Korea Selatan Bakal Sokong Pendanaan Proyek LRT Jakarta Fase II

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in baru saja mengunjungi Indonesia, dalam kunjungannya Moon bertemu dengan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Pada kunjunganya kali ini, Moon menyatakan bahwa Korsel berencana akan meningkatkan kerjasama dengan Asia Tenggara. Baca juga: Lahore Metro, LRT Pertama di Pakistan Siap Mengular Desember 2017 KabarPenumpang.com melansir dari laman Reuters (9/11/2017), bahwa langkah ini diambil karena mengingat perekonomian Asia Utara kini lebih mengandalkan hubungan tradisional dengan mitra dagang dari Cina dan Amerika Serikat. Dalam hal ini, Moon ingin menjadikan Indonesia dengan perkeonomian terbesar di Asia Tenggara. Salah satu kebijakan yang diusung Moon adalah menargetkan hubungan yang lebih erat antara Korsel dengan negara Asia Tenggara. Salah satu kebijakannya yakni penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara Korsel dengan Indonesia untuk mengembangkan sistem transit kereta ringan atau light rail transit (LRT). Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan Mou tersebut sudah ditandatangani dan kesepakatan bukan hanya LRT melainkan transportasi lain dan terkait perumahan. Diketahui, kerjasama ini untuk proyek di Jakarta, Korsel akan mengeluarkan dana hingga US$1,9 miliar. Diketahui, untuk LRT Jakarta fase II koridor Velodrome Rawamangun – Dukuh Atas, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadi Muljono menyebutkan, perusahaan asal Korsel Korea Rail Network Authority (KRNA) akan berinvestasi pada proyek ini dan berencana megucurkan dana sebesar US$500 juta. Manajemen PT Jakarta Properterindo (Jakpro) dalam keterangan resminya berharap, investasi perusahaan Korsel tersebut dapat mengurangi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Sebab KRNA juga melakukan penandatangan MoU selain Presiden Moon sejak 2016 lalu dengan Jakpro. Nota kesepahaman kedua perusahaan ini rencananya untuk membantu feasibility study untuk menyempurnakan trase seluruh koridor LRT di DKI Jakarta. Tak hanya itu, perusahaan Korsel lainnya juga melakukan MoU untuk membangun saluran air bersih dan perumahan. “Tapi kalau air ini baru feasibility study, Januari 2018 mulai proses konstruksi,” ujar Basuki. Baca juga: Menteri Luhut Belum Mau Ungkap Identitas Investor Untuk Proyek LRT Jakarta Investasi pada sektor perumahan ditandatangani investor Korsel dengan PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP). Sayang, Basuki tak menyebut detil lokasi dan jumlah pembangunan rumah yang direncanakan.

Pamer Kekuatan di Dubai Airshow 2017, Airbus Dongkrak Saham Yang Anjlok di Bulan Lalu

