akan memberatkan bawaan Anda.

Baca juga: Redbus dan Bosbis, Dua Apikasi Pembelian Tiket Bus AKAP Online

11. Gunakan obat untuk tidur nyenyak
Susah tidur dalam perjalanan adalah hal biasa. Beberapa orang menggunakan obat tidur agar lebih tenang. Tapi sebelum meminum obat tidu rkonsultasikan dulu ke dokter sebelum berangkat.

PT MRT Jakarta Siap Lakukan Groundbreaking Kawasan Transit Terpadu di Dukuh Atas

Seberapa besar pencapaian yang telah dilakukan PT MRT Jakarta selalu menarik perhatian dalam setiap diskusi, maklum inilah proyek kereta bawah tanah pertama yang ada di Indonesia, jelas kesuksesan MRT adalah prestis bagi bangsa ini. Dan diwartakan bahwa hingga kini pengerjaan proyek MRT Jakarta sudah mencapai 90,69 persen, dimana pada segmene elevate mencapai 86,36 persen dan underground 95,59 persen.

Baca juga: Melenceng dari Target, Soal Pembebasan Lahan Fatmawati Jadi Alasan PT MRT Jakarta

KabarPenumpang.com mendapatkan fakta terbaru dari proyek MRT Jakarta yakni untuk kawasan TOD (Transit Oriented Development) atau bisa disebut dengan Kawasan Transit Terpadu (KTT) akan dilakukan groundbreaking di Dukuh Atas dari jumlah seluruhnya 13 KTT yang ada. Dari kabar yang tersiar groundbreaking tersebut akan dilakukan pada akhir Januari 2018 ini, namun belum jelas apakah akhir Januari atau mundur.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, pihaknya tengah mencanangkan pembuatan KTT pertama di kawasan Dukuh Atas dengan strategi besar dan akan dilakukan grounbreaking dalam waktu dekat. Kawasan Dukuh atas dipilih karena berada di kawasan yang terkoneksi dengan berbagai macam lingkungan, yakni tempat tinggal, kantoran, mall, transportasi dan berbagai hal lainnya.

“Kita akan lakukan groundbreaking dalam waktu dekat. Untuk KTT ini kita punya strategi untuk mendukungnya yakni intrekoneksi transit yang aman dan nyaman, memanfaatkan aset pemerintah, penyediaan ruang terbuka publik dan peningkatan kualitas hidup melalui redevelopment,” ujar William yang ditemui KabarPenumpang.com (29/1/2017) pada pertemuan bulanan media.

Dia mengatakan untuk interkoneksi transit yang aman dan nyaman dengan membangun jalur baik ke stasiun maupun ke halte TransJakarta. Sebab, stasiun MRT yang berada di Dukuh Atas langsung tekoneksi dengan moda transportasi lainnya seperti Commuter Line (KRL), LRT, kereta bandara dan TransJakarta.

Selain itu MRT juga sudah memanfaatkan aset pemerintah, yakni bersama dengan PD Pasar Jaya membersihkan lahan bekas pasar Blora untuk di jadikan transtit plaza MRT. Sedangkan untuk menyediakan ruang terbuka publik yakni dengan menghadirkan taman untuk interaksi. “Kita hadirkan taman untuk tempat interaksi penumpang, apalagi di daerah-daerah ruang publik Transit Plaza,” ujar William.

Tak hanya itu, untuk jangka waktu pendek, William mengatakan yang akan dibangun terlebih dahulu adalah taman di Dukuh Atas, kemudian pedestrianisasi atau jalur untuk pejalan kaki. Namun untuk pedestrianisasi ini, dia menjelaskan akan bisa dibangun secepatnya sebab anggaran sudah ada dan tinggal menunggu pengesahan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Baca juga: Kursi Penumpang MRT Jakarta Berbahan Plastik, Upps Jangan Kecewa Dulu!

