Bukan Hanya Azerbaijan Airlines J2-8243, Inilah Empat Insiden Maut yang Menimpa Pesawat Komersial Akibat Tembakan Rudal Hanud

Meski penyebab pasti masih dalam tahap investigasi, namun insiden maut yang menimpa Embraer E190AR Azerbaijan Airlines J2-8243, di Aktau, Kazakstan, Rabu lalu, kuat diduga akibat salah tembak sasaran yang dilakukan awak sistem rudal pertahanan udara (hanud) Pantsir S-1 milik Rusia. Insiden tersebut menewaskan 38 dari total 67 orang yang berada di dalam pesawat.

Nah, terlepas dari insiden Azerbaijan Airlines J2-8243, sejatinya ada beberapa insiden kelam dalam dunia penerbangan yang diakibatkan salah tembak yang diakibatkan peluncuran rudal hanud (rudal yang diluncurkan dari darat ke udara). Dan berikut ini kami sarikan beberapa di antaranya yang tak akan terlupakan dalam sejarah penerbangan internasional.

1. Malaysia Airlines Flight 17 (MH17) (2014)
Tanggal: 17 Juli 2014.
Lokasi: Donetsk, Ukraina Timur.
Sistem Hanud: Rudal BUK-M1 (SA-11 Gadfly) buatan Rusia.
Detail: Pesawat Boeing 777 ditembak jatuh di wilayah konflik antara Ukraina dan separatis pro-Rusia. Seluruh 298 penumpang dan kru tewas.

2. Ukraine International Airlines Flight 752 (2020)
Tanggal: 8 Januari 2020.
Lokasi: Dekat Teheran, Iran.
Sistem Hanud: Rudal Tor-M1 buatan Rusia.
Detail: Pesawat Boeing 737 ditembak jatuh oleh militer Iran akibat kesalahan identifikasi dalam situasi ketegangan. Insiden ini menewaskan seluruh 176 penumpang dan kru.

3. Siberia Airlines Flight 1812 (2001)
Tanggal: 4 Oktober 2001.
Lokasi: Laut Hitam.
Sistem Hanud: Rudal S-200 yang diluncurkan oleh Ukraina.
Detail: Pesawat Tupolev Tu-154 Rusia ditembak jatuh secara tidak sengaja selama latihan militer. Seluruh 78 penumpang dan kru tewas.

4. Iran Air Flight 655 (1988)
Tanggal: 3 Juli 1988.
Lokasi: Teluk Persia.
Sistem Hanud: Rudal SM-2MR yang diluncurkan dari kapal USS Vincennes (Angkatan Laut AS).
Detail: Pesawat Airbus A300 ditembak jatuh karena salah identifikasi sebagai pesawat tempur. Insiden ini menewaskan 290 orang.

Mengenang 12 WNI Korban MH17 yang Ditembak Jatuh Rudal Rusia

Bird Strike! Masih Jadi Momok Menakutkan dalam Dunia Penerbangan

Sosoknya bisa dibilang kecil di angkasa yang luas, namun jangan salah burung yang bobotnya tak sampai 2 kg bisa menyebakan maut dalam suatu penerbangan, tak pandang pesawat kecil sampai pesawat jumbo jet bisa dibuat tak berdaya oleh seekor burung kecil.

Baca juga: Dengan “Chicken Cannon” Kekuatan Desain Pesawat Diuji Terhadap Bird Strike

Dikenal sebagai bird strike, seekor atau sekawanan burung dapat terlibat ‘tabrakan’ dengan pesawat, umumnya kejadian ini menimpa pada pesawat yang sedang lepas landas (take off) atau pesawat yang mau mendarat (landing). Akibat tabrakan yang terbilang fatal apabila burung menambrak kaca kokpit dan yang sangat ditakutkan bila burung tersedot masuk ke dalam air intake mesin pesawat jet.

