Saudia Jadi Yang Pertama Hadirkan Layanan Gratis WhatsApp OnBoard

Selamat tinggal kebosanan ketika tengah mengudara, karena Saudi Arabian Airlines atau dikenal juga dengan sebutan Saudia baru saja mengeksekusi rencananya untuk menghadirkan fitur percakapan di armada mereka. Tidak main-main, maskapai berkode ICAO SVA ini menyediakan akses gratis ke iMessage, Facebook Messenger, dan WhatsApp bagi para penumpangnya. Ya, maskapai ini menjadi yang pertama memperkenalkan fitur percakapan gratis ini di region Eropa, Timur Tengah, Afrika, dan Kawasan Asia. Baca Juga: Duh, Ahli Komputer Temukan Masalah Keamanan di WiFi Onboard! Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari laman tradearabia.com, 5 Mei kemarin sebenarnya maskapai ini telah mengumumkan rencana serupa – namun terbatas pada penerbangan domestik saja. Kurang dari waktu satu bulan, Saudia telah memperlebar jangkaun penggunaan fitur ini yang mencakup skala internasional. “Sudah lebih dari 50.000 penumpang yang merasakan fitur WhatsApp OnBoard ini,” ujar salah satu pihak Saudia. Kini, pihak Saudia telah menambah dua aplikasi chat yang dapat digunakan penumpang selama perjalanan – iMessage dan Facebook Messenger. Hadirnya fitur seperti ini tentu memberikan keuntungan tersendiri bagi kedua belah pihak. Dari sisi penumpang, mereka tetap bisa ‘terkoneksi’ dengan relasi atau keluarga tanpa harus menyalakan Airplane Mode sebagaimana biasanya. Sedangkan di sisi maskapai, mereka akan digandrungi banyak penumpang yang selama ini tidak bisa lepas dari kehidupan sosialnya. Konektivitas ini dapat penumpang akses melalui jaringan WiFi yang tersedia di kurang lebih 100 armada Saudi Arabian Airlines. Cukup nyalakan WiFi dan sambungkan perangkat Anda ke jaringan “SAUDIA_ONAIR”. Nanti Anda akan diperintahkan untuk mengikuti sejumlah arahan dan yang terakhir Anda diminta untuk memasukkan alamat email sebelum dapat menggunakan fitur percakapan gratis di pesawat tersebut. Baca Juga: ‘Cicil’ Pemasangan WiFi Onboard di Penerbangan Domestik, Qantas Targetkan Rampung di Akhir 2018 Tidak hanya layanan percakapan online saja, Saudi Arabian Airlines pun telah terlebih dahulu memperkenalkan layanan sistem hiburan selama penerbangan, seperti WiFi OnBoard, ribuan tayangan Hollywood berkualitas, playlist musik favorit yang dapat Anda personalisasi, e-book, dan hiburan lainnya yang dapat membunuh waktu penerbangan. Wah, kalau ada layanan percakapan seperti ini sih pengalaman penerbangan penumpang akan jauh berbeda ya! Bagaimana rasanya saja jika Anda naik moda transportasi lain yang tidak mewajibkan Anda untuk menghidupkan Airplane Mode.

Kecewa Pada Perusahaan, Sopir Bus di Jepang Tak Tarik Biaya Perjalanan!

