Ambisi Baru Rusia: Tupolev Tu-454 Muncul Sebagai Penantang Boeing 787 dan Airbus A350

Setelah resmi berpisah dari proyek patungan CR929 bersama Cina, Rusia kini mulai memamerkan langkah mandirinya untuk kembali ke pasar pesawat komersial berbadan lebar (widebody). Melalui biro desain legendaris Tupolev, Rusia memperkenalkan konsep jet jarak jauh terbaru yang diberi label Tupolev Tu-454.

Mengutip laporan dari Air Data News, konsep Tu-454 ini pertama kali dipamerkan dalam ajang Russian Venture Forum di Kazan. Pesawat ini dirancang sebagai jet bermesin ganda (twin-engine) yang akan mengisi kekosongan armada jarak jauh Rusia, memposisikannya sebagai pesaing langsung bagi Boeing 787 Dreamliner dan Airbus A350 di pasar global.

CRAIC CR929, Kolaborasi Rusia dan Cina di Pasar Pesawat Wide-Body

Spesifikasi dan Kapasitas Berdasarkan maket yang dipresentasikan, Tu-454 diproyeksikan memiliki kapasitas penumpang antara 250 hingga 350 kursi. Menariknya, pesawat ini ditargetkan memiliki jangkauan terbang hingga 15.000 kilometer, sebuah angka yang sangat krusial bagi Rusia untuk menghubungkan wilayahnya yang sangat luas tanpa perlu bergantung pada pesawat buatan Barat yang saat ini terkena sanksi.

Mesin Baru PD-26 Salah satu kejutan teknis dalam konsep ini adalah penggunaan mesin baru berkode PD-26. Sebelumnya, industri penerbangan Rusia lebih banyak membicarakan mesin PD-35 yang lebih besar. Munculnya PD-26 mengindikasikan adanya pergeseran strategi atau pengembangan paralel untuk menyesuaikan dengan kebutuhan daya dorong pesawat kelas menengah-besar seperti Tu-454.

Meski begitu, tantangan besar masih membentang. Baik mesin PD-26 maupun PD-35 masih dalam tahap pengembangan dan belum mencapai tingkat kematangan yang setara dengan mesin Rolls-Royce Trent XWB atau GE GEnx yang digunakan oleh pesawat Barat.

Tantangan Industri dan Sanksi Langkah Rusia menghidupkan kembali merek Tupolev untuk pesawat komersial widebody dipandang cukup berani. Selama beberapa dekade terakhir, Tupolev lebih banyak berfokus pada pesawat militer dan pesawat berbadan sempit (narrowbody), sementara segmen widebody biasanya digarap oleh Ilyushin.

Rusia: “Proyek CR929 Bisa Dilanjutkan Tanpa Menggunakan Komponen dari Pihak Ketiga”

Selain itu, Rusia masih harus berjuang melawan keterbatasan rantai pasok akibat sanksi internasional sejak 2022. Penggunaan material komposit modern dan avionik canggih menjadi tantangan tersendiri bagi industri domestik mereka. Saat ini, program pesawat lain seperti MC-21 dan SJ-100 pun masih terus berjuang untuk mencapai target sertifikasi dan produksi massal.

Hadirnya konsep Tu-454 ini lebih dari sekadar desain pesawat; ini adalah simbol upaya Rusia untuk membuktikan kemandirian teknologinya di tengah isolasi global. Namun, perjalanan dari sebuah maket di pameran hingga menjadi pesawat yang siap mengangkut penumpang di angkasa masih akan memakan waktu bertahun-tahun riset dan uji coba yang panjang.

Rusia: “Proyek CR929 Bisa Dilanjutkan Tanpa Menggunakan Komponen dari Pihak Ketiga”

Mulai 13 April Stasiun Bogor Tutup Akses Jalur 6, 7, dan 8, Bakal Ada Pembangunan Perpanjangan Peron

Pengguna Commuter Line terhitung mulai tanggal 13 April 2026, Stasiun Bogor mulai ada pengalihan peron. Di kabarkan bahwa pembangunan perpanjangan peron akan dilakukan di jalur 6, 7, dan 8. Seiring perkembangan, Stasiun Bogor memang menjadi paling digemari khususnya masyarakat Bogor dan sekitarnya. Mulai dari beraktivitas atau sekadar berwisata, Stasiun Bogor menjadi acuan untuk memudahkan akses transportasi kereta komuter.

Ya, sebagai diketahui bahwa Stasiun Bogor memiliki 8 jalur aktif yang disinggahi Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line. Berbagai seri KRL yang singgah, mewarnai banyaknya jalur di stasiun tersebut. Apalagi Stasiun Bogor merupakan stasiun akhir dengan volume penumpang sangat banyak. Rangkaian KRL yang singgah pun memiliki tiap trainset mulai dari 8 hingga 12 unit.

