Tol Cikampek Kian Padat, Organda Ajukan Pemberlakukan Aturan Ganjil Genap Bagi Kendaraan Pribadi

Akibat tingkat kepadatan trafik yang begitu tinggi, ruas jalan tol Cikampek tak jarang mengalami kondisi macet yang begitu parah, terlebih kini sedang ada pembangunan lintas jalur LRT (Light Rapid Transit) disisi jalan tol tersebut. Merespon keluhan pengguna jasa, pemerintah melalui BPTJ (Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek) pada 16-20 Oktober 2017 telah melaksanakan uji coba pengaturan untuk arus kendaraan truk.

Baca Juga: Pacu Konektivitas Infrastruktur, Jokowi Minta Pelayanan di Pelabuhan Bakauheni Ditingkatkan

Dan setelah rampungnya masa uji coba, pihak Organda memberikan pernyataan lewat siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com (9/11/2017), disebutkan bahwa hasil uji coba BPTJ  belum menunjukkan hasil yang maksimal. Hasil evaluasi uji coba selama 5 hari tersebut menunjukkan pengurangan kendaraan sejumlah 1.706 unit, turun dari 32.141 ke 30.435. Selama periode uji coba, ruas tol tersebut dibuat steril dari truk golongan IV – V pada pukul 6 hingga 9 pagi—waktu yang sebenarnya krusial bagi pengiriman barang untuk mengejar closing time pelabuhan.

Ivan Kamadjaja, Ketua Angkutan Barang DPP Organda mengatakan, “Tol Jakarta Cikampek pendukung kawasan industri bisa lebih efektif jika ada pengaturan untuk kendaraan pribadi serta truk golongan II – III, misalnya dengan cara ganjil-genap yang sudah teruji di beberapa daerah lain dan juga pembuatan jalur khusus untuk bus.” Menurut Ivan, pendekatan tersebut akan mengoptimalkan laju kendaraan dan memberikan kenyamanan lebih bagi semua pengguna jalan.

Di satu sisi, Pemerintah menyatakan angkutan barang golongan IV – V sebagai penyebab kemacetan di area tersebut. Sementara, data BPTJ terkait proporsi kendaraan di simpang susun Cikunir selama bulan September 2017 menunjukkan bahwa ruas tol tersebut paling banyak dilalui oleh kendaraan golongan I (80,08%). Kawasan industri seyogyanya memprioritaskan akses jalan bagi kendaraan pendukung kegiatan usaha, termasuk kendaraan golongan IV dan V.

Kendati ukurannya yang besar dan terkesan memenuhi jalan, jumlah kendaraan berat yang melintas jauh lebih sedikit dibandingkan kendaraan pribadi yang berukuran kecil namun jumlahnya masif. Data Lalu Lintas Harian (LHR) PT. Jasa Marga (Persero) cabang Jakarta-Cikampek menjelaskan bahwa setiap bulannya ada sekitar 5 juta kendaraan golongan I yang melintas dari Cikampek hingga Bekasi Barat, sementara golongan II di bawah 800 ribu, dan sisanya di bawah 300 ribu; rata-rata harian mencapai 200 ribu kendaraan, sementara kapasitas harian resmi ruas tol tersebut adalah 92,000 kendaraan.

Baca Juga: Yang Sebaiknya Diketahui dari Tol Cipali dan Brexit

Melihat potensi solusi yang dihadirkan metode ganjil-genap di daerah Jakarta lainnya, Organda mengedepankan metode tersebut untuk diuji coba di arus tol Jakarta-Cikampek, khususnya untuk kendaraan pribadi. Hal ini dikarenakan kendaraan-kendaraan tersebut relatif lebih ringan, sehingga dapat melewati baik jalan arteri maupun jalan kawasan industri dengan risiko kerusakan jalan lebih kecil serta lebih aman jika dibandingkan dengan truk golongan IV – V yang jauh lebih berat.

Anggarkan Rp1,1 Triliun, Pemerintah Canangkan Jalur Rel Ganda Bogor-Sukabumi-Bandung

Jalur kereta api Bogor-Sukabumi-Cianjur-Bandung akan dibangun dan diperkirakan biaya yang dibutuhkan untuk membangun jalur ganda kereta api ini mencapai Rp1,1 triliun. Hal tersebut dikatakan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan menurutnya pembiayaan ini akan berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara atau APBN dengan skema jamak selama tiga tahun.