Pagelaran Dubai Airshow yang diadakan dari tanggal 12 hingga 16 November 2017 akan menjadi momen prestisius bagi Airbus untuk memamerkan beberapa inovasi yang telah mereka ‘godok’ sebelumnya. Tidak hanya memajang berbagai teknologi, produk, dan layanan inovatif dari pesawat komersialnya saja, melainkan perusahaan aeronautika berbasis di Toulouse, Perancis ini juga memamerkan inovasi di helikopter militer, hingga sistem ruang angkasanya. Baca Juga: Efisiensi Biaya Operasional Jadi Alasan Utama Anjloknya Permintaan Terhadap Airbus A380 Momentum ini menjadi sangat penting bagi Airbus karena diketahui mereka tengah melebarkan sayap mereka di kawasan Uni Emirat Arab dan sekitarnya. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman arabiangazette.com (12/11/2017), ada banyak pesawat operasional dan pengembangan Airbus yang dapat dilihat di area display statis, termasuk A350-900 – bagian dari keluarga besar A350 XWB all-new – yang juga rencananya akan melakukan demo terbang. Selain itu, Airbus juga akan menampilkan jet eksekutif ACJ 319ceo dalam kemitraannya bersama Comlux, perusahaan penerbangan charter yang berbasis di Swiss. Sementara itu, Airbus Defense and Space juga memamerkan A400M New Generation Airlifter, sebuah teknologi yang diketahui berperan penting dalam operasi bantuan pasca badai Karibia. Jangan lupakan EADS CASA C-295, gunship terbaru yang dirilis oleh Airbus Defense and Space. Masih banyak produk yang dipajang Airbus dalam pameran ini, seperti helikopter H160, NH90, hingga satelit telekomunikasi SES-12. Pengunjung juga dapat belajar tentang Zephyr, High Altitude Pseudo-Satellite (HAPS) yang berjalan secara eksklusif untuk tenaga surya sebagai pelengkap surveilans dan komunikasi berbasis satelit. Selain itu, para pengunjung juga dapat menjajal kabin Airbus A330neo terbaru, yang diketahui Airbus telah merombak total isi kabinnya dengan peralatanberteknologi tinggi sehingga dapat meningkatkan pengalaman para penumpangnya. Namun, terdapat sebuah ironi dibalik turut sertanya Airbus di perhelatan Dubai Airshow 2017 ini. Baca Juga: Sambut Pesanan Airbus A380 Ke-100, Emirates Pasang Livery Presiden Pertama Uni Emirat Arab Pada awal bulan lalu, saham Airbus mengalami kejatuhan di perdagangan awal pekan, ketika para pelaku pasar menghubungkannya dengan peringatan yang dilontarkan oleh Tom Enders, selaku CEO Airbus bahwa produsen pesawat asal Eropa tersebut terancam terkena denda. Hal itu terkait dengan penyidikan korupsi yang sedang berlangsung, termasuk terkait suatu penjualan jet-jet tempur kepada Austria. Mungkin ikut sertanya Airbus dalam perhelatan Dubai Airshow 2017 ini merupakan usaha yang dilakukan untuk kembali meningkatkan sahamnya setelah sempat anjlok seperti yang sudah disebutkan di atas. Terlepas dari hipotesa di atas, Airbus tetap berada di ‘landasannya’ dan tetap berusaha untuk meningkatkan pelayanan kepada para pelanggannya.

Q1 2018: Citilink Buka Rute ke Kuala Lumpur

Strategi dalam berekspansi menjadi denyut nadi dalam usaha penerbangan, terlebih melihat apa yang dilakukan Citilink, maskapai berbiaya rendah dibawah naungan Garuda Indonesia Group ini punya strategi tersediri dalam menyikapi ekspansi usaha. Meski satu induk dengan maskapai plat merah Garuda Indonesia, Citilink punya pakem dan rencana tersendiri untuk melebarkan sayapnya, termasuk merambah rute penerbangan reguler ke luar negeri di tahun 2018. Baca juga: Q3 2017 – Citilink Sumbang 14 Persen Untuk Laba Garuda Indonesia Group Meski rencana untuk melayani penerbangan internasional sudah didengungkan, berbeda dengan Lion Air, Citilink dipastikan tidak akan mengakuisisi pesawat berbada lebar atau wide body. Hal tersebut ditegaskan oleh Vice President Corporate Communications Citilink Benny S Butarbutar, “Memang benar ada rencana pada kurtal pertama tahun depan (2018-red) untuk melayani rute luar negeri, namun masih di tingkat regional,” ujar Benny S Butarbutar kepada KabarPenumpang.com di Jakarta (7/11/2017). Karena rute yang dijejalahi adalah regional, maka jalur luar negeri yang disasar memang tak jauh-jauh, seperti Singapura, Bangkok dan Kuala Lumpur. “Jika tak ada aral melintang di Maret 2018 kami akan membuka rute perdana ke Kuala Lumpur,” tambah Benny. Ia menyebut bahwa jumlah armada yang dimiliki saat ini sudah ideal untuk melakukan ekspansi di rute-rute tersebut. Baca juga: Airbus A320Neo – Tawarkan Kabin Lebih Senyap, Inilah Pesawat Terbaru Citilink Sebenanya Citilink saat ini sudah melayani penerbangan ke luar negeri, namun khusus melayani penerbangan Umroh. Bahkan dengan tujuan Jakarta – Jeddah, Citilink sejatinya sudah menggarap penerbangan jarak menengah. Dalam penerbagan ke Jeddah, Citilink menggunakan pesawat narrow body terbaru Airbus A320Neo. Meski bukan wide body, dengan teknologi terbaru Airbus A320Neo akan menghemat waktu penerbangan 1 jam, sehingga lama perjalanan menjadi 12 jam dari sebelumnya 13 jam. Perjalan ke Jeddah ditempuh dengan satu kali transit di India. Dalam penerbangan ke Tanah Suci, penumpanhg mendapatkan layanan makanan dan minuman sebanyak tiga kali. Sebelum Citilink, Lion Air sejak 2009 sudah melayani penerbangan umroh. Di awal dengan Boeing 747-400 dan kini menggunakan Airbus A330-300 dan Boeing 737 MAX-8.