Ada beragam cara yang dapat dilakukan oleh seseorang untuk menunjukkan rasa ketidakpuasannya terhadap sesuatu – mulai dari menyampaikan aspirasi dengan kepala dingin hingga melakukan demonstrasi. Nah, lain cerita dengan apa yang dilakukan oleh sekelompok pengemudi bus di Okayama, Jepang. Alih-alih menyelesaikan masalahnya dengan musyawarah, mereka justru tetap ‘narik’ tapi tidak memungut biaya perjalanan kepada para penumpangnya. Nah lho! Baca Juga: Dari Jepang Hingga Bandung Tawarkan Sensasi Makan di Atas Bus Seperti yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman theguardian.com, aksi ini mereka lakukan atas dasar ‘perselisihan’ antar perusahaan bus lain yang menawarkan tarif perjalanan yang lebih murah. Ketika tuntutan mereka terkait peningkatan jaminan pekerjaan kepada pihak Ryobi Bus Company selaku operator tidak dipenuhi, sejumlah pengemudi bus lalu melancarkan aksi yang merugikan perusahaan tersebut. Kejadian ini sendiri terjadi sekitar awal Mei 2018 kemarin. Aksi ini tergolong unik karena biasanya penyampaian aspirasi pihak yang dirugikan selalu diidentikan dengan tindakan anarkis. Para pengemudi ini mengambil inisiatif untuk menutupi mesin pembayaran di dalam bus dengan menggunakan kain putih dan sama sekali tidak menarik ongkos dari para penumpang. Sebelumnya, kejadian hampir serupa juga pernah menimpa salah satu perusahaan jasa transportasi bus di Australia, tepatnya di Sydney dan Brisbane pada akhir tahun lalu. Dilatarbelakangi hal yang berbeda, para pengemudi di Benua Kangguru ini pun memberlakukan ‘hari perjalanan gratis’ kepada setiap penumpangnya. Sudah barang tentu, aksi para pengemudi bus ini menuai banyak respon dari netizen – namun kebanyakan dari mereka malah menyayangkan aksi unik ini. “Sebenarnya ini tidak terlalu baik untuk para pengemudi. Itu sama saja dengan bekerja tanpa digaji,” “Menurut saya, mogok kerja akan memberikan tekanan lebih kepada pihak perusahaan,” Baca Juga: Gunakan Ponsel Saat Bertugas, Masinis di Jepang Diganjar Sanksi “Saya suka cara mereka, dimana para pengemudi ini mencoba sesuatu yang baru untuk memenuhi permintaan mereka terhadap perusahaan,” Ya, tiga contoh komentar netizen di atas mewakili keseluruhannya, dimana masing-masing dari netizen punya pandangannya sendiri terhadap aksi berkendara tanpa biaya. Mungkin kalau aksi serupa terjadi di Indonesia, para penumpang akan berharap kejadian ini terjadi setiap hari ya!  

Pasca Bangkrut, Primera Air Campakkan Penumpangnya Begitu Saja!

Jika Anda mengalami keterlambatan pemberangkatan, Anda berhak untuk mendapatkan kompensasi dari pihak maskapai tergantung dari berapa lama penerbangan anda tertunda. Nah, lalu bagaimana jadinya jika penerbangan tersebut tertunda hingga berjam-jam lamanya? Ada dua jalan yang bisa ditempuh pihak makapai untuk menunjukkan rasa tanggung jawabnya terhadap penumpang – bisa mengembalikan tiket atau kompensasi berupa menginap di hotel. Baca Juga: Klasik, Ini Dia Rentetan Alasan Delay di Dunia Penerbangan Namun apa jadinya jika maskapai yang Anda hendak tumpangi ini dinyatakan bangkrut dan akhirnya menelantarkan para penumpangnya begitu saja? Nah, kejadian unik ini menimpa budget airlines, Primera Air. Dilansir KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, maskapai ini memberhentikan semua pengoperasiannya pada Senin (1/10/2018) tengah malam kemarin setelah kurang lebih 14 tahun beroperasi. Amat disayangkan ketika momen bangkrutnya maskapai ini dibarengi dengan tindakan kurang bertanggung jawab dari perusahaan yang menelantarkan para penumpangnya begitu saja. Dikutip dari laman thesun.co.uk (2/10/2018), sejumlah penumpang maskapai Primera Air ini ditelantarkan begitu saja di Bandara Internasional Newark Liberty, New Jersey. Alih-alih memberikan kejelasan terhadap nasib para penumpang, Primera Air malah melakukan hal yang sebaliknya.
Sumber: The Sun
Para penumpang dibiarkan tergeletak begitu saja di lantai bandara – beberapa diantaranya menggunakan selimut sebagai alas. Sontak, kejadian ini menjadi pusat perbincangan di sosial media Twitter. “Apakah ada maskapai penerbangan yang memiliki selimut? Kami terperangkap di Bandara EWR (Newark) yang sangat dingin. Kami terjebak di sini karena @primeraair bangkrut,” ujar salah satu pengguna Twitter. “@tomhanks rasanya saya seperti berada di film #terminal dimana tidak ada satu orangpun yang mau membantu kami yang terperangkap di sini karena @primeraair bangkrut. @EWRairport sangatlah dingin dan saya harus duduk selama 18 jam. Adakah di antara kalian yang punya selimut? #SOS #StrandedByPrimeraAir,” tulis akun @travelingsingh di akun Twitter pribadinya. Baca Juga: Merespon Keinginan Penumpang “Tradisional,” PT KAI Jajaki Sistem Baru Untuk Check In Tiket Beruntung, para penumpang yang terlantar ini sempat mendapatkan voucher makan sebesar US$10 (Rp152.000). Melalui sepucuk surat yang ditemukan oleh salah satu penumpang, para penumpang maskapai Primera Air tujuan Paris dan London ini dititah untuk menghubungi pihak Primera Air langsung via laman www.primeraair.com. “Customer Service Primera Air sangatlah tidak berguna. Mereka enggan membeberkan apa yang sebenarnya terjadi,” ujar salah seorang penumpang yang terjebak akibat kebijakan kurang bijak sana dari Primera Air tersebut.

