Bermasalah dengan tulang punggung saat bepergian? Rasanya akan mengganggu sekali, terlebih sakit tersebut menerpa saat melakukan perjalanan. Biasanya bagi penderita sakit punggung akan membawa barang bawaan yang sesuai dengan dirinya saat bepergian jauh seperti bantal punggung dan bantal leher sebagai ganjalan saaat duduk di kursi pesawat. Bisa dikatakan, punggung merupakan salah satu area sensitif yang cenderung cepat lelah bila duduk terlalu lama, tentunya selain pinggang dan pinggul.
Dengan duduk terlalu lama, penderita sakit punggung disarankan menggunakan bantal untuk membuat posisi lebih nyaman. Mungkin bila masih di bandara, penumpang dengan memiliki sakit punggung masih bisa tiduran di bangku ruang tunggu atau meluruskan kaki.
Baca juga: Meski Terlihat Bersih, Kursi dan Meja Lipat di Kabin Pesawat Dipenuhi Bakteri
Namun, apa jadinya bila saat berada di dalam pesawat? Penumpang dengan kondisi sakit punggung biasanya akan memilih duduk di dekat lorong. Sebab, penderita akan sering berjalan ke belakang dan agar tidak mengganggu penumpang lainnya jika harus bolak balik.
Upaya ini dilakukan agar punggung tidak terlalu lelah dengan mengkombinasikan berjalan, duduk dan bersandar seperti rebahan. Tak hanya itu, penumpang dengan sakit punggung yang membawa bantal bisa meletakkannya di bagian belakang agar menyender lebih nyaman.
Selain itu, mereka juga sebenarnya bisa meluruskan kaki dengan menurunkan kursi ke belakang, dan pastinya dengan izin kepada penumpang yang ada dibelakangnya. Ada baiknya, sebelum berangkat, Anda sebagai penumpang yang memiliki kondisi tersebut memberitahukan kepada awak kabin, sehingga saat Anda berjalan lebih sering, awak kabin mengerti posisi Anda.
Baca juga: Anda Tak Nyaman dengan Penumpang di Kursi Sebelah? Ini Solusinya
Kemudian, awak kabin juga bisa menjelaskan pada penumpang yang ada di belakang Anda, jika Anda harus menurunkan bangku untuk merebahkan diri sesekali. Ada beberapa yang mengatakan, bepergian dengan punggung yang sakit, seperti bepergian dengan anak kecil yang memerlukan tindakan secepat mungkin bila terjadi apa-apa.
Dengan kondisi seperti ini, pastinya Anda akan terlihat tegar dan banyak yang bangga karena mampu bertahan dalam rasa sakit tersebut.
Seiring meningkatnya trafik perjalanan kereta dan pertumbuhan arus kendaraan di kota-kota besar, jalur perlintasan sebidang memang cepat lambat bakal dihapuskan. Namun itu bukan perkara mudah, mengingat jumlah perlintasan yang cukup banyak, menjadikan penghapusan perlintasan sebidang dengan pembuatan jembatan atau terowongan membutuhkan dana yang cukup besar.
Baca juga: Jalur Perlintasan KA, Masih Jadi Momok Menakutkan
Dengan meningkatnya trafik perjalanan kereta, maka secara langsung berimbas pada kian seringnya lonceng peringatan berbunyi. Bunyi lonceng peringatan yang cenderung memekakkan telinga dituding menjadi polusi suara yang mengganggu penduduk di sekitaran, tapi harus diakui hal tersebut dilakukan PT KAI untuk alasan keselamatan semata. Masalah ini sangat krusial, karena perlintasan kereta sering kali menjadi tempat warga meregang nyawa akibat beragam modus kecelakaan. Bunyi lonceng yang keras, meski membuat sakit kuping terpaksa diaktifkan tak lain agar warga pelintas memiliki situational awareness tinggi.
Dan perlu diketahui, pancaran bunyi pada lonceng di perlintasan sebidang di Indonesia tak asal dibunyikan, melainkan semuanya merujuk pada standar internasional. Hal ini dikatakan oleh Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional 1 (DaOp) Suprapto. “Untuk standar semua rambu-rambu lalu lintas diperlintasan sebidang antara jalur rel dan jalan raya ikut internasional. Dari tulisan Stop, bunyi lonceng, warna dan cahaya,” kata Suprapto yang dihbungi KabarPenumpang.com melalui pesan singkat, Jumat (15/9/2017).
Dia mengatakan, untuk standar suara adalah bunyi dan terkait intensitas kekuatan suaranya tergantung dari kondisi sekitar perlintasan tersebut. Sehingga bila kondisi sedang sepi, ada kemungkinan jarak suara akan semakin jauh dibandingkan dengan saat ramai kendaraan. Suprapto menjelaskan sinyal bunyi berguna untuk masyarakat yang tuna netra, sedangkan sinyal cahaya dan warna palang pintu untuk warga yang menderita tuli atau tuna rungu. Sehingga semua rambu di desain bagi semua kalangan masyarakat.
