Rolls-Royce Rilis Intelligent Awareness, Bantu Pelaut Tingkatkan Kesadaran Situasional

Rolls-Royce belum lama ini meluncurkan sistem kesadaran situasional baru yang canggih dengan menggabungkan banyak sensor dengan perangkat lunak cerdas untuk membantu pelaut mengelola risiko keselamatan. Khususnya saat mengoperasikan kapal di malam hari, cuaca buruk atau perairan yang sedang padat.

Baca juga: BC Ferries Operasikan Kapal Ferry Pertama dengan Bahan Bakar Ganda

Dari laman maritime-executive.com, sistem ini disebut Intelligent Awareness (IA) dan menjadi yang pertama dari jenisnya di pasaran. Sistem IA ini juga menggunakan pengumpulan data untuk meningkatkan keselamatan dan efisiensi operasionalnya.

“Sistem IA merupakan bagian dari pengembangan kapal otonom yang sedang berjalan, namun kami memutuskan untuk membuat teknologinya tersedia saat ini karena menawarkan manfaat nyata bagi lingkungan pelayaran yang ada. IA tidak diragukan lagi merupakan salah satu kemajuan paling signifikan yang dibuat saat ini dalam hal keselamatan navigasi kapal. Ini menyediakan personil dengan pemahaman yang jauh lebih besar tentang lingkungan kapal,” ujar General Manager, Operasi Remote & Otonomi rolls-Royce Liro Lindborg.

Sistem IA sendiri dibuat oleh Rolls-Royce dengan Stena, MOL (Mitsui O.S.K. Lines) dan proyek Aplikasi Tenaga Kerja Otonom Tingkat tinggi serta bergantung pada LIDAR (Light Detection and Ranging) untuk mengukur jarak.

LIDAR sendiri merupakan teknologi dasar yang biasa digunakan dalam prototipe mobil otonom. Dengan menggunakan data dari LIDAR dan GPS, maka sistem IA bisa membuat representasi 3D dari areal kapal.

“Ini memberikan solusi penasehat untuk melengkapi informasi dasar yang tersedia dari ECDIS dan radar, dengan peta 3D LIDAR menciptakan bird eye yang akurat tentang daerah sekitarnya,” kata Lindborg.

Sebuah sistem IA ini akan dipasang di kapal ferry penumpang Sunflower yang beroperassi antara Kobe dan Oita di Jepang dengan melaui Akashi Kaikyo, Bisan Seto dan Selat Kurushima.

“Ferry Sunflower beroperasi di beberapa perairan paling padat di dunia dan akan memberi kesempatan untuk menguji sistem kesadaran cerdas Rolls-Royce yang ketat. Ini bisa memberi awak kita alat pendukung keputusan yang disempurnakan, meningkatkan keselamatan dan keselamatan kapal kita,” ujar Direktur MOL Kenta Arai.

Baca juga: Kenapa Kapal Pesiar Bisa Tahan Terjangan Badai? Ternyata Jawabannya Sangat Sederhana!

Proyek ini memungkinkan bagaimana IA dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelanggan. IA adalah penyatuan dari berbagai sumber daya untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang situasi eksternal kapal dalam empat mode antarmuka pengguna, seperti Virtual Reality (2D dan 3D), Augmented Reality and Precision mode.

Rolls-Royce dan Finferries Hadirkan Falco, Kapal Ferry dengan Kendali Otonom

Kendaraan otonom atau tanpa pengemudi biasanya digunakan bus, mobil atau kereta. Namun bagaimana jika ini sebuah kapal ferry yang melaju di atas air untuk menyeberangkan penumpang dan barang dari satu tempat ke tempat lain tanpa pengemudi?

Baca juga: Rolls-Royce Rilis Intelligent Awareness, Bantu Pelaut Tingkatkan Kesadaran Situasional

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman theengineer.co.uk, kapal ferry otonom tersebut adalah Falco, yang merupakan kapal milik Finferries, operator kapal ferry milik Pemerintah Finlandia, yang dalam proyek ini bekerjasama dengan Roll-Royce. Dengan teknologi Intelijen Rolls-Royce Ship, kapal ferry tersebut dapat mendeteksi objek dengan menggunakan sensor fusi dan kecerdasan buatan serta menghindai tabrakan.

Dengan teknologi ini juga memungkinkan kapal untuk mengubah jalur secara otomatis dan mengurangi kecepatan saat mendekati dermaga. Menurut Rolls-Royce, kapal milik Falco dilengkapi dengan sensor canggih yang memungkinnya untuk membuat gambaran rinci lingkungan sekitarnya secara real time. Gambaran itu merupakan kesadaran situasional yang dibuat dengan menggunakan data sensor, kemudian disampaikan ke pusat operasi jarak jauh Finferries di darat yang berjarak 50 km di pusat kota Turku.

