Dalam mengakhiri serangkaian investigasi yang terjadi selama tahun 2017 kemarin, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan forum pertemuan yang betajuk “Capaian Kinerja Investigasi Keselamatan Transportasi Tahun 2017”.
Baca juga: KNKT: Standar Karet Rem Indonesia Mengaju Pada Jerman
Selain memaparkan hasil investigasi kecelakaan multi-moda, acara yang dipimpin langsung oleh Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono ini merupakan bentuk tanggung jawab KNKT kepada masyarakat.
Berdasarkan pantauan langsung KabarPenumpang.com, acara yang diadakan di Aula KNKT, Kamis (18/1/2018) turut dihadiri oleh sejumlah Kasubkom terkait, seperti Kasubkom Penerbangan, Kasubkom LLAJ, Kasubkom Pelayaran, dan Kasubkom Perkeretaapian.
Dari keempat moda yang diinvestigasi oleh KNKT, Kereta Api menjadi moda yang paling sedikit mengalami kecelakaan selama tahun 2017, dengan jumlah 7 kasus. Dari 7 kasus tersebut, hanya ada satu kasus tabrakan dan enam lainnya merupakan kasus kereta anjlok.
Walaupun jumlah kasus kecelakaan kereta api yang terjadi pada tahun 2017 ini mengalami peningkatan sebanyak satu kasus, namun ini merupakan tahun kedua KNKT menginvestigasi kasus tanpa adanya korban jiwa maupun luka.
Sedangkan Kasubkom Penerbangan, Capt. Nurcahyo Utomo, Dip. TSI mengatakan ada satu kasus yang paling menonjol selama tahun 2017, dimana pesawat Batik Air PK-LBS bertabrakan dengan pesawat ATR 42-500 (PK-TNJ) milik maskapai Trans Nusa di Bandara Halim Perdanakusuma pada 4 April silam.
Baca juga: Kecelakaan Terus Berulang, Rekomendasi KNKT Sebagian Besar Tak Diindahkan
Menurut Capt Nurcahyo, tabrakan ini terjadi lantaran adanya miss communication, penyalahan aturan, hingga tata pencahayaan dan kondisi lingkungan yang tidak memadai.
Ada-ada saja memang ulah penumpang pesawat, mulai dari menanggalkan pakaiannya di apron, adu jotos dengan penumpang lainnya, hingga yang baru-baru ini menjadi topik perbincangan hangat para warganet adalah seorang turis yang dilarang mengudara karena menggunakan pakaian terlalu ‘tebal’. Lho, kok bisa ya?
Baca Juga: Terlibat Adu Jotos di Dalam Kabin, Penumpang Ini Terpaksa Diturunkan
Dikutip KabarPenumpang.com dari laman dailystar.co.uk (16/1/2018), seorang pria yang diidentifikasi bernama Ryan Carney Williams ini mengenakan delapan celana dan 10 atasan sekaligus untuk memangkas biaya bagasi yang dikenakan untuk kopernya. Namun, usaha travel hack yang ia lancarkan tidak berjalan mulus dan berakhir dengan bencana. Ryan malah diamankan petugas bandara dan dilarang untuk masuk ke dalam pesawat.
Penolakannya mengudara bersama British Air didasarkan pada kriteria tunjangan bagasi yang tidak dipenuhi oleh Ryan. Aneh mendengar pernyataan yang dilontarkan oleh petugas, Ryan lalu merekam momen ketika ia meminta penjelasan dari sejumlah petugas yang mengenakan rompi berwarna kuning kehijau-hijauan tersebut.
Dalam video singkat yang ia unggah ke jejaring sosial Twitter ini, nampak salah seorang petugas berusaha untuk menutupi mukanya dari sorot kamera, sedangkan yang lainnya nampak acuh dengan apa yang sedang dilakukan oleh Ryan. Hingga seorang petugas wanita mendatangi Ryan dan menjawab pertanyaan, “Kenapa saya tidak diperbolehkan untuk terbang?” yang dilontarkan oleh pria berambut gimbal tersebut. Meskipun Ryan bersikeras bahwa dirinya tidak bersalah, namun ancaman datang dari salah seorang petugas bandara yang bertanya apakah perlu dirinya memanggil polisi.
Dalam video terpisah, Ryan mengunggah ‘penampakan’ dirinya yang dibungkus oleh pakaiannya sendiri. Cukup menggelikan melihat tampilan Ryan kala itu, dimana ia menjadi terlihat sangat besar akibat pakaian berlapis-lapis yang membebat dirinya, lengkap dengan syal yang terikat di lehernya.
