Akhir Juli Autonomous Rail Transit (ART) Tiba di IKN dan Beroperasi Mulai Agustus 2024

Belum siapnya infrastruktur di Ibu Kota Nusantara (IKN) memaksa Presiden Jokowi untuk mengurungkan niatnya untuk mulai berkantor pada awal Juli 2024. Meski begitu, sarana dan pra sarana untuk menunjang transportasi di IKN terus dijalankan, salahnya satunnya dengan Autonomous Rail Transit (ART) atau Trem Otonom yang akan tiba dari Cina pada akhir Juli ini.

Baca juga: Rencana Pembangunan Jaringan Kereta di Bali, Berpusat di Bandara Ngurah Rai, Pilih Trem Baterai atau ART?

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan bahwa rangkaian Autonomous Rail Transit (ART) atau Trem Otonom dijadwalkan tiba di IIKN pada akhir Juli dan beroperasi pada Agustus 2024. Hal ini disampaikan Menhub saat meninjau lokasi jalur Trem Otonom di Jalan Sumbu Kebangsaan pada Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Jumat (12/7).

“Rangkaian Trem Otonom telah dikirim dari China pada awal Juli 2024. Menurut perhitungan, kapal ekspedisi yang mengangkut Trem otonom tersebut akan tiba di Pelabuhan Balikpapan dan dijadwalkan tiba di IKN pada akhir Juli 2024 setelah proses kepabeanan selesai. Dengan demikian, Trem Otonom dipastikan sudah bisa beroperasi pada Agustus 2024,” ujar Menhub.

Menhub menjelaskan, setelah sampai di IKN, komponen Trem Otonom rencananya akan dirakit dan mulai diuji coba secara internal. Kemudian, akan dilakukan pula persiapan dan pelaksanaan pengujian bersama, dilanjutkan dengan pelaksanaan Proof of Concept (POC) pada Agustus 2024. Adapun rencana showcase alias unjuk kerja akan dilaksanakan pada Oktober hingga Desember 2024.

Trem Otonom dioperasikan menggunakan baterai dengan pengoperasian dipandu melalui pembacaan marka jalan melalui sensor, sehingga kendaraan ini ampuh untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan pemakaian energi fosil.

Menhub juga menerangkan bahwa Jalan Sumbu Kebangsaan yang akan dilalui Trem Otonom punya tekstur sangat halus. Hal ini tentu akan membuat nyaman para pengendara dan penumpang yang melintas.

Sementara itu, telah diputuskan pula bahwa Kementerian PUPR akan segera membangun halte untuk menunjang operasional Trem Otonom ini. “Menariknya, halte yang akan dibangun ini nantinya tak hanya berguna sebagai tempat menaik-turunkan penumpang, namun juga akan berfungsi sebagai tempat melakukan charging (pengisian daya),” pungkas Menhub. Trem Otonom yang didatangkan ke Indonesia berjumlah satu trainset yang terdiri atas tiga kereta dan akan melayani delapan halte.

Autonomous Rail Rapid Transit, Pelampiasan Cina Setelah Gagal Dengan Straddling Bus?

Dituding Sumber Kerugian – Tak Bayar Utang Rp 5 T ke Wika, PT KCIC Bilang Begini

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) membantah tudingan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) terkait tagihan Rp 5 T yang belum terselesaikan. Corporate Secretary PT KCIC, Eva Chairunisa, mengungkapkan bahwa dalam prosesnya semua yang berkaitan dengan penagihan di KCIC harus melalui prosedur administrasi.

Baca juga: Diisukan Sepi, Kereta Cepat Whoosh Capai 2 Juta Penumpang Berkat Strategi Tarif Dinamis

“Adapun terkait klaim sebesar 5T yang disampaikan pada sejumlah pemberitaan, dapat kami sampaikan bahwa dalam prosesnya semua yang berkaitan dengan penagihan di KCIC harus melalui prosedur administrasi agar semuanya dapat dipertanggungjawabkan dengan baik termasuk dari sisi keuangan sesuai dengan tata kelola perusahaan yang baik (GCG),” jelasnya dalam keterangan resmi yang terima KabarPenumpang.com.

Pembangunan kereta cepat, lanjut Eva, ditujukan untuk kemajuan transportasi di indonesia agar dapat meningkatkan konektivitas dan perekonomian antara Jakarta dan Bandung melalui transportasi massal ramah lingkungan yang modern.

Dalam proses pembangunannya, proyek Kereta Cepat Whoosh sudah mempertimbangkan banyak hal yang telah dikordinasikan bersama seluruh stakeholder yang terlibat.

