Bukti Cinta Pada Kereta, Halaman Belakang Rumah Disulap Jadi Replika Stasiun

Seorang kakek mantan karyawan kereta api, tepatnya bekerja menjaga kotak persinyalan, Stuart Searle (64) dari Hasting, Inggris, mulai mengumpulkan memorabilianya saat masih remaja. Saat itu, Stuart sangat mencintai dunia perkeretaapian hingga akhirnya menjadi seorang karyawan di perkeretaapian selama 22 tahun. Baca juga: Kementerian Kereta Api India Janji Sulap Gerbong Lama Jadi Lebih Modern Dalam mengingat memori masa kecilnya tentang perkeretaapian, Stuart yang menikah dengan Dawn membuat halaman belakang rumahnya seperti stasiun kereta api lengkap dengan segala macam yang ada di stasiun dan 1500 tanda. KabarPenumpang.com melihat dari gambar yang diposting thesun.co.uk (12/7/2017) memperlihatkan penuhnya koleksi memorabilia raksasa tersebut.
www.thesun.co.uk
Pada replika stasiun kereta api tersebut, Stuart memiliki mesin penjual coklat seharga 5000 Poundsterling selain 1500 tanda. Tak hanya itu, replika stasiun ini menawarkan platform setinggi 60 kaki dan ruang penyegaran yang berdampingan. Stuart juga membuat ruang tunggu khusus prempuan dengan jendela yang ditempeli gambar Marilyn Monroe. Baca juga: Saatnya Maksimalkan Tenaga Surya untuk Energi Terbarukan di Kereta Api Dengan mengumpulkan ini, Stuart mengaku tidak pernah tahu berapa banyak uang yang sudah dihabiskannnya untuk membuat belakang rumahnya seperti stasiun. “Saya tidak mau tahu berapa banyak, yang ada justru membuat saya takut sendiri,” ujarnya.
www.thesun.co.uk
www.thesun.co.uk
Dia mengatakan, untuk mengumpulkan semuanya, tidak ada batasan berapa banyak yang akan di keluarkan. “Yang paling saya habiskan adalah £5000 pada mesin coklat yang berfungsi penuh tapi saya tidak pernah memasukkan cokelat ke dalamnya. Bagian yang paling mahal pasti membawa semuanya dan membangun stasiun. Saya harus menjual bus sekolah tua saya tahun 1950 untuk mendanai bawah tanah saja,” aku Stuart.
www.thesun.co.uk
Stuart menjelaskan, saat mulai mencintai segala sesuatu yang menyangkut kereta api sejak umur 14 tahun. “Begitu saya mendapat pekerjaan di perkeretaapian, saya bisa mengambil begitu banyak tanda memo yang saya inginkan hanya dengan 10 shilling,” ujarnya.
www.thesun.co.uk

Survei: Penumpang “Pengganggu” Terbanyak dari Belakang Kursi

Penumpang pesawat terkadang tidaklah semua sopan dan mengerti keadaan dan keinginan penumpang lainnya. Padahal tempat duduk yang digunakan sama bentuk dan jaraknya antara depan dan belakang. Dilansir KabarPenumpang.com dari cntraveler.com (18/1/2017), ternyata selama tiga tahun berturut-turut dilakukan survei terkait perilaku penumpang dalam penerbangan dan mendapatkan hasil yang cukup mencengangkan. Survei yang diikuti oleh semua penumpang dewasa ini menghasilkan banyak fakta yakni dimana 64 persen penumpang mengatakan sangat terganggu dengan tendangan-tendangan di belakang tempat duduknya. Baca juga: Anda Tak Nyaman dengan Penumpang di Kursi Sebelah? Ini Solusinya Sedangkan 59 persen mengatakan mereka sangat frustasi oleh sikap orang tua yang tidak bisa mengatur dan memperhatikan anak-anak mereka yang nakal. Kemudian, ada pertanyaan yang muncul untuk pengganggu saat berada di kursi. Dari hasil survei tersebut lebih 60 persen dari 1005 orang Amerika yang diwawancarai mengatakan bahwa mereka akan melaporkan kepada awak kabin untuk menangani hal tersebut. Ada 25 persen yang mengatakan langsung membalas perbuatan penumpang yang berada di belakangnya. Hal yang dilakukan biasanya perilaku agresif atau tidak sopan. Baca juga: Dibawah Pengaruh Narkotika, Penumpang Mabuk Sukses Hadirkan Jet Tempur F-22 Raptor Sebanyak 33 persen yang di survei mengatakan akan menyeringai dan membiarkan tetangga sebelahnya dengan diam. Selain itu ada penumpang dengan aroma tubuh baik karena parfum ataupun bau badan mereka, pemabuk, mendengar musik hingga berbicara terlalu keras. Penumpang yang suka mengobrol masuk dalam urutan keenam dengan 40 persen responden merasa terganggu saat mereka berada di antara penumpang yang terlalu berisik. Dari survei yang dilakukan ini bukanlah dari lamanya jam penerbangan tetapi semakin lama jam penerbangan apalagi hingga lebih dari 16 jam ada kemungkinan hasil survei akan lebih meningkat. Karena menghindari penumpang yang menjengkelkan, lebih dari sepertiga penumpang asal Amerika akan membayar lebih mahal untuk mendapatkan kursi yang tenang sesuai pilihannya, jika maskapai menawarkannya dalam penerbangan. Baca juga: Dua Sejoli ini Lakukan Adegan Panas di Dalam Kabin Tahun lalu IndiGo, salah satu maskapai terbesar India memberikan zona bebas anak dari delapan baris yang dibatasi penumpang berusia lebih dari 12 tahun. Untuk maskapai Asia ada penerbangan Singapura Scoot dan Malaysia Airlines yang memberikan zona sepi, walaupun hingga kini tak ada maskapai penerbangan Amerika Serikat yang memiliki tren seperti ini.