Sumber: Twitter
Melengkapi video yang ia unggah ke Twitter, Ryan menuliskan, “Tertahan di bandara Keflavik, Islandia karena saya telah mengenakan semua pakaian dan tidak memiliki barang bawaan, dan mereka tetap tidak mengizinkan saya untuk terbang. Adakah isu ras di sini? Atau …”
Sejurus sesaat, cuitan tersebut menuai respon dari Londoners yang mengklaim bahwa dirinya telah melakukan pelanggaran sebelumnya, sehingga ia tidak diijinkan untuk terbang. Pada tanggal 11 Januari, atau tepatnnya sehari setelah Ryan mengunggah video tersebut, dirinya kembali menelurkan cuitan yang berbunyi, “DAN LAGI, dilarang mengudara dua kali oleh dua maskapai yang berbeda dalam waktu dua hari berturut-turut!”
Baca Juga: Salah Paham, Penumpang IndiGo Airways Adu Jotos dengan Petugas di Apron
Diduga, Ryan yang ditolak mengudara bersama British Airways lalu mengganti maskapai dengan menggunakan easyJet. Namun sayangnya, ia kembali ditolak. Salah seorang juru bicara dari British Airways mengatakan bahwa penolakan penerbangan Ryan bukan didasarkan pada pakaian berlapis yang ia kenakan, tapi karena sehari sebelum pemberangkatan, Ryan telah melakukan tindakan kekerasan.
Senada dengan British Airways, juru bicara easyJet menambahkan, “Kapten pesawat dan ground crew mengkhawatirkan laporan kekerasan yang dilakukan Ryan pada hari sebelumnya sehingga kami memutuskan untuk memberikan pengembalian dana dan menyarankannya untuk terbang menggunakan maskapai lain.”
“Becak, becak, coba bawa saya. Saya duduk sendiri, sambil mengangkat kaki, melihat dengan asyik, ke kanan dan ke kiri..”
Tentu Anda semua pernah mendengar penggalan lirik lagu anak-anak di atas. Ya, lagu ciptaan Ibu Sud berjudul “Naik Becak” ini seolah membangkitkan kembali kenangan kita di masa kecil. Bicara soal becak, ternyata kehadiran salah satu moda transportasi yang sarat akan nilai kearifan lokal ini sempat menuai kecaman dari berbagai pihak, khususnya di Ibu Kota.
Baca Juga: Becak: Dikagumi di Eropa, Tersingkir di Dalam Negeri
Banyak kalangan yang menilai becak tidaklah masuk ke dalam klasifikasi sebagai kendaraan angkutan umum. Tidak sedikit pula yang beranggapan bahwa becak menjadi biang kerok masalah ketertiban di Jakarta. Lalu, bagaimana sepak terjang si moda beroda tiga ini di Indonesia? Terkait dengannya, apakah kebijakan ‘menghidupkan kembali’ becak yang ditempuh oleh Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta akan berjalan mulus?
Sebagaimana yang dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, tahun 1936 diyakini sebagai titik mula becak beroperasi di Jakarta. Banyaknya warga yang menggunakan jasa kereta kayuh kala itu membuat pertumbuhan becak berkembang dengan sangat pesat. Tercatat, pada tahun 1943, jumlah becak di Ibu Kota sudah mencapai angka 3.900 unit.
Tidak berhenti sampai di situ, masifnya pertumbuhan jumlah becak melambung tinggi pada tahun 1951. Kompas.com menyebutkan jumlah becak yang beroperasi kala itu mencapai 25.000 unit, dikemudikan oleh 75.000 orang yang terbagi ke dalam tiga shift. Semakin menjamurnya becak di Ibu Kota membuat otoritas setempat perlu membuat peraturan yang dapat menekan laju pertumbuhan becak.
Hingga pada tahun 1967, DPRD-GR Jakarta mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) tentang pola dasar dan rencana induk Jakarta 1965-1985, yang antara lain tidak mengakui becak sebagai kendaraan angkutan umum. Namun keberadaan Perda tersebut seolah tidak diindahkan, sampai-sampai Gubernur DKI Jakarta kala itu (tahun 1970), Ali Sadikin geram dan mengeluarkan instruksi tentang pelarangan produksi, impor, hingga rayonisasi becak di Jakarta.
Sumber: poskotanews.com
Pada tahun 1971, Pemda DKI Jakarta mengeluarkan ultimatum tentang pelarangan becak beroperasi di sejumlah jalan protokol dan jalan lintas ekonomi Ibu Kota. Setahun berselang, populasi becak di Ibu Kota mulai mengalami degradasi, tepatnya setelah DPRD DKI mengesahkan Perda no. 4/1972 yang menyebutkan bahwa becak bukanlah moda transportasi yang layak untuk Jakarta. Penurunan jumlahnya pun bisa dibilang sangat drastis, dari angka 160.000 terjun bebas ke level 38.000.
