Hari Ini, 240 Tahun Lalu, Paris Jadi Saksi Manusia Pertama yang Berhasil Terbang dengan Balon Udara

Pada hari ini, 240 tahun lalu, bertepatan dengan 21 November 1783, kota Paris menjadi saksi keberhasilan penerbangan bersejarah balon udara. Disebut bersejarah, sebab balon udara itu mengangkut dua orang Jean-François Pilâtre de Rozier dan Marquis d’Arlandes, yang mengukuhkannya sebagai manusia pertama yang berhasil terbang menggunakan balon udara.

Baca juga: Hari ini, 85 Tahun Lalu, Perwira Angkatan Darat AS Berhasil Pecahkan Rekor Balon Udara Tertinggi

Disarikan dari tulisan Michael R. Lynn, seorang profesor sejarah di Universitas Purdue, North Central, Illinois, Amerika Serikat (AS), sejarah manusia pertama yang terbang dengan balon udara dimulai ketika Joseph dan Etienne Montgolfier, berhasil menemukan balon udara pertama di dunia yang terbang perdana pada Juni 1783.

Usai keberhasilan tersebut, kimia dan fisika yang menjadi subjek sangat populer saat itu, mendorong para ilmuan untuk mengembangkan temuan Joseph dan Etienne Montgolfier. Dua bulan berselang, Jacques-Alexandre-César Charles berhasil meluncurkan balon hidrogen pertama di dunia tanpa penumpang pada Agustus 1783, di kota Paris, Perancis; disusul, balon udara Versailles yang berhasil mengangkut muatan pertama (sekalipun bukan manusia) yakni domba, ayam jantan, dan bebek.

Setelah dirasa aman untuk membawa penumpang, lewat keberhasilan balon udara Versailles membawa muatan, ilmuan pun berlomba-lomba untuk mewujudkan penerbangan manusia pertama dengan balon udara; termasuk ilmuan di bidang aeronautika.

Sekitar dua bulan kemudian, Pilâtre de Rozier, yang seorang polymath (orang yang menguasai lebih dari satu bidang ilmu, dalam hal ini sejarah, farmasi, kimia, dan fisika), mengklaim bisa mewujudkan cita-cita itu (menerbangkan manusia ke langit dengan balon udara).

Meskipun sempat diragukan, nyatanya, Jean-François Pilâtre de Rozier dan Marquis d’Arlandes berhasil terbang ke udara selama 25 menit menggunakan balon udara, menjadikannya sebagai manusia pertama yang terbang dengan balon udara. Tak butuh waktu lama, mereka (khususnya Pilâtre de Rozier) mendapat kedudukan terhormat di dunia. Setipa hari, ia dipuji oleh penyair, dikagumi oleh para sarjana di seluruh dunia, dan digembar-gemborkan oleh seluruh Eropa sebagai pahlawan.

Seiring berjalannya waktu, dimana sejarah berkenaan dengan balon udara lainnya tercipta, seperti sejarah orang pertama yang berhasil terbang atau naik balon hidrogen hingga sejarah Jean-Pierre Blanchard bersama Dr. John Sheldon, sebagai orang pertama yang menyeberangi Selat Inggris (dari Inggris ke Perancis), pamor Pilâtre de Rozier pun perlahan pudar.

Sadar dirinya sudah tak lagi menjadi pusat perhatian, ia pun bertekad untuk menyeberangi selat ke arah berlawanan (dari Perancis ke Inggris), berharap dunia akan kembali menyorot dirinya. Dari sini, drama mengharukan pun tercipta. Bersama seorang bernama Romains, Pilâtre de Rozier menunggu di Calais, sebuah kota di pesisir utara Paris, Perancis, untuk mewujudkan tekad itu.

Sayangnya, saat itu cuaca sedang tidak bersahabat. Tidak sabar, ia memutuskan untuk membuat balon ganda jenis baru dengan balon udara panas di bawah balon hidrogen. Kekuatan angkat ekstra, pikirnya, akan meningkatkan ketinggiannya ke tempat di mana ia merasa yakin angin akan menguntungkannya.

Baca juga: Hari ini, 223 Tahun Lalu, Perancis Jadi Saksi Penggunaan Parasut Pertama di Dunia

Meskipun tidak ada yang benar-benar yakin apa yang terjadi, percikan dari sumber panas yang menjaga udara tetap panas di balon bawah mungkin telah bergerak naik dan memicu hidrogen di balon atas yang menyebabkan kebakaran.

