Cina Tampilkan Prototipe CR450, Kereta Cepat Next Generation Tembus 450 Km per Jam

CR450 yang diresmikan di Beijing pada 29 Desember, telah mencapai kecepatan uji hingga 450 kilometer per jam dan kecepatan operasional 400 kilometer per jam, demikian menurut Kementerian Transportasi Cina.

Setelah beroperasi secara komersial, kereta ini bisa menjadi kereta berkecepatan tinggi tercepat di dunia, melampaui model CR400 saat ini, yang memulai debutnya pada tahun 2017 dan beroperasi pada kecepatan 350 kilometer per jam.

Tak Lama Lagi, Penumpang di Cina Dapat Nikmati Konektivitas 5G di Kereta Berkecepatan 1.000 Km per Jam

Prototipe CR450 dikembangkan oleh CRRC Changchun Railway Vehicles dan CRRC Sifang Co., Ltd. – atas keunggulannya dalam kecepatan operasional, efisiensi energi, pengendalian kebisingan, dan kinerja pengereman. Tampilan interior gerbong kelas ekonomi pada kereta peluru CR450AF.

Menurut harian China Daily, CR450 telah menjalani lebih dari 3.000 simulasi dan lebih dari 2.000 uji platform untuk memenuhi tuntutan ketat operasi komersial.

Pengujian jalur dan penyempurnaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan kereta ini memenuhi semua standar yang diperlukan untuk operasi komersial, kata China State Railway Group.

Dalam dekade terakhir, Cina telah menjadi pemimpin dunia yang tak terbantahkan dalam pengembangan kereta api, membangun ribuan kilometer rel kereta api baru yang menjangkau hampir setiap sudut negara. Jaringan relnya membentang lebih dari 160.000 kilometer, termasuk lebih dari 46.000 kilometer jalur kereta api berkecepatan tinggi, menurut kementerian transportasi Cina.

Kereta api berkecepatan tinggi telah lama menjadi alternatif yang efektif untuk perjalanan udara untuk perjalanan hingga 700 mil, menghubungkan orang-orang yang bepergian antara kota-kota besar dan daerah pedesaan di negara ini dengan mudah dan nyaman.

Ungkap Misteri Jeju Air Flight 7C 2216, Cockpit Voice Recorder (CVR) “Kotak Hitam” Dibawa ke Amerika Serikat

Investigasi kecelakaan Jeju Air Flight 7C 2216 sedang berlangsung, dengan perekam suara kokpit – Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat Boeing 737-800 Jeju Air sedang dibawa ke Amerika Serikat.

Seperti dikutip cbsnews.com (1/1/2024), pejabat Korea Selatan telah berjanji untuk mencari tahu apa yang menyebabkan pesawat penumpang Boeing 737-800 yang dioperasikan oleh Jeju Air jatuh dan terbakar saat mencoba mendarat selama akhir pekan, menewaskan semua kecuali dua dari 181 orang di dalamnya.

Beberapa hari setelah kecelakaan, masih banyak pertanyaan daripada jawaban tentang bencana penerbangan terburuk di negara itu dalam beberapa dekade.

Mengenal Jeju Air, Maskapai Berbiaya Murah asal Negeri Ginseng yang Layani Penerbangan ke Batam dan Bali

Pihak berwenang memerintahkan pemeriksaan segera terhadap semua pesawat 737-800 yang dioperasikan oleh maskapai penerbangan negara itu — puluhan pesawat secara total — setelah kecelakaan itu, tetapi masih belum ada indikasi yang jelas apakah kerusakan sistem, kesalahan manusia, atau beberapa kombinasi faktor yang menyebabkan bencana tersebut.

Para ahli dari Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS (US National Transportation Safety Board/NTSB), Badan Penerbangan Federal (Federal Aviation Administration), dan Boeing berada di lapangan untuk memeriksa lokasi kecelakaan, dan NTSB akan memainkan peran penting dalam menguraikan data dari “kotak hitam” pesawat, yang merekam informasi dari kokpit dan sistem pesawat.