Usaha demi usaha terus dilakukan oleh Pemerintah DKI Jakarta untuk menghilangkan becak dari peredaran. Jumlah becak pun semakin merosot tiap tahunnya. Hingga pada April 1990, lahirlah Perda No 11/1988 yang berisikan tentang pelarangan operasi becak di Ibu Kota. Beberapa tahun setelah Perda tersebut lahir, aktifitas pebecak mulai hilang dari pelupuk mata di kawasan Jakarta.
Walaupun pada 24 Juni 1998 ketika DKI Jakarta berada di bawah kepemimpinan Sutiyoso , becak sempat beroperasi kembali, namun itu hanya bertahan satu minggu saja. Sejak saat itu, eksistensi becak di Ibu Kota semakin padam, walaupun imbas dari pembersihan becak ini adalah unjuk rasa yang terjadi berulang kali.
Suksesor Gubernur yang akrab disapa Bang Yos ini juga terus mengestafetkan Perda No 11/1988. Hingga pemberitaan terakhir menyebutkan Gubernur DKI Jakarta sekarang, Anies Baswedan berencana untuk mematahkan perjuangan tersebut dengan mengeluarkan statemen yang menyebutkan bahwa dirinya akan kembali menghidupkan becak di Ibu Kota.
Baca Juga:Bajaj, Angkutan Beroda Tiga Yang Melegenda
Mantan Menteri Pendidikan ini mengaku ingin kembali menghidupkan kembali becak di suburban Jakarta, dengan dalih memperjuangkan orang-orang yang kelas ekonominya berada dibawah rata-rata. “Kami ingin di kota ini warga yang memang membutuhkan becak, bisa pakai becak. Tapi di sisi lain, kami juga mengatur jangan sampai hadirnya kendaraan becak itu memperumit masalah lalu lintas. Karena itu, mereka tidak dibuat untuk keluar dari jalur kampung,” kata Anies, dikutip dari Tribunnews.com. Menurutnya, becak yang beroperasi di kampung-kampung tetap harus diberi payung hukum.
Berbeda dengan partnernya, Sandiaga Uno yang menyebutkan bahwa becak akan ditempatkan di sejumlah objek wisata. “Jadi, kayak angling, angkutan lingkungan. Nah, untuk memastikan lapangan pekerjaan ada, terus pariwisata, kami sambungkan dengan beberapa destinasi wisata kita. Itu yang jadi pemikiran,” ujar Sandiaga, dikutip dari Kompas.com.
Jadi, akankah becak kembali beroperasi? Dimanakah lokasi beroperasinya, di daerah suburban atau di objek wisata? Kita tunggu saja!
Wisatawan Cina sejak tahun 2016 menjadi wisatawan mancanegara terbanyak yang mengunjungi Indonesia dibandingkan dengan wisatawan asal Eropa, Jepang dan Timur Tengah. Ini tercatat pada tahun 2017 kemarin wisatawan asal Cina mencapai 2 juta orang.
Didorong letak geografis Cina yang relatif dekat dengan Indonesia, jumlah penduduk yang besar dan pendapatan ekonomi mereka yang tumbuh tinggi, menjadikan Cina sebagai potensi besar dalam mendukung tumbuhnya sektor pariwisata di Indonesia. Untuk itu serangkaian kampanye telah dijalankan untuk mempromosikan wisata Indonesia kepada khalayak di luar negeri. Wonderfull Indonesia bisa menjadi contoh yang menarik dalam hal ini, terutama saat armada bus tingkat wisata di Paris dipasangi livery ornamen wisata khas Nusantara pada Agustus 2017.
Baca juga: Kampanye “Wonderful Indonesia” Meriahkan Transportasi di Paris
Bila ditelisik lebih jauh lagi, ternyata tak hanya kampanye Wonderfull Indonesia saja yang melebarkan sayapnya di kancah intenasional. Baru-baru ini, Kabarpenumpang.com mendapatkan sesuatu yang menarik, yakni Manado sebagai ibukota Provinsi Sulawesi Utara juga melebarkan sayapnya. Sebab pariwisata di Manado semakin hari semakin berkembang dengan pesat.
