Wilayah Daop 2 Bandung Menjadi Titik Rawan Bencana Cukup Banyak, Ini Tindakan dari KAI

Kejadian yang menimpa Kereta Api (KA) Ciremai pada 1 April 2026 kemarin menjadi hal yang mengejutkan. Berada di area perbukitan yang berdekatan dengan Terowongan Sasaksaat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat tersebut terjadi saat cuaca sedang turun hujan. Alhasil perjalanan KA tersebut terganggu akibat adanya longsoran tanah di petak jalan Maswati – Sasaksaat.

Kejadian tersebut menyebabkan perjalanan KA Ciremai harus berhenti sementara di lokasi terdampak, tepatnya di KM 142+8/9 pada petak jalan Maswati – Sasaksaat. Gangguan ini terjadi sebagai dampak adanya hujan lebat dan kondisi alam di lokasi tersebut yang berada di luar kendali operasional KAI.

Informasi awal mengenai kejadian ini diterima oleh Pusdalopka Daop 2 Bandung dari crew KA Ciremai pada Rabu, 1 April 2026 pukul 14.53 WIB. Setelah menerima laporan tersebut, petugas segera melakukan koordinasi intensif untuk memastikan keselamatan perjalanan kereta api serta penanganan situasi di lapangan.

Petugas prasarana bersama tim terkait saat ini telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan di jalur lintasan tersebut dan melakukan evakuasi terhadap kondisi KA Ciremai. Akibat kejadian ini, untuk sementara waktu petak jalan Maswati – Sasaksaat terhalang dan tidak dapat dilalui perjalanan KA. KAI juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna mempercepat proses penanganan.

Bila ditelusuri, wilayah Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung memiliki potensi jalur kereta api yang cukup rawan akan bencana. Pemantauan tersebut dibuktikan oleh KAI saat menjelang arus mudik Lebaran pada Maret 2026 lalu, ternyata banyaknya titik rawan tersebut khususnya area perbukitan maupun jembatan yang diawasi oleh KAI.

Sekitar 72 titik daerah rawan yang memerlukan pengawasan khusus di wilayah operasionalnya. Dari jumlah tersebut, dua lokasi, yaitu Bumiwaluya di Garut dan di Ciganea, Purwakarta, Jawa Barat, menjadi titik yang paling diawasi. Daerah-daerah pantauan tersebut memiliki karakteristik demografi yang meliputi lereng dan tebing.

Meskipun wilayah Daop 2 Bandung cukup ekstrem untuk kawasan rawan bencana, namun untuk mengurangi potensi bahaya yang dapat mengganggu perjalanan kereta api, KAI Daop 2 Bandung terus melaksanakan beberapa langkah, termasuk normalisasi saluran air dari sampah, pengangkutan lumpur, pembuatan trucuk dari bambu, pembuatan penahan tanah menggunakan karung berisi tanah, serta pembangunan retaining wall.

Sebagai tindakan antisipasi tambahan, petugas khusus juga ditempatkan di daerah pemantauan yang berisiko. Mereka bersiaga secara bergantian 24 jam untuk memantau potensi bencana. Petugas dapat langsung mengambil tindakan jika ada masalah di jalur yang dipantau. PT KAI Daop 2 Bandung juga telah menyiapkan Petugas Penilik Jalan (PPJ) dan staf posko untuk menjamin keamanan perjalanan kereta api di sepanjang jalur yang ada.

Selain itu, Alat Material Untuk Siaga (AMUS) juga disertakan di beberbagai lokasi stasiun termasuk Stasiun Bandung, Kiaracondong, Cicalengka, dan Tasikmalaya. AMUS ini meliputi pasir dalam karung, bantalan rel, perancah besi untuk menahan pondasi jalur, serta peralatan baik ringan maupun berat seperti Multi Tie Tamper (MTT) untuk memastikan jalur rel tetap aman untuk dilalui kereta.

Dari hal tersebut kesiapan operasional perjalanan kereta api juga harus selalu dilakukan seperti pemeriksaan menyeluruh terhadap sarana dan prasarana sebelum digunakan, serta meningkatkan keamanan dan pelayanan selama di perjalanan agar penumpang selalu aman dan nyaman dalam bepergian dengan kereta api.