Perbaiki Halte Bus, Pramuka Ini Diganjar Gold Award!

Pada prinsipnya, menjaga setiap pra-sarana transportasi umum adalah kewajiban semua orang, tidak hanya bagi mereka yang menggunakan fasilitas tersebut. Dapat dibayangkan jika setiap orang tidak memiliki tanggung jawab untuk menjaga fasilitas publik, tentu kondisinya akan sangat ironis dimana fasilitas tersebut akan rusak dan negara mengalami kerugian karena harus memperbaikinya. Lalu, bagaimana jadinya jika ada individu yang justru memperbaiki halte bus karena dianggap sudah menyalahi peraturan? Baca Juga: Parade Halte Unik Dengan Sokongan Promosi dan CSR Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman tapinto.net (27/10/2017), seorang siswi dari North Salem High School yang mengidap kelainan hiperaktif, Molly McGuiness, justru merombak sebuah halte bus yang membelakangi jalanan di Vails Grove, Amerika. “Tidak mungkin melhat bus datang tanpa harus keluar dari halte tersebut,” papar Molly dilansir dari laman sumber tertera. Pikiran Molly mulai memaksanya untuk melakukan sebuah pembaruan manakala halte unik tersebut dihancurkan. “Saya pikir, kita bisa menggunakan barang-barang yang ada untuk membangun halte baru yang lebih baik lagi,” imbuhnya. Dari ide itu Molly sadar, bahwa ia akan segera mendapatkan Gold Award, penghargaan tertinggi yang dapat diraih oleh seorang Pramuka, tatkala halte tersebut selesai ia renovasi.
Molly McGuiness. Sumber: tapinto.net
Alih-alih mengikuti perhitungan ayahnya yang memperkirakan pembangunan halte tersebut akan menelan dana sekitar USD$1.200 hingga USD$1.500, Molly lebih memilih untuk menggunakan bahan daur ulang dan beberapa bahan yang disumbangkan oleh Home Depot di Brewster. Tidak hanya itu, proyek kecil Molly yang hanya mengucurkan dana sekitar USD$150 tersebut juga mempekerjakan orang-orang yang ada di sekeliling Molly, seperti sang ayah, tetangga, dan juga teman-teman Pramukanya. Dari sekian banyak perubahan yang Molly aplikasikan pada halte tersebut, ia mengaku paling senang dengan fitur kaca yang ia tempel di punggung halte. Bukan kaca sembarang kaca, itu merupakan kaca yang dibeli oleh orang tuanya untuk dipasang dirumahnya, namun tidak pernah digunakan, sehingga Molly memutuskan untuk memasangnya di halte tesebut. “Daripada kaca itu terbengkalai di rumah, lebih baik dipasang di sini (halte) untuk menambah jarak pandang orang yang sedang menunggu bus di halte ini,” terangnya. Baca Juga: Nunggu Bus di Halte ini Bisa Bikin Tambah Pintar, Lho! Molly mengatakan meski tidak banyak siswa yang menggunakan halte bus ini, namun dia sangat senang ketika sadar apa yang telah ia lakukan ini dapat berguna bagi orang-orang di masa yang akan datang. “Mereka tentunya akan bahagia berada di sebuah halte yang dibangun oleh seorang Pramuka.” Tutupnya.