Bird strike adalah ancaman pada pesawat jet. Tidak seperti mobil yang mesinnya tertutup rapi, pada pesawat jet, bagian depan mesin pesawat terbuka untuk menyedot udara untuk pembakaran. Benda-benda yang tidak diinginkan bisa tersedot dan merusak bagian dalam mesin pesawat. Benda-benda ini disebut FOD (Foreign Object Damage). Jika ada benda yang merusak sebuah bilah turbin mesin jet, maka pecahan bilahnya bisa melesat ke bilah yang lain dan seterusnya merusak keseluruhan mesin. Pada waktu pesawat lepas landas bahaya yang mengancam sangat besar karena putaran bilah turbin ini mencapai maksimum.

Bagian depan mesin yang terbuka (air intake), menelan apa saja yang dilewati termasuk es/salju, air hujan, burung besar atau kecil. Benda/burung yang masuk ke dalam mesin jet ini bisa merusak bilah-bilah turbin dan membuat mesin berhenti bekerja atau bahkan terbakar karena pembakaran yang terjadi tidak terbuang keluar dari belakang mesin. Bahkan jika FOD yang masuk mesin menjadi hancur terkena bilah mesin dan tidak merusak bilah tersebut, aliran udara yang masuk bisa terganggu dan bisa menyebabkan mesin jet menjadi stall.

Kabar terakhir terkait bird strike di Indonesia paling akhir menimpa jet tempur Sukhoi Su-27 TNI AU yang sedang dalam latihan di Lanud Halim Perdanakusuma pada 7 April 2017. Akibat bird strike, salah satu mesin pesawat asal Rusia ini mati, dan untungnya pesawat masih dapat dikendalikan dengan mengandalkan satu mesin. pesawat twin engine dengan nomer TS-3009 ini masih mampu dikendalikan, dan pilot dapat melakukan (R2B) return to base.

Sementara dalam dunia penerbangan sipil, pesawat Garuda Indonesia GA169 rute Padang – Jakarta pada 15 Desember 2015 sempat mengalami delay atau keterlambatan penerbangan hingga 5 jam lebih akibat gangguan bird strike. Akibatnya adanya potensi kerusakan, penumpang kemudian dialihkan ke pesawat lain.

Melihat ancaman yang cukup serius, beberapa langkah telah dilakukan operator bandara, seperti menggunakan mobil predator. Namun lambat laun alat tersebut tidak lagi mampu mengusir burung. Mobil predator adalah alat yang mengeluarkan suara-suara predator atau hewan pemangsa untuk menakuti burung di sekitar bandara, tapi alat ini hanya berfungsi menakuti burung selama beberapa tahun saja. Setelah itu, burung-burung resisten terhadap suara tersebut. Burung yang sering tertabrak pesawat dan merusak mesin adalah jenis puntul ukuran besar. Biasanya burung tersebut merusak Blitz Jet pada mesin depan pesawat.

Baca juga: Bird Strike Bukan Hanya Terjadi di Ketinggian Rendah, Burung-burung ini Mampu Terbang Lebih Tinggi dari Pesawat 

Menyadari sulitnya mengusir keberadaan burung, pihak Angkasa Pura l tetap meminta kerja sama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk meneliti penanggulangan hal tersebut. “Kami meminta LIPI meneliti lebih lanjut cara apa yang harus digunakan untuk mengusir burung agar masalah penerbangan berkurang. Memang di Indonesia belum ada kasus pesawat jatuh oleh burung karena burung di kita ukurannya kecil, paling merusak mesin pesawat saja.

Mau Menuju Stasiun Whoosh Karawang? Berikut Pilihan Akses dan Intermoda yang Tersedia

Stasiun Whoosh Karawang akan resmi beroperasi pada 24 Desember 2024, dan diharapkan dapat memberikan akses yang lebih mudah pada masyarakat untuk bepergian menggunakan kereta cepat Whoosh, baik dari maupun menuju Karawang.

Untuk mengakses Stasiun Karawang, penumpang yang menggunakan kendaraan pribadi dapat melalui Jl. Badami kemudian masuk ke Jl. Pasar Jati dan Jl. Raya Pangkalan. Sebagai alternatif, penumpang yang menggunakan kendaraan kecil dapat melalui Jl. Trans Hexa Karawang kemudian masuk ke Jl. Raya Pangkalan.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, Stasiun Karawang juga terkoneksi dengan jalan tol melalui Exit Tol Karawang Barat KM 47 Jakarta-Cikampek kemudian masuk ke Jl. Trans Hexa Karawang.