Terlambat 2 Jam, Bagasi Penumpang Malindo Air Tak Kunjung Tiba Setelah 5 Jam Menanti

Terlambat dua jam saja untuk sebuah penerbangan pastinya membuat para penumpang gerah, apalagi dengan kehilangan barang di bagasi setelah lima jam penerbangan, apa yang akan Anda katakan dan lakukan dengan kondisi seperti itu? Dilansir KabarPenumpang.com dari couriermail.com.au (17/7/2017), penumpang Malindo Air Boeing 737 keberangkatan dari Bali menuju Brisbane, Australia mengalami keterlambatan selama dua jam pada hari minggu tengah malam waktu Australia. Hal ini dirasakan para penumpang saat pilot mengumumkan adanya permasalahan bagasi pesawat. Sayangnya masalah bagasi ternyata bukan satu-satunya, karena pesawat yang sudah berada di landasan ini ternyata mengalami masalah pada toilet, dimana tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Untuk penyelesaian masalah bagasi dan toilet, para penumpang pesawat mau tak mau menunggu di dalam pesawat yang sudah berada di landas pacu. Baca juga: Koper Anda Hilang atau Tertukar? Baggage Claim Jadi Solusinya Setelah kejadian tersebut dan pesawat kembali berangkat, masalah lainnya terjadi sesampai di Bandara Internasional Brisbane lima jam kemudian, para penumpang tersadar bahwa tas dan barang bawaan mereka di bagasi tak kunjung muncul setelah menunggu di ban berjalan bagasi. Ashley Perry salah seorang penumpang mengatakan melihat awak kabin dan pilot beserta belasan orang mengumpulkan tas para penumpang sebelum mobil pengangkut tas dari bagasi berhenti tiba-tiba. “Mereka komplain tas tidak ditemukan dan di suruh mengecek ke layanan bagasi,” ujar Perry. Perry dan Suaminya Amit Chacko yang baru saja menikah di Bali merasa beruntung karena gaun pengantin sang istri tidak hilang. “Untungnya gaun itu kami bawa masuk ke kabin dan tidak masuk ke bagasi pesawat. Awalnya saat di Indoensia, kami di suruh memasukkan pakaian pengantin itu ke bagasi dan istri saya menolak,” ujar Chacko. Baca juga: Mulai Alergi Kacang Hingga Abu Jenazah, Inilah Deretan Peraturan Unik di Maskapai Sebanyak 63 penumpang Malindo Air yang kehilangan tas dan barang bawaan mereka, tidak mengetahui apa yang dilakukan petugas penerbangan. Apakah karena terlalu berat hingga tidak bisa menampung bagasi para penumpang atau ada hal lainnya. Hingga berita ini diturunkan, Malindo Air tidak bisa dihubungi sama sekali dan tidak ada komentar apapun. Maksapai yang berbasis di Malaysia ini baru mulai mengoperasikan pelayanannya dari Bali ke Brisbane dan sebaliknya sejak April 2017.

