Jejak Sejarah Jalur Cabang Menuju Indramayu dan Karangampel yang Berpusat di Jatibarang

Menelusuri jalur non aktif memberi kesan yang berbeda saat menjelajahinya. Apalagi jalur non aktif tersebut masih nampak jelas sisa-sisa bangunan meskipun sudah terbengkalai karena termakan zaman. Banyak jalur kereta api khususnya di Pulau Jawa masih terdapat jalur-jalur kereta non aktif. Salah satunya di provinsi Jawa Barat. Bahkan media pun sedang gencar-gencarnya memberitakan mengenai jalur itu yang digadang-gadang akan kembali aktif.

Jalur kereta api non aktif tak sekadar berada di Jawa Barat bagian selatan, namun ada pula jalur tersebut berada di bagian utara. Seperti halnya di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Jalur kereta api non aktif di kawasan tersebut tak cuma obrolan saja, namun kenyataannya beberapa area yang dilintasi jalur tersebut memang masih nampak jelas peninggalan sejak jaman Kolonial Belanda, salah satunya bangunan stasiun. Ya, jalur kereta non aktif yang menghubungkan ke Stasiun Indramayu dan Stasiun Karangampel ini berpusat dari Staisun Jatibarang.

Jalur kereta api Jatibarang – Indramayu adalah salah satu dari jalur kereta api nonaktif di Jawa Barat yang berada di wilayah Daerah Operasi 3 Cirebon dengan panjang lintas 18,1 Km. Jalur ini dibangun dan diresmikan pada tanggal 15 September 1912 oleh perusahaan Staatsspoorwegen (SS) untuk melayani angkutan barang hasil bumi. Namun jalur kereta api ini dinonaktifkan mulai 21 Juli 1973.

Bekas bangunan Stasiun Lohbener. (Foto: Dok. Radarcirebon)

Sementara itu jalur kereta api Jatibarang–Karangampel juga merupakan jalur kereta api nonaktif yang berada di wilayah Daerah Operasi 3 Cirebon. Setelah Staatsspoorwegen sukses membangun percabangan Jatibarang–Indramayu, pada tahun 1925 dengan dasar hukum Wet 28 Februari 1920 Staatblad No.150 dari pemerintah Hindia-Belanda, maka dilanjutkannya proses pembangunan cabang menuju Karangampel, pembangunan jalur dengan panjang rel 18,34 kilometer ini selesai dan dibuka pada tanggal 1 Mei 1926. Selang beberapa tahun pengoperasinnya, jalur ini ditutup oleh Staatsspoorwegen per 1 Oktober 1932 sebagai akibat dari krisis depresi besar.

Sepanjang jalur non aktif Jatibarang – Indramayu terdapat 8 halte perhentian yang melayani penumpang saat aktif digunakan. Ke-8 halte tersebut yaitu: Pawidean, Kalikrasak, Lohbener (stasiun), Karangsembung, Pekandangan, Cimanuk, Indramayu Pasar dan Karangturi Indramayu.

Sedangkan dari Jatibarang menuju Karangampel memiliki 5 halte perhentian, yaitu Majasih, Gadingan, Juntikebon, Mundu dan Karangampel. Jalur Jatibarang- Indramayu memiliki panjang rel 18,7 kilometer, sedangkan Jatibarang-Karangampel memiliki panjang rel 18 kilometer. Kedua jalur cabang tersebut memiliki lebar sepur 1067 mm.

Bekas bangunan Stasiun Karangampel. (Foto: Dok. Istimewa)

Fyi, Stasiun Jatibarang berada di Km 179+200 dilewati Lintas Jakarta-Cikampek-Cirebon-Brebes-Semarang-Surabaya (Lintas Utara), dan di lewati lintas Jakarta-Cikampek-Cirebon-Cirebon Prujakan-Prupuk-Purwokerto-Kutoarjo-Yogyakarta-Solo-Madiun-Surabayan (Lintas Selatan) masih beroperasi.

Stasiun Jatibarang merupakan yang terbesar dan teramai di Kabupaten Indramayu. Terletak di Jatibarang, Indramayu tepatnya di Jalan Mayor Sangun, depan Pasar Jatibarang. Letak Stasiun Jatibarang pada ketinggian +8 meter memiliki lima jalur kereta api dengan jalur 2 dan 3 merupakan sepur lurus.

