Perkembangan teknologi di sektor transportasi kini semakin berkembang pesat – dimana salah satu turning point yang paling mudah dilihat adalah hadirnya moda nirawak. Dalam menyingkapi itu semua, East Japan Railway Co. (JR East) kini tengah mempertimbangkan tentang kehadiran kereta nirawak yang nantinya akan mengular di Tohoku Shinkansen Line, Yamanote Line, dan beberapa jalur lainnya.
Baca Juga: Pangkas Waktu 1 Menit, Proyek JR East Rute Ueno – Omiya Tuai Kontroversi
Adapun tujuan dari JR East dalam menghadirkan moda nirawak ini, dikutip KabarPenumpang.com dari laman the-japan-news.com (13/8/2018), adalah untuk meminimalisir kesalahan teknis yang kerap kali dilakukan oleh manusia dan sebagai langkah untuk menanggulangi banyaknya kondektur dan masinis yang akan pensiun di masa depan. Menurut data yang dimiliki oleh JR East, jumlah pekerja mereka yang berusia 55 tahun ke atas berjumlah seperempat dari keseluruhan pekerja mereka pada April 2017.
Guna melancarkan rencana tersebut, JR East telah membentuk satu tim khusus yang akan mempercepat pengembangan teknologi mutakhir tersebut.
Hampir sama halnya seperti yang dilakukan oleh PT MRT Jakarta (MRTJ), nantinya armada nirawak JR East ini akan berjalan secara otomatis tanpa kehadiran masinis onboard. Pengoperasiannya pun akan dibagi ke dalam dua tahap – dimana pada tahap pertama, akan ada kondektur yang berjaga di dalam rangkaian alih-alih terjadi situasi darurat yang harus diselesaikan oleh tenaga manusia. Dan pada tahap selanjutnya, JR East akan sepenuhnya mengemudikan kereta ini secara otomatis (unmanned self-driving).
Nah, guna menunjang pengoperasian dari kereta nirawak ini, diperlukan berbagai penambahan untuk menunjang keamanan dan keselamatan. Seperti halnya meninggikan jalur guna menghindari perlintasan sebidang dan membangun penghalang platform dari lantai ke langit-langit di semua stasiun.
Baca Juga: Tingkatkan Keamanan Penumpang Kereta, JR East Akselerasi Instalasi Kamera Pengawas
Hambatan tidak berhenti sampai di situ. JR East juga harus mengembangkan sistem pendeteksi rintangan di lintasan dengan tingkat presisi yang sangat tinggi dan menerapkan sensor pendeteksi bau dan suara yang hingga saat ini masih dikerjakan oleh tenaga manusia.
Pun dengan masalah regulasi, dimana Land, Infrastructure, Transport and Tourism Ministry mengemukakan bahwa diperlukan peninjauan lebih detail terhadap tata cara, fasilitas, dan gambaran pengoperasian kelak, “yang dilandaskan pada Undang-Undang Perkeretaapian Jepang.”
Indian Railways setiap harinya melayani lebih dari 24 juta penumpang, tetapi masih juga mengangkut batubara. Adanya ini untuk membantu menutupi kerugian yang timbul dari penyediaan layanan penumpang yang tarifnya lebih murah.
Baca juga: Indian Railways Berdayakan Panel Surya Sebagai ‘Supplier’ Kelistrikan di Rangkaian KeretaKabarPenumpang.com melansir dari laman qz.com (26/7/2018), bahwa jaringan kereta api terbesar di Asia tersebut menambahkan biaya 31 persen untuk mengangkut batubara ke pembangkit listrik. Hasil studi yang dilakukan oleh Think Tank Brookings India yang dirilis pada 17 Juli 2018 kemarin, bahwa batubara sendiri menyumbang 44 persen pendapatan kereta api India.
Pendapatan tersebut lebih dari Rs9.471 crore atau sekitar US$1,37 miliar dan dua kali lipat dari pendapatan pengoperasian kereta penumpang.
“Model bisnis Indian Railways didasarkan pada penumpang yang kurang bayar dan ongkos angkut lebih,” ujar hasil studi tersebut.
Adapun alasan sebagian besar pendapatan berasal dari pengiriman barang, karena menaikkan tarif untuk penumpang akan selalu menjadi urusan yang penuh dengan kaitan politik dan regulasi di India. Apalagi dengan jangkauan yang luas, kereta api selalu digunakan dan politik elektoral membuat sulitnya mengubah tarif tiket tersebut.
