Dengan Lokomotif Otonom, Swiss Federal Railway Siap Naikkan ‘Kasta’ Armadanya

Era otomatisasi kian merambak ke sejumlah sektor transportasi dewasa ini. Hal tersebut dibuktikan dengan uji coba lokomotif otonom oleh operator kereta asal Swiss, Swiss Federal Railways (SBB). Bukan tanpa alasan, pengadaan lokomotif otonom ini merupakan tindak lanjut dari maraknya kecelakaan kereta yang diakibatkan oleh human error. Walaupun beda region, namun Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) pernah menyebutkan bahwa faktor human error merupakan salah satu penyebab tingginya angka kecelakaan di dunia. Baca Juga: AutoHaul, Kereta Diesel Otonom di Australia Barat Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman rt.com (7/12/2017), lokomotif otonom tersebut berhasil menembus kecepatan 125 mph atau yang setara dengan 200 km per jam. Sebagaimana yang tercantum di laman sumber, pihak SBB sendiri pun mengakui bahwa tujuan utamanya dalam menjajaki sistem autopilot baru ini merupakan upaya untuk meningkatkan kapasitas dan keamanan. Sehingga diharapkan, sistem perkeretaapian di negara yang terkenal dengan Pegunungan Alpennya ini dapat memperbaiki pelayanannya terhadap konsumen atas dasar keamanan. Sistem otonom yang berada di lokomotif ini merupakan hasil upgrade dari perangkat lunak SmartRail 4.0, dimana ‘peningkatan kasta’ ini memungkinkan kereta untuk menambah dan mengurangi kecepatan tanpa memerlukan masinis. Pengujicobaan lokomotif otonom yang menarik serangkaian gerbong kosong ini sendiri terjadi di jalur yang membentang antara Berne dan Olten. Hasil uji coba ini pun bisa dibilang sesuai dengan yang diharapkan, yaitu kereta dapat melakukan percepatan dan mengerem secara otomatis, dimana uji coba ini diawasi langsung oleh tenaga ahli yang berada di balik layar monitor berisikan sistem. Pengujian sistem otonom ini dilakukan di malam hari, dan tentu saja tidak ada penumpang yang diijinkan untuk masuk ke dalam gerbong. Ini merupakan antisipasi jikalau kereta mengalami kecelakaan pada saat uji coba. Meskipun teknologi otonom ini memungkinkan kereta beroperasi secara efektif, namun SBB telah menyarankan bahwa sistem tersebut hanya akan diimplementasikan sebagai sistem bantuan pendorong. “SBB yakin bahwa, di masa depan juga, personil yang berkualitas harus tetap berada di dalam kereta untuk memastikan keamanan dan ketepatan operasi perkeretaapian,” kata SBB dalam sebuah pernyataan yang diumumkan pasca pengujian tersebut. Baca Juga: Graceful Super Express, Cikal Bakal Layanan Kereta Jarak Jauh Tokyo-London Kehadiran kendaraan otonom memang mendominasi pemberitaan belakangan ini, dari mulai Tesla hingga Volocopter yang hingga kini masih berkutat untuk mencari pasar yang tepat. Terdapat pula sejumlah sistem Metro tanpa masinis yang sudah mulai dioperasikan di beberapa belahan dunia, termasuk di Barcelona dan Kopenhagen. Namun untuk kasus kereta peluru otonom, para penggiat bisnis masih mempertimbangkan banyak pilihan dan resiko kemungkinan yang terjadi.

