Jokowi Mandatkan Peninjauan Ulang Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Lama tak tersiar kabar, pemerintah kembali membahas tentang mega-proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung. Memang, selama ini proyek yang melibatkan pihak Cina tersebut terkesan jalan di tempat. Dengan dalih terhambat kasus pembebasan lahan di sebagian titik, membuat warganet tidak lagi memandang proyek ini bakal sukses dan malah melupakannya.

Baca Juga: Jalan di Tempat, Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Masih) Terbelit Pembebasan Lahan

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah perlu meninjau ulang keseluruhan proyek tersebut. “Apakah kedua kota tersebut perlu dihubungkan dengan kereta berkecepatan tinggi?” ungkap Luhut, dikutip KabarPenumpang.com dari laman TheJakartaPost.com (10/1/2018).

Lebih lanjut, lulusan terbaik dari Akademi Militer Nasional angkatan 1970 ini mengatakan bahwa stagnasi yang dialami oleh proyek ini tidak disebabkan oleh masalah pembiayaan, karena pihak Cina selaku investor utama masih memegang komitmen yang sebelumnya telah disepakati dengan pihak Indonesia.

“Jadi bukan masalah pembiayaan. Masalahnya adalah dengan diri kita sendiri,” ungkap Luhut. “Di sini kita perlu tahu, apakah jarak 140 kilometer yang membentang antara Jakarta dan Bandung perlu dihubungkan menggunakan kereta cepat?” tambah orang kepercayaan Presiden Joko Widodo ini. Maka dari itu, RI 1 memerintahkan sejumlah direksinya untuk melakukan evaluasi dalam kurun waktu satu bulan tentang masa depan dari proyek yang dinamai Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) ini.

“Presiden telah memerintahkan saya, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong untuk mengevaluasi proyek kereta berkecepatan tinggi Jakarta – Bandung,” terang mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Indonesia ke-13 ini. “Tidak ada perubahan skema pembiayaan. Kita harus menghormati kesepakatan,” tambahnya.

Baca Juga: CRH380A, Kereta Tercepat Kedua di Dunia, Siap Layani Jalur Jakarta – Bandung

Alih-alih membenahi permasalahan pembebasan lahan yang selama ini menjadi alasan utama mangkraknya proyek ini, tersiar kabar bahwa ada kemungkinan proyek ini akan diperpanjang hingga menjangkau Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng, Tangerang. Itu berarti, proyek KCIC ini akan diperpanjang hingga 60km panjangnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, lamanya pergerakan Indonesia dalam pembebasan lahan ini membuat sang relasi, Cina seakan tidak sabar untuk segera melanjutkan proyek ini ke tahapan selanjutnya. Pada awalnya, proyek senilai lebih dari US$5 miliar ini direncanakan rampung pada 31 Mei 2019, namun karena kondisinya sekarang yang masih mengambang, banyak pihak yang meragukan proyek kereta cepat Jakarta – Bandung akan rampung tepat waktu.

Apes! Jelang Liburan Wanita Tua Ini Justru Terjepit Pintu Otomatis di Bandara

Untuk memudahkan para pengguna jasa, pintu otomatis lumrah digunakan di berbagai tempat seperti perkantoran, mall, halte bus maupun bandara. Tapi bagi wanita lanjut usia di Australia ini, pintu otomatis justru mendatangkan kesialan. Baru-baru ini seorang wanita 61 tahun tangannya terluka akibat terjepit pintu otomatis.

KabarPenumpang.com melansir dari laman townsvillebulletin.com.au (7/1/2018), Donna Scott baru saja tiba di Townsville dari Mackay untuk liburan Tahun Baru. Saat itu, Scott menggunakan toilet untuk disabilitas di bandara sekitar pukul 09.30 pagi waktu setempat.

Baca juga: Tangan Wanita Paruh Baya Terjepit Pintu Kereta, Masinis Jadi Terdakwa

Sayangnya, belum sempat keluar tangannya terjepit dan merobek lapisan kulit dan dagingnya. Saat itu Scott mengatakan, dirinya menggunakan bantuan alat berjalan atau rollator untuk keluar dari toilet, tetapi tak sempat keluar karena pintu sudah tertutup. “Pintu itu tidak berhenti, saya tidak bisa menahannya dan tangan saya terjepit yang menyebabkan kulit dan daging tangan robek. Sakitnya sampai ke tulang. Pintu itu terlalu kuat untuk ditahan,” ujar Scott.