KabarPenumpang.com mengutip dari kiwirail.co.nz, bahwa KiwiRail yang beroperasi di Selandia Baru memiliki 742 perlintasan publik yang diberikan lonceng atau sirine sebagai penanda kereta akan lewat.
Uniknya, lonceng yang berada diperlintasan kereta dimatikan antara pukul 10.30 malam hingga 07.00 pagi. Hal ini tidak sesuai dengan peraturan internasional. Bahkan ketika ada tanda-tanda lonceng akan dimatikan untuk para penyeberang jalan, lonceng terkadang masih menyala dalam waktu singkat.
Di Selandia Baru sendiri ada lonceng elektronik yang memiliki bunyi lebih tenang dari biasanya dan dipasang pada 56 perlintasan. Satu diantara lonceng dengan bunyi lebih tenang ini berada di daerah perkotaan besar. Untuk lonceng elektronik dengan bunyi tenang ini memiliki manfaat dimana tingkat suara bisa disesuaikan dibawah standar normal yakni 85-105dBA dengan minimum 75dBA. Untuk standar keselamatannya pun sudah mengikuti internasional.
Baca juga: Hadapi Perlintasan KA, Jangan Panik Tetap Waspada!
Suara yang dihasilkan memiliki pola memencar omni directional dan lebih terlokalisasi daripada lonceng elektro mekanis tradisional. Tak hanya itu, KiwiRail sendiri berencana untuk memasang lonceng yang tenang di beberapa perlintasan dimana lonceng tradisional dimatikan pada malam hari.
Pemasangan ini mempertimbangkan adanya tempat tinggal yang sangat dekat dengan perlintasan kereta. Sebab, bunyi lonceng ini sangat mengganggu penduduk bila malam hari. Untuk pemasangan lonceng ini, nantinya juga menunggu persetujuan otoritas jalan raya.
Otoritas jalan ini dilibatkan karena jika lonceng yang dipasang tetap pada suara normal, akan mengganggu penduduk, sedangkan bila lonceng elektronik ini yang dibunyikan bisa menjadi masalah keamanan bagi pejalan kaki. Resiko akan lebih berbahaya dan kebisingan suasana di persimpangan biasanya digunakan oleh orang tuna netra.
Sebagai produsen kendaraan, apa peran yang dapat dilakukan oleh Audi untuk mengatasi masalah kemacetan yang ada? Tentu hal tersebut sangatlah bertolak belakang, berbagai lapisan masyarakat tengah memerangi kemacetan sementara pihak Audi harus dituntut untuk memproduksi kendaraan dengan fitur-fitur terbarunya. Lalu, apa yang dilakukan oleh para produsen otomotif seperti mereka? Ternyata, pihak Audi baru saja menjalani test drive untuk mobil otonom Level 3-nya.
Baca Juga: Sensor 3D Vayyar, Pasangan Cocok Untuk Mobil Otonom
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman techcrunch.com (11/7/2017), Audi A8 bisa dikatakan sebagai moda semi otonom, dikarenakan sistem kemudinya yang menggabungkan otomatisasi dan kendali manual. Bagi Anda yang tengah terperangkap macet, Anda bisa mengaktifkan sistem Traffic Jam Pilot untuk mengambil alih sistem kemudi. Dengan begitu, Anda bisa melakukan hal lain yang lebih bermanfaat, seperti membaca koran, mengerjakan pekerajaan kantor, atau bahkan menonton TV built-in yang ada di dalam kendaraan produksi negeri Bavaria tersebut.
Inovasi yang ditorehkan oleh Audi ini patut diapresiasi, pasalnya, banyak produsen automobile lainnya yang justru melewati fase otomatisasi level 3. Sebut saja Ford yang mengungkapkan bahwa mereka melewati otomatisasi level 3 dan langsung menuju level 4, yaitu sistem yang mengendalikan keseluruhan pengoperasian moda, dari mulai menyalakan kendaraan hingga parkir. Walaupun beberapa ahli kendaraan otonom berpendapat bahwa otomatisasi level 3 ini seharusnya tidak ada.
Situasional, itulah kata kunci dari otomatisasi level 3 ini, dan Audi beranggapan bahwa pengemudi harus tetap siaga untuk kondisi darurat yang membutuhkan penanganan manual selama berkendara. Layaknya kebanyakan mobil otonom, Audi pun tidak lupa mengaplikasikan beberapa fitur wajib ke dalam kendaraan masa depan ini, seperti sistem pengereman otomatis, penahan laju agar kendaraan tidak melaju melebihi batas, serta pemasangan “indera penglihatan” seperti sensor sonar, laser scanner, beberapa kamera 360 derajat, hingga ultra sonic sensor.