SpiceJet Tega Buat Penumpang Menunggu 7 Jam Tanpa Kepastian dan Minum

Kembali tersiar kabar pilu dalam dunia penerbangan, salah satu maskapai India yakni SpiceJet dikabarkan telah menelantaran penumpangnya tanpa kepastian yang jelas selama tujuh jam tanpa bantuan dan minuman. Dirangkum KabarPenumpang.com dari indianexpress.com (15/7/2017), hal ini terjadi pada 125 penumpang penerbangan SpiceJet dengan nomor SG524 dari Pune menuju Ahmedabad pada Jumat malam. Baca juga: Bicara Kompensasi Saat Terjadi Delay Ada di Peraturan Menteri Perhubungan Harusnya 125 penumpang ini berangkat dengan SpiceJet pukul 8.40 malam waktu Pune dan harus tertunda dengan alasan cuaca buruk sedang terjadi di Ahmedabad. Dari kabar yang ada, para penumpang mengatakan, petugas menahan mereka dan membuat pengumuman yang tidak bisa dipastikan dan hanya sedikit perkataan yang keluar serta pengumuman ini berlangsung sepanjang malam itu. Hingga akhirnya 125 penumpang tersebut bisa berangkat pukul 3.20 pagi. Sayangnya dari penerbangan tersebut sebagian besar penumpang memutuskan untuk membatalkan tiket mereka setelah beberapa jam tanpa kepastian yang jelas akan penerbangan menggunakan SpiceJet tersebut. Tak hanya itu, beberapa dari penumpang menuliskan curahan hati mereka di media sosial terkait perasaan dan perilaku maskapai yang tidak bertanggung jawab dan tidak profesional. Baca juga: Delay Luar Biasa, 6 Maskapai Ini Pecahkan Rekor! “Saat itu, petugas dari maskapai SpiceJet sama sekali tidak ada. Sekitar 125 penumpang termasuk wanita, anak-anak dan para orang tua terdampar di bandara tanpa kepastian yang jelas. Maskapai juga tidak memberikan bantuan apapun, pengumuman yang diberikan hanya sepotong-sepotong. Awalnya maskapai mengatakan penerbangan tertunda setengah jam dan ini terus di katakan berulang selama beberapa jam. Kemudian pihak maskapai juga mengatakan akan tertunda satu jam lagi,” ujar salah seorang insinyur Paresh Shah. Satu pernyataan dari media, bahwa SpiceJet mengatakan bila penumpang diberi pilihan untuk memilih penerbangan lain tanpa biaya tambahan. Namun, Shah mengkalim bahwa hal tersebut tak sepenuhnya benar, sebab beberapa penumpang tersmasuk dirinya diberikan pilihan tersebut pada waktunya. “Tawaran untuk naik penerbangan lainnya tidak diberikan pada semua penumpang. Saya mendapat tawaran itu setelah memposting masalah yang kami hadapi saat itu di Twitter. Penumpang tidak diberikan apapun bahkan air minum pun tak ditawari,” ujar Shah. Salah seorang penumpang lainnya, Gaurav J mengatakan, dirinya sampai memutuskan untuk membatalkan tiket perjalanannya pada tengah malam. “Setelah empat jam saya kebingungan dan tidak tahu apa-apa, saya memutuskan untuk membatalkan tike dan banyak juga penumpang lainnya, saya harus mengeluarkan uang yang banyak untuk naik taksi ke apartemen saya di Pune,” ujar Gaurav. Juru bicara SpiceJet mengatakan bahwa maskapai telah “menyesalkan masalah.” Penumpang dilayani untuk pembeharuan secara berkala mengenai status penerbangan. Mereka juga diberi pilihan untuk memilih penerbangan lain tanpa biaya tambahan. SpiceJet dengan tulus meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan pada penumpang karena tertunda,” kata juru bicara tersebut.