Citilink Buka Penerbangan Langsung Jakarta – Labuan Bajo

Terkenal dengan Pulau Komodo, Labuan Bajo kini menjadi salah satu incaran para pelancong baik domestik maupun mancanegara. Labuan Bajo sendiri terletak di Nusa Tenggara Timur dan kini menjadi salah satu dari empat destinasi dengan label super prioritas. Baca juga: Jelang Q4 2018, Citilink Canangkan Buka Rute Banyuwangi-Kuala Lumpur Karena ada hal ini, maka maskapai berbiaya hemat atau LCC Citilink Indonesia membuka rute penerbangan baru yang langsung atau direct flight dari Jakarta ke Labuan Bajo. Rute ini sendiri akan mulai dioperasikan pada akhir Oktober 2018 ini. Kehadiran Citilink menambah ramai dunia penerbangan dari Jakarta menuju ke Labuan Bajo. Penerbangan Citilink sendiri keberangkatan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju ke Bandara Komodo. “Rute baru ini sendiri sebagai support sektor pariwisata. Kami tahu, Labuan Bajo ini destinasi pariwisata kelas dunia. Pembukaan rute baru ke Labuan Bajo ini sebagai bentuk dukungan Citilink dalam pengembangan parwisata nasional. Kami berharap, kehadiran Citilink ini semakin memudahkan mobilitas wisatawan ke Labuan Bajo,” ujar VP Corporate Secretary and CSR Citilink Indonesia Ranty Astari Rachman yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers Sabtu (6/10/2018). Penerbangan perdana rute Jakarta-Labuan Bajo sendiri akan mulai dilakukan pada Senin (29/10/2018) mendatang pukul 12.00 WIB. Pesawat Citilink diperkirakan tiba di Bandara Komodo pukul 15.20 WITA dan penerbangan sebaliknya dari Labuan Bajo-Jakarta pukul 15.00 WITA dan tiba di Jakarta 17.05 WIB. Penerbangan langsung Citilink dari Jakarta-Labuan Bajo bisa dinikmati pelancong setiap harinya. Rute ini sendiri, armada yang digunakan Citilink adalah Airbus A320 yang mampu mengangkut 180 penumpang. Baca juga: Suka Makanan Minang? Citilink Hadirkan Nasi Kapau Untuk Kuliner di Udara Untuk diketahui, label destinasi super prioritas sebelum Labuan Bajo ada tiga destinasi lainnya yakni Danau Toba, Candi Borobudur dan Mandalika. Ranty menjelaskan, saat ini arus kunjungan pelancong ke Labuan Bajo mengalami pertumbuhan yang positif. Sehingga kondisi ini tentu sangat menguntungkan yang artinya ada value tinggi yang bisa dioptimalkan dari destinasi ini. “Labuan Bajo ini sangat fenomenal. Kawasan Labuan Bajo akan terus berkembang. Dan, opsi Citilink membuka rute Jakarta-Labuan Bajo sangat ideal. Ada nilai bisnis yang besar di situ,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Virgin Atlantic Sukses Terbangkan Boeing 747 dengan Bahan Bakar Ramah Lingkungan

