Hari Ini Sejumlah Perjalanan KAJJ Ada yang Dibatalkan saat Masa Pemulihan Jalur Bekasi – Cikarang, Ini Daftarnya

Pemulihan jalur Bekasi – Cikarang terus dilakukan di Stasiun Belasi Timur. Ini dilakukan secara cepat, agar perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) bisa kembali normal. Begitu pun perjalanan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) yang sebagian sudah bisa dilewati, namun keterlambatan masih terjadi baik dari arah Jakarta maupun sebaliknya. Karena pembatasan kecepatan dilakukan saat memasuki Stasiun Bekasi Timur. VP Corporate Communication KAI, Anne Purba menyampaikan, pada Rabu. (29/4/2026), stasiun Bekasi Timur belum bisa digunakan untuk naik-turun penumpang KRL. Penanganan dijalankan secara bertahap dengan penuh kehati-hatian, dengan memastikan seluruh aspek keselamatan terpenuhi sebelum operasional kembali dijalankan. Pagi tadi, perjalanan KRL masih dibatasi hanya sampai Stasiun Bekasi. Rencana pembukaan kembali Stasiun Bekasi Timur disampaikan sambil menunggu hasil investigasi KNKT. Mereka memastikan saat ini telah dilakukan uji coba perlintasan kereta dan persinyalan. Pun bersama uji coba tersebut dilakukan perjalanan KRL yang melintas dan berhenti di Stasiun Bekasi Timur. Uji coba rangkaian tersebut menggunakan KRL baru buatan China terpantau memasuki area Stasiun Bekasi Timur sekitar pukul 11.54 WIB. Rangkaian dengan kode CLI-125 tersebut bergerak perlahan dari arah barat sebelum akhirnya berhenti di jalur peron 1 pada pukul 11.56 WIB. Meskipun telah berhenti di lokasi kejadian perkara, seluruh pintu gerbong tetap tertutup rapat bagi masyarakat umum. Di dalam gerbong yang masih kosong tanpa penumpang tersebut hanya terlihat sejumlah personel keamanan yang melakukan penjagaan ketat selama masa uji coba. Kereta tersebut berhenti selama kurang lebih lima menit sebelum melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Cikarang pada pukul 12.03 WIB. Setelah rangkaian uji coba melintas, jalur satu arah menuju Cikarang mulai digunakan kembali oleh jadwal perjalanan KAJJ. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memberikan penjelasan terkait rencana pembukaan kembali layanan transportasi publik di lintasan tersebut. Keputusan operasional penuh masih menunggu hasil verifikasi dari otoritas keselamatan transportasi yang berwenang. “Apabila sudah ada clearance dari KNKT, siang ini kami akan membuka kembali layanan KRL Jabodetabek yang dari Cikarang dan Bekasi Timur untuk bisa beroperasi lagi,” kata Dudy Purwagandhi, Menteri Perhubungan. Meskipun perjalanan KAJJ sudah dinyatakan kembali normal melintasi Stasiun Bekasi Timur, namun ada sejumlah kereta api tersebut dilakukan pembatalan pada 29 April 2026. Ini daftar nama kereta api yang perjalanannya dibatalkan: 1. KA 263 Ambarawa Ekspres (Surabaya Pasar Turi – Semarang Poncol) 2. KA 264 Ambarawa Ekspres (Semarang Poncol – Surabaya Pasar Turi) 3. KA 267 Banyubiru (Solo Balapan – Semarang Tawang) 4. KA 268 Banyubiru (Semarang Tawang – Solo Balapan) 5. KA 152 Brantas (Pasar Senen – Blitar) 6. KA 151 Brantas (Blitar – Pasar Senen) 7. KA 251 Jayakarta (Pasar Senen – Surabaya Gubeng) 8. KA 252B Jayakarta (Surabaya Gubeng – Pasar Senen) 9. KA 245B Majapahit (Pasar Senen – Malang) 10. KA 246B Majapahit (Malang – Pasar Senen) 11. KA 103B Bogowonto (Pasar Senen – Lempuyangan) 12. KA 104B Bogowonto (Lempuyangan – Pasar Senen) 13. KA 132 Parahyangan (Gambir – Bandung) 14. KA 133 Parahyangan (Bandung – Gambir) 15. KA 7007C KA Tambahan (Yogyakarta – Gambir) 16. KA 7008C KA Tambahan (Gambir – Yogyakarta) 17. KA 161 Bangunkarta (Jombang – Pasar Senen) 18. KA 162 Bangunkarta (Pasar Senen – Jombang) 19. KA 56F–53F Purwojaya (Cilacap – Gambir) 20. KA 50F–51F Purwojaya (Gambir – Cilacap) 21. KA 63B Manahan (Solo Balapan – Gambir) 22. KA 64B Manahan (Gambir – Solo Balapan) 23. KA 29F Argo Anjasmoro (Surabaya Pasar Turi – Gambir) 24. KA 30F Argo Anjasmoro (Gambir – Surabaya Pasar Turi) KAI memastikan bahwa pemulihan layanan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan sebagai prioritas utama, serta terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait guna memastikan layanan kembali berjalan dengan baik .
Usianya Lebih dari Satu Abad, Stasiun Karawang Masih Terlihat Megah dan Makin Eksis