Stasiun Jatibarang, Saksi Sejarah Tugu Presiden Soekarno

Selain Sosialisasi, Ternyata Solusi Ini Bisa Cegah Kendaraan Terobos Palang Pintu Kereta Api

Berbagai kejadian tak cuma sekali atau dua kali, bahkan sudah lebih sering kita mendengar berita kecelakaan lalu lintas di palang pintu kereta api. Tak hanya perlintasan kereta api yang tak berpalang pintu, namun perlintasan resmi yang berpalang pun masih ada saja yang terobos walaupun sirine tengah berbunyi dan palang pintu sudah ditutup.

Padahal kejadian pengendara yang sering nekat dan berisiko ini sudah jelas berbahaya dan ada undang-undangnya bagi yang melanggar. Tidak sedikit berita yang melaporkan banyaknya korban meninggal dunia akibat kecelakaan di perlintasan kereta api. Banyak pengguna jalan yang tidak sabar saat melintas, sehingga menjadi korban akibat kecerobohan mereka sendiri.

 

Untuk perlintasan kereta tanpa palang pintu, pengendara diimbau untuk berhenti, memasang mata, dan memasang telinga guna mendengarkan semboyan 35 atau suara kereta api. Jika dirasa aman, barulah dapat melintas.

Inilah Semboyan yang Wajib Kalian Tahu Saat Bepergian Menggunakan Kereta Api

Namun, jika pengendara nekat menerobos perlintasan yang sudah ditutup, ini sangat berbahaya dan berisiko tertabrak kereta api. Aturan ini harus dipatuhi, karena pengguna jalan wajib mendahulukan kereta api. Hal ini tercantum dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian serta Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Karena pelanggaran tak cukup mereda dan adanya ketidaksabaran para pengendara ini yang beresiko meningkatnya angka kecelakaan, rasanya selain melakukan sosialisasi yang menggandeng masyarakat pecinta kereta api dan PT Kereta Api Indonesia itu sendiri yang berupa himbauan, adapula solusi terbaik adalah menempatkan palang pintu sebanyak 4 buah.

Bahkan dijalan-jalan besar suka kita temui saat ingin melewati perlintasan kereta api, ada yang memiliki 4 buah palang pintu kereta api. Ternyata ini menjadi solusi baik untuk pengendara lalu lintas yang tidak bisa meberobos palang pintu. Jika memang masih nekat, saat menyeberang palang pintu pengendara tak bisa melanjutkan perjalanan, karena pintu bagian seberang sedang tertutup. Ini membuat pengendara yang terobos jadi terjebak didalam area jalur kereta api.

Serba-serbi Kecelakaan Kereta Api, Antara Mitos dan Fakta

 

Biasanya palang pintu yang dipasang sebanyak 4 pintu ini berada di jalan raya yang besar dan volume kendaraan yang terlampau ramai. Namun beda halnya jika palang pintu dibuat hanya 2 pintu saja sedangkan jalan raya cukup lebar dan masih memiliki ruang untuk si pelanggar lalu lintas yang bakal terobos palang pintu.

Resiko angka kecelakaan akibat menerobos palang pintu pun kerap kali terjadi. Namun semua kembali kepada kesadaran masing-masing. Jika mengikuti arahan dan disiplin berlalu lintas dengan tentu keselamatan dalam perjalanan pasti terjamin. Untuk keselamatan saat melintasi perlintasan kereta api, penting untuk selalu waspada dan mengikuti aturan lalu lintas. Kurangi kecepatan, periksa kedua arah, dan dengarkan suara kereta api. Jangan menerobos palang pintu yang diturunkan, dan selalu berikan ruang cukup untuk melintasi rel dengan aman.

Cegah Kecelakaan di Perlintasan Sebidang, Indian Railways Adopsi Teknologi Satelit

Kontroversi Terkait Etika dan Keamanan, Donald Trump Ingin Sulap Pesawat Hibah dari Qatar Jadi Air Force One

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan jet mewah yang ditawarkan oleh pemerintah Qatar akan digunakan sebagai Air Force One sementara, yang menunjukkan niat untuk menerima hadiah (hibah) yang telah memicu masalah etika dan keamanan di Washington.

“Ini akan digunakan oleh Pemerintah kami sebagai Air Force One sementara, sampai Boeing baru kami, yang pengirimannya sangat terlambat, tiba,” kata Trump dalam sebuah postingan di media sosial.