Ini Dia! Hal Yang Kurang Menyenangkan Saat Bertandang Ke Cina

Sebagai destinasi wisata, Cina jelas ada di urutan wahid, sedangkan untuk tujuan bisnis, menyadang status sebagai basis mayoritas manufaktur global menjadikan sosok Cina tak pernah bisa dilupakan dalam setiap kesempatan. Meski mampu menarik banyak tamu asing, predikat Cina sebagai negara sosialis komunis menjadikan berkunjung ke Cina perlu persiapan khusus, terutama saat kunjungan ke wilayah Cina daratan, yang artinya di luar zona otonomi Hong Kong dan Makau. Selain diperlukan visa untuk masuk ke wilayah Cina daratan, sebagai seorang pelancong atau ekspatriat Anda harus bisa menyesuaikan diri dengan tempat tujuan, tak lain guna membuat diri Anda nyaman dengan kondisi lingkungan. Maka jika bertandang ke Negeri Tirai Bambu kemungkinan Anda akan merasakan beberapa hal tidak menyenangkan. Berikut ini KabarPenumpang.com merangkum dari blogs.transparent.com hal-hal yang tidak menyenangkan di Cina. Baca juga: Tembus Pegunungan Qinling, Cina Luncurkan Kereta Cepat Lintasi Wilayah Utara dan Selatan 1. Seperti tontonan Saat menginjakkan kaki di negeri yang terkenal dengan pandanya ini, Anda akan terkejut. Sebab orang-orang akan terus mengambil foto Anda tanpa bertanya apakah suka atau tidak. Padahal sebenarnya, jika orang Cina menjadi pelancong di negara lain tidak suka jika ada yang berbuat demikian. 2. Akan selalu menjadi Lo Wai atau orang Asing Anda bisa mengusai semua hal tentang Cina baik bahasa, budaya, memasak makanan mereka dan lama tinggal di sana. Tetapi jika tidak terlihat seperti mereka, Anda akan sama saja menjadi Lo Wai atau orang asing. 3. Internet Bukan rahasia lagi negara Cina memiliki akses internet yang ketat. Ini bisa disebut dengan The Great Firewall of China. Banyak situs yang di blokir oleh Cina seperti WeChat yang menggantikan Twitter, Ren Ren menggantikan Facebook hingga Baidu yang menggantikan Google. Mungkin bagi masyarakat Cina hal tersebut biasa tapi tidak untuk pelancong. 4. Toilet umum Hal terburuk dari Negeri Tirai Bambu ini adalah toilet umumnya, tanpa pintu, bau hingga kotor. Baiknya saat Anda berada di Cina bawa tisu basah dan cairan pembersih tangan. 5. Banyak Orang Meludah Terutama warga di wilayah Cina bagian selatan, kebiasaan meludah di jalanan masih kerap ditemui. Tentu ini merupakan pemandangan yang kurang menyenangkan, selain terasa tidak sopan secara etika. 6. Kurangnya kebersihan Tak hanya toiletnya, banyak orang Cina yang meludah sembarangan, membuang sampah di dekat pohon. Selain itu, untuk menaiki kereta bawah tanah pun seperti tak ada aturan, dimana masyarakat mendorong satu sama lain untuk masuk ke kereta. 7. Polusi Tinggi dan Kabut Asap Khususnya di wilayah kota Beijing, tingkat polusi akibat dampak industri terbilang parah. Seperti di Beijing keberadaan pembangkit listrik berbahan bakar batu bara menjadi penyebab polusi yang luar biasa parah. Akibat level polusi yang parah, otoritas setempat kadang mewajibkan penggunaan masker. Selain Beijing, masih ada 22 kota lain di Cina yang punya tingkat polusi cukup besar. 8. Hari libur Pemerintah Cina sering kali membuat masyarakatnya berpikir akan libur panjang. Ini membuat banyak pekerja beberapa hari sebelum dan setelah liburan untuk memperpanjang liburan mereka. Karena masalah tersebut banyak pekerja yang stres dan memilih bepergian pada waktu yang sama. Sehingga membuat semua jalur padat, sebab orang-orang membayar lebih tiket dan hotel selama berlibur. Jika Anda ingin menetap di Cina baiknya berpikir ulang dengan jadwal liburan yang tidak masuk akal ini. Baca juga: Robot Akan Mengambil Peran di SPBU Cina Mulai Tahun Depan! 9. Chinese tour group Tur di Cina terorganisir, dimana berkeliling ke Shanghai dengan tujuan Suzhou dan Hangzhou. Sebagian besar waktu di habiskan di bus walaupun sering berhenti baik itu di pabrik sutra, tempat berbelanja hingga restoran mahal. Baiknya bila berkunjung ke Cina tidak memilih tur grup jika tidak ingin kecewa.