Menteri Kereta Api, Suresh Prabhu pada 2016 lalu memperkenalkan tarif fleksibel pada tiga kereta premium. Tetapi lagi-lagi keputusan tersebut tidak disetujui sebagian besar masyarakat.
Saat ini mungkin bisnis batubara bisa membantu meingkatkan pendapatan Indian Railways, tetapi pada 2030 mendatang, kebutuhan batubara di India akan berkurang. Hal ini dikarenakan tingkat daya listrik turun, efisiensi pembangkit listrik meningkat dan yang paling penting, energi terbarukan meningkat di India.
Teknologi yang lebih baik berarti mengirimkan tenaga melalui kabel akan menjadi lebih murah daripada mengandalkan kereta api untuk mengangkut batubara. Jadi untuk perkeretaapian tetap meningkatkan pendapatan, mereka akan perlu untuk meningkatkan biaya pengiriman lebih lanjut, yang mengarah ke kenaikan lebih lanjut dalam biaya transportasi batubara.
Tahun keuangan 2016-2017, biaya pengangkutan ekstra batubara meningkatkan biaya listrik sekitar 10 paise per kilowatt.
Baca juga: Indian Railways Gunakan WhatsApp Untuk Pemberitahuan Pada Penumpang
“Untuk pembangkit listrik di negara bagian yang jauh, yang secara inheren bergantung pada kereta api untuk batubara, jumlah ini bisa tiga kali lebih tinggi,” katanya.
Dengan asumsi bahwa tarif penumpang akan meningkat 4,5 persen dan Kereta Api akan mengenakan biaya lebih pada pengiriman untuk memulihkan kerugian, biaya tambahan ini akan meningkat dari 10 paise per kilowatt pada 2017 menjadi sekitar 18 paise per kilowatt pada tahun 2030, perkiraan laporan.
Kendati terkendala jaringan keretanya yang bisa dibilang buruk, namun India kini tengah mengupayakan utuk menghadirkan jaringan kereta berkecepatan tinggi yang akan menghubungkan Mumbai dengan Ahmedabad. Ini merupakan suatu evolusi di industri transportasi yang tengah diberdayakan oleh Indian Railways guna memberikan pelayanan maksimal kepada para pelanggan setianya.
Baca Juga: Stasiun Ernakulum India, Hadirkan Fasilitas Komplit Bagi Kaum Difabel
Kini, Indian Railways tengah disibukkan dengan pelengkapan sejumlah komponen penunjang yang akan tersemat pada moda tersebut. Dilansir KabarPenumpang.com dari indiatimes.com (29/7/2018), nantinya para penumpang kereta cepat ini bisa menikmati salah satu sarana yang belum ada sebelumnya, yaitu nursery room dan toilet yang terpisah antara laki-laki dan perempuan. Tentu saja, hadirnya dua sarana tersebut akan meningkatkan pengalaman penumpang, mengingat kondisi perkeretaapian India yang bisa dibilang mirip dengan kondisi perkeretaapian di Indonesia pada era 2000an – semerawut.
Sesuai dengan namanya, nursery room ditujukan bagi setiap penumpang yang membawa serta anak balitanya dalam perjalanan. Mereka bisa menyusui, mengganti popok anaknya, dan akan ada wastafel kecil khusus anak-anak di nursery room tersebut. Tidak berhenti sampai di situ, ruangan khusus untuk orang sakitpun rencananya akan ditambahkan pada rangkaian kereta yang mampu memboyong 750 penumpang dalam sekali perjalanan ini – 695 bangku di kelas standar dan 55 bangku di kelas bisnis.
Untuk modanya sendiri, Indian Railways tidak akan main-main. Mereka menggaet sang maestro, Shinkansen dalam proyek yang rencananya rampung pada 15 Agustus 2022 mendatang ini. Mengutamakan kenyamanan, keselamatan, dan pengalaman penumpang, Indian Railways tiada hentinya mengoptimalkan proyek ini. Terakhir, pihak perkeretaapian India tersebut mengemukakan akan menambahkan toilet yang memiliki ukuran lebih besar ketimbang yang biasa – dikhususkan untuk para penyandang disabilitas.
Baca Juga: Torehkan Sejarah, Indian Railways Bangun ‘Limited Height Subway’ dalam Waktu 4,5 Jam Saja!
Pun dengan kelengkapan informasi yang akan didapatkan para penumpang di dalam rangkaian, seperti layar LCD yang akan menampilkan informasi posisi kereta, stasiun pemberhentian selanjutnya, dan estimasi sisa waktu perjalanan untuk sampai di tujuan akhir.