Para pejabat telah memperingatkan bahwa mungkin butuh waktu berbulan-bulan sebelum jawaban yang jelas muncul. Berikut ini adalah hal-hal yang diketahui tentang kecelakaan Jeju Air, dan beberapa pertanyaan utama yang muncul setelah tragedi tersebut.

Penerbangan Jeju Air 7C 2216 berangkat dari Bangkok, Thailand, dan mendekati Bandara Internasional Muan di Korea Selatan bagian selatan untuk pendaratan terjadwal pada hari Minggu.

Mengapa Data di Kotak Hitam Tidak Diteruskan Secara Live Streaming? Ini Alasannya

Setelah upaya pendaratan awal yang gagal, Boeing 737-800 menerima peringatan bird strike dari air traffic control Pesawat kemudian naik lagi sebelum mencoba mendarat untuk kedua kalinya.

Dua menit kemudian, awak pesawat mengirimkan sinyal bahaya dan mencoba mendarat di landasan pacu yang berbeda. Pesawat mendarat tiga menit kemudian tanpa menurunkan roda pendaratan hidungnya.

Pesawat itu meluncur di landasan pacu dengan kecepatan tinggi, melewati ujung landasan pacu dan menabrak pagar beton, lalu meledak menjadi bola api. Yang selamat dalam kecelakaan maut ini adalah dua awak yang diselamatkan dari bagian ekor.

Pengamat mengatakan video kecelakaan itu menunjukkan pesawat itu diduga mengalami masalah mesin, tetapi kerusakan roda pendaratan kemungkinan menjadi alasan utama kecelakaan itu.

Teknologi Baru CVR dan FDR Sukses Disertifikasi! Kini “Kotak Hitam” Bisa Rekam Hingga 70 Jam

Sulap Bus Reyot, Ecotact Hadirkan Bus Toilet Berfasilitas Lengkap!

Ingat dengan Bikun? Bus legendaris yang menjadi ikon dari Universitas Indonesia (UI) ini ada yang dialokasikan menjadi fondasi dari sebuah café di salah satu fakultasnya. Nah, bagaimana dengan bus-bus tua lainnya yang sudah tidak layak lagi untuk beroperasi?

Baca Juga: Airavat, Bus AKAP dengan Fasilitas Mini Bar dan Toilet Kering

Akankah besi-besi rongsok tersebut akan berakhir di tempat peleburan, atau dimanfaatkan untuk hal lain yang lebih bermanfaat? Untuk sebagian bus, mungkin akan mengakhiri perjalanannya di tempat peleburan, namun tidak dengan bus yang ada di Afrika.

Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman standardmedia.co.ke, bus-bus yang sudah tidak layak beroperasi didandani sedemikian rupa sehingga beralih fungsi menjadi bus toilet bernama Toilet Iko. Bus berkapasitas 52 penumpang ini disulap oleh David Kuria, seorang asal Kenya yang memiliki angan untuk mengubah cara pandang semua orang terhadap toilet hingga pola hidup setiap orang yang lebih sehat.

Merek dagang yang berdiri sejak 2007 ini bernaung di bawah nama besar Ecotact, perusahaan sosial yang berupaya menemukan cara inovatif untuk mengatasi masalah sanitasi di Afrika. Memang, beberapa daerah di Afrika terkenal dengan level kesehatannya yang berada di bawah rata-rata, maka pemandangan orang-orang yang buang air besar di tempat terbuka seperti sungai atau kebun bukanlah masuk ke dalam kategori langka di Benua Hitam ini. Hal ini pula yang menggugah jiwa sosial David untuk merubah kebiasaan yang tidak sehat tersebut.