Terlepas dari aspek etika dan kehormatan atas pemimpin negara Adi Kuasa, mengubah jet mewah yang diberikan kepada Trump menjadi Air Force One dapat menghabiskan biaya ratusan juta dollar.

Selain itu, mengubah atau mengonversi pesawat mewah agar menjadi standar Air Force One akanbutuh waktu hingga dua tahun untuk memasang peralatan keamanan, komunikasi, dan kemampuan pertahanan yang diperlukan agar dapat digunakan dengan aman.

Trump Bikin Pentagon-Boeing Pusing Soal Air Force One, Ada Apa?

Seperti dikutip CNN.com, Senator Republik Ted Cruz mengatakan pada hari Selasa bahwa pesawat itu “menimbulkan masalah spionase dan pengawasan yang signifikan.” Di pihak lain, Senator Demokrat Jack Reed, anggota senior Komite Angkatan Bersenjata Senat, mengatakan ini akan menimbulkan “risiko kontraintelijen yang sangat besar dengan memberikan negara asing akses potensial ke sistem dan komunikasi yang sensitif.”

Trump berseru dalam sebuah unggahan media sosial pada hari Minggu bahwa Departemen Pertahanan akan menerima “HADIAH, GRATIS, sebuah pesawat 747 untuk menggantikan Air Force One yang berusia 40 tahun, untuk sementara.” Langkah tersebut akan menimbulkan banyak pertanyaan etika mengingat nilai jet tersebut, tetapi juga menimbulkan pertanyaan serius tentang keamanan pesawat yang dapat digunakan oleh presiden untuk memastikan kelangsungan pemerintahan dalam situasi darurat.

Boeing Rugi Rp4 Triliun di Proyek VC-25B Air Force One, Gegara Botol Tequila Kosong?

Diperkirakan jet tersebut bernilai US$400 juta, tetapi seseorang yang mengetahui rincian rencana potensial tersebut mengatakan nilai pesawat Qatar tersebut mendekati US$250 juta. Merombaknya, menurut perkiraan pemerintah yang telah diberitahukan kepada orang tersebut, dapat menghabiskan biaya hingga tiga kali lipat, atau lebih.

Bahkan jika digunakan untuk sementara seperti yang dikatakan Trump, badan-badan AS perlu memastikan tidak ada kerentanan keamanan dengan pada dasarnya melucuti pesawat hingga ke rangkanya dan membangunnya kembali dengan peralatan komunikasi dan keamanan yang diperlukan.

“Anda ingin memeriksa pesawat itu secara menyeluruh – membongkarnya, memeriksa bug, hal-hal seperti itu, memperkuatnya untuk memastikan tidak ada yang dapat membajak perangkat elektronik di pesawat itu … Kemampuan presiden untuk memimpin dan mengendalikan militernya di hari-hari terburuk, itu membutuhkan banyak hal,” kata seorang pensiunan pejabat senior militer yang memahami Air Force One kepada CNN.

Proses itu dapat memakan waktu mulai dari beberapa bulan hingga dua tahun, kata pensiunan pejabat senior militer itu kepada CNN. Pejabat lain yang memahami situasi itu menyuarakan kekhawatiran bahwa Gedung Putih tidak sepenuhnya menyadari seberapa banyak pekerjaan yang harus dilakukan pada jet itu, yang akan melibatkan banyak badan intelijen.

Boeing memiliki kontrak senilai $3,9 miliar untuk mengganti dua jet Air Force One, tetapi telah melaporkan kerugian sebesar $2,5 miliar sejak setuju untuk bertanggung jawab atas apa yang telah menjadi pembengkakan biaya yang melonjak.

Minggu lalu, CNN melaporkan bahwa jet Boeing mungkin akan dikirim pada tahun 2027 tepat waktu agar Trump dapat menggunakannya, menurut seorang pejabat tinggi Angkatan Udara AS.

Bernilai Rp8 Triliun, Inilah Boeing 747-8 Super Mewah Milik Royal Family Qatar

 

Maskapai Penerbangan Jual Tiket Berdiri, Bukan Sebatas Konsep ‘Pernah Terjadi’ di Pakistan

Belum lama ini di media sosial mengemuka berita tentang konsep tiket berdiri yang bakal ditawarkan maskapai penerbangan di tahun 2026. Meski mengundang kontroversi dan terdengar kurang menyakinkan dari aspek keamanan, namun, ide tentang penumpang berdiri di pesawat memang pernah dicetuskan oleh beberapa maskapai sebagai konsep “ultra-low-cost” yang menimbulkan kontroversi besar.