Baca juga: Rute KA Bogor – Sukabumi – Cianjur, Masih Eksis Meski Terlupakan

“Untuk tahap pertama itu 2018 akan kami keluarkan Rp200 miliar, tapi total Rp1,1 triliun, bertahap tiga tahun,” ujar Budi di Sukabumi, Selasa (7/11). Pembangunan proyek jalur kreta sepanjang 38 km ini rencananya akan dimulai pada 2018 dan akan selesai tahun 2019 mendatang. Dia mengatakan, dengan anggaran sebesar itu, proses pembangunan akan dilakukan secara bertahap.

Pada tahap pertama proyek akan difokuskan pada jalur kereta Sukabumi-Bogor kemudian Sukabumi-Cianjur dan terakhir Cianjur Sukabumi. Pertama yang dilakukan adalah mengurangi kemiringan jalur dan memperbaiki jalur-jalur curam serta miring seperti di Ciurug, Sukabumi.

Ini dilakukan agar bisa mempercepat waktu tempuh antara Bogor dan Sukabumi yang tadinya dua jam menjadi 1,5 jam. Waktu tempuh tersebut jauh lebih cepat dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi yang bisa mencapai Sukabumi dari Bogor hingga lima jam.

Sebenarnya, dengan ada jalur ganda rel kereta ini nantinya juga dioperasionalkan untuk membantu warga yang akan bepergian sekaligus juga mengangkut barang khususnya bahan pangan ke berbagai daerah.

“Dengan adanya fasilitas jalur ganda kereta api ini juga turut membantu meningkatkan arus wisatawan untuk datang ke Sukabumi,” tambah Budi.

Budi mengatakan, Presiden RI Joko Widodo sangat memperhatikan pembangunan di wilayah Jabar selatan khususnya Kota dan Kabupaten Sukabumi yang mempunyai potensi pariwisata, perdagangan, properti dan pangan. Sehingga dengan semakin meningkatnya kualitas dan pelayanan di bidang infrastruktur transportasi maka sudah pasti ekonomi di daerah ikut meningkat.

Baca juga: Bangun Apartemen di Kawasan Stasiun Bogor, Proyek TOD Masih Terganjal Izin

Akan tetapi, ia mengingatkan kepada warga Sukabumi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusianya agar mampu bersaing dan mempunyai jiwa kompetensi. Selain itu, Budi juga mengaku, akan meningkatkan kapasitas dengan menambahkan rangkaian kereta yang tadinya hanya enam kereta dalam satu rangkaian menjadi 12 rangkaian.

Dengan demikian, penumpang terangkut bisa naik dari 12 ribu orang per hari menjadi 96 ribu orang per hari. Sementara itu, saat ini perjalanan kereta api relasi Bogor-Sukabumi dilayani oleh KA Pangrango dengan jumlah perjalanan sebanyak tiga kali pulang pergi (PP).

Tuntas 2021, Bandara London City Rencanakan Pengembangan Senilai Rp7,1 Triliun

Bandara London City atau lebih dikenal sebagai London City Airport (LCY) menjadi salah satu dari enam bandara internasional yang ada di kawasan kota London, dan perlu diketahui status bandara ini bukan yang utama di London, LCY masih jauh peringkatnya di bawah Bandara Heathrow (LHR) dan Bandara Gatwick (LGW).

Dan belum lama berselang, Bandara London City yang lokasinya berjarak 11 km dari jantung pusat kota London, otoritasnya merilis rencana pengembangan bandara dengan nilai fantastis £400 juta (US$526 juta) atau sekitar Rp7,1 triliun. Dalam City Airport Development Programme (CADP) diharapkan akan selesai pada tahun 2021 mendatang.

Baca juga: Dari Italia Sampai Ke Inggris, Berikut 10 Bandara Tersibuk di Benua Biru!

Pengembangan tersebut ditujukkan untuk membangun tujuh tribun pada terminal baru, sebuah taxiway yang memaksimalkan kapasitas landasan pacu atau runway dan perluasan terminal agar mampu memenuhi pertumbuhan jumlah penumpang di masa mendatang. KabarPenumpang.com merangkum dari laman airport-technology.com (30/10/2017), perbaikan bandara ini juga bertujuan agar nantinya bisa menampung dua juta penumpang lebih banyak setiap tahunnya pada 2025 yang akan datang.

Tak hanya itu, investasi pengembangan Bandara London City juga diharapkan akan mengarah pada penambahan 30 ribu lebih penerbangan pertahunnya serta menciptakan lebih dari dua ribu lapangan pekerjaan. Nantinya setelah pengembangan selesai, bandara ini akan mampu memberikan konstribusi £750 juta atau sekitar Rp13,3 triliun per tahun untuk perkembangan ekonomi Inggris.