Untungnya, seorang karyawan penyewaan mobil melihat kejadian yang menimpa Scott dan membantunya dengan alat pertolongan pertama dengan membalut lengan yang terluka itu. Kemudian karyawan tersebut memanggil petugas medis dan langsung membawa Scott ke rumah sakit Townsville. Sebuah luka bakar membuat Scoot masih dirawat dirumah sakit dan bukan terkait dengan terjepitnya di pintu otomatis. Suaminya yakni Bill Scott mengatakan kembali ke bandara pada hari itu, dan khawatir saat melihat pintu tidak tertutup rapat.

“Saya memeriksa pintu sebelum berangkat pada pukul 04.30 sore kembali ke Mackay, dan terkejut saat mengetahui bahwa tekanan penutupannya sekuat ketika kami meninggalkannya pagi itu,” ujar Bill

Kepala petugas operasional Bandara Townsville, Kevin Gill mengatakan toilet tersebut ditutup sementara siang itu setelah kejadian tersebut.

Baca juga: Penumpang Ini Sama-Sama Terjepit Pintu Kereta, Namun Beda “Penderitaan”

“Kami tidak percaya bahwa pintu rusak, sudah diperiksa oleh perusahaan instalasi dan ditemukan dipasang dan dipasang sesuai standar pabrik dan Australia. Kami telah meninjau parameter dan kami telah melakukan beberapa penyesuaian kecil (minor) untuk meningkatkan kepekaan lebih lanjut untuk mencegah terjadinya insiden lebih lanjut,” ujar Gill.

Dia menambahkan, pihaknya akan meninjau lebih lanjut terkait pintu tersebut. Diketahui, pintu otomatis ini baru dipasang pertengahan Desember 2017.

Libatkan 1.500 Perusahaan, Inilah Proses Perakitan Airbus A380 Yang Fenomenal

Walaupun ukurannya belum bisa mengalahkan Antonov an-225 Mriya, namun untuk kelas pesawat penumpang Airbus A380 adalah jawaranya. Hingga saat ini, pesawat wide-body yang mampu melesat hingga kecepatan maksimum 1.020 km per jam masih didaulat sebagai pesawat penumpang terbesar di  dunia, mengalahkan rival bebuyutannya, Boeing dengan B787 Dreamliner.

Baca Juga: Efisiensi Biaya Operasional Jadi Alasan Utama Anjloknya Permintaan Terhadap Airbus A380

Walaupun permintaan akan pesawat yang menggunakan empat mesin jet ini perlahan mulai surut, tapi pernahkah terlintas oleh Anda bagaimana merakit pesawat raksasa seperti A380 ini?

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman cnn.com (24/1/2018), komponen pesawat raksasa ini tidak berasal dari satu tempat saja, melainkan dari berbagai negara di dunia, walaupun Final Assembly Line (FAL) pesawat double deck ini dilakukan di pabrik Jean-Luc Lagardere, Toulouse, Perancis.

Sayap megajet ini dibuat di Broughton, Wales; Bagian badan pesawat (Fuselage Section) berasal dari Hamburg, Jerman dan Saint-Nazaire, Perancis; Horizontal Tail Plane dibuat di Cadiz, Spanyol; Dan Vertical Tail Fin juga diproduksi di Hamburg.

Setelah semua bagian selesai dibuat dan siap disatukan, partikel-partikel tersebut akan dikirimkan melalui tiga jalur, darat, laut,  dan udara. Untuk menghindari kecurangan dan kerusakan yang terjadi selama masa pengiriman, proses loading menuju pabrik di Jean-Luc Lagardere diawasi dengan sangat ketat oleh Arnaud Cazeneuve, Oversize Surface Transportation Manager untuk Airbus.

Dari mulai komponen terkecil seperti baut, hingga bangku pesawat dan mesin, diperkirakan Airbus A380  terdiri dari empat juta komponen yang diproduksi oleh 1.500 perusahaan dari 30 negara di seluruh dunia. “Menurut saya, satu keseluruhan Airbus A380 terdiri dari enam komponen. Tiga bagian fuselage, dua bagian sayap, dan satu bagian Horizontal Tail Plane,” ungkap Arnaud.

