Sebanyak 500 persen kejahatan meningkat di kereta api India dalam lima tahun terakhir. Ini terlihat dari data pelaporan terkait pencurian, perampokan hingga pemerkosaan yang terjadi di dalam kereta api.
Baca juga: Perkeretaapian India Bocorkan Cara Ampuh Tindak Lanjuti Aksi Kriminal
Dirangkum KabarPenumpang.com dari laman outlookindia.com (2/8/2018), pada tahun 2016 data resmi sebanyak 39.355 kasus kejahatan terjadi di kereta api India dan jumlah ini meningkat dua kali lipat menjadi 71.055 di tahun 2017. Sedangkan hingga Maret 2018 sebanyak 20.777 kasus telah dilaporkan baik itu pencurian perampokan bahkan pemerkosaan.
Tahun 2017 sendiri, insieden pencurian meningkat dua kali lipat dan perampokan meningkat hingga 70 persen. Pemerkosaan meningkat dari 604 kasus di tahun 2016 menjadi 614 di tahun lalu, sedangkan laporan hingga Maret 2018 sudah ada 193 laporan.
Kenaikan kejahatan yang luar biasa tersebut membuat pemerintah mengumumkan akan memasang kamera pengawas (CCTV) di sejumlah gerbong kereta dan stasiun yang diidentifikasi tempat banyak terjadinya hal-hal tersebut. Pengamanan khusus dari Railway Protection Force (RPF) diusulkan untuk ditingkatkan dan anjing pelacak terlatih dihadirkan untuk menekan pelaku pembuat onar tersebut.
Nantinya dalam gerbong perempuan juga akan ditambahkan tombol panik (panic button) untuk memudahkan para wanita mendapatkan bantuan. Sebenarnya untuk masalah keamanan kereta India sendiri ada tiga tingkatan perbantuan selain RPF yang akan mengawasi kejahatan berkaitan dengan pencurian properti kereta api.
Sedangkan GRP (Government Railway Police) akan menangani yang berkaitan dengan kejahatan penumpang serta pihak kepolisian negara yang bertanggung jawab pada kejahatan di luar atau pinggiran stasiun kereta api. Sehingga bisa dikatakan tiga macam petugas keamanan tersebut tidak berkaitan satu dengan lainnya.
Adapun bila ada laporan pencurian di satu lokasi akan dilaporkan pada stasiun berikutnya semetara pihak kereta api menyelidikinya. Karena sulit dalam menangkap kebenaran dalam klaim penumpang terkait kehilangan, sebenaranya pemandangan tersebut menjadi biasa di pos GRP karena banyak tas atau koper bertumpuk di meja stasiun.
Seorang penumpang yang barang-barangnya telah dicuri biasanya dibiarkan sia-sia dan biasanya tidak ditemukan. Sejak dekade-dekade awal setelah Kemerdekaan negara itu, konsep layanan tunggal unformed untuk pemolisian rel telah direkomendasikan oleh satu komite ahli setelah yang lain.
Baca juga: Kementerian Kereta Api India Janji Sulap Gerbong Lama Jadi Lebih Modern
Tetapi pemerintah pusat berulang kali tidak dapat menerima panggilan atas pertanyaan rumit dan sensitif. Pada awal tahun 1968, sebuah komite berkekuatan tinggi pada keamanan dan pemolisian kereta api yang dikepalai oleh Menteri Negara untuk Perkeretaapian Ram Subhag Singh telah merekomendasikan bahwa kejahatan kereta api dipindahkan ke daftar subjek bersamaan di bawah konstitusi, untuk memberdayakan RPF.
Sedangkan beberapa ahli lain menyatakan bahwa RPF dibubarkan dan bahwa GRP dijadikan satu-satunya penjaga pemolisian kereta api. Kecuali pemerintah hari itu dapat mengambil panggilan pada pertanyaan penting ini, grafik kejahatan kereta api tidak mungkin menunjukkan penurunan ke bawah.
Lion Air, maskapai berbiaya murah dari Lion Air Group kembali mendapat perkuatan armada, yaitu dengan tibanya pesawat kesepuluh dari jenis Boeing 737 MAX 8 (B38M) dengan registrasi PK-LQP. Pesawat twinjet ini telah mendarat di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta pada Rabu, 15 Agustus 2018.
