Sebagai masyarakat pengguna setia kereta api pastinya ada hal yang dilakukan dalam melakukan perjalanan. Khususnya pengguna kereta api lokal yang memiliki jarak pendek dengan jadwal yang relatif lebih banyak. Selain itu tarif yang diberikan jauh lebih murah dengan waktu yang relatif cepat tanpa gangguan seperti halnya terhindar dari kemacetan.
Pemberlakuan saat menggunakan kereta api lokal sebenarnya hampir sama saat melakukan perjalanan jarak jauh. Sebelum naik ke rangkaian kereta, penumpang di wajibkan untuk boarding pass terlebih dahulu dengan cara memindai barcode yang telah dipesan sebelumnya di aplikasi maupun laman resmi PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI).
Biasanya pihak atau petugas stasiun menginformasikan saat kereta api di stasiun tersebut agar penumpang bersiap menggunakan kereta api lokal tersebut sesuai dengan tiket yang tertera secara daring. Setelah kereta memasuki peron, penumpang diarahkan oleh petugas untuk menaiki rangkaian kereta dan memberi pendampingan agar penumpang merasa aman dan nyaman.
Namun, terkadang masyarakat sebagai pengguna kereta api lokal memiliki aktivitasnya masing-masing. Saat sudah memesan tiket kereta api lokal dan siap untuk digunakan, ada pula penumpang memiliki keperluan atau aktivitas lainnya yang tentu saja tiket perjalanan kereta api lokal tersebut hangus. Pada akhirnya, harus melakukan pemesanan ulang di jam berikutnya. Biasanya hal tersebut dilakukan penumpang yang biasa menggunakan kereta lokal dengan cara memesan tiket terlebih dahulu sesuai waktu dan tanggal keberangkatan.
Nah, beberapa kejadian yang dialami oleh masyarakat, kabarpenumpang sempat menanyakan kepada petugas KAI di salah satu stasiun yang berada di wilayah Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, yaitu Stasiun Cicalengka. Ternyata, walaupun sudah terlanjur membeli tiket kereta api lokal dan seharusnya berangkat sesuai jadwal, tapi menurut penuturan petugas yang berjaga di area boarding masih bisa dilakukan perubahan jadwal bahkan pengembalian tiket (refund) tersebut.
Perubahan jadwal maupun refund bisa dilakukan dengan cara menunjukkan pembelian tiket sebelumnya dari aplikasi maupun laman resmi KAI. Penumpang bisa melakukan hal tersebut wajib mendatangi loket di stasiun-stasiun yang melayani pembelian kereta lokal. Penumpang tidak bisa melakukan perubahan jadwal maupun refund melakukan sendiri baik melalui ponsel maupun hal lainnya.
Sebagai contoh jika penumpang naik kereta api lokal dari Stasiun Cicalengka pada pukul 10.00 WIB, lalu ingin merubah jadwal keberangkatan pada pukul 12.00 WIB. Jadi penumpang bisa merubah jadwal pukul 10.00 WIB pada 30 menit sebelum keberangkatan. Artinya penumpang diwajibkan merubah jadwal kereta api pada tiket paling lambat pukul 09.30 WIB.
Hal tersebut juga berlaku pada penumpang yang ingin melakukan refund. Namun, bea pengembalian dipotong sebesar 25 persen atau dengan kata lain penumpang mendapat uang kembali sebesar 75 persen dari harga tiket secara tunai. Penumpang juga akan diarahkan pengambilan uang tunai di stasiun yang direkomendasikan oleh petugas.
Dengan kemudahan tersebut, penumpang tak perlu khawatir lagi tiket hangus pada saat tidak jadi berangkat. Dengan kata lain, penumpang masih bisa mendapat kemudahan bahkan keuntungan yang diperoleh walaupun alami perubahan jadwal perjalanan bahkan dengan pengembalian tiket tersebut. Selain itu KAI juga mengimbau kepada masyarakat untuk terus update dalam hal informasi kereta api dengan acara melihat di sosial media KAI maupun laman resmi di kai.id.