CEO Bandara London City Declan Collier mengatakan, selama 30 tahun terakhir, Bandara London City telah menjadi bagian intrinsik dari sistem transportasi London yang tumbuh secara bertanggung jawab atas pemecahan rekor 4,6 juta penumpang pada tahun 2016, menciptakan lapangan kerja lokal, dan menghubungkan para pebisnis serta wisatawan dengan Inggris, Eropa dan sekitarnya.

“Program Pengembangan Bandar Udara Kota menyajikan kesempatan untuk menciptakan bandara masa depan, yang akan membantu memenuhi permintaan di pasar London, dan meningkatkan konektivitas,” ujar Collier.

Diketahui, tahun 2017 ini menandai bahwa bandara London City telah beroperasi selama 30 tahun, dimana penerbangan komersial mulai beroperasi pada tahun 1987 disini. Bandara ini juga membangun menara kontrol lalu lintas udara digital yang akan mulai beroperasi pada 2019. Jika memungkinkan, pengerjaan konstruksi akan di mulai awal tahun depan.

Baca juga: Inggris Kembangkan Teknologi ‘Intip’ Isi Tas Calon Penumpang Saat Belanja di Bandara

Desain baru untuk Bandara London City digarap oleh arsitek Pascall dan Watson menyajikan pandangan tentang bagaimana bandara akan terlihat nantinya. Tampilan eksterior bandara, seperti yang bisa dilihat pada gambar ikustrasi, termasuk terminal penumpang yang ukurannya akan meningkat sekitar 40.000 m².

Performa Penerbangan Haji, Antara Level OTP dan Ketersediaan Pesawat Sewaan

Bagi Garuda Indonesia sebagai penyedia layanan penerbangan Haji nasional, salah satu indikator kesuksesan dapat diukur dari level On Time Performance (OTP). Seperti di Musim Haji 2017, maskapai plat merah ini meraih hasil yang sangat membanggakan, dengan OTP 98 persen saat berangkat dan 96 persen saat kembali ke Tanah Air. Dengan angka tersebut, Garuda Indonesia bahkan sudah melampaui standar OTP global, yaitu 85 persen. Dan level OTP faktanya tak terlepas dari tingkat kesiapan armada pesawat.

Baca juga: Kesiapan Armada Menjadi Poin Utama Tingginya OTP Garuda Indonesia di Musim Haji 2017

Vice President SBU Umrah & Hajj Garuda Indonesia Hady Syahrean menyebut di Musim  Haji 2017, Garuda Indonesia telah menggunakan 14 pesawat, tiga diantaranya dengan status sewaan. “Boeing 747-400 dua unit, dan Airbus A330-300 satu unit. Adapun rincian total pesawat yang digunakan Garuda adalah tiga pesawat Boeing 747-400, empat pesawat Boeing 777-300ER, dan tujuh pesawat Airbus A330-300.

Yang menjadi poin menarik adalah pesawat yang berstatus sewaan. Sebagaimana musim Haji yang telah berlangsung bertahun-tahun, pengadaan pesawat sewaan mutlak dibutuhkan untuk melayani pemberangkatan dan pemulangan Haji, terlebih dengan jumlah jamaah yang meningkat, maka otomatis jumlah armada harus disesuaikan dengan demand. “Mustahil bila hanya menggunakan pesawat organik milik kami (Garuda Indonesia – red), untuk itu prosedur menyewa pesawat sudah lumrah dilakukan,” ujar Hady Syahrean kepada KabarPenumpang.com di kantornya, kawasan Gunung Sahari, Jakarta (8/11/2017).

Ia menambahkan bahwa menyewa pesawat untuk kebutuhan Haji mempunyai standar tersendiri yang harus dipatuhi, diantaranya jenis wide body yang usia pesawatnya tidak boleh lebih dari 25 tahun sejak diproduksi. Hady yang punya pengalaman panjang bertugas di Timur Tengah menyebut bukan persoalan mudah untuk mencari stock pesawat yang serviceable. “Kami memprediksi di tahun 2020 akan ada kesulitan untuk mencari pesawat sewaan,” kata Hady.

Pada musim Haji 2020 diperkirakan akan bersamaan dengan Summer Season di Eropa, artinya akan lebih banyak maskapai yang meningkatkan frekuensi penerbangan untuk wisata. Dampaknya adalah lebih sulit untuk mencari pesawat untuk disewa, karena demand dari maskapai juga meningkat untuk merespon penerbangan tersebut. Ditambah lagi dengan kriteria usia pesawat yang telah ditentukan, maka tantangan akan lebih spesifik.