Serba-serbi Kecelakaan Kereta Api, Antara Mitos dan Fakta

KA Sangkuriang: Perjalanan Favorit Bandung-Ketapang

Stasiun Bandung di awal Bulan Mei memang terlihat tak biasanya. Masyarakat memenuhi ruang tunggu stasiun dan juga peron jalur kereta api. Ya, bertepatan pada Jumat (1/5) PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) hadirkan perjalanan kereta api baru yang tentunya membuat masyarakat antusias menyambut kehadirannya. Apa lagi kalau bukan Kereta Api (KA) Sangkuriang.

KA Sangkuriang resmi dioperasikan KAI dengan keberangkatan perdana dari Stasiun Bandung pada pukul 14:45 WIB. Susunan rangkaian kereta api ini 3 kelas ekonomi premium, 5 kelas eksekutif, 1 kelas compartment suite class dan 1 kereta makan (restorasi). Dalam pembukaannya, rangkaian kereta kelas eksekutif dan ekonomi premium menggunakan jenis stainless steel. Dan untuk compartment suite class hasil modifikasi dari tim Balai Yasa Manggarai maupun Surabaya Gubeng.

Saat peluncuran KA Sangkuriang hadir langsung Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin di Stasiun Besar Bandung. Pada saat pemberangkatan pun, Bobby mengenakan topi pet khas merah dan mengacungkan tongkat dengan papan lingkaran hijau berupa semboyan 40, kemudian dia melepas perjalanan perdana KA yang namanya diambil dari cerita rakyat asal usul Gunung Tangkuban Parahu, Jawa Barat.

Dengan jarak tempuh perjalanan sepanjang 1.002 Km menjadikan KA Sangkuriang sebagai KA kedua dengan layanan terpanjang setelah KA Blambangan Ekspres rute Pasarsenen-Ketapang (1.031 Km). Waktu tempuhnya sama-sama di kisaran 16 jam dengan melewati 6 daerah operasi, mulai dari Bandung, Purwokerto, Yogyakarta, Madiun, Surabaya, dan Jember.

Kelas yang ditawarkan cukup lengkap mulai dari compartement berkapasitas 16 ruang, kelas eksekutif 50 seat, dan ekonomi 80 tempat duduk. Tingkat keterisian penumpang di hari perdana layanan lebih dari 100 persen. Khusus kompartemen, harganya menjadi paling mahal bisa tembus Rp 2,5 juta sekali jalan.

Dengan tanpa lagi transit di Surabaya, Kuswardojo optimis kehadiran KA Sangkuriang bisa mendorong jumlah kunjungan terutama aktivitas wisata Bandung dan Ketapang yang bisa menjadi akses ke Kawah Ijen dan Baluran serta akses ke Pulau Bali.

Kini KA Sangkuriang hadir sebagai jawaban atas tingginya kebutuhan konektivitas langsung dari Jawa Barat menuju Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga pintu menuju Pulau Bali. Perjalanan ini melintasi enam wilayah Daerah Operasi (Daop), yaitu Daop 2 Bandung, Daop 5 Purwokerto, Daop 6 Yogyakaeta, Daop 7 Madiun, Daop 8 Surabaya, dan Daop 9 Jember.

Manager Humasda Daop 2 Bandung Kuswardojo mengungkapkan bahwa kehadiran KA Sangkuriang langsung disambut antusiasme luar biasa dari masyarakat. Pada hari pertama beroperasi, penjualan tiket mencapai 1.076 tiket atau mencapai okupansi sebesar 235,9 persen dari total kapasitas harian. Tingginya angka penjualan tiket ini menunjukkan bahwa layanan rute langsung Bandung hingga Banyuwangi maupun sebaliknya merupakan favorit masyarakat karena tidak perlu transit.

Tak hanya sekadar moda transportasi saja, KA Sangkuriang diproyeksikan menjadi motor penggerak pariwisata antar daerah. Rute ini tentu menghubungkan berbagai destinasi unggulan nasional, mulai dari wisata cagar budaya di Yogyakarta dan Solo, kawasan pegunungan Bromo di Probolinggo, hingga destinasi alam Kawah Ijen di Banyuwangi.

Yuk Kenali Nama Kereta Api yang Terinspirasi dari Kerajaan-kerajaan di Indonesia

Bukan Hanya Gunung dan Sungai, Inilah Daftar Kereta Api Indonesia yang Menggunakan Nama Tumbuhan

Kereta api di Indonesia tentu identik dengan nama-nama yang diambil dari alam nusantara. Bahkan kerajaan-kerajaan di Indonesia pun kerap kita dengar bahwa turut di jadikan sebagai nama sesuai dengan rute kota tersebut. Selain itu ada berbagai keunikan yang disebutkan nama-nama kereta api yang dijadikan singkatan dari kota-kota di Indonesia khususnya Pulau Jawa.