Pusat operasi tersebut membuat seorang kapten kapal bisa memonitor operasi otonom dan mengendalikan kapal jika diperlukan.

Awal tahun ini Rolls-Royce dan Finferries juga mulai berkolaborasi dalam SVAN (Safer Vessel dengan Autonomous Navigation), untuk terus menerapkan temuan dari proyek penelitian Advanced Autonomous Waterborne Applications (AAWA) sebelumnya, yang didanai oleh Business Finland. Mikael Makinen, Rolls-Royce, presiden Commercial Marine, mengatakan hari ini menandai langkah besar ke depan dalam perjalanan menuju pengiriman otonom dan menegaskan kembali apa yang telah dikatakan selama beberapa tahun, bahwa pengiriman otonom akan terjadi.

“Demonstrasi hari ini membuktikan bahwa kapal otonom bukan hanya sebuah konsep, tetapi sesuatu yang akan mengubah pengiriman seperti yang kita ketahui,” kata Makinen.

Baca juga: Singapura Hadirkan “Kota Mini” dengan Kendaraan Otonom

Mats Rosin, CEO Finferries, menambahkan: “Sebagai pemilik kapal modern, tujuan utama kami dalam kerja sama ini adalah meningkatkan keselamatan lalu lintas laut karena ini bermanfaat baik bagi lingkungan dan penumpang kami. Tetapi kami juga sama bersemangatnya dengan bagaimana demonstrasi ini membuka pintu bagi kemungkinan baru pengiriman dan keamanan otonom. ”

Sebelum dilengkapi teknologi kendali otonom, Falco sudah dioperasikan Finferries pada tahun 1993 dan dilengkapi dengan pendorong azimut kembar dari Rolls-Royce.

Perang Israel vs Hamas Ancam Keselamatan Navigsi Penerbangan, Kok Bisa?

Selain melakukan serangan membabi buta ke wilayah Gaza di Palestina, Israel kuat diduga melakukan spoofing GPS yang dapat mengancam keselamatan navigasi penerbangan di sekitaran Laut Mediterania Timur.

Baca juga: Otoritas Penerbangan Sipil Perancis Tuduh Rusia Ganggu Sistem Navigasi Berbasis Satelit

Spoofing GPS telah dilakukan Israel dalam menunjang operasi serangan ke Jalur Gaza dan sekitarnya. Spoofing GPS adalah pemalsuan identitas koordinat GPS (Global Positioning System) atau memanipulasi sistem navigasi satelit berbasis GPS. Manipulasi koordinat GPS ini dilakukan terkait dengan sistem pertahanan udara Israel dalam menghadapi serangan roket dan rudal yang diluncurkan Hamas.

Dengan menggunakan teknik spoofing, pasukan Israel dapat membuat seolah-olah sebuah pesawat terbang, rudal berpemandu presisi, atau objek apa pun yang menggunakan GPS berada di tempat lain selain lokasi sebenarnya, dan Israel sudah menggunakan teknik ini secara maksimal.

Dikutip dari politico.com (24/10/2023), pemerintah Israel tidak mengungkapkan rincian mengenai teknik spoofing yang dilakukannya, namun para ahli yakin bahwa Israel mungkin menggunakan simulator yang menyiarkan ulang sinyal yang ditangkap melalui antena GPS. Militer Israel secara terbuka hanya mengatakan bahwa GPS telah “dibatasi di zona tempur aktif sesuai dengan berbagai kebutuhan operasional.”

Sebuah eksperimen dilakukan guna mengkonfirmasi sejauh mana dan kemungkinan dampak spoofing GPS. Dengan menggunakan pelacak maskapai komersial bersumber terbuka, para peneliti dari Universitas Texas di Austin memperhatikan awal bulan ini bahwa sejumlah besar pesawat yang terbang di sekitar Laut Mediterania akan muncul di jalur penerbangan normal dan kemudian muncul di satu lokasi di Israel.

Terdapat risiko bahwa spoofing dapat mengganggu perjalanan udara sipil dengan cara yang berpotensi membahayakan. Pilot pada maskapai penerbangan komersial menggunakan GPS sebagai salah satu alat navigasi utama mereka, mengoptimalkan rute penerbangan, mengurangi penggunaan bahan bakar dan membantu pendaratan, dan fungsi penting lainnya.

Baca juga: Ada Anomali Pada Sinyal GPS, Bandara Dallas Alihkan Penerbangan Selama Dua Hari

Insiden spoofing di Irak dan Iran pada bulan September hampir menyebabkan sebuah jet bisnis terbang ke wilayah udara Iran tanpa izin.

