Meski Evakuasi KRL Masih Berlangsung, Namun Perjalanan Kereta Api Jarak Jauh Sudah Kembali Normal

Insiden yang terjadi antara KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) kemarin membuat perjalanan kereta api sementara tak bisa dilewati. Akibatnya berbagai keterlambatan pun terjadi. Proses evakuasi berjalan sangat dramatis. Korban akibat insiden tersebut di evakuasi satu persatu oleh satuan tim penyelamat. Proses evakuasi pasca insiden kereta api di wilayah Stasiun Bekasi Timur masih terus berlangsung. Pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan perkembangan terbaru terkait upaya penyelamatan dan pemulihan operasional. Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengungkapkan bahwa saat ini masih ada tiga penumpang yang terperangkap di dalam rangkaian kereta dan proses evakuasi terus dilakukan secara hati-hati. Proses evakuasi berlangsung sekitar delapan jam karena dilakukan secara bertahap dan penuh kehati-hatian. Hingga kini, 12 gerbong kereta telah berhasil dievakuasi dan dipindahkan ke Stasiun Bekasi. Seiring progres evakuasi, jalur hilir telah kembali dibuka untuk operasional kereta api jarak jauh. Meski demikian, layanan Commuter Line belum dapat melayani naik turun penumpang di Stasiun Bekasi Timur. Terkait penyebab kecelakaan, proses investigasi sepenuhnya diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) guna memastikan hasil yang objektif sebagai dasar perbaikan layanan. Berdasarkan keterangan resmi pihak PT KAI, insiden ini menyebabkan puluhan penumpang mengalami luka-luka. Sebanyak 79 orang dilaporkan telah menjalani observasi medis di berbagai rumah sakit di wilayah Bekasi. Kini, lokomotif yang menabrak rangkaian KRL sudah berhasil di evakuasi. Lokomotif bernomor seri CC 206 13 86 Dipo Induk Cipinang tersebut sudah ditarik menuju Depo Lokomotif Cipinang. Proses evakuasi berjalan lancar, hingga menuju depo. Kecepatan yang ditempuh pun tak lebih dari 30 km/jam melintasi jalur yang biasa dilewati oleh Kereta Rel Listrik (KRL). Untuk proses evakuasi rangkaian KRL, saat ini masih ditangani petugas terkait. Rangkaian KRL tersebut masih berada di posisi emplasmen Stasiun Bekasi Timur. Pada emplasemen tersebut terdapat alat berat yaitu dua buah crane yang di datangkan dari Bandung dan Cirebon. Agar proses berjalan lancar, petugas dengan sigap memotong bagian besi KRL guna melancarkan evakuasi. Terkait evakuasi, Bobby menyatakan evakuasi ini berlangsung cukup lama. Dia menyebut sudah hampir 8 jam lebih petugas masih melakukan evakuasi. Dan hingga kini dilaporkan bahwa korban luka-luka berjumlah 81 orang. Para korban tengah dalam perawatan di rumah sakit.
Stasiun Bekasi Timur Sementara Tidak Melayani Penumpang, Layanan KRL Hanya Sampai Stasiun Bekasi