Nama kereta api di Indonesia pun beragam kelas dan rute yang ditempuh. Bahkan ada pula yang dijadikan destinasi favorit dengan kereta api tertentu yang paling setia dalam perjalanan walaupun harga tiket yang sangat murah. Tak hanya itu ada pula yang rela membayar tiket mahal demi ingin menggunakan kereta api diambil dari nama tertentu, alasannya karena ingin bernostalgia walaupun pelayanan yang diberikan sudah sangat berbeda.

Nah, nama-nama kereta api yang kita kenal justru mengarah ke beberapa nama hewan mitologi, nama pegunungan, nama sungai, bahkan nama kerajaan yang sangat legendaris di Indonesia. Bahkan memiliki sejarah panjang yang bisa kita temukan dalam pelajaran sejarah di bangku sekolah. Namun, bagaimana jika nama kereta api diambil dari nama flora atau tumbuh-tumbuhan?

Tentu kereta api di Indonesia memiliki nama dari tumbuhan tersebut. Nah, kabarpenumpang akan merangkum nama-nama kereta api yang berasal dari nama tumbuhan, berikut rangkumannya:

• Kereta Api Pandanwangi (Jember – Ketapang pp.)
Bagi para pengguna setia transportasi kereta api di Jawa Timur, nama Pandanwangi mungkin lebih dikenal sebagai nama kereta api lokal. KA Pandanwangi adalah layanan kereta api ekonomi yang melayani rute Jember – Ketapang (Banyuwangi) pulang pergi. Kereta api ini menjadi pilihan transportasi yang terjangkau bagi masyarakat yang ingin bepergian antara Jember dan Banyuwangi. Dengan harga tiket yang relatif murah, KA Pandanwangi beroperasi dua kali sehari.

Nah, nama Pandanwangi sendiri juga merupakan tanaman yang kaya akan manfaat. Pandanwangi memiliki ciri khas daunnya yang panjang, hijau, dan mengeluarkan aroma harum yang khas. Aroma inilah yang membuat pandanwangi banyak digunakan sebagai bahan tambahan dalam berbagai hidangan. Selain memberikan aroma yang sedap, pandanwangi juga dipercaya memiliki berbagai manfaat kesehatan. Masyarakat tradisional sering menggunakan daun pandan untuk mengatasi masalah seperti nyeri sendi, sakit kepala, dan insomnia.

• Kereta Api Sri Tanjung (Lempuyangan – Ketapang pp.)
Rute kereta api ini sangat populer bagi penumpang yang ingin perjalanan jauh namun dengan tarif yang relatif murah. Ya, Kereta Api Sri Tanjung masih sangat digemari bagi penumpang khususnya wisatawan yang ingin menyeberang ke Pulau Bali. Karena kereta ini memiliki tujuan akhir Stasiun Ketapang yang merupakan stasiun yang berdekatan dengan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur.

Diketahui bahwa nama Sri Tannjung memang diambil dari legenda rakyat Banyuwangi, yaitu kisah kesetiaan seorang istri bernama Sri Tanjung kepada suaminya, Raden Sidapaksa. Legenda ini dipercaya sebagai asal-usul nama Kabupaten Banyuwangi (air yang harum/wangi). Penggunaan nama ini bertujuan melestarikan cerita rakyat setempat.

Namun, ada pula nama kereta api ini dikaitkan dengan nama tumbuhan. Nama Sri Tanjung dapat pula dikaitkan dengan bunga tanjung (Mimusops elengi), sejenis bunga yang beraroma wangi. Bunga ini juga memiliki khasiat obat. Buahnya dapat dimakan.

• Kereta Api Argo Bromo Anggrek (Surabaya Pasar Turi – Gambir pp.)
Siapa yang tak kenal dengan kereta nomor wahid di Indonesia ini. Ya, Kereta Api Argo Bromo Anggrek yang merupakan kereta api unggulan PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) yang diresmikan pada 31 Juli 1995 oleh Presiden RI ke-2 Soeharto.

