Jamnas Bis Mania Community, Pemkot Madiun Hadirkan Bus Listrik Bentuk Shinkansen

Bis Mania Community (BMC) mengadakan Jambore Nasional (Jamnas) di Kota Madiun, Jawa Timur. Ribuan pecinta bus memenuhi lokasi kegiatan di Pahlawan Business Center (PBC) pada Sabtu (10/5/2025) kemarin.

Pada Jamnas ini, dimeriahkan dengan parade bus unik serta menarik dan semakin spesial dengan kehadiran Wali Kota Madiun Dr. Maidi dan Wakil Wali Kota F. Basun Panuntun. Kehadiran Wali Kota Madiun juga memberikan satu hal positif yang menggembirakan bagi para pecinta bus.

Di mana sudah ada tempat parkir khusus bus di Taman Bantaran. Sehingga bila pengunjung yang ingin menikmati Kota Madiun dan menggunakan bus wisata, bisa di parkir di Taman Bantaran.

Yang mana kemudian, pelancong bisa menikmati keindahan Kota Madiun dengan berjalan kaki termasuk ke Pahlawan Street Center (PSC). Selain itu juga, ada miniature tembok Cina sebagai penghubung Taman Bantaran dengan PSC.

Apalagi, Kota Madiun kerap kali menjadi tuan rumah event nasional. Sehingga saat acara-acara tersebut, pelancong beserta rombongan banyak yang menggunakan bus dibandingkan kendaraan pribadi.

“Kota ini semakin hari semakin menarik. Bukti kalau semakin menarik, event-event nasional hadir di sini. Saya terima kasih sekali, bis mania sudah menggelar Jamnas di sini,” ujar wali kota.

Beberapa tahun belakangan, Madiun mengalami banyak perubahan, khususnya saat berada di Bawah kepemimpinan Maidi sebagai Wali Kota. Perubahan itu bisa dilihat dari berbagai tempat wisata menarik yang dihadirkan.

Hal ini kemudian membuat tingkat kunjungan wisatawan bertambah. Belum lagi penyelenggaraan event-event besar dan komunitas yang memilih Madiun sebagai tempat pelasanaannya.

Selain itu, ada juga bus listrik yang dibuat seperti kereta dari Jepang dan resmi diluncurkan pada Jamnas BMC di Kota Madiun.

Untuk diketahui Bis Mania Community (BMC) adalah komunitas pecinta bus di Indonesia yang terdiri dari para penggemar, pengamat, dan pengguna setia transportasi bus antarkota maupun dalam kota. Komunitas ini muncul dari kecintaan terhadap dunia transportasi darat, khususnya bus, dan telah berkembang menjadi wadah besar bagi para anggotanya untuk berbagi informasi, pengalaman, dan hobi seputar bus.

Mau Melancong ke Hong Kong? Ada 8 Tips Penting untuk Pemula

Bus Wisata Gratis Hadir Untuk Warga Cibinong

Kota dan Kabupaten Bogor, belakangan menjadi pilihan destinasi warga Jakarta dan sekitarnya untuk berlibur di hari yang cukup singkat. Banyak hal yang bisa dinikmati baik di Kota maupun Kabupaten Bogor ini.

Bukan hanya pemandangan saja, tetapi berbagai destinasi dan kuliner patut untuk dinikmati pelancong yang memiliki hari libur singkat. Pasalnya untuk menikmati Bogor tidaklah perlu mahal, karena dengan kereta commuter, setiap orang bisa tiba tanpa merogoh kocek yang dalam.

Bahkan, Bupati Bogor kini memberi kemudahan bagi para pelancong dengan menghadirkan bus wisata gratis. Bupati Bogor Rudy Susmanto baru-baru ini menyiapkan bus wisata yang bisa dinikmati secara gratis oleh masyarakat di sekitaran Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dia mengatakan bahwa salah satu bus milik Pemerintah Kabupaten Bogor diubah menjadi bus wisata. Hal ini karena bus tersebut belum optimal penggunaannya, sehingga diubah lebih bermanfaat.