Whoosh Tawarkan Rute Padalarang – Tegalluar Summarecon, Tarif Dibandrol Rp50.000

“Jalur-jalur ini telah siap digunakan oleh masyarakat yang ingin mengakses Stasiun Whoosh Karawang. Kami juga terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menambah jalur akses lainnya, yang diharapkan dapat terwujud dalam waktu dekat,” ungkap Eva.

Bagi penumpang yang tiba di stasiun karawang, KCIC juga sudah menyiapkan layanan intermoda yang nyaman bagi penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan ke destinasi lainnya. Tersedia Taksi Grab dan Golden Bird yang dapat diakses dengan mudah dari area drop off stasiun.

Bagi penumpang yang ingin melakukan wisata belanja, terdapat shuttle ke The Grand Outlet dan Summarecon Villagio Outlet yang dapat diakses secara gratis oleh penumpang dengan menunjukkan tiket Whoosh-nya.

Selain jalur yang sudah ada, KCIC sedang mengembangkan beberapa akses lainnya bersama seluruh stakeholder seperti akses menuju Jl. Trans Hexa Karawang, akses menuju Deltas Mas, dan Exit Tol KM 42.

Dengan hadirnya kereta cepat Whoosh, masyarakat dapat lebih mudah mengakses berbagai kawasan industri, pusat bisnis, premium outlet & mall, destinasi wisata, perumahan, dan pusat pemerintahan di sekitar Karawang, yang menjadikan Whoosh sebagai pilihan transportasi yang efisien, cepat, dan nyaman.

“Kehadiran Whoosh di Karawang tidak hanya mempercepat mobilitas masyarakat, tetapi juga memberikan berbagai pilihan akses yang dapat menghubungkan mereka dengan berbagai destinasi penting di kawasan sekitar. KCIC berharap Whoosh dapat menjadi solusi transportasi yang mempermudah perjalanan masyarakat dengan lebih aman, cepat, dan nyaman,” tutup Eva.

Tingkatkan Pelayanan Selama Masa Libur Nataru, Resparking KAI Services Tambah Jumlah Personil di Stasiun

Untuk meningkatkan pelayanan selama masa libur Natal dan Tahun Baru 2024 / 2025, unit parkir KAI Services, Resparking, memberikan pelayanan prima kepada para pengendara kendaraan bermotor dengan berbagai layanan, mulai dari melakukan perbaikan dan perapihan area parkir stasiun hingga menghadirkan petugas parkir service excellent yang mengenakan kaos hijau yang  bertugas  membantu kelancaran pengendara dalam mencari area parkir yang kosong di stasiun.

Tidak hanya itu, Resparking by KAI Services  juga baru saja meresmikan area parkir Double Decker di Stasiun Pasar Senen yang dapat menampung 428 kendaraan bermotor. Hadirnya area parkir double decker ini dapat membantu kelancaran para pengguna kereta api di masa Libur Natal dan Tahun Baru 2024 / 2025 ini untuk menitipkan kendaraan bermotornya di Resparking yang dikelola KAI Services.

Tingkatkan Pelayanan Parkir di Stasiun Pasar Senen, KAI Services Siapkan Area Parkir Lebih Nyaman

Selain menambah kapasitas, double decker di Stasiun Pasar Senen juga akan melindungi motor dari panas & hujan, baik di lantai 1 maupun lantai 2.

Resparking dimasa libur Natal dan Tahun Baru 2024 / 2025 ini juga membuka layanan baru yakni VIP Parkir di Staiun Yogyakarta. VIP Parkir ini dikhususkan untuk kendaraan roda empat dengan tarif parkir 2 jam pertama Rp. 25.000 progresif 12.500 . untuk VIP Parkir ini, pengendara dibebaskan biaya parkir regular.

Hadirnya VIP Parking ini akan lebih memudahkan pengemudi khususnya roda empat untuk menitipkan kendaraanya kepada Resparking pada area parkir yang sangat strategis dengan harga terjangkau.

