LRT Jakarta Uji Coba Publik 11 Juni 2019

Dalam rangka persiapan menuju operasi komersial LRT Jakarta, PT LRT Jakarta memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menikmati fasilitas moda transportasi publik baru yang akan dimulai pekan depan. Program Uji Publik LRT Jakarta ini akan dimulai pada hari Selasa, 11 Juni 2019 dengan waktu operasi kereta mulai pukul 5.30 WIB sampai dengan 23.00 WIB dan selang waktu antar kereta (headway) 10 menit.

Baca juga: Tarif LRT Jakarta Flat Rp5 Ribu, Lalu Kapan Beroperasinya?

Terdapat 5 stasiun yang digunakan sebagai akses naik/turun penumpang, yaitu diantaranya, Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, dan Velodrome.  Penumpangcukup membawa e-ticket yang didapatkan dari pendaftaran Uji Publik secara online di website PT LRT Jakarta, menuju salah satu stasiun LRT Jakarta. E-ticket akan di validasi oleh petugas di loketstasiun dan ditukarkan dengan tiket Single Journey Trip (SJT)sebagai akses masuk penumpang ke area berbayar (paid area) dan melakukan perjalanan dengan LRT Jakarta.

Setibanyadi stasiun tujuan, SJT akan diminta kembali oleh petugas di gerbang tiket keluar. PT LRT Jakarta selaku operator dari LRT Jakarta melakukan proses ini dalam rangka memastikan kesiapan operasi sebelum diresmikan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Tujuanu program Uji Publik ini tidak hanya mempersiapkan sistem perkeretaapian dan SDM-nya saja, namun juga familiarisasi dan edukasi ke masyarakat terhadap moda transportasi baru perlu dipersiapkan dengan baik dalam rangka menyongsong peradaban budaya baru bertransportasi publik. Pada saat mengikuti Uji Publik masyarakat dihimbau untuk menjaga kenyamanan dan ketertiban bersama diantaranya dengan menjaga kebersihan, membudayakan antri, mengutamakan kursi prioritas untuk penyandang disabilitas, wanita hamil dan lansia, tidakm dan minum di dalam kereta, tidak memutar musik atau berbicara dengan keras, sertat melakukan kampanye politik diseluruh area LRT Jakarta dalam bentuk apapun.

Waktu operasional mulai 05.30-23.00 WIB dengan headway sepuluh menit. Cara pendaftaran melalui bit.ly/UjiPublikLRTJ kemudian pilih jadwal kunjungan uji publik dan dan submit formulir serta verifikasi email. Setelah verifikasi download tiket elektronik.

Baca juga: LRT Jakarta Siap Beroperasi, Inilah Kisaran Tarifnya!

Saat tiba d stasiun tunjukkan eticket di loket stasiun dan satu tiket berlaku untuk satu orang. Eticket di gunakan pada hari yang ditentukan.

Menapaki Sentuhan Belanda di 10 Stasiun Tua di Indonesia

Denyut dunia kereta api di Tanah Air tak bisa dilepaskan dari masa kolonialisme Belanda, pasalnya hampir sebagian besar stasiun yang ada di Indonesia memang dibangun sejak masa Pemerintahan Hindia Belanda. Diantara stasiun-stasiun tua era Belanda, juga sebagian besar masih aktif hingga kini. Meski telah melalui modernisasi bangunan dan infrastruktur, beberapa stasiun masih menyisakan orisinalitas pada sisi bangunannya. Dan berikut adalah 10 stasiun tertua di Indonesia, baik yang masih aktif maupun ada stasiun yang tak lagi beroperasi.

Stasiun Semarang Gudang/ Tambaksari
Stasiun yang dibangun sejak 16 Juni 1864 ini, merupakan stasiun tertua yang ada di Indonesia. Stasiun ini diresmikan oleh Gubernur Belanda Baron Sloet van de Beele. Setelah di resmikan, tiga tahun kemudian atau tepatnya 10 Agustus 1867, untuk pertama kalinya kereta melintas di sini. Dulu, pengoperasiannya Belanda menunjuk Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij. Stasiun ini berada didekat laut dan tutup karena terkena banjir rob.
stasiun-semarang-gudang

Namun, stasiun ini sudah non aktif atau tidak beroperasi sama sekali. Karena stasiun ini hanya tersisa puing-puing dan beberpa bagiannya sudah terkubur oleh tanah.