“Kita ingin ada bus wisata yang bagus dan aman beroperasi di Kabupaten Bogor. Tentunya gratis buat masyarakat,” jalan dia.

Untuk diketahui penggunaan bus Pemkab Bogor dulunya hanya digunakan pada kegiatan Boling atau Rebo Keliling. Sehingga penggunaannya sebagai bus wisata sebagai penghemat biaya agar tidak membeli armada baru.

“Kita nggak beli baru. Tapi memanfaatkan beberapa armada yang kita miliki dan sudah jarang digunakan,” kata Rudy.

Ia pun berencana mengundang pengusaha karoseri untuk menjadikan bus itu menjadi bus tingkat. Sebelum disulap jadi bus wisata, Rudy pun sempat coba mengemudikan bus itu berkeliling komplek Pemkab Bogor.

“Saya belum pernah masuk ke bus ini sebelumnya. Nanti kita undang karoseri kemudian dibikin jadi bus tingkat,” kata Rudy.

Menurut dia, jika ada bus tingkat gratis di Kabupaten Bogor dengan rute Jalan Tegar Beriman, Tugu Pancakarsa hingga Jungleland akan semakin menggairahkan pariwisata Bumi Tegar Beriman.

“Beroperasinya di jam-jam tertentu saja terutama di malam hari, minimal menjadi sebuah destinasi wisata yang menambah keindahan Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Males Tunggu Lama Bus? Lacak Biskita TransPakuan dengan Aplikasi “Mitra Darat”

Menyusuri Kedamaian Waisak, Ziarah dan Wisata Religi ke Sumatra via Kapal Ferry Merak–Bakauheni

Libur Hari Raya Waisak tahun ini menjadi momentum istimewa bagi para umat Buddha dan pencinta perjalanan religi yang memilih menyeberangi Selat Sunda dengan kapal ferry dari Pelabuhan Merak menuju Bakauheni.

Tak sekadar pulang kampung atau liburan biasa, banyak di antaranya melakukan perjalanan ziarah ke vihara-vihara bersejarah di Lampung dan Sumatra Selatan, menjadikan pelayaran laut sebagai bagian dari perjalanan spiritual.

Mengenal Pelabuhan Merak, Gerbang Penyeberangan Tersibuk di Indonesia

Sejak Jumat pagi, Pelabuhan Merak tampak lebih ramai dari biasanya. Di antara para pemudik dan pelancong umum, terlihat pula rombongan umat Buddha mengenakan pakaian putih, membawa tas kecil berisi perlengkapan doa. Mereka dalam perjalanan menuju Vihara Bodhisattva di Bandar Lampung serta Vihara Vajra Bumi Sriwijaya di Palembang, dua lokasi yang sering dikunjungi untuk merayakan Waisak dengan meditasi dan puja bakti.

“Setiap tahun kami selalu ke Palembang untuk ikut perayaan Waisak di vihara utama. Tapi tahun ini kami memilih lewat jalur laut supaya perjalanannya lebih tenang dan tidak terburu-buru,” ujar Budi Santosa (45), umat Buddha asal Tangerang, yang ikut dalam rombongan ziarah bersama komunitas Dharmadipa Nusantara.

Selama perjalanan dua jam dengan ferry, suasana terasa hening namun syahdu. Di dek atas kapal, beberapa anggota rombongan duduk bersila menghadap laut, bermeditasi sambil mengatur napas. “Laut yang luas dan suara ombak membuat kita lebih mudah masuk ke suasana batin yang damai. Ini seperti meditasi berjalan, tapi di atas air,” kata Liana (29), mahasiswi Buddhis dari Serpong.

Mengenal Bakauheni, Pelabuhan Utama Penghubung Transportasi ke Sumatera

Petugas ASDP Merak, Rudi Hartanto, menyebutkan bahwa setiap libur Waisak memang ada peningkatan penumpang dengan tujuan wisata religi. “Mereka biasanya rombongan, dan sudah koordinasi sejak jauh hari. Kami bantu fasilitasi agar pelayaran berlangsung lancar, terutama bagi lansia atau penumpang khusus,” jelasnya.