Adapun perkiraan waktu tempuh dari kereta yang dicanangkan dapat menembus kecepatan hingga 320km/jam ini adalah 2 jam 7 menit – dengan rentang jarak di antara duka kota ini adalah 508km. Dengan nilai kontrak proyek ini yang menyentuh angka US$16 miliar (Rp234 triliun), pihak Indian Railways berharap dapat memperbaiki image dari perkeretaapian India menjadi lebih baik lagi.
Belum genap 60 hari sejak musibah berlangsung, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akhirnya telah merilis investigasi dan laporan final kecelakaan pelayaran tenggelamnya kapal Sinar Bangun 4 di Danau Toba, pada tanggal 18 Juni 2018.
Baca juga: Di Balik Tragedi Danau Toba, Inilah Profil KM Sinar Bangun
Dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers Humas KNKT (14/8/2018), dari hasil investigasi dipaparkan kronologis singkat kejadian tenggelamnya kapal Sinar Bangun sebagai berikut
Pukul 16.50 WIB kapal bertolak dari Pelabuhan Simanindo menuju Tigaras.
Sekitar pukul 17.10 WIB terjadi perubahan cuaca, angin kencang dan gelombang sekitar 1,5-2 meter menghantam lambung kiri Sinar Bangun menyebabkan kapal oleng ke kanan dan terbalik.
Penumpang terbagi dua kelompok, kelompok pertama berada di Lambung dan lunas kapal, kelompok kedua terapung diekitar Sinar Bangun dengan mengandalkan benda terapung misalnya potongan kayu dan helm.
Beberapa saat kemudian, ombak besar kembali datang dan menyapu semua penumpang yang ada di atas lambung dan lunas kapal. Setelah itu, bagian kapal tidak terlihat lagi
Dari kejadian tersebut data terakhir yang didapatkan KNKT, jumlah korban selamat sebanyak 21 Orang, jumlah korban ditemukan meninggal sebanyak 3 orang, jumlah korban yang belum ditemukan sebanyak 164 orang.
Berdasarkan hasil analisis terhadap data dan informasi yang didapatkan dalam proses investigasi, tenggelamnya kapal Sinar Bangun 4 diakibatkan oleh kapal mengangkut penumpang dan kendaraan melebihi kemampuan stabilitasnya. Stabilitas kapal semakin memburuk ketika kapal berlayar di perairan dengan tinggi gelombang sampai dengan 2 meter.
Sebagian besar penumpang tidak dapat bertahan hidup dikarenakan akses keluar yang terbatas dan akses terhadap peralatan keselamatan. Sedangkan faktor yang turut berkontribusi dalam peristiwa tersebut antara lain jumlah penumpang berlebihan (sebagian penumpang berada di geladak 3) dan sepeda motor menyebabkan titik berat kapal menjadi semakin ke atas, sehingga momen penegak/pengembali semakin kecil, sehingga kondisi stabilitas kapal yang tidak baik ini menyebabkan kapal terbalik setelah terkena gelombang.
Baca juga: Sebulan Pasca Musibah KM Sinar Bangun, KNKT Rilis Rekomendasi Keselamatan Pelayaran
Dari fakta yang terungkap, KNKT mendapati hal-hal sebagai berikut:
1. Ukuran kapal tidak sesuai dengan sertifikat kapal.
2. Berdasarkan dokumen Kelaikan dan Kebangsaan, kapal bergeladak tunggal. Pada kenyataannya kapal memiliki 3 geladak.
3. Berdasarkan dokumen Pendaftaran dan Kelengkapan Angkutan Danau dan Penyeberangan (ADP), kapal digunakan sebagai kapal angkutan penumpang. Pada waktu kejadian, kapal mengangkut penumpang dan sepeda motor.
4. Berdasarkan dokumen Pendaftaran dan Kelengkapan Angkutan Danau dan Penyeberangan (ADP), kapasitas angkut penumpang sebanyak 45 orang. Berdasarkan jumlah total penumpang (selamat + meninggal + dilaporkan hilang) sejumlah 188 orang.
5. Berdasarkan dokumen Kelaikan dan Kebangsaan, jumlah awak kapal adalah 3 orang. Pada saat kejadian kapal diawaki 2 orang.
6. Berdasarkan dokumen Pendaftaran dan Kelengkapan ADP, kapal dilengkapi jaket penolong 50 buah orang dewasa (tanpa jaket penolong anak-anak dan bayi). Menurut awak kapal, kapal memiliki jaket penolong sebanyak sekitar 80 buah, namun diletakkan di lemari dan sebagian terikat di langit-langit kabin penumpang.