Ketentuan usia pesawat diperlukan untuk lebih menjamin tingkat keselamatan penerbangan, dan bagi maskapai menggunakan pesawat yang lebih modern akan meningkatkan efisiensi biaya operasional, terutama dalam hal konsumsi bahan bakar. Pesawat dengan tipe modern seperti Boeing 777-300ER secara spesifikasi punya kemampuan direct flight dari Indonesia ke Arab Saudi.

Baca juga: 23 Tahun Mengangkasa, Boeing 747-400 Garuda Indonesia Akhiri Masa Tugas

Sebagai contoh, Boeing 747-400 PK-GSH Garuda Indonesia yang telah resmi pensiun setelah mengabdi 23 tahun, sejatinya masih bisa digunakan sampai dua tahun lagi. Boeing 747-400 PK-GSH terakhir terbang pada 6 Oktober 2017 saat melayani kepulangan jamaah Haji dari Madinah menuju Makassar. Biaya operasional yang tak sebanding dengan tingkat okupansi penumpang menjadi alasan utama dipensiunkannya pesawat jumbo jet tersebut.

Coba Peruntungan, Sony Ciptakan Mobil Otonom Futuristik!

Sebagai perusahaan konglomerat multinasional Jepang yang berkantor pusat di Tokyo, Sony diketahui tengah mempersiapkan kendaraan otonom ramah lingkungan dengan konsep full entertainment selama perjalanan. Walaupun terkenal sebagai produsen barang elektronik, tapi Sony tidak bermain-main dalam usahanya untuk mengadakan mobil otonom ini. Ada beberapa sisi unik dari calon kendaraan masa depan ini, kira-kira apa saja ya?

Baca Juga: Deutsche Bahn Luncurkan Bus Otonom di 2018

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman engadget.com (3/11/2017), kendaraan ini dilengkapi oleh sensor gambar dengan resolusi tinggi hingga konektivitas 5G melalui Docomo. Kendaraan berbentuk mirip kubus ini menggunakan bahan bakar alternatif, Light Imaging, Detection, And Ranging (LIDAR), dan sejumlah komponen ultrasonik onboard. Uniknya lagi, kendaraan ini bisa juga dikemudikan oleh manusia dan mereka bahkan tidak membutuhkan lampu di malam hari! Kok bisa?

Pihak Sony mengklamin bahwa sensor gambar yang ditempatkan di sekitar mobil cukup sensitif, ditambah dengan tampilan pada layarnya (display) pun cukup berkualitas, sehingga Anda bisa mengemudikan mobil otonom ini tanpa lampu depan pada malam hari. Namun jika dilihat dari sisi  keselamatan berkendara, tentu saja setiap kendaraan yang melintas pada malam hari memerlukan lampu yang akan menjadi penanda bagi kendaran lain.

“Ketika sensor gambar sudah bisa menangkap keadaan di sekitar dengan sangat baik, maka di sini peran kaca sudah tidaklah se-vital dulu. Maka dari itu, kami mengganti kaca-kaca tersebut dengan layar High Definition (HD), sehingga Anda bisa menikmati hiburan dari layar tersebut,” ungkap salah satu juru bicara Sony. Mobil yang diberi nama SC-1 ini bahkan dinilai sangat cocok untuk dipasangi pemindai wajah, dimana dengan dipasangnya alat pemindai tersebut, akan menampilkan tayangan favorit si pengguna berdasarkan data yang sebelumnya sudah pernah ia masukkan.

Sony sendiri mengaku bahwa pihaknya sudah berkeliling menggunakan SC-1 di sekitaran Okinawa Science and Technology Graduate University College, terhitung sejak bulan September 2017 silam. Mungkin, Sony terinspirasi untuk menciptakan SC-1 dari Mercedes, dimana pada tahun lalu perusahaan manufaktur transportasi asal Jerman ini menampilkan konsep futuristik pada F 015 miliknya.

Baca Juga: Hadirkan Bus Otonom, DeNA Terbentur Regulasi Tentang Bangku Pengemudi

Mobil futuristik ini memiliki lantai yang terbuat dari kayu, kursi lounge yang nyaman, hingga layar touchscreen 4K yang bisa Anda temui di seluruh bagian dalam mobil. Tidak menutup kemungkinan juga, Sony akan mengaplikasikan beberapa inovasi yang dilakukan oleh Mercedes ke dalam kendaraan masa depannya itu.