Darman Prasetyo: Masinis Muda Heroik di Tragedi Bintaro 2 Yang Terlupakan

Ia bukanlah seorang pahlawan di jaman penjajahan dulu atau seorang penemu yang mempengaruhi dunia transportasi dewasa ini, tapi namanya baru-baru ini dicantumkan di Balai Pelatihan Teknik Traksi (BPTT) Yogyakarta. Ya, dia adalah Darman Prasetyo. Lantas, bagaimana bisa namanya diabadikan sebagai nama Sekolah Teknik terkemuka di Yogyakarta ini? Baca Juga: Human Error Duduki Peringkat Teratas Penyebab Kecelakaan Kereta Sebelum membahasnya lebih jauh, BPPT Darman Prasetyo merupakan salah satu tempat pendidikan yang dikhususkan untuk calon masinis lokomotif dan Kereta Rel Diesel (KRD). Para calon masinis akan menerima ilmu terkait pengendalian ular besi terlebih dahulu di sini selama kurun waktu tertentu. Baru setelah mereka dinyatakan siap untuk bertugas, mereka akan dikirim langsung ke lapangan untuk mengemudikan lokomotif.
Sumber: viva.id
Kembali ke topik pembahasan awal, Darman Prasetyo merupakan masinis KRL Jabodetabek jurusan Serpong-Tanah Abang yang menabrak truk tangki Pertamina pada Senin, 9 Desember 2013 silam. Darman yang ketika kejadian masih berumur 25 tahun tersebut menjadi salah satu dari tujuh korban tewas dalam tragedi tersebut, disusul oleh asisten masinis Agus Suroto, teknisi kereta Sofyan Hadi, dan empat penumpang lainnya. Kejadian nahas ini bermula ketika KRL bernomor 1131 berangkat dari stasiun Serpong sekitar pukul 11.01, sedikit molor karena kereta tersebut sempat meperbaiki sistem AC yang tidak berfungsi dengan baik. Ketika kereta tengah melaju menuju stasiun Pondok Ranji, di situlah petaka ini bermula. Sebuah truk gandeng bermuatan 24 ribu kiloliter BBM melintasi palang pintu kereta yang terletak di Jalan Bintaro Permai 3, Jakarta Selatan. Diketahui, palang pintu tersebut tidak berfungsi. Dilansir KabarPenumpang.com dari beberapa laman sumber, petugas penjaga pintu perlintasan kereta sempat mengibarkan bendera merah yang menandakan kereta harus segera berhenti karena statusnya tidak aman untuk melintas. Namun KRL yang dikendalikan oleh Darman tidak bisa mengerem mendadak dan tabrakan pun tak bisa dihindari. Menurut penuturan salah satu saksi mata kejadian tersebut, ia sempat melihat seorang petugas kereta yang keluar dari ruang kendali dan mengabarkan kepada penumpang bahwa kereta akan menabrak. “Lima detik habis asisten masinis itu kasih tahu saya bakal ada tabrakan ‘hati-hati bu, mau tabrakan’, habis itu, terjadilah tabrakan,” kata saksi mata bernama Effendi tersebut, dilansir dari laman Liputan6.com.
Sumber: wikipedia.com
Anehnya, setelah melakukan peringatan tersebut, sang asisten masinis kembali ke dalam ruang kendali dan seolah bersiap untuk menanti ajal yang akan segera merenggut nyawanya. Tragisnya, truk yang bermuatan penuh tersebut meledak sebanyak tiga kali, tidak lama setelah KRL 1131 menabraknya. Sontak, tidak hanya tragedi mengenaskan itu saja yang ramai diperbincangkan seantero Indonesia, melainkan aksi heroik dari Darman cs. dalam menghadapi situasi tersebut. Direktur Utama PT KAI kala itu, Ignasius Jonan mengatakan keputusan yang diambil oleh Darman cs. menunjukkan tanggung jawab dan dedikasi yang sangat besar terhadap tugas. “Jarang sekali ada orang dengan hati sebesar dan semulia itu,” ungkap Jonan dikutip dari sumber terpisah. 10 hari berselang setelah kejadian tersebut, tepatnya 19 Desember 2013, PT KAI resmi mengabadikan nama Darman Prasetyo sebagai nama Balai Pelatihan Teknik Traksi Yogyakarta, menyusul kedua rekannya yang juga mendapat perlakuan sama.
Sumber: kompas.com
Balai Pelatihan Teknik Perkeretaapian (BPTP) di Bekasi berubah menjadi BPTP Sofyan Hadi dan Balai Pelatihan Operasional dan Pemasaran (BP-Opsar) di Bandung berubah menjadi BP-Opsar Agus Suroto. Selain mengabadikan nama mereka sebagai balai pelatihan, sebuah prasasti juga dibangun di stasiun Tanah Abang untuk mengenang dedikasi mereka dalam bertugas. Baca Juga: Antisipasi Kecelakaan di Jalur Kereta, Kemenhub Datangkan Kereta Derek “Dia adalah pahlawan,” tutur Direktur Operasi PT KAI Herlianto usai upacara peresmian BPTT Darman Prasetyo, Kamis, 19 Desember 2013, dikutip dari laman tempo.co. Sebagai bentuk belasungkawa kepada keluarga korban yang ditinggalkan, PT KAI memberikan kesempatan bagi keluarga korban mendaftar menjadi pegawai perkeretaapian dengan jalur khusus, tanpa tes, tanpa batasan umur, dan sesuai dengan latar belakang pendidikan mereka. “Bisa anaknya, bisa istrinya, atau juga saudara,” ungkap Juru bicara PT KAI Daerah Operasi VI kala itu, Agus Komarudin.