Mengapa Pesawat Angkut Militer Gunakan Desain Sayap Tinggi? Ini Jawabannya

Tentu pembaca tidak asing dengan nama-nama pesawat militer seperti C-130 Hercules, CN-235, C-295, A400M Atlas, Ilyushin Il-76, Antonov An-124, Antonov an-225 dan masih banyak lainnya. Meksi dimensi di antara jenis pesawat tersebut berbeda, namun, kesemua pesawat angkut militer bila dicermati, kesemuanya mengadopsi desain sayap tinggi (high wing).

Baca juga: Desain Pesawat Sayap Tinggi vs Sayap Rendah: Ini Perbedaan-Persamaan dan Untung-Ruginya

Nah, tahukah Anda, mengapa pesawat angkut miiliter umumnya menggunakan desain sayap tinggi? Pesawat angkut militer kebanyakan menggunakan desain sayap tinggi, karena desain sayap tinggo memiliki beberapa keuntungan yang penting untuk misi transportasi militer. Berikut adalah beberapa alasan mengapa desain sayap tinggi menjadi pilihan bagi pesawat angkut militer.

1. Kemampuan Membawa Muatan Besar
Sayap tinggi memberikan pesawat lebih banyak ruang kargo di bawah badan pesawat. Ini memungkinkan pesawat angkut militer untuk membawa muatan besar dan berat, seperti kendaraan militer, peralatan, personel, dan kargo lainnya.

2. Kemudahan Muat dan Bongkar
Desain sayap tinggi membuat proses muat dan bongkar muatan menjadi lebih mudah. Pintu kargo di pesawat angkut militer biasanya berada di bagian belakang pesawat, dan sayap tinggi memungkinkan ruang kargo yang lebih besar dan lebih mudah diakses.

3. Kemampuan Terbang di Bandara Terbatas
Sayap tinggi memungkinkan pesawat untuk mengangkat muatan dari landasan yang relatif pendek. Ini berguna saat beroperasi dari bandara atau landasan yang mungkin memiliki keterbatasan panjang landasan.

Pesawat C-17 Globemaster disebut Moose atau rusa besar karena kemiripan suara antar keduanya. Foto: taskandpurpose.com

4. Kemampuan Operasi di Lingkungan Kasar
Pesawat angkut militer sering harus beroperasi dari lingkungan kasar, seperti lapangan terbang lapangan, lapangan terbang sementara, atau landasan yang belum diaspal. Sayap tinggi dapat membantu pesawat mengatasi rintangan di tanah lebih baik daripada desain sayap rendah.

5. Kemudahan Manuver
Pesawat dengan sayap tinggi biasanya memiliki kemampuan manuver yang baik saat terbang pada kecepatan rendah, yang berguna saat meluncur atau mendarat di landasan pendek.

6. Stabilitas dalam Penerbangan
Sayap tinggi memberikan stabilitas dalam penerbangan, yang dapat menjadi keuntungan saat pesawat beroperasi di kondisi cuaca buruk atau saat menjalani manuver terbang yang kompleks.

7. Kemampuan untuk Melakukan Pendaratan Amfibi
Beberapa pesawat angkut militer dengan sayap tinggi juga dapat dirancang sebagai pesawat amfibi, yang memungkinkan mereka untuk mendarat di air, seperti sungai atau danau, yang sering diperlukan dalam operasi militer tertentu.

Baca juga: Untung-Rugi Mesin Pesawat di Sayap dan di Belakang, Mana Lebih Baik?

Sebagai contoh, pesawat angkut militer terkenal seperti Lockheed C-130 Hercules dan Boeing C-17 Globemaster III adalah contoh dari pesawat dengan desain sayap tinggi yang memiliki sebagian atau seluruh karakteristik di atas. Desain ini telah terbukti efektif dalam mendukung misi transportasi militer di berbagai lingkungan dan kondisi.

Unik, Begini Cara KLM Memberikan Standar Nama pada Armada Pesawatnya

Semua pesawat memiliki registrasi, yang juga dikenal sebagai nomor ekor, yakni kode unik untuk satu pesawat yang diwajibkan oleh konvensi internasional. Nomer registrasi tersebut menunjukkan negara tempat pendaftaran pesawat, hal ini dapat dianalogikan seperti pelat nomor polisi di mobil.