7. Akses darurat tidak tersedia dan jendela terhalang teralis.
8. Pada waktu kejadian penumpang tidak sempat mengenakan jaket penolong karena peristiwa terjadi begitu cepat.
9. Awak kapal penyeberangan tidak terampil melakukan evakuasi di air
10. Berdasarkan dokumen Kelaikan dan Kebangsaan, jenis kapal adalah kapal kayu. Pada kenyataannya, material kayu hanya digunakan pada konstruksi lambung, sedangkan gading, tiang, dan geladak sebagian menggunakan material baja.
11. Awak kapal tidak memperhatikan informasi cuaca sebelum keberangkatan.
12. Berdasarkan informasi penumpang dan Nakhoda di sekitar lokasi kejadian, pada saat itu terjadi angin kencang dan kondisi gelombang cukup tinggi.
13. Pada saat kejadian, 5 kapal yang bertolak dari Tomok menuju Parapat harus kembali ke Tomok karena tidak mampu melawan arus dan angin. Hal ini menunjukkan kondisi cuaca pada kejadian tersebut berbahaya untuk pelayaran.
14. Awak kapal tidak pernah membuat manifest penumpang dan barang. Kondisi ini telah terjadi selama bertahun-tahun sebelumnya.
15. Tidak ada syahbandar maupun inspektur sungai dan danau sebagai fungsi pengawas keselamatan pada saat kapal hendak berlayar. Ketidakjelasan instansi yang berwenang menerbitkan SPB, keadaan ini telah berlangsung selama bertahun-tahun, sehingga SPB tidak pernah diterbitkan.
16. Nakhoda tidak pernah membuat laporan kedatangan dan keberangkatan kapal untuk dilaporkan kepada instansi penerbit SPB.
17. Aturan kelengkapan kapal penyeberangan belum dipahami dengan baik oleh operator kapal dan instansi yang berwenang mengeluarkan sertifikat kapal. Hal ini terlihat dari tidak lengkapnya peralatan minimal maupun peralatan keselamatan kapal yang digunakan untuk mengangkut penumpang. Misalnya, jaket penolong, pintu darurat, peralatan pemadam, dll.
18. Awak kapal tidak disyaratkan untuk melakukan pelatihan menghadapi keadaan darurat.
19. Tidak ada radio komunikasi baik di atas kapal dan di pelabuhan
Kecelakaan di eskalator kerap kali terjadi, bahkan hingga membuat penggunanya meninggal, seperti keelakaan di eskalator stasiun. Hal ini kemudian membuat East Japan Railway (JR East) meluncurkan kampanye keselamatan menggunakan eskalator di stasiun-stasiunnya.
Baca juga:Akibat ‘Diseruduk’ Koper Besar, Penumpang Kereta Bawah Tanah Ini Cedera SeriusKabarPenumpang.com melansir dari laman japantimes.co.jp (23/7/2018), peluncuran kampenye ini dikarenakan tahun 2017 kemarin sebanyak 180 kecelakaan terjadi pada eskalator yang menyebabkan luka bahkan beberapa tewas karena hal tersebut. Adanya kampanye ini ternyata karena pertama kalinya perkeretaapian mengungkapkan penghitungan kecelakaan di eskalator.
Kampanye ini menyerukan agar penumpang menggunakan pegangan tangan dan ini akan dikampanyekan lebih dari 50 jalur kereta api di seluruh Jepang hingga akhir Agustus 2018 ini. Karyawan JR East di Stasiun Tokyo pada hari Senin (23/7/2018) terlihat membagikan selebaran yang meminta komuter untuk menggunakan pegangan tangan.
“Kami harus memastikan tidak ada kecelakaan yang terjadi sehingga penumpang bisa sampai ke tujuan tanpa masalah. Kami meminta pengertian dan kerja sama mereka, ”kata Yuya Mochitate, seorang pejabat JR East yang bertanggung jawab atas kampanye eskalator.
Diketahui, adapun pada Juni 2008 lalu, seorang pria mabuk terjatuh dari eskalator di Stasiun Shinbashi di Tokyo. Kemudian Maret 2009, seorang wanita berusia 50-an meninggal karena syalnya menyangkut di eskalator dan menjerat lehernya di Stasiun Mito di Prefekur Ibaraki.
Desember 2010 lalu, orang-orang terjatuh seperti domino di Yokohama ketika seorang wanita naik eskalator di Stasiun Hodogaya dan tiba-tiba terjatuh kebelakang saat akan sampai di atas dan menyebabkan empat orang lainnya jatuh hingga membuat luka di punggung dan lutut mereka.