Setelah Singapore Airlines, Kini Grab Berkolaborasi dengan Garuda Indonesia

Setelah mengikat kerjasama dengan maskapai Singapore Airlines pada awal Oktober lalu, kini giliran penyedia layanan transportasi berbasis online Grab, melakukan kolaborasi dengan maskapai plat merah Garuda Indonesia. Kolaborasi ini untuk meningkatkan layanan masing-masing perusahaan dan memberikan nilai tambah bagi para pengguna jasa kedua perusahaan. Baca juga: Singapore Airlines dan Grab Integrasikan Layanan Ridesharing di Satu Aplikasi Para pengguna jasa Garuda Indonesia dapat menikmati manfaat lebih, seperti voucher GrabGift untuk pembelian tiket Garuda Indonesia secara online. Sebaliknya, pelanggan Grab di Indonesia juga akan memiliki kesempatan untuk menjadi anggota GarudaMiles dan menukarkan akumulasi poin GrabRewards yang dimilikinya dengan GarudaMiles mileage. Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Pahala Mansury, dalam siaran pers (12/12/2017) mengatakan, sebagai penyedia jasa transportasi, PT Garuda Indonesia dan Grab dituntut untuk terus berinovasi untuk meningkatkan layanan kepada para pengguna jasanya. “Kerja sama ini merupakan upaya terus-menerus Garuda Indonesia untuk memberikan nilai lebih bagi para pengguna jasanya, khususnya dalam memberikan lebih banyak pilihan untuk menukarkan GarudaMiles yang dimiliki,” katanya. Di samping memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa kedua perusahaan, kerja sama ini juga akan memberikan kemudahan bagi karyawan Garuda Indonesia untuk menjalankan aktivitas bisnis sehari-hari melalui layanan Grab for Business, solusi transportasi inovatif yang didesain khusus untuk kalangan pebisnis. Grab juga akan menjadi mitra transportasi on-demand guna memaksimalkan jaringan layanan door-to-door Cargo Garuda Indonesia. Selain dapat mengakses layanan dan kemudahan berkelas di berbagai partner dan bandara di seluruh dunia, anggota GarudaMiles juga bisa mendapatkan kemudahan seperti mendapatkan mileage dari transaksi non-penerbangan, seperti perbankan, hotel, telekomunikasi, cargo, partner digital dan lain-lain. Mileage yang terkumpul juga dapat digunakan untuk ditukar dengan tiket penerbangan, upgrade kelas penerbangan, atau untuk voucher hotel, program donasi, dan berbagai pilihan lainnya. Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata, mengatakan, pertumbuhan yang kuat di Indonesia terus memacu Grab untuk terus berinovasi dalam menghadirkan layanan yang dapat menjawab permintaan masyarakat yang semakin meningkat dan beragam. Sebelumnya bersama Singapore Airlines, Grab mengintegrasikan aplikasi mobile yang mereka miliki untuk memudahkan pelanggan memesan Grab Rides melalui aplikasi milik Singapore Airlines ke bandara. Baca juga: Sah! Grab Kini Legal Jemput Penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta Cara penggunaan untuk memanggil Grab pun sama seperti dengan menggunakan aplikasi milik Grab biasa, dimana saat pengguna masuk ke aplikasi dan memilih Grab menuju bandara, akan secara otomatis terdaftar sebagai tujuan. Untuk menggunakan aplikasi ini, pengguna harus memasukkan pick up point atau tempat dan waktu penjemputan yang diinginkan. Anggota GrabRewards juga memiliki fleksibilitas untuk mengubah point menjadi miles KrisFlyer Singapore Airlines.

Musim Hujan Tiba, Mungkinkah Bakal Ada Ojek Payung Online?

Siapkan payung Anda karena musim penghujan sudah mulai kembali merundung Ibukota. Kondisi jalanan di Ibukota yang mudah banjir karena sistem drainase yang buruk memaksa sebagian warga Jakarta beralih menggunakan moda transportasi umum bebasis massal, seperti Commuter Line (KRL Jabodetabek) dan TransJakarta. Tak ayal, dua tulang punggung transportasi warga Ibukota ini menjadi semakin ruwet dan sumpek. Baca Juga: Selain Cegah Hujan, Payung Juga Bisa Lawan Tindakan Kriminal Bak melihat secercah harapan, kehadiran ojek payung di beberapa stasiun kereta pun melengkapi kehadiran tukang ojek pangkalan dan online. Trio ojek ini siap melayani para penumpangnya menerobos hujan yang kadang tak tentu kapan datangnya. Tidak hanya di stasiun, pusat perbelanjaan pun kerap dijadikan peraduan para pekerja keras pengais pundi-pundi rupiah ini. Bagi sebagian warga Ibukota masih enggan untuk membawa payung, dengan berbagai alasan yang melatarbelakanginya. Mulai dari payung tidak bisa masuk tas hingga kesulitan mereka membawa payung yang basah karena hujan. Beragam alasan tersebut semakin melebarkan senyum para ojek payung, yang biasanya didominasi oleh anak-anak kecil sepantaran SD. Ironi tersendiri melihat mereka basah kuyup menantang hujan, sedangkan para penyewa bisa berlindung dibalik payung yang mereka jajakan. Tak sedikit para penyewa yang lalu merangkul para anak-anak penjaja sewaan payung ini untuk sama-sama berjalan di bawahnya, bahkan tidak jarang juga anak-anak kecil ini menerima tips lebih dari para penyewa yang merasa iba dengannya. Sedikit banyaknya, kehadiran ojek payung ini membuat Paskal Gameryo mengunggah keinginannya ke laman blogspot-nya untuk membuat sebuah perusahaan berbasis aplikasi yang akan membawahi para ojek payung ini, Go-Yung namanya. Dengan menerapkan sistem yang hampir serupa dengan penyedia jasa transportasi berbasis online lainnya, Paskal percaya ide gila di dunia maya ini akan menimbukan sebuah gebrakan di dunia nyata. Terlepas dari tingkat keseriusannya, ide menyediakan ojek payung berbasis aplikasi ini sudah pernah tercetus dan masih butuh pertimbangan matang untuk merealisasikannya. Jangan sampai seperti yang terjadi di Tiongkok, dimana sebuah startup membuat aplikasi bernama Sharing E Umbrella. Dengan aplikasi ini, pengguna bisa menyewa payung dengan tarif yang murah, yaitu sekitar 19 yuan atau yang setara dengan Rp37 ribu untuk membuka kunci payung setelah memindai kunci dengan kode di gawai mereka.  Setiap setengah jam, biayanya bertambah 0,5 yuan (Rp984). Pengguna pun harus mengisi kodenya supaya bisa membayar tarif ini. Baca Juga: Supaya Tak Kehujanan Saat Bersepeda, Payung Under Cover Solusinya Namun sayang, perusahaan tersebut harus merelakan 300 ribu payungnya raib entah kemana, terhitung sejak awal pengoperasiannya pada April 2017. Aturan denda sebesar 60 yuan atau sekitar Rp118 ribu untuk setiap payung yang hilang juga rupanya tidak diindahkan para penyewa. “Payungnya mungkin dibawa pulang ke rumah,” tutur pendiri Sharing E Umbrella, Zhao Shuping, dikutip KabarPenumpang.com dari laman dream.co.id (13/7/2017). Entah perhitungan yang kurang matang atau tingginya rasa memiliki warga Tiongkok yang akhirnya merugikan perusahaan ini, namun yang pasti, pepatah “Sedia payung sebelum hujan” menunjukkan eksistensinya di sini. Lebih baik Anda mempersiapkan segala sesuatunya terlebih dahulu (payung), sebelum merugi di kemudian hari (kehujanan).