Di dalam kapal, ruang ekonomi dan VIP dipenuhi berbagai wajah: dari anak-anak hingga orang tua, semua terlihat tenang. Di salah satu sudut, seorang biksu mengenakan jubah jingga duduk bersila sambil melantunkan mantra pelan-pelan. Beberapa penumpang lain terlihat menyimak, bahkan ikut membungkukkan kepala tanda hormat.

Sesampainya di Pelabuhan Bakauheni, para peziarah langsung melanjutkan perjalanan darat ke vihara tujuan. Di sepanjang rute Lampung hingga Palembang, sejumlah vihara menggelar acara puja bakti, pelepasan lampion, dan meditasi massal, menjadikan Waisak tahun ini bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga perjalanan batin yang bermakna.

Bagi sebagian besar penumpang, kapal ferry bukan hanya alat transportasi, tapi bagian dari pengalaman spiritual itu sendiri. Mengarungi lautan di Hari Waisak seakan memperdalam makna perjalanan menuju kedamaian, melepas ego, dan menyatu dengan alam semesta.

“Waisak adalah momen merenung tentang hidup, dan laut ini adalah cermin besar untuk itu,” ujar Budi sambil tersenyum, menatap cakrawala dari geladak kapal.

Menara Siger, Ikon Khas Lampung dan Bakauheni yang Jadi Penanda Titik Nol Kilometer Sumatera

Dua Penumpang Sakit, Kapal Pesiar Mein Schiff 6 Berlabuh di Perairan Aceh

Kapal pesiar Mein Schiff 6 terpaksa berlabuh di perairan Selat Benggala, Aceh Besar, Provinsi Aceh. Hal ini karena dua penumpangnya sakit dan dievakuasi Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) pada Sabtu (10/5/2025) kemarin.

Kedua penumpang yang dievakuasi, disebutkan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banda Aceh, Ibnu Harris Al Hussain adalah Herbert Ronald (86) warga negara Jerman dan Yulis (43) warga negara Rusia.

Herbert dievakuasi karena sakit hipertensi dan diabetes, sedangkan Yulia tengah hamil 15 minggu serta mengalami mimisan. Ibnu mengatakan, Mein Schiff 6 sebelum berlabuh di Perairan Benggala sedang dalam perjalanan ari Port Klang menuju Afrika.

Baca juga: MS Insignia Tiba, Tutup Rangkaian Tiga Raksasa Kapal Pesiar di Buleleng

“Kapal pesiar tersebut saat sedang dalam perjalanan dari Port Klang menuju Afrika, terdapat dua orang penumpang yang sakit. Dari hasil pemeriksaan awal oleh awak kapal diketahui korban pertama mengalami hipertensi dan diabetes serta korban kedua mengalami mimisan dalam keadaan hamil 15 Minggu, sehingga membutuhkan penanganan medis lanjutan,” jelasnya.

Ibnu menyebutkan, tim rescue berangkat menggunakan KN SAR Kresna menuju titik intercept. Setelah pemeriksaan oleh Balai Karantina Kesehatan Kelas I Banda Aceh, dinyatakan dua penumpang tersebut bebas dari penyakit menular dan berbahaya.

Korban segera dievakuasi ke KN SAR Kresna 232 dan dibawa ke Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh.

“Setelah tiba di Pelabuhan Ulee Lheue, korban dibawa ke RSU Zainal Abidin Banda Aceh untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” ucapnya.

Baca juga: Pahami Lebih Dalam Perbedaan Yacht dan Kapal Pesiar, Mirip Tapi Sangat Berbeda

Untuk diketahui, Mein Schiff 6 adalah kapal pesiar mewah yang dioperasikan oleh TUI Cruises, sebuah perusahaan pelayaran yang berbasis di Jerman. Kapal ini dirancang untuk memberikan pengalaman liburan laut yang nyaman dan modern, terutama bagi penumpang dari negara-negara berbahasa Jerman.