Baca juga: Tak Kenal Maka Tak Sayang, Inilah Makna di Balik Penamaan Armada Airbus

Namun, beberapa maskapai penerbangan memilih untuk memberikan sentuhan yang lebih pribadi pada pesawat mereka. Seperti Garuda Indonesia di era 70-80an, memberikan nama-nama kota besar di Indonesia pada armada pesawatnya. Nah, jauh sebelum apa yang pernah dilakukan oleh Garuda Indonesia, maka maskapai tertua di dunia, yakni KLM, sudah lebih dulu dan punya sejarah panjang dalam penamaan pesawat.

Dikutip dari SimpleFlying, disenbut bahwa tradisi pemberian nama pada pesawat KLM sudah tertanam kuat di maskapai penerbangan Belanda, di mana armadanya yang berjumlah lebih dari 100 pesawat semuanya memiliki berbagai judul nama, tergantung pada ukuran pesawat.

Koninklijke Luchtvaartmaatschappij NV atau lebih sering disingkat KLM didirikan pada bulan Oktober 1919 dan melakukan penerbangan pertamanya pada bulan Mei 1920. Maskapai ini merupakan salah satu maskapai penerbangan tertua di dunia yang masih memiliki nama aslinya. Dan untuk penamaan pesawat pada KLM mempuyai standar sebagai berikut:

Boeing 737-an: Menggunakan Nama-nama Burung.
Boeing 777-200: Menggunakan nama situs Warisan Dunia.
Boeing 777-300: Menggunakan nama Taman nasional.
Boeing 787: Menggunakan naka Bunga.
Airbus A330: Menggunakan nama alun-alun terkenal.
Boeing 747-400 (yang sekarang sudah pensiun): Menggunakan nama kota-kota terkenal.

Sebagai bukti, salah satu pesawat Boeing 777-200 ada yang diberi nama ‘Borobudur’, sedangkan di masa operasional Boeing 747-400, ada unit pesawat yang dinamakan ‘City of Jakarta.’

Baca juga: Ini Dia Tiga Maskapai Tertua yang Masih Beroperasi!

Lalu keenam belas Boeing 777-300 diberi nama sesuai taman nasional di seluruh dunia, seperti Yellowstone, Grand Canyon, dan Pegunungan Rocky Kanada di Amerika Utara. Kepulauan Cocos dan Tierra del Fuego mewakili tempat istimewa lainnya. Dari Asia ada Yakushima dan Kaziranga, dan dari Afrika ada Taman Nasional Amboseli.

Oriental Desert Express, Sensasi Kereta Mewah Pelintas Padang Pasir

Bagi Anda penggemar film action adventure James Bond, pastilah tak melewatkan salah satu sekuel dalam “Spectre” – judul film terbaru James Bond yang dirilis tahun 2015. Diantara banyak adegannya yang spektakuler, James Bond yang dilakoni aktor Daniel Craig ini mengambil latar pengambilan adegan di atas kereta api. Nah, kereta yang ditumpangi James Bond dan Madeleine Swann (Léa Seydoux) di Spectre memang terlihat biasa saja, tak lebih dari sosok kereta rel diesel listrik yang jamak ada dioperasikan PT KAI di Tanah Air. Tapi yang tidak biasa justru lintasan kereta tersebut.

Baca juga: Maharajas Express, Kereta Termewah di Asia Bertarif Mulai Rp51 Juta

Dalam film Spectre, rangkaian kereta Nampak melaju di luasnya padang pasir yang berwarna coklat, menjadikan sensasi tersendiri. Meski tampilan luar kereta dan gerbong terlihat kotor karena paparan debu padang pasir, lain hal dengan interiornya. Kereta yang ditumpangi James Bond ini termasuk jenis kereta yang mewah dengan fasilitas lengkap, mulai dari kamar sampai gerbong restoran ada di kereta penembus padang pasir ini. Yanb jadi pertanyaan kemudian, apakah kereta yang dinaiki James Bond itu memang ada? Ataukah hanya setting-an untuk keperluan film semata?

Aktris Léa Seydoux berjalan di selasar gerbong makan Oriental Desert Express.
White dinner ala James Bond di Oriental Desert Express.

Berdasarkan peneluran KabarPenumpang.com di beberapa situs, akhirnya terungkap bahwa kereta yang dimaksud memang benar ada, dan disebut sebagai Oriental Deser Express yang beroperasi di Maroko, Afrika. Dengan label “oriental” langsung mengidentifikasi bahwa ini memang kereta kelas premium, maklum di Eropa ada Orient Express yang memang legendaris hingga saat ini.