Lantai MRT Guangzhou dan Shanghai ada liveru I Love Manado (Michael Winerungan)
Salah satunya adalah promosi dengan membuat iklan seperti pada 12 gerbong MRT di Guangzhou dan Shanghai di Cina. Iklan ini terlihat dari postingan seorang netizen di akun Facebook Michael Winerungan, dimana ada beberapa video serta foto dirinya saat berada didalam MRT dengan interior promosi Visit Manado.
Dalam foto dan video yang dibagikan tampak ikon pariwisata kota Manado baik itu keindahan taman laut Bunaken, perumahan dengan cat berwarna-warni dan juga tulisan Welcome to Manado serta adapula tulisan I Love Manado. Berkat Michael yang juga seorang fotografer, postingan ini viral sejak dirinya mengunggah pada 10 Januari 2018 lalu.
Kaca dan pintu MRT Guangzhou dan Shanghai ada liveru I Love Manado (Michael Winerungan)
Postingan ini sudah dibagikan lebih dari 2600 kali dan netizen lainnya berbangga serta meninggalkan jejak mereka dalam kolom komentar di akun Facebook Michael. Kunjungan akan makin meningkat kala Maskapai Lion Air menambah tiga rute ke Tiongkok masing-masing ke kota Changsa, Shenzen, Shanghai guna melengkapi rute Guangzhou yang rutin saat ini.
Baca juga: Gandeng Merek-Merek Ternama, Wonderful Indonesia Lebarkan Sayap
Data dari Kemenpar Indonesia mencatat wisatawan Cina ini berasal dari beberapa kota diantaranya yakni Guangzhou, Changsa, Wuhan, Sanghai, Shenzen, Chongqing, Chengdu dan Kunming. Kunjungan wisatawan ke Sulawesi Utara sendiri terbantu karena adanya 19 charter flight pada periode high season per minggunya dengan penerbangan langsung dari Cina ke Manado. Adapun ketersediaan seat pesawat mencapai 200 hingga 212 kursi.
Siapa yang tak kenal dengan AirAsia? Maskapai yang dinobatkan sebagai maskapai bertarif rendah terbaik di dunia dan pelopor perjalanan berbiaya rendah di Asia ini lagi-lagi menghadirkan inovasi baru untuk memudahkan para pelanggannya. Kali ini AirAsia menghadirkan bagian baru di sektor keuangannya, yakni implementasi sistem pembayaran tanpa uang tunai (cassless) bagi para pelanggan.
Baca juga: Sempat Viral, Awak Kabin AirAsia X Ini Tirukan Gaya Britney Spears
Chief executive AirAsia Bhd Group Tan Sri Tony Fernandes memperkenalkan e-wallet atau dompet elektronik milik kelompok tersebut dengan nama BigPay. Dimana metode pembayaran cashless ini akan diadopsi dalam waktu dekat dan perusahaan yakin BigPay memiliki masa depan cerah yang besar.
Layanan ini diumumkan Fernandes melalui akun Twitter dan mengatakan ini adalah bagian dari strategi digital perusahaan. “Suatu hari produk ini akan bernilai lebih dari @AirAsia. Banyak fitur diluncurkan. Tak ada lagi uang tunai di AirAsia,” katanya yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman thestar.com.my (15/1/2018).
Fernandes menambahkan, dompet elektronik BigPay pada akhirnya juga akan menawarkan pengiriman uang asing dengan kekuatan basis data AirAisa yang mencapai 63 juta nama. Layanan e-wallet yang disediakan oleh BigPay sebenarnya terdiri dari dua elemen, yakni aplikasi mobile BigPay dan kartu prabayar BigPay.
Aplikasi ini diterima lebih dari 30 merchant yang menerima Mastercard secara global. Selain itu pengguna akan mendapatkan loyalitas dari AirAsia Big jika pengguna membelanjakan dan mendapatkan biaya pemrosesan nol saat memesan penerbangan dengan maskapai ini.
Baca juga: AirAsia Hadirkan WiFi dalam Penerbangan Domestik dan Internasional
Halaman aplikasi BigPay juga meyakinkan bahwa ini semua diatur oleh Bank Negara Malaysia dan memiliki protokol keamanan terbaru termasuk pengenalan sidik jari dan wajah untuk memverifikasi identitas pengguna. BigPay sendiri bisa diunduh melalu Google Play Store bagi pengguna Android atau Apple App Store bagi pengguna iPhone. Untuk saat ini BigPay baru bisa melayani pelanggan AirAsia di Malaysia.