Disebut kontroversi, pasalnya regulasi internasional seperti dari FAA (Amerika Serikat) dan EASA (Uni Eropa) mensyaratkan setiap penumpang memiliki kursi dengan sabuk pengaman. Ditambah, standar keselamatan mengharuskan evakuasi seluruh penumpang dalam waktu 90 detik, dan konfigurasi berdiri memperlambat proses ini.

Walau mengundang kontroversi, beberapa nama besar dalam industri dirgantara, baik maskapai dan manufaktur pernah menyuarakan konsep pernumpang berdiri, yaitu:

1. Ryanair (Irlandia)
Pada tahun 2010, CEO Michael O’Leary menyarankan konsep “standing room” atau ruang berdiri untuk penerbangan jarak pendek. Kursi dibuat sangat minimal seperti “vertical seat” (bangku tegak yang mirip tempat berdiri dengan penyangga punggung). Namun, ide ini tidak disetujui oleh otoritas penerbangan Eropa.

2. Spring Airlines (Cina)
Pada tahun 2015, Spring Airlines mengusulkan desain kabin berdiri sebagai cara untuk menurunkan harga tiket domestik di Cina. Pemerintah Cina juga tidak menyetujui rencana ini karena alasan keselamatan.

3. Airbus
Pada awal 2000-an, pernah mematenkan desain “standing seat” seperti pelana sepeda untuk memaksimalkan jumlah penumpang. Gagasan ini hanya sebatas paten dan belum pernah digunakan secara nyata.

Inovasi “Standing Seat,” Pacu Pendapatan Maskapai, Gadaikan Kenyamanan Penumpang

Fitur yang ditawarkan pada desain standing seat mencakup jarak antar kursi (pitch) hanya sekitar 23–24 inci, dibandingkan standar ekonomi yang biasanya 29–31 inci, bantalan duduk yang kecil, seperti sadel, tidak nyaman untuk penerbangan panjang, penumpang tidak sepenuhnya berdiri, tapi menopang sebagian berat tubuh dan npenumpang tetap dilengkapi dengan sabuk pengaman dan perlengkapan keselamatan standar.Desain standing seat bisa dipasang di pesawat kelas ekonomi, khususnya untuk penerbangan jarak pendek (<2 jam).

Meski begitu, pernah ada kejadian oknum maskapai penerbangan yang menjual tiket berdiri, yakni pada penerbangan PIA PK-743 Pakistan International Airlines (PIA) di tahun 2017, ada tujuh orang penumpang yang terpaksa berdiri selama empat jam penerbangan.

Saat itu PIA PK-743 yang menggunakan jenis Boeing 777 membawa 416 penumpang dalam penerbangan dari Karachi ke Madinah, Arab Saudi pada 20 Januari 2017 lalu. Padahal kapasitas pesawat ini hanya memiliki kapasitas 406 bangku termasuk tempat duduk lepas.

“Jual Tiket Berdiri” di Pesawat, Awak Maskapai Pakistan Diperkerakan

Honda BR-V Kini Jadi Armada Taksi Bluebird

Lini armada Bluebird kini tampil semakin segar dengan kehadiran kendaraan jenis Low SUV, Honda BR-V. Mengaspal dengan balutan biru khas taksi ternama tersebut, BR-V menjadi sorotan di tengah lalu lintas Jakarta yang padat dan dinamis.

Kehadiran mobil ini menandai transformasi Bluebird dalam menghadirkan kenyamanan, keamanan, dan gaya berkendara yang lebih modern bagi penumpangnya. Dikenal sebagai mobil keluarga yang tangguh, Honda BR-V menghadirkan kombinasi desain sporty, kapasitas kabin lega, dan fitur keselamatan yang mumpuni.

Ketika diadopsi sebagai armada taksi, keunggulan ini terasa langsung sejak penumpang membuka pintu—tinggi mobil yang pas, interior lega, dan suspensi empuk yang mampu meredam guncangan jalanan perkotaan. Di dalam kabin, BR-V menawarkan ruang duduk yang luas baik di depan maupun belakang.

Penumpang yang membawa barang bawaan pun dapat memanfaatkannya tanpa perlu berdesakan. Sistem AC ganda, kenyamanan jok ergonomis, serta kesenyapan kabin memberikan pengalaman berkendara yang lebih premium dibandingkan armada taksi konvensional sebelumnya.