Lebih dari 100 ml, Cairan Tak Boleh Masuk ke Dalam Kabin

Penumpang sebuah pesawat harusnya tidak asing dengan larangan membawa cairan lebih dari 100 ml per wadahnya. Biasanya wadah-wadah ini juga harus dikemas dalam sebuah kantong plastik transparan yang bisa di buka tutup dan penumpang hanya memiliki kapasitas membawa satu liter saja. Baca juga: Agar Barang Bawaan Tak Kena Denda, Cermati Ketentuan dari Bea Cukai di Bandara! Setiap penumpang juga hanya diperbolehkan membawa cairan dalam jumlah kecil jika memang dibutuhkan dalam perjalanan seperti obat-obatan atau makanan bayi saja yang bisa masuk dalam kabin. Sedangkan untuk barang yang berupa cairan lainnya harus masuk dalam tas yang akan dibawa ke bagasi dan sudah terbungkus rapi dalam kantong plastik transparan. Aturan terkait membawa cairan berlaku untuk semua penumpang yang berangkat dari Uni Eropa dan penerbangan internasional di setiap negara lainnya termasuk Indonesia. Tetapi di Indonesia sendiri untuk layanan penerbangan domestik, aturan ini tidak berlaku dan penumpang diperbolehkan membawa cairan ke dalam kabin. KabarPenumpang.com merangkum dari laman airpassengerrights.eu, 6 November 2006 lalu, aturan ini mulai berlaku di semua bandara UE dan Norwegia, Islandia dan Swiss. Ada beberapa cairan yang harus masuk dalam bagasi dan berada dalam satu kantong plastik transparan seperti dibawah ini. 1. Air minum, sirup dan sup 2. Krim, lotion dan minyak 3. Parfum 4. Gel rambut, sabun cair dan shampo 5. Deodoran 6. Pasta gigi 7. Maskara, dll Untungnya aturan ini tidak membatasi cairan yang dapat Anda beli di toko oleh-oleh dekat ruang tunggu seperti minuman atau yang lainnya. Cairan bebas bea yang Anda beli di bandara ini baiknya tidak di keluarkan dari kemasan sebelum melalui proses skrining dan tanda terima juga harus tetap disegel. Baca juga: Saking Nyamannya, 9 Bandara Ini Buat Penunjungnya Lupa Pulang Memang Anda tidak akan mungkin membuka tas saat membawa cairan tersebut. Namun, pastinya petugas bandara akan mengecek dan kemungkinan perlu membuka tas dan plastik botol. Jika hal ini terjadi dan Anda harus menaiki penerbangan lanjutan untuk sampai ke bandara lain, beritahu petugas kemanan agar cairan tersebut disegel kembali dalam tas keamanan baru. Tak hanya cairan, senjata pun tidak diperbolehkan masuk ke kabin pesawat. Benda-benada ini seperti gunting dan pisau lipat dengan ukuran tertentu harus masuk ke dalam koper yang akan masuk ke bagasi kargo. Bahan peledak, bahan yang mudah terbakar hingga zat berbahaya dan beracun juga tidak diperbolehkan di bawa dalam penerbangan.