Nama kereta api ini memiliki arti masing-masing yang merujuk kekayaan alam Indonesia. Nama “Argo” berarti gunung (bahasa Jawa Kuno), “Bromo” merujuk pada gunung di Jawa Timur, dan “Anggrek” adalah julukan bunga kebanggaan Indonesia, sekaligus menandai keunggulan fasilitas “generasi kedua” yang lebih nyaman untuk kelas eksekutif.

Nama Kereta Api Favorit Ini Berasal dari Nama Sungai Terkenal di Indonesia, Apa Saja?

Garuda Indonesia Tebar Promo Tiket Jakarta-Arab Saudi Mulai Rp4 Jutaan, Cek Syaratnya!

Garuda Indonesia kembali memanjakan para pengguna jasanya dengan menghadirkan penawaran spesial untuk rute internasional. Kali ini, maskapai bintang lima tersebut mengoptimalkan ketersediaan kursi pada penerbangan langsung (non-stop) dari Jakarta menuju dua destinasi utama di Arab Saudi, yakni Jeddah dan Madinah, dengan harga yang sangat kompetitif mulai dari Rp4 jutaan.

Melalui siaran pers yang dirilis pada Rabu (1/4/2026), manajemen Garuda Indonesia menjelaskan bahwa penawaran ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih praktis dan efisien dari sisi waktu tempuh. Dengan layanan langsung tanpa transit, penumpang dapat menikmati kenyamanan optimal melalui standar layanan full service yang selama ini menjadi ciri khas maskapai pembawa bendera bangsa tersebut.

Khusus untuk periode keberangkatan tanggal 3 hingga 6 April 2026, masyarakat dapat menikmati pilihan harga yang sangat menarik. Layanan kelas ekonomi tersedia mulai dari kisaran Rp4 jutaan, sementara bagi penumpang yang menginginkan kemewahan ekstra, kelas bisnis ditawarkan mulai dari Rp15 jutaan. Harga tersebut sudah mencakup seluruh fasilitas premium, mulai dari bagasi hingga hidangan selama penerbangan di atas pesawat.

Demi memberikan fleksibilitas maksimal, Garuda Indonesia memungkinkan calon penumpang untuk melakukan pemesanan tiket hingga empat jam sebelum jadwal keberangkatan. Proses reservasi dapat dilakukan dengan mudah melalui berbagai kanal penjualan resmi, mulai dari website Garuda Indonesia, aplikasi mobile FlyGaruda, hingga berbagai mitra online travel agent. Langkah ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat yang memiliki kebutuhan perjalanan mendesak namun tetap mengutamakan kenyamanan.

Optimalisasi ketersediaan kursi ini juga mencerminkan komitmen Garuda Indonesia dalam merespons tingginya minat masyarakat untuk melakukan perjalanan ke Timur Tengah, baik untuk keperluan ibadah maupun bisnis.

Rekor Baru! OTP Garuda Indonesia Group Tembus 92,08% Selama Musim Mudik Lebaran 2026

Badai Harga Avtur: Korean Air Masuk Mode Darurat, Industri Penerbangan Asia Pasifik Mulai Terguncang

Industri penerbangan di kawasan Asia Pasifik kini tengah bersiap menghadapi turbulensi ekonomi yang hebat akibat melonjaknya harga bahan bakar jet. Maskapai nasional Korea Selatan, Korean Air, baru saja mengumumkan transisi ke mode “manajemen darurat” sebagai langkah perlindungan terhadap dampak melambungnya biaya avtur yang dipicu oleh konflik berkepanjangan di Timur Tengah.

Keputusan ini diambil setelah harga minyak mentah melonjak lebih dari 50 persen sejak akhir Februari 2026, sementara harga bahan bakar jet global telah meningkat dua kali lipat dalam periode yang sama.

Dalam memo internalnya, Wakil Ketua Korean Air, Woo Ki-hong, menegaskan bahwa perusahaan akan menerapkan langkah-langkah pengurangan biaya internal guna memastikan stabilitas finansial di tengah ketidakpastian ekonomi global. Langkah serupa juga diikuti oleh maskapai Korea Selatan lainnya seperti Asiana Airlines dan Air Busan. Para ahli menyebutkan bahwa maskapai di Asia kini menghadapi “kejutan ganda”, yakni lonjakan harga minyak global yang dibarengi dengan kelangkaan pasokan avtur regional, memaksa mereka untuk mengerem investasi dan memperlambat pemutakhiran armada.

Kondisi serupa merambat ke negara-negara tetangga, termasuk Cina dan Hong Kong. China Eastern Airlines memberikan peringatan bahwa gangguan global ini akan membebani kinerja operasional mereka sepanjang tahun 2026.

