Ujung Penantian Enam Tahun: Brand Asiana Airlines Resmi Berhenti Beroperasi pada Desember 2026

Industri penerbangan global segera menjadi saksi berakhirnya era salah satu maskapai full service terbaik asal Korea Selatan, Asiana Airlines. Setelah melalui proses negosiasi dan persetujuan regulator yang berlarut-larut selama hampir enam tahun, Korean Air secara resmi mengonfirmasi tanggal integrasi penuh kedua maskapai tersebut pada 17 Desember 2026.

Keputusan ini diambil setelah jajaran direksi kedua maskapai memberikan lampu hijau pada pertengahan Mei 2026. Integrasi ini menandai langkah final dari akuisisi yang pertama kali diumumkan pada tahun 2020 sebagai upaya menyelamatkan Asiana Airlines dari krisis finansial yang diperburuk oleh pandemi Covid-19.

Hilangnya Identitas “Red Arrow” Mulai Desember 2026, nama dan brand Asiana Airlines akan sepenuhnya dihapus. Hal ini mencakup perubahan identitas visual secara menyeluruh, mulai dari pengecatan ulang livery pesawat, penggantian logo di loket check-in bandara, hingga penyatuan sistem manajemen operasional di bawah bendera Korean Air.

Secara teknis, proses ini juga berarti Asiana Airlines akan meninggalkan aliansi Star Alliance untuk bergabung dengan SkyTeam, mengikuti jejak induknya. Para penumpang setia Asiana (Asiana Club) nantinya akan dialihkan ke program loyalitas milik Korean Air, yaitu SKYPASS.

Meski tanggal pernikahan kedua maskapai telah ditetapkan, perjalanan menuju integrasi penuh masih menyisakan beberapa “pekerjaan rumah”. Saat ini, serikat pilot dari kedua maskapai masih terus berdiskusi mengenai penyesuaian senioritas pilot, terutama bagi mereka yang memiliki latar belakang militer.

Selain itu, sebagai syarat persetujuan dari otoritas persaingan usaha di Eropa (UE) dan Amerika Serikat, Korean Air harus merelakan beberapa rute strategisnya di wilayah tersebut, termasuk menyerahkan divisi bisnis kargo Asiana Airlines kepada Air Incheon. Hal ini dilakukan guna mencegah monopoli pasar pada rute-rute gemuk menuju Eropa dan Amerika Utara.

Dengan penggabungan ini, Korean Air diprediksi akan menjadi maskapai terbesar ke-12 di dunia berdasarkan kapasitas internasional. Fokus utama dari entitas gabungan ini adalah memperkuat posisi Bandara Internasional Incheon sebagai hub transit global yang dominan di Asia Utara.

Selain maskapai utama, anak perusahaan bertarif rendah (LCC) milik kedua grup—yakni Jin Air, Air Busan, dan Air Seoul—juga direncanakan akan melebur menjadi satu entitas besar di bawah brand Jin Air pada awal tahun 2027.

Bagi para penumpang, integrasi ini menjanjikan efisiensi jadwal penerbangan dan konektivitas yang lebih luas melalui jaringan gabungan Korean Air dan mitra joint venture-nya seperti Delta Air Lines. Namun, di sisi lain, hilangnya kompetisi di pasar domestik Korea Selatan tetap menjadi perhatian bagi para pengamat industri terkait potensi kenaikan harga tiket di masa depan.

Akuisisi Asiana, Korean Air Tampilkan Corak dan Logo Baru

Berlaku Hingga 16 Mei 2026, KA Malabar Hadirkan Kereta Panoramic Rute Bandung–Malang

Setelah sukses dengan Kereta Compartment Suites pada Kereta Api (KA) Sangkuriang, kini layanan baru PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) Wisata menghadirkan Kereta Panoramic dengan rute baru. Ya, melihat dari aplikasi pemesanan tiket melalui ponsel di Access by KAI, ada rangkaian kereta api menambah fasilitas baru yang melayani rute Bandung – Malang.

Layanan kereta wisata dengan rute tersebut terbilang baru dan merupakan pengalaman yang sangat mengasyikkan saat mencoba. Inilah KA Malabar yang saat ini memiliki kereta tambahan dalam satu rangkaian, yaitu Panoramic. Kereta Wisata Panoramic hadir untuk melayani masyarakat yang hendak melakukan perjalanan dengan rute Bandung menuju Malang maupun sebaliknya yang di rangkaian dengan KA Malabar.

Diketahui berbagai rangkaian kereta api yang ditambah dengan layanan Kereta Panoramic tersebut memang sudah dijalankan, seperti KA Papandayan, KA Pangandaran, KA Parahyangan, KA Turangga, dan KA Argo Wilis. Kini KA Malabar bisa dirasakan masyarakat yang ingin melakukan perjalanan bersama Kereta Panoramic tersebut. Tentu dengan fasilitas yang memanjakan penumpang selama di perjalanan.