Pada tanggal 15 Juni 1785, Pilâtre de Rozier dan Romains bersama balon udaranya jatuh ke daratan dan tewas seketika. Mirisnya, kejadian itu disaksikan oleh tunangannya, seorang wanita muda Inggris, Susan Dyer. Tak sanggup melihat orang terkasih tewas di depan mata, ia pun syok berat dan pada akhirnya dinyatakan meninggal tak lama kemudian.

KAI dan Bank BNI Resmikan Naming Rights “Stasiun Dukuh Atas BNI”

PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama Bank BNI meresmikan penamaan atau Naming Rights Stasiun Dukuh Atas menjadi Stasiun Dukuh Atas BNI, Rabu (20/11). Program Naming Rights ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memperluas visibilitas merek sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan transportasi publik di Jabodetabek.

Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo, menyampaikan bahwa program ini memberikan peluang besar bagi perusahaan untuk memanfaatkan aset transportasi publik sebagai media pengenalan brand yang efektif.

“KAI sebagai operator transportasi massal memiliki jangkauan yang sangat luas dan melayani jutaan penumpang setiap tahunnya. Kesempatan ini memberikan nilai tambah bagi mitra kami untuk memperkenalkan merek mereka dengan cara yang relevan dan langsung menjangkau masyarakat,” ujar Didiek.

Melalui program Naming Rights, mitra perusahaan yang bekerja sama akan mendapatkan berbagai manfaat, seperti penempatan nama brand di media KAI, termasuk aplikasi Access by KAI, situs web resmi KAI, papan penunjuk arah (signage), peta jalur, pengumuman, hingga media publikasi lainnya.

Didiek menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya KAI untuk mengoptimalkan pendapatan melalui komersialisasi aset yang dimiliki perusahaan. “Program seperti ini sudah kami lakukan di sejumlah lokasi lain, seperti Stasiun Pancoran bank bjb dan Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng. Kami berkomitmen untuk terus memanfaatkan aset-aset strategis KAI secara maksimal demi mendukung pelayanan dan keberlanjutan perusahaan,” tambah Didiek.

Sejak beroperasi pada 28 Agustus 2023 hingga Oktober 2024, KAI telah mencatat jumlah pengguna LRT Jabodebek sebanyak 21.421.290 pengguna, dengan rata-rata 81.327 pengguna setiap hari kerja (weekday) pada Oktober 2024.

Khusus di Stasiun Dukuh Atas BNI, KAI telah melayani rata-rata pengguna 17.573 pengguna setiap harinya dari Januari hingga November 2024, dengan rata-rata pengguna yang melakukan Tap In sebanyak 9.121 pengguna dan pengguna yang melakukan Tap Out sebanyak 8.452 pengguna. Tingginya antusiasme masyarakat terhadap moda transportasi yang efisien dan nyaman ini menjadi indikator kuat bahwa peluang kolaborasi bisnis melalui Naming Rights dapat terus dikembangkan.

Stasiun Dukuh Atas BNI merupakan stasiun dengan integrasi transportasi umum paling lengkap yang dikelola oleh KAI. Stasiun ini terhubung langsung dengan berbagai moda transportasi lain, seperti KA Bandara Soekarno-Hatta, Commuter Line, MRT Jakarta, dan Transjakarta. Integrasi ini menjadikan Stasiun Dukuh Atas BNI sebagai hub transportasi strategis yang memudahkan mobilitas masyarakat di wilayah Jabodebek.KAIO

Shanghai Maglev – Kereta Bandara Tercepat di Dunia, Bisa ‘Ngewhoosh’ Sampai 500 Km per Jam

Di negara-negara maju kereta bandara yang melayani antara area bandara dengan pusat kota telah dilayani oleh kereta berkecepatan tinggi, sebut saja TGV di Paris dan Shinkansen di Tokyo. Namun, di antara kategori kereta cepat yang melayani bandara, ternyata yang paling cepat berada di Cina.

Masuk dalam kategori kereta tercepat yang menghubungkan bandara dengan pusat kota adalah Shanghai Maglev. Kereta ini memiliki kecepatan operasional 267 mph (430 km per jam), dan mampu mencapai kecepatan hingga 311 mph (500 km per jam) dalam kondisi tertentu.