Penggunaan BR-V juga menunjukkan arah baru Bluebird yang berupaya menyelaraskan kebutuhan pasar dengan perubahan gaya hidup konsumen urban. Sebab, mobil ini cocok untuk berbagai kebutuhan seperti perjalanan harian di dalam kota, antar jemput bandara, hingga layanan premium dengan harga yang masih kompetitif.

Dari sisi operasional, BR-V memberikan efisiensi bahan bakar yang cukup baik untuk kategori SUV, serta didukung performa mesin i-VTEC 1,5 liter yang responsif namun tetap irit. Bagi pengemudi, kenyamanan berkendara juga meningkat berkat posisi duduk tinggi dan visibilitas yang luas, menjadikan mobil ini lebih adaptif terhadap kondisi jalan yang beragam.

Tidak hanya itu, desain eksterior BR-V yang gagah menambahkan kesan modern pada armada Bluebird. Ini memberikan pengalaman visual yang berbeda bagi pengguna yang sudah lama mengenal tampilan sedan-sedan biru klasik.

Inovasi ini sekaligus menjadi langkah strategis Bluebird dalam menghadapi tantangan dari transportasi online dan kebutuhan konsumen yang semakin variatif. Di tengah lalu lintas padat dan mobilitas tinggi kota besar seperti Jakarta, kendaraan yang mampu menghadirkan kenyamanan, efisiensi, dan ketangguhan menjadi pilihan ideal.

Honda BR-V di bawah bendera Bluebird bukan hanya menjawab kebutuhan itu, tapi juga membawa warna baru dalam lanskap transportasi darat di Indonesia.

Blue Bird Siap Datangkan 200 Unit Van Listrik di Dua Wilayah, Mana Saja?

PPIH Siapkan 32 Bus Shalawat Ramah Jamaah Haji Berkursi Roda

Bus shalawat Kembali hadir untuk memudahkan mobilitas jamaah haji asal Indonesia. Untuk tahun 2025 ini, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memberikan kemudahan bagi jamaah yang menggunakan kursi roda.

Di mana ada 32 bus dengan dek rendah yang akan mengantar jemput jamaah dari penginapan menuju ke Masjidil Haram atau sebaliknya. Selain memudahkan jamaah calon haji (JCH) Indonesia pengguna kursi roda, ada ruang penyimpanan khusus di dalam bus untuk alat bantu.

Fasilitas ini dikatakan Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kementerian Agama (Kemenag) Akhmad Fauzin sebagai bentuk komitmen Pemerintah Indonesia dalam memberikan layanan haji inklusif. Bus shalawat akan beroperasi penuh selama 24 jam dan mencakup semua wilayah pemondokan JCH Indonesia.

Mudahkan Penyandang Disabilitas, Tahun 2025 Semua Bus di Seoul Adopsi Low Deck

Bus dek rendah ini, dilengkapi dengan GPS dan CCTV yang bisa dimonitori oleh petugas demi menjamin keamanan dan kenyamanan jamaah selama perjalanan. Bagi JCH Indonesia yang tinggal di wilayah Syisyah dan Raudhah (Makkah) akan menggunakan Terminal Syib Amir.

Sedangkan jamaah yang tinggal di wilayah Jarwal, akan menggunakan Terminal Jabal Ka’bah. Kemudian jamaah yang tinggal di wilayah Misfalah akan menggunakan Terminal Ajyad. Dalam pelaksanaannya, PPIH akan bekerja sama dengan lima perusahaan otobus dalam penyiapan layanan bus Shalawat, yaitu Abu Sarhad, Dallah, Durrat Al Munawwara, Mawakeb Al Khair, dan Rawahel Al Mashaer.

Layanan bus shalawat ini merupakan salah satu bagian dari fasilitas resmi yang telah dibayar melalui Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).

“Kami mengingatkan kepada seluruh jamaah bahwa layanan ini sudah termasuk dalam biaya yang dibayarkan pada penyelenggaraan ibadah haji,” ucapnya.

Akhmad menekankan para sopir telah dibayar secara resmi, sehingga tidak ada kewajiban memberikan tip atau bentuk pungutan liar lainnya.

“Mari kita jaga kenyamanan dan ketertiban bersama selama menggunakan layanan ini dan semoga semua jamaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, lancar, dan penuh kekhusyukan,” tutur Akhmad Fauzin.