Adapun KA Malabar saat ini memiliki perjalanan total 4 kali, yakni 2 kali keberangkatan dari Stasiun Bandung maupun Stasiun Malang. Untuk pemesanan tiket Kereta Panoramic, maayarakat sudah bisa memesan melalui aplikasi Access by KAI di ponsel, laman resmi kai.id maupun penjualan tiket di stasiun-stasiun keberangkatan KA Malabar.

Untuk tarif Kereta Panoramic pada perjalanan KA Malabar mulai dari Rp770.000 – Rp960.000. Namun, layanan Kereta Panoramic ini hanya berlaku selama long weekend hingga tanggal 16 Mei 2026. Melewati tanggal tersebut, KA Malabar kembali membawa kereta wisata Priority. Untuk merasakan Kereta Panoramic, masyarakat hanya bisa memesan pada waktu keberangkatan malam hari saja baik dari arah Bandung maupun Malang.

KAI berharap masyarakat bisa merasakan sensasi menggunakan Kereta Panoramic terlebih saat malam hari. Karena saat tiba ditujuan, masyarakat bisa melihat pemandangan matahari terbit saat memasuki kawasan Malang maupun Bandung. Tentunya menjadi pengalaman yang berbeda selain menggunakan kereta wisata lainnya.

Selain menikmati kenyamanan serta fasilitas yang diberikan, KAI juga terus meningkatkan kualitas yang membuat penumpang lebih memilih perjalanan dengan kereta sebagai transportasi utama yang menyenangkan. KAI juga terus berkomitmen untuk mendukung sektor pariwisata nasional dengan menghadirkan transportasi publik yang nyaman, aman, tepat waktu, dan berkelanjutan.

Merasakan Perjalanan Naik KA Malabar Sejauh 779 Kilometer, Inilah Panorama yang Dilihat Penumpang

Mulai 15 Mei 2026 Kereta Api Anjasmoro Layani Penumpang di Stasiun Brebes, Catat Jadwal dan Tarifnya

Satu lagi Stasiun Brebes melayani perjalanan kereta api dengan rute Surabaya Pasar Turi – Gambir pp. Layanan ini merupakan antusiasme masyarakat khususnya di kawasan Brebes untuk bisa menggunakan kereta api yang sebelumnya melintas langsung di stasiun tersebut. Ya, Kereta Api (KA) Anjasmoro dengan rute Surabaya Pasar Turi tujuan Gambir maupun sebaliknya bisa dinikmati masyarakat Brebes mulai tanggal 15 Mei 2026 nanti.

Pelayanan ini merupakan wujud kepedulian PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) dalam memberikan perjalanan tambahan yang bisa dinikmati dengan kenyamanan yang baru. Diketahui Stasiun Brebes yang berada di wilayah Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon ini sudah melayani beberapa kereta api pada tujuan yang sama, yakni KA Dharmawangsa Ekspres (Pasar Senen – Surabaya Pasar Turi – Ketapang pp.), dan KA Kertajaya (Pasar Senen – Surabaya Pasar Turi pp.).

Masyarakat Brebes kini tak perlu khawatir lagi jika ingin ke Stasiun Gambir ataupun sebaliknya dari Stasiun Brebes menggunakan kelas ‘argo’ ini. Karena kereta ini satu-satunya yang melayani perjalanan pada rute Gambir – Surabaya Pasar Turi setiap harinya. Untuk jadwal perjalanan KA Anjasmoro rute Gambir – Brebes pp., KAI memberikan tarif sebesar Rp565.000. Sedangkan rute Btebes – Surabaya Pasar Turi pp. diberikan tarif sebesar Rp640.000.

Adapun Stasiun Brebes berlokasi di pusat kota, menjadikannya sangat strategis untuk aksesibilitas dan mobilitas. Stasiun ini terletak di jalur utama Jawa yang menghubungkan berbagai kota besar. Lokasinya yang memungkinkan bisa mencapai stasiun dengan mudah menggunakan berbagai moda transportasi. Angkutan umum seperti becak, ojek online, dan angkot tersedia di sekitar stasiun. Jika membawa kendaraan pribadi, area parkir luas memudahkan masyarakat untuk memarkir kendaraan dekat lokasi.

Selain itu, KA Argo Anjasmoro beroperasi pada siang hari dengan waktu tempuh perjalanan 9 jam 5 menit, keberangkatan dari Stasiun Surabaya Pasar Turi pukul 12.05 WIB dan tiba di Stasiun Gambir pukul 21.10 WIB. Sedangkan dari Stasiun Gambir, diberangkatkan pada pukul 23.35 WIB dan tiba di Stasiun Surabaya Pasar Turi pukul 08.40 WIB.

KA Argo Anjasmoro ini setiap harinya memiliki jumlah kapasitas 450 tempat duduk kelas eksekutif stainless steel. Rangkaian KA Argo Anjasmoro terdiri dari kereta stainless steel dengan susunan sembilan kereta kelas eksekutif, satu kereta makan kelas eksekutif, dan satu kereta pembangkit.