Namun untuk perjalanan KRL di lintas Bogor (red line), mayoritas KRL yang dioperasikan sebanyak 12 unit (Stamformasi/SF). Maka tak heran, di jalur sepanjang red line ini setiap stasiun sudah memiliki panjang peron yang bisa digunakan rangkaian KRL sepanjang 12 SF. Tapi sangat disayangkan, ternyata Stasiun Bogor belum semua peron bisa digunakan untuk rangkaian KRL 12 SF. Peron tersebut meliputi 6, 7, dan 8.

Maka dari itu Stasiun Bogor akan melakukan pembangunan perpanjangan peron disebutkan. Ini berguna bagi rangkaian KRL dengan panjang 12 SF bisa masuk ke semua peron di Stasiun Bogor. Tak hanya itu, akses tap in dan tap out bagi penumpang KRL pun akan disesuaikan. Perubahan akses tap in dan tap out akan menyesuaikan kondisi Stasiun Bogor saat melakukan pengerjaan pembangunan.

Penutupan jalur tersebut akan dilakukan mulai April sampai Juli 2026 mendatang. Nantinya, operasional kereta hanya berlaku pada jalur 2 sampai 5. Saat pembangunan perpanjangan peron dan jalur yang berpotensi penumpukan, petugas di Stasiun Bogor sudah melakukan antisipasi tersebut.

Nantinya selama masa pekerjaan, beberapa area di Stasiun Bogor akan digunakan untuk mendukung kegiatan konstruksi. Area parkir akan difungsikan sebagai lokasi direksi keet serta mobilisasi alat berat seperti truck mixer dan concrete pump. Selain itu, area eks parkiran staskun juga akan digunakan sebagai jalur mobilisasi menuju lokasi pekerjaan.

Diketahui bahwa berdasarkan data yang tercatat, volume pengguna Commuter Line di Stasiun Bogor terus meningkat dari tahun ke tahun. Jumlah pengguna tercatat sebanyak 11.521.367 orang pada 2022, kemudian meningkat 35 persen menjadi 15.530.705 orang pada 2023. Peningkatan berlanjut pada 2024 sebesar 11 persen menjadi 17.276.284, dan kembali naik 5 persen pada 2025 dengan total 18.171.350 pengguna.

Penyesuaian jadwal kereta dari Stasiun Bogor akan disesuaikan mulai Senin (13/4). Pihaknya juga mengimbau kepada Para pengguna untuk selalu memantau perkembangan jadwal kereta melalui laman resmi media sosial KAI Commuter Line.

Menikmati Perjalanan Kereta Api Tertua di Jawa Barat, Cuma Goceng

Dua Bulan Lagi Stasiun JIS Bakal Beroperasi, Fasilitasnya Apa Saja?

Commuter Line lintas Jakarta Kota – Tanjung Priok kini sudah semakin ramai peminatnya. Meski perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) di jalur tersebut tidak begitu banyak, namun selalu dipadati oleh masyarakat yang melakukan aktivitas sehari-hari. Mulai dari perjalanan transit di Stasiun Kampung Bandan dan Jakarta Kota, hingga destinasi wisata yang bisa memanfaatkan Stasiun Ancol untuk pemberhentian yang praktis.

Kabar yang sudah banyak beredar bahwa Jalur Tanjung Priok (pink line) nantinya akan memilki stasiun baru yang aksesnya berdekatan dengan Stadion Jakarta International Stadium (JIS) yang stadion terbesar di Asia. Ya, pemerintah Jakarta bersama PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) sedang meneruskan pembangunan Stasiun JIS tersebut untuk memudahkan masyarakat bisa mengakses hanya dengan naik KRL.

Tentu rencana pengoperasian Stasiun JIS yang rencana dioperasikan pada Juni 2026 tersebut disambut positif warga sekitar. Karena dengan kehadiran stasiun tersebut dinilai akan mempermudah akses transportasi, terutama bagi warga yang selama ini harus menempuh jarak cukup jauh untuk naik KRL. Namun, saat ini masyarakat masih mengakses menuju Stadion JIS menggunakan Bus TransJakarta maupun sarana ojek yang bisa naik dari Stasiun Ancol.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebutkan pembangunan Stasiun JIS ditargetkan rampung pada Mei 2026. Setelah itu, pengoperasian stasiun direncanakan pada Juni 2026, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta. Meski ditargetkan beroperasi pada Juni 2026 mendatang, Stasiun JIS akan menyiapkan berbagai fasilitas yang siap melayani penumpang KRL.

Sejumlah fasilitas yang disiapkan antara lain pos kesehatan, layanan bagi pengguna prioritas seperti kursi roda, ubin disabilitas, musala, serta toilet. Sementara itu, mesin ticketing akan dipasang setelah struktur bangunan Stasiun JIS selesai. Selain fasilitas, KCI juga menyiapkan petugas pelayanan yang akan ditempatkan di Stasiun JIS, mulai dari petugas pengamanan, kesehatan, hingga layanan penumpang.