Insiden Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur Perjalanan KA Sementara Dibatalkan, Ini Daftarnya

Kejadian yang tidak diduga terjadi pada Senin, 27 April 2026 di Kota Bekasi. Ya, Peristiwa kecelakaan dilaporkan terjadi sekitar pukul 20.57 WIB pada jalur perlintasan sekitar Bulak Kapal, Bekasi Timur. Insiden bermula ketika sebuah mobil taksi listrik warna hijau tertemper KRL pada jalur perlintasan langsung di kawasan tersebut. Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta menyampaikan kronologi awal kejadian kepada wartawan. Ia menjelaskan KRL sempat mengalami gangguan setelah mengalami temperan dengan kendaraan sebelum akhirnya berhenti di lintasan rel tersebut. Ia mengakui tabrakan awal dengan taksi listrik menyebabkan rangkaian KRL terhenti di jalur tersebut. Di Stasiun Bekasi Timur, terdapat rangkaian KRL berada di lintasan yang berbeda ke arah Cikarang menunggu amannya jalur kereta di sebelahnya. Namun, tak lama kemudian insiden terjadi di jalur yang sama terdapat ada Kereta Api Argo Bromo Anggrek melintas dengan cepat. Benturan tak terhindarkan terjadi ketika KA Argo Bromo Anggrek mendekati rangkaian KRL tersebut. Kejadian ini memicu upaya evakuasi oleh petugas di lokasi serta penanganan awal terhadap penumpang yang terdampak insiden. Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan sejumlah petugas bekerja mengevakuasi penumpang dari rangkaian yang mengalami kecelakaan. Beberapa korban terlihat mendapatkan perawatan medis di sekitar lokasi kejadian oleh tim yang berada di tempat tersebut. Insiden tersebut mengakibatkan sebanyak 39 penumpang KRL yang telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Mereka dirujuk ke beberapa fasilitas kesehatan terdekat, di antaranya RSUD Bekasi, Primaya Hospital Bekasi Timur, Mitra Plumbon Cibitung, dan RSU Bella Bekasi. Seiring dengan penanganan di lokasi, KAI melakukan penyesuaian pola operasi perjalanan KRL menyesuaikan kondisi jalur, agar layanan kepada pelanggan tetap dapat berjalan secara bertahap. Untuk pelanggan KA 4 Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasar Turi – Gambir, KAI menyiapkan layanan bus guna melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Gambir sebagai bagian dari pelayanan lanjutan. Seluruh perjalanan Kereta Api Jarak Jauh yang berangkat dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen untuk sementara dihentikan guna mendukung proses penanganan dan memastikan keselamatan perjalanan, diantaranya adalah: • KA 120B Gunungjati (Gambir – Cirebon) • KA 139B Parahyangan (Kiaracondong – Gambir) • KA 140B Parahyangan (Gambir – Kiaracondong) • KA 22 Argo Muria (Gambir – Semarang Tawang) • KA 117B Gunungjati (Cirebon – Gambir) • KA 56F–53F Purwojaya (Cilacap – Gambir) • KA 58F–59F Purwojaya (Gambir – Cilacap) • KA 143B Madiun Jaya (Madiun – Pasar Senen) • KA 17 Argo Sindoro (Semarang Tawang – Gambir) Berdasarkan data sementara, terdapat 7 orang penumpang KRL yang meninggal dunia. KAI menyampaikan duka cita yang mendalam serta belasungkawa kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan. Pelanggan dan keluarga yang membutuhkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi layanan resmi KAI melalui WhatsApp 0811-2223-3121 atau Call Center 121.
Dampak Ekonomi KA Kahuripan: Kereta Termurah yang Hidupkan Jalur Selatan Jawa

MAN dan MVG Uji Coba Bus Listrik Otonom di Munich: Masa Depan Transportasi Publik