Untuk jadwal tiba di Stasiun Brebes, keberangkatan dari Stasiun Surabaya Pasar Turi sebagai KA 29A Argo Anjasmoro pada pukul 17.32 WIB dan diberangkatkan kembali pada pukul 17.34 WIB. Sedangkan keberangkatan dari Stasiun Gambir, KA 30F Argo Anjasmoro tiba di Stasiun Brebes pada pukul 02.55 WIB, lalu diberangkatkan kembali pukul 02 57 WIB.

Diketahui bahwa KA Anjasmoro sebagai perjalanan Fakultatif (berjalan pada hari tertentu) dioperasikan mulai tanggal 21 Maret 2025 lalu sebagai angkutan tambahan Lebaran. Kereta tersebut untuk mengakomodir serta memberikan pilihan jadwal perjalanan KA bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan, khususnya dengan tujuan Semarang, Cirebon, maupun Gambir, Jakarta.

Meskipun status perjalanannya Fakultatif, namun kereta api ini sudah beroperasi setiap hari untuk melayani dan memenuhi permintaan masyarakat baik dari Jakarta maupun Surabaya. KAI berkomitmen, melalui penambahan pemberhentian KA Argo Anjasmoro di Stasiun Brebes, peningkatan layanan, serta komitmen terhadap kenyamanan, memastikan perjalanan lebih menyenangkan, nyaman, dan sangat berkesan.

Unik! Kota Tegal Punya Dua Stasiun Bernama Sama, Ini Penjelasannya

Long Weekend, Daop 2 Bandung Operasikan Perjalanan KA Tambahan ke Solo Mulai Hari Ini Hingga 4 Hari ke Depan

Menghabiskan libur panjang hingga 4 hari ke depan. PR Kereta Api Indonesia Persero (KAI) selalu memberi kepuasan terhadap pelanggannya. Ya, sebagai transportasi massal yang digemari masyarakat, KAI selalu memberi gebrakan yang membuat masyarakat selalu optimis terhadap transportasi berbasis rel ini. Sejumlah perjalanan kereta api telah dioperasikan khususnya pada libur panjang Kenaikan Isa Almasih.

Tak hanya itu long weekend yang berlaku selama 4 hari berturut-turut di manfaatkan bersama rekan, sahabat, bahkan keluarga menikmati destinasi wisata di kota favorit menggunakan kereta api. Tentunya KAI telah memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan, salah satunya dengan menambah perjalanan kereta api tambahan di sejumlah wilayah di Pulau Jawa.

Salah satu penambahan perjalanan kereta api tersebut berada di wilayah Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung. Dalam ini, wilayah tersebut menyiapkan langkah antisipasi untuk mengakomodir lonjakan penumpang pada masa libur panjang Kenaikan Isa Almasih 2026. KAI mengoperasikan kereta tambahan guna memastikan mobilitas masyarakat tetap terlayani dengan baik.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo mengungkapkan, selain mengandalkan 26 perjalanan KA reguler, pihaknya juga menambah 2 perjalanan KA tambahan khusus untuk relasi Bandung-Solo Balapan. Mulai Rabu, 13 Mei 2026 hingga Senin, 18 Mei 2026, KAI Daop 2 Bandung menyediakan total 85.387 tempat duduk untuk perjalanan kereta api jarak jauh.

Penambahan kapasitas ini diikuti dengan kesiapan di berbagai lini operasional. KAI Daop 2 Bandung memastikan keandalan sarana dan prasarana, serta menyiagakan petugas di stasiun maupun di atas kereta untuk menjamin kelancaran perjalanan. Tak hanya itu, keselamatan dan kenyamanan penumpang juga menjadi prioritas utama selama masa angkutan libur panjang ini.

Mengingat tingginya minat masyarakat untuk bepergian pada momentum long weekend, KAI mengimbau calon penumpang untuk segera melakukan pemesanan tiket. Masyarakat disarankan merencanakan perjalanan sejak dini agar tidak kehabisan kuota tempat duduk. Pemesanan tiket dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi KAI, maupun kanal penjualan resmi lainnya.

KAI Daop 2 Bandung optimistis telah memastikan seluruh aspek operasional siap, mulai dari keandalan sarana hingga pelayanan petugas di lapangan, agar momen libur panjang masyarakat dapat dinikmati dengan nyaman. Serta menghadirkan layanan transportasi yang selamat, aman, dan tepat waktu.

Kadungora – Surganya Spot Berburu Kereta Api dengan Panorama Memukau

Bandara Ben Gurion Tel Aviv Kini ‘Berubah’ Jadi Pangkalan Militer AS, Penerbangan Sipil Terganggu

Otoritas penerbangan sipil Israel mengeluarkan peringatan keras terkait kondisi operasional di Bandara Internasional Ben Gurion, Tel Aviv. Bandara utama negara tersebut dilaporkan telah “berubah” menjadi pangkalan militer Amerika Serikat secara efektif, yang berdampak pada gangguan jadwal penerbangan sipil dan mengancam stabilitas keuangan maskapai nasional.