Madagaskar Terjangkit Virus Pneumonia, Pelancong Wajib Gunakan Masker

Para pelancong yang sudah memasukkan Madagaskar dalam rencana liburan, baikknya berpikir ulang atau membatalkannya. Hal ini dikarenakan di kota Antananarivo sedang terjangkit wabah pneumonia. Banyak masyarakat yang mencegahnya dengan mengatakan pada turis “tidak berdiri, dilarang meludah dan jangan membuang sampahmu”. Baca juga: Idap Diabetes Insipidus, Nyawa Pria ini Terancam Saat Berada di Kereta! KabarPenumpang.com merangkum dari laman irishtimes.com (18/11/2017), penumonia di Madagaskar telah menewaskan 165 orang pada bulan Agustus lalu dan sudah menginfeksi lebih dari 2000 orang. Untuk menangani penyakit tersebut, Rumah Sakit Ambohimindra Pusat Anti Wabah merupakan salah satu dari enam rumah sakit yang mengobati wabah pneumonia di Antananarivo. Ini dikarenakan rumah sakit tersebut memiliki ruang isiolasi, sehingga memudahkan perawatan pada pasien terjangkit. Kepala dokter rumah sakit Ambohimindra dr Marielle Zaramisy mengatakan, ini adalah pertama kalinya ada wabah di kota, apalagi dirinya baru setengah bulan bekerja dan saat puncak dari wabah pneumonia sedang merajalela. “Sebagai manusia saya takut, tapi saya mengikuti semus tindakan pencegahan. Ini pekerjaan saya,” ujarnya. Untuk para pengunjung yang memang berada di Madagaskar diharuskan mengenakan masker yang menutupi mulut setiap saat. Sepatu yang dikenakan juga akan disemprotkan cairan desinfektan dan suhu tubuh juga akan diperiksa dengan termometer. Pemeriksaaan yang dilakukan tersebut diawasi oleh para penjaga yang juga memastikan para pasien tidak kabur dari rumah sakit. Sebab satu diantara pasien isolasi ada yang melarikan diri pada Oktober lalu dan membuat para perawat hingga dokter memaksa pasien kembali ke dalam mobil ambulans. Zaramisy mengatakan, beberapa dari pasien terjangkit melarikan diri karena takut jarum suntik. “Orang sini tidak terbiasa ke rumah sakit.” Pneumonia merupakan penyakit infeksi yang menyerang paru-paru dan mengakibatkan kantung udara di dalam paru-paru meradang dan membengkak yang disebabkan bakteri. Kondisi ini juga sering disebut paru-paru basah dengan gejala batuk menerus disertai dahak, demam, berkeringat, menggigil, susah bernafas, dada sakit dan lainnya. Baca juga: Waspada! Inilah Lokasi Favorit Bakteri di Dalam Kabin Pesawat Pneumonia bisa menular melalui pilek atau flu. Orang yang mengidap pneumonia juga bisa menularkan penyakitnya jika batuk dan bersin, karena melepaskan kuman dan virus ke udara.