Masa depan transportasi publik perkotaan semakin mendekati kenyataan di Jerman. Produsen otomotif ternama MAN Truck & Bus bersama operator transportasi Munich, MVG, secara resmi mengumumkan persiapan operasi percontohan (pilot operation) untuk bus listrik otonom. Kolaborasi strategis ini bertujuan untuk menguji keandalan teknologi kemudi otomatis dalam lingkungan lalu lintas kota yang sebenarnya, sekaligus menjadi jawaban atas tantangan efisiensi energi di masa depan. Proyek ini menggunakan basis armada bus listrik MAN Lion’s City E yang telah teruji. Namun, yang membedakan unit ini adalah integrasi sistem otonom tingkat tinggi (Level 4) yang memungkinkan kendaraan beroperasi tanpa intervensi pengemudi pada rute-rute tertentu. Pengujian ini difokuskan pada integrasi sistem sensor canggih, pemetaan digital presisi tinggi, dan komunikasi antara kendaraan dengan infrastruktur kota guna memastikan keamanan maksimal bagi penumpang maupun pengguna jalan lainnya. Pihak MVG menekankan bahwa inisiatif ini bukan sekadar pamer teknologi, melainkan upaya konkret untuk mengatasi masalah kekurangan tenaga kerja pengemudi yang dialami banyak operator transportasi di Eropa. Dengan adanya bus otonom, operator dapat mengoptimalkan jadwal pelayanan terutama pada rute-rute penghubung (feeder) atau rute dengan tingkat kepadatan rendah namun memerlukan konsistensi waktu tempuh yang ketat. Teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik transportasi umum dibandingkan kendaraan pribadi. Selama fase pilot ini, keamanan tetap menjadi prioritas nomor satu. Meskipun bus bergerak secara mandiri, seorang operator keselamatan (safety driver) tetap akan berada di dalam kabin untuk memantau kinerja sistem dan siap mengambil alih kendali jika terjadi situasi darurat yang tidak terduga. Data yang dikumpulkan selama masa uji coba ini akan menjadi basis penting bagi pengembangan regulasi dan standarisasi bus otonom di masa mendatang, tidak hanya di Jerman tetapi juga di level internasional. Bagi para pembaca setia KabarPenumpang.com, inisiatif dari MAN dan MVG ini menunjukkan bahwa transisi menuju mobilitas cerdas (smart mobility) sedang berlangsung secara masif. Bus listrik otonom ini menjanjikan pengalaman perjalanan yang lebih halus, minim kebisingan, dan tentu saja ramah lingkungan, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan di era digital ini.
Bus Otonom Pertama di Inggris Mulai Beroperasi dengan Melayani Penumpang

Awas Konslet! Cuma Alat Ini yang Boleh Dicolok ke Stopkontak Kereta

Tentunya setiap orang ingin melakukan perjalanan dengan kereta api dengan aman dan nyaman tanpa masalah apapun. Terlebih lagi jika mengikuti aturan yang ada selama di area kereta api, karena dengan mengikuti arahan atau pun aturan yang ada pastinya penumpang bisa merasakan perjalanan dengan penuh suka cita. Berbagai aturan yang diterapkan oleh PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) tentu sudah melewati tahapan yang dapat terhindar dari risiko yang bisa merugikan penumpang. Seperti halnya pada fasilitas yang tersedia di dalam kereta api. Selama di perjalanan, penumpang bisa gunakan fasilitas secara cuma-cuma dengan baik. Dan tentu saja ada batasan dan aturan tertentu agar jangan sampai kelewat batas dalam penggunaannya. Seperti halnya yang terjadi pada salah satu penumpang kereta api yang sempat viral di media sosial. Beredar video penumpang yang sedang memasak mi instan menggunakan kompor listrik di dalam kereta dan menyambungkannya ke stopkontak. Dari imbauan KAI baik secara tertulis maupun lisan dari pengeras suara menegaskan bahwa fasilitas listrik di kereta hanya diperuntukkan bagi perangkat berdaya rendah, seperti HP, laptop, earphone dan tablet. Penggunaan perangkat dengan daya besar berpotensi mengganggu sistem kelistrikan kereta dan membahayakan perjalanan. Berikut ini beberapa alat yang dilarang saat menggunakan stopkontak kereta: • Hair dryer • Catokan rambut • Rice cooker • Kompor listrik • Teko listrik Kipas angin • Powerbank Sementara itu penggunaan stopkontak yang diperbolehkan untuk digunakan seperti perangkat elektronik berdaya rendah, adalah sebagai berikut: • Handphone (HP) • Tablet • Laptop • Earphone. Penggunaan perangkat tersebut dinilai aman selama tidak berlebihan. Penumpang juga diimbau memastikan charger tidak panas dan segera mencabutnya setelah baterai terisi penuh. Jika digunakan bersama, penumpang diharapkan dapat berbagi stopkontak secara bijak. KAI mengimbau kepada pelanggan untuk saling menghormati dan menghargai di antara sesama pelanggan agar perjalanan kereta api tetap aman dan nyaman. Dan berpesan kepada pelanggan untuk selalu mematuhi aturan, menjaga ketertiban, menjaga fasilitas kereta api dan stasiun karena layanan kereta api merupakan fasilitas umum.
Hindari Kebakaran, India Hentikan Pasokan Listrik ke Soket Pada Perjalanan Kereta Malam Hari

Bukan Hanya Megah, Inilah Deretan Bandara Terbesar di Dunia Berdasarkan Luas Lahan