Saat ini, operasional Whoosh terus mengalami peningkatan dimana jumlah perjalanan terus bertambah dari 14 perjalanan reguler per hari di Oktober 2023, menjadi 48 perjalanan reguler per hari sejak Mei 2024. Selanjutnya pada awal tahun 2025 di programkan jumlah perjalanan kereta dapat mencapai hingga 62 per hari.

Rata-rata volume penumpang Whoosh per hari juga mengalami peningkatan secara bertahap dengan rekor penumpang tertinggi saat ini sudah mencapai 24 ribu per hari.

Baca juga: Selama Nataru, Whoosh Angkut 220.227 Penumpang, Argo Parahyangan Cuma 51.596 Penumpang

Sebelumnya di awal beroperasi pada Oktober 2023 rata-rata volume penumpang Whoosh sekitar 9.000 per hari, saat ini Berdasarkan data Juli 2024 rata-rata per hari sudah mencapai 17-18 ribu per hari pada saat weekday dan 18-22 ribu penumpang per hari pada saat akhir pekan atau weekend dengan rekor tertinggi 24 ribu pada 5 Juli 2024.

Sejumlah peningkatan terus dilakukan KCIC salah satunya memberikan kemudahan untuk masyarakat dapat menjangkau stasiun whoosh dengan menghadirkan Integrasi antarmoda. saat ini seluruh stasiun whoosh yang beroperasi sudah terintegrasi dengan berbagai moda transportasi lainnya.

 

Selain Cegah Hujan, Payung Juga Bisa Lawan Tindakan Kriminal

Semakin maraknya tindak kriminal dewasa ini tak pelak membuat sebagian kalangan menjadi was-was untuk bepergian. Pasalnya, tindak kriminal tidak hanya terjadi ketika malam hari. Lebih parahnya lagi, tidak jarang aksi-aksi kejahatan terjadi di angkutan umum berbasis massa, seperti TransJakarta dan Commuter Line atau yang akrab disebut KRL. Walaupun sudah ada petugas yang berjaga dalam moda angkutan tersebut, tapi para kriminal ini seolah tidak menghiraukan keberadaan mereka yang dilengkapi dengan senjata pelumpuh, seperti tongkat pemukul hingga borgol.

Bagi Anda, khususnya kaum hawa yang sedikit paranoid dengan tindak kriminal yang ada, Anda disarankan untuk tidak memakai perhiasan berlebih yang menarik perhatian banyak orang. Selain itu, untuk menghindari pelecehan, Anda juga  dapat menggunakan baju yang sopan. Lalu, bagaimana jika aksi kejahatan sudah terlanjur terjadi? Apa yang dapat dilakukan?

Baca Juga: Jurus Selamat Hindari Aksi Pencopetan di Moda Transportasi Massa

Tentu saja Anda harus berusaha untuk tetap tenang dalam menghadapi situasi ini, karena jika panik, niscaya Anda akan kebingungan untuk mengambil langkah selanjutnya. Kedua, Anda bisa memanfaatkan benda-benda yang ada di sekitar Anda sebagai alat pertahanan diri, salah satunya adalah payung. Selain berfungsi sebagai alat perlindungan dari hujan, payung juga bisa digunakan sebagai alat pertahanan diri di kala situasi mendesak.

Walaupun memiliki berbagai jenis bentuk udan ukuran, alat ini tetap bisa dijadikan sebagai alat bela diri. Bagi Anda yang menggunakan payung berukuran besar, Anda bisa menggunakan ujung payung yang memiliki bentuk seperti huruf U sebagai “mata pisau”. Selain bahannya yang keras, ujung pegangan payung yang berbentuk seperti huruf U bisa Anda kaitkan ke penjahat tersebut. Cara ini termasuk ampuh untuk mematikan langkah dari penjahat.

Baca juga: Biar Tidak Kecopetan, Yuk Kenali Ciri-Ciri Terduga Copet

Sebagaimana pengamatan KabarPenumpang.com di lapangan, ketika ada seorang Ibu yang menggunakan pegangan payung untuk melumpuhkan jambret dengan cara mengaitkannya ke leher jambret tersebut. Keuntungan dapat dirasakan oleh pengguna payung dengan ujung kepala yang agak runcing, Anda dapat mencoba untuk menusuk pelaku dengan ujung tersebut. Walaupun kecil kemungkinan pelaku untuk bisa dilumpuhkan, namun tak jarang orang menggunakan cara ini untuk menghentikan pelaku.