Baca juga: Lion Air Group Beli 50 Unit Boeing 737 Max 10 Senilai Rp858 Triliun
Pesawat dikirim langsung dari Boeing Company, Amerika Serikat. PK-LQP diterbangkan menggunakan nomor penerbangan JT001 lepas landas dari Bandar Udara Internasional Boeing Field King County (BFI) pada Senin (13/ 8) pukul 16.44 waktu setempat, dengan singgah terlebih dahulu di Bandar Udara Internasional Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat (HNL) dan Bandar Udara Internasional Antonio B. Won Pat, Tamuning, teritori Amerika Serikat di Guam (GUM).
Boeing 737 MAX 8 adalah keluarga terbaru di lingkungan Lion Air Group, merupakan armada ke-10 yang dioperasikan oleh Lion Air dari total pesanan 218 Boeing MAX 8. Pencapaian ini menjadikan Lion Air sebagai maskapai terbanyak yang mengoperasikan B38M di Asia Tenggara.
Hingga kini, Lion Air telah diperkuat 120 pesawat, terdiri dari 10 Boeing 737 MAX 8 (180 kelas ekonomi), 70 Boeing 737-900ER (215 kelas ekonomi), 36 Boeing 737-800NG (189 kelas ekonomi), satu Boeing 747-400 (12 kursi kelas bisnis dan 492 kelas ekonomi) dan tiga Airbus A330-300 (440 kelas ekonomi).
Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic Lion Air menyebutkan, bahwa Boeing 737 MAX 8 akan memperkuat jaringan penerbangan yang saat ini sudah dilayani. Kedatangan B38M adalah upaya meningkatkan pelayanan demi kenyamanan perjalanan udara dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan dan keamanan penerbangan. Selain itu, menjadi bagian strategis Lion Air dalam peremajaan (revitalisasi) armada.
Dari sisi teknologi, Boeing 737 MAX 8 dilengkapi dua lekukan pada masing-masing ujung sayap (Scimitar Winglet), menggabungkan mesin terbaru untuk mengurangi tingkat kebisingan serta didukung perangkat lainnya, sehingga penumpang akan merasakan perjalanan yang lebih senyap.
Baca juga: Gunakan Scimitar Winglet, Boeing Maksimalkan Efisiensi Bahan Bakar
Boeing 737 MAX 8 yang dioperasikan Lion Air didesain dengan kabin terlihat lebih ramping dan luas. Pesawat mempunyai tata letak kursi (konfigurasi) 3-3 lorong tunggal (single aisle) yang berkapasitas 180 kelas ekonomi. Kursi berlapis kulit dipadu sandaran kepala, sehingga penerbangan menjadi terasa nyaman.
Ruang penyimpanan di dalam kabin dan di atas kursi (overhead) atau kompartemen lebih besar, fitur ini bisa mengakomodir kebutuhan sesuai dengan aturan yang boleh dibawa dan memudahkan penyususan barang bawaan.
Boeing Sky Interior akan melengkapi pengalaman travelers, karena memberikan kesan lebih lapang. Langit-langit berbentuk oval, pola penataan lampu Light-Emitting Diode (LED) interior dan dinding samping sangat modern, menarik. Sistem pencahayaan menghadirkan pilihan warna berbeda yang disesuaikan mood, seperti soft blue untuk menyambut saat boarding agar fresh, warna senja atau orange (sunset) cocok suasana santai, tenang serta merah kecoklatan akan menampilkan kelembutan.
Penataan lampu-lampu baca pada panel di atas tempat duduk juga lebih futuristik yang membantu keleluasaan membaca, ketika lampu kabin dimatikan, terutama malam hari. Keunggulan lainnya ialah terletak pada speaker yang berfungsi untuk meningkatkan kualitas suara saat safety demo atau pengumuman dari kru.
Bagaimana kehidupan awak kabin asing yang bekerja pada maskapai berbiaya hemat di sektor domestik? Sebagai contoh adalah Jetstar yang mempekerjakan awak kabin berkebangsaan asing di rute domestik Australia dan membayar gaji pokok mereka minimal US$100 atau Rp1,4 juta per minggu.