Petugas pengamanan tentunya disiapkan dan disiagakan sebanyak empat orang pada setiap dinasannya. Kemudian petugas kesehatan, petugas announcer, passenger service dan petugas loket masing-masing satu petugas pada setiap dinasan. Tak lupa pihak KCI juga menyiapkan petugas kebersihan sebanyak dua orang pada setiap shift.

Seutas Cerita di Balik Kelamnya Stasiun Kampung Bandan

Berjalan Kaki Hingga Belasan Kilometer, Inilah Fakta yang Dilakukan Petugas Pemeriksa Jalan Rel

Sebagai penumpang setia kereta api saat tentu menginginkan perjalanan yang aman dan nyaman. Selain itu ketepatan waktu menjadi nilai tambah bagi masyarakat yang sangat menghargai waktu. Hingga saat ini kereta api memang menjadi transportasi andalan baik aktivitas pekerjaan maupun mengisi liburan. Apalagi kecepatan saat ini sudah bisa mencapai 110 km/jam.

Dibalik itu semua tentunya ada yang memantau, pengecekan bahkan memperbaiki. Setiap pergerakan kereta api yang melintas tak hanya sistem rangkaiannya saja, namun infrastruktur jalan rel juga harus diperiksa.

Mengingat kejadian beberapa hari lalu yang menimpa rangkaian Kereta Api (KA) Bangunkarta rute Jombang – Pasar Senen, anjlok di Bumiayu. Dari anjloknya rangkaian tersebut mengakibatkan perjalanan kereta api lainnya yang melewati Stasiun Bumiayu terpaksa harus memutar.

Banyak yang mengira bahwa anjloknya KA Bangunkarta diakibatkan oleh rel yang mengalami masalah. Ada yang berasumsi rel tersebut memuai, bahkan ada yang menyebut rel tersebut disebabkan oleh sistem wesel yang tidak sempurna. Karena rangkaian tersebut anjlok persis di wesel penghubung antara kedua rel tersebut.

Tapi tahukah kalian, bahwa memang selama di sepanjang rel kereta api ada yang memeriksa hingga melakukan pengecekan secara rutin? Petugas ini melakukan pemeriksaan rel di sepanjang rel antar petak stasiun. Memang terlihat sederhana, namun faktanya risiko pekerjaan tersebut membutuhkan konsentrasi dan fokus yang tinggi.

Ya, dinamakan Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ) tentunya harus memastikan rel dalam kondisi prima demi kelancaran kereta api yang berjalan di atasnya. Setiap harinya PPJ menyusuri rel kereta api dari awal ke stasiun berikutnya (hanya satu petak) pulang-pergi. Jaraknya pun bisa mencapai belasan kilometer, pastinya dengan berjalan kaki.

Biasanya, PPJ dalam satu minggu itu ditetapkan ada 40 jam kerja, dan satu hari diberlakukan 8 jam kerja. Saat melakukan pekerjaan, tugas PPJ pun bisa memakan waktu minimal 3 jam tergantung dari jarak pemeriksaan di lintasan. Untuk berisitirahat pun hanya sebentar sekadar minum untuk menghilangkan dahaga.

Mengecek jalur kereta yang dilakukan PPJ ini bukan cuma rel besinya saja, tapi juga meliputi ballast atau disebut juga pemberat kricak, yakni batu-batu kerikil yang menjadi penempatan bantalan rel.

Jika cuaca buruk pun, PPJ pun tetap menjalankan tugasnya karena potensi risiko yang lebih besar. Seperti memantau sekitar rel kereta api jika sewaktu-waktu ada tanah longsor, rel tertimbun lumpur, pohon tumbang, dan lain sebagainya.

Selain membawa kartu pengenal berlisensi, peralatan yang dibawa PPJ pun bisa dibilang lengkap. Mulai dari kunci Inggris, palu ukuran besar, senter (penerang), rompi, spidol putih, buku Pas Jalan, jas hujan, alat komunikasi (HT) hingga bendera (merah-kuning).

Untuk bendera, PPJ menggunakannya jika terjadi keadaan darurat misalkan ingin mengurangi kecepatan kereta api karena di daerah tersebut terjadi gangguan lintasan, petugas pun menggunakan bendera yang dikibarkan.

Pekerjaan seperti yang dilakukan PPJ ini pun tidak bisa sembarang orang tanpa sertifikasi dan lisensi dari Kementerian Perhubungan. Untuk bisa menjadi PPJ, mereka harus melewati sertifikasi untuk mendapatkan lisensi resmi siap bertugas.

Lalu untuk pelatihan PPJ sendiri, dilakukan selama 2 minggu yang kemudian diikuti dengan tes kompetensi dari Dirjen Perkeretaapian Kemenhub. Jika dinyatakan lulus tes, maka diizinkan berdinas sebagai PPJ.