Atasi Krisis Tenaga Kerja, Japan Airlines Mulai Uji Coba Robot Humanoid di Bandara Haneda

Menghadapi lonjakan drastis jumlah wisatawan mancanegara pada awal tahun 2026, Japan Airlines (JAL) mengambil langkah futuristik untuk menjaga kelancaran operasional di darat. Maskapai bendera Jepang ini resmi memulai uji coba penggunaan robot humanoid di area apron (tarmac) Bandara Internasional Haneda, Tokyo. Langkah ini diambil menyusul beban kerja yang kian berat bagi staf lapangan JAL Ground Service (JGS). Dengan catatan lebih dari 7 juta turis asing yang membanjiri Jepang hanya dalam beberapa bulan pertama tahun 2026, kapasitas 4.000 staf JGS mulai mencapai titik jenuh. Robot-robot ini diharapkan menjadi solusi cerdas di tengah tantangan kelangkaan tenaga kerja di sektor aviasi. Dalam uji coba yang direncanakan berlangsung selama dua tahun mulai bulan depan, JAL mengerahkan dua jenis robot humanoid canggih asal Tiongkok, yaitu Unitree G1 dan UBTECH Walker E. Kedua robot ini dirancang untuk menangani tugas-tugas fisik yang berat dan repetitif, yang selama ini menjadi beban bagi para pekerja manusia. Unitree G1 dan UBTECH Walker E akan difokuskan untuk melakukan pekerjaan teknis seperti mendorong gerobak kargo (cargo dollies) hingga memastikan keamanan kontainer bagasi di area pemuatan. Keunggulan robot humanoid ini terletak pada kemampuannya beroperasi di lingkungan bandara yang ada saat ini tanpa memerlukan perubahan tata letak infrastruktur yang masif. Presiden JAL Ground Service, Yoshiteru Suzuki, menegaskan bahwa kehadiran robot-robot ini bukan bertujuan untuk menggantikan peran manusia sepenuhnya, melainkan untuk meringankan beban fisik para staf. Fokus utamanya adalah meminimalkan risiko cedera dan kelelahan pada pekerja yang harus menangani ribuan ton kargo setiap harinya. Meskipun robot-robot ini memiliki tingkat otonomi tertentu, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Seluruh operasional robot humanoid di apron Bandara Haneda akan tetap berada di bawah pengawasan ketat kru manusia. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa koordinasi antara teknologi otomasi dan pergerakan pesawat di bandara tersibuk di Jepang tersebut tetap berjalan aman tanpa celah. Uji coba panjang ini akan menjadi tolok ukur bagi industri penerbangan global dalam mengadopsi teknologi robotik di area operasional yang paling kritis. Jika sukses di Haneda, bukan tidak mungkin kita akan melihat lebih banyak robot humanoid “bertugas” di bandara-bandara internasional lainnya, termasuk di Indonesia. Inovasi ini menjanjikan proses penanganan bagasi dan kargo yang lebih cepat serta presisi, sehingga risiko keterlambatan penerbangan akibat kendala operasional darat dapat diminimalisir secara signifikan.
Bandara Haneda Uji Coba Kendaraan Penarik Peti Kemas Tanpa Pengemudi