Bus Shalawat, Angkutan Gratis Istimewa Untuk Jamaah Haji Indonesia

Hari Ini! 117 Tahun Lalu Penerbangan Perdana Pesawat Penumpang Rakitan Wright Bersaudara

Sektor kedirgantaraan global yang kini sudah serba canggih tidaklah lepas begitu saja dari peran para pendahulunya. Ya, para penggagas aviasi ini memang patut diapresiasi karena tanpa mereka, mungkin tidak akan ada pesawat yang menghiasi angkasa sekarang ini. Nah, bertepatan dengan tanggal 14 Mei yang jatuh pada hari ini, 117 tahun yang lalu (tahun 1908), salah satu penggagas hadirnya pesawat sebagai moda transportasi Wilbur Wright untuk pertama kalinya menerbangkan pesawat penumpang di langit luas. Wah, bagaimana ceritanya ya?

Baca Juga: Sarah van Deman, Penumpang Wanita Pertama dalam Sejarah Kedirgantaraan

Tentu saja, ini bukanlah penerbangan besar seperti yang ada seperti dewasa ini – melainkan hanya diisi oleh seorang penumpang yang bernama Charley Furnas. Dengan menggunakan pesawat Kitty Hawk, baik kakak dari Orville Wright dan Charley hanya melakukan penerbangan singkat. Lalu di hari yang sama pula, Charley juga diminta untuk kembali menjadi penumpang pada penerbangan yang dilakoni oleh Orville Wright.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman wrightstories.com, dalam penerbangannya bersama Orville, Charley berhasil mengitari sekira 4.506 yards dalam waktu empat menit beberapa detik.

Ya, Wright bersaudara berada di dalam Kitty Hawk untuk menguji pesawat yang sudah mereka modifikasi untuk membawa pilot dan penumpang sesuai dengan persyaratan yang sudah ditentukan sebelumnya oleh Angkatan Darat Amerika Serikat.

Mungkin sebagian dari Anda bertanya-tanya, mengapa harus Charley yang diajak oleh Wright bersaudara dalam perjalanan perdananya ini? Sederhanya saja, jawabannya adalah karena Charley seorang mekanik yang telah mendedikasikan pengetahuan dan kepiawaiannya untuk membantu Wright bersaudara mengembangkan pesawat Kitty Hawk.

Baca Juga: Dihilangkan dari Dunia Aviasi Modern, Kira-Kira Inilah Tugas Seorang Flight Engineer

Sebenarnya, Kitty Hawk ini adalah hasil upgrade dari pesawat yang sebelumnya pernah diciptakan – adanya kontrol tegak dan bangku kedua yang ditujukan untuk tempat duduk penumpang. Ya, singkat cerita setelah Wright bersaudara sukses memperbarui pesawat yang sesuai dengan persyaratan Angkatan Darat Amerika Serikat, dan uji coba perdananya tercatat sebagai penerbangan penumpang pertama di dunia.

Sejak saat itu, inovasi demi inovasi mulai disematkan pada si burung besi dan hingga pada akhirnya bisa mencapai titik yang sudah serba canggih seperti sekarang ini.

 

Walau Sempit, Stasiun Kramat Dicap Sebagai Pemegang Sejarah Kereta Listrik di Indonesia

Bagi kalian biasa naik Kereta Rel Listrik (KRL) dengan rute Cikarang/Bekasi tujuan Kampung Bandan via Pasar Senen, tentu tahu dengan stasiun yang satu ini. Ya. Stasiun Kramat memiliki bangunan yang tak terlalu besar ini merupakan stasiun pemberhentian KRL baik dari arah Bekasi maupun Kampung Bandan.

Stasiun dengan singkatan KMT ini adalah stasiun kereta api kelas III yang terletak di Jalan Percetakan Negara III, Paseban, Senen, Jakarta Pusat, tidak jauh dari Salemba Gang Tengah dengan ketinggian + 10 meter diatas permukaan laut.

Nah, stasiun yang berada antara petak Stasiun Pondok Jati dan Gang Sentiong ini pun juga banyak di sambangi penumpang terutama pada jam kerja, karena Stasiun Kramat bisa langsung terhubung menuju Jalan Raya Salemba dan berbagai pusat perkantoran serta pusat perbelanjaan di kawasan Kenari.

Fyi, Stasiun Kramat sempat melayani perjalanan kereta api lokal Jatiluhur dan Walahar Ekspres per tanggal 26 Oktober 2019. Untuk menunjang operasi KA lokal tersebut, serangkaian renovasi kecil-kecilan dan penataan alur penumpang sudah dilakukan.