Shanghai Maglev, yang menghubungkan Bandara Internasional Pudong dengan Stasiun Longyang Road di pusat kota Shanghai, adalah kereta maglev (magnetic levitation) komersial pertama di dunia. Jalur ini mulai beroperasi pada tahun 2004 setelah konstruksi yang dimulai pada tahun 2001. Dengan kecepatan maksimal operasional 431 km per jam, waktu perjalanan sejauh 30 km hanya memakan sekitar 7–8 menit. Selama pengujian, kereta ini bahkan mencapai kecepatan hingga 501 km per jam​

Sistem Shanghai Maglev, telah diakui sebagai salah satu yang paling aman, dengan lebih dari 300 uji keselamatan sebelum operasi dimulai​

Shanghai Maglev adalah simbol inovasi transportasi yang efisien, meskipun biaya awal pembangunannya mencapai sekitar $1,58 miliar, dianggap lebih ekonomis dibandingkan sistem metro konvensional dalam hal pemeliharaan jangka panjang​.

Shanghai Maglev memiliki kapasitas maksimum untuk membawa 574 penumpang dalam sekali perjalanan. Konfigurasi tempat duduknya dirancang untuk kenyamanan dengan ruang yang cukup lega bagi penumpang. Gerbongnya terbagi dalam kelas biasa dan VIP, dengan layanan seperti pencahayaan individual dan kebersihan yang sangat terjaga selama perjalanan singkatnya dari Bandara Internasional Pudong ke Stasiun Longyang Road.

Tiket
Biaya tiket Shanghai Maglev bervariasi tergantung jenis tiket dan kelas yang dipilih:

1. Tiket Satu Arah (One-Way):
Kelas Standar: ¥50 (sekitar 7 USD)
Kelas VIP: ¥100 (sekitar 14 USD)

2. Tiket Pulang Pergi (Round Trip):
Kelas Standar: ¥80 (sekitar 11 USD).

3. Diskon Khusus:
Penumpang yang menunjukkan tiket pesawat pada hari perjalanan dapat memperoleh harga diskon, misalnya ¥40 untuk tiket satu arah​

Kereta ini merupakan pilihan cepat dan nyaman untuk perjalanan antara Bandara Pudong dan pusat kota Shanghai. Jika Anda membawa bagasi, fasilitasnya juga dirancang untuk mendukung kenyamanan penumpang dengan ruang penyimpanan khusus.

Alasan Berbahaya Mengapa Penumpang Wajib Beritahu Pramugari Saat Kehilangan Ponsel di Pesawat

Bagi Sultan atau crazy rich atau siapapun yang merasa mempunyai kemampuan untuk membeli ponsel baru begitu kehilangannya, itu tidak berlaku saat di pesawat. Masalahnya bukan mampu tidaknya beli ponsel baru saat kehilangan ponsel di pesawat, melainkan itu berbahaya bagi penerbangan. Bagaimana bisa?

Baca juga: Awas, Kelamaan Dicas dan Terselip di Kursi Pesawat, Ponsel iPhone Meledak dan Terbakar!

Pada akhir April, sebuah ponsel iPhone XR dilaporkan meledak dan terbakar saat dalam kondisi mengisi daya atau dicas dan terselip di kursi pesawat Boeing 787 Dreamliner British Airways saat di udara.

Insiden tersebut bermula saat pramugari menjalankan prosedur standar, meminta seluruh penumpang agar memposisikan kursi pesawat ke mode normal, 40 menit sebelum mendarat.

Di sini, pramugari juga merapikan selimut penumpang business dan first class. Tetapi, sejurus kemudian ia mencium bau menyengat seperti benda terbakar. Ketika dicek, pramugari maskapai British Airways tersebut melihat kabel yang terhubung ke soket pengisian daya dengan ujung terselip di kursi penumpang dan tertutup bantal.

Saat sang pemilik ponsel iPhone tersebut memanggil pramugari yang lain, suara mendisis seperti benda terbakar terdengar dari situ, diikuti dengan kepulan asap tebal, dan setitik warna oranye yang ternyata nyala api dari sela-sela kursi yang kemudian membesar.

Beruntung, pramugari bergerak cepat untuk memadamkan api dengan alat pemadam kebakaran. Pramugari lainnya bergegas mengisi ember es dengan air dan menghubungi pilot yang juga mencium bau menyengat di kokpit.

