Thailand Resmi Terapkan Biaya Masuk 300 Baht bagi Turis Asing, Ini Aturan dan Tujuannya

Pemerintah Thailand akhirnya mulai merealisasikan kebijakan yang telah lama diperbincangkan, penerapan biaya masuk bagi turis asing yang datang melalui jalur udara. Mulai periode ini, setiap wisatawan mancanegara yang mendarat di bandara-bandara Thailand akan dikenakan biaya sebesar 300 Baht atau sekitar Rp130.000.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi komprehensif Negeri Gajah Putih untuk meningkatkan pendapatan dari sektor pariwisata, sekaligus memperkuat infrastruktur dan layanan bagi para pelancong dalam jangka panjang.

Penerapan biaya ini bukan sekadar pungutan tambahan tanpa alasan. Berdasarkan laporan dari Travel and Tour World, dana yang terkumpul akan dialokasikan untuk beberapa tujuan utama, seperti:

Asuransi Jiwa dan Kesehatan: Sebagian dari biaya tersebut akan digunakan untuk memberikan perlindungan asuransi bagi turis asing selama berada di Thailand. Hal ini bertujuan untuk meringankan beban biaya medis jika terjadi insiden yang tidak diinginkan.

Pengembangan Infrastruktur: Dana akan disalurkan untuk pemeliharaan situs pariwisata dan peningkatan fasilitas umum di bandara serta transportasi publik.

Pemulihan Pariwisata Berkelanjutan: Thailand berkomitmen untuk mengelola destinasi wisata agar tetap terjaga kelestariannya di tengah lonjakan jumlah pengunjung pasca-pandemi.

Bagi Anda yang berencana terbang ke Bangkok, Phuket, atau Chiang Mai, Anda tidak perlu bingung mencari loket pembayaran khusus. Secara teknis, biaya 300 Baht ini akan langsung dimasukkan ke dalam harga tiket pesawat (integrated into airfares). Dengan kata lain, penumpang sudah otomatis membayar biaya tersebut saat melakukan transaksi pembelian tiket di maskapai masing-masing.

Dampak bagi Wisatawan Indonesia
Thailand tetap menjadi salah satu destinasi paling ramah kantong bagi warga Indonesia. Meskipun ada biaya tambahan sebesar 300 Baht, para pengamat menilai hal ini tidak akan menurunkan minat kunjungan secara signifikan. Nilai tambah berupa perlindungan asuransi justru memberikan rasa aman lebih bagi para traveler mandiri maupun keluarga.

Namun, penting bagi penumpang untuk selalu mengecek detail rincian tiket mereka guna memastikan tidak ada kebingungan saat proses check-in atau kedatangan. Kebijakan ini juga diharapkan dapat membantu Thailand memberikan pelayanan yang lebih profesional dan aman bagi jutaan turis yang datang setiap tahunnya.

Hubungkan Tiga Bandara Utama: Ambisi Megaproyek Thailand Bangun Kereta Cepat Sepanjang 220 Km

Pegang Paspor British Citizen Tapi Ditolak Masuk Cina, Penumpang Ini Malah Dideportasi!

Niat hati ingin menikmati liburan solo selama 10 hari di Cina, seorang wanita berusia 26 tahun asal Douglas, Isle of Man, justru harus menelan pil pahit. Setelah menempuh penerbangan melelahkan selama 12 jam dari Bandara Gatwick, London, ia ditolak masuk dan langsung dideportasi oleh otoritas imigrasi di Shanghai.

Kejadian ini bermula dari perbedaan persepsi mengenai aturan bebas visa terbaru yang diberlakukan Pemerintah Cina untuk warga negara Inggris. Penumpang tersebut meyakini bahwa paspor miliknya, yang diterbitkan di Isle of Man namun mencantumkan status sebagai British Citizen, sudah tercakup dalam perjanjian bebas visa tersebut.

Setibanya di meja transfer domestik di Shanghai untuk melanjutkan penerbangan ke Guangzhou, petugas imigrasi mulai menunjukkan raut wajah bingung saat memeriksa paspornya. Petugas kemudian menanyakan visa masuk milik penumpang tersebut.