“Transit Plaza akan dibuat lebih panjang nantinya, di situ juga ada MRT office, ini rencana jangka pendek yakni 2-3 tahun kedepan prosesnya, dan tahun ini mudah-mudah sudah bisa terlaksana. Untuk interkoneksi masing-masing properti (Perusahaan baik BUMN, BUMN, Swasta atau Mall) adalah jangka panjang yakni 5-20 tahun dan total anggarannya belum tahu karena masih di hitung,” ujar William.

[Video] Beginilah Cara Beli Tiket Kereta Bandara Soekarno-Hatta

Melanjutkan video kami tentang serba-serbi Stasiun Sudirman Baru, kini kami mengajak pembaca yang budiman untuk melihat langsung proses pembelian tiket kereta bandara di Stasiun Sudirman Baru. Pada prinsipnya, ada tiga jalur untuk melakukan transaksi pembelian tiket kereta bandara, pertama lewat internet booking di situs reservasi.railway.co.id, kedua menggunakan aplikasi mobile dan terakhir menggunakan vending machine yang ada di stasiun.

Baca juga: [Video] Mengenal Lebih Dekat Stasiun Sudirman Baru (BNI City)

Pihak Railink menyebut ketiganya sebagai Smart System For Traveller. Perlu dicatat, beli tiket kereta bandara tidak bisa menggunakan uang tunai. Dan pada kesempatan ini, kami perlihatkan cara pembelian tiket lewat vending machine. Karena merupanan sesuatu yang terbilang baru, pihak Railink menghadirkan Passenger Service Assistant untuk memandu setiap calon penumpang dalam proses transaksi di vending machine.

Ada tiga pilihan untuk melakukan pembayaran di vending machine ini, yakni menggunakan kartu debet atau kredit, ada lagi menggunakan kartu prepaid dan terakhir dengan voucher. Boleh dibilang cara pembayaran dengan kartu debet adalah yang paling banyak digunakan untuk transkaksi tiket kereta bandara, terlebih vending machine canggih ini telah mendukung pembayaran dari seluruh kartu debet perbankan, termasuk ATM Bersama.

Dalam satu kali transkaksi Anda bisa langsung membeli multiple ticket, dan syarat yang diperlukan sebelum bertransaksi cukup menginput nomer ponsel Anda, memilih jam keberangkatan dan stasiun tujuan. Meski tujuan akhir adalah Stasiun Bandara Soekarno-Hatta, namun penumpang bisa memilih turun di Stasiun Batu Ceper, untuk tujuan Stasiun Batu Ceper tarif yang dikenakan lebih murah 50 persen, yaitu 35 ribu rupiah.

Nah, agar lebih jelasnya, simak paparan kami tentang cara beli tiket kereta bandara pada video di bawah ini.

TripIt, Aplikasi Pemantau Panjang Antrean di Konter Keamanan Bandara

Biasanya waktu terbuang paling lama di bandara adalah saat melakukan pemeriksaan keamanan. Hal ini terkadang membuat jenuh apalagi jika saat pemeriksaan banyak penumpang dan harus menuggu giliran yang cukup panjang. Sebuah aplikasi terbaru TripIt hadir untuk memudahkan Anda dalam memantau penantian di keamanan di konter bandara secara real time.

KabarPenumpang.com melansir dari laman lifehacker.com (26/1/2018), aplikasi ini bisa digunakan para pelancong untuk mengetahui secara pasti berapa lama mereka bisa sampai ke gerbang pemeriksaan, bahkan hingga hitungan menit.

Baca juga: Enam Teknologi Ini Jadi Benchmark Kemajuan Bandara di 2018

Sebenarnya Transportation Security Administration (TSA), otoritas keamanan transportasi di AS sudah mempublikasikan perkiraan waktu tunggu di jalur keamanan. Namun TSA tidak memperbaharuinya secara berkala sehingga ini tak selalu bisa diandalkan.

TripIt bekerja bergantung pada sensor yang dipasang di pos pemeriksaan keamanan bandara. Sensor inilah yang yang mengirim informasi ke TripIt yang kemudian memberikan prediksi waktu tunggu yang akurat.