Baca juga:

Era Baru Perbatasan Eropa: 29 Negara Resmi Aktifkan Sistem Entry-Exit (EES) Digital Secara Serentak

Dunia perjalanan internasional kini memasuki babak baru seiring dengan langkah ambisius 29 negara Eropa yang secara resmi mengaktifkan Sistem Entry-Exit (EES) berbasis digital sepenuhnya. Berdasarkan laporan terbaru dari Travel and Tour World (10/4), sistem otomatis ini dirancang untuk menggantikan metode stempel paspor manual yang telah digunakan selama puluhan tahun di kawasan Schengen.

Dengan aktivasi serentak ini, setiap warga negara non-Uni Eropa yang memasuki wilayah tersebut kini akan didata melalui pemindaian biometrik, mencakup sidik jari dan pengenalan wajah. Langkah ini diambil guna meningkatkan keamanan perbatasan serta memantau durasi tinggal wisatawan secara lebih akurat, sekaligus meminimalisir risiko pemalsuan dokumen perjalanan.

Sebaiknya Anda Tahu, Era Stempel Paspor di Negara Schengen Berakhir pada 10 November 2024

Implementasi EES mencakup hampir seluruh negara anggota Uni Eropa ditambah beberapa negara non-anggota yang masuk dalam wilayah bebas paspor Schengen. Daftar negara yang kini mewajibkan sistem digital ini mencakup destinasi populer seperti Perancis, Jerman, Italia, Spanyol, Belanda, hingga negara-negara Nordik dan Baltik.

Bagi penumpang internasional, sistem ini berarti mereka harus bersiap menghadapi prosedur baru di bandara, pelabuhan, dan stasiun kereta api internasional. Di pintu masuk, wisatawan akan diminta melakukan registrasi data di kios digital yang tersedia sebelum berbicara dengan petugas imigrasi. Data tersebut kemudian akan disimpan di database terpusat selama tiga tahun, sehingga pada kunjungan berikutnya, proses verifikasi diharapkan dapat berjalan lebih cepat melalui pemindaian wajah saja.

Transisi digital penuh ini tidak lepas dari tantangan logistik di lapangan. Otoritas penerbangan dan operator bandara di seluruh Eropa telah memperingatkan kemungkinan adanya antrean yang lebih panjang selama fase awal implementasi ini. Penumpang disarankan untuk tiba di bandara lebih awal dan memastikan dokumen perjalanan mereka dalam kondisi baik untuk dipindai secara digital.

Meski pada awalnya mungkin terasa merepotkan, sistem EES ini diproyeksikan akan membuat perjalanan antarnegara di Eropa menjadi lebih lancar di masa depan karena integrasi data yang lebih baik. Bagi para penumpang asal Indonesia yang merencanakan perjalanan ke benua biru, memahami prosedur digital ini menjadi hal wajib guna menghindari kendala administratif saat melewati pintu pemeriksaan imigrasi Eropa.

Resmi Berlaku! EU Entry/Exit System (EES) Mengubah Perjalanan ke Schengen: Siapa yang Terkena Dampak?

Metro Tehran: Dari Jalur Transportasi Jadi Bunker Perlindungan Saat Perang

Sejarah pembangunan Metro Tehran adalah narasi panjang tentang ketahanan sebuah bangsa di tengah isolasi internasional. Ide pembangunan sistem transportasi bawah tanah ini sebenarnya sudah dicetuskan sejak tahun 1970-an, di masa pemerintahan Syah Iran, dengan bantuan konsorsium asal Perancis.

Namun, Revolusi Islam 1979 dan pecahnya Perang Iran-Irak pada dekade 1980-an memaksa proyek ini mati suri selama bertahun-tahun. Kendala pembangunan tidak hanya datang dari sisi pendanaan, tetapi juga tantangan geografis Tehran yang memiliki kontur tanah keras dan kemiringan yang curam dari utara ke selatan.

Barulah pada tahun 1999, Metro Tehran melakukan debut resminya dengan pembukaan Jalur 5 yang menghubungkan Tehran dengan Karaj, menandai dimulainya era baru mobilitas modern di “Kota Pegunungan” tersebut.

Kini, Metro Tehran telah bertransformasi menjadi jaringan metro terbesar di Timur Tengah dengan tujuh jalur utama yang membentang lebih dari 300 kilometer. Stasiun-stasiunnya dikenal dengan arsitektur yang megah, bersih, dan sangat dalam, seperti Stasiun Tajrish yang berada di kedalaman lebih dari 50 meter di bawah permukaan tanah.

Jaringan ini tidak hanya menghubungkan titik-titik vital ekonomi dan pemerintahan, tetapi juga menjangkau Bandara Internasional Imam Khomeini (IKIA). Di tengah gempuran sanksi, Iran secara mengejutkan mampu memproduksi rangkaian kereta secara mandiri melalui Tehran Wagon Manufacturing, sebuah pencapaian yang membuktikan bahwa ketergantungan pada vendor asing seperti Tiongkok dan Eropa telah jauh berkurang.