Dalam dunia penerbangan, kemegahan sebuah bandara sering kali diukur dari jumlah penumpang atau kecanggihan terminalnya. Namun, ada satu faktor lain yang tak kalah mengagumkan, yaitu luas wilayah daratan yang dikuasai oleh bandara tersebut. Beberapa bandara di dunia memiliki luas yang sangat fantastis, bahkan menyamai atau melebihi luas sebuah kota besar. Luas lahan yang masif ini biasanya diperlukan untuk mengakomodasi banyak landasan pacu (runway), infrastruktur pendukung, hingga zona penyangga lingkungan yang luas demi pengembangan jangka panjang. Posisi pertama sebagai bandara terluas di dunia masih dipegang teguh oleh Bandara Internasional King Fahd (DMM) di Dammam, Arab Saudi. Luas bandara ini benar-benar sulit dibayangkan, yakni mencapai sekitar 776 kilometer persegi. Sebagai perbandingan, luas lahan bandara ini bahkan lebih besar dari keseluruhan wilayah negara tetangganya, Bahrain. Meskipun memiliki area yang sangat luas, hanya sebagian kecil dari lahan tersebut yang saat ini digunakan untuk operasional penerbangan, sementara sisanya disiapkan sebagai cadangan strategis untuk pengembangan di masa depan. Beralih ke Benua Amerika, Bandara Internasional Denver (DEN) menempati urutan kedua sekaligus menjadi bandara terluas di Amerika Serikat. Dengan luas mencapai 135,7 kilometer persegi, Denver International Airport terkenal dengan atap terminalnya yang ikonik berbentuk tenda-tenda putih menyerupai pegunungan salju. Luasnya lahan Denver memungkinkan bandara ini memiliki tata letak landasan pacu yang unik dan efisien, serta memberikan ruang yang sangat lega untuk perluasan terminal tanpa harus terkendala oleh pemukiman penduduk di sekitarnya. Di posisi selanjutnya, terdapat Bandara Internasional Istanbul (IST) di Turki yang menjadi representasi kemegahan modern di persimpangan Asia dan Eropa. Sejak beroperasi penuh menggantikan Bandara Ataturk, bandara ini terus berkembang dengan luas lahan mencapai 76,5 kilometer persegi. Istanbul Airport dirancang untuk menjadi hub global terbesar yang mampu menampung hingga 200 juta penumpang per tahun setelah seluruh fase pembangunannya selesai. Dengan lahan yang begitu luas, Turki berhasil membangun infrastruktur penerbangan yang sangat kompetitif di kancah internasional.
Bandara Istanbul Resmikan Operasional ‘Triple Runway’ – Tingkatkan Kapasitas Penerbangan dan Mengurangi Waktu Delay
Selain ketiga raksasa tersebut, nama-nama seperti Bandara Internasional Dallas/Fort Worth (DFW) di Texas dan Bandara Internasional Orlando (MCO) di Florida juga masuk dalam jajaran elit ini. Dallas/Fort Worth mencakup area seluas 69,6 kilometer persegi, yang saking luasnya, bandara ini memiliki kode pos tersendiri dan layanan darurat yang mandiri. Sementara itu, Orlando dengan luas 47 kilometer persegi memanfaatkan lahannya untuk mendukung operasional tinggi sebagai gerbang utama menuju berbagai destinasi wisata dunia di Florida. Bagi para penumpang, luasnya bandara-bandara ini tentu menjadi tantangan tersendiri, namun di sisi lain menunjukkan betapa vitalnya peran infrastruktur udara dalam menghubungkan mobilitas global.
Bandara Internasional King Fahd, Bandara dengan Wilayah Terluas di Dunia

Hafeet Rail Tembus Progres 40 Persen, Pengerjaan Terowongan di Pegunungan Hajar dan Infrastruktur Sohar Jadi Fokus Utama