Hari Ini dalam Sejarah: Mengenang Penerbangan Perdana Boeing 747-400, Sang Penakluk Jarak Jauh

Tanggal 29 April menjadi catatan emas dalam garis waktu aviasi global. Tepat pada hari ini di tahun 1988, dunia menyaksikan untuk pertama kalinya varian paling sukses dari keluarga “Queen of the Skies”, yakni Boeing 747-400, lepas landas dan mengangkasa ke langit. Penerbangan perdana ini bukan sekadar uji coba teknis biasa, melainkan sebuah fajar baru bagi revolusi perjalanan udara jarak jauh yang lebih efisien, modern, dan masif. Pesawat ini lahir dari ambisi Boeing untuk menciptakan armada yang mampu terbang lebih jauh dengan biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan generasi-generasi sebelumnya. Salah satu lompatan teknologi paling radikal yang diperkenalkan pada seri -400 adalah adopsi konsep glass cockpit yang sepenuhnya digital. Inovasi ini mengubah standar operasional kokpit secara drastis, di mana pesawat raksasa tersebut kini hanya membutuhkan dua orang pilot tanpa memerlukan lagi peran seorang flight engineer.
Tahukah Anda, Qantas Jadi Satu-satunya Maskapai Pengguna Boeing 747-400ER, Ini Alasannya
Bagi maskapai, penghapusan posisi kru ketiga ini berarti penghematan biaya yang sangat signifikan, sementara bagi penumpang, kecanggihan sistem navigasi ini menjadi jaminan keselamatan yang jauh lebih presisi di zamannya. Dari sisi eksterior, kehadiran winglets pada ujung sayap menjadi ciri ikonik yang tidak hanya mempercantik siluet pesawat, tetapi juga berfungsi krusial dalam mengurangi hambatan udara dan menghemat konsumsi bahan bakar. Dalam hal kapasitas dan daya jelajah, Boeing 747-400 merupakan monster yang belum tertandingi di era 90-an. Dirancang untuk menghubungkan kota-kota besar di lintas benua tanpa henti, pesawat ini memiliki jangkauan terbang hingga lebih dari 13.000 kilometer atau sekitar 8.000 mil.
Hari Ini, 4 Tahun Lalu, Boeing 747-400 Garuda Indonesia Pensiun, Punya Kenangan Manis dengan Gus Dur
Dengan konfigurasi kabin yang mampu menampung antara 412 hingga 509 penumpang, pesawat ini berhasil mendemokratisasi perjalanan udara internasional. Kapasitas kursinya yang masif memungkinkan maskapai menekan harga tiket menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat luas, sehingga perjalanan lintas samudra bukan lagi menjadi monopoli kalangan elit semata. Keunggulan teknis dan efisiensi yang ditawarkan langsung membuat pasar global bereaksi positif. Puncaknya terjadi pada tahun 1990, di mana Boeing mencatatkan rekor penjualan yang luar biasa dengan pesanan sebanyak 170 unit pesawat berbadan lebar hanya dalam waktu satu tahun. Prestasi ini mengukuhkan dominasi Boeing 747-400 sebagai tulang punggung maskapai-maskapai besar dunia selama lebih dari dua dekade. Hingga saat ini, meski industri mulai beralih ke pesawat bermesin ganda yang lebih hemat energi, memori tentang kenyamanan dan kemegahan kabin dua lantai milik si “Ratu Langit” tetap menempati ruang tersendiri di hati para penumpang dan pecinta kedirgantaraan di seluruh dunia.
Angkut Jamaah Haji, Boeing 747-400 Garuda Indonesia GA-1105 Return to Base di Makassar

