“Bring Your Own Device,” Solusi Hemat Biaya Gantikan Layar Hiburan di Seat Back

Hidup di era yang sudah serba modern seperti dewasa ini memang tidaklah se-purba dulu, dimana kemudahan demi kemudahan sudah dapat ditemui hanya melalui gadget pribadi Anda saja. Sebut saja untuk membeli makanan, mengirim paket, membeli tiket pesawat hingga yang paling mendasar adalah menonton sejumlah video atau film sekalipun kini sudah dapat Anda lakukan melalui ponsel Anda. Ya, kemudahan seperti yang sudah dijabarkan di atas ternyata tidak melulu memberikan dampak positif terhadap penggunanya – dan ternyata ada sebagian golongan yang merasakan dampak tidak-terlalu-baik dari hadirnya gadget maha canggih ini.

Baca Juga: Kamera In-Flight Entertainment, Berbahayakah atau Malah Menguntungkan?

Di sektor aviasi global, dikenal dengan yang namanya Bring Your Own Device (BYOD) entertainment streaming, dimana ini merupakan sebuah layanan yang diharapkan dapat meningkatkan pengalaman penumpang ketika mengudara bersama sebuahh maskapai. Tidak dapat dipungkiri, layanan ini dapat Anda temui tidak hanya di maskapai full service saja, melainkan sejumlah maskapai ultra-low-cost pun sudah mulai menerapkan sistem hiburan terhadap penumpang ini.

Nah, sebagai informasi tambahan, maskapai yang berbasis di Abu Dhabi, Etihad baru saja mendaftarkan namanya sebagai salah satu maskapai yang akan menawarkan sistem hiburan streaming BYOD ini kepada penumpangnya secara cuma-cuma. Etihad merupakan bagian dari kelompok maskapai yang akan lebih menonjolkan sistem hiburan BYOD ini ketimbang layar hiburan yang terpasang di bagian belakang bangku penumpang – dan sistem hiburan BYOD ini merupakan satu-satunya pilihan hiburan yang ditawarkan oleh pihak maskapai.

Alasan dari Etihad untuk menerapkan sistem hiburan BYOD di sejumlah armada mereka sebenarnya cukup sederhana – karena berat layar yang berada di belakang bangku penumpang terbilang hanya akan menambahkan bobot dari pesawat saja ketika tengah mengudara, dimana hal ini akan berimplikasi pada bertambahnya bahan bakar yang perlu dibawa.

Salah satu juru bicara dari Etihad juga mengatakan bahwa bisnis In-Flight Entertainment (IFE) bukanlah bisnis yang murah, dan dengan sistem hiburan BYOD merupakan salah satu cara yang dapat digunakan maskapai untuk bisa menghemat pengeluaran, namun tetap bisa memberikan pelayanan maksimal terhadap penumpang.

Baca Juga: 2019: Mulai dari Virtual Reality Sampai Live Music Bakal Tampil di Kabin Garuda Indonesia

Sebagaimana yang dirangkum KabarPenumpang.com dari laman paddleyourownkanoo.com (29/4/2019), tidak hanya Etihad saja yang mempraktikkan cara ini – pun dengan American Airlines yang mengaku dapat menghemat kocek pemeliharaan layar di belakang bangku penumpang tersebut.

Sistem hiburan BYOD ini ternyata merupakan implementasi dari maskapai yang melihat perilaku para penumpangnya ketika berada di dalam pesawat, dimana sebagian besar dari mereka lebih memilih untuk menggunakan gadget mereka untuk menonton atau menghibur mereka selama perjalanan – bukan menggunakan layar bangku belakang.

H-2 Lebaran, 682.446 Pemudik Ferry Telah Menyeberang ke Sumatera

Memasuki H-2 Lebaran, PT ASDP Indonesia Ferry telah menyeberangkatkan sebanyak 682.446 penumpang, 64.263 unit sepeda motor, dan 74.755 unit mobil pribadi yang menyeberang dari Pulau Jawa menuju Sumatera melalui lintasan Merak-Bakauheni sejak H-7 atau Kamis (29/5/2019) lalu.