Palang pintu perlintasan 86 yang berlokasi di Jalan Ampera tersebut masih terus di awasi dan di jaga. Pemasangan palang pintu sementara ini merupakan langkah awal sebagai bentuk upaya peningkatan keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan. PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) pun menegaskan bahwa aspek penjagaan menjadi faktor krusial dalam pengoperasian perlintasan sebidang.
Manager Humas KAI Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta, Franoto Wibowo menegaskan bahwa Apabila perlintasan JPL 86 di Jalan Ampera ini tidak dapat dijaga secara penuh selama 24 jam setiap hari, maka demi keselamatan bersama, KAI akan mengambil langkah tegas dengan melakukan penutupan perlintasan.
Pemasangan palang pintu sementara ini merupakan langkah awal dalam upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api sekaligus melindungi pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut. Fasilitas yang dipasang saat ini masih bersifat sementara dan belum termasuk palang pintu perlintasan resmi sebagaimana standar operasional permanen.
Pemasangan palang pintu sementara ini juga telah melalui koordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Bekasi serta Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur. KAI pun akan terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk mencari solusi permanen, seperti pembangunan flyover atau underpass guna mengurangi risiko kecelakaan di perlintasan sebidang.
Sambil menunggu solusi permanen, masyarakat diimbau untuk selalu mendahulukan perjalanan kereta api dan meningkatkan kewaspadaan ekstra. Pengendara diminta tetap berhenti sejenak serta memastikan situasi aman sebelum menyeberangi rel, baik di perlintasan yang terjaga maupun yang tidak terjaga.
KAI juga memberikan edukasi kepada masyarakat dan evaluasi berkelanjutan terhadap perlintasan yang memiliki potensi risiko tinggi. Franoto mengatakan upaya edukasi kepada masyarakat menjadi salah satu fokus utama, khususnya dalam meningkatkan disiplin berlalu lintas saat melintas di perlintasan sebidang.
Optimistis melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah, operator, dan masyarakat, keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan akan terus meningkat, terutama seiring dengan pengembangan infrastruktur dan peningkatan kesadaran kolektif terhadap pentingnya keselamatan di perlintasan sebidang.
KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api sebagai prioritas utama dalam operasional. Pun mengimbau masyarakat agar selalu waspada saat melintasi perlintasan, dengan berhenti sejenak dan memastikan kondisi aman sebelum melintas. Serta meminimalkan risiko kecelakaan di titik perlintasan tersebut sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat agar berhati-hati saat melintas di jalur kereta api.
Persinyalan kereta api saat ini memang masih menjadi hal penting dalam sistem keamanan selama di perjalanan. Dalam aspek keselamatan, sinyal kereta api sangat berperan penting mencegah terjadinya musibah yang membuat perjalanan kereta api pun terganggu.
Peralatan Persinyalan Perkeretaapian adalah fasilitas operasi kereta api yang berfungsi memberi petunjuk atau isyarat berupa warna, cahaya atau informasi lainnya dengan arti tertentu. Itu berarti kereta api pun berjalan sesuai dengan rambu-rambu yang harus dipatuhi saat berjalan.
Sinyal kereta api di Indonesia memiliki 2 jenis, yaitu sinyal elektrik dan sinyal mekanik. Kedua jenia sinyal tersebut masih digunakan baik di stasiun kecil hingga stasiun besar. Sinyal elektrik adalah isyarat lampu seperti halnya lampu lalu lintas untuk mengatur jalan atau tidak jalannya kereta api.
Secara berurutan, sinyal aspek ini terdiri dari Sinyal Muka, Sinyal Masuk, dan Sinyal Keluar. Untuk sinyal ini biasa ditemukan saat berada maupun memasuki stasiun. Selain urutan sinyal tersebut, ada pula sinyal tambahan saat di stasiun, yaitu sinyal langsir yang terletak dibagian bawah samping rel kereta api dekat dengan wesel. Sinyal langsir eletrik tersebut berupa indikasi 2 lampu berwarma putih dan 1 lampu berwarna merah. Untuk sinyal elektrik yang biasa ditemukan berwarna merah kuning dan hijau maupun merah atau kuning dan hijau saja.