Bukan Israel namanya jika tak rajin membuat kegaduhan di kawasan Timur Tengah, khususnya terkait kota Yerusalem, pasca Presiden AS Donald Trump yang menyatakan resmi mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel pada 6 Desember 2017, maka hawa panas langsung menerjang politik global. Dan masih tentang Kota Suci Yerusalem, belum lama berselang otoritas Israel mengumumkan bakal membangun jalur kereta cepat di kota yang disucikan oleh Umat Muslim, Nasrani dan Yahudi tersebut.
Baca Juga: Ben Gurion, Bandara Paling Aman dengan Standar Keamanan Tertinggi di Dunia
Menteri Transportasi Israel, Yisrael Katz mengumumkan segera akan membangun kereta berkecepatan tinggi yang menghubungkan Yerusalem dan Tel Aviv, dan hebatnya jalur kereta ini segera beroperasi dalam waktu dekat ini, tepatnya pada Maret 2018 mendatang. Dilansir KabarPenumpang.com dari railway-technology.com (11/1/2018), kereta bertenaga listrik ini mampu melaju hingga kecepatan 160 km per jam dan dicanangkan dapat mengangkut hingga 1.000 penumpang dalam sekali perjalanan. Jalur Yerusalem ke Tel Aviv memang termasuk rute pendek, lantaran jarak di antara kedua kota hanya 66 km.
Pada awalnya, kereta ini dijadwalkan akan berangkat dari Stasiun Binyenei Ha’uma di Yerusalem menuju Stasiun Hagana di Tel Aviv, via Bandara Internasional Ben Gurion setiap setengah jam sekali. Namun pada akhirnya, frekuensi pengoperasian kereta ini ditingkatkan dengan menggunakan kedua jalur yang tersedia. Demi menjaring penumpang yang lebih banyak dan sebagai ajang promosi, operator kereta akan menggratiskan perjalanan para penumpangnya yang memiliki Rav-Kav Multi-Ride Public Transport Card. Promo ini akan berlaku selama tiga bulan pertama pengoperasiannya.
Baca Juga: Ilan and Asaf Ramon International Airport, Bandara Terbaru di Israel Yang Serba Unggul
Proyek konstruksi kereta cepat ini ternyata sudah dimulai sejak tahun 2001 dan telah menelan biaya sekitar $1,8 miliar atau yang setara dengan Rp24 triliun kurs sekarang. Diharapkan, jalur kereta cepat ini dapat melayani lebih dari empat juta penumpang setiap tahunnya, terhitung sejak dimulainya operasi penuh.
Dikutip dari sumber lain, layanan kereta ini akan menjadi jalur rel berat pertama di Israel yang menggunakan tenaga listrik dan akan menjadi rel kereta api utama yang menghubungkan Tel Aviv dan Yerusalem, dimana keberadaannya akan bersanding dengan jalur kereta Jaffa-Yerusalem yang sudah beroperasi sebelumnya.
Adegan dramatis belum lama ini terjadi di Bandara Trabzon, Turki, Minggu dini hari lalu, sebuah pesawat Boeing 737-800 Pegasus Airlines telah tergelincir dari landasan, yang membuat berbeda adalah badan pesawat terperosok hingga mendekati bibir Laut Mati, posisi pesawat yang menjorok tajam dan hanya beberapa meter dari laut, menjadikan proses evakuasi pada 162 penumpang, dan enam kru pesawat berjalan mendebarkan.
Baca juga: Akibat “Teror” Kotoran Manusia, Penerbangan United Airlines Terpaksa Dialihkan
Salah seorang penumpang Fatma Gordu mengatakan bahwa pesawat yang sedang melakukan pendaratan tersebut miring, bagian depan jatuh saat bagian belakang pesawat naik. Saat itu juga tercium bau bahan bakar. Saat kejadian cuaca di lokasi pendaratan sedang mengalami hujan lebat. “Kami pikir akan ada kebakaran. Orang-orang panik, ada ibu hamil dan anak-anak dalam pesawat,” ujar Gordu yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman abc.net.au (15/1/2018).
Kejadian ini terjadi pada Sabtu (13/1/2018) malam, dimana pesawat dengan rute Ankara – Trabzon yang akan mendarat di bandara Trabzon Turki tergelincir saat di landasan pacu dan terperosok keluar landasan di tengah lereng curam dekat Laut Mati. Pesawat ini berangkat dari Ankara menuju Trabzon sekitar pukul 11.25 malam.
Sebelum pesawat tergelincir diketahui, saat itu kondisi cuaca hujan dan landasan pacu basah ketika mendarat. Pesawat tersebut kemudian sulit untuk melambat di landasan dan tergelincir ke arah sisi landasan tepat dekat Laut Mati.