Resparking juga menambah jumlah personil petugas parkir untuk libur Natal dan Tahun Baru 2024 / 2025 ini. Tercatat sebanyak 1522 petugas parkir KAI Services akan bersiaga memberikan palayanan dengan hati selama masa liburan akhir tahun ini. Mereka akan disebar ke seluruh penjuru stasiun yang ada di Pulau Jawa dan Sumatera.

Menurut Direktur Operasi KAI Services, Bambang Suliastowo, untuk masa liburan Natal dan tahun baru 2024 / 2025 ini unit parkir menyiapkan berbagai layanan yang akan memudahkan para pengendara untuk menitipkan kendaraannya di stasiun. Mulai dari perbaikan area parkir, meresmikan pembukaan area parkir double decker di Stasiun Pasar Senen yang kini bisa menampung lebih banyak kendaraan bermotor, menambah personil untuk berjaga di sekitar area parkir hingga kami juga menyiapkan merchandise untuk pelanggan di momen special liburan akhir tahun ini.

Hari Ini Tujuh Tahun Lalu, Prototipe Pesawat Amfibi Terbesar AG600 “Kunlong” Terbang Perdana

Hari ini tujuh tahun lalu, bertepatan dengan 24 Desember 2017, menjadi momen penerbangan perdana AVIC AG600, yaitu pesawat amfibi terbesar yang saat ini beroperasi. Diproduksi China Aviation Industry General Aircraft (CAIGA), AG600 yang dikenal juga dengan nama “Kunlong”, melakukan penerbangan perdananya di Zhuhai, Guangdong, Cina, tepatnya dari Bandar Udara Internasional Jinwan Zhuhai, yang juga dekat dengan kawasan tempat pembuatan pesawat tersebut.

Penerbangan perdana berlangsung selama 64 menit. Pesawat lepas landas pada pukul 9:39 pagi waktu setempat dan mendarat dengan sukses pada pukul 10:43 pagi. Lepas landas dilakukan dari landasan konvensional, bukan dari air, karena penerbangan perdana difokuskan pada pengujian kemampuan terbang di udara.

Bukan Lagi AS, Pesawat Amfibi Terbesar di Dunia AG-600 Ada di Cina

Selama penerbangan, pilot menguji berbagai aspek seperti stabilitas pesawat, manuverabilitas, dan kemampuan sistem kontrol penerbangan. Pesawat berhasil mendarat dengan aman setelah melewati berbagai uji coba teknis di udara.

Dengan panjang sekitar 37 meter dan bentang sayap 38,8 meter, AG600 adalah pesawat amfibi terbesar di dunia saat ini. Pesawat ini didesain untuk misi penyelamatan maritim, pemadaman kebakaran, serta pengangkutan logistik. Secara teknis, AG600 dapat terbang hingga 4.500 km dengan kecepatan maksimum 500 km per jam.

Uji coba lepas landas dan mendarat di air pesawat amfibi AVIC AG600 dilakukan pada 20 Oktober 2018, hampir satu tahun setelah penerbangan perdana dari landasan darat. Uji coba ini berlangsung di Danau Zhanghe di provinsi Hubei. Danau ini dipilih karena perairannya tenang dan cocok untuk menguji performa pesawat amfibi.

Uji coba berlangsung selama sekitar 15 menit, cukup untuk menguji kemampuan utama pesawat dalam operasi berbasis air.

Keberhasilan ini menegaskan bahwa AG600 mampu menjalankan fungsi utamanya sebagai pesawat amfibi, terutama untuk misi penyelamatan maritim, pemadaman kebakaran, dan operasi logistik. Ini juga memperkuat posisi Beijing dalam industri pesawat amfibi yang selama ini didominasi oleh negara lain seperti Jepang dan Kanada.

Inilah PBY Catalina Flying Boat, Pesawat Amfibi Pertama yang Mendarat di Indonesia

Call Sign Aneh dan Kece Badai Maskapai Seluruh Dunia, Salah Satunya Cedar Jet

Ketika mengoperasikan pesawat, pilot pasti mengidentifikasinya ke petugas air traffic control (ATC) dengan kombinasi call sign dan nomor penerbangan. Terkait call sign, terkadang sebutannya bisa terdengar unik namun kadang kala justru malah terdengar aneh.