Kilas balik ke tahun 2011, Virgin Atlantic Airways pernah menelurkan rencana untuk menggunakan bahan bakar penerbangan yang ramah lingkungan. Nah, pihak Virgin mengatakan akan menggunakan gas limbah pabrik baja sebagai material bahan bakar ramah lingkungan tersebut. Dan setelah melewati beragam tahapan penelitian selama kurang lebih lima tahun, akhirnya pada tahun 2016 bahan bakar ramah lingkungan tersebut diuji coba dan sukses. Baca Juga: Virgin Galactic Sukses Terbangkan (Kembali) Pesawat Bertenaga Roketnya ke Antariksa Baru-baru ini, bahan bakar tersebut digunakan dalam penerbangan komersial untuk pertama kalinya. Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (4/10/2018), bahan bakar ramah lingkungan ini diproduksi oleh LanzaTech, dimana mereka mengumpulkan gas limbah kaya karbon dari pabrik baja dan mencampurkan bakteri ke dalamnya. Tugas bakteri tersebut adalah untuk memfermentasi karbon menjadi etanol. Dengan memanfaatkan katalis yang dikembangkan di Pacific Northwest National Laboratory (PNNL), oksigen yang terkanung di dalam etanol tersebut kemudian dikeluarkan dalam bentuk air. Bahan-bahan yang tersisa dari etanol tersebut lalu digabungkan dan saling mengikat sebelum akhirnya terciptalah bahan bakar jet tanpa membentuk senyawa yang menghasilkan jelaga saat dibakar. Terobosan ini lalu disetujui oleh otoritas terkait sebagai bahan bakar di dunia aviasi pada bulan April kemarin. Alih-aih menggunakan bahan bakar ramah lingkungan ini sepenuhnya, para pengguna dapat mencampurnya dengan avtur hingga rasio campuran 50 persen. Dan impian pihak Virgin Atlantic telah menjadi kenyataan pada Rabu (3/10/2018) kemarin, dimana bahan bakar ini pertama kali digunakan untuk penerbangan komersial. Boeing 747 yang dioperasikan Virgin Atlantic untuk menegbangkan penumpang dari Orlando, Florida menuju London menjadi saksi dari pencampuran 5 persen bahan bakar ramah lingkungan tersebut. Kabarnya, bahan bakar ini tidak diproduksi dalam jumlah yang terlalu banyak sehingga tidak bisa meningkatkan rasio pencampuran. Baca Juga: Yuk Intip Aktivitas Awak Kabin Virgin Atlantic Ke depan, akan ada pabrik bahan bakar dengan kapasitas produksi besar di Georgia – dimana pabrik tersebut mampu menghasilkan jutaan galon bahan bakar ramah lingkungan. “Bahan bakar ini melebihi sifat bahan bakar jet berbasis minyak bumi dalam hal efisiensi dan membakar jauh lebih bersih,” kata John Holladay, wakil manajer PNNL untuk efisiensi energi dan energi terbarukan. “Teknologi ini tidak hanya menyediakan sumber bahan bakar jet yang berkelanjutan tetapi juga mengurangi jumlah karbon dioksida yang dipancarkan ke atmosfer.” Tutupnya.  