Seperti yang sudah disinggung di atas, kebanyakan pengiriman partikel yang sudah siap dirakit menempuh jalur laut dengan menggunakan kapal ferri ro-ro. Enam partikel utama A380 yang berasal dari Wales, Jerman, Prancis, Italia dan Spanyol akan dibawa menggunakan kapal ferry, sedangkan sisanya (Vertical Tail Fin) akan dibawa menggunakan Air Beluga (armada angkut milik Airbus) via jalur udara.

Konvoi Truk Pengangkut Komponen Airbus A380. Sumber: cnn.com

Ketika perjalanan via jalur laut tiba di Pauillac, salah satu kota yang masuk ke dalam teritorial Perancis, petualangan komponen-komponen A380 belumlah berakhir. Mereka masih harus menempuh jarak sekitar 240 kilometer menuju tempat perakitan di Toulouse. Menempuh perjalanan selama dua hari dua malam, jalurnya pun sebelumnya sudah dimodifikasi terlebih dahulu.

Adalah jalan Itinéraire à Grand Gabarit, jalan yang dimodifikasi oleh Airbus dimana manufaktur pesawat tersebut menghabiskan dana sekitar US$205 juta atau yang setara dengan Rp2,7 triliun. Jalan tersebut sudah dilebarkan, pembatas jalannya dihilangkan sehingga memudahkan perjalanan moda pengangkut komponen raksasa dari A380.

Baca Juga: Sambut Pesanan Airbus A380 Ke-100, Emirates Pasang Livery Presiden Pertama Uni Emirat Arab

Agar tidak mengganggu perjalanan moda lain, konvoi pengangkut bagian A380 selalu dilakukan pada malam hari. Disamping itu juga, pertimbangan lain mengapa perjalanan dilakukan pada malam hari adalah untuk meminimalisir hambatan selama perjalanan.

Alih-alih menggunakan jalur bypass, konvoi pengangkut partikel A380 ini malah melewati daerah pusat kota, dan tidak sedikit warga yang menikmati ‘pertunjukan’ konvoi tersebut. Setibanya di pabrik Jean-Luc Lagardere, barulah perakitan ‘si raksasa dunia penerbangan’ dimulai.

Baidu Uji Coba Mobil Otonom Berbasis Android Apollo

Baidu raksasa teknologi asal Cina baru-baru ini membuat gebrakan baru, yakni dengan merilis kendaraan otonomnya yang digerakkan melalui sistem operasi smartphone Android Apollo. Kendaraan otonom atau mobil tanpa pengemudi ini telah dirancang sejak lima tahun silam.

Baca juga: Ramaikan Jalanan di Las Vegas, Operator Mobil Otonom Ini Optimis ‘Sedot’ Banyak Penumpang

Persisnya setelah setelah Google mengerjakan proyek mobil otonom seperti ini pada tahun 2009 lalu. Sejak itu, demi mengejar ketinggalannya, Baidu kemudian membuat hal serupa. KabarPenumpang.com melansir dari laman technologyreview.com (8/1/2018), bahwa sistem operasi mobil otomon Baidu ini bisa diunduh secara gratis dan Apollo 1.0 dirilis pada bulan Juli lalu serta uji coba mobil otonom ini sendiri pada jalanan umum di akhir 2017.

Hingga kini, diketahui sudah 90 mitra yang menggunakan Apollo termasuk pembuat mobil Lincoln Ford, Continental dan pembuat chip Nvidia yang akan menyumbangkan data agar bisa digunakan.

Jingao Wang, senior director of Baidu’s intelligent driving group and the head of Apollo, menghabiskan bertahun-tahun mengerjakan Android sejak awal, membantu peluncuran beberapa versi pertama dari OS dan smartphone Android awal. Dia mengatakan, dengan mengemudi secara otonom, pendekatan open source membuatnya lebih mudah karena ini adalah teknologi berbasis AI (Artificial Intelligent) yang membutuhkan data dalam jumlah besar untuk berkembang.

Namun mobil otonom ini belum siap jika untuk digunakan pribadi. Sebab masih banyak yang harus diuji dalam pembuatan mobil ini dari memetakan jalanan, seperti lokasi lampu lalu lintas dan keadaan jalur lalu lintas itu sendiri.

Selain mobil, Wang mengatakan bahwa perusahaan tersebut berencana untuk mencoba bus mini self-driving di Cina tahun ini pada area terbatas seperti lingkungan industri. Baidu juga meluncurkan tes di Los Angeles dengan wahana kendaraan otonom jarak pendek untuk kaum difabel yang akan dijadwalkan pada akhir tahun.