Sinyal Elektrik kereta api (Foto: Dok. Istimewa)
Kemudian sinyal mekanik. Sesuai namanya perangkat sinyal ini digerakan secara mekanik. Sinyal mekanik ini berbentuk papan atau lengan semapur yang dinaikan atau diturunkan untuk memberi perintah kepada masinis kereta api. Bagian depan lengan biasanya diberi warna merah dengan tambahan warna pantulan cahaya agar bisa terlihat oleh masinis saat kereta api memancarkan lampu, serta dibagian belakang lengan diberi warna kuning. Sama halnya sinyal elektrik, tiangnya pun diberi warja kuning dan hitam.
Sinyal mekanik juga dibagi menjadi dua jenis. Pertama peralatan dalam ruangan diantaranya interlocking mekanik dan pesawat blok. Kedua peralatan luar ruangan diantaranya peraga sinyal mekanik, penggerak wesel mekanik, petunjuk kedudukan wesel mekanik, penghalang sarana dan media transmisi atau saluran kawat.
Meski sudah hampir semua tergantikan dengan sinyal elektrik, sinyal mekanik masih bisa di lihat di beberapa wilayah, seperti wilayah Daop 2 Bandung, Daop 8 Surabaya dan Daop 9 Madiun. Ada juga di wilayah Sumatera yaitu Divisi Reginonal (Divre) 1-4. Persinyalan mekanik ini tetap menjadi peran penting dalam perjalanan kereta api dan juga sebagai alat yang dilestarikan, mengingat persinyalan mekanik ini sudah ada sejak zaman pemerintahan Kolonial Belanda.
Sinyal Mekanik kereta api yang saat ini masih digunakan dibeberapa wilayah. (Foto: Dok. Istimewa)
Sistem persinyalan perkeretaapian dioperasikan oleh petugas Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA). Petugas PPKA ini bertanggungjawab mengoperasikan perjalanan kereta api yang dimulai dari stasiun keberangkatan, bersilang, bersusulan, dan berhenti di stasiun tujuan diatur berdasarkan grafik perjalanan kereta api. Karena memiliki tugas yang vital dalam menjamin keselamatan dan ketertiban perjalanan Kereta Api, petugas PPKA ini harus memiliki disiplin tinggi dan keahlian khusus untuk mengatur dan melakukan tindakan.
Sektor transportasi Cina kembali menunjukkan taringnya sebagai yang tersibuk di dunia dengan mencatatkan angka pergerakan manusia yang masif selama periode libur Hari Buruh. Selama periode liburan yang berlangsung selama lima hari tersebut, otoritas transportasi Cina mencatat total perjalanan lintas wilayah mencapai angka fantastis, yakni 1,36 miliar perjalanan.
Angka tersebut mencerminkan lonjakan aktivitas perjalanan masyarakat yang luar biasa di seluruh penjuru negeri, di mana rata-rata perjalanan harian selama periode liburan ini mencapai 272,21 juta perjalanan, atau tumbuh sebesar 2,1 persen dibandingkan tahun lalu. Jika dibandingkan dengan data tahun 2019 sebelum pandemi, angka tersebut menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 18,6 persen.
Di balik masifnya angka perjalanan tersebut, muncul pemandangan menarik berupa lonjakan permintaan terhadap layanan konsinyasi atau pengiriman hewan peliharaan melalui jaringan kereta cepat. Di Stasiun Kereta Api Guiyang North, Provinsi Guizhou, terlihat para penumpang antusias berkonsultasi mengenai prosedur pengiriman hewan kesayangan mereka menjelang libur May Day.
Untuk merespons tren ini, operator kereta api di seluruh negeri melakukan berbagai optimalisasi layanan, termasuk peningkatan pada kotak transportasi hewan pintar atau smart pet transport cases guna menjamin kenyamanan selama di perjalanan. Petugas memastikan adanya pemisahan fisik yang ketat antara hewan peliharaan dan penumpang, serta memberikan pilihan fleksibel bagi pemilik untuk bepergian bersama hewan mereka dalam rangkaian yang sama atau mengirimkannya secara terpisah.