Sumber: swords-and-more.com

Lain halnya dengan payung lipat yang bisa dimasukkan ke dalam tas. Anda bisa memanjangkan bagian pegangan payung yang biasanya terbuat dari besi, kemudian dapat digunakan untuk memukul pelaku kriminal. Tentu saja, ada titik khusus yang mesti Anda incar agar dapat melumpuhkan pelaku dalam sekali pukul, dimana titik tersebut berada di rahang. Jika Anda terlalu sulit untuk memukul bagian tersebut, Anda bisa mencoba untuk memukul bagian kepala si pelaku sembari berteriak meminta bantuan.

Baca Juga: Mengenal Polsuska, Penegak Peraturan di Kereta Api

Selain payung, Anda juga bisa memanfaatkan alat lain yang biasanya Anda bawa, seperti kunci yang bisa diselipkan diantara jari, pulpen yang bisa Anda tusukkan ke pelaku kejahatan, dan minyak wangi yang bisa Anda semprotkan ke mata pelaku. Sebenarnya masih banyak alat lain yang bisa Anda gunakan sebagai alat pertahanan diri jika dalam keadaan darurat.

Satu Layanan Bisa Beda Tarif, Kenali Sub Class di Kereta Api

Satu layanan bisa beda tarif, hal ini hanya ada di kereta api (KA), sebut saja dalam perjalanan KA Eksekutif Gajayana jurusan Jakarta – Malang, tidak ada perbedaan dari jenis dan kualitas kursi yang ada di setiap rangkaian gerbong. Namun uniknya setiap kursi tidak dijual dengan tarif yang sama, dan inilah yang disebut penerapan sub class yang berlaku di PT KAI.

Merujuk ke asal muasalnya, sub class adalah zona tempat duduk dalam KA yang mulai diterapkan per April 2013. Sub class ini bisa ditemukan pada KA kelas Eksekutif, Bisnis dan Ekonomi AC. Adanya perbedaan sub class ini membuat harga tiket bervariasi satu dengan yang lainnya dan soal fasilitas yang disediakan tidak ada yang berbeda.

Penerapan sub class ini tidak sama untuk setiap rangkaian KA, dalam rangkaian ada yang hanya terdapat satu sub class dan ada yang lebih dari satu sub class. Berdasarkan sistem baru yang mulai berlaku empat tahun lalu, berikut ini adalah sub-sub class yang terdapat dalam setiap kereta api.
UntitledEksekutif memiliki sub class A, H, I, J dan X. sub class A memiliki tarif tertinggi dan J terendah , biasanya sub class X adalah tarif promo. Sama halnya dengan Eksekutif, kelas Bisnis juga memiliki lima sub class yakni B, K, N, O dan Y. Dengan sub class B memiliki tarif tertinggi dan O terendah serta sub class Y adalah tarif promo. Di kelas Ekonomi AC pun berlaku hal yang sama, untuk sub class C memiliki tarif tertinggi dan terendah di sub class S, sedangkan tarif promo ada di sub class Z.

Dalam satu kereta yang memilki lebih dari satu sub class, nantinya yang di untungkan adalah sub class termahal. Biasanya sub class ini berada di tengah rangkaian kereta dengan segala kemudahan yang akan dirsakan para penumpang pada sub class ini. sub class termahal di kelasnya baik Eksekutif, Bisnis maupun Ekonomi AC akan mendapat keuntungan yang sama yakni sebagai berikut.

1. Goncagan lebih halus
Bagi sebagian orang, posisi ini akan terasa sangat nyaman karena kursi tidak berada di atas rangkaian roda kereta (Bogie). Biasanya yang berada di kelas Eksekutif tidak akan terlalu merasakn goncangannya walaupun kursi yang diduduki berada di atas Bogie bila di bandingkan dengan kelas Bisnis dan Ekonomi.

2. Lebih tenang
Dalam perjalanan kereta, ada saja orang yang akan mondar mandir dan membuat Anda tidak nyaman dengan hal itu. Apalagi pintu kereta yang berisik saat dibuka atau di tutup.

3. Lebih aman
Ini sudah pasti menjadi pilihan, kalau Anda berada di tengah maka kejahatan atau orang yanga akan berbuat jahat juga akan lebih susah mengambil barang-barang Anda dibandingkan yang duduk di dekat pintu.

4. Dekat dengan pintu keluar masuk stasiun dan restorasi
Biasanya baagian tengah sub class ini akan merasakan keuntungan yang lebih di banding yang lain. Selain dekat dengan restrasi karena berada di tengah kereta. Penumpang juga akan merasakan kemudahan saat masuk dan keluar rangkaian. Biasanya akan dekat dengan pintu masuk atau keluar stasiun.