Rapide 3 Electric Vehicle, “Bemo” Canggih Untuk Jasa Antar Paket

Kendaraan roda tiga memang cukup umum di Indonesia – ambil contoh becak atau khususnya di wilayah DKI Jakarta dengan bajajnya. Tidak hanya di Indonesia, di berbagai belahan dunia lain pun, moda tersebut sampai-sampai jadi ikon. Sebut saja Thailand yang identik dengan Tuk Tuknya, atau India yang juga terkenal dengan bajajnya. Namun di jaman yang sudah serba modern seperti sekarang, masihkah moda roda tiga tersebut mampu bersaing dengan moda futuristik lainnya? Baca Juga: The Solo, Electric Vehicle Roda Tiga yang Ramah Lingkungan nan Nyentrik Tentu saja dengan dibumbui dengan sejumlah teknologi mutakhir, moda roda tiga punya pasarnya sendiri yang dapat meningkatkan utilitasnya di kehidupan sehari-hari. Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (3/10/2018), sebuah perusahaan yang memfokuskan diri pada pengembangan kendaraan ramah lingkungan, Gaius Autos merilis Rapide 3, sebuah skuter roda tiga yang menggunakan tenaga listrik. Alih-alih digunakan untuk mobilitas penumpang, Rapide 3 dikhususkan untuk mengangkut barang-barang atau paket yang hendak dikirim ke alamat tertentu. Rapide 3 dapat mengangkut beban maksimum hingga 200 kg atau kapasitas maksimum hingga 440 liter. Baterai berkapasitas 5,2 kWh yang digunakan oleh Rapide 3 memastikan moda ini bisa mengarungi jarak hingga 105 km dalam sekali charge. Gaius Autos pun menyematkan fitur fast-charging ketika moda ini tengah mengisi ulang dayanya. “Hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk mengisi 80 persen daya Rapide 3,” tutur salah satu juru bicara dari Gaius Autos. “Umur dari baterai yang kami gunakan untuk Rapide 3 mampu bertahan hingga delapan tahun, lepas dari itu dianjurkan untuk diganti,” tandasnya. Tidak hanya menaruh konsentrasi pada pengembangan teknologi pada Rapide 3, Gaius Autos pun memikirkan tentang kenyamanan si pengemudi ketika menggunakan moda unik ini. Pihak pengembang menambahkan sebuah atap yang berfungsi sebagai rain protector – yang langsung terkoneksi dengan sebuah kaca pada bagian depannya. Bukan sembarang kaca, Gaius memilih kaca yang memiliki teknologi Anti UV. Baca Juga: Menilik Asam Garam Becak di Ibu Kota, Sempat Tenggelam Hingga Rencana Penghidupan Kembali Satu lagi yang tidak boleh dilupakan dari moda yang bisa menembus kecepatan hingga 95km/jam ini adalah fitur pengecekan performa kendaraan yang dapat dilakukan melalui aplikasi pada smart phone! Keren, bukan? Tentu saja, moda semacam ini akan meningkatkan performa dari perusahaan yang bergerak di bidang jasa pengiriman. Untuk rincian harga, pihak Gaius Autos masih enggan membocorkan bandrolan dari Rapide 3 ini.

JR East Uji Coba Shinkansen Eksperimental ALFA-X Sebelum Mengular Mei 2019

Pada 3 Oktober 2018 kemarin, kereta api Shinkansen eksperimental ALFA-X dari East Japan Railways (JR East) melakukan uji cobanya sebelum meluncur resmi pada Mei 2019 mendatang. Seri 956 tersebut dibuat ALFA-X untuk membuka jalan bagi armada baru kereta api berkecepatan tinggi sebagai bagian strategi transformasi 2027 di Jepang. Baca juga: Ingin Jadi Masinis Shinkansen? Datang Saja ke Omiya Railway Museum, Saitama! KabarPenumpang.com melansir dari laman railwaygazette.com (4/10/2018), proyek ini telah dicanangkan sejak Juli 2017 lalu dan perkeretaapian kini telah menyelesaikan pekerjaan desain terperinci untuk kereta api baru. Tujuan pembuatan ini sendiri adalah untuk keamanan dan stasbilitas lebih lanjut sembari meningkatkan kenyamanan serta menggabungkan empat konsep inovatif untuk meningkatkan pemelihara dibandingkan dengan armada yang sudah ada sebelumnya. Dengan armada baru ini, JR East sendiri akan menguji prototipe kereta hingga 400 km per jam agar nantinya kereta generasi lanjut tersebut mampu beroperasi hingga kecepatan 360 km perjam di Tohoku Shinkansen dan 260 km per jam di Hokkaido Shinkansen. Untuk kecepatan 360 km per jam sendiri di uji coba selama pengembangan armada Seri E5 saat ini. Sehingga saat beroperasi kecepatan maksimumnya 320 km per jam. ALFA-X sendiri menggabungkan dua desain hidung baru untuk mengurangi efek tekanan gelombang udara yang dihasilkan ketika memasuki terowongan pada kecepatan yang sangat tinggi. Peningkatan efisiensi energi merupakan prioritas utama, termasuk penggunaan bahan dan komponen yang lebih ringan. Sedangkan peningkatan teknologi kontrol traksi akan mencakup penggunaan konverter daya silikon karbida. Untuk meningkatkan kenyamanan berkendara, peredam yang disempurnakan dan alat kontrol perlindungan guncang dimaksudkan untuk meminimalkan getaran vertikal, sementara perubahan pada peredam lateral akan mengurangi gerakan dari sisi ke sisi. Suspensi aktif juga akan memberikan tingkat kemiringan tubuh untuk memungkinkan operasi melalui kurva pada kecepatan yang lebih tinggi. Modifikasi pada struktur di bawah lantai dimaksudkan untuk mengurangi risiko penumpukan salju selama cuaca musim dingin yang parah. Belajar dari tergelincirnya kereta Joetsu Shinkansen pada bulan Oktober 2004, JR East berencana untuk mengintegrasikan langkah-langkah kesiapsiagaan gempa di ALFA-X, termasuk peredam anti-gempa guna menekan pergerakan carbody dan menstabilkan kereta api jika kuat kekuatan terdeteksi. Seperti halnya prototipe Fastech 360, ALFA-X akan dilengkapi dengan rem aerodinamis untuk digunakan dalam keadaan darurat. Baca juga: Shinkansen Hello Kitty Resmi Mengular, Penggemar dan Penumpang Riuh Ramai Berselfie Ria Menurut JR-East, trainset ALFA-X harus diselesaikan dengan warna metalik terang yang mencerminkan lingkungan lokal dan aktif berkomunikasi di kota-kota yang dilayaninya. Logo akan disajikan dalam font digital yang mewakili penggabungan Internet of Things dan fitur AI (Artificial Intelligence) dalam desain kereta.