Dibalik Sengkarut Jadwal Kereta Bawah Tanah di New York

New York yang dijuluki Big Apple kini sedang mengalami krisis pada layanan kereta bawah tanahnya, pangkal musababnya adalah akibat banyak jadwal kereta yang tidak tepat waktu. Bulan lalu misalnya, sebuah kereta berhenti 45 menit saat cuaca panas. Dilansir KabarPenumpang.com dari vox.com (11/7/2017), Ryan Cooper dari New York mengatakan, banyak masinis kereta bawah tanah yang mengungkapkan kemarahan di Twitter dan menyalahkan Gubernur Gordon Zomo sebagai yang bertanggung jawab atas layanan kereta bawah tanah. Layanan kereta bawah tahan di New York dikelola oleh  Otoritas Transit Meropolitan atau Metropolitan Transit Aithority (MTA). Baca juga: Kereta Bawah Tanah Toronto Penyumbang Polusi Udara Tertinggi Sebagai respon atas cibiran dari penggun jasa, MTA mengatakan, adanya masalah ini disebabkan kepadatan penduduk yang berlebihan. Biasanya penyebab penundaan yang mendadak adalah perubahan jadwal pemeliharaan yang membuat perjalanan kereta bawah tanah menjadi lebih lambat. Tetapi MTA belum menyesuaikan jadwal yang benar dan membutuhkan tinjauan yang sangat besar. Kereta bawah tanah di New York sudah dibuka sejak tahun 1904 dan menawarkan kecepatan 24 km per jam untuk kereta lokal dan38,6 km per jam untuk kereta ekspress. Tarifnya pun saat itu terbilang murah yakni hanya 5 sen. Naiknya pendapatan para pekerja pengguna kereta membuat kereta api lebih menarik. Kemudian lingkungan sekitarnya dikembangkan dengan apartemen dibandingkan rumah keluarga biasa. Baca juga: Inilah 10 Kereta Bawah Tanah Paling Keren di Dunia! Pada Perang Dunia I, inflasi mengurangi separuh nilai dolar, namun harga tiket kereta tetap 5 sen. Kemudian di tahun 1940, diresmikan Otoritas Transit New York (NYTC) dan membuat ongkos kereta naik hingga 10 sen walaupun masih dianggap tidak cukup untuk pemeliharaan kereta. Pada 1970-an, NYCT digabung ke dalam MTA, sebuah otoritas negara, namun negara bagian lainnya tidak melakukan jauh lebih baik. Jarak rata-rata kereta bawah tanah antara kegagalan (MDBF) turun menjadi 6.000 mil pada tahun 1980, Mulai tahun 1980-an, MTA berinvestasi dalam perawatan jangka panjang, pendekatan “perbaiki dulu” yang oleh banyak ahli sekarang mendukung jalan raya. MTA memulai proyek multi dekade untuk mencapai kondisi perbaikan yang baik, di mana tidak akan ada lagi jaminan pemeliharaan dan tidak perlu melakukan perawatan di luar perbaikan normal. Ini bertepatan dengan adopsi perencanaan keuangan jangka panjang MTA yang terlambat, dengan rencana modal lima tahun, yang sebagian besar berfokus pada SOGR dan penggantian normal, dan sedikit uang tersisa untuk ekspansi. Ini mengurangi rencana penggalangannya: Kereta api yang dibeli pada tahun 1970-an berambisi namun ternyata menjadi lemon, sementara yang telah dibeli sejak tahun 1980-an telah konservatif, kehilangan Perkembangan seperti gang terbuka yang rutin di kebanyakan sistem kereta bawah tanah. Baca juga: Sejarah MRT Singapura, Dibangun di Atas Keterbatasan Lahan Meskipun muncul banyak keluhan, dalam praktiknya, MTA dan NYCT berjalan dengan autopilot. NYCT tidak membuat perubahan besar; MTA membuat sedikit usaha untuk membuat lembaga penyusunnya bekerja sama, termasuk NYCT, tetapi juga dua operator kereta api komuter. Akibat pelajaran pada krisis tahun 1970-an mengajarkan MTA untuk bersikap konservatif tentang perluasan layanan, pemliharaan peralatan, dan kecepatan sistem. Sampai dekade 80-an dan 90-an tidak ada masalah yang berarti dalam strategi MTA, namun kini doktrin MTA tersebut telah menciptakan masalah sendiri, termasuk penundaan, jadwal yang tidak dapat diandalkan, dan kereta yang sering terlambat.    