Stasiun Semarang Tawang
Stasiun yang memiliki kode SMT ini diresmikan sejak 19 Juli 1868. Ini adalah stasiun induk di Tanjung Mas, Semarang Utara, Kota Semarang. Awalnya Stasiun ini hanya beroperasi hingga Stasiun Tanggung dan diperpanjang hingga ke Solo dan Lempuyangan pada 1973. Di stasiun ini, hanya kereta eksekutif dan bisnis yang beroperasi. Untuk kereta ekonomi hanya akan melintas saja di stasiun ini tanpa berhenti dan masih aktif hingga kini.
Stasiun-Tawang-Semarang

Stasiun Lempuyangan
Stasiun kedua teramai di Yogyakarta ini masih terus beroperasi hingga kini sejak didirikan 2 Maret 1872 silam. Stasiun Lempuyangan saat ini melayani semua rute kereta ekonomi.
stasiun-lempuyangan

Stasiun Ambarawa
Stasiun Ambarawa saat ini hanya melayani kereta wisata saja, stasiun ini sudah tidak aktif melayani perjalanan kereta ekonomi, bisnis maupun eksekutif. Kereta wisata yang beroperasi yakni Ambarawa-Bedono pp, Ambarawa-Tuntang pp dan lori Ambarawa-Tuntang pp. Tak hanya itu, stasiun Ambarawa saat ini juga dijadikan museum, bila anda berkunjung ke stasiun ini akan menemukan lokomotif tua yang terpajang di dalamnya. Stasiun yang dibangun sejak 21 Mei 1973 dan dulunya bernama Stasiun Willem I, karena yang memerintahkan untuk membangun adalah Raja Willem I untuk mengangkut pasukan tentaranya ke Semarang.
stasiun-ambarawa

Stasiun Kedungjati
Stasiun yang memiliki arsitektur sama dengan Stasiun Ambarawa ini diresmikan 21 Mei 1873. Dulunya, stasiun ini beroperasi juga meniju stasiun Ambarawa dan mulai berhenti melayani rute stasiun Ambarawa sejak 1976 tepat tidak beroperasinya Stasiun Ambarawa. Setealh 66 tahun kemudian yakni tahun 1907, bangunan Stasiun Kedungjati yang awalnya dari kayu di ubah ke bangunan bata dengan peron berkonstruksi baja dan atap dari seng.
stasiun-kedungjati

Stasiun Solo Balapan
Stasiun ini dirancang oleh arsitek bernama Herman Thomas Karsten yang memiliki aliran Indish. Pada pembangunannya di tahun 1863, pada peletakan batu pertama dimeriahkan dengan upara dan dihadiri oleh Mangkunegara IV serta Gubernur Jenderal Hindia Belanda Baron van de Beele. Pembangunan stasiun Solo Balapan ini selesai dan diresmikan tahun 1873 hingga kini masih beroperasi.
Stasiun-Solo-Balapan

Stasiun Purwosari
Stasiun yang dibangun sejak 1875 ini merupakan stasiun tertua di Surakarta. Pembangunan stasiun ini juga ditangani oleh Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij. Stasiun ini melayani kereta ekonomi local maupun komuter.
Stasiun-Purwosari-Solo-Jawa

Stasiun Surabaya Kota
Stasiunini popular dengan nama stasiun semut, diresmikan sejak 16 mei 1878. Awalnya tujuan pembangunan stasiun ini untuk mengangkut hasil perkebunan di pedalama daerah Jawa Timur khususnya Malang menuju Pelabuhan Tanjung Perak. Namun, lama kelamaan sejak 11 November 1911, stasiun ini mengalamai perubahan dan diperluas hingga seperti sekarang.
Sejarah_stasiun_surabaya_kota_semut

Stasiun Malang Kotalama
Stasiu keretra api kelas 1 ini merupakan stasiun kereta api paling selatan di kota Malang sekaligus yang tertua. Dibangun sejak 1879, nama stasiun ini awalnya hanya Stasiun Malang dan ditambah Kotalama agar dibedakan dengan Stasiun Malang dan juga karena usia bangunannya.
stasiun-malang-kota-lama

Stasiun Ijo
Stasiun yang dibangun sejak 1880 ini bukan hanya sebagai perlintas kereta melainkan sebagai pengontrol terowongan jalur rel. Hal ini dibangun untuk menembus perbukitan kapur Gunung Malang. Stasiun ini juga jarang disinggahi oleh kereta api kecuali mengalami persilangan atau persusulan dengan kereta api lainnya.
Stasiun_Ijo-2_-gupt

Meski Dalam Perjalanan Mudik, Shalat Jangan Ditinggalkan

Apalah artinya menjalani ibadah puasa namun tidak dibarengi dengan Shalat. Bagi para pemudik yang menggunakan moda darat seperti bus dan travel bisa saja menepi di Musholla atau Masjid terdekat untuk melakukan Shalat lima waktu. Namun apa jadinya jika Anda yang mudik menggunakan kereta api, pesawat, atau kapal laut untuk sampai di tempat tujuan? Apakah Anda harus menunggu moda tersebut sampai di tujuan, atau sebaiknya Anda mendirikan Shalat di perjalanan? Tentu saja Anda tidak mungkin untuk melewatkan salah satu kewajiban sebagai umat Islam.

Ada beberapa pandangan mengenai cara umat Muslim menunaikan Shalat di moda transportasi, bahkan ada juga yang mengatakan menjalankan ibadah Shalat di moda transportasi sebaiknya tidak dilakukan karena tidak menghadap Kiblat. Namun, dibalik itu semua, ada satu poin penting yang patut diingat yaitu Ibadah yang selama ini dijalani akan tetap diperhitungkan oleh Allah SWT, Sang Maha Pencipta.