Banyak maskapai di Cina mulai menaikkan biaya tambahan bahan bakar (fuel surcharge), sementara kilang-kilang minyak di sana diperintahkan untuk menghentikan ekspor bahan bakar demi menjaga stabilitas harga domestik. Di Hong Kong, Cathay Pacific telah menerapkan biaya tambahan pada seluruh penerbangannya, yang memicu kenaikan harga tiket secara tajam bagi para penumpang.

Asia Tenggara pun tak luput dari dampak krisis energi ini. Singapore Airlines dan unit low-cost-nya, Scoot, telah menaikkan tarif untuk menutupi biaya avtur yang kini menyumbang sekitar 30 persen dari total pengeluaran mereka. Bahkan, pemerintah Singapura terpaksa menunda pemberlakuan pajak bahan bakar hijau yang semula dijadwalkan pada April 2026 demi meringankan beban maskapai.

Di Filipina, situasi bahkan lebih genting dengan deklarasi keadaan darurat energi nasional, di mana Presiden Ferdinand Marcos memperingatkan kemungkinan adanya pengandangan pesawat (grounding) akibat kelangkaan bahan bakar.

Meskipun maskapai besar seperti Qantas dan Singapore Airlines mencoba melakukan strategi relokasi rute untuk mengisi celah yang ditinggalkan maskapai Timur Tengah, maskapai kecil diprediksi akan menjadi pihak yang paling menderita.

Para ahli industri penerbangan mencatat bahwa maskapai dengan armada pesawat tua yang boros bahan bakar akan kesulitan bertahan karena memiliki keterbatasan ruang untuk melakukan efisiensi. Seiring dengan berlanjutnya konflik, peta persaingan dan cara kita terbang di masa depan dipastikan akan mengalami perubahan struktur yang signifikan.

Bagaimana Bisa Naiknya Harga Avtur Bakal Rugikan Maskapai dan Penumpang?

Wajib Tahu! Biar Aman, Penumpang Bisa Lakukan Hal Ini Saat di Stasiun dan di Atas Kereta Api

Pengguna kereta api pasti sudah memahami peraturan-peraturan yang diberikan baik di area stasiun maupun saat perjalanan kereta api berlangsung. Petugas yang berjaga pun selalu menginformasikan agar penumpang mengindahkan aturan yang diberikan agar penumpang selalu aman, nyaman dan lancar saat menggunakan kereta api.

Tak hanya itu, berbagai fasilitas yang menjaga keselamatan saat area kereta api pun sudah diberikan. Hanya tinggal penumpangnya saja yang menggunakan fasilitas tersebut dengan baik demi kenyamanan bersama. Beberapa peraturan lainnya yang diberikan digunakan untuk seluruh masyarakat yang berada di area kereta api.

Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dan dilakukan untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan. Sejatinya, dalam menggunakan kereta api pun peraturan-peraturan penting terkait keselamatan masih saja ada yang dilanggar oleh penumpang. Dengan berbagai kemudahan yang bisa dinikmati sebagai penumpang kereta, tidak kemudian bisa berbuat seenaknya saat melakukan perjalanan menggunakan si roda besi ini.

Untuk itu, PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) merilis tips keselamatan yang harus diperhatikan oleh pengguna kereta api saat berada di stasiun kereta maupun di dalam kereta.

• Saat Berada di Stasiun

1. Perhatikan saat menyebrang,KAI mengimbau kepada penumpang untuk selalu waspada dan tidak boleh langah saat menyebrang di lintasan stasiun atau passenger crossing. Sebelum menyebrang pastikan kondisi dalam keadaan aman dengan cara menengok kanan atau kiri, serta mengikuti arahan dari petugas.

2. Perhatikan garis kuning atau safety line yang berada di peron yang merupakan penanda batas aman untuk menunggu kereta ketika berdiri dan menunggu kereta di stasiun. Berdiri melebihi batas safety line sangat berbahaya dan berpotensi terserempet kereta.

3. Waspada celah antar peron dan kereta karena sering terjadi kasus penumpang kereta yang tidak sengaja terperosok masuk ke celah peron.

4. Hati-hati lantai licin dan perhatikan papan penanda lantai licin yang biasa dipajang petugas kebersihan apabila sedang bertugas.