India Sukses Lubangi Perut Bumi Untuk Jalur MRT Bawah Airnya

Dalam salah satu usahanya untuk melancarkan proyek Metro jalur Howrah-Kolkata di India, Kolkata Metro Railway Corporation (KMRC) selaku pengembang dari proyek ini baru saja menyelesaikan salah satu jalur krusialnya, yaitu membelah sungai Hooghly. Jalur yang berbentuk terowongan bawah air sepanjang 16,4km ini diperkirakan sudah menguras kocek sekitar Rs 9.000 crore. Dilansir KabarPenumpang.com dari asianage.com (23/6/2017), pembangunan jalur ini merupakan suatu pencapaian yang luar biasa, terlebih sejak Kolkata mendatangkan kereta Metro pada tahun 1984 silam. Baca Juga: Atasi Lonjakan Penumpang Kereta di Musim Libur, India Siapkan Skema Vikalp “Tim KMRC, termasuk insinyur dari luar negeri, telah menyelesaikan pembangunan terowongan bawah laut pertama India, tepatnya di bawah sungai Hooghly,” ungkap Satish Kumar, Managing Director dari KMRC. Lebih lanjut, Satish mengatakan proyek pembangunan terowongan bawah tanah ini bermula pada minggu terakhir bulan April tahun lalu. Howrah dipilih sebagai titik awal pengeboran hingga akhirnya pada 20 Juni, pengeboran tersebut mencapai titik akhirnya di Kolkata. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak dua terowongan rencananya akan dioperasikan oleh KMRC untuk melayani jalur Howrah-Kolkata. Bukan tanpa alasan, satu terowongan akan digunakan untuk perjalanan dari Howrah menuju Kolkata, sedangkan yang satunya lagi digunakan untuk perjalanan sebaliknya. Terowongan bawah air tersebut berada di kedalaman 13 meter dari dasar sungai atau setara dengan 30 meter dari daratan. Baca Juga: Kementerian Kereta Api India Janji Sulap Gerbong Lama Jadi Lebih Modern Apabila sesuai rencana, terowongan berdiameter 5,55 meter dengan ketebalan dinding mencapai 275 mm ini akan mulai dilalui oleh The East-West Metro pada Agustus 2019 mendatang. Dilansir dari sumber berbeda, pihak pengembang sengaja menempatkan satu buah jalur evakuasi yang dapat digunakan oleh penumpang atau kru kereta jika dalam kondisi darurat. Sebagaimana diketahui, penambahan jalur evakuasi tersebut bukanlah perihal yang mudah dalam melakukan sebuah pengeboran jalur bawah air. Baca Juga: Bertha, Mesin Bor Raksasa Yang Pernah Terperangkap di Bawah Tanah Seattle Tidak hanya untuk jalur Howrah-Kolkata, pengeboran lainnya pun tengah berlangsung untuk jalur kereta peluru (bullet train) Mumbai-Ahmedabad, dimana jalur ini akan dilalui oleh layanan bullet train pertama di India. Dengan adanya terowongan bawah air ini, kelak penumpang akan merasakan sensasi perjalanan di bawah laut pada kecepatan maksimum hingga 350 km per jam. Bagi Anda yang memiliki ketakutan saat melewati sebuah terowongan, maka jantung Anda akan berdegup dua kali lipat ketika mengetahui terowongan tersebut berada di bawah air.

Thailand Setujui Mega Proyek Kereta Peluru dengan Cina

Bak mendapat angin segar, Cina yang tengah berupaya untuk mengembangkan bisnisnya, terutama dari sektor transportasi menerima pemesanan sejumlah bullet train dengan nilai yang sangat fantastis dari Thailand. Ini merupakan pesanan luar negeri pertama Cina setelah pihak Thailand bersedia untuk menebus kereta-kereta berkecepatan super tersebut dengan nilai US $ 5,5 miliar atau setara dengan Rp6,7 triliun. Nantinya, bullet train ini akan digunakan untuk menghubungkan Bangkok dengan Cina Selatan. Baca Juga: Bullet Train Siap Mengular di Ujung Barat Daya Inggris Sebagaimana yang diwartakan oleh KabarPenumpang.com dari laman ndtv.com (12/7/2017), proyek ini merupakan bagian dari rencana pengadaan infrastruktur besar-besaran yang dilakukan oleh Cina untuk membangun jaringan rel kereta berkecepatan tinggi yang menghubungkan kota di bagian selatan Kunming dengan Laos, Thailand, Malaysia, dan Singapura. Walaupun, dalam pelaksanaannya, tidak semua rencana yang telah ditata oleh Cina berjalan lancar. Tahap pertama pembangunan jalur kereta khusus ini mencakup enam stasiun bullet train yang menghubungkan ibukota Thailand, Bangkok dan provinsi Nakorn Ratchasima di timur laut. “Proyek ini merupakan bagian dari pengembangan jaringan transportasi regional, khususnya inisiatif One Belt One Road Cina yang akan menghubungkan negara-negara di Eropa, Asia dan Asia Tenggara secara menyeluruh,” tutur Korbsak Pootrakool, wakil Perdana Menteri Thailand. Namun, Thailand tidak ingin sekonyong-konyong menerima hasil dari kerja samanya tersebut dengan Cina. Menurut Perdana Menteri Thailand, Prayuth Chan-ocha, proyek kereta peluru ini menggunakan bahan dari Thailand, namun teknologi tetap dari Cina. “Kami akan mengirim orang untuk mempelajarinya sehingga kami bisa mengoperasikan sistem kereta api ini di masa yang akan datang,” ungkap Prayuth. Baca Juga: The Dolphin Blue dan Golden Phoenix, Kereta Peluru Terbaru Tembus 400Km Per Jam Konstruksi telah dibangun di Laos namun dari segi sarananya sendiri, pengadaan kereta api Thailand seolah macet karena adanya berbagai hambatan, seperti persyaratan pinjaman, tawar-menawar harga, hingga peraturan mengenai ketenagakerjaan di Thailand. Jika tidak meleset, salah satu mega proyek Cina ini akan mulai beroperasi pada tahun 2021 mendatang. Seakan membangkitkan rasa percaya diri, pesanan kereta api dari Thailand dengan harga fantastis tersebut secara otomatis menjadi pelecut setelah sebelumnya Cina sempat terpuruk akibat masalah politik dan keuangan yang membelenggu, ditambah lagi persaingan ketat dengan Negeri Sakura, Jepang. Selain berkutat dengan mega proyeknya tersebut, Cina juga tengah berusaha untuk mendapatkan proyek lainnya dari India, yaitu pengadaan rute New Delhi – Chennai untuk kereta api berkecepatan tingginya, dan sesegera mungkin untuk melakukan studi kelayakan. Cina telah membangun jaringan kereta peluru terbesar yang menghubungkan sebagian besar kotanya. Tercatat, dari total keseluruhan jalur kereta api di dunia yang menyentuh angka 22.000km pada akhir 2016, 60 persen dari jaringan tersebut merupakan milik Negeri Tirai Bambu.