Baca Juga: Meski Antre Panjang di Gerbong Restorasi, Sahur di Kereta Itu Unik!

Untuk melaksanakan Shalat di moda transportasi yang tidak memungkinkan untuk behenti sembarangan seperti kereta api dan pesawat, maka Anda memiliki dua cara untuk berwudhu. Pertama adalah memanfaatkan air yang ada di toilet untuk mengambil air wudhu, dan yang kedua adalah dengan cara bertayamum. Jikalau memungkinkan, pergunakanlah air yang tersedia di wastafel toilet untuk mengambil air wudhu, namun jika tidak, silakan bertayamumlah.

Untuk tata cara Shalat selama di perjalanan, dianjurkan untuk tetap melakukannya dengan cara berdiri. Anda bisa menggunakan fasilitas yang ada, seperti yang tersedia di KA Gajayana, dimana kereta jurusan Jakarta – Malang tersebut menyediakan Musholla yang bisa digunakan. Jika tidak memungkinkan untuk melakukan Sholat dengan cara berdiri, Anda bisa menunaikannya dengan cara duduk. Tata gerakannya pun hampir sama dengan Shalat biasa pada umumnya, yang membedakan hanya gerakan kakinya.

Sedangkan untuk masalah Kiblat, hingga kini masih banyak Ulama yang berdebat mengenai ketentuan yang satu ini. Sebagian ada yang mengatakan sah-sah saja untuk melakukan Shalat di atas kendaraan dengan arah Kiblat yang tidak tentu, sebagian lagi mengatakan Shalat selama berkendara tidak sah. Namun, ini semua kembali kepada kepercayaan Anda. Jikalau Anda ingin tetap melaksanakan Shalat selama berkendara, maka dengan penuh tawakal bacalah niat lalu segerakanlah Shalat. Jika Anda memilih untuk Shalat sesampainya di tempat tujuan, maka Anda bisa melakukannya dengan cara di jama’ atau menggabungkan dua waktu Sholat ke dalam satu waktu Sholat. Dengan catatan, Jama’ hanya berlaku untuk empat waktu Sholat, yaitu Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya.

Jalur Nagreg: Meski Banyak Isu Gaib , Tetap Favorit Saat Musim Mudik

Namanya tidak pernah absen di setiap liputan mudik dari masa ke masa. Jalan yang menghubungkan kota Bandung dan kota Garut / kota Tasikmalaya ini kerap kali menjadi sumber kemacetan ketika musim mudik dan arus balik. Selain medannya yang terkenal akan turunan dan tanjakan curam, kisah mistisnya pun tak jarang ingin ikut eksis. Selamat datang di Nagreg!

Baca Juga: Nagreg, Mengenal Stasiun Kereta Aktif Tertinggi Di Indonesia

Secara administratif, Kecamatan Nagreg masuk ke wilayah Kabupaten Bandung yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Garut. Karena lokasinya yang didominasi oleh tanjakan dan turunan, maka tidak heran jika di lokasi ini banyak kecelakaan yang pernah terjadi. Maka sudah seperti kebiasaan warga Indonesia yang selalu mengaitkan segala sesuatunya dengan hal mistis, serangkaian kecelakaan yang terjadi di daerah ini pun kerap kali dikaitkan dengan aktifitas makhluk gaib.

Ada banyak mitos yang turut meramaikan arus mudik via Jalur Selatan ini. Dihimpun KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, hadirnya sosok nenek-nenek yang melambaikan tangan seolah menjadi pertanda akan terjadi kecelakaan.

“Cerita sopir-sopir yang rem blong itu sama, ada nenek-nenek mengayunkan tangan di pinggir jalan sebelum turunan Pos Tangan,” ujar Yudi Rustandi seorang warga Nagreg, dikutip dari laman tribunnews.com. Uniknya lagi, penampakan nenek-nenek tersebut hanya tampak kepada pengemudi yang kendaraannya mengalami rem blong.

Selain si nenek, warga sekitar juga serin g melihat penampakan orang asing yang terlihat seperti tengah menaburkan garam beberapa saat sebelum sebuah kecelakaan terjadi. Hal ini dialami oleh beberapa orang, dimana mereka melihat orang asing yang menaburkan benda seperti garam di pinggir jalan. Dan benar saja, keesokan harinya kecelakaan maut pun terjadi di sekitar lokasi yang ditaburi garam tersebut.

Tidak hanya di Tanjakan Emen, Subang saja yang memiliki mitos untuk membuang puntung rokok terlebih dahulu sebelum melintas, di Nagreg pun demikian. Warga di sana percaya bahwa arwah penasaran yang kerap kali mengganggu manusia tersebut akan ‘tenang’ jika dilempar rokok tertentu. Namun kepercayaan semacam ini sudah semakin hilang seiring dengan sedikitnya pengemudi yang melakukan tradisi ini.