Mein Schiff 6 biasanya melayani rute pelayaran ke Eropa, Karibia, dan Asia, tergantung musim dan permintaan. Kapal ini dikenal karena suasananya yang santai, layanan berkualitas tinggi, dan konsep “premium all-inclusive”, yang berarti banyak layanan dan makanan sudah termasuk dalam harga tiket.

Berlibur di Yatch dan Takut Bosan? Cek Yuk Tips Ini!

Hari ini 36 Tahun Lalu, Antonov An-225 Untuk Pertama Kalinya ‘Gendong’ Pesawat Ulang Alik Buran

Hari ini 36 tahun lalu, bertepatan dengan 13 Mei 1989, menjadi momen penting dalam sejarah penerbangan ketika pesawat terbesar di dunia Antonov An-225 Mriya, berhasil membawa pesawat luar angkasa Soviet Buran dalam penerbangan untuk pertama kalinya. Peristiwa luar biasa ini menunjukkan kemampuan luar biasa dari An-225 yang baru dikembangkan dan menandai pencapaian signifikan dalam bidang teknik dan kolaborasi kedirgantaraan.

Baca juiga: Oleg Konstantinovich Antonov – Sosok Legendaris di Balik Nama Besar “The Mammoth” An-225

Dikembangkan pada tahun 1980-an oleh Biro Desain Antonov di RSK Ukraina, Antononv An-225 dirancang dengan misi yang sangat spesifik: untuk mengangkut pesawat ruang angkasa Buran (105 ton). Kebutuhan strategis akan pesawat angkut super berat ini menginspirasi modifikasi desain An-124 yang ada menjadi An-225 dan menghasilkan spesifikasi yang tak tertandingi. Pesawat ini memiliki sistem roda pendaratan 32 roda dan badan pesawat yang diperbesar untuk menampung Buran, yang dibawa secara eksternal. Menurut sejarah Perusahaan Antonov, desain An-225 mencerminkan pencapaian luar biasa dalam hal skalabilitas dan adaptasi dalam teknik dirgantara.

An-225 Mriya, dinamai berdasarkan kata dalam bahasa Ukraina yang berarti ‘mimpi’, menonjol karena panjangnya yang mengesankan yaitu 84 meter dan lebar sayap 88,4 meter. Ditenagai oleh enam mesin turbofan, pesawat ini memiliki berat lepas landas maksimum sebesar 640 ton – yang merupakan bobot tertinggi dari semua pesawat dalam layanan operasional.

Sesuai spesifikasi yang tercantum dalam rilis resmi Antonov, An-225 memegang rekor lebar sayap terbesar di antara pesawat mana pun, dan kompartemen kargonya bervolume 1.300 meter kubik. Antonov An-225 adalah sebuah keajaiban teknik, dan desainnya sendiri mencakup konfigurasi ekor ganda untuk mengakomodasi rentang sayap Buran dan permukaan kendali selama operasi penerbangan terintegrasi.

Pada hari bersejarah tanggal 13 Mei 1989, Antonov An-225 lepas landas dari Kosmodrom Baikonur di Kazakhstan dengan pesawat ruang angkasa Buran terpasang erat di punggungnya. Penerbangan ini lebih dari sekedar demonstrasi kemampuan pesawat; itu juga merupakan ujian signifikan bagi logistik dan teknik kedirgantaraan.

Hal ini penting untuk menunjukkan kapasitas angkat pesawat serta untuk membuktikan kemampuannya terbang mulus dengan perubahan aerodinamis yang signifikan. Penerbangan itu sendiri berlangsung lebih dari dua jam, memberikan data penting mengenai kinerja pesawat dalam kondisi penerbangan yang tidak konvensional.

Uji terbang yang sukses ini merupakan demonstrasi kecerdikan Soviet di puncak perlombaan luar angkasa. Sebagaimana dirinci dalam laporan Popular Mechanics, peristiwa tersebut dipandang sebagai momen penting dalam Perang Dingin, yang menunjukkan kehebatan teknologi industri kedirgantaraan Soviet kepada dunia.