“Berbeda dengan toilet tradisional, Toilet Iko mampu melayani lebih banyak orang. Tidak sampai di situ, toilet ini juga menyediakan kamar mandiyang bisa digunakan oleh siapa saja,” ungkap Kevin Ng’ang’a, Head of Logistics and Marketing Toilet Iko. “Biaya sewa satu bus dibanderol dengan harga Sh50.000 (Rp 6,5 juta) hingga Sh60.000 (Rp 7,8 juta),” imbuhnya.

Layaknya toilet di kebanyakan tempat, bagian wanita dan pria dibedakan. Terdapat dua toilet duduk dan dua toilet berdiri di sektor pria. Sedangkan di bagian toilet perempuan terdapat dua toilet duduk dan satu kamar mandi, lengkap dengan sebuah kaca besar dan hiasan bunga yang membuat toilet ini tampak lebih feminim dan menarik.

Baca Juga: TransJakarta Luncurkan Smart Toilet Perdana di Halte Monas dan Balai Kota

Standar kelayakan toilet mewah juga tersematkan pada Toilet Iko. Mulai dari musik, pencahayaan yang pas, sistem pembuangan yang baik, pengharum ruangan, cermin, hingga pajangan bunga yang akan meningkatkan nilai estetika dari moving-toilet ini. Untuk sistem pengairan, setiap bus dapat mengangkut sekitar 3.000 liter air yang disimpan pada bagian atas, dan bus ini juga mampu menampung ‘limbah’ hingga 4.000 liter, yang nantinya akan dikeringkan ketika waktu operasional telah berakhir.

Jika dari deskripsi di atas, Toilet Iko nampaknya lebih menarik ketimbang bus toilet yang dulu sering mangkal di seputaran Monumen Nasional (Monas). Namun jangan melulu dilihat dari segi penampilannya saja, melainkan fungsi dari kehadiran dua moda yang sudah bertransformasi ini dapat dijadikan acuan untuk lebih menjaga lingkungan.

Kehadiran moda serupa tentu akan sangat dihargai oleh para pecinta konser musik outdoor, dimana di acara seperti ini kehadiran bus toilet sangatlah penting, mengingat kondisi venue yang tidak melulu dilengkapi dengan kamar kecil.

Roda Pendarat Pesawat Tidak Mau Keluar Jelang Landing, Inilah Potensi Penyebabnya

Permasalahan teknis pada pesawat dapat terjadi kapan dan di mana saja. Di antara beragam kasus yang mengemuka, adalah tidak turunnya roda pendaratan menjelang proses landing. Bila itu terjadi, maka pilot harus mengambil beberapa langkah untuk pendaratan darurat, yang salah satunya adalah belly landing.

Baca juga: Roda Pendarat di Bawah Hidung Pesawat Ditarik Kedepan, Ada Kaitan depan Aspek Keamanan

Namun, ada baiknya bagi Anda untuk memahami beberapa penyebab roda pendarat yang dalam beberapa kasus sampai tidak keluar. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan roda pesawat tidak keluar sebelum pendaratan. Ini adalah situasi yang sangat kritis dan memerlukan penanganan profesional oleh awak pesawat dan personel darat. Beberapa kemungkinan penyebabnya adalah:

1. Kerusakan Sistem Landing Gear
Sistem roda pendaratan (landing gear) pada pesawat terdiri dari banyak komponen dan sistem yang kompleks. Kerusakan pada sistem ini, seperti masalah hidraulik atau mekanikal, bisa menghambat keluarnya roda pendaratan.

2. Masalah Hidraulik
Sistem hidraulik memungkinkan roda pendaratan untuk dikeluarkan dan ditarik. Jika ada kebocoran atau masalah dengan sistem hidraulik, roda pendaratan mungkin tidak berfungsi dengan benar.

3. Masalah Listrik
Beberapa pesawat memiliki sistem pendorong roda pendaratan yang menggunakan tenaga listrik. Masalah dengan sistem listrik atau kelistrikan pesawat bisa menyebabkan roda tidak dapat ditarik atau dikeluarkan.