Baca Juga: Dari Mulai Tanjakan, Hingga Jembatan, 10 Jalur Ekstrim Ini Ada Di Indonesia

Terakhir, gangguan gaib semacam ini dianggap yang paling berbahaya karena dapat mempengaruhi kinerja pengemudi. Kerap kali muncul sesosok bayangan hitam yang melintas sebelum Turunan Nagreg. Semisal si pengemudi tidak fokus, kendaraan bisa saja oleng dan terjadi kecelakaan, berbahaya bukan?

Terlepas dari itu semua, jika mengaitkan hal gaib dengan dunia transportasi memang tidak akan ada habisnya, terutama di Indonesia dimana kepercayaan akan hal tak kasat mata tersebut masihlah sangat tinggi. Alih-alih jadi parno ketika melintasi jalur Nagreg, ada baiknya Anda meningkatkan konsentrasi dan tetap fokus selama berkendara.

Tidak Hanya Indonesia yang Punya Tradisi Mudik, Amerika Serikat Juga Punya!

Selain opor ayam dan tradisi bermaaf-maafan, apalagi yang identik dengan Lebaran? Ya, mudik! Tradisi ini seperti sudah mendarah daging di Indonesia dan diwariskan secara turun termurun dari generasi ke generasi. Menyambangi kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga di sana sudah menjadi agenda rutin setiap pekerja di perantauan.

Baca Juga: Perayaan Imlek di Cina, Ratusan Juta Orang Mudik Padati Berbagai Moda Transportasi

Nah, pertanyaannya adalah apakah budaya mudik seperti ini berlaku juga di belahan bumi lain? Dilansir KabarPenumpang.com dari sejumlah laman sumber, budaya pulang kampung seperti di Indonesia pun ternyata ada di luar negeri, namun dikemas dalam nuansa yang berbeda. Tepat, Thanksgiving! Adapun negara yang mengadaptasi budaya ini adalah sang negara Adikuasa, Amerika.

Selain Amerika Serikat, ada Kanada, Liberia, Puerto Riko, dan Pulau Norfolk yang juga merayakan hari bersyukur di ujung musim panen ini. Di Amerika Serikat sendiri, hari Thanksgiving jatuh pada hari Kamis keempat di bulan November, berbeda dengan Kanada yang jatuh pada Senin kedua di bulan Oktober.

Jika diperhatikan, hari Thanksgiving di Amerika Serikat dan Kanada jatuh tidak jauh dari akhir pekan. Momen long weekend tersebutlah yang biasanya digunakan warga Amerika untuk pulang ke kampung halaman masing-masing dan merayakan hari Thanksgiving bersama keluarga tercinta. Beberapa media setempat melaporkan, hari Rabu sebelum perayaan Thanksgiving di Amerika dan hari Minggu sebelum perayaan Thanksgiving di Kanada merupakan hari-hari paling sibuk di sektor transportasi, baik darat, laut, maupun udara. Karena pada momen tersebutlah warga Amerika berbondong-bondong pulang ke kampung halaman masing-masing.

Baca Juga: Duduk Dekat Jendela, Opsi Paling Ideal Untuk Naik Kereta Jarak Jauh

Jika Lebaran di Indonesia identik dengan ketupat dan opor ayam sebagai lauknya, maka hari Thanksgiving di Negeri Paman Sam sana identik dengan olahan ayam kalkun sebagai menu utamanya. Ini merupakan perwujudan rasa syukur mereka atas hari baik dan rejeki yang sudah diberikan kepada mereka.

Jadi, tradisi mudik seperti yang akan kita hadapi dalam beberapa hari ke depan tidak hanya dirasakan oleh warga Indonesia saja ya, Amerika dan sekitarnya pun merasakan hal yang sama dalam balutan nuansa berbeda!

H+1 Lebaran, Sudah 57.017 Pemudik Ferry Bakauheni Kembali ke Pulau Jawa

Memasuki H+1 Lebaran atau Jumat (7/6), Data PT ASDP Indonesia Ferry Posko Bakauheni mencatat, jumlah penumpang yang menyeberang dari Bakauheni menuju Merak pada Kamis (6/7) pk 08.00 WIB hingga Jumat (7/6) pk 08.00 WIB sebanyak 57.017 orang atau naik 23 persen dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu sebanyak 46.408 orang.

Baca juga: Untuk Arus Balik, ASDP Ferry Terapkan Delapan Skema di Pelabuhan Merak dan Bakauheni

Diikuti kendaraan roda dua sebanyak 4.109 unit atau naik 19 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 3.446 unit dan roda empat ke atas/lebih sebanyak 7.380 unit atau naik 32 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 5.610 unit.