Kesiapan Armada Menjadi Poin Utama Tingginya OTP Garuda Indonesia di Musim Haji 2017

Walaupun sudah lewat, namun masih ada sepenggal cerita unik tentang musim keberangkatan Haji tahun 2017 kemarin, dimana Garuda Indonesia menjadi satu-satunya maskapai yang mengangkut para tamu Allah ini, baik dari Indonesia maupun sebaliknya. On Time Performance (OTP), menjadi salah satu sorotan publik karena pada keberangkatan Haji tahun 2017 ini, maskapai plat merah ini meraih hasil yang sangat membanggakan, dengan OTP 98 persen saat berangkat dan 96 persen saat kembali ke Indonesia. Dengan angka tersebut, Garuda Indonesia bahkan sudah melampaui standar OTP global, yaitu 85 persen.

Baca Juga: Garuda Indonesia Klaim ‘On Time Performance’ Embarkasi Haji 2017 Adalah Yang Terbaik

Menurut Hady Syahrean, Vice President SBU Umrah & Hajj Garuda Indonesia mengatakan ada beberapa aspekyang melatarbelakangi prestasi gemilang Garuda dalam memberangkatkan 110 ribu Jemaah Haji tahun ini. “On Time Performance itu sendiri didukung dari kesiapan pesawat, karena keterlambatan pemberangkatan itu kan bisa ditimbulkan dari berbagai permasalahan,” tutur Hady kepada KabarPenumpang.com, Rabu (8/11/2017).

Hady mengaku untuk musim pemberangkatan Haji tahun ini, Garuda Indonesia menggunakan 14 pesawat, tiga diantaranya dengan status sewaan. “Boeing 747-400 dua unit, dan Airbus A330-300 satu unit,” pungkas Hady. Adapun rincian total pesawat yang digunakan Garuda adalah tiga pesawat Boeing 747-400, empat pesawat Boeing 777-300ER, dan tujuh pesawat Airbus A330-300.

Kembali ke soal OTP, Hady mengatakan bahwa ada sedikit perbedaan antara OTP yang diterapkan di penerbangan regular dan angkutan Haji. “Ketika OTP pemberangkatan Haji di bawah 15 menit masih dikategorikan sebagai tepat waktu, tapi penerbangan regular sudah dikategorikan sebagai delay,” terangnya. Ia menambahkan, delay tersebut umumnya terjadi karena faktor antrian pesawat menuju landas pacu di Arab Saudi.

Baca Juga: 23 Tahun Mengangkasa, Boeing 747-400 Garuda Indonesia Akhiri Masa Tugas

Tidak hanya dari segi persiapan armadanya saja, Hady juga mengatakan faktor lain yang akhirnya turut mempengaruhi tingkatan OTP yang diterima oleh Garuda. “Sistem bandara di Arab sana juga sudah menggunakan komputerisasi secara keseluruhan, sehingga hal tersebut juga mempengaruhi tingkat OTP kami,” ujarnya.

Sebelumnya, Garuda Indonesia melayani penerbangan Haji periode 2017 ini dari sembilan embarkasi di seluruh Indonesia yang terdiri dari embarkasi Banjarmasin (5.510 jemaah), embarkasi Balikpapan (5.746 jemaah), embarkasi Banda Aceh (4.463 jemaah), embarkasi Jakarta (22.790 jemaah), embarkasi Lombok (4.546 jemaah), embarkasi Medan (8.375 jemaah), embarkasi Padang (6.337 jemaah), embarkasi Solo (33.892 jemaah) dan embarkasi Makassar (15.867 jemaah).

Pegangan di Belakang Bus, Pria Rollerblades Ini Melaju 20 Detik

Seorang penumpang di Dublin Irlandia bernama Ciaran Farrelly merekam sebuah kejadian mengejutkan, dimana seorang pria menggunakan rollerblades memegang bagian belakang bus tingkat yang berjalan saat lalu lintas berada di jam sibuk. Hal ini terjadi saat bus dengan nomer 38A berjalan dari pemberhentiannya di O’Connell Street sekitar pukul 05.45 sore hari.

Baca juga: Persiapan Musim Salju, Translink ‘Selimuti’ Ban Pada Armada Bus

KabarPenumpang.com melansir dari laman independent.ie (12/9/2017), saat itu Ciaran sedang menaiki bus yang ada di belakang Dublin Bus 38A untuk pulang ke rumahnya dan terkejut melihat seorang pemain rollerblades tiba-tiba berpegangan pada bagian belakang bus. Awalnya dia mengatakan, ada dua pemuda yang berada di belakang bus tersebut, namun hanya satu yang bisa meraih bagian belakang bus.

“Rasanya saat saya melihat kejadian itu seperti adegan dalam sebuah video game. Orang itu terlihat seperti tidak peduli sekitarnya,” ujar Ciaran.