Untuk susunan duduk di setiap gerbong pun di atus sesuai sub classnya. Biasanya sub class A, B dan C berada di tengah gerbong dan jauh dari pintu. Sedangkan sub class termurah J, O dan S biasanya berada dekat dengan pintu. Untuk sub class lainnya berada di antara sub class termurah dan termahal.

Kolaborasi KAI Services dan BNI Hadirkan Produk UMKM Berkualitas Ekspor di Kereta

KAI Services dan BNI melakukan kerja sama dan kolaborasi memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) penyedia makanan ringan atau snack lokal di atas kereta. Menariknya, produk dari UMKM yang dihadirkan sudah berhasil menembus pasar ekspor ke berbagai negara, seperti Jepang, Korea, Eropa, hingga Amerika, di bawah binaan BNI Xpora.

Baca juga: Peringati Hari Kebangkitan Nasional, KAI Services Hadirkan UMKM Fest 2023 di Atas Kereta

BNI Xpora sendiri merupakan ekosistem UMKM berorientasi ekspor yang mendukung peningkatan potensi UMKM Indonesia agar dapat mengembangkan bisnisnya menuju UMKM Go Productive, Go Digital, & Go Global serta menjadi layanan bagi para Diaspora Indonesia yang berprofesi sebagai pengusaha di luar negeri.

M. Safri Hidayat, Division Head Retail Productive Banking BNI menambahkan, BNI Xpora senantiasa berupaya membukakan akses pasar bagi UMKM Binaannya, baik di dalam maupun di luar negeri. Untuk itu BNI Xpora menyambut baik kerja sama dengan KAI Service dalam menyediakan UMKM yang produknya dapat dijual di atas kereta api. M. Safri Hidayat juga berharap kerja sama ini dapat berkelanjutan ke depannya dan semakin banyak varian produk UMKM Binaan BNI Xpora yang bisa dibeli di atas kereta api.

Director of Consumer Business KAI Services, Lies Permana Lestari, KAI Services saat ini melalukan inovasi dan kolaborasi khususnya dengan UMKM mitra binaan BNI yang berorientasi ekspor guna memenuhi pasar kami yang tersebar di pulau Jawa dari Jakarta sampai Banyuwangi. Juga di pulau Sumatera, dari Tanjung Karang, Medan, Palembang dan Padang. Selain itu, kami melakukan kurasi dari kualitas rasa dan packaging yang menarik.

“Saat ini produksi UMKM sudah sangat bagus, dari kualitas rasa yang bervariasi juga packaging yang sangat menarik. Sehingga dapat memberikan keunikan bagi produk yang dijual di atas KA,” ujarnya, dalam keterangan resmi yang diterima KabarPenumpang.com.

“Nantinya penumpang kereta api dapat membeli produk-produk makanan ringan dari UMKM binaan BNI yang memiliki kualitas ekspor, di atas kereta. Ini tentu saja akan memberikan manfaat ekonomis untuk para pelaku UMKM tersebut dan sebagai wujud nyata kami dalam mendukung produk lokal khususnya dari UMKM unggulan,” tambahnya.

Adapun produk-produk pilihan dari UMKM yang menjual produknya di atas kereta adalah:

  1. AZAKI TEMPE CRISPY 40G (Produksi PT Azaki Food Internasional, Kota Bogor)
  2. MATOH CHEESE 75G (Produlksi PT Pareto Estu Guna, Bojonegoro)
  3. MATOH SEA SALT 75G
  4. MATOH ORIGINAL SOYA 75G
  5. MATOH UBI SWEET CINNAMON 68G
  6. BANANANIA RAMBAK PISANG 40G (Produksi CV Carisa Khansa Pratama, Yogyakarta ).
  7. BANANANIA PISANG GARLIC & SEA SALT 45G
  8. BANANANIA PISANG COKLAT 45G
  9. BUNLY METE BAWANG PUTIH 50G (Produksi PT. Bunly Abadi Bersama, Makassar).
  10. BUNLY METE ORI 50G
  11. PERMEN JAHE 45G (Produksi PT Indo Tropikal Grup, Karanganyar).

Baca juga: KAI Services Luncurkan Produk Minuman Coklat Jahe, Tersedia di Kereta Ini

Program kolaborasi KAI Services dan BNI dalam memberdayakan UMKM ini akan mulai berjalan dan dinikmati penumpang pada 5 Agustus 2024 mendatang. Produk dari UMKM binaan BNI ini akan dijual di semua nomor kereta baik ekonomi maupun eksekutif.