“Sebagian masyarakat sudah kembali beraktifitas pada Senin (10/6). Saat ini arus balik sudah mulai ramai terlihat di Pelabuhan Bakauheni, baik penumpang, roda dua dan mobil pribadi pada Jumat (7/6) pagi hingga sore.Prediksi trafik akan meningkat kembali pada Sabtu (8/6) dan Minggu (9/6),” kata Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi dalam catatan tertulis yang diterima KabarPenumpang.com

Pemudik dari Bakauheni menuju Merak diperkirakan akan dilintasi 1,29 juta orang atau naik 5 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 1,23 juta orang, diikuti roda 2 sebanyak 92.269 unit atau naik 5 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 87.876 unit, dan roda 4 sebanyak 179.629 unit atau naik 15 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 156.199 unit.

“Kami pastikan kapasitas muatan kapal yang terpasang memadai, karena telah kami asumsikan kenaikan volume hingga 15 persen dibandingkan tahun lalu. Prediksi beban puncak dari Bakauhenu terjadi pada H+2 dan H+3 sebanyak 33.000 unit kendaraan, namun kapasitas kapal terpasang yang kami sediakan mencapai 38.000 unit. Untuk roda 4 diperkirakan melonjak pada H+1, H+2 dan H+3, dengan rata-rata 15.336 unit kendaraan per hari, sedangkan rata-rata kapasitas kapal terpasang sebanyak 37.420 unit kendaraan per hari,” ujar Ira.

Di Pelabuhan Bakauheni, ASDP telah menyiapkan fasilitas loket yang terdiri dari 17 loket penumpang (reguler 12 loket, eksekutif 5 loket), 15 loket roda 2 (reguler 14 loket, eksekutif 1 loket), dan 19 loket roda empat/lebih (reguler 13 loket, eksekutif 6 loket). Selain itu juga disediakan fasilitas pendukung keselamatan dan keamanan yakni 2 unit ambulance, 1 unit mobil derek, 1 unit Damkar, 1 unit tug boat, 1 unit rubber boat, dan 5 unit shuttle bus.

Ira memastikan, ASDP akan mengoperasikan kapal-kapal berukuran besar yakni diatas 5000 GT selama arus balik Lebaran berlangsung, percepatan waktu bongkar muat maksimal 45 menit, serta pergantian kapal yang hanya dilakukan di Pelabuhan Merak saja, sementara di Pelabuhan Bakauheni hanya saat darurat saja.

Baca juga: Arahkan Mudik di Siang Hari, PT ASDP Berikan Diskon Tarif di Lintas Merak-Bakauheni

Terkait kebijakan diferensiasi tarif, lanjut Ira, sesuai Surat Edaran Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, akan diberlakukan siang hari (08.01 – 19.59 diskon 10%) dan malam hari (20.00 – 08.00 kenaikan tarif 10%) pada tanggal 7 s.d. 9 Juni 2019; Ketentuan tersebut sejatinya sejalan dengan karakteristik pemudik saat arus balik dari Bakauheni-Merak yang cenderung ramai atau banyak melakukan penyeberangan di siang hingga sore hari.

“Selama ini, karakter pemudik yang akan kembali saat arus balik memang lebih banyak yang jalan di siang atau sore hari. Ditambah dengan penerapan diferensiasi tarif ini, tentu perjalanan arus balik diharapkan lebih teratur, tertib dan lancar,” ujarnya.

Peron Skycafe, Nikmati Senja Seperti Menunggu Kereta

Menjadi salah satu hotel terdekat dengan Stasiun Manggarai, Yello Hotel bisa menjadi pilihan pelancong yang sedang menikmati liburannya di Jakarta khususnya daerah Jakarta Selatan dan Pusat. Dengan jarak 1,7 km dari stasiun, hotel ini dirasa mampu untuk mempermudah pelancong yang ingin menggunakan kereta commuter atau kereta listrik (KRL) untuk mengelilingi kota Jakarta atau sekitarnya.

Baca juga: Hadirkan “Super Lounge,” Disinilah Lokasi Starbucks Terbesar!

Yello Hotel sendiri baru-baru ini, tepatnya pada 25 April 2018 kemarin hotel yang berada di Jalan Minangkabau, Jakarta Selatan tersebut menghadirkan rooftop cafe. Yello menamakannya Peron Skycafe dan berada di lantai 9 atau lantai tertinggi di hotel ini.

KabarPenumpang.com mengabarkan dari berbagai laman sumber, bahwa nama peron sendiri diambil karena terinspirasi dari letaknya yang tidak jauh dari Stasiun kereta api Manggarai. Dimana nama peron sendiri berarti tempat penumpang menunggu kereta.

Sayangnya, meski bernama peron, Skycafe ini sendiri tidak cocok untuk menunggu kereta apalagi KRL. Sebab Stasiun Manggarai tidak melayani kereta jarak jauh dan juga belum mulai mengoperasikan kereta bandaranya.

Tetapi, tenang saja, dituturkan oleh Taufik, Hotel Manajer dari Yello Hotel Manggarai, bahwa Peron Skycafe sendiri bisa menjadi salah satu pilihan bagi masyrarakat yang ingin melarikan diri dari kepenatan akibat macetnya jalanan raya. Bahkan bagi penikmat senja, Peron Skycafe sangat cocok untuk tempat menikmati matahari terbenam.