Baca juga: H-3 Lebaran, 556.727 Pemudik Ferry Telah Menyeberang ke Sumatera

Pada Senin (3/6/2019) atau H-2 Lebaran trafik penumpang dan kendaraan yang akan menyeberang dari Merak menuju Bakauheni relatif normal dan mengalir, tidak ada kepadatan volume penumpang dan kendaraan yang signifikan.

Sebaliknya, arus mudik dari Sumatera menuju Jawa
juga ramai dan mengalir, dimana sejak H-7 hingga H-3 tercatat 248.130 orang atau sudah 85,9 persen dari total penumpang 288.875 orang pada periode mudik tahun lalu. Diikuti kendaraan roda dua sebanyak 3.758 unit atau sudah 63,3 persen dari total 5.941 unit pada periode mudik tahun lalu. Dan kendaraan roda empat keatas/lebih sebanyak 3.758 unit atau sudah 89,1 persen dari total 36.899 unit pada periode mudik tahun lalu.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi mengatakan, kelancaran dan kesuksesan arus mudik Lebaran tahun ini berkat kerja keras banyak pihak mulai dari regulator, operator ferry, aparat serta pengguna jasa.

“Semua pihak telah bersinergi dan berkoordinasi dengan baik sehingga arus mudik dapat terlayani dengan optimal. Hingga H-2 trafik sudah landai, tidak terjadi stagnasi. Sejak awal, ASDP telah mempersiapkan berbagai langkah antisipasi dan kesiapan seluruh sarana dan prasarana, fasilitas dan pelayanan prima, penerapan diferensiasi harga, anjuran dan sosialisasi mudik di siang hari serta penetapan dermaga VII Merak yang khusus melayani sepeda motor,” tutur Ira yang dikutip KabarPenumpang.com dari keterangan tertulis, Senin (3/6/2019).

Tidak ketinggalan, lanjutnya, hadirnya layanan kapal eksekutif dengan yang memberikan kecepatan waktu pelayaran hanya 1 jam dan kenyamanan fasilitas di atas kapal ASDP, maka perjalanan mudik dengan kapal ferry menjadi lebih asyik dan lancar.

“Bahkan, waktu tempuh Jakarta-Bandar Lampung via darat hanya 5 jam karena sailing time kapal ASDP hanya 1 jam saja,” tutur Ira.

Ditambah lagi, pada layanan Angkutan Lebaran tahun ini, penerapan Automatic Ticketing System dan e-KTP reader dalam pencatatan manifest penumpang kapal juga memperlancar dan mempercepat saat transaksi pembayaran.

“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pengguna jasa ferry yang telah mempersiapkan perjalanan di awal mudik dengan baik, juga telah disiplin dalam pembelian tiket ferry melalui online serta membayar dengan kartu elektronik (cashless). Berkat kerjasama yang baik, terbukti layanan penyeberangan hingga H-2 Lebaran berjalan lancar dan nyaman, tanpa hambatan yang berarti,” tutur Ira lagi.

Baca juga: Punya Nama Unik, Stasiun “Belatung” Berada Diantara Lampung dan Palembang

Ia berharap, kelancaran dan kesuksesan selama arus mudik juga dapat terulang di arus balik Lebaran. “Pengguna jasa dihimbau mengatur jadwal kepulangan, dan untuk mendukung pembayaran cashless, agar memperhatikan kecukupan saldo kartu elektronik, dan jangan lupa mempersiapkan e-KTP sebelum melakukan transaksi di loket pelabuhan,” katanya menambahkan.

Sambut Idul Fitri 1440H, Cashbac Beri Cashback Hingga 60 Persen

GoJek punya GoPay dan Grab yang kerja sama dengan OVO selalu memberikan kemudahan bagi penggunanya. Bahkan kerap kali membarikan diskon dalam bentuk voucher yang bisa digunakan pelanggan hingga 50 persen untuk membayar barang belanjaan atau makanan mereka.

Baca juga: Beri Nama Anak “Gopay,” Keluarga ini Dapat Saldo Rp500 Ribu Per Bulan dari Gojek

Ya, menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440H, pendatang baru Cashbac memanjakan pelanggannya dengan memberi Promo THR yang bisa digunakan pada 5 dan 6 Juni 2019. Promo ini memberikan cashback sebesar 60 persen hingga Rp50bribu untuk pengguna aplikasi tersebut.