Sumber: theglobeandmail.com
Bahkan, Audi A8 ini juga dilengkapi dengan Light Detection And Ranging (LIDAR), sebuah radar yang disempurnakan yang menghasilkan citra digital dari lingkungan sekitarnya. Jika diperhatikan, Audi menaruh banyak sensor di armada A8-nya. Ternyata, ini merupakan bentuk antisipasi Audi jika suatu saat salah satu radar tersebut tidak berfungsi dan akhirnya malah membahayakan penumpang yang berada di dalamnya.
Fitur Traffic Jam Pilot yang diaplikasikan Audi di armada A8 anyarnya ini juga mampu mendeteksi kondisi dari si pengemudinya tersebut. Jika pengemudi tidak sadar sistem Traffic Jam Pilot-nya mati, maka penanda akan berbunyi untuk mengingatkannya. Begitupun jika pengemudi tidak memberi respon karena berada dalam kondisi koma, maka sistem Traffic Jam Pilot akan secara otomatis memarkirkan kendaraannya dan membuka pintu moda agar mempermudah proses pertolongan.
Baca Juga: Konsep Audi City Bus, Inikah Gambaran Bus Masa Depan?
Bagi Audi, ini merupakan jawaban dari benturan perspektif antara mengatasi masalah kemacetan dan tetap menjalankan roda produksi. Kendaraan akan beroperasi lebih logis ketika macet ketimbang manusia yang menjalankan, dan diharapkan semua interaksi di jalanan akan jauh lebih halus dan sederhana, tanpa harus mendengar bunyi klakson yang bersahut-sahutan. Sepintas, sistem Traffic Jam Pilot Audi mirip dengan sistem Auto Pilot di dunia penerbangan, dimana pilot bisa mengaktifkan sistem tersebut jika ia mulai kelelahan.
Demi menjaring lebih banyak penumpang, perusahaan kereta api milik negara dan pengelola lalu lintas kereta api di Prancis dan Monako, SNCF mengumumkan rencananya untuk mengubah citra merek kereta cepat TGV. Rencananya, SNCF akan menargetkan mengangkut 15 juta penumpang baru di tahun 2020. Dalam pengaplikasian rencana tersebut, SNCF akan membagi dua layanan sehingga bisa menjangkau semua lapisan masyarakat.
Baca Juga: TGV, Masih Jadi Lambang Supremasi Kereta Cepat Eropa
Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman globalrailnews.com (31/5/2017), SNCF akan mengoperasikan Ouigo, kereta berkecepatan tinggi dengan biaya rendah dan inOUI yang merupakan layanan kereta premium. Diketahui, Ouigo yang perkembangannya hingga kini sudah mencapai 90 persen telah membawa 13 juta penumpang.
Selain merubah citra, SNCF juga akan menambahkan sekitar 30 destinasi dan 34 trainset baru untuk melengkapi jaringan kereta cepat tersebut. “Kita hanya membaptis sebuah layanan yang tidak memiliki nama,” tutur presiden SNCF, Guillaume Pepy. Dilansir dari sumber terpisah, inOUI sendiri akan memanjakan para penumpangnya dengan layanan free WiFi, tempat duduk yang jauh lebih nyaman dibandingkan kereta lainnya, ruang kaki yang lebih lega, hingga pengadaan gerbong restorasi.
Sementara itu, dana yang dianggarkan dalam proyek ini adalah sebesar €2,5 miliar hingga periode 2020. Untuk masalah harga yang dikenakan untuk layanan baru ini, Guillaume menyotori penurunan tariff sebesar enam persen sejak tahun 2015 silam dan berencana untuk tidak menaikkan harga tiket. “Tidak akan ada kenaikkan harga, ini bukan soal menciptakan produk mewah,” imbuhnya.
Baca Juga: Mau Ke Eropa dengan Visa Schengen? Jangan Lupa Pesan Tiket Kereta Secara Online
Ada yang unik dari penamaan layanan baru ini. Kata “Oui” di bahasa Perancis memiliki arti “Ya”, dan dirasa cocok dengan semua merek SNCF di semua layanannya. Direktur Pelaksana Voyages SNCF, Rachel Picard mengutarakan harapannya agar pembaruan layanan kereta cepat ini dapat memberikan dampak positif bagi dunia transportasi di Perancis. “Selain itu, inOui juga mencerminkan transformasi layanan penumpang kami yang akan memacu pertumbuhan di seluruh jaringan kami,” ungkapnya.