Sepanjang masa pakainya, An-225 telah memecahkan lebih dari 240 rekor dunia, termasuk untuk mengangkut barang kargo terberat – generator seberat 247 ton – dan untuk membawa barang terbesar yang pernah ada, sebagaimana dicatat oleh Guinness World Records. Pencapaian ini menggarisbawahi kontribusi penting An-225 terhadap teknologi kedirgantaraan dan kemampuannya yang tak tertandingi dalam transportasi angkutan berat.

(Video) Pertama Kalinya, Pesawat Ulang-Alik Buran Meluncur dari ‘Punggung’ Replika Antonov An-225 Mriya

Berlibur di Yatch dan Takut Bosan? Cek Yuk Tips Ini!

0

Berlibur dengan yacht bukan hanya soal kemewahan, tetapi juga tentang menikmati momen ketenangan di tengah laut lepas. Suara deburan ombak, angin laut yang sejuk, dan panorama tak berujung menjadi kombinasi sempurna untuk melepas penat dari rutinitas sehari-hari.

Namun, agar pengalaman benar-benar menyegarkan, berikut beberapa tips yang dirangkum KabarPenumpang.com dan bisa diterapkan saat berlayar dengan yacht.

1.  Momen tanpa gadget
Matikan ponsel atau aktifkan mode pesawat selama beberapa waktu. Gunakan kesempatan ini untuk melepaskan diri dari notifikasi dan tekanan dunia digital. Fokuskan perhatian pada suara laut, langit biru, dan percakapan yang lebih bermakna.

2. Jangan lupa berjemur di pagi hari
Cahaya matahari pagi sangat baik untuk meningkatkan mood dan membantu tubuh memproduksi vitamin D. Duduk santai di dek sambil menyeruput jus segar bisa menjadi cara sederhana namun efektif untuk memulai hari dengan energi positif.

3. Coba aktivitas air
Berenang di laut tenang, snorkeling, atau bahkan sekadar berendam di belakang yacht dapat membantu merilekskan otot-otot tubuh dan menyegarkan pikiran. Jangan lupa bawa pelampung atau alat snorkeling yang nyaman.

4. Lakukan meditasi dan yoga
Gunakan waktu pagi atau sore hari untuk melakukan meditasi atau gerakan yoga ringan di dek. Dengan latar belakang suara alam dan udara segar laut, latihan ini akan terasa lebih menenangkan dan menyatu dengan alam.

5. Nikmati makanan sehat dan ringan
Pilih makanan laut segar, buah-buahan tropis, dan minuman herbal. Hindari makanan berat atau tinggi gula yang bisa membuat tubuh terasa lesu. Menu sehat akan menjaga energi tetap stabil dan tubuh terasa lebih ringan.

6. Bawa buku dan dengarkan musik favorit
Baca buku yang selama ini tertunda atau dengarkan musik instrumental yang menenangkan. Kombinasi suasana laut dan hiburan ringan bisa menjadi terapi alami yang ampuh meredakan stres.

7. Tidur siang di bawah langit
Manfaatkan suasana tenang di atas yacht untuk tidur siang singkat di atas hammock atau sofa dek. Angin sepoi dan suara ombak bisa menjadi lullaby alami yang menyegarkan tubuh dan pikiran.

8. Habiskan waktu bersama orang tersayang
Berlibur di yacht memberi ruang untuk membangun kedekatan, baik bersama pasangan, keluarga, maupun teman. Mainkan board game, bercanda di atas dek, atau hanya berbagi cerita sambil menatap bintang.

Dengan memadukan ketenangan laut dan aktivitas yang menyegarkan, liburan dengan yacht bisa menjadi pelarian sempurna dari penatnya rutinitas harian. Tidak perlu jadwal padat atau tempat ramai—cukup hadir sepenuhnya dan biarkan laut yang bekerja menghapus kelelahan Anda.

Tingkatkan Standar Desain, Wallywhy200 Jadi Superyatch Full Wide Body Pertama di Dunia

Pelabuhan Mentigi, Kecil Tapi Potensial dan Penting

0

Pelabuhan Mentigi Nusa Penida merupakan salah satu alternatif akses laut menuju pulau yang tengah naik daun di sektor pariwisata Bali. Berada di pesisir utata pulau, Pelabuhan kecil ini menunjukkan geliat aktivitas.