KabarPenumpang.com mengutip dari siaran pers (3/6/2019), dengan adanya Promo THR ini, Anda bisa merayakan momen Idul Fitri bersama keluarga, kerabat, dan orang-orang terdekat di berbagai restoran, kafe, dan fasilitas entertainment seperti bioskop dan karaoke sambil menikmati instant cashback. Promo THR ini dapat dinikmati seluruh pengguna Cashbac di ribuan merchant dan puluhan ribu outlet yang bekerjasama dengan Cashbac, kecuali di merchant AlfaMart, Family Mart, UH Mart, Nina Mart, Palm Mart, dan merchant yang menggunakan metode dengan pembayaran barcode.

Beberapa merchant F&B yang siap menemani momen Anda dan keluarga dalam menyambut Lebaran yakni McDonald’s, The Duck King, Seribu Rasa, Sour Sally, Zenbu, QQ Kopitiam, Negiya, Excelso, Hong Kong Cafe, Penang Bistro, Raa Cha, Gokana, Altitude, Grand Cafe Grand Hyatt, dan masih banyak lagi. Pengguna baru Cashbac dapat menikmati Promo THR berupa cashback 60 persen hingga Rp50 ribu dengan memasukkan voucher code “THRCASHBAC50” pada aplikasi.

Selain itu, pengguna setia aplikasi Cashbac juga dimanjakan dengan promo cashback 60 ribu hingga Rp25 ribu yang dapat diperoleh dengan menggunakan voucher code “THRCASHBAC25.” Untuk menambah keseruan dalam berbelanja dan merayakan Hari Raya, seluruh pengguna Cashbac juga bisa mendapatkan ekstra cashback dengan mudah. Hanya dengan membagikan kode referal dengan teman-teman, Anda juga akan mendapat cashback tambahan sebesar Rp25 ribu ketika teman Anda men-download aplikasi dan bertransaksi untuk pertama kali.

Aplikasi Cashbac juga memiliki keunggulan yang khas dan tidak dimiliki aplikasi pembayaran lainnya yakni fitur untuk menghubungkan langsung kartu kredit atau kartu debit Anda pada aplikasi sebagai metode pembayaran. Dengan fitur tersebut, para pelanggan Cashbac tidak perlu lagi top-up saldo sehingga Anda dapat bertransaksi dengan mudah kapanpun. Data Anda pun terjamin keamanannya karena Cashbac menggunakan proses berstandar keamanan setara bank untuk mengamankan seluruh data Anda.

Fitur lain yang unik dari Cashbac adalah instant cashback yang otomatis Anda dapatkan ketika bertransaksi dan tidak memiliki masa berlaku. Selama akun Anda aktif, cashback akan selalu dapat digunakan dan dibelanjakan sepuasnya.

Baca juga: Juni Mendatang, Grab Akan Hadirkan GrabCar Premium

Aplikasi Cashbac dapat diunduh secara gratis di Play Store untuk pengguna Android dan App Store untuk pengguna iOS. Yuk, download Cashbac sekarang – dan dapatkan #CashbackLebihBesar.

H-3 Lebaran, 556.727 Pemudik Ferry Telah Menyeberang ke Sumatera

Memasuki H-3 Lebaran, tercatat 556.727 orang pemudik atau sudah 69,4 persen dari total 803 ribu orang pada periode mudik tahun lalu, yang telah menyeberang dari Jawa menuju Sumatera sejak H-7 atau Kamis (29/5). Diikuti 52.291 unit atau sudah 68 persen dari total 76.959 kendaraan roda dua, dan 68.599 unit kendaraan roda empat keatas/lebih atau sudah 72 persen dari total 95.380 unit pada periode mudik tahun lalu.

Baca juga: Arahkan Mudik di Siang Hari, PT ASDP Berikan Diskon Tarif di Lintas Merak-Bakauheni

“Jika melihat data, tren mudik dari Jawa ke Sumatera tahun ini masih mengalami kenaikan. Mahalnya harga tiket pesawat mendorong masyarakat untuk menggunakan moda transportasi darat, termasuk penyeberangan. Dan Lebaran tahun ini, pengguna jasa juga mulai mengatur dengan baik jadwal keberangkatan di waktu awal sehingga puncak arus mudik lebih merata,” tutur Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi dalam siaran pers.