Namun, sejak berlakunya Gapeka 2021 per 10 Februari 2021, rute KA lokal tersebut sudah tidak sampai Jakarta lagi, melainkan hanya sampai Cikarang saja.

Pada tahun 2019, Stasiun Kramat juga melayani keberangkatan Kereta Api Walahar dengan rute Tanjung Priok – Cikampek/Purwakarta. Nah, keunikan stasiun ini selain bangunannya kecil bagian peronnya pun sempit dan pendek.

Peron Stasiun Kramat hanya bisa terjangkau 6 kereta saja. Dengan tentu rangkaian ke-7 dan seterusnya tidak mendapatkan peron. Tak hanya KA Walahar, rangkaian KRL dengan stamformasi 8 kereta pun turut tidak kebagian peron. Jadi saat pintu dibuka, penumpang bisa melihat antrean kendaraan bermotor di perlintasan.

Announcer didalam kereta pun pasti menginformasikan dan menghimbau kepada penumpang untuk turun dirangkaian tengah agar bisa mendapatkan peron dan turun dengan aman.

Dari segi sejarah, Stasiun Kramat pun juga sangat melegenda. Walaupun dengan kelas yang kecil, namun dahulu stasiun ini pernah memiliki riwayat sebagai stasiun percabangan melewati Salemba yang terhubung hingga Stasiun Tanah Abang.

Stasiun Kramat sebagai si pemilik jalur akan sejarah, terlepas dari fakta bahwa yang lebih punya nilai adalah Stasiun Salemba dan industri opium di jaman Belanda. Petak antara Stasiun Kramat dan Gang Sentiong ini ternyata memegang sejarah kereta listrik di Indonesia.

Sejak trem diperkenalkan pada 1869 dan mulai menggunakan mesin uap pada 1881, jalur milik Stasiun Kramat dan Gang Sentiong sudah digunakan karena rute yang ditempuh adalah dari Pasar Ikan ke Gajah Mada, sambung Harmoni – Pasar Baru – Lapangan Banteng dan via Kramat, Salemba, dan Matraman menuju Meester Cornelis (Jatinegara). Dilansir dari laman PT Kereta Api Indonesia (KAI), Stasiun Kramat termasuk 1 dari 3 titik pengisian bersama Batavia Lama dan Kampung Melayu. Namun pencarian jejak hingga kini sulit untuk ditemukan.

Jelajah Stasiun Salemba, Saksi Bisu Sentral Jalur Kereta Api di Jakarta yang Masih Berdiri Kokoh

Stasiun Jatibarang, Saksi Sejarah Tugu Presiden Soekarno

Naik kereta api melintas di jalur utara pasti sudah sangat mengenali dengan stasiun yang satu ini. Ya, ini dia Stasiun Jatibarang. Berada di wilayah Indramayu, stasiun ini digadang-gadang merupakan stasiun paling besar dan aktif yang masuk wilayah Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon.

Stasiun Jatibarang juga melayani berbagai kereta api dengan destinasi baik dari Jakarta maupun Surabaya dan sebaliknya. Menurut sejarah, Stasiun Jatibarang memiliki sejarah panjang dalam pembangun daerah di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Stasiun ini dibangun bersamaan dengan jalur kereta api Cikampek menuju Cirebon.

Pembangunannya saat itu selesai dikerjakan pada 3 Juni 1912. Tujuan saat itu untuk menghubungkan jalur Staatsspoorwegen (SS) dengan jalur Semarang–Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS).

Kereta Api Sawunggalih melintas di Stasiun Jatibarang rute Pasarsenen – Kutoarjo

Fyi, Stasiun Jatibarang memiliki lima jalur kereta api. Awalnya jalur 2 merupakan sepur lurus, tetapi semenjak dibangunnya jalur ganda lintas Telagasari–Cirebon pada 2004–2007, jalur 2 eksisting hanya digunakan sebagai sepur lurus arah Cirebon, sedangkan jalur 3 dijadikan sepur lurus arah Cikampek. Bangunan stasiun yang merupakan peninggalan Staatsspoorwegen dipertahankan. Dahulu, ada sepur simpang menuju Gudang Pupuk Sriwidjaja.