Memasuki tahun 2026, di tengah eskalasi konflik yang melibatkan serangan udara dari Amerika Serikat dan Israel, status Metro Tehran bergeser dari sekadar sarana transportasi menjadi infrastruktur pertahanan sipil yang kritikal. Pemerintah Iran secara resmi telah mengaktifkan protokol perlindungan di mana stasiun-stasiun bawah tanah yang sangat dalam kini difungsikan sebagai bunker perlindungan bom (bomb shelter) bagi warga sipil.

Dengan struktur dinding beton yang diperkuat dan kedalaman yang mampu menahan guncangan akibat ledakan konvensional di permukaan, stasiun metro menjadi titik evakuasi utama saat sirene peringatan udara berbunyi. Fasilitas pendukung seperti ventilasi udara khusus dan ketersediaan pasokan air di dalam stasiun menjadikannya perlindungan paling aman di tengah ancaman rudal balistik dan serangan udara.

Meskipun dalam kondisi perang, layanan Metro Tehran tetap beroperasi secara terbatas guna memastikan mobilitas logistik dan personel penting tetap berjalan. Namun, prioritas utama saat ini adalah keselamatan warga, di mana lorong-lorong stasiun kini dipenuhi dengan perbekalan darurat dan posko kesehatan.

Bagi masyarakat Tehran, metro bukan lagi sekadar cara untuk menghindari kemacetan kota yang kronis, melainkan jalur penyelamat (lifeline) yang menawarkan rasa aman di bawah tanah ketika langit di atas mereka dipenuhi oleh gemuruh jet tempur dan dentuman sistem pertahanan udara.

Jembatan Kereta Api Yahya Abad di Iran Lumpuh Akibat Serangan Udara, Jalur Logistik Strategis Terputus

Wow! Bandara-Bandara Ini Memiliki Restoran Bintang 5 di Dalamnya

Tersedianya restoran di pra-sarana transportasi seperti bandara tentu saja memudahkan banyak pihak. Selain mendatangkan keuntungan sendiri bagi bandara dan pihak restoran, calon penumpang yang hendak melakukan perjalanan atau baru saja tiba dari suatu daerah akan dimudahkan untuk mencari makanan apabila lapar. Selain itu, para calon penumpang yang mengalami keterlambatan pemberangkatanpun akan merasa aman apabila suatu saat perutnya keroncongan.

Baca juga: Food District Changi – Inilah Food Court Bandara Terbesar di Dunia

Biasanya, di suatu bandara memiliki banyak jenis tempat makan yang menyajikan menu yang beragam, mulai dari fast food hingga kios snack terdapat di sana. Namun, dari banyak ragam pilihan makanan yang tersedia di sana, biasanya ada 1 restoran yang paling menonjol, entah itu dari pilihan menunya yang menggugah selera, atau tempat yang sebelumnya sudah terkenal di luar. Seperti yang dilansir dari laman thetaste.ie, berikut adalah beberapa restoran kelas wahid yang terdapat di bandara-bandara seluruh dunia.

Plane Food by Gordon Ramsay

Sumber: worldalldetails.com
Sumber: worldalldetails.com

Siapa yang tidak kenal dengan Gordon Ramsay? Celeb-chef kenamaan asal Johnstone, Inggris ini memiliki restoran di London Heathrow terminal 5. Anda akan merasakan sensasi makan makanan bintang 5 dengan menikmati aktifitas dari landas pacu bandara London Heathrow. Ada banyak pilihan makanan yang dapat Anda nikmati di sini, seperti berbagai jenis steak, risotto, dan pudding. Apabila Anda sedang tergesa-gesa karena pesawat yang Anda tumpangi hendak take off, Anda dapat memilih Plane Jet Menu, dimana menu-menu dalam kategori ini tidak memakan waktu lama untuk menyiapkannya.

Legal Sea Foods

Sumber: thepointsguy.com
Sumber: thepointsguy.com

Jika Anda mengunjungi Boston, mungkin perjalanan akan terasa hambar bila tidak mencicipi semangkuk sup krim kerang. Legal Sea Food yang berada di Boston Logan International Airport terminal, B, dan C menyediakan penganan yang selalu disajikan ketika upacara pelantikan presiden sejak tahun 1981. Selain sup krim kerang, Anda juga dapat mencicipi penganan lain seperti olahan kerang Cape Cod yang baru dikupas, dan fish and chips. Slogan dari restoran yang memulai usahanya sebagai pedagang ikan di Cambridgepada tahun 1950-an ini juga terbilang cukup unik, yaitu “If it isn’t fresh, it isn’t legal”, dimana restoran ini amat menjunjung tinggi kesegaran bahan baku yang dipakai.

Dani Garcia DeliBar

Sumber: espaciodeco.com
Sumber: espaciodeco.com

Hadirnya restoran ini di Malaga-Costa del Sol terminal 3 merupakan gagasan dari Michelin bersaudara dan memilih koki Dani Garcia sebagai aktor dibalik makanan lezat yang tersedia di sini. Dani Garcia sendiri merupakan salah satu koki ternama yang siap untuk menawarkan sajian perpaduan Spanyol dan Andalusia kepada para pengunjung. Restoran ini terkenal akan snack dan menu-menu ringan lainnya, seperti cherry gazpacho, pringá croquettes dan the oxtail pig burger.