Diperkirakan, untuk trafik kendaraan roda dua dan roda empat yang melintasi Pelabuhan Merak pada Minggu (2/6) malam ini masih ramai mengalir dan lancar. “Libur cuti bersama di periode mudik yang relatif lama membuat arus berangkat lebih terdistributif. Hingga H-3, layanan arus mudik penyeberangan Merak-Bakauheni berjalan normal dan terkendali,” katanya lagi.

Sebaliknya, pemudik yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa di Pelabuhan Bakauheni mulai H-7 hingga H-4 tercatat sebanyak 197.549 orang atau sudah 68,4 persen dari total 288.875 orang pada periode mudik tahun lalu. Diikuti, jumlah kendaraan roda dua sebanyak 2.636 unit atau 44,4 persen dari total 5.941 unit tahun lalu dan kendaraan roda empat keatas/lebih sebanyak 29.948 unit atau sudah 72,3 persen dari total 41.397 unit pada periode mudik tahun lalu.

Sementara itu, dari lintasan yang menghubungkan pulau Bali dan Jawa dilaporkan, pemudik yang menyeberang dari Gilimanuk ke Ketapang sebanyak 238.416 orang atau sudah 58 persen dari total penumpang 408.582 orang periode mudik tahun lalu.

Diikuti kendaraan roda dua sebanyak 48.230 unit atau sudah 57 persen dari totap periode mudik tahun lalu sebanyak 84.201 unit. Dan kendaraan roda empat keatas/lebih sebanyak 26.629 unit atau sudah 59 persen dari total 45.251 unit periode mudik tahun lalu.

Baca juga: Pelayanan Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk, Bakal Ditingkatkan dengan Automatic Ticketing System

“Arus mudik dari Gilimanuk ke Ketapang cenderung ramai mulai malam hingga dini hari, khususnya roda dua dan roda empat. Namun, situasi operasional serta pelayanan di Pelabuhan Ketapang & Gilimanuk terpantau ramai lancar, aman & terkendali,” tutur Ira.

Inilah Penjelasan Lion Air Seputar ‘Tingginya’ Harga Tiket Multiple Flight

Dalam beberapa hari belakangan, pemberitaan dan topik bahasan di media sosial diramaikan seputar harga tiket yang fantastis dari layanan maskapai penerbangan di rute domestik. Lion Air Group, selaku grup maskapai penerbangan terbesar di Indonesia, memberikan penjelasan detail seputar fenomena di atas.

Baca juga: Ikutan Menjerit Karena Harga Tiket Pesawat Mahal? Cek Dulu Penyebabnya!

Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic dalam catatan tertulis menyebutkan bahwa pihak Lion air lewat website www.lionair.co.id dan agen perjalanan (online dan korporasi), akan memberikan informasi detail penerbangan. Apabila kursi (seat) untuk penerbangan langsung N/A (not available atau tidak tersedia) dan Sold Out (terjual habis), maka sistem pada mesin akan mencari rute dengan menawarkan alternatif agar pemesan bisa sampai di tujuan (melalui transit).

Penerbangan transit merupakan layanan dari maskapai sendiri atau kombinasi (multiple flight) bersama maskapai lain. Hal ini secara otomatis akan memunculkan harga jual total tiket dari keseluruhan sektor transit menjadi satu informasi harga tiket yang harus dibeli/ dibayar oleh pemesan.

Lion Air “menjual harga jual tiket pesawat masih berada di bawah koridor tarif batas atas atau tidak menjual yang melebihi batas atas” menurut layanan kelas ekonomi domestik. Besaran tarif harga jual telah sesuai aturan regulator no PM 20 Tahun 2019 tentang tata cara dan formulasi perhitungan tarif batas atas penumpang pelayanan kelas ekonomi angkutan udara niaga berjaldwal dalam negeri dan Keputusan Menteri Perhubungan no. KM 106 tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Dalam menentukan harga jual tiket pesawat untuk penumpang pelayanan kelas ekonomi domestik, Lion Air Group sudah menghitung dan memberlakukan secara bijak berdasarkan kelompok layanan yaitu layanan standar minimum (no frills) diberikan oleh Lion Air dengan pesawat jet dan Wings Air menawarkan terbang menggunakan propeller (maksimal 85 persen) sedangkan Batik Air menyediakan konsep layanan premium/ maksimum (full service airlines) dengan pesawat jet (diperbolehkan menjual 100 persen).