Setelah asap hilang dan api padam, pramugari coba mengeluarkan iPhone terbakar itu dari sela-sela kursi. Namun tidak bisa. iPhone itu kemudian dibiarkan oleh pramugari tetap di posisinya sampai pesawat dari Bandara Miami, AS, itu mendarat di Bandara Heathrow, London, Inggris, 20 menit setelahnya, sambil terus berjaga-jaga di sekitar kursi khawatir ponsel kembali terbakar.

Usai mendarat, petugas pemadam kebakaran langsung masuk ke kabin dan mengambil ponsel iPhone XR dengan casing berwarna merah yang terbakar tersebut.

Sebelum itu, Qantas juga pernah mengalami hal serupa. Dalam penerbangan ke Melbourne pada tahun 2018, seorang pria tanpa sengaja menjatuhkan ponsel ke sela-sela kursi. Saat ponsel coba diambil, api mulai membara dan keadaan mulai memburuk. Penerbangan sempat ingin dialihkan ke Sydney, namun api akhirnya dipadamkan oleh kru kabin.

Baca juga: Sebelum Ponsel Vivo Terbakar di Bandara dan Dilarang Masuk Pesawat, Begini Aturannya

Pasca insiden kebakaran itu, seperti dikutip dari nypost, Otoritas Keselamatan Penerbangan Sipil Australia mengeluarkan pernyataan bahwa baterai lithium ponsel berbahaya setelah terjatuh atau terselip di kursi dan membuatnya lebih cepat panas serta berpotensi kebakaran.

Karenanya, saat penumpang mengalami hal itu, sebaiknya jangan mencoba meraihnya sendiri karena gesekan pada kursi membuat ponsel mudah terbakar. Pramugari sendiri sudah dilatih untuk itu.

 

Mengapa Mesin Pesawat Jet Bisnis Berada di Belakang? Ini Penjelasannya

Tidak jarang mesin pesawat mempunyai posisi mesin jet di belakang. Yang kadang menjadi pertanyaan, mengapa pada pesawat jet bisnis modern umumnya mesin ditempatkan di bagian belakang? Mengapa mesin tidak di bawah sayap seperti lazimnya pesawat komersial?

Baca juga: Bombardier Global 8000 – Pesawat Jet Bisnis dengan Kecepatan Supersonik, Pertama Sejak era Condorde Berakhir

Pesawat jet bisnis memiliki mesin yang dipasang di belakang karena beberapa alasan, terutama terkait dengan desain, kinerja, dan keselamatan pesawat. Berikut beberapa keuntungan memiliki mesin di bagian belakang badan pesawat:

1. Badan pesawat lebih rendah dari permukaan tanah sehingga memudahkan penumpang untuk naik dan turun pesawat menggunakan tangga udara. Hal ini nyaman bagi jet bisnis yang seringkali beroperasi dari bandara kecil yang tidak memiliki infrastruktur memadai.

2. Tingkat kebisingan di dalam kabin lebih rendah karena jarak mesin dari penumpang dan suara keluar ke belakang. Hal ini menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan tenang bagi penumpangnya, yang mungkin ingin bekerja atau bersantai selama penerbangan.

3. Keseimbangan dan stabilitas pesawat lebih baik, karena mesin lebih dekat ke pusat gravitasi dan daya dorong asimetris berkurang jika salah satu mesin mati. Hal ini juga meningkatkan penanganan dan kemampuan manuver pesawat, terutama dalam keadaan darurat atau situasi yang menantang.

4. Sayap memiliki lebih banyak ruang untuk kendali dan permukaan, yang meningkatkan aerodinamis dan efisiensi pesawat. Sayap juga memiliki bobot dan tekanan yang lebih sedikit, karena tidak harus menopang mesin atau saluran bahan bakarnya.

Baca juga: Pesawat Jet Bisnis Terbang Lebih Tinggi Dibanding Pesawat Jet Komersial Reguler, Ini Alasannya!

5. Risiko kerusakan mesin atau kebakaran lebih rendah karena jarak mesin dari tangki bahan bakar dan penumpang. Dengan posisi mesin di belakang dan agak ke atas, juga kecil kemungkinannya untuk menghisap benda asing atau puing-puing dari tanah, yang dapat menyebabkan kegagalan fungsi atau kecelakaan.

PO Handoyo, Berjaya dari Lembah Tidar Magelang

Kerasnya bisnis perusahaan otobus (PO) menjadi tantangan sendiri bagi para pengusahanya. Apalagi tuntutan zaman masa kini dimana masyarakat banyak beralih ke moda transportasi lainnya yang lebih cepat seperti pesawat terbang.