Melalui TripIt, bisa memudahkan pelancong memeriksa waktu tunggu dalam pemeriksaan keamanan saat ini di berbagai pos pemeriksaan seluruh terminal dan memastikan berada di jalur paling cepat bergerak diantara yang lain. Fitur terbaru tersebut selain menawarkan informasi yang real time tentang keamanan bandara, juga memberikan peringatan dan pemberitahuan tiga jam sebelum keberangkatan Anda.

“Waktu yang terbuang di bandara benar-benar bertambah terutama bagi wisatawan yang sering bepergian. Dengan TripIt Pro ini akan membawa kita selangkah lebih dekat ke tujuan dan mengeluarkan Anda dari pintu dan bergerak ke gerbang lebih cepat,” ujar Jen Moyse, direktur produk untuk TripIt.

Sayangnya TripIt kini baru tersedia di empat bandara AS, yakni Bandara Internasional Austin-Bergstrom, Bandara Internasional Denver, Bandara Internasional Orlando, dan Bandara Internasional Phoenix Sky Harbor. Kedepannya TripIt akan ada untuk bandara lain, namun belum jelas kapan pastinya untuk bandara lain.

Baca juga: Takut Tersasar di Bandara Asing? Pakai Fitur Terbaru dari Apple Maps!

Tak hanya baru ada di empat bandara, TripIt sebenarnya bisa digunakan dalam versi gratis alias tak berbayar, namun untuk mendapat pembaruan ini pelancong harus mebayar US$45 atau Rp599 ribu per tahunnya. Sebenarnya, aplikasi TripIt dimaksudkan untuk pelancong yang sering bepergian, bukan untuk sekali jalan atau liburan keluarga satu tahun sekali.

Hadirkan Bus Otonom, Ericsson Gandeng Perusahaan Lokal Swedia

Salah satu raksasa telekomunikasi dunia, Ericsson baru-baru ini diketahui telah menjalin kerja sama dengan penyedia jasa layanan transportasi lokal asal Swedia, untuk melakukan uji coba bus otonom. Adapun uji coba yang akan bergulir di jalan umum di kota Stockholm ini berlangsung selama enam bulan ke depan. Tidak lain dan tidak bukan, uji coba ini bertujuan untuk  menguji ‘ketangguhan’ kendaraan otonom yang selama ini masih diragukan oleh banyak pihak.

Baca Juga: Pangkas Human Error, Nanyang University Gandeng Volvo Hadirkan Bus Otonom

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (25/1/2018), tidak ada perlakuan khusus terhadap medan uji cobanya. Aktifitas di jalanan akan berjalan normal adanya, sehingga kedua perusahaan ini bisa melihat bagaimana masterpiece ini beroperasi di jalanan yang dipenuhi oleh mobil, pesepeda, dan pejalan kaki. Walaupun mereka menyebutnya sebagai bus, pada kenyataannya kendaraan ini tidaklah sebesar bus dengan ukuran tanggung sekalipun.

Electric Vehicle (EV) ini mampu menampung 11 penumpang dalam sekali perjalanan dan mampu melaju hingga kecepatan 24 km/jam dalam kondisi cuaca yang kurang baik seperti hujan atau badai. Menurut rumor yang beredar, penumpang tidak akan dikenakan biaya sepeserpun ketika masa uji coba. Adapun kemampuan mengemudi secara otonom yang dimiliki oleh bus ini dipasok oleh platrofm API Connected Urban Transport (CUT) milik Ericsson. Penggunaan platform ini memungkinkan bus untuk ‘berkomunikasi’ dengan sensor yang ada di pemberhentian bus, lampu lalu lintas, dan marka jalan.

Penggunaan sistem serupa telah berhasil di beberapa negara, seperti yang terjadi di Belanda, dimana penambahan platform off-the-shelf memungkinkan penyedia jasa layanan mendapatkan data lalu lintas lokal, sehingga kecerdasan buatan yang terpasang di moda ini mampu memilih rute lain yang terhindar dari macet, mengingat kendaraan ini merupakan moda antar-jemput yang hanya melayani dua pemberhentian saja.