Meskipun wanita ini bersikeras bahwa Isle of Man adalah bagian dari Kepulauan Inggris (British Isles), pengawas imigrasi setempat menyatakan hal yang berbeda. Menurut otoritas Cina, paspor tersebut dianggap tidak termasuk dalam kategori United Kingdom (UK) atau Great Britain yang mendapatkan fasilitas bebas visa 30 hari. Akibatnya, ia dinyatakan tidak memiliki izin masuk yang sah.

Situasi semakin memanas ketika upaya komunikasi dengan Konsulat Inggris di Shanghai terhambat karena perbedaan waktu. Penumpang malang ini menggambarkan pengalamannya seperti seorang buronan. Ia dikawal ketat oleh petugas keamanan melewati area pemeriksaan dan dipaksa naik kembali ke pesawat menuju Inggris.

Lebih menyesakkan lagi, paspornya disita selama penerbangan pulang dan baru dikembalikan setibanya di Bandara Gatwick. “Tidak ada yang membuatmu merasa lebih sendirian selain ditolak masuk ke sebuah negara dan tidak tahu apa yang sedang terjadi pada dirimu,” ungkapnya kepada BBC.

Untuk diketahui, Isle of Man adalah wilayah Crown Dependency atau dependensi mahkota, bukan bagian dari United Kingdom secara administratif, meski secara geografis berada di Kepulauan Inggris. Hal inilah yang seringkali memicu zona abu-abu dalam perjanjian internasional, termasuk urusan bebas visa.

Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi para pelancong, khususnya pemegang paspor dengan status wilayah khusus. Perbedaan penafsiran antara dokumen identitas dan perjanjian diplomatik antarnegara bisa berujung pada deportasi yang merugikan secara materi dan mental.

Saat ini, penumpang tersebut telah meminta klarifikasi kepada pemerintah setempat mengenai mengapa paspor yang mengidentifikasi pemegangnya sebagai British Citizen tidak diakui dalam perjanjian internasional tersebut.

Korea Selatan Berlakukan Bebas Visa Rombongan bagi WNI: Minimal 3 Orang dan Syarat Khusus Lainnya

Libur Lebaran Telah Usai, Aktivitas Kembali di Mulai, Lonjakan Penumpang Terlihat Ramai

Ramai di media sosial tentang beragam informasi bahwa libur Lebaran telah usai dan masyarakat memulai dengan aktivitasnya kembali. Ya, banyak disaksikan masyarakat khususnya di kawasan Jabodetabek saat menggunakan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line dengan rute tertentu. Rute ini paling dominan dengan masyarakat yang aktivitasnya mayoritas pekerja di Daerah Khusus Jakarta.

Beberapa stasiun KRL Commuter Line telah nampak kepadatan yang cukup signifikan. Beberapa stasiun yang paling dirasakan dan terpantau adalah Stasiun Bogor maupun Stasiun Manggarai yang merupakan stasiun sentral bagi para penumpang yang melakukan transit dari peron ke peron. Ya, awal kembali beraktivitas inilah masyarakat mulai kembali ke rutinitas sehari-hari dalam bekerja.

Stasiun Bogor yang merupakan titik utama para pekerja ini menggunakan Commuter Line untuk beraktivitas menuju wilayah Jakarta dan sekitarnya. Kepadatan pun terasa sejak pagi hari mulai pukul 06.00 WIB. Petugas pun bersiaga untuk mengamankan arus penumpang yang ada di area Stasiun Bogor tersebut. Rangkaian KRL yang sudah siap berada di jalur tiap peron pun di serbu penumpang, berharap tak tertinggal jadwal perjalanan yang mereka tentukan.

Tak hanya itu, antrean panjang sempat terlihat di loket pembelian tiket, sementara petugas tetap terus mengatur arus penumpang agar tetap tertib. Meski padat, operasional perjalanan KRL terpantau berjalan normal. KRL yang datang maupun berangkat pun sesuai jadwal, meski volume penumpang di peron stasiun cukup tinggi.