Baca juga: Tengok Kemewahan “Venice Simplon – Orient Express, Kereta dengan Tarif Mulai Rp44 Juta

Oriental Desert Express didapuk sebagai kereta khusus yang biasanya digunakan untuk kepentingan wisata dengan rute menghubungkan wilayah pertambangan batubara dekat Bouarfa di timur Maroko dengan kota Oujda di Maroko. Kereta ini menjadi terkenal bukan hanya karena bentuknya yang menyerupai kereta kuno dengan moncong berbentuk kotak, namun karena jalurnya yang terkenal ekstrim. Bagaimana tidak, jalur yang dilintasi oleh Oriental Desert Express merupakan padang pasir.

Baca Juga: India Hadirkan Kereta Kubah Kaca Untuk Tarik Wisatawan

Pada awalnya, jalur kereta yang dibangun pada tahun 1922 ini merupakan bagian dari jalur Mediterranean – Niger Railway. Namun seiring berjalannya waktu, jalur tersebut kini hanya beroperasi dua kali dalam seminggu, itupun mengangkut hasil bumi seperti seng, timbal, dan tembaga dari tambang lokal. Seolah terbengkalai, jalur tersebut dibiarkan terisolir di padang pasir.

Adalah Edi Kunz, seorang pria berkebangsaan Swiss yang menetap di Maroko yang menemukan jalur kereta api yang tidak terpakai antara Oujda dan Bouarfa, melintasi Dataran Tinggi Oriental. Tentu saja, bagaimana cara Edi menemukan jalur tersebut masih menjadi misteri. Namun karena kecintaan Edi terhadap kereta yang pada akhirnya mendorong Edi untuk kembali memberdayakan jalur tersebut menjadi layanan kereta pribadinya, melintasi padang pasir yang terpencil dan jauh dari peradaban.

Rute panjangnya 190 mil (sekitar 305 km), dan membentang dari pantai timur laut Maroko hingga ujung Sahara. Karena jarang sekali atau bisa dibilang tidak ada kereta lain yang melintasi jalur ini kecuali kereta tambang tadi, Anda bisa berhenti dimana saja dan kapan saja untuk sekedar menikmati pemandangan fantastis yang disuguhkan di jalur ini. Anda juga bisa berfoto bersama Beni Guil, ras kambing yang terkenal dari Maroko. Jika Anda merasa lelah selama perjalanan, Anda bisa meminta masinis untuk menghentikan keretanya lalu rehat sejenak untuk keluar dan menyapa penduduk lokal yang bisa Anda temui di sana.

Sumber: unmissable.com

Baca juga: General Electric CC206, Generasi Lokomotif Termodern PT KAI

Jangan heran ketika di sepanjang perjalanan, kereta akan lebih sering berhenti karena trek yang tertutup oleh pasir. Keunikan lain dari perjalanan ini adalah Anda dapat menyaksikan sejumlah pria yang siap untuk membersihkan rel dari tumpukan pasir khas timur tengah. Kurang lebih perjalanan dari Oujda menuju Bouarfa memakan waktu 12 jam, tergantung seberapa sering kereta Anda berhenti.

Untuk keretanya sendiri, perjalanan Anda akan diantarkan dengan lokomotif EMD GT26CW-2, sebuah lokomotif bertenaga campuran (diesel dan listrik) produksi General Motors. Kereta yang mampu menempuh kecepatan hiingga 150km per jam ini digunakan juga oleh Negara-negara lain, seperti Iran, Peru, Korea Selatan, Turki, dan Yugoslavia.

Baca Juga: Saat Kereta Ikut Kondang Sebagai Latar Film Box Office

Walaupun bagian luar dari kereta ini terkesan kotor karena hempasan pasir sepanjang perjalanan, namun bagian dalam dari kereta ini amatlah apik. Menganut desain klasik yang menghiasi bagian kabin penumpang. Layaknya sebuah kereta privat yang akan membawa Anda menuju perjalanan yang tidak terlupakan, kereta ini juga melayani penyediaan makanan jika suatu waktu perut Anda membutuhkan perhatian lebih. Jadi, siapkah Anda untuk melakukan perjalanan memotong keringnya padang pasir Maroko dengan Oriental Desert Express?

Sensor Deteksi ODGJ Mau Bunuh Diri, Kereta Cepat Whoosh Tertahan 4 Menit

Terjadi dugaan percobaan bunuh diri oleh orang tak dikenal di rel Kereta Cepat Whoosh. Insiden oknum yang diduga dalam kondisi gangguan jiwa (ODGJ) tersebut terjadi di KM 103, Desa Cempaka Mekar, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Akibat kejadian itu, kereta sempat tertahan selama empat menit sebelum melanjutkan perjalanan. Jadwal perjalanan berikutnya juga ikut terganggu.