Proyek kereta api lintas negara pertama di Jazirah Arab, Hafeet Rail, menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan. Hingga akhir April 2026, pengerjaan infrastruktur yang menghubungkan Uni Emirat Arab (UEA) dan Oman ini secara resmi telah mencapai angka 40 persen. Proyek ambisius senilai USD 2,5 miliar ini tidak hanya sekadar menghubungkan dua wilayah, tetapi juga menjadi bukti nyata sinergi teknologi transportasi modern di Timur Tengah. Berdasarkan pembaruan terbaru, fokus konstruksi saat ini terkonsentrasi di beberapa lokasi kunci yang memiliki tantangan geografis tinggi, terutama di wilayah perbatasan dan koridor pegunungan. Konstruksi fisik kini tengah berlangsung masif di empat wilayah utama sepanjang 238 kilometer jalur utama yang menghubungkan Sohar dengan Abu Dhabi. Titik pengerjaan tersebut meliputi wilayah Al Ain di UEA yang menjadi area integrasi dengan jaringan Etihad Rail, kemudian masuk ke Al Buraimi di Oman sebagai titik krusial pertemuan dua negara, lalu melintasi koridor lembah Wadi Al Jizzi, dan berakhir di pusat logistik strategis Sohar. Di titik-titik inilah ribuan pekerja dan alat berat dikerahkan untuk memastikan target operasional dapat tercapai tepat waktu tanpa mengabaikan aspek kualitas infrastruktur. Salah satu pencapaian teknis terbesar yang tengah menjadi sorotan adalah dimulainya penggalian terowongan di kawasan Pegunungan Hajar, Al Buraimi. Pihak Hafeet Rail mengonfirmasi bahwa penggalian pada Terowongan 1 dan 2 sedang menunjukkan kemajuan pesat. Secara total, proyek ini akan dilengkapi dengan jaringan terowongan sepanjang 2.500 meter untuk memastikan kereta penumpang dapat melaju mulus pada kecepatan 200 km/jam. Medan pegunungan yang terjal menjadi tantangan teknik tersendiri, namun hal ini sekaligus menjanjikan pemandangan yang spektakuler bagi para penumpang di masa depan.
Hubungkan Abu Dhabi – Dubai dengan Kereta Cepat, Etihad Rail Mulai Layani Penumpang di Tahun 2026
Skala masif proyek ini tercermin dari volume material yang telah diolah hingga periode April 2026. Tercatat lebih dari 27 juta meter kubik tanah telah digali dan ditimbun untuk pembentukan badan jalan kereta (earthworks), serta penggunaan beton yang telah melampaui angka 100.000 meter kubik. Selain itu, sebanyak 80 struktur termasuk jembatan tinggi (viaducts) sedang dalam berbagai tahap pembangunan, didukung oleh penanaman 900 tiang pancang beton dan pemasangan 130 box culverts untuk menjamin sistem drainase yang mumpuni di tengah iklim gurun yang ekstrem. Selain pembangunan jalur utama, pengembang yang terdiri dari konsorsium Etihad Rail, Oman Rail, dan Mubadala Investment Company juga mempercepat pembangunan fasilitas stasiun dan depo logistik di Sohar serta Al Buraimi. Menariknya, di tengah percepatan pengerjaan fisik ini, manajemen Hafeet Rail berhasil mencatatkan rekor 10 juta jam kerja aman tanpa kecelakaan kerja besar. Hal ini menunjukkan standar keselamatan kerja yang sangat ketat meskipun proyek sedang berada dalam fase konstruksi yang intensif. Kehadiran Hafeet Rail diharapkan mampu merevolusi cara masyarakat melakukan perjalanan di kawasan Teluk. Jika biasanya perjalanan darat dari Abu Dhabi ke Sohar memakan waktu hingga 3,5 jam, dengan kereta api ini nantinya waktu tempuh akan terpangkas drastis menjadi hanya 100 menit saja.
Etihad Rail Buka Terowongan Kereta Terpanjang di Uni Emirat Arab

Tekan Food Waste, Airbus Manfaatkan Kecerdasan Buatan untuk Kurangi Sisa Makanan di Kabin Pesawat

Masalah sisa makanan (food waste) di dalam penerbangan telah lama menjadi tantangan besar bagi maskapai di seluruh dunia. Selain berdampak pada lingkungan, ketidakefisienan dalam pengelolaan katering juga membebani biaya operasional. Menjawab tantangan tersebut, produsen pesawat asal Eropa, Airbus, meluncurkan inisiatif baru berbasis Kecerdasan Buatan (AI) untuk membantu maskapai meminimalkan sisa makanan di kabin. Melansir laporan dari Simple Flying, inisiatif yang dikembangkan melalui unit Airbus Services ini bertujuan untuk menganalisis perilaku konsumsi penumpang secara lebih akurat. Dengan menggunakan algoritma AI, maskapai dapat memprediksi jenis makanan apa yang paling banyak dikonsumsi dan apa yang sering kali tersisa di piring penumpang. Data ini nantinya digunakan untuk mengoptimalkan jumlah dan jenis makanan yang dibawa dalam setiap penerbangan. Selama ini, maskapai cenderung membawa makanan dalam jumlah maksimal untuk memastikan semua penumpang terlayani, namun hal ini sering kali berujung pada pembuangan berton-ton makanan yang tidak tersentuh. Dengan sistem AI Airbus, data dari penerbangan sebelumnya akan diolah untuk memberikan rekomendasi katering yang lebih presisi berdasarkan rute, waktu penerbangan, hingga profil demografis penumpang pada jadwal tersebut. Keuntungan dari penggunaan teknologi ini tidak hanya terbatas pada pengurangan limbah makanan. Dengan jumlah katering yang lebih pas, bobot pesawat dapat dikurangi, yang secara langsung berdampak pada efisiensi penggunaan bahan bakar dan penurunan emisi karbon. Hal ini sejalan dengan target industri penerbangan global untuk mencapai net-zero emissions pada tahun 2050. Airbus optimistis bahwa integrasi AI dalam layanan kabin akan menjadi standar baru bagi maskapai modern. Bagi para penumpang, langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas sajian, karena maskapai dapat lebih fokus pada menu-menu yang memang terbukti menjadi favorit pelanggan. Inisiatif ini membuktikan bahwa teknologi tinggi tidak hanya soal mesin dan navigasi, tetapi juga solusi cerdas untuk kenyamanan dan keberlanjutan di dalam kabin.
Santap Sisa Makanan Penumpang, Awak Kabin Ini Terancam Sanksi Berat