“Kita sangat welcome pada tamu dan media yang mau datang di waktu yang cukup melelahkan,” ujar Taufik.

Baca juga: Sepenggal Cerita dari Loko Coffee Shop Yogyakarta

Peron Skycafe buka setiap hari mulai pukul 17.00 hingga 02.00 WIB. Berada di bawah naungan hotel bintang tiga, Peron Skycafe bisa menampung 150 orang. Lampu temaram dan desain ruangan bernuansa kayu bisa membuat yang datang merasakan kenyaman sambil menikmati malamnya kota Jakarta.

Sebenarnya di stasiun sendiri memang tidak ada lounge khusus untuk menunggu kereta. Biasanya yang banyak adalah tempat makan, cafe ataupun restoran sembari menunggu keberangkatan kereta. Sehingga penumpang yang datangnya beberapa jam sebelum keberangkatan bisa bersantai dan tidak takut tertinggal kereta.

Desa Pelangi, Ubah Wilayah Padat dan Kumuh Jadi Tujuan Wisata

Desa pelangi semakin lama semakin banyak di jumpai di Tanah Air. Salah satu desa pelangi yang terkenal berada di Wonosari, Semarang, Jawa Tengah. Desa ini berada di lereng bukit dan tepat dilintasi sebuah sungai dibawahnya. Dilansir KabarPenumpang.com dari hindustantimes.com (19/6/2017), dulunya sebelum menjadi desa dengan warna pelangi, desa ini terkesan kumuh dan suram.

Baca juga: Eksplorasi Keindahan Pulau Pahawang dengan Pasir Putihnya

Apalagi air sungainya yang hitam dan penuh sampah. Sebanyak 200 rumah saat itu di makeover dan menghabiskan biaya sekitar $200 ribu untuk mengecat rumah dan melukis dengan berbagai gambar. Tak hanya itu sungai yang berada dekat desa ini pun dibersihkan, untuk menjadi desa pelangi, warga Wonosari, Semarang ini bekerja selama sebulan dari dana yang diberikan pemerintah dan beberapa perusahaan untuk membuat kampungnya lebih bagus dan terlihat menarik seperti sekarang ini.

Desa Pelangi,
Wonosari,
Semarang (hindustantimes.com)

Pertengahan April, desa ini setelah dibuka oleh Walikota setempat dikenal dengan “Desa Pelangi”. Bangunan-bangunan ini tak hanya di cat berbagai warna untuk menarik perhatian, gambar-gambar yang membantu mempercantik bangunan seperti sayap malaikat dan paus dapat terlihat dari jauh. Saat memasuki desa ini, jalan setapaknya pun dipenuhi gambar-gambar yang unik, sehingga perjalanan Anda tidak akan terasa bosan.

Baca juga: Pulau Miangas, Garda Terdepan Yang Eksotis di Utara Indonesia

Bukan hanya wisatawan lokal saja yang mengunjungi desa ini, wisatawan mancanegara pun banyak yang datang hanya untuk sekedar mengabadikan dirinya dan desa ini.

Kampoeng Pelangi (hindustantimes.com)

“Ini sangat istimewa, sangat kreatif. Desa biasanya terlihat polos tapi sekarang ada banyak tempat bagus untuk berfoto,” Maya Susanti, seorang pengunjung Indonesia.

Seorang tokoh masyarakat, Yosep Tri Prawoko mengatakaan, setiap gang telah menjadi tempat favorit pemotretan. Tak hanya wisatawan saja yang merasakan kebahagiaan, penduduk desa pelangi pun menikmati hasil keindahan ini. Dengan banyaknya pengunjung, membuat warga desa meletakkan tempat-tempat sampah agar desa pelangi tetap terlihat bersih.

Baca juga: Pulau Rote, Strategis Bagi Perbatasan, Inilah Keindahan di Ujung Selatan Indonesia

Sebenarnya, desa pelangi ini, mengikkuti cara desa di Meksiko yang memberi warna warni pada desanya. Tetapi ternyata di Indonesia tak hanya Wonosari, Semarang saja yang punya desa pelangi ada sembila desa lainnya yang memiliki desa pelangi yakni Desa Wisata Bejalen, Ambarawa, Kampung Warna-warni Code, Yogyakarta; Kampung Bulak, Kenjeran, Surabaya; Kampoeng Kelir Kroman, Gresik; Kampung Penas, Cipinang Selatan, Jakarta Timur; Kampung Wisata Jodipan, Malang; Kampung Wisata Lubuk Linggau, Sumatera Selatan; Kampung Wisata Teluk Seribu, Balikpapan, Kalimantan Timur dan Kampung Sungai Kalilo, Banyuwangi.

Untuk Arus Balik, ASDP Ferry Terapkan Delapan Skema di Pelabuhan Merak dan Bakauheni

PT ASDP Indonesia Ferry mendukung skema penanganan arus balik Lebaran 2019 yang telah dibahas oleh Kementerian Perhubungan selaku regulator, dan seluruh mitra kerja layanan penyeberangan Angkutan Lebaran 2019.