Data dari situs pelacak penerbangan RadarBox menunjukkan bahwa pesawat tersebut berusaha mengurangi kecepatannya saat mendarat. Pesawat tersebut melakukan perjalanan dengan kecepatan 110 knot atau 204 km per jam pada sepertiga akhir landasan pacu. Akibat insiden tergelincirnya Pegasus Airlines membuat bandara ditutup selama beberapa jam. Gubernur Trabzon Yucel Yavuz mengatakan semua penumpang selamat dari pesawat dan beberapa di antaranya pergi ke rumah sakit sebagai tindakan pencegahan.
Baca juga: Lima Penyebab Umum Terjadinya Kecelakaan Pesawat
Atas kejadian ini, Pegasus Airlines yang merupakan maskapai penerbangan dengan biaya rendal (LCC) asal Turki mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka menyesal penerbangan PC 8622 terjadi insiden tergelincir di landasan pacu saat mendarat. “Sebanyak 162 penumpang, 2 pilot dan 4 awak kabin telah turun dengan aman dari pesawat. Tidak ada kehilangan nyawa atau cedera pada siapa pun di kapal, “kata pernyataan tersebut.
Siapa yang tidak pernah mendengar nama Shinkansen? Nama kereta cepat asal Negeri Sakura ini begitu harum di dunia perkeretaapian dunia. Selain karena kecepatannya yang fantastis, Shinkansen juga kerap kali dijadikan benchmark oleh beberapa negara di dunia dalam menghadirkan layanan kereta cepat yang hampir serupa dengannya.
Baca Juga: TGV, Masih Jadi Lambang Supremasi Kereta Cepat Eropa
Jika dilihat dari segi kecepatannya, siapa ya kira-kira yang merajai kereta cepat di dunia? Apakah Shinkansen berhasil menduduki peringkat pertama? Berikut KabarPenumpang.com sarikan lima kereta tercepat di dunia, dikutip dari laman goeuro.com.
AVE (Spanyol)Sumber: bbci.co.uk
Alta Velocidad Española (AVE) ini merupakan layanan kereta api berkecepatan tinggi di Tanah Matador yang dioperasikan oleh Renfe, perusahaan kereta api nasional Spanyol. Dengan alasan keselamatan, kereta yang dapat melaju hingga kecepatan 404 km per jam ini dibatasi kecepatannya hanya 320 km per jam saja. Untuk soal penyedia sarana, AVE bekerja sama dengan sejumlah manufaktur kereta terkemuka di dunia, seperti Alstom, Bombardier, Talgo, Siemens, hingga Construcciones y Auxiliar de Ferrocarriles (CAF).
KTX (Korea)Sumber: youtube
Korea Train eXpress (KTX) merupakan sistem kereta cepat asal Negeri Ginseng yang diluncurkan pada 1 April 2004 silam. Layanan kereta cepat yang bermarkas di Daejeon, Korea Selatan ini mampu mengular dengan kecepatan maksimum 421 km per jam (HEMU-430X). Namun, Korail selaku operator KTX hanya mengijinkan armadanya ini melaju hingga batas kecepatan 300 km per jam saja. Sehubungan dengan terpilihnya Korea sebagai tuan rumah pagelaran Olimpiade Musim Dingin 2018, Korail kini tengah disibukkan dengan pembangunan jalur baru dari Wonju menuju Gangneung.
Shanghai Maglev Train (Cina)Sumber: chinadiscovery.com
Posisi ketiga kereta tercepat di dunia dihuni oleh Shanghai Maglev Train. Berbeda dengan kedua kereta di atas, kereta yang memulai operasinya pada April 2004 silam ini menggunakan sistem Magnetic Levitation, yaitu objek yang melayang akibat gaya levitasi yang dihasilkan oleh magnet. Dengan kata lain, kereta ini sangat minim atau bahkan tidak ada gaya gesekan sama sekali. Kereta yang menghubungkan Shanghai Pudong International Airport dan Longyang Road Station ini melaju dengan kecepatan 350 km per jam, padahal kecepatan maksimum yang dihasilkan kereta ini mampu menembus angka 501 km per jam. Wow!
TGV (Perancis)Sumber: raileurope.ca
Train à Grande Vitesse (TGV) menduduki peringkat kedua kereta tercepat di dunia dengan kecepatan 320 km per jam selama beroperasi mengangkut penumpang. Nyatanya, kereta yang berdomisili di Perancis ini mampu melaju hingga kecepatan 575 km per jam! TGV yang dioperasikan oleh Société Nationale des Chemins de fer Français (SNCF) ini sudah memulai operasi sejak tahun 1981 silam. Tentu saja TGV tidak sekonyong-konyong ‘mempekerjakan’ kereta berkecepatan tinggi seperti yang sudah disebutkan di atas.