Menurut aturan tersebut, penetapan tarif batas atas pada tiket pesawat merupakan harga tertinggi/ maksimum yang telah mendapat izin untuk diberlakukan dan dihitung berdasarkan komponen tarif jarak. Untuk harga jual tiket penerbangan yang dijual merupakan implementasi penggabungan beberapa komponen menjadi kesatuan harga tiket pesawat.

Baca juga: Tarif Tiket Pesawat Naik, Bus AKAP Diburu Masyarakat Pulau Sumatera

Biaya tiket sekali jalan (one way) untuk penerbangan langsung terdiri dari komponen:
· Tarif dasar (basic fare) tiket pesawat menurut jarak,
· Pajak (government tax) dengan kisaran 10% dari harga dasar (basic fare) tiket pesawat,
· Iuran wajib asuransi yang disingkat IWJR (Iuran Wajib Jasa Raharja),
· Passenger Service Charge (PSC) atau airport tax dimasukkan langsung dalam biaya tiket pesawat. Besarnya berbeda-beda sesuai dengan bandar udara di masing-masing kota.
· Biaya lain (tuslah), seperti asuransi tambahan.

Sejak 1 Maret 2018, pelayanan jasa penumpang pesawat udara (PJP2U) atau PSC terbaru sudah termasuk ke dalam komponen harga tiket. Dengan demikian, jika ada perubahan pada tarif PSC akan mempengaruhi nominal pada harga tiket.

PT KAI Luncurkan KA Ciremai 2, Tambahkan Relasi Bandung-Semarang

Merespon meningkatnya angka pemudik Lebaran 2019, PT KAI pada 1 Juni resmi meluncurkan rangkaian Kereta Api (KA) Ciremai 2. Selain untuk merespon tingginya pemudik, kehadiran KA Ciremai 2 juga iperuntukan bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi dari Bandung menuju Semarang maupun sebaliknya.

Baca juga: Yang Unik dari Stasiun Tawang, Alunan Gambang Semarang Gantikan Bunyi Bel

Dikutip dari kompas.com (1/6), EVP Daop 2 Bandung Saridal mengatakan dengan adanya penambahan ini, total ada empat perajalanan KA Ciremai. Empat KA tersebut nantinya akan melayani perjalanan pada pagi dan sore setiap harinya. KA Ciremai 2 (Tambahan) ini akan memulai perjalanan yang terdiri dari Kelas Eksekutif dan Bisnis.

Peluncuran ini ditandai dengan perjalanan KA Ciremai dari Stasiun Bandung menuju Stasiun Semarang Tawang, Sabtu (1/6/2019) sore. Penambahan perjalanan ini untuk KA 12988 (Bandung – Semarang Tawang) dan KA 12899 (Semarang Tawang – Bandung). Durasi permjalanan dari Bandung ke Semarang adalah 7,5 jam

Dalam setiap rangkaian, KA Ciremai 2 membawa 4 kereta eksekutif dan 4 kereta bisnis. Total 456 kursi yang tesedia dari KA Ceremai 2 tersebut.Tiket KA Ciremai 2 sudah bisa dipesan sejak 24 Mei di aplikasi KAI Access, website KAI, dan seluruh channel penjualan KAI. Tarif KA Ciremai 2 sama seperti KA Ciremai eksisting dengan Tarif Batas Bawah (TBB) dan Tarif Batas Atas (TBA) yang telah ditetapkan.

“Bandung-Semarang Tawang ini menjadi salah satu favorit mudik. Jadi memang banyak peminatnya, kemarin saja okupansinya hampir 100 persen,” ujar Saridal.

Baca juga: PT KAI Diminta Aktifkan Jalur ‘Mati Suri’ Semarang-Rembang

KA Ciremai merupakan satu dari dua kereta api yang melayani koridor Semarang-Bandung Melalui Lintas Pantura (Utara) selain Kereta api Harina (hingga Surabaya). KA Ciremai diresmikan bertepatan dengan hari ulang tahun Kereta Api Indonesia ke-68 yang jatuh pada tanggal 28 September 2013, dengan rute sebelumnya Bandung-Cikampek-Cirebon, lalu pada tanggal 3 Oktober 2016 diperpanjang hingga Semarang (mengikuti rute lama KA Harina).