4. Kesalahan Awak Pesawat
Meskipun jarang terjadi, kesalahan dalam operasi roda pendaratan oleh awak pesawat bisa saja terjadi, seperti kegagalan untuk mengaktifkan mekanisme pendorong roda.

5. Penghalang Fisik
Ada kemungkinan bahwa ada benda asing atau penghalang lain yang menghalangi gerakan roda pendaratan, sehingga mencegahnya keluar.

6. Kerusakan Fisik Pada Pesawat
Tabrakan, benturan, atau insiden lain yang menyebabkan kerusakan fisik pada pesawat bisa berdampak pada sistem roda pendaratan.

Baca juga: Insiden PIA Flight 300 – Pilot Boeing 747-200 Lupa Menurunkan Roda Pendarat

Jika roda pendaratan tidak keluar sebelum pendaratan, awak pesawat akan mengikuti prosedur darurat yang telah dilatihkan secara ketat. Prosedur ini bisa melibatkan berbagai langkah, termasuk pengujian sistem, upaya manual untuk mengeluarkan roda, dan komunikasi intensif dengan personel darat dan otoritas penerbangan.

Dalam situasi ekstrem, darurat pendaratan dapat direncanakan di landasan yang lebih panjang dan cocok untuk menerima pendaratan tanpa roda pendaratan yang terkunci (belly landing).

Bandara Internasional Muan, Jadi Saksi Bisu Musibah Tragis Jeju Air Flight 2216

Namanya tidak setenar Incheon, namun nama Bandara Internasional Muan di Korea Selatan mendadak menjadi pusat perhatian dunia, yakni setelah musibah yang menimpa pesawat narrow body Boeing 737-800 milik Jeju Air (Jeju Air Flight 2216).

Baca juga: Mengenal Jeju Air, Maskapai Berbiaya Murah asal Negeri Ginseng yang Layani Penerbangan ke Batam dan Bali

Dalam usahanya melakukan pendaratan darutat dengan belly landing, pesawat di ujung runway menambrak pemtasan dan meledak dahsyat, menewaskan 179 orang di dalamnya.

Bandar Udara Internasional Muan (IATA: MWX, ICAO: RKJB) terletak di Muan County, Provinsi Jeolla Selatan, dan berjarak sekitar 400 kilometer dari Seoul.

Bandara Muan hanya memiliki satu landasan pacu (runway) dengan panjang 2.800 meter dan lebar 45 meter. Bandara ini mulai dibangun pada tahun 1997 dan resmi dibuka pada 8 November 2007. Bandara ini melayani wilayah Provinsi Jeolla Selatan, khususnya kota Gwangju, Mokpo, dan Naju.

Bandara ini memiliki kapasitas untuk menangani berbagai jenis pesawat komersial, termasuk Boeing 737-800, yang sering digunakan oleh maskapai seperti Jeju Air.

Selain itu, bandara ini dikelola oleh Korea Airports Corporation dan memiliki fasilitas yang memadai untuk melayani penumpang domestik dan internasional.

Bandar Udara Internasional Muan berada di wilayah barat daya Korea Selatan dan dekat dengan sejumlah kota serta objek wisata yang menarik, baik untuk wisatawan domestik maupun mancanegara. Seperti Mokpo, kota pelabuhan yang terkenal dengan pemandangan lautnya dan Gwangju, kota metropolitan di Korea Selatan dengan sejarah budaya yang kaya.

Yuk Kenali AREX – Kereta Ekspress yang Hubungkan Bandara Incheon dan Kota Seoul

Mengenal Jeju Air, Maskapai Berbiaya Murah asal Negeri Ginseng yang Layani Penerbangan ke Batam dan Bali

Hari minggu, 29 Desember 2024, duka mendalam datang dari Negeri Gingseg, setelah pesawat narrow body Boeing 737-800 milik Jeju Air mengalami kecelakaan tragis di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan. Kecelakaan penerbangan Jeju Air Flight 2216 yang diduga akibat bird strike telah menewaskan 179 orang, sementara hanya 2 orang yang selamat.