Baca juga: Puluhan Ribu Kali Lakukan Panggilan ke Call Center, Pria Tua ini Diciduk Polisi

Call sign Citilink, misalnya, dikenal sebagai Supergreen. Demikian juga dengan Garuda Indonesia dan Lion Air yang memiliki callsign Indonesia dan Lion Inter. Tentu, call sign tak asal dibuat melainkan berdasarkan sejarah ataupun hal lain yang melekat dengan maskapai tersebut.

Selain call sign di atas, ada begitu banyak call sign di dunia. Namun, tak semuanya unik dan aneh. Karenanya hanya call sign aneh dan unik sajalah yang akan kami rangkum. Untuk lebih lengkapnya, seperti dikutip dari Flight Radar 24, berikut daftar lima call signs unik dan aneh maskapai dunia.

Speedbird – British Airways

Disebutkan, call sign ini jadi salah satu yang paling terkenal di dunia. Tetapi, tak disebutkan itu karena call signnya atau karena maskapainya. Call sign Speedbird British Airways berasal dari nama seekor burung di logo lama.

Springbok – South African Airways

Call sign Springbok menghiasi pesawat maskapai South African Airways sejak awal tahun 1930-an, dan layanan pertamanya ke Eropa pada tahun 1940-an dijuluki “service Springbok”. Layaknya British Airways, sebutan Springbok maskapai ini juga didasari logo pesawat, sekalipun saat ini logo tersebut sudah tak lagi digunakan.

Dynasty – China Airlines

Maskapai penerbangan nasional Taiwan, China Airlines, telah lama menggunakan call sign Dynasti, yang terdengar sangat mewah setiap kali terdengar di radio. Call sign Dynasty maskapai yang belakangan tengah mempertimbangkan untuk mengganti nama agar tak dikira maskapai asal Cina ini, datang dari nama program frequent flyer dan lounge perusahaan.

Baca juga: Gara-Gara Kebelet Buang Air Kecil, Penumpang Diturunkan dari Pesawat

Shamrock – Aer Lingus

Call sign milik maskapai nasional Republik Irlandia ini tak disebutkan dengan jelas asal usulnya. Yang pasti, menurut banyak kalangan, call sign ini cukup terdengar keren dan sudah digunakan sejak maskapai beroperasi tahun 1936.

Cedar Jet – Middle East Airlines

Pohon cedar adalah simbol utama Lebanon bahkan di bendera kebesarannya. Alhasil, maskapai nasional mereka pun, Middle East Airlines, mendapat call sign seperti itu juga dan menjadi salah satu call sign aneh.

London Mulai Gunakan Bus Listrik dengan Pantograf, Isi Ulang Baterai Hanya 10 Menit

Bus listrik dengan teknologi pantograf tentu bukan hal yang baru, pasalnya sejak lama telah hadir di Jerman, beberapa negara Skandinavia dan Eropa Timur. Namun, di Inggris ada kabar bahwa bus listrik dengan pantograf baru mulai mengular di jalan-jalan kota London.

Baca juga: Harapan untuk Transportasi Jakarta, Ada Bus Listrik dengan Teknologi Pantograf

Berkat teknologi pantograf yang disebut “fast charging arms” menjadikan bus listrik di London hanya membutuhkan waktu isi ulang baterai selama 10 menit untuk pengoperasian bus seharian.

Untuk mencapai target kota tanpa jejal karbon dan emisi di tahun 2020, di London saat ini ada sekitar 800-an unit bus listrik. Namun, yang mengadopsi model pantograf baru terbatas, lantaran baru dilakukan pembelian 20 unit bus trem listrik.

Untuk mendukung pengoperasian bus listrik dengan pantograf, maka London telah meluncurkan tidak hanya unit bus listrik tetapi juga infrastruktur pengisian daya canggih yang menyertainya. Sebagian besar bus listrik saat ini memerlukan pengisian daya semalaman di depot untuk melayani rute mereka di siang hari. Sebaliknya dengan teknologi pantograf dengan lengan canggih yang disebut pantographs dapat operasional bus untuk tetap bergerak dengan proses fast charging.