Baca juga: PO Sumber Alam, Bus AKAP Kebanggaan Warga Purworejo

Namun meski begitu, tantangan ini sendiri di jawab tiap masing-masing PO yang masih tetap berdiri tegap untuk mengangkut pengguna setia bus. Salah satunya yang masih bertahan meski kerasnya bisnis transportasi di tanah air adalah PO Handoyo.

PO Handoyo sendiri didirikan oleh Dibyo Wibowo tahun 1975 dan nama ini diambil dari putranya yang bernama Daniel Handoyo. PO yang berada dibawah PT Indo Transport Abdimas tersebut dikelola siempunya nama bus yakni Daniel Handoyo.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, PO Handoyo merupakanan raja jalanan dari Lembah Tidar Magelang di Jawa Tengah. Bahkan di masa sulitnya PO Handoyo sempat mengakuisisi PO lain seperti Mandala dari Jawa Timur yang bergabung ke Handoyo Group.

PO Handoyo sendiri dikenal dengan sasis bus dari Hino seperti AK dan RK. Tak hanya itu, mereka juga gunakan dari Mercedez-Benz serta karoseri yang digunakan yakni New Armada, Laksana serta Rahayu Santosa.

Tetapi belakangan PO Handoyo mempercayakan armada mereka kepada karoseri Adiputro. Beberapa bus terbaru milik PO Handoyo juga kini menggunakan armada varian Jetbus yang merupakan karoseri asal Malang.

Berkantor di Jalan Soekarno-Hatta di Magelang, Jawa Tengah, PO Handoyo juga memiliki garasi dengan armada mereka sebanyak 100 bus dan dekat beberapa garasi PO lainnya seperti Maju Makmur, Sumber Waras dan Santoso. Pada awal berdirinya, PO Handoyo melayani trayek Yogyakarta – Semarang, Magelang – Weleri dan Magelang – Ngadirejo.

Kini PO Handoyo melayani trayek Jakarta-Yogyakarta-Klaten, Surabaya – Cirebon dan Jakarta – Wonogiri. Tahun 2008 lalu, PO Handoyo hadir sebagai pelopor Cyber Bus yakni bus pariwisata dengan fasilitas rumah dan kantor.

Baca juga: Dari Scania K410IB6X2, Inilah Luxury Double Decker “Skylander” dari New Armada

Awalnya Cyber Bus digunakan untuk perjalanan keluarga, kemudian banyaknya permintaan konsumen sehingga digunakan sebagai bus pariwisata. Cyber Bus Po Handoyo menggunakan mesin Volvo tipe B12M 12.000 cc, dengan bagasi lebih luas dan lebih tinggi, sehingga mampu meredam kebisingan luar.

Selain Mesin, Inilah Lima Penyebab Suara Bising dalam Kabin Pesawat

Setelah pesawat lepas landas, selain suara mesin, ada beberapa sumber kebisingan lain yang dapat terdengar di dalam kabin pesawat, tergantung pada desain pesawat, ketinggian penerbangan, dan kondisi lingkungan. Dan selain suara mesin, berikut adalah sumber-sumber utama kebisingan tersebut:

1. Aliran Udara (Aerodynamic Noise)
Kebisingan ini disebabkan oleh udara yang mengalir di sekitar badan pesawat dan sayap dengan kecepatan tinggi. Turbulensi di sekitar permukaan pesawat, seperti di sekitar sambungan jendela, pintu, atau sayap, dapat meningkatkan tingkat kebisingan. Biasanya terdengar sebagai suara mendesis atau desiran konstan.

2. Suara dari Sistem Ventilasi dan Pendingin Udara
Sistem HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning) menghasilkan kebisingan dari kipas dan aliran udara melalui saluran. Kebisingan ini sering terdengar sebagai dengungan atau desisan di kabin.

3. Getaran Struktur Pesawat
Ketika pesawat mengalami turbulensi atau tekanan aerodinamis tinggi, struktur pesawat seperti badan (fuselage) dan sayap dapat bergetar. Getaran ini menghasilkan suara berdengung atau bergemuruh.

4. Roda Pendaratan (Landing Gear Noise)
Ketika roda pendaratan dikeluarkan atau dimasukkan, suara mekanis dan aliran udara di sekitar roda menciptakan kebisingan. Kebisingan ini lebih terdengar saat lepas landas atau mendarat.