Mengamini pernyataan Rachel, Managing Director OUI.sncf, Franck Gervais menambahkan bahwa merek anyar tersebut akan menjadi standar baru e-Tourism di Perancis. “Ini merupakan sebuah transformasi besar. OUI.sncf akan menawarkan sesuatu yang lebih kepada para penumpang,” jelasnya.
Sebagai seorang pelancong, Anda memiliki budget atau anggaran yang dikeluarkan selama perjalanan. Apalagi bila perjalanan jangka panjang, pastinya akan menyiapkan jauh-jauh hari. Tetapi pernahkah Anda berfikir untuk menghasilkan uang saat melakukan perjalanan jauh? Sebenarnya, sebagai pelancong, Anda bisa memanfatkan teknologi yang ada untuk menambah penghasilan sebagai pelancong.
Baca juga: Lima Negara Ini Dianggap “Berbahaya” Bagi Pelancong PerempuanKabarPenumpang.com merangkum berbagai cara yang bisa Anda lakukan untuk menghasilkan uang dalam perjalanan jangka panjang dari laman theblondeabroad.com. Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan.
1. Sebagai pengembang website
Menjadi web developer merupakan salah satu cara terbaik untuk mendapatkan tiket online dengan mudah. Sekarang ini banyak perusahaan baik besar maupun kecil membutuhkan situs web dan layanan pengembang. Belakangan banyak freelancer yang juga seorang pelancong menggunakan cara ini untuk mendanai petualangan mereka.
2. Menulis untuk website perjalanan
Cara tepat untuk mendapatkan penghasilan lain bagi Anda adalah menulis untuk sebuah website. Anda bisa meningkatkan kemampuan menulis dan bisa menyimpan artikel sebagai satu dari portofolio Anda. Situs web seperti Boots n All dan Matador Network bersedia membayar $25 sampai $50 untuk sebuah artikel tergaantung dengan kualitas dan jumlah kata.
3. Desain grafis
Bisnis yang terkait logo dan merek, desain web atau lainnya pasti dibutuhkan setiap perusahaan. Bila Anda seorang desain grafis, ini adalah sebuah keuntungan karena bisa mengerjakannya dari manapun.
4. Blog perjalanan
Sebagai seorang pecinta wisata, blog Anda sangat berguna, dari blog bisa menghasilkan uang. Memang hasilnya akan berbeda dengan menulis di website milik perusahaan lain. Banyak penulis blog yang mendapatkan setidaknya $1000 secara bulanan melalui pendapatan iklan, konten sponsor dan penjualan online.
5. Buka toko online
Buka toko online untuk menjual barang-barang oleh-oleh dari berbagai kota dan negara bisa Anda lakukan. Sebab, terkadang saat Anda bepergian banyak teman atau kerabat yang menitip untuk dibelikan barang-barang dari tempat Anda pergi.
6. Fotografi dan Videografi
Penyuka fotografi dan videografi? Saat ini banyak perusahaan yang mencari fotografer dan videografer berbakat. Pertimbangkan bila ada penawaran untuk pernikahan, wisata dan perusahaan tempat tujuan yang Anda kunjungi.
Baca juga: Mau Tidur Nyenyak dalam Penerbangan? Ini Dia Tips dari Awak Kabin!7. Mengajar bahasa Inggris
Jika Anda fasih dalam berbahasa Inggris, bisa digunakan untuk mengajar. Kemampuan Anda ini juga bisa digunakan saat Anda berjalan-jalan, karena siapa tahu dalam perjalanan ada turis yang membutuhkan bantuan penerjemah sehingga memudahkan Anda.
Dengan berbagai kemampuan apapun itu, sebenarnya sebagai pelancong Anda bisa memanfaatkan berbagai hal. Baik diri sendiri, bakat maupun hal lainnya yang bisa menjadikan keuntungan dan bisa bepergian gratis atau mendapat uang jajan lebih dari yang Anda lakukan.
Apa yang Anda rasakan bila saat melintasi gerbang pemeriksaan di bandara, tapi tiba-tiba Anda harus membayar hingga US$50 (setara Rp600 ribuan)? Kaget, marah dan tidak terima rasanya wajar jika hadir bersamaan.
KabarPenumpang.com melansir dari time.com (14/9/2017), baru-baru ini maskapai American Airlines, Delta dan United Airlines memperkenalkan tarif dan memperluas kelas tiketnya yang disebut dengan Basic Economy atau biaya paling dasar untuk penerbangan kelas ekonomi. Ini merupakan jenis tiket paling murah yang bisa Anda beli tetapi dengan risiko ekstra.