Lain di Stasiun Bogor, lain halnya di Stasiun Manggarai. Sejak pagi hari, tepatnya mulai pukul 08.00 WIB, arus penumpang terpantau meningkat signifikan. Kepadatan didominasi oleh masyarakat yang menuju kawasan perkantoran di berbagai wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Lonjakan jumlah penumpang ini menunjukkan kembalinya aktivitas rutin warga setelah menjalani libur Lebaran yang berlangsung selama kurang lebih dua pekan. Tidak hanya pekerja, para pelajar juga mulai kembali beraktivitas dengan dimulainya kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Kondisi tersebut menjadi petunjuk meningkatnya mobilitas masyarakat di wilayah Jabodetabek, khususnya pada moda transportasi publik seperti kereta commuter line yang menjadikan Stasiun Manggarai sebagai salah satu pusat transit utama.

Dengan berakhirnya masa libur panjang, ritme kehidupan di Jakarta pun kembali berjalan normal, ditandai dengan tingginya pergerakan masyarakat di berbagai titik transportasi publik.

Murah dan Nyaman, Alasan Kereta Ekonomi Kerakyatan Paling Dicari di Musim Mudik

Masih Ada Long Weekend, Kereta Api Tambahan Lebaran Diperpanjang Hingga 5 April 2026

Meski libur Lebaran 2026 telah usai dan mayoritas masyarakat telah kembali beraktivitas seperti biasanya, namun perjalanan kereta api jarak jauh ternyata masih tersedia untuk layanan tambahan. Ya, pantauan kabarpenumpang mengenai layanam kereta api tambahan angkutan lebaran masih terlihat jadwal dan harga tiket yang terlihat di aplikasi Access by KAI.

Jadwal kereta api tambahan tersebut masih bisa di pesan hingga beberapa hari ke depan, yaitu 5 April 2026. Layanan kereta api tambahan tersebut masih cukup tersedia kursi yang bisa dipilih untuk melakukan perjalanan ke berbagai kota di Pulau Jawa. Terpantau untuk long weekend pada kalender Minggu pertama adalah tanggal 3 April 2026 yang jatuh pada Hari Jumat.

Bagi masyarakat yang masih dalam suasana libur, momen ini tentu bisa dimanfaatkan untuk sekadar mengisi liburan dengan berbagai perjalanan kereta api pilihan. Meskipun angkutan Lebaran hingga 1 April 2026, masyarakat masih bisa menikmati layanan kereta api dengan pilihan destinasi tujuan termasuk kereta api tambahan tersebut.

Walaupun semua layanan kereta api tambahan masih melayani hingga beberapa hari ke depan, namun tidak untuk rangkaian Kereta Motis (Motor Gratis). Layanan Kereta Motis sudah berakhir sampai dengan 30 Maret 2026. Jadi masyarakat hanya bisa menggunakan kereta api reguler maupun tambahan selama tiket masih tersedia.

Tak hanya itu, diskon 20 persen pun masih diberlakukan pada setiap pemesanan tiket kereta api online. Dan ada juga tarif khusus yang bisa di pesan 2 jam sebelum keberangkatan. Tarif promo dan khusus tersebut berlaku di hampir semua kereta dengan pemberangkatan baik dari arah Jakarta maupun sebaliknya. Tentunya masyarakat masih bisa menikmati tarif hemat tersebut.

Diketahui sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) mencatat 202.279 penumpang kereta pada Minggu, 29 Maret 2026. Angka ini menunjukkan kepadatan arus balik Lebaran karena okupansi tempat duduk sementara telah mencapai 123,8 persen.

Penjualan tiket kereta api untuk masa angkutan Lebaran secara kumulatif kini mencapai 4.808.151 tiket. Jumlah total tiket tersebut merupakan 106,9 persen dari total kapasitas sebanyak 4.498.696 tempat duduk.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan pola pergerakan mobilitas masyarakat tahun ini terlihat menyebar. Volume pelanggan terus bergerak naik semenjak pertengahan Maret karena moda kereta api memiliki jadwal perjalanan yang pasti..