Baca Juga: Jalan di Tempat, Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Masih) Terbelit Pembebasan LahanSCMaglev (Jepang)Sumber: weeklybuffer.com
Peringkat pertama kereta tercepat di dunia diduduki oleh SCMaglev dari Negeri Matahari Terbit, Jepang. Tertanggal 21 April 2015 yang lalu, SCMaglev seri L0 yang menarik tujuh gerbong berhasil mencatatkan rekor dunia sebagai kereta Magnetic Levitation tercepat yang pernah ada, dengan kecepatan maksimum hingga 603 km per jam! Sungguh fantastis, bukan? Namun sayangnya, kereta yang mengular di jalur Chūō Shinkansen ini hanya akan berjalan 505 km per jam saja ketika tengah beroperasi.
Jika di mancanegara sana sudah menetaskan kereta-kereta yang mampu menembus kecepatan di luar nalar, apa kabar dengan Indonesia? Dengan sokongan pendanaan dan teknologi dari Cina, kereta cepat Jakarta-Bandung digadang mampu tembus hingga kecepatan 300 km per jam. Namun proyek kereta cepat tersebut hingga kini masih belum menemukan kejelasan, apakah proyek ini akan terus maju atau terbengkalai begitu saja? Melihat dari banyaknya mega-proyek di luar sana yang mangkrak untuk waktu yang cukup lama, ada baiknya kita juga beranggapan bahwa proyek kereta cepat pertama di Indonesia ini tengah rehat sejenak sebelum melanjutkan proses penggarapannya.
Belakangan Kawah Ijen menjadi salah satu favorit para pelancong baik lokal maupun mancanegara. Hal ini karena adanya fenomena api biru atau blue fire dan di Indonesia hanya bisa di saksikan di kawah Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur. Sebagai salah satu favorit para pelancong, menjadi tantangan baru bagi pemerintah banyuwangi sendiri. Apalagi untuk membuat para pelancong semakin tertarik menikmati keindahan kawah ijen.
Baca juga: Livery “Aurora” Icelandair, Jadi Yang Paling Atraktif di Jagad PenerbanganKabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, Pemerintah Banyuwangi memiliki satu inisiatif dengan pengembangan fasilitas cable car (kereta gantung) sepanjang 2,3 km di Kawah Ijen. Namun, untuk pembuatan ini pihak pemerintah daerah Banyuwangi masih menunggu izin dari kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
“Tengah menunggu proses perizinan tapak lahan di KLHK, karena ini terkait dengan cagar alamnya sehingga prosesnya tidak seperti perizinan yang biasa,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Pihaknya mengatakan, yang akan menangani proyek cable car ini kemungkinan berasal dari Swiss.
Kwah Ijen di Banyuwangi, Jawa Timur
“Ada sebuah perusahaan nasional yang bawa investor dari luar, expert cable car ini bukan dari Indonesia tapi dari Swiss. Dan rekomendasi Kemenpar itu harus yang terbaik, oleh karena itu Swiss,” tambahnya.
Tak hanya itu, Dinas Kebudayaan dan Priwisata Banyuwangi juga menjelaskan, bahwa cable car tersebut akan dibuat dari Paltuding hingga puncak tertinggi Kawah Ijen. Rencananya adalah akan ada tangga termasuk lift menuju ke bawah dengan harapan panorama blue fire atau api biru bisa dinikmati oleh wisatawan sampai ke bawah.
Sambil menunggu perizinan yang sedang diproses, konsultan dan pihak ketiga atau operator pembangunan kereta gantung dari Swiss akan turun ke lapangan. Ini dilakukan untuk mengecek lapangan, melihat kondisi medan dan memetakan kontur tanah yang akan menjadi tapak dari kereta gantung.
Kawah Ijen sendiri adalah sebuah danau kawah yang memiliki sifat asam dan berada di puncak Gunung Ijen dengan tinggi 2.443 meter diatas permukaan laut dengan kedalaman danau 200 meter dan luas kawah yang mencapai 5.466 hektar. Danau di kawah Ijen sendiri merupakan salah satu danau air sangat asam terbesar di dunia.
Kawah yang memiliki api biru ini masuk dalam wilayah Cagar Alam Taman Wisata Ijen Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Untuk menikmati api biru atau blue fire ini, biasanya terjadi setiap dini hari sekitar pukulu 02.00 hingga 04.00 WIB.