Kepala Otoritas Penerbangan Sipil Israel, Shmuel Zakay, mengungkapkan kekhawatirannya kepada Menteri Transportasi Miri Regev bahwa intensitas aktivitas militer di Ben Gurion menghambat kembalinya maskapai asing pasca-konflik. Zakay menyebut bahwa kehadiran puluhan pesawat militer AS—termasuk pesawat pengisi bahan bakar (refueling aircraft) yang terparkir di apron—telah membatasi ruang gerak operasional sipil.

Ben Gurion, Bandara Paling Aman dengan Standar Keamanan Tertinggi di Dunia

Menurut Zakay, situasi ini memicu kenaikan harga tiket pesawat menjelang musim liburan musim panas yang krusial. “Mengubah Bandara Internasional Ben Gurion menjadi pangkalan militer merusak kepercayaan maskapai asing untuk kembali dan mengancam stabilitas keuangan maskapai Israel,” ujarnya mengutip laporan harian Yedioth Ahronoth.

Dampak paling nyata dirasakan oleh maskapai domestik seperti Israir, Arkia, dan Air Haifa. CEO Israir, Uri Sirkis, mengungkapkan bahwa akibat pembatasan ini, maskapainya yang biasanya memarkir 17 pesawat di Ben Gurion kini hanya diizinkan memarkir empat pesawat saja untuk menginap (overnight). Hal ini memaksa maskapai untuk memindahkan pesawat mereka ke luar negeri, yang secara otomatis meningkatkan biaya operasional dan bahan bakar.

Ketegangan regional yang meningkat sejak Februari 2026 telah mengubah peta penerbangan di wilayah tersebut. Zakay mendesak agar pesawat-pesawat militer AS dipindahkan dari Ben Gurion ke pangkalan militer resmi agar aktivitas penerbangan komersial dapat kembali normal. Ia menegaskan bahwa kerusakan pada sektor penerbangan sipil ini berdampak langsung pada publik dan ekonomi negara.

Kondisi di Ben Gurion menjadi pengingat bagi industri penerbangan global mengenai betapa rentannya konektivitas udara sipil ketika infrastruktur utama bandara harus berbagi ruang dengan kepentingan militer skala besar dalam durasi yang lama.

Bermarkas di Bandara Ben Gurion, Inilah El Al, Maskapai Nasional Israel dengan Awak Kabin Wajib Berdinas Militer

Stasiun-stasiun Ini Masuk Wilayah Banyuwangi, Yuk Cek Daftar Nama dan Lokasinya Disini

Jika kita menggunakan perjalanan dengan kereta api dan saat melewati stasiun, terkadang masih belum mengetahui wilayah apa yang menjadi letak stasiun tersebut. Apalagi kereta api lebih banyak melewati stasiun kecil yang melintas langsung dan hampir tak mengetahui nama stasiun tersebut memasuki wilayah mana. Seperti halnya di daerah ujung paling timur Pulau Jawa. Jalur kereta api tersebut melintasi beberapa stasiun yang memasuki wilayah yang menjadi kabupaten terbesar di Jawa Timur.

Ya, seperti Banyuwangi yang dikenal sebagai ujung timur Pulau Jawa, memiliki beberapa stasiun kereta api aktif. Setiap stasiun memiliki peran penting dalam menghubungkan Banyuwangi dengan kota-kota besar di Jawa. Mengetahui nama dan lokasi stasiun sangat penting agar perjalanan wisata tidak terganggu karena salah turun atau salah pilih titik keberangkatan.

Nah, kabarpenumpang akan merangkumnya untuk kalian, stasiun mana saja yang masih masuk kawasan Banyuwangi. Disimak, ya:

1. Stasiun Kalisetail
Stasiun ini berada di Jalan Raya Kalisetail, Jambewangi, Sempu, Banyuwangi yang menjadi salah satu stasiun kelas I di Banyuwangi. Stasiun ini berfungsi sebagai penghubung antara kota-kota di Jawa Timur dengan jalur menuju Banyuwangi. Karena itu, stasiun ini sering dijadikan titik naik dan turun penumpang lokal maupun jarak jauh.

Selain fungsinya yang penting dalam transportasi, area sekitar Kalisetail juga terkenal dengan wisata alamnya. Beberapa destinasi yang bisa dijangkau dari sini antara lain Pemandian Umbul Bening, Waduk Sidodadi Glenmore, dan Air Terjun Legomoro. Bagi wisatawan, turun di stasiun ini bisa jadi pilihan menarik untuk eksplorasi.