Anda Cari Tempat Makan Murah di Bandara Changi? Mampir Disini!

Umumnya makan di restoran bandara identik dengan label mahal, maklum pengenaan pajak panganan di bandara memang lebih tinggi dibanding tempat lain. Meski begitu, restoran atau tempat makan/minum di bandara punya pasar tersendiri, mulai dari pengunjung kelas atas sampai pelancong dengan budget backpacker semua ada di bandara. Seperti di Bandara Changi, Singapura yang dikenal sebagai hub interasional terbesar di Asia, tentu pengunjungnya tak melulu orang yang berkocek tebal.

Baca juga: Tips Murah Saat Berada di Bandara Ketika Melancong

Nah, bagi Anda yang mau mendapatkan tempat makan dengan harga miring di Bandara Changi, ada lho tempatnya, meski harus diakui tak bisa langsung digapai dengan mudah. Berikut ini ada nama-nama tempat makan yang bisa Anda cari di Bandara Changi, dimana tempat makan ini menyajikan menu dengan lidah asia dan harga yang lumayan pengertian.

1. Food galery
Berada di bagian dalam Terminal 1 dan letaknya setelah imigrasi. Memang saat terlihat jadul dan tidak terlalu besar. Tetapi food galery memberikan pilihan makanan berat dengan harga terjangkau. Selain itu pelancong bisa membayar makanan mereka langsung ke konter pilihan mereka. Salah satu tempat makan yakni Kedai Kiliney Kopi, bila memesan satu es teh tarik, kopi susu dan roti panggang dengan butter untuk dua orang hanya menghabiskan S$9,40.

2. Staff Canten
Lokasi ini adalah yang paling banyak diketahui pelancong. Di sini, pelancong bisa menikmati makanan murah meski di dalam Bandara Changi. Tempat yang terbuka untuk umum ini buka dari jam 06.00 pagi hingga 22.00 malam. Letaknya di gedung parkir Terminal 2. Patokannya dari depan McDonald’s di dalam gedung arrival Terminal 2 belok kiri ke arah pintu keluar menuju arah gedung parkir. Di dalam gedung parkir, jalan ke arah kiri sampai ketemu lift nomor 7 dan naik ke lantai 3M.

Nanti ada banyak deretan mesin top up kiosk. Tapi pelancong bisa membayar tunai. Makanan yang dijual berkisar harga S$3 hingga S$9 untuk secangkir kopi S$0.90.

3. Food emporium
Letaknya di Terminal 4, karena masih baru semuanya terlihat segar dengan design modern. Makanan yang ditawarkan cukup banyak. Food emporium berada di area depature ke arah kanan sampai ketemu eskalator hingga ketemu tulisan Food emporium. Paket nasi dengan daging BBQ hanya S$5,5, kopi sisi S$1,30 dan es lemon teh S$2. Untuk memudahkan, pelancong hanya tinggal membayar di konter masing-masing.

Baca juga: Terminal 4 Bandara Changi Kini Dilengkapi 14 Pemindai Tubuh dengan Teknologi X-CT Scan

Takut mahal? Jangan lupa mampir ke tempat-tempat makan ini kala di Bandara Internasional Changi Singapura.

Uang Raib Diambil Orang, Pengamen di Stasiun ini Ternyata Buta

Menjadi seorang disabilitas bukanlah hal yang diinginkan setiap orang. Apalagi jika buta dari lahir dan hanya mencari sesuap nasi dengan mengamen. Namun bagaimana jadinya karena buta membuat seorang pengamen harus kehilangan penghasilannya karena dicuri?