Baca Juga: H-2 Lebaran, 682.446 Pemudik Ferry Telah Menyeberang ke Sumatera

Berdasarkan siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengatakan ada 8 poin penting yang dibahas dalam rapat persiapan arus balik yang dipimpin oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan selaku regulator bersama dengan KSOP, BPTD, Polri, Gapasdap, dan INFA yang berlangsung di Terminal Eksekutif Merak, Banten, pada Senin (3/6) malam.

Adapun skema yang akan diterapkan pada arus balik Lebaran dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak:

1. Skema bongkar dan muat akan diberlakukan: di dermaga 5 dan 6 hanya muat di Bakauheni dan bongkar di dermaga 4, 5, dan 7 di Merak, selanjutnya berangkat kosongan;

2. Bila terjadi antrian masuk ke entri Pelabuhan Bakauheni sepanjang 1 km dari pintu masuk, maka kendaraan dari tol Lampung Bakauheni akan dikeluarkan di Simpang Hatta dan Kalianda, apabila lebih dari 4KM akan dikeluarkan di exit tol Sidomulyo;

3. Untuk memperlambat kendaraan ke Bakauheni, akan dilakukan pola pengaturan waktu dengan cara entri tol di Terbanggi Besar-Simpang Pematang akan menggunakan skema buka-tutup dengan menyesuaikan waktu (jam 06.00 buka, 16.00 tutup);

4. Bypass data manifest di loket penjualan tiket diberlakukan pada semua kendaraan selama arus balik Angleb 2019;

5. Skenario pengaturan kendaraan dan pemuatan ke kapal berlaku di semua kondisi dengan skenario sangat padat (kapal yg dioperasikan besar di atas 5.000 GT dengan waktu port time maksimal 45 menit);

6. Pemberlakuan diferensiasi tarif diberlakukan siang hari (08.01 – 19.59 diskon 10%) dan malam hari (20.00 – 08.00 kenaikan tarif 10%) pada tanggal 7 s.d. 9 Juni 2019;

7. Penggunaan bantuan tugboat di Pelabuhan Bakauheni hanya dikenakan biaya BBM saja. Sedangkan di Pelabuhan Merak, penggunaan tugboat dikenakan biaya sesuai dengan ketentuan tarif yang berlaku dan sesuai judgement dari Nakhoda melalui BPTD setempat;

8. Selama arus balik, pergantian kapal hanya dilakukan di Pelabuhan Merak. Untuk di Pelabuhan Bakauheni, pergantian kapal hanya dilakukan dalam kondisi darurat.

“Dari ke-8 poin penting yang disepakati, yang akan menjadi concern dari ASDP terkait soal proses bongkar muat kapal, bypass data manifest, penggunaan kapal ukuran besar, pergantian kapal, serta penerapan diferensiasi tarif. Hal-hal ini akan kita koordinasikan lebih baik lagi sehingga penerapan saat arus balik lebih optimal, sehingga pelayanan terhadap pengguna jasa berjalan lebih lancar khususnya di lintasan tersibuk Merak-Bakauheni,” tuturnya.

Menurutnya, layanan selama arus balik Lebaran tahun ini memerlukan perhatian khusus mengingat waktu yang lebih pendek dibanding arus mudik, karena masyarakat harus sudah kembali beraktifitas pada tanggal 10 Juni 2019. “Hal ini yang harus kita antisipasi. Tidak hanya kesiapan sarana dan prasarana, sejak awal ASDP telah mempersiapkan strategi menghadapi lonjakan pengguna jasa saat arus balik berlangsung di periode yang relatif singkat. Diprediksikan, puncak arus balik terjadi pada Sabtu (8/6) dan Minggu (9/6),” tuturnya.

Ira memastikan, ASDP akan mengoperasikan kapal-kapal berukuran besar yakni diatas 5000 GT selama arus balik Lebaran berlangsung, percepatan waktu bongkar muat maksimal 45 menit, serta pergantian kapal yang hanya dilakukan di Pelabuhan Merak saja, sementara di Pelabuhan Bakauheni hanya saat darurat saja.

Terkait kebijakan diferensiasi tarif, lanjut Ira, hal tersebut sejatinya sejalan dengan karakteristik pemudik saat arus balik dari Bakauheni-Merak yang cenderung ramai atau banyak melakukan penyeberangan di siang hingga sore hari. “Selama ini, karakter pemudik yang akan kembali saat arus balik memang lebih banyak yang jalan di siang atau sore hari. Ditambah dengan penerapan diferensiasi tarif ini, tentu perjalanan arus balik diharapkan lebih teratur, tertib dan lancar,” ujarnya.

Baca Juga: H-3 Lebaran, 556.727 Pemudik Ferry Telah Menyeberang ke Sumatera

Ia menambahkan, dengan penerapan diferensiasi tarif pada periode arus mudik terjadi gejala anomali dimana pada H-6 atau Kamis (30/5) yang lalu jumlah pemudik pada malam hari justru lebih rendah daripada siang hari. Padahal, karakteristik arus mudik dari Merak menuju Bakauheni biasanya lebih tinggi volume di malam hari.