Secara keseluruhan, jaringan transportasi darat tetap menjadi primadona utama dengan sektor jalan raya mencatatkan porsi terbesar, yakni 1,25 miliar perjalanan lintas wilayah. Sektor kereta api juga memberikan kontribusi kuat dengan total 91,76 juta perjalanan, disusul oleh transportasi udara yang melayani 9,97 juta penumpang, serta transportasi air sebanyak 6,97 juta perjalanan. M
omentum puncak arus keberangkatan terjadi pada tanggal 1 Mei, di mana total perjalanan harian menembus angka 315,74 juta. Tingginya angka mobilitas ini, yang dibarengi dengan inovasi layanan inklusif seperti pengiriman hewan peliharaan, membuktikan bahwa industri transportasi Cina terus berevolusi demi memenuhi kebutuhan gaya hidup penumpangnya yang semakin beragam.
Maskapai bertarif rendah (LCC) Scoot kembali mengukuhkan posisinya sebagai pemain kunci di industri penerbangan Asia. Dalam ajang Changi Airport Network Partners Appreciation 2026, Scoot resmi dianugerahi penghargaan prestisius sebagai “Partner of the Year” oleh Changi Airport Group (CAG).
Penghargaan ini diberikan atas kontribusi signifikan Scoot dalam memperkuat konektivitas Singapura dengan dunia, serta kemampuannya dalam mendorong permintaan perjalanan di tengah pemulihan industri penerbangan global yang semakin kompetitif.
Salah satu faktor utama di balik kesuksesan Scoot adalah keberaniannya dalam mengekspansi jaringan rute melalui penggunaan armada terbaru. Kehadiran pesawat Embraer E190-E2 telah menjadi game changer bagi maskapai anak perusahaan Singapore Airlines (SIA) ini.
Dengan pesawat yang lebih ramping dan efisien tersebut, Scoot berhasil menjangkau destinasi-destinasi baru yang sebelumnya tidak terlayani oleh pesawat berbadan lebar (wide-body), khususnya ke kota-kota di Asia Tenggara. Hal ini tidak hanya mempermudah mobilitas penumpang, tetapi juga meningkatkan volume lalu lintas transit di Bandara Changi.
Bagi para pelancong, strategi Scoot memberikan lebih banyak opsi perjalanan dengan harga yang kompetitif. Scoot dinilai sukses menciptakan kampanye pemasaran yang inovatif dan stimulasi pasar yang tepat sasaran, sehingga mampu menarik minat generasi baru pelancong untuk kembali terbang.
CEO Scoot, Leslie Thng, menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan hasil dari kerja keras seluruh tim dalam memastikan operasional yang andal serta pelayanan yang berorientasi pada kepuasan pelanggan. Kerja sama erat dengan Changi Airport Group dianggap sebagai fondasi utama dalam menciptakan ekosistem perjalanan yang mulus (seamless travel experience).
Pihak Changi Airport Group mengapresiasi fleksibilitas Scoot dalam beradaptasi dengan perubahan pasar. “Scoot telah menunjukkan dedikasi luar biasa sebagai mitra strategis dalam mengembangkan pusat penerbangan Singapura. Melalui penambahan rute dan optimalisasi armada, mereka membantu Changi tetap menjadi bandara penghubung terdepan di kawasan ini,” tulis perwakilan CAG.
Dengan penghargaan ini, Scoot berkomitmen untuk terus menghadirkan pengalaman terbang yang seru, terjangkau, dan terhubung luas bagi seluruh penumpangnya di Asia-Pasifik dan sekitarnya.
Maskapai nasional Arab Saudi, Saudia, melakukan langkah terobosan dengan merambah dunia gaya hidup melalui kolaborasi perdana bersama raksasa sportswear dunia, adidas. Kerja sama ini melahirkan paket perjalanan bertajuk “Made to Fly”, sebuah koleksi yang menjembatani kenyamanan busana olahraga dengan estetika penerbangan modern.