Selain itu, KAI masih menyediakan potongan harga tiket sebesar 20 persen bagi penumpang kelas eksekutif pada periode tertentu. Diskon bertajuk Promo Silaturahmi tersebut berlaku khusus bagi keberangkatan kereta api mulai 25 Maret hingga 1 April 2026.

Arsitektur Neo Indishce Bikin Stasiun Pasar Senen Tak Lekang Oleh Waktu

Pencurian Manis! 400.000 Batang KitKat Raib Saat Perjalanan Truk dari Italia Menuju Polandia

Sebuah insiden kriminalitas logistik yang cukup mencengangkan baru saja menimpa raksasa makanan Nestle. Tidak tanggung-tanggung, sekitar 400.000 batang cokelat KitKat dilaporkan hilang secara misterius saat sedang dalam pengiriman dari Italia menuju Polandia. Kejadian ini menjadi sorotan dunia transportasi karena skala muatannya yang sangat besar dan melibatkan kerugian finansial yang signifikan.

Bayangkan, ratusan ribu batang cokelat yang seharusnya mengisi rak-rak toko di Polandia itu raib begitu saja di tengah jalan. Pihak Nestle telah mengonfirmasi raibnya satu truk penuh muatan “manis” tersebut dan kini tengah berkoordinasi dengan otoritas kepolisian lintas negara untuk melacak keberadaan kargo tersebut.

Pencurian kargo di jalur darat Eropa memang terus meningkat, namun raibnya 400.000 unit produk konsumsi dalam sekali angkut menunjukkan perencanaan yang matang. Belum jelas apakah truk tersebut dibajak secara paksa atau merupakan korban dari sindikat yang menggunakan dokumen pengiriman palsu—modus yang kian marak di mana pelaku menyamar sebagai perusahaan logistik resmi.

Bagi para pelaku, mencuri produk makanan populer seperti KitKat memiliki keuntungan tersendiri: barang ini sangat mudah dijual kembali di pasar gelap atau toko-toko retail kecil tanpa memicu kecurigaan besar, berbeda dengan barang elektronik yang memiliki nomor seri unik.

Kasus ini menjadi alarm keras bagi industri transportasi darat di Uni Eropa. Jarak antara Italia dan Polandia yang cukup jauh menuntut sopir untuk berhenti di beberapa titik istirahat (rest area). Di titik-titik inilah biasanya truk menjadi sasaran empuk komplotan spesialis pencuri kargo.

Hilangnya 400.000 batang cokelat ini bukan hanya soal kerugian materi bagi Nestle, tetapi juga gangguan pada rantai pasok distribusi di wilayah tujuan. Kejadian ini mempertegas pentingnya penggunaan teknologi pelacakan GPS yang lebih canggih dan prosedur verifikasi pengemudi yang lebih ketat bagi perusahaan logistik.

Otoritas berwenang saat ini tengah memeriksa rekaman CCTV di sepanjang rute utama yang menghubungkan Italia dan Polandia. Mereka juga mengimbau para distributor dan peritel untuk waspada jika ada pihak yang menawarkan stok KitKat dalam jumlah besar dengan harga yang jauh di bawah pasar.

Bagi pembaca di dunia transportasi, insiden ini mengingatkan bahwa muatan apa pun—bahkan cokelat sekalipun—memiliki risiko keamanan yang tinggi jika sistem pengawasan selama transit tidak diperketat.

Era Baru Logistik Eurasia: Kereta Kargo Rusia-Iran Beroperasi Penuh Melalui Koridor INSTC

Tokyu Group Uji Coba Bangun Pusat Data (Data Center) di Bawah Jalur Kereta Layang Tokyo

Inovasi dalam dunia transportasi kini tidak hanya terbatas pada kenyamanan di dalam gerbong, tetapi juga pada optimalisasi infrastruktur pendukungnya. Tokyu Group, salah satu operator kereta api swasta terkemuka di Jepang, baru saja mengumumkan langkah berani untuk menguji coba pembangunan pusat data (data center) modular yang memanfaatkan ruang kosong di bawah jalur kereta api layang mereka di Tokyo.