2. Stasiun Kalibaru
Berada di Jalan Raya Jember No.1, Kalibaru, Banyuwangi, stasiun Kalibaru terletak di kaki Gunung Gumitir. Stasiun ini cukup istimewa karena jalur kereta menuju Kalibaru menyajikan pemandangan indah berupa pegunungan, perkebunan, dan terowongan bersejarah.

Tidak jarang wisatawan yang naik kereta dari sini sengaja menikmati perjalanan sambil berfoto. Selain keindahan jalurnya, Kalibaru juga dekat dengan berbagai destinasi wisata populer seperti Doesoen Kakao, Air Terjun Tirto Kemanten, hingga wisata paralayang. Suasana sejuk khas pegunungan membuat pengalaman naik turun di stasiun ini menjadi lebih menyenangkan.

Stasiun Kalibaru: Pintu Masuk Wisata Menuju Gerbang di Bumi Blambangan

3. Stasiun Temuguruh
Meskipun terletak di Desa Gendoh, Kecamatan Sempu, namun stasiun ini dikenal dikenal dengan nama Temuguruh karena lokasinya yang berdekatan dengan desa tersebut. Stasiun ini memiliki tiga jalur dengan jalur 2 sebagai lintasan lurus utama, jalur 3 digunakan bila ada persilangan, sedangkan jalur 1 sudah tidak lagi difungsikan.

Pemandangan sekitar stasiun cukup asri karena dikelilingi oleh perbukitan dan area pedesaan. Tidak jauh dari sini, wisatawan bisa menemukan destinasi populer seperti Hutan Pinus Songgon dan Air Terjun Telunjuk Raung. Suasana alami inilah yang membuat stasiun ini memiliki daya tarik tersendiri.

4. Stasiun Rogojampi
Menjadi salah satu stasiun yang ramai karena letaknya berdekatan dengan Bandara Banyuwangi. Ya, Stasiun Rogojampi memiliki akses hanya dengan waktu tempuh sekitar 15 menit, penumpang bisa berganti moda transportasi dari kereta ke pesawat atau sebaliknya. Hal ini menjadikan Rogojampi sebagai stasiun transit yang cukup penting.

Stasiun ini berlokasi di Jalan Stasiun Rogojampi, Rogojampi, Banyuwangi. Walaupun tidak sebesar Stasiun Ketapang, fasilitas yang tersedia di Rogojampi cukup memadai untuk penumpang kelas eksekutif maupun ekonomi. Letaknya juga dekat dengan beberapa destinasi wisata, seperti Pantai Blimbingsari, sehingga penumpang yang turun di sini bisa langsung menikmati liburan.

5. Stasiun Banyuwangi Kota
Berada di Jalan Stasiun Karang Asem, Glagah, Banyuwangi, Stasiun Banyuwangi Kota dulunya bernama Stasiun Karangasem sebelum diganti pada 2019. Perubahan nama ini dilakukan agar lebih mudah diingat, mengingat stasiun ini berada cukup dekat dengan pusat kota Banyuwangi. Banyak wisatawan yang memilih stasiun ini karena aksesnya yang strategis menuju berbagai tempat wisata.

Selain itu, Stasiun Banyuwangi Kota juga menjadi jalur penting bagi kereta jarak jauh yang melayani penumpang dari Surabaya maupun kota lain di Jawa. Dari stasiun ini, wisatawan bisa melanjutkan perjalanan menuju Kawah Ijen, Pantai Boom, hingga desa wisata adat Kemiren. Tidak heran jika keberadaan stasiun ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

6. Stasiun Ketapang
Merupakan stasiun kereta api terbesar di Banyuwangi yang dulunya dikenal sebagai Stasiun Banyuwangi Baru. Stasiun ini berada di ujung timur Pulau Jawa sehingga menjadi titik pemberhentian terakhir maupun keberangkatan awal dari wilayah Banyuwangi. Berada di lokasi Jalan Gatot Subroto No.36, Ketapang, Banyuwangi, stasiun ini selalu ramai karena menjadi akses utama penumpang dari Jawa menuju Bali atau sebaliknya.

Keunggulan utama stasiun ini adalah lokasinya yang sangat dekat dengan Pelabuhan Ketapang, hanya berjarak sekitar 500 meter saja. Tak heran jika banyak wisatawan yang memilih turun di sini, terutama penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan ke Bali melalui penyeberangan Gilimanuk. Fasilitas di stasiun ini juga cukup lengkap sehingga memudahkan para penumpang.

Stasiun Barat Jadi Stasiun Magetan, Ternyata Pernah Punya Percabangan ke Lanud Iswahjudi

Aksi Heroik Pilot Korean Air: Eksekusi Go-Around Sempurna Saat Diterjang ‘Crosswind’ Ganas di Bandara Narita

Sebuah video yang memperlihatkan kecakapan awak kokpit Korean Air baru-baru ini menjadi perbincangan hangat di kalangan pemerhati aviasi internasional. Dalam rekaman tersebut, jet berbadan lebar milik maskapai asal Korea Selatan ini tampak berjuang melawan terpaan angin samping yang ekstrem (crosswind) saat melakukan pendekatan akhir (final approach) di Bandara Internasional Narita, Tokyo, pada Minggu (10/05/2026).