Baca juga: Pangkas Durasi Security Check, Ini yang Dilakukan Beberapa Bandara dan Maskapai
Pasalnya, akibat dari pembelian tiket kelas ekonomi dasar ini penumpang akan terkena pinalti saat melewati gerbang sebelum masuk pesawat dengan barang yang berlebih. Semua barang bawaan Anda juga harus masuk bagasi (kargo) dan tidak memiliki tempat untuk barang di kabin.
Dalam skema tarif ini, penumpang hanya diperbolehkan membawa satu tas yang muat diletakkan di bawah kursi dekat kaki Anda. Jika Anda membawa koper atau ransel besar yang tidak muat di dekat kaki, baiknya masukkan dalam bagasi (kargo) sebelum Anda dikenakan biaya US$25 atau lebih. Apalagi bila Anda tidak memeriksa barang untuk di bawa ke kabin alias kelebihan muatan, pastinya Anda akan dikenakan denda lagi sebesar US$25 dan pembayaran pinalti pun ditagihkan saat itu juga dengan kartu kredit.
Sebenarnya terkait dengan biaya ini untuk American Airlines dan United sudah dijelaskan peraturan ini di website milik mereka. Sedangkan untuk Delta sendiri masih memperbolehkan penumpang membawa barang bawaan ke kabin dan meletakkannya di kabin atas. Tetapi, penumpang dengan tiket kelas ekonomi dasar baru bisa naik ke pesawat di urutan paling terakhir.
Untuk Anda yang tidak mau repot dengan biaya tambahan ini, sebaiknya beli tiket dengan harga lebih mahal di awal, dengan membayar untuk tiket ekonomi biasa, Anda masih bisa membawa satu tas lainnya selain tas jinjing untuk dimasukkan dalam kabin atas tanpa biaya tambahan. Bila dilihat dari harga, biasanya selisih harga untuk ekonomi dasar dan ekonomi biasa tak telalu jauh tetapi dengan keuntungan lebih banyak bila membeli kelas ekonomi biasa.
Baca juga: Peluang Pendapatan Baru, LCC Mulai Kenakan Biaya Untuk Bagasi Kabin
Maskapai mungkin ingin wisatawan melihatnya seperti itu. Dengan meyakinkan penumpang untuk memesan ekonomi daripada ekonomi dasar, maskapai mendapatkan lebih banyak uang dimuka. Dan bahkan ketika mereka tidak mendapatkan lebih banyak uang dimuka, ada kemungkinan maskapai penerbangan akan mendapatkan uangnya nanti saat penumpang terkena biaya yang tidak mereka harapkan.
Tahun 2016 lalu, Elon Musk CEO Tesla untuk pertama kalinya menandai perpindahan jenis kendaraan yang lebih besar dengan penggunaan tenaga listrik. Dan tahun ini, Musk kembali mengumumkan rencananya untuk melakukan uji coba pada truk besar dengan tenaga semi listrik pertama di kantor pusatnya di Hawthrone, California.
Baca juga: Elon Musk – Sosok Dibalik Transportasi Ultra Modern
Rencananya uji coba ini akan dilangsungkan bulan Oktober mendatang. KabarPenumpang.com melansir dari laman newatlas.com (13/9/2017), diketahui Tesla pertama kalinya memiliki ambisi untuk membangun truk besar tenaga semi elektrik dalam Master Plan, Part Deux tahun lalu. Di dalamnya, Musk menggambarkan sebuah truk besar yang substansial yang akan mengurangi biaya transportasi kargo dan meningkatkan keamanan dan tentunya mudah untuk dioperasikan.
Namun, tidak banyak yang mengetahui tentang truk besar pengangkut barang dengan tenaga semi elektrik milik Tesla ini. Tetapi Musk mengatakan, pada buan April lalu bahwa perusahaan tersebut sudah berada di jalur peluncuran di September ini.
Sebagai gambaran, Musk menyebut truk besar bertenga semi listrik pengangkut barang ini bisa menampung beban berat dan besar, plud dilengkapi torsi yang tinggi, bisa mengangkut barang untuk rute jarak jauh. “Ini adalah sesuatu yang tak dipikirkan orang saat ini,” kata Musk.
Dia menambahkan, jangan berpikir truk tidak memiliki tenaga yang cukup atau tidak memiliki jangkauan yang cukup dengan Tesla. “Tetapi tidak, kami menunjukkan bahwa, sebuah truk bertenaga semi elektrik dapat mengeluarkan torsi semi diesel dan jika Anda memiliki tarikan kompetisi semi Tesla akan menarik diesel,” ujar Musk.
Baca juga: Elon Musk Pertegas Eksistensinya Dalam Kompetisi Pengadaan Moda Futuristik
Untuk masalah ini, Musk hanya bisa mengatakan, bahwa nantinya waktu yang akan membuktikan siapa yang akan memenangkan pertempuran semacam ini yang berkaitan dengan masalah truk besar bertenaga semi elektrik. Dia dan Tesla akan belajar lebih besar lagi tentang Semi Tesla menjelang akhir Oktober tepatnya tanggal 26 mendatang. Pembuatan truk besar elektrik dan uji cobanya menurut Musk sangat memuaskan.