Apalagi Pelabuhan ini menjadi alternatif pelancong yang mencari jalur lebih sepi dan cepat untuk menjangkau destinasi-destinasi unggulan di Nusa Penida. Meski tidak terlalu populer seperti Pelabuhan Sampalan dan Toya Pakeh, Pelabuhan Mentigi menjadi tempat bersandar kapal cepat saat dua pelabuhan itu padat.

Namun fasilitas di Pelabuhan Mentigi cukup terbatas, yakni hanya terdapat dermaga kecil, tempat tunggu, dan beberapa layanan lokal seperti penyewaan kendaraan atau ojek. Walaupun begitu, pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan Klungkung menyatakan komitmennya untuk melakukan perbaikan bertahap.

Rencana pengadaan dermaga beton permanen serta ruang tunggu layak tengah disusun untuk mendukung kenyamanan penumpang. Pelabuhan Mentigi juga dinilai strategis karena lokasinya yang relatif dekat dengan berbagai objek wisata, seperti Crystal Bay dan Gamat Bay.

Baca juga: Pelabuhan Soekarno-Hatta, Dulu dan Sekarang Tetap Jadi Jalur Utama Perdagangan

Selain itu, suasana pelabuhan yang lebih tenang menjadi nilai tambah bagi wisatawan yang ingin menghindari keramaian. Dengan potensi yang ada, pelabuhan ini diprediksi akan terus berkembang sebagai gerbang alternatif menuju Nusa Penida, mendukung distribusi wisatawan yang lebih merata di pulau tersebut.

Untuk diketahui, selain kapal cepat, Pelabuhan Mentigi juga melayani rute feri ke Bali da digunakan oleh para nelayan. Meski hanya menjadi alternatif, tetapi Pelabuhan Mentigi memiliki peran penting dalam aktivitas nelayan dan transportasu antar pulau.

Saat ini juga, Pemerintah Kabupaten Klungkung tengah melakukan percepatan untuk pembangunan pelabuhan baru yakni Pelabuhan Pesinggahan. Di mana pelabuhan ini hadir untuk mendukung konektivitas dan perekonomian daerah.

Bukan hanya itu, Pelabuhan Pesinggahan juga rencananya menjadi penyanding Pelabuhan Mentigi dengan tujuan menyamakan Harga dan pembangunan antara Klungkung datar dan Nusa Penida.Secara umum, Pelabuhan Mentigi bukanlah pelabuhan utama, namun tetap berperan penting dalam menunjang mobilitas penduduk lokal dan wisatawan di pulau tersebut.

Pelabuhan Sunda Kelapa, Dari Pusat Perdagangan Hingga Ancaman Banjir Rob

 

Ini Tips Pilih Kelas Tidur di Perjalanan Kapal Laut

0

Indonesia yang adalah negara kepulauan, menjadikan kapal laut sebagai salah satu pilihan transportasi. Memang, perjalanan dengan kapal laut bukanlah Waktu yang sebentar bila dibandingkan dengan pesawat.

Jika menggunakan pesawat hanya hitungan puluhan menit hingga jam, perjalanan dengan kapal laut bisa menghabiskan Waktu berhari-hari. Seperti bila ke Sumatera, bisa menempuh perjalanan 2-3 hari.

Sedangkan ke pulau bagian timur, baik NTT maupun Papua atau ke Kalimantan dan Sulawesi bisa menempuh perjalanan 5-7 hari. Nah, karena menghabiskan Waktu yang cukup panjang, Anda yang berencana bepergian menggunakan kapal laut, kenyamanan selama perjalanan menjadi prioritas.

Salah satu hal penting yang perlu dipertimbangkan adalah pemilihan kelas tidur. Dengan banyaknya pilihan kelas yang tersedia, berikut beberapa tips agar Anda bisa menentukan kelas tidur yang paling sesuai dengan kebutuhan dan anggaran.