Dia menambahkan, pengemudi bus tersebut saat mengendarai seperti merasakan sesuatu dan membunyikan klakson bus. Insiden self surfing ini diketahui berlangsung selama kurang lebih 20 detik sampai pria tersebut melepaskan bus saat tiba di Spire.

Pihak Dublin Bus yang mengetahui kejadian ini telah melaporkan ke An Garda Síochána. “Ini adalah tindakan yang sangat berbahaya dan bisa mengakibatkan cidera serius. Sebenarnya, Dublin Bus sudah menghambat orang untuk melakukan perilaku sembrono,” ujar pihak Dublin Bus.

Dalam beberapa bulan terakhir ternyata pengemudi Dublin Bus harus menghadapi kenaikan tren baru ini yang dikenal dengan scutting dimana orang-orang berpegangan di bagian belakang kendaraan untuk menunpang. Masalah ini menjadi khusus pada rute Finglas dan Tallaght sejak desain ulang model SG Dublin Bus pada tahun 2014, yang telah memfasilitasi akses ke bagian belakang bus.

Beberapa rute Bus Dublin melalui Tallaght, termasuk 77A, 65B dan 27, telah ditangguhkan setelah pukul 6 sore karena meningkatnya perilaku perampokan dan perilaku anti sosial lainnya. Fianna Fáil South Dublin County Councilor, Charlie O’Connor mengatakan bahwa perilaku ini merupakan ancaman serius bagi pelaku, penumpang dan sopir bus.

Scutting adalah tren baru yang mendorong orang untuk berpegangan pada bagian belakang bus. Tidak sulit membayangkan bahaya dan kemungkinan terjadinya kecelakaan serius,” ujar O’Connor melalu sebuah pernyataan.

Dia mengatakan, rasa malu yang mengerikan adalah dimana penumpang bus tidak bisa menikmati model baru yang diluncurkan oleh Dublin Bus beberapa bulan terakhir. O’Connor menambahkan, Dublin Bus menyediakan layanan penting untuk masalah yang terjadi jika kekacauan terjadi pada rute bus.

Baca juga: Kata Profesor Universitas Oxford, “Jangan Buru-Buru Berikan Kursi Pada Orang Tua di Bus Atau Kereta”

Sebenarnya armada Dublin Bus sudah dilengkapi dengan CCT dengan delapan kamera internal dan dua kamera eksternal yang terpasang di kendaraan modern ini. Tak hanya itu, setiap Depo Dublin Bus memiliki anggota staf yang di tunjuk sebagai pemantau dan perawat kamera.

SeatGuru, Aplikasi ‘Pendeteksi’ Tersedianya WiFi dan Stop Kontak di Dalam Penerbangan

Kehadiran WiFi di dalam pesawat dewasa ini sudah dinilai sebagai sebuah kebutuhan, bukan lagi hanya menjadi tolak ukur apakah penerbangan tersebut termasuk mewah atau tidak. Seperti maskapai Garuda Indonesia yang sudah meluncurkan layanan WiFi onboard yang dapat dirasakan oleh penumpang first class di Boeing 777-300ER. Lalu, bisakah kita mengetahui penerbangan mana saja yang menyediakan layanan WiFi onboard dan stop kontak untuk men-charger ponsel atau laptop?

Baca Juga: Duh, Ahli Komputer Temukan Masalah Keamanan di WiFi Onboard!

Sebelumnya, sebagaimana informasi yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman howtogeek.com, Anda dapat mengetahui apakah sebuah penerbangan memiliki layanan WiFi onboard atau tidak dari gerai pembelian tiket. Misalnya Anda membeli tiket via TripAdvisor, akan ada informasi tambahan jika di dalam penerbangan tersebut menyediakan layanan WiFi atau ketersediaan stop kontak. Tapi jangan sumringah terlebih dahulu, karena pemasangan informasi tersebut merupakan salah satu strategi marketing yang dijalankan oleh pihak maskapai untuk menarik lebih banyak penumpang.

Maksudnya, penerbangan tersebut memang menawarkan layanan WiFi onboard dan  stop kontak yang dapat Anda gunakan untuk mengisi ulang daya gadget Anda, tapi ketersediaannya tidak menyeluruh. Sebut saja Garuda Indonesia yang menawarkan layanan WiFi onboard gratis khusus di first class-nya saja.

Nah, untuk mengecek apakah penerbangan Anda menyediakan fasilitas di atas, sebuah aplikasi bernama “SeatGuru” dapat membantu Anda untuk menggali informasi tersebut. Selama Anda mengetahui nomor penerbangan dan maskapai yang akan Anda gunakan, maka informasi mengenai ketersediaan layanan di atas akan Anda dapatkan. Tidak hanya itu, dari aplikasi ini juga Anda dapat memperkirakan jumlah biaya yang harus dibayar.