Bandara Abu Dhabi Bangun Mega Terminal

Bandara Abu Dhabi di Uni Emirat Arab akan membuka fasilitas terbesarnya pada tahun 2019 mendatang. Fasilitas ini adalah mega terminal baru yang nantinya mampu menampung 84 juta penumpang per tahun dan saat ini sudah rampung 86 persen. KabarPenumpang.com melansir dari laman gulfnews.com (9/11/2017), terminal yang mengabiskan biaya hingga Dh10 miliar UEA ini akan bisa dilihat desainnya pada kuartal terakhir tahun 2019. Tak hanya mampu menampung 84 juta penumpang, bagasi yang mampu di tampung 19.200 buah per jamnya dan memiliki 35 ribu meter persegi toko bebas bea, restoran serta hiburan. Baca juga: Selama Ramadhan, Dirlantas Abu Dhabi Larang Truk dan Bus Beroperasi Saat Peak Hour Dari tampilannya, terminal ini akan memiliki fasilitas yang super besar dengan ikon yang canggih. Terminal ini juga akan meningkatkan sektor penerbangan Abu Dhabi untuk memenuhi lonjakan permintaan dan membantu diversi ekonomi. “Ini (bandara-red) adalah masa depan Abu Dhabi tampil dan berubah menjadi bangunan bandara terminal terbesar di dunia di bawah satu atap. Ini terminal adalah kebanggaan Abu Dhabi,” kata Abdul Majeed Al Khoori, chief executive petugas di Bandara Internasional Abu Dhabi. Dia mengatakan, jika sesuai jadwal yang sudah disepakati dengan kontraktor, terminal ini akan siap pada akhir 2019. Sebab pihaknya percaya dengan tim kontraktor yang membangun terminal tersebut.
Mega terminal bandara Abu Dhabi (The National)
Dalam pembuatan mega terminal ini Al Khoori mengaku tantangannya yakni karena ukuran terminal yang super besar dan keterlibatan sistem di dalamnya. “Tujuannya adalah menjadi yang nomor satu di dunia dalam arti customer service. Saat ini, kami adalah nomor satu di Timur Tengah dalam layanan pelanggan, tahun lalu kami mengambil bandara terbaik di Timur Tengah untuk layanan pelanggan,” tambahnya. Sulaiman D Al Siksek, kepala staf program aksi di Bandara Internasional Abu Dhabi, juga menegaskan bahwa proyek tersebut sedang dalam proses penyelesaian setelah ditunda. Baca juga: Bandara Abu Dhabi Cabut Larangan Elektronik Masuk Amerika Serikat “Kami sedang membangun bangunan ikonik, ini bukan bangunan sederhana, ini adalah bangunan mutakhir. Begitu selesai, itu akan menjadi bangunan yang fantastis, tapi dengan itu banyak tantangan. Di sinilah kita sebagai tim proyek harus duduk dengan semua konsultan, kontraktor, dan semua subkontraktor untuk menjaga momentum berjalan. Ya, kami memiliki tantangan, tapi kami dapat mengatasi tantangan yang memiliki beberapa dampak pada jadwal kami. Kita sekarang bergerak maju ke penyelesaian gedung, “tambahnya. Diketahui, selain mampu menampung 84 juta penumpang pertahun, mega terminal ini memiliki luas 742 ribu meter persegi, mampu menangani 11 ribu penumpang per jamnya dan lebih dari 15 ribu pekerja terlibat konstruksi.