Biar Kulit Tetap Sehat Saat Traveling, Ini Dia Kuncinya!

Sebagai seorang pelancong, terkadang Anda sering melupakan kebersihan kulit terutama wajah. Apalagi bila sudah menikmati indahnya pemandangan di tempat tujuan. Tetapi, sebaiknya jangan biarkah hal itu terjadi, karena debu dan kotoran yang menempel bisa membuat kulit wajah Anda kusam bahkan rusak. Baca juga: Ini Dia! Tips Cantik ala Pramugari Sebab bila kulit kusam tidak akan sedap dipandang mata dan akan muncul jerawat bahkan flek hitam. Kulit yang kusam bisa terjadi akibat kurangnya cairan dari dalam tubuh yang menyebabkan kulit dehidrasi dan membuatnya kering. Tubuh yang kekurangan cairan akan lebih banyak mengeluarkan minyak dari pori-pori kulit terutama bagian wajah. Jika minyak ini berlebihan, maka debu dan kotoran akan mudah menempel sehingga wajah terlihat kusam. Memang, orang Indonesia memiliki kulit sawo matang atau biasa pelancong luar negeri mengatakan eksotis. Tetapi eksotis beda dengan kulit yang kusam. Memiliki kulit yang eksotis tak masalah sebenarnya, karena memang tipikal kulit orang Indonesia cenderung berwarna gelap. Untuk membuat kulit kembali cerah akibat kekusaman, Anda bisa melakukannya di rumah ataupun ke salon kecantikan seperti scrubbing atau menggunakan masker. Scrubbing diperlukan untuk perawatan sehingga bisa mencerahkan kembali kulit wajah dengan pengangkatan kotoran dan debu yang menyumbat pori-pori wajah Anda. Selain itu juga membantu mengangkat sel kulit mati yang juga menjadi penyebab kulit terlihat kusam. Tak hanya dengan scrubbing, menggunakan masker juga bisa membantu Anda mengurangi kekusaman wajah. Mungkin Anda yang sedang melakukan perjalan jauh agak sulit melakukan kedua hal tersebut. Tetapi Anda bisa melakukannya dengan cara mudah pastikan membawa krim wajah yang mengandung SPF untuk melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet, sabun cuci muka atau produk perawatan wajah lainnya. Bila Anda tiba di salah satu tujuan wisata, bisa mencuci muka untuk menyegarkan wajah dan menghilangkan debu serta kotoran yang menempel. Tetapi jika tidak sempat baiknya gunakan tisu basah untuk melap muka. Baca juga: Terbang Nonstop Lebih dari 16 Jam, Ini Yang Mungkin Terjadi Pada Anda Jangan lupa untuk minum air putih agar tubuh terhidrasi dengan baik dan kelembapan kulit terjaga. Apalagi jika Anda pergi menggunakan kendaraan yang ber-AC, kulit akan cepat kering bila tak terhidrasi dengan baik. Konsumsi buah-buahan juga bisa memberi nutrisi yang diperlukan kulit.