Baca juga: Di India, Pengguna Lift dan Eskalator Mendapat Perlindungan Asuransi
Di Cina beberapa waktu lalu, seorang wanita 50 tahun terjatuh karena terseruduk koper yang terlepas dari pemilikinya. Saat itu wanita tersebut tengah melihat ponsel dan tak sadar akan koper besar yang meluncur bebas.
Atas kejadian ini, wanita tua itu dibawa ke rumah sakit karena terluka di bagian kepala dan tangan. Padahal pelarangan membawa barang besar dengan eskalator sudah ada dan harus menggunakan lift.
Terkenal sebagai salah satu ikon agama Katolik, biara – terutama yang sudah tua, menawarkan sejuta potensi untuk masuk ke dalam situs pariwisata. Identik dengan bangunan kuno tanpa cat, ditambah struktur bangunan yang mempertahankan pakem arsitektur tempo doeloe, menjadikan biara sebagai obyek yang sayang jika tidak diabadikan oleh mata lensa.
Baca Juga: Ngong Ping 360 – Berani Uji Adrenalin di Kereta Gantung Terpanjang di Dunia?
Nah, diantara semua biara yang tersebar di seluruh dunia, ada satu yang paling terkenal diantara yang lainnya – Biara Tatev. Terletak di Armenia, salah satu situs perjalanan wisata, TripAdvisor.com bahkan menyebut Biara Tatev sebagai permata Armenia. Jadi penasaran ya, keindahan apa saja yang ditawarkan oleh biara yang terletak di dataran tinggi basal dekat desa Tatev di Provinsi Syunik di tenggara Armenia ini?
Dilansir KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, Biara Tatev ini sendiri merupakan peninggalan dari kaum Oriental Ortodoks Armenia pada sekitar abad ke-9. Biara Tatev juga dikenal sebagai kedudukan Keuskupan Syunik dan memainkan peran penting dalam sejarah daerah sebagai pusat kegiatan ekonomi, politik, spiritual dan budaya.
Tidak berhenti sampai di situ, pada abad ke-14 dan ke-15, Biara Tatev menjadi ‘tuan rumah’ salah satu universitas asal Armenia abad pertengahan yang memegang peranan penting, Universitas Tatev, yang berkontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan, agama dan filsafat, reproduksi buku dan pengembangan lukisan miniatur.
Wings of Tatev. Sumber: Wikipedia
Nah, semisal Anda berkesempatan untuk mengunjungi Biara Tatev, jangan lewatkan kesempatan untuk menjajal wahana aerial tramway terpanjang di dunia, Wings of Tatev. Moda transportasi yang menyerupai sebuah gondola ini memiliki panjang lintasan sekitar 3,5 mil atau yang setara dengan 5,7 km. Wings of Tatev ini sendiri menghubungkan Biara Tatev dengan Halidzor – sebuah perkampungan kecil di Provinsi Syunik, Armenia.
Selain mendapat predikat sebagai aerial tramway terpanjang di dunia, moda yang rampung pada 16 Oktober 2010 ini pun mengantongi gelar kereta kabel double track non-stop terpanjang. Perjalanan dengan menggunakan Wings of Tatev akan memangkas waktu perjalanan selama kurang lebih 28 menit antara kedua belah titik (butuh waktu sekitar 40 menit jika ditempuh dengan menggunakan moda darat).
Baca Juga: Eksis Sejak 1975, Indonesia Canangkan Bangun Jalur Kereta Gantung Terpanjang
Hamparan pegunungan hijau akan mendominasi pelupuk mata selama 12 menit perjalanan antara Biara Tatev dan Halidzor. Berkapasitas 30 orang penumpang plus satu pendamping, Wings of Tatev tercatat mampu mengakomodasi sekitar 240 penumpang setiap jamnya, dengan titik paling tinggi mencapai 320 meter di atas permukaan tanah!
Biasanya museum merupakan sebuah bangunan yang berisikan barang-barang dan memuat gambar atau film pendek tentang masa lalu baik itu tentang suatu kota atau peristiwa besar. Tapi apa jadinya jika museum tersebut merupakan museum digital yang hadir di beberapa stasiun untuk memberikan pengetahuan tentang kereta api India.
Baca juga: Lukisan Dinding Ramaikan 100 Stasiun di India
Baru-baru ini untuk memperingati hari Kemerdekaan India, Indian Railways, akan menghadirkan museum model terbaru mereka yakni museum digital. Museum digital tersebut diluncurkan oleh Kementerian Kereta Api dan akan hadir di 22 stasiun besar India pada Hari Kemerdekaan.