Baca juiga: Bird Strike! Masih Jadi Momok Menakutkan dalam Dunia Penerbangan

Nama Jeju Air pun menjadi ‘naik daun’ pasca musibah tersebut. Tapi tahukan Anda tentang Jeju Air, inilah maskapai berbiaya murah (low cost carrier) asal Korea Selatan, yang juga melayani penerbagan reguler ke Indonesia (Batam dan Bali).

Jeju Air adalah maskapai yang berbasis di Pulau Jeju, Korea Selatan. Sebagai LCC, maskapai ini dikenal karena menawarkan tiket dengan harga terjangkau dan layanan dasar, sejalan dengan model bisnis maskapai berbiaya rendah.

Jeju Air didirikan pada tahun 2005, sebagai hasil kolaborasi antara Aekyung Group, sebuah konglomerat Korea Selatan, dan Pemerintah Provinsi Jeju. Tujuan utama berdirinya Jeju Air adalah untuk meningkatkan konektivitas Pulau Jeju dengan bagian lain Korea Selatan serta mendukung sektor pariwisata.

Jeju Air mempunya hub utama di Bandar Udara Internasional Jeju (CJU), Bandar Udara Internasional Gimpo (GMP) di Seoul dan Bandar Udara Internasional Incheon (ICN).

Jeju Air dan Eve Air Mobility Luncurkan Buku Putih Operasional eVTOL di Pulau Jeju

Pada tahun 2009, Jeju Air mulai mengoperasikan penerbangan internasional, dengan rute perdana ke Bangkok, Thailand. Jeju Air kemudian memperluas layanan ke destinasi di Asia Timur (Jepang, Tiongkok, Taiwan) dan Asia Tenggara (Vietnam, Filipina, dan Indonesia).

Untuk armada, Jeju Air fokus pada Boeing 737-800, pesawat yang ideal untuk penerbangan jarak pendek hingga menengah, memungkinkan operasi yang efisien dan hemat biaya.

Hingga Januari 2024, Jeju Air mengoperasikan 42 pesawat, terdiri dari Boeing 737-800 dan Boeing 737-8. Menurut sumber lain, Jeju Air memiliki 43 pesawat yang melayani 44 destinasi dengan 62 rute penerbangan, dan jumlah penerbangan sebanyak 271,5 penerbangan per hari.

Untuk destinasi ke Indonesia, Jeju Air melayani rute Incheon (Seoul) – Denpasar (Bali) tujuh kali per minggu yang dimulai pada 27 Oktober 2024. Sementara rute Incheon (Seoul) – Batam tiga kali per minggu yang dimulai pada 16 Oktober 2024.

Khusus ke Pulau Jeju, Bertandang ke Korea Selatan Memang Tak Perlu Visa

24 Tahun Lalu, Ledakan Beruntun Terjadi di Metro Manila, Korban Tewas Terbanyak di Stasiun Blumentritt

Dua puluh empat tahun silam, yang bertepatan dengan 30 Desember 2000 terjadi ledakan di sekitar Metro Manila di Filipina yang menewaskan 22 orang dan ratusan orang lainnya menderita luka berat serta ringan. Ledakan ini terjadi secara beruntun di beberapa tempat dalam kurun waktu beberapa jam.

Baca juga: Bom di Kereta Bawah Tanah, Lumpuhkan Transportasi Metro di St. Petersburg

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, ledakan tersebut terjadi di lima lokasi berbeda dan bom yang meledak hampir bersamaan dalam kurun waktu sejam. Ledakan bom pertama terjadi di Plaza Ferguso di Malate, Manila dan letaknya kurang dari 100 meter dari Kedutaan Besar Amerika Serikat.