Grab Singapura Uji Coba “Bus On Demand” dengan Aplikasi GrabShuttle Plus

Penyedia transportasi berbasis online, Grab, baru-baru ini memulai uji coba untuk layanan berbasis permintaan (on demand) di Punggol, Singapura setelah empat bulan Land Transport Authority (LTA) mengumumkan untuk mencari pelayanan bus seperti ini. Layanan baru ini diluncurkan Rabu 11 November 2017 kemarin yakni GrabShuttle Plus. Baca juga: Singapore Airlines dan Grab Integrasikan Layanan Ridesharing di Satu Aplikasi KabarPenumpang.com merangkum dari straitstimes.com (8/11/2017), para pengguna yang melakukan pemesanan pada aplikasi di smartphone kini dapat mengharapkan sebuah bus antar jemput yang tiba sekitar lima sampai sepuluh menit sebelumnya dan bisa membawa mereka ke stasiun sekitar Punggol. Wahana GrabShuttle Plus ini tersedia antara pukul 06.00 pagi dan 22.00 dan tarif yang dikenakan S$1,20. GrabShuttle terbaru ini berbeda dari yang sebelumnya diluncurkan, ini adalah kolaborasi Government Technology Agency of Singapore, yang hanya beroperasi pada rute dan timing tetap. Kepala GrabShuttle Singapura, Mr James Ong, mencatat bahwa Grab mengambil bagian dalam tender untuk bus on demand LTA. Uji coba Punggol, nantinya akan membantu mengumpulkan wawasan untuk memberikan layanan yang superior jika dipilih. James mengatakan dengan adanya ini akan melengkapi jaringan transportasi umum yang lebih luas. “Kami memiliki kepercayaan yang sama dengan LTA bahwa layanan bus dinamis dapat memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik dan mengoptimalkan sumber daya dan biaya operasional,” tambahnya. James menggambarkan Punggol sebagai testbed alami untuk layanan baru ini yang mencatat bahwa penghuninya adalah pengguna Grab biasa. Tak hanya Punggol, kedepannya jika Grab terpilih, maka layanan baru ini akan mencakup wilayah lain juga. Saat ini Grab sedang fokus membuat lebih banyak orang menggunakan layanan ini sehingga bisa mempelajari pola perjalanan untuk layanan bus dinamis ini. Aplikasi GrabShuttle Plus terbaru ini akan tersedia di iOS dan Android dengan didukung oleh teknologi Kanada dari Startup RideCo yang menawarkan layanan serupa di Ontario, Kanada. Baca juga: Di Kanada Uber Jadi Transportasi Umum Dengan Trayek Khusus  James mengatakan, Rideco menyediakan platform yang memungkinkan Grab untuk mempelajari perilaku pengguna dengan penyempurnaan teknologi minimal pada bagiannya. “Kami akan merambah secara global dengan mitra operator transportasi lokal, berkat skala Grab dan pengetahuan pasar lokal membuat solusi ini menjadi kombinasi yang sempurna,” kata pendiri RideCo, Prem Gururajan. Dia mengatakan bahwa RideCo ingin memperluas jangkauannya di Asia Tenggara, dan mengharapkan untuk meluncurkan lebih banyak layanan di wilayah ini dalam beberapa bulan mendatang. Sedangkan para pengamat mengatakan mereka tidak terkejut dengan layanan terbaru Grab. Bus on demand seperti layanan ride sharing GrabShare atau Uberpool on steroids, kata dosen senior Ilmu Pengetahuan Universitas Singapura Park Byung Joon, yang mengkhususkan diri pada transportasi perkotaan. Dr Lee Der Horng, seorang peneliti transportasi dengan National University of Singapore, mengatakan dengan pengalamannya dalam menawarkan layanan penyewaan, Grab memiliki lebih banyak pengalaman dalam menangani big data dan juga penanganan permintaan komuter. Azmi Mohamed, seorang penumpang mengatakan bahwa layanan bus on demand bukanlah pengganti yang menarik untuk layanan bus pengumpan, yang sudah sangat biasa dan murah, dengan tarif dibatasi 77 sen per perjalanan. Tetapi spesialis IT mencatat bahwa layanan bus on demand semacam itu bisa menjadi keuntungan saat bepergian di antara tempat-tempat yang berada di dekatnya, namun tidak dilayani oleh layanan bus konvensional.  