KabarPenumpang.com melansir dari laman financialexpress.com (12/8/2018), kehadiran museum digital ini sendiri dalam upaya untuk membuat masyarakat India sadar akan warisan yang kaya dari Indian Railways. Seorang pejabat Kementerian kereta api India dari Departemen Heritage mengatakan, proyek ini sendiri sedang dicoba pada basis stasiun percontohan.
Nantinya ini akan menunjukkan warisan Indian Railways melalui klip film selama satu hingga dua menit di layar LED digital yang berada di pintu masuk stasiun dan zona nyaman penumpang. Pemutaran pada platform sendiri akan dihindari demi membuat nyaman penumpang dan tidak membuat kerumunan yang tidak diperlukan.
“Melalui film-film pendek, kereta api akan menunjukkan bangunan-bangunan warisan, lokomotif warisan dan banyak lagi yang akan membuat orang-orang sadar akan warisan kaya yang dibawa oleh Kereta Api India,” ujar pejabat kementerian tersebut.
Dia mengatakan, dalam pengaturan yang dilakukan saat ini, belum ada biaya tambahan pada proyek tersebut. Sebab pihak kementerian baru memanfaatkan LED yang ada di stasiun untuk menampilkan film-film pendek itu.
Pejabat kementerian tersebut juga mengatakan, bahwa langkah tersebut awalnya datang dari latar belakang penolakan dari Kantor Perdana Menteri untuk membuat museum kereta baru.
Baca juga: Museum Kereta Api Bondowoso, Saksi Sejarah Gerbong Maut Pengangkut 100 Pejuang Kemerdekaan
“Saat ini, museum digital dipajang di stasiun seperti Jaipur, Agra Cantonment, Erode, Katihar dan lain-lain,” ujarnya.
Tahun 2017 kemarin tepatnya pada bulan November, Menteri Kereta Api Piyush Goyal selama kunjungannya ke Chhatrapati Shivaji Maharaj Terminus, yang juga merupakan situs warisan dunia, telah mengumumkan untuk mengubah stasiun kereta yang sibuk ini menjadi museum kelas dunia.
Ada saja cara yang ditempuh oleh sebuah perusahaan untuk melariskan produk yang mereka buat. Bahkan tidak sedikit juga yang menggunakan kata-kata berkonotasi negatif untuk menarik minat para pembeli – dan inilah yang terjadi pada salah satu operator kereta di Jepang, Choshi Electric Railway Co. Mereka mulai menjajakan camilan berbentuk stick yang dipercaya akan meningkatkan pendapatan mereka. Hal tersebut ditempuh lantaran penurunan kuantitas penumpang yang terjadi belakangan ini.
Baca Juga: Bukan Toko Serba Ada, Tapi Stasiun di Jepang ini Memenuhi Semua Kebutuhan Anda!
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman mainichi.jp (4/8/2018), operator yang melayani perjalanan sepanjang 6,4 km di Prefektur Chiba ini mulai menjajakan ‘Mazui Bo’ atau yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti snack yang rasanya aneh/buruk. Sebenarnya penggunaan nama ini diharapkan akan mengundang rasa penasaran para pembeli, dimana mereka akan berekspektasi tentang rasa dari makanan ringan tersebut – seburuk apakah rasanya.
“Sebenarnya, rasanya cukup enak,” tulis perusahaan yang menciptakan cemilan berperisa sup jagung tersebut di dalam laman resminya. Tidak berhenti sampai di situ, pihak perusahaanjuga seolah merendahkan bisnis yang mereka garap tersebut – hal ini tampak dari salah satu frasa di dalam bungkusnya yang menyebutkan bahwa satu-satunya yang buruk adalah bisnis itu sendiri. Unik ya!
Namun tak ayal, ide nyeleneh semacam ini memang sedang marak diterapkan oleh sejumlah pengusaha, dimana mereka akan menjelek-jelekan produknya sendiri. Bukan untuk membuat usahanya bangkrut, justru kebalikannya – untuk menarik rasa penasaran dari para calon konsumennya.
Mazui Bo sendiri mulai dijual di Stasiun Inubo – salah satu stasiun yang masuk ke dalam wilayah operasional Choshi Electric Railway Co. tertanggal 3 Agustus 2018 kemarin dengan harga 50 yen atau yang setara dengan Rp6.700 per bungkusnya. Untuk rencana jangka panjangnya, Mazui Bo juga akan dipasarkan secara online.