1. Cek kelas
Umumnya, kapal laut menyediakan beberapa kelas, mulai dari ekonomi, bisnis, hingga VIP. Kelas ekonomi biasanya berupa ruang tidur bersama dengan tempat tidur susun. Kelas bisnis memberikan sedikit lebih banyak privasi dan kenyamanan, sementara kelas VIP menawarkan fasilitas terbaik dengan kamar pribadi, AC, dan perlengkapan tambahan lainnya.

2. Sesuaikan durasi perjalanan
Jika Anda melakukan perjalanan singkat (di bawah 6 jam), kelas ekonomi mungkin sudah cukup. Namun untuk perjalanan semalaman atau lebih lama, memilih kelas yang lebih nyaman seperti bisnis atau VIP bisa membuat Anda lebih segar sampai tujuan.

3. Pertimbangkan anggaran
Harga tiket tentu berbeda tergantung kelasnya. Pastikan Anda memilih sesuai kemampuan. Jika ingin lebih hemat, kelas ekonomi bisa menjadi pilihan, asalkan Anda siap dengan kondisi ramai dan fasilitas yang terbatas.

4. Fasilitas tambahan
Beberapa kapal menyediakan fasilitas tambahan seperti colokan listrik, layanan makanan, atau hiburan. Cek terlebih dahulu apa saja yang ditawarkan tiap kelas, dan pilih yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.

5. Booking lebih awal
Kelas-kelas dengan fasilitas terbaik biasanya cepat penuh, apalagi saat musim liburan. Untuk memastikan Anda mendapatkan tempat tidur yang nyaman, lakukan pemesanan jauh-jauh hari.

6. Bawa perlengkapan pribadi
Apapun kelas yang Anda pilih, bawalah barang-barang pribadi seperti selimut tipis, bantal leher, dan penutup mata atau telinga jika Anda sensitif terhadap cahaya atau suara.

Dengan memilih kelas tidur yang tepat, perjalanan laut Anda tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga pengalaman yang menyenangkan dan berkesan.

Ini 8 Tips Nikmati Perjalanan Panjang di Kapal Laut

Tak Harus Cetak Tiket, Penumpang KA Bisa Lakukan Ini Saat Boarding Pass

Perjalanan menggunakan kereta api tak sekadar menikmati perjalanan, fasilitas yang nyaman, dan keamanan pun terjamin. Namun, sebagai pelanggan yang setia pengguna kereta api selain membeli tiket harus melakukan boarding pass. Melakukan hal tersebut sebelum menaiki kereta api kerap kali dilakukan untuk mengetahui bahwa penumpang benar-benar sesuai dengan nama dan identitas yang ada di tiket.

Seperti diketahui Boarding pass kereta adalah dokumen yang menjadi bukti seseorang merupakan penumpang kereta api. Boarding pass harus ditunjukkan kepada petugas sebelum menaiki kereta api.

Semakin dimudahkan kepada pelanggannya, pada laman resmi PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyebutkan bahwa penumpang tidak perlu mencetak boarding pass apabila sudah membeli tiket kereta api melalui aplikasi KAI Access. Pemegang tiket hanya perlu melakukan scan QR e-boarding pass di aplikasi KAI pada scanner yang tersedia di meja petugas.

 

Lain halnya jika penumpang tidak memiliki boarding pass kereta api. Ternyata ada beberapa opsi yang bisa dilakukan tergantung pada cara pemesanan tiket. Meski peraturan sudah cukup lama diterapkan, namun kenyataannya masih banyak yang belum tahu aturan tersebut. Masih terlihat satu dua orang yang kebingungan. Untungnya petugas stasiun tersebar di berbagai titik untuk menjelaskan kepada para calon penumpang yang masih awam.

Seperti yang dijelaskan bahwa penumpang bisa langsung menunjukkan e-boarding pass sebagai pengganti boarding pass cetak atau tiket fisik kereta api kepada petugas stasiun. Hal ini tentu memudahkan penumpang kereta karena tidak perlu mencetak boarding pass ke dalam bentuk tiket fisik. Meski demikian, penumpang kereta tetap bisa mencetak boarding pass untuk berjaga-jaga apabila ada kendala saat scan e-boarding pass.