Evakuasi Berlangsung Dua Malam, Perjalanan KRL Bekasi – Cikarang Ditargetkan Normal Siang Hari

Waktu demi waktu proses evakuasi berjalan cukup alot. Bagaimana tidak, beberapa komponen pasca tragedi masih berserakan dan cukup rumit untuk di lakukan pembersihan. Namun, dari banyaknya petugas yang berjibaku agar bisa menyelesaikan proses evakuasi rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur terus dilakukan dan dipercepat. Dari informasi yang beredar memang sudah seharusnya pekerjaan tersebut rampung pada sore hari. Namun, kenyataan di lokasi kejadian memang terlihat sulit untuk pembenahan lebih cepat. Karena harus memikirkan cara jitu yang dapat diselesaikan dengan mudah dan perjalanan kereta api kembali normal. Selasa (28/4) kemarin sebetulnya perjalanan kereta api sudah bisa dilewati di Stasiun Bekasi Timur. Tapi hanya perjalanan untuk kereta api jarak jauh saja yang diinstruksikan. Mengingat penumpang kereta api jarak jauh sudah cukup menumpuk di stasiun keberangkatan, yakni Stasiun Gambir dan Pasar Senen. Walaupun begitu setiap perjalanan kereta api tetap mengalami keterlambatan hingga lebih dari 2 jam. Sedangkan perjalanan KRL belum bisa melewati beberapa stasiun mulai dari Bekasi hingga Cikarang. Semua perjalanan KRL di lintas ‘blue line’ ini hanya sampai Stasiun Bekasi. Manajemen KAI Commuter memastikan, fokus utama saat ini adalah memindahkan unit kereta agar jalur dapat kembali normal. Selama proses tersebut, perjalanan kereta api di lintas itu mengalami penyesuaian operasional yang cukup signifikan demi keselamatan penumpang. Terkait pembatasan operasional ini terpaksa dilakukan karena jalur di Bekasi Timur belum bisa dilalui oleh rangkaian kereta secara aman. Petugas di stasiun juga telah memberikan informasi secara berkala kepada calon penumpang mengenai kondisi terkini di lintas tersebut. Terkait durasi gangguan, KAI Commuter menargetkan pemindahan rangkaian kereta tersebut dapat rampung dalam waktu dekat. Karina menyebut, tim gabungan dari PT KAI dan KAI Commuter sudah dikerahkan sepenuhnya di titik evakuasi. Meski unit KRL nantinya berhasil dievakuasi, jalur tidak serta-merta langsung dibuka untuk umum. Perlu ada pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi rel dan kabel aliran atas untuk memastikan kelayakan jalan. Aspek keselamatan menjadi pertimbangan paling krusial sebelum operasional normal kembali dijalankan. Pengecekan prasarana ini dilakukan untuk menghindari risiko teknis saat kereta mulai melintas kembali dengan kecepatan normal. Dari berbagai informasi yang didapat bahwa pengerjaan atau proses evakuasi terus berjalan seiring waktu yang tetap berjalan. Proses evakuasi pada rangkaian KRL di Stasiun Bekasi Timur dilakukan terus hingga proses pembersihan jalur dan sistim elektrifikasi dipasang. Dikabarkan bahwa harapan kembali normal perjalanan kereta api termasuk KRL di sepanjang jalur Bekasi hingga Cikarang maupun sebaliknya kembali pulih dan normal pada siang ini.
Kenali Jenis Kereta Crane yang Bantu Evakuasi KRL Anjlok di Cilebut

Yuk, Cari Tahu Perbedaan Antara LRT Jakarta dan LRT Jabodebek, Ternyata Ini Jawabannya