5. Suara dari Aileron, Flap, dan Spoiler
Saat pilot mengoperasikan kontrol penerbangan ini (misalnya saat take-off atau landing), aliran udara di sekitar permukaan bergerak ini menghasilkan suara tambahan.

Meski begitu, suara bising juga sangat dipengaruhi oleh persepsi, seperti lokasi tempat duduk di kabin (misalnya dekat mesin atau roda), sesain akustik pesawat, termasuk isolasi suara yang dipasang di dalam kabin, dan tingkat kecepatan pesawat dan ketinggian penerbangan.

Hari ini 25 Tahun Lalu, Gunakan Roket Long March 2F Cina Luncurkan Pesawat Antariksa Pertama ‘Shenzhou 1’

Cina dapat disebut sebagai negara yang paling cepat dalam pengembangan kemampuan teknologi antariksa, yang dalam hal kecepatan mampu mengalahkan Perancis, Rusia dan Jepang. Dan hebatnya, kecepatan pengembangan teknologi antariksa dapat dilakukan dalam waktu singkat. Dan tepat hari ini, 25 tahun lalu, bertepatan dengan 19 November 1999, adalah momen penerbangan perdana pesawat antariksa Cina.

Pesawat antariksa yang dimaksud adalah Shenzhou 1, meski merupakan pesawat antariksa tanpa awak, peluncuran ini merupakan tonggak penting dalam sejarah eksplorasi luar angkasa Cina menandai dimulainya program ambisius untuk mengembangkan kemampuan penerbangan antariksa manusia.

Shenzhou 1 diluncurkan dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di Gurun Gobi menggunakan roket Long March 2F dengan waktu peluncuran sekitar 6:30 pagi waktu setempat.

Shenzhou 1 adalah misi uji coba tanpa awak, dirancang untuk menguji keandalan sistem penerbangan dan kemampuan dasar pesawat luar angkasa. Pesawat ini memiliki konfigurasi yang mirip dengan pesawat Soyuz Rusia, tetapi dengan sejumlah modifikasi yang dirancang oleh ilmuwan Cina.

Shenzhou 1 menghabiskan waktu 21 jam 11 menit di orbit sebelum kembali ke Bumi. Setelah menyelesaikan 14 orbit, kapsulnya berhasil mendarat di wilayah Inner Mongolia.

Tujuan misi Shenzhou 1 adalah menguji sistem peluncuran dan pendaratan, serta memvalidasi desain struktur kapsul, sistem kontrol, serta fungsi komunikasi dan navigasi.

Misi Shenzhou 1 dianggap sukses besar meskipun beberapa sistem eksperimental tidak diaktifkan untuk menghindari risiko. Data yang diperoleh dari misi ini digunakan untuk memperbaiki desain kapsul Shenzhou dan mendukung peluncuran berikutnya.

Peluncuran Shenzhou 1 merupakan langkah awal menuju pencapaian Cina sebagai negara ketiga di dunia yang berhasil mengirim manusia ke luar angkasa, yang terwujud pada misi Shenzhou 5 pada tahun 2003. Program Shenzhou juga menjadi dasar bagi upaya ambisius Cina untuk membangun stasiun luar angkasa seperti Tiangong dan melakukan eksplorasi ke Bulan dan Mars.

Toyota dan Joby Aviation Tuntaskan Uji Terbang Taksi Udara Pertama di Jepang

Joby Aviation yang didukung oleh raksasa otomotif Jepang Toyota – melakukan uji terbang electric vertical takeoff and landing aircraft (eVTOL) pertama di Jepang selama akhir pekan lalu, semakin mendekati kenyataan taksi terbang.

“Kami di sini hari ini untuk merayakan keberhasilan penerbangan pameran Joby awal minggu ini, pertama kalinya mereka menerbangkan taksi udara eVTOL di luar Amerika Serikat. Mimpi yang dibayangkan Joby dan Toyota untuk mobilitas udara akhirnya hampir terwujud,” klaim CTO Toyota Hiroki Nakajima, saat berbicara dari acara di Shizuoka, Jepang.

Ia membanggakan bahwa penerbangan ke Shizuoka dari Tokyo dengan taksi udara eVTOL Joby akan memakan waktu 25 menit – dibandingkan dengan hingga dua jam dengan kendaraan jalan raya.