Langkah ini menjadi solusi cerdas di tengah terbatasnya lahan di kota metropolitan seperti Tokyo, sekaligus menunjukkan bagaimana aset transportasi bisa memiliki fungsi ganda yang mendukung gaya hidup digital masyarakat modern.

Pusat data modular ini akan dipasang di bawah jalur kereta api yang melintasi area pemukiman dan bisnis yang padat. Selama ini, ruang di bawah jalur kereta api layang biasanya hanya digunakan sebagai area parkir, gudang, atau dibiarkan kosong. Dengan menempatkan pusat data di sana, Tokyu Group berharap dapat menyediakan layanan edge computing yang lebih dekat dengan pengguna akhir.

Keunggulan utama dari penempatan ini adalah kecepatan akses data. Karena lokasinya berada langsung di tengah kota dan dekat dengan pusat aktivitas penumpang serta bisnis, latensi atau keterlambatan pengiriman data dapat dikurangi secara signifikan. Hal ini sangat krusial untuk pengembangan teknologi masa depan seperti kendaraan otonom, sistem pintar di stasiun, hingga layanan streaming berkecepatan tinggi bagi para komuter.

Membangun pusat data tepat di bawah jalur yang dilalui kereta api setiap beberapa menit tentu memiliki tantangan tersendiri. Getaran konstan dari kereta yang melintas dan suhu lingkungan menjadi fokus utama dalam uji coba ini. Tokyu Group menggunakan desain modular yang tangguh, dilengkapi dengan sistem peredam getaran khusus dan pendinginan efisien untuk memastikan perangkat keras di dalamnya tetap aman dan beroperasi stabil.

Jika uji coba ini berhasil, model ini bisa menjadi standar baru bagi operator transportasi dunia dalam memaksimalkan nilai ekonomi dari infrastruktur mereka. Ruang-ruang “sisa” di sepanjang jalur kereta api tidak lagi hanya menjadi beban perawatan, tetapi berubah menjadi aset strategis yang mendukung infrastruktur digital nasional.

Bagi penumpang, integrasi teknologi ini mungkin tidak terlihat secara fisik, namun dampaknya akan terasa pada kualitas layanan digital di sekitar area stasiun dan jalur kereta. Selain itu, penggunaan pusat data modular ini dianggap lebih ramah lingkungan karena tidak memerlukan pembangunan gedung beton besar baru dan dapat memanfaatkan sistem kelistrikan yang sudah terintegrasi dengan jaringan kereta api.

Tokyo sekali lagi membuktikan bahwa keterbatasan lahan bukanlah penghalang untuk berinovasi. Dengan memanfaatkan setiap jengkal ruang di bawah jalur keretanya, Tokyu Group tidak hanya mengantar penumpang ke tujuan, tetapi juga membantu mengalirkan data dengan lebih cepat ke seluruh penjuru kota.

Layani Tokyo dan Sekitarnya, Tobu Railway Operasikan Kereta Komuter Bebas Emisi Hitachi Spacia X

Murah dan Nyaman, Alasan Kereta Ekonomi Kerakyatan Paling Dicari di Musim Mudik

Saat diluncurkan perdana pada 14 Maret 2026 lalu, Kereta Ekonomi Kerakyatan sudah menjadi pengalaman terbaru bagi penumpang yang sudah merasakannya. Ya, dijalankan sebagai kereta tambahan Lempuyangan – Pasarsenen tersebut ternyata telah menarik perhatian khususnya bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik menuju kampung halaman. Kereta Ekonomi Kerakyatan ini cukup menjadi primadona masyarakat yang biasa menggunakan kelas ekonomi.

Diketahui bahwa Kereta Ekonomi Kerakyatan merupakan inovasi dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk Lebaran 2026 yang dimodifikasi dari kereta ekonomi AC. Menawarkan kursi ergonomis reversible (93 kursi, 3-2) dengan ruang kaki lebih luas, rute utamanya adalah Pasarsenen – Lempuyangan pulang pergi dengan harga tiket terjangkau, berkisar antara Rp133.000 hingga Rp175.000 setelah diskon, memberikan opsi mudik yang nyaman.