“Tahun ini merupakan momen KAI Services menggandeng dan memberdayakan UMKM untuk bersinergi bersama Kuliner Kereta,” tutup Lies.

 

Mengapa Proses Pengurusan Visa Kadang Butuh Waktu Lama? Ini Sebabnya!

Proses pengurusan visa bisa memakan waktu yang cukup lama dan bervariasi antar negara, sebut saja mengurus visa Schengen dengan jalur normal bisa memakan waktu tiga mingguan. Beda lagi dengan pengurusan visa ke Korea Selatan yang memakan waktu 10 hari kerja. Sementara ke Rusia prosesnya cukup tujuh hari kerja. Hal tersebut karena beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan dan efisiensi proses tersebut.

Baca juga: Kabar Gembira, Tidak ada Syarat Saldo Tabungan Minimal untuk Buat Visa Korea

Berikut adalah beberapa alasan utama mengapa waktu pengurusan visa cenderung lama dan berbeda-beda:

1. Volume Permohonan
Negara-negara populer atau yang memiliki program visa yang diminati banyak orang cenderung menerima lebih banyak aplikasi. Volume permohonan yang tinggi dapat menyebabkan keterlambatan dalam pemrosesan.

2. Prosedur dan Kebijakan Keamanan
Beberapa negara memiliki kebijakan keamanan yang ketat dan memerlukan pemeriksaan latar belakang yang mendalam untuk setiap pemohon visa. Ini bisa melibatkan verifikasi riwayat kriminal, aktivitas sebelumnya, dan informasi lainnya. Negara-negara yang menghadapi ancaman keamanan lebih tinggi mungkin menerapkan prosedur pemeriksaan yang lebih ketat untuk melindungi keamanan nasional.

3. Jenis Visa
Beberapa jenis visa memerlukan pemeriksaan yang lebih rinci dibandingkan dengan yang lain. Visa kerja atau pelajar, misalnya, mungkin memerlukan verifikasi dokumen tambahan seperti surat penawaran kerja atau bukti penerimaan di institusi pendidikan.Visa khusus seperti visa medis atau visa pengungsi mungkin memerlukan proses yang lebih panjang karena verifikasi tambahan dan persyaratan khusus.

4. Kelengkapan Dokumen
Jika aplikasi diajukan tanpa dokumen yang lengkap atau jika ada kesalahan dalam dokumen yang diserahkan, ini bisa menyebabkan keterlambatan. Permohonan mungkin harus dikembalikan untuk perbaikan atau pengiriman ulang dokumen.

5. Kapasitas dan Sumber Daya Konsulat atau Kedutaan
Konsulat atau kedutaan dengan staf yang terbatas mungkin mengalami kesulitan dalam menangani volume aplikasi yang besar, yang dapat menyebabkan penundaan Negara-negara dengan infrastruktur dan teknologi yang lebih baik mungkin dapat memproses aplikasi lebih cepat dibandingkan dengan negara-negara yang memiliki sistem yang kurang efisien.

6 Periode Puncak dan Musim
Pada musim liburan atau periode tertentu ketika banyak orang mengajukan visa (misalnya, sebelum awal tahun akademik atau musim liburan), waktu pemrosesan bisa lebih lama karena peningkatan jumlah aplikasi.

Ini Sebabnya, Mengapa Proses Pengajuan Visa Kadang Begitu Sulit

Airbus A350 vs A330 – “Dua Saudara Kandung dengan Kekuatan Berbeda”

Dari aspek desain, antara pesawat berbadan lebar Airbus A350 dan A330 series terlihat mirip, keduanya pun dirancang untuk melayani penerbangan jarak jauh dan sama-sama mengdopsi twin engine. Lantas, apa yang menjadi perbedaan antara A350 dan A330?

Baca juga: Unit Pertama Airbus A330neo Malaysia Airlines Telah Menyelesaikan Tahap Pengecatan

Baik Airbus A350 maupun A330, merupakan prestasi teknik dan desain yang luar biasa, namun keduanya memenuhi kebutuhan yang berbeda dalam industri. Airbus A350 adalah pesawat generasi terbaru, anggota keluarga jet berbadan lebar yang dibanggakan Airbus. A350 dirancang untuk penerbangan jarak jauh, dengan fokus pada efisiensi dan kenyamanan penumpang.

A350 hadir dengan badan pesawat komposit karbon yang berkontribusi terhadap pengurangan bobot secara signifikan, sehingga menghasilkan efisiensi bahan bakar yang lebih baik. Ia juga dilengkapi dengan mesin Rolls-Royce Trent XWB terbaru, yang terkenal dengan performa dan emisi lebih rendah.