Bandara Narita memang dikenal luas oleh para penerbang sebagai salah satu hub paling menantang di Asia, terutama saat memasuki musim semi. Pada periode ini, benturan antara angin laut dan embusan angin darat seringkali menciptakan pusaran angin kencang yang kecepatannya bisa melampaui 30 knot. Dalam insiden tersebut, pesawat berwarna biru khas Korean Air itu terlihat miring secara tajam dan sempat berada pada posisi yang sangat rendah sesaat sebelum menyentuh landasan.

Namun, alih-alih memaksakan pendaratan yang berisiko (unstable approach), pilot Korean Air dengan sigap mengambil keputusan untuk melakukan prosedur Go-Around atau pembatalan pendaratan. Pesawat segera menambah daya mesin secara penuh, menarik hidung pesawat ke atas, dan kembali mengudara untuk melakukan pola putaran (holding pattern) singkat di udara.

Keputusan ini menuai pujian dari berbagai pakar penerbangan. Meski bagi penumpang awam prosedur Go-Around terkadang terasa mengejutkan, dalam dunia aviasi ini adalah prosedur rutin dan merupakan keputusan paling tepat jika kondisi pendaratan dianggap tidak stabil. Langkah ini membuktikan bahwa keselamatan adalah prioritas absolut di atas ketepatan waktu mendarat.

Crosswind, Terjangan Angin dari Samping, Juga Jadi Ancaman di Moda Darat

Setelah menunggu beberapa waktu hingga kondisi angin di permukaan melandai, pesawat akhirnya berhasil mendarat dengan selamat tanpa adanya laporan kerusakan pada pesawat maupun cedera pada penumpang. Insiden ini menjadi pengingat penting bagi publik mengenai betapa intensifnya pelatihan yang dijalani oleh para pilot untuk menghadapi momen-momen kritis seperti terjangan angin di Narita.

Keberhasilan pendaratan kedua tersebut mengonfirmasi bahwa standar operasional prosedur (SOP) dan intuisi pilot yang terlatih adalah kunci utama dalam menjaga keselamatan di setiap jengkal operasional penerbangan dunia.

Atasi Masalah Crosswind, Konsep Endless Runway Bisa Jadi Solusi Jitu

Mengenal Jenis Kursi Kereta Ekonomi: dari Posisi Tegak Hingga yang Ternyaman

Menikmati perjalanan dengan kereta api tentunya bisa merasakan kenyamanan saat bepergian hingga tiba di tempat tujuan. Menggunakan berbagai kelas yang di sediakan PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) tentu menjadi pilihan sendiri agar bisa menikmati fasilitas yang diberikan kepada penumpang sebagai prioritas utama. Masyarakat pun pada umumnya memilih kenyamanan atau bahkan hanya sekadar mencari alternatif perjalanan kereta api dengan kelas yang paling murah sekali pun.

Salah satu jenis kelas kereta api yang masih digandrungi atau di gemari para penumpang adalah layanan kelas ekonomi. Pada perjalanan khususnya di Pulau Jawa, kelas ekonomi menjadi salah satu pilihan utama dalam melakukan perjalanan menuju ke kota yang dituju. Alasannya beragam, ada yang menginginkan harga yang lebih murah bahkan memilih untuk merasakan pengalaman berbeda meskipun layanan kelas ekonomi lebih terlihat lebih bagus.

Nah, hal tersebut juga termasuk dalam memilih jenis kursi pada kelas ekonomi. Tujuannya agar merasa nyaman sepanjang perjalanan sampai tujuan. Berdasarkan informasi resmi dari pihak KAI, ada beberapa jenis kursi di kereta ekonomi dengan desain dan fungsi yang berbeda. Supaya tidak salah memilih, ketahui jenis-jenis kursi kereta api ekonomi berikut ini.

1. Kereta Ekonomi dengan Kursi Tegak Lurus
– Kapasitas: 106 tempat duduk dengan AC Split
– Jenis dan layout kursi: Long seat berhadapan dengan konfigurasi 3-2
– Formasi tempat duduk: Tempat duduk yang berhadapan adalah ganjil-genap: 11ABC dengan 12ABC atau 13DE dengan 14 DE
– Posisi tempat duduk: ABC DE
– – A & E: Window Seat (jendela)
– – C & D: Aisle Seat (lorong)
– – B: Kursi tengah
– Keterangan pemesanan: Ditandai dengan kode EKO saat melakukan pemesanan di aplikasi Access by KAI

2. Kereta Ekonomi Kerakyatan

Cegah Bahaya di Perlintasan Kereta Api, Yuk Simak Tips Aman Berikut Ini

Bahaya memang kerap kali mengintai dimana pun saat berkendara dalam keadaan apapun. Sebagai pengendara kendaraan bermotor, masyarakat dituntut untuk selalu fokus dalam menjalankan keamanan dan keselamatan saat mengemudi. Apalagi saat menjalankan kendaraan saat melewati perlintasan kereta api.