Struktur ini terdiri dari lengan artikulasi yang diturunkan ke bawah untuk terhubung dengan port di atap kendaraan untuk pengisian daya tinggi. Dikenal sebagai “opportunity charging,” arus daya tinggi hingga 600 kW yang ditawarkan melalui sistem ini memungkinkan kendaraan untuk diisi ulang dalam waktu kurang dari 10 menit. Ini sekarang mendukung bus listrik di sepanjang rute I32 London, memberi mereka dorongan daya tinggi sepanjang hari.

Di tahun depan, sistem pantograf ini akan memiliki lebih banyak peran di dunia transportasi London. Dua pengisi daya pantograf 450 kW dari perusahaan otomotif Spanyol, Irizar akan dipasang di kedua ujung rute 358 15 mil (24 km), salah satu yang terpanjang di London. Ini digambarkan sebagai rute pengisian daya ultra-cepat pertama untuk ibu kota, dengan pantograf untuk memberi bus pengisian cepat di antara perjalanan agar mereka tetap bergerak dengan waktu perputaran minimal.

Pengisi daya depot 100-kW baru juga akan mendukung pengoperasian dengan pengisian baterai jarak jauh selama empat jam.

“Warga London berhak menghirup udara bersih, dan sebagai bagian dari pekerjaan kami untuk mengatasi bahaya polusi udara beracun dan darurat iklim, saya senang bahwa teknologi baru ini digunakan di bus di London selatan,” kata Wakil Walikota London Bidang Transport, Seb Dance.

Baca juga: Bus Listrik Untuk TransJakarta, Antara Harapan dan Realita

“Pengenalan pantograf dibangun di atas kemajuan yang telah kami buat untuk menjalankan layanan bus yang lebih bersih dan lebih hijau. Mengubah armada bus London adalah bagian penting dari target kami untuk membuat London mencapai bebas emisi pada tahun 2030, dan membangun London yang lebih baik, lebih adil, lebih hijau, dan lebih sejahtera untuk semua,” kata Seb Dance.

Solaris Kirim Bus Listrik Pertama di Dunia dengan ‘Paspor Baterai’, Apakah Itu?

Bus seri pertama di dunia dengan paspor baterai adalah model listrik Solaris Urbino 18, yang baru saja bergabung dengan armada bus BVG di Berlin. Paspor baterai adalah dokumen digital yang menyediakan informasi terperinci tentang asal dan komposisi baterai, yang mendorong pengelolaan bahan baku yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Solaris mengirimkan kendaraan paspor baterai tiga tahun lebih awal dari peraturan Uni Eropa (UE), yang akan mewajibkan paspor baterai di semua kendaraan listrik mulai tahun 2027.

Solaris telah mengirimkan bus listrik Urbino 18 ke Berlin, bus produksi seri pertama di dunia yang dilengkapi paspor baterai.

Model ini dilengkapi dengan baterai Solaris High Energy dengan kapasitas sekitar 700 kWh. Ini adalah bus listrik gandeng pertama dari 50 bus yang dipesan oleh BVG Berlin pada akhir tahun 2023, dengan seluruh pesanan akan diselesaikan pada tahun 2025. Semua kendaraan dalam pesanan ini akan dilengkapi dengan paspor baterai.

Menurut Peraturan (UE) 2023/1542 tanggal 12 Juli 2023 tentang baterai dan baterai bekas, paspor baterai digital akan diwajibkan mulai 18 Februari 2027 untuk setiap baterai, termasuk baterai kendaraan listrik.

Paspor baterai adalah dokumen digital yang menyediakan informasi terperinci tentang baterai – komposisinya, asal bahan, dampak lingkungan, dan data yang diperlukan untuk daur ulang yang tepat. Data yang diwajibkan mencakup informasi tentang komposisi kimia, kandungan bahan baku penting, jejak karbon, dan pangsa bahan terbarukan. Informasi tentang baterai di bus listrik Urbino 18 yang dioperasikan oleh BVG Berlin tersedia dengan memindai kode QR yang ditempelkan pada komponen.