• Saat di Perjalanan Kereta Api

1. Jangan berdiam di bordes yang merupakan ruangan di ujung kereta sebagai akses untuk keluar masuk antar kereta.

2. Waspada pintu yang menutup bagi yang ingin masuk atau keluar kereta. Jika untuk kereta jarak jauh, pastikan telah menutup kembali pintu kabin kereta dan selalu berhati-hati agar tidak terjepit saat bergerak dari gerbong yang satu ke gerbong yang lain.

3. Ketahui informasi rute evakuasi dan akses ke lokasi penyimpanan peralatan darurat di kereta.

Taruh Barang di Bagasi Kereta, Pahami Ketentuannya!

Menembus Kedalaman 89 Meter: Cina Mulai Bangun Terowongan Kereta Cepat di Bawah Sungai Yangtze

Cina kembali mengukir sejarah baru dalam dunia infrastruktur perkeretaapian global. Sebuah proyek ambisius kini tengah dikerjakan: pembangunan terowongan kereta cepat yang melintasi bawah aliran Sungai Yangtze pada kedalaman hingga 89 meter di bawah permukaan air.

Proyek yang dikenal sebagai Terowongan Sungai Yangtze Chongtai ini merupakan bagian krusial dari jalur kereta api cepat yang menghubungkan Shanghai, Nanjing, dan Hefei. Jalur ini nantinya akan menjadi tulang punggung transportasi yang menghubungkan megapolitan di sepanjang koridor ekonomi Sungai Yangtze.

Keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada teknologi Tunnel Boring Machine (TBM) atau mesin bor terowongan berukuran raksasa. Mesin bor yang diberi nama “Nezha”—merujuk pada tokoh mitologi Cina yang dikenal tangguh—memiliki diameter pemotong mencapai 15,4 meter.

Mesin “Nezha” dirancang khusus untuk menghadapi tekanan air yang sangat tinggi dan kondisi geologis yang kompleks di dasar sungai terpanjang di Asia tersebut. Terowongan ini akan membentang sepanjang 14,25 kilometer, menjadikannya salah satu terowongan perkeretaapian bawah air terpanjang dan terdalam di dunia.

Setelah proyek ini rampung, waktu tempuh antara pusat ekonomi Shanghai menuju Hefei akan terpangkas signifikan. Kereta cepat yang melintasi terowongan ini dirancang untuk melaju dengan kecepatan operasional hingga 350 km/jam.

Bagi penumpang, kehadiran jalur ini tidak hanya menawarkan kecepatan, tetapi juga kenyamanan ekstra karena jalur ini meminimalisir hambatan geografis yang selama ini memisahkan wilayah utara dan selatan Sungai Yangtze.

Membangun struktur permanen pada kedalaman hampir 90 meter di bawah sungai besar bukanlah perkara mudah. Tim insinyur harus memastikan struktur terowongan mampu menahan tekanan hidrostatik yang masif sekaligus menjaga kedap air secara sempurna.

Proyek ini menjadi bukti nyata kepemimpinan Cina dalam teknologi konstruksi bawah air dan perkeretaapian modern. Selain untuk mobilitas penumpang, jalur ini diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi regional dan integrasi kawasan Delta Sungai Yangtze menjadi pusat inovasi yang lebih kompetitif.

Yuk, Kenali Terowongan Kereta Api Terpanjang di Dunia, Ada yang Hampir 60 Km

Selain Terpanjang, Ternyata Ada Fakta Menarik Lainnya Tentang Terowongan Sasaksaat

Berada di Kabupaten Bandung Barat, jalur kereta api di wilayah tersebut memang terkenal dengan panoramanya yang luar biasa menakjubkan. Jalur yang berkelok membelah perbukitan membuat yang melihatnya seakan merasakan nyamannya perjalanan. Terlebih lagi berbagai peninggalan sejak jaman kolonial Belanda yang hingga kini masih kokoh digunakan pada perjalanan kereta api.

Ya, bagi kalian yang sering gunakan kereta api rute Jakarta – Bandung pulang pergi, tentu sudah paham betul daerah mana yang memiliki pemandangan yang eksotis. Jalur berliku serta menyeberangi bukit dengan jembatan maupun memasuki terowongan pastinya titik utama penumpang kereta api untuk mengabadikan momen tersebut. Salah satu yang paling digemari penumpang saat menggunakan kereta api adalah Terowongan Sasaksaat.