Masyarakat khususnya yang berada di wilayah sekitar Jabodetabek tentu tahu bahwa transportasi berbasis rel dapat mempersingkat waktu perjalanan. Dari hiruk pikuk kemacetan lalu lintas di berbagai kawasan, justru dapat menghemat waktu saat beraktivitas sehari-hari. Menggunakan transportasi Light Rapid Transit (LRT) saat ini membuat masyarakat juga terbantu. Mulai dari fasilitas, pelayanan, hingga ketepatan waktu perjalanan telah dirasakan seluruh masyarakat yang menggunakannya. Diketahui bahwa di kawasan Jakarta dan sekitarnya transportasi LRT saat ini sudah semakin berkembang seiring dengan bertambahnya penumpang tiap harinya. Tapi jangan salah, perjalanan LRT memiliki 2 tipe. Biasanya masyarakat mengaitkan LRT Jakarta sama halnya LRT Jabodebek. Tentu sangat berbeda karena masing-masing juga memiliki dua perusahaan yang berbeda. Untuk LRT Jabodebem di miliki oleh PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI), sedangkan untuk LRT Jakarta di miliki oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Nah, terkadang masyarakat juga mengaitkan saat tarif transportasi di Jakarta yang diberikan hanya Rp1, itu termasuk pada tarif LRT Jabodebek. Nyatanya jelas beda, karena yang dimaksud adalah hanya LRT Jakarta saja. Selain itu keduanya memiliki jalur dan karakteristik yang berbeda, namun sama-sama dirancang untuk mendukung perjalanan yang lebih cepat di wilayah padat. Tak hanya itu LRT Jakarta memiliki jalur yang lebih pendek dan fokus pada area dalam kota. Sementara itu, LRT Jabodebek memiliki jalur yang lebih panjang dan menghubungkan wilayah penyangga. Dari segi operasional, keduanya memiliki sistem yang modern dan dirancang untuk memberikan kenyamanan bagi penumpang. Untuk jalur utama LRT Jakarta menghubungkan kawasan Kelapa Gading dengan Velodrome. Rute ini melewati beberapa stasiun yang berada di area strategis. Beberapa stasiun yang dilalui antara lain Pegangsaan Dua, Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, dan Velodrome. Rute ini tentu dimanfaatkan oleh masyarakat yang beraktivitas di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Timur. Tentunya jalur ini terintegerasi perjalanan menjadi lebih cepat. Selain itu ada pula LRT Jabodebek yang memiliki jangkauan lebih luas hingga ke wilayah penyangga ibu kota. LRT Jabodebek memiliki beberapa lintasan utama yang menghubungkan Jakarta dengan Bekasi dan Depok. Jalur ini dirancang untuk mendukung mobilitas komuter dari kawasan pinggiran menuju pusat kota. Lintasab utama mencakup rute dari Dukuh Atas menuju Harjamukti di Cobubir serta jalur dari Dukub Atas menuju Jatimulya di Bekasi. Beberapa stasiun penting yang dilalui antara lain Cawang, Cikoko, Pancoran, Setiabudi, dan Dukub Atad. Jalur ini terhubung dengan berbagai moda transportasi lain sehingga memudahkan perpindahan (transit). LRT tentu memiliki beberapa keunggulan yang membuatnya menjadi pilihan transportasi modern. Salah satu keunggulan utama adalah waktu tempuh yang lebih stabil karena tidak terpengaruh dengan kemacetan. Selain itu, LRT juga menawarkan kenyamanan dengan fasilitas yang lebih bersih dan teratur. Moda ini juga mendukung efisiensi energi sehingga lebih ramah lingkungan dibandingkan kendaraan pribadi. Dengan berbagai keunggulan tersebut, tentu LRT menjadi solusi transportasi yang semakin diminati. Pun beberapa stasiun terhubung dengan transportasi lainnya, seperti bus, kereta komuter, serta transportasi lainnya. Hal ini memudahkan penumpang untuk melanjutkan perjalanan ke tujuan akhir.
Minat “Beli” Stasiun LRT Jabodebek? Ternyata Segini Harganya

Mewah dan Berani, Superyacht Rusia Senilai Rp8 Triliun Tembus Blokade Selat Hormuz