Kemudian ledakan kedua terjadi di sebuah pom bensin di luar kawasan pusat bisnis Makati dan di sini ada dua orang polisi tewas. Ledakan ketiga terjadi di area penanganan kargo di Bandara Internasional Ninoy Aquino yang kemudian berlanjut alat peledak diledakkan di dalam bus yang meluntasi Epifanio de los Santos Avenue.

Bom yang meledak di bus tersebut menewaskan satu orang penumpang dan lainnya mengalami luka serius. Yang terakhir adalah di Stasiun Blumentritt tepatnya di dalam salah satu gerbong kereta.

Pada ledakan yang terjadi di kereta LRT (Light Rapid Transit) yang menuju ke Stasiun Blumentritt ini mengakibatkan paling banyak korban tewas. Karena ledakan menghancurkan satu gerbong bahkan pintu kereta pun terlempar ke atas dan tergantung di atap kasau stasiun.

Ironisnya adalah serangan bom berantai ini terjadi satu hari setelah seluruh aparat Kepolisian Metro Manila menerima perintah bersiaga penuh selama liburan Natal dan Tahun Baru. Perintah ini dikeluarkan untuk menghadapi kemungkinan ancaman bom yang dilancarkan kelompok Abu Sayyaf.

Di mana pada malam sebelumnya polisi menahan juru bicara kelompok tersebut di Manila, Hector Janjalani yang merupakan adik dari Abu Sayyaf, Khadaffy Janjalani. Setelah Hector diamankan, polisi memperoleh informasi kelompok tersebut berniat meledakkan sejumlah targer penting di Manila.

Baca juga: TSA Kembangkan Alat Pendeteksi Bom di Stasiun Kereta Bawah Tanah New York

Ledakan insiden 20 tahun silam itu terjadi pada hari libur nasional di Filipina. Yang mana setiap tanggal 30 Desember dikenal sebagai Hari Rizal yakni memperingati martir pahlawan nasional negara itu Jose Rizal.

KAI Perpanjang Operasional LRT Jabodebek pada Malam Tahun Baru

KAI memperpanjang jam operasional LRT Jabodebek hingga lewat tengah malam pada momen pergantian tahun baru 31 Desember 2024, untuk memastikan kebutuhan mobilitas masyarakat dapat terpenuhi. Dengan total 384 perjalanan LRT Jabodebek yang disiapkan, KAI siap memberikan layanan transportasi yang lebih fleksibel, aman, dan nyaman di tengah suasana perayaan tahun baru.

Penyesuaian jadwal operasional ini dilakukan untuk mempermudah masyarakat yang ingin menikmati malam pergantian tahun tanpa harus menghadapi kemacetan.

Berikut adalah jadwal keberangkatan LRT Jabodebek pada tanggal 31 Desember 2024:

Keberangkatan Pertama:
* Harjamukti – Dukuh Atas BNI: 05.30 WIB
* Dukuh Atas BNI – Harjamukti: 06.22 WIB
* Jatimulya – Dukuh Atas BNI: 05.22 WIB
* Dukuh Atas BNI – Jatimulya: 06.17 WIB

Keberangkatan Terakhir:
* Harjamukti – Dukuh Atas BNI: 00.48 WIB
* Dukuh Atas BNI – Harjamukti: 01.40 WIB
* Jatimulya – Dukuh Atas BNI: 00.38 WIB
* Dukuh Atas BNI – Jatimulya: 01.33 WIB

Selain itu, KAI juga masih menerapkan tarif perjalanan normal yakni tarif maksimal Rp10.000 pada off peak hour dan Rp20.000 pada peak hour. Adapun waktu peak hour yakni pada pukul 06.00 s.d. 08.59 WIB dan 16.00 s.d. 19.59 WIB. Selebihnya selain waktu yang disebutkan di atas, akan berlaku tarif off peak hour.

Executive Vice President LRT Jabodebek, Mochamad Purnomosidi, menyampaikan bahwa perpanjangan operasional ini merupakan langkah untuk mendukung kebutuhan masyarakat saat perayaan pergantian tahun.