Brasserie Flo

Sumber: parisaeroport.fr
Sumber: parisaeroport.fr

Restoran yang berada di Bandara Charles de Gaulle, Paris, Terminal 2F ini menyajikan beberapa penganan tradisional, seperti Chateaubriand panggang dengan saus béarnaise, sole meuniere, crème brulee dengan saus bourbon-vanilla. Nuansa Paris yang kental yang dihadirkan oleh Brasserie Flo seolah dibangkitkan kembali setelah Anda berpisah dengan Negara yang terkenal dengan menara Eiffel tersebut. Apabila Anda dalam kondisi buru-buru, Anda dapat memesan menu ekspres yang siap disajikan di bawah 30 menit.

Globe@YVR

Sumber: fairmont.com
Sumber: fairmont.com

Restoran yang berada di Bandara Internasional Vancouver, Fairmont Vancouver Airport Hotel ini menyajikan sajian terbaik khas British-Columbian dengan menggunakan bahan baku pilihan seperti Seared Qualicum Bay Scallops, Fraser Valley Raised Duck dan Pacific Salmon. Anda dapat menikmati semua menu ini dalam balutan desain klasik yang menjadi ciri dari restoran Globe@YVR. Jangan lupa, apabila semua hidangan telah selesai disantap, anggur (wine) lokal yang berasal dari perkebunan di Okanagan Valley siap menjadi menu pencuci mulut yang siap disajikan untuk Anda.

“Irex”, Bahan Bakar Andalan Pengemudi Bus Nakal

Banyak yang bilang, orang Indonesia juara pertama soal akal-akalan, termasuk mengakali biaya bahan bakar kendaraan supaya lebih irit. Untuk urusan ini, pengemudi bus boleh jadi sudah hafal di luar kepala.

Baca juga: Continental, Legenda Bus Malam Eksekutif dengan Segala Keunikannya

Teknik eco driving atau istilah lokalnya “menyekolahkan” kaki kanan nyatanya belum cukup bagi mereka. Agar uang yang dibawa pulang lebih banyak, mereka kerap mencampur solar dengan minyak lain yang bikin kita geleng-geleng kepala.

Tentu saja, hal itu tidak berlaku bagi pengemudi yang menjalankan sistem “solar cor” atau biaya bahan bakar ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan. Demikian halnya dengan perusahaan yang mengharuskan bus untuk mengisi bahan bakar di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) tertentu.

Hingga pertengahan dekade 2000-an, saat minyak tanah masih murah atau disubsidi harganya oleh pemerintah, tak sedikit pengemudi yang mencampurkan solar dengan bahan bakar kompor itu. Campuran tersebut disebut “irek” atau “irex”, singkatan dari “irit dan ekonomis”.

Entah siapa yang menemukan ide penggunaan minyak tanah untuk campuran solar. Namun yang jelas, praktik ini sudah berjalan sejak akhir 1990-an pascakrisis moneter 1998. Ditandai dengan munculnya warung-warung dengan jeriken besar berisi minyak di sepanjang Jalur Pantai Utara Jawa (Pantura).

Yoso, pengemudi truk ekspedisi yang sebelumnya sempat malang melintang di sejumlah perusahaan otobus (PO) mengaku sempat menjadi pengguna setia “irex”. Alasannya satu, supaya uang yang dibawa pulang bisa lebih banyak.

“Dulu saya bawa bis malam setoran. Pokoknyq juragan enggak mau tahu, balik garasi kudu setor segitu, enggak boleh kurang. Kalau di jalan penumpang sepi atau macet solar habis banyak juga sama. Diakali saja lah pakai “irex” itu,” ujarrnya.

Yoso tak ingat berapa selisih pasti harga antara solar murni dan “irex”. Tetapi yang jelas, berkat “irex” dia bisa menghemat nyaris separuh dari biaya bahan bakar normalnya.

Dia menjelaskan “irex” yang dijual di warung-warung sepanjang Jalur Pantura tidak hanya satu macam. Ada yang hanya dicampur minyak tanah, ada yang dicampur oli bekas, dan ada pula yang dicampur dengan minyak goreng.

“Minyak tanah dicampur solar, minyak tanah empat jeriken ukuran 25 liter tambah solar dua jeriken. Udah full sampai tujuan. Ada juga yang pakai oli bekas atau tambah minyak goreng. Cuma saya waktu itu jarang, takut bospom [pompa solar] mampet,” tuturnya.

Tentu saja, praktik nyeleneh itu ada konsekuensinya ke mesin kendaraan. Selain pompa solar berisiko mampet di tengah perjalanan, “irex” juga membuat mesin kendaraan cepat rusak lantaran suhu mesin bisa jauh lebih panas dari semestinya.

Pihak yang paling dirugikan sudah jelas adalah perusahaan atau pemilik kendaraan. Oleh karena itu, perusahaan memberikan sanksi keras, termasuk pemecatan bagi pengemudi yang ketahuan mengisi bahan bakar kendaraan menggunakan “irex”.