Kolaborasi ini menjadi yang pertama di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA), yang menyasar pasar utama seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, hingga Maroko. Diluncurkan secara ritel mulai 20 April 2026, koleksi ini memposisikan tracksuit bukan lagi sekadar pakaian olahraga, melainkan “seragam” wajib bagi para pelancong modern yang mengutamakan mobilitas tanpa mengorbankan gaya.
Dibangun di atas lini SOFT LUX milik adidas, paket Made to Fly mengusung konsep kemewahan yang praktis (effortless luxury). Koleksi ini menggunakan bahan peached spacer fabric berbasis modal yang disempurnakan dengan teknologi liquid cotton. Hasilnya adalah tekstur kain yang luar biasa lembut, memberikan kenyamanan maksimal selama penerbangan panjang maupun saat berpindah di terminal bandara.
Secara desain, koleksi ini menampilkan siluet minimalis dengan detail halus yang terinspirasi dari dunia penerbangan dan sentuhan budaya Saudi. Perpaduan desain bersih dan material premium ini menciptakan esensial perjalanan yang abadi namun tetap terasa kontemporer.
Bagi Saudia, kolaborasi ini merupakan bagian dari transformasi besar sejak rebranding mereka di tahun 2023. Maskapai ini berupaya memperluas jangkauan mereknya melampaui kabin pesawat, masuk ke dalam ranah ekspresi diri dan gaya hidup konsumen generasi baru.
Koleksi adidas x Saudia Made to Fly saat ini telah tersedia di toko-toko adidas terpilih di kawasan Arab Saudi, UEA, Mesir, dan Maroko, serta dapat dipesan secara daring bagi para pelancong yang ingin tampil gaya di ketinggian 35.000 kaki.
Ramai di media sosial mengenai permasalahan yang terjadi pasca tragedi yang memilukan di Stasiun Bekasi Timur. Ya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Arifah Fauzi mengusulkan wacana untuk memindahkan posisi gerbong tersebut ke tengah rangkaian guna meningkatkan aspek keselamatan.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin akhirnya buka suara. Ia mengungkapkan, penempatan gerbong wanita di bagian paling depan dan paling belakang rangkaian kereta bukanlah tanpa alasan. Ia pun menegaskan, KAI tidak membedakan standar keselamatan berdasarkan gender. Prinsip utama KAI adalah keselamatan seluruh penumpang tanpa terkecuali.
Terkait kebijakan posisi kereta, KAI memiliki tiga pertimbangan utama. Selain untuk kenyamanan akses, pemisahan ini berkaitan erat dengan aspek keamanan penumpang perempuan dari potensi tindakan kriminalitas.
Menurut Bobby, aspek pertama adalah supaya tidak terjadi yang namanya harassment. Yang kedua adalah memberikan kemudahan-kemudahan akses untuk para perempuan atau para wanita juga. Yang ketiga adalah memberikan security yang lebih, karena itu kan dekat lebih dekat dengan penjaga yang ada di ujung-ujung. Jadi untuk sementara aspek itu yang kita gunakan.
Gagasan untuk memindahkan kereta khusus perempuan ke bagian tengah rangkaian telah memicu penolakan tajam dan dinilai diskriminatif oleh sejumlah kalangan. Publik menilai, usulan itu berpotensi membentuk hierarki keselamatan berdasarkan gender, seolah-olah penumpang laki-laki di kereta ujung lebih pantas menanggung risiko kecelakaan dibandingkan perempuan.
Penolakan keras juga datang dari berbagai analis transportasi dan tim SAR. Analis SAR Nasional, Joshua Banjarnahor menegaskan, memindahkan posisi gerbong hanyalah solusi ‘kosmetik’ yang tidak menyelesaikan persoalan fundamental keselamatan kereta api.
Fokus pemerintah seharusnya pada implementasi teknologi anti-tabrakan, penguatan struktur rangkaian (crashworthiness). Serta modernisasi persinyalan, bukan sekadar menggeser posisi penumpang berdasarkan gender.
Dengan menempatkan gerbong wanita di tengah akan memicu penumpukan penumpang KRL secara masif di titik tengah peron. Hal ini justru membahayakan keselamatan saat proses naik-turun kereta. Penempatan gerbong wanita di tengah dianggap mengganggu alur pergerakan penumpang dan memperbesar peluang terjadinya pelecehan seksual. Karena adanya arus penumpang yang bercampur di tengah rangkaian.