Baca Juga: Beginilah Gaya Tidur Penumpang Kereta Komuter di Jepang
“Dengan mencoba hal baru nan unik seperti ini, kami berusaha untuk menarik minat dan perhatian semua orang yang menggunakan jasa perkeretaapian kami,” ungkap Presiden Choshi Electric Railway Co., Katsunori Takemoto. Ia juga menjelaskan penyebab menurunnya kuantitas dari daerah yang mereka layani. “Populasi di Choshi bisa dibilang tidak seimbang, karena tingginya angka orang tua dan rendahnya angka kelahiran.” tutupnya.
Di Indonesia, tentu sudah tidak asing jika mendengar pemberitaan tentang kasus pencurian kendaraan bermotor. Tapi pernahkah Anda mendengar kasus pencurian pesawat? Tanpa embel-embel kasus terorisme yang biasanya menjadi latar belakang dari kasus pencurian atau pembajakan pesawat. Kali ini, seorang petugas darat (ground crew) maskapai Horizon Air nekat membawa kabur pesawat turboprop Bombardier Dash 8 Q400 milik maskapai yang diketahui merupakan anak perusahaan dari Alaska Airlines pada Jumat (10/8/2018).
Baca Juga: Pembajakan Pesawat Terlama, 39 Hari Kelam Penumpang El Al Flight 426
Dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, pesawat yang dicuri oleh petugas yang disinyalir bernama Richard Russel ini kebetulan tengah berada dalam kondisi tidak berpenumpang. Richard sendiri secara nekat mencuri pesawat ini di Bandara Internasional Seattle – Tacoma. “Seorang karyawan maskapai penerbangan (Horizon Air) menerbangkan pesawat tanpa izin dan tanpa penumpang di Sea-Tac,” cuit salah seorang manajemen bandara melalui akun Twitter.
Kejadian yang terjadi pada sekitar pukul 19.32 waktu setempat ini memaksa pihak bandara untuk menutup sementara operasional penerbangan dengan alasan keselamatan. Mulanya – para pejabat bandara mengatakan, Richard menggunakan sebuah traktor untuk mengarahkan pesawat (taxi) menuju posisi siap lepas landas.
Sejurus sesaat pesawat yang dikendarai Richard lepas landas, otoritas berwenangpun lansgung mengirimkan dua jet tempur F-15 guna melakukan pengejaran. Petugas menara pengawas (ATC) pun sempat berkomunikasi dengan Richard selama kurang lebih 90 menit lamanya – sebelum akhirnya pesawat nahas tersebut jatuh di Ketron Island, sekitar 48 km sebelah Selatan Bandara Internasional Seattle – Tacoma.
Mungkin sebagian dari Anda bertanya-tanya, bagaimana bisa seorang yang tidak terlatih mampu menerbangkan sebuah pesawat? Jawabannya dari pertanyaan tersebut terlontar sendiri dari mulut Richard ketika tengah berkomunikasi dengan petugas ATC. “Saya tidak butuh banyak bantuan, saya pernah memainkan video game mengendarai pesawat sebelumnya,” ungkap Richard yang terekam alat komunikasi antara pilot dan petugas ATC tersebut.
Richard Russel. Sumber: metro.co.uk
Namun tetap saja, semahir-mahirnya ia mengendalikan sebuah pesawat di video game itu berbeda jauh ketika dirinya mengemudikan pesawat sungguhan. Sebut saja pengetahuan tentang pengoperasian pesawat yang tidak terlalu ia kuasai – seperti ketersediaan bahan bakar yang menurut Richard jauh lebih banyak dari yang ia duga.
Sejumlah percakapan lainpun sempat terjadi antara Richard dan petugas ATC yang tetap memintanya untuk mendaratkan pesawat dengan selamat – salah satunya di Pangkalan Angkatan Udara AS di McChord Field. “Orang-orang di sana akan memperlakukanku secara kasar jika saya mendarat di sana. Atau mungkin saya akan dipenjara seumur hidup?” balas Richard ketika petugas ATC mencoba untuk mengarahkan pesawatnya untuk mendarat di Pangkalan Angkatan Udara AS McChord Field.
Dari sejumlah percakapan yang berhasil terekam, tampak Richard sedang gundah dan sedikit kebingungan dengan apa yang tengah ia lakukan kala itu. “Saya tidak tahu, bung. Saya tidak mau, kecil harapannya itu (mendaratkan pesawat) akan terjadi. Anda tahu itu,” tutur Richard. “Saya punya banyak orang yang peduli dengan saya. Ini akan mengecewakan mereka jika mendengar bahwa saya melakukan ini,” tandasnya.