Menurut pendiri dan CEO Joby, JoeBen Bevirt, calon taksi udara tersebut telah menyelesaikan “sejumlah penerbangan pameran” selama beberapa hari.

“Toyota kini telah berinvestasi di Joby pada beberapa kesempatan, tetapi yang lebih penting, mereka telah berdiri di samping kami di fasilitas kami. Mereka telah membantu kami merancang peralatan. Mereka telah memberi saran tentang tata letak pabrik kami. Mereka bahkan menyediakan suku cadang yang digunakan di pesawat,” puji Bevirt tentang perjanjian perusahaan rintisannya dengan produsen mobil Jepang tersebut.

Ia mengklaim bahwa Joby bermaksud untuk memulai operasi penumpang komersial paling cepat tahun depan dan bekerja sama dengan mitra global di Jepang yang meliputi Uber, Delta Air Lines, dan ANA. Joby telah mengajukan permohonan sertifikasi kepada regulator penerbangan sipil negara tersebut, Japan Civil Aviation Bureau (JCAB).

Toyota mengumumkan bulan lalu bahwa mereka menginvestasikan $500 juta dalam perusahaan taksi udara, menambah $394 juta yang telah mereka investasikan. Suntikan $500 juta tersebut terbagi dalam dua bagian yang sama: paruh pertama didistribusikan pada tahun 2024 dan yang kedua akan jatuh tempo tahun depan.

Dana tersebut dimaksudkan untuk mendukung sertifikasi dan produksi komersial taksi udara listrik Joby, dan ketentuan investasi tersebut mencakup pembentukan perjanjian manufaktur untuk paruh pertama komersialisasi.

Meskipun Toyota tetap menjadi investor terbesar Joby, Delta Airlines mengambil 2 persen saham di perusahaan tersebut pada tahun 2022 ketika menginvestasikan $60 juta.

Joby tetap menjadi salah satu bisnis taksi terbang yang paling menjanjikan, setelah menempati posisi keempat dalam Indeks Realitas AAM Agustus 2024 – sebuah alat pemeringkatan yang dirancang untuk menilai kemajuan para pemain dalam industri tersebut. Tempat pertama diraih Volocopter, kedua diraih EHang dari Cina, dan ketiga diraih Beta Technologies. Wisk dari Boeing berada di posisi kedelapan.

Sambut Masa Liburan Nataru 2024, KAI Services Lakukan Penambahan Personil di Berbagai Unit Bisnis

Sambut masa liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024, KAI Services melakukan penambahan personil di berbagai unit bisnisnya mulai dari Parkir, Loko Café, hingga logistik. Untuk itu, KAI Services membuka lowongan di sejumlah posisi yang mulai dibuka pada Selasa (12/11) hingga minggu (17/11).

Baca juga: KAI Services Gelontorkan CSR ke SMAN 4 Surakarta, Salah Satu Alumninya Didiek Hartantyo Dirut PT KAI

Sejumlah posisi yang dibuka dalam penambahan personil masa Nataru 2024 antara lain, Waitress, Cook helper, packing food, steward, logistic, cuci kereta, On trip cleaning, parking operation, Parking Excellence dan beberapa posisi lainnya. Untuk penempatan tersebar di wilayah kerja KAI Services mulai dari Branch Office 1 Jakarta hingga Branch Office 10 Medan.

Menurut Vice President Corporate Secretary KAI Services, Rachman Firhan, KAI Services membuka kesempatan untuk bekerja sebagai Daily Worker dalam masa Nataru 2024. Untuk periode kerjanya sendiri selama masa angkutan Nataru 2024 / 2025 selama18 hari dimulai dari tanggal 19 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025.

“Kami membuka kesempatan untuk menjadi Daily Worker di KAI Services pada sejumlah posisi dan ini untuk penempatan di Pulau Jawa hingga Sumatera. Ini terbuka untuk siapa saja yang belum memiliki pekerjaan atau mahasiswa yang sedang libur kuliah saat akhir tahun 2024 hingga awal tahun 2025.” ujar Firhan.

KAI Services sendiri melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi masa liburan Nataru 2024. Mulai dari melakukan training sales dan hospitality untuk prama dan prami KAI Services hingga penambahan personil disejumlah unit bisnis.

Untuk informasi lowongan dan kesempatan bekerja sebagai Daily Worker dapat diakses melalui website KAI Services di https://karir.reska.id/lowongan