Dokumen ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi di seluruh siklus hidup baterai – mulai dari ekstraksi dan penggunaan bahan baku hingga daur ulang. Baterai kendaraan listrik mengandung bahan berharga dan langka, dan pengelolaannya yang bertanggung jawab sangat penting untuk melestarikan sumber daya alam dan meminimalkan dampak lingkungan. Paspor baterai memungkinkan pelacakan bahan baku seperti litium, kobalt, dan nikel, yang mendorong sumber yang bertanggung jawab dan etis. Akses ke data terperinci tentang komposisi dan dampak lingkungan juga mendukung daur ulang yang efisien dan penggunaan bahan terbarukan yang optimal.

London Mulai Gunakan Bus Listrik dengan Pantograf, Isi Ulang Baterai Hanya 10 Menit

Solaris adalah pemimpin di Eropa dalam mobilitas listrik, menempati peringkat pertama dalam hal jumlah total bus tanpa emisi – baterai dan hidrogen – yang dikirimkan sejak 2012. Bus Solaris yang dilengkapi dengan baterai tidak hanya mencakup bus listrik, tetapi juga kendaraan hidrogen dan bus listrik.

Hingga saat ini, Solaris telah mengirimkan lebih dari 5.000 kendaraan tanpa emisi, dengan pesanan yang terus bertambah. Seiring dengan meluasnya mobilitas listrik, jumlah baterai yang digunakan meningkat, sehingga pengelolaan yang bertanggung jawab atas komponen transportasi tanpa emisi yang strategis ini menjadi penting.

Tingkatkan Pemeliharaan Jaringan Rel kereta, PT KAI Luncurkan “Track-Mod dan Smart Rail”

PT Kereta Api Indonesia (KAI) melalui Direktorat Keselamatan dan Keamanan resmi meluncurkan dua inovasi terbaru dalam pemeliharaan prasarana kereta api, Track-Mod dan Smart Rail, yang diserah terimakan kepada Direktorat Pengelolaan Prasarana KAI di Stasiun Bandung, Jumat (20/12). Peluncuran kedua produk inovasi ini diawali dengan demonstrasi di Emplasemen Stasiun Bandung.

Direktur Keselamatan dan Keamanan KAI Dadan Rudiansyah mengatakan bahwa inovasi ini akan memberikan dampak positif terhadap keselamatan perjalanan kereta api dan keselamatan kerja. “Dengan inovasi ini, kami berharap dapat menjawab tantangan terkait kondisi prasarana serta memenuhi regulasi dan standar yang ada,” ujarnya.

Ninja UAV – Drone yang Bantu Pemetaan dan Pengawasan Indian Railways

Direktur Pengelolaan Prasarana KAI Heru Kuswanto menambahkan bahwa pemeliharaan prasarana, khususnya kondisi jalan rel, merupakan faktor krusial dalam memastikan keselamatan dan kenyamanan perjalanan kereta api. “Inovasi ini bukan sekadar teknologi baru, tetapi solusi yang benar-benar berdampak pada peningkatan keselamatan operasional kereta api,” jelasnya.

Vice President Public Relations KAI Anne Purba menjelaskan bahwa Track-Mod dan Smart Rail merupakan hasil karya pegawai KAI yang telah dikembangkan sejak awal tahun 2024 untuk memperkuat digitalisasi dan meningkatkan keselamatan di sektor prasarana kereta api.

“Track-Mod adalah alat ukur geometri jalur yang mampu mengumpulkan data secara real-time dengan validitas tinggi dalam pemeriksaan. Alat ini dirancang khusus untuk memantau dan mengukur parameter geometri jalur kereta api 1.067 mm dengan presisi tinggi,” ujar Anne.

Track-Mod meliputi efisiensi, presisi, hemat biaya, pemeliharaan optimal, serta kemampuan mendeteksi kerusakan secara dini. Alat ini dapat dioperasikan oleh Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ) atau diintegrasikan dengan Lori Kendaraan Pemeriksa Jalur (KPJ).

Sementara itu, Smart Rail hadir sebagai alat ukur portabel yang dirancang untuk mengukur kondisi jalan rel kereta api berdasarkan parameter goyangan keras. Smart Rail menggunakan sensor pengukuran deteksi tiga sumbu yang terintegrasi dengan aplikasi smartphone Android, sehingga memberikan data yang lebih objektif dan efisien dalam pemeliharaan serta deteksi anomali.