Baca juga: Begini Cara Refund atau Pembatalan Tiket Kereta Cepat Whoosh, Paling Lambat H-2 Jam Keberangkatan

“Setelah berkordinasi dengan petugas keamanan dan pihak berwajib dalam hal ini Kepolisian Sektor Padalarang, oknum tersebut berhasil dievakuasi guna mengamankan yang bersangkutan dan perjalanan kereta. Setelah dinyatakan aman, Kereta Cepat Whoosh kembali dijalankan pada 10.49 menuju Tegalluar,” ujar General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa

Insiden bermula saat pusat kendali operasi mengetahui adanya objek tak dikenal di rel di KM 103 berkat deteksi sensor dan CCTV yang tersebut untuk memantau kondisi jalur kereta cepat.

Kereta Cepat Whoosh nomor G1125 rute Halim – Tegalluar berhenti pada pukul 10.45 di KM 105 setelah masinis menerima laporan adanya orang tidak dikenal yang memanjat dinding penghalau kebisingan. Kereta akhirnya dijalankan kembali pada 10.49 setelah dinyatakan aman.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannnya dan mendapatkan keterangan lebih lanjut, oknum tersebut sudah diserahkan KCIC ke pihak kepolisian. Diduga yang bersangkutan memiliki gangguan kejiwaan dan diduga berupaya melakukan percobaan bunuh diri.

Selanjutnya, untuk melakukan pengecekan lebih mendetail pada lokasi kejadian, petugas melakukan pemadaman jaringan listrik aliran atas untuk melakukan inspeksi lebih mendalam demi keselamatan penumpang dan perjalanan Kereta Cepat Whoosh sehingga perjalanan kereta Whoosh dengan jadwal keberangkatan pukul 13.00 WIB relasi Tegalluar – Halim dan sebaliknya sempat tertahan sekitar 20 menit.

Dalam hal pengamanan jalur, KCIC telah memasang pagar pembatas dengan kawat berduri di sepanjang jalur kereta cepat untuk mencegah benda asing atau oknum memasuki area jalur kereta.

KCIC juga sudah memasang berbagai sensor dan CCTV untuk memantau kondisi jalur kereta cepat. Seluruh petugas juga secara berkala melakukan patroli lapangan melalui kolaborasi bersama TNI Polri untuk pengamanan dan sosialisasi ke masyarakat yang dilakukan secara rutin.

Sistem pengamanan berlapis juga terdapat di sarana Kereta Cepat Whoosh yang sudah dilengkapi dengan dua emergency brake.

Pertama Emergency Brake EB yang bekerja berdasarkan perintah driver controller, fasilitas emergency brake penumpang dan kontrol kewaspadaan masinis. Emergency brake kedua disebut Emergency Brake UB yang akan aktif berdasarkan fungsi Automatic Train Protection (ATP), pendeteksi jarak antar kereta dengan benda asing dan pada saat power kereta dalam kondisi off / tidak bekerja.

Baca juga: Ajiibb, Okupansi Kereta Cepat Whoosh Capai 96 Persen, Dua Hari Angkut 23 Ribu Lebih Penumpang

Dengan dua sistem emergency brake ini, kereta Whoosh menawarkan tingkat keamanan yang lebih untuk melindungi perjalanan kereta pada saat terjadi kondisi yang dianggap membahayakan termasuk jika terdapat kesalahan sistem maupun human error.

“KCIC memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan akan melakukan evaluasi untuk meningkatkan pengamanan jalur serta melakukan sosialisasi ke masyarakat dan berkordinasi dengan kewilayahan setempat untuk mencegah hal serupa kembali terulang,” tutup Eva.

 

 

Begini Cara Refund atau Pembatalan Tiket Kereta Cepat Whoosh, Paling Lambat H-2 Jam Keberangkatan

Cara pembatalan tiket atau refund tiket menjadi hal yang mesti diketahui, selain cara pembelian tiket. Begitupun juga dengan pembatalan tiket atau refund tiket Kereta Cepat Whoosh, yang notabene baru beroperasi secara komersial berbayar mulai 17 Oktober 2023 lalu.

Baca juga: Refund Tiket Kereta di India, Bisa Dilacak Real Time dan Hanya Butuh Proses 5 Hari

Penumpang yang membatalkan tiket akan mendapatkan pengembalian dana sebesar 75 persen dari harga tiket. Pembatalan tiket juga dilakukan paling lambat H-2 jam dan harus dilakukan dengan cara offline untuk sementara waktu, di loket yang tersedia di stasiun kereta cepat Halim, Padalarang, dan Tegalluar.