Di Negeri Uwak Sam, Kereta Cepat Pun Masih Berstatus Dalam Rencana

Lambang supremasi teknologi transportasi suatu negara salah satunya diukur dari adaptasi wahana yang digunakan. Di moda darat, keberadaan kereta cepat alias HSR (High Speed Railway) bisa dipandang sebagai ukuran tersebut. Namun karena dinilai sebagai bentuk investasi yang lumayan mahal, mewujudkan HSR tak semuanya bisa berjalan mulus. Seorang pengamat transportasi menyebutkan dalam perusahaan penyedia layanan HSR di Cina, beraneka ragamnya kesulitan telah menganggu kinerja perusahaan. Baca juga: Jepang Tawarkan Teknologi Kereta Cepat Malaysia – Singapura Utamanya adalah masalah arus keuangan yang mendorong pembiayaan meningkat secara signifikan, bila ini tak diatasi kemungkinan proyek HSR bisa saja tidak berlanjut. Kasus yang terjadi pada HSR Florida bisa menjadi contoh menarik. Seperti beberapa hal yang mengungkap perhitungan di balik HSR Florida menyebutkan pemerintah federal menjanjikan kucuran US$2,4 miliar dari total US$2,6 miliar untuk membangun jalur berkecepatan tinggi sejauh 85 mil (136,7 km) di antara Tampa dan Orlando. Dilansir KabarPenumpang.com dari aei.org, sebenarnya rute ini sendiri dianggap kurang optimal, sebab bisa dilalui hanya dengan mobil alias sangat dekat. Sehingga untuk pembuatan jalur ini bisa saja menghabiskan uang yang banyak dan tentunya tidak banyak bermanfaat. Dari beberapa artikel ternyata, Gedung Putih lebih percaya bahwa pembangunana kereta futuristik baru yang meluncur dengan kecepatan 242 km per jam akan menjadi prestasi tersendiri. Ini juga bisa mengangkat semangat dari negara tersebut. Baca juga: Ingin Menikmati Sensasi Kereta Cepat, Bentang Lebar Rel Harus Diganti Reihan Salam Nasional mencatat bahwa HSR relatif menyedot penggunaan anggaran publik. Salam juga menuliskan bahwa dana yang diabiskan untuk membangun rute Florida bisa digunakan untuk hal yang lainnya dalam penanganan lalu lintas dan mengurangi jumlah kecelakaan. Leg pertama jalur San Francisco-to-Los Angeles yang dibanggakan diperkirakan menghabiskan biaya $4,3 miliar untuk menjangkau sekitar 54 mil (87 km) di dekat Fresno. Jalur kereta api kemana pun melampaui rute Tampa-to-Orlando dengan biaya per mil yang tidak berguna. Baca juga: Sistem Deteksi Dini Bencana Lengkapi Teknologi Kereta Cepat Jakarta – Bandung Nantinya jika HSR berhasil menghubungkan Los Angeles ke San Francisco, dengan mengabaikan masalah NIMBY (Not In My BackYard) yang signifikan, berapa banyak orang California akan memilih untuk meninggalkan mobil mereka untuk melakukan perjalanan dari satu megalopolis yang bergantung pada mobil ke mobil lain? Bahkan jika perjalanan menghemat beberapa jam dan banyak kejengkelan, bagaimana penumpang bisa berkeliling Bay Area atau LA Basin tanpa roda. Namun, politik semata-mata untuk membangun bahwa di California bagi penggemar HSR, sarana untuk mencapai tujuan yang lebih besar dimana mendapatkan pijakan di suatu tempat, di mana saja, untuk membangun momentum untuk pengembangan kereta api lebih lanjut. Sekarang, semua ini berarti rel kecepatan tinggi tidak bisa bekerja dengan baik di beberapa penjuru negeri. Koridor Boston – New York – Washington, tentu saja, sangat ideal. Beberapa pusat metropolitan padat penduduk yang relatif dekat, masing-masing memiliki pusat kota dan jaringan angkutan umum yang luas. Tidak mengherankan bila Amtrak menguntungkan hanya di koridor ini, dan HSR tampak sangat sesuai untuk wilayah ini. Sebelumnya di tahun 2016, pembangunan kereta cepat di AS akan didanani oleh Cina. Operator KA, XpressWest mengumumkan memutuskan hubungan kemitraan dengan China Railway International (CRI). Alasannya, CRI tak mampu memenuhi persyaratan yang diberikan oleh regulator dan tak bisa memenuhi target waktu yang dicanangkan pemerintah. Sebenarnya, hengkangnya perusahaan Cina dari proyek kereta cepat di Los Angeles-Las Vegas disebabkan oleh aturan pemerintah AS yang ketat. Regulator mengharuskan pembangunan kereta cepat itu harus dilakukan di Amerika Serikat. Masalahnya, di sana tak ada manufaktur kereta. Ini yang membuat XpressWest bertanya-tanya. “Semuanya tahu tak ada manufaktur kereta cepat di Amerika Serikat. Persyaratan yang ketat ini menjadi kendala utama pembiayaan kereta cepat di negeri kami,” kata XpressWest dalam Los Angeles Times. Selama satu dekade, publik Amerika Serikat menunggu langkah otoritas untuk memberikan kesempatan perusahaan membangun kereta cepat. Perusahaan tersebut tentunya harus profesional dan mengutamakan keselamatan.