Terowongan ini sangat legendaris bagi masyarakat yang sudah mengetahui sejarah atau bahkan sekadar melewati menggunakan kereta api. Terowongan Sasaksaat yang memiliki panjang hampir 1 kilometer ini menjadi ikonik perjalanan kereta api di bumi Parahyangan. Aksesnya yang cukup terjangkau karena dekat dengan bangunan kecil yang bernama Stasiun Sasaksaat.

Sasaksaat – Inilah Terowongan Kereta dengan Waktu Pembangunan Paling Lama di Indonesia

Diketahui bahwa Terowongan Sasaksaat ini dibangun tidak sembarangan. Bahkan sejarah mencatat bahwa terowongan ini ada berbagai cerita menarik saat pembangunan berlangsung. Makanya hingga kini terowongan tersebut masih kokoh meskipun sering kali kereta api melintas.

Selain sebagai aktif terpanjang di Indonesia, Terwongan Sasaksaat tentu memiliki fakta menarik lainnya. Tak heran, terowongan ini diberi predikat sebagai bangunan cagar budaya dari PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI). Berikut ini beberapa fakta menarik dari Terowongan Kereta Api Sasaksaat:

• Dibangun Manual Dengan Sistem Kerja Rodi
Bangunan terowongan tersebut dibuat secara manual oleh warga yang dipaksa menjadi pekerja rodi membelah perbukitan Cidepong, menggunakan peralatan alakadarnya seperti balincong dan linggis. Terowongan tersebut dibangun dengan presisi yang tinggi, karena tingkat kesulitan tanah perbukitan di daerah tersebut. Paling tidak ada hitungan kemiringan dan kelokan 16-25 derajat.

Bagian tengah jalur rel pun dibuat agak menanjak dengan tujuan supaya air tanah dari perbukitan di atas terowongan bisa mengalir dan tidak merembes ke bantalan rel. Lantaran bisa menyebabkan besi dan kayu rel mengembang.

• Memiliki 35 Sleko di Dalam Terowongan
Terdapat 35 sleko (lubang berlindung) yang tersedia di dalam Terowongan Sasaksaat untuk petugas terowongan. Sleko tersebut terdiri dari 17 lubang di sisi kiri dan 18 lubang di sisi kanan terowongan. Setiap beberapa jam sekali, penjaga terowongan wajib mengecek bantalan rel baik setelah kereta lewat ataupun sebelum lewat. Hal itu demi menjamin keamanan kereta saat melintas.

• Tertua dan Terpanjang di Asia Pasifik
Terowongan kereta yang membentang sepanjang 949 meter dengan tinggi 4,31 meter dan lebar 3,92 meter itu merupakan terowongan kereta api tertua dan terpanjang di Asia Pasifik yang masih aktif hingga saat ini. Terowongan Sasaksaat sendiri dibangun oleh Staatsspoorwegen antara tahun 1902-1903. Terowongan dengan nomor Bangunan Hikmat (BH) 503 itu berada di jalur Purwakarta dan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat pada KM 143+144 antara Stasiun Sasaksaat dan Stasiun Maswati.

Incaran Spot Foto Kereta Api, Terowongan Sasaksaat Menjadi Destinasi Terfavorit Para Railfans

Rekor Baru! OTP Garuda Indonesia Group Tembus 92,08% Selama Musim Mudik Lebaran 2026

Operasional penerbangan selama peak season Lebaran 1447 H/2026 resmi berakhir dengan catatan manis bagi Garuda Indonesia Group. Maskapai pembawa bendera bangsa ini bersama anak usahanya, Citilink, berhasil membukukan tingkat ketepatan waktu penerbangan (On-Time Performance/OTP) rata-rata sebesar 92,08%.

Angka ini bukan sekadar statistik biasa, melainkan pencapaian OTP tertinggi dalam tiga tahun terakhir selama momentum Lebaran. Sebagai perbandingan, pada periode mudik 2025 OTP tercatat di angka 87,12%, sementara pada 2024 berada di level 86,07%.

Direktur Operasi Garuda Indonesia, Dani Haikal Iriawan, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan cerminan dari kesiapan operasional yang matang meski dihadapkan pada frekuensi penerbangan yang sangat padat.

“Capaian ini menjadi indikator kuat konsistensi peningkatan kinerja operasional kami, khususnya dalam mengelola intensitas penerbangan tinggi pada periode peak season,” ujar Dani.