Baca juga: Coba Peruntungan, Sony Ciptakan Mobil Otonom Futuristik!

Baidu mengatakan akan bekerja sama dengan pembuat bus Cina untuk memproduksi bus tanpa pengemudi pada akhir 2018 juga. Terlepas dari sisi optimisme, Baidu menghadapi beberapa hambatan sangat nyata. Wang mengakui, masih ada pekerjaan yang harus dilakukan baik dalam memahami apa yang ada di sekitar seperti mobil, pesepeda, pejalan kaki atau berbagai hal lainnya yang ada di jalan raya. Apalagi dalam memprediksi kemungkinan yang akan terjadi selanjutnya.

Sempit! Bilik Toilet Boeing 737 Max Hanya Berukuran 24 Inci

Dengan dalih untuk memaksimalkan konfigurasi kursi kelas ekonomi, beragam hal telah disiasati oleh manufaktur pesawat dan maskapai untuk menambah jumlah kapasitas kursi. Sebagai akibatnya seat pitch semakin kecil, yang tak jarang dikeluhkan oleh penumpang. Lain dari itu ada usaha untuk memperkecil ukuran bilik toilet di pesawat komersial, yang sejatinya ukurannya pun memang sudah ‘sempit.’ Kabar terbaru tentang desain ukuran toilet datang dari pesawat anyar Boeing 737 Max.

Baca juga: Dilema Seat Pitch, Maskapai Tambah Untung Penumpang Merana

Boeing 737 Max yang diluncurkan tahun lalu disebut-sebut sebagai pesawat regional masa depan. Sayangnya ada satu masalah dalam pesawat ini adalah toilet yang sangat kecil dan wastafel sangat kecil serta hanya bisa mencuci tangan dalam satu waktu. KabarPenumpang.com melansir dari laman telegraph.co.uk (23/1/2018), bahwa masalah kecilnya toilet pesawat ini dikeluhkan oleh awak kabin di American Airlines yang baru-baru ini mengatakannya pada CEO mereka. Mereka mengatakan saat menggunakan wastafel tersebut karena berukuran kecil beresiko pakaian tersiram air saat akan mencuci tangan.

Tak hanya itu, bagian belakang pesawat juga dikeluhkan sangat sempit sehingga saat pintu dari dua toilet paling belakang dibuka, awak kabin tidak akan bisa keluar dan tak bisa ke lorong untuk membantu penumpang. Dari laporan-laporan tersebut, untungnya satu masalah tentang air keran terselesaikan, dimana kekuatan aliran air di kurangi.

Kemudian untuk masalah akses awak kabin sampai saat ini masih terus dicari jalan keluar terbaiknya. Seorang ahli perjalanan yang terbang dengan Boeing 737 Max baru-baru ini mengatakan, melihat dua penumpang terjebak di kamar mandi dan harus mengimbangi diri mereka untuk keluar dari ruang sempit dengan ukuran 24 inci atau sekitar 61 cm.

Toilet di kabin Ryanair (Thepointsguy.com)

Ahli perjalanan tersebut menambahkan, setelah selesai dari toilet salah seorang penumpang bercanda dengan penumpang lain agar masuk dengan hati-hati karena tidak ada tempat berbalik saat sudah masuk ke dalam. Hingga kini diketahui 12 maskapai sudah memesan pesawat jenis Boeing 737 Max ini yakni Flydubai, Lion Air, Garuda Indonesia, Southwest Airlines, GECAS, SpiceJet, United Airlines , Air Lease Corporation, Norwegian, Ryanair, AerCap, American Airlines dan VietJet Air.

Ryanair mengatakan bahwa pesawat Boeing 737 Max adalah gamecharager, dimana lebih banyak tempat untuk kenyamanan pelanggan, baik itu ruang untuk kaki dan kompartemen atas yang lebih besar karena perancangan ulang pada pesawat tersebut. Sedangkan American Airlines mengatakan, Max adalah pesawat baru yang hebat dengan kompartemen atas lebih besar dan koneksi internet berbasis satelit yang dirancang bisa lebih cepat.

“Kami mulai menerbangkan pesawat tipe ini tanggal 29 November dan tiga orang bertugas hari ini dan lebih banyak lagi di perjalanan,” ujar pihak American Airlines.