Pihak dari PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) tentu tidak akan membeda-bedakan gender. Posisi kereta khusus wanita pada KRL di ujung saat ini memiliki landasan operasional yang kuat. Yakni untuk meminimalisir pelecehan seksual, memudahkan aksesibilitas bagi perempuan. Serta mempermudah pengawasan oleh petugas keamanan.
Selain itu, KAI memiliki landasan hukum tentang kebijakan soal penempatan kereta khusus wanita di paling ujung depan dan belakang pada KRL. Fasilitas tersebut resmi diluncurkan pada 19 Agustus 2010 lalu sebagai upaya merespons tingginya kasus pelecehan seksual di transportasi publik yang padat.
Kebijakan ini diperkuat oleh UU No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, dan UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, yang memandatkan operator untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi kelompok penumpang rentan.
Kedinding bukan pergi menempel atau menuju ke dinding tembok. Tapi Kedinding yang satu ini merupakan nama sebuah stasiun? Ya, ini adalah nama stasiun di Indonesia dan bukan satu-satunya yang memiliki nama aneh. Jadi bisa dikatakan nama stasiun aneh dan unik di Indonesia cukup banyak.
Baca juga: “Warung Bandrek,” dari Tempat Minum Sampai Jadi Nama Stasiun Kereta
Stasiun Kedinding ini letaknya berada di sebuah desa bernama Kedinding di kecamatan Tarik, Sidoarjo, Jawa Timur. KabarPenumpang.com menghimpun dari beberapa laman sumber bahwa ini adalah stasiun kereta api kelas III atau kelas kecil.
Berada pada ketinggian +13 meter di atas permukaan laut, Stasiun Kedinding dioperasikan oleh PT KAI yang masuk dalam Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya. Meski kecil, Stasiun Kedinding cukup mudah dijangkau karena letaknya dua kilometer sebelah barat dari jalan Raya Krian-Prambon-Mojosari.
Lebih teatnya di dekat Pasar Desa Temu, Prambon yang terhubung langsung dengan jalan desa. Meski menjadi stasiun kecil tetapi memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 3 sebagai sepur lurus atau sepur utama.
Di sebelah barat Stasiun Kedinding terdapat sebuah rangka crane yang di masa lalu berfungsi sebagai fasilitas kegiatan bongkar muat tebu dari kereta lori tebu ke gerbong kereta barang. Tak hanya itu juga ada rel lori tebu yang menghubungkan bagian barat stasiun dengan Pabrik Gula Watutulis dengan jarak 2,1 km dari sebelah timur stasiun yang kini sudah ditutup oleh PTPN X.
Namun, pabrik gula tersebut kini sudah tidak menggunakan jasa angkutan lori tebu lagi, melainkan menggunakan armada truk pengangkut tebu. Stasiun Kedinding masih beroperasi hingga hari ini dan tidak melayani keberangkatan maupun kedatangan penumpang.
Tetapi stasiun ini hanya melayani persilangan dan perususulan antar kereta api saja. Persilangan dan persusulan kereta api yang dilayani secara tesmi di stasiun ini sudah mengikuti Gapek 2021 per 10 Februari 2021.
Baca juga: “Baso,” Bukan Cuma Makanan, Tapi Juga Nama Bekas Stasiun di Sumatera Barat
Kereta yang dilayani untuk persusulan dan persilangan adalah KA Ekonomi Lokal Surabaya (KA 402) bersilang dengan KA Pasundan tujuan Bandung (KA 285) yang melintas langsung. KA Dhoho tujuan Kertosono bersambung Blitar (KA 361/354) bersillang dengan KA Sancaka tujuan Surabaya (KA 178F) yang melintas langsung.