Baca juga:Inilah Tingkah Laku Penumpang yang Unik Versi Awak Kabin
Para awak kabin yang berbasis di Thailand ini bahkan bila pada waktu liburan (peak season) bisa bekerja hingga 20 jam dan berjuang untuk makan dengan jumlah bayaran mereka yang tidak besar. KabarPenumpang.com merangkum dari laman abc.net.au (14/8/2018), seorang awak kabin bernama Pojchara Kosolchuenvijit baru dua minggu lalu mengundurkan diri dari Jetstar dan sering terbang antara Bali-Australia.
“Untuk kru yang berbasis di Thailand, kami dapat di-roster hingga 17 jam dan dapat bekerja hingga 20 jam. Ada masalah keamanan karena kelelahan, para kru harus fit setiap saat. Ini kru yang akan membantu penumpang dalam keadaan darurat,” ujar Pojchara.
Gaji awak kabin yang berbasis di Bangkok akan melonjak menjadi US$13 atau Rp190 ribu per jam saat mereka terbang, tetapi Pojchara mengatakan untuk mendapatkan uang tersebut mereka harus menghabiskan waktu banyak di Australia. Sebab mereka akan mendapat tunjangan US$60 per 36 jam, sedangkan kru lokal akan mendapat upah US$128,70 per malamnya.
“Kami perlu makan, dan untuk makan kami butuh uang. Jika Anda hanya memiliki US$30, apa yang dapat Anda makan seharga US$30 setiap hari di Melbourne? Hampir tidak mungkin. Kami harus sembunyi masak dengan panci listrik untuk memasak mie instan di hotel, saya tahu itu dilarang, tetapi kami hanya harus melakukannya,” kata Pojchara.
Pojchara menambahkan, dirinya suka dengan Jetstar tetapi beberapa hal harus diperbaiki, meski dirinya tahu ini adalah bagian dari model bisnis untuk mendapatkan tenaga kerja murah. Dia mengatakan, mereka pekerja asing tidak membutuhkan diskriminasi tetapi membutuhkan pembagian yang adil dan upah sesuai serta cukup untuk kehidupan.
Jetstar menolak untuk berbicara tetapi dalam sebuah pernyataan mengatakan pengaturan karyawan telah sesuai dengan undang-undang ketenagakerjaan Australia.
“Kru kami yang berbasis di Thailand membawa pulang rata-rata $2.600 per bulan, tergantung pada senioritas, yang lima kali lipat rata-rata gaji bulanan Thailand,” ujar Jetstar melalui pernyataannya.
Pojchara Kosolchuenvijit setuju bahwa itu adalah gaji yang bagus, jika para kru tidak harus meninggalkan Bangkok.
“Tetapi untuk mendapatkan uang sebanyak itu, Anda harus menghabiskan banyak waktu Anda di Australia, di mana jauh lebih mahal,” tambah dia.
Bulan lalu maskapai juga mulai menggunakan kru asing yang lebih murah di rute domestik antara Darwin dan Adelaide dan menurut beberapa staf Jetstar mungkin pekerja itu ilegal. Jetstar mengatakan tidak melakukan kesalahan karena peraturan imigrasi memungkinkan penggunaan kru asing di penerbangan internasional.
Namun seorang pilot Jetstar mengatakan, bahwa tidak mungkin penerbangan kembali Darwin-Adelaide adalah penerbangan internasional. “Semua penumpang naik di Adelaide dan turun di Darwin, mereka menggunakan terminal domestik, tiket domestik dan pemeriksaan keamanan domestik,” kata pilot.
Pilot lain mengajukan keluhan kepada Jetstar setelah diberi roster untuk bekerja dengan kru yang berbasis di Thailand pada apa yang dia yakini sebagai penerbangan domestik.
“Saya pikir itu aneh bahwa awak kabin yang berbasis internasional mampu mengoperasikan sektor domestik. Saya masih tidak sepenuhnya puas dengan pengaturan ini sesuai dengan hukum tempat kerja Australia,” ujar pilot itu lagi.