Di sisi lain, Airbus A330, khususnya A330neo, merupakan evolusi dari model A330 sebelumnya. Ini adalah pesawat serbaguna yang melayani rute jarak menengah dan jauh. A330neo dilengkapi mesin Trent 7000 baru dari Rolls-Royce dan peningkatan aerodinamis, termasuk winglet baru yang berkontribusi pada peningkatan kinerjanya.

Dari segi kapasitas, varian A350-900 biasanya mampu mengangkut antara 300 hingga 350 penumpang dalam konfigurasi tiga kelas, sedangkan A330-900 mampu menampung sekitar 260 hingga 300 penumpang. Kabin A350 juga sedikit lebih lebar, sehingga memungkinkan tata letak dan pengalaman penumpang lebih lega.

Rentang adalah pembeda lainnya. A350 dapat terbang lebih jauh berkat kapasitas bahan bakarnya yang lebih besar dan desainnya yang efisien. Misalnya, A350-900 memiliki jangkauan hingga 15.000 kilometer, sehingga ideal untuk penerbangan jarak jauh. Sebaliknya, jangkauan A330neo adalah sekitar 13.000 kilometer, sehingga cocok untuk penerbangan jarak pendek dan jarak jauh.

Dari sudut pandang operasional, maskapai penerbangan sering memilih A350 karena teknologinya yang canggih, efisiensi bahan bakar, dan jangkauan yang lebih jauh, sehingga membuka rute dan kemungkinan baru untuk perjalanan internasional. A330neo, meskipun modern dan efisien, sering kali dipilih oleh maskapai penerbangan untuk rute-rute yang tidak memerlukan jarak ekstrem tersebut, namun efektivitas biaya operasional adalah yang terpenting.

Jadi Airbus A350 dan A330 ibarat dua saudara kandung yang memiliki kepribadian dan kekuatan berbeda. A350 adalah pesawat petualang yang menjelajah dunia, mendorong batas-batas dari apa yang mungkin dilakukan dalam perjalanan udara, sedangkan A330neo adalah pesawat pekerja keras yang andal dan serbaguna, mahir dalam berbagai misi. Keduanya memiliki tempat unik di angkasa, dan keduanya terus dicintai oleh penumpang dan maskapai penerbangan karena kenyamanan, keandalan, dan performanya.

Korean Air Tuntaskan Kontrak Pemesanan 33 Unit Airbus A350

Kisah Stasiun Pulau Air, Saksi Bisu Kebangkitan Perkeretaapian di Sumatera Barat

Di salah satu sudut kota tua Padang terdapat sebuah bangunan yang dulunya difungsikan sebagai stasiun kereta api. Bangunan inilah yang menjadi jejak sejarah panjang tumbuh kembangnya sistem perkeretaapian di Sumatera Barat. Namanya adalah Stasiun Pulau Air atau biasa disebut Pulau aie atau Pulo aie.

Baca juga: Sejarah Stasiun Padang, Bangkit dari Kebutuhan Tranportasi Batu Bara

Letak stasiun tersebut berada di Kota Lama Padang tepatnya di jalan Pulau Air Kelurahan Palinggam, Padang Selatan. Stasiun ini merupakan stasiun ujung sebelum jalur menuju pelabuhan Muaro dari percabangan stasiun Padang. KabarPenumpang.com mengabarkan dari berbagai laman sumber bahwa, stasiun yang menghubungkan kota Padang hingga Sawahlunto ini dibangun secara bertahap pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Dibangun tahun 1890-an, merupakan stasiun dan jalur kereta api pertama yang dibangun Belanda di Padang sekaligus di Ranah Minang.

Pada masa kejayaannya Stasiun Pulau Air

Jalur ini digunakan sebagai sarana angkut batu bara dan penumpang umum dari Ombilin kota Sawahlunto menuju pelabuhan Muaro Padang dan kemudian ke pelabuhan Emmahaven yang sekarang menjadi pelabuhan Teluk Bayur. Dengan luas 27,50 x 12 meter persegi, stasiun Pulau Air memiliki pintu masuk ditengah bangunan dengan ciri khas arsitektur bangunan Belanda yang menggunakan atap seng serta jendela persegi dan pintu tinggi.

Sejak awal berdiriya, stasiun ini hingga awal tahun 1980-an menjadi pilihan utama jalur perdagangan di Sumatera Barat. Tak hanya itu kereta api menjadi salah satu transportasi yang menghubungkan kota Padang ke daerah pedalaman. Tahun 1960-an, stasiun Pulau Air selalu menjadi pusat angkutan penumpang dan aktivitas bongkar muat barang yang membuat perekonomian daerah ini meningkat drastis.