Kemudian ada KA Dhoho tujuan Surabaya (KA 355/364) bersilang dengan KA Bima tujuan Jakarta (KA 75) yang melintas langsung.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatatkan pencapaian luar biasa dalam sejarah operasional LRT Jabodebek. Pada Selasa, 28 April 2026, jumlah pengguna moda transportasi modern ini melesat tajam hingga menyentuh angka tertinggi sebanyak 127.089 orang dalam satu hari. Lonjakan trafik ini menjadi bukti nyata bahwa LRT Jabodebek telah menjelma sebagai tulang punggung transportasi publik yang semakin diandalkan oleh masyarakat perkotaan, terutama saat menghadapi dinamika mobilitas di wilayah penyangga seperti Bekasi.
Kenaikan drastis jumlah penumpang ini tidak terlepas dari situasi operasional transportasi di wilayah Bekasi Timur yang sedang mengalami penyesuaian. Di tengah kondisi tersebut, masyarakat dari kawasan Bekasi dan sekitarnya berbondong-bondong beralih menggunakan LRT Jabodebek sebagai solusi perjalanan alternatif menuju ibu kota. Faktor kemudahan akses menjadi kunci utama, mengingat jarak antara Stasiun Bekasi Timur dan Stasiun Jati Mulya hanya berkisar 2,7 kilometer, sehingga memudahkan para komuter untuk melanjutkan perjalanan mereka dengan lebih praktis dan efisien.
Tingginya antusiasme warga tercermin dari volume penumpang di sejumlah stasiun strategis. Stasiun Dukuh Atas masih menjadi titik tersibuk dengan melayani 18.764 pengguna, disusul oleh Stasiun Harjamukti dengan 13.308 pengguna dan Stasiun Kuningan sebanyak 12.597 pengguna. Tidak ketinggalan, Stasiun Jati Mulya dan Cikoko turut mencatatkan angka yang signifikan dengan melayani lebih dari 10.000 orang. Tren positif ini pun terpantau terus berlanjut hingga Rabu siang, 29 April 2026, di mana pergerakan penumpang didominasi oleh warga yang berangkat dari wilayah Bekasi Barat dan Cikunir.
Manager of Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menegaskan bahwa kehadiran LRT Jabodebek bertujuan untuk menjaga kesinambungan mobilitas masyarakat agar tetap lancar meski di tengah situasi penyesuaian operasional di moda lain. Dengan kepastian waktu tempuh serta kenyamanan yang ditawarkan, LRT Jabodebek memastikan warga tetap memiliki akses perjalanan yang andal menuju kawasan bisnis utama seperti Pancoran, Rasuna Said, hingga Setiabudi. Terlebih lagi, integrasi antarmoda yang matang dengan KRL, MRT, TransJakarta, hingga Kereta Cepat Whoosh menjadikan perjalanan masyarakat lebih terhubung tanpa perlu lagi bergantung sepenuhnya pada kendaraan pribadi.
Dengan capaian rekor ini, LRT Jabodebek semakin memperkuat posisinya sebagai bagian tak terpisahkan dari ekosistem transportasi modern yang berkelanjutan. KAI berkomitmen untuk terus mengoptimalkan layanan guna menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang dinamis, sekaligus memastikan bahwa setiap perjalanan penumpang tidak hanya selamat, tetapi juga menjadi pengalaman transportasi yang nyaman di tengah hiruk-pikuk megapolitan Jabodetabek.
Pemulihan jalur Bekasi – Cikarang terus dilakukan di Stasiun Belasi Timur. Ini dilakukan secara cepat, agar perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) bisa kembali normal. Begitu pun perjalanan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) yang sebagian sudah bisa dilewati, namun keterlambatan masih terjadi baik dari arah Jakarta maupun sebaliknya. Karena pembatasan kecepatan dilakukan saat memasuki Stasiun Bekasi Timur.
VP Corporate Communication KAI, Anne Purba menyampaikan, pada Rabu. (29/4/2026), stasiun Bekasi Timur belum bisa digunakan untuk naik-turun penumpang KRL. Penanganan dijalankan secara bertahap dengan penuh kehati-hatian, dengan memastikan seluruh aspek keselamatan terpenuhi sebelum operasional kembali dijalankan. Pagi tadi, perjalanan KRL masih dibatasi hanya sampai Stasiun Bekasi.