Baca Juga: Coba Peruntungan, Sony Ciptakan Mobil Otonom Futuristik!

Pengujian bus antar-jemput otonom ini merupakan satu tahap dari proyek inovasi Drive Sweden, yang diluncurkan oleh pemerintah Swedia pada tahun 2015 silam. Proyek ini memiliki fokus untuk menangani masalah keselamatan, infrastruktur, dan undang-undang yang meliputi kendaraan otonom. Jika berhasil, uji coba kedua yang direncanakan bergulir pada pertengahan tahun 2018 ini juga akan mencantumkan konektivitas 5G ke dalam moda otonom ini.

Ini Dia! 10 Perjalanan Kereta Terbaik di Eropa

Wisata Eropa dan kereta memang tak bisa dilepaskan, keduanya salit terkait, mengingat sejarah Eropa selalu terkait dengan jaringan kereta yang mengular lintas negara. Bagi pelancong dari mana pun mereka berasal, obsesi untuk menikmati perjalanan lintas Eropa adalah hasrat yang selalu diimpikan. Petualangan ke beberapa negara dengan kereta cepat, pemandangan alam yang indah nan asri, ditambah kemudahan dalam sistem pembayaran, kesemuanya adalah sensasi perjalanan kereta di Benua Biru.

Baca juga: 10 Tips Menikmati Perjalanan dengan Kereta di Eropa

Dengan lintasan track rail yang tersebar luas di setiap negara, dan hebatnya saling terkoneksi, ada beberapa provider kereta yang layak menjadi rujukan untuk Anda coba dalam menjajal si kuda besi. KabarPenumpang.com merangkum dari laman telegraph.co.uk (10/1/2018), berikut perjalanan kereta api terbaik yang bisa digunakan dalam perjalanan di Eropa.

1. Eurostar
Perjalanan kereta api musim semi 2018 ini akan meluncur dari London St Pancras ke Rotterdam. Kereta ini akan menempuh waktu tiga jam dan sampai ke Amsterdam empat jam. Layanan kereta cepat ini dua kali sehari dengan rolling stock e320. Dalam gerbong baru kereta ini mampu menampung 900 orang dan disediakan layanan WiFi gratis serta makanan di Standard Premier dan Business Premier. Tiket sekali perjalanan Eurostar baik dari London ke Amsterdam atau sebaliknya sekitar £29 atau Rp546 ribu.

2. Schwyz digerakkan oleh kabel
Pada Desember 2017 kemarin, wilayah Swiss yakni Schwyz merupakan desa yang bebas dari mobil dan menggunakan cable car untuk mengangkut penumpang. Cable car ini sekali jalan mampu menampung 34 penumpang dan tiketnya sekitar £17 atau sekitar Rp320 ribu.

3. Caledonian sleeper
Kereta ini menghubungkan London Euston dengan Glasgow, Edinburgh, Fort William, Inverness dan Aberdeen dikethaui telah memiliki 75 gerbong baru tahun 2018 ini. Dalam perjalanannya dengan kereta ini, penumpang untuk pertama kalinya memiliki kamar mandi en suite yang menjadi satu dari empat jenis hal baru didalam kereta ini. Selain itu penumpang bisa merasakan tidur di kursi nyaman dan loker tempat barang yang aman. Kereta ini juga menghadirkan kamar tipe klasik dengan satu atau dua tempat tidur dan wastafel. Adapula kamar tipe club dengan kamar mandi en suite atau dengan shower. Kelas suite menghadirkan kamar tidur dengan tempat tidur besar dan juga dilengkapi dengan kamar mandi. Nantinya gerbong baru ini tersedia bertahap mulai bulan April dimana akan dilengkapi akses kunci dengan kartu, WiFi dan bisa dipesan untuk 12 bulan kedepan. Tarif yang dikenakan yakni dari harga standar £80 atau Rp1,5 juta dan kelas satu £150 atau Rp2,3 juta.