Baca Juga: Saat Terjadi Pembajakan, Inilah Sinyal Rahasia Yang Dapat Dikirimkan Oleh Pilot
Setelah kurang lebih satu jam mengudara, petugas ATC mulai kehilangan kontak dengan Richard. Entah apa yang terjadi setelah petugas ATC kehilangan kontak, namun Richard bersama Bombardier Dash 8 Q400 yang ia ‘curi’ jatuh di Ketron Island. Tak ayal, pribadi yang dinilai hangat dan ramah oleh teman-temannya tersebut pun tewas.
Guna mengumpulkan bukti terkait kejadian ini, salah seorang juru bicara FBI, Ayn S Dietrich Williams mengatakan akan bekerja sama dengan dewan transportasi untuk melakukan proses investigasi lebih lanjut. “Kami akan bekerja secara menyeluruh, dan meninjau semua aspek yang turut berperan dalam kejadian ini.” ungkap Ayn.
Menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 yang jatuh pada Jumat, 17 Agustus 2018, PT Kereta Api Indonesia (KAI) kembali memberikan promo bagi pelanggannya. Promo ini sendiri hadir untuk kereta api komersial di semua kelas seperti ekonomi, bisnis dan eksekutif.
Baca juga: Kereta Sleeper Berada di Rangakaian KA Argo Bromo Anggrek, Ini Fasilitas MewahnyaKabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, promo ini sendiri tersebar bagi 20 kereta api yang berada di wilayah Pulau Jawa dan Sumatera. Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko mengatakan, ada total 11.956 seat dengan tarif promo tersebut.
Dimana perharinya akan ada 1798 seat yang disediakan PT KAI. Tiket Promo Merdeka ini sendiri berlaku selama tujuh hari kerja, dimulai pada tanggal 13, 14, 15, 16, 27, 28, 29 dan 30 Agustus 2018, serta pembeliannya bisa dilakukan pada 12 Agustus 2018 kemarin.
“Program promo ini merupakan bentuk apresiasi KAI terhadap pelanggan setia kereta api. Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan promo tersebut untuk bepergian menggunakan moda transportasi KA,” ujar Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro.
Berikut ini daftar 20 kereta yang tersebar di Pulau Jawa dan Sumatera dan mendapatkan promo Merdeka. Untuk Pulau Jawa ada Argo Bromo Anggrek (Surabaya Pasar Turi-Gambir, Eksekutif, 17 kursi), Purwojaya (Cilacap-Gambir, Eksekutif, 17 kursi), Cirebon Ekspres (Cirebon-Gambir, Eksekutif, Ekonomi, 17 kursi), Argojati (Cirebon-Gambir, Eksekutif, 17 kursi), Tegal Bahari (Tegal-Gambir, Eksekutif, Ekonomi, 17 kursi), Argo Sindoro (Semarang Tawang-Gambir, Eksekutif, 17 kursi), Argo Lawu (Solo Balapan-Gambir, Eksekutif, 17 kursi), Harina (Surabaya Pasar Turi-Bandung, Eksekutif, Ekonomi, 17 kursi), Lodaya (Solo Balapan-Bandung, Eksekutif, Bisnis, 17 kursi).
Ciremai Ekspres (Semarang Tawang-Bandung, Bisnis, 17 kursi), Singasari (Blitar-Pasar Senen, Ekonomi, 17 kursi), Gumarang (Surabaya Pasar Turi-Pasar Senen, Eksekutif, Bisnis, 17 kursi), Tawangjaya (Semarang Poncol-Pasar Senen, Ekonomi, 18 kursi), Fajar Utama Yogya (Yogyakarta-Pasar Senen, 17 kursi), Sawunggalih (Kutoarjo-Pasar Senen, Eksekutif, Bisnis/Ekonomi, 17 kursi), Malioboro Ekspres (Yogyakarta-Malang, Eksekutif-10 kursi, Ekonomi, 17 kursi), Mutiara Timur (Banyuwangi Baru-Surabaya Gubeng, Eksekutif, Bisnis, 17 kursi).
Baca juga: Gunakan Aplikasi KAI Access, Kini Tak Perlu Antre Cetak Boarding Pass di Stasiun
Sedangkan untuk di Sumatera ada Sindang Marga (Kertapati-Lubuklinggau, Eksekutif, Bisnis, 17 kursi, Rp 17 ribu), Sriwijaya (Kertapati-Tanjung Karang, Eksekutif, Bisnis, 17 kursi, Rp 17 ribu),Sribilah (Medan-Rantau Prapat, Eksekutif, Bisnis, Ekonomi, 17 kursi, Rp 17 ribu). Sayangnya promo Merdeka ini hanya berlaku untuk pembelian melalui aplikasi milik PT KAI yakni KAI Access.