‘Kejar Setoran’, PT MRT Jakarta Larang Pengunjung Tengok Perkembangan Proyek

Manajemen PT MRT Jakarta telah memberlakukan kebijakan menutup kunjungan ke lokasi proyek MRT per 1 Januari 2018. Kunjungan lapangan yang rutin dilakukan setiap hari Kamis akan ditutup untuk masyarakat dalam rangka percepatan penyelesaian pekerjaan konstruksi MRT Jakarta Fase I yang membentang dari Lebak Bulus hingga Bundaran HI. Baca Juga: Punya Desain Unik, MRT Jakarta Beri Warna Berbeda di Tiap Stasiun Kebijakan ini diterapkan di sepanjang lokasi proyek MRT Jakarta dari Lebak Bulus-Bundaran HI. Selain faktor percepatan pekerjaan konstruksi, adapun faktor keselamatan dimana kondisi lapangan yang sudah tidak memungkinkan untuk dilakukan kunjungan oleh masyarakat, dikarenakan adanya sejumlah aktivitas pekerjaan konstruksi yang semakin meningkat di masing-masing lokasi proyek. Pekerjaan konstruksi yang dimaksud diantaranya seperti pekerjaan pemasangan rel di sepanjang jalur dan stasiun MRT, pekerjaan mechanical/electrical, pekerjaan arsitektural stasiun, dan sebagainya. Baca Juga: Box Girder MRT Jakarta Terakhir Sambungkan Jalur Lebak Bulus-Bundaran HI PT MRT Jakarta sangat berterima kasih atas besarnya minat dan dukungan masyarakat selama ini dan mengharapkan pengertian dan kerja sama dari masyarakat untuk terus mendukung pelaksanaan proyek ini demi mencapai komitmen operasional pada bulan Maret 2019.

Uber Donasikan US$5 Juta Untuk Cegah Pelecehan dan Kekerasan Seksual

Sebagai salah satu perintis layanan transportasi berbasis online, Uber berniat untuk menyumbangkan US$5 juta untuk mencegah penyerangan seksual dan kekerasan dalam rumah tangga selama lima tahun. Usaha Uber ini sama seperti memperbaiki perusahaan untuk tujuan yang baik. Tak hanya itu, perusahaan yang saat ini memiliki pendapatan lebih dari US$60 miliar itu harus bisa berbuat baik dan membersihkan citra buruknya. Baca juga: Rencana Rilis Layanan Bus, Uber Ogah Bentrok Dengan Transportasi Umum (Lagi) KabarPenumpang.com melansir dari laman engadget.com (6/11/2017), sumbangan ini akan akan diberikan selama lima tahun ke organisasi yang membantu mencegah penyerangan seksual dan kekerasan dalam rumah tangga. Salah satu organisasi yakni A Call to Men yang merupakan Jaringan Nasional untuk mengakhiri kekerasan dalam rumah tangga, tidak ada lagi dan fokus pada mengatasi kesenjangan pendanaan yang kritis di masyarakat tersingkir. “Sebagai hasil dari kolaborasi yang sedang berlangsung ini, kami telah mulai melakukan perubahan penting secara internal dan akan berkomitmen untuk menggunakan cakupan dan visibilitas Uber untuk membantu mendorong kesadaran, pendidikan, dan pencegahan kekerasan seksual dan kekerasan dalam rumah tangga terhadap jutaan orang di seluruh dunia,” kata pengumuman Uber. Hal ini bisa dilihat sebagai gerakan hubungan masyarakat dimana Uber memiliki reputasi seksisme yang meluas dalam jajarannya dan masalah dengan pengemudi. Hal ini dimana pengemudi melakukan segala sesuatu mulai dari pelecehan hingga pemerkosaan dan ini dapat memperbaiki citra Uber. Skandal yang pernah terjadi di Uber adalah kejadian Harvey Weinsten dan telah mendorong banyak orang untuk maju dan bercerita tentang kekerasan seksual dan pelecehan yang terjadi. Karena masalah ini Uber tidak mau tetap tutup mulut dan maju dengan tidak tuli terhadap masalah ini. Namun pada saat yang sama, hal ini mencerminkan usaha Uber untuk memperbaiki semuanya apalagi sejak Travis Kalanick mengundurkan diri. Dengan adanya ini, perusahaa kemudian mengambil langkah nyata untuk mengatasi seksisme, pelecehan dan penyerangan. Baca juga: Uber Berlakukan Sistem Denda Bagi Penumpang yang Terlambat Selain itu Uber juga memberikan pelatihan kesadaran untuk para eksekutif dan perwakilan pelanggan serta perekrutan yang ditujukan khusus untuk memperbaiki budaya perusahaan. Di tahun-tahun sebelumnya, janji ini tak pernah terealisasikan dan sekarang setidaknya mencerminkan apa yang ingin Uber lakukan dan akan terus menjadi yang lebih baik jika di masa yang akan datang.