Baca juga: Setiap Pintu Toilet di Kabin Pesawat Ternyata Punya “Kunci Rahasia”

“Seperti halnya pesawat baru, kami melakukan beberapa penyesuaian untuk memperbaiki pengalaman pelanggan. Misalnya, kita sudah memecahkan masalah percikan wastafel dengan memasang aerator. Kami selalu mencari cara untuk memperbaiki pengalaman perjalanan bagi pelanggan dan anggota tim,” ujar Presiden American Airlines Robert Isom yang ikut dalam penerbangan dengan boeing 737 Max.

Tak Sampai 24 Jam, Cina Rampungkan Pembangunan Stasiun Ini!

Jika Anda dilontarkan pertanyaan, “Kira-kira berapa waktu tercepat untuk membuat sebuah stasiun kereta api?” Mungkin beberapa dari Anda akan menjawab hitungan bulan atau bahkan tahun. Sayangnya semua jawaban tersebut masih sangat jauh dari kenyataan. Tahukah Anda, di Cina ada sebuah stasiun kereta yang dibangun dalam kurun waktu kurang dari 24 jam saja! Wah, seperti apa ya penampakan stasiunnya? Berapa orang yang dipekerjakan dalam pembangunan secepat kilat tersebut?

Baca Juga: Berkiblat ke Jerman, Cina Hadirkan Skytrain Generasi Terbaru

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman dailymail.co.uk (22/1/2018), sebuah stasiun kereta api yang dikerjakan oleh 1.500 orang ini dibangun di Provinsi Fujian, Cina Selatan. Tidak hanya jumlah pekerjanya saja yang fantastis, namun waktu pengerjaannya lebih mengundang decak kagum. Etos kerja, kecepatan, dan efisiensi kontraktor Tiongkok membuat stasiun ini rampung dalam sembilan jam saja!

Para pekerja yang digembleng untuk membangun stasiun Nanlong di kota Longyan ini dibantu oleh kehadiran 7 kereta dan 23 alat berat. Dapat dibayangkan bagaimana hectic-nya suasana di sana ketika proses pembangunan. Pengapnya udara khas proyek pembangunan, ditambah dengan tingginya tensi di lapangan membuat banyak kalangan makin salut dengan pencapaian yang berhasil diraih oleh China Tiesiju Civil Engineering Group selaku kontraktor.

Lebih hebatnya lagi, stasiun yang dibangun hanya dalam waktu sembilan jam tersebut tidak hanya menyelesaikan bangunan fisik, melainkan sistem persinyalannya pun sudah siap digunakan. Bak pembangunan instan di sebuah video game! Adapun pengerjaan stasiun ini dimulai pada Jumat (19/1/2018) malam, dan selesai pada Sabtu (20/1/2018) dini hari.

Menurut pihak kontraktor, pekerjaan ini dapat rampung dalam waktu yang sangat singkat karena adanya pembagian unit, dimana masing-masing unit memiliki konsentrasi pekerjaannya sendiri. Total, ia mengatakan ada tujuh unit yang turun pada malam pembangunan stasiun yang menghubungkan Jalur Nanlong dengan tiga jalur kereta yang sebelumnya sudah beroperasi (existing), yaitu jalur Ganlong, Jalur Ganruilong dan Jalur Zhanglong.

Baca Juga: Tembus Pegunungan Qinling, Cina Luncurkan Kereta Cepat Lintasi Wilayah Utara dan Selatan

Dikutip dari sumber lain, Jalur Nanlong sendiri yang memiliki panjang total 146km ini ditargetkan selesai pada akhir tahun 2018. Jalur ini dirancang khusus agar dapat dilalui oleh kereta dengan kecepatan maksimum mencapai 200km/jam dan mampu menghubungkan wilayah Cina sebelah Tenggara dan Cina Tengah.

[Video] Mengenal Lebih Dekat Stasiun Sudirman Baru (BNI City)

Setelah diresmikan penggunaannya pada akhir 2017 lalu, kini Stasiun Sudirman Baru atau dikenal juga dengan sebutan Stasiun BNI City, telah menjelma sebagai point transportasi utama di DKI Jakarta. Berbeda dengan kebanyakan stasiun di Jakarta, stasiun Sudirman Baru murni merupakan stasiun yang benar-benar baru dan dibangun oleh PT Railink.