4. Ferry/Orange Train
Kereta Orange ini melayani rute London menuju Mallorca yang memakan waktu tempuh tujuh jam setengah melalui Provence dari London ke Toulon. Tarif tiket London ke Toulon £60 atau Rp1,2 juta.

5. Glacier Express
Menjadi salah satu kereta wisata favorit Swisst antara Zermatt dan St Moritz sejak tahun 1930. Tahun 2018 ini, rute Glacier ini menjadi situs warisan dunia. Rute ini menghadirkan keindahan dengan pendakian ke terowongan Albula yang menjadi salah satu keajaiban teknik perkeretaapian Eropa dimana terowongan dan jembatan spiralnya ada. Pada musim gugur 2018 ini, Glacier Express menghadirkan layanan baru dengan gerbong mewah yang menampung 20 kursi dan menawarkan lima hidangan dengan layanan pribadi dan bar. Tiket kereta ini dari St Moritz ke Zermatt £103 atau sekitar Rp1,9 juta.

6. Trans-Siberia BAM Explore
Jalur Utama Baikal-Amur 2.700 mil (4.345km) membentang di utara Kereta Api Trans-Siberia melintasi Timur Jauh Rusia dengan waktu tempuh tujuh jam waktu Moskow. pada Juli mendatang, operator kereta api mewah Golden Eagle akan mengoperasikan kereta dari Vladivostok ke Siberia selama 15 hari. Tarif untuk sekali jalan ini £12,895 atau sekitar Rp243 juta per orangnya.

7. Railjet
Kereta utama Austria ini, menempuh perjalanan dari Wina ke Venesia dan memberikan kenyamanan penumpang dengan layanan WiFi gratis untuk kelas dua, anggur dan kursi kulit di kelas bisnisnya dan kelas satu. Kereta ini melalui Eropa Tengan dengan kecepatan 140 mil per jamnya. Rute yang dilalui kereta ini memberikan pemandangan yang indah. Selain itu juga melayani perjalanan dua kali sehari dari Wina ke Venesia atau sebaliknya. Perjalanan yang memamkan waktu delapan jam ini melalui Semmering railway, Unesco World Heritage Site, di tengah puncak Alpine, jembatan berusia 150 tahun dan padang rumput pegunungan. Tarif yang dikenakan pada penumpang €29 atau sekitar Rp477 ribu dan kelas bisnis €71,50 atau Rp118 juta.

8. FEVE
Kereta ini bukan kereta mewah, namun memberikan perjalanan yang menakjubkan sepanjang pantai di wilayah Asturias di barat laut Spanyol. Memberikan pemandangan pegunungan Picos de Europa dan pantai yang indah serta kota tua yang menakjubkan. Perjalanan dengan kereta ini juga termasuk menginap dua malam do Casas de Indianos. Tarif yang diberikan £625 atau Rp11,8 juta untuk dua orang

9. Lakes and Lochs
Beberapa pemandangan lanskap Inggris yang paling menakjubkan ada di danau lintas batas dan Lochs by Loch yang baru tujuh malam dari McKinlay Kidd, terpilih sebagai Best Specialist Tour Operator di 2017 Telegraph Travel Awards. Dibutuhkan di Inggris dan Skotlandia, dimulai dengan tiga malam di Lake District di sebuah hotel di tepi Ullswater (dengan kapal pesiar) sebelum menuju ke utara selama dua malam di kota Highland Pitlochry yang populer, termasuk tur pribadi Perthshire. Akhirnya, jalur utama melalui jantung Dataran Tinggi ke Inverness untuk menginap dua malam menghadap Loch Ness (dengan pelayaran danau) sebelum kembali ke selatan ke Edinburgh atau Glasgow. Tarif sekali jalannya £1.495 atau rp29 juta per dua orang.