Para penumpang kembali diingatkan saat ingin melakukan boarding pass, langkah-langkahnya sebagai berikut:

 

• Semua penumpang wajib menunjukkan bukti identitas diri yang resmi (asli) dengan nama tertera pada bukti identitas sama dengan yang tertera pada Boarding Pass.

• Bukti identitas yang dapat digunakan adalah KTP, SIM, Passport, Kartu Tanda Prajurit TNI, Kartu Tanda Anggota POLRI, Kartu Siswa TNI/POLRI, Kartu Pelajar, dan bukti identitas lainnya yang dilengkapi dengan foto.

• Apabila Boarding Pass yang dimiliki penumpang mendapatkan fasilitas reduksi, maka bukti identitas yang ditunjukkan adalah bukti identitas yang menunjukkan hak atas reduksi dimaksud.

• Apabila tidak dapat menunjukkan bukti identitas yang sama dengan nama yang tertera pada tiket/Boarding Pass, maka tidak diperkenankan masuk stasiun dan naik Kereta Api.

Goldenbird Gunakan Mobil Listrik Premium

Sebagai salah satu pelopor layanan transportasi premium di Indonesia, GoldenBird kembali menunjukkan inovasi terdepan dengan menghadirkan armada mobil listrik dalam jajaran layanan eksklusifnya. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menjawab tantangan zaman sekaligus mendukung agenda nasional menuju transportasi berkelanjutan.

Mobil listrik yang dioperasikan GoldenBird menyasar segmen penumpang kelas atas yang mengutamakan kenyamanan, keamanan, dan kini juga kepedulian terhadap lingkungan. Armada ini terdiri dari kendaraan listrik berkelas dengan teknologi terkini, desain elegan, dan performa tinggi tanpa menghasilkan emisi karbon.

Baca juga: BYD Melebarkan Sayap di Indonesia, Bluebird Pakai Armada Sejak 2019

GoldenBird memanfaatkan kendaraan listrik yang mampu menempuh jarak hingga ratusan kilometer per sekali pengisian daya, memastikan layanan tetap lancar untuk perjalanan dalam dan luar kota. Fasilitas pengisian cepat juga telah disiapkan di berbagai titik strategis, memungkinkan rotasi kendaraan tetap efisien sepanjang hari.

Dari sisi interior, kendaraan listrik GoldenBird dirancang untuk kenyamanan maksimal: kabin yang senyap, kursi ergonomis, sistem hiburan digital, dan pengaturan suhu otomatis. Semua fitur ini menjadikan pengalaman berkendara semakin nyaman dan mewah tanpa meninggalkan jejak karbon.

Baca juga: Garuda Indonesia dan Bluebird Hadirkan Fitur Pemesanan Taksi di Aplikasi “Fly Garuda”

Investasi ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang GoldenBird untuk memperbarui armada secara bertahap dengan teknologi ramah lingkungan. Selain meningkatkan citra perusahaan sebagai penyedia layanan transportasi premium yang adaptif terhadap isu global, penggunaan mobil listrik juga diproyeksikan dapat menekan biaya operasional dalam jangka panjang.

Langkah strategis GoldenBird ini juga selaras dengan meningkatnya kesadaran pelanggan terhadap pentingnya gaya hidup berkelanjutan. Dengan memanfaatkan transportasi bebas emisi, pelanggan tidak hanya menikmati perjalanan yang nyaman, tetapi juga berkontribusi langsung dalam menjaga kualitas udara dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Sebagai bagian dari Bluebird Group, GoldenBird terus berinovasi dalam menghadirkan solusi mobilitas yang modern, aman, dan ramah lingkungan. Penggunaan mobil listrik ini menjadi bukti bahwa layanan premium pun dapat bersinergi dengan komitmen terhadap keberlanjutan.

Takut “Digetok Harga” saat Naik Taksi di Luar Negeri? Simak Tips Ini