Baca juga: Departemen Perhubungan Naikkan Permintaan Pajak Layanan, Maskapai Justru Lepas Tangan
Jetstar menolak saran bahwa kru yang berbasis di luar negeri dilatih dengan standar yang lebih rendah. Pihak Jetstar juga mengatakan harus menggunakan awak asing yang ditugaskan di rute itu karena periode liburan sekolah.
“Penggunaan penerbangan tag operator penerbangan yang berbasis di luar negeri di seluruh jaringan kami sangat kecil,” kata juru bicara dalam sebuah pernyataan. Di bawah Peraturan Migrasi sebagai bagian dari Undang-Undang Migrasi, layanan ini sejalan dengan definisi penerbangan di mana kru asing dapat bekerja, termasuk bahwa ia harus beroperasi di antara bandara yang dinyatakan (misalnya Adelaide dan Darwin),” jelas Jetstar.
Menjelang pengoperasiannya yang tinggal menghitung bulan, PT MRT Jakarta (PT MRTJ) mulai meluncurkan beberapa fitur yang nantinya akan menunjang pengoperasian dari jaringan Metro pertama di Indonesia ini. Pada Rabu (15/8/2018), PT MRTJ merilis maskot perusahaan yang ditunggangi oleh William Sabandar cs. ini.
Baca Juga: Kereta Pertama MRT Jakarta Sukses Uji Coba Hingga ke Stasiun Cipete
Adalah Marti, yang digambarkan sebagai anak laki-laki berusia 9 tahun yang penuh rasa ingin tahu dengan harapan cerah untuk masa depan. Hal tersebut merepresentasikan moda MRT sendiri yang nantinya akan menjadi pilihan moda transportasi yang tidak hanya bisa dinikmati oleh warga Jakarta, melainkan seluruh masyarakat.
Berdasarkan pantauan KabarPenumpang.com (15/8/2018), adapun bentuk dari Marti ini sendiri terinspirasi dari bentuk muka armada MRT Jakarta dalam versi kartun. “Melalui Marti, MRT Jakarta dapat semakin membangun interaksi dengan masyarakat calon pengguna MRT Jakarta,” tutur Corporate Secretary Division Head PT MRTJ, Tubagus Hikmatullah.
Selain Marti, PT MRTJ juga melakukan soft opening mobile application, MRT-J yang dapar diunduh di smart phone berbasis Android dan iOS.
“Adapun fungsi dari MRT-J ini adalah untuk membangun kesiapan masyarakat (public readiness) yang meliputi informasi umum tentang fitur-fitur yang ada di MRT Jakarta, kesiapan operasi (operation readiness) yang meliputi cara menggunakan MRT Jakarta, informasi jarak dan waktu tempat antarstasiun MRT Jakarta, dan etika penumpang selama menggunakan moda MRT Jakarta,” terang Hikmat. “Fungsi terakhir adalah untuk commercial engagement, yang ditujukan untuk penjualan pernak-pernik resmi MRT Jakarta,” terang President Director MRT Jakarta, William Sabandar.
Baca Juga: MRT Jakarta Adopsi Teknologi CBTC, MRT di Jepang Justru Belum
Kelak ketika sudah beroperasi, mobile application ini akan dikembangkan untuk beberapa aspek komersial lainnya seperti pembelian atau penambahan saldo tiket MRT Jakarta, “Dan pembelian produk lain yang dapat menunjang mobilitas para calon penumpang MRT di depannya,”
Pada acara yang diadakan di Atrium Utama Grand Indonesia ini, turut hadir pula Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dan Puteri Indonesia tahun 2002, Melanie Putria. Pada kesempatan tersebut pula, Menteri Rudiantara mengatakan bahwa kehadiran aplikasi mobile, “merupakan cara baru untuk memudahkan pelayanan transportasi,”
Tidak menampik, Menteri Rudiantara pun memuji perkembangan aplikasi yang dewasa ini sudah saling terintegrasi. “Antar aplikasi kini sudah saling terintegrasi, seperti aplikasi AloDokter dan Gojek. Pasien bisa konsultasi via online dan hanya berselang dua jam berikutnya, obat yang direkomendasikan dokter bisa sampai di tangan pasien melalui aplikasi Gojek. Padahal, AloDokter sendiri tidak menyediakan fitur antar obat,” tutur Menteri Rudiantara yang melontarkan guyonan bahwa nama aplikasi yang digunakan oleh MRT Jakarta kurang catchy. Ada-ada saja ya!