Dikenal sebagai seorang penemu dan pionir di bidang otomotif Jerman, Gottlieb Wilhelm Daimler lahir di Schorndorf pada 17 Maret 1834. Beberapa temuannya yang dikenang oleh dunia otomotif antara lain mesin pembakaran internal, mesin kendaraan berkecepatan tinggi berbahan bakar cair, serta pengembangan automobile. Pria yang akrab dipanggil Damiler ini diketahui kerap kali menghadiri Sekolah Latin dan kelas teknik menggabar pada hari Minggu.
Baca Juga: Jamnalal Bajaj, Sang Pendiri Bajaj Yang Terlahir dari Keluarga Marjinal
Di usianya yang menginjak 14 tahun, Daimler sempat magang di pabrik pembuat senjata di kampung halamannya. Empat tahun berselang, Ia berhasil menyelesaikan proyek pistol berlaras ganda pertamanya. Masih di tahun yang sama, yaitu 1852, Daimler memutuskan untuk meninggalkan dunia persenjataan dan membanting stir untuk mempelajari teknik mesin. Ia lalu mendaftarkan diri di School for Advanced Training in the Industrial Arts di Stuttgart, di bawah bimbingan Ferdinand von Steinbeis.
Keseriusan Daimler ditunjukkan dengan rajinnya ia mengikuti asistensi, bahkan hingga mengambil kelas tambahan pada hari Minggu. Di usianya yang cukup belia, yaitu 22 tahun, Daimler ditunjuk sebagai mandor oleh Perusahaan Rollé und Schwilque dalam proyek perakitan lokomotif. Alih-alih melanjutkan masa magangnya, Daimler kembali melanjutkan kuliah, mengasah keterampilannya, dan mendapatkan pemahaman mendalam tentang lokomotif uap.
Pada tahun 1861, Daimler mengundurkan diri dari Rollé und Schwilque, dan memilih untuk mengunjungi Paris, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ke Inggris. Sesampainya di Tanah Britania, ia mulai bekerja di salah satu perusahaan teknik tinggi negara, membuat pengetahuannya di bidang peralatan mesin menjadi semakin luas. Dia menghabiskan waktu di Inggris sejak musim gugur 1861 hingga musim panas 1863.
Pada akhir 1863, Daimler menjadi inspektur lokakarya di pabrik mesin Bruderhaus Reutlingen, sebuah institusi Kristen yang didirikan untuk menyediakan tempat tinggal dan mempekerjakan orang-orang yang kurang beruntung. Pada tanggal 9 November 1867 ia memutuskan untuk mempersunting Emma Kurtz dari Maulbronn. Dua tahun berselang, ia berhenti dari Bruderhaus Reutlingen dan kembali ditunjuk menjadi kepala mandor di Maschinenbau-Gesellschaft di Karlsruhe. Di tahun 1872, Daimler kembali menemukan batas ilmunya di Maschinenbau-Gesellschaft dan memutuskan untuk bergabung bersama Otto und Langen sebagai Technical Manager. Di sini, ia mulai terbiasa dengan prinsip four-strokes milik Otto. Namun perdebatan dengan pihak manajemen di pertengahan tahun 1882 memaksa Daimler untuk kembali merantau.
vila di Taubenheimstraße milik Daimler. Sumber: mercedes-benz.com
Di tahun yang sama, Daimler diketahui membeli sebuah vila di Taubenheimstraße, Cannstatt seharga 75.000 Goldmarks. Villa yang dilengkapi dengan taman besar ini berisikan rumah kaca yang disulapnya menjadi sebuah bengkel. Prinsip dasar yang diterapkan oleh Daimler adalah penggunaan bensin sebagai bahan bakar untuk semua jenis kendaraan, baik darat, laut, maupun udara. Namun, prinsip Daimler tersebut terbentur oleh teori four-strokes untuk mengoperasikan mesin kendaraan yang ia dapatkan dari Otto. Karena mekanisme pengapiannya yang rumit, maka hal tersebut tidak dapat diwujudkan.
Daimler lalu memutar otak untuk dapat mewujudkan dua hal yang saling bertolak belakang tersebut. Setelah melakukan sejumlah eksperimen dengan intensif, Daimler mengajukan paten untuk mesin berpendingin tanpa tangki dengan sistem pengapian tabung yang tidak diatur. Paten dengan nomor DRP 28022 ini sangat inovatif, karena hampir tidak ditemukan perbedaan dengan prinsip four-strokes yang ditemukan oleh Otto. Lalu pada tahun 1890, Daimler berhasil mengembangkan mesin pembakaran internal.