“Ketahuan biasanya dipecat, mobil kan jadi cepat rusak. Biasanya ketahuan pakai “irex” itu dari asapnya, apalagi yang ada campuran oli bekas. Asapnya ngebul putih, baunya enggak enak, pedih di mata. Suara mesin juga kasar biasanya,” ujar Yoso.

Seiring dengan pengalihan subsidi minyak tanah ke liquified petroleum gas (LPG)/elpiji 3 kg, “irex” menghilang. Sebagian penjual yang masih tersisa biasanya hanya menjajakan campuran solar dan minyak goreng.

Baca juga: Inilah Deretan Fasilitas Nyaman di Bus AKAP, Siap Memanjakan Bus Mania

“Kalau sekarang minyak [goreng] mahal ya enggak mungkin lah ada lagi. Solar udah paling murah harganya, goceng lebih sedikit ya diisinya solar. Biar mobil bisa lari ada juga sopir yang suka tambahin Pertamax atau Pertamax Plus 1-2 liter ke tangki setelah solar full,” ungkapnya. (Bisma Satria)

Penumpang Wajib Tahu, Ini Serba-serbi Inflight WiFi Singapore Airlines

Sebagai salah satu maskapai terbaik di dunia, Singapore Airlines sangat memperhatikan kebutuhan penumpang. Salah satunya inflight WiFi atau WiFi dalam penerbangan. Hampir di semua armada maskapai, mulai dari Boeing 737 MAX modern hingga Airbus A380, semuanya dilengkapi WiFi onboard.

Baca juga: Ke Singapura Naik Singapore Airlines, Bisa Pinjam WiFi Router dan Akses Internet Gratis!

Tak hanya menyediakan, maskapai nasional Singapura itu juga menawarkan inflight WiFi gratis untuk penumpang first class dan paket WiFi gratis untuk penumpang kelas bisnis.

Meski layanan inflight WiFi Singapore Airlines sudah masyhur diketahui, namun, masih banyak pertanyaan terkait itu. Karenanya, berikut rangkuman serba-serbi inflight WiFi Singapore Airlines seperti dikutip dari executivetraveller.com.

1. Apakah Singapore Airlines memiliki WiFi di semua penerbangan?

Hampir semua penerbangan Singapore Airlines memilikinya (inflight WiFi). Sebagai maskapai internasional yang sama sekali tak memiliki layana domestik, hal itu sudah menjadi harga mati bagi maskapai.

Armada maskapai, seperti Airbus A350 dan A380, Boeing 787-10 dan Boeing 777-300ER, dan Boeing 737 MAX 8. Seluruhnya dilengkapi WiFi. Hanya ada satu armada yang tidak dilengkapi, yaitu Boeing 737-800. Meski begitu, ia memiliki sistem WiFi untuk streaming hiburan seperti film ke perangkat elektronik penumpang.

2. Berapa biaya WiFi Singapore Airlines?

Ada empat paket inflight WiFi yang tersedia, mulai dari paket Chat seharga US$3,99 untuk kuota 30MB, Pro seharga US$9,99 untuk kuota 100MB, Premium US$15,99 untuk kuota 200MB, dan Surf US$15,99 dengan akses unlimited selama tiga jam.

3. Apakah Singapore Airlines punya WiFi gratis?

Singapore Airlines menawarkan paket WiFi gratis untuk semua penumpang, tergantung pada kelas perjalanan dan keanggotaan KrisFlyer loyalty program Singapore Airlines.

  • Penumpang first class Singapore Airlines dan A380 Suites dapat akses WiFi gratis unlimited
  • Penumpang kelas bisnis Singapore Airlines dapat WiFi gratis 100MB
  • Member PPS Club Singapore Airlines yang duduk di kursi kelas ekonomi premium dan ekonomi dapat gratis WiFi 100MB
  • Member KrisFlyer Singapore Airlines yang duduk di kursi ekonomi premium dan ekonomi mendapat WiFi paket Chat gratis selama 2 jam.
  1. WiFi gratis Singapore Airlines with Boingo bagi pengguna Mastercard

Pemegang kartu kredit Mastercard di seluruh dunia mendapat akses 1 juta WiFi premium gratis dan unlimited di banyak tempat di dunia, termasuk di pesawat Singapore Airlines.

5. Berapa kecepatan inflight WiFi Singapore Airlines?

Untuk mendownload atau mengunduh file, kecepatan WiFi-nya mencapai 1-8 Mbps. Sedangkan untuk mengunggah file, kecepatanya lebih kecil mencapai 1-2 Mbps.

6. Pengalaman menggunakan inflight WiFi Singapore Airlines

Pada umumnya inflight WiFi Singapore Airlines tidak sebaik di darat. Namun, tidak terlalu buruk juga sehingga tidak bisa dipakai. Bisa dibilang koneksinya cukup lumayan untuk membuat penumpang tetap terhubungan dengan bisnis dan pekerjaan di darat.