Kunci di balik mulusnya operasional ini adalah sinergi di berbagai lini, mulai dari kesiapan armada yang optimal, personel garda terdepan yang sigap, hingga koordinasi intens dengan regulator bandara. Selain itu, kesadaran penumpang untuk hadir lebih awal di bandara turut menjadi faktor krusial yang menjaga kelancaran jadwal keberangkatan.

Layani 1,1 Juta Penumpang
Tak hanya tepat waktu, minat masyarakat untuk terbang bersama Garuda dan Citilink juga tetap tinggi. Sepanjang periode 14–29 Maret 2026, Garuda Indonesia Group sukses mengangkut lebih dari 1,1 juta penumpang.

Secara rinci, Garuda Indonesia melayani 501.336 penumpang melalui 3.297 penerbangan, sementara Citilink melayani 681.162 penumpang dengan total 4.357 penerbangan. Dengan angka tersebut, tingkat keterisian kursi (Seat Load Factor/SLF) secara grup menembus angka 86%.

Rute Favorit: Dari Aceh hingga Amsterdam
Selama musim mudik kali ini, beberapa rute tercatat menjadi primadona bagi para pelancong:

Domestik: Jakarta–Medan, Jakarta–Banda Aceh, Surabaya–Denpasar, Jakarta–Pangkal Pinang, serta Yogyakarta–Denpasar.
Internasional: Jakarta–Amsterdam, Jakarta–Madinah, Jakarta–Jeddah (untuk jamaah Umrah), Jakarta–Haneda, dan Denpasar–Tokyo.

Ekspansi Kereta Cepat Italia: Hitachi Raih Kontrak Baru Pasok Armada Frecciarossa Terbaru

Raksasa manufaktur kereta api, Hitachi Rail, baru saja memenangkan kontrak prestisius untuk memasok tambahan armada kereta cepat ke Italia. Langkah ini mempertegas ambisi operator kereta api nasional Italia, Trenitalia, untuk semakin mendominasi pasar transportasi jarak jauh yang efisien dan ramah lingkungan.

Kontrak baru ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan platform ETR1000, yang lebih dikenal oleh para penumpang dengan nama komersial Frecciarossa 1000 (Si Panah Merah).

Kembangkan Layanan Kereta Cepat, Taiwan High Speed Rail Gandeng Hitachi dan Toshiba

Bagi para pelancong yang sering menggunakan jasa kereta api di Italia, armada Frecciarossa 1000 adalah standar emas kenyamanan. Kereta ini dirancang untuk melaju dengan kecepatan komersial hingga 350 km/jam, menghubungkan kota-kota besar seperti Milan, Florence, Roma, hingga Naples dalam waktu singkat.

Apa yang baru dari pesanan kali ini? Hitachi menjanjikan beberapa peningkatan yang akan langsung dirasakan oleh penumpang:

Interior yang Lebih Ergonomis: Desain kursi dan tata letak kabin yang diperbarui untuk memberikan ruang kaki yang lebih lega.

Konektivitas WiFi Generasi Terbaru: Menjawab kebutuhan penumpang bisnis dan wisatawan yang memerlukan koneksi internet stabil selama perjalanan.

Efisiensi Energi: Kereta ini diklaim lebih ramah lingkungan dengan penggunaan material yang dapat didaur ulang hingga 94% di akhir masa pakainya.

Investasi Trenitalia pada armada tambahan dari Hitachi ini bukan tanpa alasan. Italia tengah memposisikan diri sebagai hub kereta cepat di Eropa. Selain melayani rute domestik, armada Frecciarossa 1000 kini telah merambah rute lintas negara, seperti Madrid-Barcelona di Spanyol dan Milan-Paris di Prancis.

Dengan tambahan unit baru ini, frekuensi perjalanan antar kota diprediksi akan semakin padat, memberikan fleksibilitas lebih bagi penumpang dalam memilih jadwal keberangkatan.

Luca D’Aquila, COO Hitachi Rail Group, menyatakan bahwa kontrak ini merupakan bukti kepercayaan berkelanjutan terhadap teknologi kereta cepat mereka. Bagi Hitachi, proyek di Italia ini merupakan etalase teknologi terbaik mereka sebelum dibawa ke pasar global lainnya.

Bagi penumpang, kehadiran armada baru ini berarti satu hal: perjalanan melintasi Italia akan semakin cepat, nyaman, dan tentunya bergaya.

Hitachi Rail Integrasikan 5G Digital Signalling Pada Jalur Kereta Api Perkotaan