Kejadian yang membuat fatal baik dari pengendara maupun perjalanan kereta api tentunya tak kenal waktu. Bahkan masyarakat lebih sering abai dalam berkendara saat melintasi perlintasan kereta api. Meskipun perlintasan kereta api yang di jaga sekalipun, masyarakat seakan tak peduli akan keselamatan. Jika terjadi sesuatu, tentu penyesalan datang terakhir dan menuntut akan kerugian.

Dalam hal tersebut, tentunya keselamatan sangat diutamakan. Banyaknya imbauan maupun informasi tentang tertib dalam berlalu lintas saat melewati perlintasan kereta api sudah tersebar luas di media sosial. Bahkan informasi untuk tidak menerobos saat palang pintu berbunyi dan menutup sudah sering kali dilakukan oleh pemerintah terkait.

Sekali lagi bisa juga untuk dipahami, melintasi perlintasan kereta dengan kendaraan dituntut lebih hati-hati. Salah langkah, tentu nyawa menjadi taruhannya. Hal itu mengingat kereta adalah kendaraan yang wajib diprioritaskan saat di perlintasan kereta. Perlu dipahami pula kereta tidak bisa berhenti tiba-tiba dan mengangkut banyak penumpang sehingga risikonya besar.

Bahkan masyarakat juga harus memahami mengenai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang perkeretaapian menetapkan pada Pasal 124 bahwa “Pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api”. Adanya undang-undang tersebut tentu tak sekadar di lihat, di baca, bahkan hanya di pahami. Namun, masyarakat harus melakukan kewajiban berkendara sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Nah, kabarpenumpang punya tips untuk kalian yang biasa berkendara saat melewati perlintasan kereta api agar lebih tertib dan waspada.

• Jangan Memaksa Berjalan
Jika sinyal suara palang pintu sudah berbunyi, langsung kurangi kecepatan dan berhenti agak jauh dari lokasi palang pintu. Tak perlu memaksa melintas ketika palang pintu sudah bergerak, kalian memang bakal kehilangan waktu karena harus menunggu kereta lewat, tapi itu adalah harga keselamatan.

Jika tidak ada palang pintu, biasanya ada tanda berupa garis peringatan, berhentilah sekitar 1 meter atau lebih dari perlintasan kereta lalu pastikan situasi aman sebelum melintas.

• Selalu Jaga Jarak Aman dengan Kendaraan Lainnya
Biasakan memberi waktu kendaraan di depan melintasi perlintasan kereta rel secara aman sebelum mulai menyusul. Kalian wajib menjaga jarak aman sebagai antisipasi keadaan darurat.

Langkah terbaik yang bisa dilakukan yakni berhenti di depan palang pintu sembari menunggu kendaraan di depan menyeberang dengan aman. Hal ini bisa jadi bikin kalian kena klakson kendaraan lain di belakang, tapi langkah tersebut memastikan risiko buruk berkurang.

• Jalan Licin saat Lewati Perlintasan
Butuh kehati-hatian saat melewati perlintasan kereta karena kontur jalannya berbeda dengan jalan biasa. Apalagi terkadang suka banyaknya krikil yang membuat kondisi jalan tersebut terlihat rusak. Belum lagi umumnya jalan menuju rel kereta api menanjak karena perbedaan ketinggian dan tentunya licin saat mengenai rel kereta.

Usahakan memposisikan roda mobil sejajar rel kereta api saat ingin melintasi. Jangan paksakan jika tidak memungkinkan seperti lalu lintas yang padat, pastikan saja kecepatan mobil cukup rendah dan arah kendaraan bisa dikendalikan. Disarankan juga buat pengemudi mematikan volume musik di kabin untuk mendengarkan kondisi sekitar saat melalui perlintasan.

• Kurangi Kecepatan dan Turunkan Posisi Gigi
Tidak perlu terburu-buru ketika akan melintasi perlintasan kereta dan segera kurangi kecepatan untuk meningkatkan kewaspadaan. Pastikan melihat ke kanan dan kiri terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada kereta yang akan lewat.

Bagi yang mengendarai mobil bertransmisi manual, turunkan posisi gigi ke 1 saat melewati jalur kereta api. Hal ini untuk mencegah mesin mobil mati saat berada di atas rel karena putaran mesin yang tidak stabil. Untuk mobil matic, cukup lepas pedal gas dan biarkan mobil meluncur perlahan. Kamu bisa menjaga kecepatan mobil dengan menginjak pedal rem.