Mulai 1 Mei 2026 Pemberhentian Kereta Api di Daop 5 Purwokerto Alami Perubahan, Yuk Cek Jadwalnya di Sini

Perjalanan kereta api bagi masyarakat saat ini sudah semakin antusias dalam hal ketepatan waktu. Selain itu beberapa kereta api saat ini sudah mulai alami perubahan dalam setiap pemberhentian di beberapa stasiun di wilayah tertentu. Ini karena meningkatnya jumlah masyarakat pengguna kereta api di kawasan tersebut, mengharuskan perjalanan kereta api singgah di beberapa tambahan stasiun. Ya, salah satunya beberapa stasiun di wilayah Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto. Ternyata ada beberapa perjalanan kereta api yang menjadi tambahan pemberhentian demi permintaan penumpang yang antusias dan setia pengguna kereta api. Karena selain praktis, beberapa tambahan pemberhentian di beberapa stasiun tersebut juga memiliki peningkatan yang cukup baik. Biasanya di wilayah Daop 5 Purwokerto tentu adanya daya tarik masyarakat yang memiliki potensi wisata khusus di kawasan tersebut. Penyesuaian jadwal penambahan pemberhentian di wilayah Daop 5 Purwokerto akan di mulai pada 1 Mei 2026 mendatang. Hal tersebut meliputi perubahan jadwal keberangkatan dan kedatangan serta penambahan stasiun pemberhentian. Manajer Humas KAI Daop 5 Purwokerto M. As’ad Habibuddin mengatakan, penyesuaian dilakukan untuk meningkatkan keandalan operasional sekaligus memberikan layanan yang lebih optimal kepada pelanggan. Serta diharapkan dapat meningkatkan performa operasional serta memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi pelanggan. Berikut ini daftar nama- nama kereta api yang alami perubahan penyesuaian jadwal pemberhentian, sebagai berikut: • KA 10A Argo Wilis relasi Bandung–Surabaya Gubeng • KA 77C Lodaya relasi Solo Balapan–Bandung • KA 78C Lodaya relasi Bandung–Solo Balapan • KA 114C Sawunggalih relasi Pasar Senen–Kutoarjo • KA 284B Serayu relasi Pasar Senen–Purwokerto • KA 287A Serayu relasi Purwokerto–Pasar Senen • KA 291A Kutojaya Selatan relasi Kutoarjo–Kiaracondong. Untuk KA Argo Wilis, penyesuaian terjadi di Stasiun Kroya dengan waktu tiba berubah dari pukul 11.46 WIB menjadi 11.56 WIB, sedangkan keberangkatan bergeser dari pukul 11.49 WIB menjadi 11.59 WIB. Kemudian di Stasiun Kutoarjo, waktu tiba mengalami perubahan dari pukul 12.38 WIB menjadi 12.48 WIB dan jadwal keberangkatan dari pukul 12.41 WIB menjadi 12.51 WIB. Lalu untuk KA 77C Lodaya mengalami percepatan waktu kedatangan dan keberangkatan di sejumlah stasiun, meliputi Kutoarjo, Kebumen, Gombong, Kroya, dan Sidareja. kereta ini juga menambah pemberhentian di Stasiun Gandrungmangun dengan waktu tiba pukul 10.36 WIB dan berangkat pukul 10.42 WIB. Penambahan pemberhentian di Stasiun Gandrungmangun juga berlaku untuk KA 78C Lodaya, dengan jadwal tiba pukul 10.32 WIB dan keberangkatan pukul 10.38 WIB. Untuk KA 114C Sawunggalih, perubahan terjadi pada waktu kedatangan dan keberangkatan di Stasiun Karanganyar dan Kebumen. Serta waktu tiba di Stasiun Kutoarjo disesuaikan menjadi pukul 12.39 WIB. KA 284B Serayu mengalami perubahan jadwal di sejumlah stasiun, yakni Sidareja, Gandrungmangun, Jeruklegi, Maos, dan Kroya. Sementara itu, KA 287A Serayu mengalami penyesuaian waktu di Stasiun Gandrungmangun dan Sidareja. Dan untuk KA 291A Kutojaya Selatan mengalami perubahan waktu kedatangan di Stasiun Maos, dari pukul 11.49 WIB menjadi 11.38 WIB.
D52, Lokomotif Uap Modern Pasca Kemerdekaan Indonesia