Baca juga: Sah! Stasiun Sudirman Baru Ganti Nama Jadi Stasiun BNI City

Meski status stasiunnya baru, tapi jalur rel yang melintasi stasiun Sudirman Baru menggunakan rel eksisting atau rel yang sama dengan kereta KRL Jadobetabek. Sebagai stasiun yang dibangun khusus untuk melayani kereta Bandara Soekarno-Hatta, rancangan stasiun ini berbeda dari stasiun kebanyakan, dimana fasilitas yang melekat di stasiun ini identik dengan beragan fasilitas nyaman dan aksesbilitas yang baik untuk memudahkan pergerakan calon penumpang pesawat yang membawa koper.

Stasiun ini terdiri dari dua lantai dan platform peron. Bagi calon penumpang yang baru saja tiba, maka Anda akan diarahkan ke lantai dua. Di lantai inilah terdapat anjungan pembelian tiket mandiri berupa vending machine. Jumlah vending machine yang tersedia lumayan banyak, jadi Anda tak perlu antre. Sebagai edukasi pada calon penumpang, pihak stasiun telah menyiapkan tenaga Passenger Service Asssistant yang bersiaga untuk membantu kelancaran transaksi non tunai.

Secara keseluruhan Stasiun Sudirman Baru memiliki luas 21.748,62 m2. Untuk urusan daya tampung, per harinya dapat menampung 15 ribu penumpang kereta bandara. Nah, Anda penasaran ingin melihat dari dekat seperti apa Stasiun Sudirman Baru? Simak video pada liputan kami di bawah ini.

PT INKA Raih Pesanan Kereta Rel Diesel Untuk Jaringan Metro Manila

Setelah sukses melakukan ekspor gerbong kereta penumpang ke Bangladesh, belum lama ini PT INKA (Industri Kereta Api) dibakarkan telah mendapatkan kontrak terbarunya ke Filipina. Yang bakal di ekspor pun tingkatannya lebih maju daripada sebatas rangkaian gerbong. PT INKA baru saja melepas dua rangkaian kereta api ke pihak Filipina. Adalah Philippine National Railways (PNR) yang tengah berupaya untuk memperluas sistem perkeretaapiannya, mempercayakan produk asli Tanah Air sebagai armada teranyarnya.

Baca Juga: PT INKA, Kepercayaan Dunia Dalam Industri Kereta di Dalam Negeri

Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, pihak PT INKA telah menandatangani kontrak kerja sama dengan PNR pada Senin (22/1/2018) di Kantor PNR, Tutuban, Manila. Adapun mahar yang dijanjikan PNR kepada PT INKA untuk memboyong serangkaian kereta tersebut senilai 485 juta peso atau yang setara dengan Rp127,3 miliar.

Pihak PT INKA yang mendatangkan Direktur Utamanya dalam penandatanganan kontrak kerja sama tersebut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PNR yang telah mempercayai produk buatannya. “Selain itu, tujuan kami adalah menghasilkan produk yang berkualitas tinggi dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi PNR,” ungkap Budi Noviantoro selaku Direktur Utama PT INKA.

Sementara itu, General Manager PNR, Junn B Magno mengatakan, pembelian kereta dari PT INKA tersebut merupakan bagian dari inisiasi pemerintah Filipina untuk menyediakan sarana transportasi publik yang dapat diandalkan, mempersingkat jarak tempuh, dan armada yang lebih nyaman bagi masyarakat.

“Rencananya KRD tersebut akan dioperasikan di jalur yang menghubungkan Tutuban Station dan Alabang Station, Metro Manila,” tukas Junn, dikutip dari laman kompas.com. “Sudah hampir 40 tahun, PNR secara organik membeli set kereta sendiri, bukan dari sumbangan ataupun dari paket pinjaman,” imbuh Junn.

Adapun kereta berjenis Diesel Electric Multiple Unit (DMU) yang dipesan PNR akan dikirimkan secara bertahap dan diharapkan rampung pada kuartal III tahun 2019 untuk kepentingan persiapan dan uji coba sebelum akhirnya dioperasikan.

Baca Juga: Terima Tawaran dari Taiwan, PT INKA Siap-Siap Kembali “Kebanjiran” Order

Dikutip dari sumber lain, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengatakan bahwa saat ini Indonesia telah menjadi salah satu pemain industri manufaktur kereta api terbesar di Asia Tenggara. Produk industri kereta api dalam negeri telah mampu memenuhi pesanan pasar domestik hingga mancanegara, khususnya ke negara berkembang dan kawasan regional.