Sisa rel di dekat banguan stasiun Pulau Air

Pada masa jayanya dulu, stasiun Pulau Air memberangkatkan kereta api sebanyak empat kali perjalanan. Di stasiun ini ada dua jenis kereta api yakni kereta barang yang biasa disebut kereta gerobak oleh masyarakat dan memiliki 6-10 gerbong.

Kemudian kereta lainnya adalah kereta penumpang yang biasa disebut kereta ganevo dengan 4-6 gerbong dalam satu rangkaian. Biasanya lokomotif yang menegndalikan rangakaian kereta dari stasiun Pulau Air diinapkan di depo lokomotif dekat dengan stasiun dan kini bangunannya pun sudah tak terawat lagi.

Sayangnya semakin banyaknya kendaraan bermotor, kereta seperti tak lagi ditengok untuk digunakan. Keadaan ini juga diperburuk oleh prasarana gerbong kereta yang rusak karena faktor usia sehingga membuat penumpang kurang nyaman.

Stasiun Pulau Air diketahui berhenti beroperasi tahun 1983, tetapi jejak rel masih terlihat baik berada di dalam rumah penduduk maupun sebagai halaman rumah. Hal ini karena setelah tidak beroperasi lagi, kawasan stasiun menjadi pemukiman warga.

Stasiun Pulau Air saat masih melayani penumpang

Saat ini stasiun Pulau Air juga menjadi cagar budaya dengan nomor inventaris No.69/BCB-TB/A/01/2007. Walaupun menjadi cagar budaya, tetapi kondisinya sudah cukup mengkhawatirkan meski bangunan masih terlihat kokoh dengan beberapa titik terlihat retakan di dinding dan sambungan tembok.

Baca juga: “Baso,” Bukan Cuma Makanan, Tapi Juga Nama Bekas Stasiun di Sumatera Barat

Dari kabar yang tersiar, untuk menambah atraksi wisata di Padang, jalur kereta api pertama ini akan kembali dihidupkan untuk kereta wisata. Jalur sepanjang sekitar 2,3 km itu menghubungkan Stasiun Padang ke Stasiun Pulau Air di Pasa Gadang yang di masa lalu langsung terhubung ke Pelabuhan Muaro. Jalur ini sengaja akan dihidupkan untuk wisata nostalgia, melihat Padang di masa lalu.

Tak hanya itu, kabar lainnya adalah rencana kereta bandara yang akan dimulai dari stasiun ini. Tapi apakah ini akan menjadi sebuah wacana saja atau terlaksana sebagaimana yang terbersit?

Sudah Tiba di Bandara, Koper Anda Kelebihan Berat, Ini Tips yang Layak Anda Lakukan

Apa yang Anda lakukan ketika koper Anda kelebihan berat dan Anda sudah berada di bandara? Ketika koper Anda kelebihan berat di bandara, ada beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk mengatasi masalah ini.

Baca juga: Tips Penerbangan: Bahaya, Jangan Terlalu Banyak Muat Informasi di Label Koper Bagasi 

Jangan keburu panik, berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda ikuti:

1. Periksa Kebijakan Bagasi Maskapai
Langkah pertama adalah berbicara dengan staf maskapai untuk memahami kebijakan mereka tentang kelebihan berat bagasi. Beberapa maskapai memiliki opsi untuk membayar biaya tambahan di bandara. Pastikan untuk memeriksa informasi di tiket atau konfirmasi penerbangan Anda mengenai batas berat bagasi dan biaya kelebihan berat.

2. Redistribusi Barang
Jika Anda memiliki koper lain yang tidak melebihi batas berat, Anda dapat memindahkan sebagian barang dari koper yang kelebihan berat ke koper tersebut. Pindahkan beberapa barang ke tas tangan atau bagasi kabin jika memungkinkan, namun pastikan tidak melebihi batas berat dan ukuran yang diperbolehkan untuk bagasi kabin.

3. Pakai Beberapa Barang
Jika memungkinkan, kenakan beberapa pakaian tambahan yang ada di koper Anda, seperti jaket atau sepatu, untuk mengurangi berat koper. Bawa barang-barang kecil di saku jaket atau celana Anda untuk mengurangi berat koper.