Lantaran mengatakan bom, seorang pengusaha yang menjual barang elektronik terpaksa di amankan oleh pihak Central Industrial Security Force (CISF) pada Kamis (14/8/2018). Insiden tersebut terjadi di Bandara Internasional Indira Gandhi, Delhi.
Baca juga:“Kempa,” Robot Humanoid Khas India Hadir di Bandara Bengaluru
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman timesnownews.com (14/8/2018), pria tersebut diketahui bernama Amar Chaudhary yang akan menaiki pesawat Air India dari Delhi menuju Mumbai. Kejadian itu sekitar pukul 10.30 malam waktu setempat saat tim respon cepat CISF dipanggil ke gerbang 12 di Terminal 1D.
Amar diketahui meneriakkan kata bom saat menunggu di antrean gerbang keberangkatan. Bahkan dia mengatakan di dalam tas tangannya ada bahan peledak juga. Ini membuat penumpang lainnya panik dan seorang awak maskapai mencoba menenangkannya.
“Pria itu meneriakkan kata‘ bom ’dan dia memiliki bom di bagasi tangannya dan bahwa dia akan menabrakkan pesawat. Mengenai hal ini, seorang staf maskapai penerbangan wanita yang hadir di sana, mencoba menenangkannya tetapi dia bertingkah laku dengan dia dan menggunakan kata-kata kasar,” ujar seorang perwira senior CISF.
Saat dicoba untuk ditenangkan, Amar bahkan menanggapi awak pesawat tersebut dengan melakukan hal buruk dan mengucapkan kata-kata kasar. Setelah diamankan, petugas kepolisian menemukan Amar ternyataa dalam keadaan mabuk. Bahkan hasil pemeriksaan medis pun menegaskan hal yang sama.
Tak hanya itu, setelah diamankan dan digeledah ternyata tidaak ada barang apapun yang mencurigakan dari dirinya maupun tas miliknya. Amar di tahan dan tidak diizinkan ikut dalam penerbangan serta kepolisian di bandara disiagakan.
Baca juga: Akibat Ancaman Bom Palsu, Pesawat Scoot Dikuntit F-15SG dan Tunda Penerbangan Ke Thailand
“Kami memindai pendahulunya dan menemukan bahwa dia adalah seorang pengusaha. Catatan masa lalunya juga diperiksa. Pemeriksaan medis menegaskan bahwa dia mabuk. Dia dipesan di bawah Bagian 505b KUHP India untuk menciptakan gangguan dan kepanikan dan diproduksi di pengadilan 505b. Tindakan lebih lanjut sedang diambil,” kata Wakil komisaris polisi (IGIA), Sanjay Bhatia.
Bandara Delhi berada di siaga tinggi berikut masukan dari kemungkinan serangan teror karena mendekati Hari Kemerdekaan. Tim tanggap cepat tambahan telah dikerahkan dan pasukan anti-teror Kepolisian Delhi juga siaga tinggi.
Baterai ponsel hampir habis dan Anda dituntut untuk membalas sebuah pesan darurat secepat-cepatnya. Pada saat itu, Anda menemukan sebuah stasiun pengisian daya (colokan listrik) dan berharap bisa membalas pesan tersebut secepatnya. Namun apa yang akan Anda rasakan ketika mengetahui bahwa colokan listrik tersebut hanyalah sebuah stiker yang ditujukan sebagai lelucon? Mungkin Anda akkan langsung mengumpat dan mengutuk orang yang memasangnya.
Baca Juga: Bandara Tribhuvan Kathmandu, Salah Satu Bandara Terburuk di Dunia
Kendati ditujukan sebagai lelucon semata, kehadiran stiker bergambar colokan listrik ini sukses membuat kesal banyak orang dan menjadi pusat perbincangan di jagad media sosial Twitter. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman indiatimes.com (13/8/2018), stiker semacam ini dapat dengan mudah Anda temui di berbagai situs jual beli online.