Selain kawah Ijen, blue fire yang unik ini bisa dilihat juga di Islandia. Sebagai para pelancong yang menyukai keindahan danau kawah di atas Gunung Ijen, harus berhati-hati dengan gas belerangnya.
Baca juga:Islandia (3): Sensasi Mekakjubkan ala Dunia Es Interstellar
Sebab, gas belerang ini bukan hanya membuat Anda batuk, pusing ataupun pingsan saja, melainkan bisa menyebabkan kematian. Karena hal ini, kawah Ijen sering sekali ditutup karena kandungan belerang yang terlalu tinggi.
Mungkin tidak terbayangkan oleh Anda bagaimana jadinya jika sepeda motor bisa menjadi moda transportasi yang terintegrasi dengan smartphone dan juga ramah lingkungan. Tapi Anda jangan dulu menyangkal pernyataan di atas, karena faktanya ada sebuah perusahaan yang tengah memberikan beberapa sentuhan akhir terhadap pengembangan teknologi tersebut dan siap untuk mengambil bagian di jalanan. Sudah barang tentu, inovasi ini akan mencuri perhatian siapa saja yang meliriknya.
Baca Juga: Swytch Conversion Kit, Ubah Sepeda Konvensional Jadi Sepeda Listrik
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (13/1/2018), sebuah perusahaan bernama Ujet menelurkan inovasi berupa sepeda motor listrik yang terkoneksi langsung dengan smartphone Anda. Sepeda motor yang bernama sama dengan perusahaan ini sontak mengundang decak kagum para pengunjung Consumer Electronics Show 2018 (CES 2018) yang diadakan di Las Vegas.
Sumber: newatlas
Dalam pagelaran dimana sepeda motor ini pertama kali dipertontonkan ke publik, pihak Ujet membeberkan kelebihan masterpiece-nya ini. Anda dapat ‘membuka kunci’ Ujet dengan menggunakan aplikasi yang sebelumnya harus diunduh terlebih dahulu melalui gadget Anda. Setelah melakukan berbagai personalisasi terhadap sepeda motor dan gadget, Anda dapat membuka berbagai platform sosial media, menggunakan maps, hingga menggunakan kamera yang terdapat di depan sepeda motor untuk merekam perjalanan Anda.
Tidak berhenti sampai di situ, Ujet Smart Scooter yang memiliki konstruksi asimetris ini juga menggunakan tenaga listrik, dimana hal tersebut akan menunjang Ujet sebagai sepeda motor yang lebih ramah lingkungan ketimbang sepeda motor konvensional lainnya yang masih menggunakan bahan bakar bensin. Walaupun kecepatannya tidak bisa menyaingi sepeda motor konvensional (maksimal 45 km/jam), namun bukanlah kecepatan yang menjadi daya jual utama Ujet, melainkan aksesibilitas dan keramahan lingkungannya.
Sumber: Ujet
Untuk masalah isi ulang daya, Anda cukup membuka bagian bagasi dan mencolokkan kabel pada stop kontak terdekat. Pihak ujet sendiri menyediakan dua jenis baterai yang terbagi dari jarak tempuhnya, yaitu 70km dan 150km. Tidak membutuhkan waktu lama untuk mengisi daya sepeda motor cerdas ini, cukup dua jam saja hingga baterai berada dalam kondisi fully charged. Jika kabel yang disediakan oleh pihak Ujet tidak dapat mencapai stop kontak, Anda tidak perlu bingung, karena kesatuan baterai yang menempel dan terletak di bawah jok pengemudi ini dapat dengan mudah dilepas dan dibawa kemana-mana.
Baca Juga: Niat Atasi Polusi, Mantan Pemilik Toko Sepeda ini Hadirkan Light Electric Vehicle
Lalu, bagaimana jika tidak ada lahan parkir untuk sepeda motor ini? Mudah! Cukup lipat Ujet smart scooter sesuai dengan buku panduan dan sepeda motor ini pun akan menciut sehingga tidak menghabiskan lahan parkir.
Ujet yang berbasis di Luksemburg ini berencana untuk meluncurkan smart scooter-nya di beberapa kota besar di Eropa, seperti Paris, Barcelona, dan Amsterdam pada paruh pertama tahun 2018. Sedangkan untuk wilayah Amerika Serikat dan Asia akan diluncurkan pada paruh kedua 2018. Menyinggung soal harga, Ujet mematok $8.900 (sekitar Rp119 juta) untuk Ujet Smart Scooter berdaya tempuh 70km, dan $9.900 (sekitar Rp132 juta) untuk yang berdaya tempuh 150km. Terdapat enam pilihan warna yang dapat Anda pilih sesuai selera. Tertarik untuk memilikinya?