Graceful Super Express, Cikal Bakal Layanan Kereta Jarak Jauh Tokyo-London

Kereta listrik Odakyu di Jepang menghadirkan rangkaian kereta barunya dengan seri 70.000 Graceful Super Express untuk Romancecare dengan layanan ekspres terbatas. Layanan kereta ini diluncurkan pada 5 Desember 2017 kemarin dan akan mulai beroperasi secara penuh pada Maret 2018 mendatang. Baca juga: Trans-Siberia, Kereta Yang Mengubah Takdir Cinta Kereta ini berjalan di jalur Odakyu Odawara antara stasiun Shinjuku di Tokyo, Odawara, Enoshima, Tama New Town dan Hakone. KabarPenumpang.com merilis dari laman independent.co.uk (8/12/2017), diketahui Jepang Nippon Sahryo akan memasok dua dari tujuh kereta api ini. Bukan hanya pembuat kereta tipe baru tersebut, Nippon Sharyo juga merupakan pembuat kereta Shinkansen serta kereta untuk MRT Jakarta. Kereta seri baru tersebut mampu menampung 400 penumpang di masing-masing kereta sepanjang 142 meter. Dalam kereta juga akan menghadirkan satu bar yang memiliki 16 kursi dengan jendela setinggi satu meter dan panorama yang dirancang agar penumpang bisa menikmati pemandangan sepenuhnya. Mobil atau gerbong kereta ini memiliki suspensi aktif elektro hidrolik yang dibuat untuk mengurangi getaran di sisi-sisinya. Uniknya rak tempat penyimpanan barang yang biasanya berada di atas kepala, di kereta ini justru berada di bawah tempat duduk dan dirancang agar sesuai dengan tas berukuran temporer untuk dibawa dari atau ke bandara. Desain universal menjadi pertimbangan proyek kereta tersebut, salah satunya adalah ramah untuk penyandang disabilitas yang menggunakan kursi roda. Sebab dengan kemudahan ini, kursi roda memiliki ruang khusus dalam desain kereta tersebut. Tak hanya itu, para penumpang bisa menikmati WiFi gratis dan untuk wanita yang sedang menyusui atau penumpang yang tidak sehat juga disediakan ruang beristirahat serba guna. Total pembuatan dua kereta ini diperkirakan sekitar ¥4 miliar atau sekitar Rp477.642.960.000. Adanya kereta tersebut setelah kabar pada bulan September lalu dimana pemerintah Rusia mengusulkan rute 8400 mil atau sekitar 13.500 km yang akan menghubungkan London ke Tokyo dengan kereta api. Nantinya, proyek ini juga melibatkan pembangunan jembatan 28 mil atau sekitar 45,96 km di wilayah Laut Timur. Berangkat dari London, kereta akan membawa penumpang melewati jantung kota Rusia sebelum sampai di Wakkanai, Jepang. Serunya, penumpang juga akan merasakan suasana pegunungan Siberia. Kedepannya dengan adanya jalur ini juga untuk meningkatkan investasi di wilayah timur Rusia dimana Putin melakukan pembicaraan yang serius dengan para pejabat Jepang untuk memulai proyek tersebut. Baca juga: Jalur Kereta Trans-Siberia Capai Usia 100 Tahun Sebelum rencana Rusia menuju Jepang dengan kereta api, sudah ada Trans Siberia dari Beijing melalui jalur Mongolia menuju ke Moskow dan tiba di ibukota Rusia dengan memakan waktu sekitar 15 hari perjalanan.

Niki Lauda – Mantan Jawara F-1 Yang Banting Stir Jadi Penggiat Bisnis Aviasi

Bagi Anda para pecinta olahraga Formula One (F-1), tentu nama Niki Lauda tidak asing di telinga Anda. Pria bernama lengkap Andreas Nikolaus Lauda ini memang mengawali karir sebagai pembalap F-1, namun jalan hidup menggiringnya untuk menjadi seorang entrepreneur yang menaungi bisnis aviasi. Walaupun ia pernah mengalungi titel juara dunia sebanyak tiga kali (1975, 1977, dan 1984), namun jiwa bisnisnya lebih memacu kencang ketimbang dunia yang sudah mengharumkan namanya tersebut. Baca  Juga: Joseph Armand Bombardier – Ketika Minat, Bakat, dan Kegigihan Membuahkan Hasil Manis Menurut data yang dikumpulkan KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, Brand Ambassador dari Bombardier Business Aircraft ini merupakan pemilik sekaligus operator dari dua maskapai internasional, yaitu Lauda Air dan Niki (airline). Jika ditelaah, mungkin Niki Lauda dapat disandingkan dengan Richard Brenson, empunya Virgin Group yang juga menekuni dunia layanan transportasi udara.
Sumber: formula1.com
Niki lahir di Vienna, Austria pada 22 Februari 1949 dari keluarga yang berada. Kakek dari pihak sang ayah merupakan seorang pengusaha kelahiran Wina, Hans Lauda. Diawal karirnya, Niki sempat mendapatkan protes keras dari keluarganya yang menolak ia menjadi seorang pembalap. Namun kecintaannya terhadap dunia pacu kendaraan tersebut tidak bisa mengalahkan perintah dari keluarganya. Benar saja, tulah sang orang tua berimbas pada terseok-seoknya karir Niki di masa awal ia sebagai pembalap. Singkat cerita, ia mendapatkan promosi ke kasta tertinggi dunia balap, F-1. Kesempatan tersebut tidak ia sia-siakan sembari berusaha untuk membuktikan kepada keluarganya bahwa jalan yang ia tempuh merupakan dulang emas yang dapat menunjang kehidupannya. Di F-1, Niki bertemu dengan James Hunt, seorang pembalap flamboyant asal Inggris yang menjadi seteru abadinya di dunia balap. Persaingan di ajang F-1 menjadi semakin menarik manakala dua pembalap ini saling salip-menyalip memperebutkan podium pertama.
Niki Lauda (pasca kecelakaan) dan James Hunt. Sumber: telegraph.co.uk
Hingga pada 1 Agustus 1976, bersama Ferrari yang ia kemudikan, Lauda mengalami kecelakaan fatal saat dirinya tengah unjuk gigi di ajang German Grand Prix, Nürburgring. Ia mengalami patah tulang di beberapa titik, luka bakar yang cukup serius pada kepala dan pergelangan tangannya karena ia terjebak di dalam mobil nahas tersebut. Akibatnya, ia dipaksa beristiraha selama beberapa minggu untuk menjalani masa pemulihan. Baca Juga: Richard Branson – Sosok Pengidap Disleksia di Balik Nama Besar Virgin Ltd Tiga tahun berselang pasca kecelakaan yang hampir menewaskan dirinya, Niki nampaknya mulai teracuni darah bisnis yang mengalir di keluarganya, hingga pada akhirnya ia mendirikan Lauda Air pada April 1979. Maskapai ini sendiri mulai melakukan penerbangan pertamanya enam tahun berselang, atau sekitar tahun 1985 sebagai penerbangan charter dan taksi udara. Salah satu jenis jetliner pertama yang digunakan oleh Lauda Air adalah pesawat British Carrier BAC One-Eleven 500, yang mereka sewa dari maskapai asal Rumania, TAROM. Tidak puas dengan satu bisnis, Niki lalu mengakuisisi pengoperasian dari Aero Lloyd Austria pada tahun 2003 dan melakukan debut penerbangannya pada 28 November di tahun yang sama. Karena berada di dasar yang tidak terlalu kuat, kedua maskapai ini lalu dipinang oleh dua raksasa aviasi global. Lauda Air menjadi anak perusahaan dari Australian Airlines terhitung dejak Desember 2000, sedangkan Niki ditimang oleh Lufthansa tertanggal 12 Oktober 2017, setelah sebelumnya menjadi anak perusahaan dari Air Berlin.