Adapun ke depan, refund tiket atau pembatalan tiket Kereta Cepat Whoosh secara online melalui aplikasi Whoosh Kereta Cepat baru akan dilayani PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Berikut cara atau mekanisme refund tiket atau pembatalan tiket Kerata Cepat Whoosh selengkapnya:

  1. Pembatalan tiket dilakukan secara offline di loket stasiun Halim, Padalarang, atau Tegalluar.
  2. Pembatalan bisa dilakukan hingga H-2 jam keberangkatan.
  3. Membawa tiket yang akan dibatalkan baik fisik (jika sudah dicetak) maupun bukti transaksi (jika belum dicetak).
  4. Penumpang diharuskan menunjukkan KTP sesuai nama pada tiket yang akan dibatalkan
  5. Penumpang mengisi formulir pembatalan.
  6. Dana yang dikembalikan sebesar 75 persen dari harga tiket.
  7. Pengembalian dana akan dilakukan maksimal 30 hari via transfer bank.
  8. Jam pelayanan di Loket:

– Stasiun Halim 05.30 s.d 19.30
– Stasiun Padalarang 05.30 sd 20.00
– Stasiun Tegalluar 05.30 sd 19.45

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi customer service KCIC di stasiun, email ke cs@kcic.co.id, telepon ke 121, website kcic.co.id, dan sosial media KCIC di Kereta Cepat ID.

Pada Sabtu dan Minggu 21 – 22 Oktober 2023, KCIC menjalankan total 22 perjalanan Kereta Cepat Whoosh, termasuk perjalanan tambahan. Total tiket yang telah dipesan mencapai lebih dari 22 ribu tiket. KCIC juga sudah mulai menjual tiket first class dan busniess class untuk jadwal tertentu secara bertahap.

Baca juga: Mungkinkah Refund dan Kompensasi Maskapai ke Penumpang Dibuat Otomatis?

Eva menambahkan, KCIC berterima kasih kepada masyarakat yang telah mempercayakan Kereta Cepat Whoosh untuk mobilitasnya. KCIC akan terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada penumpang yang akan menggunakan Kereta Cepat Whoosh.

“Berbagai fasilitas pendukung dan penunjang akan terus kami sediakan sehingga penumpang dapat lebih nyaman sejak saat memesan hingga menggunakan Kereta Cepat Whoosh,” tutupnya.

Siap-siap! Mulai 3 November Singapore Airlines Buka Penawaran 170.000 Tiket Diskon ke 71 Tujuan

Dengan nama besarnya sebagai salah satu maskapai terbaik di dunia, plus ditambah hub yang menarik di Bandara Changi, menjadikan Singapore Airlines sebagai maskapai pada urutan teratas bagi para pelancong. Nah, guna lebih memikat calon penumpang, Singapore Airlines telah mengumumkan ribuan tiket yang akan dijual dalam harga diskon besar-besaran hingga September 2024.

Baca juga: Garuda Indonesia dan Singapore Airlines Bentuk ‘Joint Venture’ Rute Penerbangan

Dikutip dari SimpleFlying.com, Singapore Airlines telah mengumumkan bahwa mereka akan menawarkan lebih dari 170,000 tiket pulang pergi dengan harga diskon di seluruh kabin kelas bisnis, ekonomi premium, dan kelas ekonomi untuk perjalanan antara Januari dan September 2024.

Menariknya, penjualan online tiket ini akan dimulai pada 3 November dan terakhir pada 16 November 2023. Tiket tersebut mencakup 71 tujuan maskapai dan juga akan tersedia, bersama dengan penawaran perjalanan eksklusif dari agen perjalanan dan mitra yang berpartisipasi, pada pameran perjalanan Time to Fly yang berlangsung selama tiga hari di Singapura mulai tanggal 3 hingga 5 November.

Singapore Airlines mengharapkan banyak peminat tiket diskonnya, karena kinerjanya sudah cukup baik dalam hal pemulihan penumpang. Meski kapasitas kursi di seluruh wilayah Asia Tenggara masih sekitar 20% di bawah tingkat kapasitas kursi pada tahun 2019, Singapore Airlines dan Scoot berenang melawan arus dan kini hampir mendekati angka sebelum pandemi.

Kedua maskapai penerbangan tersebut mengangkut total 2,9 juta penumpang pada bulan September, meningkat 36 persen dibandingkan tahun lalu dan 93 persen dari 3,1 juta penumpang pada bulan September 2019. Secara terpisah, Singapore Airlines mengangkut 1,86 juta penumpang, naik 27 persen dibandingkan tahun lalu, sementara Scoot menerbangkan 1,04 juta penumpang, naik 55 persen dibandingkan tahun lalu.