“Perpanjangan jam operasional ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang bermobilisasi di malam pergantian tahun. Mengingat animo masyarakat merayakan momen pergantian tahun yang membuat potensi terjadinya kemacetan, kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan transportasi umum seperti LRT Jabodebek agar perjalanan mereka lebih nyaman, aman, dan lancar,” ujar Purnomosidi.

Bukan Hanya Azerbaijan Airlines J2-8243, Inilah Empat Insiden Maut yang Menimpa Pesawat Komersial Akibat Tembakan Rudal Hanud

Meski penyebab pasti masih dalam tahap investigasi, namun insiden maut yang menimpa Embraer E190AR Azerbaijan Airlines J2-8243, di Aktau, Kazakstan, Rabu lalu, kuat diduga akibat salah tembak sasaran yang dilakukan awak sistem rudal pertahanan udara (hanud) Pantsir S-1 milik Rusia. Insiden tersebut menewaskan 38 dari total 67 orang yang berada di dalam pesawat.

Nah, terlepas dari insiden Azerbaijan Airlines J2-8243, sejatinya ada beberapa insiden kelam dalam dunia penerbangan yang diakibatkan salah tembak yang diakibatkan peluncuran rudal hanud (rudal yang diluncurkan dari darat ke udara). Dan berikut ini kami sarikan beberapa di antaranya yang tak akan terlupakan dalam sejarah penerbangan internasional.

1. Malaysia Airlines Flight 17 (MH17) (2014)
Tanggal: 17 Juli 2014.
Lokasi: Donetsk, Ukraina Timur.
Sistem Hanud: Rudal BUK-M1 (SA-11 Gadfly) buatan Rusia.
Detail: Pesawat Boeing 777 ditembak jatuh di wilayah konflik antara Ukraina dan separatis pro-Rusia. Seluruh 298 penumpang dan kru tewas.

2. Ukraine International Airlines Flight 752 (2020)
Tanggal: 8 Januari 2020.
Lokasi: Dekat Teheran, Iran.
Sistem Hanud: Rudal Tor-M1 buatan Rusia.
Detail: Pesawat Boeing 737 ditembak jatuh oleh militer Iran akibat kesalahan identifikasi dalam situasi ketegangan. Insiden ini menewaskan seluruh 176 penumpang dan kru.

3. Siberia Airlines Flight 1812 (2001)
Tanggal: 4 Oktober 2001.
Lokasi: Laut Hitam.
Sistem Hanud: Rudal S-200 yang diluncurkan oleh Ukraina.
Detail: Pesawat Tupolev Tu-154 Rusia ditembak jatuh secara tidak sengaja selama latihan militer. Seluruh 78 penumpang dan kru tewas.

4. Iran Air Flight 655 (1988)
Tanggal: 3 Juli 1988.
Lokasi: Teluk Persia.
Sistem Hanud: Rudal SM-2MR yang diluncurkan dari kapal USS Vincennes (Angkatan Laut AS).
Detail: Pesawat Airbus A300 ditembak jatuh karena salah identifikasi sebagai pesawat tempur. Insiden ini menewaskan 290 orang.

Mengenang 12 WNI Korban MH17 yang Ditembak Jatuh Rudal Rusia

Bird Strike! Masih Jadi Momok Menakutkan dalam Dunia Penerbangan

Sosoknya bisa dibilang kecil di angkasa yang luas, namun jangan salah burung yang bobotnya tak sampai 2 kg bisa menyebakan maut dalam suatu penerbangan, tak pandang pesawat kecil sampai pesawat jumbo jet bisa dibuat tak berdaya oleh seekor burung kecil.