Di tengah ketegangan geopolitik yang menutup salah satu jalur pelayaran paling krusial di dunia, sebuah kapal pesiar mewah (superyacht) milik miliarder Rusia dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz. Kapal bernama Nord tersebut tetap melaju meski wilayah tersebut tengah berada dalam kondisi blokade yang ketat akibat perselisihan antara Iran dan Amerika Serikat. Kapal pesiar sepanjang 142 meter yang bernilai lebih dari $500 juta (sekitar Rp8 triliun) ini terpantau berlayar dari Dubai menuju Muscat, Oman, pada akhir pekan lalu. Keberhasilan Nord melintasi selat ini menjadi sorotan dunia maritim, mengingat Selat Hormuz biasanya menjadi jalur bagi seperlima pasokan minyak mentah dunia, namun kini hampir sepi dari lalu lintas kapal swasta akibat risiko konflik. Fasilitas Sultan di Jalur Konflik Nord bukanlah kapal sembarangan. Fasilitas di dalamnya mencakup kolam renang, kapal selam pribadi, hingga landasan helikopter (helipad). Kapal ini secara teknis terdaftar atas nama istri Alexey Mordashov, miliarder baja Rusia yang dikenal memiliki hubungan dekat dengan Presiden Vladimir Putin. Meskipun Mordashov masuk dalam daftar sanksi Barat sejak invasi ke Ukraina, kapal pesiar mewahnya tetap bebas berlayar di beberapa wilayah hukum yang tidak menerapkan sanksi tersebut. Manuver Diplomatik di Balik Layar Keberhasilan kapal berbendera Rusia ini menembus blokade tidak lepas dari kedekatan hubungan diplomatik antara Teheran dan Moskow. Di saat yang bersamaan dengan pelayaran Nord, delegasi Iran tengah berada di St. Petersburg untuk bertemu dengan Vladimir Putin guna memperkuat “hubungan strategis” mereka. Kondisi di Selat Hormuz sendiri saat ini sangat tidak menentu. Harga minyak dunia, termasuk patokan Brent, melonjak hingga $109 per barel akibat pembatasan pelayaran di jalur vital ini. Sementara kapal-kapal swasta lain memilih untuk menghindari risiko besar di wilayah tersebut, Nord justru mencatatkan perjalanan yang mulus, membuktikan betapa kuatnya pengaruh politik di balik operasional logistik maritim saat ini.
Mein Schiff 4 dan Mein Schiff 5 Sukses Lintasi Selat Hormuz, Kapal Pesiar dari Qatar dan UEA Kini Menuju Eropa

Geger! Penumpang Nekat Mandi di Atas Kereta Api, Gerbong Tergenang Air dan Pelaku Terancam Denda Besar

Sebuah kejadian tidak biasa menghebohkan pengguna jasa transportasi kereta api di Taiwan. Seorang pria dilaporkan nekat mandi di dalam toilet kereta api lokal milik Taiwan Railway Corp (TRC), yang mengakibatkan air meluap hingga membanjiri lantai gerbong penumpang. Aksi “nyeleneh” ini terekam kamera penumpang lain dan sempat viral di media sosial. Insiden tersebut terjadi pada Minggu pagi di kereta api lokal nomor 1136 rute Hukou menuju Ruifang. Berdasarkan video yang beredar luas, terlihat aliran air mengalir deras dari bawah pintu toilet yang tertutup, merembes hingga ke area tempat duduk penumpang. Banyak penumpang yang terpaksa berdiri dan menyingkir demi menghindari genangan air yang terus meluas di sepanjang lantai gerbong. Pihak kepolisian kereta api segera merespons laporan tersebut saat kereta tiba di Stasiun Taipei. Namun, saat petugas naik ke atas gerbong, pelaku sudah melarikan diri. Setelah menelusuri rekaman CCTV, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku sebagai seorang pria berusia 50-an bermarga Pan. Pelaku diketahui menggunakan fasilitas selang logam dan spray nozzle yang sebenarnya disediakan khusus untuk keperluan petugas kebersihan di dalam toilet multifungsi tersebut. Berdasarkan penelusuran lebih lanjut, Pan ternyata bukan sosok asing bagi petugas keamanan stasiun. Ia dikenal sering berkeliaran di Stasiun Taipei dan memiliki rekam jejak kriminal terkait penipuan serta pencurian. Atas aksi nekatnya mandi di atas kereta yang merugikan kenyamanan publik ini, Pan terancam dijatuhi hukuman denda berdasarkan Pasal 71 Undang-Undang Perkeretaapian Taiwan. Denda yang membayangi pelaku berkisar antara NT$1.500 hingga NT$7.500 (sekitar Rp730 ribu hingga Rp3,6 juta). Kejadian ini menjadi pengingat bagi seluruh penumpang untuk menggunakan fasilitas transportasi publik sesuai peruntukannya, serta pentingnya menjaga ketertiban demi kenyamanan bersama selama perjalanan.
Kembangkan Layanan Kereta Cepat, Taiwan High Speed Rail Gandeng Hitachi dan Toshiba