Baca Juga: William Boeing, Eks Pengusaha Kayu Yang Bawa Pengaruh Besar di Dunia AviasiDaimler-Benz
Sebelumnya, Daimler juga sukses melakukan beberapa penemuan, seperti motor pembakaran internal pertama bernama Reitwagen pada tahun 1885, dan menerapkan mesin di perahu pada tahun yang sama. Karir Daimler sempat goyah ketika ia tersandung masalah dengan Carl Benz. Nama Daimler mulai tenar karena ia berhasil mengembangkan kendaraan berbahan bakar cair pertama pada tahun 1885, beberapa bulan setelahnya, Carl Benz berhasil mengembangkan mobil dengan 2 cycle engine dengan desainnya sendiri.
Uniknya, jauh sebelum perusahaan yang dipimpin oleh Daimler dan Benz memutuskan untuk bekerja sama, keduanya sama sekali belum pernah bertemu. Bahkan, dua orang penemu ini pernah bersitegang akibat Benz melanggar salah satu paten Daimler dan memaksanya untuk membayar royalti kepada Daimler. Momen pertemuan mereka hadir di pengadilan ketika tengah mengusut kasus pelanggaran paten yang dilakukan oleh Benz, namun Daimler memilih untuk tidak menghadiri acara tersebut.
Gottlieb Daimler meninggal pada tanggal 6 Maret 1900, namun bukan berarti perjuangannya di dunia otomotif berhenti sampai situ saja. Diketahui, perusahaan Daimler-Motoren-Gesellschaft (DMG) dan Benz & Cie melakukan banyak kerja sama setelahnya, dan memutuskan untuk menandatangani kesepakatan kerja sama yang berisikan tentang penggabungan dua produsen mobil tertua di dunia pada 28 Juni 1926. Kesepakatan kerja sama tersebut melahirkan perusahaan baru yang bernama Daimler-Benz.
Apa yang Anda ketahui tentang awak kabin? Umumnya kita hanya mengenalnya sebagai awak yang membantu dan melayani kebutuhan penumpang di pesawat. Tapi tahukah Anda ada beberapa rahasia tentang awak kabin yang sebaiknya Anda ketahui sebelum penerbangan Anda tiba di tujuan.
KabarPenumpang.com merangkum dari foxnews.com, ternyata ada beberapa hal rahasia yang tidak pernah disadari saat berada di dalam pesawat.
Baca juga: Mau Tidur Nyenyak dalam Penerbangan? Ini Dia Tips dari Awak Kabin!1. Tidak menerima tip
Maskapai dan Asosiasi Petugas Penerbangan melarang adanya pemberian tip pada awak kabin. Bila Anda sebagai penumpang memberi tip pada awak kabin, kemungkinan besar akan ditolak oleh awak kabin. Sebenarnya tidak harus memberi tip, tetapi dengan memberi komentar baik bila memang Anda diperlakukan baik dalam pesawat saat penerbangan, ini akan membantu karir awak kabin tersebut.
2. Tak ada lemburan untuk awak kabin
Banyak yang berpikir awak kabin mendapat lemburan bila pesawat terlambat. Tetapi hal itu tidak terjadi, bahkan mereka bekerja 12 jam tetapi hanya mendapat bayaran tujuh jam saja. Untuk gaji seorang awak kabin kelas menengah sekitar US$37 ribu dan gaji awal mereka biasanya US$16 ribu (sekitar Rp211 juta) per tahun.
3. Tersenyum
Setiap memasuki pesawat, Anda akan disambut dengan senyuman khas para awak kabin baik perempuan maupun laki-laki. Dalam pedoman pembelajaran menjadi seorang awak kabin, mereka memang diwajibkan tersenyum, menyapa dan bersikap ramah.
4. Menciptakan keceriaan
Dalam penerbangan, bila awak kabin mengetahui ada pasangan bulan madu atau ulang tahun. Biasanya awak kabin membuat acara khusus sepeti memberi kejutan dan terkadang sedikit membuat “keceriaan” di dalam kabin pesawat saat terbang.
Baca juga: Yuk! Intip Tempat Istirahat Awak Kabin Virgin Australia5. Letakkan tas di bawah kaki
Masalah yang satu ini sedikit membuat misteri bagi kebayakan awak kabin. Sebab Anda kemungkinan tersandung dan jatuh saat mencoba berdiri dari tempat duduk. Letakkan barang bawaan tersebut di bagian depan tepatnya di bawah kursi depan. Ini akan memisahkan kaki dengan tas sehigga tidak akan ada kejadian seperti tersebut.