4. Buat Paket Terpisah
Pertimbangkan untuk mengirim beberapa barang melalui pos atau layanan pengiriman ke tujuan Anda. Ini bisa menjadi solusi yang lebih murah daripada membayar biaya kelebihan berat bagasi. Jika Anda memiliki tas lipat atau kantong tambahan, Anda bisa menggunakannya sebagai bagasi tambahan, asalkan maskapai mengizinkan.

5. Buang atau Tinggalkan Barang
Pertimbangkan untuk meninggalkan atau membuang barang-barang yang tidak terlalu penting atau yang bisa diganti di tujuan Anda. Jika ada barang yang masih berguna, Anda bisa mendonasikannya atau memberikan kepada seseorang di bandara.

6. Bayar Biaya Kelebihan Berat
Jika tidak ada solusi lain yang memungkinkan, Anda mungkin perlu membayar biaya kelebihan berat bagasi yang ditetapkan oleh maskapai. Biaya ini biasanya dapat dibayar di konter check-in.

Guna mencegah kasus kelebihan berat koper, sebelum berangkat ke bandara, pastikan untuk menimbang koper Anda di rumah untuk memastikan tidak melebihi batas berat yang ditetapkan. Bawa hanya barang-barang yang benar-benar diperlukan dan hindari membawa barang-barang yang berat dan tidak penting. Pilih koper yang ringan namun kuat untuk memaksimalkan kapasitas berat bagasi Anda.

10 Kesalahan Pelancong dalam Mengepak Koper

Kabar Gembira, Tidak ada Syarat Saldo Tabungan Minimal untuk Buat Visa Korea

Korea Selatan adalah salah satu negara yang digandrungi para pelancong dari Indonesia. Kini, otoritas Negeri Ginseng mempermudah kedatangan turis Indonesia ke Korea Selatan.

Baca juga: Biaya Pengajuan Visa Setiap Negara Kerap Berbeda Jauh, Ini Sebabnya!

“Kami mempermudah dokumen persyaratan visa Korea dengan membebaskan lampiran dokumen keuangan saat mengajukan permohonan aplikasi visa multiple entry,” kata Lee Sungyong, Konsulat Visit Kedutaan Besar Republik Korea, seperti dikutip dari Kompas.com (11/7/2024).

Namun demikian, pemohon visa Korea harus tetap melampirkan rekening koran atau dokumen keuangannya, tetapi saldo tabungannya tidak menjadi syarat utama dalam penerbitan visa Korea.

“Tujuannya hanya untuk melihat aktivitas keuangan. Tidak ada minimal uang tabungan untuk mengajukan aplikasi permohonan visa,” ujar Sungyong dalam acara Hallyu Tourism Festival di Lotte Mall Kuningan, Jakarta Selatan.

“Jadi (jumlah uangnya) kurang atau sedikit, bukan berarti visanya akan ditolak,” tambah Sungyong. Visa multiple entry Korea Menurut data yang disampaikan Sungyong, ada lebih dari 100.000 aplikasi permohonan visa Korea Selatan di Indonesia setiap tahun. Visa multiple entry yang dibebaskan dari syarat minimum tabungan, berlaku selama lima tahun untuk bolak-balik Korea Selatan dengan masa izin tinggal selama 30 hari dalam setiap kunjungan.

Khusus pemohon dengan persyaratan tentu, bisa mendapatkan visa multiple entry dengan masa berlaku 10 tahun. Ada 22 subyek pemohon visa multiple entry Korea Selatan, di antaranya dosen, Pegawai Negeri Sipil (PNS), guru, orang yang bekerja di institusi media, dan pimpinan perusahaan.

Saldo tabungan dapat memainkan peran penting dalam proses pengajuan visa, terutama ketika berkaitan dengan visa yang memerlukan bukti kemampuan finansial untuk mendukung diri sendiri selama tinggal di negara tujuan. Pemohon visa biasanya diminta untuk menyertakan pernyataan bank terbaru (misalnya, 3-6 bulan terakhir) sebagai bukti saldo tabungan mereka. Pernyataan ini membantu petugas imigrasi menilai apakah pemohon memiliki dana yang cukup untuk menutupi biaya hidup, pendidikan, atau kebutuhan lainnya selama berada di negara tujuan.

Untuk visa wisata, pemohon perlu menunjukkan bahwa mereka memiliki cukup dana untuk menutupi biaya perjalanan, akomodasi, dan kebutuhan selama tinggal di negara tujuan. aldo tabungan yang memadai membantu memastikan bahwa pemohon tidak akan menjadi beban keuangan bagi negara tujuan.

Khusus ke Pulau Jeju, Bertandang ke Korea Selatan Memang Tak Perlu Visa