Hari ini, 21 Tahun Lalu, Airbus A380 Sukses Terbang Perdana

Tepat hari ini, 21 tahun lalu yang bertepatan dengan 27 April 2005, dikenal sebagai momen besar dalam sejarah kedirgantaraan internasional, pasalnya, pada tanggal itu, telah terbang perdana pesawat jet penumpang komersial terbesar di dunia saat ini, Airbus A380. 

Baca juga: Tak Satupun Terbang, Airbus A380 Keok dari “Queen Of The Skies” Boeing 747

Momen sakral 27 April 2005, ditandai dengan seremoni yang dilakukan di Toulouse, Perancis. Setelah upacara pembukaan, sambutan, dan sejenisnya usai, Airbus pun memamerkan A380 pertama di dunia. Disebutkan, Airbus memperkenalkan prototipe itu dengan nomor registrasi F-WWOW. Nomor registrasi itu bukan sekedar kode belaka, melainkan ada pesan besar yang diusung Airbus.

Tiga huruf terakhir menunjukkan semangat Airbus terhadap pesawat, yang mengingatkannya pada gelaran akbar Olimpiade, beserta pernak-perniknya. “Itu (tiga huruf terakhir) mengingatkan pada upacara pembukaan Olimpiade, lengkap dengan penari menyerupai malaikat, melayang di atas awan asap biru,” tulis BBC mengutip pernyataan pejabat Airbus saat memamerkan A380 pertama.

Setelah diperkenalkan, tiga bulan kemudian, F-WWOW melakukan penerbangan perdana atau first maiden di langit Kota Toulouse, Perancis, pada 27 April 2005. Penerbangan dipimpin langsung oleh Jacques Rosay, kepala pilot penguji Airbus, dibantu enam awak.

Pesawat lepas landas dari Toulouse pada 10.29 waktu setempat dan mengudara selama hampir empat jam. Selama waktu ini, F-WWOW berhasil memenuhi semua tujuan utama uji terbang. Tiga jam 54 menit kemudian, pesawat mendarat di Toulouse pada 14.23. Kedatangannya disambut meriah oleh jurnalis, avgeeks, dan bahkan masyarakat pada umumnya.

Setelah melakukan penerbangan perdana dan tidak dikirim ke maskapai untuk layanan komersial, lantas apa aktivitasnya dan dimana pesawat itu sekarang berada? Menurut Planespotters.net, pesawat yang dinamakan Jacques Rosay tetap berada dalam genggaman Airbus. Umumnya, pesawat dioperasikan sebagai pesawat uji.

Usai sukses melakukan penerbangan perdana, Jacques Rosay mengaku puas dengan performa pesawat. Terutama ketika climbing tak lama setelah lepas landas. “Dalam beberapa menit pertama penerbangan, kami terkesan dengan kemudahan handling pesawat,” ujarnya.

Sepanjang hampir 16 tahun itu, tercatat F-WWOW baru dua kali digrounded dalam waktu yang cukup lama. Pertama terjadi antara Februari 2017 dan Januari 2019. Adapun yang kedua terjadi dari September 2019 hingga November 2020.

Selebihnya, pesawat terus dioperasikan Airbus untuk berbagai keperluan. Data dari RadarBox.com, umumnya, Airbus A380 “Jacques Rosay” beroperasi secara melingkar, dimana pesawat lepas landas dan mendarat di Toulouse -seperti sedang melakoni flight to nowhere- selama 30 menit sampai 6 jam lebih. Terakhir kalinya pesawat terbang pada 25 Maret, dari Toulouse pada 10.53 dan mendarat empat jam 53 menit kemudian pada 15.46.

Baca juga: Airbus A380 Pernah Ingin Dijadikan Air Force One, Batal Gegara Hal Ini

Dilansir Simple Flying, prototipe pertama Airbus A380 mulai dipamerkan ke publik pada 18 Januari 2005. Ketika itu, Airbus membuat acara besar-besaran menyambut pesawat widebody andalannya ini. Maklum, pabrikan asal Eropa tersebut memang sejak pertama kali berdiri belum bisa menggoyang kompetitor abadinya, Boeing, di pangsa pasar widebody.