Dioperasikannya Kereta Ekonomi Kerakyatan ternyata memang paling digemari masyarakat khususnya pemudik. Meski baru dioperasikan tahun ini, layanan ini langsung mendapat respons tinggi dari masyarakat. Kehadiran kelas Ekonomi Kerakyatan ini ternyata menjadi warna baru dalam pilihan perjalanan kereta api.

Dari data yang diterima, pada awal masa angkutan Lebaran 2026 hingga 17 Maret 2026 lalu, layanan ini telah melayani 7.951 penumpang. Penjualan tiket Kereta Ekonomi Kerakyatan mencapai 23.708 tiket dari total 27.368 tempat duduk yang disediakan untuk periode perjalanan 11 Maret hingga 1 April 2026. Angka tersebut setara dengan tingkat okupansi sebesar 87 persen.

Mengutip dari laman Kompas menyebutkan bahwa penjualan kereta api tambahan relasi Lempuyangan – Pasarsenen pulang pergi telah mencapai 26.850 tiket untuk periode perjalanan 11 Maret hingga 1 April 2026. Antusiasme tersebut terlihat jelas pada kelas Ekonomi Kerakyatan. Relasi Lempuyangan – Pasarsenen mencatat 10.187 tempat duduk terjual atau 124 persen dari kapasitas 8.184 tempat duduk.

Sementara relasi Pasarsenen – Lempuyangan mencapai 9.911 tempat duduk atau 121 persen dari kapasitas yang sama. Okupansi di atas 100 persen terjadi karena adanya pergerakan naik turun pelanggan di berbagai stasiun.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan, kehadiran layanan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pilihan perjalanan yang lebih beragam menjadi pilihan baru bagi masyarakat dalam merencanakan perjalanan Lebaran.

Kereta Ekonomi Kerakyatan dioperasikan dalam rangkaian KA Tambahan relasi Pasarsenen–Lempuyangan, dengan komposisi lima kereta eksekutif dan empat kereta ekonomi kerakyatan. Dalam satu rangkaian tersedia 250 tempat duduk kelas eksekutif dan 372 tempat duduk kelas ekonomi kerakyatan.

Solusi Sinyal Putus di Terowongan: Kereta Cepat Taiwan Investasi Rp1 Triliun untuk Koneksi Fiber Optik

Virgin Australia Luncurkan Pesawat ke-150 dengan Livery Retro yang Mencolok

Pemandangan di berbagai apron bandara utama Australia dipastikan akan terasa sedikit berbeda dan jauh lebih berwarna dalam waktu dekat. Maskapai Virgin Australia baru saja mencatatkan sejarah penting dengan memperkenalkan pesawat ke-150 dalam jajaran armadanya.

Namun, alih-alih menggunakan seragam putih standar yang biasa kita lihat, pesawat Boeing 737 terbaru ini tampil mencolok dengan balutan corak retro yang berani, membawa kembali nuansa nostalgia ke era penerbangan modern.

Kehadiran pesawat dengan registrasi khusus ini bukan sekadar perayaan angka bagi maskapai yang identik dengan warna merah tersebut. Livery retro yang disematkan pada bodi Boeing 737 ini merupakan penghormatan visual terhadap perjalanan panjang Virgin Australia dalam melayani jutaan penumpang di wilayah Pasifik.

Desainnya menonjolkan estetika klasik dengan garis-garis tegas dan penggunaan warna merah yang lebih dominan, memberikan kesan dinamis sekaligus elegan yang sangat kontras dengan desain minimalis pesawat masa kini.

Bagi para penumpang, pengalaman terbang bersama pesawat “spesial” ini menawarkan sensasi tersendiri sejak dari gerbang keberangkatan. Meskipun tampilan luarnya mengusung napas jadul, bagian dalam kabin tetap mengedepankan standar kenyamanan modern yang menjadi ciri khas Virgin Australia. Penumpang akan disambut dengan interior terbaru yang dirancang untuk memberikan ruang gerak lebih lega, kursi ergonomis, serta akses hiburan digital yang bisa dinikmati langsung melalui perangkat pribadi masing-masing selama perjalanan.