Tak Sadar Injak Tisu Saat Naiki Air Force One, Video Donald Trump Menjadi Viral

Tisu merupakan lembaran yang biasa digunakan untuk me-lap atau membersihkan sesuatu. Namun apa jadinya jika selembar tisu harus mampir dan ikut menempel pada sepatu seorang presiden? Baru-baru ini, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump tak sengaja ‘membawa’ tisu yang menepel pada sepatunya menuju ke pesawat Kepresidenan Air Force One. Baca juga: Lockheed Martin VH-92A, Helikopter Kepresidenan AS Terbaru, Siap Mengudara di 2020 Trump sendiri bahkan tidak sadar bahwa tisu tersebut melekat pada ujung belakang sepatunya. KabarPenumpang.com melansir dari laman washingtonpost.com (5/10/2018), saat itu Trump tengah naik tangga untuk masuk ke dalam pesawat Air Force One di Bandara Internasional St Paul di Minneapolis. Setelah sampai di pintu masuk kabin, Trump sempat melambaikan tangannya. Tisu itu kemudian lepas setelah Trump akan masuk ke kabin pesawat untuk melanjutkan perjalanannya tersebut ke Mayo Civic Center di Rochester Minnesota untuk berkampanye pada Kamis (4/10/2018). https://youtu.be/aMZ9Dfm7Z_A Trump melakukan perjalanannya untuk berbicara pada sekitar 10 ribu orang untuk dan dirinya juga mendukung beberapa kandidat Partai Republik yang mencalonkan diri untuk jabatan pemerintahan. Kemudian setelah Trump, empat orang lainnya menyusul menaiki anak tangga menuju kabin pesawat. Orang terakhir yang melihat tisu tersebut mengangkatnya dengan tangan. Kejadian yang bisa dibilang sedikit memalukan tersebut dan terjadi pada seorang Presiden terekam sebuah kamera video dan viral di berbagai laman berita serta media sosial. Baca juga: Ini Dia Lima Hanggar Terbesar di Dunia, Hampir Semuanya Ada di Amerika Serikat Bahkan di Twitter, foto pun tersebar dengan luas, beberapa pemilik akun mengomentarinya @Deadspin, “Secara historis kertas toilet dan sepatu telah bersatu seperti kecerobohan memalukan dan tawa perut hingga mengeluarkan air mata. Mereka yang memiliki hak istimewa untuk melihatnya terjadi baik itu langsung atau nanti saat menonton video di media sosial tidak bisa tidak membagikannya.” Beberapa warganet lainnya ada yang simpatik dengan insiden tisu menepel di sepatu tersebut. Namun sepertinya hal ini begitu menarik dan ajudan serta staf Trump tidak ada yang memberitahukan hal tersebut padanya.