• Jangan Panik dan Pastikan Keselamatan
Apabila kendaraan tiba-tiba mogok di tengah perlintasan tapi belum ada kereta yang akan lewat, sebaiknya tidak perlu panik. Cek panel instrumen untuk memastikan masalah, posisikan gigi transmisi di netral dan nyalakan ulang mesin kendaraan.

Karena panik, bisa saja kamu melupakan prosedur menyalakan mesin seperti menginjak pedal rem untuk mobil matic atau menekan pedal kopling bakal mobil manual. Tentunya prosedur dalam berkendara harus tetap fokus dan selalu utamakan keselamatan. Agar kepanikan tak mengintai saat terjadi sesuatu.

Jalur Perlintasan KA, Masih Jadi Momok Menakutkan

Rencana KRL Lintas Cikarang – Cikampek Makin Matang dan Sudah Tahap Perencanaan Elektrifikasi, Simak Penjelasannya

Perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) di wilayah Jabodetabek sudah semakin banyak dinikmati masyarakat. Apalagi dalam hal beraktivitas keseharian, transportasi masal berbasis rel ini dapat membantu dalam hal mempersingkat waktu. Ditambah lagi dengan biaya yang terjangkau, masyarakat tentu sudah menghemat biaya untuk beraktivitas dengan kondisi yang lumayan padat.

Ya, transportasi KRL ini memang tengah menjadi sorotan apalagi penting adanya pada wilayah yang baru tersentuh dengan perencanaan rute baru ke depan. Pemerintah juga sudah memiliki rencana yang matang untuk meneruskan pembangunan elektrifikasi pada rencana perjalanan KRL untuk rute baru tersebut. Rute ini dirasa sangat penting dilakukan agar masyarakat dapat menikmati transportasi massal dengan mudah.

Salah satunya masih menjadi perbincangan adalah rencana elektrifikasi jalur kereta api Cikarang – Cikampek yang tampaknya semakin terwujud, di mana pemerintah mulai menggelar pertemuan dengan jajaran terkait untuk membahas rencana elektrifikasi jalur tersebut.

Kegiatan ini sejalan dengan Program dalam Rapat Koordinasi Pengembangan Jaringan Perkeretaapian Nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan pada 22 April lalu di Stasiun Tanah Abang.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan rapat pembahasan rencana pembangunan elektrifikasi jalur kereta api lintas Cikarang-Karawang hingga Cikampek bersama Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) wilayah Jakarta dan Banten.

Sejalan dengan arahan tersebut, pembahasan elektrifikasi lintas Cikarang – Cikampek menjadi bagian dari upaya konkret dalam mendorong peningkatan layanan angkutan massal di wilayah aglomerasi Jakarta dan sekitarnya. Ini dilakukan karena adanya permintaan dan pergerakan masyarakat yang cukup tinggi di wilayah Cikarang dan sekitarnya, akan kesediaan angkutan umum massal berbasis KRL.

Terkait hal tersebut, Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api (LLAKA) Kemenhub mengatakan elektrifikasi jalur Cikarang-Cikampek sudah masuk ke dalam Rencana Strategis (Renstra) DJKA 2025-2029. Saat ini, rencana elektrifikasi tersebut telah memasuki tahap review Detail Engineering Design (DED) elektrifikasi Cikarang – Cikampek pada 2011.

Pada tahap penyusunan DED, fokus kegiatan meliputi perancangan teknis berbagai komponen infrastruktur, antara lain pembangunan gardu traksi, pemasangan jaringan Listrik Aliran Atas (LAA), peningkatan stasiun dan pembangunan Depo termasuk stabling. Diharapkan seluruh aspek teknis, operasional, pembiayaan, serta integrasi antarmoda dapat dirancang secara komprehensif sehingga mendukung kelancaran implementasi pada tahap pembangunan.

Dari data yang diperoleh, PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) wilayah Daerah Operasi (Daop) 1 Jaakarta mencatat bahwa pengguna Commuter Line Walahar lintas Cikarang – Purwakarta mencapai 85,9 juta orang per tahun dengan rata-rata 235.000 per hari. Untuk lintas Cikarang – Cikampek jumlah penggunanya meningkat menjadi 1,2 juta orang di 2025, dari sebelumnya 219.000 orang pada 2022. Sedangkan lintas Cikarang – Purwakarta pun meningkat menjadi 4 juta lebih pada 2025, dari sebelumnya 2,1 juta orang pada 2022.

Dengan di rencanakannya elektrifikasi ini berharap dapat meningkatkan pelayanan terhadap pengguna jasa kereta api. Selain itu bisa memangkas waktu tempuh, meningkatkan frekuensi perjalanan, sekaligus menekan emisi. Dan yang terpenting, konektivitas bisa lebih baik sehingga mendorong munculnya pusat pertumbuhan ekonomi baru di sekitar jalur tersebut.

Usianya Lebih dari Satu Abad, Stasiun Karawang Masih Terlihat Megah dan Makin Eksis