Langkah Virgin Australia meluncurkan armada ke-150 dengan gaya yang unik ini juga menjadi strategi jitu untuk menarik perhatian di tengah persaingan pasar penerbangan domestik yang ketat. Di setiap pendaratannya, mulai dari Sydney hingga Perth, pesawat ini diprediksi akan menjadi incaran utama para fotografer aviasi dan objek foto menarik bagi para pelancong yang sedang menunggu di ruang tunggu terminal. Pesawat ini seolah menjadi pengingat bahwa di balik kecanggihan teknologi mesin Boeing 737, aspek kegembiraan dan karakter merek yang kuat tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman terbang.

Secara operasional, penambahan armada ini mempertegas komitmen maskapai untuk terus memperkuat konektivitas antar kota di Australia dengan pesawat yang lebih efisien namun tetap memiliki kepribadian.

Virgin Australia Luncurkan Konsep Kabin Baru, Ini Sederet Keunggulannya

Manjakan Pelancong, Cina Bangun Eskalator Terpanjang di Dunia Membelah Gunung!

Bagi banyak pelancong, menikmati pemandangan dari puncak gunung sering kali harus dibayar dengan rasa lelah luar biasa akibat mendaki ribuan anak tangga. Namun, Cina punya solusi inovatif yang akan membuat pengalaman wisata Anda jauh lebih nyaman. Negeri Tirai Bambu ini secara resmi mengoperasikan eskalator luar ruangan raksasa yang membelah tebing hutan, menjadikannya yang terpanjang di dunia.

Kini, akses menuju keindahan alam di ketinggian bukan lagi sekadar mimpi bagi para lansia, anak-anak, atau penumpang yang ingin menikmati perjalanan tanpa perlu menguras tenaga fisik.

Fasilitas transportasi unik ini terletak di Enshi Grand Canyon, Provinsi Hubei. Dengan panjang mencapai 688 meter, eskalator tamasya ini dibangun mengikuti kontur lereng gunung berbentuk huruf “∑” (sigma).

Jika biasanya pendakian manual memakan waktu berjam-jam dan menguras stamina, eskalator ini mampu membawa penumpang dari dasar lembah menuju puncak hanya dalam waktu sekitar 18 menit. Sambil berdiri santai, Anda bisa menghirup udara segar dan mengambil foto pemandangan lembah dari sudut pandang yang luar biasa.

Sebagai portal yang fokus pada kenyamanan penumpang, aspek teknis eskalator ini sangat mengesankan, eskalator ini mampu melayani hingga 7.300 penumpang per jam. Artinya, antrean panjang saat musim liburan bisa diminimalisir dengan sangat baik.

Pengelola membangun atap pelindung di sepanjang jalur eskalator dengan gaya arsitektur tradisional (genteng abu-abu dan struktur kayu). Ini memastikan penumpang tetap nyaman dan terlindung dari hujan maupun panas matahari saat “mendaki”. Fasilitas ini adalah bentuk nyata dari transportasi yang inklusif. Wisata pegunungan kini tidak lagi eksklusif bagi mereka yang bugar secara fisik, tapi benar-benar bisa dinikmati oleh semua kalangan
penumpang.

Keberhasilan di Enshi Grand Canyon memicu tren serupa di berbagai destinasi wisata di Cina, seperti di Gunung Lingshan dan Tianshan. Langkah ini diambil pemerintah setempat untuk menggenjot sektor pariwisata dengan memberikan kemudahan aksesibilitas bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Meskipun menuai diskusi di kalangan pecinta alam murni terkait intervensi bangunan manusia di pegunungan, bagi mayoritas penumpang, keberadaan eskalator ini adalah berkah. Ia mengubah perjalanan yang melelahkan menjadi sebuah pesiar santai di atas awan.