“Kami terus memacu industri perkeretaapian nasional agar dapat menguasai pasar domestik dan semakin berperan dalam supply chain industri perkeretaapian untuk pasar global,” tutur Airlangga.

Sebelumnya, PT INKA memang tengah dibanjiri order, baik dari dalam maupun luar negeri. Sebut saja Taiwan Rolling Stock co. (TRSC) yang pada bulan Juli 2017 kemarin mengajukan kerja sama dengan PT INKA untuk menyanggupi pembuatan 400 unit kereta listrik multi-unit berbahan dasar stainless steel (EMUs). Belum lagi PT KAI yang memesan sekitar 438 kereta yang akan dikirim secara bertahap. “Tahun ini (2017) kami pesan 438 kereta dari INKA,” ungkap Direktur Keuangan PT KAI, Didiek Hartantyo.

Alami Masalah Kelistrikan, Kereta Cepat di Cina Terbakar Hebat!

Berita mengejutkan datang dari Negeri Tirai Bambu, dimana salah satu armada jasa layanan angkutan daratnya mengalami kebakaran ketika tengah beroperasi. Ratusan penumpang yang tengah berada di dalam kereta berkecepatan tinggi Cina tepaksa dievakuasi. Diduga, si jago merah melahap bagian gerbong penumpang dengan gagahnya karena adanya korsleting listrik. Untungnya, baik penumpang maupun awak kereta tidak ada satupun  yang mengalami luka.

Baca Juga: Terjebak Kebakaran di Kendaraan, Jangan Panik, Ini Cara Gunakan APAR

Dilansir KabarPenumpang.com dari reuters.com (25/1/2018), kejadian nahas ini terjadi pada Kamis pagi menjelang siang. Kereta yang tengah dalam perjalanan menuju Hangzhou, provinsi Zhejiang, dari Qingdao, provinsi Shandong ini terpaksa berhenti di sebuah stasiun di Dingyuan, Provinsi Anhui, Cina. Alhasil, ratusan penumpang yang berada di dalam kereta tersebut tumpah ruah membanjiri stasiun yang diselimuti salju.

Biro Kereta Api Shanghai mengatakan kebakaran terjadi karena adanya kesalahan dalam instalasi kelistrikan. Kejadian tersebut sontak menjadi viral ketika salah seorang yang berada di stasiun tempat kereta terbakar merekam dan mengunggahnya ke dunia maya. Dalam rekaman berdurasi dua menit tersebut, tampak kobaran api melahap gerbong kedua dari depan dan kepulan asap hitam pun membumbung tinggi.

Tampak pula sejumlah petugas berusaha untuk memadamkan kobaran api dengan menggunakan hydrant. Hingga berita ini diturunkan, pihak Biro Kereta Api Shanghai masih enggan berkomentar tentang berapa kerugian dan banyaknya penumpang yang berada di dalam rangkaian kereta tersebut. Sedangkan Radio Nasional Cina melaporkan, kejadian ini mengakibatkan sebanyak 17 kereta mengalami penundaan keberangkatan.

Baca Juga: Ada Palu Pemecah Kaca di Kendaraan Umum, Tahukah Cara Menggunakannya?

Dari kasus ini, kita melihat pentingnya kehadiran instrumen keselamatan di sarana transportasi, seperti palu pemecah kaca hingga alat pemadam berukuran kecil yang biasanya tersemat di setiap gerbong. Selain dalam rangka memenuhi peraturan yang sudah ditetapkan, kehadiran instrumen keselamatan juga dapat memberikan jalan keluar bagi penumpang jika situasi darurat terjadi, semisal kebakaran seperti ini.

Jika kepulan asap mulai terlihat di salah satu gerbong dan pintu otomatis tidak bisa terbuka, penumpang bisa memecahkan kaca dengan menggunakan palu darurat yang biasanya tersimpan di dekat kaca. Setelah kaca pecah, penumpang bisa keluar tanpa harus menunggu masinis membuka pintu. Sembari menunggu penumpang keluar melalui kaca, Anda bisa mengambil inisiatif untuk menghambat laju api dengan menggunakan hydrant.