Hub Singapore Airlines, Bandara Changi juga siap menyambut lebih banyak penumpang, karena baru-baru ini bandara tersebut membuka kembali sepenuhnya Terminal 2 yang diperluas. Bandara ini melanjutkan pekerjaan konstruksi di terminal tersebut selama pandemi, dan fasilitas yang diperluas tersebut kini dapat menampung 28 juta penumpang. setiap tahun.

Baca juga: Terminal 5 Bandara Changi Ditargetkan Rampung Tahun 2030

Singapore Airlines juga sebelumnya mengumumkan akan memindahkan sebagian penerbangannya ke T2 dan memperkenalkan penerbangan tambahan ke berbagai tujuan seperti Maladewa dan Nepal. Terminal ini sudah banyak digunakan untuk layanannya ke kawasan Asia Tenggara, seperti Thailand, Kamboja, Vietnam dan Indonesia.

Ajiibb, Okupansi Kereta Cepat Whoosh Capai 96 Persen, Dua Hari Angkut 23 Ribu Lebih Penumpang

Kereta Cepat Whoosh berhasil mencapai jumlah penumpang tertingginya sejak dioperasikan yaitu sebanyak 11.330 penumpang pada keberangkatan Sabtu, 21 Oktober 2023. Rata-rata okupansi Kereta Cepat Whoosh pada 21 Oktober 2023 mencapai 86 persen. Bahkan beberapa di antaranya mencapai lebih dari 95 persen untuk rute dan jadwal tertentu.

Baca juga: Klarifikasi KCIC Usai 31 Penumpang Ketinggalan Kereta Cepat Whoosh: KA Feeder Dioperasikan Daop 2 KAI

Jumlah penumpang pada Minggu 22 Oktober juga tak kalah tinggi. Tercatat 12.109 penumpang menikmati perjalanan Kereta Cepat Whoosh ke berbagai rute dengan okupansi 92 persen dan beberapa perjalanan mencapai 96 persen.

Selama akhir pekan lalu, total ada 23.439 penumpang naik Kereta Cepat Whoosh dengan rata-rata okupansi mencapai 90 persen dari keseluruhan tempat duduk.

Sebagian besar penumpang yang melakukan perjalanan dengan Whoosh di akhir pekan bertujuan untuk berlibur di Bandung atau berbelanja di Jakarta. Dengan singkatnya waktu perjalanan, banyak penumpang yang sengaja melakukan perjalanan pergi pulang dalam satu hari yang sama tanpa perlu menginap di kota tujuan. Selain untuk berwisata, ada juga penumpang yang bepergian untuk kepentingan bisnis, bekerja, sekolah, dan mengunjungi keluarga.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa menyebutkan, kenaikan signifikan rata-rata okupansi Kereta Cepat Whoosh tak lepas dari adanya tambahan 22 perjalanan KA dengan rincian 14 perjalanan reguler dan 8 perjalanan.

Adapun jadwal perjalanan dengan tingkat okupansi di atas 95 persen adalah Whoosh keberangkatan Halim pukul 16.45, 18.00 dan Whoosh keberangkatan Tegalluar maupun Padalarang pukul 16.45. Sedangkan yang memiliki okupansi di atas 90 persen adalah Whoosh keberangkatan Halim pukul 06.40, 07.30, 08.45, 09.45, 10.20 dan Whoosh keberangkatan Tegalluar maupun Padalarang pukul 15.35, 17.35.

Membeludaknya jumlah penumpang ini menunjukan tingginya animo masyarakat yang ingin menggunakan Kereta Cepat Whoosh untuk perjalanan Jakarta-Bandung. Sejak terpantau adanya peningkatan jumlah pemesanan, KCIC langsung melakukan antisipasi dengan menambah perjalanan sehingga dapat mengakomodir permintaan masyarakat.

Melihat masih tingginya minat masyarakat terhadap layanan kereta cepat Whoosh pada hari ini, Eva menegaskan pihaknya akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi penumpang.

Baca juga: Hari ke-2 Operasional Berbayar, Okupansi Kereta Cepat Whoosh Rata-rata 50 Persen

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) akan menyiapkan dan meningkatkan layanan di area stasiun mulai dari ruang tunggu, loket, area komersial, hingga di dalam perjalanan. KCIC juga akan terus berkoordinasi dengan KAI dan stakeholder lainnya untuk mempersiapkan angkutan pemadu moda guna melayani penumpang yang ingin meneruskan perjalanan dari ke Cimahi, Bandung, maupun destinasi lainnya.

“Kami mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih atas tingginya animo masyarakat terhadap kereta cepat Whoosh. Semoga saja kereta cepat Whoosh bisa terus menjadi moda pilihan masyarakat untuk melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Bandung ataupun sebaliknya,” tutup Eva.