Desiro ML Cityjet Eco, Kereta Bertenaga Baterai Elektro-Hybrid dari Siemens Mobility

Siemens Mobility baru saja mengembangkan kereta bertenaga baterai yang dirancang khusus untuk beroperasi di rute yang lebih pendek. Desiro ML Cityjet eco, kereta ini sendiri memiliki kemampuan untuk beroperasi pada jalur rel non-elektrifikasi dan dapat dilengkapi dengan penggerak baterai elektro-hybrid untuk pengoperasiannya. Kereta tersebut di desain dengan tiga gerbong yang diharapkan bisa mengurangi biaya operasional dan pemeliharannya. Baca juga: PT KAI Tawarkan Autonomous Rapid Transit Untuk Atasi Kemacetan di Bandung KabarPenumpang.com melansir dari laman railway-technology.com, Disero ML Cityjet eco adalah proyek percontohan untuk pengembangan kereta bertenaga baterai yang diluncurkan Siemens dengan Kereta Api Federal Austria (OBB). Ini merupakan bagian dari strategi pembaruan armada OBB tahun 2035 mendatang untuk mencapai nol traksi emisi di seluruh armadanya. Pertama kali, prototipe kereta ramah lingkungan ini diperkenalkan saat pameran perdagangan internasional InnoTrans 2018 untuk teknologi transportasi yang diselenggarakan di Berlin, Jerman, pada bulan September 2018. Diperkirakan kereta tenaga baterai tersebut akan memasuki pelayanannya pada semester kedua tahun 2019 setelah menyelesaikan fase pengujian. Dengan tiga gerbong dalam satu rangkaian kereta ini memiiliki panjang 75,15 meter dimana setiap gerbong dilengkapi dengan dua pintu untuk keluar dan masuk penumpang. Satu rangkaian kereta tersebut memiliki kapasitas maksimum 244 penumpang. Kereta datang dengan beban gandar maksimum kurang dari 17t, termasuk paket baterai traksi. Didesain untuk beroperasi pada rel kereta berukuran standar dengan ukuran lintasan 1.435 mm, kereta memiliki ketinggian lantai 600 mm. Kereta api ini dibangun sesuai dengan standar kelayakan Spesifikasi Teknis untuk Interoperabilitas (TSI) dan EN 15227. Kereta ini juga mematuhi standar perlindungan kebakaran tingkat 2 CEN / TS 45545 dan DIN 5510. Kereta eco CityJet dapat beroperasi di kedua rute yang dialiri arus listrik dan non-listrik. Ini sumber listrik dari saluran listrik di atas kepala untuk mengisi baterai on-board saat berjalan di trek listrik. Energi yang tersimpan dalam baterai akan digunakan untuk menyalakan kereta di rute non-listrik. Gerbong kereta api didasarkan pada SF 6000 keluarga dari rolling stock yang ditawarkan oleh Siemens. Kompartemen penumpang dari eco Cityjet memiliki interior yang luas dan mengintegrasikan skema warna netral dan meja lipat. Kursi ergonomis yang dapat disesuaikan di setiap kompartemen dibuat khusus untuk memenuhi persyaratan penumpang. Gerbong-gerbong pada kereta ini juga memiliki area khusus untuk transportasi sepeda dan ruang multi-fungsi untuk melakukan pertemuan bisnis. Fitur berkelanjutan dari kompartemen penumpang termasuk jendela besar untuk memungkinkan cahaya alami masuk ke interior, sistem pendingin udara yang dikontrol CO2, dan sistem pencahayaan LED yang bergantung siang hari. Desiro ML Cityjet eco dilengkapi dengan baterai lithium-titanate berdasarkan teknologi linear tape-open (LTO). Baterai memiliki kapasitas retensi pengisian tinggi dan dapat diisi dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan baterai lithium-ion. Konsep termal khusus yang digunakan untuk wadah baterai menghindari dampak kondisi cuaca eksternal pada masa pakai baterai dan status pengisian daya dengan masa pakai baterai sekitar 15 tahun. Baca juga: Enel Raksasa Energi Italia, Rencanakan Pemasangan Baterai 10 MW di Jaringan Kereta Rusia Kereta rel tengah tersebut dilengkapi dengan unit traksi DEIRO ML, yang memiliki tiga paket baterai, sistem pendingin baterai, dua pengontrol DC / DC, dan sistem pendukung lainnya. Penggunaan baterai mengurangi emisi CO2 hingga 50 persen Kereta, saat beroperasi dalam mode AC, membutuhkan pasokan daya listrik 15kV AC atau 25kV AC dan daya cengkeram 2.600 kW. Kapasitas baterai terpasang kereta api adalah 528kW per jam. The Desiro ML Cityjet eco dapat melakukan perjalanan pada kecepatan maksimum 140 km per jam pada trek elektrik.