Kelebihan lain dari SeatGuru adalah tampilan pemetaan visual yang akan memudahkan Anda untuk melihat di titik mana saja stop kontak itu berada. Walaupun kehadiran stop kontak kerap kali digantikan dengan lubang USB yang bisa Anda gunakan untuk mengisi ulang daya gadget Anda, namun fasilitas ini tentunya akan menambah tingkat kenyamanan perjalanan Anda, karena tidak perlu khawatir lagi gadget Anda habis baterai.

Baca Juga: Sejumlah Masalah Hadang Penerapan WiFi Onboard di Kereta? Ini Dia Jawabannya!

SeatGuru diluncurkan oleh TripAdvisor, selain dapat diakses dari halaman web seatguru.com, aplikasi ini dapat diunduh secara gratis di iTunes App Store dan Google Play Store. Jelas kekuatan aplikasi SeatGuru adalah database yang tersimpan di dalamnya.

 

Benny S Butarbutar – Meski Jadi Orang Airlines, Profesi Wartawan Tetap di Hati

Namanya terbilang sering dimuat dalam pemberitaan seputar dunia penerbangan nasional, inilah Benny Siga Butarbutar, Vice President Corporate Communication PT Citilink Indonesia, yang sebelumnya juga pernah menempati posisi yang sama di maskapai Garuda Indonesia. Pribadinya yang ramah dan mudah bergaul dengan awak media menjadikan sosok Benny incaran bagi pemburu berita. Siapa sangka ternyata awal karirnya justru karena tak sengaja masuk dalam dunia Humas atau biasa disebut Public relation (PR).

Baca juga: Soerjanto Tjahjono – “Ilmu Yang Diterapkan Langsung, Jadi Kunci Kesuksesan Kinerja di KNKT”

Selepas lulus dari Universitas Indonesia, Benny meniti karir dari seorang wartawan di Kantor Berita Antara dan memulai penugasan pertamanya di desk kriminal. Masuk Antara sebagai wartawan pemula di tahun 1992 hingga puncaknya pada tahun 2014 saat dirinya menduduki posisi Manager Pemberitaan Internasional. Selama di Antara, Benny sudah kenyang asam garam dalam peliputan, mulai dari meliput Perang Bosnia, peliputan di Timor Leste, dan kemudian dipercaya ke Jepang dari tahun 2006-2008 untuk menjabat sebagai Kepala Biro Antara di Tokyo. Baginya, pencapaian terbaik selama menjadi wartawan saat dirinya bisa mewawancarai seorang kepala negara ditempat dirinya bertugas.

“Saya pernah mewawancarai Perdana Menteri Jepang tahun 2007 saat menjadi Kepala Biro Antara di Tokyo. Saat itu PM nya adalah Fukuda,” ujar Benny yang ditemui KabarPenumpang.com (7/11/2017).

Dia mengatakan, sebutan wartawan tak akan lepas dari dirinya, dimanapun berada walau sudah tak lagi meliput, bisa dikatakan kemampuan jurnalistik adalah passion tersendiri. Kala menjadi wartawan pemula, penugasan di desk kriminal adalah tempaan yang pernah dilupakan. “Senior saya pernah bilang, kamu harus bangga ditugaskan di desk kriminal, soalnya desk ini bisa mengajarkan banyak hal,” ungkap Benny dengan bangga kepada KabarPenumpang.com.

Selama menjalani aktivitas sebagai jurnalis di Antara, selama tujuh tahun dari 2010 Benny juga mengajar di salah satu universitas swasta nasional. Tahun 2014 menjadi momen penting karirnya, kala itu Benny di tarik ke Citilink setelah menyatakan pensiun dini dari Antara. Kemudian pada 2015-2017 dirinya ditarik ke Garuda Indonesia dan sejak Mei 2017 kembali ke Citilink yang telah membesarkan namanya.

Menjadi seorang VP Corporate Communication sebenarnya tidak ada dalam impian Benny sejak awal. “Saya ini tipikal setia dalam satu bidang, sebenarnya peluang saya untuk berkarir maksimal di dunia jurnalistik terbuka pada tahun 2000, saat mengajar dan banyak peruahaan yang meminta untuk bergabung.”