Ketika Mobil Mogok di Atas Rel Kereta, Inilah Solusi Mengatasinya

Seringkali mesin kendaraan mati mendadak saat melintas di atas rel dan karena kereta tak berada jauh, sudah pasti membuat panik pengemudi dan penumpang mobil. Tapi, sebenarnya apa sih sebabnya dan bagaimana cara untuk menyalakan mesin mati saat berada di rel? Baca juga: Hadapi Perlintasan KA, Jangan Panik Tetap Waspada! KabarPenumpang.com akan menjelaskan beberapa hal kenapa hal tersebut bisa terjadi dan apa yang harus dilakukan pengemudi. Mobil mati atau mogok tiba-tiba di rel kereta api menjadi salah satu situasi yang menegangkan serta bahaya, bahkan tak jarang kasus kecelakaan mobil tertabrak kereta karena tak mau distarter. Mesin mobil mati tiba-tiba karena adanya gesekan roda-roda kereta api dengan rel. Dimana ketika roda-roda kereta bergesekan dengan rel, maka terjadi impedansi atau hambatan listrik yang membuat mobil tidak mau menyala. Efek impedansi sebenarnya tidak masalah bagi mesin yang hidup, tapi bagi mesin yang mati biasanya akan terkena efeknya. Efek impedansi terutama terjadi pada mobil berbahan bakar bensin, meski kadang pada kendaraan berbahan bakar solar juga terpengaruh. Pada kendaraan berbahan bakar bensin, starter digerakkan oleh dinamo yang akan menghasilkan medan magnet untuk selanjutnya menggerakkan mesin mobil. Proses inilah yang dihalangi oleh impedansi ketika mobil berada di atas rel. Efek impedansi dapat terjadi meskipun kereta api masih berada 1,5 km jauhnya dari tempat mobil mogok di atas rel. Setelah tahu kenapa masalahnya, berikut ini cara mengatasinya, pertama yang jelas pengemudi tidak dalam kondisi panik, kemudian bunyikan klakson secara terus menerus dan starter mobil. Karena dengan membunyikan klakson, dapat memutus aliran listrik yang tercipta dari gesekan-gesekan roda kereta api dengan rel sehingga memberikan kemungkinan untuk menyalakan mobil. Kedua segera keluar dari mobil dan mencari pertolongan untuk mendorong mobil. Baca juga: Halau Rusa di Jalur Kereta, Peneliti Jepang Pasang Klakson Suara Anjing Melolong di Lokomotif Tetapi jika tidak memiliki kesempatan untuk menyelamatkan mobil, tinggalkan mobil dan keselamatan nyawa Anda adalah yang paling penting dibanding mobil. Namun, bagaimanapun, setiap pengemudi disarankan untuk waspada dan tidak memaksa melalui palang kereta api setelah palang pintu hendak tertutup. Sehingga mengalah untuk membiarkan kereta lewat terlebih dahulu. Karena ini adalah solusi terbaik untuk kelesamatan pengemudi dan penumpang di dalam kendaraan.