Dampak Proyek Terowongan Metro, Ribuan Tikus Banjiri Jalanan di Melbourne

Kota Melbourne di Negara Bagian Victoria, Australia sedang berbenah diri dengan membangun Metro Tunnel atau terowongan Metro bawah tanahnya. Sebagai dampak dari pembangunan tersebut, habitat atau tempat hidup tikus-tikus di bawah tanah nyatanya ikut terganggu. KabarPenumpang.com melansir dari laman abc.net.au (8/11/2017), karena hal ini, tikus-tikus tersebut seperti berada di ‘ajang perlombaan’ yang diadakan kota Melbourne. Walikota Melbourne Robert Doyle mengatakan, tikus-tikus saat ini lebih banyak berkeliaran di jalanan kota dari biasanya. Baca juga: Mau Naik Kereta Bawah Tanah? Ternyata Ada Etikanya Sebab tempat tinggal tikus-tikus tersebut terganggu oleh pembangunan terowongan Metro sehingga hewan pengerat ini mau tak mau mencari tempat tinggal baru dan naik ke jalanan kota. Diketahui, saat ini ada lima stasiun bawah tanah baru yang akan dibangun di pusat kota Melbourne sebagai bagian dari terowongan kereta api baru. Nantinya lima stasiun yang akan dibangun ini akan menghubungkan jalur Cranbourne dan Peknham dengan jalur Sunbury. CR Doyle mentakan, kadang kala satwa liar yang tinggal dibawah CBD (Central Business Dictrict) mengejutkan orang-orang. “Ada semacam eksistensi sub fauna, seperti tikus, rubah dan ular. Ketika ada pekerjaan penggalian yang besar, seperti yang kita lihat di sekitar kota saat ini, hal itu mendorong mereka dari kehidupan bawah tanah agar terlihat,” ujarnya. Cr Doyle mengatakan hal tersebut bukan bagian dari wabah, dan kini sedang dilakukan cara pembasmian yang tepat. Untuk pembasmian secara alami, petugas anti hama di Melbourne akan menggunakan metode umpan. Menteri Transportasi Umum Victoria, Jacinta Allan mengatakan bahwa otoritas kereta Metro Melbourne akan bekerja dengan perusahaan yang terkena dampak untuk melakukan pengendalian hama. Dia mengatakan, tak menyangka ada peningkatan hama dan hewan pengerat yang muncul ke permukaan jalan terutama di tahun ini. Menurut Victoria, tikus memiliki resiko yang tinggi bagi pemilik properti. Sebaliknya pembasmi hama Ryan Mulcaire mengatakan, bahwa jumlah tikus di CBD tidak lebih tinggi dari biasanya. “Mereka benar-benar tidak dalam proporsi wabah, mereka hanya ingin bergerak,” katanya. Baca juga: Inilah 10 Kereta Bawah Tanah Paling Keren di Dunia! Dia mengatakan, sementara manusia dan tikus hidup berdampingan, satu cara yang paling mudah adalah melakukan pemusnahan untuk menjaga populasi tikus tetap terjaga. Mulcaire mengatakan, tikus mirip dengan kelinci untuk cara berkembang biaknya. Tikus merupakan resiko bagi pemilik properti karena mereka memakan pipa ledeng dan kabel listrik.