Tak pelak, beragam infrastuktur bandara yang ada di New Delhi menjadi objek tempelan dari stiker ini – mulai dari tembok, pilar, hingga tong sampah. Tidak perduli itu Terminal Domestik atau Internasional, semuanya ditempeli stiker colokan listrik oleh tangan-tangan jahil yang memicu reaksi keras dari berbagai pengunjung.
“Siapapun yang memasang stiker colokan listrik ini, Anda akan menjadi musuh saya sekarang,” cuit pengguna Twitter dengan nama akun @Atrioc pada 6 Agustus 2018.
“Saya sengaja duduk di sini agar bisa mengisi daya gadget saya, tapi ternyata ini hanyalah sebuah stiker. Sangat menyebalkan!” tulis seorang pengguna Twitter bernama Karissa dengan nama akun @cryptidshownu pada 19 Juli 2018.
“Ini sangatlah mirip dengan yang aslinya! Kenapa kalian memasang stiker semacam ini di Terminal?! Ini sangat memancing emosi saya!” tulis Kyle Kerouac di laman Twitter pada 28 Juni 2018.
“Ini merupakan sebuah lelucon yang sangat sederhana. Sebuah stiker colokan listrik ada di #PHX Airport (Phoenix Sky Harbor International Airport),” tulis seorang pengujung bandara bernama Marc Burdiss pada 3 Desember 2017.
Baca Juga: Bandara-Bandara ini Terkenal Akan Keangkerannya, Nomor Lima Bikin Merinding!
Jika diperhatikan, keberadaan stiker ini sudah ada bahkan sejak akhir tahun 2017 lalu – atau mungkin lebih. Tidak ada bukti otentik tentang kapan stiker semacam ini beredar di pasaran, namun satu yang pasti – banyak orang yang terkecoh hingga kesal karenanya. Ada-ada saja ya!
Membawa ratusan penumpang dalam sekali jalan adalah tanggung jawab besar yang diemban seorang masinis. Betapa tidak, bila masinis lengah terhadap peringatan dari instrumen di lokomotif, maka bila suatu waktu keputusan mengerem mendadak harus diambil, namun diabaikan akibat lalai, maka kecelakaan dengan korban nyawa besar bisa saja terjadi.
Baca juga: Tingkat Kecelakaan Trem Meningkat, Praha Gelar Kampanye Keselamatan di Jalan
Untuk itu, profesi seorang masinis menuntut adanya tingkat konsentrasi dan disiplin tinggi. Dan untuk mewujudkan konsentrasi yang maksimal, masinis memang dilarang keras menggunakan gadget (smartphone) saat bertugas.
Tetapi ada yang berbeda di Jepang. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman japantoday.com (10/8/2018), seorang masinis East Japan Railway atau JR East harus terkena tindakan disipliner karena mengoperasikan kereta api sembari memainkan ponselnya.
Pendisiplinan masinis tersebut dilakukan pihak JR East saat seorang penumpang memfoto dan memvideokan masinis berusia 37 tahun ketika melihat ke bawah, dimana ponsel atau tabletnya diletakkan sembari mengoperasikan kereta. Kejadian tersebut sendiri dilaporkan pada 25 Juli 2018 saat kereta beroperasi dia jalur antara Stasiun Abiko dan Ajiki di Chiba Prefekur.
Baca juga: Ingin Jadi Masinis Shinkansen? Datang Saja ke Omiya Railway Museum, Saitama!
Karena kejadian ini pula pihak JR East mengeluarkan permintaan maaf melalui pernyataan kepada media dan meminta maaf atas perilaku masinis serta mengatakan akan mengambil tindakan disipliner terhadap masinis tersebut. Diketahui, penumpang tersebut mempostif foto dan video masinis itu melalui media sosial.
Padahal di Jepang sendiri jika pengendara mobil menggunakan ponsel mereka ketika mengendarai akan dikenakan denada ¥50 ribu atau setara dengan Rp6,5 juta.