Jadi, untuk Anda yang mendambakan pemandangan puncak gunung namun khawatir dengan kondisi lutut atau kesehatan fisik, eskalator raksasa di China ini siap memberikan pengalaman perjalanan yang tak terlupakan. Sudah siap memesan tiket menuju Hubei?

Di India, Pengguna Lift dan Eskalator Mendapat Perlindungan Asuransi

Berusia Lebih dari 30 Tahun, Intip Rahasia KRL Tetap Jadi Tulang Punggung Transportasi Publik

Wilayah Jabodetabek saat ini sudah terhubung berbagai macam transportasi termasuk Kereta Rel Listrik (KRL). Masyarakat tentu dibuat mudah dengan kehadiran transportasi berbasis rel ini. Selain praktis dan terjangkau tentu memberikan tarif yang relatif murah. Segala aktivitas masyarakat semua kalangan, perjalanan KRL menjadi andalan satu-satunya yang sangat efisien.

Di tengah situasi padatnya lalu lintas, solusi menggunakan transportasi KRL sudah sangat melekat di masyarakat sebagai pengguna setia. Apalagi saat ini rangkaian KRL yang di datangkan dari negeri tirai bambu sudah wara wiri beroperasi di setiap lintasan. Tak hanya itu, pengiriman KRL dari negeri sendiri yakni PT Industri Kereta Api (INKA) Madiun masih terus berdatangan guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

DI jalur Jabodetabek, memang masih beroperasinya KRL buatan Jepang. Bahkan usianya bisa mencapai lebih dari 30 tahun. Namun, karena kebutuhan dari masyarakat dan masih dalam keadaan layak, KRL tersebut tetap melayani perjalanan masyarakat.

PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) mengungkapkan kondisi armada KRL Jabodetabek yang kian menua di tengah lonjakan penumpang pada jam sibuk. Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengatakan puluhan rangkaian KRL saat ini telah beroperasi lebih dari tiga dekade dan akan terus memasuki masa konservasi.

Bobby menjelaskan, sebagian besar armada KRL Jabodetabek saat ini berasal dari kereta bekas impor. Usia rangkaian tersebut bahkan melampaui 30 tahun. Dari Jepang, KAI mengimpor 780 unit kereta bekas dari East Japan Railway Company dan 128 unit dari Tokyo Metro.

Sementara itu, jumlah KRL baru yang telah dioperasikan masih relatif terbatas. Bobby mengatakan KAI baru mengoperasikan 132 unit atau 11 trainset KRL baru dari CRRC Sifang, serta 48 unit atau empat trainset dari PT INKA. Kondisi tersebut membuat komposisi armada belum sebanding dengan pertumbuhan jumlah penumpang.

Bobby merinci, satu unit KRL memiliki ukuran sekitar 3 x 20 meter atau 60 meter persegi. Dengan jumlah penumpang sekitar 300 orang, kepadatan di dalam kereta mencapai sekitar lima orang per meter persegi. Kondisi ini berdampak langsung pada kenyamanan dan keselamatan penumpang.

Selain di dalam kereta, kepadatan terjadi di sejumlah stasiun utama, yaitu Stasiun Bogor, Depok, dan Bekasi sebagai titik terpadat di wilayah penyangga. Untuk di Jakarta, kepadatan tertinggi terjadi di Stasiun Sudirman, Manggarai, Tanah Abang, serta Stasiun Sudirman Baru. Kemudian adapun jalur paling padat saat ini adalah lintas Rangkasbitung. Jarak waktu antar kereta di jalur tersebut masih berkisar 10–15 menit karena keterbatasan sistem pendukung.

Selain itu, KAI juga berencana akan meningkatkan sistem kelistrikan dan persinyalan pada 2026. Tegangan listrik akan dinaikkan dari 3.000 kV menjadi 4.000 kV, disertai peningkatan sistem persinyalan. Sehingga nantinya perjalanan KRL tetap lancar walaupun jarak antar kereta semakin banyak.

Jakarta Mengenang 100 Tahun Kedatangan Kereta Rel Listrik, Dejavu?