Glenfinnan Viaduct! Jembatan Harry Potter Yang Pernah Selamatkan Keluarga Kecil

Bagi para pecinta film fiksi yang diangkat dari novel karangan J. K. Rowling, tentu tidak asing dengan scene di film Harry Potter yang menampilkan sebuah jembatan kereta api kuno berlatarkan pemandangan klasik khas pegunungan di Skotlandia. Ya, jembatan kereta ini memang selalu dilewati Harry Potter cs. untuk sampai di sekolah sihir mereka, Hogwarts. Mungkin beberapa dari Anda bertanya-tanya, apakah jembatan indah ini benar-benar ada, atau hanya sekedar imajinasi sang sutradara yang divisualkan menggunakan teknologi green-screen? Baca Juga: Jembatan Pamban, Selipkan Maut Dibalik Keindahan Pemandangannya Jika Anda mengira jembatan ini tidaklah ada, maka Anda salah besar. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman beragam sumber, Glenfinnan Viaduct merupakan sebuah jembatan kereta api di Jalur Highland Barat di Glenfinnan, Inverness-shire, Skotlandia. Jembatan ini terletak di puncak Loch Shiel di West Highland. Jembatan ini menghadap ke Monumen Glenfinnan dan Danau Loch Shiel.
Sumber: myhighlands.de
Keindahan jembatan yang menghubungkan Fort William dan Mallaig di Dataran Tinggi Skotlandia ke Glasgow di Central Scotland ini memang menjadi sebuah paket perjalanan yang amat memanjakan mata. Hamparan tundra bak di negeri dongeng akan setia menemani perjalanan Anda dari stasiun Glasgow Queen Street ke dua destinasi di atas. Tak ayal, pemandangan yang tersaji mengundang decak kagum setiap penumpang, terutama wisatawan asing. Glenfinnan Viaduct sendiri sebenarnya sudah bisa digunakan pada bulan Oktober 1898 untuk menjembatani kereta yang hendak melintas di atas sungai Finnan, namun karena satu dua hal, jembatan ini baru dioperasikan pada 1901 atau membutuhkan waktu empat tahun pembangunan. Kala itu, proyek pembangunan Glenfinnan Viaduct ini menelan dana sebesar £18,904 atau yang setara dengan Rp302 juta kurs sekarang. Saking bangganya dengan prasarana transportasi yang mereka miliki, Bank Skotlandia sampai pernah mencantumkan gambar Glenfinnan Viaduct di specimen uang pecahan £10. Tidak hanya terkenal di film Harry Potter saja, jembatan ini juga sempat menjadi latar belakang dari beberapa film ternama, seperti Ring of Bright Water, Charlotte Gray, Monarch of the Glen, dan Stone of Destiny. Baca Juga: Cavenagh Bridge, Jembatan Tertua di Singapura. Indonesia Punya Lebih Tua, Lho! Selain keindahan yang sudah dijabarkan di atas, Glenfinnan Viaduct juga dikabarkan telah menjadi media penyelamat bagi keluarga kecil yang tengah menginap di sebuah pondok terpencil di Lochaber, Skotlandia pada pertengahan Oktober 2017 kemarin. Sebuah bencana banjir melanda penginapan mereka dan memaksa keluarga kecil tersebut kembali ke mobil yang mereka parkirkan lima kilometer jaraknya dari penginapan. Karena lokasi yang sudah digenangi oleh air, maka Jon Cluett memutuskan untuk menelepon polisi dan regu penyelamat untuk membantu proses evakuasi mereka. Namun pihak kepolisian memiliki ide brilian, dengan meminta kereta yang melalui jalur West Highland Railway untuk berhenti sejenak di dekat pondok keluarga Cluett tersebut. Kebetulan, kereta yang kala itu melintas ternyata sangat familiar, yaitu kereta yang mengambil peran sebagai Hogwarts Express di serial Harry Potter. Setelah mengemasi barang-barangnya, keluarga Cluett langsung dapat dengan mudah mengidentifikasi kereta yang dimaksud oleh si polisi tengah terparkir  di dekat Glenfinnan Viaduct dan keluarga beranggotakan empat orang tersebut dapat terselamatkan.