Sebelum diimplementasikan, kedua inovasi ini telah melalui serangkaian riset dan uji coba ketat untuk memastikan kualitas dan kehandalannya dalam memenuhi kebutuhan prasarana kereta api.

Inovasi ini tidak hanya berfokus pada efisiensi operasional dan penghematan biaya, tetapi juga pada peningkatan keselamatan perjalanan kereta api. Dengan kemampuan mendeteksi kerusakan secara dini dan memberikan data yang lebih akurat, Track-Mod dan Smart Rail membantu memastikan kondisi prasarana tetap terjaga dengan baik sehingga mitigasi risiko terhadap gangguan perjalanan kereta api dapat diminimalisir.

Rail Bicycle, Mudahkan Petugas Kereta Api Lakukan Inspeksi Pada Jalur Rel

Mengapa Kursi Pesawat Tidak Memiliki Dua Sandaran Tangan di antara Kursinya?

Soal sandaran tangan yang hanya ada satu di antara kursi pesawat kerap menjadi bahan diskusi. Terlebih pada penerbangan perorangan di kelas ekonomi yang antar penumpang tidak saling kenal, tentang sandaran kursi kerap menjadi ‘rebutan,’ tentang siapa di antara mereka yang paling berhak menggunakan sandaran tangan tersebut.

Baca juga: Sah, Dua Sandaran Tangan ‘Milik’ Penumpang yang Duduk di Kursi Tengah

Sebuah studi yang pernah kami bahas di artikel terdahulu pernah mengungkapkan, bahwa penumpang yang duduk di kursi tengah, adalah menjadi yang lebih berhak menggunakan sandaran tangan tersebut. Lantas, menjadi pertanyaan, mengapa pesawat hanya memiliki satu sandaran tangan di antara kursi, kenapa tidak ada dibuat dua saja?

Kebanyakan pesawat komersial memang tidak memiliki dua sandaran tangan di antara kursi penumpangnya karena pertimbangan desain, keselamatan, dan kenyamanan. Berikut beberapa alasan detailnya:

1. Ruangan yang Terbatas
Ruang di dalam pesawat sangat berharga, dan desain kabin pesawat didasarkan pada maksimisasi jumlah kursi yang dapat diakomodasi untuk memaksimalkan pendapatan per penerbangan. Memasang dua sandaran tangan di antara setiap kursi akan mengurangi lebar kursi, yang akan mengurangi jumlah kursi yang dapat dimuat dalam kabin.

2. Kenyamanan Penumpang
Meskipun dua sandaran tangan mungkin meningkatkan kenyamanan dalam beberapa situasi, seperti dalam pertimbangan penumpang dengan mobilitas terbatas, hal itu juga dapat mengurangi ruang gerak dan kenyamanan bagi penumpang lain. Kabin pesawat sudah cukup padat, dan setiap tambahan penghalang dapat membuat ruang terasa lebih sempit.

3. Akses Ke Aisle
Dalam keadaan darurat atau ketika penumpang ingin bergerak keluar dari kursinya, memiliki satu sandaran tangan di antara kursi memberikan akses yang lebih mudah ke lorong pesawat. Dengan dua sandaran tangan, penumpang mungkin harus lebih berjuang untuk keluar dari tempat duduk mereka.

4. Evakuasi Darurat
Dalam situasi darurat, seperti evakuasi cepat pesawat, penting untuk memiliki akses yang cepat dan tidak terhalang ke pintu darurat atau lorong. Dengan hanya satu sandaran tangan di antara kursi, evakuasi dapat dilakukan dengan lebih lancar dan cepat.

5. Biaya dan Perawatan
Memasang dua sandaran tangan di antara setiap kursi akan meningkatkan biaya pembuatan, pemasangan, dan perawatan pesawat. Perusahaan penerbangan cenderung berusaha untuk mengoptimalkan biaya operasional mereka.

Baca juga: Jangan Lupa, Ada Aturannya Saat Turunkan Sandaran Kursi Pesawat

Dalam beberapa pesawat kelas bisnis atau kelas satu, mungkin ada desain yang lebih luas dan lebih mewah yang memungkinkan untuk dua sandaran tangan atau lebih. Namun, ini biasanya merupakan pengecualian daripada aturan umum.