6. Menekan tombol panggil
Beberapa penumpang berpikiran tombol panggil untuk awak kabin adalah dimana meminta makanan atau minuman di kabin. Bila awak kabin sedang membatu penumpang lainnya, baiknya Anda menunggu dengan sabar. Umumnya awak kabin akain melakukan “patroli” ke area tempat duduk Anda setiap 10-15 menit sekali, kecuali dalam kondisi cuaca buruk dan turbulensi seirus.
7. Membantu orangtua yang membawa bayi
Awak kabin harus bisa membantu orangtua yang membawa bayi apalagi saat mengganti popok tetapi dalam keadaan darurat, mau tidak mau harus tetap dilakukan.
Dalam pagelaran Aero Perspective yang diadakan di Mirabel, Quebec, Kanada pada 12 September 2017 kemarin, perusahaan kedirgantaraan dan transportasi multinasional asal Kanada, Bombardier Inc. memperkenalkan interior kabin Atmosphère Bombardier yang akan dipasangkan pada seri CRJ. Rencananya, seri CRJ ini sendiri akan dirilis pada paruh kedua tahun 2018 mendatang.
Baca Juga: Atasi Dampak Kebisingan di Bandara, Bombardier Rilis Jet C Series
Tidak hanya itu, Bombardier juga mengumumkan konfigurasi 82 kursi baru untuk armada Turboprop Q400-nya dan beberapa pemberitaan terbaru terkait pengoperasian Seri C. Dihimpun KabarPenumpang.com dari laman apex.aero (12/9/2017), Bombardier menyadari konektivitas merupakan salah satu kebutuhan utama para penumpang, maka dari itu, Seri CRJ Atmosphère akan memenuhi kebutuhan tersebut dengan menampilkan fitur connected cabin.
Desain yang mengutamakan kenyamanan penumpang yang ditonjolkan oleh Bombardier akan meliputi sentuhan akhir yang inovatif, pencahayaan yang meningkatkan kenyamanan penumpang, toilet yang ramah untuk penyandang disabilitas, hingga ruang penyimpanan barang yang lebih lega. Turboprop Q400 akan beralih menggunakan konfigurasi 82 kursi. Perubahan yang terjadi di pintu masuk pesawat akan memberikan tampilan baru. Selain itu, perubahan ini juga dipercaya dapat mengurangi bobot pesawat dan memangkas biaya perawatan. Penambahan tiga jendela di bagian kabin juga akan membuat pesawat menjadi lebih terang.
Program Manager dari Bombardier C Series, Istifan Ghanem mengatakan pengembangan produk dari seri C betul-betul dikerjakan secara matang, sehingga diharapkan pesawat ini bisa diandalkan oleh banyak maskapai. “Pada pengoperasiannya bersama SWISS, Seri C mendapat utilisasi yang jauh lebih tinggi dibanding pesawat baru lainnya. Bahkan, Seri C bisa terbang mulus seperti Boeing 777 yang dioperasikan oleh SWISS. Seri ini benar-benar sudah matang,” tutur Istifan.
Lebih lanjut, Istifan membeberkan statistik tentang pengoperasian armada Bombardier C Series ini. “Kami mendapatkan jatah penerbangan rata-rata 17 jam dalam sehari dengan waktu penerbangan maksimal 74 menit. 10 kali perjalanan pulang pergi dengan durasi masing-masing penerbangan 35 menit,” terangnya.
Baca Juga: Rilis Model Anyar, Boom Technology Kebanjiran Pesanan
Bombardier CS100, pesawat single-aisle dengan 125 kursi tersebut dipinang SWISS International Air Lines pada Juli 2016, dan hingga kini diketahui memiliki 11 buah pesawat C Series, dimana 19 lainnya masih berada di hanggar Bombardier untuk dirakit. “Pesawat C Series lainnya akan digunakan untuk menggantikan peran pesawat lain. Rencananya kami akan menggunakan C Series di keseluruhan layanan kami pada akhir 2018 mendatang,” ungkap Sven Thaler, kapten, direktur, serta wakil kepala armada Bombardier C Series untuk maskapai SWISS.
Berbeda dengan AirBaltic yang menjadi maskapai pertama yang mengoperasikan Bombardier CS300, terhitung sejak Desember 2016 silam. Hingga saat ini, maskapai yang berbasis di Riga tersebut baru menerima tujuh dari total 20 armada yang mereka pesan ke Bombardier. “Pesawat CS300 yang baru, dengan 145 kursi, menawarkan pengalaman terbang yang sangat baik dengan keuntungan bagi para penumpangnya, seperti kursi yang lebih lebar, jendela yang lebih besar, ruang bagasi lebih lega di kabin, toilet yang lebih baik,” kata Pauls Calitis, SVP Flight Operations di AirBaltic.