Stasiun Bekasi Timur Sementara Tidak Melayani Penumpang, Layanan KRL Hanya Sampai Stasiun Bekasi

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan untuk sementara waktu Stasiun Bekasi Timur tidak melayani aktivitas naik dan turun penumpang, sebagai dampak dari insiden operasional yang terjadi di wilayah Stasiun Bekasi Timur, Daerah Operasi 1 Jakarta. KAI menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang timbul akibat kejadian tersebut. “Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Saat ini fokus utama kami adalah penanganan di lokasi serta memastikan keselamatan dan layanan bagi pelanggan tetap terpenuhi,” ujar VP Corporate Communication KAI, Anne Purba. Bagi pelanggan yang akan melakukan perjalanan kereta api, untuk sementara dapat menggunakan layanan melalui Stasiun Bekasi hingga pemberitahuan lebih lanjut. Operasional perjalanan menuju lintas Bekasi juga masih mengalami penyesuaian seiring proses penanganan di lapangan. KAI terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk mempercepat proses penanganan dan pemulihan layanan agar operasional dapat kembali normal secepatnya. Informasi terkini akan disampaikan secara berkala melalui kanal resmi KAI.
Insiden Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur Perjalanan KA Sementara Dibatalkan, Ini Daftarnya

Meski Evakuasi KRL Masih Berlangsung, Namun Perjalanan Kereta Api Jarak Jauh Sudah Kembali Normal

Insiden yang terjadi antara KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) kemarin membuat perjalanan kereta api sementara tak bisa dilewati. Akibatnya berbagai keterlambatan pun terjadi. Proses evakuasi berjalan sangat dramatis. Korban akibat insiden tersebut di evakuasi satu persatu oleh satuan tim penyelamat. Proses evakuasi pasca insiden kereta api di wilayah Stasiun Bekasi Timur masih terus berlangsung. Pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan perkembangan terbaru terkait upaya penyelamatan dan pemulihan operasional. Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengungkapkan bahwa saat ini masih ada tiga penumpang yang terperangkap di dalam rangkaian kereta dan proses evakuasi terus dilakukan secara hati-hati. Proses evakuasi berlangsung sekitar delapan jam karena dilakukan secara bertahap dan penuh kehati-hatian. Hingga kini, 12 gerbong kereta telah berhasil dievakuasi dan dipindahkan ke Stasiun Bekasi. Seiring progres evakuasi, jalur hilir telah kembali dibuka untuk operasional kereta api jarak jauh. Meski demikian, layanan Commuter Line belum dapat melayani naik turun penumpang di Stasiun Bekasi Timur. Terkait penyebab kecelakaan, proses investigasi sepenuhnya diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) guna memastikan hasil yang objektif sebagai dasar perbaikan layanan. Berdasarkan keterangan resmi pihak PT KAI, insiden ini menyebabkan puluhan penumpang mengalami luka-luka. Sebanyak 79 orang dilaporkan telah menjalani observasi medis di berbagai rumah sakit di wilayah Bekasi. Kini, lokomotif yang menabrak rangkaian KRL sudah berhasil di evakuasi. Lokomotif bernomor seri CC 206 13 86 Dipo Induk Cipinang tersebut sudah ditarik menuju Depo Lokomotif Cipinang. Proses evakuasi berjalan lancar, hingga menuju depo. Kecepatan yang ditempuh pun tak lebih dari 30 km/jam melintasi jalur yang biasa dilewati oleh Kereta Rel Listrik (KRL). Untuk proses evakuasi rangkaian KRL, saat ini masih ditangani petugas terkait. Rangkaian KRL tersebut masih berada di posisi emplasmen Stasiun Bekasi Timur. Pada emplasemen tersebut terdapat alat berat yaitu dua buah crane yang di datangkan dari Bandung dan Cirebon. Agar proses berjalan lancar, petugas dengan sigap memotong bagian besi KRL guna melancarkan evakuasi. Terkait evakuasi, Bobby menyatakan evakuasi ini berlangsung cukup lama. Dia menyebut sudah hampir 8 jam lebih petugas masih melakukan evakuasi. Dan hingga kini dilaporkan bahwa korban luka-luka berjumlah 81 orang. Para korban tengah dalam perawatan di rumah sakit.
Stasiun Bekasi Timur Sementara Tidak Melayani Penumpang, Layanan KRL Hanya Sampai Stasiun Bekasi