Rencana pembukaan kembali Stasiun Bekasi Timur disampaikan sambil menunggu hasil investigasi KNKT. Mereka memastikan saat ini telah dilakukan uji coba perlintasan kereta dan persinyalan. Pun bersama uji coba tersebut dilakukan perjalanan KRL yang melintas dan berhenti di Stasiun Bekasi Timur.
Uji coba rangkaian tersebut menggunakan KRL baru buatan China terpantau memasuki area Stasiun Bekasi Timur sekitar pukul 11.54 WIB. Rangkaian dengan kode CLI-125 tersebut bergerak perlahan dari arah barat sebelum akhirnya berhenti di jalur peron 1 pada pukul 11.56 WIB.
Meskipun telah berhenti di lokasi kejadian perkara, seluruh pintu gerbong tetap tertutup rapat bagi masyarakat umum. Di dalam gerbong yang masih kosong tanpa penumpang tersebut hanya terlihat sejumlah personel keamanan yang melakukan penjagaan ketat selama masa uji coba.
Kereta tersebut berhenti selama kurang lebih lima menit sebelum melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Cikarang pada pukul 12.03 WIB. Setelah rangkaian uji coba melintas, jalur satu arah menuju Cikarang mulai digunakan kembali oleh jadwal perjalanan KAJJ.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memberikan penjelasan terkait rencana pembukaan kembali layanan transportasi publik di lintasan tersebut. Keputusan operasional penuh masih menunggu hasil verifikasi dari otoritas keselamatan transportasi yang berwenang.
“Apabila sudah ada clearance dari KNKT, siang ini kami akan membuka kembali layanan KRL Jabodetabek yang dari Cikarang dan Bekasi Timur untuk bisa beroperasi lagi,” kata Dudy Purwagandhi, Menteri Perhubungan.
Meskipun perjalanan KAJJ sudah dinyatakan kembali normal melintasi Stasiun Bekasi Timur, namun ada sejumlah kereta api tersebut dilakukan pembatalan pada 29 April 2026. Ini daftar nama kereta api yang perjalanannya dibatalkan:
1. KA 263 Ambarawa Ekspres (Surabaya Pasar Turi – Semarang Poncol)
2. KA 264 Ambarawa Ekspres (Semarang Poncol – Surabaya Pasar Turi)
3. KA 267 Banyubiru (Solo Balapan – Semarang Tawang)
4. KA 268 Banyubiru (Semarang Tawang – Solo Balapan)
5. KA 152 Brantas (Pasar Senen – Blitar)
6. KA 151 Brantas (Blitar – Pasar Senen)
7. KA 251 Jayakarta (Pasar Senen – Surabaya Gubeng)
8. KA 252B Jayakarta (Surabaya Gubeng – Pasar Senen)
9. KA 245B Majapahit (Pasar Senen – Malang)
10. KA 246B Majapahit (Malang – Pasar Senen)
11. KA 103B Bogowonto (Pasar Senen – Lempuyangan)
12. KA 104B Bogowonto (Lempuyangan – Pasar Senen)
13. KA 132 Parahyangan (Gambir – Bandung)
14. KA 133 Parahyangan (Bandung – Gambir)
15. KA 7007C KA Tambahan (Yogyakarta – Gambir)
16. KA 7008C KA Tambahan (Gambir – Yogyakarta)
17. KA 161 Bangunkarta (Jombang – Pasar Senen)
18. KA 162 Bangunkarta (Pasar Senen – Jombang)
19. KA 56F–53F Purwojaya (Cilacap – Gambir)
20. KA 50F–51F Purwojaya (Gambir – Cilacap)
21. KA 63B Manahan (Solo Balapan – Gambir)
22. KA 64B Manahan (Gambir – Solo Balapan)
23. KA 29F Argo Anjasmoro (Surabaya Pasar Turi – Gambir)
24. KA 30F Argo Anjasmoro (Gambir – Surabaya Pasar Turi)
KAI memastikan bahwa pemulihan layanan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan sebagai prioritas utama, serta terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait guna memastikan layanan kembali berjalan dengan baik
.