Baca juga: Dengan “Chicken Cannon” Kekuatan Desain Pesawat Diuji Terhadap Bird Strike

Dikenal sebagai bird strike, seekor atau sekawanan burung dapat terlibat ‘tabrakan’ dengan pesawat, umumnya kejadian ini menimpa pada pesawat yang sedang lepas landas (take off) atau pesawat yang mau mendarat (landing). Akibat tabrakan yang terbilang fatal apabila burung menambrak kaca kokpit dan yang sangat ditakutkan bila burung tersedot masuk ke dalam air intake mesin pesawat jet.

Bird strike adalah ancaman pada pesawat jet. Tidak seperti mobil yang mesinnya tertutup rapi, pada pesawat jet, bagian depan mesin pesawat terbuka untuk menyedot udara untuk pembakaran. Benda-benda yang tidak diinginkan bisa tersedot dan merusak bagian dalam mesin pesawat. Benda-benda ini disebut FOD (Foreign Object Damage). Jika ada benda yang merusak sebuah bilah turbin mesin jet, maka pecahan bilahnya bisa melesat ke bilah yang lain dan seterusnya merusak keseluruhan mesin. Pada waktu pesawat lepas landas bahaya yang mengancam sangat besar karena putaran bilah turbin ini mencapai maksimum.

Bagian depan mesin yang terbuka (air intake), menelan apa saja yang dilewati termasuk es/salju, air hujan, burung besar atau kecil. Benda/burung yang masuk ke dalam mesin jet ini bisa merusak bilah-bilah turbin dan membuat mesin berhenti bekerja atau bahkan terbakar karena pembakaran yang terjadi tidak terbuang keluar dari belakang mesin. Bahkan jika FOD yang masuk mesin menjadi hancur terkena bilah mesin dan tidak merusak bilah tersebut, aliran udara yang masuk bisa terganggu dan bisa menyebabkan mesin jet menjadi stall.

Kabar terakhir terkait bird strike di Indonesia paling akhir menimpa jet tempur Sukhoi Su-27 TNI AU yang sedang dalam latihan di Lanud Halim Perdanakusuma pada 7 April 2017. Akibat bird strike, salah satu mesin pesawat asal Rusia ini mati, dan untungnya pesawat masih dapat dikendalikan dengan mengandalkan satu mesin. pesawat twin engine dengan nomer TS-3009 ini masih mampu dikendalikan, dan pilot dapat melakukan (R2B) return to base.

Sementara dalam dunia penerbangan sipil, pesawat Garuda Indonesia GA169 rute Padang – Jakarta pada 15 Desember 2015 sempat mengalami delay atau keterlambatan penerbangan hingga 5 jam lebih akibat gangguan bird strike. Akibatnya adanya potensi kerusakan, penumpang kemudian dialihkan ke pesawat lain.

Melihat ancaman yang cukup serius, beberapa langkah telah dilakukan operator bandara, seperti menggunakan mobil predator. Namun lambat laun alat tersebut tidak lagi mampu mengusir burung. Mobil predator adalah alat yang mengeluarkan suara-suara predator atau hewan pemangsa untuk menakuti burung di sekitar bandara, tapi alat ini hanya berfungsi menakuti burung selama beberapa tahun saja. Setelah itu, burung-burung resisten terhadap suara tersebut. Burung yang sering tertabrak pesawat dan merusak mesin adalah jenis puntul ukuran besar. Biasanya burung tersebut merusak Blitz Jet pada mesin depan pesawat.

Baca juga: Bird Strike Bukan Hanya Terjadi di Ketinggian Rendah, Burung-burung ini Mampu Terbang Lebih Tinggi dari Pesawat 

Menyadari sulitnya mengusir keberadaan burung, pihak Angkasa Pura l tetap meminta kerja sama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk meneliti penanggulangan hal tersebut. “Kami meminta LIPI meneliti lebih lanjut cara apa yang harus digunakan untuk mengusir burung agar masalah penerbangan berkurang. Memang di Indonesia belum ada kasus pesawat jatuh oleh burung karena burung di kita ukurannya kecil, paling merusak mesin pesawat saja.