Baca juga: Terdesak Kereta Cepat, Parlemen Eropa Tinjau Kelayakan Bisnis Kereta Malam

10. Elizabeth Line
Dikenal selama bertahun-tahun dalam pembuatannya sebagai Crossrail, Elizabeth Line akan dibuka pada bulan Desember 2018 ketika bagian pusat dijadwalkan dibuka untuk memungkinkan dimulainya tiga layanan terpisah yakni Paddington-Abbey Wood, Paddington-Heathrow dan Liverpool Street-Shenfield. Jalur baru akan memudahkan untuk mendapatkan berbagai atraksi, seperti stasiun pemancar Grade I yang terdaftar di Crossness, dekat dengan Abbey Wood. Juga, seperti stasiun perpanjangan Jubilee Line, stasiun Elizabeth Line bawah tanah telah dibangun sebagai simpang susun dan juga tahan terhadap masa depan, sehingga skala mereka terikat untuk mengesankan dan menarik penasaran bahkan sebelum tahap selanjutnya diimplementasikan pada tahun 2019, yang berpuncak pada Desember dengan melalui kereta api antara Reading-Heathrow dan Shenfield-Abbey Wood.

Jokowi Mandatkan Peninjauan Ulang Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Lama tak tersiar kabar, pemerintah kembali membahas tentang mega-proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung. Memang, selama ini proyek yang melibatkan pihak Cina tersebut terkesan jalan di tempat. Dengan dalih terhambat kasus pembebasan lahan di sebagian titik, membuat warganet tidak lagi memandang proyek ini bakal sukses dan malah melupakannya.

Baca Juga: Jalan di Tempat, Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Masih) Terbelit Pembebasan Lahan

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah perlu meninjau ulang keseluruhan proyek tersebut. “Apakah kedua kota tersebut perlu dihubungkan dengan kereta berkecepatan tinggi?” ungkap Luhut, dikutip KabarPenumpang.com dari laman TheJakartaPost.com (10/1/2018).

Lebih lanjut, lulusan terbaik dari Akademi Militer Nasional angkatan 1970 ini mengatakan bahwa stagnasi yang dialami oleh proyek ini tidak disebabkan oleh masalah pembiayaan, karena pihak Cina selaku investor utama masih memegang komitmen yang sebelumnya telah disepakati dengan pihak Indonesia.

“Jadi bukan masalah pembiayaan. Masalahnya adalah dengan diri kita sendiri,” ungkap Luhut. “Di sini kita perlu tahu, apakah jarak 140 kilometer yang membentang antara Jakarta dan Bandung perlu dihubungkan menggunakan kereta cepat?” tambah orang kepercayaan Presiden Joko Widodo ini. Maka dari itu, RI 1 memerintahkan sejumlah direksinya untuk melakukan evaluasi dalam kurun waktu satu bulan tentang masa depan dari proyek yang dinamai Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) ini.

“Presiden telah memerintahkan saya, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong untuk mengevaluasi proyek kereta berkecepatan tinggi Jakarta – Bandung,” terang mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Indonesia ke-13 ini. “Tidak ada perubahan skema pembiayaan. Kita harus menghormati kesepakatan,” tambahnya.

Baca Juga: CRH380A, Kereta Tercepat Kedua di Dunia, Siap Layani Jalur Jakarta – Bandung

Alih-alih membenahi permasalahan pembebasan lahan yang selama ini menjadi alasan utama mangkraknya proyek ini, tersiar kabar bahwa ada kemungkinan proyek ini akan diperpanjang hingga menjangkau Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng, Tangerang. Itu berarti, proyek KCIC ini akan diperpanjang hingga 60km panjangnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, lamanya pergerakan Indonesia dalam pembebasan lahan ini membuat sang relasi, Cina seakan tidak sabar untuk segera melanjutkan proyek ini ke tahapan selanjutnya. Pada awalnya, proyek senilai lebih dari US$5 miliar ini direncanakan rampung pada 31 Mei 2019, namun karena kondisinya sekarang yang masih mengambang, banyak pihak yang meragukan proyek kereta cepat Jakarta – Bandung akan rampung tepat waktu.