Kendati demikian Ira berharap, kelancaran dan kesuksesan selama arus mudik juga dapat terulang di arus balik Lebaran. “Pengguna jasa dihimbau mengatur jadwal kepulangan, dan untuk mendukung pembayaran cashless, agar memperhatikan kecukupan saldo kartu elektronik, dan jangan lupa mempersiapkan e-KTP sebelum melakukan transaksi di loket pelabuhan,” katanya menambahkan.

Mei 2019: Kinerja Ketepatan Waktu Lion Air Capai 89,73 Persen

Lion Air memberikan perkembangan terkini terkait layanan dan operasional penerbangan pada Mei 2019 bahwa mencatatkan kinerja tingkat ketepatan waktu (on time performance/ OTP) mencapai 89,73 persen. Sepanjang periode tersebut, Lion Air beroperasi 11.416 frekuensi terbang dengan rata-rata per hari 400-420, melayani jaringan ke lebih dari 51 kota tujuan domestik dan internasional.

Baca Juga: Lion Air Group Sabet Gelar Maskapai Penyumbang 5 Besar Trafik Penumpang di Bandara Changi

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari siaran pers, pencapaian OTP 89,7 persen menunjukkan rata-rata kinerja Lion Air tertinggi berdasarkan ketepatan waktu, dibandingkan periode sama pada 2018 yaitu 68,9 persen dan 2017 yang hanya diperoleh 65 persen.

Lion Air menyampaikan apresiasi terbaik kepada seluruh pelanggan (pebisnis dan wisawatan) berkat dukungan penuh dalam membantu kelancaran operasional sejalan meningkatkan ketepatan waktu penerbangan, dimulai dari proses pelaporan (check-in), ketika masuk ke pesawat (boarding) hingga tiba di bandar udara tujuan.

Lion Air mengucapkan terima kasih kepada seluruh kru pesawat, petugas layanan darat (ground handling), teknisi dan karyawan atas kontribusi serta peran aktif membentuk kinerja perusahaan dalam upaya meningkatkan kualitas layanan guna memberikan pengalaman terbang mengesankan di era perjalanan kekinian (millennials traveling). Lion Air juga berterima kasih kepada pengelola bandar udara, regulator, pengatur lalu lintas udara serta berbagai pihak yang mendukung penuh atas operasional Lion Air selama ini.

Data OTP 89,73 persen merupakan aktual penghitungan laporan Integrated Operation Control Center (IOCC) Lion Air Group secara tepat waktu dan bersamaan (real time) menurut ketepatan pesawat saat keberangkatan (departure) dan kedatangan (arrival) dalam waktu kurang dari 15 menit dari jadwal yang ditentukan.

Lion Air menegaskan bahwa pelaksanaan setiap penerbangan selalu patuh dan menerapkan budaya keselamatan (safety culture). Komitmen ini seiring usaha menghadirkan layanan terbaik kepada travelers dengan mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan (safety first).

Dalam upaya meningkatkan dan mempertahankan OTP, Lion Air mengimplementasikan beragam langkah strategi tepat yang bertujuan agar operasional konsisten pada level terbaik, sehingga berdampak positif terhadap kualitas layanan dan tingkat ketepatan waktu penerbangan, antara lain pengaturan pergerakan penumpang dan pesawat, koordinasi intensif bersama pihak terkait guna memastikan kelancaran setiap hari, mengaplikasikan standar prosedur pengoperasian pesawat udara menurut aturan dan petunjuk dari pabrik pembuat pesawat, termasuk pemeliharaan pesawat, pengecekan komponen pesawat, pelatihan awak pesawat serta hal lainnya. Lion Air juga menjalankan prosedur DKPPU (Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara), Kementerian Perhubungan RI.

Untuk mekanisme pengoperasian pesawat udara, Lion Air memiliki utilisasi 8-9 jam per hari, rata-rata enam pesawat menjalani perawatan (schedule maintenance) serta rata-rata lima pesawat sebagai cadangan (stand by). Lion Air mengoperasikan berbagai tipe pesawat, 66 Boeing 737-900ER (215 kelas ekonomi), 38 Boeing 737-800NG (189 kelas ekonomi) dan tiga Airbus 330-300 (440 kelas ekonomi).

Baca Juga: Lion Air Group (Wings Air) Bersiap Terima ATR-72 600 Ke-80

Lion Air mengoptimalkan pesawat dengan mengelola pergerakan pesawat (rotasi) disesuaikan jarak pada rute, infrastruktur bandar udara, tingkat keterisian penumpang (load factor) dan lainnya. Lion Air menggunakan sistem terstruktur dan konsistensi secara komprehensif antara perawatan pesawat (maintenance), tim operasional serta keputusan cepat (quick action) guna menentukan rotasi baru apabila ada hambatan terjadi di lapangan (irregularities) guna meminimalisir dampak keterlambatan penerbangan