Anda Independent Traveler? Inilah Rentetan Aplikasi Yang Bisa Maksimalkan Petualangan Anda

Kepenatan yang terus melanda setiap harinya membuat otak lebih cepat lelah dan butuh penyegaran. Maka tidak heran jika liburan menjadi salah satu opsi untuk menghilangkan kepenatan tersebut. Mengajak orang-orang tercinta untuk turut ikut dalam liburan Anda merupakan hal yang lumrah, begitupun jika Anda memutuskan untuk menghabiskannya seorang diri saja.

Baca Juga: Wisatawan Indonesia Menjadi Yang Paling Digital Ketiga Dunia

Bagi Anda yang tidak ingin ribet mengurus segala sesuatu yang berhubungan dengan liburan Anda, cukup sambangi jasa travel agent dan sesuaikan budget yang Anda miliki dengan beragam pilihan destinasi dan aktifitas yang tersedia. Lain cerita jika Anda lebih senang menjelajahi suatu destinasi wisata tanpa keterikatan jadwal kegiatan seperti yang ditawarkan oleh jasa travel agent.

Kali ini, KabarPenumpang.com akan membeberkan beberapa aplikasi di smartphone yang dapat membantu memaksimalkan waktu berlibur Anda, disarikan dari laman theguardian.com.

Trip.com
Aplikasi yang semula bernama Gogobot ini menampilkan berbagai destinasi wisata, tempat untuk tinggal, hingga event special yang ada di suatu daerah. Tidak hanya itu, para pengguna aplikasi yang dapat diunduh secara gratis melalui AppStore (iOS) dan PlayStore (Android) ini juga dapat memberikan review mengenai destinasi tersebut, seperti tingkat kemewahan hingga ketersediaan penganan yang wajib dicicipi. Hingga saat ini, sudah lebih dari 60.000 destinasi wisata yang dapat Anda jadikan sebagai panduan liburan mandiri, alih-alih menghabiskan waktu untuk hunting tempat wisata yang belum tentu sesuai dengan kriteria Anda.

Localeur
Hampir mirip dengan Trip.com, yang membedakan adalah para penyumbang review-nya. Jika para pelancong dapat berbagi pengalamannya melalui Trip.com, maka para penduduk lokal dapat berbagi sudut pandangnya mengenai sebuah destinasi wisata melalui aplikasi Localeur. Di sini juga Anda dapat menemukan klub, kedai kopi, hingga hotel yang sesuai dengan kondisi dompet Anda, tentu saja dengan kualitas yang tidak mengecewakan. Aplikasi ini dapat diunduh secara gratis melalui AppStore dan PlayStore.

500px
Anda gemar dunia fotografi dan plesiran? Nampaknya aplikasi yang diciptakan untuk pengguna iOS dan Android ini menjadi pilihan yang tepat bagi Anda. Di aplikasi ini, para pecinta fotografi tidak hanya bisa membagikan hasil jepretan mereka, tapi juga dapat dijadikan wadah untuk meningkatkan kemampuan fotografi mereka.

National Trust dan English Heritage Days Out
Dua aplikasi asal Britania ini menampilkan sejumlah lokasi wisata yang berbasis alam dan situs-situs bersejarah. Kedua aplikasi ini memungkinkan para pengunduhnya memasukkan data pribadi dan akan memberi tahu mereka jikalau ada event khusus yang diadakan dalam waktu dekat. Ini dapat membantu Anda untuk merencanakan perjalanan di hari selanjutnya.

Baca Juga: Ini Dia! Jurus Jitu Plesir Menyenangkan Bareng Keluarga

Time Out
Dengan aplikasi ini, Anda tidak akan kebingungan untuk menjelajahi tempat baru, karena Time Out menyediakan perjalanan wisata secara virtual. Setidaknya Anda sudah memiliki gambaran semu tentang destinasi wisata Anda sebelum mengujunginya di kehidupan nyata. Mulai dari tempat makan, bar, kedai kopi, toko buah tangan, hingga event khusus yang diadaka di suatu daerah, semuanya tersaji di dalam satu paket lengkap bernama Time Out.

Musement
Tidak hanya menampilkan review berbagai destinasi wisata yang terdapat di seluruh dunia, tapi dengan menggunakan Musement, Anda dapat memesan tiket untuk sebuah pertunjukan yang diadakan di destinasi Anda. Untuk sementara waktu, layanan ini hanya dapat diakses melalui ApplePay.