Seorang penumpang trem terlempar ke tiang pegangan besi pada Jumat sore (10/8/2018) kemarin. Kejadian yang terjadi di salah satu armada Croydon Trem ini meninggalkan luka yang cukup parah pada Sarah Preece (33 tahun). Menurut penuturan Sarah, tidak hanya dirinya saja yang terlempar ketika si pengemudi trem menginjak rem secara mendadak – melainkan beberapa penumpang lainnya pun turut terlempar, namun Sarahlah yang bisa dibilang menderita luka paling parah.
Baca Juga: Tertabrak Trem, Wanita Paruh Baya ini Tersangkut di Kolong!
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman croydonadvertiser.co.uk (14/8/2018), para saksi mata yang berada di dalam rangkaian trem tersebut mengaku pengereman mendadak tersebut dilakukan si pengemudi trem karena ada sepeda motor yang ‘terperangkap’ lampu merah. Mengingat peraturan lalu lintas di Inggris sana yang terkenal sangat ketat, maka mau tidak mau si pengendara motor berhenti ketika lampu lalu lintas menyala merah.
Guna menghindari kecelakaan dengan motor tersebut, maka si pengemudi trem pun berhenti secara mendadak yang berdampak pada terlemparnya sejumlah penumpang – termasuk Sarah. “Alhasil, tangan dan punggung saya mengalami luka. Saya tidak tahu apa yang terjadi kala itu,” kenang Sarah. Ia berasumsi bahwa ada yang salah dengan si pengemudi trem tersebut. “Mungkin ia mengemudi melebihi batas kecepatan yang berlaku,” ujarnya.
Sarah Preece. Sumber: croydonadvertiser.co.uk
Beberapa saat berselang setelah dirinya terlempar ke tiang besi tersebut, Sarah duduk sejenak untuk menenangkan dirinya yang kala itu gemetaran. Merasa dirinya sudah cukup tenang – walaupun tengah cidera, ia lalu menanyakan apa yang terjadi kepada si pengemudi.
“Si pengemudi mengatakan ada pengendara motor yang menghalangi lajunya,” jelas Sarah. “Namun seharusnya Anda memperlambat laju ketika hendak melintasi sebuah persimpangan,” tandasnya menyanggah pernyataan si pengemudi trem.
Sarah pun tetap pada pendiriannya bahwa si pengemudi melaju melebihi batas kecepatan. “Saya tidak tahu seberapa cepat, namun cukup cepat untuk melemparkan saya dan beberapa penumpang lainnya,” terangnya.
Baca Juga: English Electric Balloon, Tulang Punggung Sistem Trem di Blackpool
Menanggapi hal tersebut, First Group selaku operator dari layanan trem tersebut akan menindaklanjuti insiden yang membahayakan nyawa penumpang ini. “Kami selaku opeartor akan melakukan investigasi dan mengusut kasus ini hingga tuntas. Namun tindakan yang dilakukan oleh pengemudi tersebut tepat karena telah mengaplikasikan fitur rem darurat demi menghindari kecelakaan dengan pengendara sepeda motor.” Terang pihak First Group.
Selalu berhati-hati ketika tengah melakukan perjalanan dengan moda apapun – sepeda motor, mobil, sepeda, atau bahkan berjalan kaki. Tetap perhatikan kondisi sekitar, jangan sampai lengah sedetik pun, atau bisa-bisa nasib Anda akan berujung seperti seorang wanita paruh baya di Causeway Bay, Hong Kong.
Baca Juga: Tingkat Kecelakaan Trem Meningkat, Praha Gelar Kampanye Keselamatan di Jalan
Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman scmp.com, wanita yang berdomisili di Cina ini terpaksa dievakuasi menuju Rumah Sakit Ruttonjee di Wan Chai setelah dirinya tertabrak oleh sebuah yang tengah melintas. Kejadian ini sendiri terjadi pada pagi hari, tepatnya pukul 08.55 waktu setempat, dimana wanita berusia 79 tahun tersebut tertabrak oleh sebuah trem yang hendak menuju Shau Kei Wan dari Happy Valley.