Baca juga: Canberra yang Ini Bukan Ibukota Australia, Tapi Nama Stasiun MRT Singapura

Belum lama ini seorang pengamen buta mau tak mau harus kehilangan penghasilannya dalam sehari di Singapura. Hal ini dikarenakan tas yang berisi uang hasil dirinya mengamen dirampok oleh seseorang di Stasiun MRT Yishu.
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman sumber theindependent.sg (2/5/2019), seorang saksi mata melihat wanita yang kabur membawa tas pengamen buta tersebut. Jessica Vincent yang menjadi saksi mata tersebut kemudian membagikan tulisannya tentang pencurian itu di laman Facebook.
“Wanita buta ini dirampok kemarin, 30 April 2019 sekitar jam 19.20 di Yishun MRT bawah tanah menuju Northpoint. Seorang wanita mengambil tasnya dari koleksi sepanjang hari dan melarikan diri!”
Jessica mengungkapkan bahwa seorang wanita lain membantu mengejar pencuri itu tetapi pencuri itu berhasil melarikan diri.
“Wanita buta yang malang itu berteriak minta tolong! Wanita buta yang malang ini telah duduk sepanjang hari dan bagaimana mungkin ada manusia yang melakukan ini terlepas dari betapa miskinnya seseorang? Banyak dari kita melihat seorang wanita mengejar pencuri tetapi pencuri itu pergi,” tulisnya.
Dalam laman Facebook-nya, Jessica juga membagikan foto pengamen buta dan pencuri wanita (berbaju oranye) tersebut. Dia mengatakan, hal-hal seperti itu bisa terjadi di Singapura.
Jessica bahkan mengatakan akan membuat laporan pencurian tersebut kepada pihak kepolisian. Dia pun mengajak warganet untuk berbagi tulisannya agar pencuri tersebut terkenal dan ditangkap polisi.
Unggahan, Jessica sejak itu telah beredar, dengan lebih dari 10 ribu kali dibagikan dengan tiga ribu reaksi di Facebook.

PT Angkasa Pura I Berangkatkan 2520 Pemudik Gratis

Sebanyak 2520 pemudik diberangkatkan secara gratis melalui program BUMN Mudik Bareng Tahun 2019 yang diselenggarakan PT Angkasa Pura I (AP I). Keberangkatan peserta mudik bareng yang dilaksanakan AP I tersebut dilepas oleh Direktur Utama AP I Faik Fahmi dari Lapangan Parkir Rusunami Kemayoran, Jumat (31/5/2019).

Baca juga: Mau Mudik? Anda Bisa Gunakan BPJS Kesehatan di Kampung Halaman

“Total ada sebanyak 2.481 pemudik yang diberangkatkan dengan menggunakan 62 unit bus pada hari ini. Para pemudik diberangkatkan menuju 6 kota, yaitu Semarang, Surakarta, Yogyakarta, Wonosobo, Bobotsari, dan Surabaya. Sebelumnya pada tanggal 30 Mei 2019 kami juga telah melepas sebanyak 39 pemudik dengan menggunakan 1 unit bus menuju Semarang bersamaan dengan Pelepasan Mudik Bareng 2019 yang dilaksanakan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno di Kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta,” ujar Faik Fahmi yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers, Jumat (31/5/2019).

Selama diperjalanan, para pemudik juga dibekali oleh paket makanan ringan, obat-obatan, kaos, souvenir dan asuransi jiwa untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pemudik selama perjalanan menuju kampung halaman. AP I juga mensyaratkan kondisi bus yang mengangkut pemudik memenuhi aspek kelamatan dengan bus telah lulus rampcheck serta pengemudi telah melalui tes kesehatan dan tes narkoba.

Selain memberangkatkan pemudik dengan menggunakan moda transportasi darat, Angkasa Pura I juga telah memberangkatkan sebanyak seribu pemudik dengan menggunakan kapal Pelni.

“Sebanyak empat pemudik dengan jurusan Makassar-Surabaya telah diberangkatkan melalui Pelabuhan Soekarno Hatta-Makassar pada tanggal 27 Mei 2019 dengan menggunakan KM. Labobar dan sebanyak enam ratus pemudik pemudik dengan jurusan Balikpapan-Surabaya telah diberangkatkan pada 30 Mei 2019 melalui Pelabuhan Semayang-Balikpapan menggunakan KM. Dobonsolo,” imbuh Faik Fahmi.