Untuk Pertama Kali, PT KAI Gelar Online Travel Fair Lewat Web dan Aplikasi KAI Access

Menjadi salah satu moda transportasi yang paling sering digunakan masyarakat Pulau Jawa dan Sumatera, PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang baru saja merayakan ulang tahun ke-73 nya ini, sebentar lagi akan mengadakan KAI Online Tavel Fair. Adanya online travel fair ini sendiri seperti menjadi satu rangkaian promo yang diberikan KAI kepada pengguna setianya setelah promo di HUT ke-73 nya pada September 2018 kemarin. Baca juga: Daop 3 Cirebon: Mulai Oktober 2018, Pembatalan Tiket Dapat Dilakukan via Aplikasi KAI Access KAI Online Travel Fair ini sendiri merupakan yang pertama kali diadakan oleh PT KAI dan akan berlangsung dari 13-17 Oktober 2018 mendatang. Travel online ini sendiri di adakan melalui aplikasi KAI Access dan web www.kai.id. Periode tiket promo ini hadir khusus untuk kelas bisnis dan eksekutif dengan keberangkatan 13 Oktober 2018 hingga 15 Januari 2019 mendatang. Info ini sendiri didapatkan KabarPenumpang.com dari Instagram milik PT KAI yakni @kai121_. Pada KAI Online Travel Fair sendiri diadakan flash sale setiap pukul 09.00 sampai 09.30 WIB dan pukul 19.00 sampai 19.30 WIB. Flash sale ini bisa diikuti pengguna hanya melalui aplikasi KAI Access dan khusus kelas eksekutif selama program KAI Online Travel Fair berlangsung.
Untuk tarifnya sendiri KAI memulai harga dengan Rp100 ribu dengan total kursi yang disediakan sebanyak 173.655 untuk 71 hari periode keberangkataan. Untuk beberapa kota kisarannya yakni Bandung-Surabaya Rp150 ribuan, Banyuwangi-Surabaya Rp100 ribuan, Semarang-Jakarta/Surabaya Rp50 ribuan, Jakarta-Surabaya/Yogyakarta Rp100 ribun, Jakarta-Solo Rp150ribuan dan Yogyakarta-Malang/Surabaya Rp100 ribuan. Berikut ini kereta api komersial untuk program KAI Online Travel Fair, Agro Bromo Anggrek, Argo Lawu, Argo Dwipangga, Argo Jati, Taksaka, Purwojaya, Cirebon Ekspres, Tegal Bahari, Harina, Gumarang, Sancaka, Mutiara Timur, Malioboro Ekspres, Senja Utama Solo dan Fajar Utama Jogja. Kemudian Senja Utama Jogja, Sawunggalih, Jaka Tingkir, Menoreh, Bogowonto, Gajahwong, Singasari, Joglokerto, Ambarawa Ekspres, Kamandaka, Mataram Premium, Wijayakusuma, Tawang Jaya Premium, Kuala Stabas, Sindang Marga dan Sribilah Utama. Baca juga: Jelang HUT PT KAI Ke-73, Promo Tiket Bertebaran Untuk Anda Terkait KAI Online Travel Fair, PT KAI mengatakan akan ada konferensi pers untuk mengumumkan hal tersebut. Pihaknya pun saat ditanyakan terkait masalah server baik untuk web maupun aplikasi juga mengatakan, sudah dipersiapkan semuanya. “Semua sudah siap, rencana akan ada presconference,” ujar VP Humas PT KAI yang dihubungi KabarPenumpang.com, Senin (8/10/2018).