Namun setelah bergabung di Citilink, dirinya sadar untuk berbagi tentang dunia media ke lingkungan corporate communication, baik di Garuda Indonesia maupun Citilink. Menurutnya media adalah tempat untuk merealisasikan sebuah berita dan juga bisa menjadi partner yang baik dalam sebuah pemberitaan. “Bekerja di sini tuntutan memang lebih tinggi dan cepat terlihat apalagi bila lambat dalam merespon, dampaknya ke bisnis bisa lebih cepat,” ujarnya.

Baca juga: Menanti Putusan Kenaikan Tarif Batas Bawah, Citilink Bersiap Meningkatkan Pelayanan

Ayah dari dua anak perempuan ini tak pernah merasa berada diatas, melainkan tetap menyamakan dirinya dengan yang lain. Pria kelahiran Jakarta, 10 Juli 1968 ini juga menegaskan passion terbesarnya adalah menjadi wartawan yang menulis segala hal. Dia berpesan bagi wartawan untuk terus mengembangkan diri dengan mengikuti berbagai seminar, sebab dengan ikut banyak seminar pengetahuan akan terus bertambah.

“Sebagai seorang wartawan harus memiliki pengetahuan luas dan saya punya prinsip BMW yakni Bergaul, Membaca dan Wisata. Dari tiga hal ini semua ilmu bisa didapatkan. Saya masih mau tetap jadi wartawan, tapi kawan-kawan di airline kadang bilang itu tak akan bisa, karena industri ini (penerbangan – red) punya magnet yang tinggi dan memang betul,” ungkap Benny.

Unik Tapi Berbahaya, Pemuda Ini Gunakan Rel Aktif Untuk Isi Ulang Baterai Ponsel

Terdengar nyeleneh namun cukup masuk akal, ketika rel kereta api dijadikan sebagai media untuk mengisi ulang daya ponsel Anda. Walaupun terdengar ekstrim, tapi setidaknya ini membuktikan bahwa jalur rel kereta api dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan pengoperasian kereta itu sendiri. Lalu, bagaimana caranya untuk mengisi daya ponsel tersebut di rel kereta api yang masih aktif?

Baca Juga: Saatnya Maksimalkan Tenaga Surya untuk Energi Terbarukan di Kereta Api

Sebelum membahasnya lebih jauh, rel kereta aktif memiliki voltase listrik rendah yang dihasilkan oleh gesekan ban kereta dengan rel itu sendiri. Pemikiran sederhana itulah yang akhirnya menjadi dasar terciptanya ide gila pengisian daya listrik di rel kereta aktif. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman popularmechanics.com, sebuah video yang diunggah oleh pengguna akun YouTube bernama Kreosan menunjukkan bahwa benar adanya rel kereta dapat dijadikan media untuk mengisi ulang daya ponsel Anda.

Tegangan yang dihasilkan oleh rel tersebut tidaklah konstan dan sama sekali tidak cocok untuk mengisi ulang daya baterai ponsel Anda. Hal tersebut dibuktikan oleh seorang pemuda pada awal video, dimana ia mengukur arus listrik dengan menggunakan voltmeter. Angka yang ditunjukkan oleh voltmeter tersebut hanya berkisar antara 0 hingga 2,5 volt saja, itu pun tidak stabil. Maka dari itu, diperlukan perangkat tambahan yang dapat menstabilkan aliran listrik sehingga dapat memaksimalkan pasokan daya yang masuk ke ponsel Anda.

Bagian dalam speaker digunakan sebagai penyearah aliran listrik sehingga daya yang dikeluarkan untuk mengisi baterai Anda pun menjadi lebih stabil. Dalam video berdurasi tiga menit tersebut, terlihat getaran speaker yang dihasilkan oleh arus listrik di rel dapat menyalakan bohlam lampu secara berkala dengan tingkat keterangan yang stabil. Tidak hanya speaker, sebuah komponen listrik lainnya juga dipasangkan untuk lebih menstabilkan aliran listrik yang masuk. Dan benar saja, ketika kabel charger dicolokkan, secara otomatis daya di ponsel Anda mulai terisi.

Baca Juga: Duh! Orang-orang ini Tewas Karena Selfie di Rel Kereta

Walaupun Anda punya sejuta alasan untuk tidak mengisi ulang daya ponsel di rel kereta aktif, tapi alasan keselamatan tetaplah berada di garda depan. Lagi pula beragam inovasi sudah dihadirkan untuk memudahkan kehidupan Anda. Tentu saja Anda tidak dianjurkan untuk melakukan hal gila ini karena akan membahayakan nyawa Anda sendiri.

Terlepas dari semua alasan tadi, di Indonesia sendiri sudah ada yang terlebih dahulu memanfaatkan arus listrik di rel kereta sebagai media pengobatan alternatif.