Ada ‘Sesuatu’ di Hidangan Full Service, Antara Fakta dan Sensasi dalam Penerbangan

Dalam layanan penerbangan full service, terutama pada rute jarak sedang dan jauh, penumpang akan mendapat sajian makanan ‘hangat’ dalam kemasan yang tersegel, setengah tersegel, atau paling tidak paket makanan dipastikan tersegel saat proses loading ke dalam kabin. Citra makanan yang higienis dengan racikan bumbu ala chef andalan maskapai tentu menjadi pikiran yang terlintas kala hidangan tersaji. Baca juga: Sajikan Hidangan Khas Menu di Pesawat, Air New Zealand Buka Restoran Pop Up Namun apa yang terjadi bila dalam kemasan makanan tersebut justru ada ‘sesuatu’ yang terselip dan sangat tak layak masuk ke dalam tubuh, seperti rambut, jarum suntik, semut dan yang terparah adalah binatang kecil yakni lalat mati. Dirangkum oleh kabarPenumpang.com, ada beberapa maskapai yang secara tidak sengaja telah membuat penumpang tidak nyaman dengan kejadian diatas. Seperti Air India (AI) pada Juli 2015, salah seorang penumpangnya yang menaiki maskapai tersebut tujuan Kathmandu melaporkan telah menemukan lalat di dalam makanan yang disajikan kepadanya. Sayangnya, menurut Air India, hingga pihaknya menerima pengaduan tersebut, justru tidak ada sample ataupun bukti makanan tersebut tercampur dengan lalat mati. Sehingga pengaduan tersebut tidak bisa di memverifikasi klaim tersebut. Baca juga: Dielukan dan Selalu Dicari, Inilah Serba Serbi Low Cost Carrier
Express.co.uk
AI menjelaskan bahwa insiden tentang ‘serangga’ dalam makanan tersebut diungkapkan oleh penumpang penerbangan KTM-CCU. Namun, setelah diminta untuk memeriksa, sampel makanan tidak dibagi atau dikembalikan kepada kami untuk diperiksa atau menyelidiki. Dengan demikian pihaknya tidak dapat memastikan kebenaran klaim yang dibuat. Dia mengatakan, AI mengikuti prosedur pengarsipan tersebut dan diperlukan spesimen untuk diselidiki. Diketahui, maskapai ini pernah terkena pengaduan masalah yang sama sebulan sebelumnya yakni Mei 2015, dimana ditemukan seekor kadal dan ternyata hal tersebut palsu, setelah di telusuri oleh pihak otoritas AI. Baca juga: Kenali Jenis Makanan Khusus dalam Penerbangan Lain lagi dengan masalah maskapai Qantas, pada maskapai Australia ini ditemukan jarum suntik dalam ayam mentega yang disajikan pada penerbangan dari Brisbane ke Sydney. Hal ini telah dilaporkan oleh Ben Sabeto dari Pulau Bribie di Queensland. Atas penemuan jarum suntik ini, Ben melalui pengacaranya David Adams menuntut Qantas yang membawanya pada penerbangan QF552 pada 19 Desember 2016 lalu. Awal kejadiannya saat Sabeto memakan ayam mentega dengan cauli pea masala dan merasakan ada benda tajam yang menusuk ujung lidahnya dan saat memuntahkannya ternyata ada jarum suntik dan tetesan darah dari lidahnya.
Makanan dengan isi jarum suntik (www.news.com.au)
Saat itu kru kabin diberitahu dan pengawas mengambil makan tersebut serta mengabadikan gambar tersebut untuk dijadikan bukti. Kemudian pihak maskapai mengatakan, akan menghubungi Sabeto, tetapi tidak juga ada pernyataan klaim kepadanya sehingga membuat Sabeto untuk melaporkan masalah tersebut. Baca juga: 6 Panduan Kru Maskapai Menangani Penumpang yang Berpuasa “Kami telah menolak klaim berdasarkan laporan awak pesawat serta penyelidikan terhadap pemasok katering kami. Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa jarum suntik ada dalam makanan pada tahap apapun selama persiapan di pusat katering atau on-board,” ujar juru bicara Qantas.
Ben Sabeto (www.news.com.au)
Makanan di Qantas dipindai dua kali oleh detektor logam sebelum dimasukkan ke dalam pesawat terbang, sebuah proses yang akan mengidentifikasi benda asing seperti jarum suntik. News Corp memahami mesin yang digunakan untuk makan pada penerbangan itu diuji dan ternyata berfungsi normal. Perusahaan katering Qantas Snap Fresh telah ditunjuk sebagai responden kedua dalam kasus ini. Seiring dengan Qantas mereka memiliki 28 hari untuk menanggapi klaim tersebut secara formal.