Setelah Dikritik Presiden, Tarif Kereta Bandara Soetta Turun Jadi Rp70 Ribu

Mahal adalah kesan yang didapat ketika mendengar tarif yang dikenakan untuk kereta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), ya untuk sekali jalan ditetapkan tarif Rp100 ribu. Sontak kabar tersebut menuai protes dan cibiran dari warga. Dan ketika kereta bandara resmi beroperasi pada 11 Desember 2017, tarifnya dipatok Rp70 ribu. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo yang menilai tarif Rp100 ribu terlalu mahal. Baca juga: Mogok Dua Kali Saat Uji Coba, Inilah Sekilas Spesifikasi Kereta Bandara Soetta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya akan meminta pada PT Railink selaku operator kereta bandara untuk memberikan potongan harga. Budi meminta agar Railink mencari cara untuk pendapatan lain supaya mengkompenasi harga tiket termasuk dengan mencari iklan. “Sesuai arahan Presiden, tarif Rp100 ribu itu kemahalan, kita hitung kembali kira-kira Rp70 ribu. Nanti kami minta Railink agar dapat income dari yang lain seperti sponsor atau iklan supaya totalnya Rp100 ribu tetapi kepada konsumen tarifnya Rp70 ribu,” ujar Budi yang dikutip KabarPenumpang.com dari republika.co.id (9/12/2017). Dia menjelaskan bahwa pengoperasian kereta bandara bersifat komersial, maka pemerintah tidak akan memberikan subsidi. Kenaikan harga tiket pun akan dilakukan perusahaan melalui pertimbangan komersial. Budi berharap, tarif Rp70 ribu ini akan bertahan selama satu tahun kedepan sebelum adanya kenaikan. Diketahui, untuk awal pengoperasian kereta bandara hingga akhir 2017 ini, akan ada pemberlakuan promo tarif Rp30 ribu. Padahal awalnya kereta bandara tarif akan digratiskan hingga akhir 2017 ini. “Promo sampai Januari Rp30 ribu, Kemudian di Januarinya Rp70 ribu. Itu untuk rute terjauh,” ujarnya. Seharusnya kereta bandara yang akan menjadi moda alternatif transportasi masyarakat dan pelancong baik dari ibukota menuju Bandara Soekarno-Hatta atau sebaliknya akan dibuka per 1 Desember 2017 kemarin. Tetapi sayangnya, kereta ini masih dilakukan uji coba terus dan sempat mati dua kali. Kecepatan perjalanan kereta bandara sekitar 18-20 km per jamnya, dan setelah melewati stasiun Batu Ceper kecepatan akan meningkat sekitar 60 km per jam. Untuk waktu tempuh dari stasiun Bandara Soetta menuju stasiun Sudirman Baru diperkirakan memakan waktu 55 menit. Baca juga: Awal Beroperasi, Kereta Bandara Soekarno-Hatta Akan Digratiskan! Saat ini PT Railink telah menyiapkan sepuluh rangkaian kereta Bandara Soetta dengan 82 perjalanan dan kapasitas 33 ribu penumpang setiap harinya. Satu rangkaian terdiri dari enam gerbong yang mampu mengangkut 272 penumpang.