Selain stasiunnya yang megah, Jatibarang juga menjadi saksi saat presiden pertama RI, Ir Soekarno, menginjakkan kaki di Indramayu. Hal itu dibuktikan dengan adanya tugu kecil dari kayu yang berada di sekitar stasiun. Tugu tersebut dikenal masyarakat sebagai Tugu Soekarno. Dilansir laman PT Kereta Api Indonesia (KAI), tugu berbahan kayu jati merupakan tempat Presiden Soekarno berpidato di depan pasukan Pembela Tanah Air (PETA). Soekarno saat itu kemudian melanjutkan perjalanan untuk menghadiri Perjanjian Linggarjati di Kabupaten Kuningan. Dalam pidatonya Soekarno pernag mengatakan bahwa Stasiun Jatibarang di Kabupaten Indramayu merupakan salah satu warisan sejarah.

Tugu yang merupakan saksi sejarah tempat Presiden Soekarno berpidato.

Saat ini area sekitar Stasiun Jatibarang ramai dengan berbagai macam pusat perbelanjaan serta kuliner dengan harga yang relatif murah. Serta adanya alun-alun di seberang stasiun, membuat kawasan tersebut semakin ramai. Tak hanya itu, bagi para masyarakat yang ingin melanjutkan perjalanan menuju Kota Indramayu, Stasiun Jatibarang solusinya karena dari segi transportasi cukup mudah didapat atau sekadar menggunakan transportasi online.

Dewan Penerbangan PBB Putuskan Rusia Bertanggungjawab Atas Insiden Malaysia MH17

UN Aviation Body (Dewan Penerbangan PBB) akhirnya telah mengeluarkan putusan terkait insiden pesawat Boeing 777-200ER Malaysia Airlines MH17, yakni Dewan Penerbangan PBB meminta pertanggungjawaban Rusia atas jatuhnya pesawat MH17. Hakim Belanda sebelumnya menghukum dua warga negara Rusia dan seorang warga negara Ukraina atas serangan tersebut.

Dewan Penerbangan PBB pada hari Senin memutuskan bahwa Rusia bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat Malaysia MH17 di atas Ukraina pada tahun 2014 yang menewaskan 298 penumpang dan awak, kata pemerintah Belanda.

Dalam sebuah pernyataan, dikatakan bahwa Dewan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) akan mempertimbangkan bentuk ganti rugi yang diperlukan dalam beberapa minggu mendatang.

Penerbangan Malaysia Airlines MH17 berangkat dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur pada 17 Juli 2014, dan ditembak jatuh di atas Ukraina timur saat pertempuran berkecamuk antara separatis pro-Rusia dan pasukan Ukraina.

Pada November 2022, hakim Belanda menjatuhkan hukuman in absentia kepada dua pria Rusia dan seorang pria Ukraina atas pembunuhan atas peran mereka dalam serangan tersebut. Moskow menyebut putusan itu “memalukan” dan mengatakan tidak akan mengekstradisi warganya.

ICAO, yang berkantor pusat di Montreal, tidak segera menanggapi permintaan komentar. Kasus tersebut diluncurkan pada tahun 2022 oleh Australia dan Belanda.

“Keputusan tersebut merupakan langkah penting untuk menegakkan kebenaran dan mencapai keadilan serta akuntabilitas bagi semua korban Penerbangan MH17, dan keluarga serta orang-orang terkasih mereka,” kata Menteri Luar Negeri Belanda Caspar Veldkamp dalam sebuah pernyataan.

“Keputusan ini juga mengirimkan pesan yang jelas kepada masyarakat internasional: negara tidak dapat melanggar hukum internasional tanpa hukuman.” Belanda dan Australia ingin Dewan ICAO memerintahkan Rusia untuk melakukan negosiasi mengenai ganti rugi, imbuhnya.

ICAO tidak memiliki kewenangan regulasi tetapi memiliki daya persuasi moral dan menetapkan standar penerbangan global yang diadopsi oleh 193 negara anggotanya.

Dari kronologi, MH17 ditembak jatuh di ketinggian sekitar 33.000 kaki oleh rudal darat-ke-udara Buk (SA-11 Gadfly) buatan Rusia. Investigasi internasional menyimpulkan bahwa sistem peluncur rudal tersebut berasal dari unit militer Rusia, meskipun Rusia membantah keterlibatan. Dari 298 orang yang tewas, 12 di antaranya berstatus warga negara Indonesia.

Jaksa Kehabisan Petunjuk, Investigasi Tragedi Malaysia Airlines MH17 Ditangguhkan