Ia tertabrak di sebuah persimpangan yang letaknya tidak terlalu jauh dari Central Library. Berdasarkan laporan pihak kepolisian yang terjun ke lapangan, wanita yang identitasnya dirahasiakan tersebut berada di kolong trem ketika diselamatkan. “Ia mengalami luka yang cukup parah pada bagian kepala,” tutur salah satu pihak kepolisian yang menyelamatkan nyawa wanita ini. “Ketika diselamatkan, ia masih berada dalam kondisi sadar,” tandasnya.
Lalu ia pun segera dilarikan ke Rumah Sakit Ruttonjee guna mendapatkan pertolongan pertama. Namun karena lukanya yang cukup parah, akhirnya ia dirujuk ke Rumah Sakit Queen Mary di Pok Fu Lam yang disinyalir memiliki perlengkapan yang lebih mumpuni. Beruntung, nyawa wanita tersebut bisa diselamatkan dan ia segera mendapatkan penganganan medis lebih lanjut.
Pihak kepolisian mengatakan bahwa wanita paruh baya tersebut memegang ijin dua arah – itu artinya ia bisa mengunjungi Hong Kong secara legal. Petugas kepolisian sempat dibuat bingung ketika tidak ada anggota keluarga yang mendampingi korban ketika tengah berjalan. Mengingat usianya yang sudah tidak belia lagi, “Alangkah lebih baiknya jika ada seorang anggota keluarga yang menemaninya berjalan keluar.”
Baca Juga: Sematkan Sistem Peringatan Kecelakaan Dini, Inilah Trem Avenio M dari Siemens
Adapun dampak dari kejadian yang terjadi pada Selasa (23/1/2018) ini adalah layanan trem yang mengarah menuju Timur sempat tertunda selama kurang lebih 40 menit – hingga pada akhirnya, pada pukul 09.35 waktu setempat, pengoperasian dari trem tersebut bisa kembali normal. Tidak hanya itu, jaringan yang menuju ke arah Barat pun sempat mengalami keterlambatan selama kurang lebih 25 menit.
Mengingat tiga kali mogok terjadi pada LRT Palembang yang sudah beroperasi karena kegagalan sinyal dan masalah prasarana, hal ini juga membuat was-was akan uji coba yang akan dilakukan PT MRT Jakarta. Pasalnya MRT Jakarta saat ini tengah melakukan uji coba kereta pertamanya untuk berjalan di rel setelah dialiri listrik oleh PT PLN beberapa waktu lalu.
Baca juga: PT MRT Jakarta Mulai Coba System Acceptance Test
Untungnya uji coba tersebut berhasil dilakukan. Di mana pada hari ke dua dan ketiga uji cobanya, kereta pertama tersebut berjalan dengan baik. Bahkan Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar pun ikut turun ke lapangan pada uji coba kereta pertama MRT tersebut.
Karena keberhasilan uji coba tersebut William tak lupa menyanjung para pekerja serta tim MRT Jakarta.
“Hari kedua dan ketiga uji jalan kereta pertama MRT Jakarta berjalan dengan baik. Saya berkesempatan memonitor langsung kegiatan ini, baik kemarin dari dalam kereta maupun hari ini dari luar kereta. Luar biasa semangat dan kegigihan dari tim MRT Jakarta dan seluruh pekerja yang terlibat dalam kegiatan ini,” ujar William yang diutip KabarPenumpang.com.
Pada uji coba hari kedua dan ketiga tersebut kereta pertama ini berhasil mencapai Stasiun Cipete dan artinya telah melewati Stasiun Lebak Bulus dan Stasiun Fatmawati. Nantinya setelah uji coba ini, akan ada uji coba lainnya yang dilakukan secara bertahap.
Baca juga: Tidak Hanya dari Tiket, Inilah ‘Ladang-Ladang’ PT MRT Jakarta Raup Keuntungan
“Secara bertahap minggu depan uji jalan ini akan diteruskan ke Blok M dan Bundaran HI yang diperkirakan pada minggu ketiga dan keempat,” ujar Wiliam.
Tak hanya menyanjung tim dan para pekerja, William juga berterima kasih atas dukungan semua pihak atas berjalannya uji coba ini. ” Kepada segenap tim dan pekerja, terima kasih banyak atas kerja gigih anda semua.”