7. Apakah penumpang harus gunakan aplikasi SIA untuk mengakses WiFi?

Jawabannya adalah tidak perlu. Penumpang cukup mengaktifkan WiFi di ponsel, laptop, dan perangkat elektronik lainnya.

Baca juga: Singapore Airlines Rilis Tarif Baru WiFi Onboard

8. Bagaimana cara mengakses atau menghubungkan perangkat ke WiFi Singapore Airlines?

Pertama-tama, aktifkan mode penerbangan di perangkat, kemudian aktifkan WiFi, temukan jaringan KrisWorld, kemudian penumpang langsung terhubung ke WiFi jika mendapat akses gratis atau harus membeli paket terlebih dahulu.

9. Bisakah penumpang gunakan WiFi di lebih dari satu perangkat dalam satu waktu?

Tidak bisa. Penumpang hanya bisa mengakses inflight WiFi Singapore Airlines di satu perangkat dalam satu waktu.

Listrik Padam, Operasional Stasiun Commuter Line dan MRT Jakarta Sempat Terganggu

Pengguna transportasi umum berbasis rel pada jam-jam kerja terlihat sangat meningkat secara signifikan. Apalagi membludaknya di stasiun tertentu yang paling banyak penggunanya hingga kepadatan terkadang sulit dihindari. Saat menjelang sore hari tingkat kepadatan pengguna transportasi kereta pun terlihat saat masyarakat telah usai beraktivitas.

Namun, bagaimana jika terjadi kendala di area stasiun saat lagi padat-padatnya penumpang yang hendak pulang beraktivitas menggunakan kereta. Ya, kejadian tersebut dialami di salah satu stasiun Commuter Line, yaitu Stasiun Duri. Dari keterangan pers menyebutkan bahwa telah terjadi pemadan listrik di wilayah sekitar Jakarta Barat dan area Stasiun Duri pada Kamis malam, (9/4 ) pada pukul 18.10 WIB.

Meskipun pemadaman terjadi di Stasiun Duri yang tampak gelap gulita, namun KAI Commuter menyampaikan bahwa untuk layanan perjalanan Commuter Line di Stasiun Duri tidak mengalami kendala. Untuk layanan perjalanan Commuter Line Tangerang dan Commuter Line Cikarang di Stasiun Duri dikabarkan tetap berjalan normal untuk naik dan turun penumpang.

Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan menyampaikan bahwa pasokan aliran listrik dari PLN padam untuk wilayah sekitar Stasiun Duri mengalami pemadaman, hal ini juga menyebabkan lampu penerangan juga padam di Stasiun Duri. Namun demikian, beberapa fasilitas untuk layanan pengguna masih tetap beroperasi normal dengan pasokan aliran listrik dari fasilitas genset stasiun.

Selang beberapa jam, tepatnya pada pukul 19.40 WIB, aliran listrik dari PLN kembali normal dan penerangan Stasiun Duri serta fasilitas layanan pengguna lainnya kembali bisa beroperasi. Kemudian operasional Stasiun Duri pun kembali normal seperti biasa.

Lebih lanjut Leza menambahkan meskipun terjadi pemadaman untuk layanan penjualanan tiket dan operasional gate elektronik untuk tap-in dan tap-out berjalan normal, sehingga untuk proses keluar masuk pengguna di Stasiun Duri tidak terganggu.

Selain pemadaman yang terjadi di Stasiun Duri, ternyata pemadaman listrik juga berimbas pada layanan MRT Jakarta. Dikabarkan bahwa operasional moda transportasi MRT Jakarta pada petang hari sempat mengalami gangguan. Matinya aliran listrik membuat banyak fasilitas penunjang di beberapa stasiun tidak berfungsi optimal, termasuk lift.

Peristiwa tersebut terjadi di Stasiun Lebak Bulus yang sempat memicu kepanikan, namun seluruh orang yang ada di dalam lift berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Proses evakuasi berlangsung cepat setelah pihak terkait berkoordinasi yang dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk petugas MRT dan pemadam kebakaran.

Proses evakuasi dengan sigap oleh petugas gabungan dari MRT Jakarta, Pemadam Kebakaran Jakarta Selatan, serta tenaga medis dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Petugas pun berhasil menyelamatkan sepuluh orang yang terjebak lift di Stasiun MRT Lebak Bulus akibat kendala pasokan listrik sebabkan gangguan operasional dan seluruhnya dalam keadaan selamat.

Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jakarta Raya, Haris Andika menyebut bahwa peristiwa yang menghebohkan warga ini dipicu oleh adanya gangguan pada suplai kelistrikan yang mengaliri sejumlah titik di ibu kota. Ia menambahkan bahwa proses pemulihan daya masih terus diupayakan oleh petugas di lapangan agar aktivitas masyarakat kembali normal.

Tak Hanya Satu, Ada 4 Stasiun MRT Singapura yang Terkenal Angker