Program BUMN Mudik Bareng 2019 merupakan rangkaian acara Mudik Bareng yang digagas Kementerian BUMN untuk meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas dan memenuhi kebutuhan masyarakat ekonomi menengah kebawah untuk mudik ke kampung halaman. BUMN Mudik Bareng 2019 diikuti oleh 104 BUMN atau mengalami peningkatan 67,74 persen dibandingkan Tahun 2018 yang diikuti oleh 62 BUMN. Secara total, Kementerian BUMN beserta perusahaan BUMN lainnya memberangkatkan sebanyak 250.474 pemudik dengan jumlah 3.520 pemudik diberangkatkan oleh AP I. Partisipasi AP I pada penyelenggaraan program ini adalah yang kedua setelah pada tahun 2018 lalu berhasil memberangkatkan sebanyak dua ribu pemudik dengan menggunakan sebanyak 50 bus menuju tiga kota yaitu Semarang, Solo dan Yogyakarta.

Baca juga: Arahkan Mudik di Siang Hari, PT ASDP Berikan Diskon Tarif di Lintas Merak-Bakauheni

“Melalui BUMN Mudik Bareng bersama Angkasa Pura I ini kami berharap dapat mendukung terciptanya suasana mudik yang aman, lancar, dan kondusif sehingga para pemudik dapat berkumpul bersama keluarganya di kampung halaman untuk merayakan Idul Fitri 2019,” tambah Faik Fahmi.

[Video] Pesta di Kabin, Sekelompok Pemuda Tenggak Bir di Penerbangan Ryanair

Maskapai berbiaya murah asal Irlandia, Ryanair menjadi sorotan sejumlah media baru-baru ini, karena salah satu penerbangan dari maskapai ini diisi oleh sekelompok penumpang yang dengan sengaja menenggak minum minuman keras dan berdampak pada hilangnya kesadaran mereka. Kejadian ini sempat diabadikan oleh salah satu dari mereka dalam bentuk video dan dengan cepat menjadi viral karena tingkah mereka yang bisa dibilang ‘kampungan’.

Baca Juga: Inilah Fakta Ryanair, Maskapai Penerbangan Berbiaya Murah yang Penuh Kontroversi

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman express.co.uk (26/5/2019), penerbangan ini sendiri merupakan penerbangan pagi hari menuju Alicante, Spanyol pada hari Sabtu (25/5/2019) kemarin. Dalam rekaman yang berdurasi kurang dari satu menit ini, tampak sekelompok anak muda yang tengah berada di dalam kabin pesawat.

Salah satu dari pemuda ini yang tampak mengenakan kacamata hitam duduk di lantai kabin dengan kondisi mulut yang tersambung oleh selang berwarna hijau yang dipegangi oleh temannya. Ternyata selang tersebut merupakan sebuah bong yang digunakan sekelompok pemuda itu untuk menenggak minuman keras berjenis bir.

https://www.youtube.com/watch?v=4pOEBX9JskA

Sembari meneriakkan suara-suara yang menyerupai yel-yel, para pemuda ini seolah tiada henti menertawakan dan menyemangati temannya yang tengah ‘dicekoki’ bir melalui bong. Pesta singkat di atas pesawat ini semakin meliar manakala pria yang dicekoki bir tersebut tumbang di aisle dan aksinya tersebut memancing rekan-rekannya menjadi semakin ‘gila’.

Seolah tiada henti melontarkan yel-yel sembari tangan mereka meninju langit, para pria ini seolah tidak menghiraukan penumpang lain yang juga ada di dalam penerbangan tersebut. Bahkan beberapa dari mereka melonjak-lonjak layaknya sedang berada di darat – padahal meraka semua tengah berada di ketinggian puluhan ribu kaki di atas permukaan tanah.

Setelah pria yang dicekoki bir tersebut tumbamg, bong yang digunakan untuk ‘mengirim’ bir menuju mulut tersebut lalu disimpan di atas salah satu kepala rekannya dan membuat kelompok ini semakin menjadi-jadi.

Baca Juga: Awak Kabin Tidur di Lantai Bandara, Ryanair Dapat Pukulan Telak dari Serikat Penerbang

Tentu saja, aksi yang dilakukan oleh sekelompok pemuda ini telah mengganggu kenyamanan para penumpang lainnya dan dikhawatirkan dapat mengganggu keamanan penerbangan.

Menanggapi hal ini, pihak Ryanair bersikukuh bahwa, “keselamatan penumpang merupakan prioritas utama kami dan kami tidak akan memberikan toleransi terhadap penumpang yang mengganggu kenyamanan,”