Yuk! Intip Tempat Istirahat Awak Kabin Virgin Australia

Bagaimana dan dimana awak kabin serta pilot istirahat dalam perjalanan jauh? Hal ini pasti sering sekali ada di dalam benak pikiran para penumpang pesawat dalam perjalanan jauh lebih dari lima jam. KabarPenumpang.com melansir dailymail.co.uk (1/5/2017), para awak kabin Virgin Australia telah menyingkap tempat ‘persembunyian’ mereka untuk beristirahat yang sangat kecil di dalam kabin. Belum lama ini awak kabin dan pilot Virgin Australia merilis foto-foto yang menunjukkan dimana mereka tidur dalam penerbangan internasional dan pastinya lebih nyaman dari kursi ekonomi yang sempit walaupun tidak terlalu mewah. Baca juga: Intip Secret Airplane Bedrooms, Tempat Awak Kabin Melepas Penat Foto yang tersebar ini saat perjalanan maskapai tersebut langsung dari Australia menuju Amerika Serikat. Dari atas Boeing 777-300ER yang digunakan terlihat foto tempat tidur pilot dan awak kabin untuk beristirahat agar tetap awet muda dan selalu ceria membantu penumpang.
dailymail.co.uk
Tempat beristirahat ini letaknya di atas kabin kelas ekonomi dan bisnis Virgin Australia. Dari foto-foto yang disebar tersebut memberikan pemikiran baru dan langka serta tempat tersembunyi tentang kehidupan awak kabin dan pilot yang selalu dibatasi agar tidak ada penumpang yang tahu keberadaan tempat tersebut.
dailymail.co.uk
“Mengingat penerbangan durasi penerbangan bisa mencapai 15 jam, maka penting bagi awak pesawat dan kabin kami untuk beristirahat selama penerbangan berada pada posisi terbaik saat mengoperasikan pesawat dan melayani penumpang. Untuk mencapai hal ini, kru kami akan kembali ke dua tempat istirahat kru yang ditunjuk dalam shift selama penerbangan untuk beristirahat selama sekitar empat jam dalam penerbangan seperti di rute Sydney – Los Angeles,” ujar juru bicara Virgin Australia.
dailymail.co.uk
Dalam pesawat ini pilot memiliki dua tempat tidur yang terletak di kedua sisi pesawat, sedangkan awak kabin memiliki delapan tempat tidur single dengan seprai, selimut dan bantal yang nyaman. Tempat tidur ini memiliki ukuran sepanjang enam kaki yang bisa dilipat kecil dan di simpan pada sudut-sudut pesawat yang sempit. Baca juga: Gawat! Pilot Ini Tertidur Setelah Lepas Landas Dalam 15 jam perjalanan para awak kabin biasanya membuat shift agar bisa bergantian untuk beristirahat, begitupun juga dengan sang pilot. Pada saat beristirahat, biasanya mereka bisa menikmati hiburan yang sama dengan penumpang.
dailymail.co.uk
Jangan berpikir awak kabin akan menggunakan bajunya untuk tidur, sebab dari mereka banyak yang menggunakan piyama saat beristirahat dan biasanya mengatur alarm untuk memastikan tidak terlambat saat kembali ke dek. Biasanya baju seragam yang digunakan para awak kabin ini, di gantung di depan tirai agar tahu siapa yang ada di balik tirai tersebut.